Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2026

TNI AL Siapkan 310 Personel untuk Jadi Awak Kapal Induk KRI Sriwijaya

   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWD-c9Q3xCRxJqs_XTc07pVJGoIsgZlH9ReGaMjw8yDqgX1pmGcamxApxRmt_nEuddd0GQOwrZIbGftc0PYT2OK2Te5ClGjKQBcf7tGCilPZrS5VyertemC-dMF0JMfXzXHQVE6sz0YQtq63C3k5yh2EE0dbUe8-wKHNjJJUXeCcqesAepEwdvi0DKcvn/s1200/IMG_0755.jpegITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan 310 personel untuk menjadi calon awak kapal induk KRI Sriwijaya.

Dikutip dari siaran pers Komando Armada (Koarmada) RI di Jakarta, Kamis, dijelaskan upaya penyiapan itu dilakukan dengan cara memberikan berbagai pelatihan kepada para calon awak kapal.

"Materi diberikan sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap prajurit, sebelum mengemban tugas sebagai pengawak KRI Sriwijaya," ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah.

Para pengajar yang dihadirkan dipastikan memiliki latar belakang yang relevan dengan kebutuhan pengetahuan para calon awak kapal.

Salah satu yang telah memberikan pengarahan kepada para calon awak kapal, yakni Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Gedung Canopus, Kolat Armada RI, Jakarta Utara, Rabu (16/9).

Kendati demikian, Wishnu tidak menjelaskan secara rinci materi apa saja yang diberikan kepada para personel.

Dia juga tidak menjelaskan secara rinci sejak kapan proses pendidikan tersebut berlangsung. "Dapat dipastikan pembentukan calon pengawak dilaksanakan melalui pelatihan yang terarah, disiplin dan berorientasi pada kesiapan operasional," kata dia.

Dengan adanya pelatihan tersebut, TNI AL berharap para calon awak kapal KRI Sriwijaya mendapatkan ilmu yang cukup agar mampu mengawaki kapal induk dengan lebih maksimal. .

    antara   

Kamis, 17 September 2026

ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Indonesia

  Dikawal Brawijaya dan Prabu Siliwangi https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWD-c9Q3xCRxJqs_XTc07pVJGoIsgZlH9ReGaMjw8yDqgX1pmGcamxApxRmt_nEuddd0GQOwrZIbGftc0PYT2OK2Te5ClGjKQBcf7tGCilPZrS5VyertemC-dMF0JMfXzXHQVE6sz0YQtq63C3k5yh2EE0dbUe8-wKHNjJJUXeCcqesAepEwdvi0DKcvn/s1200/IMG_0755.jpegITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)

Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, akhirnya memasuki perairan Tanah Air.

Kedatangan kapal dengan nomor lambung 551 itu terlihat dalam sejumlah foto yang diterima dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal).

Garibaldi terlihat berlayar di tengah laut dengan dua fregat TNI Angkatan Laut (AL) berada di sisi kiri dan kanannya.

Kedua kapal pengawal tersebut merupakan fregat kelas Brawijaya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Ketiganya berlayar dalam satu formasi saat Garibaldi memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Dari udara, Garibaldi tampak menempati posisi di tengah formasi.

Dua fregat TNI AL bergerak di sisi kanan dan kiri kapal dengan jarak tertentu.

Jejak putih dari buritan ketiga kapal terlihat membelah permukaan laut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaeGkfFAqf8BLCBcKa0vhtzcPbYCLlmjaf5UvY3xf91Twbw5ikmeESEqGdHbfMp4VNwMnf6hKf4JKY6w7ulp9Frkk76Kq16L8bSf0jUodOA_bYPI-UlxTgZysLTV_AY1-xWy2rdOMEUvXn0oNJj4ru5JyxOwvvH3gisKn2rYUtN7-LqBBhkLeb0XwOxHOe/s720/IMG_0750.jpegFormasi tersebut memperlihatkan pengawalan terhadap Garibaldi sepanjang pelayarannya memasuki wilayah perairan Indonesia.

Di bagian atas bangunan kapal, nomor lambung 551 terlihat jelas. Bendera Italia juga berkibar di dekat struktur anjungan kapal.

Sementara itu, salah satu foto memperlihatkan sebuah pesawat angkut bermesin turboprop terbang rendah di atas laut, tepat di depan Garibaldi.

Pesawat tersebut terlihat berada dalam satu rangkaian kegiatan pelayaran dengan kapal.

Kapal induk ini akan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026,” kata keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), dikutip Kamis (17/9/2026).

Menurut rencana, kedatangan kapal induk akan disambut oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Ada juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny, serta para pejabat pemerintah lainnya.

Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL dalam memperkuat Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas Presiden RI,” jelas Dispenal.

Adapun Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air pada Senin (24/8/2026) malam waktu Italia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbaAl76nivNfoRqpKcFBWaCTVzq02LqxB9b4WiK6AsNnDskvVhwltmPmYXYwD1U1kl7s74-zJSzxgmx3fLJ8e6tJATVwy-H5tHZE5A8QdnITxQeZyEfOmfajov53l2WFG1tvtC-Rfu3Vm84OVPfxStUysd2cDO53QP7ORROGzsaA6xdejqFxP7S8Q2VYJS/s1726/IMG_0744.jpegBenar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026) malam.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

Menurut rencana, pelayaran akan memakan waktu selama 3 pekan sehingga kapal diperkirakan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

Sebelum pelayaran ini, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu.

Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, 14 Juli 2026.

Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas dia. .

    Kompas   

Minggu, 13 September 2026

Garibaldi Tinggalkan Pelabuhan Kolombo Menuju Indonesia

  Akan diubah menjadi KRI Sriwijaya https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqCBIR0ip6eKp3P9K76WxQ1MYYAdlkob1z90mlXmAaMLQ6iYXrAVKQaa5v6rdC1l38kWmJNMdifnAnlnmsZyrxUy64s7_g0g601JMzZUzPZsOnqyiFcQYD4IOOgiajlhjDDQ3YEHACcLKVU_vYw9lR4WWYYPTprDaV6GZswpzqfTZyGVKfOAbg_81gIWB/s1500/IMG_0741.jpegITS Garibaldi bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) bertolak dari Pelabuhan Kolombo pada Sabtu (12/9/2026), menuju Indonesia. Hal itu setelah kapal induk produksi Fincantieri, Italia tersebut menuntaskan proses singgah untuk pengisian ulang logistik dan layanan.

Selama Garibaldi berada di Pelabuhan Kolombo, Komandan ITS Giuseppe Garibaldi Kapten Marco Guerriero melakukan kunjungan kehormatan kepada Komandan Wilayah Angkatan Laut Barat Sri Lanka Laksamana Muda Harsha De Silva di Markas Komando Angkatan Laut Wilayah Barat.

Para anggota awak kapal juga mengunjungi sejumlah objek wisata di sekitar Kolombo selama singgah di pelabuhan tersebut.

Adapun Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis (17/9/2026). Informasi terbaru, nantinya kapal induk tersebut disematkan nama KRI Sriwijaya.

Sementara itu, TNI AL dipastikan memberi nama baru bagi kapal induk Garibaldi setiba di Indonesia.

"Saat ini Garibaldi sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia dan diperkirakan akan tiba pada 17 September 2026," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul kepada Republika di Jakarta, Jumat (11/8/2026).

Disinggung penamaan Garibaldi diubah menjadi KRI Gajah Mada yang belum pasti, ia meminta publik menunggu pengumuman resmi. Pun kabar Garibaldi diubah menjadi KRI Sriwijaya, Tunggul menegaskan, TNI AL masih meminta persetujuan dari pimpinan.

Hanya saja, ia tidak menjelaskan, pimpinan itu apakah di TNI AL, Menhan RI, atau bahkan Presiden RI. "Untuk penamaan resmi masih dalam proses administrasi dan persetujuan dari pimpinan atas," ucap Tunggul.

    Republika   

Sabtu, 12 September 2026

KSAL Sebut RI Ditawari Kapal Selam Interim

 Diketahui mendapatkan penawaran kapal selam dari China, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Turki, dan Spanyol Type 212NFS kapal selam Italia yang akan diluncurkan pada pertengahan 2028 dan berteknologi Li Ion termasuk yang ditawarkan ke Indonesia (Fincantieri)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa Indonesia telah ditawari kapal selam interim oleh sejumlah negara.

"Ada beberapa negara yang sudah menawarkan, dan bisa jadi kita akan membeli dari beberapa negara yang sudah menawarkan itu," kata Ali di Auditorium Yos Sudarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kapal selam interim adalah kapal selam sementara sembari menunggu pengerjaan kapal selam selesai.

Namun demikian, Ali tidak menjelaskan lebih lanjut negara mana saja yang dimaksud.

Selain kapal selam konvensional, Ali mengungkapkan TNI AL bekerja sama dengan PT PAL juga akan membangun kapal selam tanpa awak atau kapal selam otonom (KSOT).

Menurutnya hal tersebut dinilai lebih efektif dan efisien.

Selain itu, TNI AL juga berencana mengadakan kapal selam kecil atau midget submarine.

"Mungkin juga kita akan mengadakan kapal selam jenis itu," ucapnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya tersebut bisa dilakukan TNI untuk mengisi kekuatan laut.

Kendati demikian, Ali menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah.

"Jadi hal-hal itu sangat memungkinkan, tapi keputusannya semua berada di Kementerian Pertahanan," tuturnya.

 Menunggu kapal selam Scorpene selesai

Diketahui rencana TNI AL mengadakan kapal selam interim dilakukan sambil menunggu Scopene selesai dibangun.

Pembangunan Scopene sendiri membutuhkan waktu 7-8 tahun.

Di sisi lain Indonesia hanya memiliki 4 kapal selam. Berbeda dengan sejumlah negara di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 4 kapal selam.

"Dan selama delapan tahun kekosongan ini, kita hanya memiliki empat kapal selam. Yaitu satu kelas Cakra, kemudian yang tiga kelas Nagapasa," kata Ali. .

   👷  Kompas  

Rabu, 09 September 2026

TNI AL Pertimbangkan Penggunaan Drone Bawah Air untuk Tingkatkan Pertahanan Maritim

  KSOT hasil rancangan & produk PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali menguraikan rencana untuk berkolaborasi dengan industri pertahanan dalam negeri untuk mengembangkan drone bawah laut, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan pengawasan maritim negara.

"Teknologi bawah laut berkembang pesat. Angkatan Laut Indonesia terus mempelajari cara untuk memanfaatkan drone bawah laut untuk mendukung operasi pengawasan dan pengintaian di wilayah maritim kita," kata Ali di sini pada Rabu (9 September).

Menurut Kepala Angkatan Laut, drone bawah laut sangat efektif untuk tujuan pemantauan karena dapat dengan mudah menavigasi selat sempit di perairan strategis Indonesia, termasuk Jalur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Ali mencatat bahwa jangkauan jelajahnya yang lebih luas akan memungkinkan drone untuk mendeteksi pergerakan kapal asing dan mengantisipasi masuknya kapal secara ilegal ke perairan Indonesia.

Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memetakan kontur dasar laut kepulauan. Dengan memperoleh data kelautan yang akurat, Angkatan Laut bertujuan untuk membuat peta bawah laut terperinci yang menunjukkan arus laut, pola pasang surut, dan kondisi dasar laut, termasuk terumbu karang dan bangkai kapal.

Operasi-operasi ini, tambah Ali, dapat dilakukan tanpa biaya tinggi yang terkait dengan pengerahan kapal permukaan berawak sekaligus memastikan keselamatan personel.

Sementara itu, Alman Helvas Ali, seorang analis pertahanan dari Marapi Consulting, menekankan dalam siaran pers baru-baru ini bahwa pemerintah harus memahami secara menyeluruh karakteristik kompleks perairan Indonesia sebelum memperluas infrastruktur pertahanan maritimnya.

"Di wilayah barat, laut kita cenderung dangkal, sedangkan wilayah timur terdiri dari perairan dalam. Setiap wilayah memiliki kepadatan air, salinitas, dan suhu yang berbeda," jelasnya.

Ia mencatat bahwa data oseanografi ini harus terus diperbarui agar Angkatan Laut dapat memaksimalkan efektivitas sistem senjata utamanya, seperti kapal selam dan kapal permukaan. Namun, analis tersebut mengakui bahwa Angkatan Laut dan industri dalam negeri belum memiliki teknologi khusus yang dibutuhkan untuk mendukung operasi pemetaan bawah air tingkat lanjut secara optimal.

Ia menyarankan agar Angkatan Laut mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan pemain industri pertahanan global. Selain menyediakan opsi pengadaan yang lebih cepat, kemitraan internasional semacam itu juga dapat membantu meningkatkan kemampuan teknologi sektor pertahanan dalam negeri Indonesia.

   👷  antara  

Selasa, 08 September 2026

Prabowo Ingin TNI AL Perbanyak Pengadaan Kapał LCM dan LCVP

 Untuk antisipasi berbagai macam bencana Ilustrasi KRI TNI AL [TNI AL]

Presiden RI Prabowo Subianto berencana menambah lebih banyak kapal-kapal berjenis kapal pendarat mekanis (landing craft mechanized/LCM) dan kapal pendarat kendaraan dan personel (landing craft, vehicle, personnel/LCVP). Hal itu mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak gugusan pulau-pulau yang kecil.

Prabowo menjelaskan keberadaan kapal-kapal itu berguna untuk mengirimkan bantuan dan personel ke pulau-pulau kecil manakala daerah tersebut terdampak bencana. Hal itu belajar dari pengalaman pengiriman bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa belum lama ini.

"Catatan bagi kita, bagi Angkatan Laut ya, saya kira dari sekarang kita perlu pesan lebih banyak LCVP ya, dan LCM, saya kira kita butuh lebih banyak karena pulau-pulau kita banyak dan kecil-kecil, supaya (terbuka) aksesnya," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026), membahas penanggulangan bencana gempa NTT.

Pembahasan mengenai rencana pembelian LCM dan LCVP itu diawali dengan permintaan tambahan kapal untuk kepentingan mitigasi bencana di NTT, yang disampaikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Permintaan kapal itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksda Joni Sudianto.

"Saat ini, kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak. Namun, posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon dapatnya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang stand by di Kupang sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Joni dalam laporan kepada Prabowo.

Mendapat saran itu, Prabowo yang duduk didampingi Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari langsung memerintahkan jajarannya untuk mencatat permohonan dari Dankodaeral VII tersebut. "Baik, ya tolong dicatat," ujar Prabowo yang juga didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Prabowo mengatakan, pengerahan itu nanti di bawah perintah langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. "Ya nanti kita koordinasi dengan Panglima TNI ya. Di sini ada Kepala (Badan) Logistik (Pertahanan) nanti bisa dikirim ya? Jadi dua kapal patroli jenis FPB 57 ya. Itu cukup? Dua kapal itu cukup?" ucap Prabowo kepada Joni.

Menurut Joni, dua kapal patroli FPB 57 cukup untuk kebutuhan mitigasi dampak bencana. "Di NTT dan NTB sendiri kondisinya pulau-pulau kecil sehingga apabila kapalnya terlalu besar kesulitan untuk fasilitas labuhnya sehingga menurut kami dengan analisis operasional dua kapal FPB sudah cukup Bapak Presiden," ujar Joni VII menjawab pertanyaan Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menanyakan keberadaan LCM kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. "Di LPD itu dua LCM, biasanya stand by di dalam LPD. Sekarang, ada KRI Semarang, kalau tidak salah dia ada di sana (perairan NTT)," kata Ali menjawab pertanyaan RI 1.

Ali menyebutkan, total ada dua kapal yang bersiaga di perairan NTT untuk penanganan pascabencana disekitar wilayah Manggarai. Keduanya adalah KRI Semarang-594 dan satu LST berjenis Frosch.
 

  Republika  

Kamis, 03 September 2026

Koarmada II Latihkan Rencana Pergerakan Unsur Pada Sailing Pass Naval Parade HUT Ke-81 TNI

 Gelar Tactical Floor Game https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTQdcM_TbYuEHrSA9IOFQt7Pst9ky9Ywc2Muj_8KolznFD_4_5GcVRQboij5bcOS1XaQv5zB6LDL5kKfJ9oZJoqe4kXZ9R8rLDRRv5nd037-vqdSAVsQ6vC_xlWm7q7wY8A40dnYGGL-KB1bBAxh7WlO2UQUFQ0DQC-3lFE3FY9hQIXvm7i3Eb3WRXJESU/s1170/Gelar%20Tactical%20Floor%20Game,%20Koarmada%20II%20Latihkan%20Rencana%20Pergerakan%20Unsur%20Pada%20Sailing%20Pass%20Nava.webpGelar Tactical Floor Game dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang direncanakan digelar di perairan Teluk Jakarta (Koarmada II)

Panglima Koarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., memimpin Tactical Floor Game (TFG) Sailing Pass Naval Parade dalam rangka memperingati HUT Ke-81 TNI, bertempat di Gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Koarmada II, Surabaya, Rabu (2/9).

TFG dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan dan pemahaman seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang akan digelar di perairan Teluk Jakarta. Kegiatan ini membahas secara detail manuver unsur KRI, Pesawat udara serta kesiapan seluruh prajurit pendukung demo laut, udara, dan Pasukan Khusus Laut (Pasusla).

Dalam arahannya, Pangkoarmada II menekankan pentingnya seluruh peserta memahami rangkaian kegiatan secara menyeluruh, sekaligus menguasai tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur.

Secara umum seluruh kegiatan rangkaian harus dipahami, sehingga setiap unsur mengerti tahapan pelaksanaan dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” tegas Pangkoarmada II.

Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap tim dan unsur, baik KRI, Pesud maupun unsur pendukung lainnya, harus mempersiapkan diri secara matang sehingga tercipta orkestrasi yang tepat dan mampu bekerja sebagai satu kesatuan. Setiap unsur juga dituntut memahami setiap perubahan situasi dan manuver yang telah direncanakan.

Pangkoarmada II juga menekankan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan. Seluruh unsur, termasuk pesawat yang terlibat, diminta senantiasa dalam kondisi siap dan memastikan seluruh perlengkapan telah diperiksa serta dipersiapkan dengan baik sesuai waktu yang tersedia.

Selain kesiapan unsur, komunikasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan Naval Parade.

Pangkoarmada II mengingatkan agar jaring komunikasi antara Pengendali Utama dengan seluruh unsur demo laut, udara, dan Pasusla dapat terjalin dengan baik serta tidak mengalami kendala maupun kepadatan komunikasi.

Kunci terakhir adalah komunikasi. Pengendali utama harus yakin bahwa komunikasi benar-benar terjalin dengan seluruh unsur,” tegasnya.

   Koarmada II  

Kamis, 27 Agustus 2026

Calon Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bukan "Game Changer" Kekuatan TNI AL

   Akan tiba di RI Bulan Depan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphym2zFh4V7VvkhMGw1tpQ52ALft9Vcff-dNKgnmIBBfdJ6rDRGBphjBBr1kl0bT2z9gzxU97BKGqb9SyOVYaePeoLEnYIWUYtGdpdCLOdfLoUSwAQZVcGuV9UDArUxbq38C6w3FyQXRCl4CnfYpP0jXrYwS4KbGKlV_7LIa8iVUrfSWyRrDQ495c_5S0/s1125/daftar-terbaru-negara-paling-berkuasa-di-dunia-ada-indonesia-1784271923568.jpeginfografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (CNBC)

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menilai Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, bukanlah game changer bagi kekuatan TNI AL.

Menurut Connie, perubahan besar justru dapat terjadi jika Garibaldi dimanfaatkan untuk mentransformasi doktrin dan cara operasi TNI AL.

Menurut saya juga Garibaldi itu bukanlah game changer. Karena yang bisa jadi game changer itu adalah transformasi doktrin,” kata Connie kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2026).

Ia menilai Garibaldi dapat menjadi bridge capability atau kemampuan transisi bagi Indonesia untuk belajar mengoperasikan kapal induk sekaligus membangun doktrin angkatan laut.

Menurut dia, Garibaldi dapat dimanfaatkan untuk membangun sejumlah kemampuan yang selama ini belum dimiliki TNI AL, mulai dari doktrin operasi kapal induk, pelatihan awak dek, penerbangan angkatan laut hingga struktur komando.

Dengan demikian, Garibaldi lebih tepat dipandang sebagai sarana belajar atau "sekolah" kapal induk bagi Indonesia, bukan sekadar simbol bahwa Indonesia kini memiliki kapal induk.

Kalau Garibaldi digunakan sebagai transitional carrier selama, misalnya, satu dekade untuk membangun doktrin, carrier aviation, deck crew gitu kan, command structure, ya Indonesia bisa menggunakan Garibaldi dengan nilai strategis yang besar,” ucap dia.

Namun, Connie mengingatkan agar Indonesia tidak berhenti pada kepemilikan platform.

Yang sekali lagi, dari platform-centric navy menjadi network maritime force,” tegas dia.

Ia menjelaskan, kapal induk tidak pernah beroperasi sendirian. Kapal tersebut membutuhkan kapal pengawal, kapal selam, pesawat pengintai, dukungan satelit, sistem komunikasi, hingga jaringan sensor yang terintegrasi.

Karena itu, tantangan Indonesia setelah Garibaldi tiba bukan hanya bagaimana mengoperasikan kapal tersebut, melainkan bagaimana menjadikannya bagian dari kekuatan armada yang terintegrasi.

Jadi, kalau kita bilang Garibaldi, sesungguhnya Indonesia itu dengan Garibaldi harusnya memaksa menjadi, atau belajar menjadi sesuatu yang lebih penting daripada hanya punya. Yaitu mengoperasikan sebuah kapal, how to fight as a fleet gitu. Jangan punya, hanya memiliki,” kata dia.

Connie menilai kemampuan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar mengejar prestise memiliki kapal induk.

Menurut dia, Garibaldi baru akan memiliki nilai strategis apabila keberadaannya mendorong Indonesia membangun budaya, doktrin, dan kemampuan untuk mengoperasikan kekuatan laut secara terpadu.

Dengan kata lain, Garibaldi bukan tujuan akhir, melainkan platform bagi Indonesia untuk belajar menjadi kekuatan maritim yang mampu beroperasi sebagai sebuah armada.

Diberitakan sebelumnya, Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air pada Senin (24/8/2026) malam atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu setempat.

Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Karo Infohan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026) malam.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka.

Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia. “Untuk detail rute pelayaran selanjutnya akan menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal,” ungkap Rico.

Sebelum pelayaran ini, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu.

Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/7/2026).

Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia. “Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas dia.


   Kompas   

Rabu, 26 Agustus 2026

Giuseppe Garibaldi Dikawal Fregat Italia Belayar ke Indonesia

   2 KRI Siap Sambut Saat Masuk Perairan Indonesia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhZhtXJRrvUiH9njjQwKBc2gp6qfAwSApaJw5InWT5PlLNPNbV7fmiDF16KNYCpgQ7IMVk7A8_e35f3TujN5uHB1YFSuRTEo9SGPzZ81TALfBTpe-2NtVzeEXnTw1TeiNZ6lV8WWL4rjSmrBbawLGoX6AaHfRlCRRRhyzTFlaHsYpRt4xAigdpAT-LE3nB/s596/Garibaldi.jfifKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (marina military)
TNI Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang tengah berlayar dari Italia menuju Indonesia mendapat pengawalan kapal fregat Italia selama melintasi Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab.

Selama melintasi Laut Merah-Teluk Aden-Laut Arab akan dikawal oleh beberapa kapal Fregat Italia,” kata Kadispenal Laksma TNI Tunggul, saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Setelah memasuki perairan Indonesia, Giuseppe Garibaldi juga akan mendapat pengawalan dari minimal dua kapal fregat TNI AL.

Dan rencananya akan ada pengawalan minimal 2 KRI fregat Indonesia dan pesawat udara Puspenerbal pada saat memasuki perairan Indonesia,” ucap dia.

Pesawat Puspenerbal juga direncanakan melakukan on board ke Giuseppe Garibaldi sebagai bagian dari rangkaian penyambutan kapal tersebut.

Sementara itu, Giuseppe Garibaldi akan dilibatkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.

Kapal perang eks Angkatan Laut Italia itu direncanakan ikut dalam kegiatan sailing pass yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-81.

Sesuai rencana awal Garibaldi rencananya akan dilibatkan sebagai salah satu unsur Sailing Pass dalam rangka HUT TNI ke-81,” kata Tunggul.

Kendati demikian, Tunggul belum menjelaskan lebih lanjut terkait rencana itu. Keterlibatan Giuseppe Garibaldi dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda awal setelah kapal itu berlayar dari Italia menuju Indonesia.

Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia pada Senin (24/8/2026) malam waktu setempat atau Selasa (25/8/2026) dini hari WIB. Perjalanan kapal tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar tiga pekan dan ditargetkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

Dalam pelayarannya menuju Indonesia, Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez, dengan agenda singgah di Jeddah, Arab Saudi, dan Colombo, Sri Lanka, sebelum melanjutkan pelayaran menuju Indonesia,” ungkap Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Selasa (25/8/2026).

Setibanya di Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan bakal menjalani proses penyesuaian sebelum nantinya digunakan oleh TNI Angkatan Laut.

Diberitakan sebelumnya, rapat paripurna DPR RI menyetujui permohonan pemerintah untuk menerima hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia, Selasa (21/7/2026).

Persetujuan itu diambil setelah DPR mendengarkan laporan Komisi I DPR RI mengenai hasil pembahasan permohonan penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri.


   Kompas   

Senin, 24 Agustus 2026

Kapal Induk Garibaldi Bakal Bernama KRI Gajah Mada

   Tiba di RI Bulan Depan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphym2zFh4V7VvkhMGw1tpQ52ALft9Vcff-dNKgnmIBBfdJ6rDRGBphjBBr1kl0bT2z9gzxU97BKGqb9SyOVYaePeoLEnYIWUYtGdpdCLOdfLoUSwAQZVcGuV9UDArUxbq38C6w3FyQXRCl4CnfYpP0jXrYwS4KbGKlV_7LIa8iVUrfSWyRrDQ495c_5S0/s1125/daftar-terbaru-negara-paling-berkuasa-di-dunia-ada-indonesia-1784271923568.jpeginfografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (CNBC)

TNI Angkatan Laut segera memiliki kapal induk baru bernama KRI Gajah Mada. Kapal itu merupakan ITS Giuseppe Garibaldi yang berangkat dari Italia malam ini.

"Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).

Ali menerangkan, kapal induk ini memang didatangkan langsung dari Italia. Nama asal sebelum KRI Gajah Mada adalah ITS Giuseppe Garibaldi dan akan berganti nama saat tiba di wilayah Indonesia.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," jelas dia.

Ali meminta dukungan doa agar perjalanan KRI Gajah Mada selamat sampai Indonesia. Dia mengatakan kapal itu akan tiba sekitar 15 hingga 20 September mendatang.

"Semoga selamat dalam perjalanan, sukses, karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia. Dan mudah-mudahan tanggal 20 atau tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," ucapnya.

KRI Gajah Mada akan berganti bendera setiba di Indonesia. Ali mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan ikut meresmikan kapal itu.

"Dan tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencana Bapak Presiden akan ikut meresmikan, hadir di onboard di kapal induk Gajah Mada. Dan nanti kapal induk itu juga dengan nama Gajah Mada akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menyatukan Nusantara," katanya.

Ali menambahkan, kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan helikopter Angkatan Darat. Dia memastikan kapal itu akan dipakai oleh semua matra TNI.

"Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk. Itu semangat persatuan kita dan menjaga kesatuan karena Bapak Presiden berpesan bahwa yang sangat berperan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI ini adalah TNI," ucap dia.

Seperti diketahui, dalam rapat paripurna DPR pada bulan Juli lalu telah disepakati penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia. Persetujuan diambil setelah seluruh anggota DPR yang hadir menyatakan setuju.

Persetujuan diambil saat rapat paripurna digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7). Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono menyampaikan laporan hasil pembahasan persetujuan penerimaan hibah alpalhankam dari luar negeri.

Ketua DPR Puan Maharani lalu meminta persetujuan forum paripurna atas laporan Komisi I DPR terkait penerimaan hibah tersebut. Para peserta rapat pun sepakat menyetujuinya.

"Kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?" tanya Puan.

"Setuju," jawab peserta rapat. (tsy/ygs)


   detik   

TNI AL Dinilai Harus Siapkan Kru Khusus

  👷  Untuk awaki kapal selam Scorpene Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

Mantan Asisten Perencanaan dan Pertahanan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asrenal KSAL) Laksamana Madya TNI (Purn) Iwan Isnurwanto menilai TNI AL harus menyiapkan calon awak khusus untuk kapal selam Scorpene yang saat ini sedang dibangun di PT. PAL Indonesia.

Hal tersebut harus dilakukan Scorpene merupakan kapal selam dengan karakteristik dan teknologi yang berbeda dengan empat kapal selam lain yang dimiliki Indonesia.

"Untuk personel pengawak Scorpene kemampuannya berbeda dengan kapal selam TNI AL lain yakni Nagapasa Class dan Cakra Class. Salah satunya karena ada teknologi Lithium-Ion Battery di kapal selam Scorpene sehingga kemampuannya harus disiapkan," kata Eks Asrena KSAL Iwan Isnurwanto saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu.

Pemanfaatan teknologi Lithium-Ion Battery akan membuat kapal selam Scorpene memiliki keunggulan dibanding kapal selam lain.

Salah satunya yakni daya tahan bawah air yang cukup lama yakni bisa 7-10 hari dengan kapasitas energi tiga kali lipat lebih besar dengan Nagapasa Class dan Cakra Class.

Selain itu, penggunaan baterai jenis ini membuat kapal selam mengisi daya dengan waktu lebih singkat yakni dua sampai tiga jam.

Tenaga yang dikeluarkan baterai ini pun bisa membuat kapal selam bergerak dengan kecepatan konstan walaupun kekuatan baterai tinggal 20 persen.

Iwan menjelaskan, keunggulan-keunggulan itu datang dari mesin dan baterai yang tidak pernah ada di kapal selam milik TNI AL.

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya pendidikan kru calon awak kapal Scorpene agar pengoperasian kapal bisa dilakukan secara maksimal.

"Berarti harus mengambil calon kru dari personel yang ada di (kapal selam) Nagapasa Class atau di Cakra Class, sehingga mereka disekolahkan agar mengoperasikan Scorpene Class," ujarnya.

Pria yang pernah menjadi komandan kapal selam KRI Cakra-401 dan kru inti kapal selam KRI Nanggala-402 ini menjelaskan bahwa para calon kru itu harus mempelajari berbagai macam teknis operasional kapal hingga langkah penanganan kedaruratan.

Tidak hanya latihan teknis saja, para kru juga harus menjalani latihan praktik agar lebih mendalami teknik pengoperasian kapal selam tersebut.

"Karena dibangunnya di PT PAL, latihannya di mana? On site training-nya di sini yakni PT PAL atau di Prancis selaku asal perusahaan yang memproduksi Scorpene)," ujar Iwan.

Dia berharap ragam kesiapan di bidang sumber daya manusia (SDM) itu dilakukan dengan matang oleh TNI AL demi memaksimalkan pengoperasian kapal selam Scorpene dalam menjaga laut Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyiapkan satgas khusus untuk dilatih agar dapat mengoperasikan kapal selam buatan Prancis, Scorpene.

"Untuk Scorpene ini kita sudah menyiapkan satgasnya, tapi memang belum kita terbitkan surat perintahnya, orang-orangnya sudah kita siapkan," kata Ali saat ditemui di Kesatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/7).

Tidak hanya mempersiapkan personel untuk mengawaki Scorpene, Ali mengatakan pihaknya juga mempersiapkan ragam kebutuhan yang diperlukan PT PAL selaku pihak yang akan ikut merakit Scorpene.

Salah satunya penunjukan kepala proyek dari TNI AL yang ditugaskan di PT PAL untuk membangun Scorpene.

"PT PAL juga sudah kita bangun, nanti itu fasilitas untuk mengangkat kapal selam dari darat ke laut maupun dari laut ke darat, itu sedang kita siapkan," kata Ali.

Ali menjelaskan kapal tersebut dirakit oleh PT PAL dan Naval Group (Perancis) di Surabaya. Proses pembuatannya juga memakan waktu cukup lama, yakni delapan tahun.

Karenanya, Ali berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan PT PAL sudah maksimal demi memperlancar proses pembangunan Scorpene. (*)


   👷  antara   

Selasa, 18 Agustus 2026

Prabowo Ajukan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual

 ⚓️ 🤝 Bersurat ke DPR ilustrasi KRI Ki Hajar Dewantara (Dispenal) 

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan ke DPR agar kapal perang latih milik TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara dijual.

Hal itu diketahui lewat pengajuan surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.

Surpres tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam forum Rapat Paripurna DPR ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027 yang digelar Selasa (18/8/2026).

"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara," kata Dasco.

Selain itu, Prabowo turut mengirim Surpres mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), calon Deputi Gubernur Senior BI, dan calon Deputi Gubernur BI.

Selanjutnya, ada pula Supres mengenai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

"Surat-surat tersebut telah dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib dan Mekanisme yang Berlaku," ujarnya. (cip)

 ⚓️  sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...