Tampilkan postingan dengan label KN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juli 2025

Bakamla dan Japan Coast Guard Latihan Bersama

 Di Selat Singapura Ilustrasi KN 301 latihan bersama dengan JCG (Bakamla)

KN Tanjung Datu 301 Bakamla dan Kapal Japan Coast Guard ITSUKUSHIMA gelar latihan bersama di Selat Singapura. Ini memperkuat kerja sama maritim dua negara.

Kapal Negara (KN) Tanjung Datu 301 dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang tergabung dalam Operasi Mandiri “Nusantara-C/25” menggelar latihan bersama dengan kapal Japan Coast Guard ITSUKUSHIMA latihan pada pada Kamis pagi, 17 Juli 2025, pukul 07.00 WIB.

Latihan berlangsung di perairan strategis Selat Singapura, tepatnya pada koordinat 1°10.749’N – 103°34.482’E, dengan haluan 070° dan kecepatan 9 knot. Sejumlah materi latihan dilaksanakan, antara lain SAR Communication Exercise, Flashing Exercise, Morse Exercise, dan Honor Ceremony Exercise. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dalam suasana profesional dan penuh semangat kebersamaan.

Kapal Negara (KN) Tanjung Datu 301 Bakamla dan kapal Japan Coast Guard ITSUKUSHIMA melakukan latihan bersama di Selat Singapura, Kamis (17/7/2025). (Bakamla)
Sebagai simbol penghormatan dan persahabatan, KN Tanjung Datu 301 turut melaksanakan penghormatan dan parade lambung kiri terhadap kapal ITSUKUSHIMA. Momen ini menjadi lambang saling menghargai dan memperkuat hubungan antarlembaga penegak hukum laut kedua negara.

Cuaca cerah, gelombang tenang berkisar 0,2 hingga 0,4 meter, serta angin berkecepatan 4 knot menjadi faktor pendukung kelancaran kegiatan yang berlangsung aman dan tertib.

Latihan ini mencerminkan sinergi nyata dan komitmen bersama antara Indonesia dan Jepang dalam menjaga keamanan serta keselamatan maritim di kawasan, sekaligus mempererat hubungan bilateral di bidang penegakan hukum laut.

  ★
Go Kepri  

Sabtu, 08 Februari 2025

KRI Matabongsang-873 Selamatkan Kapal Basarnas

 Mengalami Kerusakan Mesin Dan Kemudi https://www.centralberitanews.com/app/webp-express/webp-images/uploads/2025/02/centralberitanews.com-kri-matabongsang-873-kembali-selamatkan-kapal-kali-ini-milik-basarnas-yang-mengalami-kerusakan-mesin-dan-kemudi-img-20250207-wa0132.jpg.webpKRI Matabongsang 873 tiba di TKP ⛑
KRI Matabongsang-873, salah satu kapal perang jajaran Komando Armada (Koarmada) III yang sedang melaksanakan Operasi Perisai Sura-I di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III, kembali menunjukkan profesionalismenya dalam operasi penyelamatan di laut.

Kali ini, KRI Matabongsang-873 berhasil menyelamatkan KN Pandudewanata, kapal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang mengalami kerusakan mesin di perairan Halmahera, Maluku Selatan.

  Dramatis, Evakuasi di Tengah Arus Deras dan Angin Kencang 
KN Pandudewanata saat itu tengah melaksanakan misi pencarian wartawan Metro TV yang hilang pasca ledakan kapal milik Basarnas saat menjalankan operasi SAR terhadap kapal nelayan yang tenggelam. Dalam perjalanan, KN Pandudewanata mengalami gangguan kemudi, sehingga tidak dapat melanjutkan misi dan segera mengirimkan permintaan bantuan ke KRI Matabongsang-873 melalui radio channel 16.

Menerima permintaan bantuan, Komandan KRI Matabongsang-873, Mayor Laut (P) Mahmud Ridho Ardi, S.E., S.A.P., M.A.P., M.Tr.Opsla., langsung memerintahkan kapalnya untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kondisi arus yang deras dan angin kencang membuat proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Namun, dengan profesionalisme dan kesigapan prajurit TNI AL yang melaksanakan prosedur dengan tepat, proses penyelamatan dapat berlangsung dengan aman dan berhasil.

Saat ini, KN Pandudewanata beserta seluruh ABK, wartawan, dan keluarga korban telah ditarik menuju Pelabuhan Trikora, Tidore, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  Kronologi Penyelamatan 
https://peloporwiratama.co.id/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250207-WA0034.jpgPukul 07.15 WIT – KRI Matabongsang-873 bertolak dari Pelabuhan Trikora, Tidore untuk bergerak ke area SAR.

pukul 09.01 WIT – Pada posisi 00° 17’46” U – 127°35’31” T, KN Pandudewanata melaporkan mengalami trouble kemudi dan meminta bantuan KRI Matabongsang-873 melalui radio channel 16.

pukul 09.10 WIT – KRI Matabongsang-873 segera memutar haluan dan menempuh jarak 5 NM untuk melaksanakan bantuan.

pukul 09.20 WIT – KRI Matabongsang-873 tiba di lokasi dan bertemu dengan KN Pandudewanata pada posisi 00° 22’40” U – 127° 34’01” T.

pukul 09.25 WIT – Sekoci KRI Matabongsang-873 dikerahkan untuk melakukan koordinasi dan briefing teknis pelaksanaan towing.

pukul 09.40 WIT – Tali towing sepanjang 150 meter dikirimkan ke KN Pandudewanata. Saat itu, kapal sempat hanyut mendekati daratan akibat angin kencang 15-25 knot.

pukul 09.56 WIT – KRI Matabongsang-873 mulai menarik KN Pandudewanata menuju Pelabuhan Trikora Tidore dengan kecepatan 7,6 knot. Jarak pelabuhan dengan lokasi kejadian sekitar 19 NM.

Keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada III, dalam menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan Indonesia Timur.

  🎯 Pelopor Wiratama  

Sabtu, 25 Januari 2025

Bakamla RI dan Japan Coast Guard Gelar Passing Exercise

 Di Perairan Jakarta KN. Pulau Marore - 322 bersama dengan Kapal Japan Coast Guard (JCG) Settsu PLH-07 melaksanakan Passing Exercise (Passex) di Perairan Jakarta. (Bakamla)

Bakamla RI melalui unsur KN. Pulau Marore - 322 bersama dengan Kapal Japan Coast Guard (JCG) Settsu PLH-07 melaksanakan Passing Exercise (Passex) di Perairan Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

Pelatihan tersebut dipimpin oleh Komandan KN. Pulau Marore-322 Letkol Bakamla Adi Poetra Sitanggang bersama dengan Komandan Kapal JCG Settsu PLH-07 Captain Kawasaki Kazushige.

Skenario passex meliputi komunikasi taktis (comms check), manuver keluar pelabuhan (leaving harbour), penanganan kapal yang menerima pembajakan (combine training), photo excercise (photo ex), dan Finnex/Farewell.

Tak hanya melaksanakan passex, Kedatangan kapal JCG Settsu PLH-07 ini juga bertujuan meninjau pelatihan Maritime Law Enforcement (MLE) Tahun 2025 yang diadakan oleh Bakamla RI bersama dengan Mobile Cooperation Team (MCT) JCG.

Bakamla RI secara resmi menggelar pelatihan MLE Tahun 2025 ini mulai tanggal 21-23 Januari 2025. Pelatihan ini digelar secara rutin guna meningkatkan kapabilitas para personel Bakamla RI dalam menjalankan tugasnya mengamankan wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia, serta memperkuat hubungan kerja sama antar kedua instansi, khususnya dalam bidang peningkatan kapasitas personel.

Pelatihan MLE tahun ini difokuskan pada pengetahuan dan skill arresting technique, yang merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan personel Bakamla RI dalam teknik menangkap target pelaku. Hal ini berguna untuk mencegah maupun menangani situasi yang mungkin terjadi dalam patroli keamanan dan keselamatan laut.

"Kegiatan ini merupakan upaya Bakamla RI dalam mewujudkan kemampuan operasional pada Postur Optimum Bakamla RI Tahun 2025-2045. Semoga latihan ini dapat terus berlanjut sehingga wawasan dan profesionalitas para personel semakin meningkat sebagai bekal dalam melaksanakan tugas kedepan.", ujar Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla., dalam sambutannya. (Humas Bakamla RI)

Selasa, 14 Januari 2025

Bakamla RI Akan Miliki 13 Kapal Patroli

KN 321 P Nipah dengan panjang 80 meter (Bakamla)

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Irvansyah menjelaskan bahwa institusinya akan memiliki 13 kapal patroli atau lebih banyak ketimbang saat ini yang berjumlah 10 kapal.

Irvansyah menjelaskan bahwa tiga kapal patroli tambahan tersebut terdiri atas satu kapal hibah hasil kerja sama dengan pemerintah Jepang, dan dua kapal yang dibuat menggunakan pinjaman dalam negeri.

"Ini kemarin kami sudah tanda tangan kontrak dari Bakamla dengan Mitsubishi Shipbuilding," kata Laksdya TNI Irvansyah saat memberikan keterangan pers usai menghadiri peringatan HUT Ke-19 Bakamla RI di Taman Proklamasi, Jakarta, Selasa.

"Setelah itu," kata dia, "mereka mulai merancang, menggambar, nanti mulai peletakan kayak kalau bangunan itu batu pertama, ini keel laying atau apa, steel cutting, macam-macam istilahnya."

Laksdya TNI Irvansyah berharap kapal patroli hibah dari Jepang tersebut dapat segera cepat selesai pada saat tahap pembuatan telah dimulai. Namun, dia memperkirakan kapal tersebut baru selesai pada tahun 2026.

Dikatakan bahwa dua kapal yang dibiayai pinjaman dalam negeri berasal dari bank-bank pemerintah, sedangkan PT PAL Indonesia akan menjadi pabrik pemroduksiannya.

"Haram bagi saya beli kapal luar negeri, ... haram. Itu rasanya jadi pengkhianat. Banyak sekali galangan kapal Indonesia sehingga kami pesan dari Indonesia sendiri, kecuali yang hibah, kami tidak bisa menolak. Dia yang kasih hibah, dia yang bangun, kami terima jadi saja," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa panjang kapal yang menggunakan pinjaman dalam negeri berukuran 60 meter dan 80 meter.

Selain tiga kapal tersebut, lanjut dia, Amerika Serikat juga telah berjanji untuk memberikan kapal kepada Indonesia, tetapi ukurannya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan hibah dari Jepang.

Ukuran lebih kecil. Kalau di Jepang ukuran panjangnya itu 85 meter, Amerika mungkin sekitar 38-40 meter untuk di pesisir,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menargetkan bahwa kapal-kapal milik Bakamla ke depannya, termasuk tiga kapal tambahan nanti, akan dilengkapi dengan laboratorium di tengah laut.

Dengan adanya laboratorium tersebut, dia berharap Bakamla RI bisa memeriksa narkoba maupun mineral di tengah laut sehingga tidak menghabiskan banyak waktu karena harus membawa barang tersebut ke pangkalan.

"Harapannya 1—2 jam di laut selesai periksa, bisa berlayar lagi sehingga ongkos pekerjaan mereka operasionalnya tidak terlalu tinggi dan tidak menyita waktu terlalu banyak," jelasnya.

Sebelumnya, pemberian kapal patroli hibah dari Jepang tersebut turut dibahas dalam pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.

 Susun draf RUU Keamanan Laut 
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Irvansyah mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keamanan Laut, dan akan menyerahkannya ke DPR RI.

Irvansyah menjelaskan bahwa RUU Keamanan Laut saat ini diperlukan karena akan mengatur secara khusus Bakamla RI.

Bakamla ini Undang-Undangnya masih menempel di Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang sekarang sudah revisi jadi Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024,” kata Irvansyah menjelaskan, saat memberikan keterangan pers usai menghadiri peringatan HUT Ke-19 Bakamla RI di Taman Proklamasi, Jakarta, Selasa.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa RUU tersebut perlu seiring dengan pentingnya keberadaan coast guard atau penjaga laut dan pantai di Indonesia.

Untuk apa coast guard? Banyak negara punya coast guard, hampir seluruh negara punya coast guard, setidaknya mempunyai badan yang melaksanakan fungsi coast guard secara universal,” ujarnya.

Sebelumnya, Irvansyah dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11), mengatakan draf RUU Keamanan Laut menjadi salah satu program yang akan dijalankan instansinya pada masa 100 hari pertama Kabinet Merah Putih.

Dalam rapat tersebut, dia mengatakan urgensi pembuatan RUU Keamanan Laut dikarenakan masih terjadinya pemeriksaan berulang di laut karena banyaknya instansi di laut yang berwenang melakukan hal tersebut.

  💂
antara  

Minggu, 27 Oktober 2024

Bakamla RI Kembali Usir Kapal China Coast Guard di Laut Natuna Utara

KN Pulau Dana-323 saat mengusir China Coast Guard-5402 (CCG-5402). (ANTARA/HO-Bakamla RI)

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) kembali mengusir kapal China Coast Guard-5402 (CCG-5402) yang memasuki wilayah Indonesia yakni di Laut Natuna Utara.

Pranata Humas Ahli Muda Kapten Bakamla Yuhanes Antara dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan peristiwa itu dilakukan pada Jumat (25/10).

Ia menyebut masukmya CCG - 5402 di Laut Natuna Utara bukan pertama kali melainkan sudah beberapa kali selama bulan Oktober 2024.

Bahkan kata dia, CCG-5402 tidak hanya masuk yuridiksi melainkan juga mengganggu kegiatan survei dan pengolahan data Seismik 3D Arwana yang tengah dilakukan oleh PT. Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral di Laut Natuna Utara.

"Kapal Negara (KN) Pulau Dana-323 mendekati dan membayangi Kapal China Coast Guard-5402 (CCG-5402) yang memasuki wilayah Yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara pada Jumat," ucap dia.

Ia menerangkan, dalam pengusiran KN Pulau Dana-323 sempat melakukan komunikasi melalui radio, dan saat berkomunikasi CCG - 5402 mengatakan mereka tengah melakukan patroli di yurisdiksi Tiongkok, kemudian meminta KN Pulau Dana-323 tidak terlalu dekat, untuk menjaga keselamatan dalam pelayaran.

"Namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh KN Pulau Dana-323 yang bekerja sama dengan Kapal Patroli TNI AL KRI Sutedi Senaputra-378 dan KRI Bontang-907," ujar dia.

Ia menerangkan menurut aturan tindakan yang diambil oleh KN Pulau Dana-323 tepat, sebab lokasi tersebut bukan yuridiksi China.

"Berdasarkan UNCLOS 1982 wilayah yurisdiksi Indonesia khususnya Landas Kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara telah mendapat pengakuan internasional, dimana Indonesia mempunyai hak berdaulat untuk mengeksploitasi dan mengeksplorasi sumber daya alam di wilayah itu tanpa boleh diganggu oleh negara manapun," ucap dia.

Ia menyebut Bakamla RI akan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, sesuai dengan instruksi Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr Irvansyah.

"Bakamla RI siap mengamankan Laut Indonesia demi masa depan bangsa," ujar dia.


  👮 antara  

Selasa, 22 Oktober 2024

Bakamla Usir Kapal China Coast Guard di Laut Natuna Utara

 Mengganggu kegiatan Survei dan Pengolahan Data Seismik 3D Arwana yang sedang dilaksanakan oleh PT Pertamina Bakamla RI melalui unsur Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301 bersama KRI Sutedi mengusir kapal China Coast Guard (CCG) 5402 dari Laut Natuna Utara. (dok. Bakamla)

Bakamla RI melalui unsur Kapal Negara (KN) Tanjung Datu-301, mengusir kapal China Coast Guard (CCG) 5402 dari Laut Natuna Utara. Kapal China Coast Guard diusir dari wilayah yurisdiksi Indonesia.

Pranata Humas Ahli Muda Bakamla, Kapten Bakamla Yuhanes Antara, mengatakan kapal China Coast Guard itu dilaporkan mengganggu kegiatan Survei dan Pengolahan Data Seismik 3D Arwana yang sedang dilaksanakan oleh PT Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral di Laut Natuna Utara pada Senin (21/10/2024).

"Mulanya, Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla RI mendapatkan informasi intelijen tentang adanya gangguan terhadap aktivitas survei MV Geo Coral," kata Yuhanes dalam keterangan yang diterima, Senin (21/10).

Saat itu, MV Geo Coral didampingi tiga Chase Vessel, yaitu UB Anugerah Bersama 17, AHT PSB Roller, dan TB Teluk Bajau Victory. Kemudian, terjadi gangguan yang dilakukan oleh kapal China Coast Guard 5402 di Wilayah Kerja PT Pertamina East Natuna yang masuk Landas Kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara.

Berdasarkan informasi tersebut, KN Tanjung Datu-301 bergerak menuju lokasi kejadian dan mendeteksi kapal CCG 5402 pada pukul 05.30 WIB di baringan 125 derajat dengan jarak 7,3 Nautical Miles (NM).

"KN Tanjung Datu-301 mencoba berkomunikasi melalui radio dengan kapal tersebut, namun kapal CCG 5402 bersikeras bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari yurisdiksi Tiongkok," katanya.

Sekitar pukul 05.38 WIB, KN Tanjung Datu 301 mendapat perbantuan kekuatan dari kapal patroli TNI AL KRI Sutedi Senaputera 378 dan pesawat patroli udara maritim Bakamla RI.

"Bersama-sama, kedua kapal patroli Indonesia tersebut melaksanakan shadowing dan berhasil mengusir kapal CCG 5402 keluar dari wilayah yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara," tuturnya.

Bakamla RI menyatakan akan terus melakukan patroli dan pemantauan intensif di wilayah perairan Natuna Utara untuk memastikan kegiatan survei seismik berjalan tanpa gangguan serta menjaga kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia.

"Operasi ini juga mencerminkan komitmen Bakamla RI dalam menjaga ketertiban dan keamanan maritim di perairan strategis Indonesia," ucapnya. (jbr/rfs)


  🛡 detik  

Senin, 07 Oktober 2024

KN Pulau Dana-323 Muhibah ke Singapura dan Vietnam

 Upayakan Stabilitas Keamanan di Kawasan KN Pulau Dana-323 bertolak dari Dermaga Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau pada Senin (7/10). (Bakamla)

Badan Keamanan Laut (Bakamla) melepas Kapal Negara (KN) Pulau Dana-323 di Dermaga Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau pada Senin (7/10).

Kapal tersebut dilepas untuk melaksanakan muhibah atau port visit ke beberapa negara sahabat, Singapura dan Vietnam.

Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Bambang Trijanto memimpin langsung pelepasan KN Pulau Dana-323. Berdasar data dari Bakamla, selama misi muhibah berlangsung KN. Pulau Dana-323 akan berkunjung ke Vietnam dan Singapura. Kapal tersebut akan terlibat dalam berbagai kegiatan.

Diantaranya kegiatan diskusi bilateral dan latihan bersama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertukaran informasi dan pengalaman dalam penegakan hukum di laut. Selain itu juga dilakukan untuk mengatasi berbagai isu keamanan maritim yang dihadapi oleh Indonesia dan negara di sekitarnya.

Dengan kegiatan ini Bakamla menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keamanan dan kedaulatan maritim Indonesia,” terang Pranata Humas Ahli Muda Bakamla Kapten Bakamla Yuhanes Antara.

Bakamla mengharapkan kunjungan tersebut tidak hanya memperkuat sinergi antar negara, melainkan juga menciptakan lingkungan yang aman dan stabil di kawasan Asia Tenggara. Bakamla akan berupaya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia melalui kerja sama yang erat dengan mitra internasional.


  🛡
Jawa Pos  

Senin, 13 Mei 2024

Bakamla Jemput 18 Nelayan RI yang Sempat Ditangkap di Australia

Ilustrasi KN 322 Pulau Marore Bakamla 💥

Sebanyak 36 nelayan asal Indonesia yang sempat ditangkap Pemerintah Australia sudah dipulangkan.

Bakamla RI menjemput 18 nelayan di antaranya, sedangkan sisanya dijemput Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Proses pemulangan berlangsung dengan aman dan lancar," tulis keterangan resmi dari Bakamla yang diterima, Senin (13/5/2024).

Disebutkan bahwa 36 nelayan itu ditangkap sepanjang 2024. Setelahnya mereka menjalani proses pemeriksaan dan mendapatkan izin untuk pulang ke Indonesia.

Bakamla jemput 18 nelayan RI yang sempat ditangkap di Australia (dok. Istimewa)
Komandan KN Pulau Marore-322 Letkol Bakamla Adi Poetra Sitanggang mengatakan 18 nelayan yang diserahterimakan melalui Australian Custom Vessel Cape Sorell milik Australian Border Force (ABF) di Perairan Asmore Reef yang merupakan perbatasan Indonesia-Australia. Sedangkan 18 nelayan lainnya dibawa oleh KP Orca 05 milik KKP.

"Setelah prosesi serah terima, nelayan tersebut diproses keimigrasian dan kesehatan di atas kapal," ucapnya.

Nantinya seluruh nelayan itu akan diserahkan kepada perwakilan instansi pemerintah daerah Kupang dan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Sulawesi Tenggara. (fas/dhn)

  💥
detik  

Rabu, 10 Januari 2024

Kapal Bakamla RI Kini Dilengkapi Senapan Mesin Pindad

Senapan mesin SM-5 kaliber 12,7 x 99 mm Pindad​ digunakan KN Bakamla  (Kemhan)

Setelah mendapat persetujuan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan kemudian dari Komisi I DPR RI beberapa waktu lalu, kapal Bakamla RI yang sebelumnya dibekali senjata berpeluru karet, kini dilengkapi dengan Senapan SM-5 kaliber 12.7 mm buatan PT Pindad.

Senapan mesin SM-5 kaliber 12,7 x 99 mm PT Pindad yang menggunakan standar Nato, memiliki jangkauan hingga 1.830 m dengan kecepatan tembakan 400-600 butir/menit.


  🛡
Kemhan  

Senin, 25 Desember 2023

Bakamla Uji Fungsi Senjata Meriam 30 MM di Batam

4 KN 40 meter Bakamla dipersenjatai meriam Aselsan, Turkiye Kapal KN 40 Meter Bakamla dipersenjatai meriam 30 MM (Bakamla)

Bakamla RI melakukan uji fungsi senjata SMASH 30 MM yang diawasi langsung oleh Kepala Biro Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bakamla RI Laksma Bakamla Rudi Parulian Simorangkir di Pulau Petong, Batam, Minggu (24/12/2023).

"Senjata ini nantinya berfungsi untuk keamanan diri anggota Bakamla RI dalam menjaga laut Indonesia pada saat melakukan patroli," ucap Laksma Rudi Parulian, dalam keterangannya.

Sebelum melakukan uji fungsi senjata, terlebih dahulu para personel Bakamla RI dibekali pelatihan oleh tenaga ahli serta Dansatgas Kolonel Bakamla Davit Hastiadi untuk menggunakan senjata yang berasal dari Aselsan-Turki tersebut.

Pada kesempatan ini, terdapat empat kapal yang terlibat, meliputi KN Bintang Laut-401, KN Ular Laut-405, KN Singa Laut-402, serta KN Belut Laut-406. Uji coba dilaksanakan oleh Tenaga Ahli Aselsan, pengawak meriam 4 KN Bakamla RI, dan Surveyor Dislaikmatal Mabesal.

Lebih lanjut, keempat kapal tersebut melakukan uji fungsi tembak sasaran dengan jarak 400 meter hingga 1.500 meter.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Sementara, turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala Perencanaan dan Ortala (Karoren) Bakamla RI Laksma Bakamla I Gusti Aswan Chandra, Direktur Operasi Laut (Opsla) Bakamla RI Laksma Bakamla Basri Mustari, beserta jajaran. (erh)

  ⌾
Okezone  

Senin, 14 Agustus 2023

Bakamla RI Tangkap Kapal Vietnam Curi Ikan

Di Laut Natuna Utara Bakamla RI Tangkap Kapal Vietnam Curi Ikan di Laut Natuna Utara

KN Marore-322 Bakamla RI berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam, yang diduga melakukan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara.

Kronologinya, KN. Marore-322 pada hari Jumat 11 Agustus, saat yang sedang melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut, melihat adanya satu kapal yang sedang melaksanakan penangkapan ikan di perairan Indonesia pukul 09.58 WIB. Melihat hal tersebut, juru radar melaporkan bahwa kapal itu tidak menyalakan AIS dan berposisi di baringan 317 jarak 12 Nm.

Tidak tunggu lama, KN. Marore-322 mendekat ke kapal target. Pada pukul 10.28 WIB dengan jarak 1,4 Nm terlihat secara visual bahwa kapal ikan tersebut merupakan KIA bendera Vietnam dengan nama lambung BD 97178 TS. Namun sayangnya, sesaat kemudian kapal target melakukan manuver dengan maksud melarikan diri dari kejaran tim VBSS KN. Marore-322.

Alhasil pada pukul 10.58 WIB, Tim VBSS berhasil menghentikan dan naik ke kapal target. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal, kru, muatan, serta lokasi KIA berdasarkan GPS.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, KIA Vietnam tersebut berisikan 12 Anak Buah Kapal (ABK) serta 5 ton muatan ikan. Selanjutnya, pukul 12.00 WIB KIA ditangkap dan dikawal menuju Batam guna penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara, kapal melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi dokumen dan perizinan yang jelas. Hal ini melanggar UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Pasal 5 Ayat 1(b) dan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.


  ★
Industry  

Kamis, 25 Mei 2023

Bakamla Latihan Bareng Singapura dan AS di Perairan Kepulauan Riau

Latihan Bareng Singapura dan AS di Perairan Kepulauan Riau (mindef.gov.sg)

Kapal Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) KN Belut Laut-406 menggelar latihan bersama dengan Kapal "Republic of Singapore Navy" dan "United States Coast Guard" di Perairan Utara Tanjung Berakit Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (23/5/2023).

Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Syufenri dari keterangan yang diterima Antara di Batam, mengatakan latihan bersama ini digelar guna meningkatkan kemampuan personel Bakamla RI dalam mengawaki kapal.

Latihan bersama atau yang biasa disebut passing exercise ini merupakan sarana peningkatan kemampuan personel Bakamla RI dengan instansi terkait dalam mengawaki kapal guna menunjang tugas keamanan laut khususnya di wilayah perairan Indonesia dan di wilayah yurisdiksi Indonesia,” kata Syufenri.

Dia menjelaskan, adapun pelaksanaan latihan bersama ini meliputi latihan radio check, photo exercise, serta flaghoist atau latihan kibaran isyarat bendera.

Gunanya adalah sebagai sarana untuk memperdalam pengetahuan komunikasi dengan isyarat bendera dan semafor bagi para awak kapal,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa kegiatan latihan berjalan dengan lancar, serta kondisi material dan personil dalam keadaan sehat dan aman.

Latihan bersama Bakamla RI dengan Republic of Singapore Navy dan US Coast Guard ini berjalan sukses dan tidak ada kendala,” ucapnya.

Indonesia dan sejumlah negara di Asia Tenggara, dibantu AS, diketahui kerap menggelar latihan bersama untuk mengantisipasi ancaman China di Laut China Selatan.

  ★
suara  

Selasa, 02 Mei 2023

KN Nipah-321 Bakamla RI Ikut IMDEX 2023

Di Singapura KN Nipah-321 (Bakamla)

Bakamla RI melalui unsur KN Pulau Nipah-321 bergerak menuju Command and Control Centre, Changi Naval Base untuk mengikuti International Maritime Defence Exhibition (IMDEX) 2023.

KN Pulau Nipah-321 yang dikomandani Letkol Bakamla Anto Hartanto Wibisono bertolak ke Singapura dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Senin (1/5/2023).

IMDEX 2023 merupakan kegiatan pameran tentang kemaritiman dan pertahanan yang melibatkan puluhan negara sekaligus perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang teknologi pertahanan maupun keamanan untuk menunjukkan dan menawarkan produk terbaru unggulannya. Demikian keterangan dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia turut hadir juga dalam International Maritime Security Conference (IMSC) 2023. Konferensi keamanan maritime internasional tingkat tinggi yang juga merupakan bagian dari IMDEX 2023 yang berlangsung 2-5 Mei.

Tak mensia-siakan ajang internasional ini, turut serta pejabat tinggi yang berkompeten dibidangnya yang onboard KN Nipah-321 yakni Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Friche Flack dan Kepala Zona Bakamla Barat Laksma Bakamla Syufenri.

Laksma Bakamla Friche Flack mengatakan ajang ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan, wawasan dan informasi mengenai perkembangan teknologi maritim terbaru.

  ★
Industry  

Minggu, 26 Maret 2023

Bakamla RI Gelar Operasi Udara Maritim

Dengan Target Kapal Perilaku AnomaliIlustrasi KN 301 Tanjung Datu Bakamla

Dalam gelar Patroli Bersama Tahun 2023, unsur Operasi Udara Maritim Bakamla RI juga turut beraksi. Di bawah pimpinan Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI Laksma Bakamla Ferdinand Roring, patroli udara juga digelar di wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (24/3/2023).

Patroli udara kali ini mengedepankan laporan atas penemuan kapal-kapal yang dianggap anomali oleh Puskodal Bakamla RI. Dari data tersebut, unsur patorli udara langsung menuju titik keberadaan kapal target dan melakukan visualisasi udara. Demikian keterangan dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

Selain itu, kapal ikan asing dan juga kapal perang asing turut menjadi fokus pemantuan dalam patroli ini. Patroli udara ini dilakukan untuk mendukung jalannya Patroli Bersama Tahun 2023 yang berlangsung di laut.

Kerja sama dan koordinasi ketat dilakukan dengan instansi-instansi terkait. Sebut saja Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud), Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal), dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Patroli udara ini dilakukan beriringan dengan patroli bersama di laut. Hal ini guna menunjang jalannya Patroli Bersama Tahun 2023 agar dapat mencapai tujuannya, yaitu terciptanya keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia.
 

  ✪
Industry  

Minggu, 25 September 2022

KN Pulau Dana-323 Akan Patroli Bersama Dengan Australia

Lakukan Pengecekan Kapal KN Pulau Dana-323

Jelang patroli bersama dengan Australia beberapa hari kedepan, KN Pulau Dana-323 yang sedang sandar di Dermaga Multi Purpose Pelabuhan Tenau Kupang melakukan pengecekan keseluruhan kapal, Kupang, Sabtu (24/9/2022).

Komandan KN Pulau Dana-323 Letkol Bakamla Hananto Widhi Nugroho memerintahkan kepada seluruh ABK kapal untuk melakukan pembersihan atau pencucian seluruh badan kapal menggunakan air tawar guna menghilangkan korosi.

Tidak hanya itu, perawatan kapal dengan pengecatan badan kapal secara manual juga dilakukan. Demikian informasi dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

(Bakamla)

Terlebih, Letkol Bakamla Hananto Widhi Nugroho juga memperhatikan khusus pada bagian mesin agar dilakukan pembersihan filter mesin, gearbox, trush box, pengecekan oli mesin, stering gear, pengecekan ruang pompa, chiller, freshroom, dan bagian-bagian penting lainnya.

Tampak seluruh ABK dengan sigap mengerjakan bagiannya dan hal ini sangat penting dilakukan guna mendukung kelancaran saat operasi bersama nanti.

  ♔
Industry  

Senin, 11 April 2022

KKP Bangun 2 Kapal Pengawas Perikanan Anti Illegal Fishing

⚓ Beroperasi Tahun 2023KKP membangun dua kapal pengawas perikanan berukuran 50 meter pada tahun 2022. (dok KKP)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun dua kapal pengawas perikanan berukuran 50 meter pada tahun 2022.

Kedua kapal dengan teknologi “anti illegal fishing” tersebut bakal memperkuat armada pemberantasan pencurian ikan di laut Indonesia.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin menjelaskan, kapal pengawas yang akan dibangun tersebut dilengkapi dengan peralatan dan permesinan yang canggih.

Beberapa fitur yang dikembangkan diantaranya kecepatan sampai dengan 30 knot, overview wheelhouse 360° yang membuat Nakhoda dan Perwira Kapal bisa melihat ke semua sisi di sekitar kapal serta teknologi pemutus tali (rope cutter).

Teknologinya didesain sesuai dengan kebutuhan pemberantasan illegal fishing, diantaranya rope cutter yang mampu memutus jaring yang selama ini sering dilemparkan ke laut untuk menghalangi proses penangkapan kapal illegal fishing,” terang Adin dalam siaran pers, Minggu (10/4/2022).

Adin menambahkan, kapal pengawas kelas II (panjang 50 meter) ini juga dilengkapi dengan water cannon, dan sea rider dengan kapasitas 5 orang awak kapal, serta fin stabilizer dan interceptor yang membuat kapal tersebut lebih stabil.

Adin menjelaskan, desain yang dibuat bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (Swakelola Tipe II) ini pemodelannya telah diujicoba di Laboratorium Uji, Balai Teknologi Hidrodinamika, BRIN, Surabaya.

Kapal ini lebih cepat dan lebih stabil dibanding tipe-tipe sebelumnya untuk kelas kapal yang sama,” terang Adin.

Lebih lanjut Adin menuturkan, kedua kapal tersebut akan dibangun oleh PT. Palindo Marine - Batam dan diharapkan sudah dapat digunakan untuk memperkuat armada pengawasan pada tahun 2023.

Adapun dalam proses dimulainya pembangunan kapal pengawas itu, KKP telah melibatkan supervisi yang memberikan pembekalan dari berbagai instansi terkait.
 

  👷 Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...