Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2026

Marinir Bidik AlAV di AS

Menindaklanjuti rencana modernisasi alutsista Ilustrasi LVT7 Marinir (Wikipedia)

Korps Marinir menindaklanjuti rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memastikan kelanjutan pengadaan kendaraan tempur Amphibious Assault Vehicle (AAV) serta penjajakan teknologi militer terbaru.

Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian hadir mewakili Pangkormar Letjen (Mar) Endi Supardi dalam ajang Modern Day Marine 2026. Pameran ini merupakan kiblat inovasi teknologi operasi pesisir yang digelar di Washington D.C., pada 28-30 April 2026.

 Progres Pengadaan AAV


Dalam agenda tersebut, Efhardian mengadakan pertemuan khusus dengan Direktur Pengadaan Alutsista Korps Marinir AS (USMC), Brigjen Tamara Campbell. Diskusi ini membahas kepastian lini masa pengiriman dan teknis pengadaan kendaraan pengangkut personel amfibi tersebut.

Kami hadir untuk memastikan kerja sama alutsista antara Korps Marinir Indonesia dan USMC berjalan lancar, termasuk keberlanjutan program AAV untuk memperkuat kesiapan operasional satuan,” kata Efhardian, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (5/5).

Efhardian menambahkan, Indonesia menitikberatkan pada aspek peningkatan kapabilitas pengawak melalui pelatihan dan transfer teknologi. “Kerja sama ini bukan sekadar pengadaan unit, tapi mencakup transfer ilmu agar personel kami memiliki kesetaraan kemampuan teknis dengan mitra internasional,” tegasnya.

Pihak USMC melalui Campbell menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati kedua belah pihak.

 Diplomasi Militer dan Hubungan Bilateral

Selain membedah teknologi dari 350 industri pertahanan, delegasi Marinir juga menyambangi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. untuk bertemu Duta Besar RI Indroyono Soesilo. Pertemuan ini bertujuan melaporkan progres diplomasi militer yang sedang dilakukan di AS.

Indroyono menilai langkah Korps Marinir ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam kerangka kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership.

Pemerintah mendukung penuh komunikasi strategis ini. Selain urusan alutsista, ini adalah bagian dari penguatan interoperabilitas atau kemampuan untuk bekerja sama dalam operasi gabungan antara TNI AL dan USMC,” ujar Indroyono.

 Pantau Teknologi Lintas Domain

Selama pameran, delegasi juga berdiskusi dengan Direktur Program Kerja Sama Material Internasional Angkatan Laut AS William Carty, serta Aslog USMC Letjen Stephen Sklenka. Pihak AS membuka peluang kerja sama seluas-luasnya, termasuk pada teknologi multi-domain operations yang menggabungkan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah maraton di Washington ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Korps Marinir untuk terus memperbarui sistem persenjataan sesuai dengan dinamika keamanan kawasan saat ini. (at)

  ♞
IDM  

Kamis, 09 April 2026

[Teror] Kendaraan UNIFIL Tertembak di Lebanon

  👹 Kemlu panggil dubes israelIlustrasi Kendaraan UNIFIL Italia (Ist) 🛡

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Italia memanggil duta besar Israel, Rabu (8/4), setelah insiden di Lebanon yang mengakibatkan kendaraan Italia untuk penjaga perdamaian Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) rusak akibat tembakan peringatan dari Israel.

Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, dalam sebuah unggahan di platform X, mengatakan bahwa dia baru saja menginstruksikan duta besar Israel untuk Italia untuk dipanggil ke Kemlu Italia guna mengklarifikasi apa yang terjadi di Lebanon.

Tajani juga menekankan bahwa militer Italia tetap tidak akan "tersentuh".

Langkah itu diambil setelah Menlu Tajani mengatakan kepada parlemen Italia bahwa konvoi pasukan UNIFIL Italia terkena tembakan selama terjadinya peningkatan ketegangan.

"Tembakan peringatan Israel merusak salah satu kendaraan kami. Untungnya, tidak ada korban luka yang dilaporkan, tetapi konvoi itu (UNIFIL Italia) harus kembali," kata Tajani seperti dilaporkan Kantor Berita ANSA.

Semula, kata Tajani, konvoi tersebut membawa personel ke Beirut untuk repatriasi.

Dia juga memperingatkan tentang intensifikasi operasi Israel, dengan mengatakan bahwa telah terjadi pemboman Israel terdahsyat sejak dimulainya kembali perang dan 150 pesawat dilaporkan terlibat di seluruh Lebanon.

  👹 anews  

Jumat, 06 Maret 2026

Penandatanganan Kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 dan Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026

(Batekhan Kemhan)

Momentum strategis kembali ditorehkan dalam upaya penguatan kemandirian industri pertahanan nasional melalui penandatanganan kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 serta Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung modernisasi Alutsista serta peningkatan kemampuan operasional pertahanan, khususnya dalam menghadirkan kendaraan taktis berdaya jelajah tinggi di berbagai medan ekstrem, serta target udara berkecepatan tinggi guna mendukung kebutuhan latihan dan pengujian sistem persenjataan.

Pengembangan Kendaraan Taktis Fulltrack difokuskan pada peningkatan mobilitas, daya tahan, serta adaptabilitas terhadap berbagai kondisi medan operasi.

Kendaraan taktis full track dari PT SAS Aero Sishan (Medef)
Sementara itu, Prototipe High Speed Aerial Target dirancang untuk mendukung efektivitas latihan sistem pertahanan udara melalui simulasi target bergerak cepat yang realistis dan presisi.

Melalui kontrak ini, diharapkan tercipta sinergi optimal antara unsur pemerintah, industri pertahanan, serta pemangku kepentingan terkait dalam mendorong inovasi teknologi, peningkatan TKDN, dan percepatan penguasaan teknologi strategis nasional.

Langkah ini menegaskan komitmen berkelanjutan dalam membangun pertahanan negara yang tangguh, modern, dan mandiri demi menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.

  💥 
Batekhan Kemhan  

Sabtu, 21 Februari 2026

Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil J-Forces Pandu

Uji terima kendaraan tempur angkut personil J-Forces Pandu yang dilengkapi RCWS asal Turkiye (J-Forces)
Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil di Batujajar dan Subang telah sukses dilaksanakan.

Rangkaian pengujian komprehensif ini dilakukan untuk memvalidasi performa unit sebelum resmi bertugas mendukung tugas pokok TNI.

  Beberapa tahap pengujian krusial meliputi : 
Mobilitas: Uji Rem (Basah/Kering), Zig-Zag, Radius Putar, dan Off-Road.

Daya Gempur: Uji Tembak RCWS (300m & 500m) serta Gun Shoot.

Teknologi & Fitur: Uji Thermal, Kamera, dan Uji Statis.

Komitmen kami adalah menghadirkan alutsista dengan standar tertinggi guna mendukung kedaulatan NKRI di berbagai medan penugasan.

  Berikut video dari Youtube : 


  J-Forces  

Sabtu, 07 Februari 2026

Excalibur Army Secures a Record Export Contract for Patriot Vehicles

Patriot (iExcalibur Army)

CSG
Group, through its subsidiary Excalibur Army, has secured contracts in Southeast Asia for the delivery of more than 100 Patriot armored vehicles in various configurations.

The total value of these contracts exceeds USD 300 million.

Deliveries are scheduled to be completed within a three-year timeframe.The order includes a wide range of Patriot platform variants designed for modern land forces, from mortar carrier vehicles and command vehicles to armored personnel carriers, wheeled infantry fighting vehicles, and armored medical evacuation versions.

“Within the CSG Group, Excalibur Army specializes in the development and production of top-tier land systems, often based on Tatra chassis. The contract in Southeast Asia confirms the trust of our partners and builds on our successful track record of deliveries in this region, where we have previously exported, for example, bridging systems and rocket launchers,” said Vladimír Stulančák, CEO of Excalibur Army.

The Patriot armored vehicle is built on the outstanding off-road wheeled Tatra chassis, featuring the unique central backbone tube design and independent swinging half-axles, ensuring high mobility even in demanding conditions.

This project represents the largest export order for the Patriot platform to date and confirms its versatility as well as its ability to be tailored to the customer’s specific requirements.

 
Excalibur Army  

BRIN Kawal Riset Tank Ringan Nasional melalui Kolaborasi Industri

 🤝 Hingga tahap sertifikasi BRIN riset tank ringan nasional (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan. Riset ini dikawal secara komprehensif hingga tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dilaksanakan melalui skema kolaborasi dengan mitra industri.

Perkembangan riset tersebut disampaikan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang digelar di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menjelaskan bahwa riset kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari prioritas riset strategis industri pertahanan.

BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi. Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” ujar Lukman pada Selasa (3/2).

Menurutnya, tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak. Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.

P8 Light Tank (SSE)

Lukman menambahkan, cakupan riset ke depan akan diperluas tidak hanya pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai varian kendaraan taktis lainnya. Setelah fase optimasi tank ringan, pengembangan akan dilanjutkan pada varian seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional militer, termasuk evakuasi dan dukungan medis.

Skema kolaborasi riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yakni BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kerja sama antara BRIN dan PT SSE telah berjalan, sementara penjajakan kolaborasi dengan TNI AD masih berlangsung dan ditargetkan terealisasi dalam tahun ini, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Project Manager PT SSE, Mardjuki, menyampaikan apresiasi terhadap peran BRIN sebagai mitra riset strategis. Menurutnya, BRIN memberikan dukungan keilmuan yang signifikan, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.

Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Mardjuki.

Melalui kolaborasi riset ini, BRIN menegaskan komitmennya dalam menjembatani riset dan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi pertahanan yang siap diimplementasikan dan berdaya saing nasional. (aj/ed:ugi)

  ♞  BRIN  

Selasa, 06 Januari 2026

[Global] MBT Altay Menggunakan Mesin Lokal

Antisipasi embargo masa lalu dari sekutunyaTurki menyetujui penggunaan mesin buatan dalam negeri untuk MBT Altay (Daily Sabah)

T
urki telah mencapai tonggak penting, karena prosedur acceptance factory (penerimaan pabrik) untuk unit tenaga buatan dalam negerinya telah selesai.

"Uji penerimaan pabrik untuk mesin Batu 1.500 Hp, yang dikembangkan untuk tank tempur utama modern kami, Altay, telah berhasil diselesaikan," kata Haluk Görgün, kepala Presidensi Industri Pertahanan (SSB).

"Dikembangkan oleh BMC POWER menggunakan sumber daya nasional, mesin Batu dengan jelas menunjukkan tingkat pencapaian Turki dalam teknologi mesin kendaraan darat dengan performa, daya tahan, dan kemampuan operasionalnya," tulis Görgün di platform media sosial NSosyal.

Uji coba ini dilakukan dua bulan setelah pembukaan pabrik yang akan memproduksi tank dan unit tenaga penggeraknya. Hal itu bertepatan dengan pengiriman unit Altay pertama ke angkatan bersenjata Turki.

Proses produksi massal dimulai dengan menggunakan unit penggerak (power group) impor. Menurut Görgün, kegiatan pengujian dan kualifikasi untuk transmisi mesin Batu terus berlanjut sesuai rencana.

Proses pengembangan mesin, yang dimulai pada tahun 2018, diawali dengan kesenjangan yang signifikan dalam infrastruktur teknik, fasilitas pengujian, rantai pasokan, dan sumber daya manusia. Namun, kemampuan simulasi, produksi, dan pengujian telah diperoleh, dan mesin-mesin tersebut telah berhasil dikembangkan dan diuji.

Dirancang untuk memenuhi persyaratan mobilitas tinggi tank Altay, unit daya ini menunjukkan kinerja superior dalam kriteria seperti konsumsi bahan bakar rendah, umur pakai yang panjang, kesesuaian untuk ketinggian tinggi dan kondisi iklim yang menantang.

Grup Batu Power, yang menyediakan mobilitas tank tersebut, terdiri dari komponen mesin, transmisi, dan paket pendingin. Dengan mesin yang kini sudah siap, kualifikasi transmisi produksi dalam negeri menjadi prioritas, dan pekerjaan ke arah ini terus berjalan dengan kecepatan penuh.

Proyek Altay telah menghadapi berbagai kendala dan penundaan sejak awal, terutama karena pembatasan izin ekspor, tetapi Presiden Recep Tayyip Erdoğan mendorongnya maju. Dua prototipe dikirim untuk pengujian ke Angkatan Bersenjata Turki (TSK) pada tahun 2023.

Meskipun memiliki angkatan darat terbesar kedua di NATO, Turki sering menghadapi embargo senjata dari sekutunya di masa lalu. Hal itu mendorongnya untuk secara signifikan meningkatkan kemampuan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan asing selama dua dekade terakhir.

Saat ini, negara tersebut memproduksi berbagai macam kendaraan dan jenis senjata di dalam negeri, termasuk drone, rudal, dan kapal angkatan laut buatannya sendiri. Negara ini juga sedang mengembangkan jet tempur generasi kelima buatannya sendiri.

 
Daily Sabah  

Pengembangan Tank Harimau dan Rudal KHAN ITBM-600 Jadi Perhatian Pengamat Militer Jepang

Medium tank Harimau (Pindad)

Pengembangan bersama antara Indonesia-Turki mengenai Tank Harimau dan rudal KHAN ITBM-600 ternyata jadi perhatian pengamat militer Jepang.

"Tank ringan jenis medium yang tampak seperti tank tempur muncul untuk tujuan mengurangi biaya. Contohnya adalah MMWT (Modern Medium Weight Tank) yang dikembangkan bersama oleh Indonesia dan Turki belum lama ini," ungkap pengamat militer Masamichi Saito dalam tulisannya Sabtu ini (3/1/2026).

MMWT dikembangkan bersama sejak 2015 sebagai bagian dari perubahan trend dunia ke tank medium yang lebih murah tetapi kapasitas dan kualitas lebih baik di berbagai negara, tambahnya.

Kerjasama Indonesia dengan Turki juga untuk rudal jarak menengah KHAN ITBM-600 yang unit pertamanya diterima Indonesia Agustus 2025 dan sisanya akan diterima awal tahun 2026 ini dengan kontrak pengadaan “empat baterai”.

Penyebutan rencana pengadaan “empat baterai” untuk sistem rudal balistik taktis KHAN ITBM-600 menimbulkan pertanyaan publik, menurutnya, apa arti satu baterai rudal, dan sejauh mana dampaknya terhadap kapabilitas pertahanan Indonesia? Berikut penjelasan teknisnya.

  Apa Itu “Baterai” dalam Sistem Rudal Balistik ?  
Dalam doktrin artileri modern, baterai bukan satu unit peluncur tunggal.

Satu baterai adalah paket tempur lengkap yang terdiri dari beberapa elemen utama yang bekerja terpadu, umumnya mencakup empat hal, masing-masing Unit Peluncur (Launcher).

Kendaraan peluncur beroda (mis. 8×8) yang membawa dan menembakkan rudal. Satu baterai biasanya memiliki beberapa launcher, bukan satu.

Kemudian kendaraan Komando & Kendali (C2) yang merupakan pusat pengendali tembakan, perencanaan misi, dan sinkronisasi antar-unit.

Hal ketiga adalah unit Radar/Surveilans & Sensor yang mendukung akuisisi target dan integrasi data (pada level taktis).

Kendaraan Logistik & Pendukung yang juga termasuk amunisi cadangan, pemeliharaan, komunikasi, dan perlindungan.

"Dengan struktur tersebut, baterai adalah satu kesatuan tempur otonom yang siap operasi," katanya.

   Makna “Empat Baterai” KHAN ITBM-600  
Jika TNI AD menerima empat baterai KHAN ITBM-600, artinya Indonesia tidak hanya membeli rudal, tetapi membangun empat satuan tempur balistik taktis lengkap.

   Dampaknya ada tiga hal. 
Pertama adalah redundansi & Ketahanan menjadi tidak bergantung pada satu titik; kemampuan tetap ada meski satu baterai nonaktif.

Hal Kedua, cakupan Operasional Lebih Luas dengan Baterai dapat dipisah dan ditempatkan di wilayah berbeda sesuai kebutuhan.

Hal ketiga adalah kesiapsiagaan Berlapis dengan rotasi operasi–latihan–pemeliharaan tanpa kehilangan kemampuan tempur.

   Bagaimana Kapabilitas Pertahanan Indonesia?   
1) Daya Gentar (Deterrence) yang Kredibel

KHAN ITBM-600—varian ekspor dari BORA buatan Roketsan—memberi kemampuan serangan presisi jarak jauh. Empat baterai meningkatkan kepastian respons dan daya tangkal.

2) Mobilitas & Survivabilitas

Platform mobile (shoot-and-scoot) membuat baterai sulit dilacak dan dihantam, meningkatkan survivabilitas dalam skenario konflik.

3) Fleksibilitas Penempatan

Sebagai negara kepulauan, Indonesia diuntungkan oleh kemampuan pemisahan baterai untuk melindungi objek vital strategis dan ruang kedaulatan.

4) Lompatan Doktrin Artileri Darat

Empat baterai menandai pergeseran dari artileri konvensional ke strike presisi berlapis, memperkaya opsi komando darat tanpa bergantung pada satu platform.

  Transparansi & Keamanan  
Pemerintah Indonesia memang tidak merilis detail jumlah launcher atau rudal per baterai dan dalam praktik hal itu lazim demi keamanan.

Namun secara doktrinal, empat baterai berarti empat paket kemampuan penuh, bukan sekadar angka simbolik.

Oleh karena itu, tambahnya, penyebutan “empat baterai” KHAN ITBM-600 menunjukkan bahwa Indonesia membangun kemampuan balistik taktis yang utuh, tersebar, dan berkelanjutan.

Jadi bukan hanya menambah alutsista, tetapi menaikkan kelas postur pertahanan darat menuju presisi, mobilitas, dan daya gentar yang terukur.

  🚀 
Tribunnews  

Senin, 05 Januari 2026

PT Pindad Berpeluang Masuk Pasar Alutsista Amerika Latin

Anoa 3 Pindad

PT Pindad berpotensi menjadi pemasok alutsista alternatif bagi negara-negara di kawasan Amerika Latin. Pandangan tersebut muncul sebagai respons atas kebutuhan negara-negara di wilayah tersebut.

Terutama untuk memperkuat kemampuan pertahanan territorial,tanpa terjebak dalam persaingan geopolitik antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan akibat maraknya aktivitas kartel dan kelompok kriminal bersenjata, pilihan untuk mengimpor alutsista dari negara yang tidak terafiliasi dengan blok politik global tertentu menjadi semakin penting.

Dalam konteks ini, produk pertahanan Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sekaligus peluang besar untuk menembus pasar Amerika Latin.

Pengamat Hubungan Internasional UMY Rafyoga Irsadana mengungkapkan hal itu, dalam peluncuran buku Ambisi Global BUMN di UMY belum lama ini.

Rafyoga menegaskan, salah satu kekuatan utama Indonesia dalam industri alutsista global adalah politik luar negeri bebas aktif. Hal ini membuat produk pertahanan Indonesia relatif bebas dari risiko geopolitik.

Ketika sebuah negara membeli persenjataan dari Amerika atau Tiongkok, mereka bisa otomatis diasosiasikan dengan blok tertentu. Indonesia menawarkan risiko geopolitik yang rendah karena posisi strategis kita independen,” katanya.

Menurut Rafyoga, negara-negara di Amerika Latin akan merasa lebih fleksibel dan tidak terbebani secara politik, ketika membeli alutsista dari Indonesia. Dibandingkan jika mereka memberi dari pemasok besar yang membawa dampak diplomatik tertentu.

  ♔
RRI  

Senin, 24 November 2025

Pesawat N219 Siap Diproduksi Lebih Banyak

Infografis Pesawat N-219 Nurtanio (tandaseru)

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan, pesawat N219 siap diproduksi lebih banyak sesuai dengan pesanan pemerintah.

Produksi ini menjadi salah satu inovasi BRIN bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Pesawat ini diketahui terbang perdana pada tahun 2017 lalu.

"Termasuk tentu industri alutsista. Di mana BRIN juga sudah memiliki sejumlah inovasi bersama PTDI, kita sudah memiliki N219 yang saat ini sudah siap untuk diproduksi lebih banyak lagi sesuai dengan pesanan pemerintah," kata Arif Satria, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/11/2025).

Arif menyampaikan, alutsista menjadi salah satu topik pembicaraan yang diperbincangkan dengan Presiden Prabowo hari ini, termasuk terkait kontribusinya dalam persiapan pengembangan pesawat amfibi, N219A.

"Kita juga sedang mempersiapkan bagaimana membangun, memperkuat produksi sea plane. Jadi pesawat amfibi yang juga bisa mendarat di laut. Jadi, saya kira industri pesawat dengan PT Dirgantara kita sudah berkolaborasi," ucap dia.

Tak cuma PTDI, BRIN juga akan bekerja sama dan berkolaborasi dengan PT Pindad memproduksi Maung.

"Kita juga nanti akan berkolaborasi juga dengan Pindad yang memproduksi alutsista serta industri otomotif kita. Saya kira Maung yang sudah diproduksi oleh Pindad ini terus akan diperkuat R&D-nya," ujar dia.

  👷 Kompas  

Rabu, 19 November 2025

EDGE dan Republikorp Umumkan Kerjasama Senilai USD 7 Miliar

  Membangun Manufaktur Pertahanan di Indonesia EDGE dan Republikorp Umumkan Kerja Sama Senilai USD 7 Miliar. (EDGE)

EDGE, salah satu grup teknologi canggih dan pertahanan terkemuka di dunia, telah menandatangani perjanjian kerja sama penting dengan Republikorp, perusahaan induk pertahanan terkemuka di Indonesia, di Dubai Airshow 2025 (DAS 2025).

Perjanjian ini mencakup alih teknologi (ToT), produksi terlokalisasi, inisiatif pengembangan bersama, dan program modernisasi komprehensif untuk Angkatan Bersenjata Indonesia.

Sebagai program internasional terbesar EDGE Group hingga saat ini, total paket pembiayaan dan pengadaan mencapai USD 7 miliar, yang disediakan melalui UEA untuk memajukan modernisasi pertahanan, kapabilitas teknologi, dan otonomi industri Indonesia.

Skyknight EDGE, sistem pertahanan udara (EDGE)
Kolaborasi ini mencakup portofolio luas sistem pertahanan canggih, terutama sistem rudal pertahanan udara SKYKNIGHT, kendaraan tempur infanteri (IFV) generasi mendatang, kapal rudal siluman nirawak, pertahanan siber, dan kemampuan produksi amunisi senjata ringan, yang menjadi landasan bagi Indonesia menuju kemandirian pertahanan dan jaringan rantai pasok global UEA.

Hamad Al Marar, Direktur Pelaksana dan CEO EDGE, mengatakan: “Inisiatif pertahanan penting ini merupakan tonggak penting dalam pertumbuhan internasional EDGE. Bermitra dengan Republikorp, kami membantu membentuk ekosistem pertahanan yang modern dan mandiri yang memperkuat keamanan nasional dan kapabilitas industri Indonesia. Program ini mewujudkan komitmen kami untuk kolaborasi yang berkelanjutan, transfer teknologi, dan penyediaan sistem canggih yang terintegrasi.

Norman Joesoef, Ketua Grup Republikorp, mengatakan: “Kemitraan senilai USD 7 miliar ini menandai langkah besar menuju otonomi pertahanan jangka panjang Indonesia, kemandirian industri, dan kepercayaan internasional. Dengan bergabung bersama EDGE, kami berinvestasi dalam sistem dan sumber daya manusia untuk kepentingan strategis UEA dan Indonesia dalam manufaktur pertahanan canggih. Ini lebih dari sekadar kerja sama antara dua perusahaan; ini adalah ikatan antara dua negara yang bersaudara.

  🤝 
Edge  

Sabtu, 15 November 2025

[Global] Chaiseri Tampilkan Guardian-T 8×8 di Defense and Security 2025

♞ Dilengkapi kanon 105 mm(TAF)

Perusahaan Chaiseri yang berbasis di Thailand meluncurkan kendaraan tempur lapis baja Guardian-T rancangannya di Defense and Security 2025 yang berlangsung di Bangkok pada 10-13 November.

Kendaraan berpenggerak 8×8 ini diawaki tiga orang (pengemudi, komandan, dan juru senjata) dan dirancang untuk peran pemberi dukungan tembakan (FSV) di medan tempur.

Chaiseri menyatakan platform ini memenuhi standar perlindungan STANAG 4569 Level 2 dan dapat ditingkatkan ke Level 3.

Dengan bobot tempur sekitar 25 ton, Guardian-T dibekali tenaga penggerak mesin diesel, dapat mencapai kecepatan tertinggi 110 km/jam dan jangkauan operasi 800 km.

Sistem penggeraknya mencakup suspensi independen dan sistem penggerak permanen 8×8. Konfigurasi ini mendukung mobilitas dan stabilitas off-road yang tinggi di berbagai medan.

Persenjataan utamanya adalah meriam self-loading 105 mm yang terpasang pada turet yang dioperasikan dari jarak jauh.

Persenjataan lainnya termasuk senapan mesin 7,62 mm koaksial dan peluncur rudal berpemandu antitank (ATGM).

Guardian-T juga terintegrasi dengan berbagai sistem onboard, termasuk rangkaian komunikasi taktis untuk pertukaran informasi yang aman, dan GPS dengan kompas digital untuk navigasi.

Termasuk juga, kamera pengemudi dengan penglihatan malam untuk visibilitas dalam kondisi minim cahaya, sistem pemadaman api otomatis, serta sistem pemantauan tekanan ban.

Opsi selanjutnya mencakup penerima peringatan laser dan deteksi tembakan akustik untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Perusahaan Chaiseri sendiri sebelumnya terkenal dengan kendaraan tahan ranjau First Win 4×4 MRAP, yang telah diekspor ke mancanegara, termasuk Indonesia, Malaysia, Bhutan, dan Pakistan. (RBS)
 

  Airspace Review  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...