Sabtu, 14 Desember 2024

[Foto] Kapal BHO 105 m Tiba di Jerman

Kapal BHO 105 m (hull number 6515) produksi PT Palindo Marine pesanan TNI AL tiba di galangan kapal ABEKING & RASMUSSEN (Jerman) untuk jalani finishing.

Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) Ocean Going tersebut produksi galangan kapal dalam negeri PT Palindo Marine Batam bekerja sama dengan galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen bakal memperkuat armada TNI AL pada akhir 2025.

Kapal BHO Ocean Going yang platformnya dibangun di Batam itu punya spesifikasi panjang 105 meter, lebar 17,4 meter, dan draf kapal 4,5 meter. Kapal itu dirancang untuk dapat berlayar dengan kecepatan 16 knot.

Kapal itu juga didesain untuk mampu memetakan wilayah pesisir, perairan dangkal, dan laut dalam. Rencananya kapal itu juga dilengkapi dengan sensor penginderaan bawah air mulai dari kedalaman 600 meter sampai dengan 11.000 meter.

Kemenhan RI dalam siaran resminya juga menyebutkan kapal BHO Ocean Going itu juga dilengkapi dengan geladak heli dengan kapasitas maksimum 12 ton MTOW, meriam 20 mm dan 12,7 mm, serta teknologi surveillance, manuver, dan station keeping yang andal.

Kapal yang didesain dengan struktur high tensile steel itu berbobot total 3.419 ton, serta mampu mengangkut tambahan beban seberat 200 ton. Kapal itu juga didesain untuk punya daya jelajah selama 60 hari dengan mengangkut maksimal 90 personel.

Selain itu, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL Laksamana Madya TNI Budi Purwanto menyebut kapal BHO Ocean Goiung itu ditargetkan rampung pada akhir 2025 atau awal 2026.

"Akhir 2025 atau awal 2026, enggak jauh. Ini karena sudah progresnya cukup berkembang pesat di Batam," kata Budi.

Diungkapkan pula bahwa kapal baru Pushidrosal yang dibangun platformnya di Batam itu bakal menjadi salah satu kapal Pushidrosal yang dilengkapi teknologi canggih.

 Berikut penampakan Kapal BHO 105 : 




 👷  Indonesia Teknologi  

Jumat, 13 Desember 2024

Rumkitlap Yonkes 2 Mar

Kompi Rumkitlap Yonkes 2 Mar cek Kesiapan Material Kendaraan Rumkitlap Mobile sebagai materi Siswa Diktupa Kes angkatan 54 yang akan melaksanakan Latek di Batalyon Kesehatan 2 Marinir, Krangpilang, Surabaya. Kamis (12/12/2024).

 Berikut penampakan Rumkitlap : 




 😷 Pasmar 2  

KRI SIM Bersama Heli HS-1306 Siap Jalankan Misi Perdamaian di Lebanon

KRI SIM 367 (antara) 🛡

Sebanyak sembilan prajurit TNI Angkatan Laut dari Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) siap menjalankan misi perdamaian di Lebanon bersama Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Puspenerbal Letkol Laut (KH) Rohman Arief saat dihubungi di Jakarta, Rabu, menyampaikan Wakil Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Bayu Alisyahbana, mewakili Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Sisyani Jaffar, melepas keberangkatan helikopter Panther AS 565 MBe HS-1306 beserta empat penerbang dan lima kru helikopter untuk menjalankan misi perdamaian bersama Satgas MTF di Lebanon.

Upacara pelepasan keberangkatan itu digelar di Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.

Komandan Puspenerbal, dalam sambutan yang dibacakan oleh wakilnya, mengingatkan jajaran prajuritnya untuk tetap profesional dan menjaga integritas mereka sebagai prajurit TNI di mana pun mereka bertugas.

Tunjukkan bahwa prajurit TNI adalah prajurit terlatih, disiplin, dan profesional, serta berprestasi sebagaimana yang telah ditorehkan oleh para Kontingen Garuda sebelumnya. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta junjung tinggi budaya setempat, dan hindari pelanggaran sekecil apapun,” kata Komandan Puspenerbal kepada jajaran prajuritnya itu.

Misi perdamaian ke Lebanon, Komandan Puspenerbal melanjutkan, merupakan tugas mulia yang merupakan dharma bakti prajurit. Dia menilai keberangkatan kru helikopter bersama para pengawak KRI Iskandar Muda-367 ke Lebanon juga menjadi bukti kesiapan operasional TNI AL yang tinggi.

Dia kemudian menekankan kawasan Timur Tengah, termasuk Lebanon, saat ini masih diliputi dengan ketegangan bersenjata, dan eskalasi konflik antara militer Israel dan milisi Hezbollah. Di tengah situasi konflik itu, peran pasukan perdamaian pun menjadi krusial.

Satgas MTF TNI, sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), pun memiliki peran sentral menjaga stabilitas dan keamanan di laut.

Jadikanlah momen ini sebagai pengalaman bagi kalian semua untuk menjadi bekal dalam menjalankan penugasan di TNI AL. Oleh karena itu, berikanlah yang terbaik dari kemampuan yang kalian miliki,” kata Komandan Puspenerbal dalam sambutannya yang dibacakan oleh wakilnya.

Sebanyak sembilan prajurit TNI AL dari Puspenerbal yang akan menjalankan misi perdamaian di Lebanon itu terdiri atas dua capten pilot, Kapten Laut (P) Arif Heri dan Kapten Laut (P) Ardy Paath, kemudian dua co-pilot Lettu Laut (P) M. Langgeng Prakoso dan Lettu Laut (P/W) Andi Quita Wetuffahati, kemudian ada juga lima kru yang terdiri atas teknisi (flight engineer), mekanik 1 dan 2, teknisi bidang avionik, dan operator FLIR.

Panther AS 565 MBe HS-1306 merupakan helikopter antikapal selam TNI AL yang berada di bawah kendali Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal. Helikopter itu, yang nantinya onboard di KRI Sultan Iskandar Muda ke Lebanon, memiliki 13,68 meter, tinggi 3,97 meter, dan berat kosong 2.380 kilogram.

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL dijadwalkan berangkat dari Jakarta ke Beirut, Lebanon, pada pekan ke-3 Desember 2024. KRI SIM-367 yang mengangkut seluruh personel dan alutsista satgas bakal melewati rute pelayaran Jakarta-Batam-Colombo (Sri Lanka)-Salalah (Oman)-Port Said (Mesir)-Beirut. Di Beirut, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL dan KRI SIM-367 melanjutkan misi perdamaian yang saat ini dijalankan oleh Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL sampai awal Januari 2025.

Umumnya, satgas MTF TNI menjalankan misi perdamaian di perairan Lebanon dan Laut Mediterania selama setahun.

Maritime Task Force (MTF) merupakan salah satu satuan yang bernaung di bawah kendali Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Selain MTF, TNI juga mengirim pasukannya untuk bergabung dengan satuan-satuan lain UNIFIL yang mencakup Satgas Batalyon Mekanis (INDOBATT), Satgas Pendukung Markas/Force Headquarter Support Unit (FHQSU), Satgas Indo Force Protection Company (FPC), Satgas Koordinasi Sipil-Militer/Civilian Military Coordination (CIMIC) TNI, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU), dan Satgas Level 2 Hospital.

Sebagian besar prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL beroperasi di darat, sedangkan Satgas MTF menjalankan tugasnya di laut.

Indonesia saat ini masih menjadi negara yang paling banyak mengirimkan prajuritnya untuk melaksanakan misi perdamaian bersama UNIFIL di Lebanon, yaitu sebanyak 1.230 prajurit.

  🛡 antara  

Kamis, 12 Desember 2024

Puspenerbal Terima Tiga Helikopter BO-105 dari BASARNAS

 Untuk Misi SAR Puspenerbal Terima Tiga Helikopter BO-105 dari BASARNAS (Puspenerbal)

Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) kembali menerima secara resmi tiga unit helikopter BO-105 dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Senin (9/12/2024).

Acara serah terima yang berlangsung di Lanud Atang Sendjaja, Bogor ini, ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Kusworo, dan Paban VI Sopsal, Kolonel Laut (P) Victor Pardamean.

Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, yang mewakili Komandan Puspenerbal, Laksda TNI Sisyani Jaffar, turut serta melaksanakan inspeksi langsung terhadap helikopter yang diserahkan.

Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah mengapresiasi dukungan Basarnas dalam memperkuat kapasitas TNI AL, khususnya dalam misi pencarian dan pertolongan (SAR).

"Helikopter BO-105 memiliki sejarah panjang dalam mendukung berbagai misi darurat, dan kini, dengan integrasi ke Puspenerbal, kami siap meningkatkan respon terhadap berbagai kebutuhan operasi, baik dalam bidang SAR maupun operasi militer," ujarnya.

Danwing Udara 2 Puspenerbal, juga menegaskan kesiapan Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda untuk memaksimalkan peran helikopter ini melalui pengawakan yang profesional dan pelatihan berkelanjutan.

Tiga unit helikopter yang diserahkan meliputi HR-1521, HR-1522, dan HR-1524 yang masing-masing diawaki oleh pilot dari Wing Udara 1 Puspenerbal dan Wing Udara 2 Puspenerbal.

Komandan Wing Udara 2 menyebut bahwa HR-1521 akan menjadi bagian integral dalam operasi Wing Udara 2, sementara HR-1522 dan HR-1524 ditempatkan di wilayah barat untuk mendukung pembinaan operasi SAR di bawah Wing Udara 1 Puspenerbal Tanjungpinang.

"Sinergi antara Wing Udara 1 dan Wing Udara 2 akan memastikan optimalisasi pengoperasian helikopter ini demi kepentingan nasional," tambahnya.

Menurutnya, serah terima ini mencerminkan kepercayaan terhadap TNI AL sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat.

"Kami mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Helikopter ini bukan hanya aset strategis, tetapi juga simbol dari sinergi antarinstansi untuk melayani masyarakat," tutupnya.

  🚁 Puspenerbal  

Rabu, 11 Desember 2024

TNI AL Tembakkan Senjata Khusus Dalam Latopslagab 2024

 🚀 Di Karimun Jawa Rudal Exocet MM-40 Block 3 diluncurkan dari kapal perang KRI Raden Eddy Martadinata-331 ke arah Pulau Gundul, Kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengah, Selasa (10/12/2024) dalam kegiatan latihan penembakan senjata khusus yang menjadi bagian dari Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) II Tahun 2024 TNI AL. (ANTARA/HO-Dinas Penerangan TNI AL.)

TNI Angkatan Laut berhasil menembakkan beberapa senjata khususnya, di antaranya rudal Exocet MM-40 Block 3 dan roket RM 70 Grad Marinir dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) II Tahun 2024 di perairan Kepulauan Karimun Jawa, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana saat dihubungi di Jakarta, Rabu, menjelaskan penembakan senjata khusus di perairan Kepulauan Karimun Jawa itu berlangsung Selasa (10/12), dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

"Laksamana Ali onboard di atas kapal markas KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992, dan dari kapal itu KSAL memerintahkan penembakan rudal Exocet," kata Kadispenal.

Rudal Exocet MM-40 Block 3 yang merupakan persenjataan kapal perang andalan TNI AL diluncurkan dari KRI Raden Eddy Martadinata-331 ke arah sasaran di Pulau Gundul, yang jaraknya 66,6 kilometer dari KRI REM-331. Sementara itu, roket RM 70 Grad Marinir diluncurkan dari atas geladak KRI Teluk Amboina-503.

"Rudal Exocet MM-40 Block 3 yang diluncurkan dari KRI REM-331 sebagai kapal penembak utama berhasil dengan tepat mengenai sasaran strategis musuh di darat (Pulau Gundul)," kata Laksma TNI I Made Wira.

Dalam rekaman video yang dibagikan Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, KSAL memberikan perintah penembakan rudal: "Request approved, I say again request approved. Engage Gundul island, over!"

  Bravo Zulu 
Sesaat setelah perintah penembakan diberikan, rudal yang diluncurkan dari KRI REM-331 berhasil mendarat tepat di sasaran yang ditandai dengan lembaran kain berwarna merah yang terbentang di salah satu sisi Pulau Gundul yang menghadap ke laut.

"Bravo Zulu untuk seluruh prajurit Jalasena yang terlibat. Semoga semakin profesional, dan memiliki kemampuan tempur yang tinggi. Terus kibarkan bendera kewajiban," kata KSAL kepada jajaran prajuritnya.

Bravo Zulu merupakan kode yang populer bagi kalangan angkatan laut, yang berarti "well done" atau misi berhasil.

Dalam siaran resmi TNI AL, Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan menjelaskan latihan operasi laut gabungan kembali digelar untuk kedua kalinya pada tahun ini untuk menguji seluruh kemampuan rudal. Dia melanjutkan keberhasilan latihan penembakan senjata khusus itu berkat persiapan matang yang mencakup survei sasaran oleh tim survei.

Latihan penembakan senjata khusus dalam Latopslagab II Tahun 2024 itu melibatkan 2.000 prajurit TNI AL. Kapal-kapal perang yang dikerahkan, antara lain KRI REM-331 sebagai kapal penembak utama, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sebagai kapal penembak rudal cadangan, dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma sebagai kapal pengamanan.

Kemudian, ada juga KRI Frans Kaisiepo-368, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Mandau-621, KRI Layang-635, KRI Ajak-653, KRI Sampari-628, KRI Teluk Banten-516, dan KRI RJW-992 sebagai kapal markas.

Dari unsur udaranya, TNI AL mengerahkan empat helikopter Panther, pesawat angkut CN-235, pesawat nirawak (UAV) ScanEagle, Camcopter S-100, dan drone bomber.

"Latopslagab ini merupakan wujud komitmen TNI AL menjaga kedaulatan negara dan memastikan kesiapan operasi di berbagai lini. Latihan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan TNI AL dalam mendukung tugas pokok pertahanan negara," tutur Kadispenal.

  🚀  
antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...