Jumat, 19 Juni 2026

100 Prajurit TNI AL ke Italia Bulan Depan

  Jemput kapal induk di Italia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi diberitakan akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

TNI Angkatan Laut akan mengirim 100 prajurit pengawak pendahulu untuk menjemput kapal induk Giuseppe Garibaldi di Italia, bulan depan.

Prajurit TNI AL itu akan berangkat ke Italia pada 10 Juli 2026 untuk mempelajari pengoperasian kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan kepada Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berharap personel tersebut dapat diberangkatkan ke Italia pada 10 Juli 2026 untuk mempersiapkan proses pengoperasian kapal.

Untuk kesiapan mengawaki kapal induk, kita menyiapkan 100 orang, nanti terdiri dari satgas dan dari pengawak pendahuluan,” ujar Ali di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Ali juga menyampaikan, kapal induk tersebut diharapkan akan tiba di Indonesia sebelum 5 Oktober 2026.

Meski begitu, pengiriman 100 prajurit pengawak pendahulu ini masih melihat perkembangan lebih lanjut, termasuk kedatangan kapal induk.

. Ditargetkan tiba di Indonesia tahun ini

Menurut informasi terakhir Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyatakan bahwa proses hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi memasuki tahapan persiapan untuk dikirim ke Indonesia.

"Kapal induk Garibaldi itu proses hibah, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Rico Sirait ditemui di (Kemhan) RI, Selasa (2/6/2026).

Saat dikonfirmasi mengenai kapan kapal tersebut tiba di tanah air, Rico berharap prosesnya dapat rampung pada tahun ini.

"Mudah-mudahan tahun ini," ujarnya. Rico mengungkapkan, kondisi geopolitik turut memengaruhi jadwal pengiriman kapal asal Italia tersebut.

Ya dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana ya, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya," ucapnya.

Untuk diketahui Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya.

Kapal induk tersebut dilengkapi sejumlah sistem persenjataan dan pertahanan, antara lain peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.


    Kompas  

Fincantieri and REPUBLIKORP Establish Strategic Partnership for Multi-role Naval Shipbuilding in Indonesia

 @ Eurosatory 2026 Fincantier picture from the signing ceremony at Eurosatory 2026 in Paris

At the Eurosatory defense and security exhibition in Paris, Fincantieri, one of the world’s largest shipbuilding groups, and REPUBLIKORP, Indonesia’s largest privately owned defense industrial holding company, through its subsidiary PT Republik Palindo Internasional (RPAL), announced the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) establishing a strategic partnership between the two groups.

The MoU, signed by Eugenio Santagata, General Manager Fincantieri Naval Vessels Division, and Norman Joesoef, group Chairman and Founder REPUBLIKORP on behalf of RPAL, provides for the creation of a joint venture, aimed at supporting Indonesia’s domestic shipbuilding capabilities and fostering a long-term industrial cooperation. The initiative represents a decisive step in enhancing Indonesia’s national mandate for defense self-reliance by leveraging Fincantieri’s industrial expertise.

The partnership focuses on the local construction of advanced naval vessels tailored specifically to Indonesia’s unique geographic and operational demands. The envisaged joint venture will support the development of solid domestic production capabilities, enabling the delivery of a range of platforms, including high-value LPDs/LHDs, multi-role frigates and corvettes for high-end naval deterrence, offshore patrol vessels for Exclusive Economic Zone enforcement, fast attack crafts, and submarines.

A key element of the agreement is a structured approach to the transfer of technology and know-how. Leveraging Fincantieri’s expertise, the initiative will support the development of local capabilities through engineering cooperation, training programs and the progressive strengthening of design, system integration and production competencies. By fostering a skilled workforce and supporting the development of local suppliers, the partnership aims to progressively integrate Indonesia into the global shipbuilding value chain. The MoU also provides for closer industrial and operational cooperation, contributing to the development of Indonesia’s naval capabilities.

Pierroberto Folgiero, CEO and Managing Director of Fincantieri commented: “Building on our established cooperation with the Indonesian Navy, this MoU marks a further step in strengthening a long-term strategic partnership between Fincantieri and Indonesia. By leveraging our expertise in high-complex naval shipbuilding and system integration, we are committed to supporting the development of local industrial capabilities and contributing to a more resilient maritime ecosystem. At the same time, this initiative reflects our commitment to developing sustainable industrial capabilities in Indonesia.”

“Exploring this partnership reflects our commitment to advancing Indonesia’s defense industry independence while building a strong and balanced international collaboration. Together with Fincantieri, we see an opportunity to strengthen Indonesia’s maritime capabilities, develop national talent, and contribute to a more resilient regional defense ecosystem,” said Norman Joesoef, Chairman of REPUBLIKORP Group.

  ⚓️  Naval News  

Kamis, 18 Juni 2026

Gajah Mada dan Panglima Soedirman Diajukan Jadi Nama Kapal Induk Pertama Indonesia

  Akan datang tahun ini https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi diberitakan akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengusulkan dua nama pahlawan, yakni Gajah Mada dan Panglima Soedirman untuk menjadi nama kapal induk pertama Indonesia.

"Salah satu usulannya ada Gajah Mada, ada Panglima Soedirman," kata Ali saat ditemui awak media di di Gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis.

Ali sendiri tidak menjelaskan secara rinci alasan TNI AL mengajukan nama dua pahlawan nasional itu.

Untuk diketahui Gajah Mada merupakan sosok Mahapatih sekaligus pahlawan perang era Kerajaan Majapahit. Salah satu yang membuat Gajah Mada dikenal banyak orang yakni mempelopori Sumpah Palapa yang dianggap menjadi konsep dasar dari persatuan Nusantara.

Sedangkan Soedirman merupakan tokoh besar yang berpengaruh dalam pergerakan kekuatan militer Indonesia selama masa penjajahan. Dia menjadi salah satu dari tiga jenderal di Indonesia yang mendapatkan penghargaan pangkat bintang lima.

Ali menyampaikan nama-nama itu nantinya akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk disetujui.

Setelah nama ditentukan, nama tersebut akan disematkan secara simbolis ke kapal saat kapal tersebut datang pada 2026 ini.

Untuk diketahui, kapal induk yang memiliki nama Giuseppe Garibaldi itu memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter itu dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur tersebut juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow/selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga, dan Otomat Mk 2 SSM.


    antara  

PT PAL Bersiap Luncurkan Landing Dock #1 Filipina

 👷 Dijadwalkan akhir Juni Kapal LPD ketiga pesanan Filipina dalam penyelesaian (Jane's)

Setelah sukses meluncurkan Frigate Merah Putih 140 meter pada penghujung Desember 2025, PT PAL Indonesia terus bergerak menyelesaikan amanah pembangunan alutsista strategis nasional dan ekspor.

Kini, perusahaan tengah mempersiapkan peluncuran Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua unit kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Philippine Navy yang diproduksi sepenuhnya di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan LD Philippines #1 mencerminkan kesiapan fasilitas produksi, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta kompetensi sumber daya manusia PT PAL dalam memenuhi target proyek tanpa mengabaikan standar kualitas internasional.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan docktime, serta integrasi sistem digital telah mendorong perubahan budaya kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada produktivitas.

Dampak transformasi tersebut tercermin pada proses pembangunan LD Philippines #1 yang menunjukkan capaian impresif, yang berhasil memangkas dock time hanya dalam waktu enam bulan.

Pencapaian ini lebih efisien dibandingkan pembangunan dua kapal pendahulunya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).

Kaharuddin menambahkan, “pembangunan LD Philippines #1 memiliki makna strategis bagi penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina.

Terlebih, proyek ini merupakan kontrak lanjutan (repeat order), yang menjadi indikator nyata kepuasan pengguna terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan dukungan layanan yang diberikan PT PAL” ujarnya.

Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari rekam jejak keberhasilan PT PAL dalam membangun dan menyerahkan dua unit kapal Landing Platform Dock sebelumnya, BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602), yang hingga kini menjadi tulang punggung armada angkut strategis Philippine Navy. Hal ini mempertegas posisi PT PAL dalam persaingan industri pertahanan global.

Memasuki tahap peluncuran, pembangunan LD Philippines #1 telah mencapai salah satu tonggak penting dalam siklus produksi kapal. Peluncuran ini menandai selesainya fase konstruksi utama platform kapal sekaligus mengonfirmasi kesiapan kapal untuk memasuki tahapan berikutnya.

Setelah diluncurkan, kapal akan menjalani serangkaian pekerjaan lanjutan, termasuk penyelesaian sistem dan integrasi peralatan, sebelum memasuki fase pengujian performa di laut (sea trial).

 👷  PAL Indonesia  

Rabu, 17 Juni 2026

Indonesia Mengincar Integrasi Rudal untuk Kapal Selam Scorpene Generasi Berikutnya

  👷 🤝 🚀  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

Kapal selam Scorpene ketiga dan keempat Indonesia berpotensi dikirimkan dengan kemampuan peluncuran rudal dari tabung torpedo yang terintegrasi penuh sejak awal, didukung oleh kemampuan integrasi sistem kapal selam PT PAL yang terus berkembang.

Berbicara kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Surabaya, CEO PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan ini akan memberi Jakarta pilihan untuk memasukkan integrasi rudal ke dalam konstruksi dan konfigurasi dasar kapal selam generasi berikutnya, daripada memperlakukannya sebagai kemampuan laten atau tertunda.

Kemampuan seperti itu bukanlah hal baru bagi keluarga Scorpene, yang telah lama dirancang untuk mengerahkan rudal anti-kapal yang diluncurkan dari tabung seperti SM39 Exocet MBDA selain torpedo 533 mm.

Namun, program ekspor saat ini dan sebelumnya – termasuk kontrak Indonesia untuk dua kapal selam Scorpene Evolved – tidak selalu mencakup integrasi dan sertifikasi rudal penuh dalam kontrak dasar.

Dengan latar belakang ini, komentar Djenod menunjukkan bahwa Angkatan Laut Indonesia mungkin berupaya memastikan bahwa kapal selam ketiga dan keempat dikirimkan dengan kemampuan rudal yang terintegrasi penuh ke dalam arsitektur sistem tempur sejak awal, termasuk pengendalian tembakan, perangkat lunak, dan pekerjaan sertifikasi yang diperlukan.

Djenod mengatakan kemampuan integrasi sistem PT PAL yang semakin berkembang akan mendukung pendekatan ini.

Perusahaan ini telah secara progresif memperluas perannya dalam integrasi sistem tempur, termasuk pekerjaan untuk menggabungkan sistem torpedo buatan dalam negeri ke platform kapal selam otonom.

Dengan memanfaatkan kompetensi ini, PT PAL berharap untuk lebih memperkuat kemampuan integrasinya di bawah program kapal selam masa depan, yang berpotensi memungkinkan persyaratan integrasi senjata yang lebih canggih untuk dipenuhi secara domestik.

Hal ini akan memungkinkan kapal selam masa depan untuk memiliki kemampuan tersebut pada saat mulai beroperasi, daripada bergantung pada peningkatan lanjutan atau keputusan pengadaan senjata terpisah, tambah Djenod.


   👷  Jane's  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...