Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2026

First Vehicle Pre delivery Acceptance Test Successfully Completed In the Kaplan APC

 Program developed by FNSS and PT PINDADAPC Kaplan (FNSS)

F
ollowing the contract signed between PT Pindad and the Indonesian Ministry of Defense to meet the Indonesian army's requirement for a 30-ton class tracked armoured personnel carrier, the first KAPLAN APC (HARIMAU APC) was manufactured at FNSS facilities under the "KAPLAN Armoured Personnel Carrier (KAPLAN APC) Development and Production Agreement" signed between PT Pindad and FNSS. The vehicle's pre-delivery acceptance tests were successfully carried out in Türkiye with the participation of PT Pindad.

Following the shipment of the HARIMAU APC to Indonesia, final acceptance tests will be carried out together with the end user. Production activities for the second vehicle, to be manufactured at PT Pindad's facilities in Indonesia, are also continuing at the same time.

The KAPLAN APC (HARIMAU APC) Project, a continuation of the success achieved in the KAPLAN MT (HARIMAU) Project, has once again demonstrated FNSS's experience and success in technology transfer and local production.

KAPLAN APC The structural design will enable vehicle to accommodate a crew of 13 personnel, including driver, commander, and a gunner. The vehicle will be developed to operate under all terrain and weather conditions. Its advanced suspension system will reduce internal vibration and improve traction. The vehicle will feature an open architecture electronics infrastructure, facilitating easy integration of various mission-critical systems, including a Battlefield Management System and 360° Situational Awareness System that provides both day and night vision for the crew.

The KAPLAN APC will be equipped with modular protection systems to effectively counter evolving battlefield challenges, providing a unique protection against ballistic and mine threats. In addition to its high personnel carrying capacity, the KAPLAN APC will be designed as the fastest vehicle in its class. Additionally, based on user requirements, the KAPLAN APC can be optionally fitted with an active protection system to defend against anti-tank missiles and rocket-propelled grenades.

The vehicle will be equipped with an automatic fire suppression system, an A/C system, and CBRN system, achieved through maintaining a sealed internal environment. These features will be designed to ensure the crew's survival and maintain their combat effectiveness in most challenging conditions.

The KAPLAN APC will be designed as a modular vehicle capable of integrating both manned and unmanned turret systems. It can be equipped with light and medium calibers such as 30 mm or 35 mm as well as 120 mm mortars and anti-tank guided missile systems.

This modular design will enable the KAPLAN APC to be configured for a wide array of missions, including mechanized infantry, reconnaissance, command and control, force protection, medical evacuation, rescue operations, combat engineering, and both direct and indirect fire support.

All these configurations are built on an armored combat vehicle platform that is equipped with a powerful engine and an automatic transmission, ensuring mobility capabilities compatible with modern main battle tanks.

The extensive use of identical parts and subsystems in the KAPLAN APC, with KAPLAN MT and other configurations within the KAPLAN tracked vehicle family, will offer significant advantages. Additionally, the vehicle will share common subsystems with the Armored Amphibious Assault Vehicle (ZAHA), which FNSS has deployed to the Turkish Naval Forces Marine Infantry Brigade. These features will ensure the KAPLAN APC's reliability, logistical integration, and ease of service, leveraging proven components from a battle-proven vehicle family used by the Turkish and Indonesian armies. This advantage will also reduce logistical burdens for global users, improve mean time between failures (MTBF), and enhance combat readiness.

 
FNSS  

Sabtu, 22 Agustus 2026

Kemhan Tinjau Harwat Ranpur Marinir

♞  Pastikan ranpur PT 76M berjalan lancar PT 76 Marinir (Ist)

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan mendampingi Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabaharwathan Kemhan RI) Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., meninjau perbaikan Kendaraan Tempur (Ranpur) Korps Marinir TNI AL jenis Tank PT-76 M di PT Lumindo Artha Sejati, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan diawali dengan paparan oleh Project Manager PT Lumindo Artha Sejati, Arif Mei Subiyanto, S.T., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan pengerjaan serta perkembangan perbaikan Ranpur Tank PT-76 M. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kabaharwathan Kemhan RI, peninjauan perbaikan Ranpur, penyerahan cenderamata dan plakat, penulisan kesan dan pesan, serta diakhiri dengan foto bersama.

Dalam sambutannya, Kabaharwathan Kemhan RI menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kemampuan, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, metode kerja, serta kualitas pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan (harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Dalam pembinaan harwat Alpalhankam, kita tidak hanya dituntut untuk menjaga kondisi materiel agar tetap laik digunakan, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa setiap proses harwat dilaksanakan secara terencana, terukur, memenuhi standar teknis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kemhan mendorong agar industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi juga secara bertahap mampu membangun kemandirian harwat Alpalhankam nasional, sehingga ketergantungan terhadap dukungan dari luar negeri dapat dikurangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aslog Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., Kapusrenharwat Alpalhan Laksma TNI Saepudin Hidayat, S.E., M.Tr.Hanla., Kadisharmat Kormar Kolonel Marinir Ukik Ari Nursanto, M.Tr.Hanla., M.M., Kabid Alpalhan Matra Udara Kolonel Tek Suparman, S.T., M.Tr.(Han)., dan Kabid Sarhan Matra Udara Kolonel Tum Achmad Fauzi, S.T., M.Eng. (Benta)


  ♞  Bernasindo  

Sabtu, 15 Agustus 2026

Kemhan Tandatangani Pengembangan Rantis Fortes H.V.9.0

Bersama PT. Elang Sukses Mardika (RALIKA group)Rantis Fortes H.V 9.0.(Ralika)

Kabatekhan hadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan kendaraan taktis Fortes H.V 9.0.

Rantis Fortes H.V 9.0 adalah kendaraan taktis (rantis) militer terbaru buatan PT Elang Sukses Mardika (Ralika group).

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM selaku mitra industri pertahaanan dalam negeri.

Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri pertahanan nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

   Batekhan  

Jumat, 07 Agustus 2026

TNI AU Kerahkan 5 Alutsista Baru dalam Latihan Gabungan TNI

  Di Dabo Singkep, Kepri Alutsista terbaru TNI AU dalam latihan gabungan TNI di Kepri (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan lima alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan siaran pers dari Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), kelima alutsista itu terdiri dari empat jet tempur Rafale dan satu pesawat angkut A400M.

Pada latihan tersebut, TNI AU mengerahkan berbagai unsur udara yang meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak serta pasukan gerak cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.

Foto yang dirilis TNI AU turut memperlihatkan empat jet tempur Rafale tampak mengawal satu pesawat angkut strategis A400M yang terbang dalam formasi di atas langit Dabo Singkep.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), TNI menampilkan simulasi peperangan modern dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep.

Dalam latihan itu, TNI AL menembakkan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 dan mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut untuk menyerang sasaran musuh.

Latihan dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para kepala staf angkatan.

Skenario yang dimainkan menggambarkan operasi gabungan TNI dalam menghadapi ancaman modern dengan melibatkan kekuatan darat, laut, udara, hingga peperangan siber.

Operasi diawali dengan serangan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82.

Setelah itu, Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) melaksanakan operasi khusus untuk membuka jalan bagi serangan berikutnya.

Di laut, TNI AL mengerahkan USV kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, disusul operasi ranjau laut serta infiltrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.

Dalam skenario yang sama, satuan siber juga melakukan serangan untuk melumpuhkan sistem kelistrikan lawan.

Setelah sasaran dinyatakan lumpuh, KRI Sampari-628 menembakkan rudal C-705 ke target di darat.

TNI AL juga mengerahkan Bantuan Tembakan Kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Korps Marinir turut memberikan dukungan tembakan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS).

Sementara itu, TNI AD mengerahkan pasukan lintas udara yang diterjunkan dari pesawat Hercules C-130, drone pengintai, drone tempur, serta satuan Artileri Medan untuk mendukung operasi gabungan.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” bunyi keterangan.

Menurut dia, kemampuan yang diperagakan mencerminkan peningkatan kesiapan tempur, baik dari sisi alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Sjafrie juga menilai penggunaan alutsista buatan dalam negeri dalam latihan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal Indonesia terhadap berbagai ancaman.

Latihan Integrasi TNI 2026 dirancang untuk menguji kemampuan operasi gabungan antarmatara, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan dalam menghadapi dinamika peperangan modern.

 Berikut video liputan IDN Times :


 ✈️ 
Kompas  

Kamis, 06 Agustus 2026

TNI AD Latihan Integrasi Terjun Bekal di Dabo Singkep

  Terjunkan UTV Fin Komodo produk Cimahi Yonbekang 5/ARY persiapkan UTV Fin Komodo dalam latihan terintergrasi TNI di Kepri (Dispenad)

Yonbekang 5/ARY dalam latihan gabungan TNI menerjunkan UTV (Utility Terain Vehicle) Fin Komodo produk dalam negeri di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapan personel Yonbekang 5/ARY dalam melaksanakan operasi Aerial Delivery (Terjun Bekal) sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian latihan mulai dari tahap persiapan, pengepakan, pengiriman, penerjunan bekal, hingga pengumpulan dan evaluasi dapat terlaksana sesuai rencana.

Komandan Yonbekang 5/ARY, Letkol Cba Rizki Marhandi, S.H., turut terjun langsung dalam kegiatan latihan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan di lapangan. Beliau memberikan arahan, pengawasan, serta motivasi kepada seluruh personel sehingga setiap tahapan latihan dapat dilaksanakan secara efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi selama pelaksanaan latihan, kegiatan Latihan Integrasi Terjun Bekal Yonbekang 5/ARY berjalan dengan aman, tertib dan lancar tanpa adanya kecelakaan, kerugian personel maupun materiil, serta tidak ditemukan kejadian menonjol yang dapat menghambat jalannya latihan.

Seluruh sasaran latihan berhasil dicapai dengan baik sehingga tujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penyelenggaraan operasi terjun bekal dapat terwujud secara optima.

  🛺  TNI AD  

Selasa, 04 Agustus 2026

PM Thailand Tawarkan 36 Kendaraan Amfibi untuk Marinir

🐴Thai Chaiseri AWAV (Tankporn)

Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan kerja sama industri pertahanan yang lebih erat dengan Indonesia, termasuk kesiapan Thailand memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV) untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Komitmen tersebut disampaikan Anutin saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Anutin memuji rekam jejak Presiden Prabowo di bidang militer. Dia mengaku para petinggi Angkatan Bersenjata Thailand memiliki penghormatan tinggi terhadap Prabowo sehingga ingin turut hadir dalam kunjungan kenegaraan tersebut.

"Saya pikir Anda telah memberikan perhatian yang sangat tinggi pada kerja sama pertahanan kita. Saya harus mengatakan bahwa sebelum saya melakukan perjalanan ke sini, ketika saya meminta para pejabat senior militer saya untuk memberi pengarahan kepada saya untuk kunjungan kita kali ini, Anda benar-benar seorang ikon militer dan banyak jenderal muda kami yang mengagumi kinerja Anda," ujar Anutin.

Menurutnya, apresiasi tersebut bahkan diwujudkan dengan pemberian medali kehormatan dari jajaran Angkatan Darat Thailand kepada Presiden Prabowo.

"Mereka semua bersumpah untuk menemani delegasi saya menemui Anda hari ini. Jadi saya telah membawa beberapa medali yang dengan sepenuh hati ingin diberikan oleh jenderal angkatan darat kami kepada Anda karena Anda adalah tokoh militer yang sangat mereka hormati," katanya.

Anutin menegaskan hubungan pertahanan yang erat antara kedua negara perlu terus diperkuat melalui latihan militer bersama, pertukaran informasi, hingga peningkatan kerja sama keamanan maritim.

"Dengan persahabatan yang kuat dan hubungan pertahanan yang erat ini, angkatan bersenjata kita akan dengan senang hati melanjutkan latihan gabungan secara rutin, berbagi informasi, dan kerja sama keamanan maritim dengan angkatan bersenjata Indonesia," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan rasa senangnya mengetahui bahwa Prabowo pernah menjalani latihan bersama pasukan khusus Thailand ketika masih bertugas di pasukan khusus Indonesia.

Selain itu, Anutin mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan pertemuan High Level Committee (HLC) Sekretariat Bersama Indonesia-Thailand di Bangkok pada Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, Anutin mengusulkan agar kedua negara memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif dalam dinas di Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan ini agar produk kami digunakan di negara Anda," tuturnya.

Selain menawarkan kendaraan tempur amfibi, Anutin juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang Defense & Security Exhibition yang akan digelar di Thailand pada November tahun depan sebagai wadah memperluas kerja sama industri pertahanan kedua negara.

Di bidang keamanan, Anutin menyambut keikutsertaan Dewan Keamanan Nasional Thailand dalam Dialog Keamanan ke-3 yang akan diselenggarakan Indonesia bulan depan.

"Mengenai kerja sama keamanan, saya senang Dewan Keamanan Nasional Thailand akan berpartisipasi dalam dialog keamanan ketiga yang akan diselenggarakan Indonesia bulan depan," katanya.

Lebih lanjut, dia menilai Indonesia dan Thailand perlu memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.

"Kedua negara kita harus meningkatkan kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional, khususnya penipuan online, perdagangan manusia, dan narkoba," ujar Anutin.

  Kabar 24  

Rabu, 17 Juni 2026

PT Republik Motor Internasional (RMI) Kerjasama dengan Arquus Prancis

  @ Eurosatory 2026 
Republikorp melalui PT Republik Motor Internasional (RMI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Arquus, perusahaan manufaktur kendaraan militer asal Prancis dan bagian dari John Cockerill Group, dalam ajang Eurosatory 2026 di Paris.

Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan produksi kendaraan taktis di Indonesia guna mendukung kebutuhan operasional pertahanan nasional sekaligus memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan mendorong pengembangan kemampuan manufaktur lokal, peningkatan kompetensi industri nasional, transfer pengetahuan dan teknologi, serta penguatan dukungan pemeliharaan dan siklus hidup kendaraan di Indonesia.

Kerja sama ini mencerminkan komitmen Republikorp dalam membangun ekosistem industri pertahanan yang mandiri, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan pertahanan Indonesia di masa depan.


  ♞  Republikorp  

Kamis, 11 Juni 2026

Pindad Desain Mobil Listrik Nasional

  TKDN mencapai 70%  
Kendaraan lapis baja listrik Pandu Maung MV3 buatan Pindad (Pindad)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan perkembangan terbaru proyek mobil nasional yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Kendaraan tersebut saat ini masih berada dalam tahap desain dan diharapkan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kendaraan yang saat ini beredar di Indonesia.

"Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70%, walaupun memang nanti kita harapkan Mobnas yang sekarang sedang di-desain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Pembahasan mengenai mobil nasional muncul ketika Kementerian Perindustrian menjelaskan tantangan yang masih dihadapi industri manufaktur Indonesia.

Persoalannya tidak hanya soal produk akhir yang diproduksi di dalam negeri, tetapi juga kemampuan industri nasional dalam membuat mesin produksi sendiri.

Agus menilai tidak cukup hanya mengejar angka TKDN pada produk jadi. Di balik sebuah produk, masih terdapat ketergantungan yang cukup besar terhadap teknologi dan mesin yang berasal dari luar negeri.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Ketika saya masuk dan melihat mesinnya, ternyata mesinnya impor. Itu challenge kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa Indonesia memasuki fase baru dalam perjuangan panjang mewujudkan kemandirian industri otomotif dan menyoroti pentingnya kawasan industri, rantai pasok, pengembangan teknologi yang terintegrasi, serta membentuk industri nasional yang punya daya saing yang kuat.

Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa proyek mobil nasional tidak boleh berhenti pada slogan. Pindad telah menyiapkan lahan industri di Subang dan menargetkan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun, dimulai dengan 100.000 unit pada 2028 sebagai tahap awal fase produksi.

"Pesan yang sama dari semua komisi kepada Pindad adalah jangan jadi euforia kalah. Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya," katanya beberapa waktu lalu. (fys/wur)

  ♞ CNBC  

Minggu, 31 Mei 2026

BTN Kucurkan Kredit Rp 1,5 Triliun ke Pindad

  Sokong Produksi Maung MV3   (JPNN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan kolaborasi strategis dengan PT Pindad melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility sebesar Rp 1,5 triliun di Jakarta pada Jumat (29/5).

Kerja sama itu menegaskan komitmen kuat BTN dalam mendukung kemandirian industri pertahanan sekaligus menyukseskan berbagai program unggulan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.

Terlebih, pemerintah saat ini menempatkan industri pertahanan sebagai salah satu sektor prioritas nasional, yang tecermin dari anggaran pertahanan Indonesia pada APBN 2026 yang telah mencapai lebih dari Rp 180 triliun.

Ini menjadikannya salah satu anggaran terbesar dalam APBN tahun ini.

"Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon di Jakarta.

Pindad sendiri memegang peran sentral dalam ekosistem tersebut melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, munisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.

Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai proyek strategis, BTN mengucurkan fasilitas Corporate Loan Facility senilai Rp 1,5 triliun yang terdiri dari Fasilitas Cash Loan atau KMK Kontraktor sebesar Rp 125 miliar serta Fasilitas Non-Cash Loan berupa Bank Garansi, SKBDN, dan LC dengan sub-limit Trust Receipt sebesar Rp 1,250 triliun.

Nixon menjelaskan dukungan pembiayaan ini diberikan untuk memastikan kelancaran berbagai proyek strategis Pindad yang berasal dari Kementerian dan Lembaga Negara, baik bersumber dari APBN Murni maupun APBN berasal dari skema pinjaman dalam dan luar negeri.

Pada tahap awal, fasilitas pendanaan ini akan difokuskan untuk mendukung beberapa program unggulan nasional milik Pindad, antara lain produksi Maung MV3, produksi berbagai jenis amunisi untuk mendukung kesiapan pertahanan nasional, serta produksi Water Canon untuk mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti nyata dari transformasi bisnis berkelanjutan yang sedang digalakkan oleh BTN melalui strategi Beyond Mortgage.

Sebagai bank yang selama ini dikenal luas sebagai pemimpin pasar KPR nasional, BTN terus bertransformasi menjadi bank yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Melalui transformasi ini, BTN tidak lagi hanya hadir dalam pembiayaan perumahan rakyat, tetapi juga mulai mengambil peran yang lebih luas dan agresif dalam mendukung sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas utama pemerintah.

Nixon melanjutkan, BTN juga percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan tepat waktu, tepat kualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi negara.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutur Nixon.

Direktur Utama Pindad Prof. Sigit Puji Santosa mengatakan dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.

Dia menambahkan sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sigit. (jpnn)


  💰 JPNN  

Rabu, 20 Mei 2026

Marinir Sukses Laksanakan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 BMP-3F Asal China

  Amunisi alternatif   Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China dibandingkan amunisi 3UOF17 dari Rusia pada Ranpur Tank BMP-3F (photos: Menkav 2)

Untuk mengetahui kondisi dan kemampuan Amunisi kaliber 100 mm BTE1 China, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir terpilih sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China yang di aplikasikan langsung pada Ranpur Tank BMP-3F di Daerah Latihan (Rahlat) Puslatpurmar 5 Baluran, Kab. Situbondo. Selasa (12/05/2026).

Turut hadir meninjau langsung kesiapan material dan pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi tersebut, Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRMP., didampingi oleh Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.

Disamping itu dalam Uji Fungsi Amunisi ini juga melibatkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL sebagai lembaga utama TNI AL yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi material serta teknologi peralatan Angklatan Laut.


Uji Fungsi Amunisi diawali dengan pengecekan data dimensi amunisi kaliber 100 mm BTE1 China sebagai amunisi uji serta amunisi kaliber 100 mm 3UOF17 Rusia sebagai amunisi pembanding.

Kegiatan dilanjutkan pengecekan Sistem Kendali Senjata yang terintegrasi pada Ranpur Tank BMP-3F, kemudian pelaksanaan penembakan amunisi uji yang seluruhnya berfungsi dengan baik dan tepat sasaran dijarak 1000 m, 1200 m, hingga 4000 dalam rangka zeroing, uji Fuze (pemicu ledak) dan uji Safety Distance sebagai parameter jarak aman ledakan.

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Hayat Tegar, M.Tr.Opsla., selaku Palak Uji menyampaikan bahwa, kegiatan Uji Fungsi Amunisi yang dilakukan saat ini merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan personel dan material yang dimiliki Korps Marinir dimasa yang akan datang.

Kesiapan kru pengawak Ranpur dan material tempur sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi, di sisi lain dengan berhasilnya Uji Fungsi Amunisi ini diharapkan kedepanya dapat menunjang efektivitas operasional.


  ♞ Menkav II  

Jumat, 08 Mei 2026

Ada Jejak Republikorp di Balik Kemesraan Alutsista Indonesia dan Turki

Drone tempur Kizilelma (Baykar)

Hubungan Indonesia dan Turki di bidang pertahanan semakin erat. Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama kedua negara terus melebar, mulai dari kendaraan tempur, sistem nirawak, hingga pengembangan industri pertahanan di dalam negeri.

Salah satu kerja sama terbaru terlihat dari pengembangan Bayraktar KIZILELMA, pesawat tempur tanpa awak atau unmanned combat aircraft (UCAV) buatan Baykar, perusahaan pertahanan dan dirgantara asal Turki.

Dalam kerja sama ini, perusahaan Indonesia yang menjadi bagian penting adalah Republikorp Group. Perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan ini namanya semakin sering muncul dalam sejumlah kerja sama alutsista strategis, terutama sejak era Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2019-2024.

Adapun kerja sama KIZILELMA dilakukan antara Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara, anak usaha Republikorp Group. Melansir situs resmi Republikorp, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Joint Venture Agreement (JVA) yang telah dimulai sejak 2025 untuk produksi lokal Bayraktar TB3 dan AKINCI di Indonesia.

Dengan kerja sama terbaru ini, kemitraan Baykar dan Republikorp diperluas ke pengembangan UCAV generasi baru melalui Bayraktar KIZILELMA. Pengembangan operasional KIZILELMA ditargetkan dapat memperkuat kemampuan pesawat tempur nirawak Indonesia mulai 2028.

Kerja sama tersebut juga tidak hanya mencakup pengadaan pesawat. Kolaborasi dengan Baykar turut meliputi transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, fasilitas MRO (maintenance, repair, and overhaul), pusat produksi dan integrasi lokal, sertifikasi tenaga ahli, hingga riset teknologi strategis masa depan.


  Kilas Balik Kerja Sama Militer Indonesia-Turki 
MT Harimau (Pindad)

Kerja sama pertahanan Indonesia dan Turki sudah berjalan lebih dari satu dekade. Salah satu kerja sama yang cukup awal terlihat pada pengembangan tank ukuran medium. Kerjasama ini mulai dirintis sekitar 2010, ketika Indonesia dan Turki menjajaki kerja sama industri pertahanan.

Proyek tersebut melibatkan PT Pindad yang mewakili Indonesia dan FNSS Defence Systems dari Turki.Realisasi pengembangan kendaraan tempur ini mulai berjalan lebih konkret pada 2014. Dari kerja sama tersebut, lahir medium tank Harimau, yang juga dikenal dengan nama Kaplan MT.

Harimau merupakan tank kelas medium yang dikembangkan untuk TNI Angkatan Darat. Tank ini memiliki bobot lebih ringan dibanding main battle tank, tetapi tetap dilengkapi kemampuan tempur untuk mendukung operasi darat. Sebagai gambaran, main battle tank yang digunakan Indonesia saat ini adalah Leopard 2 buatan Jerman.

Leopard 2 masuk dalam kategori tank tempur utama dengan bobot lebih berat dibanding tank medium seperti Harimau. Sementara itu, Harimau dirancang sebagai kendaraan tempur dengan mobilitas yang lebih fleksibel. Tank ini dapat digunakan di berbagai medan, termasuk wilayah dengan kondisi infrastruktur yang lebih terbatas.

Sejak dimulainya kerja sama pembuatan tank Harimau, hubungan Indonesia dan Turki di bidang pertahanan semakin intens. Intensitas kerja sama tersebut semakin terlihat pada masa Kementerian Pertahanan dipimpin Prabowo.

Turki tampak menjadi salah satu mitra yang cukup menonjol dalam agenda modernisasi alutsista Indonesia. Salah satu alasannya, kerja sama dengan Turki banyak dikaitkan dengan skema transfer teknologi dan produksi lokal.


  Republikorp Masuk ke Banyak Proyek Strategis 
Drone Akinci (ist)

Di tengah semakin intensnya kerja sama pertahanan Indonesia dan Turki, nama Republikorp mulai semakin sering muncul.

Perusahaan swasta nasional ini terlibat dalam sejumlah kerja sama strategis, terutama yang berkaitan dengan pengembangan alutsista, produksi lokal, transfer teknologi, hingga pembangunan fasilitas pendukung di dalam negeri.

Melansir dari situs resmi Republikorp, sedikitnya ada beberapa kerja sama besar yang melibatkan perusahaan tersebut sejak 2025 hingga 2026. Cakupannya luas, mulai dari jet tempur, rudal, sistem intelijen, kendaraan tempur, kapal patroli, amunisi, hingga modernisasi sistem pertahanan TNI.

Turki menjadi salah satu negara yang paling menonjol dalam kerja sama tersebut. Namun, jejak Republikorp tidak berhenti di sana.

Perusahaan ini juga menggandeng perusahaan pertahanan besar dari Qatar dan Uni Emirat Arab dalam proyek bernilai miliaran dolar AS. Menariknya, Republikorp bukan perusahaan swasta yang selama ini dikenal luas sebagai produsen persenjataan utama di Indonesia.

Dalam industri pertahanan nasional, sejumlah perusahaan swasta seperti PT Sentra Surya Ekajaya, PT Sari Bahari, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Palindo Marine, PT Lundin Industry Invest, hingga PT Famatex sudah lebih dulu dikenal sebagai bagian dari ekosistem produsen alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) di dalam negeri.

Mereka memiliki kapabilitas pada bidang masing-masing, mulai dari kendaraan taktis, munisi, bom latih, sistem elektronik pertahanan, kapal militer, kapal patroli, hingga perlengkapan pendukung pertahanan lainnya.

Namun, dalam waktu relatif singkat, Republikorp justru terlibat dalam sejumlah kerja sama pertahanan strategis bernilai besar. Muncul pertanyaan besar, kapasitas apa yang membuat Republikorp memperoleh kepercayaan sebesar ini dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan.

Pertanyaan ini penting karena proyek pertahanan bukan proyek biasa. Di dalamnya ada aspek keamanan nasional, transfer teknologi, penggunaan sumber daya negara, dan janji besar soal kemandirian industri pertahanan.

Berikut sejumlah proyek besar yang melibatkan Republikorp dalam kerja sama industri pertahanan dengan beberapa negara.


  Dari Jet Tempur KAAN, Rudal, hingga Sistem Intelijen 
Pesawat Gen V KAAN (TAI)

Dalam kerja sama dengan Turki, Republikorp terlibat dalam beberapa proyek strategis sejak awal 2025. Pada Februari, Baykar Makina dan PT Republikorp menandatangani JVA yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Kerja sama ini diarahkan untuk produksi lokal sistem pesawat tanpa awak di Indonesia, termasuk hingga 60 set Bayraktar TB3 dan hingga 9 set Bayraktar AKINCI, dengan cakupan manufaktur, perakitan, perawatan, transfer teknologi, pelatihan, hingga pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri.

Setelah itu, Republikorp melalui anak usahanya, PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), menandatangani Framework Agreement dengan PAVO Group asal Turki pada Juli 2025. Kerja sama ini berkaitan dengan penyediaan sistem intelijen untuk TNI di berbagai matra.

Sistem yang masuk dalam kerja sama tersebut mencakup data fusion, pengawasan, pengamanan komunikasi, serta infrastruktur pendukung pengambilan keputusan. Dengan kerja sama ini, Republikorp masuk ke sektor teknologi komando, intelijen, dan komunikasi militer.

Sehari setelahnya, Republikorp menjalin joint venture dengan Roketsan. Kerja sama ini melahirkan PT Republik Roketsan Indonesia yang diarahkan untuk mengembangkan industri rudal nasional. Melalui joint venture tersebut, kedua pihak menyepakati pengembangan dan produksi empat sistem rudal secara bertahap di dalam negeri, yakni ÇAKIR, ATMACA, HİSAR, dan SUNGUR.

Produksi tahap awal akan dimulai dari ÇAKIR. Kemudian pada 25 Juli 2025, Kementerian Pertahanan meresmikan perjanjian strategis dengan Turkish Aerospace Industries (TUSAS) terkait pengadaan 48 unit jet tempur generasi kelima KAAN.

Dalam proyek KAAN, PT Republik Aero Dirgantara (RAD) ditunjuk sebagai mitra utama bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Peran PT RAD mencakup pembangunan fasilitas maintenance, repair, and overhaul atau MRO KAAN, serta operasionalisasi pusat pelatihan dan simulator.

Deretan kerja sama tersebut memperlihatkan luasnya cakupan Republikorp dalam proyek dengan Turki. Tidak hanya pada platform udara seperti KAAN dan KIZILELMA, tetapi juga rudal, sistem intelijen, komunikasi aman, hingga fasilitas pendukung operasional alutsista.


  Gandeng Barzan Holdings untuk Modernisasi TNI  
(Ist)

Selain Turki, Republikorp juga menjalin kerja sama dengan Barzan Holdings, perusahaan industri pertahanan milik negara Qatar.

Kerja sama tersebut diteken pada 20 Januari 2026 dalam ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference atau DIMDEX 2026. Dalam kerja sama ini, Republikorp berperan sebagai mitra strategis pertahanan Indonesia.

Kedua pihak sepakat membentuk perusahaan khusus atau joint venture dengan total nilai kerja sama mencapai US$ 2,3 miliar atau setara Rp 39,9 triliun (asumsi kurs Rp 17.360/US$1).

Cakupan kerja sama Republikorp dan Barzan Holdings meliputi overhaul serta peningkatan sistem-sistem kritikal di sektor maritim dan darat.

Joint venture tersebut diarahkan untuk mendorong modernisasi skala besar guna meningkatkan kesiapan operasional TNI.

  Kerja Sama Jumbo dengan EDGE 
Rabdan 8x8, diberitakan diminati marinir (ist)

Republikorp juga menjalin kerja sama besar dengan EDGE, perusahaan pertahanan asal Uni Emirat Arab. Kemitraan tersebut diteken pada 18 November 2025 dengan total nilai yang bombastis mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 121,52 triliun.

Kerja sama dengan EDGE mencakup transfer teknologi, produksi lokal di dalam negeri, pengembangan sistem bersama, serta program modernisasi terpadu TNI. Dari sisi nilai dan cakupan, proyek ini menjadi salah satu kerja sama terbesar yang melibatkan Republikorp.

Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup beberapa alutsista strategis. Di antaranya rudal pertahanan udara SKYKNIGHT, kendaraan tempur infanteri RABDAN 8x8, kapal patroli cepat atau fast patrol vessel, serta pembangunan fasilitas produksi amunisi kaliber kecil

 👷 CNBC  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...