Sabtu, 19 September 2020

Tim Gabungan TNI, Polri dan Basarnas Temukan Helikopter Milik PT NUH

Hilang Kontak di Paniai Papua Posisi helikopter milik PT Nuh yang hilang [VIVA/Aman Hasibuan]

Tim gabungan TNI/Polri serta Basarnas dan pihak perusahaan pemilik helikopter melakukan pencarian hilangnya helikopter PK USS milik PT NUH (Nasional Ultility Helicopter) pada Kamis, 17 September 2020.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan pencarian helikopter dimulai pada pukul 08.27 WIT, pesawat heli PT Intan Angkasa Air Services registrasi PK-IWV take off dari Bandara Enarotali dengan misi pemetaan lokasi hilangnya heli milik PT NUH registrasi PK-USS di Baya Biru Area.

Berdasarkan data dari pengamatan Heli PK-IWV ditemukan hely PK-USS pada koordinat S 03° 34.220' dan E 136° 09.623' posisi crashed into rugged stream in basin (di cekungan aliran sungai), roughly 4700 fts, rugged terrain, no area to land,” ujar Kamal pada Jumat, 18 September 2020.

Selain itu, terlihat kru memberikan tanda-tanda permintaan pertolongan dengan menggunakan lambaian menggunakan kain merah.

Kemudian pukul 09.39 WIT, heli PK-IWV kembali ke Enarotali untuk melaporkan hasil temuan. Diketahui heli PK USS mengalami pendaratan darurat pada koordinat S 03° 34.220' dan E 136° 09.623' posisi crashed into rugged stream in basin yang berarti di cekungan aliran sungai.

Perlu diketahui bahwa kejadian ini berawal pada hari Kamis tanggal 17 September 2020 sekitar pukul 10.30 WIT, heli PK USS milik PT NUH (Nasional Ultility Helicopter) dari Kilometer 100 hendak menuju 99 kampung Ndeotadi Kabupaten Paniai dengan membawa bahan makanan, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

Pukul 10.57 WIT, heli PK USS milik PT NUH (Nasional Ultility Helicopter) hilang kontak dengan posisi terakhir berada di koordinat 3:33.3 S,136:9.28 E at last report.

Lanjut Kamal, pukul 15.35 WIT, tim gabungan TNI/Polri, Basarnas serta pihak heli kembali melakukan pencarian dengan menggunakan pesawat Caravan SNK Tipe C 208 di titik koordinat.

Upaya pencarian terus dilakukan dengan berputar di sekitar lokasi kejadian. Karena cuaca yang tidak bersahabat di mana awan tebal menyelimuti daerah tebing dan hari mulai gelap sehingga pencarian dihentikan,” katanya.

Kamal menambahkan, saat ini tim yang dibagi menjadi dua tim baik dari Nabire maupun dari Enarotali telah berangkat menuju titik lokasi penemuan jatuhnya heli PK USS milik PT NUH. (ren)

  ★ VIVAnews  

Jumat, 18 September 2020

Kapal Bakamla Hadapi China dengan Meriam 12,7 MM

Di Natuna Ilustrasi KN Nipah Bakamla

Selama ini kekuatan armada milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai coast guard Indonesia dalam bertugas menjaga kedaulatan di perbatasan laut sangat minim.

Dari jumlah ideal 60 kapal patroli, saat ini baru tersedia 10 kapal yang disebar di tiga zona maritim, yakni di Barat (Batam) sebanyak 4 kapal, Manado (3), dan di Ambon (3).

"Sekarang Bakamla punya 10 kapal, sekitar 30 persen dari kebutuhan. Idealnya punya 60 kapal," papar Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Jumat (18/9/2020).

Dengan minimnya infrastruktur tersebut, tak heran bila kapal-kapal asing kerap melanggar batas wilayah laut RI. Setelah pada Desember - Januari lalu kapal-kapal China diketahui melanggar batas dan sempat menimbunlkan kegaduhan, pada Sabtu - Senin aksi serupa kembali terulang. Hanya saja kali ini Bakamla yang disokong penuh Angkatan Laut dapat mengusirnya tanpa insiden berarti.

Coast Guard China 5204 [Bakamla]

Pasca insiden Januari lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Komisi I DPR-RI setuju mengucurkan anggaran untuk melengkapi kapal patroli Bakamla dengan senjata. Persenjataan dimaksud adalah 20 mitraliur 12,7 MM dari PT Pindad yang dibeli pada awal September lalu. Padahal China Coast Guard dilengkapi dengan meriam berukuran 76 MM.

"Kita memang cuma 12,7 MM, kecil - nyempil untuk pertahanan diri. Tapi masih lumayanlah kalau ada yang nembak kita bisa balas, nggak seperti Januari lalu kapal-kapal kita nggak ada senjatanya," kata Aan.

Selain itu, para nelayan China yang kerap masuk ke perairan Natuna Utara diketahui telah mendapatkan pendidikan bela negara, sehingga mereka sangat militan. Untuk mengimbanginya, pemerintah selain harus membantu para nelayan dengan kapal-kapal dan infrastruktur penunjang yang memadai bagi para nelayan kita. (jat/jat)

  ★
detik  

Pemerintah Minta PTDI Bikin N219 Amfibi

Karena Akan Bangun 5 Seaport Tahun IniN219 PTDI

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pabrikan pesawat nasional PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk memproduksi pesawat N219 versi amfibi sejalan dengan rencana pemerintah mengembangkan lima seaport secara bertahap mulai tahun ini.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan pembangunan seaport perlu dioptimalkan untuk menunjang arus barang dan manusia yang sampai sekarang sangat minim transportasinya dibandingkan dengan luasnya perairan Indonesia.

Novie mengatakan pembangunan seaport yang dimulai pada 2020 secara bertahap akan dibarengi dengan menghidupkan kembali pesawat amfibi. Guna merealisasikannya, pihaknya kemungkinan besar akan berkoordinasi dengan PTDI usai menuntaskan sertifikasi untuk N219.

Untuk N219 setelah prosesnya izinnya didapat siapa tahu kami bisa dorong memproduksi N219 versi amfibi. Tinggal eksekusinya seperti apa,” ujarnya, Kamis (17/9/2020).

Adapun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN berharap pesawat N219 lolos uji sertifikasi pada akhir tahun ini juga untuk selanjutnya memasuki tahap produksi massal tahun depan. Pesawat ringan yang dikembangkannya bersama PT Dirgantara Indonesia itu kini menunggu sertifikasi tipe dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan.

Tingkat komponen dalam negeri yang digunakan pada pembuatan pesawat itu sudah mencapai 40 persen. Selain itu, kedepannya juga akan ditingkatkan menjadi 60 persen, dan diupayakan semakin meningkat bersamaan dengan pengembangkan pesawat N219 versi amfibi.

Hal itu untuk mendukung program pemerintah untuk logistik, pariwisata, dan transportasi di pulau-pulau kecil, daerah danau, dan daerah perairan.
 

  Bisnis  

Luhut Temui Pejabat Pentagon

✈️ Bandingkan F35 Singapura dengan F16V✈️ Ilustrasi F16V [Lockheed Martin]

Pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dengan Acting Under Sectretary of Defense for Policy US Department of Defense James Anderson turut menyinggung soal alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Menko Marvest Jodi Mahardi kepada CNBC Indonesia, Jumat (18/9/2020).

"Pak Menko juga angkat bahwa penjualan senjata berteknologi tinggi dari AS juga sepertinya tidak sepantar dengan yang diberikan ke Singapura. Jadi dibutuhkan signal bahwa memang betul AS melihat Indonesia sebagai mitra strategis," kata Jodi.

Saat dikonfirmasi apakah kekecewaan Luhut berkaitan dengan penjualan jet tempur F-16 Block 72 Viper ke Indonesia yang merupakan masih generasi ke-4, dan AS malah bersedia memberikan jet tempur lebih canggih generasi ke-5 yaitu F-35 ke Singapura, Jodi membenarkan hal tersebut.

"Iya," tegasnya.

Seperti diketahui, jet tempur F-16 Block 72 Viper merupakan pesawat tempur generasi keempat buatan pabrikan terkemuka asal AS, Lockheed Martin. Selain Indonesia, pesawat itu juga dipesan dan digunakan sejumlah negara.

Sementara itu, jet tempur F-35 merupakan pesawat tempur terkini yang diproduksi pabrikan itu. Singapura akan segera memiliki satu skadron pesawat siluman itu. Apabila pesawat-pesawat itu tiba, maka F-16 akan dipensiunkan. Rencana empat F-35 akan diterima Singapura pada 2026.

Jodi mengungkapkan sejumlah poin pembahasan dalam pertemuan antara Luhut dan Anderson. Jodi menjelaskan pertemuan tersebut dibahas mengenai potensi kerja sama investasi dengan Amerika Serikat (AS) antara lain di sektor minyak dan gas, infrastruktur dan sovereign wealth fund (SWF).

Khusus untuk SWF, AS memang berminat untuk masuk via International Development Finance Corporation (IDFC).

"Kemarin Pak Menko menegaskan lagi arti penting investasi di SWF sebagai bentuk komitmen AS terhadap peran sentral Indonesia di kawasan dan sebagai mitra strategis AS. Karena kalau tidak AS akan kehilangan peran di kawasan," kata Jodi.

Menurut dia, Menko Marvest selalu mengingatkan hal itu tatkala bersua dengan pejabat-pejabat AS. Tidak terkecuali dengan Anderson.

"Negara-negara lain lebih cepat mengambil peluang investasi di Indonesia. Baru-baru ini Forestcue Metal Group, perusahaannya Andrew Forrest, baru teken MoU untuk pengembangan hydropower dan green industri di Indonesia," ujar Jodi.

Lebih lanjut, dia menambahkan, Menko Marvest juga menegaskan tidak ada keinginan Indonesia untuk pro ke salah satu negara. Pun dengan penanaman modal.

"Kita dalam urusan investasi pun sama dengan politik luar negeri, kita bebas dan aktif. Yang penting untuk kepentingan nasional," ujar Jodi.

Selain menemui Luhut, Anderson juga menemui Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Anderson mengekspresikan solidaritas terkait upaya Indonesia memerangi pandemi Covid-19 dan menegaskan kembali komitmen US Department of Defense," tulis rilis US Department of Defense yang dikutip CNBC Indonesia, Jumat (18/9/2020).

Menurut US Department of Defense, Anderson juga mendiskusikan sejumlah topik antara lain Laut China Selatan, kontra-terorisme, ancaman dunia siber, dan investasi AS di Indonesia. Para pihak juga membahas akuisisi perdagangan alutsista yang tertunda.

"Kedua pihak menegaskan pentingnya dialog tingkat tinggi dan berharap untuk melanjutkan latihan militer tahunan segera jika kondisinya memungkinkan," tulis US Department of Defense.

  ✈️ CNBC  

Kamis, 17 September 2020

[RIP] Prajurit Gugur Ditembak Mati OPM di Papua

TNI Berdukahttps://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/09/17/5f63689c0e440-viva-militer-jenazah-prajurit-tni-yang-dibunuh-opm_665_374.jpgJenazah prajurit TNI yang dibunuh OPM​ [papua talk]

Kabar duka datang dari Papua, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur akibat diserang dan ditembaki secara brutal oleh kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka.

Informasi yang diterima VIVA Militer, Kamis 17 September 2020, ada satu prajurit yang wafat dalam penyerangan itu. Korban benama Sersan Kepala Sahlan, prajurit yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa atau Babinsa dari Komando Rayon Militer (Koramil) Persiapan Hipadipa.

Kebrutalan OPM ini terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Prajurit TNI diserang saat sedang membawa logistik.

Sebelumnya, seorang warga sipil yang bekerja sebagai tukang ojek juga tewas dibunuh OPM. Korban dibantai kelompok seperatis itu di dekat SD YPPK Santo Mikael, Kampung Bilogai.

Korban atas nama Ahmad tewas akibat dibacoki menggunakan senjata tajam. Korban meninggal dunia akibat kehabisan darah. Ahmad dituduh sebagai intel.

Sementara ini, para korban telah dievakuasi dan aparat gabungan TNI/Polri sedang melakukan perburuan terhadap para penyerang itu.

 ♖ VIVAnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...