Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2026

Lanud Manuhua Dukung Kesiapan Operasional Pesawat CH-4

🛩  Di wilayah Kodau III Lanud Manuhua menjadi base operasi UCAV CH-4 (Dispenau) 

Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara III (Pangkodau III) Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D., S.Sos., M.M., M.Han., meninjau langsung pembangunan fasilitas pendukung operasional pesawat CH-4 di Lanud Manuhua, Biak, didampingi Komandan Lanud Manuhua Marsma TNI Rohmat Kusmayadi, S.Sos., M.Soc.Sc.

Pembangunan yang telah dimulai sejak September 2025 ini mencakup sejumlah fasilitas, di antaranya landasan pacu (runway) sepanjang 2 KM dengan lebar 30 meter, hanggar, serta menara pengawas lalu lintas udara (tower). Seluruh fasilitas tersebut dipersiapkan untuk menunjang kebutuhan operasional pesawat CH-4, baik dalam aktivitas penerbangan maupun penempatan dan pemeliharaan pesawat.

Dalam peninjauan ini, Pangkodau III melihat secara langsung perkembangan pembangunan serta kondisi fasilitas yang tengah dikerjakan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan mampu mendukung kesiapan infrastruktur dalam rencana pengoperasian pesawat CH-4 di wilayah Kodau III.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Asisten Logistik (Aslog) Kaskodau III Kolonel Tek Yekti Sulistyo N., S.T., Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Kaskodau III Kolonel Lek Febri Eko Hadi P., S.E., serta Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Kodau III Mayor Kal Febri Saputro, S.S.T.Han. Proyek Elang Hitam membawahi eks-BPPT dan LAPAN.

  🛩
Kodau III  

Jumat, 30 Oktober 2026

TNI AU Terima Pesawat Hercules A1317

  Usai modernisasi di GMFGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1317 hasil modernisasi (Dispenau)

TNI Angkatan Udara melalui Grup 1 Angkut menerima kembali pesawat C-130H Hercules A-1317 usai menjalani modernisasi di PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia. Penyerahan dilaksanakan di Hanggar Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Kamis (29/10/2026).

Secara simbolis, VP SBU Defence PT GMF Aero Asia Rajesh Ferdinand Kusuma menyerahkan pesawat kepada Pusalpalhan Kemhan, untuk selanjutnya diserahkan kepada TNI AU yang diwakili Dangrup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, S.T., M.M., M.Han.

A-1317 menjadi pesawat kedua yang kembali setelah menjalani Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionics Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP).

Dalam sambutannya, Dangrup 1 Angkut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan atas program modernisasi C-130 Hercules serta PT GMF Aero Asia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Kerja sama ini menunjukkan pentingnya peran industri nasional dalam mendukung modernisasi alpalhankam di dalam negeri.

Dangrup juga menekankan bahwa modernisasi harus diikuti kemampuan satuan dalam menjaga dan memanfaatkan pesawat secara optimal. Untuk itu, Dangrup berpesan kepada jajaran Skadron Udara 32 agar mengemban tanggung jawab tersebut dengan profesionalisme, disiplin, serta mengutamakan keselamatan terbang dan kerja.

Selanjutnya, dalam sambutan tertulis Kapusalpalhan Baloghan Kemhan Marsma TNI Jon Keneddy Ginting, MMsgSud, QTC, yang dibacakan Kapuslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng., disampaikan bahwa modernisasi diperlukan karena C-130 Hercules telah mencapai usia operasional tinggi dalam menjadi tulang punggung mobilitas udara TNI. Program ini juga merupakan investasi strategis dalam pembangunan pertahanan negara.

Sementara itu, VP SBU Defence PT GMF Aero Asia menyampaikan bahwa modernisasi tersebut diproyeksikan memperpanjang usia struktur pesawat hingga 15–20 tahun, sekaligus meningkatkan keandalan dan kesiapan operasionalnya. Kepercayaan Kementerian Pertahanan menjadi motivasi bagi GMF untuk terus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri.
 

  ✈️  Koopsau  

Minggu, 25 Oktober 2026

TNI AU Uji Jalan Tol Di Jawa Timur

  Sebagai Landasan Pacu Alternatif Pesawat F16 melakukan latihan lepas landas dan pendaratan di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo di Jawa Timur (Dispenau) 

TNI AU melakukan latihan lepas landas dan pendaratan di ruas jalan tol Pasuruan–Probolinggo sepanjang tiga kilometer di Jawa Timur untuk menilai kesesuaiannya sebagai landasan alternatif.

Latihan ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional dan kemampuan kita dalam memanfaatkan infrastruktur yang ada di daerah, khususnya jalan tol, sebagai landasan alternatif untuk operasi angkatan udara.

Harjono mengatakan latihan tersebut melibatkan dua pesawat Embraer EMB-314 Super Tucano dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh di Malang dan dua jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Pangkalan Udara Iswahjudi di Madiun.

Pesawat-pesawat tersebut berhasil melakukan lepas landas dan pendaratan di ruas jalan tol selebar 24 meter tersebut. Latihan ini mengikuti misi pelatihan serupa yang dilakukan di Jalan Tol Terbanggi Besar di Lampung pada 11 Februari 2026.

Jalan tol hanya berfungsi sebagai landasan alternatif dalam situasi darurat, menekankan bahwa keselamatan publik dan penggunaan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama. TNI AU telah mengidentifikasi beberapa jalan tol lainnya untuk latihan di masa mendatang, termasuk Jalan Tol Cibinong–Cilincing dan jalan tol yang direncanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Ke depannya, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum mengenai pengembangan dan pemetaan jalan tol sehingga jalan tol terpilih dapat disiapkan sebagai landasan alternatif untuk mendukung operasi angkatan udara," kata Harjono.

  ★  antara 
 

Senin, 19 Oktober 2026

GMF Terima A-1316 sebagai Proyek CWBR Kelima

 Untuk Modernisasi Armada C-130Pesawat C-130 Hercules A-1316 (GMF)

Komitmen PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dalam mendukung modernisasi armada C-130 Kementerian Pertahanan terus berlanjut. GMF menerima pesawat C-130 Hercules dengan tail number A-1316 untuk menjalani perawatan Center Wing Box Replacement (CWBR). Pesawat tersebut berangkat dari Lanud Abdurrachman Saleh, Malang, dan tiba di GMF pada Selasa (15/09) untuk kemudian diserahterimakan melalui penandatanganan Berita Acara oleh Production Division Head SBU Defense Industry GMF, Imam Solikhin, dan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ) Madya Pus Alpalhan Baloghan Kemhan, Kolonel Kal. Ronny Syah Faiza, M.Han.

Kedatangan A-1316 menjadi proyek CWBR C-130 kelima yang ditangani GMF dari total delapan pesawat yang telah direncanakan. Dengan masuknya A-1316, saat ini terdapat empat pesawat C-130 yang tengah menjalani berbagai pekerjaan perawatan di Hanggar 4 GMF.

Dalam acara serah terima, Kasatgas Modernisasi C-130, Marsma TNI Arif Djoko Nugroho, S.T., mengapresiasi kontribusi GMF dalam menjaga kesiapan skuadron melalui program modernisasi C-130. Berbekal pengalaman dalam menangani proyek CWBR sebelumnya, ia berharap pengerjaan A-1316 dapat diselesaikan tepat waktu. Menyambut hal tersebut, GMF menegaskan komitmen untuk terus mendukung kesiapan pesawat di masing-masing skuadron, sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan dan memperpendek lead time.

Keberlanjutan proyek CWBR C-130 menjadi bagian dari kontribusi GMF dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Pelaksanaannya juga mencerminkan sinergi antara GMF, Kementerian Pertahanan RI, dan TNI Angkatan Udara dalam mengoptimalkan kemampuan industri dalam negeri untuk mendukung pemeliharaan dan modernisasi alutsista.
 

  ✈️
GMF  

Sabtu, 17 Oktober 2026

Helikopter VVIP/VIP TNI AU Touch and Go di Kapal Induk KRI Sriwijaya-100

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDGRcRnq36cYTg2ZW1rjm_ERrtVS6DhgWMttJy8eGl821jgVUycW2CJ4o0oinN2LfnKLoVvU8-qALJfsfjP5ONxd708l3NI-XwXC6MnKYcaSxw4j1UJ0VfH0i0lT6X7LIQ4KA6guOk-t2scjEdT0xe157NuzsM0Bgznb8PjPa6sfI9MLvcGzsbUDFSXTy4/s1200/IMG_0783.jpegHelikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026)(dok. Dispenal)

Helikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Latihan tersebut merupakan bagian dari pelatihan penerbangan helikopter TNI AD dan TNI AU di atas platform KRI Sriwijaya-100. Memasuki hari keempat, seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan lancar.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas antarmatra TNI.

 1. Tingkatkan interoperabilitas TNI

Yayan menjelaskan, pelatihan take off landing helikopter di atas platform kapal telah dilakukan jauh sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan jajaran TNI AL.

Menurut dia, latihan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan penerbang TNI dalam melaksanakan operasi menggunakan platform kapal.

"Pelatihan ini sebagai bentuk interoperabilitas TNI," ujar Yayan.

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan tersebut untuk meningkatkan kesiapan penerbang dalam menghadapi situasi operasi di atas kapal.

 2. Ada latihan touch and go hingga full stop

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOkMKj4QkTRC8EW7coYnMEc3Tqiih6eTxTOp0tosfC6SigZC4M48yAlJibjx8Z2JRDAibAnhpAz9Xfw6Ky9p0vDBTXJHt6gB5IsRbtsNZ6I5a7I-ROW1F56xPEgXpR_UJPK6XgpxYvtYNdhyphenhyphenOs-SqQfeHmNtLc4rdemYnRTsXwh2YhelqW4jeQQtrenbEE/s1044/IMG_0784.webp
Sejumlah materi yang dilatihkan meliputi high recce, low recce, dummy approach, touch and go, hingga full stop.

High recce dan low recce merupakan tahapan pengenalan serta pendekatan terhadap area pendaratan dari ketinggian berbeda. Sementara dummy approach melatih penerbang melakukan pendekatan terhadap kapal tanpa melakukan pendaratan penuh.

Adapun touch and go dilakukan dengan menyentuhkan helikopter ke permukaan dek kapal sebelum kembali lepas landas. Sedangkan full stop merupakan latihan pendaratan penuh di atas platform kapal.

"Adapun pelatihan yang dilaksanakan antara lain, high recce, low recce, dummy approach, touch and go, full stop," kata Yayan.

 3. Sesuai arahan KSAL

Pelaksanaan latihan tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar interoperabilitas TNI terus ditingkatkan.

Peningkatan kemampuan interoperabilitas dinilai penting untuk menghadapi perkembangan karakter peperangan modern yang menuntut kemampuan antarmatra untuk beroperasi secara terpadu.

Latihan take off landing helikopter di KRI Sriwijaya-100 pun menjadi salah satu bentuk implementasi peningkatan kemampuan tersebut, khususnya dalam mengintegrasikan kemampuan penerbang dengan kapal perang sebagai platform operasi.

  ⍟   IDN Times    

Selasa, 06 Oktober 2026

KSAU Ungkap J10 Akan Tiba

  Enam Bulan Lagi Jet Tempur J-10 Tiba di Indonesia Pesawat J10 C  (DSA)

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohammad Tonny Harjono meminta publik bersabar menunggu terkait kedatangan jet tempur Chengdu J-10 asal China. "Tunggu saja," kata Tonny sembari tersenyum kepada Republika di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026)..

Informasi yang didapatkan Republika, jet tempur berjuluk Vigorous Dragon ini bakal tiba di Tanah Air enam bulan dari sekarang. Hanya saja, jumlah unit yang tiba pertama kali ke Indonesia tahun depan, masih belum diketahui..

Di tempat yang sama, anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendukung langkah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI membeli jet tempur J-10. Dia menganggap, pembelian jet tempur generasi 4,5 dari China bisa untuk memperkuat pertahanan NKRI..

"Kita juga melihat kondisi global, ancaman, kita lihat di Asia Tenggara saja masih ada konflik, negara-negara sesama ASEAN, jadi untuk kita itu memiliki peralatan tempur yang mumpuni dan sanggup mengintersep ancaman-ancaman tersebut," kata Dave..

Menurut dia, Komisi I DPR juga tidak mempermasalahkan ketika akhirnya pemerintah RI memilih alutsista dari China. Bagi Dave, kualitas alutsista dari negara Barat maupun China sekarang sama saja. "Tidak masalah, tidak masalah, selama supplay chain-nya, pelatihannya, supporting unitnya mencukupi tidak masalah," ucap Dave.

  ★  Republika  
 

Minggu, 27 September 2026

18 Pesawat Rafale Tiba Tahun 2027

 ✈ Dua pesawat Rafael TNI AU terlacak terbang di ibukota Jakarta (Dispenau)

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memastikan pesawat tempur Rafale pesanan Indonesia akan kembali datang tahun 2027.

"Di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 secara bertahap, ya. Secara bertahap sampai dengan diperkirakan di tahun 2029," kata Tedi saat dijumpai awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.

Kendati demikian, Tedi tidak menjelaskan secara rinci kapan gelombang ketiga kedatangan Rafale akan terjadi.

Dia hanya memastikan bahwa sejauh ini TNI AU sudah mempersiapkan fasilitas yang layak untuk pengoperasian dan perawatan pesawat tempur Rafale.

Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dari pengoperasian pesawat tempur Rafale yang telah berjalan dengan baik di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Sebelumnya, Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur jenis Rafale yang diproduksi Dassault Aviation, Prancis.

Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan yang kala itu dijabat Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha menyampaikan kontrak efektif itu menjadi dasar Dassault Aviation mulai memproduksi 18 unit terakhir jet tempur Rafale pesanan Indonesia.

"Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit," kata Edwin.

Sejauh ini, TNI AU baru menerima enam pesawat tempur Rafale. Tiga pesawat pertama datang pada gelombang kedatangan pertama yakni pada awal 2026 lalu.

Sisanya datang pada gelombang ke dua pada Mei 2026 dan diterima langsung oleh TNI Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

  ★  
antara  

Minggu, 20 September 2026

PT DI Dapatkan Kontrak Harwat Pesawat Terbang/Helikopter TNI AU

 🛩 👷 Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Koharrmatau dan PT DI (PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) dan Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara (Koharmatau) memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan pemeliharaan pesawat terbang dan helikopter milik TNI Angkatan Udara (TNI AU). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pendayagunaan Sumber Daya dan Pemanfaatan Fasilitas Pemeliharaan Pesawat Terbang/Helikopter.

PKS ini ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Komandan Koharmatau, Rudolf P. Buulolo di Ruang Rapat Basir Surya, Koharmatau, Kamis (17/09). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan kapabilitas industri PTDI dengan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki TNI AU untuk memperkuat dukungan terhadap pemeliharaan armada udara TNI AU.

Pada kesempatan ini, kedua pihak juga menandatangani dokumen perjanjian Side Letter sebagai tindak lanjut terhadap kerja sama pemeliharaan pesawat terbang/helikopter, serta kerja sama pengadaan suku cadang dan Harwat pesawat CN235 milik TNI AU. Dalam hal ini, Koharmatau akan memberikan dukungan berupa penyediaan personel, peralatan, fasilitas, dan Ground Support Equipment (GSE). Sementara itu, PTDI akan menyediakan personel yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan, termasuk dukungan teknis dan pemeliharaan guna menjaga kesiapan operasional pesawat milik TNI AU.

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen PTDI sebagai industri pertahanan untuk memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pesawat yang telah diproduksi dan dioptimalkan pemanfaatannya bagi pengguna (end-user), dalam hal ini, TNI AU. ”Kerja sama ini menjadi hal penting untuk memastikan kemampuan armada tetap terjaga dan memenuhi Optimum Essential Force TNI AU. Bagi kami, kerja sama ini juga merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung kebutuhan pemeliharaan alutsista TNI AU, melalui kemampuan teknis sumber daya manusia, serta fasilitas yang dimiliki masing-masing pihak, diharapkan kegiatan pemeliharaan dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan,” ujar Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.

Sementara itu, Komandan Koharmatau, Rudolf P. Buulolo, mengatakan, ”Saya memandang bahwa kerja sama ini memiliki arti penting, bukan hanya dalam mendukung pelaksanaan pemeliharaan, tetapi juga dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat transfer pengetahuan dan pengalaman, serta membangun kemampuan pemeliharaan yang semakin mandiri dan berkelanjutan.” .

  🛩 PTDI  

Sabtu, 05 September 2026

Rafale TNI AU KIni Dilengkapi AT730 Triple Ejector Rack

 ⍟ AT730 Triple Ejector Rack yang melengkapi Rafale TNI AU ( Jatosint)

Jet tempur Rafale TNI AU akan memiliki kemampuan membawa persenjataan udara-ke-permukaan dalam jumlah besar berkat penggunaan AT730 Triple Ejector Rack.

Rak peluncur ini memungkinkan satu titik gantung Rafale membawa hingga tiga amunisi kelas 250 kg, seperti bom berpemandu presisi AASM/HAMMER.

Dengan dua rak AT730 di bawah sayap, Rafale dapat membawa hingga enam amunisi hanya menggunakan dua titik gantung.

Penggunaan AT730 memberikan fleksibilitas lebih besar dalam konfigurasi tempur karena titik gantung lainnya masih dapat digunakan untuk membawa rudal udara-ke-udara, tangki bahan bakar eksternal, maupun persenjataan tambahan.

Selain AASM/HAMMER, AT730 juga dapat dikonfigurasi untuk beberapa jenis bom berpemandu lainnya. Kehadiran sistem ini akan meningkatkan kapasitas serangan presisi Rafale sekaligus memperkuat kemampuan multirole armada tempur TNI AU.

  ★  
Garis Depan  

Jumat, 04 September 2026

Delegasi Dislitbangau Kunjungi Industri Pertahanan PT TAG

  Di Bandung Rombongan Dislitbangau lakukan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) di Bandung Barat (Dislitbangau)

Guna memperkuat kemandirian Alpalhankam matra udara, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsma TNI Rachmadi Anggoro, S.E., M.Sc., M.S.S. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) Bandung Barat, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kolaborasi strategis dalam rangka penelitian dan pengembangan material mandiri guna memperkuat alpalhankam matra udara.

PT Tiara Angkasa Gandiva merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan dirgantara. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia suku cadang komponen pesawat terbang, produk militer seperti parasut, serta mitra dalam pengembangan amunisi dan bom pertahanan bersama TNI Angkatan Udara.

Dalam kunjungan tersebut, Kadislitbangau meninjau langsung proses fabrikasi di lini produksi PT TAG. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan standar quality control telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pertemuan juga membahas kelanjutan integrasi teknologi persenjataan yang sedang dikembangkan.

Pembahasan ini menjadi langkah awal sebelum memasuki tahap uji coba operasional di lapangan.“Kolaborasi dengan industri dalam negeri seperti PT TAG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program kemandirian alutsista. Sebagai contoh, pada pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) pesawat KT 1B Woong Bee hasil karya kolaborasi antara Dislitbangau dan PT TAG pada demo udara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di atas Istana Merdeka yang sangat memukau. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Kadislitbangau.

Turut hadir dalam pendampingan, Kasubdis Aero, Kolonel Tek Mohammad Arief, Kasubdis Palsus Kolonel Kal Abidin Abubakar, S.T., dan Perwira Peneliti Bidang Power Plant, Kolonel Tek Gembira Siringoringo, S.T., M.Si. beserta beberapa perwira engineering Dislitbangau.

Pada kesempatan tersebut Kadislitbangau memberikan Sertifikat Penghargaan kepada Presiden Direktur Ibu Tatiana atas keberhasilan kegiatan pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) dan Smoke Oli System (SOS) sebagai bukti tertulis dan pengakuan resmi atas prestasi, jasa, dedikasi dan kontribusi dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi pertahanan yang inovatif guna mendukung tugas pokok TNI AU.

Dislitbangau berkomitmen untuk terus mendorong dan mendukung industri pertahanan nasional melalui kegiatan penelitian dan pengembangan. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan TNI Angkatan Udara dapat memiliki alutsista yang andal, mandiri, dan mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang. (R&D)

 👷 
Dislitbanangau  

Jumat, 28 Agustus 2026

TNI AU Uji Kemampuan Helikopter Mendarat di Kapal Perang

   Jelang Kedatangan Garibaldi Bulan Depan https://asset.kompas.com/crops/hJ6Isxd-KuNfmSjsLvzzjh9jYEs=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2026/08/28/6a914ec2ca1e7.jpgTNI Angkatan Udara (AU) menguji kemampuan helikopter beroperasi dari kapal perang menjelang kedatangan Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, yang akan menjadi bagian dari armada TNI Angkatan Laut (AL).( (DOK. Dinas Penerangan Angkatan Udara)

TNI Angkatan Udara (AU) menguji kemampuan helikopter beroperasi dari kapal perang menjelang kedatangan Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, yang akan menjadi bagian dari armada TNI Angkatan Laut (AL).

Pengujian dilakukan melalui latihan Ship Board Operation (SBO) dengan mendaratkan helikopter H-3218 Skadron Udara 6 TNI AU di Landing Platform Dock (LPD) KRI Makassar, Surabaya, pada 24-26 Agustus 2026.

“Helikopter H-3218 Skadron Udara 6 TNI AU melaksanakan take off dan landing di LPD KRI Makassar dalam rangkaian latihan SBO terintegrasi yang melibatkan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU,” kata Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Sebelum mendarat di kapal, para penerbang terlebih dahulu mengikuti pembekalan dan simulasi take off serta landing di helideck simulator.

“Tahapan ini memberikan pembekalan kepada penerbang mengenai prosedur, teknik, dan aspek keselamatan dalam pelaksanaan operasi helikopter berbasis kapal,” ujar dia.

Mereka juga berlatih menggunakan replika flight deck dengan siluet kapal induk Garibaldi.

Setelah itu, helikopter H-3218 melakukan take off dan landing di flight deck KRI Makassar yang berada di Dermaga Batoe Poron.

Helikopter tersebut diterbangkan Letkol Pnb Sofan Hasani sebagai Pilot in Command (PIC).

Latihan disupervisi Danwing Udara 2.1 Grup 2 Heli Kolonel Pnb A. Mauludin Mulyono.

“Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AU meningkatkan kemampuan dan kesiapan penerbang dalam melaksanakan operasi helikopter dari dan menuju kapal, sekaligus memperkuat interoperabilitas antarmatra dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan,” ujar dia.

Latihan SBO tersebut juga menjadi bagian dari persiapan rangkaian kegiatan HUT TNI ke-81, termasuk Naval Parade dan peresmian Giuseppe Garibaldi yang direncanakan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.

“Penguasaan Ship Board Operation menjadi salah satu bentuk kesiapan TNI AU dalam mendukung pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu sesuai tuntutan tugas di masa mendatang,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, setelah lebih dari empat dekade berlayar di bawah bendera Italia, kapal perang Giuseppe Garibaldi kini memulai perjalanan baru.

Pada Senin (24/8/2026) malam waktu Indonesia atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu Italia, kapal yang nantinya menjadi kapal induk pertama Indonesia itu meninggalkan Italia menuju Tanah Air.

Pelayaran ini menjadi bagian dari proses hibah kapal yang nantinya akan menjadi kapal induk pertama Indonesia, yang rencananya tiba di Tanah Air pada pertengahan September 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan keberangkatan Giuseppe Garibaldi dari Italia.

“Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026).


  ⍟ Kompas   

Senin, 24 Agustus 2026

Pesawat Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Sultan Hasanuddin

  Keluar dari LandasanPesawat SU30 TS-3011 tergelincir (ist)

Sebuah pesawat tempur jenis Sukhoi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dikabarkan tergelincir hingga keluar jalur landasan.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (24/8/2026).

Dari beberapa gambar atau video yang direkam warga tampak pesawat tempur tersebut berada di dekat pagar pembatas luar jalur.

Beberapa kendaraan yang melintas terlihat memperlambat lajunya karena ingin menyaksikan langsung pesawat tempur tersebut.

Beberapa mobil pemadam kebakaran juga terlihat menyiramkan air ke bagian badan pesawat tempur tersebut.

Peristiwa Masih Didalami Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Hasanuddin, Letkol Sus Yudha Pramono mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

"Tunggu info yah," singkat Yudha dikonfirmasi Kompas.com, Senin siang.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab pesawat tempur tersebut keluar dari jalur penerbangan.

Sejumlah pihak otoritas terkait masih melakukan pendalaman.

  ✈️
Kompas    

Jumat, 21 Agustus 2026

Kencana 07 Kembali Perkuat Operasi Skadron Udara 17

Tuntas Check D Enam Bulan Pesawat angkut VVIP Kencana 07 TNI AU [TNI AU]

Pesawat B-737-400 (Kencana 07) resmi diserahterimakan kepada Skadron Udara 17 setelah menuntaskan pemeliharaan berat Check D di Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Penyerahan dilakukan oleh Komandan Sathar 14 Letkol Tek Syahprial Rahman kepada perwakilan Skadron Udara 17, Mayor Pnb Andreas, dalam kegiatan yang berlangsung di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Kamis (13/8/2026).

Pemeliharaan Check D merupakan pemeliharaan berkala tingkat tinggi dengan interval delapan tahun yang mencakup pemeriksaan dan perawatan secara menyeluruh terhadap berbagai sistem serta struktur pesawat. Proses pemeliharaan Kencana 07 dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan para teknisi berpengalaman Sathar 14 yang bekerja secara cermat, disiplin, dan berorientasi pada standar keselamatan penerbangan.

Usai seluruh rangkaian pemeliharaan diselesaikan, Kencana 07 menjalani tahapan uji terbang untuk memastikan seluruh sistem pesawat berfungsi secara optimal dan memenuhi persyaratan keselamatan. Hasil pemeriksaan dan uji terbang tersebut menyatakan Pesawat A-7307 laik terbang, sehingga siap kembali melaksanakan tugas dan tanggung jawab operasional yang diemban TNI Angkatan Udara.

Kembalinya Kencana 07 ke Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma menjadi bukti nyata kontribusi satuan pemeliharaan dalam menjaga kesiapan dan keandalan alutsista TNI AU. Pesawat tersebut kini siap kembali memperkuat dukungan penerbangan VIP/VVIP sekaligus mendukung berbagai tugas operasi strategis, dengan mengedepankan keselamatan, kesiapan, dan profesionalisme sebagai landasan utama setiap pelaksanaan tugas.

  ★ TNI AU  

Kamis, 20 Agustus 2026

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

“Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

“Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

“Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

“Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

“Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...