Tampilkan postingan dengan label Kemhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Agustus 2026

Menhan Jepang Kontak Menhan RI dan Australia Bahas Indo-Pasifik

 Ketiganya sepakat untuk mempromosikan kerja sama pertahanan bilateral dan trilateral.  Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, Prefektur Kanagawa. (Kemenhan)

Menteri pertahanan (menhan) Jepang, Australia, dan Indonesia mengadakan pembicaraan trilateral pertama mereka pada Rabu (25/8/2026). Hal itu berlangsung beberapa hari, setelah kesepakatan antara Jakarta dan Beijing untuk meningkatkan hubungan militer menyusul latihan angkatan laut bersama di sebelah timur Taiwan.

Dalam pembicaraan telepon antara Menhan Shinjiro Koizumi, Menhan Australia Richard Marles, dan Menhan RI, ketiganya sepakat untuk mempromosikan kerja sama pertahanan bilateral dan trilateral, menurut Kementerian Pertahanan di Tokyo. Ketiganya pun berbincang dengan isu terkini di Indo-Pasifik.

"Ketiga menteri bertukar pandangan tentang lingkungan keamanan di kawasan Indo-Pasifik dan, dengan mempertimbangkan seluruh Indo-Pasifik secara luas, sepakat untuk bekerja sama untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional dan global melalui kerja sama trilateral," kata kementerian dalam siaran pers pertemuan tersebut.

Dikutip dari NHK, Jepang telah meningkatkan hubungan pertahanan dengan negara-negara Asia Tenggara dan Australia dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar langkah itu dalam upaya untuk melawan pengaruh militer China dan meningkatnya sikap agresif di Indo-Pasifik.

Namun, China juga aktif dalam mendekati negara-negara regional, termasuk Indonesia. Pekan lalu, Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu Sjafrie di Jakarta. Keduanya mencapai kesepakatan tentang transfer teknologi pertahanan dan pengembangan bersama pabrik amunisi di Indonesia, selama pembicaraan di Jakarta.

Pembicaraan tersebut menyusul latihan militer China-Indonesia pada pertengahan Agustus 2026. Hal itu menjadi latihan angkatan laut pertama Beijing dengan militer negara lain di perairan rawan konflik di sebelah timur Taiwan.

TNI AL mengklarifikasi bawah hal itu adalah "latihan rutin" — dan tidak terkait dengan "pertempuran" — yang dilakukan saat salah satu fregatnya kembali dari latihan bersama di Vladivostok, Rusia. Para pengamat mengatakan Jakarta telah berupaya memperdalam hubungan militer dengan China, Jepang, dan AS.

Hal itu karena Indonesia berupaya mempertahankan kebijakan luar negeri non-bloknya yang telah lama ada dan menyeimbangkan hubungan dengan kekuatan besar lainnya. Di tengah latar belakang tersebut, Tokyo telah menjalin hubungan pertahanan yang lebih erat dengan Jakarta.

Pada Juni 2026, kedua negara memulai pembicaraan tingkat kerja tentang ekspor kapal perusak kelas Asagiri Angkatan Laut Bela Diri Jepang ke Indonesia. Hal itu menjadi langkah terbaru Jepang untuk mentransfer peralatan pertahanan ke mitra yang berpikiran sama setelah pelonggaran aturan yang mengatur transfer peralatan militer awal tahun ini.

Dalam upaya untuk lebih mempererat hubungan, Menhan Koizumi telah berusaha untuk membina ikatan pribadi yang kuat dengan Sjafrie, dengan bertemu dengannya beberapa kali. Keduanya bahkan mengadakan pembicaraan di Tokyo pada awal Juni dan kemudian melakukan perjalanan minggu berikutnya ke Indonesia untuk diskusi lebih lanjut.

Pada Mei lalu, Jepang dan Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama pertahanan yang memperluas kolaborasi dalam bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, latihan bersama, dan kerja sama maritim. Tetapi, kedua negara juga membuka peluang untuk kerja sama dalam peralatan dan teknologi pertahanan.

Jakarta juga telah menyatakan minat untuk membeli fregat kelas Mogami Jepang yang telah ditingkatkan. Namun, keputusan tentang kapal-kapal tersebut diperkirakan baru akan diambil setelah kesepakatan kapal perusak kelas Asagiri diselesaikan.

  👷  Republika  

Sabtu, 22 Agustus 2026

Kemhan Tinjau Harwat Ranpur Marinir

♞  Pastikan ranpur PT 76M berjalan lancar PT 76 Marinir (Ist)

Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan mendampingi Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabaharwathan Kemhan RI) Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., meninjau perbaikan Kendaraan Tempur (Ranpur) Korps Marinir TNI AL jenis Tank PT-76 M di PT Lumindo Artha Sejati, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan diawali dengan paparan oleh Project Manager PT Lumindo Artha Sejati, Arif Mei Subiyanto, S.T., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan pengerjaan serta perkembangan perbaikan Ranpur Tank PT-76 M. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kabaharwathan Kemhan RI, peninjauan perbaikan Ranpur, penyerahan cenderamata dan plakat, penulisan kesan dan pesan, serta diakhiri dengan foto bersama.

Dalam sambutannya, Kabaharwathan Kemhan RI menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kemampuan, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, metode kerja, serta kualitas pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan (harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Dalam pembinaan harwat Alpalhankam, kita tidak hanya dituntut untuk menjaga kondisi materiel agar tetap laik digunakan, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa setiap proses harwat dilaksanakan secara terencana, terukur, memenuhi standar teknis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kemhan mendorong agar industri pertahanan nasional tidak hanya menjadi pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi juga secara bertahap mampu membangun kemandirian harwat Alpalhankam nasional, sehingga ketergantungan terhadap dukungan dari luar negeri dapat dikurangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aslog Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., Kapusrenharwat Alpalhan Laksma TNI Saepudin Hidayat, S.E., M.Tr.Hanla., Kadisharmat Kormar Kolonel Marinir Ukik Ari Nursanto, M.Tr.Hanla., M.M., Kabid Alpalhan Matra Udara Kolonel Tek Suparman, S.T., M.Tr.(Han)., dan Kabid Sarhan Matra Udara Kolonel Tum Achmad Fauzi, S.T., M.Eng. (Benta)


  ♞  Bernasindo  

Jumat, 21 Agustus 2026

Menhan Tiongkok Sepakat Perdalam Kerja Sama Militer dengan Indonesia

  Modernisasi sistem pertahanan nasional Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun di Gedung Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/Walda Marison)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kedatangan Menhan Tiongkok Laksamana Dong Jun di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan memperdalam kerja sama militer dengan Indonesia.

"Saat ini kerja sama pertahanan Tiongkok-Indonesia sudah jauh berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Baik dari segi kedalamannya maupun cakupannya kita telah mencapai hasil yang melimpah di berbagai bidang dan semua tingkatan," kata Dong Jun usai kedatangannya disambut oleh Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dong Jun mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menggandeng Indonesia dalam memodernisasi sistem pertahanan nasional. Hal tersebut, menurut dia, harus dilakukan agar Indonesia dan Tiongkok mampu menjadi negara yang kuat dan bisa menangkal ragam ancaman di kawasan.

Tidak hanya di bidang modernisasi alutsista saja, Dong Jun memastikan kedua negara akan menyelami ragam potensi kerja bidang pertahanan. Hal ini, demi memperkuat posisi Indonesia dan Tiongkok di ASEAN maupun dunia.

"Boleh dikatakan, kerja sama kedua negara memiliki prospek yang luas. Kualitas dan efisiensinya terus meningkat," terang Dong Jun.

Oleh karena itu, Dong berharap kerja sama strategis ini bisa terus terjalin dengan baik demi kebaikan Indonesia dan Tiongkok.

"Saya bersama Pak Menhan Sjafrie, kami sama yakin bahwa di bawah kepemimpinan dan arahan kepala negara, kita dapat meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Terima kasih," ungkap Dong Jun.

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyambut baik ragam rencana kerja sama militer yang akan dijalankan Indonesia dan Tiongkok. Sjafrie berharap kerja sama bidang pertahanan ini dapat semakin mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan Tiongkok, yang sudah terjalin sejak 19 tahun lalu.

"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," kata Sjafrie.

  💥 
Metro TV  

Kamis, 20 Agustus 2026

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  

Sabtu, 15 Agustus 2026

Kemhan Tandatangani Pengembangan Rantis Fortes H.V.9.0

Bersama PT. Elang Sukses Mardika (RALIKA group)Rantis Fortes H.V 9.0.(Ralika)

Kabatekhan hadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan kendaraan taktis Fortes H.V 9.0.

Rantis Fortes H.V 9.0 adalah kendaraan taktis (rantis) militer terbaru buatan PT Elang Sukses Mardika (Ralika group).

Prosesi penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM selaku mitra industri pertahaanan dalam negeri.

Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri pertahanan nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

   Batekhan  

Kamis, 13 Agustus 2026

Kabar TNI AU Bakal Diperkuat Pesawat Ilyushin?

  KSAU: Kita Masih Menunggu https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A (Aleksandr Guk)
K
epala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono memberi respons atas kabar TNI AU bakal diperkuat pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A asal Rusia. Dia tidak membantah rencana akuisisi tersebut. "Kita masih menunggu," kata Tonny kepada Republika di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

Dikonfirmasi ulang, Tonny pun enggan menjawab. Dia meminta kabar pengadaan pesawat multiperan bermesin empat itu untuk ditanyakan kepada Kementerian Pertahanan RI. "Tanyanya ke Kemhan," kata Tonny.

Sebelumnya, media Rusia www1.ru melaporkan, Indonesia berminat untuk mengakuisisi salah satu pesawat angkut andalan Rusia tersebut.

Besarnya perhatian Indonesia untuk memperluas kemampuan angkatan udaranya dan memperkuat perannya di kawasan Indo-Pasifik, menjadi salah satu alasan di balik ketertarikan Indonesia.

Indonesia mengajukan persenjataan dan peralatan militer untuk periode 2025-2030. Proposal Rosoborenexport saat ini mencakup pesawat tempur generasi kelima Sukhoi Su-57E dan generasi 4++ Sukhoi Su-35, pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A, helikopter Ka-52E, helikopter Mi-17, dan drone.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgljz1yjPGUDGXmb8uSUHq4UB6xeUqXglMHxuYE7cHNLiVcYK_E45xb6DdodqZ2zzRxPhYdetO9OeG2aOeyyWN2zFnT697Nb-WIbGkn7BEn4C_a8Inb7DK0j_oHE-f2W4R13dETZSFQaWpzMu7GUl0dsknmJFVRK_yDrAPvhu8Drd5BSVEcUlRBSPdcsptD/s696/il-76md-90a-1517491787.jpgPesawat Ilyushin Il-78MK-90A menjadi salah satu elemen penting dalam pembahasan kerja sama Moskow dan Jakarta di bidang teknologi penerbangan.

Pesawat tersebut dibuat berdasarkan Il-76MD-90A yang dimodernisasi dan menerima kemampuan yang memungkinkannya melakukan tugas pengisian bahan bakar di udara dan pengangkutan kargo besar secara bersamaan.

Pesawat Ilyushin Il-78MK-90A dianggap sebagai versi ekspor dari kapal tanker udara baru Rusia. Pesawat angkut itu juga dilengkapi dengan empat mesin PS-90A-76, mampu mencapai kecepatan hingga 850 kilometer per jam, memiliki berat lepas landas maksimum sekitar 210 ton dan dapat mentransfer bahan bakar hingga 78 ton di udara, tergantung mode pengoperasiannya.

Selain itu, Ilyushin tetap memiliki kemampuan angkut dan mampu mengangkut kargo hingga 60 ton. Keuntungan utama pesawat itu adalah sistem transfer bahan bakar baru dan avionik yang dimodernisasi.

Dibandingkan dengan versi Il-78 sebelumnya, kinerja peralatan pengisian bahan bakar telah ditingkatkan, dan masa pakai serta kemampuan operasional kendaraan telah meningkat.Platform tersebut dapat secara signifikan meningkatkan jangkauan operasi penerbangan tanpa perlu sering melakukan pendaratan untuk mengisi bahan bakar.

   Republika  
.

Rabu, 12 Agustus 2026

Kemhan Dorong Indonesia Menuju Kedaulatan Teknologi Pertahanan

🛩  Bukan Sekadar Beli Drone! Ilustrasi drone pada pameran Indonesia Drone Expo 2026 (IDM)

Era perang modern telah mengalami perubahan mendasar. Teknologi sistem tanpa awak atau unmanned systems kini bukan lagi sekadar pelengkap kekuatan militer, melainkan telah menjadi bagian penting dari ekosistem pertahanan yang menghubungkan sensor, data, komunikasi, kecerdasan buatan (AI), sistem komando hingga unsur manusia sebagai pengguna.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabatekhhan Kemhan) Laksamana Muda TNI Arif Harnanto dalam acara Indonesia Drone Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8).

Mengusung tema “Advancing Indonesia’s Defense Capabilities through Unmanned Systems”, Arif mengemukakan perkembangan sistem tanpa awak harus dipandang sebagai bagian dari transformasi pertahanan nasional, bukan sebatas perlombaan memiliki drone sebanyak-banyaknya.

Satu pesan utama yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini adalah bahwasanya sistem tanpa awak bukan hanya sekadar sebuah sistem yang tidak diawaki,” kata Arif.

Menurutnya, sistem tanpa awak harus terintegrasi dengan jaringan sensor, data, komunikasi, komando, kecerdasan buatan, serta unsur pelaksana atau pengguna sehingga seluruh komponen dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

Ukuran keberhasilan pembangunan sistem tanpa awak, lanjut Arif, tidak dapat hanya dilihat dari jumlah drone yang dimiliki Indonesia.

Keberhasilan kita tidak cukup diukur dari berapa banyak drone yang sudah kita miliki. Keberhasilan harus diukur dari kemampuan kita untuk mengintegrasikannya, mengoperasikannya, mempertahankannya, serta memproduksi serta mengembangkan sistem tersebut secara mandiri,” ujarnya.

Arif menjelaskan perkembangan teknologi drone juga telah mengubah karakter operasi modern.

Sistem tanpa awak memungkinkan sebuah kekuatan memperluas jangkauan pengindraan hingga mempertahankan pengawasan dalam waktu lebih lama.

Perubahan tersebut semakin cepat karena teknologi drone kini tidak lagi hanya dikuasai negara dengan industri pertahanan besar.

Ketersediaan komponen komersial, perangkat lunak terbuka, sensor berukuran kecil, komunikasi digital, AI, serta teknologi manufaktur membuat siklus inovasi berlangsung semakin singkat.

Arif menilai kondisi tersebut menciptakan tantangan serius bagi industri pertahanan konvensional.

Pasalnya, siklus pengembangan teknologi dapat bergerak lebih cepat dibandingkan siklus pengadaan sistem pertahanan konvensional.

Sistem yang hari ini kita anggap sudah unggul dapat menjadi usang dalam waktu yang sangat singkat,” tegasnya.

 Indonesia Tak Bisa Hanya Mengandalkan Platform Besar

Bagi Indonesia, kebutuhan terhadap sistem tanpa awak semakin strategis karena karakter geografis nasional yang sangat luas.

Ribuan pulau, jalur laut strategis, kawasan perbatasan, wilayah udara yang besar hingga lingkungan bawah laut membutuhkan kemampuan pengawasan yang luas dan berkelanjutan.

Dalam kondisi tersebut, Indonesia dinilai membutuhkan kombinasi sistem berawak dan tanpa awak, platform besar dan kecil, sensor tetap maupun bergerak, serta sistem strategis yang dapat diproduksi dalam jumlah banyak dan waktu relatif singkat.

Sistem tanpa awak dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengawasan perbatasan, maritime domain awareness, intelijen hingga pengawasan dan pengintaian atau ISR.

Namun, Arif mengingatkan agar pembangunan teknologi tidak dimulai dari pertanyaan mengenai drone apa yang harus dibeli.

Pertanyaannya haruslah berupa sebuah pertanyaan, bukan ‘drone apa yang akan kita beli,’ tetapi pertanyaan yang lebih tepat adalah ‘masalah operasi apa yang harus kita selesaikan,’ dan ‘efek apa yang ingin dihasilkan,’ serta ‘sistem apa untuk menghasilkan efek tersebut,’” jelasnya.

  🛩
IDM 

Minggu, 09 Agustus 2026

Alutsista Terbaru TNI Menjelang HUT RI ke 81

  ✈  🚀  💂 Alutsista terbaru TNI dalam latihan gabungan TNI (Dispenau)

Indonesia, yang akan berusia 81 tahun, terus memperkuat sekaligus memodernisasi kekuatan pertahanan nasional. Terbaru, pemerintah menyetujui pembelian rudal BrahMos dan Astra dari India.

India menyepakati ekspor sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dan rudal udara-ke-udara Astra kepada Indonesia dengan nilai sekitar US$ 630 juta atau setara Rp 11,3 triliun (asumsi kurs Rp 17.980 per dolar AS). Kesepakatan tersebut dicapai saat Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada Selasa dan bertemu Presiden Prabowo Subianto.

BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil pengembangan bersama India dan Rusia yang dikenal memiliki kemampuan diluncurkan dari berbagai platform, baik darat, laut, maupun udara. Sementara itu, Astra adalah rudal udara-ke-udara buatan India yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur pesawat tempur.

Pembelian BrahMos dan Astra memperpanjang daftar pengadaan alutsista strategis Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), pemerintah secara agresif melakukan modernisasi alutsista dengan menggandeng berbagai negara mitra, mulai dari Amerika Serikat (AS), Prancis, Italia, Turki, Korea Selatan (Korsel), hingga India. Penguatan dilakukan mencakup pesawat angkut, jet tempur, drone, radar, kapal perang, kapal selam, hingga sistem rudal.

Sejumlah alutsista yang telah dipesan Indonesia antara lain pesawat angkut C-130J Super Hercules, Airbus A400M Atlas, jet tempur Rafale, dan drone TAI Anka-S. Ada pula radar pertahanan udara Thales Ground Master 403, fregat Merah Putih, serta kapal kepresidenan Bung Karno Class.

Di sektor pengadaan strategis, Indonesia juga memesan 42 unit jet tempur Dassault Rafale F4 dari Prancis senilai sekitar US$ 8,1 miliar. Ada juga dua kapal selam Scorpène Evolved dengan estimasi nilai US$ 2 miliar, serta dua kapal perang Brawijaya Class dari Fincantieri Italia senilai sekitar US$ 1,39 miliar.

Selain BrahMos dan Astra, Indonesia juga memperkuat kemampuan sistem persenjataannya melalui pengadaan rudal balistik jarak pendek Khan SRBM, rudal pertahanan udara Hisar-O MRSAM, serta rudal antikapal Roketsan Atmaca. Langkah ini menunjukkan strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pengadaan alutsista sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional di tengah dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks.

 Sumber Dana Modernisasi Alutsista

Rudal BrahMos dari India akan memperkuat pertahanan NKRI (missilethreat) 

Belanja alutsista seperti pesawat tempur, kapal perang, radar, drone, hingga rudal bukan pengeluaran kecil. Sebagian besar kontraknya juga menggunakan mata uang asing, sehingga kebutuhan anggarannya ikut dipengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS maupun euro.

Dalam anggaran Kemhan, terutama untuk program modernisasi alutsista, sumber pembiayaan belanja pertahanan berasal dari Rupiah Murni APBN, serta juga dapat berasal dari pinjaman luar negeri, pinjaman dalam negeri, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), hingga Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dan, pada 2026, anggaran Kemhan ditetapkan sebesar Rp 187,1 triliun.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 yang diundangkan pada 28 November 2025. Anggaran tersebut dibagi ke dalam dua fungsi utama, yakni fungsi pertahanan dan fungsi pendidikan.

Fungsi pertahanan menjadi porsi terbesar dengan alokasi Rp 186,6 triliun. Sementara itu, fungsi pendidikan mendapat anggaran Rp 490 miliar.

Jika dilihat dari programnya, pos terbesar berada pada Program Modernisasi Alutsista, Non Alutsista, dan Sarana Prasarana Pertahanan. Nilainya mencapai Rp  84,48 triliun atau sekitar 45,1% dari total anggaran Kemhan 2026.

Menariknya, sumber dana terbesar untuk program modernisasi tersebut justru berasal dari pinjaman luar negeri. Dari total Rp 84,48 triliun, pinjaman luar negeri mencapai Rp 46,5 triliun, lalu Rupiah Murni sebesar Rp 33,44 triliun, pinjaman dalam negeri Rp 3,69 triliun, SBSN Rp 800 miliar, serta Pendapatan Negara Bukan Pajak sekitar Rp 60 miliar.

MPCS BWJ 320 (Ficantieri)

Komposisi ini menunjukkan bahwa modernisasi alutsista Indonesia tidak hanya bertumpu pada belanja langsung dari kas negara. Untuk pengadaan besar seperti pesawat tempur, kapal perang, radar, hingga sistem rudal, pemerintah juga menggunakan skema pembiayaan lain, terutama pinjaman luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, anggaran Kemhan sendiri bergerak naik. Pada APBN 2024, Kemhan mendapatkan alokasi sekitar Rp 139,26 triliun. Pada APBN 2025, angkanya naik menjadi sekitar Rp 166,26 triliun.

Namun, angka 2025 itu kemudian mengalami penyesuaian besar menjadi Rp 364,1 triliun. Mengutip dari Kehman, kenaikan tersebut diarahkan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kesejahteraan prajurit, kemandirian industri pertahanan, serta validasi organisasi.

Rencana 2027 juga tidak kalah besar. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp195 triliun untuk tahun anggaran 2027.

Usulan itu muncul karena kebutuhan anggaran pertahanan nasional disebut mencapai Rp 667 triliun, sementara pagu indikatif yang diberikan pemerintah hanya sekitar Rp 139 triliun. Jika tambahan Rp 195 triliun disetujui, anggaran Kemhan 2027 dapat naik ke kisaran Rp 334 triliun.

Besarnya kebutuhan anggaran itu memperlihatkan bahwa modernisasi pertahanan bukan hanya soal daftar belanja alutsista, tetapi juga soal ruang pembiayaan. Makin besar kebutuhan pengadaan, makin besar pula kebutuhan pemerintah untuk membiayainya.


   🚀  CNBC    

Senin, 03 Agustus 2026

Kemhan Hadiri Rencana Joint Exercise UAV ORLAN 10-E

 🤝 🛩https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjVZKooa1G_GGVc1-mZJUh10uqJdBBpaJI1kK2AvTHyabChC-0l0co0ABH71ni328Nos8PM4rn87xn4rED9z72eL__RoqdsKGPe5fG1xr4scBArevjSYhy7fVSf2WjC_RyIe3Amt3RIbopKVj3Sn8xlNkVVaN3kTDUoBNJV85rHrBojDy_V7-v1IKAVnb2/s1280/759622499_1920587221968817_8824949791883900285_n.jfifDrone Orlan 10-E (Kemhan)

Kepala Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabatekhan Kemhan) menghadiri kegiatan Penyampaian Rencana Joint Exercise UAV Orlan-10E, yang merupakan bagian dari rencana Latihan Gabungan Produk Militer Kedutaan Besar Federasi Rusia, pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Lapangan Terbang Wiladatika, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, yang memberikan arahan serta memimpin pembahasan mengenai rencana pelaksanaan latihan gabungan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama teknis dan pertahanan antara Indonesia dan Federasi Rusia, khususnya pada bidang Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Kehadiran Kabatekhan Kemhan mencerminkan komitmen Badan Teknologi Pertahanan dalam mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertahanan melalui kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan interoperabilitas guna mendukung terwujudnya sistem pertahanan negara yang modern, tangguh, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui sinergi dan kerja sama strategis ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin erat dalam pengembangan kemampuan teknologi pertahanan, sekaligus memperkuat kesiapan sumber daya pertahanan nasional dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan di masa depan.

 ♖  Batekhan  

Senin, 27 Juli 2026

Kemhan Bidik Helikopter AW149 dari Italia

  Perkuat TNI AL  Helikopter AW 149 Multi mission (Leonardo)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mulai menjajaki pengadaan helikopter multiguna AW149 buatan perusahaan pertahanan asal Italia, Leonardo, sebagai bagian dari upaya memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan bahwa komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Leonardo telah memasuki tahap awal melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI).

Menurut Rico, penandatanganan LoI belum berarti kontrak pembelian telah dilakukan. Dokumen tersebut menjadi dasar penjajakan kerja sama antara kedua pihak sebelum memasuki tahapan pengadaan.

Ia menjelaskan ruang lingkup kerja sama yang dibahas tidak hanya mencakup pengadaan helikopter AW149, tetapi juga pengembangan dukungan teknis, pemeliharaan, pelatihan personel, hingga peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional.

Kemhan menilai aspek transfer pengetahuan dan penguatan kemampuan industri dalam negeri menjadi bagian penting dalam setiap kerja sama pengadaan alutsista strategis.

Meski demikian, Rico belum mengungkapkan jadwal pasti pembelian maupun jumlah helikopter AW149 yang akan diakuisisi Indonesia.

Ia juga belum memberikan kepastian saat ditanya apakah helikopter tersebut diproyeksikan untuk beroperasi di kapal induk helikopter eks Italia, Giuseppe Garibaldi, yang belakangan santer dikaitkan dengan rencana penguatan armada TNI AL.

  ⍟
antara   

Rabu, 22 Juli 2026

Leonardo, PT ESystem Solutions, Dan Kemhan Menandatangani LoI Helikopter AW 149

  Untuk TNI AL  (Leonardo)

Leonardo, PT ESystem Solutions, dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kementerian Pertahanan) hari ini mengumumkan penandatanganan Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) untuk pasokan dan dukungan helikopter angkatan laut bagi Angkatan Laut Indonesia.

Perjanjian tersebut juga mencakup rencana untuk mengembangkan kemampuan bantuan teknis, pemeliharaan, penyelesaian, dan pelatihan lokal.

Jika diikuti dengan kontrak, ini dapat mengarah pada pasokan helikopter AW149 untuk pencarian dan penyelamatan serta penanggulangan bencana, baik untuk operasi berbasis darat maupun di atas kapal.

Helikopter AW 149 Multi mission (Leonardo)

Program ini mendukung program modernisasi angkatan laut Indonesia, memperkuat kemampuan tanggap daruratnya. Ini juga akan semakin memperluas kehadiran Leonardo di pasar helikopter Indonesia, khususnya dalam kebutuhan penyelamatan, penegakan hukum, dan transportasi penumpang.

LOI tersebut menyoroti kemitraan yang berkembang antara Leonardo dan PT ESystem Solutions, menyusul peluncuran program pesawat tempur ringan M-346 F Block 20 Indonesia.

Ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan dari Kementerian Pertahanan Indonesia terhadap produk dan teknologi Leonardo serta komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan industri kedirgantaraan dan pertahanan nasional negara tersebut.

AW149 adalah helikopter militer kelas menengah multiperan generasi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata yang paling menuntut dan telah digunakan secara internasional untuk melakukan berbagai misi termasuk transportasi taktis, utilitas, dukungan jarak dekat, MEDEVAC/CASEVAC, SAR, dan Pencarian dan Penyelamatan Tempur. Pemilihannya di Indonesia akan semakin memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara.

  ⍟
Leonardo   

Leonardo, PT ESystem Solutions, & Kemhan RI Menandatangani Kontrak 12 M-346 F Blok 20

✈   Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan dan pertempuran AU IndonesiaPesawat M-346 F blok 20 (Leonardo)

Leonardo dan PT ESystem Solutions Indonesia hari ini mengumumkan penandatanganan kontrak untuk menyediakan 12 pesawat tempur ringan multiperan Leonardo M-346 F “Block 20” kepada Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan) Republik Indonesia guna memenuhi kebutuhan operasional Angkatan Udara Indonesia.

Kontrak ini, yang merupakan tindak lanjut dari Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) yang diumumkan pada Februari tahun ini, mencakup lokalisasi berbagai kemampuan dukungan, pemeliharaan, perbaikan menyeluruh, dan pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia. Pengiriman diharapkan dimulai pada tahun 2030.

Program ini akan memberikan kontribusi besar pada rencana modernisasi armada pesawat Kementerian Pertahanan Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi dan kinerja canggih M-346. M-346 F Block 20 akan menyediakan kemampuan tempur multiperan dan memungkinkan pelatihan tingkat lanjut bagi pilot Indonesia.

Indonesia akan menjadi pengguna ke-23 dari M-346. Kontrak ini juga memperkenalkan standar “Blok 20” baru di Asia, menyusul Eropa dan Amerika Utara. Hanya delapan bulan setelah pesanan pertama, permintaan global yang kuat dan cepat untuk versi terbaru pesawat ini jelas menunjukkan bahwa pesawat ini memenuhi persyaratan pelanggan.

Kemitraan yang kuat dengan PT ESystem menegaskan komitmen Leonardo untuk membangun kolaborasi yang solid dan langgeng, serta untuk mendukung industri kedirgantaraan dan pertahanan Indonesia dengan manfaat lokal yang signifikan.

Lorenzo Mariani, CEO dan General Manager Leonardo, mengatakan: “Pengenalan M-346 F di Indonesia memberikan bukti nyata bukan hanya tentang kualitas intrinsik sistem pesawat, tetapi juga tentang kepercayaan negara yang berkelanjutan dan terus berkembang terhadap kemampuan kami di berbagai bidang. Kami di sini untuk tetap tinggal dan memperluas kontribusi serta keterlibatan kami, baik di sektor yang sudah mapan maupun sektor baru, untuk memberikan tingkat teknologi yang dibutuhkan negara dalam peta jalan pengembangan kedirgantaraan dan pertahanan jangka panjangnya.”

Konfigurasi standar pesawat tempur ringan M-346 F “Blok 20” yang baru akan dilengkapi dengan kokpit yang menampilkan Layar Area Besar (Large Area Display/LAD), radar pemindaian elektronik aktif, tautan data Link 16, penanggulangan elektronik, dan sistem senjata baru.

Pesawat ini menawarkan sistem pelatihan penerbangan canggih yang lengkap dan terintegrasi, termasuk GBTS (Sistem Pelatihan Berbasis Darat) - kombinasi elemen dan skenario simulasi dengan penerbangan nyata sesuai dengan logika Live, Virtual and Constructive (LVC) - dengan kemampuan tempur ringan tambahan untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan, yang dimungkinkan oleh sistem misi, peralatan, dan sensor canggih, termasuk kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

M-346 adalah elemen inti dari sistem pelatihan penerbangan canggih yang mutakhir dan terus berkembang, yang telah membuktikan efektivitasnya: sebuah kisah sukses yang telah mencatat lebih dari 170.000 jam terbang dengan lebih dari 170 pesawat yang dipesan hingga saat ini, memungkinkan beberapa angkatan udara di seluruh dunia – termasuk Asia – untuk melatih pilot menerbangkan pesawat tempur generasi terbaru berkinerja tinggi dan mempersiapkan transisi menuju 'sistem udara tempur' generasi berikutnya.

Sistem M-346 telah dipilih oleh 23 pengguna untuk melatih pilot mereka, termasuk di Sekolah Pelatihan Penerbangan Internasional Italia . Sistem ini juga digunakan untuk melakukan operasi taktis sebagai pesawat tempur multiperan ringan. Berkat kemampuan dan manuvernya yang berkinerja tinggi, M-346 juga telah dipilih oleh Angkatan Udara Italia sebagai pesawat masa depan untuk "Frecce Tricolori", tim aerobatik nasional Italia.

  ✈  Leonardo  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...