Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2026

TNI AU Resmikan Skuadron Udara 18

 🛩 Rumah bagi Pesawat Falcon 8X 🛩 (antara)

TNI AU baru meresmikan Skuadron Udara 18 yang merupakan rumah dari pesawat Falcon 8X buatan Dassault Aviation, Prancis, Kamis.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dalam siaran pers di Jakarta mengatakan, peresmian ini dilakukan di markas Skuadron Udara 18 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam amanat saat upacara peresmian, Tonny mengatakan pesawat ini diperuntukkan untuk mengantar tamu penting kenegaraan ataupun pejabat penting negara.

"Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” ujar Tonny dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta.

 Enam pesawat Falcon 8X

Dengan adanya skuadron baru ini, Tonny yakin TNI AU akan memberikan pelayanan dan dedikasi yang maksimal dalam memastikan keselamatan perjalanan udara para tamu penting negara.

Dalam upacara tersebut, Tonny juga mengukuhkan Komandan Skadron Udara 18 yakni Letkol Pnb Rachmad Syaputra.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI AU I Nyoman Suadnyana mengatakan seluruh fasilitas dan kebutuhan operasional pesawat Falcon 8X sudah dipenuhi oleh TNI AU.

Tercatat ada enam pesawat Falcon 8X yang bertengger di sana. Dia memastikan ke enam pesawat itu dapat beroperasi dengan baik dan mampu mendukung tugas pertahanan udara Indonesia.

  🛩 antara   

Selasa, 09 Juni 2026

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  💣 
Dislitbangau  

Minggu, 07 Juni 2026

Delegasi Dewan Pertahanan Nasional Kunjungi Airbase AFB 123 Di Orléans Bricy Prancis

  Pelajari Sistem MRO Terintegrasi A (DPN)
Sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan dan kerja sama di bidang pertahanan, Delegasi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) mengunjungi Airbase AFB 123 Orléans–Bricy, Prancis, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi tim DPN untuk melihat angsung bagaimana Angkatan Udara Prancis mengelola sistem Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terintegrasi untuk armada pesawat angkut A400M, yang dikenal dengan kemampuan misi jarak jauh dan mobilitas tinggi.

Dalam sesi kunjungan, delegasi yang dipimpin oleh Deputi Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., disambut hangat oleh jajaran Airbase dan mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sistem pemeliharaan berbasis teknologi serta kemitraan antara militer Prancis dan Airbus Defence & Space.

Melalui kunjungan ini, DPN berharap dapat mengambil pembelajaran penting dari praktik terbaik yang diterapkan Prancis dalam memastikan kesiapan operasional armadanya.

Pendekatan MRO yang terpusat dan kolaboratif dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia sebagai langkah meningkatkan efisiensi dan kemandirian dalam pemeliharaan alutsista.

Selain memperkuat hubungan diplomatik di sektor pertahanan, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama baru, terutama dalam aspek pengembangan industri dan transfer teknologi antara kedua negara.

  🤝 
DPN  

Senin, 18 Mei 2026

Penampakan 11 Pesawat Baru Dipamerkan Prabowo: Jet Rafale hingga Falcon

Sejumlah alutsista diserahkan Presiden ke TNI di Halim, Jakarta (Kompas)

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan menerima alat utama sistem persenjataan (alutsista) berupa jet-jet tempur, pesawat kargo, dan radar, Senin (18/5/2026).

Alutsista yang diterima meliputi 6 pesawat tempur Rafale yang dilengkapi dengan rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer; 4 pesawat Falcon 8X; 1 pesawat A400M MRTT; serta Radar GCI GM403.

Presiden Prabowo Subianto memamerkan sejumlah alutsista yang secara resmi telah diserahterimakan ke TNI. Berdasarkan pantauan Kompas.com, deretan alutsista tersebut dipamerkan di apron Base Ops Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Susunan alutsista dibentuk menyerupai segitiga. Di posisi paling depan tampak pesawat tempur Rafale buatan Prancis. Kehadirannya menandai penambahan kekuatan baru TNI AU, terutama untuk kemampuan tempur udara ke udara dan udara ke darat.

Di sisi kanan Rafale dipajang rudal Meteor serta Smart Weapon Hammer yang menjadi persenjataan utama pesawat tersebut.

Tak jauh dari Rafale, empat pesawat Falcon 8X turut dipamerkan. Pesawat berbadan ramping itu disiapkan untuk mendukung mobilitas strategis, pelaksanaan misi komando, hingga pengawasan udara.

Sementara di dua sudut paling belakang ditempatkan dua pesawat angkut A400M, termasuk satu unit yang sebelumnya telah diserahterimakan pada November 2025.

Pesawat angkut ini diproyeksikan memperkuat kemampuan angkut strategis TNI, termasuk distribusi pasukan dan logistik.

Selain itu, A400M MRTT memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara yang memungkinkan pesawat tempur beroperasi lebih jauh dan lebih lama.

Sementara itu, Radar GCI GM403 menjadi bagian lain dari alutsista yang diterima pemerintah.

Radar berkelir hijau itu berfungsi mendeteksi ancaman udara dari jarak jauh sekaligus membantu memandu pesawat tempur untuk menghadapi sasaran yang memasuki wilayah udara Indonesia.

Dalam serah terima dari Pemerintah ke TNI ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator (Menko) Politik dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Kemudian, Menteri Perhubungan (Mehub) Dudy Purwagandhi, Menlu Sugiono, Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.

   ★ 
Kompas  

Rabu, 13 Mei 2026

Indonesia Kedatangan Pesawat Falcon 8X Lagi

🛩  Pesawat angkut VVIP Pesawat VVIP terbaru TNI AU, A 0803 (Dispenau)

Indonesia kembali menerima pesawat Falcon 8X buatan Dassault Aviation, perusahaan dirgantara asal Prancis yang juga memproduksi jet tempur Rafale.

Pesawat angkut VVIP itu tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (10/5/2026).

Falcon 8X dengan nomor ekor A-0804, lengkap dengan tulisan TNI Angkatan Udara sempat terpotret oleh fotografer.

Kedatangan pesawat Dassault Falcon 8X tersebut merupakan bagian dari kontrak baru pengadaan empat unit pesawat Falcon,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).

Falcon 8X A0804 TNI AU (Dispenau)

Rico mengatakan, Falcon 8X A-0804 bukan bagian dari kontrak pembelian sebelumnya. Kontrak pengadaan dua pesawat sebelumnya mulai berjalan saat Presiden Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan.


Unit pertama tiba pada 2022, sedangkan unit kedua datang dua tahun kemudian.

Kedua pesawat itu kini dioperasikan oleh Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma untuk kebutuhan angkut VIP dan VVIP.

Dengan kedatangan A-0804, jumlah armada Falcon 8X milik TNI AU bertambah.

  🛩
Kompas  

Kamis, 30 April 2026

ALIT Jajaki Kerja Sama TNI AU di Bidang UAV dan Ruang Angkasa Indonesia

🛩  🚀 🤝  Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. saat menerima audiensi Chairman ALIT China di Mabesau (22/4/2026) guna membahas pengembangan teknologi UAV dan kolaborasi ruang angkasa Indonesia. (Dispenau)

Perusahaan pertahanan terkemuka asal China, Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT), resmi menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada Rabu (22/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Markas Besar TNI AU ini fokus pada pengembangan teknologi dirgantara mutakhir, mencakup penguatan armada pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, hingga program ruang angkasa.

Langkah ini merupakan bagian dari visi strategis untuk memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) guna mewujudkan kekuatan TNI AU yang AMPUH.

 Key Takeaways (Ringkasan Utama):  

💥 Pertemuan Strategis: Audiensi antara Chairman ALIT China dengan Wakasau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. pada 22 April 2026 di Mabesau.
💥 Fokus Kolaborasi: Pengembangan pesawat tanpa awak (UAV), sistem pertahanan udara, dan program ruang angkasa (space program).

💥 Visi TNI AU: Langkah memperkuat Alpalhankam menuju visi TNI AU yang AMPUH.
💥 Skuadron Baru: Pembentukan Skuadron UAV 53 di Lanud Anang Busra Tarakan yang direncanakan mengoperasikan drone CH-4.
💥 Kemampuan Alutsista: UAV CH-4B milik TNI AU telah dilengkapi kemampuan serang dengan rudal AR-2 dan sistem komunikasi satelit.

 Pertemuan Pimpinan ALIT China dan Wakasau di Mabesau. 

Chairman of Aerospace Long-March International Trade Co., Ltd. (ALIT) dilaporkan TNI AU lewat rilis akun Instagramnya pada 23 April 2026, baru saja melakukan audiensi dengan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. di Ruang CC Wakasau, Markas Besar TNI AU, Rabu (22/4/2026).

TNI AU menyebut Pertemuan strategis ini membahas sejumlah peluang kerja sama antara TNI AU dan ALIT Co., Ltd. dalam pengembangan teknologi dirgantara, dengan fokus utama pada bidang pesawat tanpa awak, sistem pertahanan udara, dan space program.

"Audiensi ini juga merupakan kesempatan perkenalan pimpinan CEO yang baru, sekaligus menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi yang solid dan berkelanjutan guna memperkuat Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) TNI AU, sejalan dengan visi mewujudkan TNI AU yang AMPUH," terang rilis akun Instagram @militer.udara dalam unggahannya.

 Profil ALIT: Divisi Ekspor Teknologi Roket dan Rudal China 

Dilansir dari rilis resmi Kemhan pada 20 Februari 2012, Aerospace Long March International Trade & co., Ltd. (ALIT), adalah salah satu perusahaan berada di bawah State Administration for Science, technology and Industry for National Defence (SASTIND), China yang memproduksi roket dan rudal serta ruang angkasa termasuk ICBM dan Roket peluncur satelit Long March.

Selain itu, ALIT merupakan divisi ekspor dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).

 Perbandingan Varian UAV CH-4 untuk Ekspor 

Berdasarkan data operasional, ALIT menawarkan dua varian utama untuk pasar internasional:

💢Fitur Varian CH-4A Varian CH-4B Konfigurasi Utama Pengintaian
(Reconnaissance) Serang (Strike-Oriented)
💢 Daya Tahan Terbang 30 Jam 14 Jam
💢 Muatan Senjata - 760lb (345kg)
💢Kemampuan Khusus Pengamatan Jarak Jauh Penyerangan Presisi.


 Rekam Jejak Produk ALIT di Indonesia 

Sebelum melakukan penjajakan kerja sama terbaru ini, ALIT sebenarnya sudah menjual produk pertahanan udara kepada Indonesia.

Terkait operasionalnya, Asian Military Review edisi 16 September 2022 memberikan laporan mendalam sebagai berikut:

"Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) mengakuisisi sejumlah UAV CH-4B yang tidak diungkapkan jumlahnya, yang telah dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit untuk memperluas jangkauan operasinya hingga 1.080 mil laut (2.000 km).

TNI AU diyakini sebagai angkatan udara Asia Tenggara pertama yang memiliki kemampuan UAV bersenjata, setelah menerima rudal berpemandu presisi AR-2 untuk armada CH-4B pada April 2021.

Sebuah pod peperangan elektronik, kemungkinan untuk misi komunikasi atau pengumpulan intelijen sinyal, juga telah diamati terpasang pada setidaknya salah satu UAV CH-4 milik TNI AU," terang Asian Military Review dalam artikelnya.

 Persiapan Skuadron UAV 53 Tarakan dan Operasional CH-4 

Antara edisi 10 Oktober 2025 lalu melaporkan Pangkalan Udara Anang Busra Tarakan akan membangun Skuadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau skuadron 53 dan naik status Lanud dari tipe B menjadi tipe A.

Skuadron 53, yang direncanakan diresmikan pada 2026 oleh pimpinan TNI AU, akan mengoperasikan drone militer jenis CH-4.

Terkait spesifikasi dan peran strategis drone ini, Komandan Lanud Anang Busra memberikan penjelasan detail:

CH-4 dapat dipersenjatai dengan rudal atau bom, sehingga memiliki fungsi ganda, baik untuk intelijen, pengintaian, dan pengawasan (ISR) maupun sebagai drone serang,” kata Komandan Lanud Anang Busra, Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya penempatan unit ini di wilayah perbatasan:

Dengan kemampuan drone ini, kami dapat memantau wilayah secara efektif dan memberikan respons cepat terhadap potensi ancaman,” tambahnya.

Keberadaan Skuadron 53 di Tarakan diharapkan dapat memperkuat pengawasan udara di wilayah Kalimantan Utara, khususnya untuk mencegah dan mengidentifikasi aktivitas penyelundupan di perbatasan.

Drone CH-4 ini dilaporkan memiliki jangkauan terbang hingga 5.000 kilometer dan mampu beroperasi di udara selama 30 hingga 40 jam negara.***

  🛩
Time Moments  

Senin, 27 April 2026

TNI AU Perkuat Pertahanan Udara di Sultra

  Menempatkan skuadron pesawat tempur 
Ilustrasi SU35 Rusia, dikabarkan akan di beli Indonesia (TASS)
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat pertahanan udara nasional sekaligus modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menempatkan skuadron pesawat tempur di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono saat ditemui di Kendari, Senin, mengatakan bahwa penempatan kekuatan udara tersebut rencananya akan dipusatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo.

"Kami memilih wilayah Sultra karena posisinya sangat strategis bagi Angkatan Udara, yang dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju wilayah Indonesia Timur," kata Tonny Harjono usai menghadiri kegiatan Semarak Dirgantara di eks MTQ Kendari.

Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dan pembahasan mendalam, termasuk mengenai spesifikasi jenis pesawat tempur berteknologi terbaru yang akan disiagakan.

Selain kehadiran skuadron tempur, TNI AU juga berencana memperkuat satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) serta menambah jumlah personel secara signifikan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Marsekal Tonny menegaskan, dalam pengembangan kekuatan ini, TNI AU berkomitmen memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal. Putra-putri terbaik daerah akan diberikan prioritas untuk bergabung menjadi prajurit dan nantinya diprioritaskan untuk mengabdi kembali di daerah asal.

"Kami ingin ke depan satuan tempur semakin lengkap, personel bertambah, dan masyarakat lokal turut berperan aktif dalam pengabdian di TNI AU," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pengembangan pangkalan udara ini akan berdampak positif pada peningkatan konektivitas daerah.

Ia berharap peningkatan fasilitas pangkalan TNI AU ini dapat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong status pangkalan udara menjadi berskala internasional, sehingga membuka akses Sultra ke jaringan global.

"Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun transportasi udara," ungkap Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi Sultra, yang diharapkan tidak hanya memperkuat kedaulatan udara tetapi juga memicu kemajuan di berbagai sektor strategis lainnya.

  ✈️
  Antara  

Sabtu, 11 April 2026

Momen Pesawat Kepresidenan Dikawal 4 Unit F-16 dan 2 T50 Golden Eagle

Psawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman mendapat pengawalan udara dari TNI AU. (Foto/TNI AU)

Ada yang berbeda dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Magelang pada Kamis, 9 April 2026. Pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo Subianto dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Pangkalan Udara Adisutjipto, Kabupaten Sleman mendapat pengawalan udara dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ( TNI AU ).

Dalam penerbangan tersebut, pesawat kepresidenan mendapat pengawalan empat pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan dua pesawat KAI T-50 Golden Eagle. Pengawalan udara ini merupakan pengamanan VVIP yang dilaksanakan secara profesional oleh TNI AU, sekaligus mencerminkan kesiapsiagaan dan kemampuan pertahanan udara nasional dalam melindungi pemimpin negara.

Momentum pengawalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, yang menjadi tonggak penting perjalanan panjang pengabdian TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI AU dari dalam pesawat kepresidenan.

"Pertama-tama dirgahayu Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Swa Bhuwana Paksa. Selamat ulang tahun yang ke-80, semoga TNI AU terus jaya, selalu kuat mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia di udara. Rakyat Indonesia bangga dengan saudara-saudara. Jaga Tanah Air kita, terima kasih, hormat saya kepada kalian semua," ujar Presiden sebagaimana dilihat dari video di akun resmi Sekretariat Kabinet.

Presiden juga menegaskan kebanggaannya atas dedikasi dan semangat prajurit udara Indonesia.

"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, sekali lagi atas nama rakyat seluruh Indonesia kami bangga dengan angkatan udara kami, kami bangga dengan elang-elang muda. Semangat terus, terima kasih," lanjutnya.

Ketika Dari kokpit pesawat pengawalan, penerbang TNI AU turut menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan terhadap penguatan dan modernisasi pertahanan udara nasional.

"Dengan penuh rasa hormat dan bangga, di hari ulang tahun yang ke-80 TNI Angkatan Udara, kami elang-elang muda mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak. Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan tahun 2019 hingga saat ini sebagai Presiden Indonesia, dalam memperkuat dan memodernisasi TNI Angkatan Udara."

Penerbang itu menambahkan, "Kami memohon doa restu agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan semangat pengabdian tanpa batas, kami bertekad meneguhkan TNI Angkatan Udara yang ampuh menuju Indonesia maju. Dirgahayu TNI Angkatan Udara, salam Swa Bhuwana Paksa."

Pengawalan ini mencerminkan tingkat profesionalisme prajurit udara yang terus meningkat. Momentum HUT ke-80 TNI AU ini menjadi refleksi atas dedikasi dan kesiapsiagaan TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional, termasuk dalam menjamin keamanan Presiden dalam perjalanan kenegaraan. (zik)

  ✈️
sindonews  

Jumat, 10 April 2026

TNI AU Kejar Target Pembangunan 30 Satuan Radar di Seluruh Indonesia

🛰 Menjaga Langit Indonesia(Dispenau)

Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono mengatakan pihaknya sedang mengejar target membangun 30 satuan radar (satrad) di seluruh Indonesia.

Pembangunan satrad itu sampai saat ini masih terus berjalan dan ditargetkan dapat berfungsi secara maksimal pada 2029.

Tonny menjelaskan bahwa keberadaan satrad itu sangat diperlukan untuk memantau aktivitas udara Indonesia.

Menurut dia, dengan adanya satrad tersebut, TNI AU dapat mengantisipasi adanya pergerakan pesawat asing yang masuk ke wilayah udara Indonesia.

Hingga saat ini, TNI AU sudah memiliki 20 satrad yang tersebar di Indonesia. Namun demikian, sebagian dari satrad tersebut harus diganti karena sudah usang.

"Kita akan mendapatkan 25 radar baru karena kita ketahui bahwa radar yang kami miliki saat ini ada 20 satrad sudah usang tetapi masih berfungsi dengan baik," ujar Tonny.

Satrad baru itu akan ditempatkan lokasi yang dinilai sebagai titik buta atau blind spot wilayah udara Indonesia. Dengan adanya bantuan satrad tersebut, Tonny meyakini pertahanan udara Indonesia akan semakin kuat.
 

  📡
antara  

Kamis, 09 April 2026

Soal Pembelian Empat Pesawat A400M

 ✈️ TNI AU menunggu keputusan Kemhan Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters) 

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan TNI AU menunggu keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan) soal rencana menambah empat unit pesawat angkut A400M.

"Sebagai pengguna kekuatannya adalah Panglima TNI. Jadi saya siapkan, Panglima yang menggunakan," kata Tonny saat jumpa pers usai upacara perayaan HUT Ke-80 TNI AU di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Menurut Tonny, pihaknya hanya bertugas sebagai pengguna atau operator dari setiap alat utama sistem senjata yang dibeli Kemhan.

Tidak hanya sebagai pengguna, TNI AU juga memegang peran dalam perawatan, pembinaan dan pembangunan infrastruktur pendukung alutsista.

Selain itu, TNI AU juga bertugas untuk memastikan awak pengguna alutsista mendapat pelatihan yang layak dan berkualitas.

Untuk itu, dia kembali menegaskan bahwa TNI AU siap jika Kemhan akan mendatangkan empat pesawat A400M.

"Jadi, pengembangan pesawat A400M, kami menunggu dari Kemhan sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami, tetapi Angkatan Udara bersiap," ucap Tonny.

Untuk diketahui, TNI AU pada 2026 ini sudah memiliki dua unit A400M baru buatan Airbus. Pemerintah pun berencana menambah pesawat A400M untuk mendukung operasi militer dan nonmiliter yang dilakukan TNI AU.

"Kita sudah aktif (kontrak pembelian pesawat A400M) dua unit. Kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tanda tangan (pembelian) empat unit lagi. Sementara itu," kata Presiden Prabowo Subianto saat menerima unit pertama A400M di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada November 2025 lalu.

Namun demikian, hingga saat ini pihak Kemhan belum mengeluarkan pernyataan resmi soal tambahan pembelian pesawat angkut A400M tersebut.

 ✈️ antara 
 

Selasa, 31 Maret 2026

Kemenhan Teken Kontrak 12 Pesawat Pilatus PC-24 untuk TNI AU

  🤝 Diteken LOI untuk pengadaan 24 pesawat latih Pilatus PC-21 Penandantangan kontrak 12 unit pesawat PC-24 Super Versatile antara PT E-System Solutions Indonesia dan Kemenhan RI, Senin (31/3/2026)

Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI meneken kontrak dengan PT E-System Solutions Indonesia untuk pengadaan pesawat Pilatus PC-24 Super Versatile di kantor Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kemenhan, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2026). Pesawat itu untuk mendukung pelatihan pilot transportasi TNI AU, transportasi udara, dan misi penghubung.

Kontrak 12 unit pesawat PC-24 mencakup opsi untuk pesawat tambahan, peralatan pendukung darat, peralatan, suku cadang, pelatihan, dan dukungan teknis dari kantor pusat Pilatus di Stans, Swiss. PC-24 dikembangkan untuk fleksibilitas operasional yang luar biasa dan disertifikasi untuk pengoperasian pilot tunggal.

Pesawat tersebut dilengkapi dengan pintu kargo standar dan disetujui untuk digunakan di landasan pacu yang tidak beraspal. Fitur-fitur itu menjadikan pesawat ini ideal untuk berbagai misi pemerintah, termasuk pelatihan pilot penerbangan instrumen (IFR), transportasi, dan tugas penghubung.

Pilatus akan menyediakan program dukungan terintegrasinya untuk memastikan ketersediaan armada maksimum dan pemeliharaan yang efisien. CEO Pilatus Markus Bucher mengaku, menghargai kepercayaan yang diberikan Kemenhan RI kepada perusahaan.

"Program ini menandai awal dari hubungan jangka panjang, dan prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada dengan lancar," ujarnya dikutip dari laman resmi perusahaan.

Dengan terpilihnya pesawat itu oleh Kemenhan RI, Pilatus semakin memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara. Penggunaan yang direncanakan menunjukkan fleksibilitas PC-24 yang luar biasa.

Namun, yang terpenting, kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di lapangan terbang pendek, serta beroperasi dari landasan pacu yang tidak beraspal. Selain itu, PC-24 bisa meningkatkan aksesibilitas ke lebih 17 ribu pulau, khususnya pulau terpencil di Indonesia.

Wakil Presiden Penerbangan Pemerintah di PilatusIoannis Papachristofilou menjelaskan, seleksi yang dilakukan TNI AU menekankan meningkatnya minat operator pemerintah terhadap PC-24 Super Versatile.

"Kami tetap fokus pada penyediaan solusi untuk memfasilitasi berbagai misi mulai dari pelatihan hingga transportasi," ujarnya.

Pada saat yang sama, diteken Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) antara para pihak untuk pengadaan 24 pesawat latih Pilatus PC-21. Paket itu juga mencakup Peralatan Pelatihan Berbasis Darat, suku cadang, peralatan pendukung darat, dan dukungan teknis. Acara itu dihadiri Kabaloghan Kemenhan Laksdya Yusuf Jauhari dan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Marsda (Purn) Gia Amperiawan.

  🛩 Republika  

Sabtu, 28 Maret 2026

Pesawat Airbus A400M (A-4002) Sudah Mendarat di Lanud Halim

  Menempuh rute memutar menghindari perang Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters) 

Setelah menempuh rute panjang memutar demi menghindari perang di kawasan Teluk, pesawat Airbus A400M Atlas akhirnya tiba di Indonesia. Pesawat Airbus A400M kedua pesanan Kementerian Pertahanan RI sudah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/3/2026) sore WIB.

Pesawat transport dengan nomor registrasi A-4002 tersebut menempuh rute Sevilla di Spanyol ke St John di Kanada. Berikutnya pesawat terbang dan transit di Jepang. Kemudian, pesawat kedua TNI AU ini menyambang Lanud Johannes Abraham Dimara di Merauke, dan mampir di Lanud Anang Bursa (Tarakan), sebelum menuju tujuan terakhir di Jakarta.

Hal itu berbeda dengan penerbangan Airbus A400M (A-4001) yang menempuh rute dari Sevilla transit di Dubai (Uni Emirat Arab), dan Lanud Soewondo, Medan. Kedua pesawat A400M tersebut akan bergabung sebagai armada di Skadron Udara (Skadud) 31 Lanud Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebelumnya, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait memastikan kedatangan pesawat Airbus A400M dalam waktu tidak lama lagi. "Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini," ucap Rico singkat kepada Republika di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Adapun Kemenhan menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M Atlas untuk TNI AU dalam konfigurasi multirole tanker dan transport. Kontrak yang disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tersebut ditandatangani di sela Dubai Airshow 2021.

Setelah itu, Kemenhan juga meneken Letter of Intent (LoI) untuk akuisisi empat A400M pada masa mendatang. Airbus A400M adalah pesawat multiperan yang dapat meningkatkan kemampuan taktis udara ke udara TNI AU.

Menhan Prabowo menjelaskan, pesawat angkut itu memainkan peran kunci dalam misi utama lainnya termasuk terjun payung dan transportasi kargo berat. "Selain kemampuan taktis dan udara ke udara, A400M akan menjadi aset nasional dan berperan penting untuk misi bantuan manusia dan tanggap bencana," kata Prabowo kala itu. (ISDS).

 ✈️ 
Republika 

Selasa, 24 Maret 2026

Pesawat Airbus A400M Kedua TNI AU Segera Tiba di Indonesia

   Ilustrasi pesawat A 400M A-4001 TNI AU (Airbus)

Pesawat Airbus A400M Atlas (A-4002) sudah meninggalkan Sevilla, Spanyol menuju Indonesia. Tidak seperti joy flight pesawat A-4001 yang melewati rute transit di Dubai dan Medan (Sumut), pesawat kedua pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk TNI AU tersebut memilih jalur lain, akibat adanya perang di kawasan Teluk.

Pesawat transport terbesar TNI AU itu melewati rute Bandara St John, Kanada menuju Samudera Pasifik, sebelum mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat Airbus A400M tersebut diperkirakan tiba di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Pesawat itu melewati rute Bandara St John, Kanada menuju Samudera Pasifik, sebelum mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat Airbus A400M diperkirakan tiba di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Meski begitu, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait tidak memberi tanggal pasti kedatangan Airbus A400M. Sempat beredar kabar pesawat angkut itu tiba pada Kamis (26/3/2026), berbarengan dengan KRI Prabu Siliwangi (321), namun belum ada kepastian terkait hal itu.

"Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini," ucap Rico singkat kepada Republika di Jakarta, Rabu (25/3/2026). Adapun dalam unggahan video salah satu pilot Airbus A400M, ia sudah meninggalkan Sevilla dan tiba di Bandara St John yang penuh salju. (ISDS).

 ✈️ 
Republika 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...