Tampilkan postingan dengan label Polairud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polairud. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juli 2023

Polri Beli Pesawat Boeing Bekas Hampir Rp 1 Triliun

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2023/07/11/64ace2ce27a0b-pesawat-baru-jenis-boeing-737-next-generation-milik-polri_1265_711.jpgPesawat baru jenis Boeing 737 Next Generation milik Polri (Ist)

P
olri membeberkan alasan mengapa Polri membeli pesawat jet Boeing bekas dari Irlandia. Pesawat tersebut adalah Boeing 737 800NG dengan nomor registrasi P-7301 pabrikan 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan, mengatakan pesawat bekas tersebut dibeli dari perusahaan Irlandia yang berbasis di Dublin seharga Rp 995,35 miliar.

Ramadhan mengatakan alasan Polri membeli pesawat bekas ini karena lebih efisiensi waktu karena pengadaan pesawat bisa lebih cepat. Selain itu, harga yang lebih murah dan menyesuaikan pagu anggaran Rp 1 triliun juga jadi pertimbangan Polri.

"Kenapa Polri memilih pesawat bekas, kalau beli pesawat baru membutuhkan waktu produksi minimal 2 tahun sejak pemesanan karena tadi kan mendesak. Tergantung dari masa tunggu," kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat, 14 Juli 2023.

Ramadhan mengatakan pesawat Boeing tersebut akan digunakan untuk tujuan mobilisasi Polri. Misalnya, untuk membawa kebutuhan personel, peralatan, maupun bantuan dari Korps Bhayangkara. “Posisi pesawat tersebut berada di Bandara Ostrava Republik Ceko," kata Ramadhan.

Adapun pagu Polri untuk pengadaan pesawat tersebut sebesar Rp 1 triliun dengan total anggaran yang digunakan untuk pembelian pesawat sebesar Rp 997.689.000.000. Biaya tersebut meliputi biaya pembelian fisik atau basic pesawat seharga Rp 664.385.000.000. Kemudian biaya Rp 330,64 miliar untuk keperluan modifikasi kabin, kargo, pemeliharaan, pelatihan pilot, pramugari, dan teknisi selama satu tahun.

Adapun dana lain di luar kepentingan pesawat adalah biaya manajemen konsultan dengan kontrak senilai Rp 1,72 miliar, sesuai surat perjanjian jasa konsultasi. Selain itu, ada dana konsultan jasa penilaian publik dengan nilai kontrak Rp 579 juta.

Berdasarkan laman situs web lpse.polri.go.id, tercantum pemenang pengadaan pesawat, yakni KJPP Anas Karim Rivai & Rekan yang beralamat di Perkantoran Permata Kebayoran Plaza, Jalan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Adapun jenis pengadaan Jasa Konsultasi Badan Usaha Non Konstruksi dengan K/L/PD Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pemenang pengadaan tersebut masuk dalam kategori laman web LPSE Polri untuk Konsultan Jasa Penilai Pengadaan Pesawat Terbang (Fixed Wing) Transportasi Pimpinan dan Angkut Double Engine Type Jet Beserta Peralatan Pendukung dari Tambahan Anggaran Mendesak Polri Tahun Anggaran 2022.

Laman web juga menyebut pengadaan tersebut berkaitan dengan Satuan Kerja Slog Polri untuk pagu sebesar Rp 1 triliun dengan Harga Perkiraan Sendiri atau HPS Rp 586.163.250. Tercatat tanggal pembuatan paket 5 Oktober 2022 dengan metode pengadaan langsung dan Tahun Anggaran APBN 2022.

  ★ Tempo  

Jumat, 03 Maret 2023

Bakamla RI Siap Gelar Operasi Udara Maritim 2023

Ilustrasi KN 301 Tanjung Datu Bakamla

Bakamla RI gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Operasi Udara Maritim “Bhuana Nusantara”, yang diadakan di Aula Ary Hasibuan Mabes Bakamla RI, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2023). Rapat ini dipimpin oleh Direktur Operasi Udara Bakamla RI Laksma Bakamla Ferdinand Roring, dan dihadiri jajaran Pejabat Tinggi dan Menengah Bakamla RI.

Dalam Rakor ini terdapat 4 materi yang disampaikan yaitu Peta Kerawanan, Analisa Ancaman dan Mekanisme Pertukaran Informasi; Materi Kesiapan Unsur Laut dan Gelar Operasi Laut Tahun 2023; Materi Data Anomali dan Target Kapal Operasi; serta Materi Rencana Pelaksanaan Operasi Udara Maritim “Bhuana Nusantara” Tahun 2023. Demikian keterangan dihimpun dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

Operasi akan diadakan dalam 3 periode. Periode pertama akan dilaksanakan di Zona Bakamla Tengah, periode II akan dilaksanakan di Zona Bakamla Barat. Di periode terakhir, operasi akan dilaksanakan di Zona Bakamla Barat.

Target operasi kali ini terdiri dari Illegal Fishing, Logging, and Mining, Penyelundupan (narkoba, miras, senjata, BBM, pencari suaka melalui jalur laut), Perompakan, Pencemaran laut, Pengangkatan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), serta SAR terbatas (pencarian kapal yang terkena musibah berdasarkan perintah/kondisi aktual).

Sebagaimana dijelaskan, tujuan dari operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Selain itu, operasi ini juga berupaya meningkatkan waktu tanggap (response time) terhadap penanganan kejadian keamanan dan keselamatan di laut. Dengan adanya operasi ini diharapkan dapat mengurangi pemeriksaan berulang berdasarkan data aduan dari masyarakat pengguna laut.

Untuk membantu kelancaran operasi, Kolonel Bakamla David Hastiadi selaku Kasubdit Penyelenggaraan Operasi Laut Bakamla RI, memaparkan akan ada beberapa instansi yang ikut serta seperti TNI AL, KPLP, KKP, dan Polairud. Dalam rapat tersebut juga disampaikan beberapa titik lokasi rawan pelanggaran hukum berdasarkan intensitas kejadian pada tahun 2022 oleh Statistisi Ahli Madya pada Direktorat Datin Bakamla RI Kolonel Bakamla Tri Haryo.
 

  ✪
Industry  

Senin, 28 November 2022

Kronologi Helikopter Polri Hilang Kontak di Belitung Timur

Awalnya Terbang Beriringan, Tiba-tiba Tak Ada KabarIlustrasi helikopter NBO 105/P-1103 milik Polri (PMJ News) 👮

Helikopter milik Badan Pertahanan dan Keamanan (Baharkam) Polri dilaporkan hilang kontak di Belitung Timur, Bangka Belitung, Minggu (27/11/2022).

Awalnya, dua helikopter milik Baharkam Polri terbang dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah dengan tujuan Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu.

Helikopter dengan nomor registrasi NBO 105/P-1103 dan NBO 105/P-1113 itu sebelumnya menjalani tugas perbantuan atau BKO di Pangkalan Bun.

Dari Pangkalan Bun, kedua helikopter terbang beriringan depan dan belakang sekitar pukul 11.00 WIB. Heli P-1103 berada di depan P-1113.

Pada posisi radial 097 37 NM dari TPN VOR, P-1113 memutuskan untuk deviasi ke kanan menghindari cuaca buruk. Sedangkan P-1103 memutuskan untuk tetap berada di jalur normal.

Setelah berupaya menghindari cuaca buruk, kru di helikopter P-1113 berusaha menghubungi kru di P-1103, tapi tidak ada jawaban.

Airnav yang dihubungi P-1113 juga tidak menerima kabar terkait keberadaan P-1103. Sehingga P-1103 dinyatakan hilang kontak di wilayah Pulau Bukulimau, Belitung Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung Kombes Maladi mengatakan, helikopter tersebut berisikan empat orang personel, yakni AKP Arif Rahman Saleh (Capt), Briptu Lasminto, Aipda Joko M dan Bripda Anam.

Sedangkan helikopter NBO 105/P-1113 terkonfirmasi sudah mendarat di Tanjung Pandan, Belitung.

"Rencananya, dari Tanjung Pandan akan melaksanakan penerbangan ke Jakarta. Kembali ke Mako Ditpoludara," kata Maladi dalam keterangan, Minggu malam.

Kepala Polres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya mengatakan, dua kapal yang terdiri dari kapal dinas perhubungan dan kapal milik nelayan telah dikerahkan untuk menyisir lokasi hilang kontak.

Hingga pukul 23.30 WIB, tim gabungan masih berada di lautan dalam rangka pencarian dan penyelamatan.

Belakangan nelayan menemukan sandaran kursi bertuliskan Polisi Udara yang diduga berasal dari helikopter yang hilang kontak.

Temuan itu diperiksa di Posko SAR Manggar. Nelayan bernama Sobri yang menemukan jok persegi berwarna biru tersebut juga telah dimintai keterangan.

"Telah ditemukan diduga bagian dari helikopter yang lost contact. Berupa sandaran kursi. Ini akan mempermudah lokalisir lokasi pencarian," ujar Taufik.

  👮 Kompas  

Rabu, 01 Desember 2021

Polisi Udara Operasikan Helikopter Agusta Westland (AW) 189 dan AW 169

Perkuat keamanan Personel kepolisian udara berada di samping Helikopter Agusta Westland (AW) 189 setelah resmi dioperasikan oleh Kapolri usai upacara peringatan HUT Ke- 71 Polairud di Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/12/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.]

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap memecahkan kendi tanda dimulainya pengoperasian Helikopter Agusta Westland (AW) 189 dan AW 169 usai upacara peringatan HUT Ke- 71 Polairud di Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/12/2021).

Kepolisian Udara akan mengoperasikan armada baru berupa sembilan Helikopter AW 189 dan dua helikopter AW 169 dalam rangka ikut serta memperkuat pertahanan dan keamanan Indonesia.

  antara  

Selasa, 08 Juni 2021

Polisi Tembak Kapal "Hantu"

Di laut Bangka BelitungPolisi dari helikopter saat mencegat kapal hantu atau kapal tanpa nama di Laut Bangka Barat, Sabtu (5/6/2021). (Dokumen Polairud Babel) ★

Helikopter polisi mengejar sebuah kapal "hantu" atau kapal tanpa nama di laut Bangka Belitung.

Kapal speedboat itu melaju dengan kecepatan tinggi dan diduga memuat barang-barang ilegal.

Kapal tersebut melaju dari Pulau Nangka, Bangka Tengah hingga masuk ke perairan Sumatera Selatan.

Polisi berulang kali melepaskan tembakan peringatan dari udara agar kapal berhenti, Namun, tidak digubris.

Polisi akhirnya mencoba menembak bagian mesin, tapi meleset. Kapal tersebut bermanuver dan melaju lebih kencang.

Kepala Bidang Humas Polda Bangka Belitung Kombes Maladi mengatakan, pengejaran kapal tanpa nama dilakukan setelah adanya informasi dari lapangan pada Sabtu (5/6/2021).

"Helikopter langsung dikerahkan dan berhasil menemukan kapal yang sedang melaju di perairan Muntok. Peringatan menggunakan pengeras suara diabaikan sehingga diberikan tembakan peringatan," kata Maladi dalam keterangan tertulis, Senin (7/6/2021).

Dalam upaya pencegatan itu, nakhoda kapal melakukan beberapa kali manuver sehingga lolos dari terjangan timah panas.

Kapal terus melaju hingga memasuki hutan bakau di Tanjung Jati, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

"Kapal ditemukan dan personel turun tali dari helikoter untuk melakukan pengamanan kapal. Namun, nakhoda dan awak kapal terlanjur kabur," ujar Maladi.

Di dalam kapal hanya ditemukan jerigen yang diduga sebagai tempat bahan bakar.

Kapal tersebut masih terjebak di hutan bakau karena air laut sedang surut.

Kepolisian hingga kini masih mengembangkan kasus atas penemuan kapal tersebut.

Tindakan pencegatan kapal tanpa nama menggunakan helikopter merupakan yang kedua kali dilakukan polisi Bangka Belitung selama setahun terakhir.

Sebelumnya, sebuah kapal tanpa nama bermuatan minuman keras dari Batam dengan tujuan Jakarta dicegat dan diamankan beserta para awaknya.

 Berikut videonya dari Youtube : 


  Kompas  

Senin, 11 Januari 2021

100 Kapal, 12 Helikopter dan 2.123 Orang Terlibat Pencarian Sriwijaya Air

Jumlah yang cukup besar dalam rangka misi kemanusiaan iniPembagian SRU pencarian pesawat SJ 182 hari ketiga [Basarnas]

Direktur Operasional Basarnas Brigjen (Mars) Rasman, mengungkapkan ada 100 kapal yang diterjunkan untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Jumlah 100 tersebut merupakan kapal besar dan kecil.

"Dalam rangka misi kemanusiaan ini, itu terdapat 50 kapal. Jadi jumlah yang cukup besar sebenarnya. Ada 50 kapal dan skala kecil jumlah keseluruhannya 100. Sebagian besar masih berada di lokasi pencarian dan pertolongan. Itu alur laut," katanya di JICT, Jakarta Utara, Minggu (10/1).

Kemudian, lanjut dia, dari alur udara pihaknya menerbangkan 12 helikopter. Dari TNI AU, Polairud, Basarnas, dan dari perusahaan yang memiliki sarana udara khususnya helikopter.

Selanjutnya, dari jalur darat, ada delapan ambulans yang disediakan. Ada dari Dinas Kesehatan, Polri, TNI, dan Basarnas.

Kemudian, jumlah yang mendaftarkan diri dalam misi kemanusiaan ini sebanyak 2.123 orang Relawan tersebut meliputi awak kapal, pesawat, penyelam dan lainnya.

"Itu jumlah yang terlibat dalam pencarian hari ini. Itu jumlah yang cukup besar, sehingga pelaksanaan hari ini, ini yang bisa dilihat hasilnya," ucapnya.

Rasman menambahkan, operasi hari ini terbagi dalam empat sektor. Masing-masing sektor dibagi dari kapal yang mendaftarkan diri atau ikut terlibat untuk di organisir.

"Di mana dalam satu sektor kurang lebih arealnya 2 sampai 3 mil. Itu kurang lebih sangat efektif untuk mendapatkan hasil seperti yang dilihat bersama," kata dia.

Untuk operasi besok, lanjut Rasman, prinsipnya tetap berkolaborasi bersama. Terlebih, penyelam dan kapal pencari sudah menemukan lokasi jatuhnya burung besi tersebut.

"Tinggal fokus seperti disampaikan bapak menteri, tinggal menemukan kotak hitam. Namun demikian, kami akan melakukan tugas apa pun yang bisa kami ambil sebagai barbuk, tetap dilaksanakan," pungkas Rasman. [eko]
 

  Merdeka  

Selasa, 04 Desember 2018

Polairud Didukung Armada Baru

Diresmikan 23 Armada Baruhttp://cdn2.tstatic.net/jakarta/foto/bank/images/kapolri-tito-karnavian-armada.jpgKapolri Jenderal Tito Karnavian saat meresmikan armada Korpolairud yang baru.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri peresmian 23 armada alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk korsp Polairud mabes Polri, Senin 3 Desember 2018.

Polairud memiliki keunggulan dari segi peralatan dan alutsista untuk menjangkau wilayah NKRI.

Kapolri meminta Polairud menjaga konservasi biota laut perairan Indonesia. Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Baharkam Polri kini didukung alat utama sistem persenjatan (alutsista) baru sebanyak 23 yang terdiri dari kapal, pesawat serta helikopter. Armada tersebut diharapkan bisa menekan kejahatan di wilayah perbatasan Indonesia.

Korps Polairud bisa survive selama 68 tahun. Tidak hanya sekedar bertahan tapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Peran di cross border membantu memberantas illegal fishing, smuggling, penyelundupan, human trafficking, serta kejahatan umum konvensional seperti perompakan,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di dermaga Markas Baharkam Polair Polri, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (3/12).

Kapolri secara simbolis meresmikan alutista baru berupa satu unit kapal patroli lepas pantai, lima unit kapal patroli cepat, 15 unit kapal pemburu cepat, satu pesawat CN, dan satu helikopter Bell.

Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebutkan, Polairud memiliki keunggulan dari segi peralatan dan alutsista untuk menjangkau wilayah NKRI.

Menurut Tito, penyelundupan senjata, terutama di garis pantai timur pulau Sumatera dan Sulawesi serta terorisme di perbatasan menjadi tantangan bagi korps Polairud. “Perlu memberdayakan masyarakat bahari (nelayan) untuk mencegah hal itu,” jelas Tito.

Selain itu, Kapolri meminta Polairud menjaga konservasi biota laut perairan Indonesia.

Dia juga memuji Polairud sebagai salah satu institusi yang berperan dalam membantu logistik saat bencana alam.

Saat gempa bumi di Lombok dan Sulawesi Tengah Polairud turut membantu mendistribusikan bantuan logistik, bahkan membantu pasokan air bersih dengan mengubah air laut menjadi air tawar,” jelasnya. (awr)

 Modernisasi Alutsista Polairud Mutlak Dilakukan 

Anggota Komisi III Ahmad Sahroni mendukung modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) untuk menjaga keamanan perairan dan udara Indonesia.

Menurutnya, modernisasi Alutsista harus mampu dibuktikan Korps Polairud dengan semakin minimnya kejahatan di wilayah perairan Indonesia di masa mendatang.

Politikus Partai NasDem ini mengingatkan para pelaku kejahatan di perairan, tak hanya mengembangkan modus dengan melibatkan nelayan tradisional sebagai penyamaran, namun juga alat yang lebih canggih, seperti telekomunikasi misalnya.

Selain itu, banyaknya jalur tikus di sepanjang pantai Indonesia juga menjadi kendala tersendiri dalam hal pengawasan.

Dengan modernisasi alutsista, termasuk penambahan armada diharapkannya dapat memaksimalkan pengawasan kejahatan di perairan Indonesia.

Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya juga mengembangkan alat yang digunakan, salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia," kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (4/12/2018).

"Saya berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helikopter membuat pengawasan di perairan semakin maksimal. Sehingga penyelundupan baik ke dalam ataupun keluar negara kita dapat terus ditekan," kata pria yang kembali maju menjadi Caleg DPR dari Dapil Jakarta III ini.

Sahroni juga setuju dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang kembali menekankan pentingnya sinergitas antara stake holder di perairan, diantaranya dengan Bakamla, TNI AL, Bea Cukai.

Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain yang diingatkan Sahroni perlu mendapat perhatian serius adalah penyelundupan narkoba, senjata hingga pengiriman TKI ilegal.

"Di samping ilegal fishing, ilegal loging, penyelundupan berbagai hasil laut, bahan bakar ilegal dan TKI ilegal, Polairud harus mewaspadai dan memaksimalkan pengawasan narkoba ataupun senjata ke Indonesia. Pesan Kapolri mengenai pemberdayaan nelayan untuk membantu pengawasan harus benar-benar dijalankan dengan baik," kata Sahroni.

Sebelumnya, di sela-sela sukuran peringatan HUT Polairud ke-68 Tahun 2018 di Pangkalan Polairud Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (3/12/2018), secara simbolis meresmikan alutista baru berupa satu unit kapal patroli lepas pantai, lima unit kapal patroli cepat, 15 unit kapal pemburu cepat, satu pesawat CN, dan satu helikopter Bell.

Total alutsista baru dimiliki Polairud sebanyak 23 yang terdiri dari kapal, pesawat serta helikopter.

Kapolri berharap armada tersebut bisa menekan kejahatan di wilayah perbatasan Indonesia. Kehadiran armada baru ditekankannya sangat diperlukan untuk mendukung mobilitas

Polairud karena wilayah Indonesia yang sangat luas berupa kepulauan dan 60 persen adalah perairan.

"Korps Polairud bisa survive selama 68 tahun. Tidak hanya sekedar bertahan tapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Peran di cross border membantu memberantas illegal fishing, smuggling, penyelundupan, human trafficking, serta kejahatan umum konvensional seperti perompakan," ujar Kapolri.

 ♖ Tribunnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...