Minggu, 19 Desember 2021

Yontaifib 2 Marinir Latihan Selam Tempur

 Di KRI Nagapasa 403kapal selam dinilai sebagai salah satu langkah strategis. [Foto/dok.SINDOnews] ⚓️

Dalam rangka latihan Standar Kompetensi Perorangan Lanjutan (SKPL) TW IV tahun 2021, prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir (Yontaifib 2 Mar) melaksanakan latihan selam tempur di dermaga sandar kapal selam Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur. Kamis (16/12/2021).

Latihan selam tempur diikuti oleh empatbelas prajurit, dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Mayor Marinir Pujo Setyono dengan menggunakan KRI Nagapasa 403.

Tujuan dari dilaksanakannya latihan selam tempur ini, adalah untuk meningkatkan kemampuan prajurit Tri Media dalam hal taktik, tehnik, dan strategi pertempuran laut serta kondisi tertentu dalam mendukung pelaksanaan tugas operasi.

Wakil Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir, Mayor Marinir Pujo Setyono mengarahkan dan menekankan kepada seluruh pelaku agar selalu siap serta serius dalam melaksanakan setiap kegiatan dengan tetap mengedepankan prosedur keamanan latihan (zero accident) dan protokol kesehatan.

Materi yang dilatihkan pada latihan kali ini, yaitu melaksanakan exfiltrasi dengan sarana peluncur torpedo (Petor) dengan menggunakan 2 metode penyelaman yaitu Open Circuit dan Closed Circuit dilanjutkan dengan gerakan taktis menuju sasaran, menggunakan metode turtle back dan juga menggunakan kompas bawah air sebagai sarana kendali.

Selain itu para prajurit juga melaksanakan exfiltrasi dengan metode side hatch atau keluar dari pintu palka samping kapal selam secara cepat dan senyap.

  ⚓️
Pasmar II  

Benda Mirip Tank Ditemukan di Perairan Natuna Tidak Berbahaya

Milik perusahaan migas Star Energy Benda mirip tank ditemukan hanyut di Perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). [Dok. Pekerja migas Natuna]

Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, Mayor Marinir Saul Jamlaay membenarkan adanya penemuan benda mirip tank oleh pekerja migas di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Meski begitu, Saul memastikan bahwa penemuan benda mirip tank itu tidak berbahaya.

"Iya, memang betul ada temuan benda mirip tank, tapi tidak berbahaya," tegasnya, Sabtu (18/12/2021), dikutip dari Antara.

Menurut dia, benda mirip tank tersebut milik perusahaan migas Star Energy dari rig blok kakap yang melakukan pengeboran di Laut Natuna.

"Pihak perusahaan sudah mengakui hal itu. Benda itu hanyut sendiri," ujarnya.

Saat ini kapal perang dari unsur KRI Gugus Tempur Laut (Guspurla) sudah merapat ke lokasi benda tersebut.

Sementara itu, Lantamal IV belum bisa mendekat ke sana karena cuaca ekstrem.

"Kami belum dapat informasi apakah sudah dievakuasi atau belum," kata Saul.

Penemuan benda mirip tank di Perairan Natuna itu sempat viral di media sosial Facebook dan WhatsApp. Khususnya di kalangan warga Natuna sejak Kamis (16/12).

  ♞
Suara  

[Global] Ranpur Serbu Amfiibi ZAHA Segera Diproduksi

Memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Turki ZAHA {istimewa]

Progres pengembangan kendaraan tempur (ranpur) serbu amfibi FNSS ZAHA Turki mengalami kemajuan yang signifikan.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden Kepresidenan Industri Pertahanan, Ismaill Demir dalam postingannya di akun media sosialnya.

Demir mengatakan, “ZAHA telah menyelesaikan uji ketahanan terhadap ranjau dan balistik, serta melanjutkan uji keandalan keberlanjutannya di darat dan di air”.

ZAHA dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan lapis baja amfibi baru dari Komando Angkatan Laut Turki (DzKK).

FNSS akan segera mengirimkan 27 kendaraan dengan rincian 23 tipe pengangkut personel, 2 kendaraan komando & kontrol, dan 2 kendaraan penyelamat. Proyek ini akan selesai pada 2022.

Seluruh varian ZAHA diawaki tiga orang yakni pengemudi, komandan, dan juru senjata. Khusus tipe angkut personel dapat mengangkut 21 pasukan bersenjata.

ZAHA dilengkapi stasiun senjata dioperasikan dari jarak jauh CAKA RWS buatan FNSS sendiri. Dapat dipersenjatai dengan senapan mesin berat 12,7 mm atau peluncur granat otomatis 40 mm.

Dalam misi operasi amfibi, ZAHA akan diluncurkan dari lambung kapal serbu amfibi (amphibious assault ship) dan dengan cepat kendaraan menuju pantai menyebarkan pasukan di dalamnya.

  ♞
Airspace Review  

Sabtu, 18 Desember 2021

Tank Misterius Mengapung di Laut China Selatan

... Satu unit Tank yang mengapung di laut China Selatan [istimewa]

Satu unit tank besi belum diketahui berasal dari mana secara tiba tiba mengapung di laut China Selatan. Para pekerja sumur bor di sekitar laut China Selatan tepatnya di Kabupaten Natuna sempat dikejutkan oleh benda aneh yang mengapung di laut, terlihat seperti kapal namun setelah di cermati ternyata sebuah tank besi yang mengapung.

Tank itu terlihat sekitar pukul 15:30 Wib, seorang pekerja pengeboran minyak di laut Natuna menemukan dan melihat satu unit tank mengapung sekitar Lokasi di pengeboran minyak milik star energy, laut China Selatan, Kamis (16/12/21).

Hal itu dibenarkan oleh Apeng warga Kabupaten Anambas yang bekerja di pengeboran minyak Laut Cina Selatan menurutnya dari pihak perusahaan hanya memastikan apakah ada orang atau tidak di dalam tank tersebut.

Ternyata didalam tank itu kosong tidak ada orang, serta tidak ada yang tau tank itu berasal dari mana, bahkan kondisinya sudah karatan, sehingga tank nya di biarkan hanyut,” terangnya via WhatsApp.

  ♞
Harian Memo Kepri  

Jumat, 17 Desember 2021

[Global] Australia Luncurkan OPV Arafura Class Pertama

⚓ Dari 12 yang dipesanHMAS Arafura 203 OPV [Aus DoD]

Kapal patroli lepas pantai (OPV) kelas Arafura, NUSHIP Arafura, diluncurkan hari ini di Galangan Kapal Angkatan Laut Osborne di Australia Selatan.

Menteri Pertahanan MP Hon Peter Dutton mengatakan peluncuran NUSHIP Arafura adalah sebuah langkah maju dalam melindungi perbatasan Australia dan kepentingan lepas pantai, memberikan peningkatan patroli maritim dan kemampuan respons serta interoperabilitas dengan kapal-kapal Australia dan mitra daerah.

OPV kelas Arafura mewakili masa depan perlindungan perbatasan Australia dan akan menjadi aset utama untuk tugas patroli dan respons maritim,” kata Menteri Dutton.

Komitmen kami untuk kawasan yang aman, stabil, dan sejahtera akan didukung oleh pengenalan kapal-kapal ini, dengan sensor dan perintah canggih dan sistem komunikasi.”

Pembuatan OPV kelas Arafura adalah landasan Angkatan Laut Pemerintah Australia Rencana Pembuatan Kapal, yang akan mempekerjakan 15.000 pekerja di seluruh negeri pada tahun 2030.

Menteri Industri Pertahanan Melissa Price mengatakan peluncuran OPV kelas Arafura pertama adalah tonggak penting dalam Rencana Pembangunan Kapal Angkatan Laut Pemerintah.

Kami berkomitmen pada program pembuatan kapal angkatan laut berkelanjutan yang berdaulat dan saya mengucapkan selamat kepada industri Australia dan tenaga kerja yang terlibat dalam membangun NUSHIP Arafura,” kata Menteri Harga.

Ini adalah demonstrasi penguatan berkelanjutan kemampuan pertahanan kami dan mewakili investasi $4,7 miliar dalam industri pertahanan kita.

Industri Australia sedang membangun semua 12 kapal di sini di Australia dan akan terus mempertahankan mereka selama siklus hidup mereka, memberikan pekerjaan lokal jangka panjang.”

Dua OPV pertama sedang dibangun oleh Luerssen Australia di Osborne Naval Shipyard di Australia Selatan, menetapkan dasar untuk pembuatan kapal berkelanjutan sebelum program fregat Hunter Class berkembang melalui pembuatan prototipe hingga konstruksi.

10 OPV yang tersisa akan dibangun oleh Luerssen Australia di Henderson Maritime Precinct di Australia Barat.

  OPV Arafura Class 
Kapal patroli lepas pantai kelas Arafura di Lurssen berdiri di PACIFIC 2019.

Konstruksi OPV pertama yang akan dibangun di Australia dimulai pada Maret 2020. Ini akan menjadi yang ketiga dari dua belas OPV kelas Arafura, dan yang pertama dibangun di galangan kapal Civmec Construction & Engineering di Henderson, Australia Barat.

Peran utama dari 1640 ton OPV akan melakukan misi polisi, patroli maritim dan tugas respon. Sensor canggih serta sistem komando dan komunikasi akan memungkinkan OPV beroperasi bersama kapal Angkatan Perbatasan Australia, unit Angkatan Pertahanan Australia lainnya, dan mitra regional lainnya.

Untuk varian penghitung ranjau potensial (MCM), desain, berdasarkan OPV 90 Luerssen dapat dengan mudah berfungsi sebagai sistem induk tak berawak: Kotak peralatan dan wadah misi dapat dipasang di bawah dek penerbangan. Desain OPV juga dilengkapi jalan buritan untuk memudahkan peluncuran dan pemulihan potensi USV.

  Spesifikasi : 
🔅​ Panjang : 80 m
🔅​ Lebar : 13 m
🔅​ Draf : 4 m
🔅​ Kecepatan : 20 knot (maksimum)
🔅​ Jangkauan: 7.400 kilometer
🔅​ Berat : kira-kira. 1.640 ton
🔅​ Kru: 40 kru dengan akomodasi hingga 60 personel
🔅​ Persenjataan : senapan 40mm / senapan mesin kaliber 2 x 50
 

  🔅
Naval News  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...