Minggu, 31 Mei 2026

BTN Kucurkan Kredit Rp 1,5 Triliun ke Pindad

  Sokong Produksi Maung MV3   (JPNN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan kolaborasi strategis dengan PT Pindad melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility sebesar Rp 1,5 triliun di Jakarta pada Jumat (29/5).

Kerja sama itu menegaskan komitmen kuat BTN dalam mendukung kemandirian industri pertahanan sekaligus menyukseskan berbagai program unggulan nasional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.

Terlebih, pemerintah saat ini menempatkan industri pertahanan sebagai salah satu sektor prioritas nasional, yang tecermin dari anggaran pertahanan Indonesia pada APBN 2026 yang telah mencapai lebih dari Rp 180 triliun.

Ini menjadikannya salah satu anggaran terbesar dalam APBN tahun ini.

"Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional," ujar Nixon di Jakarta.

Pindad sendiri memegang peran sentral dalam ekosistem tersebut melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, munisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.

Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai proyek strategis, BTN mengucurkan fasilitas Corporate Loan Facility senilai Rp 1,5 triliun yang terdiri dari Fasilitas Cash Loan atau KMK Kontraktor sebesar Rp 125 miliar serta Fasilitas Non-Cash Loan berupa Bank Garansi, SKBDN, dan LC dengan sub-limit Trust Receipt sebesar Rp 1,250 triliun.

Nixon menjelaskan dukungan pembiayaan ini diberikan untuk memastikan kelancaran berbagai proyek strategis Pindad yang berasal dari Kementerian dan Lembaga Negara, baik bersumber dari APBN Murni maupun APBN berasal dari skema pinjaman dalam dan luar negeri.

Pada tahap awal, fasilitas pendanaan ini akan difokuskan untuk mendukung beberapa program unggulan nasional milik Pindad, antara lain produksi Maung MV3, produksi berbagai jenis amunisi untuk mendukung kesiapan pertahanan nasional, serta produksi Water Canon untuk mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti nyata dari transformasi bisnis berkelanjutan yang sedang digalakkan oleh BTN melalui strategi Beyond Mortgage.

Sebagai bank yang selama ini dikenal luas sebagai pemimpin pasar KPR nasional, BTN terus bertransformasi menjadi bank yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Melalui transformasi ini, BTN tidak lagi hanya hadir dalam pembiayaan perumahan rakyat, tetapi juga mulai mengambil peran yang lebih luas dan agresif dalam mendukung sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas utama pemerintah.

Nixon melanjutkan, BTN juga percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan tepat waktu, tepat kualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi negara.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia," tutur Nixon.

Direktur Utama Pindad Prof. Sigit Puji Santosa mengatakan dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.

Dia menambahkan sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sigit. (jpnn)


  💰 JPNN  

Sabtu, 30 Mei 2026

Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T

 🤝 Hasil Lawatan ke Prancis PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved berkonfigurasi LiB di Surabaya. (Naval Group)

Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun. Dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu (30/5/2026), Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan.

Salah satu capaian utama kunjungan tersebut adalah peluncuran France-Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha kedua negara. Forum tersebut turut menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial baru.

"Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD) yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan," tulis Bakom.

Selain agenda kenegaraan, Prabowo juga menyempatkan bertemu dan bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia di Paris, termasuk melaksanakan salat Idul Adha bersama masyarakat Indonesia. Kepulangan Presiden Prabowo menandai berakhirnya rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis.

 Perkuat Kemitraan Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council Rosan menilai forum tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Prancis.

Peresmian dewan bisnis tingkat tinggi itu berlangsung pada 28 Mei 2026 dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujar Rosan melalui keterangan tertulis yang dirilis oleh Biro Pers Media dan Informasi.

Forum tersebut mempertemukan 30 pemimpin perusahaan dan pelaku industri utama dari kedua negara yang secara keseluruhan memiliki kapitalisasi pasar mencapai USD 1,3 triliun. Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International yang juga CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Menurut Rosan, peluncuran dewan bisnis ini juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total USD 3,5 miliar. Kesepakatan tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan.

"Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif," kata Rosan.

Seperti diketahui, dilihat di siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, pesawat Garuda Indonesia GA-1 yang ditumpangi Prabowo mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta tadi pagi. Prabowo turun dari pesawat sekitar pukul 10.19 WIB.

Prabowo disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Prabowo sempat berbincang-bincang. (whn/dhn)

  🤝  detik  

PTDI Catat Kinerja Positif dan Perkuat Struktur Kepemimpinan Perusahaan

 Dengan peningkatan laba bersih sebesar 345,97%Produksi pesawat N219 di PTDI (Tempo)

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Holding DEFEND ID yang diselenggarakan pada Selasa (26/05), di Hotel Shangri-La Jakarta, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai salah satu member Holding DEFEND ID mencatatkan kinerja positif dengan peningkatan laba bersih sebesar 345,97% dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Capaian tersebut mencerminkan peran strategis PTDI sebagai garda terdepan industri dirgantara nasional dalam mendukung kemandirian pertahanan negara, penguatan ekosistem dirgantara nasional, serta penyediaan solusi teknologi dirgantara yang berdaya saing global, baik untuk segmen militer maupun nonmiliter.

Selain mencatatkan capaian finansial dan operasional yang positif, PTDI juga berhasil membukukan capaian Key Performance Indicator (KPI) sebesar 100,65 dari target skor 100, yang didorong oleh penguatan indikator nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta dan sumber daya manusia unggul di sektor dirgantara.

Pada kesempatan RUPS ini juga disetujui perubahan susunan pengurus Perusahaan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan struktur organisasi guna mendukung arah pengembangan dan penguatan Perusahaan ke depan. Salah satu perubahan yang ditetapkan adalah perubahan nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi, yaitu jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan menjadi Direktur Niaga & Pengembangan yang dijabat oleh Moh. Arif Faisal, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM menjadi Direktur Keuangan & SDM yang dijabat oleh Dhias Widhiyati, serta mengangkat Ony Arifianto sebagai pejabat baru Direktur Teknologi & Manajemen Risiko. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fokus Perusahaan dalam pengembangan bisnis, penguasaan teknologi, dan pengelolaan risiko di tengah dinamika industri dirgantara yang semakin kompetitif.

Selain itu, RUPS juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris, khususnya pada posisi Wakil Komisaris Utama yang kini dijabat oleh Bagus Puruhito menggantikan Bonar H. Hutagaol, serta menetapkan pengangkatan Erwin Dimas sebagai Komisaris.

Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi PTDI sebagai industri strategis nasional yang adaptif, kompetitif, dan berbasis penguasaan teknologi tinggi. ”Capaian kinerja PTDI sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID. Ke depan, PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional guna mendukung kemandirian pertahanan dan daya saing industri Indonesia di tingkat global,” ujar Moh. Arif Faisal.

Memasuki tahun berikutnya, PTDI akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, penguatan manajemen kas, optimalisasi rantai pasok, serta percepatan penyelesaian program-program strategis Perusahaan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
 

  🛩
PTDI  

Jumat, 29 Mei 2026

Laba Bersih BUMN Industri Pertahanan Melonjak 430 %

 👷 💰  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia519IVCSEIsIIkRG4DQSKhu37pvsZ2BjqCFRCVq4oRsZBaIw3tlbgA6FqsenAwyRhjqn2gZ8YE2-HK-clkTGDhBC51y-dYZuGd3ry37tOGiJtpMx2gPHCc2DzlUUIGqM-ZC_yxLSdmoDlUev5TsxXZATMBPOgQ1khfAHR-jSGOXH5gTuHgdgiYiVjJho/s1026/FB_IMG_1776325613789.jpgIlustrasi kapal produksi PAL (PAL)

DEFEND ID mencetak kinerja gemilang. Holding BUMN industri pertahanan itu, membukukan lonjakan laba bersih konsolidasian sebesar 430,1 persen pada tahun buku 2025 dengan nilai mencapai Rp 913,05 miliar.

Data yang ada menunjukkan pertumbuhan eksponensial dari laba tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 172,24 miliar ini dipicu oleh efisiensi operasional dan optimalisasi proyek strategis nasional.

Direktur Utama Len Industri DEFEND ID Joga Dharma Setiawan menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang dikutip Kamis (28/5/2026).

Capaian performa keuangan tersebut resmi ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2025 di Bandung, Selasa (26/5/2026). Rapat dihadiri Badan Pengelola (BP) BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham.

Sepanjang 2025, holding yang mengintegrasikan kapabilitas industri matra darat, laut, udara, amunisi, hingga elektronika pertahanan ini mengantongi total nilai kontrak raksasa sebesar Rp 113,85 triliun.

Jumlah tersebut ditopang oleh kontrak bawaan (carry over) senilai Rp 94,78 triliun dan perolehan kontrak baru sebesar Rp 19,07 triliun.

Bagusnya, struktur fundamental perusahaan juga mencatatkan penguatan signifikan. Nilai aset DEFEND ID melonjak 18,3 persen menjadi Rp 66,05 triliun, diiringi pertumbuhan ekuitas sebesar 8,2 persen ke angka Rp 15,23 triliun.

 Tingkat Kesehatan Keuangan Kategori BBB+

Sementara itu, berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kesehatan keuangan holding berada pada kategori BBB+ dengan pendapatan usaha riil menyentuh Rp 20,71 triliun.

Kekuatan manufaktur holding ini didukung penuh oleh 11.022 sumber daya manusia, dengan porsi lebih dari 60 persen ditempatkan khusus di bidang produksi dan teknis (engineering).

Menyikapi tren positif ini, PT Len Industri (Persero) DEFEND ID menegaskan arah baru korporasi melalui cetak biru "Astacita Len Industri".

Fokus tersebut diarahkan pada penguasaan delapan teknologi masa depan, meliputi kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, sistem komando dan kendali (command & control system), radar, perang elektronik, siber, satelit, elektro-optik, hingga sistem otonom (autonomous system).

Joga Dharma Setiawan menyampaikan bahwa capaian perusahaan sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional.

"Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional," kata Yoga Dharma Setiawan.

   Emiten News  

Kamis, 28 Mei 2026

Pemerintah Komitmen Beli Jet Tempur-Kapal Disertai Senjata dan Harwat

Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru dalam upacara yang digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026) (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Pemerintah berkomitmen membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) disertai dengan senjata dan pemeliharaan dan perawatan (harwat).

Terbaru, komitmen itu dibuktikan dengan pembelian jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation, Prancis, yang dilengkapi dengan smart weapon hammer atau bom pintar AASM Hammer dan peluru kendali (rudal) meteor.

Senjata-senjata tersebut diperkenalkan saat Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alutsista kepada Markas Besar TNI dan TNI Angkatan Udara dalam seremoni di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5).

Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Selasa (19/5), Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengakui bahwa pemerintah pernah membeli alutsista dengan tidak disertai senjata dan harwat.

Memang kami mengakui, pada waktu yang lalu, kita itu hanya membeli alat, tapi tidak membeli harwat. Jadi pesawat tempur ada tapi tidak bisa menembak,” kata Sjafrie, dikutip Senin (25/5).

Sekarang, pembelian alutsista, baik jet tempur maupun kapal perang, harus disertai senjata dan harwat.

Sekarang tidak bisa (tanpa senjata dan harwat), kita beli sistem. Kita beli alat, Bapak-Bapak juga sudah melihat, bagaimana missile melengkapi peralatan itu. Terbang flypast tapi tidak punya alat, sekarang sudah dilengkapi dengan alat,” tutur Menhan RI.

Lebih lanjut, pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) juga dilengkapi dengan harwat.

Kita membangun batalion, itu dilengkapi dengan harwat. Kompi konstruksi sudah dilengkapi dengan ekskavator dan traktor,” kata Sjafrie.

   ★  IDM   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...