Selasa, 20 Agustus 2019

[Video] Helikopter Apache AH-64E Unjuk Kemampuan di Kartika Yudha 2019

Dipublikasikan TNI ADUntuk pertama kalinya, Apache AH-64E milik TNI AD yang dilengkapi peluru kendali Hellfire Roket Hydra 70 dan senjata Canon 30mm, unjuk kemampuan bermanuver menghancurkan musuh dalam Latancab Kartika Yudha 2019, Puslatpur, Sumatera Selatan.)
  Youtube  

Senin, 19 Agustus 2019

Pindad Mau Bikin Mobil Tempur Bertenaga Listrik

BUMNIShttps://1.bp.blogspot.com/-y_UliBuGmkE/VqtYeNbVutI/AAAAAAAAISQ/nYLOrUzCN1I-CSwOKI81NoL3UkK5MYmLgCPcBGAYYCw/s1600/armored-vehicle-pindad.jpgIlustrasi kendaraan militer produksi Pindad

Elektrifikasi tidak hanya menyapa industri kendaraan penumpang dan komersial. Industri kendaraan militerseperti PT Pindad (Persero) pun tak mau ketinggalan dalam menjalankan misi lingkungan satu ini.

Arah untuk ke sana sudah terlihat jelas sejak keterlibatan PT Pindad (Persero) dalam pembuatan motor listrik anak bangsa, yakni Gesits. Pindad sendiri merupakan pemasok motor penggerak listrik untuk motor tersebut. Kendati demikian tentunya untuk mewujudkannya perlu payung dari pemerintah.

"Kemampuan Pindad di sini sekarang kita juga lagi produksi motor listrik termasuk mendukung Gesits itu kan dari PT Pindad sehingga kita sebenarnya tinggal menunggu regulasi pemerintah seperti apa. Semua wait and see untuk itu," ujar Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose kepada detikcom di saat ditemui di Bandung, Jawa Barat.

Meski ia mengakui kemampuan teknologi baru tersebut belum sepenuhnya diserap, ia cukup yakin terhadap kapabilitas pabriknya saat ini untuk beradaptasi. Kendala utama dalam membuat kendaraan listrik tempur pun sama dengan yang dialami oleh kendaraan dari pabrikan lain, yaitu material utama seperti baterai.

"Industrinya (kendaraan tempur listrik) bisa dikatakan sudah siap walaupun belum maksimum tapi kemampuan material pendukung itu yang masih sulit kalau bicara impor," kata Mose.

Sebelum melangkah ke sana PT Pindad juga telah berkontribusi dalam mengurangi pencemaran polusi udara akibat emisi. Untuk itu mesin diesel yang kebanyakan menyuplai tenaga kendaraan tempur sudah dapat mengkonsumsi bahan bakar seperti B20.

"Kemarin kita coba B20 sudah untuk kendaraan Komodo yang kita lagi uji coba. Next kalau ini bagus kenapa nggak kita naik lagi B50. Sejauh ini kita masih pantau dari filter dan lain bagaimana efek dari penggunaan B20 itu," tutupnya.

 Bisa Bikin Kendaraan Tempur dalam 2 Hari 

Kendaraan tempur buatan Pindad. Foto: Dikhy SasraBerbeda dengan produksi kendaraan penumpang, produksi kendaraan tempur bisa dikatakan memiliki urgensi yang lebih tinggi. Oleh karena itu masa pembuatannya pun mampu digeber dalam kondisi tertentu.

PT Pindad (Persero) sebagai manufaktur kendaraan tempur di Indonesia memiliki kemampuan membuat satu unit kendaraan tempur dalam waktu 2 hari saja. Waktu tersebut dapat dicapai karena kemampuan para ahli yang sudah cukup lama berkecimpung serta bantuan teknologi canggih lainnya.

"Rata-rata kalau dengan kapasitas per tahun satu unit kita bisa dua hari. Karena pemahaman itu sudah cukup lama. Kemampuan itu sudah ada dari mesin dan skill," ungkap Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose saat ditemui detikcom di Bandung, Jawa Barat.

Namun hal itu dapat dicapai ketika material pendukung dalam keadaan tersedia semua. Untuk saat ini masih ada beberapa komponen penting yang perlu diimpor supaya produksi dapat berjalan. Biasanya komponen tersebut dapat sampai dalam kurun waktu 4-6 bulan.

"Yang jadi kendala adalah material impor, waktu untuk pengadaan material bisa 4 sampai 6 bulan jadi kita harus order duluan sebelum mendapatkan kontrak," jelas Mose.

Terlepas dari hal tersebut pabrik Pindad sendiri memiliki kapasitas produksi yang cukup tinggi sebagai sebuah kendaraan tempur lengkap dengan senjatanya. Dalam satu tahun pabriknya mampu melahirkan 100 kendaraan tempur baru yang siap beroperasi.

"Kapasitas produksi sudah 90-100 unit per tahun tapi itu tergantung bagaimana kita melakukan paralel atau serial produksi misal satu tahun itu ada order untuk Badak atau Komodo dan lainnya tentu akan dilihat bagaimana serial produknya," tukas Mose.

 ♖ detik  

Marinir Indonesia dan Amerika Serang Kampung yang Dikuasai Musuh

Latihan Bersama Platoon Exchange (Platex) 2019.https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2019/08/19/81705de5-cf4d-4086-b23d-5d162d777c9a_169.jpeg?w=780&q=90Latihan bersama Marinir TNI AL dan Amerika Serikat (USMC)[Foto: Istimewa ]

Marinir TNI AL dan Amerika Serikat (USMC) menyerang perkampungan di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Aksi itu merupakan latihan menyerang musuh yang melakukan intimidasi terhadap warga.

Penyerangan tersebut merupakan bagian dari Latihan Bersama Platoon Exchange (Platex) 2019. Dalam latihan tersebut, Marinir dua negara menemukan tempat persembunyian musuh. Sebanyak 2 peleton yang dipimpin Komandan Peleton Lettu Mar Irsyadul dan Lettu USMC Clark untuk melaksanakan patroli penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, tempat persembunyian musuh berada di sebuah ketinggian dan di perkampungan yang berada di tengah hutan. Kemudian Komandan Kompi Latihan Lettu Mar Presly menurunkan dua peleton untuk menangkap musuh di tempat persembunyiannya.

Marinir Indonesia dan Amerika Serang Kampung yang Dikuasai MusuhMarinir Indonesia dan Amerika Serang Kampung yang Dikuasai Musuh [Foto: Ardian Fanani]

Yakni dengan menggunakan teknik serangan untuk musuh yang berada di ketinggian dan Close Quarter Battle (CQB). Atau pertempuran jarak dekat untuk musuh yang berada di sebuah rumah di perkampungan.

"Latihan kami ini kita sebut sebagai latihan patroli penyelidik, serangan, dan CQB yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi Marinir kedua negara dalam hubungan Peleton," ujar Mayor Marinir Eko Budi Prasetyo selaku Komandan Satgas Latma Platex 2019, Senin (19/8/2019).

Marinir Indonesia dan Amerika Serang Kampung yang Dikuasai MusuhMarinir Indonesia dan Amerika Serang Kampung yang Dikuasai Musuh [Foto: Ardian Fanani]

Patroli penyelidik, serangan dan CQB tersebut, kata Mayor Marinir Eko Budi, dilaksanakan dalam rangka untuk mengasah naluri tempur Marinir kedua negara. Mereka dihadapkan dengan medan perbukitan dan perkampungan.

"Selain itu juga untuk meningkatkan profesionalisme Komandan Peleton dalam memanuverkan prajuritnya," tambahnya.

Latma Platoon Exchange tahun 2019 akan berlangsung hingga 27 Agustus 2019. Selain tiga materi itu, dilatihkan beberapa materi lain seperti Tembak Tempur Offensive (TTO), Tembak Tempur Defensive (TTS), GMUK, Serangan, Patroli Tempur dan Jungle Survival. (sun/bdh)

 ♖ detik  

Marinir Indonesia dan Amerika Kejar Musuh di Hutan Selogiri Banyuwangi

Latihan Bersama Platoon Exchange (Platex) 2019https://2.bp.blogspot.com/-9CqKnERMOs8/WyhfAGV_9PI/AAAAAAAALSE/Uid8mSlbz1ItZo6Zp4Y11_v_INgyT4RzwCPcBGAYYCw/s1600/26300010_Raider.pngLatihan bersama Marinir TNI AL dan Amerika Serikat (USMC) [Foto: Istimewa]

Latihan Bersama Platoon Exchange (Platex) 2019 bergeser ke Hutan Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Marinir TNI AL dan Amerika Serikat (USMC) bergabung dalam latihan pengejaran musuh.

Pengejaran dengan menggunakan taktik Patroli Tempur tersebut dipimpin Komandan Kompi Latihan Lettu Mar Presly. Yakni dengan mengerahkan dua Peleton yang dipimpin Komandan Peleton Lettu Mar Irsyadul dan Lettu USMC Clark.

Masing-masing grup berisikan 25 personel. Mereka terdiri dari prajurit Marinir Indonesia dan Amerika Serikat yang saling bergantian mengejar musuh di dalam hutan. Mereka sangat berhati-hati melangkah dan mencari jejak musuh yang berlari ke dalam bukit dan semak hutan. Begitu terlihat, mereka langsung melumpuhkan musuh.

Kegiatan dipantau langsung Komandan Satgas Latma Platex 2019 Mayor Marinir Eko Budi Prasetyo. Kemudian tampak pula Perwira Interpreter Mayor Marinir Anton Waris Kuncoro, Pasiops Yonif 3 Mar Mayor Marinir Iskandar Muda Tanjung dan Kapten USMC Alfarado.

Pengejaran musuh merupakan salah satu materi yang dilatihkan dalam Latihan Bersama Platoon Exchange (Platex) 2019. Tujuannya untuk meningkatkan kerjasama dan komunikasi Marinir kedua Negara dalam hubungan peleton.

"Patroli tempur ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengasah naluri tempur Marinir kedua negara dihadapkan dengan medan hutan lebat dan berbukit, selain itu juga untuk meningkatkan profesionalisme Komandan Peleton dalam memanuverkan prajuritnya," ujar Mayor Marinir Eko Budi Prasetyo, Jumat (16/8/2019).

Latma Platoon Exchange tahun 2019 akan berlangsung hingga 27 Agustus 2019. Selain Patroli Tempur, juga dilatihkan beberapa materi lainnya. Di antaranya Tembak Tempur Offensive (TTO), Tembak Tempur Defensive (TTS), GMUK, Serangan, pertempuran jarak dekat dan jungle survival.

"Selain berlatih perang, besok pagi tanggal 17 Agustus 2019, Marinir kedua Negara juga akan melaksanakan berbagai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di daerah latihan Hutan Selogiri," pungkasnya.

Latma Platex 2019 di hutan Selogiri Banyuwangi diikuti 168 prajurit Marinir Amerika Serikat dan Indonesia. Dengan rincian 81 prajurit sebagai pendukung, 60 prajurit Korps Marinir TNI AL sebagai pelaku dan 27 prajurit USMC. (sun/bdh)

 ♖ detik  

Minggu, 18 Agustus 2019

Heli Apache AH-64E di Kartika Yudha 2019

Lantacab TNI ADHelikopter AH64E TNI AD

Helikopter canggih yang baru dimiliki TNI AD, Apache AH-64E, disertakan dalam Latihan Antar Kecabangan (Latancab) TNI AD Kartika Yudha 2019, memamerkan kemampuannya di hadapan Komandan Kodiklatad Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos dan Wadanjen USARPAC (United States Army Pacific) Mayjen John P. “Pete” Johnson.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Dijelaskan Kadispenad bahwa dalam Latancab Kartika Yudha 2019 ini, Helikopter Apache yang baru didatangkan dari Amerika itu sengaja disertakan untuk mengetahui sejauh mana bisa dioperasionalkan guna mendukung tugas TNI AD.

Selain dua unit Helikopter Apache, kali ini Penerbad juga mengerahkan dua unit helikopter Serang BO 105, dua unit Helikopter Serang AS 550 Fennec, dan lima unit Helikopter Bell 412 EP,” ungkap Candra.

Pada sesi latihan materi serangan yang dilaksanakan secara parsial hari ini, (15/8/2019), kegiatan menembak h/Helikopter Apache dan beberapa Alutsista lainnya telah dilaksanakan dengan aman dan lancar,” ujar Candra.

Termasuk saat menembak, disaksikan langsung oleh Komandan Kodiklatad selaku Komandan Latihan Latancab, dan Wadanjen USARPAC selaku Tim Peninjau dari US Army serta para Komandan Pusat Kesenjataan TNI AD,” imbuhnya.

Ditambahkan Candra bahwa dua unit Helikopter Apache yang dikerahkan dalam Latancab merupakan bagian dari delapan unit Apache milik TNI AD yang berada di Skuadron 11/Serbu, Semarang.

Puncak Latihan yang melibatkan sekitar 5.000 pelaku, penyelenggara, dan pendukung, serta ratusan Alutsista dari berbagai kecabangan ini, akan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2019 mendatang dan akan disaksikan secara langsung oleh Panglima TNI (Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip), Kasad (Jenderal TNI Andika Perkasa), Pangkostrad, Dankodiklatad, serta Pangkotama, Dan/Kabalakpus dan para petinggi TNI/TNI AD lainnya,” tegasnya.

Apache AH-64E buatan Amerika Serikat ini, lanjut Candra, merupakan tipe tercanggih dari Helikopter Apache.

Selain memiliki kecepatan yang dapat mencapai 370 km/jam, juga dapat dioperasikan dalam berbagai kondisi medan maupun cuaca,” jelasnya.

Candra pun menyebutkan, AH-64E ini menggunakan sistem avionics terbaru, juga memiliki Modernized Target Acquisition and Designation System (MTADS).

Lebih lanjut Candra mengatakan bahwa Pilot Apache AH-64E dapat mengarahkan senjata M230 melalui perangkat sensor yang ada pada helmnya.

Jadi tanpa harus merubah arah atau posisi. Helikopter yang juga dilengkapi peluru kendali Hellfire, roket Hydra 70 dan senjata Canon 30 mm serta fitur khusus penunjang misi tempur , penginderaan siang dan malam hari,” terangnya.

Pilot tidak perlu menghitung jarak dan angin karena sudah dihitung oleh weapon processor” pungkasnya. (Pen/Red)

   Pena Negeri  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...