Jumat, 19 Juli 2019

PT PAL Tinjau Lokasi Dermaga SAT Kapal Selam

Di Banyuwangihttps://1.bp.blogspot.com/-ammjaJ4pdDE/XTFbKSc1QvI/AAAAAAABCWQ/KIvJEsRRec0K8LwUQJGwldEUUS5QtYDAgCLcBGAs/s400/180719-Lanal-Banyuwangi-Terima-Kunjungan-PT-PAL-Surabaya-3-e1563464950966.jpg PT PAL tinjau fasilitas sandar kegiatan SAT kapal selam [TNI AL]

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Lantamal V, Koarmada II, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, S.H., M.Tr.Hanla, M.M. menerima kunjungan Dirut PT PAL bersama rombongan dalam rangka pengecekan Dermaga APBN Tanjung Wangi Banyuwangi.

Rombongan PT PAl antara lain Dirut PT PAL Bpk. Budiman Saleh, Laksda TNI (Purn) Mulyadi, Direktur Rekumhar Bpk. Sutrisno ,Dansatgas Yekda KSDE DSME209 kolonel Laut (T) Budi Raharjo, Manpro OVH KRI Cakra – 401 PT PAL Kolonel Laut (T) Wiranto.

Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi [Mrtimedia]

Dalam Kunjungannya di Banyuwangi Rombongan meninjau langsung kondisi dermaga dalam rangka penyiapan fasilitas sandar SAT (Sea Acceptance Test) kapal selam di willayah Banyuwangi

Komandan Lanal Banyuwangi menyampaiakan bahwa dari beberapa survey yang laksanakan PT PAL diwillayab Jawa Bali , bahwa dermaga APBN di Tanjung wangi adalah dermaga yang memenuhi syarat tempat sandar kapal selam dalam rangka Pelaksaan SAT (Sea Acceptance Test).

 ♖ Koarmada II  

Indonesia Approved for Two Naval Hydrographic Vessels

Allocates USD 143 Millionhttps://1.bp.blogspot.com/-lme3Rp7nFYc/XTByW0eI6gI/AAAAAAABCUs/shY11PasujgQVI_7mMczT5vTJWWgh-fVQCLcBGAs/s400/osv-190-rigel.jpgIndonesia has approved an additional sum of IDR 2.04 trillion for the country's 2019 defence budget. The funds will be allocated towards the procurement of hydrographic survey vessels that can be quickly converted into vessels of opportunity for submarine rescue [Ocea]

The Indonesian Ministry of Finance has approved an additional IDR2.04 trillion (USD 143 million) for the country's 2019 defence budget, with a view on accelerating the procurement process for two new hydrographic survey ships that can be swiftly converted into vessels of opportunity (VOO) for submarine rescue operations.

The funds will be added to the country's previously approved 2019 defence budget of IDR 108 trillion, according to an official document seen by Jane's on 17 July.

 ♖ IHS Janes  

TNI AL Tambah Alutsista Dua Unit Kapal PC 40

Dari PT Caputra Mitra Sejatihttps://1.bp.blogspot.com/-3NBWIf4zT9g/XTCLHGhcUOI/AAAAAAABCVE/jz40IqBqbV8y9p34YKnNvipHmdbN19DZwCLcBGAs/s400/IMG-20190718-WA0112-735x400.jpgTNI Angkatan Laut akan menambah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dengan kembali membangun 2 unit Kapal Patroli Cepat (PC) 40 Meter di galangan kapal PT. Caputra Mitra Sejati. Pembangunan tersebut diawali dengan prosesi Peletakan Lunas Kapal (Keel Laying) yang ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., di Banten, Kamis (18/7).

Kapal PC 40 yang dibangun rencananya akan memperkuat jajaran KRI di Komando Armada II. Alutsista ini merupakan kapal perang karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT Caputra Mitra Sejati, Banten. Kapal Perang tersebut memiliki panjang 45.50 meter, lebar 7.90 meter, tinggi 1.80 meter serta memiliki kecepatan ekonomis 15 knot, kecepatan jelajah 17 knot, kecepatan maksimum 24 knot serta endurance selama 6 hari.

Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito dalam amanatnya antara lain menyampaikan bahwa, sebagai bagian integral dari komponen pertahanan negara, TNI AL akan terus mengembangkan dan membangun kekuatannya hingga mencapai kekuatan laut (sea power) yang profesional dan modern serta dipercaya oleh rakyat, sejalan dengan kebijakan Minimum Essential Force (MEF).

Dalam merencanakan suatu pengadaan Alutsista seperti halnya pembangunan kapal perang ini, memerlukan suatu perencanaan yang matang. Pengadaan bukan saja berarti Angkatan Laut hanya akan memiliki kapal perang ini saja, namun juga harus bisa menggunakan kemampuan dari Alutsista tersebut sesuai dengan fungsi azasi yang diharapkan,” ujar Wakasal.

Turut hadir menyaksikan prosesi Keel Laying ini, para pejabat tinggi di lingkungan TNI AL antara lain, Irjenal Laksda TNI Djoko Erwan, M.Tr (Han), CFrA., Aslog Kasal Laksda TNI Moelyanto, M.Si (Han)., Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, S.T., Kadismatal Laksma TNI Budi Sulistyo, Direktur PT. CMS Kris Pramono serta jajaran Direksi PT. CMS Banten.

 ♖ Indikator News  

Koopssus TNI Sah Terbentuk

Beroperasi di Dalam dan Luar RIhttps://akcdn.detik.net.id/visual/2019/04/09/840c031b-f1d6-42bb-ae9e-4fdf22be586a_169.jpeg?w=650Ilustrasi Koopssus TNI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Presiden Joko Widodo resmi menandatangi Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Sususan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Perpres tersebut ditandatangani dan mulai berlaku sejak 3 Juli 2019.

Perpres itu diketahui merupakan dasar perubahan susunan Markas Besar TNI dan pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI yang berasal dari matra darat, laut, dan udara.

Dalam Perpres itu, Koopssus TNI bertugas untuk menyelenggarakan operasi khusus dan memberikan dukungan dalam operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi.

"Guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI," dikutip dari situs seskab.go.id, Kamis (18/7).

Lebih lanjut, Perpres menyebut Koopsus TNI dipimpin oleh Komandan Koopssus TNI dengan pangkat bintang dua. Sementara Wakil Dankoopssus dijabat oleh perwira tinggi berpangkat bintang satu.

Adapun kedudukan Dankoopssus TNI berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Panglima TNI. Dankoopssus juga dibantu oleh Wadankoopssus. Sementara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Dankoopssus berkoordinasi dengan Kasum TNI.

Dalam Perpres 42/2019 itu juga disebutkan soal Komando Operasi TNI. Susunannya terdiri dari Komando Pertahanan Udara Nasional; Komando Gabungan Wilayah Pertahanan; Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat; Komando Pasukan Khusus; Komando Daerah Militer; Komando Armada; Komando Lintas Laut Militer; dan Komando Operasional TNI Angkatan Udara.

Sebelumnya, TNI pernah memiliki Koopssusgab TNI yang dibentuk oleh Moeldoko selaku Panglima TNI pada 2015. Tim ini merupakan gabungan pasukan elite dari tiga matra TNI, yakni Sat-81 milik TNI AD, Denjaka milik TNI AL, dan Satbravo-90 dari TNI AU. Namun, tim ini dibekukan.

Usai pengesahan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, pasukan elite ini direncanakan aktif kembali lewat penyusunan payung hukum. Yakni, Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dan lewat Perpres terkait pelibatan TNI dalam UU Terorisme.

 ♖ CNN  

TNI AU Coba Smart Hunter

✈ Di Angkasa Yudha 2019 ✈ Prajurit TNI AU melakukan uji smart hunter dalam latihan terbesar TNI AU, Angkasa Yudha 2019 di Lanud Iswahjudi. [Foto/Ist]

Latihan terbesar TNI AU, Angkasa Yudha 2019, menjadi ajang uji coba sejumlah alat utama sistem senjata (Alutsista) canggih milik penjaga langit nusantara ini.

Berbagai alat perang terbaru yang dimiliki TNI AU, yang diujicobakan di Angkasa Yudha 2019, antara lain Jammer GPS, anti drone, Mobil DF (direction finder), Communication Jammer Mobile, serta Smart Hunter.

Smart hunter merupakan peralatan TNI AU yang mengarah pada kelengkapan rudal anti serangan udara (SAM/surface to air missile), dengan basis MANPADS (man portable air defence systems).

Ini bisa dilihat dari hadirnya sista Mistral, Grom, dan QW-3. Dengan basis MANPADS, rudal dapat dioperasikan secara mandiri oleh satu atau dua orang awak. Dalam beberapa platform, dapat diintegrasikan dengan pola penembakkan otomatis dalam suatu sistem peluncur.

SAM SHORAD seperti Mistral, Grom, dan QW-3 rata-rata jarak tembak maksimumnya mencapai 5.000-6.000 meter. Dengan kecepatan supersonic, itu artinya target yang disasar 'hanya' efektif mengejar helikopter dan jet tempur yang terbang rendah dengan kecepatan tinggi. Sementara dalam konteks menghadapi jet tempur yang terbang tinggi di atas 8.000-10.000 meter alat ini tidak begitu efektif.

Smart Hunter yang merupakan buatan China, adalah sistem radar yang digunakan untuk memandu awak rudal QW-3 dalam mengetahui arah datangnya target lawan. Maklum arah datangnya pesawat lawan kadang sulit ditemukan secara visual.

Dengan demikian, awak rudal dapat mengambil inisiatif pertama untuk melakukan tembakan untuk melumpuhkan pesawat penyusup. Smart Hunter dipasang dalam platform jip 4×4, untuk pesanan Paskhas, digunakan jenis Nissan Frontier 2000 cc dengan warna cat hijau.

Dilengkapi jaringan wireless, sehingga satu unit Smart Hunter mampu mengendalikan 12 penembak QW-3. Jalur komunikasi antara pusat kendali dan juru tembak mengandalkan gelombang WiFi (wireless fidelity).

Dalam keterangannya, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, sangat bangga dengan semangat yang ditunjukkan para prajurit TNI AU selama latihan Angkasa Yudha 2019.

"Latihan Angkasa Yudha 2019 penuh dengan kompleksitas, namun saya berharap kita mampu melaksanakan latihan ini dengan baik. Tugas kita adalah latihan dan operasi, semuanya membutuhkan biaya yang besar, namun yakinlah kita akan memenuhi kekurangan-kekurangan kita," tegasnya. (eyt)

  SINDOnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...