Selasa, 31 Desember 2024

TNI AU Akan Kerahkan "Drone" ANKA Untuk Jaga Kawasan Natuna

✈ Ilustrasi UCAV ANKA (TAI)

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono mengatakan pihaknya akan mengerahkan pesawat nirawak atau drone Anka untuk mengawasi kawasan Natuna Utara yang berdekatan dengan kawasan Laut China Selatan.

Drone Anka itu dikerahkan ke wilayah tersebut lantaran saat ini situasi di kawasan Laut China Selatan tengah memanas disebabkan oleh konflik perbatasan antarbeberapa negara ASEAN.

"Angkatan Udara dalam waktu dekat akan mendapatkan PTTA, pesawat terbang tanpa awak Anka buatan Turki. Kita akan tempatkan di Natuna, untuk mengawasi Laut Natuna Utara," kata Tonny di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Tonny menjelaskan drone dari Turki itu merupakan barang baru yang dibeli Kementerian Pertahanan dan akan datang dalam waktu dekat.

Tonny melanjutkan, kehadiran drone buatan Turki itu akan menggantikan posisi drone CH4 buatan China yang saat ini masih dipakai menjaga kawasan yang berbatasan dengan Laut China Selatan tersebut.

Walau digantikan, Tonny memastikan kualitas drone buatan Turki tidak akan jauh berbeda dengan drone yang telah digunakan TNI AU.

Tidak hanya menyediakan drone, TNI AU juga akan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih untuk mengawaki drone tersebut.

"Sekarang sudah ada, Skuadron Pendidikan 103 yang berada di Tasikmalaya. Nanti pesawat (drone) yang ada di Pontianak akan kita pindahkan ke Tasikmalaya menjadi pesawat latih," jelas dia.

Dengan adanya drone baru dan awak dengan kemampuan teknis tinggi, Tonny yakin pihaknya akan semakin maksimal dalam mengawasi wilayah perbatasan Indonesia dengan Laut China Selatan.

  antara  

Senin, 30 Desember 2024

KRI Beladau-643 Latihan Peperangan Anti-udara

 Di perairan Kepri Kapal pemukul reaksi cepat KRI Beladau-643 yang saat ini berada di bawah kendali Gugus Tempur Laut Komando Armada I TNI Angkatan Laut berlatih peperangan anti-udara bersama pesawat udara TNI AL NC-212 200 MPA P-8203 di perairan Kepulauan Riau, Jumat (27/12/2024). (Dinas Penerangan Koarmada I TNI AL)

Kapal perang Republik Indonesia KRI Beladau-643 yang saat ini berada di bawah kendali Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada I TNI Angkatan Laut menggelar latihan peperangan udara di perairan Kepulauan Riau (Kepri) minggu ini.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada (Koarmada) I TNI AL Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, menjelaskan bahwa KRI Beladau-643 pada hari Jumat (27/12) berlatih prosedur gabungan udara atau air joining procedure (AJP) dan latihan peperangan anti-udara bersama pesawat patroli maritim TNI AL dari Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Sabang NC-212 200 MPA P-8203.

"Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit KRI Beladau-643 dan kru pesawat udara P-8203 dalam pelaksanaan tugas operasi sekaligus mengasah kemampuan koordinasi antara unsur laut dan unsur udara," kata Kadispen Koarmada I.

KRI Beladau-643 merupakan kapal cepat rudal (KCR) 40 meter buatan galangan kapal dalam negeri PT Palindo Marine Shipyard. Kapal pemukul reaksi cepat itu, yang masuk dalam kelas clurit, resmi memperkuat armada TNI AL pada 2013.

KRI Beladau-643 pada bulan Mei 2024 juga berlatih menembakkan senjata kapal ke sasaran permukaan di perairan timur Pulau Berhala, Selat Malaka. Dalam latihan itu, kegiatan penembakan menggunakan meriam Browning 12,7 mm.

Berikutnya KRI Beladau bersama KRI Clurit-641 dan KRI Surik-645 juga berlatih bersama di Selat Riau pada sela-sela kegiatan operasi masing-masing kapal pada bulan lalu (18/11).

Tiga kapal dari Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I itu berlatih prosedur meninggalkan pangkalan (serial leaving harbour), manuver kapal untuk menghindari ancaman ranjau di laut (minefield transit), manuver taktis, isyarat bendera (flaghoist), isyarat bendera semaphore, komunikasi antarkapal menggunakan isyarat cahaya (flashex), VBSS, dan RASAP.

VBSS atau visit, board, search, dan seizure merupakan kegiatan mencegat dan menyusup masuk ke kapal yang dicurigai berbuat kejahatan, menggeledah, serta menyita barang-barang bukti.

RASAP atau replenishment at sea approach merupakan latihan menjalankan prosedur pembekalan di tengah laut yang dilakukan dengan dua kapal berlayar untuk saling mendekat dan mengirimkan bahan bakar, amunisi, ataupun logistik lainnya.

  ★ antara  

[Global] Myanmar Resmikan 2 Kapal Anti Kapal Selam

⚓ Setelah berhasil produksi kapal frigate 3500 tonsDua kapal antikapal selam kelas Yan Nyein Aung UMS Yan Min Aung (445) dan UMS Yan Zwe Aung (450) yang baru diresmikan dan dibangun di dalam negeri. (GNLM))

Setelah berhasil meluncurkan kapal frigate 135 meter dengan tonase 3500 tons, Myamar kembali meresmikan kapal anti kapal selam produksi dalam negeri.

Tatmadaw (Angkatan Laut Myanmar) kembali diperkuat kapal perang produksi dalam negeri untuk melindungi zona ekonomi eksklusif Laut Myanmar.

Jenderal Senior Myanmar mendesak semua anggota Tatmadaw (Angkatan Laut) untuk memiliki keterampilan dalam menangani senjata dan sistem persenjataan.

Myanmar terus memproduksi kapal perang sendiri, mengurangi ketergantungan pada pihak asing.

Dua kapal anti kapal selam telah berhasil diproduksi di dalam negeri dan diresmikan dihadiri para pejabat militer.

Kapal dengan panjang 63 meter dipersenjatai dengan meriam laras ganda pada haluan.

Karena banyak sanksi dan embargo dari barat atas perang dinegaranya, maka persenjataan dan peralatan elektroniknya diperkirakan akan dilengkapi dari negara Rusia atau China.

Dengan keterbatasan yang dialami negerinya, Myanmar terus membangun peralatan perangnya sendiri, merupakan satu prestasi yang perlu dihargai.
 

  👷 Garuda Militer  

Minggu, 29 Desember 2024

Bakamla Terima Hibah Kapal dari Pemerintah Jepang

(Bakamla)

Badan Keamanan Laut (Bakamla) menerima hibah kapal dari Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) di Minato, Jepang.

Mengutip akun X @HumasBakamlaRI, Minggu (29/12), hibah kapal merupakan bagian dari upaya pembangunan kapasitas keamanan maritim yang lebih memadai.

Bakamla belum merinci kapal yang akan diterimanya, namun dipastikan armada tersebut berukuran 85,6 meter dengan kecepatan 22 knot dan masa pembangunan diproyeksikan rampumg pada 2027 mendatang.

Adapun kontrak pengadaan kapal ditandatangani oleh Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah dengan President and CEO Japan Marine Science Inc. (JMS) Tomoyuki Koyama, serta President and CEO Mitsubishi Shipbuilding Co., Ltd. Shin Ueda.

Pada kesempatan tersebut, Irvansyah mengucap terima kasih atas kerja sama yang terjalin baik antara Indonesia dan Jepang dalam komitmen menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan kawasan.

Saya turut bangga atas penandatanganan kontrak hibah kapal ini yang sudah direncanakan sejak 2023 lalu demi menjaga keamanan dan keselamatan maritim di wilayah perairan kawasan,” kata Irvansyah. (un)

  ★
IDM  

Kendaraan Angkut Militer 6x6

  Akan di tampilkan pada Indo Defense 2025 
Perusahaan swasta PT Merpati Wahana Raya (MWR) baru baru ini telah mengajukan desain kendaraan angkut militer 6x6.
Desain kendaraan angkut militer ini nantinya akan diproduksi massal untuk keperluan TNI. Diketahui PT MVR ini telah memproduksi berbagai kendaraan militer yang telah digunakan TNI. Diantaranya  kendaraan dapur lapangan Ganilla hingga versi kedua yang mampu diangkut pesawat hercules dan kendaraan khusus lainnya.
 
Selain itu PT MVR juga produksi berbagai alutsista seperti UAV, robot dan lain sebagainya untuk kebutuhan TNI atau pihak keamanan swasta.
MVR juga telah mengajukan desain chasis kendaraan angkut 6x6 yang telah dikembangkan dan akan di daftarkan hak patennya ke pihak yang berwenang.

PT. Merpati Wahana Raya nantinya akan memproduksi kendaraan angkut ini dan akan di pamerkan pada Indo Defense 2025 mendatang.

Jadi untuk Chasis dan Platform dari kendaraan angkut multiguna 6x6 ini di produksi sepenuhnya oleh PT. Merpati Wahana Raya.


  👷 Indonesia Teknologi  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...