Tampilkan postingan dengan label Armed. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Armed. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2025

Rudal Balistik Pertama Indonesia di Kaltim

Indonesia kini menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem rudal balistik modern yang biasanya hanya dimiliki kekuatan militer besar di luar kawasan Rudal Khan Turkiye (Roketsan)

TNI Angkatan Darat (AD) untuk pertama kalinya secara terbuka mengungkap keberadaan rudal balistik taktis KHAN buatan Turkiye yang telah didatangkan ke Indonesia.

Konfirmasi resmi ini menegaskan laporan CNA Indonesia pada 12 Agustus 2025 lalu mengenai sistem rudal jarak pendek produksi Roketsan yang terlihat di Kalimantan Timur dan disebut berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di Asia Tenggara.

Sistem rudal KHAN pertama kali diketahui publik ketika penghobi militer menemukan keberadaannya di Mako Raipur A Yonarmed 18 Buritkang (Yonarmed 18) di Tenggarong, Kalimantan Timur.

Temuan itu kini dipastikan kebenarannya oleh TNI AD, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem rudal balistik modern yang biasanya hanya dimiliki kekuatan militer besar di luar kawasan.

  Konfirmasi TNI AD 
Asisten Logistik (Aslog) KSAD Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan menjelaskan rudal dengan jangkauan hingga 280 kilometer itu sudah dikerahkan di Batalion Artileri Medan 18 di bawah Komando Kodam VI/Mulawarman.

Sebenarnya ada, sudah dikirim ke Kalimantan Timur Roket KHAN ITBM-600, itu ada di Kalimantan Timur, baru tiba juga satu baterai. Di sini kita tidak bisa hadirkan, merujuknya ke pameran TNI AD Fair 2025 di Monas, Jakarta Pusat,” kata Adisura saat ditemui di Silang Monas, Sabtu (20/9), dikutip dari Kompas.com.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menambahkan bahwa pengiriman rudal KHAN yang datang ke Indonesia baru batch pertama dan masih dalam tahap proses.

Memang sudah ada pengiriman, saya yakin teman-teman juga sudah tahu. Sudah ada pengiriman dan sudah ada deploy di Batalion Artileri Medan 18 yang ada di Kalimantan Timur. Kenapa tidak dikirim ke sini? Karena itu masih berproses,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, rudal KHAN belum diserahterimakan kepada TNI AD. Penyerahan resmi direncanakan pada awal 2026, bersamaan dengan kedatangan gelombang kedua.

Nanti kalau sudah diserahterimakan, bisa totally operational deploy ke TNI AD,” kata Wahyu seperti dilansir Tempo.

Wahyu tidak merinci jumlah pasti rudal yang diterima, namun menegaskan batch pertama setara kekuatan satu batalion.

Batch pertama itu kekuatan sesuai dengan satu kekuatan batalion. Batalion itu kan ada satu baterai markas dan empat baterai operasional. Satu kekuatan satu batalion, empat baterai,” ujarnya.

  Alasan di Kalimantan Timur 
TNI AD menjabarkan penempatan rudal KHAN di Kalimantan Timur didasari pertimbangan strategis.

Wilayah tersebut dinilai mampu menjangkau seluruh Tanah Air dan menjaga konsep pertahanan lima pulau besar yang menjadi doktrin nasional.

Dipertimbangkan pada konsep pertahanan, yaitu bisa menjangkau seluruh wilayah Tanah Air,” urai Wahyu.

Ia menambahkan, jarak jangkau rudal dari Kaltim memungkinkan Indonesia menjaga perbatasan sekaligus memperkuat gelar pertahanan nasional.

Kita bisa menjaga perbatasan karena pada prinsipnya kita menganut politik bebas dan aktif. Artinya, kita bersahabat dengan semua negara, dengan semua bangsa, tapi kita juga harus siap setiap saat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang jelas tujuannya adalah memperkuat gelar sistem pertahanan Indonesia,” tegasnya.

Rudal KHAN yang dikerahkan Indonesia memiliki jarak tembak hingga 280 kilometer. Bobotnya sekitar 2.500 kilogram dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 470 kilogram. Sistem pemandu menggunakan teknologi inersia yang didukung GNSS, sementara kendali dilakukan dengan aktuasi elektromekanis dan kontrol aerodinamis.

Rudal ini dapat diluncurkan dari Sistem Senjata KHAN buatan Roketsan maupun platform lain yang kompatibel dengan antarmuka integrasi. Roketsan mengklaim KHAN tahan segala cuaca dan medan, cepat dipersiapkan, serta memiliki akurasi tinggi.

Dalam pertempuran, rudal ini digunakan untuk menghancurkan artileri, sistem pertahanan udara, radar, konsentrasi pasukan, fasilitas logistik, dan target prioritas musuh lainnya.

Menurut Defence Security Asia, jangkauan rudal KHAN memungkinkan serangan hingga ke perairan sengketa, memperluas cakupan pertahanan sekaligus memberi dampak geopolitik signifikan.

Indonesia telah memesan rudal KHAN sejak 2022. Wakil General Manager Roketsan, Murat Kurtulus, saat itu menyebut Indonesia sebagai negara pertama di luar Turki yang membeli sistem tersebut.

  🚀 
CNA  

Rabu, 20 Agustus 2025

Yonarmed 1 Kostrad Hujani Lautan Ambal dengan Roket

Astros II Mk6 Yonarmed 1 Kostrad (Penkostrad)

Dalam rangka mengasah kemampuan prajurit Artileri Medan (Armed) melaksanakan Latihan Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis) Roket Astros II MK 6 Ta. 2025, Kegiatan berlangsung di Daerah Latihan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (13/08/2025).

Mayor Arm Fauzi Raspati Al’ansyori, S.Sos., selaku Danyonarmed 1 Kostrad mengatakan “Tujuan utama dari Latihan Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis) adalah untuk meningkatkan dan menguji kemampuan tempur prajurit dalam mengoperasikan Alutsista yang dimiliki”.

Latihan ini berfokus pada kesiapsiagaan operasional satuan, terutama dalam hal penguasaan teknis dan taktis penggunaan alutsista di lapangan. Dengan adanya latihan ini, diharapkan setiap prajurit mampu menguasai prosedur penembakan dengan benar, mencapai akurasi sasaran yang optimal dan bekerja sama dalam tim secara efektif,” ujarnya. (Penajusta) (Penkostrad)

  🚀 
Penkostrad  

Senin, 04 Agustus 2025

Indonesia Receives First KHAN Ballistic Missile System

The KHAN ballistic missile system, developed by Türkiye’s Roketsan, was spotted at an Indonesian Army installation in East Kalimantan. Trisula missile system appearance (KERIS reborn)

The missile platform, identified as the ITBM-600, was seen at the Raipur A base of the 18th Field Artillery Battalion (Yonarmed 18/Buritkang Tenggarong) on August 1, 2025.

This was first reported by the defense-focused platform Sahabat Keris, which published images showing the weapon system positioned for deployment.

Indonesia signed a contract in 2022 for the delivery of the KHAN ITBM-600 system, a tactical ballistic missile platform based on Roketsan’s proven technology. The system is mounted on a Tatra 8×8 high-mobility vehicle, allowing it to operate across varied terrain with minimal setup time. Designed for rapid deployment, the system gives the Indonesian Army a mobile, precision-strike capability that had previously been absent from its inventory.

KHAN Ballistic Missile System @ IDEF 2025 (Defenceturk.net)

According to Roketsan, the KHAN missile has a range of up to 280 kilometers and is capable of delivering accurate strikes against high-value targets under complex battlefield conditions. The company says the system is guided by a hybrid navigation suite using GPS and GLONASS-aided inertial navigation, allowing for reliable targeting even in contested environments.

The missile weighs approximately 2,500 kilograms and has a diameter of 610 millimeters. Roketsan emphasizes that the KHAN is engineered for both precision and survivability, offering “high lethality and operational flexibility” across a wide range of target sets. The system has already been integrated into the Turkish Armed Forces and is now finding a place within select partner nations’ arsenals.

For Indonesia, this deployment reflects a broader modernization effort aimed at enhancing its long-range deterrence and improving its ability to respond rapidly to regional threats.

In previous public statements, Indonesian defense officials have indicated that expanding the country’s artillery and missile forces is a key priority. The ability to conduct deep precision strikes within and beyond the archipelago’s borders is viewed as a strategic asset in a dynamic and often unpredictable security environment.

  🚀 
Defence Blog  

Senin, 14 Juli 2025

Danpussenarmed Melaksanakan Kegiatan Factory Visit ke ADTECH Brazil

 Tinjau teknologi drone (Pusssenarmed)

Dalam rangka menjajaki teknologi pertahanan berbasis wahana udara tanpa awak (UAV) atau yang lebih dikenal dengan istilah Drone, delegasi TNI Angkatan Darat yang dipimpin Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., selaku Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed), melakukan kunjungan kerja ke ADTECH, perusahaan pertahanan terkemuka di Brazil pada tanggal 5 hingga 11 Juli 2025.

Delegasi terdiri dari Kolonel Inf Ucu Yustiana, S.I.P., M.M. – Paban I/Ren Sopsad dan Letkol Kav Gagang Prawardhana, S.I.P., M.Han. – Pabandya-1/Ipol Spaban III/Biddagri Sintelad.

Kegiatan utama mencakup peninjauan fasilitas produksi ADTECH dan pengamatan langsung uji coba (Flight Demo) Drone Harpia, Drone multifungsi yang telah digunakan oleh berbagai lembaga keamanan dan militer di Brazil, termasuk sejumlah negara sejak tahun 2024.

Drone Harpia menjadi salah satu kandidat UAV taktis masa depan yang cocok digunakan untuk pengintaian, penyesuaian tembakan artileri, serta operasi khusus modern TNI AD.

 
Pussenarmed  

Kamis, 19 Juni 2025

Pussenarmed Kembangkan Inovasi Prototipe Alutsista Berbasis PPTA

Pesawat Terbang Tanpa Awak Inovasi Pussenarmed TNI AD (Penpussenarmed)

Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI Angkatan Darat mengembangkan inovasi prototipe alutsista berbasis Pesawat Terbang Tanpa Awak (PPTA).

Prototipe Alutsista ini juga dipamerkan dalam Indo Defence Expo & Forum 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta dari tanggal 11 – 14 Juni 2025.

Prototipe Sistem Peninjauan Berbasis PTTA (Pesawat Terbang Tanpa Awak) tahap II yang merupakan hasil Program Penelitian dan Pengembangan Materiil Pussenarmed TNI AD tahun 2023 yang bekerja sama dengan PT. Nexin Inovasi Sejahtera.

Produk ini merupakan bentuk inovasi dari Staf Dirbinlitbang Pussenarmed dalam rangka mendukung program modernisasi Alutsista di jajaran satuan Armed, dimana sistem peninjauan / observasi yang selama ini dilakukan oleh manusia secara manual diubah menjadi menggunakan alat yang berupa PTTA / drone guna meningkatkan efektifitas, efisiensi dan keamanan personel dalam pelaksanaan sebuah misi.

Seperti diketahui, perkembangan peperangan pada era teknologi digital menuntut penelitian pengembangan serta inovasi yang berkelanjutan (sustainable).

Dengan inovasi yang dikembangkan oleh Pussenarmed, untuk peninjauan posisi musuh maupun sasaran akan lebih detil secara keakurasian data dalam mendukung tembakan bantuan pasukan di garis depan serta meminimalisasi penggunaan personel dalam suatu pertempuran.

  ⍉
Penpussenarmed  

Kamis, 11 Juli 2024

Delegasi Pussenarmed Diundang Kementrian Pertahanan Turkiye

 Saksikan Live Firing Missile Khan 600 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-C_HlQ63izKCD3nPIHQlTaZzVBCXUlXJ1teId0qc1g6b2Quj4U5aOydIK9yZCT_4ZpFm43f5J0OXkiY6CX3YjWZ4EfyLTg6I26pCRRbRaVZyIcftOjjeM2ltSEAo2itiZ_yeLZ1sq9Llzg4pSD46PSA89WESkcFQ7jdqQxTHJN2XcbpNWy3K5E8bnZDXl/s960/450581668_122161258592211399_2496482722296753564_n.jpg (Pussenarmedi) 🚀

"God is on the side with the best artillery" merupakan pernyataan yang disampaikan oleh Napoleon Bonaparte yang merupakan salah satu pemimpin militer terbesar di dunia. Ia berhasil menaklukkan sebagian besar Eropa pada awal abad ke-19.

Demikian halnya dengan Perang Modern saat ini Peran Artileri akan sangat menentukan hasil akhir dari suatu pertempuran.

Sejalan dengan hal tersebut melalui program Modernisasi Alutsista Pussenarmed mencoba untuk menjajaki sejumlah Alutsista baru yang mana salah satunya dengan pengadaan Multi Launcher Rocket Systems (MLRS) Indonesian Tactical Ballistic Missile (ITBM) produksi Roketsan Turki yang akan memperkuat jajaran TNI khususnya dalam rangka pengamanan IKN.

Komandan Pussenarmed TNI AD Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.,S.Sos.,M.M, beserta sejumlah delegasi yang mewakili Kemhan, Mabesad, Puspalad dan Pussenarmed berkesempatan untuk menyaksikan Live Firing Demonstrasi Missile Khan 600 di fasilitas Latihan Kementrian Pertahanan Turki di daerah Sinops, Turki.

Peluncuran Guided Missile dengan jarak jangkau s.d 280 km tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar walaupun pada kesempatan ini hanya dilakukan uji pada jarak minimal pada jarak 80 km.

  🚀 Pussenarmed  

Kamis, 20 Juni 2024

TNI AD Persiapkan Satuan ITBM

➶ Bantuan Tempur Pengamanan di IKNITBM 600 (Buku pintar Pussaenrmed) 🚀

Garasi meriam Batalyon Armed 18 Buritkang di Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur disidak Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussenarmed) Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kamis (13/6/2024).

Tujuannya adalah untuk melihat kondisi kesiapan alutsista jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Dari inspeksi tersebut, didapati sejumlah alutsista yang memerlukan perbaikan. Nantinya perbaikan akan dilakukan melalui dana anggaran Pussenarmed.

Perwira bintang dua itu menyebut, Batalyon Armed 18/Buritkang harus selalu dalam kondisi siap, terlebih setelah Kalimantan Timur ditetapkan menjadi ibu kota negara.

"Itu artinya batalyon ini akan menjadi penyangga bantuan tempur dalam pengamanan ibu kota nusantara," tegas Mayjen Putranto.

Alutsista tersebut diakui perlu dalam kondisi prima, sebab sebagai persiapan satuan Buritkang dalam atraksi penembakan kehormatan (bakhor) pada HUT RI ke-79 di IKN mendatang. Yonarmed 18 Buritkang sendiri saat ini memiliki meriam jenis 105 dan meriam 155 KH-179.

Usai dari Berau, Mayjen TNI Putranto akan bertolak ke Raipur A Yonarmed 18/Buritkang di Tenggarong. Meninjau lahan yang rencananya akan digunakan untuk pembentukan satuan baru Yonarmed Indonesian Tactical Ballistic Missile (ITBM) atau Rudal Balistik Taktis Indonesia.

"Pembentukan satuan Yonarmed ITBM tersebut untuk membantu meningkatkan keamanan IKN yang tidak lama lagi akan menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia," beber mantan Danrem 052/Wijayakrama itu.

Kunjungan ini dilengkapi dengan pengarahan kepada ratusan prajurit. Ini dinilai penting agar semangat para prajurit tidak mengendur di tengah kegiatan yang dilakukannya..

  🚀
Kaltim Today  

Rabu, 29 Mei 2024

Armed TNI AD Sedang Bidik Kecanggihan Radar Penemu Sasaran

https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhWerJgDQ2pGdxPD4mNgAPVS_A2yQ9o0MV2Luq2uUorMAI-2T2Cdv8aJSkWC4szW8YXKJ_-flqLBiGMpDkFoea3-ieHVfuPR_QfUCVUDnWVT6nRQn62FCJQD4BBJywljltzxPx4h4kN48qgvwm8QZPVi_4WC-_qomTHp68Mfpc7IKhjlgKg6E8Qttdksg=s413Weapon Locating Radar (WLR) Armed (Vivanews)

Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M. terima paparan dari PT. Wahana Sarana Baladika tentang WLR (Weapon Locating Radar), kegiatan ini dihadiri juga oleh PJU Pussenarmed, Danpusdikarmed serta Komisaris PT. Wahana Sarana Baladika Bapak Davy Lityo dan staf. Selasa (21/05/2024).

Dalam sambutannya Danpussenarmed Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M. menyampaikan bahwa salah satu bagian yang harus ada di dalam kesisteman Alutsista Armed yaitu “Pencari dan Penemu Sasaran (Surveillance and Target Acquisitions)”, yang dalam orgasnya berada dibawah kendali dari Pleton Observasi (Tonobs).

Adapun material yang harus ada didalam Tonobs berupa Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) dan Weapon Locating Radar (WLR) yang memiliki kemampuan untuk mencari kedudukan artileri musuh untuk selanjutnya melakukan penembakan (Contra Batery Radar) serta dapat memperhitungkan arah tembakan senjata artileri lawan secepatnya, sehingga dapat diantisipasi dengan segera.

Selanjutnya, sambutan dari Bapak Davy Lityo selaku Komisaris Utama PT. Wahana Sarana yang menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Pussenarmed, serta telah diberikan kesemparan untuk melaksanakan Diskusi Teknis Artillery Command Defense System.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan paparan tentang WLR (Weapon Locating Radar) dan sejumlah kesisteman pendukung oleh PT. Wahana Sarana Baladika, serta dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab.

 Video liputan CNN :

 📡 PussenArmed  

Rabu, 20 Maret 2024

Pussenarmed Uji Coba UAV ALPHA A900

Produk Spanyol yang akan dirakit di Indonesia oleh PT. GLOBAL DIFENSE Pusenarmed Uji Coba UAV ALPHA A900 (Pussenarmed)

Danpussenarmed tinjau uji coba perangkat UAV baru dari Benua Eropa yaitu ALPHA A900 Unmaned Systems di Lapangan Terbang Lanud Husein Sastranegara Bandung didampingi oleh Dirsen Pussenarmed, Dirbinlat Pussenarmed, Kabagbinmat Pussenarmed dan Pelatih Peninjau Pusdikarmed serta kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Danlanud Husein Sastra Negara beserta staf juga perwakilan dari Srena TNI AL. Senin (18/3/2024).

Uji coba UAV di Lapangan ini dilaksanakan untuk melihat uji kemampuan dan batas kemampuan dari alat kesisteman Armed yang baru dalam deteksi sasaran dengan pemanfaatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Produk ini berasal dari Pabrikan Spanyol yang akan dirakit di Indonesia melalui mitra lokal PT. GLOBAL DIFENSE bekerjasama dengan PT. MS.TECH salah satu perusahaan Swasta Nasional yang bergerak dlm bidang Aviation Maintenance yang sudah tersertifikasi.

Kegiatan dimulai dari pemaparan kecanggihan dan keunggulan dari ALPHA A900 Unmanned System mulai dari kemampuan daya jelajah yang mampu terbang dengan kecepatan jelajah 100 km/jam, kemampuan daya angkut maksimal/MTOW (maximum take off Weight) seberat 25 kg, Ketahanan waktu terbang mencapai 4 jam dan pengiriman data terenkripsi sejauh 50 km. Selain itu, dilengkapi pula camera dengan optical zoom 30 kali dan infra red 4 kali serta kemampuan geotracking.

Alpha A900 Unmanned System ini diganda-gadang menjadi Pesawat Tanpa Awak COAST GUARD Indonesia yang dipakai juga Bakamla dalam deteksi anomali di Laut dan pendudukan maritim di Indonesia dan nantinya menjadi trobosan inovasi dari Kesisteman Artileri Medan dalam membantu peninjau depan dalam pencari dan penemu sasaran.

Dalam rangkaian acara ini, banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Danpussenarmed, Dirsen, Dirlitbang maupun dari Kabagbinmat Pussenarmed guna melihat serangkaian daya tempur dan daya deteksi dari UAV ini dibandingkan dengan UAV yang telah dikembangkan oleh Litbang Pussenarmed. Tentunya Danpussenarmed sangat berharap dengan adanya perkembangan teknologi dari kesisteman Artleri Medan saat ini menjadi lebih modern, canggih dan adaptif sehingga mampu bersaing dengan Negara maju lainnya demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. (Penpussenarmed)

  🚁
Pussenarmed  

Senin, 11 Desember 2023

Pussenarmed TNI AD Tembakkan 400 Roket Astros II MK6 dari Pantai Setrojenar Kebumen

➶ Latihan Artillery Strike Fire Power (Pussenarmed) ★

Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) menggelar latihan menembakkan roket di Lapangan Tembak Dislitbang AD, Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (6/12/2023).

Hampir 400 roket ditembakkan dalam latihan Artillery Strike Fire Power Demo Roket Astros II MK 6 Pussenarmed ini. Latihan menembak roket ini di gelar guna mengasah kemampuan prajurit sekaligus mengecek kesiapan senjata perang.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang hadir dan menyaksikan langsung di lokasi mengatakan, selain meninjau latihan, KASAD beserta perwira tinggi lainnya juga berkesempatan menembakkan roket Astros II MK 6 secara langsung.

"Hari ini kita melaksanakan latihan senjata perang. Kita lakukan untuk tetap memelihara kemampuan prajurit kita dan juga melihat kesiapan senjata-senjata kita dapat digunakan setiap saat," jelas Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dihadapan wartawan usai melaksanakan tembak roket, Rabu (6/12/2023).

Dari latihan ini, Maruli menyampaikan, hari ini (Rabu) pihaknya menembakkan hampir 400 roket. Latihan ini disiapkan untuk melihat kesiapan para anggota semua dan juga cek kesiapan alat-alat tempur milik TNI AD untuk siap digunakan setiap saat.

"Jadi hari ini hanya latihan kita cukup gunakan jarak tembak 6 km, maksimal bisa sampai 300 km, itu kan ada beberapa jenis amunisi. Ini meyakinkan bahwa kami dalam merencanakan melindungi NKRI ini bisa lebih yakin. Roket ini sasarannya lebih ke area destruktif," lanjut Maruli.

Lebih lanjut Maruli, tak hanya menggelar latihan, pihak TNI AD juga memberikan bantuan sembako kepada warga sekitar serta membangun sarana mandi cuci kakus (MCK).

  TV Onenews  

Sabtu, 02 Desember 2023

PTTA Pussenarmed Sukses Mengudara di Langit Batujajar

✈ Sejauh 147 km Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Pussenarmed (Pussenarmed)

Inovasi Litbang Pussenarmed sistem peninjau berbasis PTTA ini menjadi trobosan dalam pengembangan mendukung kesisteman Armed yaitu sebagai alat mata Armed (The Eye Artillery). Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan tembak Pussenarmed Batujajar dan merupakan lanjutan dari tahap I yang dilaksanakan tahun 2022 lalu. Kamis (30/11)

PTTA ini dikembangkan lagi atas dasar kebutuhan taktis dan teknis serta kedepannya akan dijadikan alternatif sistem pencari atau penemu sasaran dan hasil evaluasi dari lanjutan tahap I yang dinilai perlu ditambah spesifikasi dan kemampuannya. Karena sejatinya Tugas pokok satuan Armed yaitu menyelenggarakan Intelijen Pertempuran, memberikan bantuan tembakan dan melaksanakan Artillery Strike sehingga PTTA ini memiliki poin urgensi yang tinggi.

Konsep PTTA ini adalah dengan bantuan peninjauan melalui udara secara taktis dengan mencari dan menemukan sasaran yang akan dihancurkan oleh satuan Armed kemudian dilaporkan oleh peninjau yang memainkan fungsi sebagai “Mata Armed” (The Eye Artillery).

Kegiatan ini dipimpin oleh Wadanpussenarmed Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos. yang hari ini mewakili Danpussenarmed selaku pimpinan acara. Dalam sambutannya Wadanpussenarmed menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan uji fungsi ini Litbang dan Tim Teknisi sudah melakukan uji sistem maupun uji terbang di lapbak Pussenarmed Batujajar dan dilanjutkan uji jelajah serta uji ketinggian didaerah Cidaun, Cianjur Selatan. Hasil dari uji tersebut didapatkan hasil kemampuan terbang PTTA mencapai ketinggian lebih dari 400 meter dan daya jelajah lebih dari 100 km. Data yang didapat pada uji kali ini nantinya akan dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan uji sertifikasi Litbang pada TA 2024 nanti.

Pada uji kali ini mendapatkan hasil yang fantastis dengan penambahan durasi terbang hingga 90 menit dan mampu capai hasil ketinggian terbang 510 meter, jarak tempuh 147 km, dengan konsumsi bbm 2 liter, serta konsumsi baterai 45%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari hasil uji sebelumnya. Kiranya hasil Litbang Pussenarmed ini dapat memberikan output dan outcome yang bermanfaat serta kontribusi bagi Pussenarmed dan TNI AD kedepan.

Turut hadir pada kegiatan ini diantaranya Ir Pussenarmed Brigjen TNI Yudhi Murfi, S.I.P., M.Si., Dirum Pussenarmed Brigjen TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos., Dirsen Pussenarmed yang di wakili oleh Kasubditsiapsat alutsista Kol Arm Adekson, Dirbinlitbang Kol Arm Maryudi, S.Sos., Kaubdismat Dislitbangad Kol Cpl Agus S.R. serta Kapten Arm Rizal Nur Khakim yang hadir mewakili Paban III/Litbangastro. (Pen Pussenarmed)

 
Pen Pussenarmed  

Sabtu, 07 Oktober 2023

Mengenal Kendaraan Khusus Pengangkut Roket Astros

 Karya Anak BangsaKendaraan khusus pengangkut amunisi Roket Astros ditampilkan pada Defile Alutsista TNI dalam rangka HUT ke-78 TNI di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023). (Dok. Dispenad) ★

Kendaraan khusus pengangkut amunisi Roket Astros ditampilkan pada Defile Alutsista TNI dalam rangka HUT ke-78 TNI di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023) kemarin. Kendaraan ini adalah karya anak bangsa hasil penelitian dan pengembangan pertahanan (Litbanghan) Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad).

Menurut Dirbinlitbang Puspalad Kolonel Cpl Teguh Gunandi dalam keterangan resminya, Sabtu, (7/10) mengatakan selain sebagai kendaraan pengangkut amunisi roket Astros juga bisa digunakan sebagai gudang munisi lapangan yang sifatnya mobile dan mandiri karena dilengkapi powerpack, bisa merapat ke pasukan manuver di depan saat operasi maupun latihan.

Keunggulan dari kendaraan mampu mengatasi kesulitan pasukan alteleri medan dalam kegiatan latihan dan pertempuran. Alutsista ini, sudah didukung dengan kemampuan sistem penggerak roda 6 x 6 yang dapat mempermudah kendaraan pada saat melewati medan taktis maupun saaat bermanuver,” kata Teguh.

Kendaraan ini mengusung mesin berkapsitas 7800 CC dengan panjang kendaraan 11.5 meter, lebar 2,6 meter dan tinggi 3,8 meter. Kendaraan ini mampu memuat 8 kontainer amunisi Roket Astros dan dilengkapi dengan Crane.

Kendaraan ini dapat beroperasi selama 10 menit dan dilengkapi dengan outrigger yang dapat menyesuaikan pada saat medan off road. Selain itu, kendaraan ini juga dapat dimultifungsikan sebagai gudang amunisi lapangan untuk Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB),” jelas Teguh. (rr)

 
IDM  

Rabu, 04 Oktober 2023

Kasad Menilai Meriam-Meriam TNI AD Perlu Modernisasi

Badak Skyranger 30 dipromosikan Pindad pada pameran alutsista Indo Defence di Jakarta (Pindad)

K
epala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menilai beberapa meriam yang saat ini digunakan oleh TNI AD perlu modernisasi.

Saat meninjau kegiatan Latihan Menembak Senjata Berat Artileri Pertahanan Udara (Latbakjatrat Arhanud) di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (28/9/2023), ia menjelaskan modernisasi diperlukan sebagai upaya mengikuti perkembangan ancaman sekaligus meningkatkan kesiapan tempur pasukan.

Saya merasa bangga, prajurit-prajurit Arhanud mampu melaksanakan latihan senjata berat secara terintegrasi. Ke depan, akan terus dikomunikasikan kepada Menhan (Menteri Pertahanan) terkait modernisasi alutsista terutama meriam-meriam TNI AD agar dapat berkembang sesuai ancaman yang dihadapi saat ini,” kata Jenderal Dudung saat meninjau latihan sebagaimana dikutip dari siaran resmi Dinas Penerangan TNI AD, di Jakarta, Jumat (29/9/2023).

Latihan senjata berat terintegrasi di Lapangan Tembak Air Weapon Range (AWR) TNI Angkatan Udara Pandanwangi, Lumajang, Kamis, merupakan kegiatan berkala yang digelar setiap tahun oleh Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) TNI AD. Dalam rangkaian latihan tahun ini, Pussenarhanud menguji kemampuan sistem senjata dan komando pengendalian Artileri Pertahanan Udara.

Beberapa kegiatan latihan, di antaranya menembak sasaran udara bergerak dan sasaran darat statis dengan rudal Mistral, rudal Starstreak, meriam 57 mm, meriam 40 mm, meriam 23 mm, dan meriam 20 mm.

Latihan itu melibatkan 152 prajurit sebagai panitia penyelenggaraan, dan 372 prajurit dari beberapa satuan Arhanud TNI AD sebagai peserta.

Penembakan rudal pertahanan udara Starstreak (TNI AD)

Kepala Staf TNI AD, saat meninjau latihan, menyampaikan latihan senjata berat itu perlu dilakukan secara berkala demi meningkatkan kemampuan prajurit yang mengawaki alutsista seperti rudal dan meriam.

Dia melanjutkan, kegiatan semacam itu juga menjadi cara meningkatkan kesiapan tempur alutsista-alutsista dan prajurit TNI AD.

Rudal Mistral dan Rudal Starstreak merupakan beberapa alutsista terbaru yang saat ini memperkuat Artileri Pertahanan Udara TNI AD. Rudal Mistral, yang berjenis khusus untuk menghalau serangan dan menyerang dalam jarak pendek (SHORAD), merupakan senjata buatan MBDA asal Prancis yang dapat dibongkar pasang dan mampu melesat dengan kecepatan 2,8 mach.

Dalam posisi belum terakit, Rudal Mistral Atlas dapat disiapkan dalam waktu tempur sekitar 5 menit, kemudian waktu reload kurang dari 20 detik. TNI AD dalam laman resminya menyebut akurasi tembakan Rudal Mistral sampai 95 persen.

Sementara itu, Rudal Starstreak, yang masuk kategori high velocity missile (HVM), punya kecepatan sampai 3 mach, atau yang tercepat di kelasnya. Kemampuan tembak efektif Starstreak mencapai 7 kilometer dan jangkauan radar 250 km. Rudal Starstreak yang digunakan oleh TNI AD merupakan hasil kerja sama perusahaan asal Inggris Thales Air Defence dan perusahaan Indonesia PT Len Industri.

  Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...