Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2026

PTDI Serahkan Pesawat NC-212i Khusus pesanan TNI AU

  Perkuat Skuadron 4PT DI menyerahkan NC212i unit ke-8 kepada TNI AU (PT DI)

PTDI kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i dengan konfigurasi khusus untuk misi Troop Transport, Rainmaking & Camera sebagai bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan 9 unit NC212i dengan Kemhan RI untuk end user TNI AU.

Pesawat NC212i unit ke-8 yang dikirimkan hari ini telah melaksanakan ferry flight dari hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Hal ini merupakan komitmen PTDI dalam mendukung penguatan kesiapan operasional TNI AU melalui penyediaan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan misi.

Pesawat NC212i berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkut personel, pelaksanaan operasi weather modification, hingga misi foto udara.

Konfigurasi khusus ini mencerminkan fleksibilitas platform NC212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mampu menjalankan beragam misi secara efektif.

Guna meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, pesawat NC212i ini juga telah dilengkapi dengan baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah tersertifikasi oleh EASA.

Baling-baling tersebut menawarkan berbagai keunggulan, antara lain tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan single engine pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan. Didukung kompatibilitas yang telah teruji dengan mesin Honeywell TPE331, baling-baling MTV-27 mampu meningkatkan performa pesawat dengan tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi operasional yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana beserta tim program NC212i meninjau langsung persiapan pesawat dengan tail number AX-2135 yang selanjutnya akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4, Malang. Pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, serta Kapten Irvan Fajar sebagai Copilot.
 

  🛩 
PTDI  

Jumat, 24 Juli 2026

Menteri PU Beber Daftar Jalan Tol Jadi Landasan Pesawat Tempur

✈   Untuk  kondisi daruratPesawat F16 mendarat di jalan tol trans Sumatera (Dispenau)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membeberkan daftar jalan tol yang bakal menjadi landasan darurat bagi pesawat tempur. Adapun lokasi lintasan tersebut, mayoritas berada di Barat Indonesia.

"Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan bisa dipakai penerbangan pesawat jet tempur manakala dalam kondisi darurat. Ini dalam kondisi darurat ya, jadi ada disclaimer dulu," ujar Dody di Kantor Kementerian PU Jakarta, Rabu (22/7).

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan sejumlah ruas jalan tol yang bisa dimanfaatkan sebagai landasan pesawat tempur. Meskipun begitu, Dody menegaskan bahwa penggunaan jalan tol tersebut hanya dilakukan dalam kondisi darurat.

Dody mengungkapkan salah satu jalan tol yang telah diuji coba untuk pendaratan pesawat tempur adalah Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).

Ke depan, Dody mengatakan jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi), serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan bisa digunakan untuk pendaratan pesawat tempur.

Sejumlah jalan tol di Sumatera juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pendaratan darurat untuk pesawat tempur, salah satunya tol yang berada di Lampung yakni Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).

Selanjutnya, di ujung Sumatera ada Tol Sigli-Banda Aceh yang diperkirakan bisa dimanfaatkan menjadi landasan darurat pesawat tempur.

"Kemarin yang sudah kita coba kan di Lampung ya. Kemudian Pak Menhan, minta lagi yang di ujung Sumatera, mungkin nanti Aceh Sigli yang kita akan coba di situ. Terus kemudian, Situbondo, di Prosiwangi itu kita siapkan," tandas Dody. (ldy/ins)

  ✈  CNN  

Rabu, 22 Juli 2026

TNI AU Jalani Latihan DBFM pada Pitch Black 2026

✈   Di AustraliaPesawat T50i Golden Eagle T-5020 TNI AU di Australia (Dispenau/DoD Aus)

Penerbang pesawat tempur T-50i Golden Eagle TNI Angkatan Udara mengikuti latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) dalam rangkaian latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di wilayah udara Darwin, Australia, Senin (20/7/2026).

Latihan ini menjadi bagian dari Air Maneuver Exercise (AMX) untuk meningkatkan pemahaman taktis, kemampuan tempur udara, serta interoperabilitas dengan angkatan udara negara sahabat sebelum memasuki skenario latihan yang lebih kompleks.

Pada sesi DBFM, para penerbang TNI AU mempelajari karakteristik dan performa berbagai jenis pesawat tempur, prosedur penerbangan, komunikasi, serta tata cara operasi di wilayah udara Darwin. Sebagai bagian dari Force Integration Training (FIT), penerbang T-50i melaksanakan latihan bersama penerbang pesawat F-16D milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) dan F-35A Japan Air Self-Defense Force (JASDF).

Keikutsertaan TNI AU dalam Pitch Black 2026 mencerminkan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapan operasional, serta memperkuat kerja sama dan interoperabilitas dengan angkatan udara negara-negara sahabat.

  ✈  TNI AU  

Leonardo, PT ESystem Solutions, & Kemhan RI Menandatangani Kontrak 12 M-346 F Blok 20

✈   Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan dan pertempuran AU IndonesiaPesawat M-346 F blok 20 (Leonardo)

Leonardo dan PT ESystem Solutions Indonesia hari ini mengumumkan penandatanganan kontrak untuk menyediakan 12 pesawat tempur ringan multiperan Leonardo M-346 F “Block 20” kepada Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan) Republik Indonesia guna memenuhi kebutuhan operasional Angkatan Udara Indonesia.

Kontrak ini, yang merupakan tindak lanjut dari Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) yang diumumkan pada Februari tahun ini, mencakup lokalisasi berbagai kemampuan dukungan, pemeliharaan, perbaikan menyeluruh, dan pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia. Pengiriman diharapkan dimulai pada tahun 2030.

Program ini akan memberikan kontribusi besar pada rencana modernisasi armada pesawat Kementerian Pertahanan Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi dan kinerja canggih M-346. M-346 F Block 20 akan menyediakan kemampuan tempur multiperan dan memungkinkan pelatihan tingkat lanjut bagi pilot Indonesia.

Indonesia akan menjadi pengguna ke-23 dari M-346. Kontrak ini juga memperkenalkan standar “Blok 20” baru di Asia, menyusul Eropa dan Amerika Utara. Hanya delapan bulan setelah pesanan pertama, permintaan global yang kuat dan cepat untuk versi terbaru pesawat ini jelas menunjukkan bahwa pesawat ini memenuhi persyaratan pelanggan.

Kemitraan yang kuat dengan PT ESystem menegaskan komitmen Leonardo untuk membangun kolaborasi yang solid dan langgeng, serta untuk mendukung industri kedirgantaraan dan pertahanan Indonesia dengan manfaat lokal yang signifikan.

Lorenzo Mariani, CEO dan General Manager Leonardo, mengatakan: “Pengenalan M-346 F di Indonesia memberikan bukti nyata bukan hanya tentang kualitas intrinsik sistem pesawat, tetapi juga tentang kepercayaan negara yang berkelanjutan dan terus berkembang terhadap kemampuan kami di berbagai bidang. Kami di sini untuk tetap tinggal dan memperluas kontribusi serta keterlibatan kami, baik di sektor yang sudah mapan maupun sektor baru, untuk memberikan tingkat teknologi yang dibutuhkan negara dalam peta jalan pengembangan kedirgantaraan dan pertahanan jangka panjangnya.”

Konfigurasi standar pesawat tempur ringan M-346 F “Blok 20” yang baru akan dilengkapi dengan kokpit yang menampilkan Layar Area Besar (Large Area Display/LAD), radar pemindaian elektronik aktif, tautan data Link 16, penanggulangan elektronik, dan sistem senjata baru.

Pesawat ini menawarkan sistem pelatihan penerbangan canggih yang lengkap dan terintegrasi, termasuk GBTS (Sistem Pelatihan Berbasis Darat) - kombinasi elemen dan skenario simulasi dengan penerbangan nyata sesuai dengan logika Live, Virtual and Constructive (LVC) - dengan kemampuan tempur ringan tambahan untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan, yang dimungkinkan oleh sistem misi, peralatan, dan sensor canggih, termasuk kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

M-346 adalah elemen inti dari sistem pelatihan penerbangan canggih yang mutakhir dan terus berkembang, yang telah membuktikan efektivitasnya: sebuah kisah sukses yang telah mencatat lebih dari 170.000 jam terbang dengan lebih dari 170 pesawat yang dipesan hingga saat ini, memungkinkan beberapa angkatan udara di seluruh dunia – termasuk Asia – untuk melatih pilot menerbangkan pesawat tempur generasi terbaru berkinerja tinggi dan mempersiapkan transisi menuju 'sistem udara tempur' generasi berikutnya.

Sistem M-346 telah dipilih oleh 23 pengguna untuk melatih pilot mereka, termasuk di Sekolah Pelatihan Penerbangan Internasional Italia . Sistem ini juga digunakan untuk melakukan operasi taktis sebagai pesawat tempur multiperan ringan. Berkat kemampuan dan manuvernya yang berkinerja tinggi, M-346 juga telah dipilih oleh Angkatan Udara Italia sebagai pesawat masa depan untuk "Frecce Tricolori", tim aerobatik nasional Italia.

  ✈  Leonardo  

Sabtu, 18 Juli 2026

KAI Telah Mengirimkan 6 unit T50i ke Indonesia

✈  T50i pesawat teranyar T5017 TNI AU bersiap terbang ke Australia (Dispenau)

Perusahaan pertahanan Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd., mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menyelesaikan pengiriman enam pesawat latih canggih T-50i tambahan ke Indonesia.

KAI menandatangani kontrak untuk memasok pesawat T-50i ke Angkatan Udara Indonesia pada tahun 2021 dan memulai pengiriman pada bulan Februari.

Produsen pesawat ini pertama kali menandatangani kesepakatan untuk memasok 16 pesawat latih T-50 ke Indonesia pada tahun 2011, dan sekarang telah mengirimkan 22 pesawat.

T-50i terbaru menggunakan kamuflase abu abu (KAI)

Indonesia adalah pelanggan luar negeri pertama untuk T-50i, varian ekspor dari pesawat latih jet supersonik buatan Korea Selatan pertama.

Negara Asia Tenggara ini telah mengakuisisi 42 pesawat buatan Korea Selatan, termasuk 20 pesawat latih KT-1.

Kedua negara telah memperluas kerja sama di sektor pertahanan, dengan Indonesia mengambil bagian dalam proyek pengembangan bersama jet tempur KF-21 buatan Korea Selatan.

  ✈  Yonhap   

Rabu, 15 Juli 2026

TNI AU Siapkan Empat Pesawat T50i ke Australia

✈  Latihan Pitch Black 2026T50i pesawat teranyar T5017 TNI AU bersiap terbang ke Australia (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan empat pesawat tempur T-50i Golden Eagle untuk mengikuti latihan multinasional Pitch Black 2026 di Australia yang akan dimulai pada 20 Juli 2026.

Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad di Kupang, Rabu, mengatakan empat pesawat tempur tersebut dijadwalkan bertolak ke Australia pada Kamis (16/7).

"Kedatangan sejumlah pesawat tempur ini dalam rangka mengikuti latihan Pitch Black di Australia. Besok mereka akan berangkat," katanya.

Selain empat pesawat tempur T-50i, TNI AU juga mengerahkan satu pesawat angkut C-130 Hercules.

Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Australia, latihan Pitch Black 2026 akan berlangsung pada 20 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Somad mengatakan keikutsertaan TNI AU dalam latihan tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama dan peningkatan kemampuan bersama angkatan udara negara-negara peserta.

Ia menambahkan para penerbang TNI AU akan mengikuti berbagai skenario latihan, termasuk manuver pesawat tempur bersama peserta dari negara lain.

Dalam kesempatan tersebut, Lanud El Tari juga menggelar kegiatan hari terbuka pangkalan (open base) bagi masyarakat, termasuk pelajar di Kota Kupang.

"Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung pesawat-pesawat tempur kami. Karena itu, kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung," ujarnya.

Kegiatan hari terbuka pangkalan berlangsung mulai Rabu hingga Kamis (16/7) pukul 08.00 WITA sampai selesai.

Ia mengajak masyarakat Kota Kupang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat dari dekat dan berfoto dengan pesawat tempur TNI AU.

  ✈  Antara  

Rabu, 08 Juli 2026

Indonesia Sepakat Akuisisi Rudal Astra dari India

 Untuk mempersenjatai SU 30 TNI AUPesawat SU30 TNI AU dengan rudal Rusia (Dispenau)

Indonesia resmi menyepakati membeli rudal Astra dan rudal supersonik BrahMos dari India sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis dan pertahanan antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 7 Juli 2026.

Total nilai paket kerja sama pertahanan yang mencakup pengadaan sistem rudal canggih ini, dilaporkan mencapai 630 juta USD (sekitar Rp 10,2 triliun).

 Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh

Khusus untuk Astra, merupakan rudal udara ke udara jarak jauh melampaui cakrawala BVRAAM (Beyond-Visual-Range Air-to-Air Missile) pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh India.

Rudal Astra dirancang oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation) dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Bharat Dynamics Limited (BDL).

Rudal canggih ini dirancang khusus untuk melacak dan menghancurkan pesawat musuh yang memiliki kelincahan tinggi dari jarak jauh dengan tingkat akurasi presisi tinggi.

 Untuk Mempersenjatai Su-30

Saat ini tersedia dua varian utama, pertama Astra Mk-1, dengan jangkauan tembak efektif antara 80 hingga 110 km.

Rudal ini melaju dengan kecepatan maksimum 4,5 Mach dan dilengkapi pemandu Terminal Active Radar Homing.

Varian kedua Astra Mk-2, merupakan generasi terbaru yang sedang dipercepat proses pengembangannya oleh DRDO.

Astra Mk-2 memiliki jangkauan serang yang ditingkatkan, mampu memburu pesawat musuh hingga jarak 160–240 km.

Sejak awal rudal Astra dirancang agar kompatibel dengan berbagai jet tempur mutakhir milik Angkatan Udara India dan Angkatan Laut India, termasuk Sukhoi Su-30MKI, HAL Tejas, dan MiG-29K.

Di Indonesia, rudal ini rencananya akan diintegrasikan pada jet tempur Sukhoi Su-30 TNI Angkatan Udara yang dioperasikan oleh Skadron Udara 11. (RBS)

  ✈️
Airspace Review   

Jumat, 26 Juni 2026

Indonesia Menyelesaikan Pembayaran Akhir Kontribusi Penyesuaian KF-21

  ★ 
Pesawat tempur KF-21 Boramae kursi tunggal, kemungkinan yang akan dikirimkan ke Indonesia (Jetphotos)

Telah dikonfirmasi bahwa Indonesia telah menyelesaikan pembayaran bagiannya dari biaya pengembangan bersama untuk jet tempur Korea KF-21.

Dengan berakhirnya perselisihan yang berkepanjangan mengenai pembagian biaya antara Korea dan Indonesia, hal ini diharapkan akan berdampak positif pada negosiasi di masa mendatang untuk pembelian 48 unit KF-21 oleh Angkatan Udara Indonesia.

Menurut laporan komprehensif berdasarkan sumber lokal Indonesia dan liputan domestik pada tanggal 26, Indonesia baru-baru ini membayar saldo akhir sebesar 63,6 miliar won dari kontribusi pengembangan bersama yang harus dibayarkan kepada Korea Aerospace Industries (KAI). Dengan demikian, Indonesia kini telah membayar seluruh kontribusi penyesuaian sekitar 600 miliar won yang disepakati dengan pemerintah Korea.

Jet tempur Korea KF-21 dikembangkan dengan nama KF-X sekitar 20 tahun yang lalu. Namun, selama proses studi kelayakan awal, berulang kali dinilai kurang layak secara ekonomi. Hal ini karena ini merupakan upaya pertama Korea dalam pengembangan jet tempur, dan kemungkinan untuk mengamankan pasar ekspor masih belum pasti.

Akibatnya, lembaga penelitian milik negara, termasuk Institut Analisis Pertahanan Korea (KIDA), merekomendasikan agar pengembangan KF-X dilakukan melalui metode pengembangan bersama internasional.

Lembaga-lembaga terkait, termasuk Administrasi Program Akuisisi Pertahanan, mengadakan konsultasi dengan Turki dan Indonesia untuk pengembangan bersama internasional KF-X.

Namun, diskusi dengan Turki gagal karena ketidaksepakatan mengenai kondisi negosiasi, seperti hak kekayaan intelektual. Selanjutnya, Korea meluncurkan proyek pengembangan KF-21 secara serius dengan menandatangani 'Perjanjian Kerangka Kerja tentang Pengembangan Bersama KF-X' dengan Indonesia pada Januari 2016.

Menurut perjanjian awal, Indonesia akan menanggung 1,6 triliun won, atau sekitar 20% dari total biaya pengembangan sebesar 8,1 triliun won. Sebagai imbalannya, Indonesia akan menerima teknologi terkait produksi KF-21 dan satu pesawat prototipe, serta sekitar 10 insinyur Indonesia akan berpartisipasi dalam proses pengembangan.

Namun, Indonesia menunda pembayaran kontribusinya, dengan alasan situasi anggaran domestiknya. Pada tahun 2019, jumlah yang dibayarkan hanya mencapai 132 miliar won, dan sejak saat itu, isu kontribusi biaya pembangunan yang belum dibayar telah disebut sebagai risiko utama bagi proyek KF-21.

Lebih lanjut, hubungan pembangunan bersama antara kedua negara menghadapi tekanan yang meningkat seiring munculnya tuduhan kebocoran informasi rahasia oleh personel teknis Indonesia pada Februari 2024. Kasus tersebut diakhiri dengan keputusan untuk tidak menuntut setelah penyelidikan yang panjang.

Selanjutnya, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan memutuskan untuk menyesuaikan kontribusi pembagian biaya menjadi sekitar 600 miliar won setelah konsultasi dengan pemerintah Indonesia pada Agustus 2024.

Sebagai imbalannya, cakupan teknologi yang akan diberikan kepada Indonesia juga dikurangi. Dengan pembayaran sisa saldo, masalah pembagian biaya pengembangan bersama dengan Indonesia telah diselesaikan, dan ketidakpastian seputar proyek KF-21 sebagian besar telah teratasi.

Prosedur yang tersisa adalah transfer teknologi dan penyediaan aset dalam bentuk barang. Menurut laporan, sekitar 350 miliar won dari 600 miliar won biaya pengembangan yang dibayarkan oleh Indonesia akan dialokasikan untuk menyediakan prototipe KF-21 kelima kepada Indonesia.

Sisa sekitar 250 miliar won diharapkan akan dihitung berdasarkan nilai transfer teknologi dan penyediaan data pengembangan. Namun, dipahami bahwa negosiasi mengenai cakupan spesifik teknologi dan data pengembangan yang akan diberikan kepada Indonesia masih berlangsung.

Alasan mengapa perjanjian pengembangan bersama antara kedua negara tidak dibatalkan meskipun ada kontroversi mengenai kontribusi yang tertunggak dan kebocoran informasi rahasia terletak pada kenyataan bahwa proyek KF-21 bermula sebagai pengembangan bersama internasional.

Meskipun KF-21 adalah jet tempur pertama yang dikembangkan Korea Selatan secara independen, negara-negara pesaing seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Swedia telah mengumpulkan pengalaman pengembangan jet tempur selama beberapa dekade dan jaringan penjualan luar negeri.

Karena alasan ini, logika bahwa negara-negara pembeli potensial harus diamankan sebagai mitra pengembangan bersama telah berperan sejak awal proyek.

Namun, mengingat status industri pertahanan Korea saat ini, sangat disayangkan bahwa kemampuan industri pertahanan Korea dan potensi ekspornya dinilai terlalu konservatif pada saat itu.

Akibatnya, meskipun pengembangan bersama dengan Indonesia menimbulkan beban seperti biaya dan kontroversi mengenai keamanan teknis, hal itu sekaligus berfungsi sebagai jalan yang membuka pintu bagi kemungkinan pengadaan KF-21 pertama di luar negeri.

Dengan selesainya pembayaran kontribusi, perhatian beralih ke kontrak pembelian KF-21 Indonesia. Dilaporkan bahwa Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan rencana untuk mengakuisisi 48 unit KF-21 dalam tiga tahap, masing-masing terdiri dari 16 unit. Di antara tahap-tahap tersebut, negosiasi untuk memasok 16 unit pertama ke Angkatan Udara Indonesia sedang berlangsung terlebih dahulu.

Menurut gabungan sumber lokal Indonesia dan laporan domestik, konsensus yang signifikan dilaporkan telah tercapai mengenai harga pembelian dan jadwal pengenalan KF-21.

Namun, koordinasi anggaran internal dalam pemerintahan Indonesia masih berlangsung. Diketahui bahwa Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat ini sedang membahas metode pembiayaan untuk pembelian KF-21.

Variabel lain adalah fakta bahwa, karena sifat proyek pengadaan pertahanan Indonesia, diperlukan pinjaman luar negeri dan anggaran pengadaan domestik.

Jika konsultasi internal pemerintah berjalan cepat, ada kemungkinan anggaran untuk pembelian KF-21 akan disetujui sekitar kuartal ketiga. Namun, waktu persetujuan dapat tertunda tergantung pada metode pengadaan anggaran dan hasil koordinasi antar kementerian.

Meskipun demikian, dengan selesainya pembayaran kontribusi pengembangan bersama, diperkirakan bahwa negosiasi dengan Indonesia untuk pembelian KF-21 telah memasuki fase yang lebih maju daripada sebelumnya.

  ★  Bizhankook    

Selasa, 23 Juni 2026

Aselsan Indonesia Mendukung TNI-AU dalam Mempertahankan Kesiapan Operasional Puncak

  Sistem Perang Elektronik (EW) Aselsan Gergedan Sistem Perang Elektronik (EW) Aselsan Gergedan yang digunakan oleh TNI AU (Aselsan Indonesia)

Aselsan Indonesia berada di lokasi bersama Koopsudnas minggu ini untuk memberikan pengarahan penting tentang sistem Perang Elektronik (EW) canggih kami dan melakukan sesi pelatihan penyegaran langsung untuk jammer GERGEDAN.

Menjaga operator tetap tajam, percaya diri, dan sepenuhnya mampu dengan teknologi kami tetap menjadi prioritas utama kami. Terima kasih kepada tim Koopsudnas atas keterlibatan yang sangat produktif.

  📡 
Aselsan  

Minggu, 21 Juni 2026

TNI AU Resmikan Skuadron Udara 18

 🛩 Rumah bagi Pesawat Falcon 8X 🛩 (antara)

TNI AU baru meresmikan Skuadron Udara 18 yang merupakan rumah dari pesawat Falcon 8X buatan Dassault Aviation, Prancis, Kamis.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dalam siaran pers di Jakarta mengatakan, peresmian ini dilakukan di markas Skuadron Udara 18 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam amanat saat upacara peresmian, Tonny mengatakan pesawat ini diperuntukkan untuk mengantar tamu penting kenegaraan ataupun pejabat penting negara.

"Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” ujar Tonny dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta.

 Enam pesawat Falcon 8X

Dengan adanya skuadron baru ini, Tonny yakin TNI AU akan memberikan pelayanan dan dedikasi yang maksimal dalam memastikan keselamatan perjalanan udara para tamu penting negara.

Dalam upacara tersebut, Tonny juga mengukuhkan Komandan Skadron Udara 18 yakni Letkol Pnb Rachmad Syaputra.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI AU I Nyoman Suadnyana mengatakan seluruh fasilitas dan kebutuhan operasional pesawat Falcon 8X sudah dipenuhi oleh TNI AU.

Tercatat ada enam pesawat Falcon 8X yang bertengger di sana. Dia memastikan ke enam pesawat itu dapat beroperasi dengan baik dan mampu mendukung tugas pertahanan udara Indonesia.

  🛩 antara   

Selasa, 09 Juni 2026

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  💣 
Dislitbangau  

Minggu, 07 Juni 2026

Delegasi Dewan Pertahanan Nasional Kunjungi Airbase AFB 123 Di Orléans Bricy Prancis

  Pelajari Sistem MRO Terintegrasi A (DPN)
Sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan dan kerja sama di bidang pertahanan, Delegasi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) mengunjungi Airbase AFB 123 Orléans–Bricy, Prancis, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi tim DPN untuk melihat angsung bagaimana Angkatan Udara Prancis mengelola sistem Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terintegrasi untuk armada pesawat angkut A400M, yang dikenal dengan kemampuan misi jarak jauh dan mobilitas tinggi.

Dalam sesi kunjungan, delegasi yang dipimpin oleh Deputi Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., disambut hangat oleh jajaran Airbase dan mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sistem pemeliharaan berbasis teknologi serta kemitraan antara militer Prancis dan Airbus Defence & Space.

Melalui kunjungan ini, DPN berharap dapat mengambil pembelajaran penting dari praktik terbaik yang diterapkan Prancis dalam memastikan kesiapan operasional armadanya.

Pendekatan MRO yang terpusat dan kolaboratif dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia sebagai langkah meningkatkan efisiensi dan kemandirian dalam pemeliharaan alutsista.

Selain memperkuat hubungan diplomatik di sektor pertahanan, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama baru, terutama dalam aspek pengembangan industri dan transfer teknologi antara kedua negara.

  🤝 
DPN  

Senin, 18 Mei 2026

Penampakan 11 Pesawat Baru Dipamerkan Prabowo: Jet Rafale hingga Falcon

Sejumlah alutsista diserahkan Presiden ke TNI di Halim, Jakarta (Kompas)

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan menerima alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa jet-jet tempur, pesawat kargo, dan radar, Senin (18/5/2026).

Alutsista yang diterima meliputi 6 pesawat tempur Rafale yang dilengkapi dengan rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer; 4 pesawat Falcon 8X; 1 pesawat A400M MRTT; serta Radar GCI GM403.

Presiden Prabowo Subianto memamerkan sejumlah alutsista yang secara resmi telah diserahterimakan ke TNI. Berdasarkan pantauan Kompas.com, deretan alutsista tersebut dipamerkan di apron Base Ops Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Susunan alutsista dibentuk menyerupai segitiga. Di posisi paling depan tampak pesawat tempur Rafale buatan Prancis. Kehadirannya menandai penambahan kekuatan baru TNI AU, terutama untuk kemampuan tempur udara ke udara dan udara ke darat.

Di sisi kanan Rafale dipajang rudal Meteor serta Smart Weapon Hammer yang menjadi persenjataan utama pesawat tersebut.

Tak jauh dari Rafale, empat pesawat Falcon 8X turut dipamerkan. Pesawat berbadan ramping itu disiapkan untuk mendukung mobilitas strategis, pelaksanaan misi komando, hingga pengawasan udara.

Sementara di dua sudut paling belakang ditempatkan dua pesawat angkut A400M, termasuk satu unit yang sebelumnya telah diserahterimakan pada November 2025.

Pesawat angkut ini diproyeksikan memperkuat kemampuan angkut strategis TNI, termasuk distribusi pasukan dan logistik.

Selain itu, A400M MRTT memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara yang memungkinkan pesawat tempur beroperasi lebih jauh dan lebih lama.

Sementara itu, Radar GCI GM403 menjadi bagian lain dari alutsista yang diterima pemerintah.

Radar berkelir hijau itu berfungsi mendeteksi ancaman udara dari jarak jauh sekaligus membantu memandu pesawat tempur untuk menghadapi sasaran yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Dalam serah terima dari Pemerintah ke TNI ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator (Menko) Politik dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Kemudian, Menteri Perhubungan (Mehub) Dudy Purwagandhi, Menlu Sugiono, Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.

   ★ 
Kompas  

Rabu, 13 Mei 2026

Indonesia Kedatangan Pesawat Falcon 8X Lagi

🛩  Pesawat angkut VVIP Pesawat VVIP terbaru TNI AU, A 0803 (Dispenau)

Indonesia kembali menerima pesawat Falcon 8X buatan Dassault Aviation, perusahaan dirgantara asal Prancis yang juga memproduksi jet tempur Rafale.

Pesawat angkut VVIP itu tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2026).

Falcon 8X dengan nomor ekor A-0804, lengkap dengan tulisan TNI Angkatan Udara sempat terpotret oleh fotografer.

Kedatangan pesawat Dassault Falcon 8X tersebut merupakan bagian dari kontrak baru pengadaan empat unit pesawat Falcon,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).

Falcon 8X A0804 TNI AU (Dispenau)

Rico mengatakan, Falcon 8X A-0804 bukan bagian dari kontrak pembelian sebelumnya. Kontrak pengadaan dua pesawat sebelumnya mulai berjalan saat Presiden Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan.


Unit pertama tiba pada 2022, sedangkan unit kedua datang dua tahun kemudian.

Kedua pesawat itu kini dioperasikan oleh Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma untuk kebutuhan angkut VIP dan VVIP.

Dengan kedatangan A-0804, jumlah armada Falcon 8X milik TNI AU bertambah.

  🛩
Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...