Tampilkan postingan dengan label ROV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROV. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2026

KRI Canopus-936 Perkuat Alutsista TNI AL

  Bisa pantau dasar laut hingga 11 ribu meter  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpg
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)

Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan kehadiran kapal riset canggih KRI Canopus-936, yang diluncurkan dan diserahterimakan di galangan Abeking dan Rasmussen, Bremen, Jerman, pada Kamis, 12 Februari 2026. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi simbol nyata modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus tonggak penting kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.

KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, menembus palung terdalam samudera. Kapal ini juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk misi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop, menjadikannya aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.

KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Kadir, dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman). Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi memastikan terjadinya transfer teknologi yang memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional.

KRI Canopus-936 memiliki nilai strategis berupa penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, serta pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.

Tingginya nilai strategis kapal ini tercermin dari kehadiran Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI dalam upacara serah terima, yang didampingi jajaran Kementerian Pertahanan RI, serta perwakilan tinggi Angkatan Laut dan Badan Hidrografi Jerman.

KRI Canopus-936 kini siap memperkuat kemampuan Indonesia dalam memahami, menjaga, dan mengelola ruang lautnya secara mandiri. Ini sebuah langkah penting menuju masa depan maritim yang lebih kuat dan berdaulat.

   Metro News  

Selasa, 06 Desember 2022

TNI AL Pamerkan Prototipe Robot Pendeteksi Ranjau Laut

Pada Indo Defence 2022ODIS – Robot Pendeteksi Ranjau Laut  

TNI Angkatan Laut memamerkan prototipe Remotely Operated Vehicle (ROV) pendeteksi ranjau laut pada Pameran Indo Defence Expo & Forum 2022 di JI Expo Kemayoran Jakarta pada Jumat (4/11/2022).

Robot tersebut merupakan teknologi yang dikembangkan Laboratorium Induk Bawah Air disingkat (Labinbair) Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal).

Robot berbentuk mirip torpedo berwarna kuning tersebut dilengkapi tiga kamera, scanning sonar, lampu, baling-baling penggerak, dan kabel fiber optic.

Di badan robot tertulis ODIS yang merupakan kepanjangan dari Object Detection Identification System.

Staf Labinbair Dislitbang TNI AL Letnan Rizki mengatakan pengembangan tahap dua prototipe robot pendeteksi ranjau laut tersebut nantinya akan ditambahkan hulu ledak.

"Rencananya nanti tahap duanya akan diberi hulu ledak untuk meledakan ranjau," kata Rizki di stan TNI AL pada pameran Indo Defence Expo & Forum 2022 di JI Expo Kemayoran Jakarta pada Jumat (4/11/2022).

Ia mengatakan produk tersebut baru dikembangkan di tahun 2022.

Saat ini, kata dia, robot tersebut masih memiliki batas maksimum penyelaman di kedalaman 150 meter dan jarak 300 meter.

Namun demikian, kemampuan penyelaman robot tersebut masih bisa dikembangkan lebih jauh dengan menebalkan casing dan mengganti kabel fiber optic menjati lebih panjang.

Tenaga robot tersebut, kata dia, menggunakan baterai yang bisa diisi ulang selama sekira satu jam.

Robot tersebut, kata dia, bisa beroperasi selama enam jam jika bergerak. Apabila dalam kondisi statik, kata dia, bisa lebih lama lagi.

"Ini sudah seminggu dihidupkan terus. Ini posisi hidup, ini kameranya. Terakhir dicek sudah 80 persen baterainya. Ini statik, cuma kamera saja yang hidup," kata dia.

Robot tersebut, kata dia, cocok digunakan untuk di KRI penyapu ranjau yang dimiliki Satuan Kapal Ranjau TNI AL.

"Memang untuk KRI ranjau, di Satuan Kapal Ranjau memang pakai ini. Ini Pengembang dari teknolgi sebelumnya," kata dia.
 

 
Tribunnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...