Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2026

PT DI Dapatkan Kontrak Harwat Pesawat Terbang/Helikopter TNI AU

 🛩 👷 Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Koharrmatau dan PT DI (PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) dan Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara (Koharmatau) memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan pemeliharaan pesawat terbang dan helikopter milik TNI Angkatan Udara (TNI AU). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pendayagunaan Sumber Daya dan Pemanfaatan Fasilitas Pemeliharaan Pesawat Terbang/Helikopter.

PKS ini ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Komandan Koharmatau, Rudolf P. Buulolo di Ruang Rapat Basir Surya, Koharmatau, Kamis (17/09). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan kapabilitas industri PTDI dengan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki TNI AU untuk memperkuat dukungan terhadap pemeliharaan armada udara TNI AU.

Pada kesempatan ini, kedua pihak juga menandatangani dokumen perjanjian Side Letter sebagai tindak lanjut terhadap kerja sama pemeliharaan pesawat terbang/helikopter, serta kerja sama pengadaan suku cadang dan Harwat pesawat CN235 milik TNI AU. Dalam hal ini, Koharmatau akan memberikan dukungan berupa penyediaan personel, peralatan, fasilitas, dan Ground Support Equipment (GSE). Sementara itu, PTDI akan menyediakan personel yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan, termasuk dukungan teknis dan pemeliharaan guna menjaga kesiapan operasional pesawat milik TNI AU.

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen PTDI sebagai industri pertahanan untuk memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pesawat yang telah diproduksi dan dioptimalkan pemanfaatannya bagi pengguna (end-user), dalam hal ini, TNI AU. ”Kerja sama ini menjadi hal penting untuk memastikan kemampuan armada tetap terjaga dan memenuhi Optimum Essential Force TNI AU. Bagi kami, kerja sama ini juga merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung kebutuhan pemeliharaan alutsista TNI AU, melalui kemampuan teknis sumber daya manusia, serta fasilitas yang dimiliki masing-masing pihak, diharapkan kegiatan pemeliharaan dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan,” ujar Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.

Sementara itu, Komandan Koharmatau, Rudolf P. Buulolo, mengatakan, ”Saya memandang bahwa kerja sama ini memiliki arti penting, bukan hanya dalam mendukung pelaksanaan pemeliharaan, tetapi juga dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat transfer pengetahuan dan pengalaman, serta membangun kemampuan pemeliharaan yang semakin mandiri dan berkelanjutan.” .

  🛩 PTDI  

Sabtu, 05 September 2026

Rafale TNI AU KIni Dilengkapi AT730 Triple Ejector Rack

 ⍟ AT730 Triple Ejector Rack yang melengkapi Rafale TNI AU ( Jatosint)

Jet tempur Rafale TNI AU akan memiliki kemampuan membawa persenjataan udara-ke-permukaan dalam jumlah besar berkat penggunaan AT730 Triple Ejector Rack.

Rak peluncur ini memungkinkan satu titik gantung Rafale membawa hingga tiga amunisi kelas 250 kg, seperti bom berpemandu presisi AASM/HAMMER.

Dengan dua rak AT730 di bawah sayap, Rafale dapat membawa hingga enam amunisi hanya menggunakan dua titik gantung.

Penggunaan AT730 memberikan fleksibilitas lebih besar dalam konfigurasi tempur karena titik gantung lainnya masih dapat digunakan untuk membawa rudal udara-ke-udara, tangki bahan bakar eksternal, maupun persenjataan tambahan.

Selain AASM/HAMMER, AT730 juga dapat dikonfigurasi untuk beberapa jenis bom berpemandu lainnya. Kehadiran sistem ini akan meningkatkan kapasitas serangan presisi Rafale sekaligus memperkuat kemampuan multirole armada tempur TNI AU.

   
Garis Depan  

Jumat, 04 September 2026

Delegasi Dislitbangau Kunjungi Industri Pertahanan PT TAG

  Di Bandung Rombongan Dislitbangau lakukan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) di Bandung Barat (Dislitbangau)

Guna memperkuat kemandirian Alpalhankam matra udara, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsma TNI Rachmadi Anggoro, S.E., M.Sc., M.S.S. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) Bandung Barat, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kolaborasi strategis dalam rangka penelitian dan pengembangan material mandiri guna memperkuat alpalhankam matra udara.

PT Tiara Angkasa Gandiva merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan dirgantara. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia suku cadang komponen pesawat terbang, produk militer seperti parasut, serta mitra dalam pengembangan amunisi dan bom pertahanan bersama TNI Angkatan Udara.

Dalam kunjungan tersebut, Kadislitbangau meninjau langsung proses fabrikasi di lini produksi PT TAG. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan standar quality control telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pertemuan juga membahas kelanjutan integrasi teknologi persenjataan yang sedang dikembangkan.

Pembahasan ini menjadi langkah awal sebelum memasuki tahap uji coba operasional di lapangan.“Kolaborasi dengan industri dalam negeri seperti PT TAG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program kemandirian alutsista. Sebagai contoh, pada pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) pesawat KT 1B Woong Bee hasil karya kolaborasi antara Dislitbangau dan PT TAG pada demo udara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di atas Istana Merdeka yang sangat memukau. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Kadislitbangau.

Turut hadir dalam pendampingan, Kasubdis Aero, Kolonel Tek Mohammad Arief, Kasubdis Palsus Kolonel Kal Abidin Abubakar, S.T., dan Perwira Peneliti Bidang Power Plant, Kolonel Tek Gembira Siringoringo, S.T., M.Si. beserta beberapa perwira engineering Dislitbangau.

Pada kesempatan tersebut Kadislitbangau memberikan Sertifikat Penghargaan kepada Presiden Direktur Ibu Tatiana atas keberhasilan kegiatan pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) dan Smoke Oli System (SOS) sebagai bukti tertulis dan pengakuan resmi atas prestasi, jasa, dedikasi dan kontribusi dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi pertahanan yang inovatif guna mendukung tugas pokok TNI AU.

Dislitbangau berkomitmen untuk terus mendorong dan mendukung industri pertahanan nasional melalui kegiatan penelitian dan pengembangan. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan TNI Angkatan Udara dapat memiliki alutsista yang andal, mandiri, dan mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang. (R&D)

 👷 
Dislitbanangau  

Jumat, 28 Agustus 2026

TNI AU Uji Kemampuan Helikopter Mendarat di Kapal Perang

   Jelang Kedatangan Garibaldi Bulan Depan https://asset.kompas.com/crops/hJ6Isxd-KuNfmSjsLvzzjh9jYEs=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2026/08/28/6a914ec2ca1e7.jpgTNI Angkatan Udara (AU) menguji kemampuan helikopter beroperasi dari kapal perang menjelang kedatangan Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, yang akan menjadi bagian dari armada TNI Angkatan Laut (AL).( (DOK. Dinas Penerangan Angkatan Udara)

TNI Angkatan Udara (AU) menguji kemampuan helikopter beroperasi dari kapal perang menjelang kedatangan Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, yang akan menjadi bagian dari armada TNI Angkatan Laut (AL).

Pengujian dilakukan melalui latihan Ship Board Operation (SBO) dengan mendaratkan helikopter H-3218 Skadron Udara 6 TNI AU di Landing Platform Dock (LPD) KRI Makassar, Surabaya, pada 24-26 Agustus 2026.

Helikopter H-3218 Skadron Udara 6 TNI AU melaksanakan take off dan landing di LPD KRI Makassar dalam rangkaian latihan SBO terintegrasi yang melibatkan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU,” kata Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Sebelum mendarat di kapal, para penerbang terlebih dahulu mengikuti pembekalan dan simulasi take off serta landing di helideck simulator.

Tahapan ini memberikan pembekalan kepada penerbang mengenai prosedur, teknik, dan aspek keselamatan dalam pelaksanaan operasi helikopter berbasis kapal,” ujar dia.

Mereka juga berlatih menggunakan replika flight deck dengan siluet kapal induk Garibaldi.

Setelah itu, helikopter H-3218 melakukan take off dan landing di flight deck KRI Makassar yang berada di Dermaga Batoe Poron.

Helikopter tersebut diterbangkan Letkol Pnb Sofan Hasani sebagai Pilot in Command (PIC).

Latihan disupervisi Danwing Udara 2.1 Grup 2 Heli Kolonel Pnb A. Mauludin Mulyono.

Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU meningkatkan kemampuan dan kesiapan penerbang dalam melaksanakan operasi helikopter dari dan menuju kapal, sekaligus memperkuat interoperabilitas antarmatra dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan,” ujar dia.

Latihan SBO tersebut juga menjadi bagian dari persiapan rangkaian kegiatan HUT TNI ke-81, termasuk Naval Parade dan peresmian Giuseppe Garibaldi yang direncanakan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.

Penguasaan Ship Board Operation menjadi salah satu bentuk kesiapan TNI AU dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu sesuai tuntutan tugas di masa mendatang,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, setelah lebih dari empat dekade berlayar di bawah bendera Italia, kapal perang Giuseppe Garibaldi kini memulai perjalanan baru.

Pada Senin (24/8/2026) malam waktu Indonesia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Italia, kapal yang nantinya menjadi kapal induk pertama Indonesia itu meninggalkan Italia menuju Tanah Air.

Pelayaran ini menjadi bagian dari proses hibah kapal yang nantinya akan menjadi kapal induk pertama Indonesia, yang rencananya tiba di Tanah Air pada pertengahan September 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan keberangkatan Giuseppe Garibaldi dari Italia.

Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026).


   Kompas   

Senin, 24 Agustus 2026

Pesawat Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Sultan Hasanuddin

  Keluar dari LandasanPesawat SU30 TS-3011 tergelincir (ist)

Sebuah pesawat tempur jenis Sukhoi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dikabarkan tergelincir hingga keluar jalur landasan.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (24/8/2026).

Dari beberapa gambar atau video yang direkam warga tampak pesawat tempur tersebut berada di dekat pagar pembatas luar jalur.

Beberapa kendaraan yang melintas terlihat memperlambat lajunya karena ingin menyaksikan langsung pesawat tempur tersebut.

Beberapa mobil pemadam kebakaran juga terlihat menyiramkan air ke bagian badan pesawat tempur tersebut.

Peristiwa Masih Didalami Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Hasanuddin, Letkol Sus Yudha Pramono mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

"Tunggu info yah," singkat Yudha dikonfirmasi Kompas.com, Senin siang.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab pesawat tempur tersebut keluar dari jalur penerbangan.

Sejumlah pihak otoritas terkait masih melakukan pendalaman.

  ✈️
Kompas    

Jumat, 21 Agustus 2026

Kencana 07 Kembali Perkuat Operasi Skadron Udara 17

Tuntas Check D Enam Bulan Pesawat angkut VVIP Kencana 07 TNI AU [TNI AU]

Pesawat B-737-400 (Kencana 07) resmi diserahterimakan kepada Skadron Udara 17 setelah menuntaskan pemeliharaan berat Check D di Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Penyerahan dilakukan oleh Komandan Sathar 14 Letkol Tek Syahprial Rahman kepada perwakilan Skadron Udara 17, Mayor Pnb Andreas, dalam kegiatan yang berlangsung di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (13/8/2026).

Pemeliharaan Check D merupakan pemeliharaan berkala tingkat tinggi dengan interval delapan tahun yang mencakup pemeriksaan dan perawatan secara menyeluruh terhadap berbagai sistem serta struktur pesawat. Proses pemeliharaan Kencana 07 dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan para teknisi berpengalaman Sathar 14 yang bekerja secara cermat, disiplin, dan berorientasi pada standar keselamatan penerbangan.

Usai seluruh rangkaian pemeliharaan diselesaikan, Kencana 07 menjalani tahapan uji terbang untuk memastikan seluruh sistem pesawat berfungsi secara optimal dan memenuhi persyaratan keselamatan. Hasil pemeriksaan dan uji terbang tersebut menyatakan Pesawat A-7307 laik terbang, sehingga siap kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawab operasional yang diemban TNI Angkatan Udara.

Kembalinya Kencana 07 ke Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma menjadi bukti nyata kontribusi satuan pemeliharaan dalam menjaga kesiapan dan keandalan alutsista TNI AU. Pesawat tersebut kini siap kembali memperkuat dukungan penerbangan VIP/VVIP sekaligus mendukung berbagai tugas operasi strategis, dengan mengedepankan keselamatan, kesiapan, dan profesionalisme sebagai landasan utama setiap pelaksanaan tugas.

  TNI AU  

Kamis, 20 Agustus 2026

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  

Rabu, 19 Agustus 2026

Hercules A-1319 Dimodernisasi

  Masa Operasional Diperpanjang hingga 20 TahunGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia) menyerahkan pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) setelah menjalani proses modernisasi di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

Pesawat tersebut diserahkan secara simbolis dari Direktur Utama GMF AeroAsia Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah itu, Sjafrie langsung menyerahkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Ini merupakan pesawat pertama yang melakukan proses modifikasi besar di GMF,” kata Andi dalam acara penyerahan pesawat angkut tersebut.

Menurut Andi, modifikasi yang dilakukan meliputi penggantian center wing box, peningkatan sistem avionik, dan pemeriksaan struktur pesawat untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta meningkatkan keandalannya.

Selain meningkatkan kemampuan avionik, pekerjaan itu ditujukan untuk memperpanjang usia operasional pesawat hingga 15 sampai 20 tahun.

Pesawat ini merupakan pesawat kedua yang telah diselesaikan oleh GMF setelah sebelumnya menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat A-1315.

Sebuah kebanggaan bagi GMF dapat menyelesaikan proyek modernisasi pesawat A-1319 ini.

Dengan demikian, C-130 Hercules nomor registrasi A-1319 ini diharapkan dapat kembali mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.

Andi mengatakan, proses modernisasi pesawat juga telah mengikuti standar dan regulasi yang ditetapkan Indonesia Defence Airworthiness Authority (IDAA) atau Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan.

Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, dan pesawat siap kembali mendukung operasional TNI AU,” ucap dia.

A-1319 merupakan pesawat kedua yang berhasil diselesaikan GMF dalam program tersebut. Sebelumnya, GMF menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat C-130H bernomor ekor A-1315.

Menurut Andi, proyek A-1319 juga menjadi bagian dari program offset industri pertahanan yang diperoleh GMF sebagai industri binaan Kemhan.

Dalam program itu, GMF mendapat transfer teknologi dari Lockheed Martin, industri pertahanan Amerika Serikat (AS).

Pengerjaan A-1319 melibatkan sejumlah pihak, yakni Kementerian Pertahanan, TNI AU, GMF, Lockheed Martin, dan PT Dirgantara Indonesia.

Andi menilai penyelesaian proyek tersebut menunjukkan kemampuan industri dalam negeri untuk mengerjakan pekerjaan strategis di bidang pertahanan.

Di balik satu pesawat yang hari ini siap kembali mengemban tugas negara, terdapat ribuan jam kerja, ketelitian, kompetensi, dan semangat kolaborasi dari seluruh insan yang terlibat,” pungkas dia.
 

  ✈️
  Kompas  

Kamis, 13 Agustus 2026

2 Pesawat Tempur Rafale TNI AU Debut di Atraksi Udara HUT ke-81 RI

 81 Pesawat dan Helikopter Akan Atraksi Saat Upacara HUT RI Dua pesawat Rafael TNI AU terlacak terbang di ibukota Jakarta (Dispenau)

Dua pesawat tempur Rafale milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk pertama kalinya akan dilibatkan dalam atraksi udara pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan dua Rafale tersebut dipersiapkan untuk tampil dalam rangkaian atraksi udara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Hal tersebut disampaikan Prasetyo setelah menyaksikan latihan demonstrasi udara dalam gladi kotor di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

"Iya, Rafale juga ikut. Ini pertama kali ya dua Rafale yang dimiliki Indonesia diterjunkan untuk atraksi," katanya, dikutip dari Antara.

Atraksi udara pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi tahun ini melibatkan sekitar 81 unit pesawat dan helikopter.

Alutsista udara tersebut berasal dari TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, hingga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pesawat dan helikopter yang dikerahkan terdiri atas berbagai jenis, mulai dari pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, pesawat latih, hingga helikopter.

Sejumlah pesawat yang dipersiapkan antara lain Rafale, F-16, Sukhoi Su-27/30, Hawk 100/200, T-50i Golden Eagle, Airbus A400M, CN-295, dan Boeing 737-200.

Sementara helikopter yang turut dilibatkan yakni Super Puma, Caracal, Apache milik TNI AD, Panther milik TNI AL, AW-169 milik Polri, serta AS365 Dauphin dan AW-139 milik Basarnas.

Selain berbagai alutsista tersebut, Jupiter Aerobatic Team TNI AU dengan pesawat KT-1B Woong Bee juga dijadwalkan tampil.

Tim demonstrasi udara Dynamic Pegasus TNI AU yang menggunakan helikopter juga dipersiapkan untuk ambil bagian dalam rangkaian atraksi.

 Prasetyo Ingin Jumlah Rafale Ditambah

Prasetyo berharap jumlah pesawat Rafale yang dapat dilibatkan dalam atraksi udara pada peringatan kemerdekaan berikutnya dapat bertambah.

"Penginnya sih lebih banyak lagi, doakan saja," ujarnya.

Menurut Prasetyo, pemerintah terus mendorong penyediaan alat utama sistem senjata (alutsista) terbaik untuk mendukung kemampuan sumber daya manusia di bidang pertahanan.

Ia menilai kemampuan sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dan perlu didukung dengan peralatan yang memadai.

"Ternyata kita tidak kalah secara sumber daya manusia, yang penting kita siapkan peralatan-peralatan yang terbaik. Seluruh anak bangsa akan memberikan karya terbaik untuk bangsa dan negaranya," katanya.

Selain mempersiapkan atraksi udara, pelaksanaan gladi kotor pertama Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka masih menyisakan sejumlah evaluasi.

Prasetyo mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian adalah koordinat penerbangan pesawat dan helikopter ketika melakukan manuver udara.

Evaluasi dilakukan agar posisi manuver pesawat dan helikopter tepat sesuai koordinat yang telah ditentukan, terutama jika dilihat dari podium utama tempat Presiden Prabowo Subianto bersama para tamu undangan menyaksikan upacara.

"Tadi beberapa kali sudah langsung coba kita evaluasi. Misalnya dari sisi koordinat ya, koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli dari sisi podium utama di mana nanti Bapak Presiden beserta dengan para tamu menyaksikan," ujar Prasetyo.

Menurut dia, evaluasi terhadap koordinat tersebut langsung dilakukan setelah latihan berlangsung.

Penyesuaian diperlukan agar seluruh rangkaian manuver udara dapat berjalan tepat sesuai perencanaan saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada 17 Agustus mendatang.

Dalam gladi kotor tersebut, latihan demonstrasi udara melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada para personel TNI, khususnya para pilot yang terlibat dalam latihan untuk mempersiapkan atraksi udara pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

   
Kompas  

Kabar TNI AU Bakal Diperkuat Pesawat Ilyushin?

  KSAU: Kita Masih Menunggu https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A (Aleksandr Guk)
K
epala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono memberi respons atas kabar TNI AU bakal diperkuat pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A asal Rusia. Dia tidak membantah rencana akuisisi tersebut. "Kita masih menunggu," kata Tonny kepada Republika di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

Dikonfirmasi ulang, Tonny pun enggan menjawab. Dia meminta kabar pengadaan pesawat multiperan bermesin empat itu untuk ditanyakan kepada Kementerian Pertahanan RI. "Tanyanya ke Kemhan," kata Tonny.

Sebelumnya, media Rusia www1.ru melaporkan, Indonesia berminat untuk mengakuisisi salah satu pesawat angkut andalan Rusia tersebut.

Besarnya perhatian Indonesia untuk memperluas kemampuan angkatan udaranya dan memperkuat perannya di kawasan Indo-Pasifik, menjadi salah satu alasan di balik ketertarikan Indonesia.

Indonesia mengajukan persenjataan dan peralatan militer untuk periode 2025-2030. Proposal Rosoborenexport saat ini mencakup pesawat tempur generasi kelima Sukhoi Su-57E dan generasi 4++ Sukhoi Su-35, pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A, helikopter Ka-52E, helikopter Mi-17, dan drone.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgljz1yjPGUDGXmb8uSUHq4UB6xeUqXglMHxuYE7cHNLiVcYK_E45xb6DdodqZ2zzRxPhYdetO9OeG2aOeyyWN2zFnT697Nb-WIbGkn7BEn4C_a8Inb7DK0j_oHE-f2W4R13dETZSFQaWpzMu7GUl0dsknmJFVRK_yDrAPvhu8Drd5BSVEcUlRBSPdcsptD/s696/il-76md-90a-1517491787.jpgPesawat Ilyushin Il-78MK-90A menjadi salah satu elemen penting dalam pembahasan kerja sama Moskow dan Jakarta di bidang teknologi penerbangan.

Pesawat tersebut dibuat berdasarkan Il-76MD-90A yang dimodernisasi dan menerima kemampuan yang memungkinkannya melakukan tugas pengisian bahan bakar di udara dan pengangkutan kargo besar secara bersamaan.

Pesawat Ilyushin Il-78MK-90A dianggap sebagai versi ekspor dari kapal tanker udara baru Rusia. Pesawat angkut itu juga dilengkapi dengan empat mesin PS-90A-76, mampu mencapai kecepatan hingga 850 kilometer per jam, memiliki berat lepas landas maksimum sekitar 210 ton dan dapat mentransfer bahan bakar hingga 78 ton di udara, tergantung mode pengoperasiannya.

Selain itu, Ilyushin tetap memiliki kemampuan angkut dan mampu mengangkut kargo hingga 60 ton. Keuntungan utama pesawat itu adalah sistem transfer bahan bakar baru dan avionik yang dimodernisasi.

Dibandingkan dengan versi Il-78 sebelumnya, kinerja peralatan pengisian bahan bakar telah ditingkatkan, dan masa pakai serta kemampuan operasional kendaraan telah meningkat.Platform tersebut dapat secara signifikan meningkatkan jangkauan operasi penerbangan tanpa perlu sering melakukan pendaratan untuk mengisi bahan bakar.

   Republika  
.

Jumat, 07 Agustus 2026

TNI AU Kerahkan 5 Alutsista Baru dalam Latihan Gabungan TNI

  Di Dabo Singkep, Kepri Alutsista terbaru TNI AU dalam latihan gabungan TNI di Kepri (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan lima alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan siaran pers dari Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), kelima alutsista itu terdiri dari empat jet tempur Rafale dan satu pesawat angkut A400M.

Pada latihan tersebut, TNI AU mengerahkan berbagai unsur udara yang meliputi pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, helikopter, pesawat tanpa awak serta pasukan gerak cepat untuk mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana.

Foto yang dirilis TNI AU turut memperlihatkan empat jet tempur Rafale tampak mengawal satu pesawat angkut strategis A400M yang terbang dalam formasi di atas langit Dabo Singkep.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), TNI menampilkan simulasi peperangan modern dalam Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep.

Dalam latihan itu, TNI AL menembakkan rudal C-705 dari KRI Sampari-628 dan mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut untuk menyerang sasaran musuh.

Latihan dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para kepala staf angkatan.

Skenario yang dimainkan menggambarkan operasi gabungan TNI dalam menghadapi ancaman modern dengan melibatkan kekuatan darat, laut, udara, hingga peperangan siber.

Operasi diawali dengan serangan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82.

Setelah itu, Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) melaksanakan operasi khusus untuk membuka jalan bagi serangan berikutnya.

Di laut, TNI AL mengerahkan USV kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, disusul operasi ranjau laut serta infiltrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.

Dalam skenario yang sama, satuan siber juga melakukan serangan untuk melumpuhkan sistem kelistrikan lawan.

Setelah sasaran dinyatakan lumpuh, KRI Sampari-628 menembakkan rudal C-705 ke target di darat.

TNI AL juga mengerahkan Bantuan Tembakan Kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Korps Marinir turut memberikan dukungan tembakan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS).

Sementara itu, TNI AD mengerahkan pasukan lintas udara yang diterjunkan dari pesawat Hercules C-130, drone pengintai, drone tempur, serta satuan Artileri Medan untuk mendukung operasi gabungan.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta hasil peninjauan langsung di lapangan, TNI telah menunjukkan kesiapan yang meyakinkan dalam menjalankan tugas menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” bunyi keterangan.

Menurut dia, kemampuan yang diperagakan mencerminkan peningkatan kesiapan tempur, baik dari sisi alutsista, kualitas prajurit, maupun dukungan amunisi.

Sjafrie juga menilai penggunaan alutsista buatan dalam negeri dalam latihan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal Indonesia terhadap berbagai ancaman.

Latihan Integrasi TNI 2026 dirancang untuk menguji kemampuan operasi gabungan antarmatara, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan dalam menghadapi dinamika peperangan modern.

 Berikut video liputan IDN Times :


 ✈️ 
Kompas  

Sabtu, 01 Agustus 2026

PTDI Serahkan Pesawat NC-212i Khusus pesanan TNI AU

  Perkuat Skuadron 4PT DI menyerahkan NC212i unit ke-8 kepada TNI AU (PT DI)

PTDI kembali melaksanakan pengiriman 1 (satu) unit pesawat NC212i dengan konfigurasi khusus untuk misi Troop Transport, Rainmaking & Camera sebagai bagian dari pemenuhan kontrak pengadaan 9 unit NC212i dengan Kemhan RI untuk end user TNI AU.

Pesawat NC212i unit ke-8 yang dikirimkan hari ini telah melaksanakan ferry flight dari hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Hal ini merupakan komitmen PTDI dalam mendukung penguatan kesiapan operasional TNI AU melalui penyediaan pesawat yang sesuai dengan kebutuhan misi.

Pesawat NC212i berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari angkut personel, pelaksanaan operasi weather modification, hingga misi foto udara.

Konfigurasi khusus ini mencerminkan fleksibilitas platform NC212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, sehingga mampu menjalankan beragam misi secara efektif.

Guna meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, pesawat NC212i ini juga telah dilengkapi dengan baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah tersertifikasi oleh EASA.

Baling-baling tersebut menawarkan berbagai keunggulan, antara lain tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan single engine pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan. Didukung kompatibilitas yang telah teruji dengan mesin Honeywell TPE331, baling-baling MTV-27 mampu meningkatkan performa pesawat dengan tingkat getaran dan kebisingan yang lebih rendah, sehingga memberikan kenyamanan dan efisiensi operasional yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana beserta tim program NC212i meninjau langsung persiapan pesawat dengan tail number AX-2135 yang selanjutnya akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4, Malang. Pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana sebagai Pilot in Command Ferry, serta Kapten Irvan Fajar sebagai Copilot.
 

  🛩 
PTDI  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...