Tampilkan postingan dengan label SAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAR. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 September 2024

TNI AU-TUDM Gelar Operasi SAR Bersama

 Latma Elang Malindo XXIX/24 (dispenau) 

Dalam rangkaian latihan bersama (Latma) Elang Malindo XXIX/24, TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) menggelar operasi Search and Rescue (SAR) bersama di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (25/9/24). Latihan ini bertujuan memperkuat kerja sama militer antara kedua angkatan udara, khususnya dalam Operasi Militer Selain Perang.

Disimulasikan, operasi SAR dilaksanakan menyusul laporan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terkait terjadinya banjir bandang di Pontianak, yang mengakibatkan sejumlah orang hilang dan terdampar. Pemerintah memandang perlunya dukungan udara untuk menyelamatkan dan mengevakuasi para korban, sehingga TNI AU dan TUDM bekerja sama dalam operasi tersebut.

Langkah awal yang diambil TNI AU adalah mengerahkan pesawat CN-235 dari Skadron Udara 27 untuk menjalankan misi Search and Locate guna menemukan lokasi korban.

Setelah posisi korban teridentifikasi, helikopter NAS-332 Super Puma milik Skadron Udara 6 dan pesawat EC-725 Caracal milik TUDM diterbangkan menuju lokasi, membawa personel SAR untuk melakukan penyelamatan.

Di lokasi pertama, tim SAR menggunakan teknik rappelling untuk mengevakuasi korban yang terjebak di darat. Sementara di lokasi kedua, dilaksanakan operasi Water Rescue dengan metode free jump dan hoist untuk menyelamatkan korban yang berada di perairan. Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dipindahkan ke pesawat CN-235 untuk menjalani proses Medevac atau evakuasi medis.

Latma Elang Malindo tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam operasi penyelamatan, tetapi juga mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

  ⍟
TNI  

Minggu, 14 Juli 2024

TNI AU dan RSAF Latihan Operasi Combat SAR

 Latma Manyar Indopura XIX/24 (Dispenau) 🚁

Latihan bersama Manyar Indopura XIX/24 antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Republic Of Singapore Air Force (RSAF) memasuki tahapan manuver lapangan, berupa latihan Combat SAR dan latihan penembakan (Gunner) di Air Weapon Range (AWR) Siabu Lanud Roesmin Nurjadin, Jumat (12/7/2024).

Dalam latihan, kedua angkatan udara sama sama mengerahkan helikopter jenis H225M Caracal.

TNI AU melibatkan helikopter Caracal dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, sementara RSAF mengerahkan helikopter Caracal dari Squadron 125 Pangkalan Udara Sembawang.

Tahapan latihan diawali dengan penerbangan pengenalan area latihan dan SAR di AWR Siabu.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pencarian dan penyelamatan (SAR), serta memastikan kesiapan kedua angkatan udara dalam menghadapi situasi darurat yang memerlukan evakuasi korban.

Pada Combat SAR, TNI AU dan RSAF melakukan peran secara bergantian, baik sebagai tim penyelamat, maupun sebagai air cover saat operasi dilaksanakan.

Direktur latihan Manyar Indopura XIX/24, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, M.M.S., menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap tahapan latihan.

Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap latihan, setiap personel harus peduli dan bertanggung jawab dalam mengutamakan keselamatan.

Latma Manyar Indopura XIX/24 telah digelar sejak tanggal 8 hingga 19 Juli 2024.

Melalui latihan bersama ini, diharapkan memperkuat kerjasama dan sinergi antara TNI AU dan RSAF, meningkatkan kemampuan operasional kedua angkatan udara, serta memperarat hubungan bilateral antar kedua negara.

  ⍟
Militer Udara  

Selasa, 27 Juni 2023

Heli Caracal TNI AU Terjunkan Personil SAR Gabungan

 Evakuasi Pesawat SAM Air PK-SMW, di Yalimo, Papua (dispenau) 

Tim SAR gabungan telah diterjunkan di lokasi jatuhnya pesawat SAM Air, di Yalimo, Papua Pegunungan. Satgas Tim SAR gabungan terdiri dari Unsur helikopter dan Kopasgat TNI AU, Basarnas, dan unsur SAR daerah Papua, sudah bekerja sejak Sabtu, (25/6/2023).

Pelaksanaan SAR hari pertama (Sabtu, 25/6) terkendali cuaca, dan dilanjutkan hari kedua (Minggu, 26/6). Pada hari kedua, TNI AU mengerahkan satu helikopter EC 725 Caracal dengan 7 kru, dan 3 personel Kopasgat, serta 3 personel Basarnas.

Pada hari kedua, Helikopter EC 725 Caracal, berhasil menurunkan 6 personel SAR di droping zone, untuk evakuasi korban ke lokasi jatuhnya pesawat. Pesawat SAM Air PK-SMW, yang di awaki oleh Capt Hari Permadi, copilot Levi Murib, serta empat penumpang, dilaporkan jatuh di pegunungan Yalimo, Papua. Pesawat milik SAM Air, terbang dari bandara Elelim Yalimo Papua Pegunungan dengan tujuan distrik Poik, Yalimo Papua.

Tim SAR di lokasi melakukan penyusuran dari titik droping ke arah barat dengan radius 200 m, tetapi belum menemukan korban, karena medan yang cukup ekstrim dan hutan lebat. Tim SAR memutuskan kembali ke titik droping, dan SAR dihentikan sementara.

Hari Senin (27/6/2023), Komandan Lanud Silaspapare Jayapura, Marsma TNI Dadan Gunawan, S.T., M.M., CHMRP, selaku Dansatgasud, ketika memimpin briefing di Wamena mengatakan, di hari ketiga Senin (26/6), tim SAR kembali melakukan pencarian korban. Untuk meningkatkan kemampuan SAR, selain melibatkan helikopter Caracal TNI AU, misi SAR juga ditambah satu unit helikopter SAR dari PT. Intan Angkasa Air Service, serta 12 personel gabungan dari Kopasgat, Basarnas dan Yonif 756/WMN, serta perlengkapan tambahan untuk SAR.

Misi Tim SAR tambahan untuk menyiapkan helipad, dan dukungan logistik, termasuk tabung oksigen, jas hujan dan Air minum serta bahan makanan. Diharapkan pesawat dan personil TNI, bisa mendukung Tim SAR gabungan menyelesaikan misi SAR ini dengan aman dan selamat, meski dihadapkan medan dan cuaca yang kurang baik.

  ⍟
Metro Headline  

Senin, 26 Juni 2023

TNI AD Akan Bantu Evakuasi Pesawat Jatuh di Yalimo

Dandim Jayawijaya Pimpin Rapat Evakuasihttps://tniad.mil.id/konten/unggahan/2023/06/WhatsApp-Image-2023-06-26-at-09.34.20.jpeg(TNI AD)

Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Cpn Athenius Murip, S.H.,M.H., memimpin rapat gabungan (briefing) membahas rencana proses evakuasi korban pesawat SAM AIR PK-SMW (C-208), bertempat di ruang rapat Kantor Perhubungan Udara Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (24/6/2023).

Dandim mengatakan, Kodim 1702/Jayawijaya siap mendukung dan membantu rencana yang sudah diatur oleh Tim SAR sebagai pihak yang berwenang untuk melakukan evakuasi. Sementara target evakuasinya yaitu dua orang kru dan empat penumpang pesawat Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air) Caravan PK-SMW (C-208) yang dipiloti Cpt. Hari Permadi, pasca dilaporkan hilang kontak dan ditemukan jatuh di hutan wilayah Welarek, Yalimo, Papua, Jumat sore (23/6) kemarin.

Kami siap membantu percepatan evakuasi sejak semalam. BPBD dan para relawan kita gerakan hari ini untuk ikut membantu evakuasi. Harapan kami, semua personel yang akan melakukan evakuasi agar tetap waspada, dan terlebih menjaga faktor keamanan. Semoga dalam pelaksanaan evakuasi tersebut berjalan aman dan lancar,” ujar Dandim.

Sementara itu, Kasiops Basarnas Kelas A Jayapura, Marinus Benediktus Ohoirat, S.H., menambahkan bahwa terkait insiden kecelakaan pesawat itu, Basarnas melaksanakan evakuasi korban menggunakan Heli Caracal milik TNI AD.

Untuk rencana evakuasi itu sendiri, kami memilih melaksanakan repling (menuruni ketinggian dengan menggunakan media tali), karena mengingat situasi dan lokasi yang tidak mendukung. Adapun rencana kami selanjutnya adalah apabila hari ini sudah dievakuasi maka korban akan langsung dibawa menuju RS Bhayangkara Jayapura,” ungkapnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, personel dari Kodim 1702/JWY, Basarnas, Polres Jayawijaya, Kopasgat, dan pihak terkait lainnya. (Dispenad)

 ♖
TNI AD  

Rabu, 08 Maret 2023

Koarmada III Bersama Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Kapal KM Vivie Rae II

Di Laut Arafuru https://peloporwiratama.co.id/wp-content/uploads/2023/03/IMG-20230305-WA0117.jpgCN235 MPA TNI AL [Dispenal] 🛩
K
oarmada III Kerahkan Unsur Udara dan Laut untuk mencari KM Vivie Rae II yang mengalami mati mesin di perairan Arafura, dimana pada awalnya Koarmada III menerima laporan tersebut dari Pangkalan TNI Angkatan Laut/ Lantamal XI Merauke yang meneruskan informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke. Minggu (05/03/23).

Setelah menerima informasi tersebut Panglima Komando Armada III (Pangkoarmada III) Laksamana Muda TNI Agus Hariadi, M. Han, langsung memerintahkan Pesawat Udara/ Pesud Patmar TNI Angkatan Laut CN 235-220 MPA P-8304 dan Kapal Perang, untuk bergabung dengan Tim SAR Gabungan sebagai upaya mencari kapal yang sedang mengalami kerusakan mesin.

Hasil pencarian yang dilaksanakan Pesud Patmar TNI Angkatan Laut CN 235-220 MPA P-8304, dengan Pilot Kapten Laut (P) Triyoga Sakti I dan Co Pilot Lettu Laut (P/W) Catur Arum Nuryani, S.Tr.Han., akhirnya dapat menemukan KM Vivie Rae II dengan posisi terapung di Perairan Laut Arafuru, dari komunikasi antar pesawat dengan kapal tersebut dapat diketahui ABK kapal sebanyak 6 (enam) orang WNA dalam keadaan sehat, kebutuhan makanan yang ada di kapal masih mencukupi dan kapal tersebut mengalami kerusakan dan menunggu evakuasi.

Kronolgis kejadian bermula saat KM Vivie Rae II bergerak dari Marshall Island pada tanggal 26 Februari 2023 menuju Sorong, dan pada tanggal 02 Maret 2023 mengalami kerusakan mesin, selanjutnya Kapten kapal segera menghubungi Kantor perwakilannya yang berada di Bali untuk memintakan bantuan guna penarikan kapal KM Vivierae II tersebut.

Adapun Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam pencarian dan penyelamat kapal tersebut adalah Basarnas Merauke, Lantamal XI Merauke, Kementerian Perikanan dan Kelautan Merauke, Polairud Merauke. Distrik Navigasi Merauke, dan SROP Merauke serta . Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPPKL) Merauke.

  Koarmada III  

TNI AL Siagakan 4 Kapal Perang di Natuna

⚓️ Kirim Bantuan bagi Korban Longsor KRI Semarang 594 [TNI AL] ⚓

TNI Angkatan Laut (AL) menyiagakan empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk mengirimkan bantuan bagi korban longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Riau.

Empat kapal itu antara lain KRI Bontang-907, KRI Imam Bonjol-383, KRI Sembilang-850, dan KRI Semarang-594.

Terdapat tiga titik angkut yang telah disiapkan TNI AL, di mana KRI Bontang-907 dan KRI Imam Bonjol-383 disiagakan di Ranai, Natuna.

Lalu, KRI Sembilang-850 standby di titik angkut Pontianak, dan KRI Semarang-594 bersiaga di titik angkut Jakarta.

Dilansir dari siaran pers Dinas Penerangan TNI AL, Selasa (7/3/2023), empat kapal perang itu difungsikan sebagai kapal siaga Search And Rescue (SAR), pergeseran personel, dan pengiriman material bantuan bencana alam.

Korban yang terdampak bencana sangat membutuhkan adanya penambahan alat berat dan personel SAR dari luar pulau. Namun, saat ini mengalami kendala berupa cuaca yang kurang mendukung, sulitnya akses, ditambah dengan terputusnya jaringan telekomunikasi,” demikian siaran pers tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan AL (Kadispenal) Laksma Julius Widjojono mengatakan, KRI Bontang-907 diberangkatkan dari Tanjung Uban, Bintan, pada Selasa kemarin.

KRI Bontang-907 [TNI AL]

Julius juga mempersilakan apabila ada keluarga korban yang ikut bersama KRI Bontang-907.

Bapak KSAL (Laksamana Muhammad Ali) akan menggerakan KRI Bontang siang ini, yang akan berangkat dari Tanjung Uban menuju Natuna. Jadi keluarga yang mau ikut melihat di sana, diizinkan untuk ikut,” ujar Julius saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa kemarin.

Longsor terjadi di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Riau, Senin (6/3/2023). Sebanyak 10 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna Raja Darmika mengatakan, longsor terjadi di dua lokasi, yaitu Kecamatan Serasan dan Kecamatan Serasan Timur.

Raja menuturkan, pihaknya menerima informasi longsor dari warga sekitar pukul 09.00 WIB. Waktu itu, longsor menerjang kawasan perkebunan di Kecamatan Serasan Timur.

Lalu, sekitar pukul 11.15 WIB, longsor melanda Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan.

Saat itu, warga menginformasikan kepada kami ada gunung runtuh yang artinya longsor menurut bahasa setempat,” ujar Raja, dikutip dari Kompas.id.

Raja menuturkan, beberapa saat setelah longsor di Kecamatan Serasan Timur, warga masih bisa mengirim foto-foto kondisi permukiman mereka. Tak lama kemudian, jaringan listrik dan komunikasi di Pulau Serasan terputus.

 ⚓️  Kompas  

Jumat, 03 Maret 2023

Bakamla RI Siap Gelar Operasi Udara Maritim 2023

Ilustrasi KN 301 Tanjung Datu Bakamla

Bakamla RI gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Operasi Udara Maritim “Bhuana Nusantara”, yang diadakan di Aula Ary Hasibuan Mabes Bakamla RI, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2023). Rapat ini dipimpin oleh Direktur Operasi Udara Bakamla RI Laksma Bakamla Ferdinand Roring, dan dihadiri jajaran Pejabat Tinggi dan Menengah Bakamla RI.

Dalam Rakor ini terdapat 4 materi yang disampaikan yaitu Peta Kerawanan, Analisa Ancaman dan Mekanisme Pertukaran Informasi; Materi Kesiapan Unsur Laut dan Gelar Operasi Laut Tahun 2023; Materi Data Anomali dan Target Kapal Operasi; serta Materi Rencana Pelaksanaan Operasi Udara Maritim “Bhuana Nusantara” Tahun 2023. Demikian keterangan dihimpun dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

Operasi akan diadakan dalam 3 periode. Periode pertama akan dilaksanakan di Zona Bakamla Tengah, periode II akan dilaksanakan di Zona Bakamla Barat. Di periode terakhir, operasi akan dilaksanakan di Zona Bakamla Barat.

Target operasi kali ini terdiri dari Illegal Fishing, Logging, and Mining, Penyelundupan (narkoba, miras, senjata, BBM, pencari suaka melalui jalur laut), Perompakan, Pencemaran laut, Pengangkatan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), serta SAR terbatas (pencarian kapal yang terkena musibah berdasarkan perintah/kondisi aktual).

Sebagaimana dijelaskan, tujuan dari operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Selain itu, operasi ini juga berupaya meningkatkan waktu tanggap (response time) terhadap penanganan kejadian keamanan dan keselamatan di laut. Dengan adanya operasi ini diharapkan dapat mengurangi pemeriksaan berulang berdasarkan data aduan dari masyarakat pengguna laut.

Untuk membantu kelancaran operasi, Kolonel Bakamla David Hastiadi selaku Kasubdit Penyelenggaraan Operasi Laut Bakamla RI, memaparkan akan ada beberapa instansi yang ikut serta seperti TNI AL, KPLP, KKP, dan Polairud. Dalam rapat tersebut juga disampaikan beberapa titik lokasi rawan pelanggaran hukum berdasarkan intensitas kejadian pada tahun 2022 oleh Statistisi Ahli Madya pada Direktorat Datin Bakamla RI Kolonel Bakamla Tri Haryo.
 

  ✪
Industry  

Selasa, 21 Februari 2023

Kapolda Jambi Berhasil Dievakuasi dari Hutan Kerinci

Tim gabungan telah mengevakuasi Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono dari hutan Kerinci, Jambi. Rusdi dievakuasi via udara. (Instagram @polda_jambi) 🚁

Tim gabungan telah mengevakuasi Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono dari hutan Kerinci, Jambi. Rusdi dievakuasi via udara.

"Alhamdulillah Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono telah berhasil dievakuasi," demikian keterangan Polda Jambi di akun Instagram @polda_jambi, Selasa (21/2/2023).

Pada proses evakuasi hari ketiga ini, ada 6 helikopter yang disiagakan. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap.

Rusdi Hartono meminta untuk menjadi yang terakhir dievakuasi tim gabungan.

"Kapolda Jambi mengutamakan anak buahnya dulu atau anggota yang dievakuasi," kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Selasa (21/2/2023).

Sebagaimana diketahui, helikopter Ditpolairud Jambi terpaksa mendarat darurat pada Minggu (19/2) kemarin. Kedelapan pilot dan penumpang mengalami luka akibat insiden tersebut.

Pada Senin (20/2) kemarin, tim dari udara dan darat telah mencapai titik helikopter mendarat darurat.

Helikopter yang ditumpangi Kapolda Jambi mendarat darurat di perbukitan Tamiai, Muara Empat, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Minggu (19/2).

Selain Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono, dalam kecelakaan helikopter ini ada 7 korban lainnya. Berikut daftar lengkapnya:

1. Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono
2. Dir Reskrimum Polda Jambi Kombes Andri Ananta Yusdhistira
3. Dir Polair Polda Jambi Kombes Michael Mumbunan
4. Koorspripim Kompol Ayani
5. ADC Kapolda Jambi atas nama Briptu Muhardi Aditya
6. Pilot AKP Ali Nurdin S Harahap
7. Copilot AKP Amos Freddy P Sitompul
8. Mekanik Aipda Susilo

(jbr/jbr)

  ⍟
detik  

Senin, 20 Februari 2023

Tim Evakuasi Darat Beri Pertolongan Pertama pada Kapolda Jambi dan Rombongan

Tim evakuasi darat Kapolda Jambi dan rombongan berikan pertolongan pertama (Foto: Istimewa) 👮

Tim evakuasi helikopter Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono dan rombongan, yang mendarat darurat di sekitar wilayah hutan Kerinci Daerah kecamatan Batang Merangin, berikan pertolongan pertama pada seluruh korban kecelakaan tersebut.

Diketahui, helikopter yang ditumpangi Kapolda Jambi dan rombongan mendarat darurat pada Minggu 19 Februari 2023, sekira pukul 10.30 WIB.

Rombongan Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono rencananya akan melakukan kunjungan Ke Kerinci dan meresmikan Gedung baru SPKT Polres Kerinci. Namun. sekira pukul 10.00 WIB, helikopter Bell 412 SP dengan nomor register P-3001 diduga mengalami masalah hingga terpaksa mendarat darurat.

Kapolres Kerinci AKBP Patria Yuda Rahadian yang memimpin tim evakuasi jalur darat, membawa 12 orang personel sekitar pukul 17.30 WIB, kemarin. Kini, tim tersebut telah memberikan pertolongan pertama terhadap Rombongan Kapolda Jambi.

Tim evakuasi darat juga langsung membersihkan lokasi dan membuat tenda untuk berteduh. Selain itu mereka juga menyiapkan lokasi saat evakuasi udara berlangsung agar tidak ada gangguan lagi.

Polri sebelumnya memastikan proses evakuasi helikopter Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono dan romobongan, yang mendarat darurat di Kerinci, Jambi, via udara. Alasannya proses tersebut lebih efektif dan efisien.

"Utama kita evakuasi melalui jalur udara. Karena jalur udara kita anggap paling efektif efisien untuk mempercepat proses evakuasi korban," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Jakarta Selatan.

Dedi menjelaskan, apabila proses evakuasi lewat jalur darat, akan melewati jalur yang sangat panjang dan bisa memakan waktu hingga kurang lebih 12 jam ke titik evakuasi yang telah disiapkan.

"Itupun belum membawa perbekalan, kalau tidak bawa perbekalan akan lebih lama lagi untuk bisa mencapai titik. Karena lokasi tempat mendaratnya heli darurat itu adalah berupa tebing yang terjal," ujar Dedi.

  👮 Okezone  

TNI AU Evakuasi Korban Heli Polri di Jambi

 Berangkatkan Helikopter Super Puma (dispenau) 

TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan satu unit helikopter NAS-332 Super Puma H-3211 untuk membantu pencarian dan pertolongan (SAR) helikopter Polda Jambi yang dilaporkan mengalami kecelakaan di Bukit Tamia, Jambi, Minggu (19/2).

TNI AU mengirimkan helikopter Skadron Udara Lapangan Udara (Lanud) Atangsendjaja Bogor tersebut yang lepas landas pukul 08.45 WIB dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin.

Seturut keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, helikopter H-3211 itu mengangkut tujuh personel SAR Batalyon Komando 462 Pasgat di bawah pimpinan Danyon 462 Pasgat Letkol Pas Junaidi.

Helikopter tersebut diawaki oleh Mayor Pnb M. Ravi Rakasiwi (IP), Kapten Pnb Surya Mega (Penerbang I), dan Letda Wisnu Dwi (Penerbang II). Helikopter H-3211 juga dilengkapi peralatan hoist yang memungkinkan pertolongan korban dengan teknik hovering atau tanpa mendarat.

Helikopter TNI AU H-3211 itu terbang dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru menuju Jambi dan selanjutnya ke titik koordinat lokasi pendaratan darurat di Bukit Tamia.

Tim SAR Kopasgat TNI AU tersebut selanjutnya akan berusaha membantu pelaksanaan evakuasi delapan penumpang dan tiga kru helikopter.

Seperti diberitakan sebelumnya helikopter Polri jenis Bell 412 SP dengan nomor Registrasi P-3001 yang ditumpangi Kapolda Jambi mengalami kecelakaan di kawasan Hutan Tamia, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Minggu (19/2).

Saat kejadian Kapolda Jambi dalam perjalanan kunjungan kerja ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

Turut serta dalam rombongan Kapolda Jambi tersebut Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira, Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol Michael Mumbunan, Korspri serta Adc Kapolda.

  ⍟
antara  

Jumat, 15 Oktober 2021

Koarmada I Latihan Simulasi Erupsi-Tsunami Anak Krakatau

 Kerahkan Kapal Perang hingga HelikopterTNI AL menggelar simulasi penanganan bencana letusan Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan tsunami. Kapal perang hingga heli dikerahkan dalam simulasi. (M Iqbal/detikcom)

Letusan Gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami setinggi 3,6 meter yang menerjang pesisir barat Banten dan memakan banyak korban jiwa. Kapal perang hingga helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Selain menimbulkan banyak korban, rumah warga hancur diterjang gelombang tsunami. Pepohonan tumbang dan menyebabkan korban luka.

Letusan gunung berapi yang memicu tsunami itu ditampilkan dalam simulasi penanganan bencana yang digelar di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon. Simulasi itu digelar sebagai mitigasi bencana erupsi gunung berapi dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa menerjang wilayah Cilegon dan sekitarnya.

"Latihan ini disimulasikan terjadi bencana ada tsunami yang masih bisa diprediksi. Pada latihan ini kita mencoba pengambilan keputusan dengan cepat untuk menanggulangi bencana sehingga langkah-langkah, tindakan yang diambil dapat melaksanakan penanggulangan bencana dengan cepat dan tepat khususnya dalam mengevakuasi korban," kata Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI, Arsyad Abdullah kepada wartawan di Pelabuhan Indah Kiat, Jumat (15/10/2021).

Pada pelaksanaan tsunami tersebut, TNI AL mengerahkan kapal perang dan helikopter untuk mengevakuasi korban. Selain itu, beberapa unsur SAR dikerahkan, seperti personel BPBD, Basarnas, dan Dinas Kesehatan.

Mereka yang mengalami luka-luka dievakuasi ke posko kesehatan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sementara, korban yang membutuhkan penanganan cepat dievakuasi menggunakan helikopter.

"Di sini juga kita menyiapkan ada berbagai macam kendaraan-kendaraan ambulans, kendaraan SAR kemudian kendaraan-kendaraan untuk mengevakuasi korban, dan ada helikopter agar kita mengevakuasi korban dengan cepat, khususnya korban-korban yang kritis yang harus segera kita tangani," kata dia.

Latihan ini, ini kata Arsyad bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kontingensi yang terjadi berkaitan dengan bencana alam.

"Sekaligus mengecek kesiapan seluruh personel dan kelengkapan sarana prasarana pendukung serta keterpaduan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam yang bisa terjadi kapan saja," ucapnya. (jbr/jbr)
 

  💂 detik  

Selasa, 24 Agustus 2021

[Teror] 11 Pekerja PT Indo Papua Dievakuasi Usai Pembunuhan di Yahukimo, Papua

Sempat terjadi tiga kali kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dengan kelompok bersenjata dalam proses evakuasiTNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi sedang berjaga di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (29/4/2021).

Satuan Tugas Nemangkawi mengevakuasi sebelas pekerja PT Indo Papua yang bertugas membangun jembatan di jalan Trans Papua di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal mengatakan evakuasi para pekerja dilakukan Senin, setelah sehari sebelumnya dua orang pekerja PT Indo Papua tewas dibunuh.

Polisi menduga pelaku pembunuhan merupakan kelompok bersenjata pimpinan Tenius Gwijangge.

Kamal menuturkan sempat terjadi tiga kali kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dengan kelompok bersenjata dalam proses evakuasi.

Tim mendapati para karyawan telah menyelamatkan diri ke rumah warga di sekitar Kali Braza kemudian mengevakuasi mereka,” kata Kamal melalui pesan tertulis, Selasa.

Empat orang polisi terluka dalam kontak tembak selama proses evakuasi.

Sementara itu, dua jenazah pekerja Indo Papua yang tewas pada Minggu juga telah dievakuasi ke Timika.

  Dua pekerja PT Indo Papua tewas dibunuh 
Personel Satgas Nemangkawi berada di Kali Yegi, Distrik Dekai, untuk mencari pekerja PT. Indo Papua yang melarikan diri dari KKB, Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021) (Dok Humas Polda Papua)

Dua orang pekerja PT Indo Papua tewas dibunuh di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Minggu.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kedua pekerja tersebut diduga dibunuh oleh kelompok bersenjata.

Polisi mengklaim keduanya merupakan pekerja sipil yang tengah membangun jembatan di Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai.

Dari keterangan olah TKP, diduga pelaku pembantain tersebut adalah KKB (kelompok kriminal bersenjata) wilayah Yahukimo pimpinan Tendius Gwijangge,” ujar Kamal melalui keterangan tertulis, Senin.

Menurut Kamal kedua korban yang meninggal bernama Rionaldo Ratu Roma dan Dedi Imam Pamungkas.

Kedua jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai.

Kamal juga mengatakan Satuan Tugas Nemangkawi masih mengejar pelaku pembunuhan tersebut.

  Tiga Kali Kontak Tembak 
Kondisi dua rumah yang dibakar oleh KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Selasa (17/8/2021) (Dok Humas Polda Papua via Kompas.com)

Satgas Nemangkawi terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin (23/8/2021).

Empat personel Satgas Nemangkawi mengalami luka tembak akibat terserempet peluru.

Empat personel tersebut telah mendapatkan perawatan.

Adapun kontak senjata tersebut terjadi saat Satgas Nemangkawi melakukan penyisiran dan evakuasi barang setelah dua pekerja PT Indo Papua dibunuh KKB di Jembatan Kali Yegi, Kampung Kribun, Minggu (22/8/2021).

Kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dan KKB terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021).

Tiga kali kontak tembak di lokasi berbeda selama penyisiran tersebut, tiga personel satgas terserempet peluru.

Personel Satgas Nemangkawi kala itu menggunakan satu unit mobil Hilux singgah di PT Indo Papua untuk membantu evakuasi barang-barang milik karyawan ke tempat pengungsian.

Evakuasi dilakukan setelah dua pekerja PT Indo Papua dibunuh KKB di Jembatan Kali Yegi, Kampung Kribun, Minggu (22/8/2021).

"Personel Satgas Nemangkawi melakukan penyisiran dan pengamanan terhadap Karyawan PT Indo Papua yang masih berada di Camp Kali Yegi Jalan Trans Papua, Distrik Dekai," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, melalui keterangan tertulis, Senin malam, dikutip Tribun Jogja dari laman kompas.com.

Pada pukul 08.35 WIT, personel gabungan bergeser melanjutkan perjalanan menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Di tengah perjalanan, personel Satgas Nemangkawi mengadang sebuah mobil yang mencurigakan.

Mobil itu bergerak menuju arah kota.

Satgas Nemangkawi melakukan pemeriksaan dan menemukan tiga ponsel, temuan itu diserahkan ke Polres Yahukimo untuk diselediki.

Kamal mengatakan, kontak senjata pertama kali terjadi saat Satgas Nemangkawi tiba di Jembatan Kali Yegi sekitar pukul 09.10 WIT.

Personel ditembaki dari arah bukit di seberang Kali Yegi. Satgas Nemangkawi pun membalas tembakan itu.

"Saat sudah tidak ada balasan tembakan dari KKB Wilayah Yahukimo personel melanjutkan perjalanan," kata Kamal.

Kontak senjata kedua pecah sekitar pukul 10.24 WIT. Saat itu, personel yang berada di pertigaan Jalan Trans Papua Dekai Yahukimo-Tanah Merah, ditembak dari sebelah kanan.

Personel pun membalas tembakan itu. Setelah tak ada balasan dari KKB, perjalanan dilanjutkan.

"100 meter ke depan terdapat satu pohon yang melintang menutup Jalan dan ada satu unit motor tanpa nomor polisi," kata Kamal.

Satgas Nemangkawi memotong kayu tersebut dengan gergaji mesin untuk membuka jalan. Perjalanan pun dilanjutkan.

Sekitar pukul 11.03 WIT, personel Satgas Nemangkawi tiba di Kampung Kali Bele untuk melakukan pengecekan.

Selanjutnya personel melanjutkan perjalanan ke Camp Kali Yegi.

Pukul 11.48 WIT, personel Satgas Nemangkawi tiba di Kali Yegi dan melakukan pengecekan.

Mereka mencari karyawan PT Indo Papua yang masih berada di lokasi.

"Namun setelah dilakukan pengecekan, penyisiran di sekitar dan membunyikan sirene dengan maksud karyawan keluar dari persembunyian apabila karyawan bersembunyi di hutan, namun di Camp Kali Yegi tidak terdapat adanya karyawan PT Indo Papua," kata Kamal.

Setelah memastikan lokasi itu kosong, Satgas Nemangkawi bergerak kembali ke Kota Dekai pada pukul 12.19 WIT.

Di tengah perjalanan, mereka kembali ditembaki KKB sekitar pukul 13.15 WIT.

Kontak senjata yang berlangsung sekitar 30 menit itu terjadi sekitar 50 meter dari Kali Bele.

"Saat kontak tembak personel berusaha bergerak maju namun terhalang pohon yang ditebang oleh KKB.

Selanjutnya anggota melakukan pembersihan pohon yang menghalangi jalan, pohon yang ditebang sebanyak enam pohon setelah melakukan pembersihan dan kontak tembak berakhir rombongan melanjutkan perjalanan kearah Kota,
" kata dia.

Namun pada pukul 15.30 WIT, sekitar 500 meter dari camp induk, personel Satgas Nemangkawi mendapati para karyawan PT Indo Papua yang telah menyelamatkan diri di pinggir Kali Braza dan bersembunyi di rumah warga setempat.

"Kemudian tim mengamankan ke atas kendaraan dan dibawa menuju Mapolres Yahukimo," kata Kamal.

Akibat tiga kali kontak senjata, empat personel Satgas Nemangkawi mengalami luka akibat terserempet peluru.

Mereka adalah AKP I Putu Edi Wirawan yang terkena rekoset di leher, Iptu Arif Rahman tertembak di helm, Bripka Irwan terkena rekoset di kaki kanan, dan Bharatu Nimrot mengalami rekoset di tangan kanan.

"Saat ini anggota yang mengalami luka tembak telah mendapatkan perawatan medis," kata Kamal.

Sebelumnya, dua pekerja pembangunan jembatan Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu (22/8/2021).

Tak hanya membunuh, kelompok tersebut juga membakar mobil yang digunakan dua pekerja tersebut.

"Diduga setelah dibunuh, kedua korban dibakar bersama mobil yang dikendarainya oleh KKB," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Senin (23/8/2021). (*)

  AA | Tribunnews  

Minggu, 22 Agustus 2021

[Video] Tim Koopssus TNI Kawal Pemulangan WNI dari Kabul

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbboTBpmP4KgOVqZWLy06coG_tOKmcYGnjCdzqwvUiG-KE7EhblNIRcK1GJsg7fuEVBp-W-u4w0XpuKJDNXutHe06w25yGlic4YIxdyb66WNiVL0xcRlORCaTF3nxvovTTWQNHzUSJr67J/s640/Evakuasi+WNI+Kabul+snapshotp.jpgBoeing 737 seri 400, Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma yang terbang dengan sinyal 'Kencana Zero Four'

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengaku bangga atas keberhasilan jajarannya dalam mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan.

Menurut Fadjar, kehebatan pasukan elite TNI AU dalam misi evakuasi tersebut telah menunjukkan kerja nyata dan profesional, meskipun waktu persiapannya relatif singkat.

"Saya sangat bangga kepada kalian semua, karena dengan persiapan yang begitu cepat kalian mampu menunjukkan profesionalisme," kata Fadjar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/8/2021).

"Ini merupakan kebanggaan bagi seorang prajurit yang sukses melaksanakan tugas operasi dan kembali dalam keadaan selamat," sambungnya.

Lebih lanjut, Fadjar berharap kerja profesional yang berbuah kesuksesan tersebut dapat menjadi contoh bagi anggota TNI AU lainnya.

"Meskipun dalam situasi yang tidak menentu, kalian dapat melaksanakan tugas operasi dengan sangat baik. Ini bisa jadi contoh bagi prajurit lainnya," terangnya.

Selain WNI yang berjumlah 26 orang, operasi kemanusiaan tersebut juga berhasil mengevakuasi lima warga negara Filipina dan dua warga negara Afghanistan dari Bandara Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan.

Lalu, armada yang digunakan untuk misi itu adalah pesawat militer TNI AU Boeing 737 seri 400, Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma yang terbang dengan sinyal 'Kencana Zero Four'.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2LYYJ5-XUtYNnzhrxBcszySB9bUKCDBoW0D_awtJd1n_u0IebNW1uEMzma5G4Pheyn1WFWgGfO5tml6PD5h3IOX8SCjljxvoXKd1iHeT7QK2KfkZk2cjL7E4dc4DmZIohhZ_MNlfs2rUn/s1024/Six+personnel+from+Air+Force+%2523TNIAU+special+force+unit+%2527Satbravo+90%2527.jpgSementara itu, prajurit TNI AU yang terlibat dalam evakuasi tersebut, yaitu Satbravo-90 Paskhas.

Adapun Satbravo-90 Pashkas adalah satuan antiteror milik Paskhas TNI AU. Sedangkan Paskhas sendiri merupakan pasukan elite yang dimiliki TNI AU.

Pesawat yang mengangkut para WNI di Afghanistan itu diterbangkan oleh Letkol Pnb Ludwig Bayu dan Mayor Pnb Mulyo.

Enam awak pesawat lainnya yang bertugas, yaitu Kapten Pnb Sang Made K Y, Lettu Pnb R P Pratama A, Lettu Pnb Andhika, Letda Tek Suparno, Letda Tek Yusuf Affandi, Letda Andromeda, Serka Priyan Wahyu, Serka Riyan Agieta, Serka Budi R, dan Pratu Yulio A.

Sementara itu, enam anggota Satbravo-90 Paskhas yang terlibat dalam evakuasi, yaitu Kapten Pas Galih Pinto Nugroho, Serda Trenggono, Serda Yudi Aji Widagdo, Kopda Umar Haris, Praka Aidil Artawijaya, dan Praka Ilham Dwi Laksana.

Tim evakuasi secara keseluruhan terdiri atas prajurit TNI, anggota Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam konferensi pers, Sabtu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa pemilihan pesawat militer dalam proses evakuasi tersebut semata-mata demi memastikan keamanan dan keselamatan WNI.


 ♖ Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...