Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2026

Roket WAFAR RD70 Karya Anak Bangsa di Uji Coba di Tepi Laut Selatan

πŸš€produksi PTDI bersama PT SAS Roket Wafar RD70 (dispen Kormar)

Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto menyaksikan uji coba penembakan roket Wrap Around Fin Aerial Rocket (Wafar) RD70 di Lapangan Tembak Nanggala Depohar 60 Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kamis (18/06/2026)

Roket Wafar RD70 merupakan karya anak bangsa, diproduksi dan dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia.

Komoditas ini merupakan bagian vital dari alutsista TNI dan sedang dikembangkan menuju kemandirian penuh melalui proyek roket berpemandu.

Roket produksi PT Dirgantara Indonesia dirancang untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

Dengan teknologi canggih, roket ini memiliki daya ledak tinggi dan presisi yang akurat, menjadikannya efektif untuk operasi militer dalam berbagai kondisi medan. PTDI memastikan bahwa setiap roket diproduksi dengan standar kualitas tinggi 

  πŸš€  Pelopor Wiratama  

Kamis, 18 Juni 2026

PT PAL Bersiap Luncurkan Landing Dock #1 Filipina

 πŸ‘· Dijadwalkan akhir Juni Kapal LPD ketiga pesanan Filipina dalam penyelesaian (Jane's)

Setelah sukses meluncurkan Frigate Merah Putih 140 meter pada penghujung Desember 2025, PT PAL Indonesia terus bergerak menyelesaikan amanah pembangunan alutsista strategis nasional dan ekspor.

Kini, perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua unit kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Philippine Navy yang diproduksi sepenuhnya di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan LD Philippines #1 mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia PT PAL dalam memenuhi target proyek tanpa mengabaikan standar kualitas internasional.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan docktime, serta integrasi sistem digital telah mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada produktivitas.

Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang menunjukkan capaian impresif, yang berhasil memangkas dock time hanya dalam waktu enam bulan.

Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin menambahkan, “pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina.

Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL” ujarnya.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keberhasilan PT PAL dalam membangun dan menyerahkan dua unit kapal Landing Platform Dock sebelumnya, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602), yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy. Hal ini mempertegas posisi PT PAL dalam persaingan industri pertahanan global.

Memasuki tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah mencapai salah satu tonggak penting dalam siklus produksi kapal. Peluncuran ini menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal sekaligus mengonfirmasi kesiapan kapal untuk memasuki tahapan berikutnya.

Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial).

 πŸ‘·  PAL Indonesia  

Rabu, 17 Juni 2026

Indonesia Mengincar Integrasi Rudal untuk Kapal Selam Scorpene Generasi Berikutnya

  πŸ‘· 🀝 πŸš€  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

Kapal selam Scorpene ketiga dan keempat Indonesia berpotensi dikirimkan dengan kemampuan peluncuran rudal dari tabung torpedo yang terintegrasi penuh sejak awal, didukung oleh kemampuan integrasi sistem kapal selam PT PAL yang terus berkembang.

Berbicara kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Surabaya, CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan ini akan memberi Jakarta pilihan untuk memasukkan integrasi rudal ke dalam konstruksi dan konfigurasi dasar kapal selam generasi berikutnya, daripada memperlakukannya sebagai kemampuan laten atau tertunda.

Kemampuan seperti itu bukanlah hal baru bagi keluarga Scorpene, yang telah lama dirancang untuk mengerahkan rudal anti-kapal yang diluncurkan dari tabung seperti SM39 Exocet MBDA selain torpedo 533 mm.

Namun, program ekspor saat ini dan sebelumnya – termasuk kontrak Indonesia untuk dua kapal selam Scorpene Evolved – tidak selalu mencakup integrasi dan sertifikasi rudal penuh dalam kontrak dasar.

Dengan latar belakang ini, komentar Djenod menunjukkan bahwa Angkatan Laut Indonesia mungkin berupaya memastikan bahwa kapal selam ketiga dan keempat dikirimkan dengan kemampuan rudal yang terintegrasi penuh ke dalam arsitektur sistem tempur sejak awal, termasuk pengendalian tembakan, perangkat lunak, dan pekerjaan sertifikasi yang diperlukan.

Djenod mengatakan kemampuan integrasi sistem PT PAL yang semakin berkembang akan mendukung pendekatan ini.

Perusahaan ini telah secara progresif memperluas perannya dalam integrasi sistem tempur, termasuk pekerjaan untuk menggabungkan sistem torpedo buatan dalam negeri ke platform kapal selam otonom.

Dengan memanfaatkan kompetensi ini, PT PAL berharap untuk lebih memperkuat kemampuan integrasinya di bawah program kapal selam masa depan, yang berpotensi memungkinkan persyaratan integrasi senjata yang lebih canggih untuk dipenuhi secara domestik.

Hal ini akan memungkinkan kapal selam masa depan untuk memiliki kemampuan tersebut pada saat mulai beroperasi, daripada bergantung pada peningkatan lanjutan atau keputusan pengadaan senjata terpisah, tambah Djenod.


   πŸ‘·  Jane's  

PT Republik Motor Internasional (RMI) Kerjasama dengan Arquus Prancis

  @ Eurosatory 2026 
Republikorp melalui PT Republik Motor Internasional (RMI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Arquus, perusahaan manufaktur kendaraan militer asal Prancis dan bagian dari John Cockerill Group, dalam ajang Eurosatory 2026 di Paris.

Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan produksi kendaraan taktis di Indonesia guna mendukung kebutuhan operasional pertahanan nasional sekaligus memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan mendorong pengembangan kemampuan manufaktur lokal, peningkatan kompetensi industri nasional, transfer pengetahuan dan teknologi, serta penguatan dukungan pemeliharaan dan siklus hidup kendaraan di Indonesia.

Kerja sama ini mencerminkan komitmen Republikorp dalam membangun ekosistem industri pertahanan yang mandiri, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan pertahanan Indonesia di masa depan.


  ♞  Republikorp  

Minggu, 14 Juni 2026

Kemhan Beberkan Isi Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menhan Jepang

Shinjirō Koizumi memberikan miniatur kapal perang Mikasa ke Presiden Prabowo Subianto (dok. Instagram)

Kementerian Pertahanan RI membeberkan obrolan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Pertahanan Shinjirō Koizumi saat bertemu beberapa hari kemarin.

Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo, mengatakan kunjungan Shinjirō merupakan balasan dari pertemuan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya ke Jepang.

"Pertemuan tersebut pada dasarnya merupakan kunjungan balasan dari Menteri Pertahanan Jepang atas kunjungan Menteri Pertahanan RI ke Jepang beberapa waktu lalu," kata Rico kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

Rico mengatakan, pertemuan di Kertanegara membahas tindak lanjut kerja sama pertahanan usai penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA). Kedua tokoh juga menyinggung sejumlah peluang kerja sama di bidang pendidikan hingga industri pertahanan.

"Pertemuan dimanfaatkan untuk membahas tindak lanjut kerja sama pertahanan kedua negara pasca-penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA), termasuk berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran personel, keamanan maritim, teknologi, dan industri pertahanan. Kertanegara (pertemuan berlangsung)," katanya.

Kemhan menyebut belum ada keputusan dalam konteks pengadaan alutsista tertentu. Ia mengatakan semua opsi masih perlu pembahasan lebih lanjut.

Indonesia diberitakan media jepang, melirik kapal destroyer Murasame class (seaforces)

"Terkait kerja sama alutsista, yang dibahas dalam konteks peluang kerja sama dan penjajakan lebih lanjut. Belum ada keputusan terkait pengadaan tertentu karena seluruh opsi masih memerlukan pembahasan lanjutan oleh kedua pihak," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang Shinjirō Koizumi mengungkapkan hasil kunjungan singkatnya selama satu hari ke Indonesia. Dia mengatakan bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya.

Dalam unggahan di akun Instagramya, Shinjirō Koizumi mengatakan dirinya menyerahkan sebuah model kapal perang legendaris Jepang, 'Mikasa', sebagai hadiah kepada Presiden Prabowo. Dia menyebut Prabowo senang atas pemberiannya itu.

"Saya baru saja kembali dari perjalanan satu hari ke Indonesia. Semalam, dalam pertemuan di kediaman pribadi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, saya memberikan beliau sebuah model kapal perang 'Mikasa', yang berbasis di kota kelahiran saya, Yokosuka, sebagai hadiah. Presiden Prabowo, mantan perwira militer dan Menteri Pertahanan, sangat senang," tulis Shinjirō Koizumi seperti dilihat Minggu (14/6/2026).

Dia juga mengapresiasi perhatian Prabowo terhadap kerja sama pendidikan pertahanan kedua negara. Menurutnya, Prabowo memiliki peran besar dalam mendorong pengiriman mahasiswa Indonesia ke Akademi Pertahanan Nasional Jepang di Yokosuka.

Shinjirō Koizumi juga melakukan pembahasan lanjutan bersama Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin terkait sejumlah isu strategis yang sebelumnya dibahas dengan Prabowo. Dia yakin kunjungannya ke Indonesia dapat memperkuat hubungan kedua negara. (dwr/gbr)

  πŸ“  detik   

Sabtu, 13 Juni 2026

Infoglobal Dapatkan Kontrak Ekspor Avionik C-130 Hercules AU Bangladesh

 Infoglobal berhasil mendapatkan pesanan 6 unit EFD-5.5 ke Bangladesh ( Infoglobal))

Pada 11 Juni 2026 di Dhaka, Bangladesh, Infoglobal resmi menandatangani kontrak ekspor avionik untuk pesawat C-130 milik Angkatan Udara Bangladesh.

Melalui kontrak ini, Infoglobal akan mengekspor 6 unit Electronic Flight Display 5.5 (EFD-5.5), sebuah instrumen avionik yang menyediakan informasi penerbangan utama bagi pilot untuk meningkatkan keselamatan, kesadaran situasional, dan efektivitas operasi pesawat.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa teknologi avionik yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pengguna internasional serta bersaing di pasar global.

Kontrak ini juga memperkuat rekam jejak ekspor Infoglobal sekaligus menjadi langkah penting dalam memperluas kehadiran teknologi pertahanan Indonesia di dunia.

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Infoglobal. Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan solusi avionik dan teknologi pertahanan yang andal bagi pengguna di dalam maupun luar negeri.
 

  ✈️  Infoglobal  

Kamis, 11 Juni 2026

Kemhan Ajukan Tambahan Anggaran Rp 195 T untuk 2027

  πŸ’° Kebutuhan Rp 667 T
Pesawat tempur SU30 TS 3006  (antara)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 195 triliun untuk Tahun Anggaran 2027. Usulan tersebut diajukan setelah kebutuhan anggaran pertahanan nasional dihitung mencapai Rp 667 triliun, sementara pagu indikatif yang diberikan pemerintah hanya sebesar Rp 139 triliun.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan kebutuhan pertahanan negara terus meningkat seiring dengan dinamika tugas yang diemban Kemhan serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Inti dari rapat tadi adalah penyampaian RKP dan RKA anggaran untuk 2027. Perlu diketahui oleh teman-teman sekalian bahwa kebutuhan sistem pertahanan negara itu selalu dinamis dan selalu meningkat karena di mana-mana di seluruh dunia sistem pertahanan negara itu adalah faktor utama untuk menjaga kedaulatan negara yang khususnya kita Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sjafrie usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Sjafrie menjelaskan, Kemhan bersama TNI telah menyusun kebutuhan anggaran tahun 2027 sebesar Rp 667 triliun dengan mempertimbangkan berbagai prioritas pembangunan kekuatan pertahanan dan kebutuhan operasional.

Oleh karena itu dalam tahun 2027 kami mengajukan rencana kebutuhan anggaran sebanyak Rp 667 triliun. Ini adalah konsep yang kita buat dengan terus memperhatikan skala prioritas dan dinamika tugas yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan juga Tentara Nasional Indonesia sebagai instrumen dari pertahanan negara,” ujarnya.

Namun, berdasarkan arahan dari Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pagu indikatif yang diberikan kepada sektor pertahanan hanya sebesar Rp 139 triliun.

Akan tetapi kami juga harus mengikuti arahan yang sudah dikeluarkan oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan bahwa pagu indikatif yang diberikan kepada anggaran pertahanan ini adalah Rp 139 triliun,” ucapnya.

Karena selisih yang cukup besar antara kebutuhan dan pagu indikatif tersebut, Kemhan kemudian mengusulkan tambahan anggaran melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan ke Badan Anggaran DPR.

Oleh karena itu kami tadi sudah mengusulkan anggaran tambahan melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan kepada Badan Anggaran agar kami bisa menambah anggaran sebanyak Rp 195 triliun rupiah,” kata Sjafrie..


 Anggaran untuk Tugas Pertahanan 

Menurut dia, tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara dan memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

Hal ini tentunya mempunyai makna yang sangat besar terhadap kedaulatan negara karena sistem pertahanan negara itu adalah safety belt dari pembangunan nasional dan kita juga harus siap untuk menghadapi dinamika tugas yang menurut undang-undang TNI ada beban tugas yang harus kita laksanakan untuk mendukung tugas-tugas pemerintah,” tuturnya.

Selain untuk kebutuhan pertahanan, Sjafrie mengatakan TNI juga menjalankan sejumlah tugas nonperang yang membutuhkan dukungan anggaran, termasuk pembangunan infrastruktur di daerah serta penanganan dampak bencana alam.

Di samping tugas-tugas sistem pertahanan negara, contoh adalah yang berhubungan dengan center of gravity baik itu di Papua dan juga di beberapa tempat lain. Ini memerlukan pembangunan kekuatan,” ujarnya.

Di samping itu juga tugas-tugas dinamis kita untuk mendukung pemerintah di dalam hal pembangunan sarana dan prasarana yang kita sudah ketahui rusak akibat dari bencana alam. Jadi sekarang TNI juga sedang menjalankan tugas untuk membangun jembatan dan sebagainya,” lanjut Sjafrie.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menyebut pagu indikatif Kemneterian Pertahananan tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Dari pagu indikatif yang disediakan atau menurut Kementerian Keuangan dan Bappenas jumlahnya sebesar 139 triliun. Tentu kalau melihat pagu indikatif ini ada penurunan. Tahun lalu kita gedok di tanggal 19 September 2025 besar anggaran Kementerian Pertahanan adalah 187 triliun,” kata Utut.

Utut menyatakan, Komisi I menyetujui dan mendukung usulan tambahan tersebut untuk diteruskan ke Badan Anggaran DPR.

Pak Menhan setelah melakukan simulasi untuk menjaga akselerasi dan kekuatan TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah, kedaulatan NKRI dirasakan perlu adanya tambahan. Dan tambahan ini tentu bukan Komisi I yang menentukan, tetapi Komisi I menyetujui dan mendukung usulan tambahan itu untuk diteruskan ke Badan Anggaran,” lanjutnya.

Adapun usulan tersebut sebelumnya dibahas dalam rapat kerja tertutup antara Komisi I DPR RI bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan terkait Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kemhan/TNI Tahun 2027.


Selasa, 09 Juni 2026

Kemhan Bahas Kembangkan Mineral Strategis

  Untuk Mendukung Industri Pertahanan Nasional (Kemhan)
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan bersama Badan Industri Mineral (BIM) guna membahas perkembangan rencana eksplorasi dan hilirisasi Logam Tanah Jarang (LTJ) serta mineral strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung industri pertahanan nasional. Pertemuan berlangsung di Kantor BP BUMN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah pengembangan sumber daya mineral strategis nasional, termasuk potensi pemanfaatan Logam Tanah Jarang sebagai bahan baku penting bagi industri berteknologi tinggi dan sektor strategis.

Selain itu, dibahas pula upaya penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dalam negeri serta mendukung kemandirian industri nasional.

Pembahasan ini sejalan dengan pembentukan Badan Industri Mineral (BIM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2025 tentang Badan Industri Mineral. Berdasarkan Pasal 7 peraturan tersebut, BIM memiliki Dewan Pengarah yang terdiri atas Menteri Pertahanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara sebagai unsur pengarah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi badan.

Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pengembangan mineral strategis nasional diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri, mendukung kebutuhan sektor strategis, serta mendorong terwujudnya kemandirian bangsa dalam pengelolaan sumber daya mineral yang bernilai tinggi. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

  πŸ’₯ 
Kemhan  

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  πŸ’£ 
Dislitbangau  

Sabtu, 06 Juni 2026

Menhan Sjafrie ke Jepang

  Incar kapal perusak Asagiri class https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTqq41-r_k5a4W6HUWdiw4N2BAe5O1nsMOeh57sd3RLexks-wM-0Boj0vjiodJNkzGTEjPXw12YLMQgCIt_Eh_17jGgVejEWGrLvPCqm23VpM_ZK0HhkjuXatss6kRQaE7d-xUbtYUPHlXVoq7rctmdzHMDZdtEpUVbpPGasZgn9uCk-RgZR1lvBnc7Ab_/s1280/IMG_0623.jpegIlustrasi kapal perusak Asagiri class (Wikipedia)

Menteri Pertahanan (Menhan) Shinjiro Koizumi mengadakan pertemuan dengan Menhan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin yang sedang berkunjung ke Tokyo, Jepang, Jumat (5/6/2026). Menteri Koizumi menyampaikan apresiasinya kembali atas keramahan Indonesia selama kunjungannya ke Indonesia pada Mei 2026.

Dia menyatakan niatnya untuk lebih memperkuat kerja sama pertahanan bilateral di bawah Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (DCA) yang ditandatangani pada kesempatan kunjungan tersebut. Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan Jepang, Menhan Sjafrie menyatakan persetujuannya untuk meneken DCA.

Dalam siaran tersebut, kedua Menhan saling menyambut baik kemajuan diskusi dalam kelompok kerja, yang mereka putuskan untuk dibentuk pada pertemuan menteri di Jakarta pada Mei lalu, di bawah sistem transfer peralatan dan teknologi pertahanan yang telah direvisi.

Dengan mempertimbangkan diskusi tersebut, Menhan RI menyatakan niatnya untuk mewujudkan kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan, termasuk transfer kapal perusak (destroyer) kelas Asagiri dan peralatan lainnya.

Kedua Menhan mencapai konsensus untuk memulai diskusi dalam kelompok kerja, termasuk yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan dan keberlanjutan, serta aspek operasional.

Baik Khoizumi dah Sjafrie juga mengadakan diskusi luas mengenai situasi regional, termasuk perkembangan di Timur Tengah, dan sepakat untuk lebih memperkuat kerja sama antara kedua negara.

Dalam pertemuan itu juga diteken Defence Cooperation Agreement (DCA) untuk meningkatkan kerja sama pertahanan antara RI dan Jepang. Koizumi menyampaikan, pihaknya berhasil menyepakati, menandatangani, dan mengumumkan secara resmi kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan Jepang-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Sebelumnya, Menhan Sjafrie menyampaikan, kerja sama di bidang industri pertahanan dengan Jepang merupakan langkah strategis bagi RI. Hal itu karena akan berdampak pada penguatan industri pertahanan dalam negeri. Dia menilai, Jepang memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang teknologi pertahanan, terutama di bidang pengembangan alutsista.

"Kami berdua sudah sepakat untuk mendorong kerja sama secara substantif di bidang industri pertahanan dan juga di bidang pembangunan pengawakan dari personel-personel antara kedua negara Indonesia dan Jepang dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing," kata Sjafrie.

   Republika  

Jumat, 05 Juni 2026

Delegasi Vietnam Kunjungi Pindad

♞ Tingkatkan wawasan pertahanan(Pindad)

Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto beserta jajaran menerima kunjungan Vietnam People’s Army Ground Force pada Kamis, 4 Juni 2026, di Auditorium PT Pindad, Bandung. Kunjungan ini dipimpin oleh Director of Military Ordnance Department/General Department of Logistics and Technical, Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen beserta jajaran dan perwakilan dari TNI AD.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka dan mengeksplorasi peluang kerja sama yang lebih luas dengan PT Pindad, khususnya dalam kaitannya dengan Kementerian Pertahanan dan Indhan Indonesia. Delegasi Vietnam berharap untuk dapat membangun kemitraan lebih erat di sektor industri pertahanan antara Vietnam dan Indonesia secara berkelanjutan.

Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto menyambut hangat kunjungan Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen beserta delegasi. Beliau menyampaikan PT Pindad terbuka untuk segala diskusi, masukan dan meningkatkan hubungan baik yang sudah terjalin sebelumnya.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menyambut Vietnam People’s Army Ground Force pada acara khusus ini. Kami berharap kunjungan hari ini dapat memberikan wawasan yang berarti tentang kemampuan, proses produksi, dan kontribusi kami untuk industri pertahanan nasional dan global. Kami juga berharap dapat memperluas pengetahuan dan belajar dari perspektif Anda," jelas Budhiarto.

Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen menyampaikan apresiasi atas sambutan yang telah diberikan oleh PT Pindad. Beliau berharap untuk dapat mengeksplor kesempatan untuk bekerja sama dengan PT Pindad sebagai industri pertahanan dan keamanan Indonesia.

Dalam kunjungan ini, kami melihat Pindad meruapakan perusahaan strategis yang memproduksi senjata, munisi dan kapabilitas industri pertahanan dengan produk yang beragam. Kami ingin meninjau kemampuan Pindad dan menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Selain itu, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas keramahan Anda serta undangan yang telah diberikan kepada kami,” Jelas Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen.

Setelah mendengarkan penjelasan mengenai profil dan produk, Mayor Jenderal Hoang Dao Nhat Yen beserta delegasi meninjau fasilitas kendaraan khusus dan display senjata PT Pindad.
 

  Pindad  

Kamis, 04 Juni 2026

Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan

  Mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini Founder Republikorp Norman Joesoef, dan Chief Executive Officer Barzan Holdings Mohamed Alsadah menandatangani kerja sama pertahanan. (Foto/istimewa)

Republikorp dan Barzan Holdings menandatangani perjanjian Joint Venture strategis di Jakarta. Perjanjian ini menandai tonggak penting dalam penguatan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Perjanjian tersebut ditandatangani Founder Republikorp Norman Joesoef, dan Chief Executive Officer Barzan Holdings Mohamed Alsadah. Penandatanganan ini disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, serta Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar, H.E. Sheikh Saoud Al Thani.

Founder Republikorp Norman Joesoef mengatakan, perjanjian Joint Venture ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Republikorp dan Barzan Holdings, perusahaan industri pertahanan milik negara Qatar pada 20 Januari 2026 dalam ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026.

Perjanjian Joint Venture ini menjadi landasan pembentukan Republik Barzan, sebuah entitas strategis yang dibentuk untuk mendorong kolaborasi industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar.

Melalui Republik Barzan, Republikorp dan Barzan Holdings akan mengembangkan kapabilitas industri dan produksi strategis pada sejumlah sektor pertahanan utama, termasuk senjata ringan, kapal tanpa awak permukaan (unmanned surface vessels), kapal selam mini (midget submarines), serta berbagai teknologi pertahanan canggih lainnya,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan, mempercepat kolaborasi teknologi, serta mendukung kerja sama strategis jangka panjang antara dua negara.

 ⚓️  Sindonews  

Selasa, 02 Juni 2026

Kesepakatan Rp 61 Triliun dari Prancis

πŸ›° Salah satunya bangun pabrik radarπŸ“‘ (Bakom.ri)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari memaparkan sejumlah hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis yang menghasilkan kesepakatan bisnis dan investasi senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 61,25 triliun.

Menurut Qodari, kunjungan tersebut sejak awal diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Prancis melalui kerja sama konkret di sektor pertahanan, pendidikan, energi, dan pengembangan mineral kritis.

"Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam konferensi pers PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Jakarta, seperti dikutip CNNIndonesia.

Ia menjelaskan lawatan itu merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 2025.

Qodari mengatakan pemerintah sebelumnya telah menetapkan sejumlah target kerja sama yang ingin dicapai selama kunjungan tersebut, termasuk penguatan sektor pertahanan melalui transfer teknologi.

"Yang pertama adalah di bidang ketahanan, karena kita semua tahu bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan atau alutsista dari Prancis. Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," ujarnya.

Selain pertahanan, pemerintah juga mendorong penguatan kerja sama pendidikan, khususnya di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

"Jadi tidak sebatas membeli saja, tapi juga melakukan transfer teknologi," kata Qodari. Dari rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia dan Prancis menyepakati sejumlah kerja sama strategis.

Berikut rinciannya,

 1.Kadin dan MEDEF Bentuk Dewan Bisnis

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama MEDEF International meluncurkan France-Indonesia High-Level Business Council (FI-HLBC). Forum tersebut akan menjadi wadah dialog tingkat tinggi antara pelaku usaha kedua negara untuk memperkuat investasi dan perdagangan bilateral. Melalui FI-HLBC, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035 dari posisi saat ini sebesar US$ 2,6 miliar.

 2.Pertamina Gandeng Schlumberger.

PT Pertamina menandatangani kerja sama dengan SLB/PT Schlumberger Geophysics Nusantara untuk pengembangan teknologi migas dan energi bersih. Kolaborasi tersebut mencakup penerapan enhanced oil recovery (EOR), pengembangan migas nonkonvensional, digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta program penurunan emisi melalui carbon capture and storage (CCS), efisiensi energi, dan pengembangan panas bumi.

 3.Perluas Kemitraan dengan TotalEnergies.

Pertamina juga memperluas kerja sama dengan perusahaan energi Prancis, TotalEnergies. Kesepakatan tersebut mencakup sektor hulu migas, LNG, perdagangan energi, biofuel, energi terbarukan, hingga pengembangan bisnis rendah karbon. Kedua perusahaan juga akan menjajaki proyek kilang hijau, CCS/CCUS, dan berbagai pengembangan energi masa depan.

 4.Danantara-Thales Bangun Pabrik Radar.

Di sektor pertahanan, Danantara melalui PT Len Industri memvalidasi Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pertahanan Prancis, Thales. Kesepakatan itu mencakup rencana pembangunan pabrik radar "Made in Indonesia", pengembangan tactical data link, sistem komando dan kendali, fasilitas pemeliharaan, serta program pelatihan radar. (DH)
 

  πŸ“‘
IDN Financials  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...