Rabu, 17 Juni 2026

Indonesia Mengincar Integrasi Rudal untuk Kapal Selam Scorpene Generasi Berikutnya

  👷 🤝 🚀  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Ist)

Kapal selam Scorpene ketiga dan keempat Indonesia berpotensi dikirimkan dengan kemampuan peluncuran rudal dari tabung torpedo yang terintegrasi penuh sejak awal, didukung oleh kemampuan integrasi sistem kapal selam PT PAL yang terus berkembang.

Berbicara kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Surabaya, CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan ini akan memberi Jakarta pilihan untuk memasukkan integrasi rudal ke dalam konstruksi dan konfigurasi dasar kapal selam generasi berikutnya, daripada memperlakukannya sebagai kemampuan laten atau tertunda.

Kemampuan seperti itu bukanlah hal baru bagi keluarga Scorpene, yang telah lama dirancang untuk mengerahkan rudal anti-kapal yang diluncurkan dari tabung seperti SM39 Exocet MBDA selain torpedo 533 mm.

Namun, program ekspor saat ini dan sebelumnya – termasuk kontrak Indonesia untuk dua kapal selam Scorpene Evolved – tidak selalu mencakup integrasi dan sertifikasi rudal penuh dalam kontrak dasar.

Dengan latar belakang ini, komentar Djenod menunjukkan bahwa Angkatan Laut Indonesia mungkin berupaya memastikan bahwa kapal selam ketiga dan keempat dikirimkan dengan kemampuan rudal yang terintegrasi penuh ke dalam arsitektur sistem tempur sejak awal, termasuk pengendalian tembakan, perangkat lunak, dan pekerjaan sertifikasi yang diperlukan.

Djenod mengatakan kemampuan integrasi sistem PT PAL yang semakin berkembang akan mendukung pendekatan ini.

Perusahaan ini telah secara progresif memperluas perannya dalam integrasi sistem tempur, termasuk pekerjaan untuk menggabungkan sistem torpedo buatan dalam negeri ke platform kapal selam otonom.

Dengan memanfaatkan kompetensi ini, PT PAL berharap untuk lebih memperkuat kemampuan integrasinya di bawah program kapal selam masa depan, yang berpotensi memungkinkan persyaratan integrasi senjata yang lebih canggih untuk dipenuhi secara domestik.

Hal ini akan memungkinkan kapal selam masa depan untuk memiliki kemampuan tersebut pada saat mulai beroperasi, daripada bergantung pada peningkatan lanjutan atau keputusan pengadaan senjata terpisah, tambah Djenod.


   👷  Jane's  

PT Republik Motor Internasional (RMI) Kerjasama dengan Arquus Prancis

  @ Eurosatory 2026 
Republikorp melalui PT Republik Motor Internasional (RMI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Arquus, perusahaan manufaktur kendaraan militer asal Prancis dan bagian dari John Cockerill Group, dalam ajang Eurosatory 2026 di Paris.

Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan produksi kendaraan taktis di Indonesia guna mendukung kebutuhan operasional pertahanan nasional sekaligus memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan mendorong pengembangan kemampuan manufaktur lokal, peningkatan kompetensi industri nasional, transfer pengetahuan dan teknologi, serta penguatan dukungan pemeliharaan dan siklus hidup kendaraan di Indonesia.

Kerja sama ini mencerminkan komitmen Republikorp dalam membangun ekosistem industri pertahanan yang mandiri, berkelanjutan, dan siap menjawab kebutuhan pertahanan Indonesia di masa depan.


  ♞  Republikorp  

PT PAL Perkirakan Kontrak Pengadaan Fregat Batch Kedua Ditandatangani Tahun 2026

KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)

PT PAL memperkirakan kontrak pengadaan fregat Red White ketiga dan keempat Indonesia akan ditandatangani pada tahun 2026, demikian disampaikan CEO perusahaan, Kaharuddin Djenod, kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Kapal-kapal lanjutan ini akan mempertahankan bentuk fregat Red White pertama, tetapi dirancang untuk mengakomodasi kemampuan tempur yang lebih baik, kata Djenod.

Kapal ini tidak akan memiliki lebih dari 64 sel VLS [sistem peluncuran vertikal] karena itu adalah jumlah maksimum untuk desain ini,” katanya. “Tetapi setiap sel dan sistem ventilasi di VLS berpotensi mengakomodasi jenis rudal yang lebih besar.”

Pendekatan ini akan memungkinkan Angkatan Laut Indonesia untuk meningkatkan efek tempur keseluruhan kelas ini tanpa meningkatkan jumlah sel peluncuran.

Program FMP Indonesia didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock, meskipun PT PAL telah memodifikasi konfigurasi dasar untuk memenuhi persyaratan Angkatan Laut Indonesia.

Di antara perubahan tersebut adalah integrasi susunan rudal yang lebih padat daripada yang dibawa oleh fregat Tipe 31 Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang juga berbasis pada desain Arrowhead 140.

Modifikasi ini dilakukan oleh PT PAL, dengan kapal-kapal tersebut dibangun sesuai standar klasifikasi Lloyd's Register.

Selain bentuk lambung secara keseluruhan, kapal ketiga dan keempat diharapkan mempertahankan dimensi, susunan propulsi, dan arsitektur sistem tempur umum dari dua fregat pertama, kata Djenod.

Indonesia meluncurkan FMP pertama, KRI Balaputradewa di galangan kapal PT PAL di Surabaya pada 18 Desember 2025. Kelas ini memiliki bobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan panjang 140 m..

  📝  Jane,s  

Selasa, 16 Juni 2026

Indonesia-Jepang Mulai Bahas Transfer Kapal Perusak Asagiri

Ilustrasi kapal perusak Asagiri class (wikipedia)

Pemerintah Indonesia dan Jepang mulai membahas transfer kapal perusak (destroyer) Asagiri milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) untuk TNI.

Pembahasan dimulai dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Pertahanan Jepang H.E Shinjiro Koizumi di kediaman Presiden Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (12/6).

Dalam courtesy call tersebut, Menhan Koizumi menyatakan dimulainya pembahasan transfer peralatan pertahanan di bawah kerangka kerja baru oleh otoritas pertahanan kedua negara.

Termasuk (transfer) kapal perusak kelas Asagiri akan berkontribusi untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan maritim,” tulis siaran pers Kementerian Pertahanan Jepang, dikutip Senin (15/6).

Kemhan Jepang menyatakan, Presiden Prabowo berharap mendapat kemajuan yang nyata terkait peralatan dan teknologi pertahan lewat kerja sama tersebut.

Kemudian, Menhan Sjafrie dan Menhan Koizumi sepakat membentuk kelompok kerja untuk membahas transfer kapal Asagiri, termasuk soal pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan dan keberlanjutan, serta aspek operasional.

Untuk melaporkan kembali kepada Presiden Prabowo tentang kemajuannya,” tulis siaran pers tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pembahasan Indonesia-Jepang berfokus di bidang maritim dan peralatan pertahanan.

Yang dibahas adalah berbagai peluang kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang, termasuk di bidang maritim dan peralatan pertahanan, yang masih memerlukan kajian dan pembahasan lebih lanjut oleh kedua pihak,” kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM))

  📝  IDM  

Indonesia Akan Menandatangani Kontrak M-346F Pada Bulan Juli

✈  Akan dikirimkan tahun 2028M-346F block 20 (Leonardo)

Sebagaimana di laporkan EDR Magazine 14 Juni lalu, bahwa Indonesia memilih M-346F untuk pertempuran ringan dan pelatihan pilot pada akhir tahun lalu dan menandatangani surat niat (Lettter of Intent) di Singapore Air Show pada Februari 2026 dengan Leonardo, dengan niatan untuk mengakuisisi 18 unit (kemudian ditingkatkan menjadi 36 unit) pesawat M346F. Jet bermesin ganda Italia ini mengalahkan persaingan dari TAI Hurjet dan Korean Aerospace Industries FA-50.

Modernisasi sedang berlangsung di Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) saat ini, sebagian besar melalui perusahaan kedirgantaraan pertahanan PT E-Systems, yang telah ditugaskan untuk mengakuisisi pesawat latih generasi baru dalam perannya sebagai kontraktor pertahanan resmi Indonesia.

PT-E Systems Solutions akan mendukung pemeliharaan, logistik, dan penerbangan taktis, sebagai bagian dari Pusat Perang Udara TNI-AU yang baru yang sedang dibentuk.

Menurut sumber manajemen senior PT E-Systems, 'perusahaan juga akan mengintegrasikan perangkat pengacau sinyal perlindungan diri (Self Protection Jammer) rancangan Indonesia sendiri, mengintegrasikan dan memenuhi syarat rudal udara-ke-udara jarak pendek Diehl IRIS-T, mengintegrasikan tautan data buatan dalam negeri untuk penargetan dan distribusi isyarat, serta rudal jelajah ringan MK-V Delta buatan dalam negeri.'

Sumber tersebut melanjutkan, 'PT E-Systems Solutions juga akan berpartisipasi dalam uji terbang dan kualifikasi Airborne Electronically Scanned Array (AESA) Grifo E600 bebas ITAR milik Leonardo, menggunakan landasan uji terbang milik perusahaan sendiri.'

Hal ini akan membuat M-346F lebih mumpuni daripada 23 unit F-16C/D Block 52 TNI-AU yang masih beroperasi dan dilengkapi dengan radar APG-68 (V) yang lebih tua, yang diperoleh antara tahun 2012-18.

Rencana pengadaan M-346 tentu merupakan program yang ambisius, yang akan membuat Block 20 digunakan dalam peran operasional yang lebih mumpuni daripada di Kanada dan Austria.

Kontrak akan ditandatangani oleh Leonardo dan PT E-Systems Solutions atas nama Kementerian Pertahanan Indonesia di Jakarta pada awal Juli, untuk pengadaan 12 unit M-346F yang akan dikirimkan pada awal tahun 2028 untuk menggantikan BAE Systems Hawk Mk 109/209 yang masih beroperasi yang dikirimkan pada tahun 1990-an. Tahap kedua sebanyak 24 unit akan dikontrak pada Februari 2027.

 
EDR Magazine  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...