Tampilkan postingan dengan label Konga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

[Teror] PBB Konfirmasi 3 Personel TNI Jadi Korban Lagi di Lebanon

  ๐Ÿ‘นIlustrasi pasukan konga (Ist) ๐Ÿ›ก

Tiga penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia kembali menjadi korban ledakan di Lebanon selatan saat Israel terus menggempur wilayah tersebut. Insiden terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga personel Indonesia lainnya tewas dalam peristiwa terpisah di wilayah yang sama.

Pejabat PBB mengatakan tiga penjaga perdamaian yang terluka dalam ledakan pada Jumat (3/3/2026) di Lebanon selatan berasal dari Indonesia.

Misi United Nations Interim Lebanon (UNIFIL) menyatakan ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse pada Jumat sore. Tiga penjaga perdamaian mengalami luka dan segera dilarikan ke rumah sakit, dengan dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.

Pusat Informasi PBB di Jakarta mengatakan "asal-usul ledakan" belum diketahui, namun mengonfirmasi bahwa penjaga perdamaian yang terluka merupakan warga negara Indonesia.

Insiden Jumat itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas akibat proyektil yang meledak pada 29 Maret di Lebanon selatan. Wilayah tersebut menjadi medan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah sejak Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret.

Seorang sumber keamanan PBB mengatakan kepada AFP secara anonim pada Selasa bahwa tembakan dari tank Israel menjadi penyebab ledakan tersebut.

Sehari setelah kejadian itu, penjaga perdamaian Indonesia lainnya kembali tewas ketika ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, juga di Lebanon selatan.

Militer Indonesia menyatakan jenazah tiga penjaga perdamaian yang gugur dijadwalkan tiba di Jakarta pada Sabtu malam. (luc/luc)

  ๐Ÿ‘น CNBC  

Selasa, 31 Maret 2026

[RIP] Kemhan Konfirmasi 2 Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon

  2 luka beratIlustrasi pasukan konga (Ist) ๐Ÿ›ก

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi 2 prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, meninggal dunia akibat meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut. Sebelumnya, pada 29 Maret, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi.

"Perkembangan terbaru yang diterima pada 30 Maret 2026 menunjukkan kembali terjadinya insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Rico menjelaskan salam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat.

Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.

"Insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut, dan hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Rico mengatakan Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kemhan menegaskan keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama.

"Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian. Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB," katanya. (yoa/gil)

  ๐Ÿ‘น CNN  

Senin, 30 Maret 2026

[Teror] Pasukan Perdamaian TNI Gugur Akibat Serangan di Lebanon

  ๐Ÿ›ก

Seorang anggota TNI yang menjadi pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon tewas akibat serangan. Selain itu ada anggota TNI lainnya terluka akibat serangan tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," demikian keterangan Sekjen PBB Antรณnio Guterres lewat akun X-nya, Senin (30/3/2026).

Dia menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Guterres juga berharap penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya.

"Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujarnya.

Dia menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya seorang penjaga perdamaian Indonesia dan tiga orang lainnya cedera. Para anggota TNI mengalami serangan pada Minggu (29/3) kemarin.

"Setelah tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," kata Kemlu di akun @Kemlu_RI.

Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Kemlu menyampaikan penghormatan tertinggi kami kepada penjaga perdamaian yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya untuk perdamaian dan keamanan internasional.

  ๐Ÿ›ก detik  

Jumat, 20 Februari 2026

Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza

BoP:ISF, Konga direncanakan akan ditempatkan di Rafah (BoP:ISF) ๐Ÿ›ก

INDONESIA telah menerima tawaran Amerika Serikat untuk duduk di posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Informasi itu disampaikan Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers—yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Komandan ISF—dalam rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Jeffers menerangkan, personel ISF bertugas memastikan stabilisasi di Gaza. Adapun pasukan tersebut rencananya akan ditempatkan di lima sektor berbeda di Jalur Gaza, yaitu Rafah, Khan Yunis, Deir el-Balah, Kota Gaza, hingga Gaza Utara. Masing-masing sektor, kata Jeffers, menerima satu brigade ISF.

Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan pasukan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi,” ucap Jeffers, dikutip dari siaran langsung Gedung Putih.

Sementara rencana jangka menengah adalah memperluas pengerahan pasukan sektor demi sektor, dengan target jangka panjang penempatan 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF.

Jeffers pun mengumumkan lima negara pertama telah berkomitmen mengirim personel tentara untuk bertugas di ISF. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara dua negara lain, Mesir dan Yordania, berkomitmen melatih polisi.

Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan ISF,” kata Jeffers. “Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu mewujudkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan yang sejahtera dan perdamaian abadi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya mengapresiasi kehadiran para perwakilan negara yang hadir, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. Trump berujar, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tak hanya menyumbangkan uang. Tetapi juga bersedia mengirimkan personel untuk mempertahankan gencatan senjata dan memastikan perdamaian di Gaza, Palestina.

Trump kemudian menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara yang bakal mengirimkan pasukan ke Gaza. “Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Ini negara yang hebat,” ucap Trump.

Adapun Indonesia tengah menyiapkan sekitar 8 ribu prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina, melalui ISF. ISF sendiri direncanakan beroperasi di bawah arahan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan telah disetujui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 pada 17 November 2025.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan rencana keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional itu sudah mendapat persetujuan dari otoritas Palestina. Juru bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pihak Palestina telah mengetahui rencana tersebut dan menyetujuinya karena sejalan dengan misi kemanusiaan yang dibawa Indonesia.

lni dilakukan dengan konsen dari pihak Palestina. Sehingga hal ini menjadi suatu kesatuan keterlibatan Indonesia dalam ISF,” kata Nabyl dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Februari 2026.

Meski begitu, hingga kini pemerintah Indonesia belum mengumumkan jadwal keberangkatan maupun rincian teknis, termasuk mandat operasional, lama penugasan, titik penempatan, dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Adapun keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian menuai kritik. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, misalnya, menilai keanggotaan dalam badan internasional besutan AS ini mengkhianati semangat dan nilai-nilai rakyat Indonesia yang selama ini memihak Palestina.

YLBHI menyoroti rencana pengiriman ribuan tentara Indonesia untuk ‘membantu’ AS dan Israel dalam melakukan demiliterisasi kepada Hamas di Palestina. YLBHI menegaskan ini preseden buruk terhadap hak Palestina sebagai sebuah negara.

  ๐Ÿ›ก
Tempo  

Sabtu, 14 Februari 2026

TNI AL Siapkan Satu Kapal Rumah Sakit

  Untuk gabung pasukan ISF di Gaza Palestina Kapal BRS TNI AL (Dispenal)

Keberadaan pasukan TNI dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina, akan diperkuat satu unit kapal bantu rumah sakit milik TNI AL.

Selain itu, Angkatan Laut Indonesia juga sudah bersiap mengirim pasukan bila dibutuhkan. Jumlahnya menyesuaikan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa secara keseluruhan instansinya memiliki tiga unit kapal bantu rumah sakit. Satu di antaranya bakal dikirim ke Gaza.

Namun, Ali belum menyebut secara jelas kapal rumah sakit yang akan dikirim.

Jadi, kami akan mengirimkan kapal rumah sakit, yang jelas sementara yang masih didaftarkan satu (kapal). Tapi, mungkin bisa jadi lebih dari satu,” kata Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Komando Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (12/2).

Karena itu, selain satu kapal bantu rumah sakit yang didaftarkan, TNI AL juga menyiapkan satu unit kapal cadangan.

Ali memastikan seluruh kapal tersebut dalam keadaan siap untuk melaksanakan operasi di Gaza.

Selain kapal, TNI AL juga menyiapkan pasukan. Sejauh ini pasukan dari batalyon zeni dan batalyon kesehatan Korps Marinir yang sudah siap.

Kemudian dari batalyon kesehatan lapangannya Marinir, batalyon zeni-nya Marinir, kemudian dari pendukung-pendukung kesehatan dari TNI AL. Itu yang kami siapkan,” ucap Ali.

Berkaitan dengan jumlah, orang nomor satu di TNI AL itu menunggu keputusan dari pemerintah. Persisnya perintah dari Presiden Prabowo Subianto.

Prinsipnya, Angkatan Laut siap mengirimkan pasukan sesuai dengan jumlah yang diminta oleh negara.

Sebenarnya sudah disiapkan sejak lama. Begitu presiden menyampaikan akan mengirim 20 ribu (pasukan) pada saat itu, kami sudah menyiapkan. Jadi, kalau (sekarang) ini jumlahnya lebih kecil, kami mungkin lebih siap untuk mengirimkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memastikan pasukan TNI tidak akan melucuti Hamas atau pihak tertentu selama menjalankan misi di Gaza, Palestina.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan fokus prajurit TNI yang nantinya tergabung dalam ISF adalah menjaga stabilitas Gaza dan melaksanakan misi kemanusiaan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi pada Rabu (11/2).

Menurut dia, pemberitaan yang menyebut bahwa pasukan TNI akan dilibatkan untuk melucuti Hamas di Gaza tidak benar.

Terkait pemberitaan tersebut, dapat kami tegaskan bahwa fokus perencanaan Indonesia dalam kerangka dukungan stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah unsur rekonstruksi serta pelayanan kesehatan dan medis,” ungkap Rico.

Jenderal bintang satu TNI AD itu menyampaikan bahwa narasi yang menyatakan pasukan TNI akan dilibatkan untuk melucuti Hamas tidak sesuai dengan fokus personel yang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Narasi bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament seperti yang disebut dalam pemberitaan, tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia. Indonesia hadir untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan, bukan untuk memerangi atau berhadapan dengan pihak yang bertikai,” jelasnya.

Meski Indonesia sudah bergabung dalam Board of Peace (BoP) dan menyatakan niat secara terbuka untuk mengirimkan pasukan TNI ke Gaza, sampai saat ini belum ada keputusan final berkaitan dengan komposisi prajurit yang bakal diberangkatkan. Indonesia sebagai bagian dari BoP masih menunggu mandat.

Hal-hal yang bersifat operasional, termasuk komposisi akhir unsur yang dikerahkan, tetap menunggu kejelasan mandat internasional, aturan misi, serta keputusan resmi pemerintah. Namun prinsipnya, kontribusi Indonesia akan tetap berada dalam koridor stabilisasi, rekonstruksi, dan pelayanan kesehatan,” terang dia.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto di DPR kemarin (10/2), Indonesia disebut akan mengirim 600 pasukan ke Gaza. Namun, beberapa pihak di DPR dan pemerintahan telah menyampaikan bahwa pasukan yang disiapkan sebanyak 8.000 orang.

Menurut Rico, angka personel TNI yang disiapkan dan dikirim ke Gaza memang merujuk pada beberapa skenario.

Prinsipnya, TNI siap dikerahkan dalam jumlah yang nantinya diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Angka awal sebanyak 600 pasukan yang disampaikan Wamenhan adalah personel untuk tahap awal.

Sementara 600 (pasukan) yang pernah disampaikan dapat dipahami sebagai tahap awal atau gelombang awal atau kebutuhan awal sesuai desain misi. Namun, sekali lagi angka pasti dan tahapannya belum ditetapkan karena masih menunggu kejelasan mandat internasional dan keputusan resmi pemerintah dan presiden,” ujarnya.

  ๐Ÿ’ฅ 
Jawa Pos  

Rabu, 11 Februari 2026

RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan TNI ke Gaza

  Dukung Misi Board of PeacePasukan Konga ๐Ÿ›ก

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Pasukan ISF ini merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.

Prasetyo menuturkan hingga kini Indonesia masih mempersiapkan skema pengiriman pasukan, termasuk komposisi personel dari masing-masing negara yang terlibat.

Menurutnya, ada sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara yang akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

"Itu kan bagian dari pasukan perdamaian," ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

"Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000 itu. Total (tentaranya) 20 ribu," kata Prasetyo ketika ditanya mengenai kapan pengiriman ini berlangsung.

Terkait lokasi penempatan pasukan, termasuk isu penugasan di wilayah Rafah, Prasetyo menegaskan pemerintah belum menetapkan titik penempatan secara pasti.

Saat ini, Indonesia masih berada pada tahap persiapan dan menunggu adanya kesepakatan internasional yang menjadi dasar pengiriman pasukan perdamaian.

"Belum. Kita baru mempersiapkan diri aja kalau suatu waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," tegasnya.

Prasetyo menambahkan, keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut merupakan bagian dari komitmen bangsa dalam mendukung Palestina, baik melalui jalur politik maupun kemanusiaan.

Selain menegaskan posisi Indonesia terkait pengakuan kemerdekaan Palestina, pemerintah juga berupaya mendorong masuknya bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza yang terdampak konflik.

Dalam kerangka itu, Indonesia bersama tujuh negara Muslim lainnya bergabung dalam Board of Peace sebagai forum kerja sama internasional.

Kehadiran pasukan perdamaian dan mekanisme kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan eskalasi konflik serta membuka akses bantuan, termasuk bantuan pangan, ke wilayah Gaza.

"Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza sehingga saudara-saudara kita berkurangi penderitaannya. Sekarang proses tersebut, bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza. Yang ini kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita di sana," jelas dia.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan jadwal pengiriman pasukan maupun rincian teknis lain terkait mandat, waktu penugasan, dan mekanisme operasional pasukan TNI dalam misi perdamaian Gaza tersebut. (del/rds)

  ๐Ÿ›ก CNN  

Senin, 02 Februari 2026

Indonesia Tak Lagi Kirim Pasukan MTF ke Misi PBB di Lebanon

https://i.ytimg.com/vi/75rHtBdnImc/maxresdefault.jpgKRI Sultan Iskandar Muda Tiba di Tanah Air Usai 14 Bulan Misi di Lebanon (Kompas)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa Indonesia tak akan lagi mengirimkan kontingen untuk Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) dalam misi United Nations Interim Force (UNIFIL) di Lebanon.

Mungkin kita tidak akan mengirim lagi untuk misi Maritime Task Force untuk UNIFIL,” ungkap Ali di Geladak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026).

Oleh karena itu, Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah menjadi pasukan terakhir untuk misi perdamaian tersebut.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memang tidak akan melanjutkan misi UNIFIL.

Ini yang terakhir. Memang, dari PBB sendiri tidak melanjutkan untuk misi MTF ini,” jelas dia.

Adapun Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 akhirnya tiba di Tanah Air pada Minggu (1/2/2026) setelah menyelesaikan misi perdamaian selama 1 tahun 2 bulan di Lebanon.

Kapal perang korvet kelas Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA) ini diawaki Satuan Tugas (Satgas) Maritime Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut siaran pers yang diterima Kompas.com, KRI Sultan Iskandar Muda membawa pulang 120 prajurit, terdiri atas 105 prajurit KRI dan 15 personel komponen pendukung.

Komponen pendukung tersebut meliputi pilot, flight engineer, air crew, perwira kesehatan, perwira intelijen, perwira psikologi, perwira penerangan, personel Kopaska, serta penyelam.

Selama bertugas di Lebanon, Satgas melaksanakan patroli maritim dan pengamanan perairan sesuai mandat United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Sejak menjalankan misi pada 17 Januari 2025, KRI Sultan Iskandar Muda telah melaksanakan 33 kali tugas operasi (on task), dengan 70 persen di antaranya berupa patroli di Laut Mediterania.

Selain itu, KRI Sultan Iskandar Muda juga melaksanakan diplomasi angkatan laut melalui 150 kali latihan bersama dengan berbagai angkatan laut negara sahabat.

Atas pelaksanaan tugas tersebut, KRI Sultan Iskandar Muda menerima sejumlah penghargaan internasional, antara lain Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander Rear Admiral Richard Kesten dan Rear Admiral Stephan Plath (Jerman), UN Medal dari UNIFIL Force Commander Major General Diodato Abagnara (Spanyol), LAF Medal dari LAF Navy Commander Admiral Mustafa Al-Ali (Lebanon), Medali Duta Budaya RI dari Duta Besar RI untuk Lebanon H.E. Dicky Komar, serta Tanzani Medal dari Tanzania Contingent Commander.

Penugasan KRI Sultan Iskandar Muda sebagai bagian dari Satgas MTF Konga XXVIII-P/UNIFIL disebut sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pertahanan dan keamanan negara, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta meningkatkan peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

  ๐Ÿ›ก Kompas  

Selasa, 25 November 2025

TNI Kerahkan Hercules dan Kapal Rumah Sakit untuk Misi Perdamaian Gaza

  Dipimpin Jenderal bintang tiga Kapal BRS TNI AL (Dispenal)

Jenderal TNI Agus Subiyanto Panglima TNI mengatakan, pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina akan dipimpin oleh pejabat TNI berpangkat bintang tiga.

Untuk kontingen Pasukan Pemelihara Perdamaian sudah tahap seleksi. Kemudian rencana nanti dipimpin oleh Jenderal Bintang Tiga,” kata Agus usai menjalani rapat dengar pendapat dengan Komisi I di gedung DPR RI, Senin (24/11/2025).

Ia tidak menjelaskan alasan khusus menunjuk pejabat bintang tiga untuk memimpin pasukan perdamaian ke Gaza.

Agus melanjutkan, pasukan yang dipimpin oleh pejabat bintang tiga ini akan membawahi tiga brigade komposit.

Setiap brigade komposit itu terdiri dari tiga batalyon utama yakni batalyon kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi dan Batalyon Bantuan.

Ada lagi Bantuan Mekanis,” kata Agus dilansir dari Antara.

Agus melanjutkan, seluruh pasukan perdamaian itu akan dikirim setelah TNI mengirimkan tim aju terlebih dahulu ke wilayah Gaza. Pengiriman tim aju itu dilakukan agar TNI mengetahui gambaran situasi di Gaza dan lokasi yang tepat untuk pengiriman pasukan.

Namun demikian, Agus tidak merinci kapan pasukan tersebut akan dikirim. Dia hanya memastikan Mabes TNI menunggu perintah dari pemerintah pusat dalam mengirim pasukan.

Panglima TNI menambahkan bahwa TNI menyiapkan pesawat angkut Hercules C-130 dan kapal Republik Indonesia (KRI) rumah sakit untuk digunakan dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina.

Unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua Kapal Rumah Sakit dari Angkatan Laut lengkap dengan helikopter,” kata Agus.

Pengerahan pesawat Hercules diketahui untuk mengangkut logistik dan pasukan. Sedangkan kapal rumah sakit dikerahkan untuk membawa tenaga kesehatan sekaligus sebagai tempat untuk merawat warga sipil korban perang di Gaza.

Tak hanya kendaraan laut dan udara saja, Agus mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan pasukan perdamaian yang terdiri dari tiga brigade komposit.

  Siapkan 20.000 prajurit  
Sebelumnya, Sjafrie Sjamsoeddin Menteri Pertahanan mengatakan TNI telah menyiapkan 20.000 prajurit untuk diturunkan dalam misi perdamaian di Gaza.

Kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” kata Sjafrie pada Jumat (14/11/2025).

Sjafrie menjelaskan, penyiapan pasukan dalam jumlah besar itu dilakukan berdasarkan perintah Prabowo Subianto Presiden RI.

Nantinya, para pasukan itu akan menjalankan beberapa tugas kemanusiaan seperti memberikan layanan kesehatan kepada warga yang jadi korban perang hingga membangun infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Pasukan yang akan datang itu sifatnya untuk menjaga perdamaian itu bisa berlangsung lebih lama menuju kepada perundingan politik,” terangnya.

Tidak hanya pengiriman pasukan, Sjafrie juga memastikan TNI AU akan terus memberikan bantuan rutin berupa logistik melalui metode airdrop, seperti yang telah dilakukan tahun ini. (ant/saf/ipg)

  ๐Ÿ’ฅ 
Suara Surabaya  

Senin, 10 November 2025

Resimen Kavaleri 1 Marinir Terima Kembali 12 unit BTR-80 A

Setelah melaksankan tugas selama 16 tahunRanpur BTR-80-A Marinir (Pasmar 1)

Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) menerima kembali 12 unit kendaraan tempur BTR-80 A yang telah selesai melakasanakan Satgas Misi Perdamaian Dunia di Lebanon. Penjemputan ranpur ini dilaksanakan di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Minggu (10/11/2025).

BTR-80 A ini telah melaksankan tugas selama 16 tahun lamanya dimana sebagai ranpur angkut personel, ranpur ini juga sebagai mobilitas dan sarana tempur di Satgas Perdamaian Unifil Lebanon dari Kontingen A sampai dengan Q. Terhitung 16 tahun lamanya BTR-80 A sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik serta menjaga seluruh personel yang telah bertugas di daerah perbatasan tersebut.

Dengan kembalinya BTR-80 A, Menkav 1 Mar semakin memperkuat kemampuan tempur dan mobilitas pasukan. Kembalinya BTR-80 A ini akan meningkatkan kesiapsiagaan kita dalam menjalankan tugas-tugas operasi, ujar Komandan Resimen Kavaleri 1 Marinir (Danmenkav 1 Mar) Letkol Marinir Agus Setiyo Budi, M. Tr. Opsla.

BTR-80 A adalah kendaraan tempur yang sangat handal dan telah terbukti dalam berbagai operasi militer. Dengan kembalinya ranpur ini, Menkav 1 Mar siap menghadapi tantangan tugas di masa depan.

  Pasmar 1  

Senin, 13 Oktober 2025

Daftar Negara yang Akan Kirim Pasukan ke Gaza

 ๐Ÿ›ก Ada RI hingga TurkiTNI siapkan ranpur ke Lebanon, Presiden intrusikan pengiriman ribuan pasukan untuk Gaza (Pindad) ๐Ÿ›ก

Sejumlah negara menyatakan kesiapan untuk mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, guna mengawasi perdamaian di sana.

Israel dan kelompok milisi Hamas Palestina sepakat gencatan senjata pada Kamis (9/10) lalu sesuai dengan proposal damai yang disodorkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kedua pihak setuju untuk menjalani fase pertama gencatan senjata, yang meliputi pertukaran sandera.

Menyusul pengumuman gencatan senjata ini, beberapa negara pun mengaku sedang bersiap untuk mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza. Berikut negara-negara yang akan mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

  Indonesia 
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempersiapkan pasukan perdamaian guna ditugaskan ke Gaza. Perintah itu disampaikan dalam sesi rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadi Prabowo pada Minggu (12/10) malam.

"Kalau memang terjadi kesepakatan yang konstruktif, tidak menutup kemungkinan arahnya akan ke sana (pengiriman pasukan, red). Bapak Presiden juga menyampaikan hal tersebut bahwa kalau memang kemudian tercapai kesepakatan ke arah yang baik, dalam artian terjadi perdamaian, dan kemudian salah satu konsekuensinya adalah kita, Indonesia, diminta untuk ikut serta membantu mengirimkan pasukan perdamaian. Alhamdulillah, yang hadir Wakil Panglima TNI untuk juga mulai mempersiapkan diri," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui selepas rapat.

Instruksi Prabowo ini disampaikan menjelang kepergiannya ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai perdamaian di Gaza yang digelar pada Senin (13/10).

  Italia 
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani juga telah menyatakan bahwa negaranya siap untuk ikut dalam misi perdamaian di Gaza.

Italia akan mengirim pasukan begitu pasukan perdamaian internasional terbentuk di Gaza.

"Perdamaian semakin dekat. Italia yang selalu mendukung rencana AS, siap mengambil bagian untuk mengonsolidasi gencatan senjata, mengirimkan bantuan kemanusiaan, dan berpartisipasi dalam rekonstruksi Gaza," kata Tajani melalui akun media sosial X.

"Kami juga siap mengirim pasukan jika pasukan perdamaian internasional sudah terbentuk untuk menyatukan kembali Palestina," lanjutnya.

  Amerika Serikat 
AS juga mengerahkan sekitar 200 tentara untuk mengawasi gencatan senjata di Jalur Gaza. Ratusan tertara tersebut saat ini sudah mulai tiba di Israel untuk mendirikan pusat koordinasi yang bertujuan memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan, logistik, serta keamanan ke Gaza.

Meski begitu, pasukan AS ini disebut tak akan memasuki Gaza, demikian dilaporkan Euronews. Pengerahan mereka sendiri berkat permintaan dari otoritas Mesir agar AS ikut terlibat dalam mengawasi jalannya gencatan senjata.

Menurut seorang pejabat AS yang bicara kepada BBC, militer AS akan membentuk satuan tugas multinasional di Israel, yang kemungkinan mencakup pasukan dari Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab.

  Turki 
Pemerintah Turki menyatakan kemungkinan akan mengerahkan pasukan perdamaian ke Gaza pada akhir Oktober, dilansir dari Turkiye Today.

Pengerahan pasukan Turki tersebut sebagai bagian dari misi pasukan perdamaian internasional di Gaza.

Berdasarkan keterangan sumber dari Kementerian Pertahanan Turki pada Jumat pekan lalu, Angkatan Bersenjata Turki (TAF) menyatakan kesiapannya untuk ditugaskan dalam satuan tugas multinasional di Gaza. (blq/bac)

  ๐Ÿ›ก CNN  

Selasa, 01 April 2025

Patroli Pasukan Perdamaian Di Hari Lebaran

(PMPP.TNI) ๐Ÿ›ก

Ratusan hari jauh dari tanah air dan keluarga tercinta tidak menyurutkan semangat para prajurit Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL dalam menjalankan misi mulia menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan.

Dengan penuh dedikasi dan pengorbanan, mereka terus berupaya membawa kebahagiaan bagi masyarakat setempat.

Meskipun telah dua kali merayakan Idul Fitri di daerah misi tanpa kehadiran keluarga, semangat para prajurit tetap berkobar. Mereka memahami bahwa tugas menjaga perdamaian adalah sebuah kehormatan, dan kebahagiaan yang mereka rasakan juga harus dibagikan kepada masyarakat Lebanon Selatan yang telah lama merasakan dampak konflik.

Sebagai bagian dari misi kemanusiaan, prajurit Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL aktif berinteraksi dengan masyarakat setempat, terutama anak-anak. Kehadiran mereka di Lebanon Selatan bukan hanya untuk menjaga stabilitas, tetapi juga untuk membangun hubungan persahabatan yang erat. Seperti kata pujangga besar asal Lebanon, Kahlil Gibran, "Bila ia harus tahu tentang ombakmu, biarkan ia tahu tentang banjir-banjirmu juga. Dan dalam manisnya persahabatan, biarkan ada tawa dan kebahagiaan."

Komandan Satgas Indobatt XXIII-R/UNIFIL menegaskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat. “Melihat senyum, canda, dan tawa anak-anak Lebanon Selatan, kami merasa bahagia. Bukankah itu tujuan utama kami di sini? Bukankah perdamaian harus terus diperjuangkan?” ujarnya.

Sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB, prajurit TNI berkomitmen untuk terus menjalankan tugasnya dengan penuh semangat dan profesionalisme, demi terciptanya situasi yang aman dan damai di Lebanon Selatan.

  ๐Ÿ›ก PMPP.TNI  

Kamis, 20 Maret 2025

PT Pindad Akan Kirim 18 Pandur dan 12 Anoa untuk Misi Perdamaian di Lebanon

Ranpur Pandur akan dikirim ke Lebanon (antara)

PT Pindad menyiapkan puluhan kendaraan tempur untuk dikirimkan ke Lebanon dalam misi perdamaian dunia Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tak hanya itu, PT Pindad juga memberikan pelatihan berupa pengoperasian kendaraan tempur Pandur 8x8 bagi personel Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI).

Pelatihan itu dilakukan guna meningkatkan kompetensi dalam pengoperasian hingga pemeliharaan dan perawatan kendaraan tempur.

Direktur Utama Pindad, Sigit P Santoso, mengatakan ada sekitar 80 personel yang mengikuti pelatihan itu.

Masing-masing dibagi menjadi dua kelompok, dan satu kelompok terdiri dari 40 peserta.

Adapun materi pelatihannya antara lain mencakup dasar pengoperasian kendaraan, pemeliharaan dan perawatan, penggunaan alat komunikasi, serta pengoperasian turret ranpur Infanteri 8x8.

"PT Pindad sebagai industri pertahanan dalam negeri mendukung operasi PMPP TNI baik penyiapan ranpur, pelatihan hingga pemeliharaan dan perawatannya agar misi berjalan lancar, sukses, dan selamat hingga kembali ke tanah air," katanya ditemui Rabu (19/3/2025).

Sigit mengungkapkan, peralatan pertahanan dan keamanan PT Pindad, terutama kendaraan tempur, telah digunakan dalam berbagai misi PBB, salah satunya adalah kendaraan tempur Pandur 8x8.

Hal itu memperlihatkan komitmen bangsa Indonesia untuk mendukung misi perdamaian dunia.

"Akan kita kirimkan 18 kendaraan untuk misi di Lebanon. Selain itu, juga ada Anoa yang dikirim ke sana, sehingga total ada 30 kendaraan. Ini adalah kendaraan paling baru kami, mudah-mudahan nanti sukses di misi," terangnya.

Kendaraan tempur Pandur 8x8 ini merupakan varian yang diproyeksikan untuk memperkuat satuan infanteri dalam berbagai operasi dengan teknologi yang lebih canggih, sehingga butuh pelatihan pada orang yang menjalankannya.

Pandur 8x8 memiliki bobot tempur maksimal 22,6 ton, dibekali mesin diesel 455 HP, memiliki kecepatan kilometer per jam, dan memiliki daya jelajah 600 kilometer.

Salah satu keistimewaan ranpur Pandur 8x8 adalah mampu mengarungi kawasan perairan dengan kecepatan 8 kilometer per jam.

Kendaraan ini memiliki proteksi STANAG 4569 level III dan memiliki kapasitas personel 13 orang.

Ranpur Pandur 8x8 memiliki senjata utama kaliber 30 mm, dapat dilengkapi senapan mesin 7,62 coaxial, dan dilengkapi persenjataan yang memiliki kemampuan Advanced Gun & Sights Stabilization, Hunter Killer Capability, serta terintegrasi dengan Smoke Grenade Launchers dan Laser Warning System.

  Kompas  

Selasa, 18 Maret 2025

Aksi Prajurit Satgas Indo RDB 39 F Monusco

  Selamatkan Warga Dari Serangan Milisi(TNI AD)

Dalam rangka Protection of Civilian, Tim Quick Reaction Force (QRF) Kompi Tchabi dari INDO RDB melaksanakan patroli ke Desa Bundubakene untuk menindaklanjuti perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Tim yang dipimpin oleh Kapten Mar Nendra Damarsandy ini berangkat dari TOB Tchabi pada pukul 23.15 LT dengan menggunakan dua kendaraan taktis, yaitu Komodo APC dan Komodo Intai.

Setibanya di Desa Bundubakene, Tim QRF INDO RDB langsung berkoordinasi dengan Pasukan UPDF serta FARDC yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi mata, sekelompok besar terduga anggota Allied Democratic Forces (ADF) melakukan serangan ke sebuah toko di desa tersebut. Para pelaku menjarah serta membakar toko sebelum melarikan diri.

Dalam kejadian ini, seorang warga sipil yang diketahui sebagai istri anggota FARDC, Mrs. Kafuo (32 tahun), ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian perut serta luka bacok di leher.

Selain melakukan pengamanan, Tim INDO RDB juga memberikan pertolongan pertama kepada anak korban yang berusia 5 tahun dan mengalami luka tembak di paha kanan hingga tembus.

Serka Bery dari tim kesehatan INDO RDB, bersama dokter dan perawat jaga di Hospital Tchabi, langsung menangani korban dengan menghentikan pendarahan serta memberikan infus untuk menstabilkan kondisinya. Anak tersebut segera dievakuasi ke Hospital Tchabi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Tim INDO RDB dari Kompi Tchabi meningkatkan fokus terhadap wilayah tersebut sebagai bagian dari melaksanakan tugas perlindungan warga sipil. Situasi saat ini sudah terkendali namun tetap dipantau dengan ketat guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

  ๐Ÿ›ก TNI AD  

Senin, 10 Maret 2025

TNI AL dan Jerman Latihan Bersama Pengoperasian Helikopter

๐Ÿš ๐Ÿšฉ Pasukan MTF Indonesia dan MTF Jerman menggelar latihan bersama di bidang pengendalian helikopter di atas laut Mediterania, Sabtu (8/3/2025) (Ho-Humas TNI AL)

TNI AL melalui Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) XXVIII-P/UNIFIL mengadakan latihan bersama di bidang pengoperasian helikopter atau Helicopter Operation dengan kapal personel MTF dari Jerman FGS Baden Wuerttemberg F-222 di sela-sela tugas misi perdamaian.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama I Made Wira Hady saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengasah kemampuan tempur kedua pasukan MTF serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas antara kedua angkatan laut khususnya unsur helikopter," kata Wira.

Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, mencatat kegiatan latihan bersama itu diadakan pada Sabtu (8/3).

Wira menjelaskan, dalam latihan tersebut satgas MTF Indonesia menggunakan helikopter AS 565 MBe Panther HS-1306 yang berada di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367. Sedangkan satgas MTF Jerman menggunakan helikopter FGS BWG F-222.

Kedua helikopter itu, lanjut Wira, melakukan beragam rangkaian latihan seperti pendaratan atau Deck Landing Practice (DLP), Vertical Replenishment (Vertrep) dan Ship Control Approach (SCA).

"Selain itu kedua Angkatan Laut juga berkesempatan untuk bertatap muka dan saling bertukar informasi seputar operasi heli saat sesi Static Display di atas geladak heli FGS BWG F-222," jelas Wira.

Dengan adanya kegiatan ini, Wira berharap kemampuan ke dua satgas MTF di bidang pengendalian helikopter semakin terasah.

Wira juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama antara angkatan laut Indonesia dan Jerman dalam mengemban tugas perdamaian di laut Mediterania, Lebanon.

  ๐Ÿš antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...