Selasa, 15 September 2026

Jerman Buka Peluang Pengadaan Airbus A400M Tambahan ke Indonesia

  Memperkuat kerjasama militer A 400M A-4002 TNI AU (Fans Fighter)

Jerman membuka peluang untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia, termasuk kemungkinan adanya pengiriman tambahan pesawat Airbus setelah Indonesia menerima dua pesawat angkut militer A400M.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Ralf Beste saat berbicara kepada media di sela-sela penyelenggaraan ASEAN Think Tanks Summit ke-3 di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin.

Itu tentu menjadi harapan kami, tetapi hal tersebut bergantung pada negosiasi bilateral. Namun, sudah ada tawaran dan kami bersedia meningkatkan kerja sama di bidang militer,” kata Dubes Beste

Iya, dengan Airbus,” jawabnya saat di konfirmasi apakah kerja sama bidang militer yang dimaksud melalui pengadaan Airbus A400M.

Ketika ditanya kapan pengadaan kontrak pengadaan pertahanan baru dapat dilakukan, Dubes Beste menekankan bahwa keputusan itu sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia.

Dubes Beste menyampaikan bahwa negara-negara di Eropa, termasuk Jerman, sedang berupaya untuk memperkuat kerja sama sektor keamanan dengan negara-negara anggota ASEAN, termasuk salah satunya dengan Indonesia.

Kerja sama tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengadaan dua Airbus A400M yang akan memperkuat kekuatan matra udara TNI Angkatan Udara Republik Indonesia.

Kami semakin meningkatkan kerja sama di sektor keamanan dalam beberapa bulan terakhir di Eropa. Konsorsium Eropa Airbus telah mengirimkan dua pesawat angkut besar A400M ke Indonesia, dan kami siap meningkatkan kerja sama lebih lanjut,” ucap diplomat itu.

Adapun Indonesia telah menerima dua pesawat angkut militer A400M Atlas yang kontrak pembeliannya dilakukan pada 2021. Pesawat pertama dengan panjang 45,1 meter dan bentang sayap 42,5 meter tersebut tiba pada akhir November 2025, dan pesawat kedua tiba pada Maret 2026.

A400M dirancang untuk mengangkut muatan berat hingga 37 ton, setara dengan dua truk lapis baja atau satu helikopter berukuran sedang.

Pesawat tersebut memiliki kemampuan mencapai kecepatan maksimum 780 km/jam dan jangkauan terbang hingga kurang lebih 8.710 kilometer.

Untuk melengkapi kapabilitas tersebut, A400M juga dibekali fitur penting lainnya yang meningkatkan fleksibilitas operasional dalam berbagai misi. A400M berfungsi sebagai pesawat multiperan untuk pengisian bahan bakar di udara.

 ✈️ 
RRI  

Naval Parade di Teluk Jakarta Diikuti 102 KRI, Garibaldi Tampil Perdana

  Rangkaian HUT ke-81 TNI akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqCBIR0ip6eKp3P9K76WxQ1MYYAdlkob1z90mlXmAaMLQ6iYXrAVKQaa5v6rdC1l38kWmJNMdifnAnlnmsZyrxUy64s7_g0g601JMzZUzPZsOnqyiFcQYD4IOOgiajlhjDDQ3YEHACcLKVU_vYw9lR4WWYYPTprDaV6GZswpzqfTZyGVKfOAbg_81gIWB/s1500/IMG_0741.jpegITS Garibaldi ketika bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Berbagai kegiatan telah dimulai sejak Agustus hingga berlangsung pada Oktober 2026, dengan puncak peringatan pada 5 Oktober 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Pada 20 September 2026, Mabes TNI menggelar TNI Fair dilanjutkan dengan TNI Run 10K dan 5K serta Fun Walk 6,4 kilometer yang masing-masing ditargetkan diikuti sekitar 10 ribupeserta. Menjelang puncak HUT TNI, juga dilaksanakan Ziarah Rombongan pada 21-26 September 2026, Ziarah Nasional pada 28 September 2026, serta Doa Bersama Lintas Agama pada 1 Oktober 2026 yang diikuti 3.000 peserta dan disertai pembagian 3.000 paket sembako.

"Rangkaian HUT ke-81 TNI juga akan dimeriahkan naval parade atau sailing pass dan fly pass pada 4 Oktober 2026 di perairan Teluk Jakarta," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Agung, kegiatan yang direncanakan dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto tersebut akan menampilkan sailing pass, fly pass serta demonstrasi pasukan khusus, dan alutsista baru. "Data perencanaan mencatat 102 KRI terlibat dalam rangkaian Naval Parade," katanya.

Sementara itu, informasi yang didapatkan Republika, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) yang bakal berubah nama menjadi KRI Sriwijaya akan tampil perdana dalam acara di Teluk Jakarta. Garibaldi akan melintas dikawal armada tempur TNI AL di hadapan RI 1.

Puncak HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Monas, diawali upacara yang dipimpin Presiden RI. Sebagai inspektur upacara, Prabowo sekaligus bakal meresmikan satuan baru. Kegiatan dilanjutkan dengan parade dan defile pasukan serta alutsista, melibatkan 81 Satuan Setingkat Batalyon (SSB), terdiri 51 SSB pasukan TNI dan 30 SSB non-TNI.

Defile akan menampilkan 520 unit alutsista dan kendaraan, terdiri atas 420 unit alutsista atau kendaraan TNI, serta 100 kendaraan antik dan non-TNI. Selain parade dan defile, puncak peringatan akan dimeriahkan demo gabungan yang menampilkan demonstrasi udara serta gabungan udara dan darat.

"TNI juga menyiapkan kegiatan sosial berupa pembagian 40 ribu paket sembako dan 40 ribu porsi makan gratis bagi masyarakat. Seluruh rangkaian HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat serta menunjukkan kontribusi TNI bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," kata Agung.

    Republika   

Senin, 14 September 2026

[Global] Malaysia Berencana Akuisisi Rudal Supersonik BrahMos dari India

  Perkuat Jet Su-30MKMPesawat SU30 MKI menembakan rudal BrahMos (IAF)

Pemerintah Malaysia dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana akuisisi sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dari India untuk memperkuat armada pertahanannya.

Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam wawancaranya bersama media India, NDTV.

Anwar menyampaikan, pembahasan mengenai potensi pembelian persenjataan tersebut telah didiskusikan dalam pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh pemerintah Malaysia.

 Diserahkan ke TUDM

Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada pihak militer yang memiliki keahlian di bidangnya, khususnya Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Kami telah berdiskusi, namun posisi saya umumnya menyerahkan kepada departemen atau lembaga terkait yang memiliki keahlian di angkatan udara untuk melanjutkan pembahasan,” ujar Anwar.

Ia menambahkan bahwa diskusi tahap awal telah berjalan dan dirinya mendukung penuh kerja sama tersebut guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang berlandaskan rasa saling percaya.

Para analis memprediksi varian yang menjadi incaran utama Malaysia adalah BrahMos versi air-launched (peluncuran udara). Rudal ini rencananya akan diintegrasikan untuk memperkuat jet tempur Sukhoi Su-30MKM milik TUDM.

BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik dengan mesin ramjet. Sistem persenjataan ini dikembangkan melalui usaha patungan antara Defense Research and Development Organisation (DRDO) asal India dan NPO Mashinostroyeniya dari Rusia di bawah naungan BrahMos Aerospace.

Varian rudal ini memiliki fleksibilitas tinggi karena dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, pesawat tempur, hingga pelancar bergerak di darat (transporter erector launcher).

 Uji Coba Pertama oleh Jet Su-30MKI pada 2017

Uji coba peluncuran rudal jelajah supersonik BrahMos varian udara dari pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI milik Angkatan Udara India sukses dilaksanakan untuk pertama kalinya pada 22 November 2017.

Uji coba bersejarah yang berlangsung di Teluk Bengkulu tersebut menjadi tonggak penting dalam membuktikan kemampuan integrasi rudal berdaya jelajah tinggi ini pada jet tempur buatan Rusia.

Pengembangan teknologi sistem persenjataan tersebut terus berlanjut hingga India menggelar uji peluncuran terhadap target darat pada 17 Desember 2019.

Keberhasilan uji coba tersebut membuktikan fleksibilitas rudal BrahMos-A dalam menghancurkan target strategis di darat maupun di lautan secara akurat dengan kecepatan supersonik.

Kemampuan kombinasi ini semakin ditingkatkan melalui uji coba penembakan rudal BrahMos versi jangkauan diperluas pada 29 Desember 2022.

Peluncuran dari Su-30MKI yang berhasil menghantam sasaran kapal perang sejauh 450 km tersebut secara resmi menandai kesiapan operasional penuh persenjataan ini di skuadron IAF. (AF)

  ✈️
Airspace Review    

Minggu, 13 September 2026

Garibaldi Tinggalkan Pelabuhan Kolombo Menuju Indonesia

  Akan diubah menjadi KRI Sriwijaya https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXqCBIR0ip6eKp3P9K76WxQ1MYYAdlkob1z90mlXmAaMLQ6iYXrAVKQaa5v6rdC1l38kWmJNMdifnAnlnmsZyrxUy64s7_g0g601JMzZUzPZsOnqyiFcQYD4IOOgiajlhjDDQ3YEHACcLKVU_vYw9lR4WWYYPTprDaV6GZswpzqfTZyGVKfOAbg_81gIWB/s1500/IMG_0741.jpegITS Garibaldi bersiap menuju Indonesia (Srilanka Navy)

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) bertolak dari Pelabuhan Kolombo pada Sabtu (12/9/2026), menuju Indonesia. Hal itu setelah kapal induk produksi Fincantieri, Italia tersebut menuntaskan proses singgah untuk pengisian ulang logistik dan layanan.

Selama Garibaldi berada di Pelabuhan Kolombo, Komandan ITS Giuseppe Garibaldi Kapten Marco Guerriero melakukan kunjungan kehormatan kepada Komandan Wilayah Angkatan Laut Barat Sri Lanka Laksamana Muda Harsha De Silva di Markas Komando Angkatan Laut Wilayah Barat.

Para anggota awak kapal juga mengunjungi sejumlah objek wisata di sekitar Kolombo selama singgah di pelabuhan tersebut.

Adapun Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis (17/9/2026). Informasi terbaru, nantinya kapal induk tersebut disematkan nama KRI Sriwijaya.

Sementara itu, TNI AL dipastikan memberi nama baru bagi kapal induk Garibaldi setiba di Indonesia.

"Saat ini Garibaldi sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia dan diperkirakan akan tiba pada 17 September 2026," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul kepada Republika di Jakarta, Jumat (11/8/2026).

Disinggung penamaan Garibaldi diubah menjadi KRI Gajah Mada yang belum pasti, ia meminta publik menunggu pengumuman resmi. Pun kabar Garibaldi diubah menjadi KRI Sriwijaya, Tunggul menegaskan, TNI AL masih meminta persetujuan dari pimpinan.

Hanya saja, ia tidak menjelaskan, pimpinan itu apakah di TNI AL, Menhan RI, atau bahkan Presiden RI. "Untuk penamaan resmi masih dalam proses administrasi dan persetujuan dari pimpinan atas," ucap Tunggul.

    Republika   

Sabtu, 12 September 2026

KSAL Sebut RI Ditawari Kapal Selam Interim

 Diketahui mendapatkan penawaran kapal selam dari China, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Turki, dan Spanyol Type 212NFS kapal selam Italia yang akan diluncurkan pada pertengahan 2028 dan berteknologi Li Ion termasuk yang ditawarkan ke Indonesia (Fincantieri)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa Indonesia telah ditawari kapal selam interim oleh sejumlah negara.

"Ada beberapa negara yang sudah menawarkan, dan bisa jadi kita akan membeli dari beberapa negara yang sudah menawarkan itu," kata Ali di Auditorium Yos Sudarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kapal selam interim adalah kapal selam sementara sembari menunggu pengerjaan kapal selam selesai.

Namun demikian, Ali tidak menjelaskan lebih lanjut negara mana saja yang dimaksud.

Selain kapal selam konvensional, Ali mengungkapkan TNI AL bekerja sama dengan PT PAL juga akan membangun kapal selam tanpa awak atau kapal selam otonom (KSOT).

Menurutnya hal tersebut dinilai lebih efektif dan efisien.

Selain itu, TNI AL juga berencana mengadakan kapal selam kecil atau midget submarine.

"Mungkin juga kita akan mengadakan kapal selam jenis itu," ucapnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya tersebut bisa dilakukan TNI untuk mengisi kekuatan laut.

Kendati demikian, Ali menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah.

"Jadi hal-hal itu sangat memungkinkan, tapi keputusannya semua berada di Kementerian Pertahanan," tuturnya.

 Menunggu kapal selam Scorpene selesai

Diketahui rencana TNI AL mengadakan kapal selam interim dilakukan sambil menunggu Scopene selesai dibangun.

Pembangunan Scopene sendiri membutuhkan waktu 7-8 tahun.

Di sisi lain Indonesia hanya memiliki 4 kapal selam. Berbeda dengan sejumlah negara di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 4 kapal selam.

"Dan selama delapan tahun kekosongan ini, kita hanya memiliki empat kapal selam. Yaitu satu kelas Cakra, kemudian yang tiga kelas Nagapasa," kata Ali. .

   👷  Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...