Rabu, 16 September 2026

First Vehicle Pre delivery Acceptance Test Successfully Completed In the Kaplan APC

 Program developed by FNSS and PT PINDADAPC Kaplan (FNSS)

F
ollowing the contract signed between PT Pindad and the Indonesian Ministry of Defense to meet the Indonesian army's requirement for a 30-ton class tracked armoured personnel carrier, the first KAPLAN APC (HARIMAU APC) was manufactured at FNSS facilities under the "KAPLAN Armoured Personnel Carrier (KAPLAN APC) Development and Production Agreement" signed between PT Pindad and FNSS. The vehicle's pre-delivery acceptance tests were successfully carried out in Türkiye with the participation of PT Pindad.

Following the shipment of the HARIMAU APC to Indonesia, final acceptance tests will be carried out together with the end user. Production activities for the second vehicle, to be manufactured at PT Pindad's facilities in Indonesia, are also continuing at the same time.

The KAPLAN APC (HARIMAU APC) Project, a continuation of the success achieved in the KAPLAN MT (HARIMAU) Project, has once again demonstrated FNSS's experience and success in technology transfer and local production.

KAPLAN APC The structural design will enable vehicle to accommodate a crew of 13 personnel, including driver, commander, and a gunner. The vehicle will be developed to operate under all terrain and weather conditions. Its advanced suspension system will reduce internal vibration and improve traction. The vehicle will feature an open architecture electronics infrastructure, facilitating easy integration of various mission-critical systems, including a Battlefield Management System and 360° Situational Awareness System that provides both day and night vision for the crew.

The KAPLAN APC will be equipped with modular protection systems to effectively counter evolving battlefield challenges, providing a unique protection against ballistic and mine threats. In addition to its high personnel carrying capacity, the KAPLAN APC will be designed as the fastest vehicle in its class. Additionally, based on user requirements, the KAPLAN APC can be optionally fitted with an active protection system to defend against anti-tank missiles and rocket-propelled grenades.

The vehicle will be equipped with an automatic fire suppression system, an A/C system, and CBRN system, achieved through maintaining a sealed internal environment. These features will be designed to ensure the crew's survival and maintain their combat effectiveness in most challenging conditions.

The KAPLAN APC will be designed as a modular vehicle capable of integrating both manned and unmanned turret systems. It can be equipped with light and medium calibers such as 30 mm or 35 mm as well as 120 mm mortars and anti-tank guided missile systems.

This modular design will enable the KAPLAN APC to be configured for a wide array of missions, including mechanized infantry, reconnaissance, command and control, force protection, medical evacuation, rescue operations, combat engineering, and both direct and indirect fire support.

All these configurations are built on an armored combat vehicle platform that is equipped with a powerful engine and an automatic transmission, ensuring mobility capabilities compatible with modern main battle tanks.

The extensive use of identical parts and subsystems in the KAPLAN APC, with KAPLAN MT and other configurations within the KAPLAN tracked vehicle family, will offer significant advantages. Additionally, the vehicle will share common subsystems with the Armored Amphibious Assault Vehicle (ZAHA), which FNSS has deployed to the Turkish Naval Forces Marine Infantry Brigade. These features will ensure the KAPLAN APC's reliability, logistical integration, and ease of service, leveraging proven components from a battle-proven vehicle family used by the Turkish and Indonesian armies. This advantage will also reduce logistical burdens for global users, improve mean time between failures (MTBF), and enhance combat readiness.

 
FNSS  

Selasa, 15 September 2026

Jerman Buka Peluang Pengadaan Airbus A400M Tambahan ke Indonesia

  Memperkuat kerjasama militer A 400M A-4002 TNI AU (Fans Fighter)

Jerman membuka peluang untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia, termasuk kemungkinan adanya pengiriman tambahan pesawat Airbus setelah Indonesia menerima dua pesawat angkut militer A400M.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste saat berbicara kepada media di sela-sela penyelenggaraan ASEAN Think Tanks Summit ke-3 di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin.

Itu tentu menjadi harapan kami, tetapi hal tersebut bergantung pada negosiasi bilateral. Namun, sudah ada tawaran dan kami bersedia meningkatkan kerja sama di bidang militer,” kata Dubes Beste

Iya, dengan Airbus,” jawabnya saat di konfirmasi apakah kerja sama bidang militer yang dimaksud melalui pengadaan Airbus A400M.

Ketika ditanya kapan pengadaan kontrak pengadaan pertahanan baru dapat dilakukan, Dubes Beste menekankan bahwa keputusan itu sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia.

Dubes Beste menyampaikan bahwa negara-negara di Eropa, termasuk Jerman, sedang berupaya untuk memperkuat kerja sama sektor keamanan dengan negara-negara anggota ASEAN, termasuk salah satunya dengan Indonesia.

Kerja sama tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengadaan dua Airbus A400M yang akan memperkuat kekuatan matra udara TNI Angkatan Udara Republik Indonesia.

Kami semakin meningkatkan kerja sama di sektor keamanan dalam beberapa bulan terakhir di Eropa. Konsorsium Eropa Airbus telah mengirimkan dua pesawat angkut besar A400M ke Indonesia, dan kami siap meningkatkan kerja sama lebih lanjut,” ucap diplomat itu.

Adapun Indonesia telah menerima dua pesawat angkut militer A400M Atlas yang kontrak pembeliannya dilakukan pada 2021. Pesawat pertama dengan panjang 45,1 meter dan bentang sayap 42,5 meter tersebut tiba pada akhir November 2025, dan pesawat kedua tiba pada Maret 2026.

A400M dirancang untuk mengangkut muatan berat hingga 37 ton, setara dengan dua truk lapis baja atau satu helikopter berukuran sedang.

Pesawat tersebut memiliki kemampuan mencapai kecepatan maksimum 780 km/jam dan jangkauan terbang hingga kurang lebih 8.710 kilometer.

Untuk melengkapi kapabilitas tersebut, A400M juga dibekali fitur penting lainnya yang meningkatkan fleksibilitas operasional dalam berbagai misi. A400M berfungsi sebagai pesawat multiperan untuk pengisian bahan bakar di udara.

 ✈️ 
RRI  

Naval Parade di Teluk Jakarta Diikuti 102 KRI, Garibaldi Tampil Perdana

  Rangkaian HUT ke-81 TNI akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqCBIR0ip6eKp3P9K76WxQ1MYYAdlkob1z90mlXmAaMLQ6iYXrAVKQaa5v6rdC1l38kWmJNMdifnAnlnmsZyrxUy64s7_g0g601JMzZUzPZsOnqyiFcQYD4IOOgiajlhjDDQ3YEHACcLKVU_vYw9lR4WWYYPTprDaV6GZswpzqfTZyGVKfOAbg_81gIWB/s1500/IMG_0741.jpegITS Garibaldi ketika bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Berbagai kegiatan telah dimulai sejak Agustus hingga berlangsung pada Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 5 Oktober 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Pada 20 September 2026, Mabes TNI menggelar TNI Fair dilanjutkan dengan TNI Run 10K dan 5K serta Fun Walk 6,4 kilometer yang masing-masing ditargetkan diikuti sekitar 10 ribupeserta. Menjelang puncak HUT TNI, juga dilaksanakan Ziarah Rombongan pada 21-26 September 2026, Ziarah Nasional pada 28 September 2026, serta Doa Bersama Lintas Agama pada 1 Oktober 2026 yang diikuti 3.000 peserta dan disertai pembagian 3.000 paket sembako.

"Rangkaian HUT ke-81 TNI juga akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass pada 4 Oktober 2026 di perairan Teluk Jakarta," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Agung, kegiatan yang direncanakan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto tersebut akan menampilkan sailing pass, fly pass serta demonstrasi pasukan khusus, dan alutsista baru. "Data perencanaan mencatat 102 KRI terlibat dalam rangkaian Naval Parade," katanya.

Sementara itu, informasi yang didapatkan Republika, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) yang bakal berubah nama menjadi KRI Sriwijaya akan tampil perdana dalam acara di Teluk Jakarta. Garibaldi akan melintas dikawal armada tempur TNI AL di hadapan RI 1.

Puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monas, diawali upacara yang dipimpin Presiden RI. Sebagai inspektur upacara, Prabowo sekaligus bakal meresmikan satuan baru. Kegiatan dilanjutkan dengan parade dan defile pasukan serta alutsista, melibatkan 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB), terdiri 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB non-TNI.

Defile akan menampilkan 520 unit alutsista dan kendaraan, terdiri atas 420 unit alutsista atau kendaraan TNI, serta 100 kendaraan antik dan non-TNI. Selain parade dan defile, puncak peringatan akan dimeriahkan demo gabungan yang menampilkan demonstrasi udara serta gabungan udara dan darat.

"TNI juga menyiapkan kegiatan sosial berupa pembagian 40 ribu paket sembako dan 40 ribu porsi makan gratis bagi masyarakat. Seluruh rangkaian HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat serta menunjukkan kontribusi TNI bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," kata Agung.

    Republika   

Senin, 14 September 2026

[Global] Malaysia Berencana Akuisisi Rudal Supersonik BrahMos dari India

  Perkuat Jet Su-30MKMPesawat SU30 MKI menembakan rudal BrahMos (IAF)

Pemerintah Malaysia dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana akuisisi sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dari India untuk memperkuat armada pertahanannya.

Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam wawancaranya bersama media India, NDTV.

Anwar menyampaikan, pembahasan mengenai potensi pembelian persenjataan tersebut telah didiskusikan dalam pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh pemerintah Malaysia.

 Diserahkan ke TUDM

Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada pihak militer yang memiliki keahlian di bidangnya, khususnya Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Kami telah berdiskusi, namun posisi saya umumnya menyerahkan kepada departemen atau lembaga terkait yang memiliki keahlian di angkatan udara untuk melanjutkan pembahasan,” ujar Anwar.

Ia menambahkan bahwa diskusi tahap awal telah berjalan dan dirinya mendukung penuh kerja sama tersebut guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang berlandaskan rasa saling percaya.

Para analis memprediksi varian yang menjadi incaran utama Malaysia adalah BrahMos versi air-launched (peluncuran udara). Rudal ini rencananya akan diintegrasikan untuk memperkuat jet tempur Sukhoi Su-30MKM milik TUDM.

BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik dengan mesin ramjet. Sistem persenjataan ini dikembangkan melalui usaha patungan antara Defense Research and Development Organisation (DRDO) asal India dan NPO Mashinostroyeniya dari Rusia di bawah naungan BrahMos Aerospace.

Varian rudal ini memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, pesawat tempur, hingga pelancar bergerak di darat (transporter erector launcher).

 Uji Coba Pertama oleh Jet Su-30MKI pada 2017

Uji coba peluncuran rudal jelajah supersonik BrahMos varian udara dari pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI milik Angkatan Udara India sukses dilaksanakan untuk pertama kalinya pada 22 November 2017.

Uji coba bersejarah yang berlangsung di Teluk Bengkulu tersebut menjadi tonggak penting dalam membuktikan kemampuan integrasi rudal berdaya jelajah tinggi ini pada jet tempur buatan Rusia.

Pengembangan teknologi sistem persenjataan tersebut terus berlanjut hingga India menggelar uji peluncuran terhadap target darat pada 17 Desember 2019.

Keberhasilan uji coba tersebut membuktikan fleksibilitas rudal BrahMos-A dalam menghancurkan target strategis di darat maupun di lautan secara akurat dengan kecepatan supersonik.

Kemampuan kombinasi ini semakin ditingkatkan melalui uji coba penembakan rudal BrahMos versi jangkauan diperluas pada 29 Desember 2022.

Peluncuran dari Su-30MKI yang berhasil menghantam sasaran kapal perang sejauh 450 km tersebut secara resmi menandai kesiapan operasional penuh persenjataan ini di skuadron IAF. (AF)

  ✈️
Airspace Review    

Minggu, 13 September 2026

Garibaldi Tinggalkan Pelabuhan Kolombo Menuju Indonesia

  Akan diubah menjadi KRI Sriwijaya https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqCBIR0ip6eKp3P9K76WxQ1MYYAdlkob1z90mlXmAaMLQ6iYXrAVKQaa5v6rdC1l38kWmJNMdifnAnlnmsZyrxUy64s7_g0g601JMzZUzPZsOnqyiFcQYD4IOOgiajlhjDDQ3YEHACcLKVU_vYw9lR4WWYYPTprDaV6GZswpzqfTZyGVKfOAbg_81gIWB/s1500/IMG_0741.jpegITS Garibaldi bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) bertolak dari Pelabuhan Kolombo pada Sabtu (12/9/2026), menuju Indonesia. Hal itu setelah kapal induk produksi Fincantieri, Italia tersebut menuntaskan proses singgah untuk pengisian ulang logistik dan layanan.

Selama Garibaldi berada di Pelabuhan Kolombo, Komandan ITS Giuseppe Garibaldi Kapten Marco Guerriero melakukan kunjungan kehormatan kepada Komandan Wilayah Angkatan Laut Barat Sri Lanka Laksamana Muda Harsha De Silva di Markas Komando Angkatan Laut Wilayah Barat.

Para anggota awak kapal juga mengunjungi sejumlah objek wisata di sekitar Kolombo selama singgah di pelabuhan tersebut.

Adapun Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis (17/9/2026). Informasi terbaru, nantinya kapal induk tersebut disematkan nama KRI Sriwijaya.

Sementara itu, TNI AL dipastikan memberi nama baru bagi kapal induk Garibaldi setiba di Indonesia.

"Saat ini Garibaldi sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia dan diperkirakan akan tiba pada 17 September 2026," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul kepada Republika di Jakarta, Jumat (11/8/2026).

Disinggung penamaan Garibaldi diubah menjadi KRI Gajah Mada yang belum pasti, ia meminta publik menunggu pengumuman resmi. Pun kabar Garibaldi diubah menjadi KRI Sriwijaya, Tunggul menegaskan, TNI AL masih meminta persetujuan dari pimpinan.

Hanya saja, ia tidak menjelaskan, pimpinan itu apakah di TNI AL, Menhan RI, atau bahkan Presiden RI. "Untuk penamaan resmi masih dalam proses administrasi dan persetujuan dari pimpinan atas," ucap Tunggul.

    Republika   

Sabtu, 12 September 2026

KSAL Sebut RI Ditawari Kapal Selam Interim

 Diketahui mendapatkan penawaran kapal selam dari China, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Turki, dan Spanyol Type 212NFS kapal selam Italia yang akan diluncurkan pada pertengahan 2028 dan berteknologi Li Ion termasuk yang ditawarkan ke Indonesia (Fincantieri)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa Indonesia telah ditawari kapal selam interim oleh sejumlah negara.

"Ada beberapa negara yang sudah menawarkan, dan bisa jadi kita akan membeli dari beberapa negara yang sudah menawarkan itu," kata Ali di Auditorium Yos Sudarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kapal selam interim adalah kapal selam sementara sembari menunggu pengerjaan kapal selam selesai.

Namun demikian, Ali tidak menjelaskan lebih lanjut negara mana saja yang dimaksud.

Selain kapal selam konvensional, Ali mengungkapkan TNI AL bekerja sama dengan PT PAL juga akan membangun kapal selam tanpa awak atau kapal selam otonom (KSOT).

Menurutnya hal tersebut dinilai lebih efektif dan efisien.

Selain itu, TNI AL juga berencana mengadakan kapal selam kecil atau midget submarine.

"Mungkin juga kita akan mengadakan kapal selam jenis itu," ucapnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya tersebut bisa dilakukan TNI untuk mengisi kekuatan laut.

Kendati demikian, Ali menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah.

"Jadi hal-hal itu sangat memungkinkan, tapi keputusannya semua berada di Kementerian Pertahanan," tuturnya.

 Menunggu kapal selam Scorpene selesai

Diketahui rencana TNI AL mengadakan kapal selam interim dilakukan sambil menunggu Scopene selesai dibangun.

Pembangunan Scopene sendiri membutuhkan waktu 7-8 tahun.

Di sisi lain Indonesia hanya memiliki 4 kapal selam. Berbeda dengan sejumlah negara di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 4 kapal selam.

"Dan selama delapan tahun kekosongan ini, kita hanya memiliki empat kapal selam. Yaitu satu kelas Cakra, kemudian yang tiga kelas Nagapasa," kata Ali. .

   👷  Kompas  

Jumat, 11 September 2026

Nevesbu Meluncurkan Konsep Restorasi SIGMA 9113 Corvette

 Untuk Indonesia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjLlwwMMRu8P57cwHjubVoNGadNLU2Nja41XXV2TWODUJIZnjlJeboGjBEMrfYNabRBfEsqE0bTyBkKElfTMwEasMVxMXiVSePA4T50hU_PFr2yQ4qECRKZJz5kGENk9mBb9Rg6XQoeCh5-3SCCyD5HxK70o-nyz9LaHB5EEjhEZesOCpgRxLyM0eog_LX/s2048/IMG_0740.webpDesain Konsep Perbaikan Kapal Kelas Diponegoro. (Nevesbu)

Perusahaan rekayasa kelautan asal Belanda, Nevesbu, telah memaparkan rancangan konsep untuk peremajaan korvet kelas SIGMA 9113/Diponegoro milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang dibangun oleh Damen.

Menurut Nevesbu, perusahaan tersebut mengembangkan konsep Integrasi Sistem Platform (PSI) untuk paket ekstensif Sensor, Senjata, dan Komando (SEWACO) dalam program ini hanya dalam waktu tiga bulan.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa para pemangku kepentingan di Indonesia yakni Kementerian Pertahanan, TNI AL, dan perusahaan milik negara PT Len Industri menyambut baik konsep tersebut serta memberikan masukan konstruktif guna mendukung tahap pengembangan selanjutnya, yang akan berfokus pada solusi rancangan berskala penuh.

Pengumuman ini menyusul kontrak modernisasi yang ditandatangani oleh Thales dan PT Len Industri pada November 2022, yang mencakup keempat korvet kelas Diponegoro. Program berdurasi lima tahun ini meliputi pemasangan Sistem Manajemen Tempur (CMS) TACTICOS baru serta peningkatan sistem sensor.

Gambar konsep yang dirilis oleh Nevesbu, yang menampilkan kapal utama kelas tersebut yaitu KRI Diponegoro-365, memberikan gambaran lebih lanjut mengenai wujud peningkatan sensor tersebut.

Gambar visualisasi (rendering) tersebut tampaknya memperlihatkan radar pelacakan dan kendali tembakan jarak menengah Thales STIR 1.2 EO Mk2 yang menggantikan perangkat Thales Lightweight Radar/Optronic Director (LIROD) yang saat ini digunakan kapal tersebut. Selain itu, gambar tersebut juga tampak menampilkan perangkat yang diduga sebagai radar pengawas 4D pita-I Thales NS50, menggantikan radar Thales MW08 yang saat ini terpasang pada kapal-kapal tersebut.

Namun, gambar konsep tersebut tidak menunjukkan adanya perubahan besar pada konfigurasi persenjataan yang ada saat ini pada korvet kelas Diponegoro.

Proyek peremajaan ini akan menambah daftar program modernisasi TNI Angkatan Laut dalam portofolio Nevesbu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Naval News, Nevesbu juga terlibat dalam program modernisasi korvet/fregat ringan kelas Bung Tomo milik TNI Angkatan Laut yang sedang berjalan. Program tersebut dipimpin oleh PT Len Industri, dengan Thales Netherlands bertindak sebagai integrator sistem tempur. Dalam program itu, Nevesbu berperan sebagai integrator sistem platform, yang mencakup pekerjaan survei, desain, dan rekayasa, serta dukungan di lokasi selama masa pengerjaan.

Jika proyek peremajaan ini terlaksana, pengerjaannya kemungkinan besar akan dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, yang merupakan pangkalan induk bagi keempat korvet kelas Diponegoro sekaligus lokasi pelaksanaan modernisasi kelas Bung Tomo yang sedang berlangsung.


   Naval News  

Kamis, 10 September 2026

TNI AD Terima Dua Helikopter Mi-35M Baru dari Rusia

  Puspenerbad saat ini mengoperasikan Mi-35P varian lama Penampakan helikopter Mi35M penerbad (KERIS reborn)

Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) telah menerima helikopter tempur Mi-35M baru buatan Rusia, dengan gambar yang beredar di media sosial pada 3 September 2026. Dikutip dari Militarywatchmagazine pada Kamis (10/9/2026), TNI AD saat ini, mengoperasikan Mi-35P varian lama di Lanumad Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Helikopter Mi-35M adalah salah satu turunan yang paling dimodernisasi dari keluarga Mi-24. Dikembangkan oleh Rostvertol, helikopter tersebut menggabungkan konfigurasi dasar helikopter serang-angkut lapis baja berat dan helikopter serang Mi-24 dengan perubahan substansial pada propulsi, avionik, sistem penerbangan, dan konfigurasi senjatanya.

Salah satu perbedaan yang paling jelas adalah pemasangan meriam. Mi-35P Indonesia menggunakan meriam laras ganda GSh-30K 30mm yang dipasang secara kaku di sisi badan pesawat bagian depan. Sehingga helikopter itu sendiri perlu bermanuver untuk mengarahkan senjata ke sasaran.

Mi-35M menggunakan turet NPPU-23 yang dipasang di dagu, yang menggabungkan meriam laras ganda 23mm GSh-23V. Hal itu memungkinkan senjata untuk diarahkan secara independen dalam busur yang jauh lebih lebar. Mi-35M juga menggabungkan sejumlah perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja penerbangannya dan mengurangi bobot. Rotor utamanya menggunakan bilah komposit, sementara rotor ekor mengadopsi konfigurasi berbentuk X yang khas yang terkait dengan helikopter serang Mi-28 yang lebih baru.

Selain itu, avionik dan kemampuan pertempuran malam Mi-35M juga merupakan peningkatan signifikan dibandingkan varian sebelumnya. Helikopter itu kompatibel dengan sistem penglihatan malam dan menggabungkan sistem elektro-optik modern, memungkinkan senjatanya digunakan lebih efektif di malam hari dan dalam kondisi visibilitas buruk.

Hal itu memberikan kemampuan Mi-35M yang jauh lebih dekat dengan kemampuan yang diharapkan dari helikopter serang modern sambil mempertahankan kemampuan keluarga Mi-24 untuk mengangkut pasukan dan peralatan. Saat ini Rusia adalah satu-satunya negara yang memproduksi tiga jenis helikopter serang kelas berat secara bersamaan, yaitu Mi-35, Mi-28, dan Ka-52.

Tidak seperti dua jenis lainnya, Mi-35 bukanlah desain baru pasca-Perang Dingin, tetapi varian Mi-24 yang dimodernisasi secara besar-besaran. Tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang unggul, tetapi juga dapat berfungsi sebagai helikopter tempur dengan kemampuan pengangkutan personel terbatas.

Sebanyak 11 negara asing telah mengakuisisi Mi-35 sejak jenis itu mulai ditawarkan ke luar negeri pada awal tahun 2000-an, dengan lebih dari 180 unit telah diekspor. Belarus adalah operator baru terbaru, dan mulai menerima pesawat tersebut pada awal 2023.

  ✪ Republika   

Rabu, 09 September 2026

TNI AL Pertimbangkan Penggunaan Drone Bawah Air untuk Tingkatkan Pertahanan Maritim

  KSOT hasil rancangan & produk PT  PAL KSOT-001 dalam ujicoba di Laut (Sekpres)

Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia Laksamana Muhammad Ali menguraikan rencana untuk berkolaborasi dengan industri pertahanan dalam negeri untuk mengembangkan drone bawah laut, yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan pengawasan maritim negara.

"Teknologi bawah laut berkembang pesat. Angkatan Laut Indonesia terus mempelajari cara untuk memanfaatkan drone bawah laut untuk mendukung operasi pengawasan dan pengintaian di wilayah maritim kita," kata Ali di sini pada Rabu (9 September).

Menurut Kepala Angkatan Laut, drone bawah laut sangat efektif untuk tujuan pemantauan karena dapat dengan mudah menavigasi selat sempit di perairan strategis Indonesia, termasuk Jalur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Ali mencatat bahwa jangkauan jelajahnya yang lebih luas akan memungkinkan drone untuk mendeteksi pergerakan kapal asing dan mengantisipasi masuknya kapal secara ilegal ke perairan Indonesia.

Teknologi ini juga dapat digunakan untuk memetakan kontur dasar laut kepulauan. Dengan memperoleh data kelautan yang akurat, Angkatan Laut bertujuan untuk membuat peta bawah laut terperinci yang menunjukkan arus laut, pola pasang surut, dan kondisi dasar laut, termasuk terumbu karang dan bangkai kapal.

Operasi-operasi ini, tambah Ali, dapat dilakukan tanpa biaya tinggi yang terkait dengan pengerahan kapal permukaan berawak sekaligus memastikan keselamatan personel.

Sementara itu, Alman Helvas Ali, seorang analis pertahanan dari Marapi Consulting, menekankan dalam siaran pers baru-baru ini bahwa pemerintah harus memahami secara menyeluruh karakteristik kompleks perairan Indonesia sebelum memperluas infrastruktur pertahanan maritimnya.

"Di wilayah barat, laut kita cenderung dangkal, sedangkan wilayah timur terdiri dari perairan dalam. Setiap wilayah memiliki kepadatan air, salinitas, dan suhu yang berbeda," jelasnya.

Ia mencatat bahwa data oseanografi ini harus terus diperbarui agar Angkatan Laut dapat memaksimalkan efektivitas sistem senjata utamanya, seperti kapal selam dan kapal permukaan. Namun, analis tersebut mengakui bahwa Angkatan Laut dan industri dalam negeri belum memiliki teknologi khusus yang dibutuhkan untuk mendukung operasi pemetaan bawah air tingkat lanjut secara optimal.

Ia menyarankan agar Angkatan Laut mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan pemain industri pertahanan global. Selain menyediakan opsi pengadaan yang lebih cepat, kemitraan internasional semacam itu juga dapat membantu meningkatkan kemampuan teknologi sektor pertahanan dalam negeri Indonesia.

   👷  antara  

Selasa, 08 September 2026

Prabowo Ingin TNI AL Perbanyak Pengadaan Kapał LCM dan LCVP

 Untuk antisipasi berbagai macam bencana Ilustrasi KRI TNI AL [TNI AL]

Presiden RI Prabowo Subianto berencana menambah lebih banyak kapal-kapal berjenis kapal pendarat mekanis (landing craft mechanized/LCM) dan kapal pendarat kendaraan dan personel (landing craft, vehicle, personnel/LCVP). Hal itu mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak gugusan pulau-pulau yang kecil.

Prabowo menjelaskan keberadaan kapal-kapal itu berguna untuk mengirimkan bantuan dan personel ke pulau-pulau kecil manakala daerah tersebut terdampak bencana. Hal itu belajar dari pengalaman pengiriman bantuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa belum lama ini.

"Catatan bagi kita, bagi Angkatan Laut ya, saya kira dari sekarang kita perlu pesan lebih banyak LCVP ya, dan LCM, saya kira kita butuh lebih banyak karena pulau-pulau kita banyak dan kecil-kecil, supaya (terbuka) aksesnya," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026), membahas penanggulangan bencana gempa NTT.

Pembahasan mengenai rencana pembelian LCM dan LCVP itu diawali dengan permintaan tambahan kapal untuk kepentingan mitigasi bencana di NTT, yang disampaikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Permintaan kapal itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VII Laksda Joni Sudianto.

"Saat ini, kami di Kodaeral VII ada dua kapal patroli, Pak. Namun, posisinya dua kapal tersebut ada di Surabaya. Kami mohon dapatnya ada paling tidak dua kapal patroli jenis FPB yang stand by di Kupang sehingga apabila terjadi sesuatu dan butuh bantuan kita bisa gerakkan dua kapal tersebut," kata Joni dalam laporan kepada Prabowo.

Mendapat saran itu, Prabowo yang duduk didampingi Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari langsung memerintahkan jajarannya untuk mencatat permohonan dari Dankodaeral VII tersebut. "Baik, ya tolong dicatat," ujar Prabowo yang juga didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Prabowo mengatakan, pengerahan itu nanti di bawah perintah langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. "Ya nanti kita koordinasi dengan Panglima TNI ya. Di sini ada Kepala (Badan) Logistik (Pertahanan) nanti bisa dikirim ya? Jadi dua kapal patroli jenis FPB 57 ya. Itu cukup? Dua kapal itu cukup?" ucap Prabowo kepada Joni.

Menurut Joni, dua kapal patroli FPB 57 cukup untuk kebutuhan mitigasi dampak bencana. "Di NTT dan NTB sendiri kondisinya pulau-pulau kecil sehingga apabila kapalnya terlalu besar kesulitan untuk fasilitas labuhnya sehingga menurut kami dengan analisis operasional dua kapal FPB sudah cukup Bapak Presiden," ujar Joni VII menjawab pertanyaan Prabowo.

Dalam rapat yang sama, Prabowo juga menanyakan keberadaan LCM kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. "Di LPD itu dua LCM, biasanya stand by di dalam LPD. Sekarang, ada KRI Semarang, kalau tidak salah dia ada di sana (perairan NTT)," kata Ali menjawab pertanyaan RI 1.

Ali menyebutkan, total ada dua kapal yang bersiaga di perairan NTT untuk penanganan pascabencana disekitar wilayah Manggarai. Keduanya adalah KRI Semarang-594 dan satu LST berjenis Frosch.
 

  Republika  

Senin, 07 September 2026

Garibaldi Akan Diubah Jadi Kapal Induk Helikopter dan Drone

 Untuk penanganan bencana alam https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTQdcM_TbYuEHrSA9IOFQt7Pst9ky9Ywc2Muj_8KolznFD_4_5GcVRQboij5bcOS1XaQv5zB6LDL5kKfJ9oZJoqe4kXZ9R8rLDRRv5nd037-vqdSAVsQ6vC_xlWm7q7wY8A40dnYGGL-KB1bBAxh7WlO2UQUFQ0DQC-3lFE3FY9hQIXvm7i3Eb3WRXJESU/s1170/Gelar%20Tactical%20Floor%20Game,%20Koarmada%20II%20Latihkan%20Rencana%20Pergerakan%20Unsur%20Pada%20Sailing%20Pass%20Nava.webpTNI AL menggelar Tactical Floor Game dalam pelaksanaan Sailing Pass Naval Parade yang direncanakan digelar di perairan Teluk Jakarta (Koarmada II)

Pemerintah akan menyulap kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada asal Italia menjadi kapal induk untuk helikopter dan pesawat nirawak (drone).

"Sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter, dan untuk drone," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam Ratas Penanganan Bencana Alam, Jakarta, Senin (7/9).

Prabowo menyebut kapal induk perdana milik Indonesia itu bisa menampung sekitar 10 unit helikopter kelas menengah. Ia mencontohkan misalnya helikopter berjenis Black Hawk dan MI-17.

"Yang rata-rata bisa mengangkut 4-5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita," ucap dia.

Giuseppe Garibaldi yang merupakan kapal Induk pertama Indonesia dijadwalkan sampai di Tanah Air pada pertengahan September mendatang.

TNI Angkatan Laut menyebut kapal induk yang akan menyandang nama KRI Gajah Mada berangkat dari Italia pada awal pekan ini.

"Dan kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat mengunjungi Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8), dikutip dari Detikcom.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera menjadi KRI Gajah Mada," imbuhnya.

Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dimiliki oleh Angkatan Laut Italia. Kapal ini mencetak sejarah sebagai kapal penerbangan bergeladak penuh pertama yang dibangun untuk Italia.

Sepanjang masa tugasnya, kapal ini sudah terlibat dalam berbagai operasi udara tempur di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton.

Kapal ini mampu menampung kru yang besar, yakni sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan. (mnf/wis)
.

   CNN   

Sabtu, 05 September 2026

Rafale TNI AU KIni Dilengkapi AT730 Triple Ejector Rack

 ⍟ AT730 Triple Ejector Rack yang melengkapi Rafale TNI AU ( Jatosint)

Jet tempur Rafale TNI AU akan memiliki kemampuan membawa persenjataan udara-ke-permukaan dalam jumlah besar berkat penggunaan AT730 Triple Ejector Rack.

Rak peluncur ini memungkinkan satu titik gantung Rafale membawa hingga tiga amunisi kelas 250 kg, seperti bom berpemandu presisi AASM/HAMMER.

Dengan dua rak AT730 di bawah sayap, Rafale dapat membawa hingga enam amunisi hanya menggunakan dua titik gantung.

Penggunaan AT730 memberikan fleksibilitas lebih besar dalam konfigurasi tempur karena titik gantung lainnya masih dapat digunakan untuk membawa rudal udara-ke-udara, tangki bahan bakar eksternal, maupun persenjataan tambahan.

Selain AASM/HAMMER, AT730 juga dapat dikonfigurasi untuk beberapa jenis bom berpemandu lainnya. Kehadiran sistem ini akan meningkatkan kapasitas serangan presisi Rafale sekaligus memperkuat kemampuan multirole armada tempur TNI AU.

   
Garis Depan  

Jumat, 04 September 2026

Delegasi Dislitbangau Kunjungi Industri Pertahanan PT TAG

  Di Bandung Rombongan Dislitbangau lakukan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) di Bandung Barat (Dislitbangau)

Guna memperkuat kemandirian Alpalhankam matra udara, Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Kadislitbangau), Marsma TNI Rachmadi Anggoro, S.E., M.Sc., M.S.S. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke PT Tiara Angkasa Gandiva (TAG) Bandung Barat, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kolaborasi strategis dalam rangka penelitian dan pengembangan material mandiri guna memperkuat alpalhankam matra udara.

PT Tiara Angkasa Gandiva merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang industri pertahanan dan dirgantara. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia suku cadang komponen pesawat terbang, produk militer seperti parasut, serta mitra dalam pengembangan amunisi dan bom pertahanan bersama TNI Angkatan Udara.

Dalam kunjungan tersebut, Kadislitbangau meninjau langsung proses fabrikasi di lini produksi PT TAG. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan standar quality control telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, pertemuan juga membahas kelanjutan integrasi teknologi persenjataan yang sedang dikembangkan.

Pembahasan ini menjadi langkah awal sebelum memasuki tahap uji coba operasional di lapangan.“Kolaborasi dengan industri dalam negeri seperti PT TAG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program kemandirian alutsista. Sebagai contoh, pada pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) pesawat KT 1B Woong Bee hasil karya kolaborasi antara Dislitbangau dan PT TAG pada demo udara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di atas Istana Merdeka yang sangat memukau. Kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Kadislitbangau.

Turut hadir dalam pendampingan, Kasubdis Aero, Kolonel Tek Mohammad Arief, Kasubdis Palsus Kolonel Kal Abidin Abubakar, S.T., dan Perwira Peneliti Bidang Power Plant, Kolonel Tek Gembira Siringoringo, S.T., M.Si. beserta beberapa perwira engineering Dislitbangau.

Pada kesempatan tersebut Kadislitbangau memberikan Sertifikat Penghargaan kepada Presiden Direktur Ibu Tatiana atas keberhasilan kegiatan pengembangan teknologi Smoke Generating System (SGS) dan Smoke Oli System (SOS) sebagai bukti tertulis dan pengakuan resmi atas prestasi, jasa, dedikasi dan kontribusi dalam penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi pertahanan yang inovatif guna mendukung tugas pokok TNI AU.

Dislitbangau berkomitmen untuk terus mendorong dan mendukung industri pertahanan nasional melalui kegiatan penelitian dan pengembangan. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan TNI Angkatan Udara dapat memiliki alutsista yang andal, mandiri, dan mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang. (R&D)

 👷 
Dislitbanangau  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...