Senin, 25 Maret 2019

The Jupiters Menari di Langkawi

✈️ Di tengah Gerimis✈️ Jupiter Team TNI AU [TNI AU]

Meski ditingkahi rintik hujan, tim aerobatik TNI AU Jupiter Aerobatic Team (JAT) tetap “menari” di langit Langkawi, Minggu (25/3/2019).

Penampilan JAT kali ini menjadi akhir sesi latihan mereka sebelum tampil pada ajang Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2019.

Seluruh penerbang JAT tampak tetap bersemangat dan fokus menjalani latihan. Menampilkan empat belas formasi, enam pesawat KT-1B Woong Bee, The Jupiters meliuk-liuk melukis langit yang disaksikan ratusan pasang mata.

Beberapa formasi yang ditampilkan JAT saat latihan diantaranya _Jupiter Roll, Arrow Head Formation, Loop, Jupiter Wheel, Mirror, Heart, Roll Slide, Leader Benefit_ hingga _Loop and Bomb Burst.

LIMA 2019 rencananya akan dibuka pada 26 Maret dan berlangsung hingga 30 Maret 2019 mendatang. Selama sepekan, JAT akan unjuk kebolehan aerobatik bersama beberapa tim aerobatik dunia lainnya.

Sebagai etalase dan duta bangsa Indonesia, diharapkan JAT mampu tampil profesional sehingga dapat membawa harum nama TNI AU khususnya dan Indonesia pada umumnya di dunia internasional.

  ✈️ TNI AU  

[Video] Ujicoba Truk Ural 6x6 dan Sadko 6x4

Diposkan Ralika Group


  ♞ Youtube  

Sabtu, 23 Maret 2019

Kisah Prajurit Raider 751/VJS saat Menyergap OPM yang Bersenjata SS1

Pratu Kristopel Kreku dan anggota prajurit Raider Yonif RK 751/VJS berhasil menyergap anggota kelompok kriminal separatis bersenjata OPM pimpinan Bilkuis Kogoya yang membawa senjata api standar militer SS1. Foto Ist 

Kristopel Kreku adalah seorang prajurit Raider Yonif RK 751/VJS dengan pangkat Prajurit Satu (Pratu). Bersama teman-temanya dia berhasil menyergap anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Bilkuis Kogoya yang membawa senjata api standar militer.

Peristiwa tersebut terjadi saat Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pam Rawan) yang bertugas di Pos Illu Kabupaten Puncak Jaya Papua melaksanakan penyergapan terhadap kelompok KKSB. Penyergapan dipimpin Danpos Lettu Inf Sukma.

Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi, penyergapan berjalan dengan sukses dan berhasil membekuk tersangka Bilkuis Kogoya tanpa letusan senjata. Namun Sayang, Bilkuis Kogoya ternyata tidak membawa senjata, dia hanya membawa tas noken yang berisi HP, bendera Bintang Kejora dan sejumlah barang bukti (barbuk) lainnya.

Namun saat yang bersangkutan dibawa ke Pos dan diintrogasi, Bilkuis Kogoya mengakui bahwa senjatanya saat ini dibawa oleh temannya yang sedang berada di sebuah Honay dipinggir Sungai Dolinggame Distrik Illu.

Kapendam menjelaskan, anggota Pos lalu kembali melaksanakan penyergapan ke arah Honay yang ditunjukkan oleh Bilkuis. Ternyata di dalam Honay tersebut terdapat 02 orang teman Bilkuis atas nama Nimoya Kogoya dan Komisi Kogaya, dan dipastikan menyimpan senjata standar militer sesuai keterangan Bilkuis.

Menurut Kapendam, anggota Satgas mengepung Honay dan meminta penghuninya keluar menyerahkan diri. Namun keduanya bersembunyi ketakutan tidak mau keluar. Anggota Satgas berusaha membujuk tersangka agar keluar menyerahkan diri dan akan dijamin keamanannya.

"Untuk meyakinkan tersangka bahwa mereka tidak akan disakiti, tiba-tiba Praka Kreku berdiri dan melepaskan perlengkapannya serta meletakkan senjatanya kemudian mendekati Honay sambil mengajak kedua tersangka keluar dari persembunyiannya. Pratu Kreku dikawal oleh rekannya Praka Oktovianus Kainama, sedangkan anggota Tim yang lain bersiap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk akan terjadi," ungkap Kapendam.

Langkah nekat Pratu Kreku, lanjut Kol In M Aidi, rupanya menuai hasil tersangka akhirnya mau keluar dari persembunyiannya dari dalam Honay sambil membawa sepucuk senjata standar militer jenis SS-1. "Dengan diperlakukan secara baik-baik, kedua tersangka dibawa ke Pos untuk pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya. (sms)

  sindonews  

Jumat, 22 Maret 2019

Baku Tembak dengan Satgas Tinombala

3 Anggota MIT Tewas Ilustrasi Satgas Tinombala. (rakyatku) 

S
atgas Tinombala berhasil menembak mati tiga terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (21/3/2019) sore.

Benar Mas,” kata Kapolda Sulteng Brigjen Lukman Wahyu singkat saat dihubungi Beritasatu.com Kamis malam.

Jenderal bintang satu ini tidak membantah informasi tewasnya Andi Muhammad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadan alias Ikrima asal Banten, dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.

Ketiganya menemui maut sekitar pukul 16.50 WITA di Dusun Air Teh Desa Marete, Sausu, Parigi Moutong. Saat itu diperkirakan ada enam orang dalam kelompok itu yang terlibat baku tembak.

Sebelumnya, Polri telah melansir jika jaringan MIT pecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berisi enam orang yang sempat meminta beras pada masyarakat dan kelompok kedua dipimpin Ali Kalora beranggotakan empat orang.

Kelompok pertama mengusai satu laras panjang dan dua senpi, sementara kelompok Ali membawa satu laras panjang.

  ★ Berita Satu  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...