Selasa, 06 Oktober 2026

KSAU Ungkap J10 Akan Tiba

  Enam Bulan Lagi Jet Tempur J-10 Tiba di Indonesia Pesawat J10 C  (DSA)

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohammad Tonny Harjono meminta publik bersabar menunggu terkait kedatangan jet tempur Chengdu J-10 asal China. "Tunggu saja," kata Tonny sembari tersenyum kepada Republika di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026)..

Informasi yang didapatkan Republika, jet tempur berjuluk Vigorous Dragon ini bakal tiba di Tanah Air enam bulan dari sekarang. Hanya saja, jumlah unit yang tiba pertama kali ke Indonesia tahun depan, masih belum diketahui..

Di tempat yang sama, anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendukung langkah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI membeli jet tempur J-10. Dia menganggap, pembelian jet tempur generasi 4,5 dari China bisa untuk memperkuat pertahanan NKRI..

"Kita juga melihat kondisi global, ancaman, kita lihat di Asia Tenggara saja masih ada konflik, negara-negara sesama ASEAN, jadi untuk kita itu memiliki peralatan tempur yang mumpuni dan sanggup mengintersep ancaman-ancaman tersebut," kata Dave..

Menurut dia, Komisi I DPR juga tidak mempermasalahkan ketika akhirnya pemerintah RI memilih alutsista dari China. Bagi Dave, kualitas alutsista dari negara Barat maupun China sekarang sama saja. "Tidak masalah, tidak masalah, selama supplay chain-nya, pelatihannya, supporting unitnya mencukupi tidak masalah," ucap Dave.

  ★  Republika  
 

Senin, 05 Oktober 2026

HUT ke-81 TNI, Modernisasi Alutsista Perkuat Pertahanan Indonesia

   12 Ranpur Amfibi AAV7-M35 batch 1 telah berganti warna, sesuai warna kamuflase terbaru marinir  (Tribunnews)

Penguatan pertahanan nasional terus dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dilakukan di berbagai matra.

Mulai dari penguatan kekuatan laut dan udara hingga peningkatan kemampuan kendaraan tempur Korps Marinir.

Sejumlah alutsista yang menjadi bagian dari penguatan tersebut antara lain KRI Sriwijaya-100, kapal selam Scorpène, kendaraan tempur amfibi AAV M-35, hingga pesawat tempur Rafale.

Peringatan HUT ke-81 TNI pada tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Penambahan dan modernisasi alutsista tersebut diarahkan untuk mendukung kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat kemampuan dalam membantu masyarakat melalui berbagai operasi selain perang.

Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Pembaruan kekuatan pertahanan diarahkan untuk mendukung kesiapan menjaga kedaulatan sekaligus memperluas kemampuan TNI membantu masyarakat.

Di sektor udara, Indonesia memesan 42 pesawat tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis. Enam unit telah diterima TNI AU, terdiri atas tiga pesawat yang tiba pada awal 2026 dan tiga lainnya pada Mei 2026.

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan sebanyak 18 Rafale berikutnya akan datang bertahap mulai 2027 hingga 2029.

“Tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 (unit pesawat) secara bertahap. Secara bertahap, sampai dengan diperkirakan pada tahun 2029,” kata Tedi, Minggu (4/10/2026).

Tedi memastikan fasilitas pendukung pengoperasian dan perawatan Rafale telah disiapkan. Pengoperasian pesawat tersebut di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, disebut berjalan baik.

Pengguatan pertahanan juga menyasar kemampuan produksi dalam negeri. Dua kapal selam Scorpène dibangun di galangan PT PAL Indonesia melalui kerja sama dengan Naval Group.

Transfer teknologi dalam program tersebut mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Di laut, KRI Sriwijaya-100 menambah kekuatan sebagai kapal induk pertama TNI AL.

Korps Marinir juga menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 dari rencana pengadaan 35 unit.

Rangkaian pengadaan tersebut memperlihatkan pembaruan kekuatan TNI pada berbagai matra.

Penguatan industri nasional turut menjadi bagian dari pembangunan pertahanan dalam periode pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kesiapan alutsista dan personel menjadi penopang pelaksanaan tugas pertahanan serta kemanusiaan.

Di tengah modernisasi itu, peringatan HUT TNI disiapkan secara sederhana. Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI sekaligus Ketua Panitia Acara Doa Bersama Brigjen TNI Chandra Adibrata mengatakan acara puncak berupa upacara tanpa parade alutsista.

Menurut Chandra, sebagian besar pasukan masih bertugas di daerah, termasuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta evakuasi korban Kapal Virgo.

Kebutuhan dukungan prajurit di lapangan menjadi pertimbangan penyelenggaraan peringatan tahun ini.

“Jadi kita banyak melaksanakan kegiatan membantu perbantuan ke SAR dan lain-lain. Jadi makanya kita laksanakan lebih sederhana untuk tahun ini,” katanya. .

  ♞
 SINDOnews   

Minggu, 04 Oktober 2026

BIJB Kertajati Mulai Disiapkan Jadi Kawasan Industri Pertahanan dan Kedirgantaraan

 🛩 👷 Bandara Kertajati (BIJB Kertajati)

Pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati jangan langsung berorientasi pada aspek komersial.

Yang terpenting saat ini, menciptakan aktivitas dan keramaian di kawasan bandara, melalui pengembangan industri strategis pertahanan dan kedirgantaraan.

”Yang penting ramai dulu,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, seusai pertemuan dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka, Minggu 4 Oktober 2026.

Sebelumnya, Gubernur dan pihak Kemenhan telah melakukan pertemuan pada Kamis 1 Oktober 2026 lalu, guna membahas rencana kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat industri strategis pertahanan dalam negeri.

Dedi mengatakan, pertemuan dengan Kemhan kali ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang sebelumnya dilakukan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Menurut dia, pengelolaan aset negara pada prinsipnya me­rupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam satu kesatuan.

Namun, setiap institusi tetap memiliki tanggung jawab administratif, pencatatan aset, serta kewajiban dan piutang yang berbeda.

Ia menyebut, kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati selanjutnya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara pihak-pihak terkait.

Dedi menegaskan, pada tahap awal pengembangan BIJB Kertajati, pemerintah tidak perlu terburu-buru memikirkan aspek komersial.

Fokus pertama adalah menghadirkan berbagai aktivitas industri yang dapat menghidupkan kawasan bandara.

”Tahap pertama kita, berpikir PTDI (PT Dirgantara Indonesia) ada di sini, kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” tuturnya.

Menurut Dedi, apabila berbagai industri dan aktivitas pendukung kedirgantaraan mulai terkonsentrasi di BIJB Kertajati, secara bertahap akan terbentuk ekosistem perdaagangan di kawasan tersebut.

”Kalau semuanya serba ada di BIJB Kertajati, pada akhirnya akan tumbuh siklus perdagangan, khususnya menyangkut aspek kedirgantaraan,” katanya.

Ia menilai aktivitas tersebut tidak akan hanya melibatkan pelaku usaha lokal.

Pergerakan barang, jasa, dan kebutuhan industri, juga akan berkembang lintas daerah hingga antarnegara.

 Persiapan

Sementara itu, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari mengatakan, berbagai langkah persiapan kerja sama tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif.

Yusuf mengatakan, dalam waktu dekat sejumlah kegiaatan dan fasilitas pertahanan akan mulai diarahkan ke BIJB Kertajati.

Salah satunya, pemindahan sekolah penerbang Angkatan Udara beserta mesnya di Sukani.

Selain itu, kata dia, rencana pemindahan Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma ke BIJB Kertajati juga tengah dipersiapkan.

PTDI beserta perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan PTDI juga akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.

”Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan,” kata Yusuf.

Dengan masuknya berbagai aktivitas industri kedirgantaraan dan pertahanan tersebut, kata dia, BIJB Kertajati diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bandara, tetapi juga berkembang menjadi kawasan industri strategis yang memiliki ekosistem pendukung dan aktivitas ekonomi secara bertahap.*** .

  🛩 Pikiran Rakyat  

Sabtu, 03 Oktober 2026

Belanda Tertarik Perang Hutan

 Kirim Instruktur Belajar ke MarinirPrajurit Marinir Indonesia bersama Marinir AS mengikuti latihan perang hutan di Hutan Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (13/6/2021). (HO-Dispen Kormar, Serma Mar Kuwadi)

Korps Marinir TNI AL bakal kedatangan rombongan instruktur militer asal Belanda. Para prajurit Negeri Kincir Angin tersebut sengaja datang untuk berguru teknik bertahan hidup di hutan (jungle survival) dan taktik perang hutan (jungle warfare) milik Marinir Indonesia.

Rencana pengiriman instruktur tempur ini muncul saat Atase Pertahanan Kerajaan Belanda Kolonel Hans van Reenen menemui Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Endi Supardi di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana membenarkan rencana kedatangan tim pelatih militer dari Belanda tersebut.

“Dua hingga tiga instruktur jungle training dari Marinir Belanda dijadwalkan datang untuk mempelajari secara langsung kemampuan jungle survival dan perang hutan yang menjadi keunggulan Korps Marinir kita,” kata Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (3/10).

Selain mengirim instruktur, Belanda dan Marinir TNI AL berencana membentuk wadah diskusi khusus antarsatuan bernama Marines-to-Marines Talk. Forum ini disiapkan untuk memperlancar pertukaran perwira, kunjungan pimpinan, hingga latihan bersama antarkorps.

Di luar agenda militer, delegasi Belanda juga berencana memboyong pasukannya untuk ikut ajang jalan santai lintas budaya Jogja International Heritage Walk di Yogyakarta untuk mempererat hubungan antarprajurit.

  💂  IDM  

Jumat, 02 Oktober 2026

Prajurit TNI AL dan Italian Navy Asah Kemampuan Penyelamatan Kapal Selam

   🤝 Di Teluk Taranto Italia Latihan penyelamatan kapal selam (Dispenal)

Prajurit TNI AL bersama Angkatan Laut Italia IT-SMEREX 2025 mengasah kemampuan dengan melaksanakan latihan penyelamatan kapal selam di Teluk Taranto Italia.

Kegiatan tersebut digelar pada 22 September hingga 26 September 2025 di Teluk Taranto Italia.

TNI AL mengirimkan perwakilan delegasi sebagai observer Perwira Koarmada II Letkol Laut (P) Nanang Muslikin dan Perwira Koopskasel Koarmada RI Letkol Laut (P) Hendra Siregar.

Latihan bersama yang diikuti oleh perwakilan dari negara Indonesia, Argentina, Peru, Malaysia, USA, Belanda, Bulgaria, Maroko, Polandia, Qatar, Yunani, Pakistan, UEA, Oman, Portugal dan Mesir.

Latihan ini sebagai observer dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kerja sama antara negara-negara operator kapal selam dalam menghadapi situasi kedaruratan kapal selam (distressed submarine), dimana kapal selam mengalami permasalahan teknis sehingga gagal timbul ke permukaan dan harus diselamatkan oleh para penyelamat.

Dalam latihan IT-SMEREX 2025 dilaksanakan skenario latihan mulai tahap pencarian, penyelamatan dan escape oleh crew kapal termasuk pengerahan Submarine Parachute Assistance Group (SPAG) team dari The DISSUB Support Group (DSG) Royal Navy dan medical hiperbarik dari Italian Navy.

Latihan ini juga melibatkan penggunaan aset SAR dari negara Turki, Yunani dan UK, teknologi canggih ROV, ADS, Diving Belt, serta adanya asistensi dari ISMERLO.

Kegiatan latihan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kesepahaman dan kerja sama antara awak kapal selam khususnya dan secara umum Angkatan Laut negara sahabat, dalam menjalankan operasi pencarian serta penyelamatan kapal selam di level internasional.

Hal ini selaras dengan arahan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Oryza)

   👷  Indonesia Maritime News   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...