Minggu, 18 April 2021

[Dunia] Mesin Rudal Buatan Turki Pecahkan Rekor Dunia

➶ Mesin TEI-TJ300, yang dikembangkan oleh TEI dan Tubitak, dapat digunakan dalam sistem pertahanan udara, laut, dan daratMesin TEI-TJ300 [defenceturkey] ★

Mesin rudal jarak menengah pertama Turki telah memecahkan rekor dunia karena mampu menghasilkan daya dorong hingga 1.342 newton dengan diameter 240 milimeter.

"Mesin TEI-TJ300, yang dikembangkan oleh TUSAS Engine Industries (TEI) dengan dukungan dari Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (Tubitak), akan dapat digunakan dalam sistem pertahanan udara, laut, dan darat," kata Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank via Twitter.

Sebuah video yang diunggah oleh Varank menunjukkan bahwa mesin itu juga mencapai 48.456 putaran per menit (RPM).

Proyek pengembangan mesin dimulai pada 2017 dan pertama kali diuji coba pada Juni 2020.

"Mesin TEI-TJ300 mampu beroperasi pada kecepatan tinggi hingga 90 persen kecepatan suara di ketinggian 5.000 kaki (1.524 meter)," papar TEI dalam situsnya.

Menurut TEI, mesin itu tidak memerlukan sistem starter karena memiliki kemampuan untuk dihidupkan dengan kincir angin, sehingga cocok untuk digunakan dalam sistem pertahanan berbasis udara, laut, maupun darat.

  AA  

Sabtu, 17 April 2021

Perkembangan Pengadaan Sewaco KCR 60 M

Dan Pengadaan Kapal Frigate https://1.bp.blogspot.com/-HIlZAUf1C3k/XxcyARbhuXI/AAAAAAAAMsw/UZrWISDi9hwNj72WrEyupRYOLem_TspcQCLcBGAsYHQ/s1600/KCR%2B60%2B03.jpgIlustrasi KCR 60M [PT PAL]

Pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2021 bertempat di Ruang Rapat Pus Alpalhan Baranahan Kemhan Lantai XI Gd. Jenderal A.H. Nasution telah dilaksanakan Rapat Pembahasan Perkembangan Pengadaan Sewaco KCR 60 M, KCR 60 M (Platform & Sewaco) dan Pengadaan Kapal Frigate yang dibangun di galangan PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya. Rapat dipimpin oleh Kapus Alpalhan Baranahan Kemhan dan dihadiri oleh Perwakilan Pejabat Kemhan, Perwakilan Satgas serta Perwakilan PT. PAL Indonesia (Persero).

Perwakilan PT. PAL Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa pembangunan kapal KCR 60 M juga terimbas dari dampak pandemi Covid 19, sehingga terdapat beberapa kegiatan yang belum dapat dilaksanakan tepat waktu tetapi akan dipacu untuk tetap dapat memenuhi waktu delivery sesuai dalam kesepakatan.

 Desain Sendiri 
https://1.bp.blogspot.com/-glG-PacXv4k/X5pmC-4iAOI/AAAAAAAAEnQ/Bxtz6tty93o7C7W2v8nZmPJZZSK-kj30ACLcBGAsYHQ/s1016/Type%2B31%2BConfiguration%2Band%2BOptions.bmpType 31 frigate yang ditawarkan tim konsorsium Babcock [Babcock]

Untuk perkembangan pengadaan kapal Frigate, Direktur Pembangunan Kapal PT. PAL Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa PT. PAL Indonesia (Persero) masih melakukan penjajakan terhadap design kapal Frigate Babcock Inggris dan menyiapkan langkah alternatif dengan membuat design sendiri yang akan diasistensi oleh MTG (marinetechnik) dari Jerman dan FIGES dari Turki.

Dalam kesempatan itu, Kapus Alpalhan Baranahan Kemhan menyampaikan beberapa arahan antara lain perlu adanya koordinasi yang baik antara Kemhan, Satgas dan PT. PAL Indonesia (Persero) sehingga kegiatan pembangunan kapal bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

Selain itu keberhasilan dalam pembangunan kapal diperlukan tersedianya budget/finance yang cukup, tersedianya SDM yang mumpuni secara kualitas dan kuantitas, tersedianya materiil yang cukup sesuai kebutuhan dan adanya manajemen yang baik.

  Kemhan  

Membangun Kembali Satuan Rudal TNI AU

Rudal SA 2 AURI buatan Uni Sovyet [indomiliter] ★

Pada tahun 1960-an TNI Angkatan Udara pernah dipersenjatai dengan Peluru Kendali (Rudal) SAM 75 buatan Uni Soviet.

Alutsista ini dipersiapkan untuk mendukung rencana Operasi Trikora pada saat itu. Keberadaan Rudal SAM 75 di Indonesia saat itu membuat negara – negara tetangga sangat segan, bahkan Indonesia mendapat julukan “Macan Asia”.

Hal ini karena SAM 75 memiliki efek detterent yang tinggi dan telah terbukti handal dalam menghancurkan berbagai sasaran di udara (battle proven). SAM 75 resmi dinon-aktifkan di awal tahun 1980-an, setelah berjaya dalam memayungi langit Nusantara selama 20 tahun.

Deteksi dan identifikasi terhadap ancaman di udara telah dapat dilaksanakan oleh radar hanud Kohanudnas yang tergelar lengkap melingkupi seluruh wilayah Indonesia.

Namun untuk upaya penindakan hingga saat ini masih sangat kurang memadai. Hal ini karena terbatasnya jumlah dan disposisi pesawat tempur sergap sebagai sarana penindak serta tidak adanya rudal sebagai sarana penindak di jarak menengah.

 Penambahan Rudal Nasams 
Rudal Nasams TNI AU [Kemhan]

Oleh sebab itu TNI AU sangat membutuhkan hadirnya Satuan Rudal sebagai satuan penindak ancaman udara pada jarak menengah.

Saat ini TNI AU telah memutuskan untuk menambahkan Nasams sebagai pengganti rudal SAM 75 guna memperkuat system pertahanan udara.

Kontrak dan proses pengadaan Nasams sedang berlangsung dan saat ini alutsista tersebut sudah berada di Teluk Naga, Tangerang.

Nasams adalah sebuah system pertahanan udara terintegrasi yang menggunakan rudal sebagai sarana penghancur sasaran di udara, dengan dukungan Radar dan Command Post sebagai sarana deteksi dan eksekusi target.

Kemampuan Nasams mengeliminasi sasaran di udara meliputi cruise missile, air to ground missile, fighter / fighter bomber, unmanned aerial vehicle dan helicopter. Kemampuan ini sudah banyak terbukti dan teruji di beberapa medan pertempuran dan digunakan oleh beberapa negara di dunia.

Nasams didesain untuk memberikan perlindungan terhadap asset–asset penting dan obyek vital bernilai strategis dari serangan udara. Nasams juga dilengkapi dengan kemampuan deteksi, identifikasi dan tracking terhadap target serta kemampuan mendeteksi adanya jammer yang dapat mengganggu operasional system Nasams. Secara garis besar, Nasams terdiri atas Radar, Rudal dengan peluncurnya, Command Post dan sarana komunikasi.

 
Kemhan  

[Video] KRI Halasan Latihan Penembakan Decoy

Diposkan Military Chanel Update https://3.bp.blogspot.com/-I69xsyEBp3E/W_deqLj1aPI/AAAAAAAAItM/Om9-WSxqa9QW2Bmpo9lLz4VFjej8b8WeACLcBGAs/s400/koarmada-tangkap-kapal-malaysia-di-selat-malaka-FPy.jpgIlustrasi KRI Halasan 630 [TNI AL}

Terma SKWS atau soft kill weapon system. DLT-12T buatan Denmark. Ini merupakan perangkat decoy launching system. Desain perangkat ini mirip dengan pelontar granat asap yang ada di panser/tank. Dengan pola operasi mirip mortir, peluncur menembakkan roket kaliber 130 mm yang berisi chaff ke udara. Ada dua peluncur DLT-12T yang disematkan pada korvet SIGMA juga, masing-masing di kanan dan kiri di deck atas.

Masing-masing DLT-12T terdiri dari 12 tabung peluncur. DLT-12T disiapkan untuk memberi perlindungan penuh kapal dari segala arah 360 derajat Untuk itu tiap 3 tabung dalam peluncur DLT-12T diarahkan pada sudut yang berbeda. Per tiga tabung mengusung sudut 10 derajat, 40 derajat, 60 derajat, dan 135 derajat.

Kendali pengoperasian SKWS dapat dilakukan lewat sistem full otomatis, semi otomatis dan manual. Untuk sistem otomatis, peluncur decoy dikendalikan langsung dari PIT pusat informasi tempur. Panel kendali otomatis menghubungkan antara combat management system (CMS). Di CMS terintegrasi launcher interface units, launch control computer dan control unit. Untuk menghasilkan keputusan peluncuran decoy yang tepat, perhitungan algoritma harus dilakukan secara presisi berdasarkan jenis dan spesifikasi ancaman yang datang menuju kapal.

Jenis chaff yang dilontarkan ke udara ada beberapa jenis, disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi ancaman. Ada SeaGnat 24 seduction chaff untuk menghancurkan rudal, SeaGnat 216 untuk mengacaukan/membingungkan sensor rudal, chaff pengacau jammer, hingga jenis chaff untuk mengecoh sinar infra red dan frekuensi radio yang digunakan rudal udara ke permukaan. Mengingat pentingnya perangkat ini, decoy launcher model ini lumrah hadir tak hanya di kapal kombatan, melainkan jenis kapal LPD (landing platform dock) juga ideal untuk dipasangi untuk self defence.

 Spesifikasi Terma SKWS DLT-12T 

Power Requirements
LCC 115 or 230VAC +15/-20%, 47-63 Hz, 150W
LIU Mains: 115 or 230VAC +15/-20%, 47-63 Hz
Back-up: 24VDC nom. 18-32VDC
600 W during firing
150 W in stand-by
CU & RIS Powered from the LIU
Dimensi : Launcher DL-12T 1000 x 2400 x 1200 mm
Berat : 550 kg


  Youtube  

Kunker Menhan Ingin Buktikan Indonesia tak Berpihak

Kunker Menhan ke banyak negara bentuk keterbukaan Indonesia. https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/menteri-pertahanan-republik-indonesia-prabowo-subianto-pada-jumat-94_210409180124-175.jpgMenteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Jumat (9/4), menghadiri Roll-Out Ceremony dari prototipe jet tempur generasi selanjutnya KF-X / IF-X di Korea Selatan.

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, dalam dua bulan terakhir rutin melakukan diplomasi pertahanan ke sejumlah negara. Kunjungan itu disebut menguatkan kerjasama sekaligus membuktikan Indonesia ingin menjalin hubungan dengan negara mana pun.

Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan kunjungan ke berbagai negara besar penting dilakukan. Hal ini sebagai bentuk silaturahmi dan menunjukkan keterbukaan Indonesia terhadap negara manapun.

"Diplomasi pertahanan dilakukan dengan tujuan utamanya menempatkan posisi Indonesia sebagai negara yang tidak punya pakta militer dengan negara mana pun dan blok mana pun," kata Dahnil kepada Republika.co.id, Kamis (15/4).

Dahnil menyampaikan kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo sejalan dengan amanat UUD 1945 mengenai perdamaian dunia. Prabowo, lanjut Dahnil ingin Indonesia dihormati di tataran internasional.

"Berusaha merajut dialog dan mendorong perdamaian diantara bangsa-bangsa sebagaimana amanat UUD kita. Sehingga, muncul mutual respect," lanjut Dahnil.

Selain itu, Dahnil menyebut kunjungan Prabowo dalam rangka penjajakan kerjasama industri pertahanan dengan negara-negara produsen maupun konsumen Alutsista. Dengan negara-negara produsen, Menhan kata Dahnil berharap bisa menjalin kerjasama industri pertahanan yang saling menguntungkan.

"Bentuknya bisa berupa joint production yang memberikan kebermanfaatan transfer teknologi kepada Indonesia untuk pengembangan kemandirian industri pertahanan dalam negeri kita," ujar Dahnil.

Dahnil menyebut Menhan Prabowo turut mengusahakan agar produksi alutsista dalam negeri bisa diterima pasar luar negeri. "Sedangkan ke negara-negara konsumen, kita berusaha mempromosikan produksi alutsista dalam negari kita agar bisa diekspor ke negara-negara konsumen tersebut," pungkas Dahnil.

Namun Dahnil enggan membeberkan kesepakatan apa yang sudah dihasilkan secara konkret usai kunjungan tersebut.

Diketahui, Prabowo bertemu dengan Menteri Pertahanan Inggris The Rt Hon Ben Wallace MP dan Utusan Khusus Perdagangan PM Inggris juga anggota parlemen, Richard Graham pada 22-24 Maret. Mereka membicarakan peluang meningkatkan kerja sama bilateral pertahanan RI-Inggris.

Kemudian di Rusia, Prabowo bertemu dengan Deputy Defence Minister of the Russian Federation - Head of the Main Military-Political Directorate of the Armed Forces of the Russian Federation, Colonel General Andrei Kartapolov pada 24-25 Maret. Mereka membahas soal peluang pengembangan teknis kerja sama militer dan pertahanan kedua negara.

Selanjutnya Prabowo berkunjung ke Jepang pada 28 Maret. Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Jepang H.E. Nobuo Kishi, di Tokyo. Keduanya membicarakan topik keamanan regional dan kerja sama pertahanan.

Dalam kunjungan ke Korsel pada awal bulan ini, Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Y.M. Suh Wook. Keduanya membicarakan keamanan regional dan kerja sama bilateral.

 ♖ Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...