Senin, 30 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi Taklukkan Dua Samudra

 ⚓️ Ditempuh dalam 44 hari, pertama dalam 30 tahun MPCS KRI PSL 321. (Ficantieri)

Samudra Atlantik Utara dan hantaman gelombang Tanjung Harapan menjadi saksi bisu ketangguhan KRI Prabu Siliwangi-321. Kapal perang ini mengukir sejarah sebagai unit TNI AL pertama dalam tiga dekade terakhir yang berlayar melintasi Benua Afrika melalui Cape Town, Afrika Selatan.

Misi pelayaran lintas samudra selama 44 hari dari Italia ini bukan sekadar perpindahan unit. Rute sejauh ribuan mil laut ini sengaja dipilih untuk menguji durabilitas mesin dan mental prajurit melalui jalur yang dikenal sebagai salah satu titik laut paling ganas di dunia.

 Terjang Ombak 6 Meter di Titik Temu Dua Samudra

Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja, menceritakan pengalaman saat kapal berhadapan dengan alam di Cape Town. Wilayah ini merupakan pertemuan arus Samudra Atlantik dan Samudra Hindia dengan karakter ombak yang tak terduga.

Kondisi ombak berubah-ubah dengan ketinggian mencapai di atas 5 sampai 6 meter. Ini menguji apakah ketangguhan teknologi kapal ini mampu bertahan dalam cuaca buruk yang jarang ada di Indonesia,” cerita Kurniawan saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).

Hasilnya, kapal jenis Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) ini tetap stabil menjinakkan gelombang ekstrem tersebut. Pilihan rute jauh ini juga menjadi strategi jitu untuk menghindari risiko keamanan di Laut Merah yang sedang memanas, meski harus memutar jauh lewat Maroko, Nigeria, hingga Mauritius.

 Bisa Angkut 2 Helikopter, Solusi Kirim Bantuan Bencana

Selain ketahanan lambung dan persenjataan meriam 127mm, KRI Prabu Siliwangi-321 membawa kemampuan yang krusial bagi kondisi geografis Indonesia, yakni dukungan logistik skala besar. Kapal sepanjang 143 meter ini dirancang multifungsi untuk misi kemanusiaan.

Kemarin kejadian bencana beberapa kali kita kesulitan mengirim bantuan. Kapal ini memiliki kemampuan pengangkutan logistik yang cukup besar, termasuk sanggup membawa dua helikopter ukuran di atas Sea Panther,” jelas Kurniawan.

Tak hanya itu, kapal ini dilengkapi unit sea rider yang bisa diluncurkan langsung dari buritan untuk mempercepat pengiriman bantuan di area terpencil. Kemampuan ini menjadi nilai tambah strategis bagi TNI AL dalam mendukung penanggulangan bencana nasional di masa depan.

 Misi Diplomasi di Jalur ‘Baru

Selama pelayaran, KRI Prabu Siliwangi juga menjalankan misi diplomatik di wilayah Afrika yang selama ini jarang terjangkau armada Indonesia. Persinggahan di sejumlah negara menjadi wahana mengenalkan profil kekuatan maritim Indonesia di kancah global melalui diplomatic reception.

Kini, dengan jam terbang menaklukkan Samudra Atlantik di pundaknya, KRI Prabu Siliwangi-321 siap memperkuat Satuan Kapal Eskorta (Satkor) di bawah Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur. Kapal yang tiba lebih cepat dari prediksi awal ini akan segera menjalani latihan tempur untuk menguji seluruh sistem sensor dan persenjataannya secara optimal. (at)

  ⚓️  IDM  

[Teror] Pasukan Perdamaian TNI Gugur Akibat Serangan di Lebanon

  🛡

Seorang anggota TNI yang menjadi pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon tewas akibat serangan. Selain itu ada anggota TNI lainnya terluka akibat serangan tersebut.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," demikian keterangan Sekjen PBB António Guterres lewat akun X-nya, Senin (30/3/2026).

Dia menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Guterres juga berharap penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya.

"Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ujarnya.

Dia menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya seorang penjaga perdamaian Indonesia dan tiga orang lainnya cedera. Para anggota TNI mengalami serangan pada Minggu (29/3) kemarin.

"Setelah tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026, di tengah laporan permusuhan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," kata Kemlu di akun @Kemlu_RI.

Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Kemlu menyampaikan penghormatan tertinggi kami kepada penjaga perdamaian yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya untuk perdamaian dan keamanan internasional.

  🛡 detik  

Minggu, 29 Maret 2026

Jet Tempur KAAN dari Turki Mulai Dikirim ke Indonesia Pada Tahun 2032

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)

CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/Tusas) Mehmet Demiroglu membagikan informasi terkini secara detail proyek jet tempur KAAN dan drone Anka-3.

Dalam wawancara eksklusif dengan Oxu.Az, Demiroglu membagikan proses desain, produksi, pengujian, dan integrasi platform jet tempur generasi kelima dan drone generasi keenam Turki itu.

"Tujuan kami adalah untuk mengirimkan KAAN ke Angkatan Udara kami pada tahun 2028. Dengan mesin produksi dalam negeri kami, kami akan mulai mengirimkan KAAN ke Angkatan Udara kami dan Indonesia mulai tahun 2032 dan seterusnya," kata Demiroglu.

Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI meneken kontrak pembelian 48 unit jet KAAN dari TAI di sela pameran IDEF, Istanbul pertengahan 2025. Nilai proyek itu sebesar 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251 triliun.

Demiroglu pun menyoroti baik keunggulan strategis yang akan diberikan TAI kepada Angkatan Udara Turki maupun target ekspornya. Demiroglu menyatakan, penerbangan prototipe untuk KAAN telah selesai.

"Penerbangan prototipe kami telah menyelesaikan tiga dari lima fase yang direncanakan, dan pengujian prototipe akan dimulai pada tahun 2026," ujar Demiroglu.

Dia menyatakan, pekerjaan sedang berlangsung untuk integrasi mesin turbofan domestik untuk pesawat tersebut. Demiroglu mengungkapkan, integrasi mesin penuh ditargetkan sekitar tahun 2032.

Saat ini, TAI yang menggunakan mesin General Electric F110 sebagai penggerak jet tempur KAAN. Mereka pun sedang membuat mesin dalam negeri TF35000 untuk digunakan dalam jet tempur tersebut.

Demiroglu menyampaikan, TAI berharap datang lebih 300 pesanan jet tempur untuk pasar internasional. Dia juga mengungkapkan, Turki sedang negosiasi dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Demiroglu menambahkan, KAAN sedang dipersiapkan untuk ekspor sekaligus meningkatkan kekuatan udara Turki.

"Uji coba UAV Anka-3 berjalan sesuai rencana," katanya. Anka-3 menonjol sebagai platform UAV berteknologi canggih yang dikembangkan oleh TAI, dan ditargetkan mulai dikirim ke pemesan tahun ini.

Adapun Anka-3 dilengkapi dengan kemampuan yang dapat digunakan dalam misi pengintaian, pengawasan, peperangan elektronik, dan serangan. Visibilitas radar rendah dan kapasitas integrasi sistem pesawat sedang dikembangkan agar dapat berkinerja dalam misi nasional dan internasional.

"Strategi nasionalisasi berjalan dengan fokus teknologi," jelas Demiroglu. Dia melanjutkan, peningkatan tingkat produksi dalam negeri dalam proyek-proyek merupakan tujuan mendasar, dan itu bukan hanya indikator numerik, tetapi juga berarti kapasitas teknologi yang berkelanjutan dan kemampuan produksi yang mandiri.

Demiroglu mengatakan, "TAI adalah salah satu dari sedikit organisasi yang mengembangkan sistem pesawat sayap tetap, helikopter, dan UAV di bawah satu atap."

   Republika  

Sabtu, 28 Maret 2026

Pesawat Airbus A400M (A-4002) Sudah Mendarat di Lanud Halim

  Menempuh rute memutar menghindari perang Pesawat A 400M A-4002 TNI AU (Fanz Fighters) 

Setelah menempuh rute panjang memutar demi menghindari perang di kawasan Teluk, pesawat Airbus A400M Atlas akhirnya tiba di Indonesia. Pesawat Airbus A400M kedua pesanan Kementerian Pertahanan RI sudah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (28/3/2026) sore WIB.

Pesawat transport dengan nomor registrasi A-4002 tersebut menempuh rute Sevilla di Spanyol ke St John di Kanada. Berikutnya pesawat terbang dan transit di Jepang. Kemudian, pesawat kedua TNI AU ini menyambang Lanud Johannes Abraham Dimara di Merauke, dan mampir di Lanud Anang Bursa (Tarakan), sebelum menuju tujuan terakhir di Jakarta.

Hal itu berbeda dengan penerbangan Airbus A400M (A-4001) yang menempuh rute dari Sevilla transit di Dubai (Uni Emirat Arab), dan Lanud Soewondo, Medan. Kedua pesawat A400M tersebut akan bergabung sebagai armada di Skadron Udara (Skadud) 31 Lanud Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebelumnya, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait memastikan kedatangan pesawat Airbus A400M dalam waktu tidak lama lagi. "Airbus A400 yang kedua akan tiba di akhir bulan Maret ini," ucap Rico singkat kepada Republika di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Adapun Kemenhan menandatangani kontrak pemesanan dua pesawat Airbus A400M Atlas untuk TNI AU dalam konfigurasi multirole tanker dan transport. Kontrak yang disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tersebut ditandatangani di sela Dubai Airshow 2021.

Setelah itu, Kemenhan juga meneken Letter of Intent (LoI) untuk akuisisi empat A400M pada masa mendatang. Airbus A400M adalah pesawat multiperan yang dapat meningkatkan kemampuan taktis udara ke udara TNI AU.

Menhan Prabowo menjelaskan, pesawat angkut itu memainkan peran kunci dalam misi utama lainnya termasuk terjun payung dan transportasi kargo berat. "Selain kemampuan taktis dan udara ke udara, A400M akan menjadi aset nasional dan berperan penting untuk misi bantuan manusia dan tanggap bencana," kata Prabowo kala itu. (ISDS).

 ✈️ 
Republika 

TNI AL Bakal Memastikan Penggunaan Drone untuk Jaga Selat Strategis

 ⚓️ Lebih efisien KRI BPD 322, Frigate pertama dan drone kapal selam produksi PT PAL (FMI fb)

TNI AL mulai mengalihkan fokus pengamanan laut dengan memanfaatkan teknologi robotik. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan penggunaan pesawat dan kapal tanpa awak (drone) bakal menjadi kunci efisiensi dalam menjaga wilayah perairan Indonesia yang sangat luas.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemenuhan jumlah alutsista ideal di tanah air.
Ali mengamini bahwa Indonesia sebenarnya membutuhkan hingga 300 kapal perang untuk mengawal wilayah dari Aceh hingga Papua.

Kebutuhan 300 kapal itu betul, tapi kita tidak membutuhkan semuanya fregat (kapal tempur besar). Yang kita butuhkan justru banyak kapal-kapal patroli dan kapal kecil untuk menjaga selat-selat serta kawasan pesisir (litoral),” ujar Ali di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).

 Andalkan Teknologi Tanpa Awak

Ali memproyeksikan penggunaan sistem tanpa awak (unmanned system) secara masif sebagai solusi cerdas di masa depan. Menurutnya, teknologi drone jauh lebih efektif dan hemat biaya untuk mengawasi celah-celah laut strategis dibanding hanya mengandalkan kapal berawak.

Kita butuh lebih banyak unmanned system. Drone ini sangat efektif dan efisien untuk menjaga perairan kita yang sangat luas karena lebih hemat dalam penggunaan operasional,” jelasnya.

TNI AL membidik tiga jenis armada robotik sekaligus untuk memperkuat pengawasan, seperti kapal tanpa awak (USV) yaitu robot yang bergerak di atas permukaan air untuk patroli.

Kemudian, pesawat tanpa awak (UAV) atau drone udara untuk pengintaian dari langit. Lalu, robot bawah laut (UUV) merupakan perangkat robotik yang beroperasi di bawah air untuk mendeteksi ancaman kapal selam atau ranjau.

 Dorong Produksi Dalam Negeri

Ali menaruh harapan besar agar seluruh perangkat teknologi tanpa awak tersebut lahir dari tangan anak bangsa. Ia mendorong industri pertahanan lokal untuk segera menguasai teknologi robotik laut dan udara ini.

Harapannya drone-drone ini sudah bisa kita buat di dalam negeri. Baik yang di permukaan, di udara, maupun di bawah laut, semuanya kalau bisa kita bangun sendiri,” tegas Ali.

Selain drone, Ali menyebut kapal-kapal patroli berukuran kecil memiliki peran vital di kawasan pesisir. Kapal jenis ini lebih lincah bermanuver di selat-selat padat dan perairan dangkal yang sulit dijangkau oleh kapal perang berukuran raksasa.

Kehadiran kapal patroli dan drone ini nantinya melengkapi keberadaan kapal-kapal tempur utama seperti KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320 yang baru saja memperkuat jajaran armada laut Indonesia. (at)

  👷 
IDM  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...