👷 Akan dirakit di Madiun
(Suara Surabaya)
TNI AU menerima dua unit pesawat latih tempur T-50i baru yang dikirim dari Korea Selatan. Pesawat tersebut tiba melalui kargo udara dan kini menjalani proses perakitan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.
Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, mengatakan kedatangan dua pesawat itu merupakan bagian dari paket pengadaan enam unit T-50i yang dibeli Kementerian Pertahanan dari Korea Selatan. Ia menegaskan, tahapan logistik kedatangan alutsista dilakukan secara terukur hingga siap dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara.
Dalam kesempatan yang sama, Rico merespons perbincangan warganet setelah sejumlah video pengiriman komponen pesawat viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan beberapa truk membawa bagian pesawat secara terpisah menuju lanud, dengan sejumlah komponen tampak tertutup kain berwarna hitam.
Rico menilai, metode pengiriman seperti yang terlihat pada video merupakan bagian dari prosedur yang lazim dan sudah sesuai standar. Menurutnya, proses pemindahan komponen pesawat menggunakan moda darat dilakukan dengan perhitungan keamanan, perlindungan material, serta ketentuan logistik yang berlaku.
Menurut dia, metode tersebut tidak akan menurunkan kualitas maupun fungsi pesawat saat telah dirakit dan siap digunakan. Ia meminta publik tidak menarik kesimpulan keliru hanya berdasarkan potongan visual di media sosial tanpa memahami mekanisme pengiriman alutsista.
“Kami tegaskan bahwa seluruh proses logistik dan pemindahan alutsista dilakukan melalui mekanisme resmi, aman, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Rico seperti dilaporkan Antara, Jumat (13/2/2026).
Ia menambahkan, kedatangan dua unit T-50i ini menjadi penguatan tambahan bagi armada TNI AU. Rico menilai, pengadaan pesawat latih tempur tersebut akan berkontribusi terhadap kesiapan pertahanan udara Indonesia, termasuk dalam mendukung kebutuhan latihan dan pembinaan kemampuan personel.
Dengan masuknya dua unit terbaru ini, Kemhan memastikan tahapan berikutnya berjalan sesuai rencana hingga seluruh pesawat dalam paket pengadaan dapat diterima dan digunakan. Rico juga menekankan bahwa proses perakitan di Lanud Iswahjudi menjadi bagian krusial sebelum pesawat dapat difungsikan secara penuh.
Ia menyampaikan, penguatan alutsista bukan semata soal kedatangan unit baru, tetapi juga soal kepastian prosedur, keselamatan, dan kepatuhan pada standar agar setiap platform yang diterima dapat bekerja optimal sesuai perannya. Rico menutup penjelasannya dengan menyatakan kehadiran dua unit T-50i diharapkan menambah daya dukung TNI AU dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara nasional. (ant/iss)
Bisa pantau dasar laut hingga 11 ribu meter
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)
Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan kehadiran kapal riset canggih KRI Canopus-936, yang diluncurkan dan diserahterimakan di galangan Abeking dan Rasmussen, Bremen, Jerman, pada Kamis, 12 Februari 2026. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi simbol nyata modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus tonggak penting kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.
KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, menembus palung terdalam samudera. Kapal ini juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk misi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.
Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop, menjadikannya aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.
“KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Kadir, dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman). Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi memastikan terjadinya transfer teknologi yang memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional.
KRI Canopus-936 memiliki nilai strategis berupa penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, serta pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.
Tingginya nilai strategis kapal ini tercermin dari kehadiran Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI dalam upacara serah terima, yang didampingi jajaran Kementerian Pertahanan RI, serta perwakilan tinggi Angkatan Laut dan Badan Hidrografi Jerman.
KRI Canopus-936 kini siap memperkuat kemampuan Indonesia dalam memahami, menjaga, dan mengelola ruang lautnya secara mandiri. Ini sebuah langkah penting menuju masa depan maritim yang lebih kuat dan berdaulat.
Untuk modernisasi alutsista di 2026
(Defend.id)
PT Len Industri (Persero)/ Defend ID, holding BUMN industri pertahanan memproyeksikan menyerap Rp 30 triliun di tahun 2026 untuk pengembangan alat utama sistem senjata (Alutista).
Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar Rp 337 triliun, salah satu yang terbesar dalam sejarah postur fiskal Indonesia.
Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan mengatakan sebagian dari anggaran tersebut akan digunakan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kapasitas fasilitas pendukung produksi, research & inovation, dan skema spend to invest untuk kemandirian industri pertahanan.
Dia menyebut bahwa anggaran modernisasi alutsista 2026 berada dalam kerangka Kementerian Pertahanan yang telah disetujui Rp 187,1 triliun dengan arahan pemanfaatan untuk modernisasi alutsista, penguatan organisasi, personel, serta dukungan industri nasional.
"Dalam konteks modernisasi alutsista Defend ID menargetkan kurang lebih Rp30 triliun di tahun 2026," katanya kepada Bisnis, Rabu (11/2/2026).
Di sisi lain, dalam rapat bersama Komisi VI, Joga membahas mengenai kinerja operasional dan keuangan BUMN industri pertahanan, rencana kerja dan roadmap industri pertahanan, riset dan pengembangan, serta kolaborasi antar ekosistem industri pertahanan.
Joga menjelaskan bahwa Defend ID akan memanfaatkan 30% dari anggaran tersebut yang digunakan untuk pengembangan peralatan dan investasi.
"Mungkin Defend ID di 30-an persen gitu. Tapi itu bukan untuk peralatan semuanya, ya. Itu termasuk untuk investasi," tuturnya.
Joga menegaskan akan menggunakan komponen dalam negeri agar menekan ketergantungan produk luar negeri atau impor. Nantinya Defend ID menunjang sekitar 60%-70% kebutuhan Kementerian Pertahanan.
"Jadi memang kita harus buat sendiri. Jadi tadi didukung kita memang harus buat sendiri. Misalnya untuk amunisi, propelannya harus kita buat sendiri," terangnya.
Joga menyampaikan guna memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri, Defend ID merencanakan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara intens.
Sebab, kata Joga, BRIN juga fokus melakukan riset di sektor pertahanan, tidak hanya di bidang energi hingga kesehatan.
"Strategi ke depannya kita harus lebih komprehensif pengembangan sumber daya manusia dan lebih banyak kolaborasi dengan BRIN. Karena BRIN sekarang mendukung kuat untuk preset-presetnya untuk pengembangan industri pertahanan," tandasnya..
Untuk gabung pasukan ISF di Gaza Palestina
Kapal BRS TNI AL (Dispenal)
Keberadaan pasukan TNI dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina, akan diperkuat satu unit kapal bantu rumah sakit milik TNI AL.
Selain itu, Angkatan Laut Indonesia juga sudah bersiap mengirim pasukan bila dibutuhkan. Jumlahnya menyesuaikan dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa secara keseluruhan instansinya memiliki tiga unit kapal bantu rumah sakit. Satu di antaranya bakal dikirim ke Gaza.
Namun, Ali belum menyebut secara jelas kapal rumah sakit yang akan dikirim.
”Jadi, kami akan mengirimkan kapal rumah sakit, yang jelas sementara yang masih didaftarkan satu (kapal). Tapi, mungkin bisa jadi lebih dari satu,” kata Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Komando Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Kamis (12/2).
Karena itu, selain satu kapal bantu rumah sakit yang didaftarkan, TNI AL juga menyiapkan satu unit kapal cadangan.
Ali memastikan seluruh kapal tersebut dalam keadaan siap untuk melaksanakan operasi di Gaza.
Selain kapal, TNI AL juga menyiapkan pasukan. Sejauh ini pasukan dari batalyon zeni dan batalyon kesehatan Korps Marinir yang sudah siap.
”Kemudian dari batalyon kesehatan lapangannya Marinir, batalyon zeni-nya Marinir, kemudian dari pendukung-pendukung kesehatan dari TNI AL. Itu yang kami siapkan,” ucap Ali.
Berkaitan dengan jumlah, orang nomor satu di TNI AL itu menunggu keputusan dari pemerintah. Persisnya perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
Prinsipnya, Angkatan Laut siap mengirimkan pasukan sesuai dengan jumlah yang diminta oleh negara.
”Sebenarnya sudah disiapkan sejak lama. Begitu presiden menyampaikan akan mengirim 20 ribu (pasukan) pada saat itu, kami sudah menyiapkan. Jadi, kalau (sekarang) ini jumlahnya lebih kecil, kami mungkin lebih siap untuk mengirimkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memastikan pasukan TNI tidak akan melucuti Hamas atau pihak tertentu selama menjalankan misi di Gaza, Palestina.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan fokus prajurit TNI yang nantinya tergabung dalam ISF adalah menjaga stabilitas Gaza dan melaksanakan misi kemanusiaan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi pada Rabu (11/2).
Menurut dia, pemberitaan yang menyebut bahwa pasukan TNI akan dilibatkan untuk melucuti Hamas di Gaza tidak benar.
”Terkait pemberitaan tersebut, dapat kami tegaskan bahwa fokus perencanaan Indonesia dalam kerangka dukungan stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza adalah unsur rekonstruksi serta pelayanan kesehatan dan medis,” ungkap Rico.
Jenderal bintang satu TNI AD itu menyampaikan bahwa narasi yang menyatakan pasukan TNI akan dilibatkan untuk melucuti Hamas tidak sesuai dengan fokus personel yang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia.
”Narasi bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament seperti yang disebut dalam pemberitaan, tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia. Indonesia hadir untuk mendukung perdamaian dan kemanusiaan, bukan untuk memerangi atau berhadapan dengan pihak yang bertikai,” jelasnya.
Meski Indonesia sudah bergabung dalam Board of Peace (BoP) dan menyatakan niat secara terbuka untuk mengirimkan pasukan TNI ke Gaza, sampai saat ini belum ada keputusan final berkaitan dengan komposisi prajurit yang bakal diberangkatkan. Indonesia sebagai bagian dari BoP masih menunggu mandat.
”Hal-hal yang bersifat operasional, termasuk komposisi akhir unsur yang dikerahkan, tetap menunggu kejelasan mandat internasional, aturan misi, serta keputusan resmi pemerintah. Namun prinsipnya, kontribusi Indonesia akan tetap berada dalam koridor stabilisasi, rekonstruksi, dan pelayanan kesehatan,” terang dia.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto di DPR kemarin (10/2), Indonesia disebut akan mengirim 600 pasukan ke Gaza. Namun, beberapa pihak di DPR dan pemerintahan telah menyampaikan bahwa pasukan yang disiapkan sebanyak 8.000 orang.
Menurut Rico, angka personel TNI yang disiapkan dan dikirim ke Gaza memang merujuk pada beberapa skenario.
Prinsipnya, TNI siap dikerahkan dalam jumlah yang nantinya diputuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Angka awal sebanyak 600 pasukan yang disampaikan Wamenhan adalah personel untuk tahap awal.
”Sementara 600 (pasukan) yang pernah disampaikan dapat dipahami sebagai tahap awal atau gelombang awal atau kebutuhan awal sesuai desain misi. Namun, sekali lagi angka pasti dan tahapannya belum ditetapkan karena masih menunggu kejelasan mandat internasional dan keputusan resmi pemerintah dan presiden,” ujarnya.
👷 Setelah menjalani proses pemeliharaan
(Depohar 30)
Pesawat EMB-314 Super Tucano dengan nomor registrasi TT-3116 resmi diserahkan kepada Skadron Udara 21 dalam sebuah upacara sederhana yang berlangsung di Sathar 32 Depohar 30, Lanud Abd. Saleh, Malang, Jumat (13/02/2026).
Penyerahan dilakukan oleh Kadisbin Depohar 30 Letkol Tek Angga Bayu Hapsara, S.T., M.Han. Setelah pesawat tersebut berhasil melewati serangkaian proses pemeliharaan intensif dan uji terbang yang ketat.
"Penyerahan pesawat Super Tucano TT-3116 merupakan hasil kerja keras dan profesionalisme tim. Pesawat ini diharapkan menjadi aset strategis yang mampu mendukung berbagai operasi udara demi menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia," ujarnya.
Pesawat EMB-314 Super Tucano dikenal sebagai pesawat tempur turboprop yang handal dan multifungsi. Tidak hanya unggul dalam misi tempur, pesawat ini juga kerap digunakan dalam pelatihan. Dengan kecepatan, efisiensi bahan bakar, dan daya tempur yang mumpuni, Super Tucano menjadi salah satu elemen penting dalam kekuatan udara TNI AU.
Dengan tambahan pesawat Super Tucano TT-3116 ini, Skadron Udara 21 semakin siap untuk menjaga stabilitas dan keamanan wilayah udara, khususnya di area Lanud Abd. Saleh dan sekitarnya. Kehadiran pesawat ini memberikan optimisme baru bagi personel Skadron 21 dalam menghadapi tantangan operasional di masa mendatang.