Jumat, 04 April 2025

Penampakan Kaplan MT dengan Kubah Meriam Cockerill

Medium Tank Kaplan dipamerkan dengan kubah meriam John Cockerill (Global Defense Insight) ♞

FNSS,
perusahaan alutsista Turkiye baru baru ini menampilkan kendaraan tempur Kaplan MT dengan turret John Cockerill.

Bekerja sama dengan John Cockerill Defense, memamerkan Medium Tank KAPLAN / VBC CC (Viaturas Blindadas de Combate Carro de Combate), yang dilengkapi dengan turret Cockerill® 3105 kaliber 105 mm canggih dari John Cockerill Defense.

Selain itu juga dipamerkan mockup ranpur Kaplan APC di persenjatai dengan meriam tak berawak kaliber 30 mm Cocokerill@3030.

  Garuda Militer  

Kamis, 03 April 2025

Indonesia Kembali Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar

 Menlu RI pastikan bantuan lancar dari serangan militer 
https://cdn.antaranews.com/cache/infografis/1140x2100/2025/04/02/20250402-bantuan-korban-gempa-myanmar.jpg.webpIndonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Myanmar yang terjadi Jumat (28/3). Bantuan ini menunjukkan solidaritas dan komitmen Indonesia dalam membantu penanganan bencana di kawasan ASEAN. (antara)

M
enteri Luar Negeri RI (Menlu), Sugiono memastikan distribusi bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk rakyat Myanmar terdampak gempa bumi via jalur udara berjalan lancar.

Hal itu dikatakannya merespons serangan militer Myanmar yang menembaki konvoi Palang Merah China yang membawa bantuan ke daerah yang dilanda gempa, pada Selasa (1/4) malam.

"Kita berkoordinasi dengan sangat baik dengan seluruh Menteri Luar Negeri ASEAN. Jadi, hambatan komunikasi tidak, karena kita sama-sama ASEAN dan kita menyampaikan bahwa mereka membutuhkan pertolongan dan bantuan," katanya usai memimpin apel pelepasan bantuan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB, Suharyanto mengabarkan bahwa Pemerintah Myanmar akan menutup akses bantuan luar negeri secara menyeluruh mulai Jumat (5/4).

Meski demikian, kara Suharyanto, Indonesia memastikan bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirim tetap dapat masuk ke Myanmar sebelum batas waktu yang ditetapkan.

Ia mengonfirmasi bahwa pengiriman bantuan dari Indonesia via Halim Perdanakusuma – Banda Aceh (RON) – Naypyidaw, Myanmar telah mendapat izin dari pemerintah Myanmar.

"Benar bahwa Myanmar akan menutup bantuan dari luar negeri secara maksimal besok, Jumat. Sampai sekarang kita berangkat, sore ini sudah sampai di sana. Namun, untuk bantuan logistik, karena membutuhkan waktu untuk proses pengiriman dan penempatan di pesawat, baru tiba besok, tetapi pemerintah Myanmar telah mengizinkannya," ujar Suharyanto.

Ia menjelaskan bahwa yang akan dihentikan sepenuhnya oleh Myanmar mulai Jumat adalah kunjungan delegasi dari negara mana pun. Namun, bantuan kemanusiaan yang telah dikirim sebelum tenggat waktu tetap diperbolehkan masuk.

Situasi di Myanmar semakin mencekam setelah gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada 28 Maret lalu. Selain menghadapi bencana alam, kondisi keamanan di negara tersebut juga tidak stabil akibat konflik antara militer Myanmar dan kelompok bersenjata etnis.

Pada Selasa (1/4) malam, konvoi Palang Merah China yang membawa bantuan ke daerah terdampak gempa, menjadi sasaran tembakan militer Myanmar.

Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA), kelompok bersenjata etnis yang menguasai wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa militer Myanmar menembaki sembilan kendaraan konvoi menggunakan senapan mesin berat saat melewati Kotapraja Naung Cho di Negara Bagian Shan dalam perjalanan menuju Kota Mandalay.

TNLA menyatakan bahwa pihaknya telah memberi tahu junta militer tentang rute dan rencana pengiriman bantuan tersebut. Namun, serangan tetap terjadi. Junta militer Myanmar membenarkan insiden tersebut, yang terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat, menurut pernyataan juru bicara junta, Mayor Jenderal Zaw Min Tun.

 Tim K9 Polri temukan korban gempa dalam operasi SAR 

https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2025/04/03/1000197520_1.jpg.webpTim K9 INASAR 1 berhasil menemukan korban gempa dalam pencarian yang dilakukan di perumahan di wilayah Naypyidaw, Myanmar, Rabu (2/4/2025). (ANTARA/HO-Polri/am)

Tim K9 INASAR 1 yang tergabung dalam Operasi Kemanusiaan Myanmar 2025 berhasil menemukan korban gempa yang tertimbun reruntuhan dalam pencarian yang dilakukan di perumahan di wilayah Naypyidaw, Myanmar, Rabu (2/4).

Pencarian tersebut dimulai sekitar pukul 12.30 waktu setempat dengan melibatkan empat personel Polri dan dua anjing pelacak K9, seperti disampaikan K9 Officer Iptu Erasmus dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Pada lokasi pencarian pertama, anjing pelacak K9 yang bernama Walet berhasil menemukan satu titik sumber bau yang diduga berasal dari korban.

"Setelah K9 Walet menemukan titik bau di Site I, kami segera melakukan eksekusi dan berhasil menemukan satu korban perempuan yang sudah meninggal dunia," kata K9 Officer Iptu Erasmus.

Setelah berhasil menyelesaikan pencarian di lokasi pertama, tim K9 melanjutkan pencarian ke lokasi kedua sekitar pukul 14.00 waktu Myanmar. Di lokasi tersebut, K9 Walet kembali menunjukkan hasil yang positif dengan menemukan titik bau yang diduga berasal dari korban lain.

"Kami langsung menginformasikan temuan ini kepada tim penyelamat INASAR untuk segera melakukan evakuasi di lokasi tersebut," ujar Erasmus.

Tim K9 INASAR 1 terdiri atas empat personel Polri masing-masing Iptu Erasmus sebagai K9 Officer, Aipda M. Sahid dan Bripka Hasan Musa sebagai handler K-9, serta Aipda Triyo Arbi yang bertugas sebagai veterinarian K-9.

Dua anjing pelacak yang turut serta dalam pencarian ini, K9 Gizi dan K9 Walet, keduanya dalam kondisi sehat dan siap melanjutkan pencarian.

Operasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara sahabat, serta bukti nyata dari peran serta Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional.

Tim K9 INASAR 1 akan terus melanjutkan pencarian untuk memberikan pertolongan kepada korban yang masih terjebak dan memastikan bantuan yang maksimal dapat diberikan.

  👷 antara  

Rabu, 02 April 2025

[Global] Kapal Induk AS USS Musk

 👷 Diberi Nama dari Elon Musk Ilustrasi kapal induk AS (Naval News)

Kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat akan diberi nama USS Musk yang mengambil dari nama miliarder sekaligus pendiri Tesla, Elon Musk. Nama kapal induk yang semula USS Enterprise itu berubah menjadi USS Musk atas perintah langsung dari eksekutif.

Dikutip dari berbagai sumber, USS Musk termasuk dalam kapal perang kelas Gerald R. Ford. USS Musk menjadi kapal induk ketiga di kelas Gerald R. Ford yang notabene armada terbaru dan tercanggih milik Angkatan Laut AS.

Kapal itu juga merupakan salah satu kapal militer terbesar di dunia dengan berat mencapai 100 ribu ton. USS Musk akan memiliki peran penting dalam mempertahankan agenda AS di laut lepas.

Sebab, kapal itu mampu membawa hingga 75 jet tempur, termasuk Boeing F/A-18E/F Super Hornet, Boeing EA-18G Growler, Grumman C-2 Greyhound, Northrop Grumman E-2 Hawkeye, hingga pesawat tempur tak berawak.

USS Musk juga dilengkapi fitur canggih, seperti Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik atau EMALS. Fitur ini adalah teknologi baru revolusioner yang dirancang untuk menggantikan ketapel uap tradisional.

Namun, sistem ini sempat dikritik Donald Trump pada 2017. Ia saat itu menilai teknologi digital seperti EMALS terlalu boros dan tidak bagus, sehingga menyarankan agar tetap menggunakan tenaga uap.

Tak hanya itu, USS Musk juga memiliki sejumlah fitur yang didesain khusus untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Sebut saja fitur otomatisasi yang memungkinkan jumlah awak kapalnya beberapa ratus lebih sedikit dibandingkan kapal induk kelas Nimitz.

Kemudian, kapal itu dilengkapi alat penangkapan canggih, rudal RIM-162 Evolved SeaSparrow yang diperbarui, radar multifungsi AN/SPY-3 X Band, hingga desain reaktor nuklir baru.

USS Musk diperkirakan akan resmi diluncurkan pada November dengan operasional penuh mulai 2029. Kapal itu disebut-sebut akan menggantikan USS Dwight D. Eisenhower, jenderal Piala Dunia II sekaligus Presiden ke-34 AS.

Kapal induk perang ini juga menjadi bagian dari gebrakan Trump yang mencanangkan program "Make Shipbuilding Great Again". Kebijakan ini bertujuan merevitalisasi produksi Angkatan Laut AS di tengah kekhawatiran akan perluasan armada China.

"Dulu kita membuat banyak sekali kapal. Sekarang kita tidak hanya membuatnya lagi, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera," ujar Presiden Donald Trump saat itu, seperti dilaporkan Anadolu Agency. (frl/isn)

 👷 
CNN  

Selasa, 01 April 2025

Patroli Pasukan Perdamaian Di Hari Lebaran

(PMPP.TNI) 🛡

Ratusan hari jauh dari tanah air dan keluarga tercinta tidak menyurutkan semangat para prajurit Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL dalam menjalankan misi mulia menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan.

Dengan penuh dedikasi dan pengorbanan, mereka terus berupaya membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat.

Meskipun telah dua kali merayakan Idul Fitri di daerah misi tanpa kehadiran keluarga, semangat para prajurit tetap berkobar. Mereka memahami bahwa tugas menjaga perdamaian adalah sebuah kehormatan, dan kebahagiaan yang mereka rasakan juga harus dibagikan kepada masyarakat Lebanon Selatan yang telah lama merasakan dampak konflik.

Sebagai bagian dari misi kemanusiaan, prajurit Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL aktif berinteraksi dengan masyarakat setempat, terutama anak-anak. Kehadiran mereka di Lebanon Selatan bukan hanya untuk menjaga stabilitas, tetapi juga untuk membangun hubungan persahabatan yang erat. Seperti kata pujangga besar asal Lebanon, Kahlil Gibran, "Bila ia harus tahu tentang ombakmu, biarkan ia tahu tentang banjir-banjirmu juga. Dan dalam manisnya persahabatan, biarkan ada tawa dan kebahagiaan."

Komandan Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL menegaskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat. “Melihat senyum, canda, dan tawa anak-anak Lebanon Selatan, kami merasa bahagia. Bukankah itu tujuan utama kami di sini? Bukankah perdamaian harus terus diperjuangkan?” ujarnya.

Sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB, prajurit TNI berkomitmen untuk terus menjalankan tugasnya dengan penuh semangat dan profesionalisme, demi terciptanya situasi yang aman dan damai di Lebanon Selatan.

  🛡 PMPP.TNI  

Senin, 31 Maret 2025

Penampakan Kapal LCU ADRI LIII

Produksi PT Multi Ocean ShipyardKapal LCU dengan bobot 2500 DWT pesanan TNI AD (DefenArt)

Dari laman X DefenArt diposkan kapal angkut serbaguna LCU (Landing Craft Unit) pesanan TNI AD di galangan kapal PT Multi Ocean Shipyard (MOS).

Kapal ini terlihat hampir selesai dan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Kapal dengan berat 2500 DWT dibangun pada tahun 2023 lalu.

Kapal ini nantinya akan diberinama ADRI LIII (53).


    Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...