Tampilkan postingan dengan label Patma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patma. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juli 2025

TNI AL Gelar Patkor Indindo 44/25

 Kerahkan Pesawat MPA dan KRI Lambung Mangkurat-374 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUo5xHisIQRKMEAE4CQ8qE9AQ9qhdLMl0GzuMq75i_8i_O4Lq6C0KvWPXcfWViR5k__U9M1K3HtZYpwSyg26JTb-EW8D8X9xlHhp_EBmt-5OtCzQqmMNSwf_cw-G5UwTmtBXy1D9-DPz5j/s280/Prime+Kurniawan.jpgIlustrasi CN235 MPA TNI AL (Prime Kurniawan) 🛩
P
atroli Terkoordinasi (Patkor) Indindo 44/25 antara TNI AL dan Angkatan Laut India secara resmi dibuka, dihadiri oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S selaku Dansatgas bertempat di Awati Hall Indian Naval Base Sri Vijaya Puram, kepulauan Andaman. Senin (14/07/2025).

Patroli Terkoordinasi Indonesia-India adalah kegiatan patroli bersama antara TNI AL dan Angkatan Laut India, yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan menjaga keamanan maritim di wilayah perairan perbatasan kedua negara.

Patroli ini melibatkan latihan bersama di laut, termasuk serial latihan dan patroli di perbatasan maritim internasional. Tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan India, meningkatkan interoperabilitas antara Angkatan Laut kedua negara, serta menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan perairan.

Dalam sambutannya Atase Pertahanan Indonesia untuk India dan Srilanka, Laksma TNI Ardiansyah Muqsit sebagai Delegasi perwakilan Indonesia dalam Patkor Indindo 44/25, menekankan pentingnya kerja sama dua negara dalam menjaga keamanan maritim di perbatasan. Oleh karena itu, Patkor India-Indonesia ke-44 itu pun penting untuk selalu digelar demi menunjukkan komitmen dua negara dalam menjaga keamanan laut di perbatasan, serta mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka dan inklusif.

https://live.staticflickr.com/5216/5425249817_027e6f74d7_b.jpgDalam kegiatan Patkor Indindo 44/25, TNI AL mengerahkan satu korvet Kelas Parchim-nya KRI Lambung Mangkurat-374 dari Satuan Kapal Eskorta Komando Armada I dan pesawat CN 235-220 MPA P-8305, sementara itu Angkatan Laut India mengerahkan satu kapal patroli INS Saryu P54 dan IN LCU L-55, serta pesawat Dornier-228.

Seperti kita ketahui bersama bahwa perairan utara Sumatera, yang meliputi Selat Malaka dan perairan Laut Andaman, memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Wilayah ini memiliki garis pantai sepanjang 1.300 km dan sekitar 213 pulau. Perairan ini menjadi jalur pelayaran penting dan memiliki potensi perikanan yang signifikan.

Karena itu kehadiran Angkatan Laut kedua negara untuk menjaga stabilitas kawasan mutlak diperlukan. Indonesia dan India berbagi kawasan perairan sepanjang kurang lebih 300 mil laut di Selat Malaka dan Laut Andaman. Dua perairan itu merupakan jalur utama pelayaran, termasuk untuk kapal-kapal niaga.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran untuk senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan terutama dalam menjaga hubungan diplomasi dengan negara sahabat.

  TNI AL  

Rabu, 19 Februari 2025

Indonesia-Malaysia Patroli Keamanan di Selat Malaka

⚓ TNI AL kerhkan 2 PC40KRI Karontang 872 (DispenalI)

TNI AL dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) kembali menggelar patroli terkoordinasi Malindo dengan nomor sandi operasi 167, pada awal tahun ini. Kedua angkatan laut mengerahkan 4 kapal perang.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, mengungkapkan TNI AL dan Malaysia melakukan patroli keamanan perairan di Selat Malaka, yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan.

Patkor Malindo 167/25 dilaksanakan pada 16-28 Februari, di wilayah perairan Selat Malaka dan sekitarnya serta Perbatasan Indonesia dan Malaysia,” ungkap Yoni saat dihubungi Indonesia Defense Magazine, Jakarta, Rabu (19/2).

Adapun TNI AL melibatkan kapal perang KRI Karotang-872 dan KRI Lepu-861 sedangkan Malaysia mengerahkan KD Muhammad Amin F-136 dan KD Jerai-12.

KRI Lepu 861. (dispenal)

Sebelumnya, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto melakukan inspeksi kesiapan Satgas Patkor Malindo 167/25 di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I, Belawan, Sumatra Utara, Senin (17/2).

Patkor Malindo 167/25 meningkatkan koordinasi dalam menangani ancaman ilegal di laut serta mempererat hubungan bilateral kedua negara,” kata Andi, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I.

Kegiatan inspeksi bertujuan memastikan kesiapan unsur-unsur yang terlibat, termasuk KRI Karotang-872 dan KRI Lepu-861 beserta personel, dalam patroli terkoordinasi antara Indonesia-Malaysia untuk menjaga keamanan maritim di Selat Malaka.

Dengan kesiapan yang matang, patroli ini diharapkan berjalan sukses dan memberikan dampak positif terhadap keamanan perairan di kawasan strategis tersebut,” ujarnya. (at)
 

  💂 IDM  

Senin, 27 Mei 2024

Pesawat Tempur TNI AU dan TUDM Patroli Bersama

✈️ Jaga Keamanan Ruang Udara dan Perairan Selat Malaka✈️ Pesawat Tempur TNI AU dan TUDM Patroli Bersama [Dispenau]

TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) melakukan Patroli Terkoordinasi (Patkor Malindo Siri I/2024) untuk menjaga keamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Selat Malaka.

Indonesia mengerahkan dua jet tempur F-16 C/D dari Skadron Udara 16 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin. Pesawat ini diawaki oleh Lettu Pnb Galih Rakasiwi dan Lettu Pnb Ghazi Umar Marzuq.

Setelah lepas landas dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, kedua F-16 TNI AU tersebut bertemu dengan dua F-18 Hornet milik TUDM untuk patroli bersama di Selat Malaka.

Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Roesmin Nurjadin (RSN) Marsma TNI Feri Yunaldi S.E., M.Han., mengatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Malaysia ini bertujuan untuk menjaga ruang udara dan perairan Selat Malaka serta menciptakan keamanan dan stabilitas kedua negara.

Lebih lanjut, Danlanud RSN menyatakan bahwa peningkatan komitmen hubungan bilateral sangat penting, mengingat Selat Malaka merupakan salah satu jalur perairan terpadat di dunia yang harus dijaga dengan ekstra demi kelancaran perekonomian.

Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu berhasil mencapai sasaran operasinya, yaitu menjamin keamanan di Selat Malaka. Hal ini menunjukkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama dalam menjaga keamanan kawasan, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas regional.

  ✈️
MIliter Udara  

Sabtu, 08 Juli 2023

Bakamla RI Resmi Buka Patroli Terkoordinasi Optima Malindo-30A 2023

Dengan Malaysia Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan unsur patroli kedua negara yang sedang sandar di Pelabuhan Batam.

Dalam rangka memperkuat keamanan laut kedua negara, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) secara resmi membuka Patroli Terkoordinasi Operasi Tindak Maritim Malaysia-Indonesia (Patkor Optima Malindo) 30A pada Kamis (6/7).

Acara peresmian ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) Indonesia, Laksma Bakamla Friche Flack, M.Tr. Opsla, dan Ketua TPOM Malaysia, Laksda Maritim Aminuddin Bin Hj Abdul Rashid, di Batam, Kepulauan Riau.

Patkor Optima Malindo-30A ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam pelaksanaan patroli maritim di perbatasan laut kedua negara sesuai dengan daerah atau sektor operasi yang telah ditentukan.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antara personel penegak hukum di laut dari kedua negara serta memastikan pentingnya koordinasi dan kerja sama dalam menjalankan operasi tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua TPOM Indonesia menyampaikan harapannya agar kegiatan Patkor Optima ini dapat berjalan dengan sukses, memberikan hasil yang optimal bagi kedua negara, serta dapat memperkuat silaturahmi kedua negara tetangga itu, terutama TPOM Malindo.

"Saya berpesan kepada komandan unsur, agar bersungguh-sungguh melaksanakan kegiatan Patkor Optima ini dengan penuh dedikasi, menjaga keamanan personel dan materiil, mengikuti seluruh pedoman dan SOP yang berlaku, serta menjaga kekompakan antar unsur Patkor Optima," ujarnya.

Dalam melaksanakan Patkor Optima Malindo-30A, beberapa aset patroli dari instansi terkait telah dilibatkan , di antaranya aset patroli dari Bakamla RI KN Belut Laut-406, KRI Alamang 644 yang dimiliki oleh TNI AL, KP Hiu 17 yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta beberapa aset patroli dari instansi maritim Malaysia seperti KM Marudu-3222 yang dimiliki oleh APMM, PA 50, dan PA 51 yang dimiliki oleh Polis Marin.


  ★
RMOL  

Rabu, 25 Januari 2023

TNI AL Berencana Libatkan TNI AU untuk Patroli Laut

⚓ Melalui UdaraKRI Usman Harun-359 (kanan) bersama pesawat tempur F16 tergabung dalam divisi 2 operasi siaga tempur laut Natuna 2020 untuk melakukan pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) laut Natuna Utara. (ANTARA /M Risyal HidayatS)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, TNI AL berencana melibatkan TNI Angkatan Udara (AU) untuk patroli laut Indonesia melalui udara.

"Ke depan kami akan laksanakan patroli melalui udara. Jadi, dari unsur-unsur udara kami, mungkin dari TNI AU kami libatkan. Jadi nanti akan kerja sama, koordinasi, dan sinergi yang lebih baik," ujar Ali di Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (25/1/2023).

Ali mengatakan, TNI AL akan meneruskan patroli bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) di laut lepas.

"Untuk laut lepas itu unsur-unsur KRI kita dan kapal-kapal besar yang dimiliki oleh Bakamla," kata Ali.

"Ke depan kan kita akan teruskan pola operasi bersama ini," ujarnya lagi.

Baru-baru ini, TNI AL menambah alat utama sistem senjata (alutsista) untuk patroli laut, yakni empat unit pesawat dan satu unit helikopter.

Alusista baru itu berupa satu pesawat CN 235-220 MPA, tiga pesawat Piper Archer PA-28-181, dan satu helikopter Bell 505 Jet Ranger X (JRX).

Keempat alutsista itu dikukuhkan langsung oleh KSAL Laksamana Muhammad Ali di Mako Pusat Penerbangan AL (Puspenerbal) Juanda, Surabaya pada 19 Januari 2023.

Bagi negara kepulauan besar seperti Indonesia, kekuatan armada laut yang tangguh bukanlah sebuah kemewahan, tetapi kebutuhan mutlak untuk menegakkan kedaulatan dan hukum di seluruh penjuru teritori dan yurisdiksi," ujar Ali dalam siaran pers Dinas Penerangan AL, Jumat (20/1/2023).
 

  💂 Kompas  

Minggu, 25 September 2022

KN Pulau Dana-323 Akan Patroli Bersama Dengan Australia

Lakukan Pengecekan Kapal KN Pulau Dana-323

Jelang patroli bersama dengan Australia beberapa hari kedepan, KN Pulau Dana-323 yang sedang sandar di Dermaga Multi Purpose Pelabuhan Tenau Kupang melakukan pengecekan keseluruhan kapal, Kupang, Sabtu (24/9/2022).

Komandan KN Pulau Dana-323 Letkol Bakamla Hananto Widhi Nugroho memerintahkan kepada seluruh ABK kapal untuk melakukan pembersihan atau pencucian seluruh badan kapal menggunakan air tawar guna menghilangkan korosi.

Tidak hanya itu, perawatan kapal dengan pengecatan badan kapal secara manual juga dilakukan. Demikian informasi dari Dispen TNI dan Humas Bakamla RI.

(Bakamla)

Terlebih, Letkol Bakamla Hananto Widhi Nugroho juga memperhatikan khusus pada bagian mesin agar dilakukan pembersihan filter mesin, gearbox, trush box, pengecekan oli mesin, stering gear, pengecekan ruang pompa, chiller, freshroom, dan bagian-bagian penting lainnya.

Tampak seluruh ABK dengan sigap mengerjakan bagiannya dan hal ini sangat penting dilakukan guna mendukung kelancaran saat operasi bersama nanti.

  ♔
Industry  

Jumat, 03 Desember 2021

Dua flight EMB-314 Super Tucano Operasi Udara di Perbatasan

 🛩 Garda Paus 2021Pesawat tempur yang merupakan bagian dari Operasi Garda Paus 21, berada di Lanud Anang Busra, Tarakan, pada Rabu (1/12/2021). [TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH]

Pesawat tempur counter insurgence EMB-314 Super Tucano dari Skadron Udara 21 akan melaksanakan Operasi Garda Paus 21 di Tarakan, Kalimantan Utara, guna meningkatkan pertahanan di Pangkalan Udara TNI AU Anang Busra, yang berada di perbatasan negara itu.

EMB-314 Super Tucano itu terdiri dari dua flight dan tiba di Pangkalan Udara TNI AU Anang Busra, Senin (29/11), dari pangkalan asalnya, Pangkalan Udara TNI AU Abdulrachman Saleh di Malang, Jawa Timur.

"Selama empat hari ke depan pesawat Super Tucano akan melaksanakan operasi pengamanan wilayah udara nasional," kata Komandan Pangkalan Udara TNI AU Anang Busra, Kolonel Penerbang Toto Ginanto, didampingi Komandan Skuadron 21 TNI AU, Letnan Kolonel Penerbang Heru Wardhana, di Tarakan, Selasa.

Ginanto mengatakan, pelaksanaan operasi udara di Tarakan ini merupakan wujud peran TNI AU dalam meningkatkan pertahanan di pangkalan udara terdepan yang mempunyai tanggung jawab mengamankan kedaulatan Indonesia. Adapun Wardhana memimpin langsung operasi yang mengerahkan keempat EMB-314 Super Tucano itu.

Pesawat tempur buatan Brazil ini akan melaksanakan operasi pengamanan udara Indonesia di sana selama empat hari di Pangkalan Udara TNI AU Anang Busra.

Ginanto juga mengatakan pesawat EMB-314 Super Tucano akan berpatroli di perairan Ambalat untuk melihat dan memastikan tidak ada pelanggaran di wilayah NKRI.

"Hal rutin dilaksanakan dengan tujuan memastikan tidak adanya pelanggaran wilayah, khususnya perbatasan Indonesia dan Malaysia. Bila ada pesawat asing yang mencoba memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin akan dilakukan penindakan sesuai prosedur," kata dia.
 

  🛩
antara  

Kamis, 28 Oktober 2021

Australia and Indonesia Conduct Combined Maritime Patrol

 AUSINDO CORPAT 2021 https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj2gVKfCiJZRwjVAovWkaMw8p1rYiiKhPNU51zWE_ft_KGpjntuncqD42z8n6uCfKoh6GcTgO7M4_3vcnNMXzM9SxO6x8aKqRnMGlamTJu7JJ_Gn7lNHmBsia_dFMV9dSsiqkNyojbblq0JhZ0XvLW7rXfE2fWDV6NvyaDeFlo6sFZaTo3dwTwy4WCR=w400-h268KRI Sura, HMAS Ararat and KRI Kerapu sail together in a coordinated maritime security patrol as part of AUSINDO CORPAT 2021 (AusDoD)

The Royal Australian Navy (RAN) and the Indonesian Navy (TNI-AL) have completed a coordinated maritime patrol to enhance security along our shared maritime border as part of AUSINDO CORPAT 2021.

The five-day patrol conducted by Armidale Class Patrol Boat HMAS Ararat and TNI-AL vessels KRI Kerapu and KRI Sura was the eleventh iteration of AUSINDO CORPAT and reflected the enduring defence partnership between Australia and Indonesia.

AUSINDO CORPAT took place in the waters between Australia and Indonesia, with a specific focus on the deterrence of illegal fishing.

Commander of the Australian Fleet, Rear Admiral Mark Hammond, said the coordinated patrol demonstrated Australia’s enduring commitment to the Indo-Pacific region.

Indonesia is an essential partner for Australia. We share security challenges and a firm commitment to a rules-based maritime order, underpinned by adherence to international law,” Rear Admiral Hammond said.

AUSINDO CORPAT tested and proved our shared mariner skills, techniques and procedures and refined our ability to work together in cooperative maritime surveillance, security and interdiction.

By working together, we improve regional maritime security and promote a stable, inclusive and resilient region based on international law.

The coordinated patrol was conducted in a contactless manner to help prevent the spread of COVID-19.

  Aus DoD  

Kamis, 27 Mei 2021

Indonesia-Australia Kerjasama Operasi Gannet 5 Berantas IUU Fishing

Kedua negara terus menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktik ilegal yang berdampak pada kesejahteraan kedua negara termasuk illegal fishing Ilustrasi KN Tanjung Datu 301 Bakamla

Pemerintah Indonesia dan Australia meresmikan kerja sama maritim Operasi Gannet 5, yaitu patroli terkoordinasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perbatasan guna memberantas praktik ilegal yang merugikan kedua negara termasuk "illegal fishing" (penangkapan ikan ilegal).

Kerja sama patroli terkoordinasi itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar secara virtual, Senin, melibatkan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Australian Border Force (ABF), dan Australian Fisheries Management Authority (AFMA).

Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Antam Novambar menuturkan meski berada di tengah kondisi pandemi, Indonesia dan Australia terus melanjutkan komitmen untuk terus bekerja sama menciptakan stabilitas kawasan khususnya di wilayah perbatasan kedua negara.

"Melalui patroli terkoordinasi atau Operasi Gannet 5 yang melibatkan Australian Border Force (ABF), Maritime Border Command (MBC), Bakamla, dan PSDKP, kedua negara terus menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktik ilegal yang berdampak pada kesejahteraan kedua negara termasuk illegal fishing," katanya.

Menurut Antam, Operasi Gannet 5 merupakan bentuk konkret komitmen kedua negara dalam melaksanakan Indonesia-Australia Joint Declaration on Maritime Cooperation yang telah ditandatangani pada 2017.

Komandan MBC Laksamana Muda Mark Hill mengungkapkan Australia dan Indonesia memiliki kawasan perbatasan yang terpanjang di dunia sehingga memiliki risiko ancaman yang sama terkait keamanan dan keselamatan lautnya, termasuk migrasi ilegal, kejahatan transnasional dan illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing.

KM Orca 60044 KKP

Sebagai negara berdaulat, Indonesia dan Australia juga punya tantangan yurisdiksi, hingga pembagian informasi. Padahal, masalah yang terjadi bervariasi mulai dari eksploitasi sumber daya alam, penyelundupan obat terlarang hingga kegiatan terorisme, yang tidak bisa dibereskan oleh satu badan atau satu negara saja.

"Kerja sama ini akan memperkuat kerja sama Australia dan Indonesia dalam keamanan maritim, khususnya terkait IUU Fishing," katanya.

Sementara itu, Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla Tatit Eko Witjaksono menjelaskan patroli terkoordinasi antara Indonesia dan Australia telah dilakukan sejak 2013 dengan nama Operasi Shearwater. Namun, kala itu, patroli baru dilakukan antara Bakamla dan MBC, yang berada di bawah Australian Border Force (ABF).

Mulai 2017, KKP mulai bergabung dalam pelaksanaan patroli terkoordinasi tersebut dan pada 2018 operasi tersebut berganti nama menjadi Operasi Gannet.

"Pada awal terjadinya pandemi Covid-19 pada awal 2020, para pihak sepakat untuk menunda pelaksanaan Operasi Gannet untuk menghindari penularan virus. Tapi kini kita berhasil membuktikan kendala itu tidak mengurangi komitmen kita dalam menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perbatasan kedua negara," katanya.

Berdasarkan keterangan resmi ABF, disebutkan bahwa dalam Operasi Gannet 5, Bakamla akan mengerahkan kapal patroli KN Tanjung Datu-301, KKP akan mengoperasikan dua armada kapal yaitu Orca 4 dan KP Hiu 14 serta satu pesawat pemantau sedangkan ABF akan mengerahkan kapal patroli ABFC Cape Nelson, bersama dengan dua pesawat untuk melakukan pengawasan udara selama operasi tersebut.

  ★
antara  

Sabtu, 10 April 2021

TNI AU Gelar Patkor Malindo-21 Bersama AU Malaysia

✈️ F-16 TNI AU dan Hawk 108 TUDM Patroli Udara Bersama✈️ Patkor Malindo-21 [TNI AU]

Dua Pesawat tempur F-16 dari Skadud 16 Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin mewakili TNI Angkatan Udara dengan dua pesawat Hawk-108 dari Skadron 15 yang mewakili Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) gelar patroli udara terkoordinasi Malindo-21 di atas wilayah udara perairan Selat Malaka, Rabu (7/4/21).

Dengan menggunakan 2 pesawat tempur F-16 C/D dengan Callsign Rydder Flight, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi “Elanus” Kustoro awaki pesawat tempur F-16 langsung sebagai backseater dan pilot in command adalah Komandan Skadud 16 Wing 6 Letkol Pnb Andri “Harpy” Setyawan, S.T., MMOAS., sedangkan pesawat Wingman diawaki oleh Lettu Pnb Didik Firmansyah.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsm TNI Andi Kustoro mengatakan, bahwa Patkor Malindo adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan dalam jangka Waktu 1 tahun sekali, hal ini diselenggarakan atas kerjasama antara TNI-AU dengan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) di atas wilayah udara perairan selat malaka.

Paktor Malindo-21 diadakan sebagai bentuk Komitmen Angkatan Udara 2 negara dalam merekatkan hubungan baik yang telah terjalin sejak dulu dan membangun kerjasama yang baik serta solid dan membangun rasa saling menghargai dan menjaga wilayah selat malaka,” ungkap Andi Kustoro.

Lebih lanjut Marsma Andi Kustoro mengatakan, sebagai kawasan strategis bagi masing-masing negara, Patkor Malindo-21 juga diharapkan hadir sebagai momentum untuk menciptakan hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia yang lebih baik dalam cakupan aspek kehidupan yang lebih luas.

Salah satu tugas TNI Angkatan Udara adalah, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. Oleh karena itu maka menjadi kewajiban TNI AU untuk melindungi udaranya dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan wilayah NKRI,” ujar Andi Kustoro.

Selanjutnya Marsma Andi Kustoro mengatakan, Patkor Malindo ini akan terus digelar dan ditingkatkan, meskipun dibatasi akibat dampak Covid-19, kita berharap agar Covid-19 ini cepat berakhir, dan dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala.

  ✈️ TNI AU  

Senin, 15 Februari 2021

Operasi Garda Samudra 21

Digelar Dalam Rangka Mengamankan ALKI II Pesawat tempur Su-27/30 dan fregat KRI I Gusti Ngurah Rai 332 [Skadron udara 11]

Operasi yang bersandi Garda Samudra 21 merupakan operasi gabungan dalam mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesi (ALKI) II.

Pada hari rabu, 10 Februari 2021. Pesawat tempur Sukhoi 27/30 dari Skadron Udara 11 Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin melaksanakan patroli bersama dengan Unsur KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dari Komando Armada II Surabaya.

Operasi yang dilaksanakan ini merupakan bentuk interoperabilitas antara Unsur Tempur Sukhoi 27/30 dan Unsur KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum serta kedaulatan NKRI di wilayah ALKI II.

Simulasi penembakan chaff oleh KRI GNR-332 dan simulasi Serangan Udara oleh pesawat Sukhoi 27/30 merupakan bentuk keseriusan ke dua satuan Tempur dalam meningkatkan kemampuan untuk menjalankan tugas sebagai Garda Terdepan dan Benteng Terakhir NKRI.

Sebagai Leader Bajra Flight (Unsur Sukhoi 27/30) adalah Letkol Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana (Komandan Skadron Udara 11) sedangkan KRI I Gusti Ngurah Rai dipimpin langsung oleh Komandan Kapal Kolonel Laut (P) Sumarji Bimo Aji. Ikut onboard dalam KRI I Gusti Ngurah Rai, Komandan Gugus Tempur Laut KOARMADA II Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Rahardjo.

  Skadron Udara 11  

Minggu, 30 Agustus 2020

TNI AL Gelar Patroli Bersama di Selat Malaka

Bersama TLDM Komando Armada I (Koarmada I) menerjunkan KRI Sutanto-377 dalam Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malaysia-Indonesia (Malindo) 149/20 di Selat Malaka pada Sabtu (29/08/2020) bersama Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM). (Koarmada I)

TNI Angkatan Laut (AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) melaksanakan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malaysia-Indonesia (Malindo) 149/20 di Selat Malaka, Sabtu (29/08/2020).

Patroli tersebut bertujuan menjaga keamanan dan stabilitas kawasan yang selama ini menjadi jalur perdagangan internasional.

"TNI AL dalam hal ini Koarmada I terus membangun dan memelihara stabilitas di kawasan dengan melaksanakan peran diplomasi," ujar Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2020).

Dalam patroli tersebut, Koarmada I menerjunkan KRI Sutanto-377. Sementara, TLDM menurunkan kapal KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135.

Pada Patkor Malindo 149/20 sendiri, dilaksanakan juga latihan yang meliputi flaghoist exercise, flash exercise, maneuver exercise yang diakhiri dengan sail pass dengan saling memberi penghormatan antara KRI Sutanto-377 dan KD Laksamana Tun Abdul Jamil-135.

Setelah itu, kedua kapal langsung menuju sektor masing-masing di perairan Indonesia dan Malaysia untuk melanjutkan patroli terkoordinasi.

Rasyid menjelaskan, pelaksanaan patroli bersama dengan tentara laut Negeri Jiran itu berlangsung empat kali dalam setahun.

Ia menuturkan, dalam pengamanan kawasan Selat Malaka, Koarmada I memiliki wilayah kerja berbatasan langsung dengan lima negara tetangga.

Dengan demikian, kerja sama patroli tersebut diharapkan dapat menciptakan keamanan di Selat Malaka.

"Posisi strategis Selat Malaka yang merupakan salah satu choke points dari sembilan choke points di dunia, di mana Selat Malaka merupakan jalur pelayaran," kata dia.

"Di samping itu, juga menjadi jalur perdagangan international yang memiliki lalu lintas terpadat," lanjut Rasyid.

Ia menambahkan, TNI AL terus berkomitmen memberikan jaminan rasa aman kepada pengguna Selat Malaka dari berbagai macam kerawanan dan tindakan merugikan.

Adapun, kerawanan yang berpotensi di daerah perbatasan di antaranya adalah penyelundupan, pelanggaran hukum dengan kekerasan dan penyelundupan komoditi narkoba yang masih marak terjadi.

"Hal ini harus dihadapi bersama-sama dengan melakukan kerja sama dengan negara tetangga, karena pelanggaran dan permasalahan stabilitas ini selalu melibatkan dan berdampak langsung terhadap negara-negara tetangga," ungkap Rasyid.

  ★ Kompas  

Rabu, 17 Juni 2020

KRI Teuku Umar 385 TNI Latihan Perang Bareng India

 https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/06/16/5ee8ab3ad8f98-viva-militer-kri-teuku-umar-385_665_374.jpgKRI Teuku Umar 385

Sebagai bentuk implementasi kebijakan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dalam menciptakan situasi kondusif, KRI Teuku Umar 385 dikirim ke wilayah perbatasan melalui diplomasi Angkatan Laut untuk melakukan latihan bersama dengan Angkatan Laut India.

Kegiatan latihan rutin yang dilakukan TNI AL melalui Guskamla Koarmada I sebagai bentuk kerjasama bilateral antara Indonesia dan India melalui Patroli Terkoordinasi India-Indonesia (Patkor Indindo-35/20).

Bersama dengan satu kapal AL milik India INS Kulish P-63, KRI Teuku Umar 385 laksanakan kegiatan Rendezvous atau RV (tugas patroli bertemu) dan latihan bersama. Tidak hanya itu, kedua kapal perang ini juga melangsungkan patroli laut guna mengamankan wilayah masing-masing.

VIVA Militer: KRI Teuku Umar 385 Jalani Latihan Bersama Kapal Perang IndiaKRI Teuku Umar 385 Jalani Latihan Bersama Kapal Perang India

Kegiatan latihan RV berlangsung selama dua hari terhitung sejak Senin 15 Juni 2020 hingga Selasa 16 Juni 2020. Berada di bawah Guskamla Koarmada I, KRI Teuku Umar 385 dipimpin oleh Komandan KRI atas nama Letkol Laut (P) Nyoman Gede Pradnyana dalam melasanakan sesi latihan INS Kulish P-63.

Menurut informasi yang diterima dari akun Instagram TNI AL Selasa 16 Juni 2020, sesi latihan yang dilakukan kedua kapal perang itu meliputi Commcheck, SURFEX-991 (latihan prosedur identifikasi kontak/hailing), MISCEX-830 (latihan manuver taktis), Photoex.

Selain itu mereka juga melaksanakan Flaghoist Drill (latihan pengibaran bendera morse), MISCEX-805 (latihan prosedur pembekalan di laut), dan Steam Fast (peran parade atau penghormatan antar kapal).

VIVA Militer: KRI Teuku Umar 385 Jalani Latihan Bersama Kapal Perang IndiaKRI Teuku Umar 385 Jalani Latihan Bersama Kapal Perang India

Saya berharap agar setiap prajurit senantiasa menampilkan performa terbaiknya dalam setiap event dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh,” kata Komandan Guskamla I, Laksma TNI Yayan Sofiyan.

Pangkoarmada I, Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono juga menyampaikan bahwa kegiatan Patkor Indindo-35/20 yang sedang dilaksanakan ini adalah sebagai salah satu komitmen Indonesia, khususnya TNI AL.

Sehingga kegiatan latihan ini dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia dan India, serta menjalankan peran TNI AL dalam bidang diplomasi internasional.

 ♖ VIVAnews  

Kamis, 05 Desember 2019

TNI AL Kirim 2 Kapal Perang Patroli di Selat Malaka

Kerjasama Jaga Keamanan Selat Malaka Patroli Koordinasi Malaysia dan Indonesia atau Patkor Malindo 146/19 antara TNI AL dan TLDM resmi digelar di Mako Lantamal l Belawan-Sumatera Utara. (CNN Indonesia/FNR)

P
atroli Koordinasi Malaysia-Indonesia atau Patkor Malindo 146/19 antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) resmi digelar di Mako Lantamal l Belawan-Sumatera Utara, Rabu (04/11/19). Kerja sama patroli koordinasi antara unsur TNI AL dengan TLDM dijalin demi meningkatkan keamanan di Selat Malaka.

Pada Patkor Malindo 146/19 kali ini, TNI AL melibatkan dua kapal perang yakni KRI Siwar-646 dan KRI Lepu-861. Sedangkan pihak TLDM mengirimkan dua kapal perang antara lain KD Laksamana Hang Nadim-134 dan KD Laksamana Tan Pusmah-137 yang telah tiba di Dermaga Lantamal l Belawan.

"Patkor Malindo 146/19 akan dilaksanakan selama 12 hari dan ditutup pada 17 Desember 2019 di Malaysia," kata Asops Danguskamla (Asisten Staf Operasi Gugus Keamanan Laut) Armada I Kol. Laut (P) Harry Setiawan di Mako Lantamal l.

Harry mengatakan posisi strategis Selat Malaka merupakan salah satu dari sembilan choke points atau titik sempit di dunia. Selat Malaka merupakan jalur pelayaran, di samping itu juga menjadi jalur perdagangan internasional yang memiliki lalu lintas terpadat.

"Kegiatan Patkor Malindo yang selama ini dilaksanakan selalu mampu mencapai sasaran operasi yakni menjamin keamanan perairan Selat Malaka," ungkapnya.

Harry mengatakan peningkatan kerja sama dan koordinasi terus ditingkatkan menyesuaikan perkembangan lingkungan strategis dan kompleksitas permasalahan laut, terutama di Selat Malaka.

"Unsur laut Patkor Malindo akan tetap berpedoman pada protap dan saling berkoordinasi selama pelaksanaan operasi serta mengutamakan keselamatan di dalam melaksanakan tugas," paparnya.

Ketua Gugus Tugas (KGT) TLDM Commander Mochamad Khairun bin Zakaria TLDM mengatakan Patkor Malindo dilakukan sejak lama dan melibatkan banyak kapal perang antara kedua negara.

"Ini diharapkan mampu menangani segala ancaman di Wilayah Selat Malaka. Kita ingin mengakrabkan dan meningkatkan hubungan baik antara kedua negara serta mengakrabkan seluruh personel kapal perang yang terlibat langsung," ujarnya. (fnr/gil)

  CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...