Tampilkan postingan dengan label Alkes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2022

Jokowi dan MBZ Teken Kerja Sama

 Soal Mangrove hingga Industri Pertahanan Jokowi dan MBZ sepakat sejumlah kerja sama. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Indonesia menjalin sejumlah kerja sama di bidang mangrove, kelautan dan perikanan, hingga industri pertahanan. Perjanjian kerja sama ini disaksikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan (MBZ).

Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (1/7/2022), pertukaran dokumen Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) yang telah disepakati kedua negara di Istana Al Shatie, Abu Dhabi.

Perjanjian kerja sama IUAE-CEPA yang telah ditandatangani kedua belah pihak dan saling ditukarkan bersama dengan nota kesepahaman lain, yaitu:

1. Nota Kesepahaman Manajemen Proyek Bersama tentang Mangrove antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dengan Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Persatuan Emirat Arab.

2. Protokol Perubahan Nota Kesepahaman antara Republik Indonesia dan Persatuan Emirat Arab tentang Kerja Sama Kelautan dan Perikanan.

3. Nota Kesepahaman antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Persatuan Emirat Arab tentang kontrol vaksin dan obat-obatan.

4. Protokol tentang Kerja Sama di bidang Industri Pertahanan dan Pengadaan alat militer.

5. Nota Kesepahaman dan Kerja Sama antara Universitas Nahdlatul Ulama dengan Universitas Kemanusiaan Mohammed Bin Zayed.

6. Kontrak Pembelian Landing Platform Dock (LPD) antara PT PAL Indonesia dengan Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab.

Kapal Landing Dock (LD) 163 Meter desain PT PAL Indonesia menjadi salah satu kapal perang yang menarik perhatian UEA. [PAL]

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono, Ketua INA Ridha Wirakusumah, dan Duta Besar RI Abu Dhabi Husin Bagis.

Jokowi diketahui bertemu dengan Syekh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan di Istana Al Shatie, Abu Dhabi. Jokowi tiba Istana Al Shatie sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Jokowi langsung melaksanakan sesi foto bersama. Setelah itu, pertemuan bilateral antara dua delegasi digelar.

Jokowi mengapresiasi MBZ atas hubungan persahabatan antara Indonesia dan UEA yang terus meningkat di tengah situasi penuh tantangan saat ini.

"Terima kasih telah menerima kami, di tengah situasi menantang seperti sekarang ini, kita terus bekerja sama meningkatkan hubungan kedua negara," ucap Jokowi. (rfs/zak)

  ⚓️ detik  

Selasa, 19 Januari 2021

KRI dr Soeharso 990 dan 2 Heli Tiba di Mamuju

Bawa Tenaga Medis dan Logistik Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) ini membawa barang bantuan antara lain makanan dan minuman, beras, gula, minyak goreng, teh, kopi bubuk dan obat- obatan serta material alat kesehatan dan masker. [Foto/Dinas Penerangan Angkatan Laut.] 

KRI
dr Soeharso (SHS)–990 dengan 2 unit heli yang onboard tiba di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju dalam rangka melaksanakan tugas operasi kemanusian membantu para korban bencana alam gempa di Provinsi Sulawesi Barat, Senin (18/1/2021).

Kedatangan Kapal Rumah Sakit TNI AL yang membawa 56 personel satgas ini disambut langsung Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Laksma TNI Benny Sukandari, didampingi Komandan Lanal Mamuju Letkol Marinir La Ode Jimmy Herizal R di Dermaga Lanal Mamuju, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

KRI dr Soeharso (SHS)990 dengan 2 unit heli yang onboard tiba di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju dalam rangka melaksanakan tugas operasi kemanusian membantu para korban bencana alam gempa di Provinsi Sulawesi Barat, Senin (18/1/2021). 

Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) ini membawa barang bantuan antara lain makanan dan minuman, beras, gula, minyak goreng, teh, kopi bubuk dan obat- obatan serta material alat kesehatan dan masker. Selain itu, kapal juga membawa material bangunan seperti tiang pancang, trafo 33 unit dan alat bantu lapangan serta pakaian dan perlengkapan mandi.

Material lain yang dibawa dalam rangka pelaksanaan bantuan medis yakni tenda serba guna 4 unit, tenda pleton 4 unit, velbed 30 unit, sprei, sarung bantal dan selimut serta sarung tangan.

Bahan makanan yang dibawa seperti roti kabin, daging kaleng, ikan kaleng, buah kaleng, susu bubuk. Peralatan makan juga dibawa seperti piring, gelas sendok dan garpu, treng nasi dan wajan penggorengan. Material bantuan ini berasal Pangkoarmada II, Dispotmar, Diskes Koarmada II, Lantamal V Surabaya, PLN, Dopusbektim, Dispsikologi, Disbekal dan alumni AAL angkatan 44 (Moro Cakra) serta PT. Berlian Nusantara. (rat)

  ★
sindonews  

Jumat, 29 Mei 2020

APD Sritex Lolos Standar WHO

Buatan Indonesiahttps://d39wptbp5at4nd.cloudfront.net/media/87958_medium_jual-masker-apd-sritex-rp1jutapcs-minimum-order-10-pcs.jpgAPD produksi Sritex

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo senang mendengar informasi bahwa alat pelindung diri produksi PT Sritex lolos uji laboratorium APD Coverall dan mendapatkan ISO 16604 Class 3. Dengan hasil pengujian dari intertek HQ, Cortland, New York itu, APD buatan dalam negeri itu memenuhi Standar Internasional yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia.

Saya ikut senang mendengar kabar dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Arifi Saiman bahwa 27 Mei 2020 waktu New York, hasil uji lab APD Coverall (sampel fabric) PT. Sritex untuk sertifikasi ISO 16604 Class 3 di Intertek HQ, Cortland, New York, dinyatakan Pass atau lolos uji lab,” ujar Doni lewat keterangan tertulis yang diterima VIVA, Kamis 28 Mei 2020.

Dijelaskan, dengan predikat lolos uji lab sertifikasi ISO 16604 Class 3, produk APD PT. Sritex telah dinyatakan memiliki ketahanan terhadap penetrasi bacteriophage dengan ukuran yang sangat kecil. Tingkat kualitasnya lebih tinggi daripada tingkat kualitas sertifikasi ISO 16604 Class 2 yang merupakan syarat minimum APD berstandar internasional yang ditetapkan oleh WHO.

Dilaporkan juga, beberapa perusahaan Indonesia lainnya sedang mengajukan permohonan untuk diuji lab produk mereka. Konjen RI berharap, produk-produk lainnya juga bisa lolos dan mendapatkan sertifikat ISO 16604 Class 3.

Presiden Dirut PT Sritex, Iwan Lukminto menjelaskan, pihaknya bekerja khusus untuk mendapatkan formula bahan baku yang bisa memenuhi Standar WHO. “Paling tidak satu bulan kami bekerja keras dan saya memimpin langsung pengembangan produk APD agar bisa mendapatkan ISO 16604 Class 3,” ujar Iwan.

Iwan menilai, Sritex selama ini sudah mampu menghasilkan produk dengan standar tinggi. Salah satu yang sudah dihasilkan Sritex adalah pakaian nubika atau CBRN (Chemical Biological Radiation). Sejak Januari lalu, Sritex membuat APD mulai yang Class 1, Class 2, dan terakhir ini Class 3.

Dengan didapatkan ISO 16604 Class 3, maka ketersediaan APD tidak lagi akan menjadi kendala. Menurut Iwan, Sritex mampu untuk memproduksi APD kelas 1 sampai 500 ribu buah setiap bulannya.

 ♖ VIVAnews  

Minggu, 26 April 2020

Hercules TNI AU Bawa Bantuan Yayasan Ishihara Taiwan

Mendarat di Halim Darii KambojaPenjemputan bantuan untuk Covid-19 di Kamboja oleh pesawat Hdrcules TNI AU. [KBRI Phnom Penh] ✈️

Pesawat C-130 Hercules A-1317 Skadron Udara 31 TNI AU mendarat pagi ini (25/4) di Lanud Halim Perdanakusuma dengan selamat. Pesawat membawa bantuan alat kesehatan dari Kamboja untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng, hadir di Bandara Internasional Phnom Penh guna menyaksikan langsung proses pengiriman perlengkapan medis tersebut dengan total berat sekitar 10-11 ton yang diangkut dengan Hercules Rajawali 01.

Penjemputan bantuan terlaksana atas koordinasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi, KBRI Phnom Penh dan TNI AU.

Bantuan ini adalah hibah alat-alat kesehatan ke Indonesia untuk penanganan Covid-19. Pesawat Hercules berangkat pada Jumat pagi dan kembali Sabtu pagi ini setelah bermalam di Natuna.

Bantuan berasal dari Yayasan Ishihara di Taiwan berupa 140.000 Alat Pelindung Diri (APD) dengan kualitas terbaik dari Kamboja.

Yayasan Ishihara memesan APD dari pabrik di Phnom Penh. Bantuan ini adalah bagian dari program bantuan Yayasan untuk penanganan wabah Covid-19 di Indonesia.

Rencana penjemputan ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Purbaya Yudhi Sadewa kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Permohonan menggunakan fasilitas TNI AU untuk menjemput ke lokasi pabrik APD.

Di tengah langka dan sulitnya mendapatkan APD, baik baju risiko tinggi, baju pelindung biasa atau masker, kita masih bisa mendapatkannya bahkan dengan kualitas terbaik. Apresiasi tertinggi kami sampaikan kepada pimpinan TNI AU yang telah membantu mengirimkan pesawat Hercules beserta awaknya ke Phnom Penh untuk menjemput bantuan,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis Kemenko Marves saat menyambut Hercules.

Hercules A-1317 berangkat bersama 13 awak dari Lanud Halim Perdanakusumah. Hibah yang dijemput seberat 12.256 kg yang terdiri 140.000 set APD, 15 set ventilator, 20.000 alat pelindung wajah, dan masker medis sebanyak 300.000 buah senilai 540.000 dolar AS.

Menurut pihak Yayasan, bantuan dikirimkan dalam tiga gelombang.

Ishihara Charity Foundation merupakan yayasan amal yang didirikan Sean Ishihara, pengusaha Jepang keturunan Taiwan. Ia memesan dan membeli alat kesehatan ini dari pabrik Medtech milik perusahaan Taiwan dimana salah satunya berlokasi di Kamboja.

Rilis dari KBRI Phnom Penh menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dari Ishihara Foundation dan mengharapkan bantuan dapat dimanfaatkan oleh tenaga medis dan pihak-pihak yang membutuhkan di Indonesia.
 

  Angkasa News  

Sabtu, 25 April 2020

Pemprov Jawa Barat Beli Ventilator Lokal

Buatan PT DI dan PT Pindad Ventilator produksi PT DI [istimewa] 

G
ubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memastikan kebutuhan ventilator untuk 105 rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Jabar akan terpenuhi setelah Pemerintah Provinsi Jabar membeli ventilator produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad.

Ventilator produksi PT DI (Persero) dan PT Pindad telah dikonfirmasi lulus uji produk dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI.

"Insya Allah kebutuhan ventilator untuk Jawa Barat aman terkendali," kata Ridwan Kamil seusai meninjau purwarupa (prototipe) ventilator di hanggar PT DI di Bandung, Jumat.

Ventilator portabel yang diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia) itu merupakan kerja sama PT DI dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan setelah lulus uji produk dan klinis mampu diproduksi sebanyak 500 unit per minggu. Ventilator jenis ini ditujukan bagi pasien yang sakit, tetapi masih mampu bernapas sendiri.

Sementara ventilator produksi PT Pindad yang mampu diproduksi sebanyak 40 unit per hari akan digunakan bagi pasien yang kesulitan bernapas.

"Kalau lancar segala rupanya, ini (Vent-I) bisa diproduksi minimum 500 unit per minggu atau sekitar 2.000 per bulan, perizinan juga sudah diproses dan lancar, termasuk tadi (produk) di PT Pindad yang fokus pada ventilator untuk yang susah bernapas, inilah kebersamaan BUMN," ujar Ridwan Kamil yang biasa disapa Kang Emil.

Kang Emil menuturkan ke-105 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar ini akan mendapatkan minimal satu ventilator tambahan.

Khusus untuk rumah sakit yang menangani pasien yang susah bernapas secara spontan atau gagal nafas, Kang Emil berujar rumah sakit tersebut mendapatkan empat sampai lima unit ventilator.

"Kalau kita pilah lagi ada sekitar 50 rumah sakit yang membutuhkan ventilator khusus untuk pasien yang susah bernapas secara spontan atau sudah mengalami gagal napas. Per rumah sakit (itu) rata-rata dapat empat sampai lima unit, jadi (total) sekitar 250-an unit (untuk rumah sakit khusus tersebut)," tuturnya.

Emil berharap tak hanya untuk Jabar, kebutuhan ventilator di seluruh Indonesia pun bisa terpenuhi oleh produk buatan lokal yang sudah teruji kelaikan klinis dan standar keamanan juga keselamatan.

"Inilah kekuatan di Indonesia, di Jabar, khususnya industri-industrinya luar biasa, dengan kebersamaan kita akan menang melawan COVID-19," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT DI M. Ridlo Akbar menjelaskan, PT DI ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan untuk industrialisasi alat kesehatan khususnya ventilator.

Saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan fasilitas lini produksinya kemudian melakukan reverse engineering untuk komponen yang tidak tersedia di dalam negeri. Dengan begitu, diharapkan ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, maka PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu.

"Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei, karena sekarang kita masuk uji klinis setelah itu kita mulai produksinya," kata Ridlo.

Pihaknya menargetkan ventilator produksi PT DI ini akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Bandung pada tahap awal. Berikutnya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan Jabar, Indonesia, bahkan luar negeri atau ekspor.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan pihaknya sanggup memproduksi ventilator sebanyak 40 unit per hari. Prototipe ventilator untuk pasien yang sudah sulit bernapas ini telah sukses diuji coba di RSU Pindad dan kini tinggal menunggu sertifikat dari BPFK.

Abraham mengatakan Gubernur Jabar sangat mendukung upaya dari PT Pindad dalam menanggulangi COVID-19 khususnya di Jabar.

"Tadi saat kunjungan, begitu melihat secara detail operasional ventilator produksi kami dan sudah dijelaskan oleh dokter, beliau (gubernur) begitu yakin dan memutuskan akan membeli ventilator produksi PT Pindad," ujar Abraham.

Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebanyak 1.000 unit.

  antara  

Kamis, 16 April 2020

Inhan Akan Produksi Ventilator

Erick Thohir coba sinergikan penemu ventilator dan industri pertahananIlustrasi Portable Ventilator karya BPPT [BPPT]

Menteri BUMN Erick Thohir akan mensinergikan para penemu ventilator lokal dengan BUMN-BUMN industri pertahanan dalam rangka menanggulangi pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

"Saya berharap, kami di Kementerian BUMN terus bersinergi dengan segala Kementerian, kita tidak punya ego sektoral. Dan hari ini mudah-mudahan juga apa yang dilakukan oleh para penemu ventilator lokal juga akan kita sinergikan dengan industri pertahanan kita," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis.

Erick Thohir sudah mencoba kontak pihak-pihak yang berada di industri pertahanan untuk coba mensinergikan hal tersebut.

"Saya kemarin sudah coba kontak yang ada di industri pertahanan untuk coba mensinergikan," ujar Menteri BUMN itu.

Menurut Erick Thohir, tidak mudah membangun industri nasional tapi mestinya bisa. Kalau hari ini bisa 10 persen, tahun depan 30 persen, kemudian tahun depannya lagi 50 persen.

Namun dia meminta bahwa upaya membangun industri nasional tersebut jangan diartikan bahwa bangsa Indonesia anti impor.

"Kita juga tidak anti impor. Memang beberapa tidak ada yang bisa dilakukan tetapi untuk yang bisa kita lakukan harus bisa," ujar Erick Thohir.

Erick juga meminta bahwa sekarang bukan eranya saling menyalahkan namun eranya saling bergotong royong.

Sebelumnya tiga perusahaan domestik milik pemerintah siap untuk memproduksi ribuan ventilator, atau alat bantu pernapasan, yang kerap dibutuhkan oleh pasien terpapar COVID-19.

 Siap produksi ribuan ventilator

Tiga perusahaan domestik milik pemerintah siap untuk memproduksi ribuan ventilator, atau alat bantu pernapasan, yang kerap dibutuhkan oleh pasien terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan tiga perusahaan yang merupakan industri strategis itu adalah PT Len Industri (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia/PTDI (Persero).

Hal itu juga sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk mengoptimalkan sumber daya domestik dalam penanganan COVID-19. Presiden juga memerintahkan untuk mengoptimalkan penggunaan komponen bahan baku dari dalam negeri.

"Peluang memproduksi ventilator dalam negeri ini untuk mencukupi kebutuhan alat bantu pernapasan bagi pasien COVID-19,” ujar Moeldoko dari rapat koordinasi rencana produksi ventilator dalam negeri itu yang digelar melalui konferensi video.

Moeldoko juga mengajak seluruh industri untuk mengaplikasikan pesan dari Presiden agar industri dalam negeri lebih optimal untuk menangani COVID-19.

Saya bangga karena sejumlah pihak baik perusahaan dan universitas sudah maju dan memiliki inisiatif memikirkan produksi ventilator,” ujarnya.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Elfien Goentoro mengatakan pihaknya mampu memproduksi 1000 ventilator dalam satu pekan. Dalam produksi ventilator, PTDI bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) sebagai pihak inovator untuk membuat ventilator.

Kami memastikan agar prototype (purwarupa) lulus uji BPFK, proses produksi, set up' lini produksi di PTDI agar lulus uji Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Dirut PT Len Zakky Gamal menargetkan bisa memproduksi ventilator hingga 50 unit per hari pada Mei 2020.

Kami mengharapkan dukungan KSP (Kantor Staf Presiden) untuk percepatan pengembangan dalam penerbitan izin produksi dan izin edar ventilator ini," ujar Zakky.

Saat ini, PT Len sedang menyiapkan produksi massal ventilator yang lolos uji Badan Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK). Selain itu, PT Len juga menyiapkan desain industri purwarupa yang dikembangkan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dirut Pindad Abraham Mose menargetkan bisa produksi 40 unit ventilator per hari. Semua komponen ventilator menggunakan produk lokal.

Dirancang untuk menjadi alternatif solusi terhadap kekurangan alat ventilator di rumah sakit. Vendor komponen sementara dari Pindad sendiri." ujar Abraham.

Sementara itu, Direktur Pengawas Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Sodikin Sadek mengatakan saat ini sudah terdapat 18 tim riset khusus untuk ventilator yang berasal dari ITS, ITB dan UGM. Kemudian, terdapat juga dari LIPI dan perusahaan-perusahaan produsen alat kesehatan.

Saat ini, BPFK yang bertugas memberikan lisensi terhadap alat kesehatan sedang mendampingi beberapa universitas dan perusahaan dalam proses produksi ventilator.

Rata-rata daya tahan ventilator yang diajukan tidak hanya 1 x 24 jam, namun 3 x 24 jam. BPFK tidak mempersulit izin tetapi memastikan keamanan alat tersebut tetap menjadi prioritas,” kata Kepala BPFK Prastowo Nugroho.

 Akhir April RI miliki 200 ventilator produksi lokal

Jadi diharapkan pada 25 April 2020 kita bisa, mudah-mudahan, mendapatkan 200 unit pertama ventilator buatan Indonesia.

Indonesia akan mendapat tambahan pasokan 200 alat bantu pernafasan ventilator portabel produksi dalam negeri yang ditujukan untuk pasien terjangkit COVID-19, selambat-lambatnya pada akhir April 2020.

Hal itu ditegaskan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers virtual usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Ventilator portabel itu didesain oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknonologi (BPPT) dan diproduksi dua perusahaan dalam negeri. Masing-masing perusahaan itu memiliki kapasitas produksi 100 unit ventilator portabel.

Jadi diharapkan pada 25 April 2020 kita bisa, mudah-mudahan, mendapatkan 200 unit pertama ventilator buatan Indonesia,” ujar dia.

Saat ini purwarupa (prototipe) dari ventilator buatan lokal itu sedang diuji di Kementerian Kesehatan. Pengujian itu akan rampung pada pekan ini, sehingga pekan depan sudah memasuki tahapan produksi.

BPPT berencana menambahkan dua lagi mitra perusahaan domestik, sehingga pembuat ventilator portabel dalam negeri ini menjadi empat perusahaan. Dengan begitu kapasitas produksinya pun menjadi 400 ventilator portabel.

"Dua lagi sudah menyatakan siap, salah satunya BUMN, yakni Indofarma, sehingga kita harapkan nanti bisa 400 unit per minggu. Kebutuhan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,“ tambahnya.

Selain ventilator domestik yang dikembangkan BPPT, saat ini ujar Bambang, terdapat 15 usulan lainnya terkait ventilator dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, pihak swasta, maupun kelompok masyarakat.

Saat ini tentu mereka harus melakukan penggujian terlebih dahulu di Kementerian Kesehatan. Kami minta dukungan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN agar ada mitra atau mitra industri yang bisa memproduksi prototipe yang sudah diuji,” ujarnya.

  antara  

Sabtu, 11 April 2020

KRI Semarang 594 Angkut Konsentrat Sanitizer

Dari Singapura Ke Batam KRI Semarang 594 [TNI AL]

G
una membantu masyarakat Kota Batam dalam menghadapi penyebaran Covid-19, KRI Semarang-594 yang berada di bawah jajaran Satuan Kapal Amfibi Koarmada I melaksanakan pergeseran logistik bantuan dari Singapura berupa 2100 liter konsentrat sanitizer menuju ke Batam.

Setibanya di Batam, konsentrat tersebut akan diproses menjadi 210.000 liter hand sanitizer yang dikemas dalam botol-botol berukuran 500 ml. Setelah terkemas kedalam botol, pemerintah kota Batam akan mengatur pendistribusiannya kepada masyarakat Batam. Selain konsentrat, Pemerintah Singapura juga memberikan drum, pompa serta troley untuk memproses cairan konsentrat tersebut.

Walikota Batam, Mohammad Rudi menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas konstribusi TNI AL untuk membantu masyarakat Kota Batam yang telah mendukung pengangkutan bantuan dari Singapura untuk masyarakat Kota Batam.

Batam merupakan pintu gerbang yang berhadapan langsung dengan negara lain khususnya Singapura dan Malaysia serta menjadi perlintasan sejumlah kapal di Selat Malaka dan Singapura. Hal ini sangat rentan terhadap penyebaran virus Corona. Sehingga masyarakat Kota Batam harus memiliki ketahanan / imunitas untuk menghadapi penyebaran Virus Corona.

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa hal ini merupakan tugas kemanusiaan. Dalam situasi yang sulit ini kita semua harus bersinergi satu sama lain, untuk bersama-sama berupaya menghentikan wabah Covid-19 demi keselamatan seluruh warga masyarakat.

Danguskamla Koarmada I, Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T. selaku Dansatgas Pemulangan WNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengangkutan bantuan bagi masyarakat Kota Batam sesuai direktif Panglima Koarmada I dan Mabes TNI.

Diharapkan dengan bantuan yang dibawa KRI Semarang-594 dapat memberikan konstribusi besar bagi masyarakat Kota Batam sehingga dapat terhindar dari penyebaran virus.

  ★ Dnewsradio  

Rabu, 08 April 2020

Pindad Targetkan Mulai Produksi Massal Ventilator

Dalam Dua Pekanhttps://img.antaranews.com/cache/800x533/2020/04/07/149ED46C-0BD9-4E94-97A8-8AB4243644A5.jpegIlustrasi Portable ventilator yang dikembangkan bersama Task Force Riset Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19. (ANTARA/HO-BPPT)

PT Pindad menyatakan, telah sukses memproduksi alat bantu pernafasan atau ventilator dan berencana melepas ke pasar setelah melalui uji sertifikasi dan uji klinis. Perkiraan waktunya, dua minggu lagi.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, Pindad sebelumnya telah membuat prototype ventilator dan mempresentasikannya di depan Menteri Pertahanan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kini, Pindad telah memproduksi tiga ventilator, yang telah digunakan di rumah sakit (RS) miliknya, di Bandung.

Menurutnya, setelah Pindad mempublikasikan ventilator buatannya, banyak permintaan pesanan yang masuk, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Namun, ventilator buatan Pindad ini belum diproduksi secara massal.

Abraham menyatakan, ventilator buatan Pindad saat ini sedang uji sertifikasi kelayakan di Balai Pengawasan Peralatan Kesehatan (BPPK). Hasil uji sertifikasi BPPK ini menurutnya baru akan diketahui minggu depan. Setelah itu, ventilator buatan Pindad akan masuk tahapan uji operasi dan uji klinis.

Kurang lebih (total) waktunya dua mingguan. Soalnya ini harus cepat karena sangat dibutuhkan,” kata Abraham kepada Katadata.co.id, Rabu (8/4).

Ilustrasi ventilator karya ITB

Nantinya, jika ventilator buatan Pindad lolos sertifikat uji kelayakakan dan operasional, pihaknya akan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga BUMN lainnya, untuk memproduksi secara massal.

Sementara ini, ventilator ini kita utamakan yang di RS Pindad yang ada di Bandung terlebih dahulu,” katanya.

Abraham menjelaskan, biaya produksi satu unit ventilator Pindad berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Pindad sendiri berencana membanderol ventilator buatanya seharga Rp 10 juta per unit, dengan kemungkinan harga turun menjadi Rp 7 juta jika bahan baku relatif mudah didapat.

Sebelumnya, Pindad juga memproduksi bilik disinfektan, dengan harga Rp 15 juta per unit. Saat ini, Pindad sedang memproduksi 800 unit bilik disinfektan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), Kementerian, pihak Swasta hingga individu.

 ♖ Katadata  

Senin, 23 Maret 2020

Sabtu, 21 Maret 2020

TNI AU Angkut Logistik Kesehatan COVID-19 Dari Shanghai

Alkes seberat 12 TonPanglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan KSAU memberangkatkan pesawat Hercules ke Shanghai, China untuk mengangkut logistik kesehatan yang telah dibeli oleh Pemerintah RI. [Foto/ Dispenau]

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan KSAU memberangkatkan pesawat angkut berat C130 Hercules ke Shanghai, China untuk mengangkut logistik kesehatan yang telah dibeli oleh Pemerintah RI melalui Kemhan RI.

Sesuai surat permohonan Menhan RI Prabowo Subianto, TNI AU telah memberangkatkan satu unit pesawat C130 Hercules dari Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Sabtu (21/3/2020).

Hercules A-1333 melakukan dua kali transit (short stop) di Lanud Raden Sadjad Natuna dan Bandara Sanya di Hainan untuk melakukan pengisian bahan bakar (refuel) sebelum mendarat di Bandara Pudong di Shanghai. Sementara logistik kesehatan yang telah dibeli oleh pemerintah seberat kurang lebih 12 ton.

Pesawat dengan nomor registrasi A-1333 yang dipiloti Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Suryo, lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh pukul 06.55 WIB dan akan menempuh rute penerbangan Malang-Natuna-Hainan-Shanghai. Sebanyak 18 kru pesawat dan pendukung turut serta dalam misi ini, beserta dua pejabat dari Kemhan. (nfl)

  sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...