Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2026

100 Prajurit TNI AL ke Italia Bulan Depan

  Jemput kapal induk di Italia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi diberitakan akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

TNI Angkatan Laut akan mengirim 100 prajurit pengawak pendahulu untuk menjemput kapal induk Giuseppe Garibaldi di Italia, bulan depan.

Prajurit TNI AL itu akan berangkat ke Italia pada 10 Juli 2026 untuk mempelajari pengoperasian kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan kepada Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berharap personel tersebut dapat diberangkatkan ke Italia pada 10 Juli 2026 untuk mempersiapkan proses pengoperasian kapal.

Untuk kesiapan mengawaki kapal induk, kita menyiapkan 100 orang, nanti terdiri dari satgas dan dari pengawak pendahuluan,” ujar Ali di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Ali juga menyampaikan, kapal induk tersebut diharapkan akan tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026.

Meski begitu, pengiriman 100 prajurit pengawak pendahulu ini masih melihat perkembangan lebih lanjut, termasuk kedatangan kapal induk.

. Ditargetkan tiba di Indonesia tahun ini

Menurut informasi terakhir Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyatakan bahwa proses hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi memasuki tahapan persiapan untuk dikirim ke Indonesia.

"Kapal induk Garibaldi itu proses hibah, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Rico Sirait ditemui di (Kemhan) RI, Selasa (2/6/2026).

Saat dikonfirmasi mengenai kapan kapal tersebut tiba di tanah air, Rico berharap prosesnya dapat rampung pada tahun ini.

"Mudah-mudahan tahun ini," ujarnya. Rico mengungkapkan, kondisi geopolitik turut memengaruhi jadwal pengiriman kapal asal Italia tersebut.

Ya dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana ya, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya," ucapnya.

Untuk diketahui Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya.

Kapal induk tersebut dilengkapi sejumlah sistem persenjataan dan pertahanan, antara lain peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.


    Kompas  

Kamis, 18 Juni 2026

Gajah Mada dan Panglima Soedirman Diajukan Jadi Nama Kapal Induk Pertama Indonesia

  Akan datang tahun ini https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi diberitakan akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengusulkan dua nama pahlawan, yakni Gajah Mada dan Panglima Soedirman untuk menjadi nama kapal induk pertama Indonesia.

"Salah satu usulannya ada Gajah Mada, ada Panglima Soedirman," kata Ali saat ditemui awak media di di Gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis.

Ali sendiri tidak menjelaskan secara rinci alasan TNI AL mengajukan nama dua pahlawan nasional itu.

Untuk diketahui Gajah Mada merupakan sosok Mahapatih sekaligus pahlawan perang era Kerajaan Majapahit. Salah satu yang membuat Gajah Mada dikenal banyak orang yakni mempelopori Sumpah Palapa yang dianggap menjadi konsep dasar dari persatuan Nusantara.

Sedangkan Soedirman merupakan tokoh besar yang berpengaruh dalam pergerakan kekuatan militer Indonesia selama masa penjajahan. Dia menjadi salah satu dari tiga jenderal di Indonesia yang mendapatkan penghargaan pangkat bintang lima.

Ali menyampaikan nama-nama itu nantinya akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk disetujui.

Setelah nama ditentukan, nama tersebut akan disematkan secara simbolis ke kapal saat kapal tersebut datang pada 2026 ini.

Untuk diketahui, kapal induk yang memiliki nama Giuseppe Garibaldi itu memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter itu dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur tersebut juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga, dan Otomat Mk 2 SSM.


    antara  

Selasa, 26 Mei 2026

Dua Kapal Frigate Turkiye Perkuat Indonesia Tahun 2027 dan 2028

 ⚓️ Akan dibiayai Qatar senile Rp 17,7 triliun. TCG Akdeniz (F-519) (Savanma Sanayi ST)

Tahap strategis dalam proyek MİLGEM Indonesia, telah tercapai. Menurut laporan, proses pembangunan dua fregat kelas İstif untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) telah resmi dimulai. Hal itu menyusul nota kesepahaman yang ditandatangani antara Turki, Qatar, dan Indonesia pada periode sebelumnya.

TAIS Shipyards mewakili Turki, menandatangani kontrak akhir untuk ekspor dua fregat tersebut, yang akan dibiayai oleh Qatar. TAIS meneken perjanjian senilai 1 miliar atau sekitar Rp 17,7 triliun dengan perusahaan Barzan Holdings dari Qatar.

Pembiayaan kredit memainkan peran penting dalam model ekspor ini, dan "Kerja Sama Industri Pertahanan Turki-Qatar-Indonesia" telah ditingkatkan ke tingkat strategis. Saat ini, kegiatan konstruksi sedang berlangsung secara bersamaan pada hampir 50 kapal militer di galangan kapal Turki, termasuk tujuh fregat kelas İstif.

Kapal pertama dari kelas ini, TCG Istanbul (F-515), telah lama aktif bertugas di Angkatan Laut Turki. Sebelumnya, sumber industri melaporkan, kapal dengan nomor lambung F-516 dan F-517, yang saat ini sedang dibangun, akan dikirim ke Indonesia. Namun, menurut informasi yang diperoleh SavunmaSanayiST.com, rencana itu telah direvisi karena meningkatnya intensitas operasional Angkatan Laut Turki.

Sesuai dengan rencana baru, fregat F-516 (TCG Izmir), F-517 (TCG Izmit), dan F-518 (TCG Icel), yang berada di tahap akhir pembangunan dan pengujian, akan langsung dimasukkan ke dalam inventaris Angkatan Laut Turki. Kapal-kapal dengan nomor lambung F-519 dan F-521 diharapkan akan dikirim ke Indonesia antara tahun 2027 dan 2028.

Kapal-kapal lain dalam kelas yang sama, F-520 dan F-522, juga akan menambah kekuatan Angkatan Laut Turki. Pembangunan fregat baru akan segera dimulai untuk menggantikan kapal F-519 dan F-521 yang akan diekspor ke Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk sepenuhnya mencegah potensi kesenjangan dalam kekuatan tempur Angkatan Laut Turki saat mengekspor kapal perang itu.

Sebagian besar anggaran yang dihasilkan dari ekspor ke Indonesia akan digunakan untuk membiayai pembangunan kapal perang generasi baru untuk Angkatan Laut Turki. Ekspor fregat pertama ke pasar Asia Tenggara yang dibiayai Qatar, menandai tonggak sejarah bagi industri pertahanan Turki.

Dengan kontrak itu, Turki akan mengekspor kapal perang permukaan besar skala fregat ke negara Asia-Pasifik untuk pertama kalinya. Sebelumnya, ASFAT mengekspor empat korvet Kelas MİLGEM ADA ke Pakistan, dan STM mengekspor tiga unit ke Malaysia.

Selain ekspor platform, kapal-kapal tersebut akan mencakup fasilitas modern, seperti sensor canggih dan sistem lain yang diproduksi oleh Aselsan, sistem rudal nasional yang diproduksi oleh Roketsan, sistem senjata dan meriam angkatan laut yang diproduksi oleh MKE, serta sistem komando dan kontrol yang diproduksi Havelsan, akan disertakan dalam paket ekspor.

Dengan strategi ekspor baru itu, Turki sedang membangun model ekosistem yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan dalam pembuatan kapal militer. Model tersebut mungkin dapat berkembang dengan menjadi "HUB Regional" untuk perbaikan kapal perang asing.

Fregat kelas Istif ini memiliki bobot 3.150 ton dan panjang 113 meter, yang dapat mencapai kecepatan maksimum lebih 29 knot. TCG-İstanbul yang sudah beroperasi dilengkapi dengan Radar AESA Aselsan Cenk-S, hingga dapat mendeteksi dan melacak target udara dari jarak yang jauh lebih panjang dengan presisi tinggi.

Kapal perang itu turut dilengkapi Roketsan MİDLAS, sistem peluncuran vertikal nasional pertama Turki. Dengan rudal pertahanan udara HİSAR-D yang dapat ditembakkan melalui MİDLAS dan rudal antikapal Roketsan ATMACA, yang terintegrasi untuk misi antikapal, kelas İstif memiliki kemampuan serangan yang sepenuhnya independen.

Empat kapal pertama sedang dibangun di bawah kepemimpinan STM. Dilengkapi dengan sistem sonar buatan dalam negeri dan tabung torpedo, platform itu menawarkan kemampuan bertahan hidup yang tinggi terhadap ancaman bawah laut.

 ⚓️  Republika  

Rabu, 20 Mei 2026

Marinir Sukses Laksanakan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 BMP-3F Asal China

  Amunisi alternatif   Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China dibandingkan amunisi 3UOF17 dari Rusia pada Ranpur Tank BMP-3F (photos: Menkav 2)

Untuk mengetahui kondisi dan kemampuan Amunisi kaliber 100 mm BTE1 China, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir terpilih sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China yang di aplikasikan langsung pada Ranpur Tank BMP-3F di Daerah Latihan (Rahlat) Puslatpurmar 5 Baluran, Kab. Situbondo. Selasa (12/05/2026).

Turut hadir meninjau langsung kesiapan material dan pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi tersebut, Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRMP., didampingi oleh Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.

Disamping itu dalam Uji Fungsi Amunisi ini juga melibatkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL sebagai lembaga utama TNI AL yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi material serta teknologi peralatan Angklatan Laut.


Uji Fungsi Amunisi diawali dengan pengecekan data dimensi amunisi kaliber 100 mm BTE1 China sebagai amunisi uji serta amunisi kaliber 100 mm 3UOF17 Rusia sebagai amunisi pembanding.

Kegiatan dilanjutkan pengecekan Sistem Kendali Senjata yang terintegrasi pada Ranpur Tank BMP-3F, kemudian pelaksanaan penembakan amunisi uji yang seluruhnya berfungsi dengan baik dan tepat sasaran dijarak 1000 m, 1200 m, hingga 4000 dalam rangka zeroing, uji Fuze (pemicu ledak) dan uji Safety Distance sebagai parameter jarak aman ledakan.

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Hayat Tegar, M.Tr.Opsla., selaku Palak Uji menyampaikan bahwa, kegiatan Uji Fungsi Amunisi yang dilakukan saat ini merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan personel dan material yang dimiliki Korps Marinir dimasa yang akan datang.

Kesiapan kru pengawak Ranpur dan material tempur sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi, di sisi lain dengan berhasilnya Uji Fungsi Amunisi ini diharapkan kedepanya dapat menunjang efektivitas operasional.


  ♞ Menkav II  

Senin, 18 Mei 2026

Indonesia Bersiap untuk Operasikan Kapal Induk Bekas Italia, Giuseppe Garibaldi

https://www.navalnews.com/wp-content/uploads/2026/05/Carrier-Flight-Deck-Outline-at-Juanda-Naval-Air-Station.-TNI-AL-picture-2-scaled.jpg.webpSimulasi kapal induk di la udah Juanda (Dispenal)

TNI AL telah memulai persiapan untuk operasi penerbangan di masa mendatang di atas kapal induk bekas Italia, Giuseppe Garibaldi..

Dalam sebuah video yang kini telah dihapus yang diunggah di akun resmi Skuadron ke-100 TNI AL, terungkap bahwa pihak TNI telah membuat fasilitas simulasi untuk pelatihan operasi penerbangan di masa mendatang..

Skuadron yang berspesialisasi dalam operasi perang anti-kapal selam dan dilengkapi dengan helikopter AS565 Panther ini, menggambarkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari persiapan untuk helikopter yang beroperasi ke/dari “ KRI Gajah Mada ” — nama yang dirumorkan untuk Garibaldi setelah memasuki armada Indonesia..

Sebagai catatan, Gajah Mada adalah seorang pemimpin militer dan Perdana Menteri Kekaisaran Majapahit pada abad ke-14 , yang wilayah kekuasaannya meliputi Indonesia dan Malaysia saat ini..

Fasilitas pelatihan tersebut terdiri dari sketsa dek penerbangan besar yang dilukis di salah satu area apron/helipad di sisi selatan Pangkalan Udara Angkatan Laut/Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, tempat skuadron ke-100 berada..

Fasilitas ini dimaksudkan untuk membantu pilot angkatan laut Indonesia dan awak dek membiasakan diri dengan operasi dek penerbangan kapal induk sebelum kedatangan kapal tersebut..

Dengan panjang sekitar 180 meter dan lebar 33 meter, garis luarnya sangat mirip dengan dimensi kapal induk Italia sebelumnya. Namun, jika dilihat lebih dekat, garis luar tersebut tidak secara akurat mereplikasi tata letak dek penerbangan Garibaldi yang sebenarnya..

Misalnya, apa yang tampak sebagai garis luar dua lift pesawat terletak di sisi kiri (port side) dan bukan di sisi kanan (starboard side)..

Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah bahwa fasilitas yang ada saat ini hanya ditujukan untuk pelatihan pengenalan awal yang mendasar, sementara fasilitas pelatihan kapal induk yang lebih akurat dan komprehensif dapat dibangun di kemudian hari..

Jadwal pasti transfer kapal induk tersebut masih belum jelas. Sebelumnya, Angkatan Laut Indonesia menyatakan bahwa mereka memperkirakan kapal tersebut akan tiba sebelum tanggal 5 Oktober tahun ini , bertepatan dengan perayaan Hari Angkatan Bersenjata Indonesia..

Namun demikian, dokumen yang diajukan oleh pemerintah Italia ke parlemen menyatakan bahwa proses transfer baru akan diselesaikan pada Desember 2026. Parlemen Italia sendiri telah menyetujui transfer tersebut pada tanggal 28 April..

Status operasional kapal yang sebenarnya di dalam Angkatan Laut Indonesia juga diperkirakan membutuhkan waktu. Seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya, berdasarkan kesepakatan transfer, kapal tersebut akan diserahkan tanpa kemampuan operasional ofensif..

Hanya sistem keselamatan penting, fasilitas kenyamanan di atas kapal, dan sistem propulsi yang akan dipertahankan untuk memungkinkan pelayaran transfer ke Indonesia..

Oleh karena itu, KRI Gadjah Mada di masa depan —atau apa pun nama yang akhirnya disematkan pada kapal tersebut—akan membutuhkan program modernisasi dan perbaikan yang signifikan dan panjang sebelum dapat memberikan kemampuan nyata bagi Angkatan Laut Indonesia.

   Naval News  

Minggu, 17 Mei 2026

KRI Canopus-936 Resmi Perkuat Armada Survei TNI AL

  KRI terbaru hasil produksi Palindo KRI Canopus 936 tiba di Indonesia (antara)

Sebagai garda terdepan pertahanan negara di laut, TNI AL dalam hal ini Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terus memperkuat kemampuan survei, pemetaan, dan pengelolaan data kelautan nasional guna mendukung keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia dengan hadirnya KRI Canopus-936.

Kedatangan KRI Canopus-936 disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Marsekal TNI (HOR) (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., Para Kepala Staf Angkatan termasuk Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali beserta sejumlah pejabat tinggi TNI dan TNI AL di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/05/2026).

Kapal sepanjang 105 meter ini memiliki kemampuan operasi hingga 60 hari pelayaran serta mampu melaksanakan survei dari perairan dangkal hingga kedalaman laut mencapai 11.000 meter, kemampuan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia membangun kemandirian data laut sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Kehadirannya juga diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan data laut nasional yang akurat guna menjamin keselamatan pelayaran, mendukung eksplorasi sumber daya laut, serta memperkuat kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Dalam pelayaran perdananya menuju Indonesia dengan sandi “Operasi Dhruva Samudra-26”, KRI Canopus-936 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhono menempuh jarak kurang lebih 12.798,5 Nautical Mile (Nm) dari galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman sejak 14 Maret 2026, dengan sejumlah persinggahan internasional sebelum akhirnya tiba di Jakarta. Selain memastikan kesiapan operasional, pelayaran tersebut juga mengemban misi diplomasi TNI AL di berbagai negara sahabat.

Di hadapan awak media, Kasal menyampaikan bahwa selain fungsi ilmiah, KRI Canopus merupakan kapal survei yang juga dapat difungsikan sebagai kapal SAR kapal selam atau submarine rescue pertama yang dimiliki TNI AL.

Kapal ini memiliki kemampuan mendukung operasi militer dan keamanan laut, termasuk pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim.

Kasal juga menegaskan bahwa TNI AL juga telah melaksanakan berbagai pelatihan bagi para pengawak KRI Canopus-936 guna meningkatkan profesionalisme serta penguasaan teknologi modern kapal survei. Selain di luar negeri, pelatihan juga dilaksanakan di Indonesia yang telah memiliki sekolah hidrografi sebagai sarana pendidikan dan pengembangan kemampuan personel TNI AL di bidang hidro-oseanografi.

  👷  TNI AL  

Selasa, 12 Mei 2026

TNI AL Persiapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

  Akan dimodernisasi di PTPAL https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi diberitakan akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

Angkatan Laut Indonesia sedang mempersiapkan beberapa pangkalan untuk menampung kapal induk Giuseppe Garibaldi seiring Jakarta semakin dekat untuk mengakuisisi kapal tersebut dari Italia, kata Kepala Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali pada hari Senin.

Ali mengatakan personel telah ditugaskan dan akan segera dikirim ke Italia, sementara angkatan laut sedang mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung operasi kapal yang akan menjadi kapal induk pertama Indonesia.

Kami juga sedang mempersiapkan beberapa pangkalan di Indonesia,” kata Ali kepada wartawan di dermaga Kolinlamil di Jakarta, tanpa mengungkapkan lokasi atau kemajuan pembangunan.

Persiapan ini dilakukan saat Angkatan Laut Indonesia menunggu koordinasi lebih lanjut dari Kementerian Pertahanan, yang menangani negosiasi dengan perusahaan pembuat kapal Italia Fincantieri mengenai transfer kapal tersebut.

Ali mengatakan ia berharap Giuseppe Garibaldi dapat tiba di Indonesia sebelum peringatan Hari Jadi Tentara Nasional Indonesia pada Oktober 2026.

Kapal induk tersebut dibangun oleh perusahaan pembuat kapal Italia Fincantieri, perusahaan yang sama yang memproduksi kapal perang Indonesia yang baru diperoleh, KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.

Kapal sepanjang 180,2 meter ini mampu mencapai kecepatan hingga 30 knot, atau sekitar 56 km/jam, dan dilengkapi untuk membawa pesawat tempur.

Persenjataannya meliputi peluncur delapan laras Mk.29 untuk rudal anti-pesawat Sea Sparrow atau Selenia Aspide, dua meriam Oto Melara 40L70 DARDO, tiga tabung torpedo 324 mm, dan rudal anti-kapal Otomat Mk 2.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pada bulan Maret bahwa kapal induk tersebut akan menjalani modifikasi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara, dengan pekerjaan yang akan dilakukan oleh perusahaan pembuat kapal milik negara PT PAL.

Insya Allah, Garibaldi akan tiba di Indonesia pada tahun 2026, dan kami akan memperbaruinya karena PT PAL memiliki kemampuan tersebut,” kata Sjafrie saat itu.

Sjafrie tidak merinci bagian mana dari kapal induk yang akan dimodifikasi, tetapi mengatakan bahwa dana telah disiapkan untuk pekerjaan tersebut.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan Indonesia diharapkan menerima Giuseppe Garibaldi sebagai hibah dari pemerintah Italia. Kapal tersebut, yang dibangun oleh Fincantieri, sebelumnya bertugas sebagai bagian dari armada angkatan laut Italia.


   antara  

TNI AL Perdalam Kajian Teknologi Penerbangan Strategis

  Dalam Kunjungan ke Italia 
TNI AL lakukan kajian pada pesawat A-Viator untuk pengawasan udara, heli angkut AW149 dan heli anti kapal selam NH90 NFH (Dispenal)

Sebagai bagian dari upaya memperdalam kajian teknologi penerbangan strategis guna mendukung penguatan kedaulatan maritim Indonesia, delegasi TNI AL yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H. melaksanakan kunjungan kerja strategis delegasi TNI AL ke pusat industri penerbangan Italia pada 5 hingga 11 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi TNI AL meninjau fasilitas produksi Vulcanair S.A. di Casoria, Naples, Italia, dengan fokus pada pesawat A-Viator (AP68TP-600), pesawat twin turboprop berkonfigurasi high-wing yang dirancang untuk mendukung efisiensi operasional tinggi.


Pesawat tersebut memiliki kapasitas 11 personel yang terdiri dari dua pilot dan sembilan penumpang serta dilengkapi retractable landing gear guna meningkatkan performa kecepatan.

Bagi TNI AL, platform ini dinilai memiliki fleksibilitas tinggi untuk mendukung berbagai misi khusus seperti pengawasan udara, pemetaan fotogrametri, hingga pengoperasian kamera FLIR untuk kebutuhan pengintaian dan deteksi jarak jauh.

Rangkaian kegiatan selanjutnya dilaksanakan di Leonardo Helicopters dengan menerima paparan mendalam terkait dua platform helikopter modern, yaitu AW149 dan NH90 NFH (NATO Frigate Helicopter).


AW149 merupakan helikopter militer medium multi-peran dengan bobot maksimal 8,6 ton dan mampu mengangkut hingga 16 personel bersenjata lengkap.

Helikopter ini memiliki kemampuan operasional segala cuaca serta konfigurasi fleksibel untuk mendukung misi SAR, evakuasi medis, hingga close air support.

Sementara itu, NH90 NFH dirancang khusus untuk operasi maritim dengan kemampuan anti kapal selam (ASW) melalui sistem dipping sonar SONICS Flash Mk1 dan pemrosesan sonobuoy.

Helikopter tersebut juga mampu membawa torpedo MU90 dan rudal anti-kapal Marte ER sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan laut modern.

  𒎓 TNI AL  

Kamis, 07 Mei 2026

KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia

  KRI terbaru hasil produksi lokal KRI Canopus 936 tiba di Indonesia disambut KRI Bung Tomo 357 (Dispenal)

Kapal perang terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, resmi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Selasa (6/5).

Kedatangan kapal Bantu hidro-oseanografi jenis ocean going atau penjelajah samudera tercanggih ini mendapat sambutan khusus melalui sinergi unsur laut dan udara di Selat Sunda.

Pesawat udara Casa 212-200 MPA P-8202 dari Wing Udara 1 melakukan flypast atau terbang rendah sebagai bentuk penghormatan saat kapal buatan Jerman tersebut melintasi batas laut kedaulatan nasional. Mayor Laut (P) Musmuliadi yang mengawaki pesawat tersebut juga melaksanakan komunikasi radio dan pengambilan foto udara (photo exercise) di atas dek kapal sepanjang 105 meter itu.

Sebelum menyentuh perairan nusantara, kapal hasil kolaborasi galangan Abeking & Rasmussen Jerman dengan PT Palindo Marine Batam ini telah menempuh misi panjang lintas benua sejak Maret 2026.

KRI Canopus-936 tercatat sukses menaklukkan ganasnya Samudra Atlantik Selatan sebelum menuntaskan etape terakhir di Mauritius pada akhir April lalu. Dalam pelayaran sejauh ribuan mil laut tersebut, seluruh sistem robotik dan perangkat riset bawah laut tetap berfungsi presisi.

Pesawat Casa 212-200 MPA P-8202 melakukan terbang rendah (flypast) sebagai penghormatan atas kedatangan KRI Canopus-936 di wilayah yurisdiksi Indonesia. (Dok. Wing Udara 1 Puspenerbal)

Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Dani Widjanarka, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan awak pesawat dalam penyambutan alutsista maritim tersebut. Beliau menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam mendukung kehadiran armada riset masa depan Indonesia.

Terima kasih atas pelaksanaan giat tersebut. Tetap perhatikan keselamatan terbang selama di daerah operasi,” tegas Dani mengapresiasi kinerja kru pesawat P-8202, dikutip dari keterangan Puspenerbal.

Kapal yang diawaki oleh 93 prajurit pilihan ini membawa teknologi mutakhir berupa kendaraan bawah air otomatis (Autonomous Underwater Vehicle) dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh (Remotely Operated Vehicle) yang mampu memetakan dasar samudra hingga kedalaman 11.000 meter.

Kehadiran KRI Canopus-936 kini memperkuat tugas Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) dalam memetakan kekayaan bawah laut serta menjaga kedaulatan maritim nasional dengan akurasi data yang lebih tajam. (at)

  👷  IDM  

Jumat, 01 Mei 2026

Peluncuran Rudal Exocet B3 KRI GNR 332

 ⚓️ 🚀 Latopslagab 2026 KRI GNR 332 menembakkan rudal Exocet B3 dalam Latopslagab 2026 menghancurkan target (eks KRI Teluk Hading) (Kodiklat)

Dalam menghadapi era peperangan modern, TNI melaksanakan Latihan Operasi Serangan Gabungan (Latopslagab) secara masif di Perairan Karimun Jawa, Kamis (23/4).

Latihan ini melibatkan 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat tempur F-16 TNI AU yang berhasil menghancurkan sasaran eks-KRI Teluk Hading dengan cepat melalui serangan terintegrasi.

Kegiatan diawali dengan penembakan Rudal Exocet MM40 Block 3 oleh unsur KRI, dilanjutkan Operasi Udara Lawan Laut (OULL) oleh tiga pesawat F-16 yang menjatuhkan bom MK-12 dengan presisi tinggi.

Selain itu, dilaksanakan pula Artillery Duel oleh Striking Force TNI AL yang berhasil menghancurkan sasaran darat di Pulau Gundul.

Latihan ini merupakan demonstrasi kekuatan nyata (show of force) dan bukti interoperabilitas matra laut dan udara. Selain menguji kemampuan teknis, kegiatan ini juga berfungsi sebagai daya tangkal (deterrence) guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  🚀  Garuda Militer  

Minggu, 26 April 2026

TNI AL Punya ‘Shahed’ Versi Lokal

Kenali KI50: Drone Kamikaze Delta Wing Buatan Dalam Negerihttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguBZuFygR7Yj4Jv-x06hpkSpd0RHzxrJybJM_KgAR1dDLA-oPykMkclLwjvqkgzC6Wgs4jdNc_dAALT3Z1BPQ3ETlSwkVZ5V1cQYb2NOyNIxJ6s7O_mmqTP3Azum80zOLazC0QEz4ZEBIGc4KKyRDEU3TmBUtBIzex2AxJFVQBzXwLyRKaPIM4KZPBJU2i/s1600/IMG_0545.jpegDrone kamikaze KI50 dalam Latopslagab 2026 (Dispenal)

Kemunculan drone kamikaze HDS NSS (Next-gen Strike System) buatan Malaysia yang berdesain ala ‘Shahed-136’ di Defence Services Asia (DSA) 2026, telah memantik perhatian netizen di Tanah Air, pasalnya, Indonesia sebenarnya lebih dulu menampilkan, bahkan telah menguji coba drone kamikaze (loitering munition) bersayap delta tersebut.

Punya dimensi mini mirip HDS NSS, drone kamikaze yang dimaksud adalah KI50 Loitering Attack Drone, produk pengembangan dari Batekhan Kemhan dan PT AKM Teknologi Nuswantara, yang telah digunakan oleh TNI AL dalam latihan pertempuran.

Drone Kamikaze ini telah beberapa kali menjalani uji coba dan sudah masuk produksi massal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZkzH82HXkBlKGlWyLcHl7b1_YWpJUnS87SfNxZrjQWMYQyh4JxT_-xB5CB0SkNCIXGbZRgobq0DiOPBz-vlOJCaoHMI0a8wYQ_qjsOX-M5KJ0USYQi02BLosToF12BQ4ICxNaMfeKYESRQT8UcykoR2PbC4aXIRqrw5N-tuEdsZhJDQyZFzQfMgGDuSCo/s500/IMG_0553.jpegSketsa desain drone KI50 (ist)

Dari spesifikasi yang beredar di media sosial, disebut KI50 punya lebar bentang sayap (wingspan) 1,5 meter, sebagai perbandingan HDS NSS punya Malaysia lebar bentang sayapnya 1,2 meter. Panjang badan keseluruhan KI50 adalah 1,2 meter dan berat maksimum saat lepas landas (MTOW) mencapai 12 kg.

Drone kamikaze yang dioperasikan TNI AL ini mengandalkan propusli elektrik, sistem pemandu mengadopsi Global Navigation Satellite Systems (GNSS).

Bicara aspek serangan, KI50 mengusung hulu ledak HE (High Explosive) fragmentation dengan berat 3 kg. Diluncurkan dengan catapult (ketapel), KI50 mampu melesat dengan kecepatan jelajah 90 km per jam, dan kecepatan saat serangan lebih dari 130 km per jam.

Beroperasi di ketinggian rendah, ketinggian terbang KI50 adalah 150 meter dan mampu mengudara (endurance) terbang selama kurang lebih 40 menit. (Bayu Pamungkas)

 ♖ Indomiliter  

Jumat, 24 April 2026

Unsur KRI Koarmada II Tunjukkan Kekuatan Tempur

 ⚓️ Pada Puncak Latihan Operasi Laut Gabungan TA. 2026 KRI Sampari tembakan rudal C705 (Dispenal)

Unsur koarmada II, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan KRI Sampari-628 yang tergabung dalam Satgas Penembakan Senjata Khusus Kogaslagab berhasil menembakkan rudal pada latihan puncak Latopslagab TA. 2026 yang digelar di Laut Jawa, perairan Kepulauan Karimun Jawa, Kamis (23/4). Aksi ini menjadi momen krusial dalam menunjukkan kesiapan tempur prajurit Jalasena dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman di laut.

Dalam pelaksanaan latihan, Dansatkor Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S. selaku Dansatgas Baksus onboard di KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang di Komandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas menembakkan rudal Exocet MM 40 Blok III dengan sasaran eks KRI Teluk Hading-538 yang telah purna tugas sebagai alutsista TNI AL.

Sementara itu, KRI Sampari-628 yang di Komandani Letkol Laut (P) Eko Darmawan melaksanakan penembakan rudal C-705 juga berhasil mengenai sasaran Pulau Gundul di wilayah Kepulauan Karimun Jawa. Seluruh rangkaian penembakan berlangsung aman, dan sesuai rencana, menegaskan profesionalisme serta akurasi tinggi prajurit TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan latihan ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsuddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dari atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sementara itu, Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Pangkogaslagab memimpin seluruh unsur yang tergabung dalam Kogaslagab dari KRI Brawijaya-320. Kehadiran pimpinan tertinggi pertahanan negara tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kesiapan operasional TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Pada latihan ini melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI AL yang terbagi dalam unsur tugas penembak, pengamanan, dan bantuan. Selain itu, pesawat udara, helikopter, serta drone turut dilibatkan untuk mendukung jalannya latihan secara terintegrasi, sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.

Sebelum mencapai puncak latihan, berbagai serial latihan telah dilaksanakan saat menuju daerah latihan (Rahlat). Seluruh rangkaian ini dirancang untuk mengasah kemampuan taktis, koordinasi, serta interoperabilitas antar unsur dalam menghadapi skenario operasi gabungan.

Latopslagab TA. 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan tempur, tetapi juga wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Momentum ini sekaligus mempertegas semangat juang serta profesionalisme prajurit Jalasena dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim yang semakin dinamis.

 ⚓️ 
Aksara Indonesia  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...