Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2026

TNI AL Gelar Latihan Pengoperasian Helikopter Di Atas Kapal Induk

   Penerbal Kerahkan 5 Helikopter https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitV6Ly009RJqFIeStAe6vL2zxQ1WB0KnZeJ2WxnG8F78C3iKxc54OJUAWA9-qIlR89G0yl6yydcaRx6b-bYVRGdc4qE9127qmmSadlVyC6v9zNf-91M6tFDL4z8AWDqd6GxerYZjtclP3CI7-UtGDilTtmHhrDU72HFbERfqaJvf9CuAprHk1O2cf74D1b/s831/result_kri3.webp5 Helikopter TNI AL mengikuti latihan di atas deck KRI Sriwijaya-100, Senin (2/11/2026) (Ho-Humas TNI AL)

TNI AL menggelar latihan pengoperasian helikopter di atas kapal induk pertama Indonesia, KRI Siriwjaya-100 pada Senin (2/11).

Dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima di Jakarta, Selasa, dijelaskan kegiatan itu digelar untuk mempertajam kemampuan penerbang TNI AL dalam menerbangkan dan mendaratkan helikopter dari deck kapal induk.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan ada lima jenis helikopter yang terlibat dalam latihan ini.

"Latihan ini melibatkan lima unit helikopter, yang terdiri dari tiga helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 serta dua helikopter Bell 412 dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2," kata Tunggul.

Tunggul melanjutkan, ke lima helikopter itu tidak hanya dipakai untuk latihan take of dan landing saja tetapi juga dikerahkan untuk menjalani simulasi penanggulangan bencana dari kapal induk.

Seluruh rangkaian latihan, lanjut dia, berjalan dengan aman dan lancar. Dengan adanya kegiatan ini, Tunggul berharap kemampuan para penerbang TNI AL dalam melakukan operasi dari kapal induk semakin terasah.


  ⍟   antara    

Senin, 02 November 2026

Chess Dynamics Inggris Dapat Kontrak Tambahan Rp 72 Miliar

⚓️ Untuk Modernisasi Dua Kapal Bung Tomo class FCEO SeaEagle (Chess Dynamics)

Perusahaan pertahanan asal Inggris, Chess Dynamics, memperoleh kontrak tambahan senilai sekitar 3 juta poundsterling atau sekitar Rp 72 miliar dari PT Len Industri (Persero).

PT Len Industri adalah BUMN pertahanan dan elektronika Indonesia.

Kontrak ini untuk penyediaan sistem Fire Control Electro-Optical (FCEO) SeaEagle bagi dua kapal fregat ringan multiperan (MRLF) kelas Bung Tomo milik TNI Angkatan Laut.

Chess Dynamics, bagian dari Cohort Group, mengumumkan kontrak itu pada Rabu, 28 Oktober 2026, dari Horsham, Inggris.

Pesanan terbaru ini melanjutkan program kerja sama yang dimulai lewat pesanan awal untuk kapal pertama kelas Bung Tomo pada 2023.

Kontrak kali ini mencakup kapal kedua dan ketiga, sehingga seluruh tiga kapal yang direncanakan dalam program peningkatan kemampuan ini akan memakai SeaEagle FCEO.

Kapal kelas Bung Tomo mulai beroperasi pada awal 2000-an dan kini menjalani pembaruan untuk memperpanjang usia pakai serta menjaga kemampuan tempurnya.

SeaEagle FCEO akan menggantikan perangkat kendali tembak elektro-optik lama.

Sistem baru ini dirancang terintegrasi dengan meriam laut OTO Melara 76 mm yang sudah terpasang dan terhubung dengan sistem manajemen tempur Thales TACTICOS yang ditingkatkan.

Managing Director Chess Dynamics, Andy Smith, menyebut kontrak lanjutan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kinerja perusahaan di Indonesia selama ini.

"Modernisasi angkatan laut tidak selalu soal mengganti seluruh platform,” ujar Smith.

“Ada nilai besar dalam memperpanjang usia kapal yang ada dengan mengintegrasikan teknologi terkini yang sudah teruji.”

Chess Dynamics sebelumnya telah memasang SeaEagle FCEO pada kapal KCR-60 TNI AL, bagian dari sistem tempur yang dikirim dan diintegrasikan oleh Terma.

Perusahaan mengaku telah mendukung program angkatan laut di Asia Tenggara selama lebih dari 15 tahun, termasuk di Thailand dan Malaysia.

Di Australia, Chess bermitra dengan Owen International untuk pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan sistem SeaEagle.

Menurut perusahaan, lebih dari 150 unit SeaEagle FCEO telah dikirim ke seluruh dunia dan digunakan, atau segera digunakan, oleh 12 angkatan laut di empat benua.***

  ⚓️ Konteks  

Rabu, 21 Oktober 2026

PT PAL Tangani MRO Dua KRI

  👷 Dukung Kesiapan Armada TNI AL KRI Oswald Siahaan-354 tengah docking di Dock Beluga PT PAL Indonesia  (PAL)

PT PAL Indonesia (Persero) tengah menangani pemeliharaan dan perbaikan dua kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL), yakni KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Fatahillah-361.

Pekerjaan maintenance, repair, and overhaul (MRO) ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi teknis kapal agar tetap mampu mendukung berbagai kebutuhan operasional TNI AL.


Pada KRI Oswald Siahaan-354, pekerjaan mencakup pemeliharaan dan perbaikan badan kapal, terutama pada bagian bawah garis air (BGA). Sementara itu, KRI Fatahillah-361 menjalani docking rutin, perawatan BGA, serta perbaikan sistem bantu kapal. Penanganan setiap kapal disesuaikan dengan kondisi teknis dan kebutuhan pemeliharaannya.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, mengatakan pemeliharaan terencana berperan penting dalam menjaga keandalan kapal sepanjang masa operasionalnya. Pemeriksaan menyeluruh dan penanganan sesuai standar teknis diperlukan untuk memastikan setiap bagian kapal berfungsi sebagaimana mestinya.

“Pemeliharaan kapal harus memastikan kondisi fisik, mesin, dan sistem pendukung tetap berfungsi sesuai standar teknis. Melalui pemeriksaan menyeluruh dan penanganan yang tepat, keandalan kapal dapat dipertahankan untuk mendukung kebutuhan operasional,” ujar Rosa.

KRI Fatahillah-361 sedang menjalani perawatan dan perbaikan di PT PAL (PAL)

Berbeda dari pembangunan kapal baru, pekerjaan MRO menuntut pemeriksaan terhadap kondisi aktual kapal untuk menentukan penanganan yang sesuai pada setiap bagian dan sistem. Proses ini membutuhkan ketelitian, pengalaman, serta kompetensi teknis yang memadai.

Berbekal pengalaman lebih dari empat dekade, PT PAL terus mengembangkan kapabilitas MRO untuk menangani kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan kapal perang maupun kapal komersial. Kemampuan ini turut mendukung upaya mempertahankan aset pertahanan di dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian industri maritim nasional.

Pentingnya pemeliharaan kapal juga terlihat dalam penugasan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang menjalankan port visit di kawasan Pasifik pada 14 September–12 November 2026. Pelayaran lintas kawasan membutuhkan kondisi kapal dan sistem pendukung yang andal agar misi dapat berjalan sesuai rencana.

“Bagi kami, kemampuan merawat dan memperbaiki kapal di dalam negeri sangat penting. Dengan begitu, kesiapan armada tetap terjaga dan kemampuan industri maritim nasional juga terus berkembang,” pungkas Rosa.

  👷  PAL  

Minggu, 18 Oktober 2026

KRI Sriwijaya-100, Kapal Induk Pertama RI

   Siap untuk Misi Kemanusiaan  https://media.kompas.tv/library/image/content_article/article_img/20261017154213.webpKRI Sriwijaya siap untuk berbagai misi kemanusiaan. (Sumber: ANTARA/HO-PT PAL) 

Pemerintah menyatakan KRI Sriwijaya-100, yang disebut sebagai kapal induk pertama Indonesia, siap mendukung berbagai operasi militer selain perang (OMSP), termasuk penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan kapal tersebut dapat berfungsi sebagai pangkalan terapung untuk mendukung operasi di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kini, Indonesia memiliki kapal yang dapat menjadi pangkalan terapung di laut, bernama KRI Sriwijaya-100,” ujar Rico dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI yang disiarkan di Jakarta, Sabtu (17/10/2026), seperti dikutip dari Antara.

Menurut Rico, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas memiliki risiko bencana alam yang tinggi. Dalam situasi darurat, terutama ketika akses darat terputus, pangkalan terapung dapat membantu mempercepat pengiriman bantuan dan operasi penyelamatan.

Ia menyebut KRI Sriwijaya-100 dapat digunakan untuk mengangkut logistik bantuan dalam skala besar, mengevakuasi korban bencana, mendukung operasi medis, serta membantu penanganan darurat di wilayah terpencil.

Berdasarkan keterangan Kemhan, kapal tersebut memiliki panjang sekitar 180 meter dan bobot mencapai 12.000 ton. Kapal ini juga dilengkapi geladak luas yang dirancang untuk mengoperasikan berbagai jenis helikopter dan pesawat nirawak atau drone.

Kemampuan tersebut dinilai dapat mendukung operasi pertahanan dan kemanusiaan tanpa sepenuhnya bergantung pada pangkalan di darat.

Selain untuk mendukung operasi maritim dan penanggulangan bencana, proses pemeliharaan serta modifikasi kapal ini disebut melibatkan industri pertahanan dalam negeri.

Keterlibatan industri nasional diharapkan dapat memperkuat penguasaan teknologi, pengetahuan, dan kapasitas industri pertahanan Indonesia.

Rico berharap kehadiran KRI Sriwijaya-100 dapat memperkuat kemampuan pertahanan maritim sekaligus meningkatkan kesiapan Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan di berbagai wilayah.
operasi.

  ⍟   Kompas    

Sabtu, 17 Oktober 2026

Helikopter VVIP/VIP TNI AU Touch and Go di Kapal Induk KRI Sriwijaya-100

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDGRcRnq36cYTg2ZW1rjm_ERrtVS6DhgWMttJy8eGl821jgVUycW2CJ4o0oinN2LfnKLoVvU8-qALJfsfjP5ONxd708l3NI-XwXC6MnKYcaSxw4j1UJ0VfH0i0lT6X7LIQ4KA6guOk-t2scjEdT0xe157NuzsM0Bgznb8PjPa6sfI9MLvcGzsbUDFSXTy4/s1200/IMG_0783.jpegHelikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026)(dok. Dispenal)

Helikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Latihan tersebut merupakan bagian dari pelatihan penerbangan helikopter TNI AD dan TNI AU di atas platform KRI Sriwijaya-100. Memasuki hari keempat, seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan lancar.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas antarmatra TNI.

 1. Tingkatkan interoperabilitas TNI

Yayan menjelaskan, pelatihan take off landing helikopter di atas platform kapal telah dilakukan jauh sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan jajaran TNI AL.

Menurut dia, latihan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan penerbang TNI dalam melaksanakan operasi menggunakan platform kapal.

"Pelatihan ini sebagai bentuk interoperabilitas TNI," ujar Yayan.

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan tersebut untuk meningkatkan kesiapan penerbang dalam menghadapi situasi operasi di atas kapal.

 2. Ada latihan touch and go hingga full stop

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOkMKj4QkTRC8EW7coYnMEc3Tqiih6eTxTOp0tosfC6SigZC4M48yAlJibjx8Z2JRDAibAnhpAz9Xfw6Ky9p0vDBTXJHt6gB5IsRbtsNZ6I5a7I-ROW1F56xPEgXpR_UJPK6XgpxYvtYNdhyphenhyphenOs-SqQfeHmNtLc4rdemYnRTsXwh2YhelqW4jeQQtrenbEE/s1044/IMG_0784.webp
Sejumlah materi yang dilatihkan meliputi high recce, low recce, dummy approach, touch and go, hingga full stop.

High recce dan low recce merupakan tahapan pengenalan serta pendekatan terhadap area pendaratan dari ketinggian berbeda. Sementara dummy approach melatih penerbang melakukan pendekatan terhadap kapal tanpa melakukan pendaratan penuh.

Adapun touch and go dilakukan dengan menyentuhkan helikopter ke permukaan dek kapal sebelum kembali lepas landas. Sedangkan full stop merupakan latihan pendaratan penuh di atas platform kapal.

"Adapun pelatihan yang dilaksanakan antara lain, high recce, low recce, dummy approach, touch and go, full stop," kata Yayan.

 3. Sesuai arahan KSAL

Pelaksanaan latihan tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar interoperabilitas TNI terus ditingkatkan.

Peningkatan kemampuan interoperabilitas dinilai penting untuk menghadapi perkembangan karakter peperangan modern yang menuntut kemampuan antarmatra untuk beroperasi secara terpadu.

Latihan take off landing helikopter di KRI Sriwijaya-100 pun menjadi salah satu bentuk implementasi peningkatan kemampuan tersebut, khususnya dalam mengintegrasikan kemampuan penerbang dengan kapal perang sebagai platform operasi.

  ⍟   IDN Times    

Rabu, 14 Oktober 2026

TNI AL Uji Meriam KRI Raja Haji Fisabilillah di Teluk Semangka 14-15 Oktober

💥  Nelayan Diimbau MenjauhOPV 98 KRI RHF 391 (Ist)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan menggelar latihan penembakan meriam kaliber 76 mm dan 40 mm menggunakan KRI Raja Haji Fisabilillah-391 di perairan Teluk Semangka, Lampung, pada 14-15 Oktober 2026.

Latihan live firing test tersebut dilakukan untuk menguji sistem persenjataan kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) berukuran 90 meter tersebut.

Komandan Satgas FFBNW OPV, Teguh Rumiyarto, mengimbau nelayan dan masyarakat maritim agar tidak mendekati lokasi latihan selama kegiatan berlangsung.

“Imbauan untuk nelayan bahwa besok dan Kamis ada pelatihan TNI di tengah laut. Jadi, diimbau untuk nelayan jangan mendekati lokasi tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan surat pemberitahuan Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan melalui Satgas FFBNW OPV, latihan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 14-15 Oktober 2026.

Masyarakat dan pengguna laut di sekitar perairan Teluk Semangka, termasuk kawasan Teluk Kiluan, diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area latihan demi keselamatan pelayaran.

Mereka juga diimbau mematuhi pemberitahuan serta arahan dari pihak berwenang.

Pemberitahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat nelayan setempat agar mereka dapat menghindari lokasi latihan selama kegiatan berlangsung.
 

  ⚓
Lampung Geh News  

Korps Marinir Berencana Bentuk Batalyon Sniper

Berharap Punya Satuan Udara Dua anggota pasukan khusus Intai Para Amfibi-1 (IPAM-1) Marinir, melakukan latihan sniper dan kontra sniper di salah satu hutan latihan tempur, Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Rabu (12/3). Latihan penembak runduk dengan menggunakan senjata laras panjang jenis Truvelo kaliber 12,7mm ini untuk persiapan latihan bersama antara IPAM-1 Marinir dengan Force Recon dari US Marines Corps. (FOTO ANTARA/Eric)

Korps Marinir TNI AL berencana memiliki Batalyon Sniper untuk meningkatkan kemampuan tempur dan ketepatan dalam pelaksanaan operasi.

Hal tersebut terungkap dalam pembahasan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama jajaran TNI AL pada Senin (12/10/2026).

“Selain itu, dibahas pula kebutuhan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan rencana pembentukan Batalyon Sniper guna meningkatkan kemampuan tempur serta ketepatan pelaksanaan operasi,” tulis Korps Marinir dalam keterangan pers.

Korps Marinir juga mengharapkan penambahan satuan bantuan udara yang dimiliki pasukan baret ungu.

Bukan hanya itu, pembahasan dengan KSAL itu juga mencakup rencana validasi organisasi melalui penambahan satuan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di sejumlah wilayah kepulauan Indonesia.

“Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat postur pertahanan, meningkatkan jangkauan operasi, serta mengoptimalkan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah yurisdiksi nasional,” tulis Korps Marinir.

Di sisi lain, Ali akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada prajurit Korps Marinir yang melumpuhkan tiga anggota OPM di kawasan hutan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (9/10/2026).

“Dalam kegiatan tersebut, KSAL menyampaikan bahwa prajurit yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti pendidikan,” bunyi keterangan Marinir.

Menurut Korps Marinir, penghargaan merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  💂 Kompas  

Senin, 12 Oktober 2026

Exail Memulai Produksi Sistem MCM Tak Berawak untuk TNI AL

  Inspector 90 USV. (Exail picture/Naval News)

Exail telah memulai produksi Sistem Terpadu Penanggulangan Ranjau Tanpa Awak/ Unmanned Mine Countermeasures Integrated System (UMIS) yang dipesan oleh Indonesia, sekaligus bersiap untuk mengintegrasikan sistem sonar tarik dan sistem penyapu pihak ketiga.

Produksi sistem ini telah dimulai untuk paket UMIS yang diumumkan pada Juni 2025. Paket tersebut akan mencakup empat kapal permukaan tanpa awak (USV) Inspector 90, bersama dengan ROV pengidentifikasi ranjau Seascan dan sistem pembuangan ranjau sekali pakai K-Ster.

UMIS akan dikerahkan dari dua kapal penanggulangan ranjau laut (MCMV) TNI AL, KRI Pulau Fani (731) dan KRI Pulau Fanildo (732) yang dibangun oleh Abeking & Rasmussen.

Exail mengkonfirmasi bahwa Indonesia telah memilih sistem sonar tarik dan sistem penyapu dari pemasok Eropa yang sebelumnya telah bekerja sama dengan Exail.

Exail akan mengintegrasikan sistem-sistem ini ke dalam paket UMIS dan menyediakan sistem peluncuran dan pemulihan terkait.

Pada awal tahun ini, perusahaan Norwegia Henriksen mengumumkan akan memasok sistem Henriksen Multi Lightweight Influence Sweep (HEMLIS) ke TNI AL, menandai penjualan komersial pertama sistem tersebut di luar Eropa. HEMLIS akan diintegrasikan dengan USV Inspector 90.

Exail mengatakan kontrak dengan Indonesia sudah mencakup pekerjaan integrasi untuk kedua sistem pihak ketiga, serta pelatihan untuk personel Indonesia. Pelatihan akan berlangsung di Prancis dan Indonesia.

  ★ Naval News  

Jumat, 09 Oktober 2026

TNI AL: Inginkan Rudal Aster 30 Buat Kapal PPA

🚀   Mampu Tangkis Rudal BalistikRudal Aster 30 versi standar mempunyai jangkauan 100-120 km (Seaforces) 

Pemasangan rudal Aster 30 pada dua kapal perang Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) bakal mendongkrak kemampuan pertahanan udara TNI AL. Senjata ini menggeser kapasitas tempur armada laut Indonesia dari perlindungan jarak dekat menjadi penangkis rudal balistik (anti-ballistic missile).

Head of Naval Systems MBDA, Stefano Bertuzzi, menyebut Aster 30 sebagai satu-satunya amunisi di portofolio perusahaan yang sanggup merontokkan ancaman rudal balistik di udara.

“Satu-satunya senjata yang kami punya untuk mengatasi ancaman rudal balistik cuma Aster. Kami tidak punya senjata lain untuk kebutuhan itu,” kata Bertuzzi di Paris, Prancis, Senin (5/10).

Bertuzzi menjelaskan, kemampuan mencegat rudal balistik butuh pemandu berakurasi tinggi. Pengembangan varian terbaru Aster 30 B1NT membekali rudal dengan komponen pencari sasaran (seeker) berbasis gelombang radio frekuensi tinggi (Ku-band) buatan Thales.

“Pengembangan utama pada B1NT ada di bagian pemandunya. Kami mengganti pemandu lama dengan seeker radio gelombang Ku-band buatan Thales. Perubahan ini meningkatkan akurasi tembakan secara signifikan,” ujar Bertuzzi.

Ia menambahkan, varian B1NT bahkan sanggup memburu sasaran balistik hingga jarak 1.500 kilometer. Kehadiran pemandu baru tersebut membuat rudal lebih responsif menyasar objek bergerak cepat.

“Varian B1NT dirancang mampu mencegat sasaran balistik sampai jarak 1.500 kilometer. Jadi, Aster memang solusi utama untuk menangkal rudal balistik,” tutur Bertuzzi.

Meski punya kemampuan teruji, pemboyongan rudal ini harus berhadapan dengan ketatnya antrean produksi di Eropa.

MBDA memberlakukan aturan prioritas pemesanan (first contract, first served), yang menempatkan pemesan awal seperti Prancis dan Italia di daftar teratas. Pembuatan komponen seeker Thales sendiri butuh waktu di atas dua tahun.

Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah mengincar amunisi penangkis serangan udara ini sejak 10 tahun lalu.

Keputusan memboyong dua kapal PPA, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, dari galangan Fincantieri Italia kini membuka jalan bagi MBDA dan Indonesia untuk menuntaskan negosiasi kontrak rudal Aster 30.


   👷  IDM   

Jumat, 02 Oktober 2026

Prajurit TNI AL dan Italian Navy Asah Kemampuan Penyelamatan Kapal Selam

   🤝 Di Teluk Taranto Italia Latihan penyelamatan kapal selam (Dispenal)

Prajurit TNI AL bersama Angkatan Laut Italia IT-SMEREX 2025 mengasah kemampuan dengan melaksanakan latihan penyelamatan kapal selam di Teluk Taranto Italia.

Kegiatan tersebut digelar pada 22 September hingga 26 September 2025 di Teluk Taranto Italia.

TNI AL mengirimkan perwakilan delegasi sebagai observer Perwira Koarmada II Letkol Laut (P) Nanang Muslikin dan Perwira Koopskasel Koarmada RI Letkol Laut (P) Hendra Siregar.

Latihan bersama yang diikuti oleh perwakilan dari negara Indonesia, Argentina, Peru, Malaysia, USA, Belanda, Bulgaria, Maroko, Polandia, Qatar, Yunani, Pakistan, UEA, Oman, Portugal dan Mesir.

Latihan ini sebagai observer dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kerja sama antara negara-negara operator kapal selam dalam menghadapi situasi kedaruratan kapal selam (distressed submarine), dimana kapal selam mengalami permasalahan teknis sehingga gagal timbul ke permukaan dan harus diselamatkan oleh para penyelamat.

Dalam latihan IT-SMEREX 2025 dilaksanakan skenario latihan mulai tahap pencarian, penyelamatan dan escape oleh crew kapal termasuk pengerahan Submarine Parachute Assistance Group (SPAG) team dari The DISSUB Support Group (DSG) Royal Navy dan medical hiperbarik dari Italian Navy.

Latihan ini juga melibatkan penggunaan aset SAR dari negara Turki, Yunani dan UK, teknologi canggih ROV, ADS, Diving Belt, serta adanya asistensi dari ISMERLO.

Kegiatan latihan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kesepahaman dan kerja sama antara awak kapal selam khususnya dan secara umum Angkatan Laut negara sahabat, dalam menjalankan operasi pencarian serta penyelamatan kapal selam di level internasional.

Hal ini selaras dengan arahan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Oryza)

   👷  Indonesia Maritime News   

Jumat, 18 September 2026

TNI AL Siapkan 310 Personel untuk Jadi Awak Kapal Induk KRI Sriwijaya

   https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWD-c9Q3xCRxJqs_XTc07pVJGoIsgZlH9ReGaMjw8yDqgX1pmGcamxApxRmt_nEuddd0GQOwrZIbGftc0PYT2OK2Te5ClGjKQBcf7tGCilPZrS5VyertemC-dMF0JMfXzXHQVE6sz0YQtq63C3k5yh2EE0dbUe8-wKHNjJJUXeCcqesAepEwdvi0DKcvn/s1200/IMG_0755.jpegITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan 310 personel untuk menjadi calon awak kapal induk KRI Sriwijaya.

Dikutip dari siaran pers Komando Armada (Koarmada) RI di Jakarta, Kamis, dijelaskan upaya penyiapan itu dilakukan dengan cara memberikan berbagai pelatihan kepada para calon awak kapal.

"Materi diberikan sebagai bekal pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap prajurit, sebelum mengemban tugas sebagai pengawak KRI Sriwijaya," ujar Kepala Dinas Penerangan Koarmada RI Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah.

Para pengajar yang dihadirkan dipastikan memiliki latar belakang yang relevan dengan kebutuhan pengetahuan para calon awak kapal.

Salah satu yang telah memberikan pengarahan kepada para calon awak kapal, yakni Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata di Gedung Canopus, Kolat Armada RI, Jakarta Utara, Rabu (16/9).

Kendati demikian, Wishnu tidak menjelaskan secara rinci materi apa saja yang diberikan kepada para personel.

Dia juga tidak menjelaskan secara rinci sejak kapan proses pendidikan tersebut berlangsung. "Dapat dipastikan pembentukan calon pengawak dilaksanakan melalui pelatihan yang terarah, disiplin dan berorientasi pada kesiapan operasional," kata dia.

Dengan adanya pelatihan tersebut, TNI AL berharap para calon awak kapal KRI Sriwijaya mendapatkan ilmu yang cukup agar mampu mengawaki kapal induk dengan lebih maksimal. .

  ⍟  antara   

Kamis, 17 September 2026

ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Indonesia

  Dikawal Brawijaya dan Prabu Siliwangi https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNWD-c9Q3xCRxJqs_XTc07pVJGoIsgZlH9ReGaMjw8yDqgX1pmGcamxApxRmt_nEuddd0GQOwrZIbGftc0PYT2OK2Te5ClGjKQBcf7tGCilPZrS5VyertemC-dMF0JMfXzXHQVE6sz0YQtq63C3k5yh2EE0dbUe8-wKHNjJJUXeCcqesAepEwdvi0DKcvn/s1200/IMG_0755.jpegITS Garibaldi ketika dikawal 2 Brawijaya class di perairan Indonesia (Dispenal)

Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, akhirnya memasuki perairan Tanah Air.

Kedatangan kapal dengan nomor lambung 551 itu terlihat dalam sejumlah foto yang diterima dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal).

Garibaldi terlihat berlayar di tengah laut dengan dua fregat TNI Angkatan Laut (AL) berada di sisi kiri dan kanannya.

Kedua kapal pengawal tersebut merupakan fregat kelas Brawijaya, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Ketiganya berlayar dalam satu formasi saat Garibaldi memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Dari udara, Garibaldi tampak menempati posisi di tengah formasi.

Dua fregat TNI AL bergerak di sisi kanan dan kiri kapal dengan jarak tertentu.

Jejak putih dari buritan ketiga kapal terlihat membelah permukaan laut.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaeGkfFAqf8BLCBcKa0vhtzcPbYCLlmjaf5UvY3xf91Twbw5ikmeESEqGdHbfMp4VNwMnf6hKf4JKY6w7ulp9Frkk76Kq16L8bSf0jUodOA_bYPI-UlxTgZysLTV_AY1-xWy2rdOMEUvXn0oNJj4ru5JyxOwvvH3gisKn2rYUtN7-LqBBhkLeb0XwOxHOe/s720/IMG_0750.jpegFormasi tersebut memperlihatkan pengawalan terhadap Garibaldi sepanjang pelayarannya memasuki wilayah perairan Indonesia.

Di bagian atas bangunan kapal, nomor lambung 551 terlihat jelas. Bendera Italia juga berkibar di dekat struktur anjungan kapal.

Sementara itu, salah satu foto memperlihatkan sebuah pesawat angkut bermesin turboprop terbang rendah di atas laut, tepat di depan Garibaldi.

Pesawat tersebut terlihat berada dalam satu rangkaian kegiatan pelayaran dengan kapal.

“Kapal induk ini akan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026,” kata keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), dikutip Kamis (17/9/2026).

Menurut rencana, kedatangan kapal induk akan disambut oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Ada juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny, serta para pejabat pemerintah lainnya.

“Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan TNI AL dalam memperkuat Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan seperti yang telah menjadi prioritas Presiden RI,” jelas Dispenal.

Adapun Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air pada Senin (24/8/2026) malam waktu Italia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbaAl76nivNfoRqpKcFBWaCTVzq02LqxB9b4WiK6AsNnDskvVhwltmPmYXYwD1U1kl7s74-zJSzxgmx3fLJ8e6tJATVwy-H5tHZE5A8QdnITxQeZyEfOmfajov53l2WFG1tvtC-Rfu3Vm84OVPfxStUysd2cDO53QP7ORROGzsaA6xdejqFxP7S8Q2VYJS/s1726/IMG_0744.jpeg “Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026) malam.

Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

Menurut rencana, pelayaran akan memakan waktu selama 3 pekan sehingga kapal diperkirakan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

Sebelum pelayaran ini, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu.

“Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, 14 Juli 2026.

Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

“Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas dia. .

  ⍟  Kompas   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...