BoP:ISF, Konga direncanakan akan ditempatkan di Rafah (BoP:ISF) 🛡
INDONESIA telah menerima tawaran Amerika Serikat untuk duduk di posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Informasi itu disampaikan Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers—yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Komandan ISF—dalam rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat.
Jeffers menerangkan, personel ISF bertugas memastikan stabilisasi di Gaza. Adapun pasukan tersebut rencananya akan ditempatkan di lima sektor berbeda di Jalur Gaza, yaitu Rafah, Khan Yunis, Deir el-Balah, Kota Gaza, hingga Gaza Utara. Masing-masing sektor, kata Jeffers, menerima satu brigade ISF.
“Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan pasukan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi,” ucap Jeffers, dikutip dari siaran langsung Gedung Putih.
Sementara rencana jangka menengah adalah memperluas pengerahan pasukan sektor demi sektor, dengan target jangka panjang penempatan 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF.
Jeffers pun mengumumkan lima negara pertama telah berkomitmen mengirim personel tentara untuk bertugas di ISF. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara dua negara lain, Mesir dan Yordania, berkomitmen melatih polisi.
“Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan ISF,” kata Jeffers. “Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu mewujudkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan yang sejahtera dan perdamaian abadi.”
Dalam kesempatan yang sama, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya mengapresiasi kehadiran para perwakilan negara yang hadir, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. Trump berujar, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tak hanya menyumbangkan uang. Tetapi juga bersedia mengirimkan personel untuk mempertahankan gencatan senjata dan memastikan perdamaian di Gaza, Palestina.
Trump kemudian menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara yang bakal mengirimkan pasukan ke Gaza. “Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Ini negara yang hebat,” ucap Trump.
Adapun Indonesia tengah menyiapkan sekitar 8 ribu prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina, melalui ISF. ISF sendiri direncanakan beroperasi di bawah arahan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan telah disetujui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 pada 17 November 2025.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan rencana keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional itu sudah mendapat persetujuan dari otoritas Palestina. Juru bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pihak Palestina telah mengetahui rencana tersebut dan menyetujuinya karena sejalan dengan misi kemanusiaan yang dibawa Indonesia.
“lni dilakukan dengan konsen dari pihak Palestina. Sehingga hal ini menjadi suatu kesatuan keterlibatan Indonesia dalam ISF,” kata Nabyl dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Februari 2026.
Meski begitu, hingga kini pemerintah Indonesia belum mengumumkan jadwal keberangkatan maupun rincian teknis, termasuk mandat operasional, lama penugasan, titik penempatan, dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.
Adapun keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian menuai kritik. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, misalnya, menilai keanggotaan dalam badan internasional besutan AS ini mengkhianati semangat dan nilai-nilai rakyat Indonesia yang selama ini memihak Palestina.
YLBHI menyoroti rencana pengiriman ribuan tentara Indonesia untuk ‘membantu’ AS dan Israel dalam melakukan demiliterisasi kepada Hamas di Palestina. YLBHI menegaskan ini preseden buruk terhadap hak Palestina sebagai sebuah negara.
MD Helikopter (PT ESS)
PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters untuk Program Penelitian dan Pengembangannya, yang menggabungkan helikopter berawak dengan sistem tanpa awak untuk mengembangkan solusi spesifik untuk Manned Unmanned Teaming (MUM-T).
PT E System Solutions akan membeli armada hingga 14 helikopter MD-530F, di mana dua helikopter dialokasikan untuk pengujian penerbangan dan pengembangan, dan 12 unit lainnya akan digunakan untuk menyediakan Ekosistem Pelatihan Lanjutan yang menggabungkan drone dan platform tanpa awak.
Pesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)
Amerika Serikat tidak senang dengan upaya Arab Saudi untuk mendatangkan mitra baru guna membangun kemampuan militernya. Menurut Middle East Eye, pihak Amerika khawatir bahwa kontrak dengan negara lain, terutama Turki, akan merugikan ekspor senjata AS.
Washington telah berhasil memperoleh jaminan dari pihak Arab Saudi bahwa mereka tidak akan membeli pesawat tempur JF-17 buatan Pakistan. Sebelumnya, kemungkinan penghapusan utang Islamabad sebagai imbalan atas pasokan jet tempur ini sempat dibahas, tetapi di bawah tekanan dari AS, proses ini dihentikan.
Saat ini, Amerika Serikat paling khawatir tentang potensi partisipasi Arab Saudi dalam program pesawat tempur Turki untuk menciptakan jet tempur generasi kelima KAAN. Riyadh belum memberikan jaminan kepada mitra Amerikanya bahwa mereka akan menolak untuk bekerja sama dalam proyek ini.
Keluhan utama Gedung Putih adalah bahwa dana yang seharusnya diinvestasikan di pesawat tempur KAAN Turki justru diambil dari anggaran pembelian produk AS. Sementara Pemerintahan Trump berupaya mengamankan status AS sebagai pemasok senjata tunggal bagi kerajaan Arab Saudi.
Setelah PT PAL menunda pengirimannya
Pemasangan blok perdana di Surabaya (PALl)
Angkatan Laut Filipina dijadwalkan menerima kapal angkut strategis (SSV) / kapal dok platform pendaratan (LPD) pertama dari dua kapal lanjutan pada akhir tahun ini, setelah penundaan yang terkait dengan kegagalan pencapaian tonggak kontrak oleh pembuat kapal Indonesia, PT PAL.
Kontrak untuk pesanan ulang tersebut ditandatangani pada Juni 2022 senilai $ 100,9 juta (P 5,59 miliar). Seorang pejabat militer yang mengetahui kesepakatan tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak memiliki wewenang untuk berbicara kepada pers, mengatakan bahwa kapal pertama awalnya dijadwalkan untuk dikirim pada minggu pertama November 2025. Namun, karena "beberapa tantangan yang dihadapi oleh pihak pengusul," kapal pertama malah akan dikirim pada November tahun ini, kata pejabat tersebut, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Kapal kedua dijadwalkan untuk dikirim pada November 2027.
Kontrak tersebut mencakup dua kapal dok platform pendaratan berbobot 7.200 ton dan panjang 124 meter, masing-masing dilengkapi dengan dua kapal utilitas pendaratan. Lunas untuk kapal pertama dari dua kapal lanjutan tersebut diletakkan pada Januari 2024, sementara pemotongan baja untuk kapal kedua dilakukan secara bersamaan. Oktober lalu, pembuat kapal Indonesia tersebut mengatakan bahwa mereka beroperasi sesuai dengan batasan kontrak yang telah direvisi.
“PT PAL Indonesia memastikan melalui komunikasi intensif dan koordinasi berkelanjutan, setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan transparan sesuai dengan standar kualitas, dan spesifikasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak,” demikian pernyataan yang dikeluarkan saat itu.
Pada tahun 2014, Filipina menandatangani kesepakatan senilai $92 juta dengan PT PAL untuk dua kapal angkut strategis. Kapal-kapal tersebut kemudian diresmikan sebagai BRP Tarlac (LD-601) pada tahun 2016 dan BRP Davao del Sur (LD-602) pada tahun 2017 di bawah Satuan Tugas Amfibi Angkut Laut. Kedua kapal tersebut telah berpartisipasi dalam berbagai latihan dan misi kemanusiaan, termasuk patroli di Laut Cina Selatan. BRP Tarlac melakukan kunjungan pelabuhan pertamanya ke Rusia dan mengambil bagian dalam tinjauan armada internasional di Korea Selatan pada tahun 2018, sementara BRP Davao del Sur dikerahkan ke Oman pada tahun 2020 untuk memulangkan pekerja Filipina di luar negeri di tengah ketegangan AS-Iran.
Filipina telah berkomitmen untuk mengalokasikan sekitar 2 triliun peso Filipina (sekitar 35 miliar dolar AS) selama dekade berikutnya untuk meningkatkan kemampuan militernya di tengah meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan.
(Penkoarmada II)
Dalam rangka Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) Tahun 2025, unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331, serta KRI Pulau Fani-731 melaksanakan serial latihan saat menuju daerah latihan (Rahlat) di Perairan Bangka Belitung, Sabtu (14/2).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KRI John Lie-358 merupakan unsur yang turut tergabung dalam Latopshantai 2025.
Rangkaian serial latihan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Panglima Kogasgabfib, yang on board di KRI Brawijaya-320.
Seluruh serial latihan merupakan bagian penting dalam skenario Latopshantai 2025 guna meningkatkan interoperabilitas serta kesiapan tempur unsur-unsur yang terlibat, dalam mendukung pelaksanaan operasi pertahanan pantai secara optimal dan profesional.