Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2026

ALIT Jajaki Kerja Sama TNI AU di Bidang UAV dan Ruang Angkasa Indonesia

πŸ›©  πŸš€ 🀝  Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. saat menerima audiensi Chairman ALIT China di Mabesau (22/4/2026) guna membahas pengembangan teknologi UAV dan kolaborasi ruang angkasa Indonesia. (Dispenau)

Perusahaan pertahanan terkemuka asal China, Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT), resmi menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada Rabu (22/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Markas Besar TNI AU ini fokus pada pengembangan teknologi dirgantara mutakhir, mencakup penguatan armada pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, hingga program ruang angkasa.

Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis untuk memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) guna mewujudkan kekuatan TNI AU yang AMPUH.

 Key Takeaways (Ringkasan Utama):  

πŸ’₯ Pertemuan Strategis: Audiensi antara Chairman ALIT China dengan Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. pada 22 April 2026 di Mabesau.
πŸ’₯ Fokus Kolaborasi: Pengembangan pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, dan program ruang angkasa (space program).

πŸ’₯ Visi TNI AU: Langkah memperkuat Alpalhankam menuju visi TNI AU yang AMPUH.
πŸ’₯ Skuadron Baru: Pembentukan Skuadron UAV 53 di Lanud Anang Busra Tarakan yang direncanakan mengoperasikan drone CH-4.
πŸ’₯ Kemampuan Alutsista: UAV CH-4B milik TNI AU telah dilengkapi kemampuan serang dengan rudal AR-2 dan sistem komunikasi satelit.

 Pertemuan Pimpinan ALIT China dan Wakasau di Mabesau. 

Chairman of Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT) dilaporkan TNI AU lewat rilis akun Instagramnya pada 23 April 2026, baru saja melakukan audiensi dengan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. di Ruang CC Wakasau, Markas Besar TNI AU, Rabu (22/4/2026).

TNI AU menyebut Pertemuan strategis ini membahas sejumlah peluang kerja sama antara TNI AU dan ALIT Co., Ltd. dalam pengembangan teknologi dirgantara, dengan fokus utama pada bidang pesawat tanpa awak, sistem pertahanan udara, dan space program.

"Audiensi ini juga merupakan kesempatan perkenalan pimpinan CEO yang baru, sekaligus menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi yang solid dan berkelanjutan guna memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) TNI AU, sejalan dengan visi mewujudkan TNI AU yang AMPUH," terang rilis akun Instagram @militer.udara dalam unggahannya.

 Profil ALIT: Divisi Ekspor Teknologi Roket dan Rudal China 

Dilansir dari rilis resmi Kemhan pada 20 Februari 2012, Aerospace Long March International Trade & co., Ltd. (ALIT), adalah salah satu perusahaan berada di bawah State Administration for Science, technology and Industry for National Defence (SASTIND), China yang memproduksi roket dan rudal serta ruang angkasa termasuk ICBM dan Roket peluncur satelit Long March.

Selain itu, ALIT merupakan divisi ekspor dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

 Perbandingan Varian UAV CH-4 untuk Ekspor 

Berdasarkan data operasional, ALIT menawarkan dua varian utama untuk pasar internasional:

πŸ’’Fitur Varian CH-4A Varian CH-4B Konfigurasi Utama Pengintaian
(Reconnaissance) Serang (Strike-Oriented)
πŸ’’ Daya Tahan Terbang 30 Jam 14 Jam
πŸ’’ Muatan Senjata - 760lb (345kg)
πŸ’’Kemampuan Khusus Pengamatan Jarak Jauh Penyerangan Presisi.


 Rekam Jejak Produk ALIT di Indonesia 

Sebelum melakukan penjajakan kerja sama terbaru ini, ALIT sebenarnya sudah menjual produk pertahanan udara kepada Indonesia.

Terkait operasionalnya, Asian Military Review edisi 16 September 2022 memberikan laporan mendalam sebagai berikut:

"Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) mengakuisisi sejumlah UAV CH-4B yang tidak diungkapkan jumlahnya, yang telah dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit untuk memperluas jangkauan operasinya hingga 1.080 mil laut (2.000 km).

TNI AU diyakini sebagai angkatan udara Asia Tenggara pertama yang memiliki kemampuan UAV bersenjata, setelah menerima rudal berpemandu presisi AR-2 untuk armada CH-4B pada April 2021.

Sebuah pod peperangan elektronik, kemungkinan untuk misi komunikasi atau pengumpulan intelijen sinyal, juga telah diamati terpasang pada setidaknya salah satu UAV CH-4 milik TNI AU," terang Asian Military Review dalam artikelnya.

 Persiapan Skuadron UAV 53 Tarakan dan Operasional CH-4 

Antara edisi 10 Oktober 2025 lalu melaporkan Pangkalan Udara Anang Busra Tarakan akan membangun Skuadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau skuadron 53 dan naik status Lanud dari tipe B menjadi tipe A.

Skuadron 53, yang direncanakan diresmikan pada 2026 oleh pimpinan TNI AU, akan mengoperasikan drone militer jenis CH-4.

Terkait spesifikasi dan peran strategis drone ini, Komandan Lanud Anang Busra memberikan penjelasan detail:

CH-4 dapat dipersenjatai dengan rudal atau bom, sehingga memiliki fungsi ganda, baik untuk intelijen, pengintaian, dan pengawasan (ISR) maupun sebagai drone serang,” kata Komandan Lanud Anang Busra, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya penempatan unit ini di wilayah perbatasan:

Dengan kemampuan drone ini, kami dapat memantau wilayah secara efektif dan memberikan respons cepat terhadap potensi ancaman,” tambahnya.

Keberadaan Skuadron 53 di Tarakan diharapkan dapat memperkuat pengawasan udara di wilayah Kalimantan Utara, khususnya untuk mencegah dan mengidentifikasi aktivitas penyelundupan di perbatasan.

Drone CH-4 ini dilaporkan memiliki jangkauan terbang hingga 5.000 kilometer dan mampu beroperasi di udara selama 30 hingga 40 jam negara.***

  πŸ›©
Time Moments  

Senin, 27 April 2026

TNI AU Perkuat Pertahanan Udara di Sultra

  Menempatkan skuadron pesawat tempur 
Ilustrasi SU35 Rusia, dikabarkan akan di beli Indonesia (TASS)
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat pertahanan udara nasional sekaligus modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menempatkan skuadron pesawat tempur di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa penempatan kekuatan udara tersebut rencananya akan dipusatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo.

"Kami memilih wilayah Sultra karena posisinya sangat strategis bagi Angkatan Udara, yang dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju wilayah Indonesia Timur," kata Tonny Harjono usai menghadiri kegiatan Semarak Dirgantara di eks MTQ Kendari.

Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dan pembahasan mendalam, termasuk mengenai spesifikasi jenis pesawat tempur berteknologi terbaru yang akan disiagakan.

Selain kehadiran skuadron tempur, TNI AU juga berencana memperkuat satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) serta menambah jumlah personel secara signifikan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Marsekal Tonny menegaskan, dalam pengembangan kekuatan ini, TNI AU berkomitmen memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal. Putra-putri terbaik daerah akan diberikan prioritas untuk bergabung menjadi prajurit dan nantinya diprioritaskan untuk mengabdi kembali di daerah asal.

"Kami ingin ke depan satuan tempur semakin lengkap, personel bertambah, dan masyarakat lokal turut berperan aktif dalam pengabdian di TNI AU," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pengembangan pangkalan udara ini akan berdampak positif pada peningkatan konektivitas daerah.

Ia berharap peningkatan fasilitas pangkalan TNI AU ini dapat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong status pangkalan udara menjadi berskala internasional, sehingga membuka akses Sultra ke jaringan global.

"Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun transportasi udara," ungkap Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi Sultra, yang diharapkan tidak hanya memperkuat kedaulatan udara tetapi juga memicu kemajuan di berbagai sektor strategis lainnya.

  ✈️
  Antara  

Sabtu, 11 April 2026

Momen Pesawat Kepresidenan Dikawal 4 Unit F-16 dan 2 T50 Golden Eagle

Psawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman mendapat pengawalan udara dari TNI AU. (Foto/TNI AU)

Ada yang berbeda dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Magelang pada Kamis, 9 April 2026. Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman mendapat pengawalan udara dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ( TNI AU ).

Dalam penerbangan tersebut, pesawat kepresidenan mendapat pengawalan empat pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan dua pesawat KAI T-50 Golden Eagle. Pengawalan udara ini merupakan pengamanan VVIP yang dilaksanakan secara profesional oleh TNI AU, sekaligus mencerminkan kesiapsiagaan dan kemampuan pertahanan udara nasional dalam melindungi pemimpin negara.

Momentum pengawalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, yang menjadi tonggak penting perjalanan panjang pengabdian TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI AU dari dalam pesawat kepresidenan.

"Pertama-tama dirgahayu Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Swa Bhuwana Paksa. Selamat ulang tahun yang ke-80, semoga TNI AU terus jaya, selalu kuat mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia di udara. Rakyat Indonesia bangga dengan saudara-saudara. Jaga Tanah Air kita, terima kasih, hormat saya kepada kalian semua," ujar Presiden sebagaimana dilihat dari video di akun resmi Sekretariat Kabinet.

Presiden juga menegaskan kebanggaannya atas dedikasi dan semangat prajurit udara Indonesia.

"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, sekali lagi atas nama rakyat seluruh Indonesia kami bangga dengan angkatan udara kami, kami bangga dengan elang-elang muda. Semangat terus, terima kasih," lanjutnya.

Ketika Dari kokpit pesawat pengawalan, penerbang TNI AU turut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan terhadap penguatan dan modernisasi pertahanan udara nasional.

"Dengan penuh rasa hormat dan bangga, di hari ulang tahun yang ke-80 TNI Angkatan Udara, kami elang-elang muda mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak. Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan tahun 2019 hingga saat ini sebagai Presiden Indonesia, dalam memperkuat dan memodernisasi TNI Angkatan Udara."

Penerbang itu menambahkan, "Kami memohon doa restu agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan semangat pengabdian tanpa batas, kami bertekad meneguhkan TNI Angkatan Udara yang ampuh menuju Indonesia maju. Dirgahayu TNI Angkatan Udara, salam Swa Bhuwana Paksa."

Pengawalan ini mencerminkan tingkat profesionalisme prajurit udara yang terus meningkat. Momentum HUT ke-80 TNI AU ini menjadi refleksi atas dedikasi dan kesiapsiagaan TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional, termasuk dalam menjamin keamanan Presiden dalam perjalanan kenegaraan. (zik)

  ✈️
sindonews  

Jumat, 10 April 2026

TNI AU Kejar Target Pembangunan 30 Satuan Radar di Seluruh Indonesia

πŸ›° Menjaga Langit Indonesia(Dispenau)

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono mengatakan pihaknya sedang mengejar target membangun 30 satuan radar (satrad) di seluruh Indonesia.

Pembangunan satrad itu sampai saat ini masih terus berjalan dan ditargetkan dapat berfungsi secara maksimal pada 2029.

Tonny menjelaskan bahwa keberadaan satrad itu sangat diperlukan untuk memantau aktivitas udara Indonesia.

Menurut dia, dengan adanya satrad tersebut, TNI AU dapat mengantisipasi adanya pergerakan pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia.

Hingga saat ini, TNI AU sudah memiliki 20 satrad yang tersebar di Indonesia. Namun demikian, sebagian dari satrad tersebut harus diganti karena sudah usang.

"Kita akan mendapatkan 25 radar baru karena kita ketahui bahwa radar yang kami miliki saat ini ada 20 satrad sudah usang tetapi masih berfungsi dengan baik," ujar Tonny.

Satrad baru itu akan ditempatkan lokasi yang dinilai sebagai titik buta atau blind spot wilayah udara Indonesia. Dengan adanya bantuan satrad tersebut, Tonny meyakini pertahanan udara Indonesia akan semakin kuat.
 

  πŸ“‘
antara  

Kamis, 09 April 2026

Soal Pembelian Empat Pesawat A400M

 ✈️ TNI AU menunggu keputusan Kemhan Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters) 

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan TNI AU menunggu keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan) soal rencana menambah empat unit pesawat angkut A400M.

"Sebagai pengguna kekuatannya adalah Panglima TNI. Jadi saya siapkan, Panglima yang menggunakan," kata Tonny saat jumpa pers usai upacara perayaan HUT Ke-80 TNI AU di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Menurut Tonny, pihaknya hanya bertugas sebagai pengguna atau operator dari setiap alat utama sistem senjata yang dibeli Kemhan.

Tidak hanya sebagai pengguna, TNI AU juga memegang peran dalam perawatan, pembinaan dan pembangunan infrastruktur pendukung alutsista.

Selain itu, TNI AU juga bertugas untuk memastikan awak pengguna alutsista mendapat pelatihan yang layak dan berkualitas.

Untuk itu, dia kembali menegaskan bahwa TNI AU siap jika Kemhan akan mendatangkan empat pesawat A400M.

"Jadi, pengembangan pesawat A400M, kami menunggu dari Kemhan sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami, tetapi Angkatan Udara bersiap," ucap Tonny.

Untuk diketahui, TNI AU pada 2026 ini sudah memiliki dua unit A400M baru buatan Airbus. Pemerintah pun berencana menambah pesawat A400M untuk mendukung operasi militer dan nonmiliter yang dilakukan TNI AU.

"Kita sudah aktif (kontrak pembelian pesawat A400M) dua unit. Kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tanda tangan (pembelian) empat unit lagi. Sementara itu," kata Presiden Prabowo Subianto saat menerima unit pertama A400M di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada November 2025 lalu.

Namun demikian, hingga saat ini pihak Kemhan belum mengeluarkan pernyataan resmi soal tambahan pembelian pesawat angkut A400M tersebut.

 ✈️ antara 
 

Selasa, 31 Maret 2026

Kemenhan Teken Kontrak 12 Pesawat Pilatus PC-24 untuk TNI AU

  🀝 Diteken LOI untuk pengadaan 24 pesawat latih Pilatus PC-21 Penandantangan kontrak 12 unit pesawat PC-24 Super Versatile antara PT E-System Solutions Indonesia dan Kemenhan RI, Senin (31/3/2026)

Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI meneken kontrak dengan PT E-System Solutions Indonesia untuk pengadaan pesawat Pilatus PC-24 Super Versatile di kantor Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kemenhan, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2026). Pesawat itu untuk mendukung pelatihan pilot transportasi TNI AU, transportasi udara, dan misi penghubung.

Kontrak 12 unit pesawat PC-24 mencakup opsi untuk pesawat tambahan, peralatan pendukung darat, peralatan, suku cadang, pelatihan, dan dukungan teknis dari kantor pusat Pilatus di Stans, Swiss. PC-24 dikembangkan untuk fleksibilitas operasional yang luar biasa dan disertifikasi untuk pengoperasian pilot tunggal.

Pesawat tersebut dilengkapi dengan pintu kargo standar dan disetujui untuk digunakan di landasan pacu yang tidak beraspal. Fitur-fitur itu menjadikan pesawat ini ideal untuk berbagai misi pemerintah, termasuk pelatihan pilot penerbangan instrumen (IFR), transportasi, dan tugas penghubung.

Pilatus akan menyediakan program dukungan terintegrasinya untuk memastikan ketersediaan armada maksimum dan pemeliharaan yang efisien. CEO Pilatus Markus Bucher mengaku, menghargai kepercayaan yang diberikan Kemenhan RI kepada perusahaan.

"Program ini menandai awal dari hubungan jangka panjang, dan prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada dengan lancar," ujarnya dikutip dari laman resmi perusahaan.

Dengan terpilihnya pesawat itu oleh Kemenhan RI, Pilatus semakin memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara. Penggunaan yang direncanakan menunjukkan fleksibilitas PC-24 yang luar biasa.

Namun, yang terpenting, kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di lapangan terbang pendek, serta beroperasi dari landasan pacu yang tidak beraspal. Selain itu, PC-24 bisa meningkatkan aksesibilitas ke lebih 17 ribu pulau, khususnya pulau terpencil di Indonesia.

Wakil Presiden Penerbangan Pemerintah di PilatusIoannis Papachristofilou menjelaskan, seleksi yang dilakukan TNI AU menekankan meningkatnya minat operator pemerintah terhadap PC-24 Super Versatile.

"Kami tetap fokus pada penyediaan solusi untuk memfasilitasi berbagai misi mulai dari pelatihan hingga transportasi," ujarnya.

Pada saat yang sama, diteken Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) antara para pihak untuk pengadaan 24 pesawat latih Pilatus PC-21. Paket itu juga mencakup Peralatan Pelatihan Berbasis Darat, suku cadang, peralatan pendukung darat, dan dukungan teknis. Acara itu dihadiri Kabaloghan Kemenhan Laksdya Yusuf Jauhari dan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Marsda (Purn) Gia Amperiawan.

  πŸ›© Republika  

Sabtu, 28 Maret 2026

Pesawat Airbus A400M (A-4002) Sudah Mendarat di Lanud Halim

  Menempuh rute memutar menghindari perang Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters) 

Setelah menempuh rute panjang memutar demi menghindari perang di kawasan Teluk, pesawat Airbus A400M Atlas akhirnya tiba di Indonesia. Pesawat Airbus A400M kedua pesanan Kementerian Pertahanan RI sudah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/3/2026) sore WIB.

Pesawat transport dengan nomor registrasi A-4002 tersebut menempuh rute Sevilla di Spanyol ke St John di Kanada. Berikutnya pesawat terbang dan transit di Jepang. Kemudian, pesawat kedua TNI AU ini menyambang Lanud Johannes Abraham Dimara di Merauke, dan mampir di Lanud Anang Bursa (Tarakan), sebelum menuju tujuan terakhir di Jakarta.

Hal itu berbeda dengan penerbangan Airbus A400M (A-4001) yang menempuh rute dari Sevilla transit di Dubai (Uni Emirat Arab), dan Lanud Soewondo, Medan. Kedua pesawat A400M tersebut akan bergabung sebagai armada di Skadron Udara (Skadud) 31 Lanud Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebelumnya, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait memastikan kedatangan pesawat Airbus A400M dalam waktu tidak lama lagi. "Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini," ucap Rico singkat kepada Republika di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Adapun Kemenhan menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M Atlas untuk TNI AU dalam konfigurasi multirole tanker dan transport. Kontrak yang disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tersebut ditandatangani di sela Dubai Airshow 2021.

Setelah itu, Kemenhan juga meneken Letter of Intent (LoI) untuk akuisisi empat A400M pada masa mendatang. Airbus A400M adalah pesawat multiperan yang dapat meningkatkan kemampuan taktis udara ke udara TNI AU.

Menhan Prabowo menjelaskan, pesawat angkut itu memainkan peran kunci dalam misi utama lainnya termasuk terjun payung dan transportasi kargo berat. "Selain kemampuan taktis dan udara ke udara, A400M akan menjadi aset nasional dan berperan penting untuk misi bantuan manusia dan tanggap bencana," kata Prabowo kala itu. (ISDS).

 ✈️ 
Republika 

Selasa, 24 Maret 2026

Pesawat Airbus A400M Kedua TNI AU Segera Tiba di Indonesia

   Ilustrasi pesawat A 400M A-4001 TNI AU (Airbus)

Pesawat Airbus A400M Atlas (A-4002) sudah meninggalkan Sevilla, Spanyol menuju Indonesia. Tidak seperti joy flight pesawat A-4001 yang melewati rute transit di Dubai dan Medan (Sumut), pesawat kedua pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk TNI AU tersebut memilih jalur lain, akibat adanya perang di kawasan Teluk.

Pesawat transport terbesar TNI AU itu melewati rute Bandara St John, Kanada menuju Samudera Pasifik, sebelum mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat Airbus A400M tersebut diperkirakan tiba di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Pesawat itu melewati rute Bandara St John, Kanada menuju Samudera Pasifik, sebelum mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat Airbus A400M diperkirakan tiba di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Meski begitu, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait tidak memberi tanggal pasti kedatangan Airbus A400M. Sempat beredar kabar pesawat angkut itu tiba pada Kamis (26/3/2026), berbarengan dengan KRI Prabu Siliwangi (321), namun belum ada kepastian terkait hal itu.

"Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini," ucap Rico singkat kepada Republika di Jakarta, Rabu (25/3/2026). Adapun dalam unggahan video salah satu pilot Airbus A400M, ia sudah meninggalkan Sevilla dan tiba di Bandara St John yang penuh salju. (ISDS).

 ✈️ 
Republika 

Rabu, 04 Maret 2026

ESS FZ Kembali Dipilih untuk Akuisisi 24 Pesawat Latih PC-21 NG

https://www.pilatus-aircraft.com/assets/media/06-PC-21/_jumboSizeAuto/65130/PC-21-RAAF-2.webp?v=1739884688Pesawat Pilatus PC21NG (Pilatus Aircraftr)
PC 21
secara khusus dipilih oleh Prancis untuk pelatihan pilot tempur tingkat lanjut: Angkatan Udara Prancis mengoperasikan 26 pesawat ini di Sekolah Pelatihan Pilot Angkatan Udara (EFOPAA) di Cognac.

PC-21 terkenal dengan kokpit digital dan sistem simulasi onboard-nya, yang memungkinkan pelatihan untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Sangat lincah, pesawat ini tetap jauh lebih murah untuk dioperasikan daripada pesawat bertenaga jet.

Versi NG adalah yang paling canggih, dan Indonesia akan menjadi pelanggan ekspor pertamanya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMaAZ5Hlko3Jx0qe0YFt2evyv70A_n4kD7W1M1PHh8pA_qS9hnqo3rtQBp07fUQDmzc-iye2WEu-Ys0d_TMJH0pUzetzkjIdxigXiaMZzCqNrfh7HjNlj9v_SzqTuQZSzGlVrwZZ4NYr4x7e0hEbv7rDDRFc9QJmajPVri_uvA7u9MACtpYjLVNUE4PUVc/s1440/PC24.jpeg
PC-24 mampu mendarat di landasan kasar (Pilatus)
E-System Solutions akan memanfaatkan PC-21NG ini untuk menciptakan Pusat Pelatihan Lanjutan yang didedikasikan untuk pelatihan pilot tempur, yang mencakup fase 2 hingga 4. Pelatihan tempur akan berlanjut di Pusat Perang Udara yang telah direncanakan oleh E-System Solutions, yang dilengkapi untuk peran agresor dengan MiG-29 dan drone Ultra Maneuverable Subsonik Tinggi.

Keputusan Indonesia ini menyusul dua keputusan lain yang secara resmi diumumkan bulan lalu di Singapore Air Show, mengenai 36 Leonardo M346FI (12 di antaranya opsional) dan 12 Pilatus PC-24. PC-24 akan digunakan untuk melatih pilot transportasi dan pilot Kementerian Perhubungan.

Indonesia memiliki rencana ambisius dan berinvestasi dalam kemampuan pelatihan yang komprehensif. Selain pilot Indonesia, rencananya juga akan melatih pilot asing, yang menunjukkan ambisi Indonesia untuk kemitraan internasional.

  Pierre Aycard  

Program Falcon STAR eMLU TNI AU Selesai

Pesawat F-16AM TS-1608 selesai jalani modernisasi Falcon STAR eMLU program (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali berhasil merampungkan proses modernisasi pesawat tempur F-16 AM dengan nomor registrasi TS-1608 melalui program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update).

Penerangan Grup 3 Tempur melalui unggahan instagram @grup_3_tempur_koopsau, yang dikutip Selasa (3/3) menjelaskan, keberhasilan program STAR e-MLU sejalan dengan salah satu program prioritas TNI AU dalam modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpahankam).

Program tersebut berlangsung di Skadron Teknik (Skatek) 042 Lanud Iswahjudi, Magetan. Sebelum diserahkan kepada Skadron Udara 3, sebagai skadron udara operasional, pesawat tersebut terlebih dahulu menjalani uji terbang.

Pesawat kemudian diserahterimakan oleh Komandan Grup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan dalam acara bertajuk ‘Final Aircraft Delivery Falcon STAR e-MLU Program’ di hanggar Skatek 042, Senin (2/3).

Dalam sambutannya, Komandan Grup 3 mengapresiasi kerja keras serta profesionalisme personel yang terlibat dalam program ini sehingga proses modernisasi F-16 AM TS-1608 dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu.

Serah terima TS-1608 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta kesiapsiagaan Skadron Udara 3 dalam menjaga kedaulatan udara nasional, dengan tetap mengedepankan prosedur dan keselamatan penerbangan,” tegas Marsma TNI David.

  Program Falcon STAR e-MLU  
Program ini merupakan salah satu upaya TNI Angkatan Udara untuk meningkatkan kapabilitas pesawat tempur. Melansir laman tni-au.mil.id, STAR e-mLU dapat memperpanjang usia pakai (service life) pesawat hingga mencapai 8.000 jam terbang dengan adanya penguatan pada struktur pesawat.

Keuntungan lainnya dari program ini adalah meningkatnya kemampuan avionik serta persenjataan pesawat tempur F-16.

Seperti contoh, meningkatnya kemampuan Beyond Visual Range dan Within Visual Range dengan advanced weapon yang otomatis. Hal-hal tersebut kemudian dapat berpengaruh pada meningkatnya combat effectiveness sebuah pesawat.

Secara umum, program ini menargetkan 10 pesawat F-16 Fighting Falcon untuk dimodernisasi dan telah berlangsung sejak tahun 2017. (yas)

  πŸ‘·
  IDM  

Minggu, 22 Februari 2026

PT Dahana Siap Produksi Massal Bom BNT-250 untuk TNI AU

  Resmi siap mengudara Bom BNT-250 produk Dahana(Dispenau)

PT Dahana menerima penyerahan Design Approval Type Certificate (TC) Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan). Penyerahan dilaksanakan di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat (20/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana Yusep Nugraha Rubani beserta jajaran, serta pejabat Puslaik Kemhan, di antaranya Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, serta para Perwira Kelaikan Udara.

Penyerahan Type Certificate Bomb BNT-250 menandai bahwa produk bom BNT-250 yang dikembangkan melalui kerja sama antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari telah melalui seluruh tahapan verifikasi dokumen dan lapangan, meliputi evaluasi desain, analisis teknis, serta witnessing pada uji operasional. Berdasarkan hasil proses tersebut, bom BNT-250 dinyatakan telah lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh user, khususnya TNI Angkatan Udara.

Selain itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility yang menyatakan bahwa fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan. Sertifikasi ini mencakup fasilitas produksi bom P-Series (P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi bom BNT-250, yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan lapangan meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.

Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ungkap Yusep.

Sertifikat fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun oleh Puslaik Kemhan guna memastikan kesiapan fasilitas produksi pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Melalui pencapaian ini, PT Dahana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

  🀝 
antara  

Sabtu, 14 Februari 2026

TNI AU Terima 2 Pesawat Latih Tempur T-50i dari Korsel

 πŸ‘· Akan dirakit di Madiun(Suara Surabaya)

TNI AU menerima dua unit pesawat latih tempur T-50i baru yang dikirim dari Korea Selatan. Pesawat tersebut tiba melalui kargo udara dan kini menjalani proses perakitan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, mengatakan kedatangan dua pesawat itu merupakan bagian dari paket pengadaan enam unit T-50i yang dibeli Kementerian Pertahanan dari Korea Selatan. Ia menegaskan, tahapan logistik kedatangan alutsista dilakukan secara terukur hingga siap dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara.

Dalam kesempatan yang sama, Rico merespons perbincangan warganet setelah sejumlah video pengiriman komponen pesawat viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan beberapa truk membawa bagian pesawat secara terpisah menuju lanud, dengan sejumlah komponen tampak tertutup kain berwarna hitam.

Rico menilai, metode pengiriman seperti yang terlihat pada video merupakan bagian dari prosedur yang lazim dan sudah sesuai standar. Menurutnya, proses pemindahan komponen pesawat menggunakan moda darat dilakukan dengan perhitungan keamanan, perlindungan material, serta ketentuan logistik yang berlaku.

Menurut dia, metode tersebut tidak akan menurunkan kualitas maupun fungsi pesawat saat telah dirakit dan siap digunakan. Ia meminta publik tidak menarik kesimpulan keliru hanya berdasarkan potongan visual di media sosial tanpa memahami mekanisme pengiriman alutsista.

Kami tegaskan bahwa seluruh proses logistik dan pemindahan alutsista dilakukan melalui mekanisme resmi, aman, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Rico seperti dilaporkan Antara, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, kedatangan dua unit T-50i ini menjadi penguatan tambahan bagi armada TNI AU. Rico menilai, pengadaan pesawat latih tempur tersebut akan berkontribusi terhadap kesiapan pertahanan udara Indonesia, termasuk dalam mendukung kebutuhan latihan dan pembinaan kemampuan personel.

Dengan masuknya dua unit terbaru ini, Kemhan memastikan tahapan berikutnya berjalan sesuai rencana hingga seluruh pesawat dalam paket pengadaan dapat diterima dan digunakan. Rico juga menekankan bahwa proses perakitan di Lanud Iswahjudi menjadi bagian krusial sebelum pesawat dapat difungsikan secara penuh.

Ia menyampaikan, penguatan alutsista bukan semata soal kedatangan unit baru, tetapi juga soal kepastian prosedur, keselamatan, dan kepatuhan pada standar agar setiap platform yang diterima dapat bekerja optimal sesuai perannya. Rico menutup penjelasannya dengan menyatakan kehadiran dua unit T-50i diharapkan menambah daya dukung TNI AU dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara nasional. (ant/iss)

   ✈ 
Suara Surabaya  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...