Sabtu, 23 Maret 2019

Kisah Prajurit Raider 751/VJS saat Menyergap OPM yang Bersenjata SS1

Pratu Kristopel Kreku dan anggota prajurit Raider Yonif RK 751/VJS berhasil menyergap anggota kelompok kriminal separatis bersenjata OPM pimpinan Bilkuis Kogoya yang membawa senjata api standar militer SS1. Foto Ist 

Kristopel Kreku adalah seorang prajurit Raider Yonif RK 751/VJS dengan pangkat Prajurit Satu (Pratu). Bersama teman-temanya dia berhasil menyergap anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Bilkuis Kogoya yang membawa senjata api standar militer.

Peristiwa tersebut terjadi saat Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pam Rawan) yang bertugas di Pos Illu Kabupaten Puncak Jaya Papua melaksanakan penyergapan terhadap kelompok KKSB. Penyergapan dipimpin Danpos Lettu Inf Sukma.

Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi, penyergapan berjalan dengan sukses dan berhasil membekuk tersangka Bilkuis Kogoya tanpa letusan senjata. Namun Sayang, Bilkuis Kogoya ternyata tidak membawa senjata, dia hanya membawa tas noken yang berisi HP, bendera Bintang Kejora dan sejumlah barang bukti (barbuk) lainnya.

Namun saat yang bersangkutan dibawa ke Pos dan diintrogasi, Bilkuis Kogoya mengakui bahwa senjatanya saat ini dibawa oleh temannya yang sedang berada di sebuah Honay dipinggir Sungai Dolinggame Distrik Illu.

Kapendam menjelaskan, anggota Pos lalu kembali melaksanakan penyergapan ke arah Honay yang ditunjukkan oleh Bilkuis. Ternyata di dalam Honay tersebut terdapat 02 orang teman Bilkuis atas nama Nimoya Kogoya dan Komisi Kogaya, dan dipastikan menyimpan senjata standar militer sesuai keterangan Bilkuis.

Menurut Kapendam, anggota Satgas mengepung Honay dan meminta penghuninya keluar menyerahkan diri. Namun keduanya bersembunyi ketakutan tidak mau keluar. Anggota Satgas berusaha membujuk tersangka agar keluar menyerahkan diri dan akan dijamin keamanannya.

"Untuk meyakinkan tersangka bahwa mereka tidak akan disakiti, tiba-tiba Praka Kreku berdiri dan melepaskan perlengkapannya serta meletakkan senjatanya kemudian mendekati Honay sambil mengajak kedua tersangka keluar dari persembunyiannya. Pratu Kreku dikawal oleh rekannya Praka Oktovianus Kainama, sedangkan anggota Tim yang lain bersiap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk akan terjadi," ungkap Kapendam.

Langkah nekat Pratu Kreku, lanjut Kol In M Aidi, rupanya menuai hasil tersangka akhirnya mau keluar dari persembunyiannya dari dalam Honay sambil membawa sepucuk senjata standar militer jenis SS-1. "Dengan diperlakukan secara baik-baik, kedua tersangka dibawa ke Pos untuk pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya. (sms)

  sindonews  

Jumat, 22 Maret 2019

Baku Tembak dengan Satgas Tinombala

3 Anggota MIT Tewas Ilustrasi Satgas Tinombala. (rakyatku) 

S
atgas Tinombala berhasil menembak mati tiga terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (21/3/2019) sore.

Benar Mas,” kata Kapolda Sulteng Brigjen Lukman Wahyu singkat saat dihubungi Beritasatu.com Kamis malam.

Jenderal bintang satu ini tidak membantah informasi tewasnya Andi Muhammad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadan alias Ikrima asal Banten, dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.

Ketiganya menemui maut sekitar pukul 16.50 WITA di Dusun Air Teh Desa Marete, Sausu, Parigi Moutong. Saat itu diperkirakan ada enam orang dalam kelompok itu yang terlibat baku tembak.

Sebelumnya, Polri telah melansir jika jaringan MIT pecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berisi enam orang yang sempat meminta beras pada masyarakat dan kelompok kedua dipimpin Ali Kalora beranggotakan empat orang.

Kelompok pertama mengusai satu laras panjang dan dua senpi, sementara kelompok Ali membawa satu laras panjang.

  ★ Berita Satu  

Kamis, 21 Maret 2019

Empat Pesawat Tempur Sukhoi Mengudara di Kaltara

Pesawat tempur Sukhoi di Lanud Anang Bursa Tarakan, Rabu (20/ 03). (Radar Tarakan) 

E
mpat unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 dan SU-30 dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, selama lima hari terhitung dari 17 Maret hingga 22 Maret melaksanakan Latihan Pertahanan Udara (Hanud) Kilat dan Cakra di perbatasan langit Kalimantan Utara (Kaltara).

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosek Hanudnas) II, Marsma TNI Andi Heru Wahyudi yang diwakili Asops Kosekhanudnas II, Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono mengatakan, latihan Hanud Kilat dan Cakra kali ini dilakukan sebagai upaya menjaga wilayah udara nasional Indonesia dari pelanggaran udara yang dilakukan oleh pesawat asing.

Latihan ini untuk menguji dan melatih penerbang tempur kita ketika melakukan penindakan terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance (izin penerbangan),” tuturnya, Rabu (20/ 3).

Dalam latihan yang dilakukan selama 5 hari tersebut, dilakukan simulasi force down atau penurunan paksa terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah udara nasional Indonesia tanpa memiliki flight clearance.

Kita tadi melakukan simulasi force down oleh pesawat Sukhoi, di mana kita menggunakan pesawat Boeing 737 dengan nomor AI-7301 milik TNI AU yang disimulasikan sebagai pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa memiliki flight clearance, pesawat ini kita lakukan force down ke Lanud Anang Bursa Tarakan,” ujarnya.

Terkait pelanggaran udara yakni pesawat asing memasuk wilayah Indonesia, untuk wilayah Kaltara maupun di sekitarnya belum ditemukan hingga saat ini. “Sejauh ini masih aman, belum ada pelanggaran udara yang ditemukan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi Skadron Udara 11, Mayor Pnb Andry Libarsyah mengatakan, pesawat tempur SU-27 dan SU-30 memiliki kecepatan maksimal hingga 1,8 mach number, artinya pesawat tersebut mampu dengan cepat mengejar pesawat asing yang melakukan pelanggaran udara.

Cukup cepat dengan 1,8 mach number, karena latihan untuk saat ini kita hanya menggunakan kecepatan hingga 0,9 mach number saja,” bebernya.

  ★ Prokal  

TNI AL Kerahkan Dua Kapal Perang Menuju Malaysia

Partisipasi Ajang LIMA 2019 KRI Banda Aceh 593 [TNI AL]

TNI
Angkatan Laut membentuk satuan tugas (satgas) dan mengerahkan dua kapal perang, yakni KRI Banda Aceh-593 dan KRI Halasan-630 untuk berpartisipasi pada ajang internasional The 15th Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2019.

KRI Banda Aceh-593 secara resmi dilepas oleh Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto dari Dermaga 300 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa 19 Maret 2019. Sementara sedangkan KRI Halasan-630 akan berlayar menuju Langkawi Malaysia dari Dermaga Mentigi, Kepri.

Pada kegiatan LIMA yang digelar dua tahunan ini, keikutsertaan TNI AL selain untuk mempererat hubungan bilateral dengan negara penyelenggara dalam hal ini Malaysia, sekaligus menjalin hubungan multilateral dengan negara-negara peserta LIMA 2019 yang hadir pada kegiatan tersebut.

LIMA 2019 akan digelar 26-30 Maret 2019 di Langkawi, Malaysia. Pada rangkaian kegiatan tersebut, Satgas TNI AL akan ikut serta di berbagai kegiatan seperti festival budaya. Para prajurit akan menampilkan Tari Saman dari Aceh dan Tari Gabu-gabu dari Maluku, festival makanan yang menyajikan berbagai makanan tradisional Indonesia, fleet review, open ship, demo visit board Search and Seizure (VBSS) dari Komando Pasukan Katak TNI AL, hingga terlibat pada Farewell Pass dengan seluruh Angkatan Laut negara lainnya.

Seperti dijelaskan dalam siaran pers Dinas Penerangan Angkatan Laut, kedua KRI yang diberangkatkan pada ajang internasional ini merupakan hasil karya anak bangsa produksi industri pertahanan dalam negeri PT PAL, Surabaya.

KRI Banda Aceh-593 unsur KRI yang berada di bawah Komando Lintas Laut militer merupakan kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan ukuran lebar 22.004 meter dan panjang 125 meter. Sedangkan KRI Halasan – 630 merupakan kapal bertipe Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter yang saat ini berada di bawah Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I TNI AL (dam)

  ★ sindonews  

Rabu, 20 Maret 2019

[RIP] Baku Tembak dengan Kelompok Bersenjata di Nduga

Anggota Brimob Gugur http://cdn2.tstatic.net/kalteng/foto/bank/images/tribunkalteng-brimob-terluka-saat-memburu-kkb-di-papua.jpgSeorang anggota Brimob terluka saat memburu KKB di Papua. [tribunnews]

B
aku tembak dengan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di Nduga kembali terjadi. Kali ini antara KKSB dan pasukan Brimob. Satu anggota Brimob gugur akibat insiden ini.

Peristiwa baku tembak itu terjadi pada Rabu (20/3/2019) pagi sekitar pukul 07.30 WIT. Baku tembak telah terjadi antara Pasukan Brimob Nemangkawi tim Belukar dan KKSB di Bandara Mugi Distrik Mugi, Kab. Nduga.

Insiden baku tembak itu terjadi saat aparat mengamankan bandara dalam rangka pendorongan logistik. Berdasarkan informasi yang didapatkan, 3 anggota tim Belukar terkena tembak dan satu di antaranya tewas.

"Benar, satu orang anggota gugur," ujar Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin, Rabu (20/3/2019).

Saat ini ketiga anggota tim Belukar yang terkena tembak sudah dievakuasi dari Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, ke Timika menggunakan Helly Penerbad. (fjp/aud)

 Bharada Aldy yang Gugur Diberi Kenaikan Pangkat 

Bhayangkara Dua (Bharada) Muhammad Aldy, anggota Brimob yang gugur ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, merupakan anak kebanggaan keluarga. Ayah Aldy sehari-hari bekerja sebagai buruh di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

"Korban adalah putra yang dibanggakan keluarganya. Duka mendalam keluarga korban tentu menjadi duka mendalam Polri. Korban adalah putra dari seorang buruh di Nunukan, Kalimnatan Utara," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Dedi menuturkan kepergian Bharada Aldy tak menyusutkan semangat Polri untuk mengejar KKB. Gugurnya Aldy justru memotivasi pasukan untuk lebih semangat mengejar KKB.

"Polri berduka, salah satu prajurit terbaik kami gugur dalam tugas di Papua. Gugurnya korban bukan berarti memupuskan semangat kami untuk mengejar KKB, tapi justru memotivasi kami dalam rangka melindungi masyarakat Papua dan mengejar kelompok kriminal bersenjata di sana," tegas Dedi.

Dedi mengatakan Aldy mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari bharada menjadi bhayangkara satu (bharatu). Dedi menerangkan Aldy baru saja lulus pendidikan Tamtama 2018 lalu. Dia baru mendapat penugasan di Papua pada Februari lalu.

"Korban otomatis langsung mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat dari Bapak Kapolri. Tiap anggota Polri yang gugur dalam tugas, berhadapan atau kontak langsung dengan pelaku tindak pidana atau kejahatan, diproses untuk KPLB. Baru lulus Tamtama 2018 lalu," terang Dedi.

Peristiwa baku tembak yang mengakibatkan Bharada Aldy gugur terjadi pada Rabu (20/3), sekitar pukul 07.30 WIT. Baku tembak antara Pasukan Brimob Nemangkawi Tim Belukar dan KKSB terjadi di Bandara Mugi, Distrik Mugi, Kabupaten Nduga.

Insiden terjadi saat petugas mengamankan bandara untuk pendorongan logistik. "Benar, satu orang anggota gugur," ujar Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin, pagi tadi.

Setelah terjadi baku tembak, ketiga anggota Tim Belukar yang tertembak langsung dievakuasi menggunakan helikopter Penerbad. (aud/jbr)

 2 Anggota Brimob yang Tertembak KKSB di Nduga Dirawat di RS 

Baku tembak dengan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua, menyebabkan seorang anggota Brimob gugur dan dua lainnya terluka. Dua anggota Brimob yang luka tengah menjalani perawatan.

"Yang meninggal sudah divisum, kami hanya visum luar saja, sementara dua korban lain yang selamat tengah menjalani perawatan," kata Kabag humas RSUD Mimika Lucky Mahakena saat ditemui di RSUD Mimika, Rabu (20/3/2019).

Peristiwa baku tembak ini terjadi pada Rabu (20/3), sekitar pukul 07.30 WIT. Baku tembak antara Pasukan Brimob Nemangkawi Tim Belukar dan KKSB terjadi di Bandara Mugi, Distrik Mugi, Kabupaten Nduga.

Insiden terjadi saat petugas mengamankan bandara untuk pendorongan logistik. "Benar, satu orang anggota gugur," ujar Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin, Rabu (20/3).

Setelah terjadi baku tembak, ketiga anggota Tim Belukar yang tertembak langsung dievakuasi menggunakan helikopter Penerbad. (jbr/hri)

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...