Kamis, 19 Maret 2026

Indonesia Mempertimbangkan Pembelian 16 Jet KF-21 Korea Selatan

https://awsimages.detik.net.id/visual/2022/07/21/jet-tempur-canggih-patungan-korea-selatan-indonesia-kf-21if-21-boramae-sukses-uji-terbang-perdana-pada-19-juli-2022-dok-angkat-3_169.jpeg?w=650&q=80Pesawat KF-21 (CNBC)

Indonesia sedang bergerak menuju kontrak untuk membeli 16 unit jet tempur supersonik KF-21 Boramae selama kunjungan kenegaraan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 31 Maret.

Jika diselesaikan, kesepakatan tersebut akan menandai peningkatan bernilai triliunan won bagi industri pertahanan Korea Selatan dan juga dapat menghidupkan kembali momentum dalam program pengembangan KF-21 bersama kedua negara, salah satu proyek bilateral terpenting mereka.

Menurut sumber pemerintah pada 13 Maret, para pejabat sedang berupaya mencapai kesepakatan di mana Presiden Korea Lee Jae-myung dan presiden Indonesia akan menandatangani kontrak untuk pembelian 16 jet tempur KF-21.

Indonesia sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi 48 pesawat setelah program pengembangan bersama selesai.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah mengambil pendekatan yang hati-hati, termasuk menandatangani kesepakatan pengadaan untuk pesawat tempur lain seperti Rafale Prancis dan Kaan Turki.

Indonesia kini diyakini sedang mempertimbangkan pembelian awal sebanyak 16 jet dari rencana 48 jet. Sebagai mitra dalam program KF-21, Indonesia awalnya setuju untuk berkontribusi sebesar 1,6 triliun won untuk proyek tersebut.

Kemudian, Indonesia mengurangi kontribusinya menjadi 600 miliar won, dengan mengatakan akan menerima transfer teknologi yang lebih kecil sebagai imbalan atas komitmen keuangan yang lebih rendah.

Juru bicara Presiden Kang Yu-jung mengatakan dalam sebuah pengarahan tertulis pada 13 Maret bahwa Presiden Prabowo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dari 31 Maret hingga 2 April.

Selama pertemuan puncak pada 1 April, kedua pemimpin diharapkan akan membahas cara-cara untuk memperdalam kerja sama praktis dalam perdagangan dan investasi, kerja sama industri pertahanan dan persenjataan, serta sektor-sektor baru seperti kecerdasan buatan dan infrastruktur.

  Donga 

Rabu, 18 Maret 2026

Menhan Tinjau Pembuatan Kapal Perang di Batam

https://cdn.beritajejakfakta.id/media/images/2026/03/JsNts4BXqo.jpeg?location=1&width=&height=&quality=90&fit=1Kunjungan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin di galangan PT Palindo Marine dan PT Batamec, Selasa (17/3/2026). (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa (17/3), dengan fokus utama meninjau kesiapan dua galangan kapal dalam memproduksi kapal-kapal perang.

Kunjungan pertama dilakukan ke PT Palindo Marine Shipyard. Di sana, Sjafrie meninjau proses perbaikan (refurbishment) kapal patroli tipe FPB-57.

Brigjen TNI Rico Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, menyatakan bahwa refurbishment kapal TNI AL tipe FPB-57 menunjukkan perkembangan signifikan. PT Palindo juga terlibat dalam pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta pembangunan kapal serang ringan untuk mendukung operasional TNI AL.

Saat peninjauan, terlihat kapal-kapal tersebut berada dalam tahap drydock dengan pengerjaan yang masih berlangsung di beberapa bagian.

Selain fokus pada pengembangan kapal dalam negeri, galangan PT Palindo diharapkan dapat berperan dalam kerja sama internasional, khususnya di bidang Kapal Bantu Oseanografi.

Rico Sirait menambahkan, kerja sama internasional dalam pembangunan kapal bantu hydro-oceanography dan program transfer teknologi penting untuk meningkatkan penguasaan teknologi nasional dan memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

https://image.idntimes.com/post/20260317/upload_61cde971a08fbeccfdaa12af3563b0a5_c1d8f379-aa97-44a0-a2b9-5bd6e39737d3_watermarked_idntimes-2.jpg?tr=w-1200,f-webp,q-75&width=1200&format=webp&quality=75 Selanjutnya, Sjafrie mengunjungi galangan kapal PT Batamec, tempat pembangunan kapal tipe Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kementerian Pertahanan sedang berlangsung.

Rico menjelaskan, kapal OPV-3 ini dirancang dengan spesifikasi modern, dilengkapi sistem radar, sensor, dan combat management system untuk mendukung operasi patroli dan pengawasan wilayah laut nasional.

Kunjungan Menhan ke dua galangan kapal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya memperkuat industri alutsista yang mandiri tetapi juga meningkatkan perekonomian nasional.

Rico Sirait menyimpulkan, kunjungan ini menjadi momentum untuk memastikan program pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberikan dampak berganda, termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan sektor maritim sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional.

  🤝 Berita Jejak Fakta  

[Global] Mengenal Drone Lucas Buatan AS

🛩  ⦻ Versi 'KW' dari Shahed Iran Drone Shahed Iran yang ditiru AS. (via REUTERS/Iranian Army/WANA)

Drone Lucas FLM 136 milik Amerika Serikat menjadi sorotan karena disebut sebagai "versi tiruan" dari drone Shahed-136 buatan Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan model Iran dan digunakan untuk menyerang ke negara-negara Arab.

"Kami juga baru-baru ini menerima informasi yang menunjukkan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab dari titik-titik tertentu," kata Araghchi dikutip dari Doha News.

"AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan drone Shahed kami, yang disebut 'Lucas'. Drone ini digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab," lanjut Araghchi.

Dilansir Euro News, sejumlah perusahaan AS mengembangkan drone yang terinspirasi dari HESA Shaded 136 milik Iran, yakni pesawat tanpa awak otonom yang diluncurkan dari bak truk untuk serangan kamikaze.

Drone yang dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries, afiliasi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada 2016 itu, diperkirakan berharga sekitar US$ 20.000 dan US$ 50.000 (sekitar Rp 340 juta dan Rp 850 juta).

Salah satunya perusahaan merekayasa balik versi drone mereka bernama FLM 136, drone yang kini digunakan untuk pertama kalinya dalam operasi tempur terhadap Iran.

Drone FLM 136 pertama kali diperkenalkan tahun lalu oleh perusahaan Spektreworks yang berbasis di Arizona.

Drone kamikaze tiruan amerika gagal terbang dan jatuh di Iraq (X)
Sistem ini dikenal sebagai Low-cost Uncrewed Combat Attack System atau LUCAS, yakni drone tempur tanpa awak berbiaya rendah yang dapat dioperasikan oleh tim kecil serta mampu lepas landas dan mendarat secara otomatis.

Dari segi ukuran, drone ini hampir identik dengan Shahed 136, dengan panjang sekitar 3 meter dan lebar 2,5 meter.

Namun, bobotnya jauh lebih ringan, yakni 81,5 kilogram dibandingkan Shahed yang mencapai 200 kilogram.

Konsekuensinya, kapasitas muatan FLM 136 juga lebih kecil, sekitar 18 kilogram, sementara Shahed mampu membawa hingga 50 kilogram.

FLM 136 mampu menjalankan misi serangan hingga enam jam dengan jangkauan sekitar 444 mil laut dan dapat beroperasi pada ketinggian maksimum 15.000 kaki atau sekitar 4.500 meter.

Pesawat tanpa awak ini menggunakan mesin pembakaran internal yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 137 km per jam dan mencapai kecepatan maksimum hingga 194 km per jam.

Harga setiap unit drone diperkirakan sekitar US$ 35.000 (sekitar Rp 595 juta), setara dengan biaya produksi Shahed 136.

Drone itu kini diluncurkan dari darat oleh Satuan Tugas Scorpion Strike (TFSS), unit di bawah Komando Pusat AS yang ditempatkan di Timur Tengah, untuk menjalankan serangan kamikaze satu arah, serupa dengan konsep operasi drone Shahed 136. (rnp/bac)

  🛩
CNN  

Selasa, 17 Maret 2026

Parlemen Italia Bongkar Keterlibatan Broker Hibah Kapal Giuseppe Garibaldi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgIndonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, dapat hibah dan diharapkan tiba sebelum HUT TNI. (Marina militare)

Parlemen Italia yang dimotori Partai Demokrat dan Movimento 5 Star (Partai Lima Bintang) mempersoalkan keterlibatan Drass, pihak swasta yang terlibat dalam penjualan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. Hal ini memicu penundaan pengambilan keputusan di parlemen.

Sorotan terhadap keberadaan Drass ini muncul Partai Demokrat dan Movimento 5 Star seperti ditulis Andrea Carli dalam ilsole24ore.com, edisi 16 Maret 2026.

Senator dari Partai Demokrat, Alessandro Alfieri dan Graziano Delrio, menunjukkan keputusan untuk menunda pemungutan suara juga didukung oleh sebagian kekuatan politik mayoritas. Faktanya, beberapa poin yang belum jelas masih ada, khususnya, peran perusahaan Italia Drass, yang diduga akan ditunjuk pihak Indonesia sebagai perantara operasi tersebut.

Namun, Drass sendiri sudah akan menjadi penerima manfaat tidak langsung dari kesepakatan keseluruhan, yang menurut informasi yang diberikan oleh kantor parlemen memiliki kontrak untuk pembangunan enam kapal selam senilai € 480 juta yang sedang dalam proses.

Kedua Senator itu, menyatakan mengingat situasi politik yang rumit, sangat penting agar Menteri Crosetto datang langsung untuk mengklarifikasi garis besar operasi tersebut guna menghilangkan keraguan apapun.

Partai Lima Bintang (M5S) juga mendesak untuk meminta dan memperoleh, bersama dengan oposisi lainnya, penundaan pemungutan suara atas dekrit tentang pengalihan kapal Garibaldi ke Indonesia, meminta informasi tambahan dari pemerintah tentang semua aspek yang tidak jelas dari urusan ini.

Pertama, mereka menuntut agar peran perantara perusahaan Drass yang diusulkan Kementerian Pertahanan di Jakarta diungkapkan sepenuhnya, dan hubungan antara penjualan ini dengan kontrak besar yang dimenangkan perusahaan kecil yang sama untuk pengadaan kapal selam, juga untuk Indonesia.

M5S ingin tahu mengapa Kementerian Pertahanan memilih untuk memberikan aset bersejarah Angkatan Laut yang masih bernilai lebih dari 50 juta euro dan oleh karena itu dapat dijual daripada diberikan sebagai hadiah.

Mereka menuntut transparansi mutlak mengenai hubungan antara Crosetto dan CEO Drass, Sergio Cappelletti, mengenai dugaan pertemuan mereka di Dubai beberapa hari terakhir dan mengenai hubungan antara perusahaan tersebut dan pesta Crosetto, yang telah didanai oleh perusahaan yang sama dalam beberapa tahun terakhir. “Kami mengharapkan jawaban yang jelas,” tulis pernyataan M5S.

Potensi Pertemuan Guido Crosetto dengan CEO Drass Sergio Cappelletti di Dubai muncul dalam pemberitaan Il Fatto Quotidiano pada 6 Maret 2026. Perjalanan ke Dubai seharusnya untuk menjual kapal. Indonesia akan menerima Garibaldi, senilai € 54 juta tetapi sekarang sudah usang menurut Kementerian Pertahanan.

Selama Guido Crosetto berada di Dubai, Uni Emirat Arab, Sergio Cappelletti, mitra dan presiden Drass Spa, yang memiliki kantor di Dubai, juga hadir.

Setelah beberapa rumor tentang kemungkinan pertemuan dengan Menteri Pertahanan, pengusaha tersebut menolak untuk menjawab pertanyaan Il Fatto Quotidiano tentang masalah tersebut. Cappelletti seharusnya melakukan perjalanan ke Indonesia untuk penjualan enam kapal selam dengan harga €480 juta (dua sudah dikirim pada bulan Februari).

Indonesia juga akan menerima, secara cuma-cuma, kapal induk Angkatan Laut Italia: Garibaldi, senilai €54 juta. Pengusaha tersebut saat ini terjebak di Dubai.

Situasi di Parlemen Italia, juga berpotensi merembet ke Indonesia mengenai keterlibatan pihak non pemerintah dalam pengalihan dan kontrak pengadaan kapal antara Indonesia dan Italia. Sebab, dari awal memang pihak swasta sudah menunjukkan inisiatif melalui pameran Alutsista pada 2025.(den)


   Sinar Harapan  

Senin, 16 Maret 2026

Prabowo Pertimbangkan Beli Jet Tempur dan Alutsista dari China

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat J10C China (CCTV)

Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi bahwa Indonesia sedang mempertimbangkan pembelian persenjataan dari China, termasuk jet tempur.

Dikutip melalui Bloomberg, Kepala negara menegaskan bahwa Indonesia membeli alat utama sistem persenjataan dari berbagai negara.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari strategi mempertahankan postur militer yang bersifat defensif sekaligus menjaga hubungan baik dengan semua mitra internasional.

Dia menegaskan bahwa Indonesia membeli alutsista dari berbagai negara dan tidak akan berpihak pada kekuatan militer mana pun.

Indonesia tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun. Jika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” kata Prabowo.

https://www.missiledefenseadvocacy.org/wp-content/uploads/2018/06/HQ-9_China-1024x516.jpgRudal pertahanan udara HQ 9 juga dilirik Indonesia (CIN)

Di sisi lain, Presiden Ke-8 RI itu menilai China kemungkinan tidak akan memanfaatkan meningkatnya ketegangan global untuk memicu konflik baru di kawasan, termasuk terhadap Taiwan.

Prabowo mengatakan para pemimpin China saat ini lebih fokus pada pembangunan domestik dan peningkatan kesejahteraan rakyatnya dibandingkan terlibat dalam konflik terbuka.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran sejumlah pihak bahwa konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat memicu eskalasi geopolitik yang lebih luas, termasuk di kawasan Asia Timur.

Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan kebijakan luar negeri yang independen dan tidak berpihak pada kekuatan besar mana pun. Ia mengatakan Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer global.

Saya melihat kepemimpinan China saat ini sangat fokus untuk meningkatkan taraf hidup rakyat mereka. Mereka akan berusaha menghindari konflik terbuka,” tandas Prabowo.

  Kabar Bisnis 24 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...