Kamis, 08 Oktober 2026

Len Bidik Empat Teknologi Strategis

🛰 Dari Semikonduktor hingga Radar📡 Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional. (antara)

PT Len Industri (Persero) membidik penguasaan empat teknologi strategis yang dinilai penting untuk memperkuat industri pertahanan nasional. Fokusnya mencakup semikonduktor, kecerdasan buatan, radar, serta satelit dan penginderaan jauh.

Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan tantangan terbesar bukan sekadar mengadopsi teknologi, tetapi memastikan kemampuan tersebut bisa dikembangkan, dikuasai, diintegrasikan, dan diindustrialisasikan di dalam negeri.

“35 tahun perjalanan Len bukan hanya tentang lamanya kami hadir, tetapi tentang bagaimana teknologi dan kemampuan rekayasa yang kami bangun dapat menjawab kebutuhan strategis Indonesia,” kata Joga dalam Len Techno Day 2026 di ITB Innovation Park Bandung, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 7 Oktober.

Sebagai induk Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID, Len diarahkan menjadi penghubung antara hasil riset dan kebutuhan industri, bukan hanya pengguna teknologi.

Empat bidang yang dibidik juga memiliki penggunaan ganda untuk sektor pertahanan maupun sipil.

Pada semikonduktor, Len mengarahkan pengembangan mikrocip untuk mendukung perangkat elektronik pertahanan dan industri otomotif.

Di bidang kecerdasan buatan, pengembangan mencakup AI agentik, AI generatif, visi komputer, dan pemrosesan bahasa alami. Teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung otomasi sistem.

Untuk radar, Len mengembangkan antara lain Ground Controlled Interception atau GCI, radar pertahanan udara, radar pelacak lokasi senjata, serta radar untuk pemantauan cuaca dan wilayah pesisir.

Sementara teknologi satelit dan penginderaan jauh dikembangkan melalui sistem intelijen citra untuk membantu pemantauan wilayah dan penanganan bencana.

Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan pengembangan teknologi strategis membutuhkan ekosistem yang menghubungkan industri, riset, dan sumber daya manusia. “Len memiliki peran penting dalam membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan, serta talenta,” kata Sigit.

Menurut Sigit, dalam tiga hingga empat tahun ke depan sedikitnya 15.000 talenta ditargetkan mendapat pelatihan di bidang semikonduktor.

Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menilai penguasaan teknologi strategis tidak hanya terkait pertahanan, tetapi juga ketahanan ekonomi. “Kedaulatan teknologi menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” ujarnya.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menambahkan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan riset dasar dan sumber daya manusia agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi bisa masuk ke tahap industrialisasi.

Len Techno Day 2026 diikuti sekitar 150 peserta dari unsur pemerintah, TNI, BPI Danantara, BUMN, perguruan tinggi, peneliti, dan mitra teknologi.
 

  📡
VOI  

Rabu, 07 Oktober 2026

MBDA Menawarkan SM39 Blok 2 Mod 2 untuk Kapal Selam Scorpène Indonesia

   🚀 Rudal Exocet SM39 (MBDA)

Selama rangkaian acara EURONAVAL 2026 Press Tour yang diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Maritim Prancis (GICAN), MBDA mengkonfirmasi bahwa perusahaan tersebut menawarkan rudal anti-kapal Exocet yang diluncurkan dari kapal selam untuk kapal selam Scorpène Evolved masa depan Indonesia.

Menanggapi pertanyaan dari Naval News, MBDA mengatakan bahwa mereka menawarkan SM39 Block 2 Mod 2, varian Exocet terbaru yang diluncurkan dari kapal selam yang saat ini sedang dalam produksi penuh.

Perusahaan tersebut juga mengkonfirmasi bahwa kontrak yang sedang berjalan untuk dua kapal selam Scorpène Evolved sudah mencakup kemampuan untuk meluncurkan SM39, seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya.

MBDA mengatakan pihaknya menawarkan SM39 dan bukan SM40 generasi berikutnya yang masih dalam pengembangan, karena jadwal produksi kapal selam Indonesia.

Kapal selam Scorpène Evolved pertama dan kedua buatan Indonesia dijadwalkan akan dikirimkan pada tahun 2032 dan 2033 , dan MBDA ingin memastikan bahwa Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dapat melengkapi kapal-kapal tersebut dengan rudal anti-kapal yang diluncurkan dari kapal selam pada saat atau segera setelah pengiriman jika diperlukan. Sementara itu, SM40, yang masih dalam tahap pengembangan, mungkin tidak akan tersedia tepat waktu untuk memenuhi jadwal yang disebutkan di atas.

Namun, MBDA menekankan bahwa Indonesia masih dapat memperoleh SM40 di masa mendatang.

Perusahaan tersebut mengatakan hanya diperlukan penyesuaian minimal untuk menggunakan rudal yang lebih baru, karena SM39 dan SM40 menggunakan kapsul penyimpanan dan peluncuran yang sama dan keduanya sesuai dengan tabung torpedo kapal selam standar 533 mm.

SM40 memiliki jangkauan 120 km dan dilengkapi dengan pencari J-band generasi baru yang awalnya dirancang untuk MM40 B3c. MBDA memperkirakan Indonesia akan secara resmi memesan SM39 pada awal tahun 2027.

   👷  Naval News.   

Selasa, 06 Oktober 2026

KSAU Ungkap J10 Akan Tiba

  Enam Bulan Lagi Jet Tempur J-10 Tiba di Indonesia Pesawat J10 C  (DSA)

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohammad Tonny Harjono meminta publik bersabar menunggu terkait kedatangan jet tempur Chengdu J-10 asal China. "Tunggu saja," kata Tonny sembari tersenyum kepada Republika di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026)..

Informasi yang didapatkan Republika, jet tempur berjuluk Vigorous Dragon ini bakal tiba di Tanah Air enam bulan dari sekarang. Hanya saja, jumlah unit yang tiba pertama kali ke Indonesia tahun depan, masih belum diketahui..

Di tempat yang sama, anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendukung langkah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI membeli jet tempur J-10. Dia menganggap, pembelian jet tempur generasi 4,5 dari China bisa untuk memperkuat pertahanan NKRI..

"Kita juga melihat kondisi global, ancaman, kita lihat di Asia Tenggara saja masih ada konflik, negara-negara sesama ASEAN, jadi untuk kita itu memiliki peralatan tempur yang mumpuni dan sanggup mengintersep ancaman-ancaman tersebut," kata Dave..

Menurut dia, Komisi I DPR juga tidak mempermasalahkan ketika akhirnya pemerintah RI memilih alutsista dari China. Bagi Dave, kualitas alutsista dari negara Barat maupun China sekarang sama saja. "Tidak masalah, tidak masalah, selama supplay chain-nya, pelatihannya, supporting unitnya mencukupi tidak masalah," ucap Dave.

  ★  Republika  
 

Senin, 05 Oktober 2026

HUT ke-81 TNI, Modernisasi Alutsista Perkuat Pertahanan Indonesia

   12 Ranpur Amfibi AAV7-M35 batch 1 telah berganti warna, sesuai warna kamuflase terbaru marinir  (Tribunnews)

Penguatan pertahanan nasional terus dilakukan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dilakukan di berbagai matra.

Mulai dari penguatan kekuatan laut dan udara hingga peningkatan kemampuan kendaraan tempur Korps Marinir.

Sejumlah alutsista yang menjadi bagian dari penguatan tersebut antara lain KRI Sriwijaya-100, kapal selam Scorpène, kendaraan tempur amfibi AAV M-35, hingga pesawat tempur Rafale.

Peringatan HUT ke-81 TNI pada tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Penambahan dan modernisasi alutsista tersebut diarahkan untuk mendukung kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat kemampuan dalam membantu masyarakat melalui berbagai operasi selain perang.

Peringatan tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Pembaruan kekuatan pertahanan diarahkan untuk mendukung kesiapan menjaga kedaulatan sekaligus memperluas kemampuan TNI membantu masyarakat.

Di sektor udara, Indonesia memesan 42 pesawat tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis. Enam unit telah diterima TNI AU, terdiri atas tiga pesawat yang tiba pada awal 2026 dan tiga lainnya pada Mei 2026.

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi mengatakan sebanyak 18 Rafale berikutnya akan datang bertahap mulai 2027 hingga 2029.

“Tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 (unit pesawat) secara bertahap. Secara bertahap, sampai dengan diperkirakan pada tahun 2029,” kata Tedi, Minggu (4/10/2026).

Tedi memastikan fasilitas pendukung pengoperasian dan perawatan Rafale telah disiapkan. Pengoperasian pesawat tersebut di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, disebut berjalan baik.

Pengguatan pertahanan juga menyasar kemampuan produksi dalam negeri. Dua kapal selam Scorpène dibangun di galangan PT PAL Indonesia melalui kerja sama dengan Naval Group.

Transfer teknologi dalam program tersebut mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Di laut, KRI Sriwijaya-100 menambah kekuatan sebagai kapal induk pertama TNI AL.

Korps Marinir juga menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV M-35 dari rencana pengadaan 35 unit.

Rangkaian pengadaan tersebut memperlihatkan pembaruan kekuatan TNI pada berbagai matra.

Penguatan industri nasional turut menjadi bagian dari pembangunan pertahanan dalam periode pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kesiapan alutsista dan personel menjadi penopang pelaksanaan tugas pertahanan serta kemanusiaan.

Di tengah modernisasi itu, peringatan HUT TNI disiapkan secara sederhana. Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI sekaligus Ketua Panitia Acara Doa Bersama Brigjen TNI Chandra Adibrata mengatakan acara puncak berupa upacara tanpa parade alutsista.

Menurut Chandra, sebagian besar pasukan masih bertugas di daerah, termasuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta evakuasi korban Kapal Virgo.

Kebutuhan dukungan prajurit di lapangan menjadi pertimbangan penyelenggaraan peringatan tahun ini.

“Jadi kita banyak melaksanakan kegiatan membantu perbantuan ke SAR dan lain-lain. Jadi makanya kita laksanakan lebih sederhana untuk tahun ini,” katanya. .

  ♞
 SINDOnews   

Minggu, 04 Oktober 2026

BIJB Kertajati Mulai Disiapkan Jadi Kawasan Industri Pertahanan dan Kedirgantaraan

 🛩 👷 Bandara Kertajati (BIJB Kertajati)

Pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati jangan langsung berorientasi pada aspek komersial.

Yang terpenting saat ini, menciptakan aktivitas dan keramaian di kawasan bandara, melalui pengembangan industri strategis pertahanan dan kedirgantaraan.

”Yang penting ramai dulu,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, seusai pertemuan dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka, Minggu 4 Oktober 2026.

Sebelumnya, Gubernur dan pihak Kemenhan telah melakukan pertemuan pada Kamis 1 Oktober 2026 lalu, guna membahas rencana kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat industri strategis pertahanan dalam negeri.

Dedi mengatakan, pertemuan dengan Kemhan kali ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang sebelumnya dilakukan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Menurut dia, pengelolaan aset negara pada prinsipnya me­rupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam satu kesatuan.

Namun, setiap institusi tetap memiliki tanggung jawab administratif, pencatatan aset, serta kewajiban dan piutang yang berbeda.

Ia menyebut, kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati selanjutnya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara pihak-pihak terkait.

Dedi menegaskan, pada tahap awal pengembangan BIJB Kertajati, pemerintah tidak perlu terburu-buru memikirkan aspek komersial.

Fokus pertama adalah menghadirkan berbagai aktivitas industri yang dapat menghidupkan kawasan bandara.

”Tahap pertama kita, berpikir PTDI (PT Dirgantara Indonesia) ada di sini, kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” tuturnya.

Menurut Dedi, apabila berbagai industri dan aktivitas pendukung kedirgantaraan mulai terkonsentrasi di BIJB Kertajati, secara bertahap akan terbentuk ekosistem perdaagangan di kawasan tersebut.

”Kalau semuanya serba ada di BIJB Kertajati, pada akhirnya akan tumbuh siklus perdagangan, khususnya menyangkut aspek kedirgantaraan,” katanya.

Ia menilai aktivitas tersebut tidak akan hanya melibatkan pelaku usaha lokal.

Pergerakan barang, jasa, dan kebutuhan industri, juga akan berkembang lintas daerah hingga antarnegara.

 Persiapan

Sementara itu, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari mengatakan, berbagai langkah persiapan kerja sama tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif.

Yusuf mengatakan, dalam waktu dekat sejumlah kegiaatan dan fasilitas pertahanan akan mulai diarahkan ke BIJB Kertajati.

Salah satunya, pemindahan sekolah penerbang Angkatan Udara beserta mesnya di Sukani.

Selain itu, kata dia, rencana pemindahan Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma ke BIJB Kertajati juga tengah dipersiapkan.

PTDI beserta perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan PTDI juga akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan tersebut.

”Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan,” kata Yusuf.

Dengan masuknya berbagai aktivitas industri kedirgantaraan dan pertahanan tersebut, kata dia, BIJB Kertajati diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai bandara, tetapi juga berkembang menjadi kawasan industri strategis yang memiliki ekosistem pendukung dan aktivitas ekonomi secara bertahap.*** .

  🛩 Pikiran Rakyat  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...