Tampilkan postingan dengan label OMSP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OMSP. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2026

TNI AL Siapkan Satu Kapal Rumah Sakit

  Untuk gabung pasukan ISF di Gaza Palestina Kapal BRS TNI AL (Dispenal)

Keberadaan pasukan TNI dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina, akan diperkuat satu unit kapal bantu rumah sakit milik TNI AL.

Selain itu, Angkatan Laut Indonesia juga sudah bersiap mengirim pasukan bila dibutuhkan. Jumlahnya menyesuaikan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa secara keseluruhan instansinya memiliki tiga unit kapal bantu rumah sakit. Satu di antaranya bakal dikirim ke Gaza.

Namun, Ali belum menyebut secara jelas kapal rumah sakit yang akan dikirim.

Jadi, kami akan mengirimkan kapal rumah sakit, yang jelas sementara yang masih didaftarkan satu (kapal). Tapi, mungkin bisa jadi lebih dari satu,” kata Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Komando Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (12/2).

Karena itu, selain satu kapal bantu rumah sakit yang didaftarkan, TNI AL juga menyiapkan satu unit kapal cadangan.

Ali memastikan seluruh kapal tersebut dalam keadaan siap untuk melaksanakan operasi di Gaza.

Selain kapal, TNI AL juga menyiapkan pasukan. Sejauh ini pasukan dari batalyon zeni dan batalyon kesehatan Korps Marinir yang sudah siap.

Kemudian dari batalyon kesehatan lapangannya Marinir, batalyon zeni-nya Marinir, kemudian dari pendukung-pendukung kesehatan dari TNI AL. Itu yang kami siapkan,” ucap Ali.

Berkaitan dengan jumlah, orang nomor satu di TNI AL itu menunggu keputusan dari pemerintah. Persisnya perintah dari Presiden Prabowo Subianto.

Prinsipnya, Angkatan Laut siap mengirimkan pasukan sesuai dengan jumlah yang diminta oleh negara.

Sebenarnya sudah disiapkan sejak lama. Begitu presiden menyampaikan akan mengirim 20 ribu (pasukan) pada saat itu, kami sudah menyiapkan. Jadi, kalau (sekarang) ini jumlahnya lebih kecil, kami mungkin lebih siap untuk mengirimkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memastikan pasukan TNI tidak akan melucuti Hamas atau pihak tertentu selama menjalankan misi di Gaza, Palestina.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan fokus prajurit TNI yang nantinya tergabung dalam ISF adalah menjaga stabilitas Gaza dan melaksanakan misi kemanusiaan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi pada Rabu (11/2).

Menurut dia, pemberitaan yang menyebut bahwa pasukan TNI akan dilibatkan untuk melucuti Hamas di Gaza tidak benar.

Terkait pemberitaan tersebut, dapat kami tegaskan bahwa fokus perencanaan Indonesia dalam kerangka dukungan stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah unsur rekonstruksi serta pelayanan kesehatan dan medis,” ungkap Rico.

Jenderal bintang satu TNI AD itu menyampaikan bahwa narasi yang menyatakan pasukan TNI akan dilibatkan untuk melucuti Hamas tidak sesuai dengan fokus personel yang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Narasi bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament seperti yang disebut dalam pemberitaan, tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia. Indonesia hadir untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan, bukan untuk memerangi atau berhadapan dengan pihak yang bertikai,” jelasnya.

Meski Indonesia sudah bergabung dalam Board of Peace (BoP) dan menyatakan niat secara terbuka untuk mengirimkan pasukan TNI ke Gaza, sampai saat ini belum ada keputusan final berkaitan dengan komposisi prajurit yang bakal diberangkatkan. Indonesia sebagai bagian dari BoP masih menunggu mandat.

Hal-hal yang bersifat operasional, termasuk komposisi akhir unsur yang dikerahkan, tetap menunggu kejelasan mandat internasional, aturan misi, serta keputusan resmi pemerintah. Namun prinsipnya, kontribusi Indonesia akan tetap berada dalam koridor stabilisasi, rekonstruksi, dan pelayanan kesehatan,” terang dia.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto di DPR kemarin (10/2), Indonesia disebut akan mengirim 600 pasukan ke Gaza. Namun, beberapa pihak di DPR dan pemerintahan telah menyampaikan bahwa pasukan yang disiapkan sebanyak 8.000 orang.

Menurut Rico, angka personel TNI yang disiapkan dan dikirim ke Gaza memang merujuk pada beberapa skenario.

Prinsipnya, TNI siap dikerahkan dalam jumlah yang nantinya diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Angka awal sebanyak 600 pasukan yang disampaikan Wamenhan adalah personel untuk tahap awal.

Sementara 600 (pasukan) yang pernah disampaikan dapat dipahami sebagai tahap awal atau gelombang awal atau kebutuhan awal sesuai desain misi. Namun, sekali lagi angka pasti dan tahapannya belum ditetapkan karena masih menunggu kejelasan mandat internasional dan keputusan resmi pemerintah dan presiden,” ujarnya.

  💥 
Jawa Pos  

Minggu, 21 Desember 2025

Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara Mendarat di Lereng Bukit

 Salurkan bantuan ke Nagari Sungai Limau Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara Mendarat di Lereng Bukit (Dispenau)

Helikopter EC-725/H225M Caracal milik TNI Angkatan Udara mengambil keputusan kritis dengan mendarat di lereng bukit yang memiliki kemiringan tajam untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana di Nagari Sungai Limau, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (19/12/2025).

Helikopter Caracal bernomor registrasi HT-7206 lepas landas dari Lanud Sutan Sjahrir dengan membawa 2,33 ton bantuan logistik. Setibanya di lokasi, dengan melihat kondisi medan yang ada helikopter melakukan pendaratan pada area terbatas di lereng bukit yang menuntut presisi tinggi dan perhitungan yang matang untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Proses pendaratan dilaksanakan secara terukur dengan memperhitungkan kontur medan dan faktor keselamatan penerbangan. Berkat profesionalisme awak helikopter, pendaratan dapat dilakukan dengan aman meskipun menghadapi tantangan medan yang ekstrem.

Usai pendaratan, prajurit TNI AU bersama unsur TNI lainnya bergerak cepat menurunkan bantuan dari helikopter. Bantuan tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat Nagari Sungai Limau melalui kerja sama yang solid antara aparat dan warga setempat.

Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, S.T., M.M., menyampaikan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI AU dalam membantu masyarakat di daerah terdampak bencana.

Pengoperasian Helikopter Caracal memungkinkan TNI AU menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan, TNI AU berkomitmen memberikan bantuan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

  ⍟
Militer Udara  

Selasa, 09 Desember 2025

Presiden Prabowo Akan Mendatangkan Helikopter Mi-26 asal Rusia

Helikoter terbesar dunia Mi-26 asal Rusia (airforce)

Teka-teki helikopter yang dibeli pemerintah RI akhirnya terkuak.

Presiden Prabowo Subianto membocorkan helikopter yang akan diakuisisi merupakan helikopter angkut asal Rusia. "Sebentar lagi kita datangkan Mi-26, lebih besar lagi," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh pada Ahad (7/12/2025) malam WIB.

Jawaban Prabowo itu keluar saat merespons jawaban dari anak buahnya yang menjelaskan salah satu helikopter yang dikerahkan TNI untuk mengirimkan bantuan ke wilayah terisolasi di Provinsi Aceh. "Itu (helikopter) Mi berapa? Mi-17?" kata Prabowo.

Hanya saja, Prabowo tidak menjelaskan apakah helikopter angkut produksi Mil Moscow Helicopter Plant tersebut merupakan hasil pengadaan saat ia menjabat menteri pertahanan (menhan) atau disewa untuk membantu tanggap darurat dalam pengiriman bantuan ke warga korban bencana. Meski begitu, helikopter berjuluk Halo tersebut merupakan alutsista angkut berat terbesar dan terkuat di dunia buatan negeri Beruang Merah yang bisa memuat kargo sampai 20 ton atau setarar 90 personel.

Saat berpidato pada Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (5/12/2025) malam WIB, Prabowo mengeklaim, Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan mampu menghadapi berbagai cobaan, termasuk bencana alam yang saat ini terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dia mengeklaim, pemerintah bereaksi cepat dalam penanganan bencana di berbagai daerah.

Spesifikasi Mi-26, pernah diincar Penerbad (majalah Palagan)

Tidak heran, TNI tiga matra sampai bisa mengerahkan 50 helikopter untuk membantu mengirimkan logistik ke daerah tersulit terdampak bencana.

"Alat-alat negara segera hadir. Mungkin beberapa bulan, beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang bisa memperkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. 50 helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah," kata Prabowo.

Dia mengungkapkan, pemerintah telah memutuskan untuk memperkuat armada udara untuk penanganan bencana dan kebutuhan pertahanan negara. Mulai Januari 2025, sambung dia, pemerintah akan mendatangkan 200 helikopter tambahan guna memperkuat kesiapsiagaan nasional.

"Minggu ini helikopter baru datang, lima buah helikopter minggu ini. Dan terus berdatangan, dan saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan dan seterusnya, kita akan datangkan 200 helikopter di Republik Indonesia ini. Beberapa bulan yang lalu kita datangkan lima Hercules terbaru C-130J, beberapa minggu lalu kita datangkan Airbus A400," ucap Prabowo.

  ⍟
Republika  

Senin, 08 Desember 2025

Alutsista Baru TNI Siap Perkuat Kendali Operasi Nasional

  Falcon Penakluk LangitPesawat angkut Dassault Falcon 8X no registrasi A-0801 (Yiran)

Kementerian Pertahanan resmi menyerahkan pesawat komando berteknologi tinggi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pesawat ini diklaim mampu menjangkau wilayah terpencil dalam waktu singkat serta dilengkapi sistem komunikasi canggih dari udara ke darat.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, pengadaan pesawat ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk penanganan bencana alam dan pengendalian operasi taktis di Papua.

Jadi memang dalam rangka kita mengoptimalkan operasi militer selain perang yang dilaksanakan oleh negara harus mengucapkan fasilitas-fasilitas kendali, fasilitas komando untuk bisa mempercepat pengendalian dari operasi yang dilaksanakan” ujar Sjafrie usai penyerahan pesawat Sabtu (29/11/2025).

Menhan menjelaskan, pesawat tersebut memiliki ketinggian terbang dan kecepatan tinggi sehingga mampu mencapai lokasi-lokasi terjauh dalam waktu singkat. Fasilitas komunikasi terintegrasi memungkinkan komando langsung dari udara ke satuan di darat bahkan hingga titik-titik terpencil (hot spot).

Pesawat angkut Dassault Falcon 8X no registrasi A-0802 (Zbad Jin)
Karena inilah dilengkapi dengan alat-alat komunikasi sehingga kita dengan mudah melakukan komunikasi dari udara ke darat dan juga paling jauh di spot-spot. Jadi ini hanya untuk kepentingan operasi kemanusiaan tapi juga bisa digunakan untuk pengendalian operasi taktis yang dilaksanakan oleh TNI” tambahnya.

Sjafrie menyoroti pengalaman penanganan bencana di Papua di mana sistem komunikasi dan logistik sering terputus total. Kehadiran pesawat komando ini diharapkan menjadi solusi cepat untuk mengendalikan distribusi bantuan serta koordinasi pasukan.

Seperti di Papua intinya bahwa mitigasi bencana alam ini kita sudah mengalami terputusnya sistem komunikasi dan juga sistem logistik. Oleh karena itu tempat-tempat yang terjadi bencana ini dengan kemampuan pesawat kembali ke sini mengendalikan aset-aset logistik dan menuntaskannya dari belakang nantinya” papar Sjafrie.

Pengadaan pesawat ini merupakan bagian dari program modernisasi alutsista TNI yang terus digenjot pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pesawat komando tersebut akan ditempatkan di bawah kendali Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) dan siap dioperasikan dalam waktu dekat.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi mengenai tipe dan jumlah pasti pesawat yang diserahkan. Namun sumber internal Kemhan menyebut pesawat tersebut memiliki kemampuan terbang jarak jauh dan dilengkapi teknologi command control communications computers intelligence surveillance and reconnaissance (C4ISR) terkini.
 

  🛩
Garuda TV  

Minggu, 30 November 2025

Alutsista TNI Dikerahkan untuk Tangani Bencana Sumatra

 🚑 Kerahkan 21.707 Personel dan Beragam Alutsista TNI AU kerahkan beberapa pesawat (Dispenau)

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengerahkan kekuatan penuh lintas matra untuk mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, banjir lahar dingin, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025.

Operasi ini melibatkan alutsista (alat utama sistem senjata) udara, laut, dan darat secara terpadu.

  Peran TNI Angkatan Darat (TNI AD)  
Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) langsung mengerahkan dua unit helikopter heavy-lift dan medium-lift dari Skadron 21/Angkut Berat dan Skadron 11/Serbu:

⍟ Helikopter Mi-17 V5
Kapasitas angkut hingga 4 ton atau 30 personel, dilengkapi winch untuk evakuasi korban di medan sulit.

⍟ Helikopter Bell 412 EP
Lebih lincah untuk pendaratan di area terbatas, kapasitas 13 personel plus peralatan medis.

Kedua helikopter ini diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, menuju Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada 28 November 2025 pagi.

Dari Pekanbaru, helikopter tersebut langsung terbang ke titik-titik krisis di Aceh (Bireuen, Aceh Utara, Pidie), Sumatera Utara (Karo, Dairi, Toba), dan Sumatera Barat (Tanah Datar, Agam, Padang Panjang).

Tugas utama:

▷ Distribusi logistik darurat (makanan, obat-obatan, selimut, tenda keluarga)
▷ Evakuasi udara warga dari desa-desa terisolir
▷ Pengangkutan material tower listrik darurat PLN bersama helikopter Super Puma TNI AU

  Peran TNI Angkatan Laut (TNI AL)  
Koarmada I dan II mengerahkan unsur laut dan udara secara bersamaan:

Kapal perang
KRI Teluk Bintuni-520 dan KRI Teluk Lada-521 (kapal angkut tank kelas Teluk Bintuni) dikerahkan ke perairan barat Sumatera untuk mengakses wilayah pesisir dan muara sungai yang terendam banjir. Kapal ini membawa truk, alat berat, dan perahu karet untuk penyaluran bantuan ke daerah yang tidak bisa dijangkau jalur darat.

Helikopter angkut dan serbu TNI AL
Helikopter AS565 Panther dan EC725 Caracal dari Skadron Udara 200 Wing Udara 1 Puspenerbal dikerahkan untuk evakuasi medis dan pengiriman bantuan ke dataran tinggi yang terisolir akibat longsor.

Tim medis dan penyelamatan
Batalyon Kesehatan Marinir dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) diturunkan ke Padang, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan (Sumbar) serta wilayah Danau Toba (Sumut) untuk penanganan korban luka berat dan pencarian korban hilang di aliran sungai.

Kehadiran alutsista TNI secara terpadu telah berhasil:

💥 Mengevakuasi lebih dari 2.800 warga dari daerah terisolir dalam 48 jam terakhir

💥 Mendistribusikan 48 ton bantuan logistik

💥 Membantu PLN mengangkut 3 dari 7 tower emergency ke lokasi kritis di Aceh

Operasi gabungan TNI, Basarnas, BNPB, Polri, dan relawan ini akan terus berlangsung hingga status tanggap darurat dicabut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan karena BMKG masih memprakirakan hujan ekstrem hingga 5 Desember 2025.

  👷 
Garuda TV  

Selasa, 25 November 2025

TNI Kerahkan Hercules dan Kapal Rumah Sakit untuk Misi Perdamaian Gaza

  Dipimpin Jenderal bintang tiga Kapal BRS TNI AL (Dispenal)

Jenderal TNI Agus Subiyanto Panglima TNI mengatakan, pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina akan dipimpin oleh pejabat TNI berpangkat bintang tiga.

Untuk kontingen Pasukan Pemelihara Perdamaian sudah tahap seleksi. Kemudian rencana nanti dipimpin oleh Jenderal Bintang Tiga,” kata Agus usai menjalani rapat dengar pendapat dengan Komisi I di gedung DPR RI, Senin (24/11/2025).

Ia tidak menjelaskan alasan khusus menunjuk pejabat bintang tiga untuk memimpin pasukan perdamaian ke Gaza.

Agus melanjutkan, pasukan yang dipimpin oleh pejabat bintang tiga ini akan membawahi tiga brigade komposit.

Setiap brigade komposit itu terdiri dari tiga batalyon utama yakni batalyon kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi dan Batalyon Bantuan.

Ada lagi Bantuan Mekanis,” kata Agus dilansir dari Antara.

Agus melanjutkan, seluruh pasukan perdamaian itu akan dikirim setelah TNI mengirimkan tim aju terlebih dahulu ke wilayah Gaza. Pengiriman tim aju itu dilakukan agar TNI mengetahui gambaran situasi di Gaza dan lokasi yang tepat untuk pengiriman pasukan.

Namun demikian, Agus tidak merinci kapan pasukan tersebut akan dikirim. Dia hanya memastikan Mabes TNI menunggu perintah dari pemerintah pusat dalam mengirim pasukan.

Panglima TNI menambahkan bahwa TNI menyiapkan pesawat angkut Hercules C-130 dan kapal Republik Indonesia (KRI) rumah sakit untuk digunakan dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina.

Unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua Kapal Rumah Sakit dari Angkatan Laut lengkap dengan helikopter,” kata Agus.

Pengerahan pesawat Hercules diketahui untuk mengangkut logistik dan pasukan. Sedangkan kapal rumah sakit dikerahkan untuk membawa tenaga kesehatan sekaligus sebagai tempat untuk merawat warga sipil korban perang di Gaza.

Tak hanya kendaraan laut dan udara saja, Agus mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan pasukan perdamaian yang terdiri dari tiga brigade komposit.

  Siapkan 20.000 prajurit  
Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Pertahanan mengatakan TNI telah menyiapkan 20.000 prajurit untuk diturunkan dalam misi perdamaian di Gaza.

Kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” kata Sjafrie pada Jumat (14/11/2025).

Sjafrie menjelaskan, penyiapan pasukan dalam jumlah besar itu dilakukan berdasarkan perintah Prabowo Subianto Presiden RI.

Nantinya, para pasukan itu akan menjalankan beberapa tugas kemanusiaan seperti memberikan layanan kesehatan kepada warga yang jadi korban perang hingga membangun infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Pasukan yang akan datang itu sifatnya untuk menjaga perdamaian itu bisa berlangsung lebih lama menuju kepada perundingan politik,” terangnya.

Tidak hanya pengiriman pasukan, Sjafrie juga memastikan TNI AU akan terus memberikan bantuan rutin berupa logistik melalui metode airdrop, seperti yang telah dilakukan tahun ini. (ant/saf/ipg)

  💥 
Suara Surabaya  

Kamis, 13 November 2025

TNI AL Pastikan KRI Prabu Siliwangi sampai ke Indonesia Maret 2026

MPCS KRI PSL 321 ujicoba di Italia. (Ferro)

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan KRI Prabu Siliwangi-321 akan hadir Indonesia pada Maret 2026.

Kapal jenis Fregat buatan Fincantieri, Italia itu akan menjadi yang kedua hadir di Indonesia setelah sebelumnya KRI Brawijaya-320 sudah diterima TNI AL di Indonesia pada September 2025.

"Rencana kedatangannya di tanah air, ditargetkan pada bulan Maret 2026," kata Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Tunggul menjelaskan nantinya KRI Prabu Siliwangi akan dibawa langsung oleh calon awak kapal TNI AL yang sudah melewati ragam pelatihan khusus atau Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) di Komando Armada II, Surabaya.

"KPPK telah dilaksanakan mulai dari 13 Oktober sampai 7 November 2025 di Komando Latihan Koarmada II, Surabaya," kata Tunggul.

Selama proses KPPK, para prajurit itu menjalani pelatihan khusus untuk menjaga kekompakan, memperkuat pengetahuan tentang teknis kapal hingga kemampuan tempur selama mengawaki kapal.

Setelah menjalani latihan, kata dia, para prajurit akan diberangkatkan ke Italia pada akhir November tahun ini untuk menjalani pelatihan singkat tentang KRI Prabu Siliwangi di galangan kapal Fincantieri, Italia.

"Saat tiba di galangan Fincantieri Italia, seluruh prajurit calon awak tinggal melakukan familiarisasi secara langsung kurang lebih selama tiga bulan," kata Tunggul.

Tunggul memastikan seluruh proses pengiriman prajurit dan pelatihan di Italia berjalan dengan lancar demi memastikan KRI Prabu Siliwangi-321 bisa sampai di Indonesia tepat waktu.

Sebelumnya, pada September 2025, TNI AL telah kedatangan KRI Brawijaya-320. Kapal tersebut merupakan jenis yang sama dengan KRI Prabu Siliwangi-321.

 KRI Brawijaya-320 Layak untuk Jalankan OMSP 
KRI BWJ 320 (Dispenal)
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan KRI Brawijaya-320 layak untuk dikerahkan dalam misi operasi militer selain perang (OMSP).

Hal tersebut dikatakan Ali ketika pihaknya mengerahkan KRI buatan Italia itu untuk menjadi tempat upacara tabur bunga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, di Teluk Jakarta, Senin.

"Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa kapal ini (KRI Brawijaya-320) juga bisa digunakan untuk kepentingan operasi militer selain perang, untuk tabur bunga, untuk acara-acara seremoni ataupun acara-acara bakti sosial sekalipun," kata Ali kepada awak media.

Ali melanjutkan KRI itu memiliki kapasitas ruang cukup besar untuk menampung logistik dan prajurit. Tidak hanya itu, kapal ini juga menjadi kapal jenis fregat terbesar dan tercanggih yang dimiliki TNI AL.

Dengan ragam kemampuan itu, Brawijaya-320 dianggap memenuhi seluruh standar untuk mewakili TNI AU dalam misi kemanusiaan ataupun misi perdamaian.

Namun sampai saat ini, TNI AL baru menggunakan KRI Brawijaya-320 untuk berpatroli menjaga laut di wilayah Koarmada II, Surabaya.

Untuk diketahui, KRI buatan Italia ini memiliki panjang 143 m dan kecepatan maksimal 32 knot. Kapal yang dapat menampung 171 awak ini merupakan kapal fregat yang memiliki kemampuan peperangan antiudara atau antiair warfare (AAW) dengan desain yang menitikberatkan fleksibilitas, modularitas dan skalabilitas desain kapal.

Kemampuan itu memungkinkan kapal dikonfigurasi untuk memenuhi persyaratan teknis dan peran operasional untuk Angkatan Laut modern. Selain itu, KRI Brawijaya-320 juga dilengkapi sistem navigasi modern dan combat system terintegrasi untuk kontrol mencakup combat management system (CMS), sensor, senjata, komunikasi dan navigasi sistem yang terhubung melalui jaringan kecepatan data tinggi.

  ⚓️ 
antara  

Selasa, 07 Oktober 2025

Langkah TNI AL Beli Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Sudah Tepat

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgIndonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, dan sudah disetujui Bappenas untuk pembiayaannya. (Marina militare)

Co-Founder Jakarta Defence Society (JDS) Ade P. Marboen menilai rencana TNI AL membeli kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi merupakan langkah tepat untuk memperkuat kekuatan maritim Indonesia.

Ade Marboen dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, mengatakan Indonesia sudah seharusnya memperkuat kekuatan maritim mengingat statusnya sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Pasifik.

Dengan kapal Induk, menurut Marboen, TNI AL dapat dengan mudah mengoperasikan armada yang dapat menampung kekuatan udara maupun alat utama sistem senjata (alutsista) tempur.

Tidak hanya itu, kapal induk juga dapat mendukung TNI AL membawa logistik untuk menjalankan misi kemanusiaan atau operasi militer selain perang (OMSP).

Namun demikian, Marboen menekankan TNI AL perlu menyiapkan beberapa kapal pendamping untuk mengawal kapal induk saat beroperasi.

"Jenis kapal ini perlu diperkuat dengan kapal lain seperti LHD sebelum langkah berikutnya memiliki kapal induk, walaupun saat ini TNI AL sudah memiliki dua fregat terbesarnya (kelas KRI Brawijaya) dan armada kapal selam dari berbagai kelas," kata Marboen.

Dia pun mencontohkan beberapa negara yang tidak pernah membiarkan kapal induk beroperasi sendiri melainkan selalu berada dalam satu gugus tugas.

Ilustrasi LHD bersama FMP (Ha-rin Fanseu/FMI)

Setiap kapal induk, kata Marboen, selalu diiringi oleh dua kapal permukaan, satu kapal selam dan satu kapal suplai.

Hal tersebut dilakukan demi menjaga kapal induk yang merupakan bagian dari salah satu aset penting negara.

"Permasalahannya, TNI AL tidak terbiasa membentuk gugus tugas (task force) ketika ada aset strategis yang bergerak jarak jauh," kata Marboen.

"Sebagai contoh adalah kapal BRS, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat, yang melakukan misi kemanusiaan ke Mesir berjalan sendiri tanpa adanya pengawalan sehingga dapat menjadi sasaran empuk pihak-pihak tertentu," ujar Marboen.

Selain masalah gugus tugas, Marboen juga menekankan TNI AL harus memperhitungkan tentang jangka pemakaian kapal induk yang seharusnya sudah pensiun pada 1 Oktober 2024 setelah dipakai angkatan laut Italia.

Walau pihak Fincantieri sebagai galangan kapal akan memperbaiki kapal sehingga dapat beroperasi selama 15 sampai 20 tahun ke depan, menurut dia, TNI tetap harus mempertimbangkan kualitas dari kapal tersebut.

"Dengan masa pakai 15-20 tahun, berarti 3-4 periode kepresidenan sehingga siapapun yang menjadi presiden harus memegang komitmen keras menyediakan anggaran operasional, pemeliharaan dan perawatan yang cukup," kata Marboen.

"Akhir kata, pengadaan (bekas) kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi dapat meningkatkan kapabilitas TNI AL dalam hal proyeksi kekuatan dan sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan interoperabilitas trimatra terpadu," tutur dia lagi.


   antara  

Rabu, 17 September 2025

Menakar Urgensi Rencana TNI AL Beli Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

 Untuk Perkuat Armada Laut https://lampumerah.id/wp-content/uploads/2025/09/kapal-induk-giuseppe-garibaldi.jpgIndonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi (Marina militare)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) berencana mengakuisisi kapal induk atau aircraft carrier milik Italia, Giuseppe Garibaldi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan kapal itu direncanakan untuk operasi militer selain perang (OMSP).

"Kami bermaksud memfokuskan kapal ini pada operasi militer non perang, tetapi mungkin juga akan dikerahkan untuk misi lain yang berkaitan dengan pertempuran," kata Ali beberapa waktu lalu.

Jika Giuseppe Garibaldi jadi dibeli, ini akan jadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies Khairul Fahmi berpendapat jika berbicara pertahanan murni, Indonesia sebenarnya lebih membutuhkan kapal selam, frigat, dan sistem senjata asimetris untuk menjaga kedaulatan laut.

Menurutnya, kapal induk bukan prioritas dalam skema sea denial.

Kapal frigate Istambul class nantinya akan di begal 2 unit untuk TNI AL (TNE)

Namun, jika berbicara Indonesia sebagai negara maritim besar, menurutnya kapal induk bisa menjadi simbol kekuatan sekaligus platform multifungsi. Terlebih, kata dia, seperti dijelaskan KSAL, kapal tersebut rencananya akan dimodifikasi untuk operasi militer selain perang (OMSP), terutama misi humanitarian assistance and disaster relief (HADR).

"Maka, prioritasnya bukan lagi pesawat tempur, tapi helikopter dan drone. Itu sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia, di mana helikopter untuk distribusi logistik, evakuasi, dan SAR, sedangkan drone bisa memperluas jangkauan pengintaian dan pengawasan. Dengan begitu, kapal induk tidak hanya menjadi simbol, tapi juga aset nyata dalam mendukung kesiapsiagaan nasional," kata Fahmi saat dihubungi, Selasa (16/9).

Meski demikian, ia menyebut tetap ada sejumlah catatan. Biaya operasional kapal induk sangat besar, usia kapal sudah tidak baru, dan integrasinya dengan grand strategy pertahanan harus dipastikan.

Ia juga berpendapat setiap akuisisi alutsista besar idealnya juga diarahkan pada target kemandirian, baik melalui transfer teknologi, keterlibatan industri pertahanan dalam proses modifikasi, maupun pembangunan kapasitas sumber daya manusia.

"Dengan begitu, kapal induk bukan sekadar dibeli, tapi juga menjadi sarana percepatan kemandirian pertahanan nasional," katanya.

Fahmi berpendapat rencana TNI AL itu bisa dimaknai sebagai bagian dari transformasi maritim Indonesia.

"Selama kalkulasi cost-benefit, doktrin operasional, dan target kemandirian dijalankan secara serius, kehadiran kapal induk dinilai bisa memberi manfaat strategis, baik sebagai kekuatan simbolik maupun instrumen nyata dalam menjaga rakyat," katanya. (yoa/isn)


   CNN  

Senin, 08 September 2025

TNI AL Berupaya Akuisisi Kapal Induk Italia

 Untuk Perkuat Armada Laut hhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRoebNSeDjbKFxnILmDi6K_ATjJlR9LDrA5a4SXgPi7CPCheGaqTTYPHbkSgnuYQMnQICgGUqv-EoGfPXGGV3AqKdC7jCCN7hOTtNwZvP9963oRSPOa2K0Y6BA3M3SCYsYPV9ehOY7MKUl2eCnEGem8_xqQFQJpmhHtMnw-5zTOf1xwFFsrQyQprJKme1u/s1600/IMG_0313.jpegIndonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi (Marina militare)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) tengah berupaya mengakuisisi kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi, yang sebelumnya dimiliki Angkatan Laut Italia.

Langkah ini disebut menjadi bagian dari penguatan armada sekaligus memperluas kemampuan operasi TNI AL di laut.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan, rencana akuisisi itu masih dalam tahap pembahasan dengan pihak Italia.

Yang Kapal Induk, nanti bisa ditanyakan ke pihak Italia, tapi kita berusaha untuk mengakuisisi kapal induk yang dulu dimiliki oleh Angkatan Laut Italia, yaitu Garibaldi, dan nanti akan harapannya bisa memperkuat jajaran kita," kata Ali, saat ditemui di atas geladak KRI Brawijaya-320, yang bersandar di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9/2025).

Ali mengatakan, kapal itu akan digunakan dalam operasi militer selain perang (OMSP).

Kendati begitu, menurutnya, juga tidak menutup kemungkinan digunakan untuk operasi militer perang.

Rencana akuisisi ini tak lepas dari ketertarikan TNI AL terhadap kapal induk kecil yang dimiliki Italia dan Turki.

Catatan Kompas.com, pada Mei 2024, KSAL Muhammad Ali bahkan berkesempatan mengunjungi ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang melaksanakan latihan sebagai bagian dari Naval Diplomacy.

Kedatangan Ali kala itu disambut langsung oleh Deputy Chief of the Italian Navy, Admiral Giuseppe Berutti Bergotto.

ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia dan difungsikan untuk mengoperasikan pesawat sayap tetap.

Kapal ini mulai dioperasikan sejak 1985, dengan panjang 180,2 meter, kecepatan 30 knot, serta daya jangkau hingga 7.000 mil laut (13.000 kilometer).

Tak lama setelah kunjungan tersebut, tiga kapal perang Angkatan Laut Italia melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada 14 September 2024.

Salah satunya adalah kapal induk ITS Cavour C-550, kapal induk tipe Short Take Off and Vertical Landing (STOVL) yang mampu mengoperasikan pesawat tempur F-35B Lightning II dan AV-8B Harrier dengan kemampuan vertical take-off landing (VTOL).


   Kompas  

Jumat, 29 Agustus 2025

Satgas Garuda Merah Putih II Sukses Terjunkan 91,4 Ton Bantuan Gaza

 Dengan C-130J Super HerculesHercules C130J-30 A-1343 TNI AU ketika tiba di India, merupakan salah satu pesawat pembawa bantuan untuk Gaza (Swayam Patanga)

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah mengatakan hingga saat TNI melalui Satgas Garuda Merah Putih-ll telah mengirimkan 91,4 ton bantuan logistik untuk warga korban perang di Jalur Gaza, Palestina.

"Sampai dengan saat ini, Satgas telah menerjunkan 91,4 ton bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza melalui misi airdrop," kata Freddy saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Kamis.

Pengiriman bantuan tersebut dilakukan dalam rangka misi perdamaian TNI sekaligus memperkuat dukungan diplomasi Indonesia kepada Palestina.

Freddy menjelaskan misi tersebut sudah berlangsung sejak perayaan HUT Ke-80 RI Minggu (17/8) lalu.

Sejak saat itu, TNI secara rutin mengerahkan pesawat angkut Hercules C-130 untuk membawa bantuan logistik ke Gaza.

Bantuan logistik yang dibawa berupa makanan, obat-obatan, pakaian hingga keperluan lain yang dibutuhkan warga untuk bertahan hidup.

Freddy melanjutkan, bantuan tersebut dijatuhkan dari pesawat ke beberapa titik permukiman wilayah jalur Gaza yang sudah dipastikan aman.

Hingga saat ini, Freddy memastikan seluruh proses pengantaran bantuan logistik berjalan dengan aman dan kondusif. Dia berharap bantuan yang diberikan TNI dapat meringankan warga sipil yang masih bertahan di jalur Gaza.
 

  ✈️
antara  

Rabu, 27 Agustus 2025

Indonesia Tambah Hercules A-1343

 Untuk Perkuat Misi Bantuan Kemanusiaan GazaHercules A-1343 C130J-30 TNI AU (Puspen TNI)

Indonesia kembali mengirimkan tambahan armada udara untuk memperkuat misi kemanusiaan ke Gaza. Satu pesawat Hercules A-1343 dengan 26 personel dan membawa 1.200 parasut diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Pesawat ini akan bergabung dengan Satgas Garuda Merah Putih II yang sudah lebih dari 10 hari menjalankan misi bantuan kemanusiaan melalui operasi airdrop di wilayah Gaza.

Upacara pemberangkatan dipimpin oleh Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo.

Misi ini merupakan bagian dari Solidarity Path Operations 2, di mana Indonesia berperan aktif mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan melalui operasi airdrop dari pangkalan aju di Yordania,” tegas Marsdya TNI Minggit.

Pesawat Hercules A-1343 akan menempuh perjalanan dengan transit di Chennai (India) dan Abu Dhabi (UEA) sebelum tiba di Yordania pada 28 Agustus 2025.

Di sana, Hercules ini akan bergabung dengan dua pesawat Hercules lain untuk melaksanakan dropping logistik bantuan ke Gaza.

Selain itu, TNI juga menyiapkan skenario perpanjangan waktu operasi dengan kemungkinan peralihan ke pangkalan aju di Mesir. Hal ini dilakukan agar distribusi bantuan tetap berjalan optimal di tengah krisis yang melanda rakyat Palestina.

Satgas Garuda Merah Putih II menyatakan optimistis misi ini berjalan lancar dan mampu menjangkau lebih banyak warga Gaza yang membutuhkan.

Bantuan airdrop ini adalah wujud nyata komitmen bangsa Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia dan membantu sesama,” tegas Satgas dalam keterangan resminya. (arf)
 

  ✈️
Jawa Satu  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...