Jumat, 03 April 2026

Presiden Minta Harga Bagus untuk Jet Boramae

 Prabowo berkelakar saat menyalami CEO KAI Kim Jong-chul
Pesawat tempur KF-21 Boramae (KAI) 

Ada momen menarik ketika Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap siang kala diundang Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, Rabu (1/4/2026) siang waktu setempat. Prabowo didampingi Lee sempat menyalami para pengusaha Korsel yang ikut dalam acara tersebut.

Ketika tiba menyalami CEO Korea Aerospace Industries (KAI) Kim Jong-chul, Prabowo pun sempat terkejut. Setelah Kim memperkenalkan diri, RI 1 pun langsung berkelakar. "Ok, give us good price, haa," kata Prabowo kepada Kim sembari tertawa.

KAI adalah produsen jet tempur KF-21 Boramae. Proyek itu dulunya bernama Korean Fighter Xperiment/Indonesian Fighter Xperiment (KFX/IFX). Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemerintah Indonesia terlibat berkontribusi 20 persen dalam pengembangan proyek tersebut. Setelah pembayaran sempat tersendat, kini era Prabowo proyek itu dalam proses finalisasi.

Dalam sambutannya di acara itu, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menekankan pentingnya hasil pertemuan bilateral yang telah berjalan. Dia mengakui, pembahasan yang berlangsung dengan Presiden Lee telah menghasilkan capaian yang produktif dan strategis bagi hubungan Indonesia dan Korsel.

"Suatu kehormatan besar bagi saya untuk berada di sini setelah diskusi yang sangat produktif dan bermanfaat yang telah kita adakan hari ini. Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, bersamaan dengan penandatanganan beberapa perjanjian penting, mencerminkan kepercayaan mendalam dan visi bersama yang mengikat kedua negara kita," ucap Prabowo.

Dia pun menyampaikan keyakinannya, peningkatan kemitraan serta sejumlah kesepakatan yang dicapai akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua negara. Prabowo juga menyoroti kesamaan perjalanan sejarah antara Indonesia dan Korsel, yang sama-sama berjuang keras untuk meraih kemerdekaan dan membangun bangsa.

"Kita memiliki banyak kesamaan dalam sejarah dan kepentingan bersama. Kedua negara kita harus berjuang sangat keras untuk kemerdekaan. Republik Korea telah berhasil dengan sangat baik menjadi negara industri yang sangat maju," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo dan Presiden Lee juga menyaksikan pertukaran 10 memorandum of understanding (MoU) bernilai Rp 173 triliun antara kedua negara demi memperkuat kemitraan strategis.

Berikut 10 MoU yang dipertukarkan:

1. Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Dialog Strategis Komprehensif Khusus

2. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Ekonomi 2.0

3. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Kemitraan Mineral Kritis

4. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Pengembangan Digital

5. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di bidang AI untuk Kesehatan Dasar dan Pembangunan Manusia

6. Nota Kesepahaman tentang Penguatan Kerja Sama di Bidang Energi Bersih

7. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS)

8. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Industri Jasa Pembangkit Lepas Pantai

9. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Perlindungan dan Penegakan Hak Kekayaan Intelektual

10. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Keuangan (Danantara–Exim Bank of Korea)

Dari 10 MoU tersebut, yang menarik adalah tidak ada kesepakatan pembelian jet tempur KF-21 Boramae. Padahal, sejumlah media Korsel sudah gencar memberitakan kesepakatan itu.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mendampingi Prabowo bertemu Presiden Lee, mengakui, masalah jet tempur Boramae sempat dibahas. Namun, hingga kini, belum ada kesepakatan resmi terkait rencana pembelian jet tempur yang dulunya bernama KFX/IFX tersebut.

"Jadi dalam pertemuan bilateral salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IFX, dan Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik itu yang sifatnya technical maupun engineering," kata Airlangga didampingi Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani kepada awak media.

Selama ini, masalah yang dihadapi dalam pengembangan proyek itu adalah dana sumbangsih Indonesia yang sempat macet. Alhasil, hal itu sempat membuat Korsel geram karena mempertanyakan komitmen Indonesia.

Sumber Republika menyampaikan, langkah terbaru pemerintah adalah tidak ikut dalam pengembangan bersama proyek Boramae. Indonesia lebih ingin dalam posisi sebagai pembeli jet tempur generasi 4,5 tersebut.

Airlangga mengungkapkan, pemerintah Indonesia berharap adanya skema pembayaran baru untuk mendukung kelanjutan proyek Boramae. "Dan memang ada isu-isu teknis terkait dengan spesifikasi dan yang lain, tetapi harapannya ini akan diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana," kata Airlangga.

  ★ Republika  

Kamis, 02 April 2026

Dubes Rusia Tawarkan Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274 ke TNI AL

⚓️ Tiga kapal Rusia Berlabuh di Jakarta Kapal perang Rusia berlabuh di Jakarta, selain latihan bersama, juga menjadi ajang promosi. (@Monarki)

Sejumlah kapal perang Angkatan Laut (AL) Rusia (Voyenno-morskoy flot Rossiyskoy Federatsii) bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada akhir Maret 2026. Ketiga kapal perang itu jenis Korvet Gromky-335, Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan Kapal Tunda (Tugboat) Andrey Stepanov.

Kedatangan ketiga tamu itu sempat dikawal KRI Lambung Mangkurat-374 yang melaksanakan monitoring saat memasuki Perairan Jakarta pada Ahad (29/03/2026).

Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran, sekaligus memberikan dukungan navigasi kepada kapal negara sahabat.

Dalam pelaksanaannya, KRI Lambung Mangkurat-374 berperan aktif memberikan panduan jalur pelayaran, melakukan pengawasan terhadap pergerakan kapal, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur.

Awak KRI Lambung Mangkurat-374 pun membantu koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan dalam menyambut kapal tamu.

Komandan KRI Lambung Mangkurat-374, Letkol Laut (P) Dimas Bayu Darmawan menjelaskan, aktivitas pengawalan itu merupakan wujud kesiapan operasional dan peran aktif TNI AL dalam mendukung hubungan bilateral antarnegara.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap, hubungan TNI AL dan AL Rusia semakin erat dan mampu menciptakan stabilitas dan keamanan di kawasan.

Selama di Jakarta, para kru kapal Rusia dijadwalkan mengikuti berbagai agenda. Di antaranya, courtesy call ke pejabat tinggi TNI AL, pertandingan olahraga persahabatan dengan prajurit Jalasena Kodaeral III, deck reception di atas kapal perang, city tour, hingga kegiatan open ship bagi prajurit TNI dan masyarakat umum.

Pada malam hari kedatangan, Wamenahn RI Marsekal (Purn) Donny Ermawan Taufanto, menghadiri kunjungan kehormatan di atas Kapal Korvet Gromkiy. Mewakili Menhan Sjafrie, Donny juga sempat meninjau Kapal Selam Petropavlovsk-Kamchatsky. Usai peninjauan teknis, ia menghadiri resepsi atas undangan Laksda Myasoedov.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menjelaskan, satuan kapal Rusia bersandar di Tanjung Priok pada 29 Maret hingga 2 April 2026. Armada itu terdiri Kapal Korvet Gromky-335, Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan Kapal Tunda Andrey Stepanov.

"Kehadiran kami tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangga maupun negara lain di kawasan Indonesia. Sebaliknya, ini adalah simbol kesiapan kami untuk bekerja sama dengan Indonesia melalui penyelenggaraan latihan bersama serta pertukaran pengalaman," kata Tolchenov.

Selain bertujuan untuk latihan bersama, kata Tolchenov, kunjungan kapal perang tersebut membawa misi memperkenalkan peralatan militer dan kapal perang modern kepada masyarakat Indonesia, khususnya TNI AL. Menurut dia, Kapal Selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, merupakan salah satu yang terbaik dan paling modern di dunia.

Selain itu, kata dia, Korvet Gromky-335 juga termasuk kapal perang unggulan di Armada Pasifik. Rusia, lanjut Tolchenov, turut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengadopsi kemampuan dan teknologi Rusia guna meningkatkan kemampuan pertahanan laut.

 ⚓️  Republika  

Kemhan Beli Pesawat Tempur KAAN Buatan Turki dengan Skema Pinjaman Luar Negeri

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)

Kementrian Pertahanan (Kemenhan) memastikan pihaknya menjalankan skema pembelian pesawat tempur KAAN dari Turkish Aerospace Industries melalui pinjaman luar negeri.

Hal tersebut dikatakan pihak Kemenhan merespon soal isu Indonesia membeli pesawat tempur generasi ke lima tersebut dari Turki.

"Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut sekaligus membenarkan bahwa Indonesia secara resmi telah meneken kontrak awal untuk rencana pembelian pesawat tempur KAAN.

Menurut informasi yang beredar, Indonesia akan membeli 48 unit pesawat jet tempur KAAN dan dikabarkan mulai dikirim pada 2032 mendatang.

Saat ditanya hal terkait hal tersebut, Rico belum bisa menjelaskan secara rinci. Dia juga tidak menjelaskan berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membeli pesawat tempur itu.

"Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI," tutup dia. Beredar informasi bahwa Indonesia menyepakati pembelian 48 pesawat tempur KAAN. Informasi itu diunggah akun instagram khusus informasi bidang pertahanan @isds.indonesia.

Unggahan akun instagram tersebut, dijelaskan bahwa kontrak pembelian pesawat tempur itu diteken pihak Kementerian Pertahanan dan Turkish Aerospace Industries saat gelaran pameran IDEF, Istanbul pertengahan 2025 lalu.

Akun instagram itu menyebut nilai kontrak pembelian pesawat tempur sebesar 15 miliar dolar AS atau Rp 251 triliun.

   antara  

Rabu, 01 April 2026

Pesawat Tempur KF-21 RI-Korsel: Proyek Belasan Tahun Masuk Babak Baru

https://awsimages.detik.net.id/visual/2022/07/21/jet-tempur-canggih-patungan-korea-selatan-indonesia-kf-21if-21-boramae-sukses-uji-terbang-perdana-pada-19-juli-2022-dok-angkat-3_169.jpeg?w=650&q=80Pesawat KF-21 (CNBC)

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan semakin kokoh di sektor pertahanan. Dalam pertemuan bilateral di Blue House, Seoul (1/4), Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan komitmen untuk menuntaskan proyek bersama pesawat tempur KF-21.

Meski tidak ada kesepakatan pertahanan baru yang diumumkan secara resmi dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin mengonfirmasi bahwa proyek pengembangan jet tempur homegrown Korea Selatan ini berjalan sesuai rencana (on track).

Target penyelesaian pengembangan ditetapkan pada Juni 2026 mendatang.

 Menuju Fase IF-21

Proyek yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini akan memasuki babak baru. Selain KF-21, kedua negara juga berkomitmen untuk bekerja sama dalam proyek tindak lanjut yang disebut sebagai IF-21.

Beberapa poin krusial dalam dinamika proyek ini antara lain:

Pertama: Komitmen Pembayaran: Pemerintah Korea Selatan menyatakan ekspektasinya agar Indonesia dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran terkait program pengembangan bersama ini pada akhir tahun 2025 atau sebelum tenggat penyelesaian proyek.

Kedua; Rencana Akuisisi: Korea Aerospace Industries (KAI) mengungkapkan tengah menjajaki potensi penjualan unit KF-21 ke Indonesia. Kabar yang beredar menyebut Jakarta mempertimbangkan untuk memboyong batch awal sebanyak 16 unit pesawat tempur tersebut.

Ketiga; Kerjasama Alutsista Lain: Selain jet tempur, kemitraan akan diperluas pada pengadaan pesawat latih, sistem rudal pandu anti-tank, hingga amunisi.

Presiden Prabowo Subianto, yang juga mantan jenderal, menekankan bahwa kapabilitas pertahanan yang kuat adalah syarat mutlak bagi terciptanya perdamaian. "Perdamaian dan stabilitas membutuhkan keamanan dan pertahanan yang kokoh," ujar Prabowo.

Prabowo menilai Korea Selatan sebagai mitra strategis yang memiliki keunggulan teknologi dan industri yang mampu melengkapi kebutuhan Indonesia. Sebaliknya, Seoul memandang Indonesia sebagai mitra penting karena kelimpahan sumber daya alam dan potensi pasar yang besar.

 Sinergi Energi dan Pertahanan

Selain urusan jet tempur, pertemuan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai penopang ketahanan energi Korea Selatan.

Di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah, Seoul sangat mengandalkan pasokan LNG dan batu bara dari Indonesia untuk menjaga stabilitas rantai pasok domestik mereka.

Data menunjukkan pada tahun 2025, Korea Selatan mengimpor 2,1 juta ton gas alam cair atau LNG dari Indonesia.

Sebagai imbal balik strategis, kedua negara juga menyepakati kerja sama di bidang baru seperti pusat data (data center), energi terbarukan, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI).

  Kontan 

Selasa, 31 Maret 2026

[RIP] Kemhan Konfirmasi 2 Prajurit TNI Gugur Lagi di Lebanon

  2 luka beratIlustrasi pasukan konga (Ist) 🛡

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi 2 prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon, meninggal dunia akibat meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut. Sebelumnya, pada 29 Maret, satu prajurit TNI gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi.

"Perkembangan terbaru yang diterima pada 30 Maret 2026 menunjukkan kembali terjadinya insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL," kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Rico menjelaskan salam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat.

Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.

"Insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut, dan hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Rico mengatakan Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan koordinasi erat dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kemhan menegaskan keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama.

"Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian. Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB," katanya. (yoa/gil)

  👹 CNN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...