Tampilkan postingan dengan label Paspampres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paspampres. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2023

Mercedes-Benz GLS450 Armored

Mobil Baru Paspampres Mercedes-Benz GLS450 yang akan dipakai oleh pasukan pengamanan presiden (Paspampres). (Foto: Winston Wiyanta/Delima Jaya) ♘

Pasukan pengamanan presiden (Paspampres) kini punya kendaraan baru Mercedes-Benz GLS450. Tapi bukan sembarang GLS450 melainkan GLS450 armored yang sedikit dimodifikasi.

Diketahui bahwa mobil sport utility vehicle (SUV) yang digunakan sebagai mobil pengawalan orang nomor satu di Indonesia tersebut dimodifikasi oleh karoseri Delima Jaya asal Bogor, Jawa Barat.

Managing Director Karoseri Delimajaya Group, Winston Wiyanta mengatakan, pihaknya mendapat pesanan dari pemerintah untuk melakukan modifikasi VVIP Tactical Vehicle yang ditujukan untuk pengamanan.

"Itu pesanan Paspampres, kita kerjakan dengan Mercy, mereka suplai unitnya kita lakukan modifikasi dengan end user-nya Paspampres, yang order langsung Setneg (Kementerian Sekretariat Negara)," kata Winston kepada Kompas.com, akhir Januari 2023.

Winston mengatakan mendapat beberapa unit pesanan modifikasi GLS450 untuk Paspampres. Namun, dia tidak bisa menyebut angka secara rinci karena berhubungan dengan keamanan presiden.

Karoseri Delima Jaya asal Bogor, mendapat kepercayaan untuk memodifikasi Mercedes-Benz GLS450. (Foto: Winston Wiyanta/Delima Jaya)

Beberapa hal teknis yang bisa disebutkan Winston yakni berkaitan dengan eksterior yang bertujuan untuk memudahkan kerja para penjaga presiden. Seperti ubahan di bangku belakang baris ketiga dan beberapa detail lain.

Karoseri Delima Jaya asal Bogor, mendapat kepercayaan untuk memodifikasi Mercedes-Benz GLS450 yang akan dipakai oleh pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

"Kebetulan ada permintan buat pakai bullbar depan kemudian bangku baris ketiga minta diubah dengan model yang saling berhadapan. Penambahan light bar. Juga foot step (belakang) dibuat lebih lebar," kata dia.

Bicara GLS450 merupakan salah satu varian tertingi GLS. Untuk diketahui, Mercedes-Benz Indonesia memasukkan dua varian GLS, yaitu GLS450 4MATIC AMG Line dan New Mercedes-Maybach GLS 600 4MATIC+.

Adapun GLS 450 versi standar tersedia di diler resmi Mercedes-Benz Indonesia dengan harga retail yang direkomendasikan Rp 2.325.000.000 off the road.

  Kompas  

Kamis, 03 November 2022

Cerita Produsen Alutsista Dalam Negeri Butuh 5 Tahun Raih Kepercayaan Paspampres

Kendati pemerintah mendorong penggunaan alutsista hasil karya anak bangsa, di lapangan tantangannya tidak gampang. [Foto: MPI/Bachtiar Rojab]

M
enteri Pertahanan Prabowo Subianto mendesak optimalisasi penggunaan alutsista buatan asli Indonesia. Namun faktanya hal itu tidaklah gampang. Salah satu produsen alustsista dalam negeri mengungkap tantangan di baliknya.

Roni, Vice Director PT Internusa Pasific Perkasa membeberkan sulitnya regulasi meski sosok Prabowo kerap meminta jajarannya untuk mencintai produk dalam negeri.

"Paling susah itu, bahan baku relatif mudah karena semua ini sistemnya cuma kamera radar, kemudian jammer ya. Yang susah dari kita itu sebenarnya regulasi," ujar Romi di gelaran Indo defence 2022, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2022).

Salah satu regulasi yang dimaksud ialah pengadaan mobil anti-drone. Mobil tersebut mensyaratkan radar yang terus memancar. Hal ini membutuhkan izin dari Kementerian Perhubungan.

"Regulasi mengenai sistem radarnya kita ini sendiri. Karena kita ini kan pemancar ya, yang sebenarnya itu harus pemancar di Indonesia. Itu harus terdaftar di departemen perhubungan untuk telekomunikasi apalagi pancarannya kita ini untuk jamming. Ada potensi risikonya, itu satu," katanya.

"Sampai saat ini izin buat jamming itu belum bisa dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Tapi karena kita bernaungnya dibawah militer, jadi sah-sah aja, tapi secara legal kita harus didukung sama itu," sambung Romi.

Romi menambahkan, selain regulasi, produsen dalam negeri juga kerap kebingungan terkait minimnya kepercayaan publik. Sebab, produk mancanegara kerap dianggap lebih baik dari produk lokal. "Kedua, ya itu lagi, tingkat kepercayaan untuk produk-produk lokal masih rendah lagi ya," jelasnya.

"Sebagai contoh produk ini kita jalanin 5 tahun baru akhirnya dipercaya kontrak Paspampres. Itu pun setelah barang-barang si Paspampres itu sendiri sebelumnya dari Eropa, teruskan trouble-trouble padahal kan pembeliannya dalam nilai fantastis kan," paparnya.

Padahal, kata Romi penggunaan alutsista dalam negeri banyak manfaatnya. Terlebih, dalam hal perawatan hingga pemangkasan anggaran yang tak perlu berbelit belit.

"Kalau kita, karena kita di Indonesia, kemanapun VVIP pergi, karena domisili di Indonesia, kita bisa ganti (jika ada kerusakan), kita bisa segera fiks an masalahnya. Kedua karena memang tidak ada perbedaan teknologi yang besar, ini basic nya jammer, blocker dan Radar. Jadi sebenarnya kita bisa support ini full 100% kalau kita beli produk dari luar harus ada update software, update teknologi segala macam ongkosnya terlalu besar," pungkasnya. (muh)

  sindonews  

Selasa, 25 Oktober 2022

Kisah Wanita Bercadar Todongkan Senjata Ke Paspampres

Polisi mengamankan perempuan yang menodongkan pistol ke Paspampres yang berjaga di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2022). (ANTARA/Handout) 👮

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengungkapkan seorang wanita yang mencoba menerobos penjagaan Istana Merdeka sempat menodongkan senjata ke Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada Selasa pagi pukul 07.00 WIB.

"Betul tadi di dekat Istana di Merdeka Utara, dari anggota bilang dia bawa senjata todongkan anggota ke Paspampres, langsung sama anggota Lantas direbut," kata Latif Usman saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Latif memastikan pelaku hanya seorang diri dan sudah diamankan Sub Direktorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Wanita bercadar tersebut berumur sekitar 25 tahun berjalan kaki dari arah Harmoni menuju Jalan Medan Merdeka Utara.

Tepat di depan pintu masuk Istana Merdeka, ia langsung menodongkan senjata api jenis FN ke Paspampres.

"Dengan sigap tiga anggota Satgatur mengamankan wanita tersebut dengan merebut senpi dari tangannya. Lalu kami mengamankannya untuk diserahkan kepada Reserse Jakarta Pusat," kata Pelaksana Harian (Plh) Kasat Gatur, Kompol Albon.

Albon menyebutkan, barang bukti yang diamankan, yakni satu senjata api (senpi) jenis FN, satu tas hitam berisi kitab suci, dompet kosong warna merah muda dan satu unit ponsel.

Polres Metro Jakarta Pusat sudah mengerahkan personel untuk berjaga di jalan sekitar Istana Merdeka.

  Polisi selidiki motif 

Penyidik Subdirektorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg) pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyelidiki motif perempuan bercadar yang menodongkan senjata api ke anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Istana Merdeka pada Selasa pagi.

"Mengenai motif seperti saya sampaikan tadi sedang didalami," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Jakarta, Selasa.

Fadil mengatakan, penyidik juga mendalami afiliasi yang bersangkutan seraya memastikan investigasi kasus tersebut akan dilaksanakan secara profesional dan objektif.

"Intinya siapapun yang melakukan pelanggaran aturan akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Penyidik Kepolisian mendalami asal yang bersangkutan mendapatkan pistol tersebut. Penyidik juga melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk menelusuri apakah pistol tersebut buatan pabrik atau pistol rakitan.

Kapolda juga mengatakan, situasi Jakarta saat ini tetap kondusif dan masyarakat bisa beraktivitas secara normal tanpa ada yang perlu dikhawatirkan. "Peristiwa tersebut berhasil kita cegah dan situasi Jakarta tetap kondusif," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Komandan Paspampres, Marsekal Muda TNI Wahju Hidayat Soedjatmiko menjelaskan, kronologi perempuan yang mendekati Istana Kepresidenan dengan membawa senjata api jenis FN pada Selasa (25/10) pada sekitar pukul 07.00 WIB.

"Kemungkinan perempuan tersebut berencana menerobos masuk ke Istana Kepresidenan, namun anggota Paspampres melihat seorang perempuan dengan tingkah laku mencurigakan," kata dia.

Pada pukul 07.10 WIB terpantau seorang perempuan berumur sekitar 30 tahun menggunakan pakaian gamis bercadar berusaha menuju ke pembatas jalan raya Istana Merdeka di Jalan Merdeka Utara.

Pada saat yang bersamaan, anggota Paspampres atas nama Prajurit Dua Angga Prayoga yang sedang berjaga di dalam pos Istana Merdeka melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari perempuan tak dikenal itu.

Dari pembatas jalan, orang tidak dikenal itu, yaitu perempuan dengan mengenakan cadar tersebut terlihat menuju area pagar istana yang merupakan zona "Ring 1" Paspampres.

Pada saat orang itu mendekat ke arah pagar, Prajurit Dua Angga Prayoga melihat perempuan tersebut mengeluarkan senjata api --kemudian diidentifikasi jenis FN--dan langsung menodongkan ke arah Prayoga. Personel Paspampres itu, dibantu Prajurit Satu Gede Yuda meringkus perempuan itu dan merebut senjata api yang dibawanya.

Yang bersangkutan selanjutnya dibawa ke Mako Polda Metro Jaya dan diserahkan ke Subdit Kamneg pada Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk diperiksa.

  👮 antara  

Kamis, 23 Juni 2022

39 Paspampres Siap Kawal Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia

https://mmc.tirto.id/image/2018/05/04/paspampres-perempuan--antara.jpgIlustrasi paspampres wanita [istimewa]

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen Tri Budi Utomo mengatakan, ada 39 orang paspampres yang siap mengamankan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kiev, Ukraina dan Moskwa, Rusia.

Tri menjelaskan, total jumlah paspampres yang bertugas itu terbagi dalam beberapa tim.

"Kalau kita sendiri yang melekat ke beliau ada 19. Ditambah yang matan-nya (tim penyelamatan) sendiri 10 di sana, berarti 29. Ditambah dengan 10 orang uang sudah stanby di sana (tim advance)," ujar Tri saat dikonfirmasi pada Kamis (23/6/2022).

"Kurang lebih 39 (orang) khusus dengan paspampres saja," tuturnya.

Untuk persiapan deteksi dini risiko keamanan di Ukraina, Tri mengungkapkan, sementara kondisinya aman.

Dia menjelaskan, saat ini serangan masih terjadi tapi hanya di wilayah Donetsk.

Adapun jarak dari Donetsk ke Kiev yang akan dikunjungi Jokowi sekitar 380 kilometer jauhnya.

Kondisi itu menurut Tri telah diantisipasi sejak saat ini.

"Karena kalau kami melihat sampai di Donetsk kurang lebih dari Kiev itu, kurang lebih jaraknya sekitar paling dekat yang ledakan itu adalah 380 kilometer dari Kiev. Itu yang sudah kita antisipasi," ungkap Tri.

"Sementara mereka masih melakukan serangan ya memang di seputaran Donetsk itu saja, jadi alhamdulillah masih jauh lah dari Kiev," lanjutnya.

Lebih lanjut Tri menuturkan, seluruh tim pengamanan yang bertugas menjaga presiden selama mengunjungi Ukraina dan Rusia berasal dari satuan paspampres.

Mereka nantinya akan melakukan deteksi dini berbagai risiko keamanan saat Presiden Jokowi berangkat menemui Presiden Ukraina maupun Rusia.

"Paspampres kan punya ada tim penyelamatan sendiri, ada timnya sendiri. Jadi sebelum kereta api jalan, tiga jam sebelumnya kita sudah punya deteksi. Ada tim deteksi yang sudah kita siapkan dari awal," kata Tri.

"Dan paspampres ini banyak terdiri dari pasukan. Pasukan khusus juga sehingga ahamdulillah kita juga tidak terlalu khawatir karena paspampres ini ada dari Kopassus ada dari Denjaka ada dari Paskhas ada. Alhamdulillah kita percaya diri," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menjelaskan Presiden Jokowi akan mengunjungi Kiev, Ukraina dan Moskwa, Rusia.

Presiden diagendakan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di dalam kunjungan ke Kiev dan Moskwa, tentunya Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Presiden Zelenskyy dan Presiden Putin,” tutur Retno dilansir dari siaran pers di laman resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (23/6/2022).

Menlu menyampaikan, kunjungan ke dua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang tidak normal. Namun, sebagai Presiden G20, Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi.

Meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai Presiden G20 dan satu satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB, Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam,” jelas Retno.

Dia mengungkapkan, kunjungan kepala negara ke dua negara ini adalah wujud kepedulian terhadap isu kemanusiaan serta semangat untuk terus mendorong perdamaian.

Sebelum mengunjungi Ukraina dan Rusia, Jokowi akan mengunjungi Jerman dalam rangka memenuhi undangan Jerman selaku Ketua G7 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.

Pertemuan tersebut akan berlangsung di Elmau, Jerman, pada 26-27 Juni 2022.

 ♖
Kompas  

Rabu, 20 Oktober 2021

Jokowi Tunggangi Rantis P6 ATAV V1 Paspampres

 Dalam kunjungan ke Tarakan P6 ATAV Paspampres terbaru dengan alat pendeteksi suara tembakan. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden) ★

A
da yang berbeda dalam rangkaian mobil kepresidenan ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (19/10/2021).

Presiden Jokowi menyusuri jalan di Tarakan tidak menggunakan mobil sedan yang biasa digunakan, namun menggunakan kendaraan taktis (rantis) P6 ATAV V1 yang dimiliki oleh Pasukan Pengamanan Presiden.

Presiden memilih menggunakan P6 ATAV V1 utamanya karena kendaraan ini dirakit di dalam negeri dan telah diproduksi massal.

"Kita tahu bahwa Presiden ingin selalu memperkenalkan produk lokal, mulai dari minuman, makanan, sepatu, jaket, hingga motor custom. Kali ini Presiden memperkenalkan kendaraan serang taktis hasil rakitan dalam negeri, kecuali mesin ya," ujar Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

Selain itu, ucap Mayjen Tri, Presiden juga ingin lebih dekat dengan rakyat. "Dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, Presiden selalu menyapa masyarakat. Namun Presiden merasa bila dari mobil yang biasa digunakan masih terasa ada sekat. Dengan mobil yang agak terbuka, Presiden berharap masyarakat merasakan kedekatan tersebut," kata Mayjen Tri.

 
CNBC  

Senin, 31 Juli 2017

Paspampres Terima Ranpur P-2

Kendaraan taktis SSE P-2 Paspampres [ARC]

Pasukan Pengamanan Presiden alias Paspampres kini kedatangan alutsista baru. Alutsista itu berupa kendaraan lapis baja P-2 besutan PT. Sentra Surya Ekajaya. Sebanyak 4 dari 10 unit Panser P-2, Jumat sore telah tiba di Mako Paspampres di Jakarta.

Paspampres sendiri memesan total sebanyak 10 unit P-2. 5 diantaranya merupakan versi angkut pasukan atau APC, dan 5 lainnya versi komando. Sebagai rantis, P-2 dilengkapi kubah semi terbuka yang dapat dipasangi senapan mesin sedang kaliber 7,62 mm. Sementara untuk bodi, termasuk kaca disebut-sebut sanggup menahan terjangan proyektil kaliber 7,62 mm. Untuk versi APC, P-2 dirancang mampu membawa 10 orang prajurit bersenjata lengkap.

Yang berbeda dengan versi lainnya, PT. SSE juga menyiapkan versi VVIP dari P-2 ini. versi VVIP ini dilengkapi kursi yang cukup nyaman, serta kamera di beberapa titik untuk memantau situasi di luar kendaraan.Hanya saja belum diperoleh konfirmasi apakah P-2 ini nantinya akan menggantikan panser Anoa yang telah setia bertugas di Skadron Lapis Baja Paspampres.

Panser P-2 juga dipersiapkan untuk dengan mudah masuk ke ruang cargo pesawat angkut C-130 Hercules. Berbeda dengan versi sebelumnya, P-2 kali ini menggunakan mesin Iveco LLM serta suspensi independen. Hal ini menjadikan Ranpur P-2 menjadi sangat lincah.

Sebelum digunakan Paspampres, P2 Commando sudah lebih dulu digunakan oleh Pakshas TNI-AU. Dan versi lamanya juga sudah dioperasikan oleh satuan Kopaska. Sementara Kopassus juga mengikuti jejak Paskhas yang akan segera mengoperasikan P-6.

  ARC  

Senin, 10 Juli 2017

Terbang di Monas, Drone Jatuh Dilumpuhkan Paspampres

 Dilumpuhkan dengan jammer. 
http://news.netmedia.co.id/wp-content/uploads/2016/11/Drone-Jatuh-3.jpegIlustrasi, Paspampres sedang mencoba alat penembak drone [netzmedia]

P
asukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melumpuhkan sebuah sebuah pesawat tanpa awak alias drone yang terbang di lapangan silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

Drone berwarna putih itu, dilumpuhkan Paspampres dengan menggunakan alat pelemah sinyal. Drone lalu diturunkan setelah sistem komunikasinya tak lagi berfungsi.

Drone tersebut ternyata milik seorang jurnalis stasiun televisi swasta bernama Gregorius Bayu, drone diterbangkan untuk meliput jalannya peingatan HUT Bhayangkara ke 71.

"Iya benar, (drone) diturunkan dengan menggunakan jammer," kata Greogorius saat dikonfirmasi VIVA.co.id, Senin, 10 Juli 2017

Sebelumnya, dalam acara HUT Bhayangkara ke 71 tidak dilarang untuk menerbangkan drone dan mengambil gambar dari udara. Para jurnalis yang ingin mengambil gambar telah mendapatkan izin menggunakan drone.

Bahkan, ada petugas yang memperbolehkan drone naik saat acara berlangsung. Namun diduga karena adanya kesalahan koordinasi antar petugas, drone akhirnya diturunkan.

  ★ Vivanews  

Jumat, 07 April 2017

[Video] Proses Pengawalan Presiden Jokowi

Pasukan pengawalan Presiden Jokowi, saat dalam perjalanan tidak melakukan penutupan jalan dan tidak menyalakan sirine, santun mengawal RI-1.

  ★ Youtube  

Kamis, 18 Agustus 2016

[Foto] Parade Kirab Bendera Pusaka

Salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016

[​IMG]

Anggota Paskibraka Tahun 2015 Maria Felicia Gunawan (kiri) membawa baki berisi duplikat Bendera Pusaka Merah Putih menuju Kereta Kencana Ki Jaga Raksa untuk dikirab dari Monas menuju Istana Merdeka di Jakarta, Rabu (17/8/2016). (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
[​IMG]

Sejumlah prajurit Paspampres mengendarai Kereta Kencana Ki Jaga Raksa yang membawa duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Teks Proklamsi ketika Parade Kirab Bendera Merah Putih dari Monas menuju Istana Merdeka di Jakarta, Rabu (17/8/2016). (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
[​IMG]

Sejumlah prajurit Paspampres mengendarai Kereta Kencana Ki Jaga Raksa yang membawa duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Teks Proklamsi ketika Parade Kirab Bendera Merah Putih dari Monas menuju Istana Merdeka di Jakarta, Rabu (17/8/2016). (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
[​IMG]

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengendarai Kereta Kencana Ki Jaga Raksa yang membawa duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Teks Proklamsi ketika Parade Kirab Bendera Merah Putih dari Monas menuju Istana Merdeka di Jakarta, Rabu (17/8/2016). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
[​IMG]

Sejumlah peserta berpakaian daerah membawa panji-panji saat mengikuti Parade Kirab Bendera Merah Putih dari Monas menuju Istana Merdeka di Jakarta, Rabu (17/8/2016). Parade Kirab yang membawa duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan Teks Proklamasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama pada Peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia Tahun 2016. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
  Antara  

Selasa, 19 Juli 2016

[Foto] Tradisi Baru Penyambutan Tamu Kenegaraan



Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key (kanan) melakukan inspeksi pasukan pengamanan presiden (Paspampres) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/7/2016). Presiden Joko Widodo menerapkan tradisi baru untuk menyambut tamu negara yaitu dengan parade pasukan nusantara yang mengenakan pakaian prajurit keraton nusantara dari pelataran Monumen Nasional, pengawalan pasukan berkuda, penyambutan 200 anak SMP dan SMA yang mengibarkan bendera RI dan Selandia Baru, kemudian dilanjutkan upacara kenegaraan dan inspeksi pasukan. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key (kanan) melakukan inspeksi pasukan Parade Nusantara yang membawa panji-panji provinsi se-Indonesia saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/7/2016). Presiden Joko Widodo menerapkan tradisi baru untuk menyambut tamu negara yaitu dengan parade pasukan nusantara yang mengenakan pakaian prajurit keraton nusantara dari pelataran Monumen Nasional, pengawalan pasukan berkuda, penyambutan 200 anak SMP dan SMA yang mengibarkan bendera RI dan Selandia Baru, kemudian dilanjutkan upacara kenegaraan dan inspeksi pasukan. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key (kanan) Siswa SMP dan SMA melambaikan tangan kepada siswa SMP dan SMA di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/7/2016). Presiden Joko Widodo menerapkan tradisi baru untuk menyambut tamu negara yaitu dengan parade pasukan nusantara yang mengenakan pakaian prajurit keraton nusantara dari pelataran Monumen Nasional, pengawalan pasukan berkuda, penyambutan 200 anak SMP dan SMA yang mengibarkan bendera RI dan Selandia Baru, kemudian dilanjutkan upacara kenegaraan dan inspeksi pasukan. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Siswa SMP dan SMA melambaikan bendera RI dan Selandia Baru saat mobil yang membawa Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key melintas di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/7/2016). Presiden Joko Widodo menerapkan tradisi baru untuk menyambut tamu negara yaitu dengan parade pasukan nusantara yang mengenakan pakaian prajurit keraton nusantara dari pelataran Monumen Nasional, pengawalan pasukan berkuda, penyambutan 200 anak SMP dan SMA yang mengibarkan bendera RI dan Selandia Baru, kemudian dilanjutkan upacara kenegaraan dan inspeksi pasukan. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
  Antara  

Minggu, 17 Juli 2016

Atraksi Prosesi Pergantian Grup Penjaga Istana

Proses pergantian pasukan di Istana

Prosesi pergantian Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang berjaga di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (16/7/2016) pagi, menarik perhatian warga.

Pergantian pasukan yang biasanya digelar di dalam lingkungan Istana, kali ini ditampilkan secara terbuka di halaman depan Istana Merdeka. Seremoni itu menjadi objek atraksi wisata baru bagi masyarakat.

Pantauan Kompas.com, seremoni tersebut dimulai pukul 08.01 WIB. Satu regu Paspampres yang akan bertugas keluar dari pintu sisi kanan Istana.

Kemudian disusul satu regu Paspampres yang telah rampung bertugas. Mereka lalu keluar dari pintu utama Istana.

Dalam prosesi tersebut, kedua regu sempat menampilkan sejumlah atraksi, seperti mengecek senjata, mengecek amunisi, kerapian seragam, hingga lempar senjata.

Rencananya, seremoni terbuka itu akan digelar rutin pada minggu kedua setiap bulan dimulai pukul 8.00 WIB.

"Ini jarang ya. Pemandangan yang jarang ada," ujar Iwan (47) warga asal Klender, Jakarta Timur, yang ikut menyaksikan seremoni tersebut.

Sejumlah warga berfoto selfie di depan Pasukan Pengaman Presiden di depan Istana Merdeka, Miggu (17/7/2016). Proses pergantian pasukan di lingkungan Istana Merdeka ini menarik minat warga untuk menyaksikannya.

Iwan saat itu sedang berolahraga bersama keluarganya di kawasan Monas pada Car Free Day.

Iwan dan warga lainnya mendengar pengumuman dari alat pengeras suara yang menyampaikan bahwa ada prosesi pergantian Paspampres.

Seremoni itu berlangsung sekitar 25 menit. Setelah rampung, warga berebut berfoto di depan Paspampres yang akan melanjutkan penjagaan.

  Kompas  

Jumat, 08 Juli 2016

Paspampres Diduga Beli Senjata Ilegal

Dari ASIlustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat bernama Audi Sumilat mengaku terlibat dalam penjualan dan pengiriman senjata secara ilegal untuk Pasukan Pengamanan Presiden Indonesia (Paspampres). Pengakuan tersebut diutarakannya pada sidang di pengadilan federal, Rabu (6/7) waktu setempat.

Seperti diberitakan The New York Times, Sumilat menghadapi sejumlah dakwaan atas dugaan penyelundupan senjata ke luar negeri. Menurut informasi dari Kejaksaan negara bagian New Hampshire, Sumilat akan menghadapi vonis pada Oktober mendatang.

Tentara berusia 36 tahun tersebut diancam mendekam selama lima tahun di penjara dan denda sebesar US$ 250 ribu. Rekan Sumilat pada penyelundupan tersebut dijadwalkan akan lebih dulu divonis pada 19 Juli nanti.

Asisten Jaksa yang menangani perkara Sumilat, Bill Morse, mengatakan penyeludupan senjata di New Hampshire melibatkan perdagangan ilegal internasional. Senjata-senjata tersebut, kata Morse, dikirimkan ke sejumlah negara seperti Ghana, Kanada dan Meksiko.

"Ini kasus penyelundupan senjata pertama, yang menurut saya, pengambil keuntungannya adalah perwakilan pemerintah negara asing," ucap Morse.

Otoritas jaksa menyebut, Sumilat membeli senjata di Texas dan New Hampshire untuk anggota Paspampres. Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia, lembaga pengawal presiden dan wakil presiden tersebut tidak berwenang membeli senjata.

Di muka persidangan, Sumilat mengaku merencanakan penyelundupan senjata itu pada tahun 2014 dengan tiga rekannya yang juga berstatus sebagai tentara Angkatan Darat AS. Dia berkata, ketika itu mereka sedang menempuh pendidikan kilat di Fort Benning, Georgia.

Sumilat kemudian mengirimkan senjata yang dibelinya di Texas ke New Hampshire. Seorang koleganya di negara bagian itu lantas menyerahkan senjata-senjata tersebut ke anggota Paspampres yang melakukan perjalanan dinas di Washington, D.C. dan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Sesuai peraturan setempat, Sumilat harus memegang lisensi khusus untuk menjual senjata ke luar negeri. Surat tersebutlah yang tidak dimilikinya.

Jaksa negara bagian New Hampshire, Emily Gray Rice, mengatakan penyelundupan senjata ke luar negeri dapat kerap dilakukan untuk kegiatan melawan hukum.

"Senjata yang dijual secara ilegal ke luar negeri dapat jatuh ke tangan-tangan yang salah," ucapnya.

Rice berkata, lembaganya akan mengusut setiap penjualan senjata dari AS ke luar negeri secara ilegal. Menurutnya, itu adalah upaya negara melindungi masyarakat, baik warga negara AS dan warga asing dari ekses penjualan senjata yang salah dari negaranya. (abm)

 Komandan Paspampres Tak Tahu Perkara Senjata Ilegal dari AS

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Brigadir Jenderal (Mar) Bambang Suswantono belum mengetahui perkara dugaan pembelian senjata ilegal yang dilakukan anggotanya di Amerika Serikat. Hal tersebut dikatakannya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/7).

"Saya belum tahu perkara itu," ucapnya melalui pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya, seorang prajurit Angkatan Darat AS bernama Audi Sumilat mengaku telah menjual dan mengirim senjata ilegal kepada anggota Paspampres. Pengakuan itu diucapkannya kepada hakim dan jaksa di pengadilan federal, kemarin.

Seperti diberitakan The New York Times, otoritas jaksa menyebut Sumilat membeli senjata di Texas dan New Hampshire untuk anggota Paspampres. Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia, lembaga pengawal presiden dan wakil presiden tersebut tidak berwenang membeli senjata. (abm)


  CNN  

Jumat, 14 Agustus 2015

[Foto] Paspampres Gelar Simulasi Pengamanan Sidang Tahunan

Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan simulasi pengamanaan presiden pada acara Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR Nusantara I, Kompelks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/08/2015). Simulasi pengamanan tersebut untuk mengantisiapasi pada tiga Sidang Tahunan yang akan diselenggarakan oleh MPR-DPR dan DPD pada tanggal 14 Agustus 2015.

Simulasi meliputi teknik penyelamatan presiden dan penyelamatan sandera VVIP apabila terjadi sebuah peristiwa atau kondisi yang menghawatirkan keselamatan presiden maupun tamu VVIP lainnya saat berlangsung Sidang Tahunan DPR,MPR dan DPD mendatang.

http://cdn.sindonews.net/dyn/960/photos/2015/08/13/13890/51050_highres.jpghttp://cdn.sindonews.net/dyn/960/photos/2015/08/13/13890/51049_highres.jpg
http://cdn.sindonews.net/dyn/960/photos/2015/08/13/13890/51048_highres.jpg

  Sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...