Jumat, 02 Oktober 2026

Prajurit TNI AL dan Italian Navy Asah Kemampuan Penyelamatan Kapal Selam

   🤝 Di Teluk Taranto Italia Latihan penyelamatan kapal selam (Dispenal)

Prajurit TNI AL bersama Angkatan Laut Italia IT-SMEREX 2025 mengasah kemampuan dengan melaksanakan latihan penyelamatan kapal selam di Teluk Taranto Italia.

Kegiatan tersebut digelar pada 22 September hingga 26 September 2025 di Teluk Taranto Italia.

TNI AL mengirimkan perwakilan delegasi sebagai observer Perwira Koarmada II Letkol Laut (P) Nanang Muslikin dan Perwira Koopskasel Koarmada RI Letkol Laut (P) Hendra Siregar.

Latihan bersama yang diikuti oleh perwakilan dari negara Indonesia, Argentina, Peru, Malaysia, USA, Belanda, Bulgaria, Maroko, Polandia, Qatar, Yunani, Pakistan, UEA, Oman, Portugal dan Mesir.

Latihan ini sebagai observer dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kerja sama antara negara-negara operator kapal selam dalam menghadapi situasi kedaruratan kapal selam (distressed submarine), dimana kapal selam mengalami permasalahan teknis sehingga gagal timbul ke permukaan dan harus diselamatkan oleh para penyelamat.

Dalam latihan IT-SMEREX 2025 dilaksanakan skenario latihan mulai tahap pencarian, penyelamatan dan escape oleh crew kapal termasuk pengerahan Submarine Parachute Assistance Group (SPAG) team dari The DISSUB Support Group (DSG) Royal Navy dan medical hiperbarik dari Italian Navy.

Latihan ini juga melibatkan penggunaan aset SAR dari negara Turki, Yunani dan UK, teknologi canggih ROV, ADS, Diving Belt, serta adanya asistensi dari ISMERLO.

Kegiatan latihan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan kesepahaman dan kerja sama antara awak kapal selam khususnya dan secara umum Angkatan Laut negara sahabat, dalam menjalankan operasi pencarian serta penyelamatan kapal selam di level internasional.

Hal ini selaras dengan arahan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Arry/Oryza)

   👷  Indonesia Maritime News   

Kamis, 01 Oktober 2026

Mobil Komunikasi Hilux Marinir

  Mampu Bikin Jaringan Sinyal Sendiri Prajurit Yonkomlek 1 Marinir memperagakan perangkat komunikasi punggung berantena panjang yang terhubung dengan kendaraan khusus Komob Self Networking Wireless (SNW). (Dok. Pasmar 1)

Batalion Komunikasi dan Elektronika (Yonkomlek) 1 Marinir memamerkan alutsista baru berupa kendaraan khusus Komob Self Networking Wireless (SNW). Mobil berbasis Toyota Hilux ini punya kemampuan unik: sanggup memancar jaringan internet dan komunikasi sendiri di daerah operasi.

Unjuk ketangguhan rantis tersebut berlangsung di Lapangan Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

Pengenalan ini bertujuan memperlihatkan kesiapan perangkat komunikasi bergerak milik Marinir dalam mendukung tugas lapangan.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana membeberkan, pengembangan dan integrasi sistem kendaraan khusus Komob SNW melibatkan industri pertahanan dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen.

Rana menyebut mobil ini bertindak sebagai pemancar sinyal bergerak ketika infrastruktur komunikasi umum di lokasi pertempuran tidak tersedia atau mengalami gangguan.

Perangkat di dalamnya sanggup menyalurkan pertukaran data suara, teks, hingga kiriman video secara real-time (waktu nyata) melalui konektivitas jaringan lokal.

“Sederhananya, Komob SNW merupakan simpul komunikasi bergerak yang dapat membawa dan membangun jaringan komunikasinya sendiri untuk menjaga konektivitas prajurit di medan operasi,” kata Rana saat dihubungi Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Kamis (1/10).

Melalui kehadiran armada Hilux modifikasi ini, Yonkomlek 1 Marinir memastikan jalur perintah dan kendali pasukan di lapangan tetap terhubung tanpa hambatan.

  📡 
IDM  

Rabu, 30 September 2026

Erdogan Telepon Prabowo

 Bahas Industri Pertahanan hingga Undang ke KTT COP3Medium Tank Harimau, hasil kerjasama dengan FNSS, di kabarkan akan bertambah (Pindad)

P
residen Turki Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden RI Prabowo Subianto. Keduanya membahas hubungan bilateral, salah satunya terkait isu pertahanan dan perdagangan.

Hal itu disampaikan kantor Kepresidenan Turki, melalui akun X resmi @trpresidency, Selasa (29/9/2026). Keduanya membahas hubungan bilateral antara Turki dan Indonesia serta isu regional dan global.

Erdogan juga menyatakan kepuasannya atas solidaritas Indonesia di forum Internasional. Erdogan menekankan pentingnya mempertahankan solidaritas bagi kedua negara.

Lebih lanjut, Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama antara Turki dan Indonesia di berbagai bidang, khususnya perdagangan dan industri pertahanan. Erdogan bertekad untuk meningkatkan kerja sama antar kedua negara dalam dua bidang tersebut.

"Presiden Erdogan menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan hal tersebut," demikian bunyi pernyataan kantor Kepresidenan Turki tersebut.

Dalam pembicaraan tersebut, Erdogan juga mengundang Prabowo untuk menghadiri KTT Pemimpin COP31 yang akan digelar di Antalya. (yld/wnv)

  ♞
detik   

Selasa, 29 September 2026

Fincantieri dan PT PAL Indonesia Menandatangani Perjanjian Modernisasi Kapal Induk KRI Sriwijaya

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE3a6phYnckO6hs6iB4uXxc1T3JmYPiDIOPmiYAe5b0jx7PqDstN0hMnFYE5BzaaFP_PoFDdeJDFYlzRaD5viuEGaaN8eSh-tAyyZDoQ7ZEWeXfbfPc4Lk97xc-7qpkCKtbXq61OLCsJNk9zXeAzzXAsZY8ZOopdzGN33u7-Av4_WnJbtlHc7bD7XOGUQb/s481/IMG_0770.jpegKRI Sriwijaya 100 (Dispenal)

Fincantieri dan PT PAL Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang menetapkan kerangka kerja untuk kerja sama dalam program modernisasi masa depan KRI Sriwijaya (sebelumnya bernama Giuseppe Garibaldi) milik TNI AL.

Fincantieri dan PT PAL Indonesia akan berkolaborasi dalam program modernisasi kapal tersebut, menggabungkan keahlian masing-masing dan bersama-sama menentukan ruang lingkup kegiatan dan tanggung jawab dalam program tersebut.

Sebagai perancang dan pembangun asli kapal, Fincantieri akan menyumbangkan pengetahuannya yang luas tentang platform tersebut, sementara PT PAL akan memanfaatkan kemampuan yang telah mapan dalam pembangunan kapal angkatan laut, integrasi, pemeliharaan, dan layanan dukungan.

Program ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas operasional kapal di berbagai misi, mulai dari operasi pertahanan dan keamanan maritim hingga bantuan kemanusiaan dan kegiatan tanggap darurat, sekaligus mendukung tujuan pengembangan kemampuan jangka panjang Angkatan Laut Indonesia.

Melalui perjanjian ini, Fincantieri dan PT PAL Indonesia akan bersama-sama menentukan pendekatan yang paling efektif untuk modernisasi kapal di masa mendatang. . 

  ⍟   Naval News    

Ketua MPR Minta Pindad Kurangi Ketergantungan Senjata Luar Negeri

 Medium Tank Harimau (Pindad) ♞

K
etua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk menjaga kedaulatan NKRI. Hal itu disampaikan Muzani saat mengunjungi PT Pindad di Kota Bandung.

Dia berdialog dengan jajaran direksi Pindad mengenai perkembangan industri pertahanan nasional hingga rencana pengembangan ke depan. Muzani mengatakan salah satu tugas MPR adalah memastikan NKRI tetap terjaga dengan baik dan solid.

Dia menyebut jajaran Pindad telah memberikan penjelasan mengenai berbagai produksi dan rencana pengembangan perusahaan.

Salah satu isu yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya meningkatkan kemandirian produksi alat pertahanan dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Dia menambahkan perkembangan teknologi yang dimiliki Pindad diharapkan dapat mendukung kebutuhan persenjataan nasional.

Di sisi lain, Muzani juga menyampaikan dukungan MPR terhadap pengembangan industri strategis tersebut.

Menurutnya, dalam pertemuan juga dibahas rencana pengembangan perusahaan hingga 2040. Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pindad Sigit P Santosa mengatakan pihaknya telah memaparkan berbagai produk yang sedang dikembangkan kepada Ketua MPR dan jajaran.

Menurut Sigit, pengembangan tersebut mencakup senjata dan amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional, hingga teknologi pertahanan masa depan.

Menurutnya, Pindad saat ini juga tengah mengembangkan teknologi dari sistem persenjataan konvensional hingga smart weapon system.

Dia mengatakan sejumlah hasil penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) Pindad saat ini sudah memasuki tahap piloting dan trial production. Tahap selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi atau scaling up.

Menurut Sigit, proses peningkatan kapasitas produksi tersebut menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan TNI.

  ♞
JPNN   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...