Rabu, 15 Juli 2026

TNI AU Siapkan Empat Pesawat T50i ke Australia

✈  Latihan Pitch Black 2026T50i pesawat teranyar T5017 TNI AU bersiap terbang ke Australia (Dispenau)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan empat pesawat tempur T-50i Golden Eagle untuk mengikuti latihan multinasional Pitch Black 2026 di Australia yang akan dimulai pada 20 Juli 2026.

Komandan Lanud El Tari Kupang Marsma TNI Somad di Kupang, Rabu, mengatakan empat pesawat tempur tersebut dijadwalkan bertolak ke Australia pada Kamis (16/7).

"Kedatangan sejumlah pesawat tempur ini dalam rangka mengikuti latihan Pitch Black di Australia. Besok mereka akan berangkat," katanya.

Selain empat pesawat tempur T-50i, TNI AU juga mengerahkan satu pesawat angkut C-130 Hercules.

Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Australia, latihan Pitch Black 2026 akan berlangsung pada 20 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Somad mengatakan keikutsertaan TNI AU dalam latihan tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama dan peningkatan kemampuan bersama angkatan udara negara-negara peserta.

Ia menambahkan para penerbang TNI AU akan mengikuti berbagai skenario latihan, termasuk manuver pesawat tempur bersama peserta dari negara lain.

Dalam kesempatan tersebut, Lanud El Tari juga menggelar kegiatan hari terbuka pangkalan (open base) bagi masyarakat, termasuk pelajar di Kota Kupang.

"Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung pesawat-pesawat tempur kami. Karena itu, kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung," ujarnya.

Kegiatan hari terbuka pangkalan berlangsung mulai Rabu hingga Kamis (16/7) pukul 08.00 WITA sampai selesai.

Ia mengajak masyarakat Kota Kupang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melihat dari dekat dan berfoto dengan pesawat tempur TNI AU.

  ✈  Antara  

Selasa, 14 Juli 2026

Marinir Uji Fungsi Roket 122 mm Buatan Serbia di Baluran

 ➶  (Dispen Marinir)

Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar uji fungsi amunisi roket kaliber 122 milimeter (mm) buatan Serbia di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/7/2026).

Pengujian dilakukan oleh Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal) dengan melibatkan Batalyon Roket 2 Marinir sebagai pelaksana penembakan.

Menurut siaran pers Dinas Penerangan (Dispen) Korps Marinir, sejumlah roket 122 mm ditembakkan ke sasaran dan seluruhnya mencapai target serta meledak di daerah sasaran.

Hasil penembakan selanjutnya dievaluasi untuk menilai fungsi dan kelayakan amunisi.

Pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi yang digunakan memenuhi fungsi dan kelayakan serta siap mendukung kebutuhan operasional satuan dalam pelaksanaan tugas,” kata Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, dikutip Senin (13/7/2026).

Menurut dia, uji fungsi amunisi merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan material tempur dan sistem persenjataan Korps Marinir sebelum digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Turut hadir Waasintel Pangkormar Kolonel Marinir Teguh Santoso, Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, Aslog Danpasmar 2 Kolonel Marinir Bakti Dasasasi Penanggungan, dan Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto.

  Kompas  

TNI AL Tunggu Keputusan Menhan Soal Penggunaan Rudal BrahMos

➶ Direncanakan sebagai rudal pertahanan pantaiRudal BrahMos dari India akan digunakan sebagai rudal pertahanan pantai (missilethreat)

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia soal penggunaan rudal BrahMos.

"Untuk kerja sama dengan Indonesia, ini masih dalam penanganan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Tunggul belum bisa menjelaskan lebih lanjut soal rencana TNI AL dalam menggunakan rudal yang disebut cocok untuk pertahanan pantai itu.

Kendati demikian, dia menyambut baik kesepakatan kerja sama antara India dan Indonesia dalam pengembangan rudal BrahMos.

Dengan adanya kerja sama ini, dia meyakini pertahanan Indonesia akan semakin kuat.

Kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan RI diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7).

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan pula perjanjian kerja sama pengadaan rudal udara-ke-udara (air-to-air missile/AAM) antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp.

Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari 16 kerja sama yang diumumkan dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia.

Indonesia telah membidik akuisisi rudal BrahMos sejak beberapa tahun terakhir. Beberapa hari sebelum kunjungan PM Modi, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyatakan pembahasan mengenai kerja sama pengadaan BrahMos telah memasuki tahap yang sangat maju dan diharapkan segera mencapai kesepakatan.

  antara  

Senin, 13 Juli 2026

Personel TNI AL dan AL Italia Kolaborasi Mengawaki Kapal Induk Garibaldi ke Indonesia

  Karena TNI AL hanya mengirim 100 personel https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3MoVGQ4NZZ3KV-RZ37sLFHmtVHJ7iZGY5r0Mj681nZ38QGvy6TN66cToFKV3PBr3Cv3mjKGCY2SDMEf_eoQUG7RAlB-B6uYGuYgcZgbgsMPBT1yJi195z7FpzCOwq2T1qJ9h56hPv1aUECf5PaNweMkGxuHWTEoz0goUHdtch7l8GMdrGZdAzs-98eysf/s1265/Kapal%20induk%20Giuseppe%20Garibaldi.jpgKapal induk ITS Giuseppe Garibaldi diberitakan akan hadir tahun ini.  (Marina militare)

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan kapal Induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan diawaki oleh personel TNI AL dan AL Italia saat berlayar ke Indonesia.

"Mereka akan menyeberang dengan konsep joint crew. Joint crew itu sebagian dari TNI Angkatan Laut dan sebagian dari personel Angkatan Laut Italia," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin.

Tunggul mengatakan upaya itu dilakukan agar para personel TNI AL dapat dibantu personel AL Italia dalam beradaptasi mengawaki kapal induk.

Dia menjelaskan TNI AL sekarang telah mengirim 100 personel untuk menjalani pelatihan di galangan kapal yang memproduksi Garibaldi yakni Fincantieri.

Pelatihan itu dilakukan agar para personel TNI AL mampu mengawaki kapal induk tersebut. Setelah selesai pendidikan, mereka dan para personel AL Italia akan bersama-sama membawa kapal induk Garibaldi ke Indonesia.

"Kemudian sampai di Indonesia akan terus dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut," jelas Tunggul.

Tunggul tidak menjelaskan secara rinci seperti apa proses penyerahan yang akan dilakukan oleh Angkatan Laut Italia dan TNI AL nanti.

Dengan adanya proses adaptasi ini, Tunggul berharap para personel TNI AL memiliki kemampuan yang lebih maksimal dalam mengawaki kapal induk Garibaldi.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan TNI AL harus menyiapkan kurang lebih 500 pelaut untuk menjadi awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi.

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Mulai dari sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," kata Yayan dalam diskusi bertajuk Indonsia's Blue Water Transition: Why High-Value ASW/ AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring, Rabu (25/2).

Yayan menyebutkan jumlah kru kapal bahkan diperkirakan bisa lebih dari 500 orang karena belum mencakup kru tidak inti, yakni di luar kru navigasi hingga penerbang.

Selain kru, jajarannya juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal induk seperti tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain yang harus dimiliki kapal, serta kebutuhan logistik untuk para kru yang akan bertugas di kapal dalam waktu lama.

"Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500 orang. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," kata Yayan.

Meski harus melakukan banyak persiapan, Yayan meyakini TNI AL siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi pengoperasian kapal induk itu secara maksimal.


   antara  

Komisi I DPR Sepakati RUU Ratifikasi Kerja Sama Pertahanan RI-Turki dan RI-Malaysia

➶ 🤝 Termasuk pengembangan rudal “Nagarasa”Rapat kerja DPR (Kompas)

Komisi I DPR mengambil keputusan tingkat I terhadap rancangan undang-undang (RUU) tentang Pengesahan Persetujuan Kerja Sama di Bidang Pertahanan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Turki.

Dalam kesempatan itu, Komisi I juga menyetujui RUU tentang Pengesahan Persetujuan Kerja Sama di Bidang Pertahanan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Malaysia.

"Untuk menyetujui ratifikasi kerja sama pertahanan Republik Indonesia dengan Republik Turki. Setuju ya?" tanya Ketua Komisi I DPR Utut Adianto dijawab setuju oleh peserta rapat pengambilan keputusan tingkat I terhadap dua RUU itu, Rabu (1/7/2026).

Setelah pengambilan keputusan tingkat I, kedua RUU ratifikasi kerja sama pertahana antara Indonesia dengan Turki dan Malaysia itu dapat dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan sebagai undang-undang.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan ratifikasi ini programnya bisa berjalan lebih mulus berbasis dengan kekuatan undang-undang," ujat Utut.

Sebelum disetujui Komisi I, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa RUU diperlukan untuk memenuhi prosedur hukum nasional sebagai syarat berlakunya perjanjian pertahanan antara Indonesia dengan Turki dan Malaysia.

"Persetujuan kerja sama yang telah ditandatangani oleh kedua negara tersebut belum dapat diterapkan mengingat syarat pemberlakuan berdasarkan perjanjian kerja sama dimaksud yang menyatakan bahwa persetujuan ini akan mulai berlaku pada tanggal diterimanya pemberitahuan tertulis terakhir melalui saluran diplomatik atas pemenuhan prosedur dalam negeri oleh para pihak," ujar Donny.

Ia melanjutkan, kedua perjanjian kerja sama itu tersebut disusun berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.

Perjanjian kerja sama pertahanan itu juga disusun berdasarkan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing negara.

Pengesahan RUU ratifikasi kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Turki dan Malaysia ini juga sekaligus memperkuat landasan hukum bagi peningkatan kerja sama pertahanan masing-masing negara.

 Berikut 3 kesepakatan raker DPR :




  Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...