Tampilkan postingan dengan label Koopssus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koopssus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2024

Koopssus TNI dan USSOCOM Akan Gelar Latma Libatkan Drone

https://cdn.indonesiadefense.com/wp-content/uploads/2024/08/Koopssus-TNI.jpegKomandan USSOCOM, Jenderal Bryan P. Fenton, beserta delegasi melakukan kunjungan kehormatan ke Mako Koopssus TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/08/2024). (Puspen TNI)

Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI) dan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (USSOCOM) merencanakan akan menggelar latihan bersama (Latma) yang melibatkan penggunaan drone untuk meningkatkan profesionalitas dan kemampuan operasional prajurit dari kedua negara.

Hal ini dipastikan saat Komandan USSOCOM, Jenderal Bryan P. Fenton, beserta delegasi melakukan kunjungan kehormatan ke Mako Koopssus TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/08/2024).

Komandan Koopssus TNI, Mayjen TNI Suhardi bersama para pejabat utama Koopssus TNI dengan hangat menyambut kedatangan Jenderal Bryan P. Fenton beserta rombongan. Kunjungan ini dilaksanakan dalam suasana yang sangat akrab, mencerminkan hubungan baik antara pasukan khusus kedua negara.

Ke depan kami berharap melalui kerja sama ini, hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat akan semakin erat dan bermanfaat bagi keamanan dan stabilitas regional,” kata Komandan Koopssus TNI, Mayjen TNI Suhardi. (rr)

  ★ IDM  

Rabu, 08 November 2023

Koopssus TNI Latihan Bebaskan Dua Orang Warga Negara Asing

https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/693/2023/11/07/57c2198c505684988790b5bf1a029eea-2807231719.jpgOperasi latihan pembebasan sandera yang dilakukan oleh Koopssus TNI. (Puspen TNI)

Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar Operasi Pembebasan sandera dua orang warga negara asing bertempat di kawasan hutan gunung daerah Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 7 November 2023.

Didapatkan informasi bahwa dua orang warga negara asing yang sedang melaksanakan penelitian di kawasan gunung Tangkuban Perahu disendera oleh kelompok teroris yang menamakan dirinya "Laskar Burangrangrang Merdeka" (LBM) yang diduga berafiliasi dengan ISIS. Mendapat informasi ini, Komando atas mengeluarkan perintah direktif untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Operasi pembebasan sandera ini merupakan skenario dari Latihan Aksi Khusus Komando Operasi Khusus TNI Semester II Tahun 2023 yang dilaksanakan di daerah latihan Kopassus Situ Lembang dengan melibatkan pasukan elit Tri Matra yaitu Sat 81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, serta Sat Bravo 90 Kopasgat TNI AU.

Adapun latihan yang ditampilkan adalah teknik dan taktik infiltrasi darat dan udara, teknik menembak reaksi, teknik dan taktik pertempuran jarak dekat, teknik dan taktik perebutan cepat, operasi pembebasan sandera, teknik prosedur evakuasi, teknik eksfiltrasi, dan teknik menembak runduk, semua dapat dilakukan dengan sempurna.

Wadan Koopssus TNI Brigjen TNI (Mar) Supriyono selaku wakil Direktur Latihan (Wadirlat) mengatakan latihan ini merupakan wujud Sinergitas Tri Matra dalam rangka kesiapan dalam melakaanakan operasi-operasi khusus secara terpadu, terintegrasi dan profesionalisme dan siap digerakkan setiap saat. "Tidak ada prajurit yang profesional terbentuk tanpa latihan," tegasnya saat membacakan amanat Komandan Koopsus TNI Mayjen TNI Joko Putranto saat menutup latihan.

Lebih lanjut dia mengatakan, "Dedikasi semangat dan loyalitas yang telah ditunjukkan oleh prajurit dalam latihan ini merupakan bentuk pengabdian bagi kepentingan TNI sekaligus pertanggungjawaban TNI kepada negara, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengasah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki melalui metode latihan." ***

 ♖
Jakarta Daily  

Sabtu, 02 September 2023

Mahir Bertempur Jarak Dekat dan Terjun Tempur, Elemen Penting Pasukan Khusus

 Super Garuda Shield 2023https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYHeA2P_0cSiJ3vQdYtFzqpHqu36pR2IbYOlzL_9IB3Ws1OQws67nc36JICOMcOlAsjQaIR9bkIJDpYer7Kkg7WRPtzSeNkKy5Z3v9EvIKiFMqxEdl2i_dJr3lUDgr6k-TSxcizaC63PjQg2EPkGGiosojkyFFrgH--iK1_nHcru2R8lG5CWheRZWlBssU/s700/Koopsus-TNI-da-US.jpegLatihan Close Quarter Battle oleh Koopssus TNI dan pasukan khusus dari Amerika. (Dok. Puspen TNI)

Pasukan khusus dari TNI dan US yang terlibat dalam latihan gabungan bersama Super Garuda Shield tahun 2023, menggelar latihan Close Quarter Battle (CQB) yang melatihkan taktik pertempuran jarak dekat, bertempat di Lanudal Juanda Surabaya Jawa Timur, Rabu (30/8/2023).

Latihan yang merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel dari kedua negara, melatihkan pertempuran yang dilakukan dalam jarak dekat yang bersifat agresif dan dadakan. Kecepatan, kekerasan, dan daya kejut yang luar biasa menjadi modal utama setiap prajurit khusus dalam melaksanakan pertempuran jarak dekat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3JW0YhO_w54OIDuL1XB9SWppO0KEEwGuDFQUcd2HuHUYwooJtPmjnzDvGfpil6WJytvGArc-ISA-OLKfrl04V-dwuIj-BLd8qSZ7E2sh8SsVPdJh8GZaVfVc-_DXa6Tmk09GFz_nYdlwWFpxOz8TR_liuWYnw8_5Hxnb3EFWUnQ155pQP7RInPoZGWiEq/s700/free-fall.jpegSebelum pelaksanaan latihan CQB, prajurit Koopssus TNI dan pasukan khusus dari US, Australia dan Jepang menggelar latihan penerjunan free fall, dengan menggunakan UH60 Blackhawk dari Bandara Belimbing Sari Jawa Timur.

Kegiatan ini merupakan persiapan untuk melaksanakan Combat Free Fall, merupakan taktik yang dilaksanakan untuk melakukan pendekatan pada sasaran tanpa diketahui oleh lawan sehingga dapat menguasai sasaran sesegera mungkin.

 ♖
Koran Progresif  

Sabtu, 24 Juni 2023

Selasa, 14 Maret 2023

Latihan Penanggulangan Terorisme Malindo Darsasa 11AB/2023 Resmi Dibuka

Di Pahang, MalaysiaPasukan khusus Indonesia dan Malaysia (twitter Jatosint) 🗡

Asisten Ketua Staf (AKS J3) Mejar Jeneral Dato’ Nur Hafiz bin Abdul Karim didampingi oleh Asops Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi, secara resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malindo Darsasa-11AB/2023 yang diikuti sebanyak 610 personel (149 personel TNI dan 461 personel ATM), bertempat di Kem PKLN Semarak, Pahang, Malaysia, Senin (13/3/2023).

Dalam sambutannya AKS J3 Mejar Jeneral Dato’ Nur Hafiz bin Abdul Karim mengatakan bahwa, Latgabma Malindo memiliki sasaran objektif untuk mewujudkan dan meningkatkan kemampuan serta interoperability dalam melaksanakan operasi bersama penanggulangan terorisme dan berusaha untuk mengaplikasikan serta memantapkan pemahaman prosedur keselamatan pasukan kedua negara.

Saya percaya melalui Latgabma ini, kedua pihak akan dapat berbagi ilmu pengetahuan, kemampuan serta pertukaran informasi di antara Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dan TNI”, ungkap Mejar Jeneral Dato’ Nur Hafiz.

Dalam kesempatan tersebut Asops Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi menyampaikan bahwa, secara geografis dan demografis Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan persaudaraan yang sangat erat, maka perlu adanya sebuah mekanisme kerjasama yang solid antara ATM dan TNI.

Kita bersama harus mampu membangun sebuah jaringan (network) yang terstruktur dengan baik di bidang operasi gabungan bersama khususnya dalam operasi Counter Terorisme (CT)”, Kata Mayjen TNI Agus.

Lebih lanjut dikatakan oleh Mayor Jenderal TNI Agus Suhardi bahwa, penyelenggaraan latihan kali ini berfokus pada operasi gabungan bersama pemberantasan terorisme.

Kita akan saling berbagi dan mengambil pelajaran berharga dari berbagai macam latihan yang telah dilaksanakan, sehingga apabila suatu ketika, pada keadaan sebenarnya, kita dituntut untuk terjun menghadapi tantangan yang timbul, TNI dan ATM siap bekerja sama sesuai dengan protap Malindo yang telah disepakati”, tutup Asops Panglima TNI.

  💂 Indonesia Daily  

Sabtu, 04 Maret 2023

Koopssus Akan Latihan Bersama Pasukan Khusus Tentera Malaysia

 Malindo Darsasa 11AB/2023Koopssus

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) akan mengerahkan 131 Pasukan Khusus TNI yang terdiri dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Kopasgat TNI AU dalam latihan gabungan bersama antara Malaysia dan Indonesia atau Malindo Darsasa 11AB/2023.

131 Pasukan khusus TNI yang akan dikirim dalam latihan bersama dengan Pasukan Khusus Tentera Diraja Malaysia itu baru saja menerima pembekalan materi latihan berupa FTX, Encap, Medcap di Mako Koopssus TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada hari Kamis, 2 Maret 2023 kemarin.

Pembekalan materi Malindo Darsasa 11AB/2023 itu disampaikan secara langsung oleh Wakil Komandan Pasukan Khusus (Wadan Passus) TNI, Brigjen TNI Marinir Supriyono yang ditunjuk sebagai Direktur Latihan.

Dalam kesempatan tersebut, Wadan Koopssus TNI Brigjen TNI Marinir Supriyono menyampaikan penekanan kepada peserta latihan bahwa latihan gabungan Malindo Darsasa antara Pasukan Khusus (Passus) TNI & Passus Angkatan Tentera Malaysia (ATM), merupakan latihan yang kesekian kalinya dilakukan bersama-sama dalam rangka mempererat hubungan kerjasama dan silaturahmi antar kedua Passus negara Indonesia-Malaysia.

"Prajurit Passus TNI harus bisa menjaga nama baik Indonesia, sebagai duta bangsa dan harus bisa menghormati budaya kearifan lokal," kata Wadan Passus TNI Brigjen TNI (Mar) Supriyono dalam keterangan resminya yang diterima VIVA Militer, Jum'at, 3 Maret 2023.

Brigjen TNI Marinir Supriyono pun berpesan kepada para prajurit TNI yang diutus dalam Latma Malindo 2023 agar jangan merasa paling hebat, walaupun Passus TNI mampu menjadi yang terbaik, tetaplah merendah dan membumi.

Yang terpenting dalam setiap kegiatan latihan adalah keamanan personil yang utama, selain material. Setiap personil (team) harus saling mengingatkan satu sama lainya dan setiap mulai/selesai kegiatan harus diawali dan diakhiri dengan berdoa, sehingga tidak ada kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan,” ujarnya.

  💂 Vivanews  

Sabtu, 16 Juli 2022

Koopssus TNI

Pasukan Gabungan 3 Matra Senilai Rp 1,5 TriliunKoopssus

Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia atau Koopssus TNI tidak lama lagi akan berulang tahun. Unit komando pasukan elite TNI ini genap berusia 3 tahun pada 30 Juli 2022 mendatang.

Koopssus TNI resmi dibentuk pada 30 Juli 2019 era Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Pembentukan satuan elite gabungan tiga matra ini didasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia yang diteken Presiden Joko Widodo pada 3 Juli 2019.

"Koopssus TNI melengkapi jajaran satuan elite yang telah dimiliki TNI sebagai satuan elite," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat peresmian Koopssus di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur seperti dilansir Antara.

Menurut Perpres Nomor 42 Tahun 2019, Koopssus TNI bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Kecepatan gerak ini sangat penting guna meningkatkan efektivitas TNI dalam merespons operasi khusus. Karena sebelumnya, Mabes TNI harus terlebih dahulu meminta pasukan kepada masing-masing matra dalam proses pelaksanaan operasi khusus.

Untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai satuan elite TNI tersebut, berikut ini fakta-fakta Koopssus TNI:

  1. Sama dengan Koopssusgab Bentukan Moeldok

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat peresmian Koopssus TNI pada 30 Juli 2019 menyatakan bahwa satuan elite ini dibentuk sebagai bagian peran serta TNI dalam upaya pemberantasan aksi terorisme sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Hadi mengamini bahwa Koopssus TNI sama sepertiKoopssusgab TNI yang diinisiasi oleh Jenderal (Purn) Moeldoko saat menjabat sebagai Panglima TNI.

Untuk diketahui, Koopssusgab diresmikan pada 9 Juni 2015 oleh Moeldoko. Pasukan berjumlah 90 prajurit pilihan ini bisa diturunkan secara cepat ketika terjadi situasi genting menyangkut terorisme. Tugas-tugas yang ditangani Koopssusgab sifatnya extraordinary operation. Namun kemudian status satuan ini dibekukan.

"Saat itu belum ada Undang-Undangnya dan sekarang sudah ada UU-nya Keputusan Presiden dan Peraturan Presiden-nya untuk pembentukan Koopssus TNI," ujar Hadi kepada wartawan pada saat peresmian Koopssus TNI.

  2. Berasal dari Pasukan Elite 3 Matra 

Koopssus TNI beranggotakan 500 prajurit. Terdiri dari satu kompi pasukan penindak (100 personel) dan 400 personel pendukung gabungan dari dari Angkatan Darat (TNI AD), Angkatan Laut (TNI AL), dan Angkatan Udara (AU). Satuan ini sewaktu-waktu dapat digunakan oleh Panglima TNI atas perintah Presiden.

"Perlu saya tegaskan dengan dibentuknya Koopssus TNI, bukan berarti menihilkan peran pasukan khusus matra masing-masing. Namun justru saya ingin mensinergikan pelaksanaan tugas TNI secara gabungan, sebagaimana doktrin Tri Matra Terpadu Tri Dharma Eka Karma," tutur Hadi, Selasa (30/7/2019).

Menurut Hadi dalam siaran persnya, Koopssus TNI membawahi operasi menggunakan tiga matra tapi dalam operasinya sesuai dengan tugas masing-masing matra, termasuk dalam mengatasi aksi terorisme. Pasukan ini bermarkas Gedung Mako Koopssus TNI di Kompleks Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

  3. Anggaran Koopssus TNI Rp 1,5 Triliun 

Pada September 2018, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajukan anggaran untuk 2019 sebesar Rp 107 triliun. Sebanyak Rp 1,5 triliun di antaranya dialokasikan untuk pembentukan Koopssus TNI.

"Alokasi anggaran untuk Koopssus TNI mencakup pembangunan sarana dan prasarana, pembelian material khusus, senjata, dan lainnya," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sebagai satuan baru, kata Hadi, Koopssus TNI harus membangun sistem efektif dan modern dengan menggabungkan kekuatan kinetik dan nonkinetik. Dengan begitu, Koopssus dapat menuntaskan setiap tugas yang diberikan dengan cepat, akurat, dan tingkat keberhasilan yang tinggi.

  4. Mengawal Penjemputan WNI dari Wuhan, China 

Sejak awal dibentuk, Koopssus TNI sudah menunjukkan kiprahnya dalam menangani Covid-19. Salah satunya mengawal dan mengamankan penjemputan WNI dari Wuhan, kota yang pertama kali muncul kasus virus corona.

Menurut Hadi, TNI memantau pergerakan pesawat Batik Air tipe Airbus A330-300 yang dipakai menjemput 250 WNI pada 1 Februari 2020. Setelah mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, WNI dari Wuhan langsung masuk ke pesawat milik TNI AU untuk dievakuasi ke Pulau Natuna sebagai pusat karantina waktu itu.

  5. Dipimpin oleh Pati Bintang 2 

Berdasarkan Perpres 42 Tahun 2019, Koopssus TNI dipimpin oleh Komandan Koopssus TNI. Dankoopssus TNI berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kasum TNI. Dalam menjalankan tugasnya, Dankoopssus TNI dibantu oleh Wakil Komandan Koopssus TNI atau Wadankoopssus TNI.

Dalam lampiran Perpres disebutkan bahwa Dankoopssus TNI dijabat oleh perwira tinggi bintang 2, sementara Wadankoopssus TNI dijabat oleh perwira tinggi bintang 1.

Saat ini Dankoopssus dijabat oleh Mayjen Joko Purwo Putranto, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1990 yang berpengalaman dalam Infanteri Baret Merah (Kopassus). (abd)

  💂 sindonews  

Senin, 27 Juni 2022

TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme

Di tinjau Dankoopssus TNI bersama Wadan Korps MarinirKoopssus

Wakil Komandan Korps Marinir (Wadankormar) Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP bersama Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Joko.P. Putranto meninjau langsung Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI Semester I TA 2022 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (21/06/2022).

Sebelumnya Latihan Satgultor TNI ini sudah berlangsung dari tanggal 15 sd 17 Juni 2022 dalam bentuk Gladi Posko dan pada pagi ini tanggal 21 Juni 2022 pelaksanaan latihan yang berlangsung di Kawasan Ancol Jakarta Utara dan nanti malam di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI Semester I TA 2022 ini melibatkan beberapa satuan elite TNI yang tergabung dalam Satuan Gultor TNI dari Satuan 81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo Kopasgat TNI AU.

Latihan ini mengambil tema “Satgultor TNI Melaksanakan Operasi Penanggulangan Aksi Terorisme Di Wilayah DKI Jakarta Dan Sekitarnya Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI.”

  💂
Pelopor Wiratama  

Minggu, 22 Agustus 2021

[Video] Tim Koopssus TNI Kawal Pemulangan WNI dari Kabul

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbboTBpmP4KgOVqZWLy06coG_tOKmcYGnjCdzqwvUiG-KE7EhblNIRcK1GJsg7fuEVBp-W-u4w0XpuKJDNXutHe06w25yGlic4YIxdyb66WNiVL0xcRlORCaTF3nxvovTTWQNHzUSJr67J/s640/Evakuasi+WNI+Kabul+snapshotp.jpgBoeing 737 seri 400, Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma yang terbang dengan sinyal 'Kencana Zero Four'

Kepala Staf TNI AU (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengaku bangga atas keberhasilan jajarannya dalam mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan.

Menurut Fadjar, kehebatan pasukan elite TNI AU dalam misi evakuasi tersebut telah menunjukkan kerja nyata dan profesional, meskipun waktu persiapannya relatif singkat.

"Saya sangat bangga kepada kalian semua, karena dengan persiapan yang begitu cepat kalian mampu menunjukkan profesionalisme," kata Fadjar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/8/2021).

"Ini merupakan kebanggaan bagi seorang prajurit yang sukses melaksanakan tugas operasi dan kembali dalam keadaan selamat," sambungnya.

Lebih lanjut, Fadjar berharap kerja profesional yang berbuah kesuksesan tersebut dapat menjadi contoh bagi anggota TNI AU lainnya.

"Meskipun dalam situasi yang tidak menentu, kalian dapat melaksanakan tugas operasi dengan sangat baik. Ini bisa jadi contoh bagi prajurit lainnya," terangnya.

Selain WNI yang berjumlah 26 orang, operasi kemanusiaan tersebut juga berhasil mengevakuasi lima warga negara Filipina dan dua warga negara Afghanistan dari Bandara Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan.

Lalu, armada yang digunakan untuk misi itu adalah pesawat militer TNI AU Boeing 737 seri 400, Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma yang terbang dengan sinyal 'Kencana Zero Four'.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2LYYJ5-XUtYNnzhrxBcszySB9bUKCDBoW0D_awtJd1n_u0IebNW1uEMzma5G4Pheyn1WFWgGfO5tml6PD5h3IOX8SCjljxvoXKd1iHeT7QK2KfkZk2cjL7E4dc4DmZIohhZ_MNlfs2rUn/s1024/Six+personnel+from+Air+Force+%2523TNIAU+special+force+unit+%2527Satbravo+90%2527.jpgSementara itu, prajurit TNI AU yang terlibat dalam evakuasi tersebut, yaitu Satbravo-90 Paskhas.

Adapun Satbravo-90 Pashkas adalah satuan antiteror milik Paskhas TNI AU. Sedangkan Paskhas sendiri merupakan pasukan elite yang dimiliki TNI AU.

Pesawat yang mengangkut para WNI di Afghanistan itu diterbangkan oleh Letkol Pnb Ludwig Bayu dan Mayor Pnb Mulyo.

Enam awak pesawat lainnya yang bertugas, yaitu Kapten Pnb Sang Made K Y, Lettu Pnb R P Pratama A, Lettu Pnb Andhika, Letda Tek Suparno, Letda Tek Yusuf Affandi, Letda Andromeda, Serka Priyan Wahyu, Serka Riyan Agieta, Serka Budi R, dan Pratu Yulio A.

Sementara itu, enam anggota Satbravo-90 Paskhas yang terlibat dalam evakuasi, yaitu Kapten Pas Galih Pinto Nugroho, Serda Trenggono, Serda Yudi Aji Widagdo, Kopda Umar Haris, Praka Aidil Artawijaya, dan Praka Ilham Dwi Laksana.

Tim evakuasi secara keseluruhan terdiri atas prajurit TNI, anggota Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam konferensi pers, Sabtu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa pemilihan pesawat militer dalam proses evakuasi tersebut semata-mata demi memastikan keamanan dan keselamatan WNI.


 ♖ Kompas  

Minggu, 23 Mei 2021

Sekilas Rantis Koopssus

Inkas Sentry APC Foto viral kendaraan taktis Koopssus TNI show of force di depan markas FPI di Petamburan [Screenshot video viral]

S
empat viral tahun lalu di medsos, kendaraan taktis lapis baja Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI melintas di Jl KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, yaitu Sentry APC buatan dari Inkas, Kanada.

Pada kendaraan taktis tersebut tertulis 'Koopssus TNI'. Merupakan pasukan elite dari tiga matra di TNI, yakni Den-81 Kopassus, Den-Jaka Marinir, dan Sat-Bravo Paskhas.

Inkas Armoured Vehicle Manufacturing juga ahli mengubah segala jenis mobil sipil menjadi kendaraan lapis baja yang aman.Dan spesialis pembuat kendaraan lapis baja khusus untuk berbagai keperluan bukan hanya militer, termasuk sebagai kendaraan pengantar uang dan barang berharga.

Mengutip detik, Sentry APC, merupakan kendaraan taktis dengan model Sentry APC (RHD), body style Special Purpose, Armor Level BR6, bertransmisi 6 speed automatic yang dikawinkan dengan mesin 6.7 liter Diesel V8 hasilnya mobil ini bakal mampu menyemburkan 362 tenaga kuda di 4.750 RPM, dengan penggerak roda 4WD.

Soal dimensi mobil ini memiliki panjang 5.969 mm, lebar 2.514 mm dan tinggi mencapai 2.489 mm, bersama dengan wheel base 3.576 mm.

Rantis Koopssus TNI buatan Inkas Kanada [Istimewa]

Sentry APC memiliki kapasitas penumpang 8 penumpang, dengan memiliki fuel capacity mencapai 151 liter.

Sebagai kendaraan dengan kemampuan offroad, dibekali winch yang punya kapasitas 8 ton.

Rantis ini mengadopsi kemudi di kanan dan dibangun dari sasis Ford. Beberapa fitur yang ada di rantis tersebut mencakup advanced door locking systems, gun ports, escape hatches, dan roof mounted turret.

Kendaraan ini dipasangi televisi pemantau serta sejumlah peralatan teknologi informasi lainnya. Selain versi militer, Inkas juga memproduksi Sentry dalam varian sipil.

 
Garuda Militer  

Rabu, 25 November 2020

338 Personel Pasukan Khusus TNI Latihan di Perairan Selat Malaka

Menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_Mhymxv3LHOcBhEPjHGgFOkhGd2ov2YkyefymakQhIwxxH_D7FmnTBWDSTBSJcYIQN1oHb9a2MW0pbdiwZTWYY5r2ejwkcfrpE72uHBCrVio0MrfXu0-tyX9rCzUvBdb5Zpwt1Qm_WkU/s1600/Screenshot_2020-11-24-21-06-51-80.jpgKoopssus TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen Pertahanan Negara, tidak akan membiarkan terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat.

"Oleh karenanya, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan daya cegah dan daya tangkal serta kecepatan bertindak dalam menanggulangi terjadinya aksi terorisme," kata Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon saat memimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Penanggulangan Anti-Teror (Latgultor) Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, di Pelabuhan JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.

Richard mengatakan, latar belakang diselenggarakan latihan penanggulangan teror aksi khusus dalam rangka pengamanan VVIP TA 2020 adalah, sebagai implementasi strategis untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teror terhadap para Pejabat VVIP, salah satunya adalah Presiden dan Wakil Presiden RI serta tamu VVIP setingkat Kepala Negara atau Presiden dan Wakil Presiden negara sahabat sebagai wujud menjaga kehormatan dan kedaulatan NKRI.

"Ini juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas TNI, menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI untuk melaksanakan Operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi dan juga untuk memberi rasa tenang, aman dan nyaman bagi seluruh warga," papar Richard.

Mantan Wakil Danjen Kopassus ini mengatakan, aksi terorisme adalah "act of war" (bentuk perang), sehingga TNI harus siap mulai dari penangkalan, penindakan, sampai dengan pemulihan.

"Terorisme adalah salah satu hideouse crime (kejahatan yang mengerikan), hal ini bisa terjadi setiap saat termasuk pada situasi pandemik COVID-19 seperti saat ini," ujarnya.

Komandan Koopssus TNI menerangkan bahwa terorisme tidak hanya menjadi ancaman bagi Indonesia saja, akan tetapi menjadi ancaman global, terbukti tidak saja menimbulkan korban jiwa yang cukup besar.

"Terorisme juga menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan bagi masyarakat, serta menimbulkan dampak negatif yang cukup luas terhadap berbagai aspek kehidupan," ucap Richard.

Latihan Penanggulangan Teror Sataksus TNI dalam Rangka Pengamanan VVIP TA 2020, diselenggarakan oleh Koopssus TNI, melibatkan 338 Personel di antaranya dari Satuan 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Detasemen Bravo (Denbravo) 90 Paskhas TNI AU.

Keberangkatan Sataksus TNI menuju Medan Latihan akan dipusatkan di wilayah sekitaran Perairan Selat Malaka, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

 ♖ antara  

Rabu, 12 Agustus 2020

Koopssus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme Ancaman Senjata Biologi

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAYpOzpeUGsk23fyOt35lKI3Z9SL2J7nigJGFriQPvXJxaPps-30JXoH0z_RjirWQ-QThoBNCUn-jvYMjYrlgC0ycyiMKJ00G3FjU1wMO5xHb3pAYWTIhIK8MpCXl_jUzH-NgdyPWHZkkM/s1000/koopsus11386.jpgKomando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).(Dokumen Puspen Mabes TNI)

Komando Operasi Khusus ( Koopssus) TNI menggelar latihan penanggulangan terorisme yang digelar di PT Indonesia Power, Banten, Selasa (11/8/2020).

Latihan tersebut melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme (Satgultor) TNI yang terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI AL, dan Satuan Bravo-90 (Satbravo-90) Paskhas TNI AU.

"Latihan ini juga melibatkan Kompi Nubika Pusziad yang memiliki kemampuan dekontaminasi terhadap personel maupun ruangan/tempat serta alat-peralatan yang digunakan baik oleh teroris maupun Satuan Gultor TNI," ujar Kabidpenum Puspen TNI, Letkol Sus Aidil dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

https://i2.wp.com/topikonline.co.id/wp-content/uploads/2020/08/IMG_20200811_171054.jpg?fit=640%2C324&ssl=1Dalam latihan penanggulangan terorisme kali ini, kelompok teroris melakukan aksinya dengan menggunakan ancaman senjata biologi termasuk memanfaatkan Virus Covid-19 dan aksi teroris dilaksanakan pada saat Pandemi Virus sedang terjadi.

Latihan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Geladi Posko dan Lapangan. Geladi Posko dilaksanakan selama dua hari, yakni sejak 5 hingga 6 Agustus 2020 yang digelar di Mako Koopssus TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Sementara tahap kedua, yakni Geladi Lapangan tanggal 10-11 Agustus 2020 di Dermaga Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpFT1m4xZzzwTQ8rRuHDNfNFtg8bB5obYScbm-DVYNda_jSFn284nIK44PiLjm1XxlZ6rqwpixZnlNbE1IlS_RQ1m1cRRfxm-d3bOfE0_eixYQWhHnnKecx11qro7hBAm-hE50lk2v5x8p/s600/koopsus+9e891b_1.jpgLatihan Satgultor TNI dipimpin langsung oleh Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard Tampubolon selaku direktur latihan.

Richard mengatakan latihan kali ini bertujuan untuk melatih kesiapsiagaan Satgultor TNI. Termasuk untuk melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang akan terjadi.

"Khususnya teroris yang melakukan aksinya dengan menggunakan senjata biologi maupun saat terjadi Pandemi Virus Covid-19," kata dia.

Ia mengatakan, latihan ini juga merupakan wujud tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan setiap saat, setiap tempat dan keadaan bagaimanapun juga.

"Satuan Penanggulangan Teror TNI akan terus berlatih dan mengasah kemampuannya guna siap siaga setiap saat," tegas dia.

 ♖ Kompas  

Jumat, 12 Juni 2020

Markas Koopssus Di Resmikan

Panglima TNI Harap Jadi Pemacu Prestasi Tiap Tugas Operasi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meresmikan gedung markas Komando Operasi Khusus (Koopssus) yang berlokasi di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (11/6/2020). [TNI]

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengharapkan satuan Komando Operasi Khusus ( Koopssus) TNI bisa termotivasi untuk mengukir prestasi setelah resmi mempunyai gedung markas komando (mako) yang berlokasi di Mabes TNI, Jakarta.

Adapun peresmian Mako Koopssus diresmikan langsung oleh Panglima TNI dengan ditandai penandatanganan prasasti pada Kamis (11/6/2020).

"Dengan diresmikannya Gedung Mako Koopssus TNI, harus menjadi pemacu prestasi TNI dalam tugas operasi," ujar Panglima TNI dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).

Panglima TNI meminta agar menjadikan tempat tersebut sebagai rumah bagi ide-ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan konsep operasional, terutama dapat menjadi kebanggaan bagi siapa saja yang memasukinya.

"Bukan karena kemegahannya, tetapi karena semangat pengabdian yang tinggi kepada negara, jiwa korsa, dan patriotisme," tegas Hadi.

Panglima TNI mengatakan, Koopssus dibentuk karena TNI melihat ancaman yang semakin kompleks dan membutuhkan satuan yang memiliki interoperabilitas tinggi serta kemampuan Tri Matra.

Adapun kemampuan Tri Matra yang dimaksudkan adalah Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Panglima TNI menjelaskan, Koopssus membawahkan operasi menggunakan tiga matra.

Namun, dalam operasinya sesuai dengan tugas masing-masing matra, termasuk dalam mengatasi aksi terorisme.

Sejak awal dibentuk, Koopssus sudah menunjukkan kiprahnya dalam menangani Covid-19.

"Di antaranya mengawal dan mengamankan penjemputan WNI dari Wuhan, China, kembali ke Indonesia," ungkap Hadi.

Pada era digital dan otomasi saat ini, lanjut Panglima TNI, Koopssus harus berada dalam kesiapsiagaan yang tinggi untuk digerakkan kapan pun dan ke mana pun.

Termasuk dapat beradaptasi dengan konsep-konsep baru melalui pemanfaatan domain baru dalam peperangan modern.

Menurut dia, penguasaan terhadap teknologi informasi, siber, internet, dan hal-hal yang berhubungan dengan dunia maya menjadi kekuatan pengganda dalam tugas operasi.

Selain itu, tambah Panglima TNI, Koopssus juga harus membangun sistem yang efektif dan modern.

"Dengan menggabungkan kekuatan kinetik dan non-kinetik, Koopssus dapat menuntaskan setiap tugas yang diberikan dengan cepat, akurat, dan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi," tegas Hadi.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menyelesaikan tugasnya dalam membangun Mako Koopssus.

"Kiranya bangsa dan negara Indonesia akan semakin terjaga sehingga berkontribusi positif pada kemajuan Indonesia sekaligus perdamaian dan kemajuan dunia," ungkap Hadi.
 

  Kompas  

Rabu, 31 Juli 2019

Koopssus TNI diresmikan

Siap menangani ancaman terorisme dari dalam dan luar negeri.Peresmian Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI. (Grandyos Zafna-detikcom)

Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI diresmikan hari ini dan siap menangani ancaman terorisme dari dalam dan luar negeri. Teroris diharapkan semakin terkepung karena sebelumnya sudah ada Satuan Densus 88 Antiteror Polri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumya menilai perlu dibentuknya Koopssus TNI, yang tertuang dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2019 tentang susunan organisasi TNI. Hari ini, Koopssus TNI diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Lapangan Koopssus TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (30/7/2019). Brigjen Rochadi diangkat menjadi komandan.

Hadi mengatakan para personel Koopssus merupakan prajurit pilihan dari tiga matra di TNI untuk menangani terorisme. Hadi menegaskan, pembentukan Koopssus ini tidak meniadakan peran pasukan khusus matra lainnya, tapi justru ingin mensinergikan tugas TNI.

"Koopssus TNI melengkapi jajaran satuan elite yang telah dimiliki TNI sebagai satuan elite. Personel Koopssus TNI yang berasal dari pasukan khusus ketiga matra merupakan prajurit pilihan mereka memiliki kualifikasi untuk melakukan berbagai jenis operasi khusus, baik di dalam maupun di luar negeri, yang menuntut kecepatan dan keberhasilan yang tinggi," ujar Hadi dalam amanatnya.

Ditemui seusai upacara peresmian, Hadi menjelaskan keunggulan Koopssus TNI. Pasukan ingin menggunakan kecepatan penuh ketika ada ancaman terorisme dari dalam dan luar negeri.

"Ciri dari Koopssus TNI seperti yang saya sampaikan adalah kecepatan dan kemungkinan hasil persentase mendekati 100 persen. Kecepatan adalah ketika ada ancaman dari dalam maupun luar negeri, Panglima TNI langsung bisa memerintahkan untuk bergerak dengan cepat dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi," jelasnya.

Nantinya tugas Koopssus TNI lebih banyak bergerak penangkalan terorisme. Fungsi intelijen sangat diutamakan dalam pasukan ini.

"Tugas fungsi adalah penangkal, penindak, dan pemulih. Penangkalnya di dalamnya adalah surveillance, yang isinya intelijen, 80 persen kita laksanakan adalah surveillance atau observasi jarak dekat dan 20 persen penindakan. Maka intelijen ada di fungsi penangkalan," tutur Hadi.

Sementara itu, Polri, yang memiliki Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, memastikan keberadaan Koopssus TNI tidak akan tumpang-tindih dalam penanganan terorisme.

"Tentunya untuk Densus fokus terhadap penegakan hukum. (Dengan Koopssus TNI) kaitannya dengan implementasi, koordinasi, dan sinergitas di lapangan itu dalam rangka untuk satu tujuan mungkin untuk preventive strike atau melakukan strike," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/7).

Dedi menggambarkan semisal Koopssus TNI turun dalam situasi penyanderaan skala besar dan di area publik. Dedi mengakui TNI memiliki kompetensi untuk mengatasi situasi tersebut.

"Apabila ditemukan ada kasus penyanderaan dalam skala besar dan di dalam area publik dan moda transportasi atau di kapal, pelabuhan, termasuk di kedutaan besar Indonesia di negara sahabat. Itu dari rekan TNI yang memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidang penindakan," jelas Dedi.

Tak hanya ke depan, Dedi juga akan memberi contoh sinergi TNI-Polri yang sudah terjalin sebelumnya, antara lain perburuan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah; penyanderaan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan; dan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) d Papua.

"Contohnya operasi penangkapan kelompok Ali Kalora di Poso. Kemudian penangkapan lainnya kita koordinasi, juga sama seperti penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf di perbatasan Filipina ada pelibatan TNI. Kerja sama sudah berjalan. Kita koordinasi, bukan hanya back up setiap ada potensi ancaman terorisme baik di dalam negeri maupun di negara lain, baik penyanderaan WNI di luar. Kalau di Indonesia, penangkapan anggota Ali Kalora dan Papua," terang Dedi. (idh/rvk)

   detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...