Tampilkan postingan dengan label Alkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkom. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2026

SCYTALYS Bersama PTDI Meningkatkan Sistem Misi Taktis untuk Pesawat N219 dan CN-235

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5gtN99C5GEKN_PwdJRS_kl7oICsHAuZrQfCAMPdB0KgMbGbIfRX65lS3jqxMn9o-LfR4dWOpIkuO4rdqjKkSlFmBZ-nDyV4rJMuv4rHNr5V-eduIdQw0BxmMf618yndBSExhq-SYQnXAYNu-8ypfD9cUxKH3rdnc20t1r_TLqGV9i_Wf-vyU3w8tuY5g/s1920/FB_IMG_1775812223366.jpgSCYTALYS menandatangani MoU dengan PT Dirgantara Indonesia untuk mengintegrasikan sistem MIMS Airborne miliknya ke dalam pesawat N219 dan CN-235, meningkatkan kemampuan pengawasan maritim dan memperluas peluang di pasar Asia-Pasifik (Scytalys))
SCYTALYS
(bagian dari EFA GROUP) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), menandai langkah strategis penting untuk memperkuat kehadiran kedua perusahaan di sektor Pesawat Patroli Maritim. Kerja sama ini berkaitan dengan integrasi sistem SCYTALYS ke dalam varian pengawasan maritim pesawat N219 dan CN-235 milik PTDI.

Perjanjian tersebut mencakup integrasi Sistem Manajemen dan Integrasi Misi Udara (MIMS Airborne) SCYTALYS ke dalam pesawat N219 dan CN-235 PTDI, meningkatkan kemampuan pengawasan dan patroli maritim kedua platform tersebut dan membuka prospek baru di pasar Asia-Pasifik. Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh Direktur Perdagangan, Teknologi & Pengembangan PTDI, Bapak Moh Arif Faisal, dan Presiden SCYTALYS, Bapak Dimitris Karantzavelos, selama Singapore Airshow 2026.

MIMS Airborne adalah sistem C2 modular canggih yang berbasis pada desain arsitektur terbuka. Sistem ini mengintegrasikan dan mengelola secara real-time berbagai sensor dan subsistem penting termasuk radar, EO/IR, ESM/ELINT, navigasi penerbangan, dan komunikasi taktis/strategis menghasilkan Gambaran Operasional Bersama (Common Operational Picture/COP) yang terintegrasi. Dengan mengintegrasikan MIMS Airborne, N219 dan CN-235 menjadi node C4ISR yang sepenuhnya berpusat pada jaringan, sehingga secara signifikan meningkatkan efektivitas operasionalnya.

Moh Arif Faisal, Direktur Perdagangan, Teknologi & Pengembangan PTDI, menyatakan: “Kerja sama ini akan meningkatkan kemampuan operasional pesawat N219 dan CN-235 dan akan menciptakan peluang baru bagi produk unggulan PTDI melalui solusi misi khusus yang kompetitif yang memenuhi persyaratan operasional pengguna.”

Bapak Dimitris Karantzavelos, Presiden SCYTALYS, menyatakan: “Penandatanganan MoU dengan PTDI menandai langkah penting menuju penguatan lebih lanjut kehadiran internasional SCYTALYS dan memajukan solusi misi inovatif. Integrasi sistem MIMS Airborne ke dalam pesawat N219 dan CN-235 menegaskan keunggulan teknologi kami dan kemampuan kami untuk memberikan solusi misi khusus yang andal, interoperabel, dan sesuai kebutuhan. Kerja sama kami dengan PTDI membuka prospek baru bagi ekspansi SCYTALYS di pasar Asia-Pasifik, dan kami berharap dapat melanjutkan kemitraan yang dinamis dan sangat menjanjikan ini.

 Tentang SCYTALYS

SCYTALYS adalah perusahaan pengembangan dan integrasi perangkat lunak pertahanan terkemuka, yang didirikan pada tahun 1993 di Yunani, yang mengkhususkan diri dalam desain, pengembangan, instalasi, dan pengujian. Perusahaan ini mempekerjakan 110 staf, sebagian besar adalah insinyur yang sangat terampil. Perusahaan ini memiliki kantor di tiga lokasi internasional (Yunani, AS, Singapura) untuk melayani pelanggan di 14 negara di seluruh dunia. SCYTALYS memiliki pengalaman luas dalam program domestik yang mendukung Angkatan Bersenjata Yunani, dan melalui sejarah panjangnya dalam inovasi teknik, keandalan, efisiensi, dan kualitas layanan, perusahaan ini telah menjadi mitra pilihan perusahaan dan organisasi multinasional di sektor Dirgantara, Pertahanan, dan Keamanan, yang menyediakan solusi interoperabilitas canggih. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir yang telah teruji di lapangan, perusahaan ini merancang dan mengembangkan solusi dan produk canggih di bidang Tautan Data Taktis, Sistem Komando & Kontrol Misi dan Taktis, Sistem C4I, Pelatihan, Pengujian dan Simulasi, Pengawasan, dan Pengintaia.

  Scytalys  

Jumat, 30 Januari 2026

Republikorp dan ASELSAN Perkuat Kerja Sama Pertahanan lewat Perjanjian Alih Teknologi

  Untuk sistem komunikasi aman HYBRA DMR Kesepakatan alih teknologi alat komunikasi (Republikorps)

PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), anak perusahaan Republikorp, secara resmi meresmikan Technology Cooperation Agreement terkait Alih Teknologi (Transfer of Technology/ToT) untuk HYBRA Digital Mobile Radio (DMR) dari ASELSAN.

Penandatanganan ini berlangsung pada ajang Doha International Maritime Defence Exhibition and Conference (DIMDEX) 2026, menandai langkah operasional penting bagi joint venture Republikorp–ASELSAN yang baru dibentuk.

Perjanjian ini memulai kerangka komprehensif untuk alih teknologi bertahap, technical knowledge sharing, serta advanced training. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk mendukung produksi lokal tactical communication systems di Indonesia yang memenuhi standar kualitas internasional yang ketat.

Norman Joesoef, Founder Republikorp, menyoroti dua arti strategis utama dari perjanjian ini, yaitu memperkuat hubungan diplomatik industri serta meningkatkan kapabilitas intelijen nasional (termasuk kebutuhan secure communications dan enkripsi).

Kolaborasi dengan ASELSAN ini merupakan kelanjutan dari kerja sama teknologi Indonesia yang telah terjalin lama dengan Türkiye, namun sekaligus menandai era baru dengan tingkat lokalisasi yang lebih tinggi dan alih teknologi yang lebih substansial,” ujar Norman Joesoef.

Ilustrasi Alkom Aselsan (Aselsan)
Kami secara khusus memprioritaskan HYBRA DMR karena tantangan modern membutuhkan solusi modern. Sebagai sistem highly portable dan secure communications, HYBRA DMR akan membekali komunitas intelijen militer kami dengan kelincahan operasional serta enkripsi krusial agar dapat beroperasi efektif di lingkungan yang kompleks.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari peluncuran PT Republik-Aselsan Indonesia, sebuah perusahaan patungan yang diumumkan pada 9 September 2025 di DSEI, London.

Perjanjian pendirian ditandatangani oleh Norman Joesoef dan Ahmet Akyol, President & CEO ASELSAN, yang menjadi landasan untuk integrasi industri yang lebih mendalam.

Kemitraan ini mendukung peta jalan strategis Indonesia menuju kemandirian industri pertahanan, memastikan infrastruktur pertahanan kritikal berlabel “Made in Indonesia.”

Secara bersamaan, kemitraan ini juga memberikan ASELSAN akses strategis jangka panjang ke pasar pertahanan Asia Tenggara.

PT Republik Aselsan Indonesia diproyeksikan menjadi regional hub untuk advanced defense communication systems, memproduksi solusi high-tech yang melayani kebutuhan keamanan nasional Indonesia dan kawasan ASEAN secara lebih luas.

  🤝 
Republikorp  

Selasa, 23 September 2025

PT Len Industri Perkuat Kolaborasi Pertahanan dengan Vietnam

  Defense Policy Dialogue ke-4 (LEN)

Indonesia dan Vietnam menyelenggarakan Defense Policy Dialogue ke-4 sebagai forum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama pertahanan kedua negara. Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus memperkuat sinergi antara institusi militer dan industri pertahanan di kedua negara.

Dalam forum ini, PT Len Industri (Persero) dan Viettel High Technology Industries menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dalam kolaborasi strategis.

Setelah melalui sejumlah penjajakan dan diskusi, kedua perusahaan resmi menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai landasan untuk menjajaki kerja sama lebih jauh. Penandatanganan dilakukan oleh Irwan Ibrahim, Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri (Persero), bersama Sr Col Nguyen Vu Ha, Deputy General Director of Viettel Group. Agenda penandatanganan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letnan Jendral TNI Tri Budi Utomo, S.E., serta Deputy Minister of National Defense Vietnam, Senior Lieutenant General Hoang Xuan Chien.

Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi strategis di bidang pengembangan teknologi radar, radio komunikasi militer, serta electric bike. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Vietnam tidak hanya memperkuat hubungan bilateral di sektor pertahanan, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kemandirian teknologi dan membangun fondasi sinergi industri pertahanan yang lebih solid di kawasan.

Langkah ini diharapkan menjadi komitmen kedua negara dalam menciptakan kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan, meningkatkan kapasitas teknologi, serta mendukung stabilitas dan keamanan regional.

  📡 
LEN  

Minggu, 14 September 2025

Indonesia - Turki Kerjasama Kembangkan Komunikasi Satelit

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso (kanan) dan Deputy General Manager of Corporate Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan (kiri) terkait kerjasama pengembangan komunikasi satelit di Indonesia, di Jakarta, Kamis (12/6/2025) (Antara/HO/PT PSN)

Dua perusahaan asal Indonesia dan Turki yakni PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan CTech, anak perusahaan Turkish Aerospace Industries menyepakati kerja sama dalam solusi komunikasi satelit bergerak (Satellite Communications on the Move).

Menurut Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, kolaborasi ini menandai langkah penting untuk memajukan inisiatif komunikasi satelit di Indonesia.

"Kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem komunikasi satelit global," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sinergi antara dua perusahaan akan mencakup menyelaraskan sistem, teknis untuk memastikan interoperabilitas antara teknologi CTech dan jaringan satelit milik PSN, serta mengejar inovasi bersama di bidang komunikasi satelit lainnya.

Sistem komunikasi satelit yang telah dikembangkan ini dapat memajukan teknologi satelit Indonesia secara signifikan, selain itu juga memungkinkan pengguna untuk menerima sinyal jaringan satelit saat bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga cocok digunakan di pesawat, kapal, atau kendaraan lain.

Pengembangan sistem komunikasi ini juga dilakukan dengan memanfaatkan jaringan satelit milik PSN guna mendukung konektivitas bergerak melalui infrastruktur satelit nasional.

Sistem ini dirancang agar bisa digunakan secara mulus di berbagai perangkat atau platform, memastikan konektivitas yang andal di darat, laut, dan udara.

Adi menambahkan, CTech dipilih sebagai mitra karena merupakan perancang dan produsen perangkat komunikasi Beyond Line of Sight (BLOS) terkemuka, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, sementara perusahaan induk CTech, Turkish Aerospace Industries, adalah perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan terbesar di Turki.

Dengan menggandeng CTech, lanjut Adi Rahman, pihaknya menghadirkan solusi komunikasi bergerak yang andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan geografis Indonesia yang luas dan menantang.

"Kami optimistis kerja sama ini akan membuka jalan bagi percepatan transformasi digital di sektor-sektor penting seperti transportasi, maritim, dan pertahanan nasional,” katanya.

Sementara itu Deputy General Manager of Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan, mengungkapkan rasa bangga dapat bermitra dengan PSN untuk mendukung pengembangan sistem komunikasi satelit bergerak di Indonesia. "Apalagi Indonesia memiliki potensi besar dalam memajukan teknologi komunikasi satelit," ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya akan menggabungkan keahlian yang dimiliki perusahaan dalam teknologi BLOS dengan jaringan satelit nasional milik PSN, guna menghadirkan solusi konektivitas yang tangguh dan adaptif.

"Kolaborasi ini bukan hanya tentang pengembangan teknologi saat ini, tetapi juga investasi kami dalam membangun masa depan konektivitas bergerak di kawasan Asia Tenggara," katanya.

Sebelumnya pada 12 Juni 2025 di Jakarta, dilakukan penandatanganan MoU oleh Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso dan Deputy General Manager of Corporate Marketing and Sales CTech, Ejder Veli Arslan.

  📡 
antara  

Selasa, 09 September 2025

Link ID Len

Link ID LEN (LEN Industry)

Link ID Len, sebuah teknologi Tactical Data Link (TDL) atau tautan data taktis yang dikembangkan oleh PT Len Industri (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara Indonesia.

Sistem ini berfungsi untuk mengirimkan data taktis antar alutsista (alat utama sistem persenjataan) agar tercipta interoperabilitas dalam sistem tempur modern.

 Fungsi Utama Link ID 
🛰 Mengintegrasikan Alutsista:

Link ID memungkinkan berbagai jenis alutsista, baik buatan dalam negeri maupun asing, untuk berkomunikasi dan berbagi data secara terintegrasi.

🛰 Meningkatkan Kesadaran Situasi:

Dengan pertukaran data taktis seperti posisi kawan/lawan, perintah, foto, dan teks, sistem ini meningkatkan kesadaran dan efisiensi koordinasi antar unit tempur.

🛰 Mendukung Network Centric Warfare (NCW):

Link ID menjadi bagian dari program NCW yang bertujuan mengintegrasikan sistem alutsista agar dapat bekerja bersama secara lebih efektif, seperti yang diterapkan dalam program CTDLS (Communication Tactical Data Link System) oleh TNI AU.

 Penggunaan Link ID 
Link ID telah digunakan dalam program-program pertahanan Indonesia, termasuk:

  🖥 TNI AU:

Diterapkan pada unit pesawat patroli maritim, pusat komando (Puskodal), dan base station (BTS).

  🖥 TNI AL:

Diintegrasikan pada beberapa kapal cepat rudal (KCR-60) untuk memungkinkan interoperabilitas dengan sistem CTDLS TNI AU.

  🖥 TNI AD:

Diintegrasikan pada kendaraan militer maupun personil TNI AD sehingga bisa dimonitor posisi lawan/kawan.

  Keunggulan Link ID 
Karya Anak Bangsa:

Link ID adalah bukti inovasi teknologi pertahanan dalam negeri yang mampu menjawab tantangan interoperabilitas sistem tempur global.

Standar Protokol Nasional:

Link ID menetapkan standar protokol komunikasi data taktis nasional yang baru, yang sesuai dengan kebutuhan doktrin militer Indonesia.

  📡 
Indonesia Teknologi  

Jumat, 29 Agustus 2025

Indonesia Siap Bangun Industri Alutsista

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). (dok Len Industri)

Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI Djon Afriandi, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas industri pertahanan milik PT Len Industri (Persero). Kedatangan perwira tinggi TNI ini disambut langsung oleh Direktur Bisnis PT Len Industri, Irwan Ibrahim, beserta jajaran direksi.

Agenda kunjungan berfokus pada eksplorasi teknologi pertahanan terbaru, termasuk sistem terintegrasi C5ISR (Command, Control, Communications, Computers, Combat, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance).

Rombongan juga meninjau fasilitas produksi perangkat pertahanan strategis seperti Night Vision Goggles (NVG) Generasi-4, Thermal Imaging, dan Laser Point, yang menjadi kebanggaan industri pertahanan nasional.

Letjen TNI Djon Afriandi mengapresiasi terhadap kemampuan PT Len Industri yang telah mampu memproduksi teknologi mutakhir tersebut di dalam negeri.

"Penguasaan teknologi yang andal merupakan elemen krusial dalam mendukung keberhasilan operasi militer. Bagi Kopassus, hal ini adalah keharusan agar selalu bisa bergerak cepat dengan akurasi tinggi," tegas Letjen TNI Djon Afriandi, dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurut dia, keberadaan produk-produk seperti NVG Gen-4, Thermal, dan Laser Point akan sangat mendukung efektivitas operasi pasukan khusus TNI, terutama dalam menghadapi dinamika medan tempur modern yang membutuhkan kecepatan, presisi, serta kesiapan tinggi.

  Bangun kemandirian alutsista 
PT Len Industri juga menyediakan keberadaan service center untuk memudahkan perbaikan dan pemeliharaan perangkat, sehingga kesiapan operasional selalu terjamin.

Sementara itu, PT Len Industri menegaskan komitmennya untuk menyediakan solusi pertahanan yang andal sesuai kebutuhan TNI.

"Kami siap menghadirkan berbagai produk unggulan yang dirancang untuk mendukung operasi pasukan khusus, mulai dari sistem komunikasi, perangkat kendali, hingga teknologi elektronik militer generasi terbaru," ujar Irwan Ibrahim.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan industri pertahanan dalam negeri. Kehadiran produk berteknologi tinggi buatan anak bangsa menegaskan Indonesia semakin siap membangun kemandirian alutsista dan memperkuat ketahanan nasional di era modern.

  💥 
Metro TV News  

Jumat, 22 Agustus 2025

Pangkormar Tinjau Inhan Lokal

  👷  Dorong inovasi alutsista untuk Marinir Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi mengunjungi salah satu industri pertahanan lokal di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/8). (Dok. Dispen Kormar)

Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen (Mar) Endi Supardi mengunjungi salah satu industri pertahanan dalam negeri yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/8).

Endi meninjau proses produksi alutsista yang dikerjakan para tenaga ahli muda dari PT Hariff Dipa Persada.

Perusahaan tersebut diketahui mengembangkan sejumlah sistem penting, di antaranya Battlefield Management System (BMS) CY-16H, Datalink CY-16H, hingga sistem optik Binocular dan Targeting System YWP-22H. Produk telah digunakan pada kendaraan tempur TNI AD, seperti Leopard, medium tank, dan Anoa.

Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan inovasi berbasis kecerdasan buatan dan realitas virtual untuk pelatihan misi, serta menjalin kerja sama dengan PT Dahana dalam pengembangan senjata latih lawan tank.-Bahkan, kolaborasi strategis dengan Naval Group Prancis juga dilakukan untuk memperkuat kemampuan maritim Indonesia melalui teknologi komunikasi taktis dan sistem kontrol pertahanan.

Sistem manajemen pertempuran (Battlefield Management System/BMS) buatan dalam negeri, CY-16H yang akan memperkuat kendaraan tempur lapis baja Kirpi produksi Turki, yang ditampilkan di pameran Indo Defence 2024, Rabu (11/6/2025).(Dokumentasi PT Hariff Dipa Persada)
Tenaga-tenaga ahli generasi muda bangsa ini dapat membuat produk militer yang tak kalah dari luar negeri karena produk dirancang sejak awal sesuai geografis dan kemampuan adaptasi dengan cara operasi dan doktrin,” ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (22/8).

Endi juga menerima penjelasan mengenai kemampuan produksi, teknologi yang digunakan, hingga potensi produk yang dapat mendukung kebutuhan operasional Korps Marinir.

Ini menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antara Korps Marinir dan industri pertahanan, meningkatkan kemampuan serta kesiapan operasional prajurit saat bertugas,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hariff Dipa Persada Adi Nugroho menyatakan pihaknya siap mendukung Korps Marinir melalui produk dan inovasi yang dimiliki.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan meningkatkan kontribusi industri pertahanan dalam mendukung tugas-tugas Korps Marinir,” kata Adi. (at)

  💻 
IDM  

Senin, 18 Agustus 2025

Republikorp dan PAVO Group Jalin Kemitraan Strategis Pertahanan

  Dalam Teknologi Intelijen, Komunikasi dan Siber Penanda-tanganan Mou Kerjasama RTN dan PAVO (Republikorp)

PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), sebagai anak perusahaan Republikorp yang bergerak di bidang kesisteman, elektronika, siber dan Artificial Intelligence, menandatangani Framework Agreement on Strategic Partnership dengan PAVO Group, perusahaan teknologi pertahanan terdepan asal Türkiye.

Kerja sama ini dirancang untuk mempercepat pengembangan inisiatif strategis guna meningkatkan kapabilitas pertahanan berdaulat Indonesia serta kemandirian teknologi di sektor pertahanan.

Kolaborasi jangka panjang ini akan berfokus pada dukungan terhadap program prioritas Kementerian Pertahanan RI, dengan berfokus pada penguatan kapasitas lokal di bidang integrasi sistem, pelatihan, serta pemeliharaan dan keberlanjutan platform pertahanan strategis.

Sebagai bagian dari kemitraan, PAVO Group akan menyediakan sistem intelijen canggih untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai matra, mencakup data fusion, pengawasan, pengamanan komunikasi, dan infrastruktur pendukung pengambilan keputusan.

Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran situasional dan efektivitas operasional TNI secara signifikan.

Booth PAVO di pameran IndoDefence 2025 (PAVO)
Norman Joesoef, selaku Chairman Republikorp menyatakan bahwa kerja sama strategis dengan PAVO ini merupakan tonggak penting dalam misi kami membangun ekosistem pertahanan yang mandiri di Indonesia.

Dengan memadukan keahlian global dan inovasi lokal, kami berkomitmen mendorong kapabilitas berdaulat, memperkuat basis industri pertahanan nasional, serta memastikan ketahanan jangka panjang,” tegasnya.

Berdasarkan perjanjian ini, RTN akan menjadi penghubung utama dengan Kementerian Pertahanan dan memimpin pengembangan ekosistem industri lokal, sumber daya manusia, serta rantai pasok. PAVO akan bertindak sebagai mitra arsitektur teknis dan sistem, memberikan keahlian mendalam serta wawasan strategis selama tahap perencanaan, desain, dan implementasi awal dari program-program mendatang.

Serkan Altınışık, selaku CEO PAVO Group juga menambahkan bahwa mereka bangga dapat bekerja sama dengan RTN dalam inisiatif yang memiliki arti strategis bagi Indonesia.

"Melalui kemitraan ini, kami berkomitmen mendukung visi Indonesia untuk memiliki struktur pertahanan yang tangguh dan mandiri secara teknologi, dengan menyediakan solusi intelijen, komunikasi, dan keamanan siber canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan TNI." ujarnya.

Framework Agreement ini menjadi dasar bagi perjanjian mendatang terkait proyek-proyek modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen kedua pihak terhadap kerja sama jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan dan tujuan strategis nasional.

  🤝 
Republikorp  

Rabu, 06 Agustus 2025

PT Republik Technetronic Nusantara dan PAVO Group dari Türkiye Jalin Kemitraan Strategis Pertahanan

  Menyediakan sistem intelijen canggih untuk TNI (Republikorp)

PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), sebagai anak perusahaan Republikorp yang bergerak di bidang kesisteman, elektronika, siber dan Artificial Intelligence, menandatangani Framework Agreement on Strategic Partnership dengan PAVO Group, perusahaan teknologi pertahanan terdepan asal Türkiye. Kerja sama ini dirancang untuk mempercepat pengembangan inisiatif strategis guna meningkatkan kapabilitas pertahanan berdaulat Indonesia serta kemandirian teknologi di sektor pertahanan.

Kolaborasi jangka panjang ini akan berfokus pada dukungan terhadap program prioritas Kementerian Pertahanan RI, dengan berfokus pada penguatan kapasitas lokal di bidang integrasi sistem, pelatihan, serta pemeliharaan dan keberlanjutan platform pertahanan strategis.

Sebagai bagian dari kemitraan, PAVO Group akan menyediakan sistem intelijen canggih untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai matra, mencakup data fusion, pengawasan, pengamanan komunikasi, dan infrastruktur pendukung pengambilan keputusan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran situasional dan efektivitas operasional TNI secara signifikan.

Norman Joesoef, selaku Chairman Republikorp menyatakan bahwa kerja sama strategis dengan PAVO ini merupakan tonggak penting dalam misi kami membangun ekosistem pertahanan yang mandiri di Indonesia.

Dengan memadukan keahlian global dan inovasi lokal, kami berkomitmen mendorong kapabilitas berdaulat, memperkuat basis industri pertahanan nasional, serta memastikan ketahanan jangka panjang,” tegasnya.

Berdasarkan perjanjian ini, RTN akan menjadi penghubung utama dengan Kementerian Pertahanan dan memimpin pengembangan ekosistem industri lokal, sumber daya manusia, serta rantai pasok. PAVO akan bertindak sebagai mitra arsitektur teknis dan sistem, memberikan keahlian mendalam serta wawasan strategis selama tahap perencanaan, desain, dan implementasi awal dari program-program mendatang.

Serkan Altınışık, selaku CEO PAVO Group juga menambahkan bahwa mereka bangga dapat bekerja sama dengan RTN dalam inisiatif yang memiliki arti strategis bagi Indonesia.

"Melalui kemitraan ini, kami berkomitmen mendukung visi Indonesia untuk memiliki struktur pertahanan yang tangguh dan mandiri secara teknologi, dengan menyediakan solusi intelijen, komunikasi, dan keamanan siber canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan TNI." ujarnya.

Framework Agreement ini menjadi dasar bagi perjanjian mendatang terkait proyek-proyek modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen kedua pihak terhadap kerja sama jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan dan tujuan strategis nasional.

  🖥 
Republikorp  

Minggu, 27 Juli 2025

PTDI Gandeng Industri Pertahanan Turki

 Sasar Pasar Afrika-Timur Tengah https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01k12t2mchtc1c28qsb1nwqhjf.jpgPT Dirgantara Indonesia (PTDI) meneken kerja sama dengan industri pertahanan Turki Havelsan, kembangkan pesawat AEW&C (Airborne Early Warning & Control) di acara International Defence Industry Fair (IDEF) 2025, Jumat (25/7/2025). (Dok. PTDI)
PT
Dirgantara Indonesia (PTDI) meneken sejumlah kerja sama dengan berbagai pelaku industri pertahanan di Turki, sebagai salah satu langkah ekspansi ke wilayah Timur Tengah hingga Afrika.

Hal tersebut dilakukan saat ajang International Defence Industry Fair (IDEF) 2025. Kolaborasi telah terjalin bersama berbagai pelaku utama industri pertahanan Turki, seperti Turkish Aerospace, Havelsan, Aselsan, dan ELSIS.

Selain itu, kerja sama juga mencakup produksi dan rekayasa pesawat, kolaborasi untuk produksi UAV Anka, program pengembangan simulator, program pesawat AEW&C, pembangunan rantai pasok global untuk komponen dan aerostructure, serta kerja sama lainnya.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, mengatakan peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Turki dalam bidang industri pertahanan ini saling melengkapi.

Indonesia memiliki kemampuan rekayasa dan manufaktur pesawat angkut, sedangkan Turki unggul dalam pengembangan sistem dan sensor canggih. "Kolaborasi dengan berbagai mitra di Turki, termasuk Havelsan, Aselsan dan Turkish Aerospace, kami pandang sebagai langkah maju untuk meningkatkan kapabilitas teknologi dan daya saing industri kedirgantaraan Indonesia secara berkelanjutan di pasar global," jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (26/7).

PTDI juga menyepakati sejumlah perjanjian kerja sama dengan mitra strategis, yaitu Havelsan, khususnya dalam program pesawat Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan Maritime Surveillance Aircraft (MSA), termasuk pekerjaan modernisasi, perakitan dan manufaktur untuk calon pelanggan. Di samping itu, PTDI dan Havelsan juga menekankan kembali kolaborasi dalam pengembangan simulator pesawat CN235-220, yang berpotensi meningkatkan kompetensi nasional dalam teknologi simulasi dan pelatihan, sekaligus membuka peluang kebutuhan. simulator di pasar global.

https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01k12t2mcc2aghme7zmt7c413z.jpg
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) meneken kerja sama dengan industri pertahanan Turki Aselsan di acara International Defence Industry Fair (IDEF) 2025, Jumat (25/7/2025). (Dok. PTDI)
Kerja sama PTDI dan Havelsan juga nantinya akan dikembangkan untuk program pesawat AEW&C (Airborne Early Warning & Control) untuk kebutuhan di kedua negara baik Indonesia maupun Turki.

Selain itu, PTDI juga menjalin kesepakatan kerja sama dengan Aselsan untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi dalam program keberlanjutan (sustainability program) pesawat CN235 yang sedang berjalan di PTDI.

Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek strategis, antara lain dukungan sistem, peluang peningkatan kapabilitas, logistic solutions, hingga kerja sama teknis, yang diharapkan dapat memperkuat keandalan dan umur operasional pesawat CN235 di masa mendatang.

PTDI juga memanfaatkan peluang pengembangan dan produksi bersama jet tempur dengan Turkish Aerospace. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama dalam kerangka Framework Agreement untuk keterlibatan industri nasional dalam pengembangan dan produksi komponen strategis jet tempur dari Turkish Aerospace.

Perusahaan sebelumnya pernah memodifikasi 6 unit pesawat CN235 menjadi Anti-Submarine Warfare (ASW) milik Turkish Navy dan 3 unit pesawat CN235 menjadi Naval Surveillance Aircraft (NSA) milik Turkish Coast Guard pada periode 2003 sampai 2015.

 Ekspansi Pasar dan Layanan Purna Jual 
Saat ini, kawasan Afrika dan Timur Tengah menjadi salah satu sasaran dalam strategi ekspansi pasar PTDI, seiring dengan proyeksi kebutuhan penggantian pesawat turboprop yang diperkirakan mencapai ratusan unit hingga tahun 2030. Produk-produk unggulan seperti pesawat CN235-220 dan NC212i, serta N219 disiapkan untuk menjawab peluang tersebut.

Posisi geografis Turki yang menghubungkan Asia, Eropa dan Timur Tengah menjadikannya simpul strategis bagi ekspansi PTDI ke negara-negara pengguna pesawat turboprop yang membutuhkan penggantian armada.

Selain menawarkan platform pesawat, PTDI juga menargetkan sektor layanan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dengan potensi lebih dari 40 unit pesawat militer dan sipil yang memerlukan dukungan perawatan jangka panjang. Hal ini tentunya membuka ruang pertumbuhan bisnis purna jual bernilai tinggi, sekaligus memperpanjang masa operasional alutsista pengguna di kawasan.

  🤝 Kumparan  

Rabu, 23 Juli 2025

Menyibak Kendali Tempur Rahasia TNI

Kemhan diketahui sedang berkolaborasi dengan Turki untuk mengadopsi radar seperti yang digunakan pesawat AEW&C jenis E-7A Wedgetail untuk platform pesawat yang belum ditentukan (@Macaskeel)

Diam-diam, TNI mengembangkan kendali tempur untuk memadukan persenjataan buatan beragam negara. Cara sejenis dipakai Pakistan menghadapi India.

Operasi TNI 2021 dan perang udara India-Pakistan 2025 menunjukkan, integrasi persenjataan jadi kunci keunggulan tempur. Bagi negara dengan pemasok senjata beragam seperti Indonesia, integrasi menjadi tantangan dan kebutuhan.

Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto dan Marsekal Madya (Purn) Eris Herryanto menekankan pentingnya integrasi itu. Pada masa tugas Hadi sebagai panglima, TNI beberapa kali mempratikkan Pertempuran Bertumpu Jaringan atau Network Centric Warfare (NCW). Setiap NCW mengandalkan integrasi sistem persenjataan secara terpadu dan seketika, serta pengambilan dan eksekusi keputusan cepat dan tepat.

Bagi Indonesia, menurut Hadi dan Eris, integrasi itu tidak mudah. Untuk pesawat tempur saja, Indonesia membeli dari Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, dan Brasil. ”Sebentar lagi kita punya Rafale buatan Perancis,” kata Eris yang pernah menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI (2010-2013) itu, Selasa (3/6/2025), di Jakarta.

Hadi mengatakan, produsen pesawat tempur seperti AS-Rusia tidak akan mau membuka tautan data (data link) produk mereka. Sebab, tautan itu rahasia dan kunci keunggulan teknologi produsen. Di sisi lain, tautan itu menjadi kunci integrasi kendali tempur.

Indonesia pernah membuktikan itu di masa tugas Hadi sebagai panglima. India dan Pakistan dalam pertempuran udara Kashmir 2025 juga membuktikan hal itu. Data yang ditautkan antara lain yang dikumpulkan dari prajurit di darat, jet tempur atau helikopter serbu, pesawat intai, hingga satelit dan radar.

Pakistan melakukan itu dengan menggabungkan pengintaian dari pesawat buatan Swedia, Saab Erieye, dan radar-satelit China. Data pengintaian itu memandu rudal PL-15E buatan China dari jet tempur J-10C yang juga dibuat China menyasar jet buatan Perancis, Rafale.

Pakistan, kata Eris, bisa unggul karena bisa mengintegrasikan data lintas produsen itu. Rudal ditembakkan lebih dari 100 kilometer dari sasaran. Dalam teknologi perang udara, dikenal istilah beyond visual range (BVR) atau jauh dari jangkauan penglihatan untuk serangan seperti itu.

 Kembangkan sendiri 
CN295 A-2910 pesawat special mission TNI AU (Fahmun)
Eris juga menekankan kecilnya peluang negara produsen membuka tautan data produk pertahanan mereka. Dalam kasus RI, salah satu alasan tidak dibuka data adalah pembelian yang kecil.

Cara yang bisa dilakukan adalah pembelian dengan sistem offset di mana sebagian atau seluruh perakitan alutsista dilakukan di negara pembeli yang disertai alih teknologi. Ada cara lain lagi, yakni dengan upgrade alutsista secara mandiri. Jika berhasil melakukan upgrade, kemampuan suatu negara akan semakin diperhitungkan,” kata Eris yang merupakan penerbang generasi pertama jet tempur F-16 TNI AU.

Keberhasilan meningkatkan kemampuan perangkat tempur akan membuat militer Indonesia semakin diperhitungkan. Sebab, TNI teruji bisa mengembangkan kemampuan secara mandiri.

Indonesia tidak diberi akses tautan data. ”Kita siasati dengan mengembangkan perangkat lunak sendiri secara diam-diam yang bisa menghubungkan komunikasi dan data real time antar berbagai alutsista kita. Ketika itu, Pusat Kendali TNI, pesawat intai TNI AU (dilengkapi kamera intai seperti yang digunakan pesawat intai P-8 Poseidon), helikopter serbu yang membawa roket, dan pasukan TNI AD di daratan beroperasi serempak dan terintegrasi,” kata Hadi.

Ia menyinggung operasi 2021 di Nduga, Papua. Pasukan TNI AD berkoordinasi dengan pesawat intai TNI AU yang dibuat Boeing, produsen AS. Koordinasi juga dilakukan dengan awak helikopter serbu dari Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad).

Pasukan TNI AD mengoperasikan pesawat nirawak sekaligus pemukul di darat. Sementara heli Puspenerbad menjadi penyerang udara. Adapun pesawat intai TNI AU menjadi sarana pemantau dan peringatan dini. Semua data itu masuk ke Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Markas Besar TNI. Hadi memantau operasi itu dari Puskodal.

Pasukan di darat memberikan koordinat sasaran ke pesawat intai dan heli serbu. ”Ketika itu data belum ditampilkan di layar radar, tetapi dalam saluran informasi dan data kordinat bisa dimunculkan dengan membentuk data link sendiri antar berbagai persenjataan yang dibuat pabrikan berbeda itu,” kata Hadi.

Sebelum operasi 2021, Hadi menginstruksikan uji coba dalam latihan di Situbondo, Jawa Timur, pada 2021. Puskodal di Mabes TNI memantau latihan serbu oleh pesawat nirawak CH4 yang terbang dari Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo. Sementara di Situbondo ada kapal TNI AL, tank TNI AD, dan unit-unit lain TNI.

Dalam latihan itu TNI menggunakan tautan data sendiri. Selain lebih sesuai dengan kebutuhan internal, tautan data buatan sendiri mengurangi celah penyadapan oleh pihak lain.

Setelah masa jabatan Hadi selesai, TNI melakukan sejumlah operasi lain yang sejenis. Hadi optimistis, TNI semakin terasah menerapkan NCW dan siap dengan perkembangan zaman.

 Tantangan serius 
Link ID, LEN sukses kembangkan Link ID hubungkan dua KRI berbeda CMS (LEN)
Atase Pertahanan Kedutaan Rusia di Jakarta Kolonel Senior Maxim Lukianov, yang ditemui dalam muhibah Angkatan Laut Rusia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (3/6/2025), mengatakan, menggabungkan operasionalisasi alutsista dari berbagai pabrikan berbeda negara menjadi tantangan serius dalam operasi militer saat ini.

Dia menceritakan, berbagai negara eks Pakta Warsawa yang kemudian bergabung dengan NATO telah menggabungkan ”Semisal jet tempur Sukhoi milik mereka kini bisa diperlengkapi rudal dan bom buatan NATO,” kata Lukianov.

Ahli senjata ledak dari pabrikan Perancis, La Croix, Sergei Gehin, mengatakan, integrasi tautan data antar senjata sangat penting dan mendasar. Sistem senjata antirudal Sylena Mark 1 dan Sylena Mark 2 yang lebih maju dari penggunaan alat chaff yang selama ini digunakan kapal perang jenis korvet, fregat, hingga kapal perusak.

Dia mengatakan, sistemnya belum terintegrasi dengan alutsista negara yang dianggap berseberangan seperti buatan Rusia dan China. Akan tetapi, negara ketiga yang menggunakan sistem buatan La Croix bisa mengembangkan sendiri koneksi data link senjata yang berasal dari Blok NATO dengan misalnya buatan China atau Rusia.

Gehin baru saja memasang salah satu sistem Sylena ke LPD milik TNI AL yang sedang dibangun di galangan kapal PT PAL, Surabaya. Kini dengan banyaknya alutsista modern di TNI AD, TNI AL, dan TNI AU dari berbagai negara berbeda, kemampuan mengintegrasikan operasionalisasi persenjataan tersebut dalam NCW menjadi kunci agar TNI diperhitungkan di Asia Tenggara yang menjadi ajang pertarungan geopolitik negara-negara besar.

  🖥 
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...