Jumat, 20 Oktober 2017

PT Pindad Jajaki Kerjasama Fasilitas MRO dengan Qatar

Panser Anoa [Pindad]

PT Pindad (Persero) tengah menjajaki kerjasama dan penjualan baru produk militer. Belum lama ini perusahaan pelat merah tersebut telah merampungkan transaksi alutsista di sejumlah negara ASEAN.

Direktur Utama Pindad Abraham Moses mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kembali penjualan ke militer Laos, saat perdana menteri negara tersebut mengunjungi Indonesia. “Selain dengan Laos, juga ada Arab Saudi, rencananya produk yang ditawarkan bom dan misil,” ungkapnya di sela acara Indonesia International Cyber Security Leaders, Selasa (17/10).

Lanjut Abraham, selain itu, perusahaan juga menjajaki kerjasama dengan pemerintah Qatar untuk pendirian fasilitas Maintenance, Repair & Operation (MRO). “Kami masih tunggu lampu hijau dari pemerintah (Indonesia), setelahnya segera follow up,” ujar Abraham.

Kerjasama direncanakan dalam bentuk joint marketing & operation, di mana Pindad akan mengirimkan sumber daya teknisinya. “Kebetulan panser dan tank mereka sejenis dengan punya kita (Indonesia),” terang Abraham. Fasilitas MRO tersebut juga dapat menjadi bisnis after sales Pindad.

Pindad tengah getol mengoptimalkan anak usahanya yang bergerak di bidang perdagangan dan ekspor. Baru-baru ini perseroan telah mendirikan PT Pindad Global Source of Trading yang menjual dan mengageni produk-produk Pindad. “Kami juga punya PT Pindad Logistic Prepare untuk jasa pengangkutan, dan kami punya area penyimpanan yakni Pindad Logistic,” urai Abraham.

Bisnis jasa pengangkutan tersebut tidak hanya dikhususkan bagi grup Pindad, namun bisa digunakan pelanggan di luar perseroan. “Lahan di Bandung 60 hektare bisa dioptimalkan. Di sana kami punya tempat penyimpanan, semacam kawasan industrial berikat,” sebut Abraham. Area penyimpanan tersebut tak ubahnya sebuah dry port yang punya akses distribusi lebih efisien.

  ⚓️ Kontan  

Satu Flight F-16 Fihgting Falcon Ikuti Latma Ausindo

⚓️ Menuju Darwin Satu flight pesawat tempur F-16 Fihgting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, beberapa waktu lalu berangkat menuju Darwin, Australia, guna melaksanakan latihan bersama dengan Angkatan Udara Australia.

Latihan Bersama (Latma) dengan sandi "AUSINDO" tersebut merupakan latihan perang antara TNI Angkatan Udara Indonesia dengan Angkatan Udara Australia yaitu Royal Australian Air Force (RAAF).

Keberangakatan Satu flight pesawat F-16 Fighting Falcon dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Yoga Ambara, dilepas oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Wastum, beserta segenap pejabat Lanud Iswahjudi.

Latma "AUSINDO 2017" akan digelar dari tanggal 17 Oktober hingga tanggal 28 Oktober 2017, dalam latihan tersebut Lanud Iswahjudi mengerahkan 7 pesawat tampur F-16 Fihgting Falcon, 77 teknisi dan didukung dengan dua pesawat C-130 Hercules.

  ⚓️ TNI  

Sri Mulyani Tegur Kemenhan

⚓️ Terkait Penggunaan Anggaran Multiyears Pesawat Tempur KFX/IFX [google]

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegur Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terkait penggunaan anggaran yang bersifat multiyears atau tahun jamak.

Teguran tersebut disampaikan Ani saat dirinya dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro diundang untuk menghadiri rapat antara Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Widodo.

Kehadiran dirinya bersama Bambang untuk membahas penggunaan anggaran di Kemenhan yang mana dialokasikan Rp 1,85 triliun dalam RAPBN 2018. Alokasi tersebut dinilai kurang karena ternyata hanya cukup untuk pembayaran tahun jamak dalam rangka pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X yang dikembangkan bersama Korea Selatan.

Ani menyebut Kemenhan awalnya tidak menjelaskan jika anggaran tersebut untuk keperluan pembayaran kewajiban tahun jamak pesawat pada 2016 dan 2017. Sedangkan kewajiban tahun jamak ini sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Di sisi lain Kemenkeu belum mendapatkan dokumen perjanjian pembayaran tahun jamak tersebut.

"Kami belum dapat info bahwa multiyears. Ini akan jadi persoalan buat kami dari sisi uang maupun prosesnya," kata Ani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 19 Oktober 2017.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap Kemenhan disiplin serta rutin menyampaikan kewajiban pembayaran tahun jamaknya kepada Kemenkeu. Sehingga pihanya bisa memberikan masukan pada Kemenhan dalam mengelola dan menggunakan anggaran.

"Jadi kami sampaikan pandangan dari sisi proses anggaran apabila ada yang sifatnya multiyears bagaimana proses penganggaran harus dilakukan, sehingga tertib administrasi dan anggaran," jelas dia.

Sementara itu, Bambang Brodjonegoro tak mau berspekulasi terlalu jauh terkait kewajiban tahun jamak pesawat tempur tersebut tidak masuk dalam dua APBN.

Mantan Menteri Keuangan ini hanya berpandangan mungkin saja karena anggaran tersebut masuk dalam Bendahara Umum Negara (BUN) dan dianggap pembiayaan government to govenment (G to G) sehingga luput dari pendanaan rutin.

"Jadi mungkin Kemenhan lupa," ucap Bambang. (AHL)

  ⚓️ Metrotv  

KASAL Resmikan Markas Komando Pasukan Marinir 2

⚓️ Di Marunda Korps Marinir

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, meresmikan Markas Komando Pasukan Marinir 2 Korps Marinir TNI AL, di Kesatrian Marinir Baroto Sardadi, Marunda, Jakarta Utara, Rabu.

Nama yang disematkan pada kesatrian baru Korps Marinir TNI AL itu mengambil nama Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Baroto Sardadi, yang pernah menjadi komandan komponen pendarat TNI AL itu.

Marunda ternama dengan kekhasan adat-istiadat Betawi-nya, sehingga kedatangan Supandi dan rombongan disambut kesenian Betawi, selain demonstrasi terjun payung dari Batalion Intai Amfibi 2 Korps Marinir TNI AL.

Peresmian Markas Komando Pasukan Marinir 2 itu ditandai penyerahan keris dari Supandi kepada Komandan Pasukan Marinir 2, Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Nur Alamsyah. Keris menduduki posisi penting pada Korps Marinir TNI AL karena senjata tradisional Indonesia itu dijadikan komponen lambang korps pasukan pendarat TNI AL itu.

Selain itu, dilakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita secara simbolis dan penyerahan dua unit kendaraan dan pengukuhan Supandi sebagai ketua pembina Jayamahe Jeep Club, sebagaimana dinyatakan siaran pers Dinas Penerangan TNI AL, diterima di Jakarta, Rabu.

Pada kesempatan ini dia turun langsung mengendarai kendaraan off-road, untuk mengetahui lingkungan sekitaran Markas Komando Pasukan Marinir 2 didampingi Alamsyah.

Supandi, mengatakan keberadaan Pasukan Marinir-2 sebagai komando pelaksana Korps Marinir TNI AL di wilayah barat, khususnya Jakarta, dituntut senantiasa meningkatkan kinerja organisasi guna memenuhi tugas pokok yang diharapkan.

Oleh karena itu, kata dia, pembangunan gedung dan fasilitas sarana dan prasarananya dapat mendorong ide-ide pemikiran yang kreatif dan inovatif guna pencapaian tugas pokok Korps Marinir TNI AL dalam rangka mewujudkan visi dan misi TNI AL ke depan.

Dia berpesan agar semua komponen Korps Marinir TNI AL mampu tetap meningkatkan semangat kejuangan dan keprajuritan dan menjaga semua fasilitas yang telah diberikan negara.

  ⚓️ Antara  

Indonesia delays decommissioning of Ahmad Yani-class frigates amid South China Sea obligations

The Indonesian Navy has delayed the planned retirement of its ex-Royal Netherlands Navy frigates. Move to ensure that the service can fulfil operational requirements and deployment obligations, especially in the South China Sea
Ahmad Yani-class frigates ★

The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut) has decided to postpone the retirement of its Ahmad Yani-class frigates amid operational requirements that necessitate continued service of the platforms for about one more year, the service has confirmed with Jane’s.

Citing a TNI-AL source from the service’s Western Fleet (KOARMABAR), Jane’sreported in February 2016 that the country will start to retire the first of its six Ahmad Yani-class frigates in 2017. This decision was made at the 2016 iteration of an annual naval technical and logistics work plan meeting, and the intention then was to retire the class at a rate of one ship a year from 2017 to 2022.

However, given current progress of the Martadinata (SIGMA 10514)-class’ induction, and ongoing service obligations, this schedule has since been delayed by about one more year to ensure that there are no operational gaps in the fleet’s deployment capacity especially in the Natuna Sea where there is now an increasing number of unregulated fishing cases, said the TNI-AL.

Indonesia commissioned its first Martadinata-class frigate, KRI Raden Eddy Martadinata (331), in April 2017. The second-of-class, which will be known as KRI IGusti Ngurah Rai with pennant number 332 once it is in service, was launched by state-owned shipbuilder PT PAL in September 2016. The country is expected to acquire follow-on ships in this class, but a formal procurement process for this has yet to begin.

The TNI-AL’s Ahmad Yani-class ships were formerly in service with the Royal Netherlands Navy (RNLN) as the Van Speijk class. After being in service for about 20 years, the ships were transferred to Indonesia between 1986 and 1989.

  IHS Janes  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...