Tampilkan postingan dengan label Den Bravo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Den Bravo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2024

[Video] Jalak Sakti dan Trisula Perkasa 2024

 Liputan Kompas TV 

Jalak Sakti dan Trisula Perkasa tahun 2024, adalah perhelatan event latihan gabungan yang diinisiasi oleh Komando Operasi Udara 1 dan Komando Pasukan Gerak Cepat yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Dengan mengerahkan armada satuan pesawat tempur F 16 dari Skadron Udara 16, pesawat angkut guna membantu mobilitas udara dari Skadron Udara 2 dan Skadron udara 31, dukungan intelijen oleh pesawat Boeing 737-200 milik Skadron udara 17, serta bantuan kekuatan helikopter dari Skadron Udara 6 dan Skadron Udara 8.

Saksikan aksi dog fight, gempuran bombardi pesawat F 16 dan juga Heli serang serta aksi terjun dan penyalamatan sandera oleh Komando Pasukan Gerak Cepat dan Satbravo 90.

 Video dari Youtube : 


 🎥 Youtube  

Rabu, 08 November 2023

Koopssus TNI Latihan Bebaskan Dua Orang Warga Negara Asing

https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/693/2023/11/07/57c2198c505684988790b5bf1a029eea-2807231719.jpgOperasi latihan pembebasan sandera yang dilakukan oleh Koopssus TNI. (Puspen TNI)

Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar Operasi Pembebasan sandera dua orang warga negara asing bertempat di kawasan hutan gunung daerah Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 7 November 2023.

Didapatkan informasi bahwa dua orang warga negara asing yang sedang melaksanakan penelitian di kawasan gunung Tangkuban Perahu disendera oleh kelompok teroris yang menamakan dirinya "Laskar Burangrangrang Merdeka" (LBM) yang diduga berafiliasi dengan ISIS. Mendapat informasi ini, Komando atas mengeluarkan perintah direktif untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Operasi pembebasan sandera ini merupakan skenario dari Latihan Aksi Khusus Komando Operasi Khusus TNI Semester II Tahun 2023 yang dilaksanakan di daerah latihan Kopassus Situ Lembang dengan melibatkan pasukan elit Tri Matra yaitu Sat 81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, serta Sat Bravo 90 Kopasgat TNI AU.

Adapun latihan yang ditampilkan adalah teknik dan taktik infiltrasi darat dan udara, teknik menembak reaksi, teknik dan taktik pertempuran jarak dekat, teknik dan taktik perebutan cepat, operasi pembebasan sandera, teknik prosedur evakuasi, teknik eksfiltrasi, dan teknik menembak runduk, semua dapat dilakukan dengan sempurna.

Wadan Koopssus TNI Brigjen TNI (Mar) Supriyono selaku wakil Direktur Latihan (Wadirlat) mengatakan latihan ini merupakan wujud Sinergitas Tri Matra dalam rangka kesiapan dalam melakaanakan operasi-operasi khusus secara terpadu, terintegrasi dan profesionalisme dan siap digerakkan setiap saat. "Tidak ada prajurit yang profesional terbentuk tanpa latihan," tegasnya saat membacakan amanat Komandan Koopsus TNI Mayjen TNI Joko Putranto saat menutup latihan.

Lebih lanjut dia mengatakan, "Dedikasi semangat dan loyalitas yang telah ditunjukkan oleh prajurit dalam latihan ini merupakan bentuk pengabdian bagi kepentingan TNI sekaligus pertanggungjawaban TNI kepada negara, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengasah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki melalui metode latihan." ***

 ♖
Jakarta Daily  

Sabtu, 24 Juni 2023

Satbravo 90 Kopasgat Latihan Bersama US Marine

 Asah Interoperabilitas dalam Operasi Khusus Pembebasan Sandera 
https://assets.ayobandung.com/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/2023/06/24/IMG-20230623-WA0020-2881671122.jpgPersonel Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine saat melakukan latihan operasi khusus pembebasan sandera. (Dispenau)

K
atuan Bravo (Satbravo) 90 Kopasgat dan pasukan khusus US Marine menggelar latihan operasi khusus pembebasan sandera di kompleks perkantoran wali kota Pekanbaru, Kamis (22/6).

Latihan kali ini menjadi kegiatan puncak dari latihan bersama (Latma) pasukan khusus kedua negara. Dengan mengusung tema Joint Exercise Military to Military Connection (M2MC) Direct Action Ground Reconnaisance (DAGR) 2023, Latma ini telah digelar sejak 12 Juni 2023 lalu.

Joint Exercise Military to Military Connection (M2MC) Direct Action Ground Reconnaisance (DAGR) 2023 bertujuan menjalin kerja sama dan hubungan baik di antara special operation (pasukan khusus) Indonesia dan Amerika Serikat (AS),” tulis Dispenau dalam keterangan resminya yang diterima redaksi IDM, Jumat (23/6).

Dalam latihan kali ini diskenariokan, terdapat aksi teror yang disertai dengan penculikan dan penyanderaan kepada investor asing di kota Pekanbaru. Menurut laporan intelijen, para sandera kemudian dibawa ke suatu gedung di daerah Tenayang, Pekanbaru. Merespons aksi tersebut, pasukan khusus Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine dikerahkan untuk menyelamatkan para sandera.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq-FUlkxMTUs6ave_h6F_bRybuVAQGccrPjcYLxOHJI3n7_hkrwOVKKk4t7zNImuS52Y4ORd2npiu8Y0DirqaeW4J3grGkuVsl59bZhyTBRjwGMzWyMFpvoDtFpNZ3rLzzYmqw7SOffIdUuYeeHNgP2JJnGkruW6dJwGDEoEpJx70i_vhHIgKRDIfKL9rf/s700/Satbravo-90-Kopasgat-1-1.jpeg
Operasi khusus diawali dengan infiltrasi unit petembak (sniper). Mereka bertugas untuk melumpuhkan sasaran yang berada di luar gedung dan melindungi assault team yang akan melaksanakan aksi terhadap sasaran di dalam gedung. Dalam melumpuhkan musuh di luar gedung, unit sniper menggunakan teknik aerial sniper/hello sniper dengan live shooting target.

Usai kelompok pengamanan musuh berhasil dilumpuhkan, assault team mulai bergerak masuk ke sasaran. Satbravo 90 Kopasgat dan US Marine melakukan tembak tempur ofensif sekaligus membentuk stage penyerbuan sasaran.

Selanjutnya, Satuan Gabungan (Satgas) melakukan close quarter battle dan berhasil menguasai ruangan gedung satu persatu, kemudian mereka melaksanakan pertempuran jarak dekat untuk membebaskan sandera.

Setelah sandera berhasil dibebaskan, tim segera melaksanakan hot eksfiltrasi, yaitu teknik meninggalkan sasaran yang masih belum aman dengan melakukan penembakan bantuan senjata GPMG secara sporadis dari atas kendaraan khusus P6 ATAV, hingga misi pun berhasil diselesaikan. (yas)

  ★ IDM  

Rabu, 21 Desember 2022

[Video] M3CS Kopasgat

 Diposkan Jenderal TNI Andika Perkasa 
https://tni-au.mil.id/konten/unggahan/2022/11/A2-1-3-300x169.jpgM3CS Kopasgat [TNI AU]

J
enderal TNI Andika Perkasa menyaksikan pergelaran M3CS (Multi Mission Mobile Communication System) Kopasgat.

Kendaran Multi Mission Mobile Communication System (M3CS) dirancang khusus sebagai kendaraan komando mobile dilengkapi dengan radar dan dapat mendeteksi semua objek yang dapat memantulkan gelombang elektromagnetik dengan luas penampang tertentu.

Alat tersebut mampu dikoneksikan dengan HT maupun Drone dengan tangkapan suara maupun video sehingga alat tersebut sangat dibutuhkan fungsinya agar mengetahui situasi dilapangan melalui percakapan maupun video secara real time.

Peralatan tersebut sangat membantu dalam pelaksanaan evakuasi dan pencarian korban bencana. Sehingga kendala atau permasalahan personel dilapangan segera diketahui Posko ataupun Markas Komando untuk segera dicarikan solusi.


  ★ Youtube  

Senin, 05 September 2022

Latihan Operasi Khusus (Pembebasan Tawanan)

 Jalak Sakti 2022 Helikopter tempur NAS 332 Super Puma (TNI AU) 

Operasi Udara Khusus (OUK) merupakan Operasi Udara untuk mencapai tujuan khusus dengan personel teknik, taktik, organisasi, perlengkapan, pelatihan, serta pendidikan yang khusus dalam rangka memperlancar Operasi Udara.

Setelah Operasi Udara Intelijen Pengamatan dan Pengintaian memperoleh informasi yang dibutuhkan dan dipastikan seluruh sasaran musuh di daerah mandala operasi hancur sehingga Air Supermacy berhasil diraih, maka tahapan operasi berikutnya adalah yaitu operasi pembebasan pasukan kawan yang menjadi tawanan di daerah musuh.

Operasi ini dilaksanakan dengan mengirimkan pasukan elite Sat Bravo dengan misi penyelamatan dan pembebasan tawanan dengan menggunakan Helikopter NAS 332 Super Puma.

  Berikut foto dari TNI AU : 



  ⍟ TNI AU  

Selasa, 09 Agustus 2022

Kopasgat dan USPACOM Laksanakan Night Austere Airfield Operation

💂 Super Garuda Shield 2022 [Dispenau]

Memasuki hari ke tujuh, peserta latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2022, menggelar latihan Night Austere Airfield Operation. Puluhan prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU dan United State Pacific Command (USPACOM), berkolaborasi dalam operasi tersebut.

Prajurit Kopasgat terdiri dari 6 personil Joint Terminal Attack Controller (JTAC) dan 10 personil Airbase Defense Guard (ADG) dari Denmatra 1, 8 personel Direct action/Force Protection Unit (DA/FPU), dari Satbravo 90 dengan Mission Commander Dandenmatra 1 Kopasgat. Sedangkan prajurit dari US PACOM terdiri dari 25 personil Amphibious Reconnaissance Platton (ARP) 31st Marine Expeditionary Unit (MEU), dan 8 personil Head Quarter Element(HQ EL).

Babakan Night Austere Airfield Operation, diawali dengan konsolidasi personil dan materiil, yang dilaksanakan di Pusdiklat Kopasgat, Lanud Sulaiman, Margahayu, Bandung, Minggu, (7/8/2022).

Komandan Denmatra 1 Kopasgat Letkol Pas Tri Kurnianto P.W., saat memimpin konsolidasi menegaskan agar para peserta mempergunakan waktu yang ada sebagai ajang mempersiapkan materi latihan. Selain itu juga sebagai kesempatan saling tukar pengalaman dan ilmu kemiliteran.

Pada tahap selanjutnya, peserta melaksanakan gerakan pendahuluan berupa planning dan rehearsal, dilanjutkan Subject Matter Expert Exchange (SMEE).

Babakan berikutnya, Senin dinihari (8/8) dilanjutkan pelaksanaan airlanded Night Austere Airfield Operation oleh pesawat MC-130 J Hercules US PACAF. Pesawat take off dari Lanud Husein Sastranegara Bandung menuju sasaran di kawasan Lanud Srimulyono Herlambang, Palembang.

Pesawat tersebut membawa personel JTAC, ADG, FPU dan 2 rantis P-6 ATAV V3 dari Kopasgat, serta personel ARP 31st Marine Expeditionary Unit (MEU) dan HQ EL dari US PACOM. Setelah airlanded Tim JTAC, ADG dan ARP melaksnakan perebutan dan menguasai tower ATC Bandara. Sementara tim FPU dengan 2 rantis P-6 ATAV V3, melaksanakan patroli keamanan di runway dan ring dalam bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

SLatgabma SGS 2022, merupakan latihan gabungan bersama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Komando Indo-Pasifik AS (USPACOM) dan akan berlangsung hingga 14 Agustus 2022 mendatang.

Austere Airfield Operation, adalah Operasi militer dalam rangka mengoperasionalkan landasan udara yang sudah lama tidak pernah dipergunakan untuk pelaksanaan operasi udara militer.

Operasi ini di lingkungan TNI dikenal dengan Operasi Perebutan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U) yang merupakan bagian dari Operasi Udara Khusus (OUK).

Berbagai alutsista canggih digunakan dalam latihan ini, diantaranya, Pesawat Hercules MC-130 J US PACAF, Rantis P-6 ATAV V3 Satbravo 90 Kopasgat, Night Vision Googles (NVG), Radio Ground to Air dan Alkom perorangan Denmatra 1 dan Satbravo 90. (Dispenau) ***

 💂 
Suara Karya  

Jumat, 26 November 2021

[Video] Air Landed Operation Albara Satbravo 90

 Diposkan Official Skadron Udara 31Airlanded adalah tugas penerbangan yang dilaksanakan untuk memindahkan pasukan dan kendaraan taktis melalui udara dengan tidak melakukan penerjunan.

Tujuan dilaksanakan untuk untuk pergerakan pasukan yang cepat didaerah operasi yanh keamanan di pangkalan pendaratan tidak memungkinkan pesawat berada di tempat dalam waktu yang lama.

Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 dengan Tail Number A-1319 melaksanakan Latihan Airlanded di Bandara Kertajati dengan membawa 2 kendaraan taktis Satbravo 90 pada hari Rabu, 17 November 2021.

Airlanded dilaksanakan dalam waktu 3 menit 25 detik, Pesawat C-130 Hercules dapat Landing, unloading dan melaksanakan Take off kembali.
 


  Youtube  

Rabu, 25 November 2020

338 Personel Pasukan Khusus TNI Latihan di Perairan Selat Malaka

Menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_Mhymxv3LHOcBhEPjHGgFOkhGd2ov2YkyefymakQhIwxxH_D7FmnTBWDSTBSJcYIQN1oHb9a2MW0pbdiwZTWYY5r2ejwkcfrpE72uHBCrVio0MrfXu0-tyX9rCzUvBdb5Zpwt1Qm_WkU/s1600/Screenshot_2020-11-24-21-06-51-80.jpgKoopssus TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen Pertahanan Negara, tidak akan membiarkan terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat.

"Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya cegah dan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi terorisme," kata Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon saat memimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Penanggulangan Anti-Teror (Latgultor) Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.

Richard mengatakan, latar belakang diselenggarakan latihan penanggulangan teror aksi khusus dalam rangka pengamanan VVIP TA 2020 adalah, sebagai implementasi strategis untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teror terhadap para Pejabat VVIP, salah satunya adalah Presiden dan Wakil Presiden RI serta tamu VVIP setingkat Kepala Negara atau Presiden dan Wakil Presiden negara sahabat sebagai wujud menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI.

"Ini juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas TNI, menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI untuk melaksanakan Operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi dan juga untuk memberi rasa tenang, aman dan nyaman bagi seluruh warga," papar Richard.

Mantan Wakil Danjen Kopassus ini mengatakan, aksi terorisme adalah "act of war" (bentuk perang), sehingga TNI harus siap mulai dari penangkalan, penindakan, sampai dengan pemulihan.

"Terorisme adalah salah satu hideouse crime (kejahatan yang mengerikan), hal ini bisa terjadi setiap saat termasuk pada situasi pandemik COVID-19 seperti saat ini," ujarnya.

Komandan Koopssus TNI menerangkan bahwa terorisme tidak hanya menjadi ancaman bagi Indonesia saja, akan tetapi menjadi ancaman global, terbukti tidak saja menimbulkan korban jiwa yang cukup besar.

"Terorisme juga menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan bagi masyarakat, serta menimbulkan dampak negatif yang cukup luas terhadap berbagai aspek kehidupan," ucap Richard.

Latihan Penanggulangan Teror Sataksus TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, diselenggarakan oleh Koopssus TNI, melibatkan 338 Personel di antaranya dari Satuan 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Detasemen Bravo (Denbravo) 90 Paskhas TNI AU.

Keberangkatan Sataksus TNI menuju Medan Latihan akan dipusatkan di wilayah sekitaran Perairan Selat Malaka, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

 ♖ antara  

Rabu, 12 Agustus 2020

Koopssus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme Ancaman Senjata Biologi

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAYpOzpeUGsk23fyOt35lKI3Z9SL2J7nigJGFriQPvXJxaPps-30JXoH0z_RjirWQ-QThoBNCUn-jvYMjYrlgC0ycyiMKJ00G3FjU1wMO5xHb3pAYWTIhIK8MpCXl_jUzH-NgdyPWHZkkM/s1000/koopsus11386.jpgKomando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).(Dokumen Puspen Mabes TNI)

Komando Operasi Khusus ( Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).

Latihan tersebut melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme (Satgultor) TNI yang terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, dan Satuan Bravo-90 (Satbravo-90) Paskhas TNI AU.

"Latihan ini juga melibatkan Kompi Nubika Pusziad yang memiliki kemampuan dekontaminasi terhadap personel maupun ruangan/tempat serta alat-peralatan yang digunakan baik oleh teroris maupun Satuan Gultor TNI," ujar Kabidpenum Puspen TNI, Letkol Sus Aidil dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

https://i2.wp.com/topikonline.co.id/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200811_171054.jpg?fit=640%2C324&ssl=1Dalam latihan penanggulangan terorisme kali ini, kelompok teroris melakukan aksinya dengan menggunakan ancaman senjata biologi termasuk memanfaatkan Virus Covid-19 dan aksi teroris dilaksanakan pada saat Pandemi Virus sedang terjadi.

Latihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Geladi Posko dan Lapangan. Geladi Posko dilaksanakan selama dua hari, yakni sejak 5 hingga 6 Agustus 2020 yang digelar di Mako Koopssus TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Sementara tahap kedua, yakni Geladi Lapangan tanggal 10-11 Agustus 2020 di Dermaga Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpFT1m4xZzzwTQ8rRuHDNfNFtg8bB5obYScbm-DVYNda_jSFn284nIK44PiLjm1XxlZ6rqwpixZnlNbE1IlS_RQ1m1cRRfxm-d3bOfE0_eixYQWhHnnKecx11qro7hBAm-hE50lk2v5x8p/s600/koopsus+9e891b_1.jpgLatihan Satgultor TNI dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard Tampubolon selaku direktur latihan.

Richard mengatakan latihan kali ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan Satgultor TNI. Termasuk untuk melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi.

"Khususnya teroris yang melakukan aksinya dengan menggunakan senjata biologi maupun saat terjadi Pandemi Virus Covid-19," kata dia.

Ia mengatakan, latihan ini juga merupakan wujud tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan setiap saat, setiap tempat dan keadaan bagaimanapun juga.

"Satuan Penanggulangan Teror TNI akan terus berlatih dan mengasah kemampuannya guna siap siaga setiap saat," tegas dia.

 ♖ Kompas  

Senin, 21 Mei 2018

Koopsusgab di Bawah Panglima TNI

Tapi Bisa Dikendalikan KapolriIlustrasi Pasukan khusus TNI [Kompas]

Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) yang rencananya dibentuk oleh pemerintah akan di bawah wewenang Panglima TNI.

Namun, pada saat diminta Polri untuk memberantas aksi terorisme, tim khusus tersebut akan dikendalikan oleh kepala Polri.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Panitia Khusus Revisi Undang-Undang Antiterorisme Supiadin Aries Saputra saat menjadi narasumber diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Menurut Supiadin, saat Koopsusgab diminta untuk membantu Detasemen Khusus Antiteror 88 Pori, maka segala risiko dan tanggung jawab ada di tangan Kapolri.

Dalam situasi itu, Panglima TNI dapat memonitor dan memberi masukkan.

Namun, saat Koopsusgab tidak sedang membantu Polri, maka kegiatan operasi berada di kendali Panglima TNI.

"Kalau suatu saat terjadi terorisme di darat, laut dan udara, di situ lah dia (Koopsusgab) berdiri sendiri. Karena sudah ada di undang-undang bahwa TNI bisa mengatasi terorisme," kata Supiadin.

Presiden Joko Widodo sebelumnya membenarkan bahwa saat ini pemerintah dalam proses mengaktifkan kembali Koopsusgab TNI.

Presiden menegaskan, pengaktifan kembali Koopsusgab TNI itu demi memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia dari para pelaku teror.

Meski demikian, Jokowi menegaskan Koopsusgab TNI itu nantinya baru turun tangan dalam situasi kegentingan tertentu.

Para personel TNI terlatih itu berasal dari sejumlah satuan elite matra darat, laut dan udara dipanggil secara khusus untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Diketahui, pertama kali, Koopsusgab dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI pada Juni 2015. Namun, beberapa waktu kemudian dibekukan.
 

  Kompas  

Jumat, 18 Mei 2018

DPR Dukung Pelibatan Pasukan 'Super Elite' TNI

Berantas TerorismeIlustrasi pasukan khusus TNI [Detik]

TNI tengah menyiapkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) untuk menanggulangi terorisme. DPR mendukung pelibatan TNI tersebut.

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyebut pelibatan TNI dalam penanggulangan aksi teror tak bertentangan dengan undang-undang.

"Tentunya nggak ada (bertentangan dengan undang-undang)," kata Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Alasannya, meski soal pelibatan TNI itu belum diatur dalam UU No 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, hal itu telah dibahas dalam RUU Terorisme. Menurut Agus, kerja sama antara TNI dan Polri dibutuhkan dalam penanggulangan aksi teror.

"Karena walaupun dalam UU Terorisme yang sekarang ini belum, tentunya yang sekarang kita bicarakan sudah ada di situ. Namun kan ada UU TNI dan Polri yang di situ juga dimungkinkan dan diharapkan bahwa kerja sama antara TNI dan Polri dalam menghadapi segala sesuatu yang tentunya sangat diperlukan bangsa dan negara," ujarnya.

"Karena memang TNI dan Polri sendiri banyak mempunyai keahlian-keahlian di bidang (kontra) terorisme, di bidang intelijen yang apabila kemampuan ini digabung tentunya akan menjadi manfaat yang tertinggi bagi nusa, bangsa, dan negara," jelas Agus.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelumnya menerangkan Presiden Joko Widodo merestui pembentukan Koopssusgab TNI untuk menanggulangi terorisme. Koopssusgab akan berada di bawah komando Panglima TNI.

"Untuk komando operasi khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI," ujar Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Selain itu, saat ini Polri telah menggandeng pasukan elite TNI Angkatan Darat, Kopassus, dalam operasi penangkapan teroris.
 

  detik  

Koopssusgab Aktif Lagi

Hadapi Teroris Ilustrasi [rmol] ★

Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dibentuk. Koopssusgab yang sudah disetujui Presiden Joko Widodo itu anggotanya berasal dari pasukan-pasukan elit TNI dari tiga matra. Dari Kopasus (TNI AD), Denjaka (TNI AL) dan Denbravo (TNI AU).

Tim ini akan bekerjasama dengan Densus 88 Polri menghadapi teroris yang belakangan ini merajalela di tanah air. Menkopolhukam Wiranto tutup mulut soal kinerja tim gabungan dari pasukan elit tersebut.

Namanya pasukan elit, tentu saja jumlahnya tidak banyak. Mereka akan diambil dari personel terbaik di tim elit masing-masing satuan TNI. “Intinya 60 orang. Tapi semua kekuatannya 90 orang. Posisinya standby di Sentul dengan status operasi,” kata Moeldoko yang kini menjabat sebagai kepala staf kepresidenan.

Anggota Koopssusgab akan siaga di wilayah Sentul dengan berlatih dan belajar. Tapi karena berstatus operasi, bisa setiap saat diterjunkan dalam proses penanggulangan antiteror. “Mereka posisinya status operasi dalam hitungan detik bisa digerakkan,” ucapnya.

Cikal bakal dari Koopssusgab ini memang ada di saat Moeldoko jadi Panglima TNI. Saat Moeldoko pensiun pasukan ini tidak terdengar kelanjutannya. Kini saat Moeldoko menjabat sebagai kepala staf kepresidenan, tim elit dari TNI diefektifkan lagi.(us)

 Wiranto Minta Maaf 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto tak mau berkomentar banyak terkait penghidupan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI. Wiranto juga menolak menjelaskan strategi Koopssusgab TNI.

Wiranto minta maaf tidak menjelaskan hal-hal yang terkait Koopssusgab. Bahkan dia sudah meminta kepada aparat keamanan agar tidak menjawab juga mengenai hal ini. “Saya minta maaf untuk tak menjelaskan apa yang akan kita lakukan, apa yang akan kita gunakan, caranya bagaimana,” jelasnya, Kamis (17/5).

Dia berharap masyarakat membiarkan aparat keamanan menyusun konsep-konsep penanggulangan terorisme. “Tidak usah tahu bagaimana caranya, penggabungannya bagaimana saja, itu kan sudah memberitahukan kepada musuh apa yang akan kita lakukan,” kata dia.

Ia mengibaratkan hal tersebut seperti penanganan pencurian di rumah seseorang. Apabila pemilik rumah mengekspos alat keamanan, pencuri dapat mengetahui hal itu dan melancarkan aksinya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merestui dihidupkannya kembali Koopssusgab TNI. Itu dilakukan dalam rangka menanggapi serangan teroris yang terjadi beberapa waktu ke belakang di Indonesia. Koopssusgab ini pertama kali dibentuk di era Panglima TNI dijabat Jenderal Moeldoko. Anggotanya berasal dari pasukan elit TNI AD, AL dan AU.(us)

  Poskota  

Minggu, 13 Mei 2018

Presiden Tertarik Hidupkan Lagi Koopssusgab TNI

Untuk menangani terorismeIlustrasi pasukan anti teror TNI [TNI AL]

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden tertarik untuk menghidupkan kembali satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah kejadian kerusuhan yang melibatkan narapidana teroris dan aparat di rutan Mako Brimob.

Sudah saya sampaikan ke Presiden dan beliau sangat tertarik untuk dapat dihidupkan kembali,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Jumat, 11 Mei 2018.

Moeldoko mengatakan, ide itu ia sampaikan kepada Jokowi karena satuan yang terdiri dari pasukan elite TNI tersebut amat dibutuhkan dalam menghadapi situasi global saat ini. “Saat saya jadi Panglima, itu bukan wacana karena itu sudah saya bentuk Komando Operasi Khusus Gabungan, itu sudah dibentuk. Pembentukan organisasi itu dalam situasi global saat ini memang diperlukan,” ujarnya.

Pasukan elite yang tergabung dalam satuan itu, kata Moeldoko, antara lain Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dari TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang merupakan detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU. Mereka dikumpulkan di suatu tempat dengan status operasi atau bisa diterjunkan setiap saat.

Kendati begitu, Moeldoko mengatakan bahwa satuan itu memiliki pekerjaan rutin, yaitu melakukan pemetaan terhadap situasi di suatu daerah, kemudian rehearsal (latihan).

Moeldoko mengambil contoh kejadian teror di Bali. “Kalau benar ada kejadian di Bali, kami proyeksikan dengan mudah di sana. Demikian juga yang lain, pasukan dengan mudah dapat digeser,” kata dia.

Menurut Moeldoko, persoalan terorisme saat ini bukan lagi ancaman potensial, tetapi sudah menjadi ancaman faktual. Di hampir semua negara, terorisme dianggap sebagai high intensity sehingga memerlukan penanganan khusus. “Jadi bagian negara adalah penting masyarakat nyaman, aman, tenteram. Siapa aktornya harus kita bijak, jangan karena berdebat di aktor, penanganan itu menjadi tidak optimum,” kata dia.

Saat masih menjabat sebagai Panglima TNI, Moeldoko pernah meresmikan satuan baru bernama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI pada 2015. Satuan itu dibentuk agar bisa menyusun pemetaan untuk mengantisipasi ancaman yang muncul, sehingga pasukan bisa digerakkan dengan cepat
 

  Tempo  

Kamis, 14 April 2016

Indonesian Air Force Special Forces Showcase New Light Tactical Vehicle

✈ New light tactical vehicle for Bravo 90 [Ijal Lubis]

The Indonesian Air Force special forces showcase new light tactical vehicle.

Members of the Bravo Detachment 90 (Indonesian special force) showcase their skills and showcase new light tactical vehicle 4×4. The successful completion of any mission requires a vehicle that is battle-tested and proven to maximize maneuverability and enhance crew safety.

The new light tactical vehicle has the versatility to fulfill the needs of all types of special forces tactical operations, providing the performance, durability and mobility to ensure the success of missions.
 

The Bravo Detachment 90 is a Special Operations unit whose personnel are specialists recruited and chosen from the Indonesian Air Force special forces which is the Paskhas.

It is the youngest special operations unit of the Indonesian Air Force. The unit specialises in the paralysing of the enemy’s heavy equipment.


The unit specialise in hostage rescue involving hijacked aircraft.
  defence-blog  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...