Selasa, 11 Desember 2018

15 Rhan 122B Produksi Pindad Di Ujicoba

Senin, 10 Roket R-Han 122Bhttps://2.bp.blogspot.com/-wy942KpRnDg/XA5_FwaskmI/AAAAAAAA-1Y/xkL-EyEdBR0cXiotQWyGsLI52y1MLBhUQCLcBGAs/s400/-_181210183014-941.jpgUjicoba Rhan 122 B [SukabumiUpdate]

Uji coba peluncuran Roket R-Han 122B kembali dilakulan dari wilayah pantai Kampung Citarate, Desa Cirendeu, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Seperti hari pertama, sasaran tembang uji coba roket tersebut adalah area Rahlat Kostrad di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Bondan Tiara, mengatakan rangkaian uji coba Roket R-Han 122B berjalan sukses. Sebagian besar roket mendarat tepat di titik sasaran.

"Hasilnya bagus, tadi kita nembakin 10 buah. Kita bisa maju terus," ujar Bondan Tiara kepada sukabumiupdate.com. Senin (10/12/2018).

Bondan tidak memungkiri terdapat kendala selama uji coba roket. Namun uji coba berhasil dilakukan, tidak ada kendala yang signifikan mengganggu.

"Kendalanya selalu ada, disana kan medan lokasi sasarannya seperti itu. Kita disini menembakan, pas jatuhnya kedengaran suara ledakan tapi lokasi jatuhnya mesti mencari terlebih dahulu. Tapi itu biasa," bebernya.

Masih kata Bondan Tiara, pemilihan lokasi uji coba peluncuran roket dilakukan atas saran dari Marinir. "Alhamdulillah lancar semua hari ini. Bagus," pungkasnya.

 Minggu : 5 Roket R-Han 122B 
Lima buah roket Roket R-Han 122B diluncurkan dari Muara Citarate Desa Cireundeu, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (9/12/2018).

Roket yang diluncurkan merupakan uji terbang roket R-Han 122B Tahap II tahun 2018 yang dilaksanakan Bataliyon Roket 1 Marinir menggunakan dua unit mobil peluncur roket. Adapun titik sasaran di Rahlat Kostrad, Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Roket pertama diluncurkan pukul 11.11 WIB dan berhasil meledak meluncur sasaran. Kemudian pada pukul 11.55 WIB, penembakan roket kedua berhasil meledak meluncur sasaran. Roket ketiga ditembakan pada pukul 13.17 WIB, dan berhasil meledak meluncur sasaran. Lalu roket keempat ditembakan pukul 13.39 WIB, berhasil meledak meluncur sasaran. Terakhir roket kelima, ditembakan Pukul 14.07 WIB yang berhasil meledak meluncur ke sasaran.

Roket diluncurkan dari bibir pantai Citarate, Desa Cirendeu, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Melintasi perairan Palabuhan Ratu menuju target sasaran di Komplek Daerah Latihan (Rahlat) Kostrad Cibenda, Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Pada hari kedua Senin (10/12/2018) pelaksanaan uji terbang, rencananya akan meluncurkan 10 roket R-Han 122B. Sebelum rencana uji coba ini, pihak terkait sudah memberikan himbauan kepada masyarakat dan nelayan.

"Para anggota TNI Angkatan laut juga muter ke tempat-tempat pelelangan ikan, perusahaan besar yang memiliki kapal-kapal juga dihimbau. Petugas-petugas pos angkatan laut melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Himbauannya kepada masyarakat jangan mendekat ke area uji coba roket tersebut, jarak uji coba sekitar 13 Mil," ujar Danposal Palabuhanratu Lettu Laut T. Ajat Sudrajat.

 ♖ Sukabumi update  

Senin, 10 Desember 2018

3 Korban Hilang Penembakan KKSB Ditemukan Selamat

Di Nduga, Papua https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2018/12/04/1de07585-ccd8-4fe3-b0e4-ef65a855fd3d_169.jpeg?w=780&q=90Jembatan lokasi penembakan pekerja Trans Papua (Foto: Istimewa/Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)

Tim gabungan TNI-Polri yang menyisir Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, menemukan 3 korban selamat dari penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya. Namun ketiga korban tersebut bukan karyawan PT Istaka Karya.

"Untuk kondisi ketiga pekerja tersebut sehat dan sementara masih berada di Pos Yigi," ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam keterangannya, Senin (10/12/2018).

Kamal menyebut ketiga korban itu atas nama Petrus Tondi, Toding Allo, dan Saputra. Ketiganya teridentifikasi sebagai pekerja balai desa.

"Tiga korban selamat tersebut bukan merupakan karyawan PT Istaka Karya," sebut Kamal.

Sementara itu, tim gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Yonif 751 dan Brimob masih melakukan pengejaran terhadap KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Puncak Kabo. Tim itu pula yang menemukan tiga korban selamat tersebut pada Minggu, 9 Desember kemarin.

KKSB itu sebelumnya menyandera pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua pada Sabtu, 1 Desember 2018 kemudian menembaki mereka pada Minggu, 2 Desember 2018. Para pekerja itu berasal dari PT Istaka Karya.

Informasi awal menyebutkan ada 31 korban tewas dari penembakan itu. Informasi itu kemudian berubah berdasar keterangan salah seorang korban selamat berinisial JA yang menyebutkan 19 orang tewas.

Selain itu, JA menambahkan, ada 6 orang yang berhasil melarikan diri termasuk dirinya. Menurut JA, dua orang di antara mereka yang melarikan diri itu terpisah dan nasibnya tidak diketahui.

Informasi JA itu serupa dengan yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Rabu, 5 Desember 2018. Tito menyebut 19 orang tewas dan seorang anggota TNI gugur.

Namun tim gabungan TNI-Polri hanya menemukan 16 korban tewas ketika mencapai titik lokasi para korban tersebut. Saat diidentifikasi, 16 korban tewas itu merupakan karyawan PT Istaka Karya, termasuk satu staf BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) Papua.

Kamal kemudian menyebut ada 28 orang, termasuk karyawan PT Istaka Karya, ada di lokasi pada saat peristiwa penembakan terjadi. Berdasar dari data itu, Kamal menyebut 7 orang ditemukan selamat dan 5 orang dinyatakan hilang. Lima orang yang hilang itu diketahui identitasnya sebagai karyawan PT Istaka Karya yaitu M Ali Akbar, Petrus Ramli, Hardi Ali, Simon Tandi, dan Riki Simanjuntak.

Kemudian pada Minggu, 9 Desember kemarin, tim gabungan TNI-Polri menemukan seorang korban tewas yang belum diketahui identitasnya. Selain itu, tim itu juga menemukan 3 korban selamat yang diketahui bukan karyawan PT Istaka Karya. (dhn/tor)

 ♖ detik  

Satgas Gabungan TNI-Polri Cari Korban Pembantaian OPM

Temukan Satu Jenazah Korban Pembantaian OPM Tim gabungan TNI -Polri kembali menemukan satu jenazah korban pembantaian oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (9/12/2018). [iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty]

Tim gabungan TNI-Polri kembali menemukan satu jenazah korban pembantaian oleh (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (9/12/2018). Korban ditemukan di dalam hutan sekitar 500m - 1 km dari posisi pembantaian di lereng bukit puncak Kabo.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menjelaskan, ciri-ciri umum jenazah, jenis kelamin laki-laki berambut panjang dan menggunakan celana panjang warna putih. Kondisi jenazah sudah mulai rusak atau membusuk.

Saat ini jenazah telah diangkut ke poros jalan Distrik Yigi-Mbua untuk dievakuasi ke Mbua melalui jalur darat. Selanjutnya kenazah korban rencana akan dievakuasi ke Wamena dengan jalur udara (helly),” kata Kapendam dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.

Satgas gabungan TNI- Polri akan terus melaksanakan pencarian sisa korban yang belum ditemukan. Sesuai data, masih tersisa dua orang jenazah yang belum ditemukan dan dua korban yang diduga masih hidup hingga sekarang belum diketahui nasibnya.

Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki Distrik Yigi dan Mbua. Situasi di Distrik Mbua pasca-penyerangan KKSB terhadap pos TNI di Mbua pada 3 Desember 2018, masyarakat sudah mulai berangsur kembali ke kampung dan kegiatan sosial serta roda ekonomi mulai berjalan kembali.

Sedangkan di Yigi situasi kampung masih sepi hanya beberapa warga yang bertahan di kampung sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan.

 5 Korban Dibawa OPM ke Pegunungan 
5 Korban Tewas Karyawan Istaka Karya Dibawa OPM ke PegununganPetugas gabungan TNIPolri terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). [iNewsTV/Chanry Andrew]

Petugas gabungan TNI–Polri terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka di Nduga. Selain itu, lima korban tewas yang merupakan karyawan PT Istaka Karya juga dikabarkan dibawa mereka ke pegunungan.

TNI-Polri di bawah pimpinan Pangdam dan Kapolda sedang fokus mencari lima orang yang diduga tewas akibat penembakan, yaitu lima pekerja karyawan Istaka Karya. Yang lain sudah dapat dievakuasi,” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal di Semarang, Minggu (9/12/2018).

Dia memastikan, TNI-Polri berkomitmen untuk mencari jenazah kelima korban hingga ketemu. Selain itu petugas juga akan terus mengejar KKB hingga ke tempat persembunyian terakhir untuk digiring ke meja hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari berbagai keterangan saksi yang masih hidup, lima orang diduga tewas itu memang dibawa ke pegunungan dan lain-lain. Kita akan cari sampai ketemu. Ini adalah tekad kami sebagai petugas negara,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, TNI-Polri telah mengevakuasi 16 jenazah korban pembantaian OPM di Distrik Yigi, Nduga. Semua jenazah itu telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing melalui Timika pada Jumat 7 Desember 2018.

Dari data kepolisian setempat, total 28 orang pekerja jembatan dari PT Istaka Karya mendapat kekerasan di Distrik Yigi, Nduga. Sebanyak 19 orang meninggal dunia, 17 telah ditemukan, tujuh orang selamat, dua jenazah belum ditemukan, dua orang diduga selamat dan masih dalam pencarian. Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja jembatan di Distrik Yigi.

 Terhambat Bukit dan Pegunungan 
Perburuan OPM di Papua Terhambat Bukit dan PegununganSatgas gabungan TNI-Polri terus melakukan perburuan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). [iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty]

Satgas gabungan TNI-Polri terus melakukan perburuan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sebelumnya petugas telah berhasil merebut Distrik Yigi dan Kabupaten Nduga dari kelompok tersebut.

Alhamdulillah TNI-Polri sangat profesional di bidang itu, kita dapat pukul mundur (KKB). Distrik Yigi dan Kabupaten Nduga sudah bisa kita kuasai,” kata Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol M Iqbal, di sela peresmian Klinik Kesehatan Pratama Akpol Semarang di Semarang, Minggu (9/12/2018).

Namun, Iqbal belum menjelaskan titik lokasi persembunyian KKB saat ini belum bisa pastikan, tapi yang jelas di bukit itu sudah clear. Tapi bisa saja di situ kan banyak bukit-bukit dan pegunungan-pegunungan,” terangnya.

Menurut dia, petugas gabungan selain mengejar KKB juga sekaligus mencari lima korban tewas yang tercatat sebagai karyawan PT Istaka Karya. Jasad mereka diduga dibawa KKB dalam pelariannya ke pegunungan-pegunungan.

Melakukan evakuasi korban kan tidak mudah. Kita merebut tempat kejadian perkara itu tidak mudah. Paralel dengan itu, TNI dan Polri akan mengejar sampai di manapun kelompok ini dan kita tangkap kita akan proses hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, dia mengatakan lima korban tewas yang merupakan karyawan PT Istaka Karya dikabarkan dibawa KKB ke pegunungan. Sementara korban tewas lainnya telah berhasil dievakuasi. “TNI-Polri di bawah pimpinan Pangdam dan Kapolda, sedang fokus mencari lima orang yang diduga tewas akibat penembakan. Yaitu lima karyawan Istaka Karya, yang lain sudah dapat dievakuasi,” pungkasnya. (wib)

  SINDOnews  

Minggu, 09 Desember 2018

Roket Buatan Pindad Akan Diuji Coba

Di Banten Ujicoba roket Pindad dengan MLRS Marinir 

Uji coba roket produk roket bernomor R-Han 122B buatan PT Pindad (Persero) rencana awal roket tersebut akan diluncurkan dari kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok namun rencana bergeser menjadi ke Citarate, Banten.

Target sasaran peluncuran roket berada di daerah latihan militer Kostrad yang berlokasi di Pantai Cibenda, Kecamatan Ciemas.

"Ini merupakan program kerjanya Kementrian Pertahanan, uji coba Roket R-Hand 122B awalnya rencana peluncuran dari Cisolok, Sukabumi namun digeser peluncurannya ke daerah Citarate, Banten," kata Komandan Pos AL Palabuhanratu, Lettu Laut Ajat Sudrajat, melalui sambungan telepon dengan detikFinance, Minggu (9/12/2018).

Meskipun lokasi peluncuran bergeser, Pos AL tetap melakukan pengamanan wilayah karena roket tetap akan melintasi wilayah Teluk Palabuhanratu.

Roket Buatan Pindad Akan Diuji Coba di Sukabumi"Kita bersama seluruh jajaran tetap memberikan informasi kepada nelayan dan masyarakat terkait peluncuran ini. Tindakan pengamanan lebih ditujukan pada area yang akan dilintasi roket, yakni di kawasan laut yang berada dalam kordinat garis lurus dari Citarate ke Cibenda," terangnya.

Senada dengan penjelasan tersebut, Komandan Rayon Militer (Danramil) 2201 Cisolok Kapten Inf. Enjang membenarkan pihaknya turut serta melakukan pengamanan jalur yang akan dilalui roket berikut mengerahkan anggota Babinsa memberitahukan ke masyarakat tentang rencana giat tersebut.

"Kita akan melakukan pengawasan jalur yang akan dilalui roket, yaitu teluk Palabuhanratu. Sejauh ini kami sudah lebih dulu memberitahukan terlebih dahulu kepada para nelayan tentang rencana kegiatan tersebut," jelasnya.

"Kami juga bersama-sama melakukan cek lokasi dan plot sasaran atau target dari roket tersebut," imbuhnya.

Peluncuran roket R-Han 122B akan dilaksanakan di selama dua hari, terhitung mulai hari ini. Informasi kegiatan tersebut juga dilakukan melalui selebaran dari Kemenhan melalui surat keputusan Dirjen Pothan Kemhan Nomor 01/Kep/2018. (dna/dna)

  detik  

TNI Bantah Gunakani Bom

Saat Evakuasi Korban Tim yang melakukan evakuasi korban penembakan KKB di Papua. (Wilpret Siagian/detikcom) 

TNI membantah tudingan menggunakan serangan bom saat melakukan evakuasi korban pembantaian kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua. TNI hanya menggunakan senjata biasa saat terjadi baku tembak dengan KKSB.

"Menanggapi pemberitaan oleh beberapa media yang katanya berdasarkan laporan dari kepala kampung di Yigi mengatakan bahwa dalam proses evakuasi, pasukan TNI melakukan serangan udara dan serangan bom dan mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas menjadi korban, kami perlu tegaskan di sini bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom," kata Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (9/12/2018).

"TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infanteri, yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit. Media dan warga juga bisa melihat bahwa alutsista yang digunakan TNI hanya heli angkut jenis Bell dan MI-17. Tidak ada heli serang, apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom," tegas Kolonel Aidi.

Aidi menyebut baku tembak dengan KKSB bukan dimulai TNI. TNI, katanya, mendapat serangan saat proses evakuasi.

"Selain itu TNI hingga saat ini belum pernah melakukan serangan. Sebaliknya, pada saat melaksanakan upaya evakuasi justru merekalah, KKSB, yang menyerang tim evakuasi sehingga terjadi kontak tembak dan mengakibatkan satu orang anggota Brimob menderita luka tembak," ucap dia.

Kolonel Aidi juga memberi penerangan mengenai isu jatuhnya korban sipil hingga soal zona tempur yang dilemparkan KKSB. Menurutnya, isu tersebut merupakan upaya propaganda KKSB.

"Segala pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bom, dan istilah zona tempur hanyalah upaya propaganda pihak KKSB untuk berusaha menggiring opini publik guna memojokkan TNI-Polri seolah-olah TNI-Polri yang telah melakukan tindakan pelanggaran HAM, sedangkan mereka yang telah membantai puluhan orang warga sipil yang tidak berdosa seakan-akan bukan suatu kesalahan dan ingin mencari pembenaran," tegas Aidi.

 1 Korban Pembunuhan KKSB Papua Kembali Ditemukan 
1 Korban Pembunuhan KKSB Papua Kembali DitemukanJembatan lokasi penembakan 31 pekerja Trans Papua (Istimewa/Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)

Jenazah korban pembunuhan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua kembali ditemukan. Jenazah ditemukan siang tadi.

"Iya, tadi sekitar jam 13.30 WIT, ditemukan pada saat penyisiran daerah di area Puncak Kabo," kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi detikcom, Minggu (9/12/2018).

Dax belum bisa memastikan identitas jenazah yang ditemukan itu. Terdapat luka tusuk dan luka bacok di tubuh korban.

"Identitasnya belum, karena yang bisa identifikasi dari DVI. Tapi yang jelas ada mayatnya ditemukan dengan luka tusuk dan luka bacok," sebut dia.

"Yang jelas luka bacok di belakang, leher belakang," sebut Dax.

Dengan penemuan ini, jenazah yang sudah ditemukan sejauh ini berjumlah 17 orang. Dilansir dari Antara, nama-nama 16 jenazah korban KKB di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, yang sudah ditemukan adalah Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus M, Muh Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi, Yusran, Dino Kondo, Markus Allo, Efrandy Hutagaol, Samuel Pakiding, Anugrah Tolu, Emanuel Beli Naikteas, dan Daniel Karre.

 2 Korban Penyerangan KKSB di Papua Diduga Masih Hidup 
TNI: 2 Korban Penyerangan KKSB di Papua Diduga Masih HidupSebanyak 16 jenazah korban KKSB tiba di Lanud Hasanuddin, Maros, Sulsel, Jumat (7/12) sore. (M Bakrie/detikcom)

TNI-Polri masih mencari korban penyerangan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua. Ada dua korban yang diduga masih hidup.

"Satgas gabungan TNI-Polri akan terus melaksanakan pencarian sisa korban yang belum ditemukan. Sesuai dengan data bahwa masih tersisa dua orang jenazah yang belum ditemukan dan dua orang korban yang diduga masih hidup, hingga sekarang belum diketahui nasibnya," kata Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (9/12/2018).

Kolonel Aidi mengatakan tim gabungan telah menguasai dan menduduki Distrik Yigi dan Mbua. Situasi di Distrik Mbua disebut sudah mulai kondusif.

"Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri telah menguasai dan menduduki Distrik Yigi dan Mbua. Situasi di Distrik Mbua pascapenyerangan KKSB terhadap pos TNI di Mbua pada 3 Desember lalu, masyarakat secara umum mengungsi ke hutan. Namun, sejak kemarin hingga sekarang, warga Mbua sudah mulai berangsur-angsur kembali ke kampung," jelas Kolonel Aidi.

"Dan kegiatan sosial serta roda ekonomi mulai berjalan kembali. Sedangkan di Yigi, situasi kampung masih sepi. Hanya beberapa warga yang bertahan di kampung, sementara sebagian masyarakat masih berlindung di hutan," imbuhnya.

Aidi meminta masyarakat Indonesia dan dunia luar mempercayai kerja TNI. Dia menyebut pernyataan dari kubu KKSB Papua hanyalah propaganda.

"Kepada masyarakat Indonesia dan internasional, percayalah, TNI akan bekerja sangat profesional. Terbukti prajurit yang bertugas di PBB mendapatkan penghargaan dan reward dari PBB, bahkan PBB minta kepada Indonesia untuk menambah kuota pasukan PBB untuk menyelesaikan konflik-konflik di seluruh dunia sehingga apa yang dikatakan provokator yang namanya Sabby Sambon semua bohong dan hoax," ucapnya. (gbr/imk)

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...