Tandatangani MoU terkait rencana pengadaan pesawat N219
✈ N219 [PTDI]
PTDI dan PT Universal Jet Indonesia/UJET tandatangani MoU terkait rencana pengadaan pesawat N219 produksi PTDI yang kemudian akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan operasi UJET.
Dokumen MoU ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan dan Direktur Utama UJET, Andi Permadi, disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro.
Selanjutnya PTDI dan UJET akan mulai melakukan pembahasan intensif mengenai hal teknis maupun non-teknis terhadap rencana pengadaan sebanyak 5 unit pesawat N219.
Sebelumnya UJET telah menyatakan minat untuk melakukan pengadaan pesawat N219 tersebut dan telah melakukan kunjungan fasilitas ke PTDI Bandung guna melihat langsung proses produksi dan progress pesawat N219.
💻 📞
Ujicoba radio link HF [Kolinlamil]
Untuk meningkatkan kemampuan personel Operator Radio, Dinas Komunikasi dan Elektronika Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menggelar uji coba pertama Radio Link HF merk Barret di jajaran Kolinlamil di Puskodal Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa saat yang lalu.
Penggunaan sistem komunikasi dengan menggunakan teknologi gelombang radio frekuensi HF, merupakan sistem komunikasi mandiri. Dalam artian tidak tergantung pada operator penyedia jasa telekomunikasi.
Untuk mengoptimalkan komunikasi tersebut, sesuai dengan arahan dari Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI AL (Diskomlekal), Diskomlek kotama TNI AL secara bertahap melengkapi sarana komunikasi radio HF yang dilengkapi fitur Automatic Link Establishment atau ALE, yang mempunyai kemampuan memilih kanal frekuensi yang disesuaikan dengan hasil prediksi berdasarkan lokasi radio dan perubahan propagasi dari waktu ke waktu.
Pelaksanaan uji coba ini diikuti oleh prajurit Puskodal, Diskomlek, KRI Amboina 503, KRI Teluk Hading 538, KRI Tanjung Kambani 971 dan KRI Banda Aceh 593 (yang berada di pangkalan Surabaya).
Kegiatan ini juga ditinjau langsung Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Kolinlamil Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana yang hadir langsung dalam ujicoba link radio HF.
Ujicoba dilaksanakan dengan menggunakan master di Diskomlek Kolinlamil, remote di Puskodal Kolinlamil, dan KRI yang terlibat adalah KRI yang memiliki radio Barret yang dilengkapi antena GPS.
Ujicoba monitoring berhasil dengan baik, lalu ujicoba komunikasi voice (telepon/handphone - radio KRI) dengan hasil suara (voice) dari seluruh KRI diterima baik di Puskodal.
Dari hasil ujicoba pertama, setelah dievaluasi pelaksanaan position monitoring dan kirim terima voice dilaksanakan secara bergantian, dan agar dapat dilaksanakan bersamaan diperlukan 2 unit master (2 unit radio Barret yang dioperasikan di Diskomlek).
Hasil evaluasi akan diujicobakan kedua pada dengan materi lanjutan uji coba voice dan uji coba kirim terima gambar.
Dan direncanakan ujicoba ketiga dilaksanakan memindahkan antena GPS dan V-sat pada, pelaksana KRI yang akan melaksanakan Latopsratmin, dengan materi position monitoring, pengiriman dan penerimaan berita voice (tlp-radio) serta pengiriman penerimaan gambar.
Sementara itu, Panglima Kolinlamil Laksda TNI Erwin S Aldedharma disela-sela waktunya mengatakan dengan melakukan ujicoba komunikasi antara komando (Puskodal) dengan unsur-unsur KRI akan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para personel yang bertugas sebagai Operator Radio.
“Karenanya laksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat dan dedikasi yang dilandasi disiplin tinggi, penuh rasa tanggung jawab dan profesional. Sehingga tujuan dan sasaran kegiatan dapat tercapai secara efektif dan efisien,” tandasnya.
Sementara itu tampak ikut hadir dalam kegiatan tersebut Kapuskodal Kolinlamil, Pabanren Skomlek Kolinlamil, Kasubdishar Sewaco Disharkap dan - Perwira Diskomlek. (Dispen Kolinlamil)
Bertemu Wamenlu Ceko
Excalibur Army telah mengirimkan kendaraan amfibi KAPA untuk dilakukan uji coba (Chandra] ★
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Ceko Y M Martin di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, kedua negara membahas potensi kerja sama di beberapa area, mulai dari kesehatan hingga keamanan.
Di bidang kesehatan, investasi bisa masuk ke bidang obat-obatan terapeutik, riset dan teknologi pendeteksian virus, serta mobile hospital.
Sementara bidang lainnya adalah renewable energy (hydro energy), digitalisasi ekonomi termasuk pengamanan cyber, serta kerjasama alutsista yang merupakan kerjasama flagship kedua negara.
“Kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara harus mulai dilaksanakan beyond defence cooperation, mengingat kerjasama pertahanan dan pengadaan alutsista Indonesia merupakan flagship kerjasama kedua negara,” ungkap Airlangga dalam siaran pers, Kamis (9/12/2021).
Korps Marinir menggunakan peluncur roket RM-70 Grad/Vampire buatan Ceko [Korps Marinir]
Selain membahas investasi, kedua negara juga berdiskusi untuk mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah memasuki putaran ke-11.
Dengan perjanjian dagang, perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara negara di kawasan Uni Eropa (UE) akan semakin meningkat.
Apalagi, kata Airlangga, Republik Ceko merupakan salah satu negara mitra dagang utama dari Indonesia, khususnya di kawasan Visegrad di Eropa Tengah.
“Sebagai partner strategis, masih banyak potensi perdagangan dan investasi yang bisa dieksplorasi lebih dalam dari kedua negara,” kata dia.
TNI AD diketahui telah memesan kendaraan Pandur II 8x8 [Airspace Review]
Sementara Wamenlu Martin menambahkan, pihaknya akan mengawal dan mendorong agar perjanjian CEPA dapat segera difinalisasi, utamanya saat Ceko memegang Presidensi UE pada paruh kedua di 2022.
Menurut dia, kesepakatan ini akan memberikan sinyal positif pada komunitas internasional dan turut mendorong dalam upaya menuju pemulihan ekonomi global.
Adapun perihal investasi, Republik Ceko akan mempelajari kebutuhan Indonesia dan siap untuk mengundang expert visit dari Indonesia ke Ceko guna mempelajari berbagai keunggulan expertise dan teknologi yang telah diadopsi di berbagai sektor.
Sebagai informasi, nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar 164 juta dollar AS pada periode Januari–September 2021, atau turun sekitar 33,68 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
Terkait investasi, total investasi Ceko di Indonesia pada kuartal III tahun 2021 mencapai 332.700 dollar AS dalam 23 proyek.
♞ Kompas
⚓ Karya Anak Bangsa
KCR 60M produksi PAL Indonesia [PAL] ⚓
Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto mendorong PT PAL Indonesia (Persero) memasarkan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter karya anak bangsa ke luar negeri. Prabowo menegaskan kemungkinan itu sangat terbuka.
“Saya kira ada saja kemungkinannya, kita lihat dari kemampuannya yang cukup tinggi dengan harganya yang saya kira mencapai sekitar setengah dari harga pasaran dengan kapal sejenis dari produksi luar negeri," kata Prabowo di Jakarta, Sabtu (11/12/2021).
KCR 60 meter digadang-gadang memiliki kontribusi besar dalam peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produksi kapal di Indonesia. Hal ini dikarenakan dalam memproduksi Kapal Cepat Rudal, seluruh proses mulai dari engineering design, proses pembangunan platform, hingga integrasi sistem senjata semua dilakukan di PT PAL Indonesia (Persero).
"Ke depannya akan banyak project yang dijalankan PT PAL. Tadi disebut bahwa desain, perancangan, semuanya dari kita sendiri. Jadi, local content-nya sangat tinggi dan rencananya kita akan membuat PT PAL sebagai Lead Integrator akan memandu jalannya proyek-proyek pertahanan matra laut. Karena akan ada puluhan kapal nanti yang akan kita modernisasi dan akan kita bangun disini," ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan peran penting dari kehadiran KCR dalam menjaga pertahanan matra laut Indonesia.
“KCR sangat penting karena Indonesia memiliki wilayah laut yang luas sekali, jadi untuk mengamankannya kita butuh banyak sekali unit kapal cepat rudal," ucapnya.
Selain itu, Prabowo menyebut adanya rencana ke depan untuk menambah armada yang sudah ada serta melakukan modernisasi bagi kapal-kapal yang telah ada.
“Karena itu rencana kita tahun ini, kita akan tambah kekuatan armada kita. Dan (unit) yang sudah ada kita akan perbaiki dan modernisasi semua," tuturnya.
Lebih lanjut, hal itu dilakukan atas dasar instruksi dari Presiden Joko Widodo yang memberikan kepercayaan serta perhatian besar pada bidang pertahanan negara.
“Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa Bapak Presiden sangat menaruh perhatian pada pertahanan kita yang kuat, kita juga menerima anggaran dan kepercayaan yang sangat besar, sehingga kita harus kelola dengan baik," tuturnya.
Pengembangan industri manufaktur lokal
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Dubes India Manoj Kumar Bharti dan Deputy National Security Advisor (NSA) Pankaj Saran di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (10/12/2021).
Dinamika situasi global membuat kerja sama antara Indonesia dan India menjadi sangat penting. Salah satu kerja sama yang tengah digiatkan yakni kerja sama dalam sektor pertahanan.
Indonesia dan India akan berfokus pada Transfer of Technology (ToT) dan pengembangan industri manufaktur lokal.
Meskipun semua pengetahuan teknologi pertahanan berasal dari India, tetapi proses pembuatan sistem pertahanan akan dilakukan di Indonesia oleh tenaga-tenaga terampil lokal Indonesia.
Untuk diketahui, dalam kesepakatan sebelumnya di bidang pertahanan, Indonesia dan India telah memutuskan untuk menjajaki kerja sama dengan perusahaan industri senjata PT Pindad dan produsen mobil Tata Motors untuk memproduksi meriam air dan kendaraan militer pada 2018 lalu.
NSA sendiri berharap terselenggaranya Dialog Keamanan kedua, antara India dan Indonesia, seperti dialog keamanan pada tahun 2018 lalu di New Delhi, India.
Turut mendampingi Menhan RI pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Muhammad Herindra, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Donny Ermawan, T, M.D.S., Asisten Khusus I Menteri Pertahanan RI Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Dr. rer. pol. Rodon Pedrason, M.A., dan Kabainstrahan Kemhan Mayjen TNI Yudi Abrimantyo, S.I.P., M.Sc. (yas)
♞ Indonesia Defence