Tampilkan postingan dengan label Nubika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nubika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2022

Menhan Prabowo Hadiri Peresmian Smart Campus Medical Intelligence STIN

Laboratorium ini untuk menanggulangi ancaman Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika).https://indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2022/05/idmmm2-696x463.jpg(Dok IDM)

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menghadiri peresmian Smart Campus Dr. (H.C) Ir. Soekarno Medical Intelligence Wangsa Avatara Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Pelantikan Taruna Mula Angkatan XVIII Asta Dasa Mahasura Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) bertempat di Kampus STIN, Bogor, Senin (30/5).

Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan dalam sambutannya menegaskan bahwa Smart Campus Ir Soekarno ini merupakan terobosan teknologi dalam bidang pendidikan.

Gedung Smart Campus Dr. (H.C) Ir. Soekarno ini terdiri dari 4 lantai, dimana terdapat tujuh laborarium yang telah diresmikan, di antaranya laboratorium nuklir, laboratorium biomolekuler, laboratorium virtual chemical, laboratorium cyber, laboratorium simulator, laboratorium bahasa, serta laboratorium IT & economic intelligence. Adapun khusus Laboratorium Medical Intelligence Wangsa Avatara bertempat di kantor pusat Badan intelijen Negara (BIN) Pejaten, Jakarta Selatan.

Pembangunan Laboratorium Medical Intelligence Wangsa Avatara tidak terlepas dari pandemi COVID-19 dan potensi munculnya emerging virus di masa mendatang. Oleh karena itu, laboratorium ini hadir sebagai bentuk kesiapan Indonesia untuk menanggulangi ancaman tersebut atau ancaman lainnya seperti ancaman Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika).

Lebih lanjut, pembangunan laboratorium ini diharapkan dapat membantu Indonesia untuk memiliki medical intelligence yang dan andal. Dengan bio-safety level yang memadai, laboratorium ini juga didesain khusus untuk mengobservasi berbagai bentuk ancaman lain akibat rekayasa mikrobiologi buatan manusia yang mendorong kemunculan atau bermutasinya virus, kuman, dan biopatogen.

Pada kesempatan yang sama, Menhan Prabowo beserta seluruh udangan yang hadir disuguhi atraksi Tim Delta Rajawali serta peragaan kemampuan Taruna-Taruni STIN. Selanjutnya, Acara kemudian ditutup dengan peninjauan laboraturium STIN oleh beberapa tamu dan undangan VVIP.

 ♖
IDM  

Senin, 09 November 2020

TNI Plans to Form Special Unit to Handle Biological Warfare

TNI Angkatan Darat membangun satuan Nuklir Biologi Kimia (nubika). [Foto: Pusziad] ★

I
n a Youtube podcast from the Indonesian Armed Forces (TNI), Commander Air Chief Marshal Hadi Tjahjanto said that the COVID-19 pandemic served as a reminder for the military to anticipate future bioweapons and noted that they will focus on how to counter future attacks.

“We are aware that the threat of the pandemic has awakened us to the importance of having a special counter-biowarfare unit,” said Hadi on Sunday, November 8.

The TNI commander said the only existing unit within the military that is able to at least face that threat lies in the Army’s (TNI AD) ‘Nubika company’ specializing in nuclear, biology, and chemical aspects. He said this type of military unit could possibly be broadened to either TNI’s Navy (TNI AL) or Air Force (TNI AU).

“We have thought about that and how to handle a situation where the COVID-19 pandemic massively attacks our soldiers in the field,” said Commander Hadi. There is currently a hospital located in Batam’s Galang Island that is able to treat soldiers infected by viral infections.

Previously reported, the Commander also revealed that the military will soon build a laboratory for the specific use of researching viruses that is planned to be established over the Galang Island in Batam.

 Plan to Build a Virus Research Lab 
[Dispen TNI AD] ★

The Indonesian Armed Forces (TNI) Commander Air Chief Marshal Hadi Tjahjanto revealed that the military will soon build a laboratory for the specific use of researching viruses that is planned to be established over the Galang Island in Batam.

“In the future, we will also propose to be able to have one BSL level 3 or level 4 laboratory to research about viruses that can be used for future soldiers’ vaccination programs,” said Hadi Tjahjanto in a Youtube podcast from the TNI’s official account on Sunday, November 8.

According to the TNI commander, the virus research lab that is in the TNI’s phase 4 strategic plan, had chosen Galang Island as a special infection hospital already exists at the location that is able to treat soldiers.

“We need to be close to the BSL 3 or BSL 4 to be able to breed the diseases into a vaccine that is readily available for vaccination,” he noted in the podcast.

However, he maintains that this plan remains to be a long term plan that will need careful planning involving a number of experts.

The Indonesian Army (TNI AD) currently already has the Nubika company that oversees nuclear, biology, and chemical issues but maintains that a future virus research lab will help strengthen this special unit and future pandemics.

  Tempo  

Rabu, 12 Agustus 2020

Koopssus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme Ancaman Senjata Biologi

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAYpOzpeUGsk23fyOt35lKI3Z9SL2J7nigJGFriQPvXJxaPps-30JXoH0z_RjirWQ-QThoBNCUn-jvYMjYrlgC0ycyiMKJ00G3FjU1wMO5xHb3pAYWTIhIK8MpCXl_jUzH-NgdyPWHZkkM/s1000/koopsus11386.jpgKomando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).(Dokumen Puspen Mabes TNI)

Komando Operasi Khusus ( Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).

Latihan tersebut melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme (Satgultor) TNI yang terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, dan Satuan Bravo-90 (Satbravo-90) Paskhas TNI AU.

"Latihan ini juga melibatkan Kompi Nubika Pusziad yang memiliki kemampuan dekontaminasi terhadap personel maupun ruangan/tempat serta alat-peralatan yang digunakan baik oleh teroris maupun Satuan Gultor TNI," ujar Kabidpenum Puspen TNI, Letkol Sus Aidil dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

https://i2.wp.com/topikonline.co.id/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200811_171054.jpg?fit=640%2C324&ssl=1Dalam latihan penanggulangan terorisme kali ini, kelompok teroris melakukan aksinya dengan menggunakan ancaman senjata biologi termasuk memanfaatkan Virus Covid-19 dan aksi teroris dilaksanakan pada saat Pandemi Virus sedang terjadi.

Latihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Geladi Posko dan Lapangan. Geladi Posko dilaksanakan selama dua hari, yakni sejak 5 hingga 6 Agustus 2020 yang digelar di Mako Koopssus TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Sementara tahap kedua, yakni Geladi Lapangan tanggal 10-11 Agustus 2020 di Dermaga Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpFT1m4xZzzwTQ8rRuHDNfNFtg8bB5obYScbm-DVYNda_jSFn284nIK44PiLjm1XxlZ6rqwpixZnlNbE1IlS_RQ1m1cRRfxm-d3bOfE0_eixYQWhHnnKecx11qro7hBAm-hE50lk2v5x8p/s600/koopsus+9e891b_1.jpgLatihan Satgultor TNI dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard Tampubolon selaku direktur latihan.

Richard mengatakan latihan kali ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan Satgultor TNI. Termasuk untuk melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi.

"Khususnya teroris yang melakukan aksinya dengan menggunakan senjata biologi maupun saat terjadi Pandemi Virus Covid-19," kata dia.

Ia mengatakan, latihan ini juga merupakan wujud tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan setiap saat, setiap tempat dan keadaan bagaimanapun juga.

"Satuan Penanggulangan Teror TNI akan terus berlatih dan mengasah kemampuannya guna siap siaga setiap saat," tegas dia.

 ♖ Kompas  

Jumat, 29 Mei 2020

APD Sritex Lolos Standar WHO

Buatan Indonesiahttps://d39wptbp5at4nd.cloudfront.net/media/87958_medium_jual-masker-apd-sritex-rp1jutapcs-minimum-order-10-pcs.jpgAPD produksi Sritex

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo senang mendengar informasi bahwa alat pelindung diri produksi PT Sritex lolos uji laboratorium APD Coverall dan mendapatkan ISO 16604 Class 3. Dengan hasil pengujian dari intertek HQ, Cortland, New York itu, APD buatan dalam negeri itu memenuhi Standar Internasional yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia.

Saya ikut senang mendengar kabar dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Arifi Saiman bahwa 27 Mei 2020 waktu New York, hasil uji lab APD Coverall (sampel fabric) PT. Sritex untuk sertifikasi ISO 16604 Class 3 di Intertek HQ, Cortland, New York, dinyatakan Pass atau lolos uji lab,” ujar Doni lewat keterangan tertulis yang diterima VIVA, Kamis 28 Mei 2020.

Dijelaskan, dengan predikat lolos uji lab sertifikasi ISO 16604 Class 3, produk APD PT. Sritex telah dinyatakan memiliki ketahanan terhadap penetrasi bacteriophage dengan ukuran yang sangat kecil. Tingkat kualitasnya lebih tinggi daripada tingkat kualitas sertifikasi ISO 16604 Class 2 yang merupakan syarat minimum APD berstandar internasional yang ditetapkan oleh WHO.

Dilaporkan juga, beberapa perusahaan Indonesia lainnya sedang mengajukan permohonan untuk diuji lab produk mereka. Konjen RI berharap, produk-produk lainnya juga bisa lolos dan mendapatkan sertifikat ISO 16604 Class 3.

Presiden Dirut PT Sritex, Iwan Lukminto menjelaskan, pihaknya bekerja khusus untuk mendapatkan formula bahan baku yang bisa memenuhi Standar WHO. “Paling tidak satu bulan kami bekerja keras dan saya memimpin langsung pengembangan produk APD agar bisa mendapatkan ISO 16604 Class 3,” ujar Iwan.

Iwan menilai, Sritex selama ini sudah mampu menghasilkan produk dengan standar tinggi. Salah satu yang sudah dihasilkan Sritex adalah pakaian nubika atau CBRN (Chemical Biological Radiation). Sejak Januari lalu, Sritex membuat APD mulai yang Class 1, Class 2, dan terakhir ini Class 3.

Dengan didapatkan ISO 16604 Class 3, maka ketersediaan APD tidak lagi akan menjadi kendala. Menurut Iwan, Sritex mampu untuk memproduksi APD kelas 1 sampai 500 ribu buah setiap bulannya.

 ♖ VIVAnews  

Senin, 18 Mei 2020

Indonesia Masuk 63 Negara yang Dukung Penyelidikan Asal-usul Covid-19

 Sejumlah petugas medis yang menggunakan pakaian pelindung merawat pasien yang terjangkit virus corona baru di salah satu rumah sakit di Wuhan, Hubei, China, 6 Februari 2020. [Foto/China Daily via REUTERS]

Indonesia menjadi bagian dari 63 negara di dunia yang mendukung seruan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi virus corona baru penyebab penyakit Covid-19. Virus ini terdeteksi pertama kali di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Seruan ini datang dari Australia. Surat kabar The Australian telah memperoleh rancangan resolusi untuk diajukan ke Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) pada Selasa (19/5/2020) yang didukung oleh negara-negara utama termasuk India, Jepang, Inggris, Kanada, Selandia Baru, Indonesia, Rusia, Meksiko, Brasil, dan 27 negara anggota Uni Eropa.

"Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Ghebreyesus agar memulai pada saat yang tepat, paling awal...proses bertahap evaluasi yang tidak memihak, independen dan komprehensif dari respons internasional terhadap pandemi, tindakan WHO dan jadwal wabahnya," bunyi sebagian rancangan resolusi tersebut.

Kantor Perdana Menteri Selandia Jacinda Ardern melalui juru bicaranya mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa Direktur Jenderal Kesehatan Dr Ashley Bloomfield akan mewakili kepentingan Selandia Baru besok.

"Posisi Selandia Baru adalah untuk penyelidikan independen terhadap respons global terhadap pandemi Covid-19, termasuk asal dan perkembangan pandemi, karena selalu ada hal-hal yang dapat kita pelajari untuk meningkatkan respons kolektif kita terhadap kesehatan global," katanya.

"Juga, minggu lalu Selandia Baru bergabung dengan sejumlah negara dalam menyatakan dukungan untuk partisipasi Taiwan sebagai pengamat di Majelis Kesehatan Dunia pada 18-19 Mei. Kami telah lama menekankan dalam keterlibatan kami dengan Organisasi Kesehatan Dunia tentang pentingnya inklusivitas dan non-politisasi dalam masalah kesehatan global," paparnya.

The Australian melaporkan bahwa dukungan internasional akan membuat marah China, yang sebelumnya telah mengancam Australia dengan boikot konsumen China atas pengejaran penyelidikan oleh pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison.

Majelis Kesehatan Dunia, meski ada pembatasan perjalanan terkait Covid-19, dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Senin (18/5/2020) dan Selasa (19/5/2020). Majelis akan fokus pada virus corona baru. Mosi ini akan diajukan pada Selasa pagi.

Menurut The Australian, dugaan lambannya WHO dalam menanggapi pandemi Covid-19 juga akan jadi bagian dari pembahasan Majelis Kesehatan Dunia. China sendiri menuai pujian WHO atas tanggapannya terhadap pandemi Covid-19 meskipun Beijing dianggap menyembunyikan virus selama minggu-minggu awal dan menghukum dokter pelapor atau whistleblower.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo sebelumnya mendesak semua negara untuk bergabung dengan seruan Australia untuk menuntut jawaban atas asal-usul Covid-19.

 Presiden China Siap Bicara

Presiden China Xi Jinping akan menyampaikan pidato hari Senin (18/5/2020) dalam upacara pembukaan sesi ke-73 Majelis Kesehatan Dunia (WHA) melalui tautan video. Pemimpin rezim komunis ini akan pidato atas undangan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dikutip New York Times, mengonfirmasi rencana pidato Xi Jinping tersebut. Zhao mengatakan masih terlalu dini untuk memulai penyelidikan tentang asal-usul dan penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan negara di dunia mendukung seruan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi Covid-19. Indonesia ikut jadi bagian dari ratusan negara tersebut.

Seruan ini awalnya muncul dari Australia, namun rancangan resolusi dibuat oleh Uni Eropa.

Wakil Kepala Staf Kesehatan Australia Paul Kelly mengatakan mosi yang diajukan ke Majelis Kesehatan Dunia malam ini tidak akan melemah karena tidak secara khusus menyebut China.

Seperti diketahui, virus corona baru, SARS-Cov-2, penyebab penyakit Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019. Virus itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menjadi pandemi global.

"Saya pikir hal yang paling penting—alih-alih menyalahkan salah satu negara atau negara lain—adalah bahwa kita sampai pada dasar dari apa yang terjadi," katanya, seperti dikutip media Australia,Daily Telegraph.

Dan sebagian dari itu adalah tentang asal-usulnya, dari mana virus ini berasal— seperti yang kita pahami, menjadi penyakit zoonosis, menyebar dari hewan atau hewan ke manusia—saya pikir itu adalah komponen penting darinya," ujar dia.

Penyelidikan internasional dan independen ini tidak bermaksud menyalahkan salah satu negara, tapi untuk membuat rumusan untuk menghadapi pandemi serupa di masa depan.

Tetapi ada banyak hal yang terjadi dengan pandemi ini sejak awal dan saya pikir, melihat seluruh cara penyebarannya begitu cepat di seluruh dunia dan apa yang terjadi di berbagai negara dalam cara-cara di mana berbagai negara telah mendekati bahwa masalah akan menjadi bagian investigasi itu. Dan saya berharap resolusi ini akan berhasil."

Rancangan resolusi dari Uni Eropa sekarang memiliki ratusan negara pendukung sponsor, setelah seluruh Grup Afrika dan negara-negara anggotanya bergabung dengan daftar awal 63 negara.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne juga mengatakan dia berharap mosi ini akan berlalu, menandai kemenangan strategis utama bagi Australia.

"Kami sangat terdorong oleh tumbuhnya tingkat dukungan untuk gerakan Majelis Kesehatan Dunia yang komprehensif," katanya. (min)

  sindonews  

Rabu, 29 April 2020

Corona Senjata Biologi, Kemenhan & Kata Prabowo

Ilustrasi Covid 19 ★

S
ampai dengan detik ini, masih ada anggapan yang menyebut virus corona baru penyebab Covid-19 sebagai bagian dari senjata biologi. Anggapan itu berkembang di kalangan penganut teori konspirasi. Lantas, bagaimana tanggapan Kemenhan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto?

"Sampai saat ini, berdasarkan data yang kita pelajari, kami tidak menemukan tren bahwa ini adalah senjata biologi. Kalau kemudian ada perang narasi politik internasional antara AS dan Tiongkok, kalau sekarang Inggris, AS, Jerman, menggugat Tiongkok, kami menganggap itu adalah narasi politik, narasi diplomasi internasional," kata Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sebuah diskusi, Jumat (24/4/2020).

"Kita belum menemukan fakta gejala bahwa ini adalah senjata biologi. Yang kita temukan adalah ini merupakan wabah alamiah yang muncul, kemudian menyebar sekalligus membuktikan bahwa dunia itu interkoneksi, terkoneksi antara satu dan yang lain," lanjutnya.

Dahnil menjelaskan, pendekatan Kemenhan terhadap Covid-19 adalah perang semesta. 'Perang' ini melibatkan seluruh masyarakat Indonesia.

"Yang harus dipahami adalah bagaimana cara kerja musuh. Musuh kita saat ini adalah Covid-19. Virus ini punya cara kerja yang kita semua sudah tahu, maka tidak cukup pemerintah yang menanganinya tapi juga perlu keterlibatan masyarakat," ujar Dahnil.

"Nah langkah semesta yang selalu kita sampaikan itu ada tiga. Pertama, pastikan kita membangun proteksi komunal. Kedua, mendorong solidaritas komunal seperti charity dan lain-lain. Ketiga, membangun kesadaran bersama bahwa perlawanan ini adalah perlawanan semesta dan bersama seperti PSBB, social dan physical distancing," lanjutnya.


Kemarin, Prabowo kembali mengutarakan pandangan terkait Covid-19. Menurut dia, wabah ini adalah ancaman yang sangat berbahaya, bukan saja kepada bangsa dan negara Indonesia, tapi seluruh umat manusia.

"Ini sebetulnya adalah perang, perang melawan musuh yang tidak kelihatan, perang terhadap musuh yang tidak punya ideologi, tidak punya agenda lain selain mengancam keselamatan manusia," kata Prabowo di kantor Kemenhan, Selasa (28/4/2020).

Dengan upaya-upaya yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh bangsa Indonesia, Ia menyampaikan optimismenya bangsa Indonesia akan mampu menghadapi dan melewati wabah Covid-19.

Tentunya dengan catatan bahwa semua pihak harus selalu disiplin dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang sudah diberikan oleh pemerintah berdasarkan saran-saran para pakar kesehatan dunia dan pakar terbaik kesehatan di Indonesia.

"Pemerintah telah bekerja keras, tetapi sebetulnya seluruh bangsa juga harus saling bahu-membahu, yang kuat harus bantu yang lemah, kita bersatu semuanya, kita percaya kita mengatasi masalah ini," ujar Prabowo.

 Huru-hara Virus Berasal AS Vs China 
Jangan Lagi Deh Minta Lockdown Jakarta, Dampaknya Bikin Merinding Lho! - Warta EkonomiSebuah teori konspirasi yang menyebut China merupakan pencipta dari virus corona baru penyebab Covid-19 santer terdengar tak lama setelah wabah itu muncul di Wuhan pada Desember lalu.

Meski sebelumnya China telah menentang tuduhan yang mengatakan bahwa virus itu dibuat di sebuah laboratorium virologi di Wuhan sebagai senjata biologi (bio-weapons), namun tetap saja berita itu ramai diperbincangkan. Apalagi belakangan ini, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas kemungkinan itu.

Sebagaimana diketahui, Trump baru-baru ini mengatakan negaranya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran dari kabar itu. Trump juga memberi peringatan kepada China bahwa negara itu bisa menghadapi konsekuensi jika benar harus bertanggung jawab atas pandemi.

"[Virus corona] Itu bisa saja dihentikan di China sebelum menyebar dan ternyata tidak [dilakukan]," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (19/4/2020). "Dan sekarang seluruh dunia menderita karenanya."

"Apakah itu kesalahan yang lepas kendali atau itu dilakukan dengan sengaja? ... Jika mereka secara sadar bertanggung jawab, maka harus ada konsekuensinya," lanjut Trump.

Trump juga mengungkap saat ini China sedang melakukan investigasi soal virus corona dan AS menunggu hasil tersebut. Namun, AS juga melakukan investigasi sendiri untuk mencari penyebab virus ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, yang sebelumnya menuduh militer AS mungkin telah membawa virus corona ke China, telah menolak laporan media AS tentang masalah ini. Ia mengatakan kecurigaan itu "tidak memiliki dasar ilmiah".

Pimpinan Laboratorium virologi yang ada di Wuhan, China sendiri juga telah menyangkal tuduhan Trump dan beberapa pihak lainnya itu.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah, kepala laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan Yuan Zhiming mengatakan bahwa tidak mungkin mereka menciptakan virus corona yang mematikan.

"Tidak mungkin virus ini datang dari kami," katanya. "Saya tahu itu tidak mungkin," tambah pimpinan laboratorium yang dikenal khusus untuk menangani virus berbahaya itu, sebagaimana dilaporkan AFP.

  CNBC  

Selasa, 24 Maret 2020

Covid 19 Pembelajaran Menghadapi Perang Senjata Biologi

 Mobil dekontaminasi TNI AD [DitZ] ✈️

Wabah COVID-19 atau virus Corona menyebar ke berbagai belahan dunia. Korban akibat virus asal Wuhan ini terus berjatuhan. Tidak terkecuali ke Indonesia.

Pengamat pertahanan dan militer, Connie Rahakundini Bakrie menilai Indonesia harus menjadikan wabah Corona sebagai pelajaran atau latihan menghadapi perang senjata biologi ke depan.

Kendati demikian menandaskan tidak perlu diperdebatkan tentang virus Corona senjata biologi atau bukan.

"Jangan lagi dibahas tentang senjata biologi atau bukan, tapi kita harus siap hadapi senjata biologi. Ini bisa menjadi latihan, karena ke depannya bentuk rupanya akan berubah," kata Connie Rahakundini Bakrie kepada SINDOnews, Jumat (20/3/2020).

Apalagi, lanjut dia, ada penelitian tahun 2003 silam yang memprediksi tahun 2017 hingga tahun 2023 mendatang kebutuhan pasar tentang bagaimana deteksi, proteksi, dekontaminasi dan lain-lain itu akan meningkat 5%.

"Bayangkan 2017 sampai 2023," katanya.

Dia tidak menutup kemungkinan serangan virus muncul pada tahun tahun berikutnya. "Dengan adanya statement begitu, harus kita asumsikan sampai 2023 ini masih ada serangan lain, namanya bisa Corona, bisa Corona yang bermutasi saya enggak tahu," sambungnya.
 

  sindonews  

Senin, 23 Maret 2020

[Video] Wisma Atlet Kemayoran Siap Dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Liputan tvOneNewsPemerintah Indonesia memastikan bahwa empat tower Wisma Atlet Kemayoran telah selesai diperbaiki dan dirapihkan sehingga siap 100 persen digunakan sebagai Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 sekaligus rumah isolasi khusus bagi para pasien. 


  Youtube  

[Video] Rumah Sakit Pulau Galang

Dipublikasikan KompasTVMenteri PUPR, Basuki Hadimulyono memastikan pengerjaan rumah sakit khusus corona di Pulau Galang hampir rampung dan siap digunakan.

Basuki yakin pada 28 Maret mendatang sudah tersedia ruang untuk observasi dan isolasi pasien positif corona.

Menurut rencana, presiden Joko Widodo langsung yang akan memantau perkembangan pembangunan RS khusus penanganan corona di Pulau Galang, Kepulauan riau.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia akan segera menyiapkan rumah sakit khusus penanganan Covid-19 atau virus corona, menyusul sudah adanya warga Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Lokasi rumah sakit khusus untuk pasien corona ini akan dibangun di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Namun pemerintah tidak membangun dari awal seperti yang dilakukan di China, melainkan akan merenovasi rumah sakit lama yang dulunya digunakan sebagai camp pengungsian warga negara Vietnam.

Bangunan bekas pengungsian Vietnam adalah bekas penampungan pencari suaka asal Vietnam yang kini difungsikan sebagai tempat wisata sejarah. Lokasinya berjarak sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Batam.

Menindaklanjuti rencana ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hari ini, Rabu (4,3,2020) meninjau lokasi tersebut. Menurut Panglima, Rumah sakit ini ditargetkan bisa menampung kurang lebih 1.000 pasien.

"Rencananya kita akan membangun atau merenovasi dengan kapasitas 1.000 pasien. Selain itu kita akan siapkan ruang isolasi sesuai aturan kesehatan 2 persen dari jumlah kamar itu," kata Hadi kepada wartawan.
 


  Youtube  

[Video] Menembus Langit Cina

Dipublikasikan TNI AUCrew C-130 Hercules TNI AU Bekerja Tak Kenal Menyerah 


  Youtube  

[Video] Kontainer Isolasi Medik Udara (KIMU) TNI AU

Dipublikasikan TNI AUPanglima TNI Tinjau Kontainer Isolasi Medik Udara (KIMU) TNI AU 



  Youtube  

Sabtu, 21 Maret 2020

TNI AU Angkut Logistik Kesehatan COVID-19 Dari Shanghai

Alkes seberat 12 TonPanglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan KSAU memberangkatkan pesawat Hercules ke Shanghai, China untuk mengangkut logistik kesehatan yang telah dibeli oleh Pemerintah RI. [Foto/ Dispenau]

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan KSAU memberangkatkan pesawat angkut berat C130 Hercules ke Shanghai, China untuk mengangkut logistik kesehatan yang telah dibeli oleh Pemerintah RI melalui Kemhan RI.

Sesuai surat permohonan Menhan RI Prabowo Subianto, TNI AU telah memberangkatkan satu unit pesawat C130 Hercules dari Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Sabtu (21/3/2020).

Hercules A-1333 melakukan dua kali transit (short stop) di Lanud Raden Sadjad Natuna dan Bandara Sanya di Hainan untuk melakukan pengisian bahan bakar (refuel) sebelum mendarat di Bandara Pudong di Shanghai. Sementara logistik kesehatan yang telah dibeli oleh pemerintah seberat kurang lebih 12 ton.

Pesawat dengan nomor registrasi A-1333 yang dipiloti Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Suryo, lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh pukul 06.55 WIB dan akan menempuh rute penerbangan Malang-Natuna-Hainan-Shanghai. Sebanyak 18 kru pesawat dan pendukung turut serta dalam misi ini, beserta dua pejabat dari Kemhan. (nfl)

  sindonews  

KRI dr.Soeharso – 990 Gelar Latihan Evakuasi Pasien Terduga Infeksi Virus Covid-19

 

Sebagai salah satu kapal rumah sakit rujukan, KRI dr.Soeharso-990 yang saat ini sedang sandar di Dermaga Lanal Ranai di Kepulauan Riau menggelar latihan evakuasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Komandan satuan tugas (Dansatgas) Covid-19, Laksma TNI Rachmad Jayadi- yang akrab disapa Rachmad ini mengatakan jika simulasi yang dilaksanakan pada hari ini, Selasa (19/3/2020) adalah untuk mengantisipasi bila ada pasien yang menunjukkan gejala sakit demam dan flu atau bahkan menyandang status ODP (Orang Dalam Pengawasan) Covid-19 yang masuk ke KRI dr. Soeharso.

Kita melakukan simulasi mulai dari heli datang membawa pasien sampai dengan masuk ruang isolasi. Kita tahu bahwa KRI dr.Soeharso sampai sekarang masih standby apabila diperlukan untuk menerima pasien dalam pengawasan,” ujarnya.

Rachmad juga menambahkan, saat ini mereka sedang menunggu kedatangan ABK Grand Princess dari California untuk dikarantina di Natuna. “Namun kita berharap tidak ada satupun ABK yang dinyatakan suspect Covid-19 hingga harus dievakuasi disini,“ terangnya.(Mansyur)

  Terdepan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...