Tampilkan postingan dengan label Latma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latma. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2026

Helikopter VVIP/VIP TNI AU Touch and Go di Kapal Induk KRI Sriwijaya-100

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDGRcRnq36cYTg2ZW1rjm_ERrtVS6DhgWMttJy8eGl821jgVUycW2CJ4o0oinN2LfnKLoVvU8-qALJfsfjP5ONxd708l3NI-XwXC6MnKYcaSxw4j1UJ0VfH0i0lT6X7LIQ4KA6guOk-t2scjEdT0xe157NuzsM0Bgznb8PjPa6sfI9MLvcGzsbUDFSXTy4/s1200/IMG_0783.jpegHelikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026)(dok. Dispenal)

Helikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Latihan tersebut merupakan bagian dari pelatihan penerbangan helikopter TNI AD dan TNI AU di atas platform KRI Sriwijaya-100. Memasuki hari keempat, seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan lancar.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas antarmatra TNI.

 1. Tingkatkan interoperabilitas TNI

Yayan menjelaskan, pelatihan take off landing helikopter di atas platform kapal telah dilakukan jauh sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan jajaran TNI AL.

Menurut dia, latihan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan penerbang TNI dalam melaksanakan operasi menggunakan platform kapal.

"Pelatihan ini sebagai bentuk interoperabilitas TNI," ujar Yayan.

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan tersebut untuk meningkatkan kesiapan penerbang dalam menghadapi situasi operasi di atas kapal.

 2. Ada latihan touch and go hingga full stop

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOkMKj4QkTRC8EW7coYnMEc3Tqiih6eTxTOp0tosfC6SigZC4M48yAlJibjx8Z2JRDAibAnhpAz9Xfw6Ky9p0vDBTXJHt6gB5IsRbtsNZ6I5a7I-ROW1F56xPEgXpR_UJPK6XgpxYvtYNdhyphenhyphenOs-SqQfeHmNtLc4rdemYnRTsXwh2YhelqW4jeQQtrenbEE/s1044/IMG_0784.webp
Sejumlah materi yang dilatihkan meliputi high recce, low recce, dummy approach, touch and go, hingga full stop.

High recce dan low recce merupakan tahapan pengenalan serta pendekatan terhadap area pendaratan dari ketinggian berbeda. Sementara dummy approach melatih penerbang melakukan pendekatan terhadap kapal tanpa melakukan pendaratan penuh.

Adapun touch and go dilakukan dengan menyentuhkan helikopter ke permukaan dek kapal sebelum kembali lepas landas. Sedangkan full stop merupakan latihan pendaratan penuh di atas platform kapal.

"Adapun pelatihan yang dilaksanakan antara lain, high recce, low recce, dummy approach, touch and go, full stop," kata Yayan.

 3. Sesuai arahan KSAL

Pelaksanaan latihan tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar interoperabilitas TNI terus ditingkatkan.

Peningkatan kemampuan interoperabilitas dinilai penting untuk menghadapi perkembangan karakter peperangan modern yang menuntut kemampuan antarmatra untuk beroperasi secara terpadu.

Latihan take off landing helikopter di KRI Sriwijaya-100 pun menjadi salah satu bentuk implementasi peningkatan kemampuan tersebut, khususnya dalam mengintegrasikan kemampuan penerbang dengan kapal perang sebagai platform operasi.

  ⍟   IDN Times    

Sabtu, 03 Oktober 2026

Belanda Tertarik Perang Hutan

 Kirim Instruktur Belajar ke MarinirPrajurit Marinir Indonesia bersama Marinir AS mengikuti latihan perang hutan di Hutan Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (13/6/2021). (HO-Dispen Kormar, Serma Mar Kuwadi)

Korps Marinir TNI AL bakal kedatangan rombongan instruktur militer asal Belanda. Para prajurit Negeri Kincir Angin tersebut sengaja datang untuk berguru teknik bertahan hidup di hutan (jungle survival) dan taktik perang hutan (jungle warfare) milik Marinir Indonesia.

Rencana pengiriman instruktur tempur ini muncul saat Atase Pertahanan Kerajaan Belanda Kolonel Hans van Reenen menemui Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana membenarkan rencana kedatangan tim pelatih militer dari Belanda tersebut.

“Dua hingga tiga instruktur jungle training dari Marinir Belanda dijadwalkan datang untuk mempelajari secara langsung kemampuan jungle survival dan perang hutan yang menjadi keunggulan Korps Marinir kita,” kata Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (3/10).

Selain mengirim instruktur, Belanda dan Marinir TNI AL berencana membentuk wadah diskusi khusus antarsatuan bernama Marines-to-Marines Talk. Forum ini disiapkan untuk memperlancar pertukaran perwira, kunjungan pimpinan, hingga latihan bersama antarkorps.

Di luar agenda militer, delegasi Belanda juga berencana memboyong pasukannya untuk ikut ajang jalan santai lintas budaya Jogja International Heritage Walk di Yogyakarta untuk mempererat hubungan antarprajurit.

  💂  IDM  

Jumat, 02 Oktober 2026

Prajurit TNI AL dan Italian Navy Asah Kemampuan Penyelamatan Kapal Selam

   🤝 Di Teluk Taranto Italia Latihan penyelamatan kapal selam (Dispenal)

Prajurit TNI AL bersama Angkatan Laut Italia IT-SMEREX 2025 mengasah kemampuan dengan melaksanakan latihan penyelamatan kapal selam di Teluk Taranto Italia.

Kegiatan tersebut digelar pada 22 September hingga 26 September 2025 di Teluk Taranto Italia.

TNI AL mengirimkan perwakilan delegasi sebagai observer Perwira Koarmada II Letkol Laut (P) Nanang Muslikin dan Perwira Koopskasel Koarmada RI Letkol Laut (P) Hendra Siregar.

Latihan bersama yang diikuti oleh perwakilan dari negara Indonesia, Argentina, Peru, Malaysia, USA, Belanda, Bulgaria, Maroko, Polandia, Qatar, Yunani, Pakistan, UEA, Oman, Portugal dan Mesir.

Latihan ini sebagai observer dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kerja sama antara negara-negara operator kapal selam dalam menghadapi situasi kedaruratan kapal selam (distressed submarine), dimana kapal selam mengalami permasalahan teknis sehingga gagal timbul ke permukaan dan harus diselamatkan oleh para penyelamat.

Dalam latihan IT-SMEREX 2025 dilaksanakan skenario latihan mulai tahap pencarian, penyelamatan dan escape oleh crew kapal termasuk pengerahan Submarine Parachute Assistance Group (SPAG) team dari The DISSUB Support Group (DSG) Royal Navy dan medical hiperbarik dari Italian Navy.

Latihan ini juga melibatkan penggunaan aset SAR dari negara Turki, Yunani dan UK, teknologi canggih ROV, ADS, Diving Belt, serta adanya asistensi dari ISMERLO.

Kegiatan latihan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kesepahaman dan kerja sama antara awak kapal selam khususnya dan secara umum Angkatan Laut negara sahabat, dalam menjalankan operasi pencarian serta penyelamatan kapal selam di level internasional.

Hal ini selaras dengan arahan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Oryza)

   👷  Indonesia Maritime News   

Selasa, 01 September 2026

Indonesia dan AS Memulai Latihan Militer dengan 19 Negara

  Super Garuda Shield 2026 Latihan dimulai bersama 4 pasukan marinir dari 4 negara (US Marine corp)

Indonesia dan Amerika Serikat memulai latihan militer multinasional yang melibatkan 19 negara lainnya.

Upacara pembukaan "Super Garuda Shield" digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (31/08/2026).

Panglima Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS Mayor Jenderal Patrick Ellis mengatakan latihan tahunan ini penting karena lanskap keamanan Indo-Pasifik sangat kompleks dan kesiapan tidak dapat ditingkatkan secara tiba-tiba ketika krisis dimulai.

Militer Indonesia mengatakan lebih dari 4.700 personel berpartisipasi dalam latihan tahun ini. India ikut serta dalam latihan ini untuk pertama kalinya. Jepang mengirimkan Pasukan Bela Diri (SDF) untuk tahun kelima berturut-turut. Mereka akan berlatih turun dari pesawat angkut dan menghadapi wahana nirawak.

Indonesia telah memperdalam kerja sama keamanan dengan negara-negara seperti AS dan Australia. Negara ini juga telah menyatakan minat untuk mengakuisisi kapal perusak SDF Maritim Jepang dan berharap untuk memulai pembicaraan mengenai kemungkinan transfernya.

Sementara itu, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan diplomatik nonblok dan juga meningkatkan hubungan dengan Cina. Menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara mengadakan pembicaraan "dua plus dua" pada Agustus. Kedua negara sepakat untuk memperluas kerja sama pertahanan, termasuk mengadakan latihan bersama.

 ⚓️  NHK  

Kamis, 27 Agustus 2026

Menhan Jepang Kontak Menhan RI dan Australia Bahas Indo-Pasifik

 Ketiganya sepakat untuk mempromosikan kerja sama pertahanan bilateral dan trilateral.  Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, Prefektur Kanagawa. (Kemenhan)

Menteri pertahanan (menhan) Jepang, Australia, dan Indonesia mengadakan pembicaraan trilateral pertama mereka pada Rabu (25/8/2026). Hal itu berlangsung beberapa hari, setelah kesepakatan antara Jakarta dan Beijing untuk meningkatkan hubungan militer menyusul latihan angkatan laut bersama di sebelah timur Taiwan.

Dalam pembicaraan telepon antara Menhan Shinjiro Koizumi, Menhan Australia Richard Marles, dan Menhan RI, ketiganya sepakat untuk mempromosikan kerja sama pertahanan bilateral dan trilateral, menurut Kementerian Pertahanan di Tokyo. Ketiganya pun berbincang dengan isu terkini di Indo-Pasifik.

"Ketiga menteri bertukar pandangan tentang lingkungan keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan, dengan mempertimbangkan seluruh Indo-Pasifik secara luas, sepakat untuk bekerja sama untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional dan global melalui kerja sama trilateral," kata kementerian dalam siaran pers pertemuan tersebut.

Dikutip dari NHK, Jepang telah meningkatkan hubungan pertahanan dengan negara-negara Asia Tenggara dan Australia dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar langkah itu dalam upaya untuk melawan pengaruh militer China dan meningkatnya sikap agresif di Indo-Pasifik.

Namun, China juga aktif dalam mendekati negara-negara regional, termasuk Indonesia. Pekan lalu, Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu Sjafrie di Jakarta. Keduanya mencapai kesepakatan tentang transfer teknologi pertahanan dan pengembangan bersama pabrik amunisi di Indonesia, selama pembicaraan di Jakarta.

Pembicaraan tersebut menyusul latihan militer China-Indonesia pada pertengahan Agustus 2026. Hal itu menjadi latihan angkatan laut pertama Beijing dengan militer negara lain di perairan rawan konflik di sebelah timur Taiwan.

TNI AL mengklarifikasi bawah hal itu adalah "latihan rutin" — dan tidak terkait dengan "pertempuran" — yang dilakukan saat salah satu fregatnya kembali dari latihan bersama di Vladivostok, Rusia. Para pengamat mengatakan Jakarta telah berupaya memperdalam hubungan militer dengan China, Jepang, dan AS.

Hal itu karena Indonesia berupaya mempertahankan kebijakan luar negeri non-bloknya yang telah lama ada dan menyeimbangkan hubungan dengan kekuatan besar lainnya. Di tengah latar belakang tersebut, Tokyo telah menjalin hubungan pertahanan yang lebih erat dengan Jakarta.

Pada Juni 2026, kedua negara memulai pembicaraan tingkat kerja tentang ekspor kapal perusak kelas Asagiri Angkatan Laut Bela Diri Jepang ke Indonesia. Hal itu menjadi langkah terbaru Jepang untuk mentransfer peralatan pertahanan ke mitra yang berpikiran sama setelah pelonggaran aturan yang mengatur transfer peralatan militer awal tahun ini.

Dalam upaya untuk lebih mempererat hubungan, Menhan Koizumi telah berusaha untuk membina ikatan pribadi yang kuat dengan Sjafrie, dengan bertemu dengannya beberapa kali. Keduanya bahkan mengadakan pembicaraan di Tokyo pada awal Juni dan kemudian melakukan perjalanan minggu berikutnya ke Indonesia untuk diskusi lebih lanjut.

Pada Mei lalu, Jepang dan Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan yang memperluas kolaborasi dalam bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, latihan bersama, dan kerja sama maritim. Tetapi, kedua negara juga membuka peluang untuk kerja sama dalam peralatan dan teknologi pertahanan.

Jakarta juga telah menyatakan minat untuk membeli fregat kelas Mogami Jepang yang telah ditingkatkan. Namun, keputusan tentang kapal-kapal tersebut diperkirakan baru akan diambil setelah kesepakatan kapal perusak kelas Asagiri diselesaikan.

  👷  Republika  

Jumat, 21 Agustus 2026

Menhan Tiongkok Sepakat Perdalam Kerja Sama Militer dengan Indonesia

  Modernisasi sistem pertahanan nasional Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun di Gedung Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/Walda Marison)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kedatangan Menhan Tiongkok Laksamana Dong Jun di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan memperdalam kerja sama militer dengan Indonesia.

"Saat ini kerja sama pertahanan Tiongkok-Indonesia sudah jauh berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Baik dari segi kedalamannya maupun cakupannya kita telah mencapai hasil yang melimpah di berbagai bidang dan semua tingkatan," kata Dong Jun usai kedatangannya disambut oleh Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dong Jun mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menggandeng Indonesia dalam memodernisasi sistem pertahanan nasional. Hal tersebut, menurut dia, harus dilakukan agar Indonesia dan Tiongkok mampu menjadi negara yang kuat dan bisa menangkal ragam ancaman di kawasan.

Tidak hanya di bidang modernisasi alutsista saja, Dong Jun memastikan kedua negara akan menyelami ragam potensi kerja bidang pertahanan. Hal ini, demi memperkuat posisi Indonesia dan Tiongkok di ASEAN maupun dunia.

"Boleh dikatakan, kerja sama kedua negara memiliki prospek yang luas. Kualitas dan efisiensinya terus meningkat," terang Dong Jun.

Oleh karena itu, Dong berharap kerja sama strategis ini bisa terus terjalin dengan baik demi kebaikan Indonesia dan Tiongkok.

"Saya bersama Pak Menhan Sjafrie, kami sama yakin bahwa di bawah kepemimpinan dan arahan kepala negara, kita dapat meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Terima kasih," ungkap Dong Jun.

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyambut baik ragam rencana kerja sama militer yang akan dijalankan Indonesia dan Tiongkok. Sjafrie berharap kerja sama bidang pertahanan ini dapat semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan Tiongkok, yang sudah terjalin sejak 19 tahun lalu.

"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," kata Sjafrie.

  💥 
Metro TV  

Rabu, 12 Agustus 2026

Taiwan Sebut Latihan Angkatan Laut China dan Indonesia Provokatif

 ⚓️ 🤝 ilustrasi KRI GNR 332 ketika latihan menembakan rudal Exocet (Dispenal) 

Kementerian Pertahanan Cina menyatakan bahwa salah satu kapal perangnya dan sebuah fregat Indonesia akan melakukan "latihan pelayaran bersama" di sebelah timur Taiwan.

Kegiatan ini disebut akan "meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut" serta "bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan tersebut".

Merespons hal tersebut, pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan Cina yang disebutnya "berbahaya". Taipei menyebut bahwa Beijing berusaha menciptakan kesan palsu kepada komunitas internasional seolah-olah mereka menguasai perairan tersebut.

Cina menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan demokratis sebagai wilayahnya. Pada Juni 2026, Beijing memulai patroli penjaga pantai di lepas pantai timur wilayah administrasi Taipei. Langkah ini memicu kemarahan Taiwan serta kekhawatiran Amerika Serikat (AS) dan beberapa pihak Barat lainnya.

Pada Selasa (11/08) Kementerian Pertahanan Cina menyatakan bahwa latihan tersebut akan berlangsung pada pertengahan Agustus di sebuah lokasi yang belum dijelaskan, tetapi terletak di sebelah timur Taiwan. Kegiatan ini merupakan "latihan navigasi" bersama kapal angkatan laut Indonesia. Langkah ini dianggap sangat tidak biasa karena Cina pada umumnya tidak mengadakan latihan bersama militer asing di dekat Taiwan.

 Merusak status quo

Pada Selasa (11/08) malam, Dewan Urusan Daratan Taiwan, lembaga yang bertanggung jawab terhadap kebijakan terkait Cina, menyatakan bahwa latihan tersebut merupakan "provokasi militer" dan Beijing harus "segera menghentikan perilaku berbahaya yang merusak status quo ini."

Dalam pernyataannya, dewan tersebut menyebut bahwa Cina kini berusaha menggelar latihan bersama "negara-negara terkait" di perairan sebelah timur Taiwan. Langkah ini menyusul serangkaian tindakan Cina belakangan ini, termasuk kegiatan yang disebut Taiwan sebagai "patroli penegakan hukum rutin" di wilayah administrasi Taipei.

"Hal ini, pada kenyataannya, merupakan manipulasi politik, 'tindakan yang hanya sekadar nama, tetapi pada kenyataannya merupakan ekspansi', yang bertujuan menciptakan kesan palsu di hadapan komunitas internasional bahwa komunis Cina memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan," ujar dewan tersebut.

Dewan tersebut juga menegaskan bahwa Taiwan akan terus memantau dengan cermat perkembangan di wilayah sekitarnya dan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan dan tepat".

Terkait informasi latihan gabungan Cina dan Indonesia ini, kantor berita Reuters dan AFP menyebut belum ada respons dari Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Tim DW Indonesia juga telah meminta keterangan terkait hal tersebut kepada Kementerian Pertahanan. Namun, masih belum ada respons hingga artikel ini diterbitkan.

 Taiwan gelar latihan perang tahunan

Saat ini, Taiwan sedang menggelar latihan militer tahunan Han Kuang, tempat mereka melakukan simulasi terkait cara memukul mundur upaya serangan Cina.

Pengumuman Cina muncul ketika Wakil Menteri Pertahanan (Menteri Perang) Amerika Serikat bidang Kebijakan, Elbridge Colby, bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta pada Selasa (11/08).

Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kepada Colby bahwa perluasan kerja sama pertahanan tidak bertujuan untuk mendirikan pangkalan militer AS di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh pernyataan dari Kementerian Pertahanan Indonesia.

Cina sendiri tidak mengakui klaim kedaulatan pemerintahan Taiwan dan militer Beijing beroperasi hampir setiap harinya di sekitar Taipei.

Seperti kebanyakan negara, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, tetapi pulau itu adalah rumah bagi lebih dari 300.000 pekerja migran Indonesia.

Taipei mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka dan telah berulang kali mengecam tekanan militer Cina.

 Bukan Latihan Perang

TNI AL angkat bicara terkait rencana latihan pelayaran antara militer China dan Indonesia di lepas pantai timur Taiwan. TNI AL mengatakan latihan tersebut bukanlah bersifat war fighting, melainkan tradisi navy secara universal.

"Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dimintai konfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Diketahui, berdasarkan siaran pers Kemlu, Kapal Perang Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 tiba di Pier 33, Vladivostok, Federasi Rusia pada 23 Juli 2026. Kedatangan KRI Gusti Ngurah Rai tersebut untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) ORRUDA (Orel Garuda) 2026 antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Federasi Rusia. Latihan itu dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Harbour Phase pada 24-26 Juli 2026 dan Sea Phase pada 27-28 Juli 2026.

Sementara itu, menurut Laksma Tunggul, selama perjalanan Lintas Laut (linla) KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-333 dari Vladivostok Rusia sampai kembali ke tanah air, akan dilaksanakan latihan passing exercise dengan negara-negara yang akan dilewati. Passing exercise adalah latihan bersama untuk menyambut dan mengantarkan kapal perang asing.

Laksma Tunggul mengatakan latihan tersebut merupakan bentuk kerja sama hubungan diplomatik di bidang maritim yang melekat pada kapal perang. Ia menegaskan kembali sikap politik Indonesia yang bebas aktif sehingga membuka peluang untuk bekerja sama dengan negara mana pun, termasuk latihan bersama.

"Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," tuturnya.

"Politik luar negeri Indonesia bebas aktif memberikan peluang kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun, termasuk giat Passex dengan sejumlah negara," katanya. (yld/imk)

 ⚓️  Detik  

Senin, 03 Agustus 2026

Kemhan Hadiri Rencana Joint Exercise UAV ORLAN 10-E

 🤝 🛩https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjVZKooa1G_GGVc1-mZJUh10uqJdBBpaJI1kK2AvTHyabChC-0l0co0ABH71ni328Nos8PM4rn87xn4rED9z72eL__RoqdsKGPe5fG1xr4scBArevjSYhy7fVSf2WjC_RyIe3Amt3RIbopKVj3Sn8xlNkVVaN3kTDUoBNJV85rHrBojDy_V7-v1IKAVnb2/s1280/759622499_1920587221968817_8824949791883900285_n.jfifDrone Orlan 10-E (Kemhan)

Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabatekhan Kemhan) menghadiri kegiatan Penyampaian Rencana Joint Exercise UAV Orlan-10E, yang merupakan bagian dari rencana Latihan Gabungan Produk Militer Kedutaan Besar Federasi Rusia, pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Lapangan Terbang Wiladatika, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, yang memberikan arahan serta memimpin pembahasan mengenai rencana pelaksanaan latihan gabungan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama teknis dan pertahanan antara Indonesia dan Federasi Rusia, khususnya pada bidang Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Kehadiran Kabatekhan Kemhan mencerminkan komitmen Badan Teknologi Pertahanan dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertahanan melalui kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan interoperabilitas guna mendukung terwujudnya sistem pertahanan negara yang modern, tangguh, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui sinergi dan kerja sama strategis ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin erat dalam pengembangan kemampuan teknologi pertahanan, sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya pertahanan nasional dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan di masa depan.

 ♖  Batekhan  

Kamis, 30 Juli 2026

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Uji Tembak dan Halau Drone

  Latma Orruda 2026 (Dispenal)

Kapal perang TNI AL KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merampungkan fase laut (sea phase) bersama armada tempur Rusia di perairan Vladivostok, Rabu (29/7). Kapal perang jenis fregat ini menguji kemampuan tempur dan pertahanan udara dalam latihan bersama Orruda 2026.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bergerak berdampingan dengan kapal perang Rusia Soversenny-333 usai bertolak dari pelabuhan. Kedua kapal perang tersebut menggelar formasi tempur di tengah cuaca ekstrem Samudra Pasifik.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda I Gung Putu Alit Jaya menegaskan latihan di Vladivostok ini mengasah kesiapsiagaan prajurit saat beroperasi di perairan Vladivostok.

“KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama kapal perang Rusia Soversenny-333 sukses melaksanakan serial latihan tahap sea phase Orruda 2026 di perairan Vladivostok. Latihan ini memperkuat kerja sama dan interoperabilitas TNI AL dan Angkatan Laut Rusia melalui berbagai serial latihan di laut,” ujar Alit, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Kamis (30/7).

Selama dua hari latihan, pada 29-30 Juli, para pelaut melakoni sejumlah skenario pertempuran. Materi latihan meliputi penembakan senjata ringan di laut (small arms firing at Sea/SAFAS), uji tembak meriam (gunnery exercise), pergerakan kapal bersama (joint maneuver exercise), hingga pertahanan udara (air defence exercise).

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 juga menguji teknik penghalauan pesawat tanpa awak (counter action against UAV exercise) untuk mengantisipasi serangan drone pengintai maupun drone kamikaze musuh.

Tak hanya simulasi tempur, kedua kapal perang menggelar pertukaran kru (cross deck). Prajurit TNI AL menyeberang ke kapal Soversenny-333, sementara pelaut Rusia menjajal geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

“Selain latihan tempur, kedua angkatan laut menggelar pertukaran kru di masing-masing kapal. Langkah ini jadi sarana berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memahami prosedur operasional masing-masing angkatan laut,” tambah Alit.

Latihan bersama ini turut melibatkan kekuatan udara dan pasukan khusus. TNI AL memboyong 145 prajurit, heikopter Panther HS-1310, serta satu tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) untuk berlatih bersama helikopter RN-Kamov (Ka-28) milik Angkatan Laut Rusia.

Rangkaian sea phase Orruda 2026 resmi berakhir lewat formasi perpisahan (farewell formation) di lepas pantai Vladivostok.

 ⚓️  IDM  

Kamis, 23 Juli 2026

Indonesia Mengerahkan Frigat ke Rusia untuk Latihan 'Orruda' 2026

 ⚓️ Sembari Mengurangi Partisipasi dalam 'RIMPAC' di AS KRI GNR 332 menembakkan rudal Exocet B3 dalam Latopslagab 2026 menghancurkan target (eks KRI Teluk Hading) (Kodiklat)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) telah mengerahkan frigat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Vladivostok untuk Latihan 'Orruda' 2026; ini merupakan pengerahan kapal perang Indonesia yang pertama kalinya ke Rusia untuk latihan bilateral tersebut.

Pengerahan ini dilakukan di saat Indonesia berpartisipasi dalam Latihan 'Rim of the Pacific' (RIMPAC) 2026 tanpa menyertakan kapal perang angkatan laut, sebagaimana tercantum dalam daftar peserta yang dirilis oleh Armada Pasifik AS.

Ini adalah kali pertama Indonesia tidak mengirimkan kapal ke RIMPAC sejak tahun 2014, tidak termasuk edisi tahun 2020 yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Partisipasi Indonesia dalam 'Orruda' 2026 dikonfirmasi melalui pernyataan TNI Angkatan Laut kepada Janes pada tanggal 21 Juli.

Selain KRI I Gusti Ngurah Rai-332, TNI Angkatan Laut juga telah mengirimkan personel pasukan khusus, penyelam, dan tim medis ke Vladivostok untuk latihan tersebut.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pengiriman delegasi Indonesia ini merupakan kelanjutan dari kerja sama pertahanan yang dimulai melalui latihan perdana 'Orruda', yang diselenggarakan oleh Indonesia pada bulan November 2024.

Meskipun Indonesia masih tercantum sebagai salah satu dari 31 negara peserta 'RIMPAC' 2026, kontribusinya terbatas pada kontingen personel Korps Marinir Indonesia, menurut informasi yang dirilis oleh Armada Pasifik AS.

Kontingen tersebut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk latihan penembakan dengan peluru tajam, latihan infiltrasi fast-rope, latihan pertempuran jarak dekat, dan kegiatan latihan amfibi multinasional di Hawaii.

Berkurangnya kontribusi unsur angkatan laut ini berbeda dengan penyelenggaraan 'RIMPAC' sebelumnya.

Indonesia mengerahkan frigat KRI Raden Eddy Martadinata-331 ke 'RIMPAC' 2024, sementara latihan-latihan sebelumnya melibatkan kapal kombatan permukaan utama TNI Angkatan Laut, termasuk KRI I Gusti Ngurah Rai.

  🚀  Jane’s  

Rabu, 22 Juli 2026

TNI AU Jalani Latihan DBFM pada Pitch Black 2026

✈   Di AustraliaPesawat T50i Golden Eagle T-5020 TNI AU di Australia (Dispenau/DoD Aus)

Penerbang pesawat tempur T-50i Golden Eagle TNI Angkatan Udara mengikuti latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) dalam rangkaian latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di wilayah udara Darwin, Australia, Senin (20/7/2026).

Latihan ini menjadi bagian dari Air Maneuver Exercise (AMX) untuk meningkatkan pemahaman taktis, kemampuan tempur udara, serta interoperabilitas dengan angkatan udara negara sahabat sebelum memasuki skenario latihan yang lebih kompleks.

Pada sesi DBFM, para penerbang TNI AU mempelajari karakteristik dan performa berbagai jenis pesawat tempur, prosedur penerbangan, komunikasi, serta tata cara operasi di wilayah udara Darwin. Sebagai bagian dari Force Integration Training (FIT), penerbang T-50i melaksanakan latihan bersama penerbang pesawat F-16D milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) dan F-35A Japan Air Self-Defense Force (JASDF).

Keikutsertaan TNI AU dalam Pitch Black 2026 mencerminkan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapan operasional, serta memperkuat kerja sama dan interoperabilitas dengan angkatan udara negara-negara sahabat.

  ✈  TNI AU  

Rabu, 15 Juli 2026

TNI AU Siapkan Empat Pesawat T50i ke Australia

✈  Latihan Pitch Black 2026T50i pesawat teranyar T5017 TNI AU bersiap terbang ke Australia (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan empat pesawat tempur T-50i Golden Eagle untuk mengikuti latihan multinasional Pitch Black 2026 di Australia yang akan dimulai pada 20 Juli 2026.

Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad di Kupang, Rabu, mengatakan empat pesawat tempur tersebut dijadwalkan bertolak ke Australia pada Kamis (16/7).

"Kedatangan sejumlah pesawat tempur ini dalam rangka mengikuti latihan Pitch Black di Australia. Besok mereka akan berangkat," katanya.

Selain empat pesawat tempur T-50i, TNI AU juga mengerahkan satu pesawat angkut C-130 Hercules.

Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Australia, latihan Pitch Black 2026 akan berlangsung pada 20 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Somad mengatakan keikutsertaan TNI AU dalam latihan tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama dan peningkatan kemampuan bersama angkatan udara negara-negara peserta.

Ia menambahkan para penerbang TNI AU akan mengikuti berbagai skenario latihan, termasuk manuver pesawat tempur bersama peserta dari negara lain.

Dalam kesempatan tersebut, Lanud El Tari juga menggelar kegiatan hari terbuka pangkalan (open base) bagi masyarakat, termasuk pelajar di Kota Kupang.

"Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung pesawat-pesawat tempur kami. Karena itu, kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung," ujarnya.

Kegiatan hari terbuka pangkalan berlangsung mulai Rabu hingga Kamis (16/7) pukul 08.00 WITA sampai selesai.

Ia mengajak masyarakat Kota Kupang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat dari dekat dan berfoto dengan pesawat tempur TNI AU.

  ✈  Antara  

Rabu, 08 Juli 2026

Pelepasan Satgas Orruda 2026

  Perkuat Diplomasi Maritim TNI AL Bersama Russian Navy (Dispenal)

TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II secara resmi melepas Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama ORRUDA 2026 yang akan mengikuti pelayaran dan latihan bilateral bersama Russian Navy di Vladivostok, Rusia. Pelepasan dipimpin Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., di Markas Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026).

Satgas ORRUDA 2026 akan melaksanakan pelayaran selama 42 hari, mulai 7 Juli hingga 18 Agustus 2026, dengan menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 serta diperkuat 145 personel yang terdiri dari prajurit KRI, personel Kopaska, penyelam, kru heli, dokter, safety officer, dan penerangan. Latihan ini merupakan implementasi kerja sama Navy to Navy Talks (NTNT) antara TNI AL dan Russian Navy serta menjadi penyelenggaraan ORRUDA kedua setelah kembali diaktifkan pada tahun 2024.

Dalam amanatnya, Pangkoarmada II menegaskan bahwa para prajurit yang tergabung dalam Satgas ORRUDA bukan sekadar melaksanakan latihan militer, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta bangsa yang membawa nama baik TNI Angkatan Laut dan Indonesia di forum internasional. Melalui latihan ini, diharapkan terjalin hubungan kerja sama yang semakin erat sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika operasi maritim.

Pangkoarmada II juga menekankan agar seluruh personel memanfaatkan latihan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan Maritime Interdiction Operation (MIO), penanganan ancaman Unmanned Surface Vessel (USV), Search and Rescue (SAR), serta Medical Evacuation (MEDEVAC). Selain itu, para prajurit diminta mengoptimalkan kegiatan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) sebagai sarana bertukar pengetahuan, pengalaman, dan memperkuat interoperabilitas kedua angkatan laut.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangkoarmada II memberikan penekanan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengutamakan zero accident melalui penerapan prinsip safety first, menjaga nama baik TNI Angkatan Laut, bangsa dan negara, serta menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya selama pelaksanaan latihan sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme prajurit.

Keikutsertaan Satgas ORRUDA 2026 sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam memperkuat diplomasi pertahanan, meningkatkan interoperabilitas dengan angkatan laut negara sahabat, serta memperkokoh kesiapan operasional prajurit guna mendukung stabilitas dan keamanan maritim di kawasan maupun tingkat global.

 ⚓️  TNI AL  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...