Sabtu, 10 Mei 2025

PT Pindad Tandatangani HoA dengan KG Mobility

 Terkait Proyek Mobil Nasional 
Pindad menandatangani Head of Agreement (HoA – Perjanjian Induk) dengan KG Mobility Corp, perusahaan otomotif asal Korea Selatan, pada Kamis, 8 Mei 2025 di Auditorium PT Pindad, Bandung. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, dan Chairman KG Mobility, Kwak Jae-sun.

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah terjalin antara kedua belah pihak. Penandatanganan Perjanjian Induk ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi jangka panjang dalam mendukung pengembangan industri manufaktur dalam negeri.

Ruang lingkup kerja sama dalam Perjanjian ini mencakup pengembangan dan produksi bersama kendaraan terkait Proyek Mobil Nasional dan bus listrik. Dalam perjanjian ini juga mengatur mekanisme transfer teknologi (Transfer of Technology/ToT), pengadaan suku cadang, pengembangan dan produksi komponen, serta layanan purna jual. Dalam hal hak kekayaan intelektual (HAKI), masing-masing pihak tetap memegang lisensi eksklusif atas teknologi yang dimiliki.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa, menyampaikan bahwa kerja sama ini bernilai strategis, tidak hanya bagi pengembangan bisnis PT Pindad tetapi juga bagi penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan.

Maung MV3 produksi Pindad diketahui menggunakan mesin dan chassis dari Korea Selatan (Pindad)
Saya selaku Direktur Utama PT Pindad menyampaikan terima kasih atas kerja sama bersifat strategis dan dukungan yang diberikan kepada kami. Hari ini menandai momentum kelanjutan kerja sama dan komitmen kolaborasi jangka panjang antara PT Pindad dengan KG Mobility. Kerja sama ini memungkinkan adanya pengembangan dan produksi bersama untuk produk kendaraan terkait proyek mobil nasional hingga transfer of technology (ToT) yang bernilai besar bagi PT Pindad.” Jelas Sigit P. Santosa.

Sementara itu, Chairman KG Mobility, Kwak Jae-sun, menyambut positif kelanjutan kemitraan ini dan menyatakan optimisme terhadap hasil kolaborasi dalam proyek mobil nasional.

Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dan menyambut baik kolaborasi strategis ke depan dengan PT Pindad. Kerja sama ini juga bermakna strategis bagi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan yang terjalin sejak 2017. Saya optimis KG Mobility menjadi partner yang tepat dan kami mendukung pengembangan PT Pindad.” Jelas Kwaek Jae-sun.

Kegiatan penandatanganan diakhiri dengan sesi diskusi antara kedua belah pihak dan KG Mobility berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas produksi PT Pindad. Melalui kerja sama internasional bersifat strategis ini juga terdapat Transfer of Manufacture/ToM yang akan mendorong kapabilitas perusahaan. PT Pindad berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan untuk mendukung kemandirian industri pertahanan dan industri manufaktur dalam negeri.

  ♘ Pindad  

Teknisi Sathar 13 Laksanakan Banharlap X-Ray pada Pesawat C-130 Noreg A-1341

 Di Lanud Halim PerdanakusumaSathar 13 pemeliharaan pesawat Hercules A 1341 (TNI AU)

Tim teknisi dari Satuan Pemeliharaan (Sathar) 13 Depohar 10 melaksanakan Bantuan Pemeliharaan Lapangan (banharlap) menggunakan teknologi X-Ray pada pesawat C-130 Hercules dengan nomor registrasi A-1341 yang saat ini sedang menjalani pemeliharaan tingkat sedang (STK 349) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Komandan Sathar 13, Letkol Tek Abdul Haris Purba, S.T., M.M., menyampaikan bahwa penggunaan teknologi X-Ray dalam proses banharlap bertujuan untuk mendeteksi adanya keretakan, korosi, atau kerusakan tersembunyi pada struktur pesawat yang tidak dapat terdeteksi secara visual.

Teknologi X-Ray memungkinkan kami untuk memastikan kondisi struktur internal pesawat dalam keadaan aman dan layak operasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Letkol Tek Abdul Haris Purba menambahkan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari prosedur standar pemeliharaan tingkat sedang yang bertujuan untuk memperpanjang usia pakai pesawat sekaligus menjamin kesiapan operasionalnya.

Kegiatan banharlap X-Ray ini melibatkan para teknisi berpengalaman yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam pengoperasian peralatan X-Ray serta analisis hasil pemeriksaan.

Pemeriksaan dilakukan secara teliti dengan mematuhi prosedur keselamatan kerja yang ketat guna menjaga keamanan personel dan peralatan.

Dengan dilaksanakannya pemeriksaan ini, diharapkan pesawat C-130 Hercules noreg A-1341 dapat kembali beroperasi secara optimal dan mendukung berbagai misi yang diemban oleh TNI Angkatan Udara.
 

 
👷 Sathar 13  

Jumat, 09 Mei 2025

[Global] Pakistan Tembak Jatuh 25 Drone Kamikaze Israel yang Dioperasikan India

https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2025/05/09/40/1565409/pakistan-tembak-jatuh-25-drone-kamikaze-israel-yang-dioperasikan-india-awc.webpPakistan tembak jatuh 25 drone kamikaze Harop Israel yang dioperasikan India dalam pertempuran hari Kamis. (Foto/IAI)

M
iliter Pakistan mengatakan telah menembak jatuh sedikitnya 25 pesawat nirawak (drone) kamikaze buatan Israel yang dioperasikan India dalam pertempuran hari Kamis.

India telah menerbangkan puluhan drone Harop untuk menargetkan Pakistan, dengan satu di antaranya menghantam target militer di dekat kota Lahore di bagian timur, melukai tentara dan menyebabkan kerusakan di situs tersebut.

Menurut militer Pakistan, 25 drone India ditembak jatuh ketika menyerang sejumlah target seluruh negeri.

"Puing-puing pesawat nirawak Harop buatan Israel ditemukan dari berbagai daerah di Pakistan," kata militer Pakistan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip The New Arab, Jumat (9/5/2025).

Surat kabar Pakistan, Dawn, melaporkan bahwa pesawat nirawak Harop adalah sistem amunisi yang dapat terbang rendah, yang dikembangkan oleh Divisi Rudal MBT Industri Dirgantara Israel (IAI).

Ditambahkannya, pesawat nirawak tersebut dirancang untuk terbang rendah di atas medan perang, dan menyerang berdasarkan perintah operator.

Pesawat nirawak tersebut juga dikenal karena kemampuannya untuk memburu target penting dan pertahanan udara, serta dapat dioperasikan secara manual atau otonom.

Berbagai laporan telah mempertanyakan legalitas penggunaan pesawat nirawak Harop, terutama karena pesawat tersebut dapat memilih dan menyerang target tanpa campur tangan manusia secara langsung.

https://pbs.twimg.com/media/Gqa27b_XYAAODU4?format=jpg&name=smallKonflik perang India-Pakistan tanggal 8 Mei 2025 (Ist)

Amunisi yang dapat terbang rendah dalam beberapa tahun terakhir juga telah menimbulkan kekhawatiran dan diskusi tentang sistem senjata otonom yang mematikan dan kepatuhannya terhadap hukum humaniter internasional.

Menurut laporan Dawn, selama dekade terakhir, India telah mengimpor perangkat keras militer senilai USD 2,9 miliar dari Israel—termasuk pesawat nirawak pengintai, pesawat nirawak tempur, dan rudal.

Direktur Inter-Services Public Relations (ISPR) Militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry mengecam upaya serangan dari India sebagai provokasi serius. Dia kemudian menerbitkan gambar pesawat nirawak yang ditembak jatuh.

"Pesawat tanpa awak India terus dikirim ke wilayah udara Pakistan, [India] akan terus membayar mahal untuk agresi terang-terangan ini," ujarnya.

Militer India belum mengomentari serangan pesawat nirawak kamikaze tersebut, namun insiden itu terjadi setelah serangan rudal India menewaskan lebih dari 30 warga sipil di Pakistan sehari sebelumnya, termasuk wanita dan anak-anak.

Ketegangan antara India dan Pakistan telah memuncak dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah serangan teror kelompok brsenjata menewaskan 26 turis Hindu Pahalgam di Kashmir yang dikuasai India bulan lalu.

India mengatakan bahwa serangan mematikannya terhadap Pakistan adalah sebagai respons atas serangan teror tersebut.

India menuduh Pakistan mendukung kelompok bersenjata dalam serangan di Pahalgam, namun Islamabad telah berulang kali membantahnya.

Pakistan pada hari Kamis memperingatkan akan membalaskan mereka yang terbunuh oleh serangan udara India, menandakan eskalasi yang akan segera terjadi dalam kekerasan terburuk dalam beberapa dekade antara kedua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir tersebut. (mas)

  💥 sindonews  

Kamis, 08 Mei 2025

Batalyon Arhanud 7/ABC Menerima Alutsista Anti Drone

  Produksi Pindad 
Batalyon Arhanud 7/ABC Menerima Alutsista Anti Drone berupa Maung MV3 Mobile Jammer, SPS-1 dan Sectorial Jammer dari Kementrian Pertahanan RI. Rabu (7/5/2025).

Alutsista Anti Drone berupa Rantis Maung MV3 Mobile Jammer, SPS-1 dan Sectorial Jammer ini merupakan karya dari PT. Pindad Indonesia.

Alutsista ini berguna untuk menghadapi ancaman udara berupa drone musuh melalui deteksi dini dan pengacakan sinyal yang dapat mendukung tugas operasi tempur dan perlindungan aset strategis.

Penerimaan alutsista baru ini menunjukkan komitmen TNI dalam memperkuat pertahanan negara dan meningkatkan kesiapan tempur pasukan.

Diharapkan nantinya Alutsista Anti drone ini dapat menjadi alutsista modern karya anak bangsa yang akan turut menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara serta dapat meningkatkan kemampuan pasukan dalam melaksanakan tugas dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  ➣ Yonarhanud 7 ABC  

[Global] Pesawat J-10 China Jagoan Pakistan saat Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India

Pesawat J-10 China menjadi andalan Pakistan saat menembak jatuh lima jet tempur India. (Airdatanews)

Pemerintah Pakistan mengeklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga jet Rafale buatan Prancis, dalam konfrontasi udara di sekitar Kashmir kemarin.

Dua jet tempur India lainnya yang diklaim ditembak jatuh Pakistan adalah MiG-29 Fulcrum dan Su-30MKI Flanker-H.

Islamabad membanggakan peran jet tempur J-10C buatan China yang dipersenjatai rudal udara-ke-udara PL-15 dalam pertempuran udara tersebut.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyampaikan klaim tersebut di tengah meningkatnya tensi di perbatasan Kashmir— wilayah yang telah lama menjadi titik api antara dua kekuatan nuklir Asia Selatan itu.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga mengumumkan klaim tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Mereka menghantam pesawat musuh-musuh kami, termasuk jet Rafale yang selama ini dibanggakan India,” ujar PM Sharif, seperti dikutip BBC, Kamis (8/5/2025).

"Ini adalah balasan terhadap serangan dari pihak India," paparnya.

 Mitos Kedigdayaan Jet Rafale Runtuh 
Rafale, jet tempur kebanggaan India hasil kerja sama dengan Prancis melalui kesepakatan bernilai miliaran dolar pada 2016, kini harus menelan kenyataan pahit.

Setidaknya satu unit jet tempur tersebut jatuh di wilayah India, dengan puing-puing berlabel produksi Prancis ditemukan di Bathinda, Punjab.

Sumber intelijen Prancis yang dikutip CNN dan media lainnya mengonfirmasi bahwa satu unit Rafale telah tertembak jatuh, dan saat ini sedang diselidiki apakah jumlahnya bisa lebih dari satu.

Jika klaim Pakistan benar, maka ini bisa jadi kekalahan tempur pertama Rafale dalam sejarah, sekaligus kemenangan simbolis bagi Beijing yang memproduksi jet dan misil yang digunakan.

 Panggung Perdana J-10C dan PL-15 China 
Klaim Pakistan bahwa jet tempur J-10C buatan China berhasil menembak jatuh pesawat-pesawat India dengan menggunakan rudal PL-15 juga menandai kemenangan perdana sistem senjata China di panggung perang modern.

Potongan misil PL-15 yang ditemukan di distrik Hoshiarpur, Punjab, menjadi bukti kuat bahwa rudal aktif radar jarak jauh ini digunakan dalam duel udara tersebut.

Jika ini dikonfirmasi, maka ini adalah pembuktian nyata kekuatan J-10C dan PL-15 dalam pertempuran udara sebenarnya,” tulis Asia Times dalam analisisnya.

 India Memilih Bungkam 
Pemerintah India hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim lima pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh Pakistan.

Namun, seorang pejabat India mengakui ada dua pesawat yang jatuh, tanpa menyebut penyebabnya.

Dalam waktu bersamaan, militer India menuding Pakistan berada di balik serangan teror yang menewaskan 26 turis Hindu di Pahalgam, wilayah Kashmir yang dikendalikan India, pada 22 April lalu.

Sebagai balasan, India meluncurkan serangan udara dan rudal ke wilayah Pakistan, yang menurut Islamabad telah menewaskan 31 warga sipil dan melukai 57 lainnya pada Selasa malam hingga Rabu dini hari kemarin.

Di tengah panasnya konflik, India menyatakan bahwa mereka hanya menjalankan hak untuk menyerang dan mencegah serangan lebih lanjut, dan menolak tuduhan sebagai pihak pemicu.

Sementara itu, gambar-gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan serpihan jet yang diyakini sebagai bagian dari Rafale milik India—termasuk fin ekor dan rudder dengan nomor seri BS-001— tergeletak di sawah dekat perbatasan.

Namun para analis internasional mengingatkan agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. “Perlu investigasi independen yang transparan,” kata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam analisisnya.

Sementara itu, pihak Prancis, termasuk pabrikan Dassault Aviation, belum memberikan komentar resmi. Namun laporan menyebutkan bahwa pemerintah Prancis telah menjalin komunikasi darurat dengan otoritas pertahanan India. (mas)

  💥
sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...