Tampilkan postingan dengan label Arhanud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arhanud. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2026

Pengamat Nilai Indonesia Tidak Perlu Kembangkan Rudal ICBM

Rudal Seijil Iran, Pihak Barat ingin menghancurkan kemajuan teknologi rudal Iran. (Ist)

Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi menilai Indonesia tidak membutuhkan pengembangan rudal balistik antarbenua atau ICBM di tengah eskalasi konflik global saat ini.

Menurut Fahmi, TNI AU saat ini sangat mendesak untuk memiliki skadron pesawat peringatan dini udara atau airborne early warning and control (AEW&C).

"Pesawat ini ibarat radar terbang yang mampu mendeteksi pergerakan pesawat siluman, rudal jelajah, dan kapal musuh dari jarak yang tidak bisa dijangkau oleh radar darat (GCI) kita, memberikan situational awareness dan waktu reaksi yang krusial bagi satuan tempur," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Khairul merespons pernyataan Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perihal pentingnya memperkuat pertahanan udara untuk menjaga wilayah Indonesia dari serangan negara asing.

ICBM, tutur dia, tidak cocok dengan doktrin militerisme di Indonesia yang mengutamakan pertahanan aktif atau defensif yang tidak mempunyai ambisi ekspansionis ke benua lain.

"ICBM, dengan jangkauan ribuan kilometer, pada hakikatnya adalah senjata proyeksi kekuatan (power projection) ofensif yang biasanya didesain untuk membawa hulu ledak nuklir dengan tujuan strategic deterrence berskala global. Pengembangan ICBM sangat bertentangan dengan doktrin pertahanan aktif-defensif Indonesia yang tidak memiliki ambisi ekspansionis ke benua lain," ucapnya.

  Rudal Supersonik 
Rudal hipersonik Fattah milik Iran. Sulit Dideteksi Iron Dome, Rudal Hipersonik Iran Punya Kecepatan 16.000 Km per Jam! (Al Mayadeen)
Alih-alih membuang anggaran riset yang masif untuk ICBM, ujar dia, Indonesia jauh lebih membutuhkan pengembangan dan akuisisi rudal jelajah antikapal atau antiship cruise missiles (ASCM) berkecepatan supersonik serta rudal balistik jarak pendek hingga menengah (SRBM/MRBM) yang sangat presisi.

Fahmi menegaskan TNI AU juga perlu menguatkan kapasitasnya pada kepemilikan pesawat peringatan dini udara yang sangat diperlukan sesuai kebutuhan menghadapi kondisi geopolitik.

Penguatan TNI AU tidak bisa direduksi sekadar pada kuantitas pembelian jet tempur generasi terbaru. Pesawat tempur secanggih apa pun akan buta dan tuli tanpa ekosistem pendukung yang terintegrasi. Fokus utama yang perlu dikejar saat ini adalah membangun arsitektur Network-Centric Warfare (NCW) dan kapabilitas Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C4ISR) yang mumpuni,” ucapnya.

Selain itu, Fahmi menyebutkan sistem pertahanan Indonesia dapat diperkuat dengan memperbanyak sistem pertahanan udara berbasis darat (Arhanud), yakni baterai rudal surface-to-air missile (SAM) jarak menengah, dan ditempatkan pada titik-titik objek vital nasional secara berlapis.

  🚀 
antara  

Rabu, 31 Desember 2025

Pangkohanudnas Terima Paparan Hasil Pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense bagi Personel TNI AD

  Di Belarusia (Kohanudnas)

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P. menerima paparan hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training bagi personel TNI AD yang dilaksanakan di Belarusia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI AD.

Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern.

Pangkohanudnas menegaskan bahwa hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan doktrin, prosedur, dan kesiapan satuan di lapangan.

Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari Belarusia dinilai memberikan nilai tambah dalam pengembangan kemampuan pertahanan udara nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kohanudnas Mayjen TNI Trias Wijanarko, S.I.P., M.H.I. beserta para pejabat utama Kohanudnas.

  🚀 
Kohanudnas  

Kamis, 08 Mei 2025

Batalyon Arhanud 7/ABC Menerima Alutsista Anti Drone

  Produksi Pindad 
Batalyon Arhanud 7/ABC Menerima Alutsista Anti Drone berupa Maung MV3 Mobile Jammer, SPS-1 dan Sectorial Jammer dari Kementrian Pertahanan RI. Rabu (7/5/2025).

Alutsista Anti Drone berupa Rantis Maung MV3 Mobile Jammer, SPS-1 dan Sectorial Jammer ini merupakan karya dari PT. Pindad Indonesia.

Alutsista ini berguna untuk menghadapi ancaman udara berupa drone musuh melalui deteksi dini dan pengacakan sinyal yang dapat mendukung tugas operasi tempur dan perlindungan aset strategis.

Penerimaan alutsista baru ini menunjukkan komitmen TNI dalam memperkuat pertahanan negara dan meningkatkan kesiapan tempur pasukan.

Diharapkan nantinya Alutsista Anti drone ini dapat menjadi alutsista modern karya anak bangsa yang akan turut menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara serta dapat meningkatkan kemampuan pasukan dalam melaksanakan tugas dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  ➣ Yonarhanud 7 ABC  

Kamis, 28 Desember 2023

[Video] Radar Surveillance Arhanud

Diposkan Kemhan RIhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3n_YgwhCN1wfzbIJbsPgibTKl_gMoLg2karpKRdu2uSImQIQ_gOsiKUMDgkwERNMO9WJ0wlvf9O4rcvMyCd2clhPGzGOVcGz_2Dvgk55eoTcCZZ3Ib856qT7mNdeehqutxX8p-FKJeT5WraZsZ-fQxFjcG4eAPnFRhACfe7Qpl0PqiOfX0YyuFgxUtMca/s893/Radar%20Arhanud.jpgRadar Surveillance Arhanud {Kemhan]

TNI Angkatan Darat berhasil mengembangkan Radar Surveillance berkemampuan deteksi pesawat nirawak, helikopter hingga pesawat tempur.

Pengembangan yang dilakukan sejak tahun 2017 oleh Pussenarhanud bekerjasama dengan PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI), menghasilkan radar yang dapat menjangkau hingga radius 100 km dan mendeteksi 30 sasaran di ketinggian 8 km.

Radar yang memiliki TKDN diatas 60 persen ini, juga terintegrasi dengan Alat Kendali Tembak (AKT) Meriam 57 mm S-60, sehingga diharapkan menghasilkan perpaduan pertahanan antara Radar Surveillance dan Meriam 57 mm.

 Berikut video dari Youtube :




 📡 Youtube  

Selasa, 12 Desember 2023

Detasemen Arhanud 002 Ditingkatkan Menjadi Batalyon Arhanud 7/Agni Bala Cakti

 Di Kodam VI/MLW(Denrudal 002) 🚀

Panglima Kodam VI/Mulawarman meresmikan kesatuan baru yakni Batalyon Arhanud 7/ABC Kodam VI/Mulawarman. Kegiatan dimulai dengan upacara dan pelantikan Danyon Arhanud 7/ABC Kodam VI/Mulawarman kepada Mayor Arh Ragil Setyo Yulianto yang dipimpin Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

Pandam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan peresmian dan perubahan nama kesatuan telah sesuai dengan arahan komando pimpinan atas dengan melakukan pelantikan Danyonarhanud 7/ABC. Ini merupakan realisasi penataan organisasi satuan di jajaran TNI Angkatan Darat (AD).

Ini sesuai dengan Perkasad nomor 36 tahun 2022 dan merupakan implementasi dari prinsip-prinsip kaderisasi dan regenerasi serta pengembangan kesatuan dan pembinaan personel TNI AD yang dipersiapkan secara cermat,” jelas Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Selasa (5/12/2023) saat meresmikan kesatuan Batalyon Arhanud 7/ABC Kodam VI/Mulawarman.

Selanjutnya, Mayjen TNI Tri mengatakan pimpinan TNI AD membentuk kesatuan baru dengan tujuan pengembangan organisasi dan merupakan jawaban dalam menyikapi dan menyiasati kecenderungan ancaman ke depannya yang semakin berat dan kompleks.

Sebagai satuan bantuan tempur, Batalyon Arhanud 7/ABC secara organisasi berada di bawah langsung Pangdam VI/Mulawarman. Mempunyai peran dan fungsi sangat penting dalam mendukung tugas pokok Kodam VI/Mulawarman. Diharapkan dalam pembinaan kesatuan Yonarhanud 7/ABC harus melakukan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan kapabilitas dari enam aspek pembinaan satuan,” katanya.

Ia mengatakan sebagai Pangdam VI/Mulawarman mengucapkan terima kasih kepada pimpinan sebelumnya yang telah menjalankan tugas.

Kepada Danyonarhanud 7/ABC Kodam VI/Mulawarman selamat atas kepercayaan dan kehormatan oleh pimpinan angkatan darat. Saya percaya dengan bekal pengalaman tugas sebelumnya akan mampu memimpin kesatuan dan melanjutkan hingga meningkatkan pencapaian sebelumnya,” terangnya.

Sementara, Danyonarhanud 7/ABC Kodam VI/Mulawarman, Mayor Arh Ragil Setyo Yulianto mengatakan personel yang ada di Batalyon sebanyak 30 persen yakni sebanyak 173 orang personel. Di mana ke depannya akan mendapatkan tambahan personel.

Akan ada tambahan personel yang akan diberikan tambahan kekuatan dari angkatan darat. Secara berangsur-angsur akan ada penambahan fasilitas dalam mendukung operasional untuk menjalankan tugas pokok kesatuan,” ungkapnya.

  🚀 Media Kaltim  

Minggu, 19 November 2023

Danpussen Arhanud Kunjungi Infoglobal

 Bahas Posko Dahanud Portable 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivQVEoOGdKVMMfWzVNpJQ6hPEx1Gveoz_-jwtbkqna1ut3M-cbfaHL4H2cSzy3Iw6_06C2Lw0pbZZfgGTOAApH5pmUkI1if8VmxseK_gynS-IHepIocC_3c9i3_jw0JpEBXiIb8shSpVf4CPjjqznmuis1nACVGU5y6R47-7y_z2fQnJZFXwQ14SkT-ak/s1001/402108307_1276013806675247_442395588993308654_n.jpg (Infoglobal) 📡

P
ada tanggal 15 November 2023, Danpussen Arhanud, Mayjen TNI Johanis Payung didampingi oleh Danpusdik Arhanud, Brigjen TNI Raden Edi Setiawan beserta jajaran mengunjungi workshop Infoglobal.

Kunjungan ini disambut oleh Direktur Operasional Bagoes Soediarto beserta VP Marketing Infoglobal, Tomy Dwinanto.

Turut hadir Direktur PT Permata Global Mulia, Audi Sitanggang dan Perwakilan PT Indoprima Gemilang Engineering, Wahyudi Hermanto, serta perwakilan dari PT. Elektronika Utama ITB.

Kunjungan ini dalam rangka membahas pengembangan Posko Dahanud Portable sebagai penunjang operasi pertahanan udara TNI-AD.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVT8MEx5tEnVQNIb3bAmhQfJ4pYs_5F6_1NThikpqdku2xstk-nSmelw_BVuNgjjwyvSkbAlHfOm-ez17AUfmvjHX6LDNIFoHSvAAavwQZ6S7-wEXfjmsffdQ26ucb_kIaODoZ06uC9xRZrIEAQlrOHyZ8JsIjZdLm7Dn7dy6FZnsDtUnLAp9u-6Vqfdg/s2850/Mobile%20TDAS.jpgMobile TDAS (Infoglobal)

Posko Dahanud Portable ini rencananya akan menggunakan teknologi TDAS yang mengintegrasikan radar, teknologi komunikasi terenkripsi, dan dipasang dalam sebuah kendaraan khusus, sehingga akan didapatkan unit command and control dengan mobilitas dan Air Situation Awareness yang lebih luas.

Menurut Danpussen Arhanud, Posko Dahanud Portable sangat dibutuhkan dalam pengendalian operasi di dalam pertempuran. Mayjen TNI Johanis Payung juga sangat mendukung pengembangan ini sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian teknologi pertahanan, “Kami (Arhanud) mendukung industri dalam negeri dengan memakai produk-produk buatan dalam negeri”.

Dalam pengembangan Posko Dahanud Portable, Infoglobal berkolaborasi dengan PT Permata Global Mulia dan PT Indoprima Gemilang Engineering untuk membuat kendaraan khusus yang andal dan berteknologi tinggi.

  📡 Infoglobal  

Rabu, 04 Oktober 2023

Kasad Menilai Meriam-Meriam TNI AD Perlu Modernisasi

Badak Skyranger 30 dipromosikan Pindad pada pameran alutsista Indo Defence di Jakarta (Pindad)

K
epala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menilai beberapa meriam yang saat ini digunakan oleh TNI AD perlu modernisasi.

Saat meninjau kegiatan Latihan Menembak Senjata Berat Artileri Pertahanan Udara (Latbakjatrat Arhanud) di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (28/9/2023), ia menjelaskan modernisasi diperlukan sebagai upaya mengikuti perkembangan ancaman sekaligus meningkatkan kesiapan tempur pasukan.

Saya merasa bangga, prajurit-prajurit Arhanud mampu melaksanakan latihan senjata berat secara terintegrasi. Ke depan, akan terus dikomunikasikan kepada Menhan (Menteri Pertahanan) terkait modernisasi alutsista terutama meriam-meriam TNI AD agar dapat berkembang sesuai ancaman yang dihadapi saat ini,” kata Jenderal Dudung saat meninjau latihan sebagaimana dikutip dari siaran resmi Dinas Penerangan TNI AD, di Jakarta, Jumat (29/9/2023).

Latihan senjata berat terintegrasi di Lapangan Tembak Air Weapon Range (AWR) TNI Angkatan Udara Pandanwangi, Lumajang, Kamis, merupakan kegiatan berkala yang digelar setiap tahun oleh Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) TNI AD. Dalam rangkaian latihan tahun ini, Pussenarhanud menguji kemampuan sistem senjata dan komando pengendalian Artileri Pertahanan Udara.

Beberapa kegiatan latihan, di antaranya menembak sasaran udara bergerak dan sasaran darat statis dengan rudal Mistral, rudal Starstreak, meriam 57 mm, meriam 40 mm, meriam 23 mm, dan meriam 20 mm.

Latihan itu melibatkan 152 prajurit sebagai panitia penyelenggaraan, dan 372 prajurit dari beberapa satuan Arhanud TNI AD sebagai peserta.

Penembakan rudal pertahanan udara Starstreak (TNI AD)

Kepala Staf TNI AD, saat meninjau latihan, menyampaikan latihan senjata berat itu perlu dilakukan secara berkala demi meningkatkan kemampuan prajurit yang mengawaki alutsista seperti rudal dan meriam.

Dia melanjutkan, kegiatan semacam itu juga menjadi cara meningkatkan kesiapan tempur alutsista-alutsista dan prajurit TNI AD.

Rudal Mistral dan Rudal Starstreak merupakan beberapa alutsista terbaru yang saat ini memperkuat Artileri Pertahanan Udara TNI AD. Rudal Mistral, yang berjenis khusus untuk menghalau serangan dan menyerang dalam jarak pendek (SHORAD), merupakan senjata buatan MBDA asal Prancis yang dapat dibongkar pasang dan mampu melesat dengan kecepatan 2,8 mach.

Dalam posisi belum terakit, Rudal Mistral Atlas dapat disiapkan dalam waktu tempur sekitar 5 menit, kemudian waktu reload kurang dari 20 detik. TNI AD dalam laman resminya menyebut akurasi tembakan Rudal Mistral sampai 95 persen.

Sementara itu, Rudal Starstreak, yang masuk kategori high velocity missile (HVM), punya kecepatan sampai 3 mach, atau yang tercepat di kelasnya. Kemampuan tembak efektif Starstreak mencapai 7 kilometer dan jangkauan radar 250 km. Rudal Starstreak yang digunakan oleh TNI AD merupakan hasil kerja sama perusahaan asal Inggris Thales Air Defence dan perusahaan Indonesia PT Len Industri.

  Republika  

Senin, 20 Maret 2023

Pabrik Pupuk di Bontang Dijaga Pangkalan Rudal TNI

 Jadi Obyek Vital Nasional 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir8Qid8sXQR-_1zeJC5e8cYJJ0YW5YZhpHHgjyztSR_UYzYZ2UCKWcDVB2CaVGWkMC7dKHHL7QIw48SpVybmjbIiOrM_vwhrsd5IqemDZCoB0qgGmGsempRfDwVaQ5yhE5xRhEjKXyM5pwnv17RpQu6Cydrtb6XuzcJ_GIH0cI0kGhtiaiPReDEN5A/s1080/243843142_382228050118670_3690894787101709715_n.webpDenarhanud Rudal 002 menggunakan Kobra air defence system buatan Polandia (Denarhanud Rudal 002)

P
abrik pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero) di Bontang, Kalimantan Timur dijaga oleh pangkalan rudal milik Tentara Nasional Indonesia. Pabrik tersebut termasuk salah satu objek vital nasional.

"Itu di Bontang ada pangkalan rudal untuk jagain pabrik pupuk karena punya bahan yang eksplosif," SVP Corporate Secretary PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Jakarta pada Senin 13 Maret 2023.

Lebih lanjut, Wijaya mencontohkan pemboman Oklahoma di Amerika Serikat (AS). Aksi terorisme itu menggunakan amonia yang merupakan bahan baku pupuk.

"Karena obvitnas (red: objek vital nasional), risikonya lebih ke serangan dari pihak luar atau terorisme," jelas Wijaya melalui keterangan tertulis pada Senin malam.

Dia menjelaskan bahwa pangkalan rudal itu bukan milik PT Pupuk Indonesia (Persero), namun milik Artileri Pertahanan Udara atau Arhanud TNI.

Pada kesempatan itu, Wijaya juga mengatakan kapasitas produksi PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai 13,9 juta ton, dengan rincian pupuk urea 8,8 juta ton, NPK 3,8 juta ton, dan lai-lain 1,3 juta ton. Adapun alokasi pupuk bersubsidi tahun ini adalah 7,8 juta ton, dengan rincian pupuk urea 4,6 juta ton dan NPK 3,2 juta ton.

Dengan kapasitas produksi 8,8 juta ton, kemampuan produksi kita untuk mencukup kebutuhan urea bersubsidi lebih dari cukup. Begitu juga dengan Pupuk NPK, dimana kemampuan produksi kita 3,5 juta ton, dengan kebutuhan NPK bersubsidi 3,2 juta ton,” tuturnya.

  🚀 Tempo  

Jumat, 17 Maret 2023

Denhanud 473 Kopasgat Latihan Alap Gesit 2023

 Di Lanud Supadio 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdeDNfM1jEH3UcHPaz4Alm96aCI6HpRDTKxTR0SGDjo5H9ZuXMAkch_89UzSZVLhE0biQkIXO1044FRV_Kw1q1BJytWdF-ZRdkFSt6pUYGn-POaVapNnYIHL9Mc1joU2jKf_SHnmpRIPj4v1NJ1YA60SP9W_kBshH6hANpujuF36LDPiwVASoGuBYcSQ/s1440/Oerlikon%20Skyshield%20at%20Supadio_FBAAAE_g.jpgDenhanud 473 latihan pertahanan titik di lanud Supadio (Kopasgat)

Prajurit Panah Khatulistiwa Denhanud 473 Kopasgat ikuti Latihan Alap Gesit Tahun 2023 yang digelar Lanud Supadio. Latihan rutin yang digelar tahunan ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam berbagai situasi dan keadaan yang mengancam kedaulatan negara.

Kegiatan diawali oleh penyampaian skenario latihan, penyampaian rencana operasi Pangkogas, pembuatan produk, penyiapan rencana pelibatan, rencana pergerakan dari semua unsur, yang dilanjutkan dengan kegiatan gladi posko.

Adapun unsur yang terlibat adalah Sat Pespur (Skadud 1), Sat Pes Intai (Skadud 51), Sat Pes Heli (Skadud 6), Sat Dukops, Sat Khusus (Yonko 465 Kopasgat), Sat Dukkes (RSAU. dr. M. Sutomo), Sur Hanud (Denhanud 473 Kopasgat), Satgas Intel dan Satgas Info.

  ★
Kopasgat  

Kamis, 27 Oktober 2022

Kadislitbangad Uji Coba Prototipe Radar Surveillance

Upaya mengurangi ketergantungan alutsistahttps://katafakta.com/wp-content/uploads/2022/09/Upaya-Mengurangi-Ketergantungan-Alutsista-Pussenarhanud-TNI-AD-Desain-Radar-Surveillance.jpegPrototipe Radar Surveillance {TNI AD]

Kadislitbangad Kolonel Inf Hery Setiyono, S.Sos cek langsung pelaksanaan gelar uji coba Prototipe Radar Surveillance Arhanud. Hasil Litbanghan Pussenarhanud Kodiklatad TA 2021 yang dilaksanakan di Skadron 21/Serba Guna Puspenerbad, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa, (27/9/2022).

Dalam upaya mengurangi ketergantungan Alutsista dari luar negeri dan meningkatkan kesiapan operasional satuan Arhanud, Pussenarhanud TNI AD mendesain Radar Surveillance yang digunakan untuk mendeteksi sasaran udara. Dislitbangad. Sebagai LKT Litbang TNI AD memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menguji Program Litbanghan Pussenarhanud berupa Radar Surveillance Arhanud Tahap IV.

Uji coba yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui fungsi kerja Prototipe Radar Surveillance Arhanud. Apakah Prototipe ini layak untuk dijadikan asset dan diproduksi serta dioperasionalkan untuk memperkuat Alutsista dijajaran TNI AD.

Pelaksanaan uji coba diawali dengan kegiatan pemaparan dari Kabagmat Sdirbinlitbang Pussenarhanud tentang Desain dan fungsi kerja dari Radar Surveillance Arhanud. Kemudian dilanjutkan dengan uji coba Radar dengan menggunakan dua Helikopter dari Skadron 21/Serba Guna sebagai sasaran.

Dalam kegiatan tersebut Kadislitbangad Kolonel Inf Hery Setiyono, S.Sos., menekankan supaya setiap pelaksanaan uji coba harus dilaksanakan sesuai dengan standar dan mengikuti Syarat-Syarat Tipe (SST) serta berpedoman kepada Ketentuan Standar Umum (KSU) materiel Angkatan Darat guna mendapatkan materiel yang berkualitas.

Setiap uji coba hasil litbanghan, harus mengikuti Syarat-Syarat Tipe (SST),” ujarnya. Meski pada pelaksanaan uji coba kali ini masih ditemukan beberapa yang harus disempurnakan, lanjut Kadislitbangad adalah dengan harapan pada uji coba berikutnya dapat ditingkatkan performa dan kemampuan Radar tersebut.

Turut hadir dalam uji coba Prototipe Radar Surveillance Arhanud Hasil Litbanghan Pussenarhanud, Paban III/Litbangasro Srenaad, Paban IV/Binsisops Sopsad, Dirbinlitbang Pussenarhanud Kodiklatad, Kabaglitbangmat Sdirbinlitbang Pussenarhanud Kodiklatad. Danskadron 21/Serba Guna, Kasubdisstand Dislaikad, Sesdislitbangad, Kasubdisbinfung Dislitbangad, Pa Ahli Matut Dislitbangad, Pa Ahli Matum Dislitbangad, Kasubdismat Dislitbangad, Kalab Dislitbangad, Kabagpam Setdislitbangad dan Mitra Indhan. (Dispenad).

 ♖
Kata Data  

Jumat, 14 Oktober 2022

Satuan Kavaleri TNI AD Butuh Modernisasi Senjata

✈ Drone kombatan Turkiye di beritakan di minati TNI [ISWNews]

Direktur Pembinaan Kesenjataan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Agus Erwan menuturkan Satuan Kavaleri TNI AD membutuhkan modernisasi senjata dan transformasi organisasi.

"Karena operasi satuan kavaleri hanya bisa efektif dalam sebuah operasi gabungan," kata Agus dalam webinar "Tantangan Kavaleri dalam Perang Modern" yang diadakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) secara daring, Rabu.

Menurut dia, relevansi satuan kavaleri ditentukan oleh kemampuannya beradaptasi dengan teknologi modern.

"Pada dasarnya kavaleri memiliki fungsi penggempur di darat yang sifatnya ofensif dengan daya tembak, daya gerak, dan daya kejut," tuturnya.

Dalam taktik pertempuran kavaleri, lanjut Agus, berkaca dari berbagai perang yang ada belakangan ini seperti di Ukraina harus bisa bekerja sama dengan satuan lain membentuk persenjataan gabungan ("combined arms"), misalnya dengan satuan penerbang TNI AD dan infanteri mekanis. Saat ini Satuan Kavaleri di berbagai Kodam dan Divisi 3 Kostrad masih dikembangkan.

Dia berpendapat perlu ada perencanaan dan anggaran yang memadai dari Kementerian Pertahanan. Secara taktis, ke depan perlindungan udara yang bisa menopang operasi satuan kavaleri adalah "Short Range Air Defence", "Active Protective System", dan pesawat nirawak baik untuk pengintaian, pembawa misil, maupun untuk misi bunuh diri.

Short Range Air Defence TNI AD

Wakil Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen Rano Tilaar mengatakan modernisasi satuan kavaleri yang paling mendasar dengan mengkombinasikan teknologi antara unsur serangan darat, udara, daya gerak, dan daya kejut.

"Perang modern menunjukkan kalau kerawanan kavaleri ada di udara," ujarnya.

Rano mengatakan banyak peranan satuan kavaleri dalam operasi-operasi TNI, seperti dalam operasi lawan insurjensi di Papua.

Apalagi, katanya, saat ini banyak satuan infanteri mekanis yang sudah dilengkapi dengan panser. Efeknya, kavaleri sangat efektif untuk pengamanan perbatasan, daerah rawan, dan teritorial.

Walaupun pemerintah ingin meningkatkan kemampuan alutsista TNI, kata dia, kerap kali ada hambatan dalam proses "Government to Government".

Dia mencontohkan Tank Scorpion yang diimpor dari Inggris sempat dihambat suku cadangnya. Saat ini AS masih sangat ketat mengaitkan antara politik luar negeri dan perdagangan alutsista.

  antara  

Selasa, 30 Agustus 2022

[Foto] Lattis Tingkat Baterai Batalyon Arhanud 15/DBY

Batalyon Arhanud 15/DBY menggelar Sista Starstreak.

Latihan Taktis (Lattis) Tingkat Baterai diselenggarakan didaerah latihan Meteseh, Semarang Jawa Tengah, Jum'at 26/8/2022.

  Berikut penampakannya : 





  Yonarhanud 15/DBY  

Minggu, 17 Juli 2022

Arhanud TNIAD Latihan Bersama AD Inggris

Tingkatkan kemampuan Taktik Bertempurhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYZO-Hgu7KWBw5XeRVwfzVjDicWQUe0yreyYsHeGTBQ7fdhw2ZhphM779x7nowtx6Di-3aF9jNl8TMQJh3okPGpr-MqCCyb2zVdNzRvAK6jFXwjeS_4Csq-rrKEYMLVVyq6L-rU4B25G2GZQiQ4_qEHMYi9D1zVsuTCxGWOWY0-l5GkDDg7__iw2cF/w400-h266/293694923_5299230436829085_1709469506367107407_n.jpg0TTingkatkan kemampuan Taktik Bertempur Prajurit Arhanud TNI AD, Pussenarhanud Kodiklatad menyelenggarakan kegiatan Collective Training bersama Ground Based Air Defence British Army yang bertempat di Batalyon Arhanud 13/PBY dan PT. Pertamina Hulu Rokan Minas. Rabu (13/7/2022).

Kegiatan yang juga diikuti oleh satuan Arhanud TNI AD jajaran Kodam I/BB yaitu Yonarhanud 11/WBY, Denarhanud 004/WSBY ini berisikan materi Latihan Taktik dari Tim Ground Based Air Defance British Army, PT. CIPTA, PT. THALES dan Maintaining Sistem Senjata dari PT. LEN.

Batalyon Artileri Pertahanan Udara 13/Parigha Bhuana Yudha (disingkat Yon Arhanud 13/Belibis) merupakan satuan bantuan tempur di bawah komando Kodam I/Bukit Barisan. Batalyon ini juga sering disebut Batalyon Arhanud 13/Belibis karena lambang satuannya adalah burung Belibis. Yon Arhanud 13 bermarkas di Pekanbaru, Riau.

 ♖
Yon Arhanud 13  

Rabu, 06 Juli 2022

Yonarhanud 16 Kostrad Gelar Latihan Taktis Tingkat Peleton

[Kostrad]

B
atalyon Arhanud 16 Kostrad gelar latihan taktis tingkat peleton yang dilaksanakan di daerah latihan Pucak dan Sakeang komplek, Maros. Rabu (29/6/2022).

Danyon Arhanud 16 Kostrad Letkol Arh Doman Endro Pramono. menyampaikan bahwa latihan ini merupakan rangkaian kegiatan satuan, setelah LPMM (Latihan Peta Model Medan).

Dengan latihan ini kita dapat mengetahui dan mengukur kesiapan satuan, harapan saya latihan ini dapat dipahami, dimengerti dan dilaksanakan dengan baik. Perlu adanya aplikasi secara nyata tentang bagaimana taktik bertempur menggunakan Alutsista baik Rudal MMS dan Rudal LML di medan yang sesungguhnya,” tegas Danyon.

Danyon juga menyampaikan, “Pada prinsipnya apa yang dilatihkan harus benar-benar dimengerti dan dipahami, sehingga satuan tingkat peleton tersebut dinyatakan siap untuk melaksanakan tugas tempur,” tambahnya.

Penekanan juga diberikan oleh Danyon kepada para pelaku dan penyelenggara agar latihan ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan tidak lupa pula faktor keamanan tetap dijaga.

Aplikasikan seluruh kemampuan yang telah dilatihkan, sehingga satuan tingkat regu/pucuk dinyatakan mahir dan siap dalam melaksanakan tugas apabila sewaktu-waktu digerakkan,” pungkas Danyon.

Batalyon Artileri Pertahanan Udara 16/Sula Bhuana Cakti atau (Yon Arhanud 16/Maleo) Merupakan Satuan Bantuan Tempur di bawah komando Divisi Infanteri 3/Kostrad yang sebelumnya merupakan Satbanpur dibawah kendali Kodam XIV/Hasanuddin yang bermarkas di Jl. Poros Kariango Ds. Sudirman Kec. Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sebelumnya satuan ini bernama Baterai Arhanudri 141/Berdiri Sendiri yang ditingkatkan menjadi Batalyon.

 
Kostrad  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...