Rabu, 29 Maret 2017

Indonesia Upgrades CN295

Command and control aircrafttwitter alanwarnes (warnesyworld)

Seorang photographer militer dirgantara, koresponden sherpardmedia, Alan Warnes, mentweet bahwa Indonesia akan modernisasi salah satu pesawat CN295 menjadi pesawat pengintai (command and control aircraft).

Perihal kebutuhan akan pesawat pengintai sudah diberitakan sebelumnya oleh KASAU, dimana Indonesia akan akuisisi pesawat pengintai.

Sayangnya tidak diberitakan, perusahaan mana yang akan meng upgrade radar untuk pesawat tersebut.

Berikut sekilas penampakan CN295 TNI AU bila tuntas di perbaharui :

https://chainhomehigh.files.wordpress.com/2013/01/airbus-military-c-295-aew-airbus-military.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-pX8TNIlgxTA/UvYh151ae2I/AAAAAAAAcmY/-4WmXCcJ6l4/s1600/C295+Erieye.gif

  Garuda Militer  

[World] Saudi Arabia Imports UCAV Production Line from China

The Beijing-based China Aerospace Science and Technology Corp (CASC) recently signed a deal to sell unmanned aerial vehicles (UAV) as well as production lines to Saudi Arabia, according to IHS Janes Defence Industry news.

The UAV model in question, the Rainbow-4, can accommodate a satellite communications antenna and has previously been displayed with AR-1 laser-guided missiles and FT-9 guided bombs, the military newspaper disclosed. It was developed to perform reconnaissance, surveillance, intelligence collection and ground strikes, according to the China Academy of Aerospace Aerodynamics.

Arab Saudi Produksi UAVDuring a state visit to China by Saudi Arabia's King Salman bin Abdulaziz Al Saud from March 15 to 18, the two countries signed 35 deals worth as much as $65 billion, including a partnership agreement to manufacture drones. According to an agreement signed by China Aerospace Long-March International (ALIT) and manufacturers in Saudi Arabia, the Saudi-made UAVs will be marketed to other countries in the region.

Chinese companies have signed deals with buyers in Pakistan and Myanmar for the Rainbow UAV production line, a developer was quoted as saying by the South China Morning Post. In the past, Iraq, Yemen, Sudan and Pakistan have deployed Rainbow drones against terrorists. The excellent performance of Chinese UAVs in the Middle East may have caught Saudi Arabia's attention, one expert speculated.

  ecns  

Kemhan – PT. Dahana Harus Bersatu Untuk Kemandirian Inhan

Kementerian Pertahanan bersama dengan PT. Dahana sebagai Badan Usaha Milik Negara Strategis (BUMNS) harus bersatu padu dalam kemandirian industri pertahanan khususnya industri propelan. Sehingga diharapkan ada solusi yang terbaik dalam menyelesaikan segala permasalahan, hal ini tentu akan berdampak pada Opini BPK.

Demikian diungkapkan Sekjen Kemhan Laksdya TNI Dr. Widodo, M.Sc saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus (Kantor Manajamen Pusat) PT. Dahana di Subang, Jawa Barat, Senin (27/3). Harapan tersebut disampaikan Sekjen dihadapan Dirut PT Dahana Budi Antono beserta jajaran dan Pejabat di lingkungan Kemhan.

Dalam kunjungan kerja sehari tersebut, Sekjen Kemhan mendapat penjelasan singkat tentang maket dan produk oleh Dirut PT Dahana. Dilanjutkan dengan penayangan safety induction (induksi keselamatan), penayangan kemajuan pembangunan pabrik Nitro Griserin (NG) oleh Dirtekbanghan dan diakhiri dengan plan tour meninjau lokasi NG (Nitro Griserin), CE (Catride Emulsion) dan Nonel (Non Electric Detonator).

Dalam kesempatan tersebut Sekjen mengungkapkan bahwa mandiri disini adalah tidak bergantung dengan negara lain. Sekjen meyakini bahwa tenaga-tenaga ahli (SDM) PT. Dahana tidak kalah mumpuni dengan tenaga ahli asing. Untuk itu Direksi PT. Dahana beserta jajaran harus berimprovisasi dalam memajukan kemandirian industri pertahanan dan jajaran komisaris harus mendukung hal tersebut. karena PT. Dahana adalah milik negara yang harus dikelola dengan baik.

Untuk itu perlu perlu adanya suatu payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) yang harus dibuat pada tahun ini untuk percepatan industri propelan. Dalam hal ini Ditjen Pothan Kemhan sebagai leading sector dalam pembuatan Perpres tentang Percepatan Industri Propelan.

PT. Dahana sebagai perusahaan propelan yang memiliki motto perusahaan serving the nation better merupakan perusahaan yang melayani kebutuhan negara dan komersial dalam bidang bahan berenergi tinggi baik didalam negeri maupun luar negeri. Dahana mengimplementasikan secara konsisten praktek kerja aman, sehat dan ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap pencegahan kecelakaan kerja, peningkatan kualitas kesehatan kerja dan pencemaran lingkungan.

PT. Dahana sadar tumpuan perusahaan terletak pada pengelolaan sumber daya manusia yang mumpuni, sistem manajemen yang efektif, dan tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan komitmen manajemen PT DAHANA (Persero) melalui Kebijakan Manajemen Mutu, Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007. Kedepannya, DAHANA ingin melayani negeri lebih baik dengan menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan industri pertahanan di tanah air.

  ✈️ Kemhan  

Selasa, 28 Maret 2017

Tim Jupiter Selesaikan Misi di Malaysia

✈️ LIMA 2017 ✈️ Black Eagles & Jupiter friendship flight [riauonline]

Tim Aerobatik Jupiter atau Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU menyelesaikan misi dalam mengharumkan nama Indonesia di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2017, Malaysia.

Alhamdulilah kegiatan di sana berjalan lancar, aman dan selamat. Itu yang paling utama,” kata Danlanud Adi Sucipto, Marsekal Pertama TNI Novian Samyoga kepada Antara di Pekanbaru, Minggu.

JAT yang bermarkas di Pangkalan Udara Adi Sucipto, Yogyakarta mengikuti LIMA 2017 pada 21-25 Maret 2017. Saat ini, TIM JAT yang diperkuat dengan enam pesawat KT-1B Wong Bee dan satu pesawat cadangan dengan jenis yang ama tersebut berada di Pekanbaru setelah sebelumnya terbang dari Langkawi menuju Medan, Sumatera Utara.

Mereka direncanakan akan kembali melanjutkan penerbangan kembali ke Yogyakarta Senin (27/3).

Marsekal Pertama TNI Novian mengatakan JAT TNI AU mendapat apresiasi yang sangat baik dari Kerajaan Malaysia, dalam hal ini sebagai penyelenggara LIMA 2017.

Ia mengatakan JAT yang tampil dengan tim terbaik serta beberapa konfigurasi tambahan berhasil membawa nama TNI AU dan Bangsa Indonesia di ajang kedirgantaraan bertaraf internasional tersebut.

Kita tampil penuh dengan konfigurasi yang baik. Penonton dari berbagai negara di sana juga sangat luar biasa. Kami di sana tidak hanya bawa nama TNI AU, tapi juga nama Bangsa Indonesia,” jelasnya.

https://4.bp.blogspot.com/-pdifK5kXifE/WNpGNv7eozI/AAAAAAAAKGk/LK8gJ7BPPtw3yqr5G2TIlrp_8FzMyhvXACLcB/s1600/4533_Black%2BEagles%2B%2526%2BJupiter%2Bfriendship%2Bflight.jpgLebih jauh, Marsekal Pertama Novian menuturkan, selama gelaran kedirgantaraan Internasional tersebut, tim JAT juga sempat beradu keahlian dengan tim Black Eagle Korea Selatan.

Kita tampil bersama dengan Black Eagle. Jadi itu satu-satunya penampilan dua tim aerobatik (beda negara) secara bersama. Itu sungguh luar biasa,” tuturnya.

Sebanyak 12 penerbang pesawat KT-1B Wong Bee yang tergabung dalam JAT membawa nama Indonesia di LIMA 2017. Tahun ini merupakan kali ketiga JAT mengikuti gelaran kedirgantaraan dua tahunan tersebut, sejak 2013 silam.

Marsekal Pertama TNI Novian Samyoga yang turut menjadi salah satu penerbang JAT tersebut mengatakan secara keseluruhan terdapat 51 personel yang akan terlibat dalam LIMA 2017 tersebut.

  ✈️ antara  

Menhan Tertarik Tawaran ToT Dari Perancis

✈️ Dalam Pengadaan Alutsista Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu, menyatakan tertarik pada penawaran pihak Perancis yang menyatakan siap melakukan Transfer of Technology (ToT) dalam pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).

Hal itu dikatakan Menhan saat menerima kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet, di Jakarta, Senin (27/3), saat penyampaian rencana kedatangan Presiden Republik Perancis François Hollande ke Indonesia beserta delegasi, antara lain Menhan Perancis Jean Yves Le Drian dan Menteri Muda Urusan Industri, Digital dan Inovasi, Christophe Sirugue.

Menurut Menhan, penawaran ToT pihak Perancis kepada Indonesia sangat baik, namun untuk kepentingan kedua negara, Menhan mengatakan akan mempelajari terlebih dulu lebih mendalam untuk kebaikan kedua belah pihak.

Selain rangkaian kunjungan Presiden Republik Perancis, Dubes Perancis juga menyampaikan agenda pertemuan lainnya, salah satunya Pertemuan Menhan kedua negara, untuk membicarakan peningkatan kerja sama perthanan yang selama ini sudah terjalin.

Pada pertemuan kedua Menhan tersebut, sejumlah topik yang akan dibahas diantaranya penanganan terorisme, masalah kedaulatan, keamanan internasional serta latihan bersama pasukan penjaga perdamaian kedua negara di IPSC Sentul.

  ✈️ Kemhan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...