⚓ Menggunakan sistem alutsista dari Turkiye
Desain FMP terkini (PAL)
Minggu ini PT PAL baru melaksanakan keel laying kapal Frigate Merah Putih (FMP) ke dua di Surabaya.
Dari berbagai media maupun forum militer menampilkan desain kapal FMP pesanan Kemhan ini ada perubahan dari bentuk kapalnya.
Namun penampakan desain kapal FMP produksi PAL kerjasama dengan perusahaan asing Babcock Inggris ada perubahan dari desian awal.
Mengutip Naval news, diberitakan bahwa desain FMP berubah dari desain awal pemotongan baja pertama untuk fregat kedua ini dari konsep awal yang terlihat dalam ilustrasi resmi pada upacara sebelumnya.
Perubahan desain kapal FMP. (Naval News)
Perubahan paling signifikan adalah tiang utama, yang kini dilengkapi sistem radar yang menyerupai ÇAFRAD buatan perusahaan Turki Aselsan.
Fregat Merah Putih merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk memodernisasi angkatan lautnya (TNI AL) serta meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negerinya sehingga dapat membangun kapal tempur permukaan yang lebih besar dan lebih kompleks.
Kapal FMP pertama kalinya disetujui didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock. Namun berjalan waktu desain kapal FMP yang mengadopsi sistem radar dan persenjataan Turki, membuat penampilan kapal berubah dari desain awalnya. Atau disebut juga turkifikasi kapal tersebut..t.
👷 Garuda Militer
Warga Indonesia di Vanuatu dan masyarakat Vanuatu membentangkan poster bertuliskan “Thank You Indonesia” saat mereka melepas keberangkatan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang lanjut berlayar ke Papua Nugini, Selasa (12/11/2024). KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH) menjalankan muhibah dan misi kemanusiaan bersama Satgas Port Visit Pasifik 2024 ke empat negara di Pasifik Selatan yaitu Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini.(ANTARA/HO-Dinas Penerangan Komando Armada III TNI AL)
Kapal perang Republik Indonesia KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Port Visit Pasifik 2024 menuntaskan misi kemanusiaannya di Vanuatu dan lanjut berlayar ke negara terakhir Papua Nugini (PNG).
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada III TNI Angkatan Laut Letkol Laut (S) Ajik Sismianto saat dihubungi di Jakarta, Kamis, menjelaskan selama menjalankan misi di Vanuatu pada 9–12 November, Satgas Port Visit Pasifik 2024 menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, menyerahkan paket bantuan obat-obatan dari Pemerintah RI kepada Pemerintah Vanuatu, menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Vanuatu Charlot Salwai beserta pejabat negara setempat di KRI WSH-991, bakti sosial dan memperbaiki rumah ibadah.
KRI WSH-991, yang mengangkut personel Satgas Port Visit Pasifik 2024, pun meninggalkan Vanuatu, Selasa (12/11), dan dijadwalkan tiba di Papua Nugini dalam waktu lima hari ke depan.
“Masyarakat Vanuatu terkesan dan merasa terbantu dengan program dan kegiatan satgas layanan kesehatan gratis, pentas seni, dan karya bakti,” kata Komandan Satgas (Dansatgas) Port Visit Pasifik 2024 Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo Irbianto sebagaimana dikutip dari siaran resmi Dinas Penerangan Koarmada III yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dia menambahkan sebelum berlayar meninggalkan Vanuatu, seorang warga juga ada yang memberikan kenang-kenangan kepada personel satgas.
Di Vanuatu, Satgas Port Visit Pasifik mempersilakan warga naik ke atas KRI WSH-991 untuk memeriksa kesehatan dan berobat gratis. Sekitar seratusan lebih warga Vanuatu pun memanfaatkan layanan itu yang tersedia selama dua hari pada 10–11 November 2024.
Beberapa layanan kesehatan yang tersedia di KRI WSH-991 mencakup pemeriksaan umum, seperti cek tensi darah, cek fisik dan konsultasi, juga ada layanan dari poli THT (telinga, hidung, tenggorokan), kemudian pemeriksaan X-ray dan CT scan, pengecekan kesehatan gigi dan mulut, tambal gigi berlubang, dan pembersihan karang gigi.
“Ini kesempatan yang baik bagi kami karena kondisi rumah sakit yang terbatas. Warga Vanuatu sangat beruntung dengan adanya pelayanan kesehatan ini, masyarakat sangat terbantu,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Vanuatu John Still Tari Qetu saat meninjau kegiatan itu di KRI WSH-991, Minggu (10/11).
Dalam kunjungannya itu, Menkes Vanuatu juga mencoba mengecek kesehatannya dan memeriksa kesehatan gigi.
Menteri Kesehatan Vanuatu pada keesokan harinya (11/11) lanjut secara resmi menerima paket bantuan obat-obatan dari Pemerintah Indonesia yang diangkut oleh Satgas Port Visit Pasifik 2024.
Dalam rangkaian misi muhibahnya itu, Satgas Port Visit Pasifik 2024 pada Senin (11/11) juga menerima kunjungan kehormatan dari Perdana Menteri (PM) Vanuatu Charlot Salwai beserta Ibu Negara Marie Justine Salwai di KRI WSH-991.
Kedatangan PM Salwai disambut oleh jajar kehormatan di atas kapal perang (valreep), dan dia diterima oleh Atase Pertahanan RI untuk Australia dan Vanuatu Laksamana Pertama TNI Yusliandi Ginting, kemudian Dansatgas Port Visit Pasifik Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo Irbianto, dan Komandan KRI WSH-991 Kolonel Laut (P) Edi Herdiana.
PM Salwai pun diajak tur berkeliling kapal, melihat fasilitas kesehatan yang ada di KRI WSH-991.
“Terima kasih, saya sangat senang bisa mengunjungi kapal ini. Kapal ini punya fasilitas lengkap dan telah memberikan layanan pengobatan bagi warga kami,” kata PM Vanuatu sebagaimana dikutip dari siaran resmi Dinas Penerangan Koarmada III TNI AL.
Dalam kesempatan yang sama, Atase Pertahanan RI juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan PM Vanuatu ke KRI WSH-991. “Kami di sini, mewakili Pemerintah Indonesia merasa sangat terhormat atas kunjungan dari Perdana Menteri Vanuatu yang menyempatkan waktunya berkunjung ke KRI. Semoga program-program yang kami laksanakan dapat membantu dan mempererat hubungan kita,” kata Atase Pertahanan RI untuk Australia dan Vanuatu sebagaimana dikutip dari siaran resmi yang sama.
Dalam kunjungannya itu, PM Vanuatu juga sempat menyapa para pelajar asal Papua yang turut serta dalam pelayaran sebagai bagian dari personel satgas.
Di luar wilayah dermaga, prajurit TNI AL yang tergabung dalam satgas juga karya bakti membersihkan dan memperbaiki rumah ibadah, salah satunya di Gereja Cathedral Du Sacre-Coeur, Vila, Vanuatu. Kegiatan itu dipimpin oleh Letkol Laut (T) Yopie Lutfian Arief.
KRI WSH-991 menjalankan misi muhibah dan kemanusiaan ke empat negara di Pasifik Selatan, yaitu Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini. Sejauh ini, KRI WSH-991 telah merampungkan misinya di Solomon, Fiji, dan Vanuatu.
Total pelayaran dijadwalkan berlangsung selama 48 hari sampai akhirnya KRI WSH-991 kembali ke markasnya di Sorong, Papua Barat Daya.
Dalam pelayaran itu, KRI WSH-991 mengangkut total 177 personel, yang terdiri atas 141 pengawak kapal, dan 36 staf dari Satgas yang terdiri atas tim penyelam, pasukan pengamanan, dokter umum dan dokter spesialis, pelajar dari Papua, serta perwira penerangan dari Dinas Penerangan TNI AL.
Diproduksi PT. Multi Ocean Shipyard
Penampakan pembangunan LCU 2500 DWT produksi galangan kapal MOS di Batam. (DefenArt)
Kemenhan telah memesan kapal LCU (Landing Craft Utility) dengan panjang 100 meter untuk TNI AD pada tahun 2023.
Upacara First Steel Cutting kapal dengan berat 2500 DWT dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di Batam.
Prosesi First Steel Cutting ini merupakan salah satu momen penting dalam proses pembangunan kapal, yang menandai dimulainya pembangunan struktur badan kapal.
Spesifikasi LCU kapal :
⍟ Dimensi : 100x8x9 M
⍟ Berat : 2500 DWT
👷 Garuda Militer
⚓ PT PAL Indonesia Dukung Upaya Pemerintah Tingkatkan Pertahanan Nasional
USUNG TEKNOLOGI MODERN: Tampil sebagai kapal perang canggih, Frigate Merah Putih ke-2 ini dilengkapi dengan sistem manajemen tempur tangguh. (PAL Indonesia)
PT PAL Indonesia terus berinovasi untuk menunjang pertahanan nasional. Terbukti, hari ini (15/11) diselenggarakan seremoni keel laying kapal Frigate Merah Putih ke-2. Kapal perang untuk meningkatkan kemampuan tempur TNI Angkatan Laut.
Seremoni keel laying kapal Frigate Merah Putih ke-2 dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Steverly C. Parengkuan.
Bertempat di fasilitas produksi kapal selam PT PAL Indonesia, agenda tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI-AL, Direktur Produksi PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro, jajaran direksi PT PAL Indonesia, dan Komisaris Independen PT PAL Indonesia Cut Meutia Adrina, serta manajemen perusahaan dan Komandan Satuan Pengawas (Satgas) Kapal Frigate Merah Putih.
Sebelumnya, first steel cutting kapal Frigate Merah Putih ke-2 dilangsungkan pada 5 Juni 2024. Satriyo Bintoro mengatakan, keel laying kapal Frigate Merah Putih ke-2 tersebut merupakan komitmen PT PAL Indonesia dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan industri pertahanan nasional.
Tahap keel laying dengan ditandai peletakan lunas kapal merupakan momen penting sebagai permulaan perhitungan usia kapal. ’’Progres positif ini mencerminkan dedikasi kami untuk menyediakan alutsista berteknologi modern demi menjaga kedaulatan dan pertahanan negara,” jelas Satriyo Bintoro.
Kapal Frigate Merah Putih ke-2 ini merupakan sistership Frigate Merah Putih 1. Tampil sebagai kapal perang canggih, kapal tersebut juga mengusung teknologi modern yang dilengkapi dengan sistem manajemen tempur tangguh.
Pembangunan Frigate Merah Putih tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan alutsista nasional, tetapi juga bertujuan menciptakan industri pertahanan nasional yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global. Terlebih, Indonesia semakin dituntut untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan Nusantara. Hal itu sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Penguatan sektor pertahanan tersebut juga turut memberikan dampak atau multiplier effect kepada sejumlah sektor penting lain, termasuk ekonomi. Terjadi serapan tenaga kerja yang tinggi dan pemanfaatan potensi SDM lokal. Otomatis, ekonomi bakal terdongkrak.
’’Dengan berlangsungnya seremoni ini, PT PAL Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai pionir industri pertahanan nasional bidang maritim yang mampu beradaptasi dengan dinamika global serta mendukung terwujudnya TNI yang kuat dengan alutsista modern,” ungkap Satriyo Bintoro.
Satriyo Bintoro menambahkan, Presiden Prabowo memberikan dukungan penuh dan komitmen kuat untuk memajukan industri pertahanan nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan pemberian order besar, pemberian PMN, dan dukungan kebijakan industri pertahanan.
Adanya order tersebut juga membuat kemampuan PT PAL Indonesia dalam membuat kapal perang canggih makin berkembang. ’’Ini akan memberikan pengalaman pembangunan ke produk berikutnya. Sehingga kualitas dalam pembuatan kapal terus meningkat dan berkualitas,” pungkas Satriyo Bintoro. (ree/c17/xav)

Rusia menjual jet tempur siluman Su-57 ke negara lain untuk pertama kalinya. (Foto/Sputnik/Vladimir Astapkovich)
Rusia telah setuju untuk menjual jet tempur siluman Su-57 kepada negara lain untuk pertama kalinya.
Jet tempur generasi kelima tercanggih Moskow itu mendapatkan pembeli asing pertamanya saat mengikuti ajang Zhuhai Airshow yang berlangsung 12 hingga 17 November di China.
Mengutip laporan kantor berita TASS, Jumat (15/11/2024), produsen senjata negara Rusia; Rosoboronexport, telah menandatangani kontrak pertamanya untuk mengirimkan versi ekspor jet tempur Su-57 kepada pelanggan asing.
Laporan itu mengutip CEO perusahaan, Alexander Mikheyev. Namun, laporan tersebut merahasiakan negara asing pertama yang membeli pesawat tempur siluman tersebut.
“Sistem kerja sama militer-teknis akan membawa persenjataan dan perangkat keras militer baru ke pasar. Kami telah menandatangani kontrak pertama untuk Su-57,” kata Mikheyev.
Dia menambahkan bahwa mitra dari negara sahabat ingin membeli senjata yang andal dan terbukti dari Rusia. "Dan mendukung industri negara tersebut sehingga dapat mengembangkan dan menciptakan produk baru untuk 10–20 tahun ke depan," ujarnya.
Su-57 adalah jet tempur multiperan bermesin ganda yang dikembangkan oleh produsen pesawat Rusia; Sukhoi.
Pertama kali diterbangkan pada tahun 2010, pesawat ini dikenal mampu melakukan pertempuran udara dan serangan darat dan laut.
Pesawat ini menggabungkan teknologi siluman, kemampuan manuver super, dan jelajah supersonik dengan avionik terintegrasi dan kapasitas muatan besar.
Su-57 dibanggakan Rusia sebagai pesaing jet tempur siluman Amerika Serikat, F-35 Lightning II dan F-22 Raptor. (mas)