Rabu, 22 Juli 2026

Leonardo, PT ESystem Solutions, Dan Kemhan Menandatangani LoI Helikopter AW 149

  Untuk TNI AL  (Leonardo)

Leonardo, PT ESystem Solutions, dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kementerian Pertahanan) hari ini mengumumkan penandatanganan Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) untuk pasokan dan dukungan helikopter angkatan laut bagi Angkatan Laut Indonesia.

Perjanjian tersebut juga mencakup rencana untuk mengembangkan kemampuan bantuan teknis, pemeliharaan, penyelesaian, dan pelatihan lokal.

Jika diikuti dengan kontrak, ini dapat mengarah pada pasokan helikopter AW149 untuk pencarian dan penyelamatan serta penanggulangan bencana, baik untuk operasi berbasis darat maupun di atas kapal.

Helikopter AW 149 Multi mission (Leonardo)

Program ini mendukung program modernisasi angkatan laut Indonesia, memperkuat kemampuan tanggap daruratnya. Ini juga akan semakin memperluas kehadiran Leonardo di pasar helikopter Indonesia, khususnya dalam kebutuhan penyelamatan, penegakan hukum, dan transportasi penumpang.

LOI tersebut menyoroti kemitraan yang berkembang antara Leonardo dan PT ESystem Solutions, menyusul peluncuran program pesawat tempur ringan M-346 F Block 20 Indonesia.

Ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan dari Kementerian Pertahanan Indonesia terhadap produk dan teknologi Leonardo serta komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan industri kedirgantaraan dan pertahanan nasional negara tersebut.

AW149 adalah helikopter militer kelas menengah multiperan generasi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata yang paling menuntut dan telah digunakan secara internasional untuk melakukan berbagai misi termasuk transportasi taktis, utilitas, dukungan jarak dekat, MEDEVAC/CASEVAC, SAR, dan Pencarian dan Penyelamatan Tempur. Pemilihannya di Indonesia akan semakin memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara.

  ⍟
Leonardo   

Leonardo, PT ESystem Solutions, & Kemhan RI Menandatangani Kontrak 12 M-346 F Blok 20

✈   Untuk memenuhi kebutuhan pelatihan dan pertempuran AU IndonesiaPesawat M-346 F blok 20 (Leonardo)

Leonardo dan PT ESystem Solutions Indonesia hari ini mengumumkan penandatanganan kontrak untuk menyediakan 12 pesawat tempur ringan multiperan Leonardo M-346 F “Block 20” kepada Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan) Republik Indonesia guna memenuhi kebutuhan operasional Angkatan Udara Indonesia.

Kontrak ini, yang merupakan tindak lanjut dari Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) yang diumumkan pada Februari tahun ini, mencakup lokalisasi berbagai kemampuan dukungan, pemeliharaan, perbaikan menyeluruh, dan pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia. Pengiriman diharapkan dimulai pada tahun 2030.

Program ini akan memberikan kontribusi besar pada rencana modernisasi armada pesawat Kementerian Pertahanan Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi dan kinerja canggih M-346. M-346 F Block 20 akan menyediakan kemampuan tempur multiperan dan memungkinkan pelatihan tingkat lanjut bagi pilot Indonesia.

Indonesia akan menjadi pengguna ke-23 dari M-346. Kontrak ini juga memperkenalkan standar “Blok 20” baru di Asia, menyusul Eropa dan Amerika Utara. Hanya delapan bulan setelah pesanan pertama, permintaan global yang kuat dan cepat untuk versi terbaru pesawat ini jelas menunjukkan bahwa pesawat ini memenuhi persyaratan pelanggan.

Kemitraan yang kuat dengan PT ESystem menegaskan komitmen Leonardo untuk membangun kolaborasi yang solid dan langgeng, serta untuk mendukung industri kedirgantaraan dan pertahanan Indonesia dengan manfaat lokal yang signifikan.

Lorenzo Mariani, CEO dan General Manager Leonardo, mengatakan: “Pengenalan M-346 F di Indonesia memberikan bukti nyata bukan hanya tentang kualitas intrinsik sistem pesawat, tetapi juga tentang kepercayaan negara yang berkelanjutan dan terus berkembang terhadap kemampuan kami di berbagai bidang. Kami di sini untuk tetap tinggal dan memperluas kontribusi serta keterlibatan kami, baik di sektor yang sudah mapan maupun sektor baru, untuk memberikan tingkat teknologi yang dibutuhkan negara dalam peta jalan pengembangan kedirgantaraan dan pertahanan jangka panjangnya.”

Konfigurasi standar pesawat tempur ringan M-346 F “Blok 20” yang baru akan dilengkapi dengan kokpit yang menampilkan Layar Area Besar (Large Area Display/LAD), radar pemindaian elektronik aktif, tautan data Link 16, penanggulangan elektronik, dan sistem senjata baru.

Pesawat ini menawarkan sistem pelatihan penerbangan canggih yang lengkap dan terintegrasi, termasuk GBTS (Sistem Pelatihan Berbasis Darat) - kombinasi elemen dan skenario simulasi dengan penerbangan nyata sesuai dengan logika Live, Virtual and Constructive (LVC) - dengan kemampuan tempur ringan tambahan untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan, yang dimungkinkan oleh sistem misi, peralatan, dan sensor canggih, termasuk kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

M-346 adalah elemen inti dari sistem pelatihan penerbangan canggih yang mutakhir dan terus berkembang, yang telah membuktikan efektivitasnya: sebuah kisah sukses yang telah mencatat lebih dari 170.000 jam terbang dengan lebih dari 170 pesawat yang dipesan hingga saat ini, memungkinkan beberapa angkatan udara di seluruh dunia – termasuk Asia – untuk melatih pilot menerbangkan pesawat tempur generasi terbaru berkinerja tinggi dan mempersiapkan transisi menuju 'sistem udara tempur' generasi berikutnya.

Sistem M-346 telah dipilih oleh 23 pengguna untuk melatih pilot mereka, termasuk di Sekolah Pelatihan Penerbangan Internasional Italia . Sistem ini juga digunakan untuk melakukan operasi taktis sebagai pesawat tempur multiperan ringan. Berkat kemampuan dan manuvernya yang berkinerja tinggi, M-346 juga telah dipilih oleh Angkatan Udara Italia sebagai pesawat masa depan untuk "Frecce Tricolori", tim aerobatik nasional Italia.

  ✈  Leonardo  

Selasa, 21 Juli 2026

Kapal Induk Pertama RI Datang ke Indonesia 20 September 2026

  Salah satu pangkalannya di Lampung https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgphym2zFh4V7VvkhMGw1tpQ52ALft9Vcff-dNKgnmIBBfdJ6rDRGBphjBBr1kl0bT2z9gzxU97BKGqb9SyOVYaePeoLEnYIWUYtGdpdCLOdfLoUSwAQZVcGuV9UDArUxbq38C6w3FyQXRCl4CnfYpP0jXrYwS4KbGKlV_7LIa8iVUrfSWyRrDQ495c_5S0/s1125/daftar-terbaru-negara-paling-berkuasa-di-dunia-ada-indonesia-1784271923568.jpeginfografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September  (CNBC)

Dirjen Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto mengatakan kapal induk pertama Indonesia, yakni Giuseppe Garibaldi akan datang di Indonesia pada 20 September 2026 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Hendrikus saat mengikuti rapat dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

"Rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026," kata dia dalam rapat yang dipantau di akun YouTube TV Parlemen.

Untuk menyambut kedatangan kapal itu, dia mengatakan TNI AL sudah melakukan berbagai persiapan, di antaranya pengiriman pasukan ke Italia untuk dilatih menjadi awak kapal induk. Tercatat ada 100 personel yang telah dikirim oleh TNI.

Sebanyak 100 personel itu akan mengikuti pelatihan secara materi dan praktik hingga akhirnya mampu untuk mengoperasikan kapal induk dari Italia ke Indonesia.

Selain itu, TNI AL juga tengah mempersiapkan beberapa tempat untuk jadi pangkalan kapal induk salah satunya di Lampung.

Dengan adanya berbagai persiapan itu, diharapkan TNI akan lebih maksimal dalam mengoperasikan kapal induk.

Sebelumnya, TNI AL mempersiapkan Pangkalan TNI AL Lampung menjadi salah satu tempat bersandarnya kapal induk Giuseppe Garibaldi.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana TNI Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Jakarta, Senin (13/7).

"Jadi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodasi tempat labuh maupun bersandar dari (kapal induk) Garibaldi," kata Tunggul.

Lanal Lampung ditetapkan sebagai salah satu pangkalan kapal induk Garibaldi karena beberapa pertimbangan, salah satunya lokasinya yang strategis.

Tunggul melanjutkan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan banyak hal di Lanal Lampung untuk menyambut Garibaldi, salah satunya pengembangan fasilitas dan wilayah lanal agar mendukung kebutuhan operasional kapal induk.

Tunggul memastikan seluruh fasilitas itu akan selesai dibangun sebelum kapal induk Garibaldi datang ke Indonesia sebelum hari jadi TNI pada Oktober 2026.


   antara   

Senin, 20 Juli 2026

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Giuseppe Garibaldi dari Italia

  Diharapkan ikut tampil pada HUT TNI https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

Komisi I DPR menyetujui hibah kapal induk atau aircraft carrier Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia senilai 54 juta euro (sekitar Rp 1,1 triliun).

Persetujuan diambil dalam rapat pleno Komisi I DPR yang dihadiri Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (purn) Donny Ermawan, Senin (20/7).

"Komisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk, Italian Ship Giuseppe Garibaldi, senilai 54.022.426,67 sen euro dari pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI sebagaimana surat Menhan RI kepada Ketua DPR RI nomor B/1845/m/VII/2026 tanggal 7 Juli 2026," ujar Utut dalam rapat.

Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan, Hendrikus Haris Haryanto mengatakan hibah kapal induk merujuk pada surat dari Representative of The Italian Coordination Committee Ministry of Defense of Italian Republic Nomor Protokol 001 pada 8 Mei 2026.

Menurut Haris, surat itu berisi persetujuan Parlemen Italia tentang pemberian hibah kapal Giuseppe Garibaldi.

Berdasarkan surat tersebut, Kementerian Pertahanan kemudian melakukan kajian yang tertuang dalam Surat KSAL Nomor R/328/ V/2026 tanggal 26 Mei 2026.

Haris mengungkap spesifikasi kapal tersebut memiliki panjang kurang lebih 180 meter dengan lebar 33 meter, draft 8,2 meter, dan displacement kurang lebih 13,8 ton.

Kapal memiliki kecepatan maksimum 30 knot, dan kecepatan jelajah 20 knot. Selain itu juga dilengkapi empat propulsion system yakni empat gas turbin LM2500.

Menurut Haris, kapal memiliki kapasitas penerbangan untuk helikopter maupun pesawat yang mempunyai kemampuan short take-off atau vertical landing. Dengan kapasitas kru 550 personel.

"Penerimaan hibah ini juga mempunyai makna untuk efisiensi bagi negara, di mana mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN pengadaan, serta memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan," kata Haris. (thr/kid)


   CNN  

Sabtu, 18 Juli 2026

Len Perkuat Kapabilitas Ground Control Interception Radar

🛰 Untuk Mendukung Kesiapsiagaan Pertahanan Udara Nasional📡 Radar Hanud TNI AU (LEN)

PT Len Industri (Persero) terus memperkuat kapabilitas teknologi pertahanan udara nasional melalui implementasi Ground Control Interception (GCI) Radar, sebuah sistem radar generasi terkini yang dirancang untuk mendukung kemampuan pengawasan ruang udara dan Ground Control Intercept secara terintegrasi.

PT Len Industri (Persero) menerima kunjungan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sebagai bagian dari kegiatan company visit. Dalam kesempatan tersebut, Len memperkenalkan berbagai kapabilitas teknologi strategis yang dimiliki perusahaan, termasuk Radar Ground Control Intercept (GCI) yang saat ini tengah diimplementasikan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Direksi PT Len Industri (Persero) dan PT Pefindo sebagai bentuk pengenalan kompetensi Len dalam mengembangkan teknologi pertahanan nasional.

Radar GCI ini merupakan implementasi pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi terkini untuk mendukung kemampuan air surveillance dan Ground Control Intercept. Sistem ini dirancang untuk menghadirkan pengawasan ruang udara yang lebih efektif, meningkatkan situational awareness secara komprehensif, serta memperkuat pengendalian operasi pertahanan udara melalui penyajian informasi yang cepat, akurat, dan terintegrasi.

Dari sisi kapabilitas, Radar GCI memiliki kemampuan deteksi hingga 515 kilometer, update rate setiap 6 detik, serta fast time to target, sehingga mampu menyajikan informasi situasional secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan operasional yang cepat dan presisi. Keunggulan tersebut diperkuat melalui teknologi stacked beam yang meningkatkan efektivitas deteksi terhadap berbagai objek udara dalam beragam kondisi operasi.

Selain unggul dari sisi performa, Radar GCI juga dirancang dengan konsep mobilitas tinggi melalui konfigurasi ISO Container 20 feet dan kemampuan fast deployment, sehingga sistem dapat dipindahkan serta dioperasikan secara cepat sesuai kebutuhan operasi di berbagai wilayah.

Di balik keandalan sistem Radar GCI, terdapat kolaborasi puluhan engineer PT Len Industri (Persero) dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari sipil, elektro, radio frequency (RF), jaringan, perangkat lunak, hingga mekanik. Bersama-sama, mereka mengawal setiap tahapan, mulai dari pembangunan site, instalasi, integrasi, pengujian, hingga memastikan radar siap beroperasi secara optimal.

Dalam operasionalnya, Radar GCI juga terintegrasi dengan sistem pertahanan udara TNI Angkatan Udara sehingga informasi pengawasan dapat diterima secara cepat untuk mendukung pengendalian operasi pertahanan udara.

Melalui penguasaan teknologi radar, kemampuan integrasi sistem, implementasi, pengawalan operasional, hingga dukungan pemeliharaan, PT Len Industri (Persero) terus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Implementasi Radar GCI menjadi salah satu wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi pertahanan udara yang modern, terintegrasi, dan andal, sekaligus memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi pertahanan nasional yang mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat.
 

  📡
LEN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...