Minggu, 20 Januari 2019

[RIP] Anggota TNI Tewas Baku Tembak dengan KKB

Aparat Masih SiagaPersonel TNI terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Puncak Jaya, satu anggota tewas. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Baku tembak terjadi antara personel TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua terjadi di kawasan Longsran Baganbaga, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (18/1). Seorang personel TNI tewas dalam peristiwa tersebut.

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi mengatakan hingga saat ini personelnya di lapangan masih disiagakan memonitor sejumlah anggota KKB yang terpencar pascaperistiwa baku tembak. Menurutnya, sebaran anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen itu masih tak jauh dari lokasi baku tembak.

"Koordinasi kami masih siap siaga, memonitor kemungkinan keberadaan mereka, jika sudah ditemukan, kami akan lakukan penindakan," kata Aidi dikutip dalam siaran CNN Indonesia TV, Sabtu (19/1).

Dalam sejumlah peristiwa baku tembak sebelumnya, kata Aidi, mereka akan berpencar melarikan diri. Nantinya, para anggota KKB akan menentukan satu titik tertentu untuk mereka kembali berkumpul.

"Mereka sudah hafal medan di sekitar Puncak Jaya," kata Aidi.

Dalam peristiwa tersebut, Aidi meyakini sekitar 4 hingga 5 anggota KKB juga gugur. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan karena tak ditemukan jenazah di sekitar lokasi.

"Tapi dari personel kami, meyakini ada korban tewas juga dari pihak KKB," terang Aidi.

Kontak senjata terjadi saat anggota TNI sedang mendistribusikan logistik, dan tiba-tiba diserang kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen hingga mencederai Pratu Makamu. Para anggota TNI ditembak dari arah atas bukit.

Pratu Makamu terkena tembakan di bagian paha kiri, namun karena terlambat evakuasi menyebabkan yang bersangkutan meninggal. Aidi mengakui daerah Puncak Jaya memang menjadi zona merah keberadaan KKB selain Lanny Jaya, Nduga, dan Tembagapura

Sesaat setelah kontak anggota melakukan pembersihan di sekitar lokasi, ditemukan dua magasin laras panjang beserta amunisinya, dua tongkat komando yang diduga milik Lekagak Telenggen dan dokumen TPN/OPM.

Sementara itu, jenazah Pratu Makamu di evakuasi hari ini, Sabtu (19/1) ke Timika. "Pratu Makamu sudah dievakuasi ke Makassar dan disemayamkan di sana," kata Aidi. (ain)

   CNN  

[Dunia] Dua Jet Tempur Rusia Sukhoi Su-34 Bertabrakan di Udara

✈️ Ilustrasi Pesawat Su 34 Rusia [defence talk]

Dua jet tempur Rusia Sukhoi Su-34 dilaporkan bertabrakan ketika di udara di kawasan Timur Jauh.

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan dikutip Russian Today Jumat (18/1/2019), dua jet-pembom itu bertabrakan saat terbang di Laut Jepang.

Diketahui dua jet tempur itu "bersentuhan" sekitar 35 km dari pantai. "Saat itu, berlangsung misi terbang rutin, dan pesawat tak membawa senjata," tutur Kemenhan Rusia.

Sumber kepada TASS mengungkapkan, data awal menunjukkan insiden itu terjadi Terusan Tatar. Dua jet itu menghilang dari radar di Distrik Sovetsko-Gavansky.

Untungnya, kru Su-34 berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar, dan Moskwa segera menggelar operasi pencarian dan penyelamatan.

Pusat penyelamatan maritim Sakhan berujar, mereka mengerahkan pesawat Antonov An-12, helikopter Mi-8, dan kapal untuk mencari dua jet tempur itu.

Tim penyelamat berhasil mendeteksi adanya rakit penyelamat dan salah satu pilot Su-34 meski saat itu kondisi cuaca dilaporkan buruk.

Pilot itu masih hidup dan membuat "gerakan ringan" kepada tim pencari. Mereka segera mengangkatnya ke helikopter di mana kondisinya baik-baik saja.

Sebelum adanya konfirmasi dari kemenhan, media Rusia memberitakan fakta berbeda dengan mengutip sumber dari militer dan dinas darurat.

Kepada Interfax, seorang sumber menuturkan bahwa salah satu pesawat masih bisa terbang dan mencapai pangkalan dengan selamat.

Sementara sumber lain berkata hanya satu pesawat yang mengalami insiden. Segera setelah pilot pertama ditemukan, tim pencari menemukan lokasi pilot kedua dan menyelamatkannya.

Su-34 merupakan jet tempur sekaligus pembom jarak menengah yang bertugas bersama Angkatan Udara Rusia sejak pertengahan 2010.

Jet tempur itu bisa membawa berbagai macam senjata seperti bom pandu presisi maupun bermacam-macam varian rudal.

  ✈️ Kompas  

Sabtu, 19 Januari 2019

[Dunia] Singapura Penjajakan Beli Jet F-35

✈️ Peremajaan Alutsista✈️ Ilustrasi pesawat tempur siluman F-35. [AFP PHOTO / JACK GUEZ]

Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen mengatakan negaranya berencana membeli sejumlah jet tempur mutakhir F-35, guna menggantikan armada F-16 yang dinilai sudah uzur. Ng menganggap jet tempur canggih buatan perusahaan Amerika Serikat, Lockheed Martin, itu paling cocok untuk menggantikan armada 'Fighting Falcon'.

"Mereka (pejabat pertahan) telah memutuskan bahwa F-35 akan menjadi petarung penggati yang paling cocok," tulis Ng dalam unggahannya di Facebook, pada Jumat (18/1).

"Kami ingin membeli beberapa pesawat itu terlebih dahulu sehingga bisa secara penuh mengevaluasi kapabilitas F-35 sebelum memutuskan membeli untuk armada penuh."

Dikutip Reuters, Ng mengatakan pihaknya akan berbicara dengan mitra mereka di AS untuk membicarakan rencana pembelian tersebut. Dia memaparkan butuh waktu sekitar sembilan bulan hingga satu tahun untuk menyelesaikan persyaratan kesepakatan pembelian awal.

F-35 merupakan salah satu jet tempur generasi kelima di dunia, dan hasil penjualannya menyumbang sekitar seperempat total pendapatan Lockheed.

Berdasarkan kontrak negosiasi dengan Kementerian Pertahanan AS, harga jual F-35 bervariasi mulai dari seri F-35A sekitar US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Harga tersebut sempat dikritik Presiden Donald Trump dan pejabat AS lainnya, yang juga mengeluh perusahaan kerap mengulur waktu produksi dan pembengkakan biaya.

Tahun lalu, seluruh F-35 buatan Lockheed Martin terpaksa ditarik untuk pemeriksaan mesin, menyusul insiden kecelakaan F-35B pada 28 September lalu di dekat Beaufort, South Carolina. (rds/ayp)

  ✈️ CNN  

Jumat, 18 Januari 2019

KRI Usman Harun-359 Tangkap Kapal Ikan Vietnam

Di Laut Natuna KRI Usman Harun-359 menangkap kapal ikan asal Vietnam berikut delapan ABK warga Vietnam yang diduga sedang melakukan penangkapan ikan ilegal di Laut Natuna. (Dok. Koarmada I)

Jajaran Komando Armada I (Koarmada I) TNI Angkatan Laut lewat KRI Usman Harun-359 berhasil menangkap kapal ikan asing (KIA) Vietnam yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di Landas Kontinen Indonesia, Rabu (16/1).

Penangkapan berawal saat KRI Usman Harun-359 yang sedang melaksanakan patroli sektor di perairan Indonesia mendapatkan kontak kapal pada posisi 05 57,3 U - 106 45,3 T, tepatnya di Landas Kontinen Indonesia.

"Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Usman Harun-359 melaksanakan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (Jarkaplid)," demikian tertulis dalam keterangan resmi TNI AL yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (18/1).

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, personel dan dokumen kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama kapal tersebut adalah Fau Cau Tom (BL 93908 TS), asal Vietnam, jenis KIA. Jumlah ABK kapal itu delapan orang yang semuanya warga negara Vietnam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kapal Fau Cau Tom (BL 93908 TS) diduga melakukan pelanggaran karena melaksanakan aktivitas perikanan di Landas Kontinen Indonesia.

Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Alan Dahlan memerintahkan agar KIA Vietnam tersebut di adhoc ke pangkalan terdekat dalam hal ini Pangkalan TNI AL Ranai untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. (wis)
 

  CNN  

Kamis, 17 Januari 2019

TNI Fungsikan Satu Unit Kapal Untuk Bencana

Siaga Bencana Tahun 2019 Kapal hasil modifikasi landing platform dock (LPD) KRI Semarang ini, bisa berbagi peran dengan KRI dr. Soearso yang nyaris tak pernah berlabuh dalam operasi penanganan bencana. [Kolonel Laut dr Mozart, SpB] 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan satu kapal Landing Platform Dock (LPD) untuk bersiaga terhadap ancaman bencana 2019.

Panglima TNI mengatakan, hal itu juga telah dilaporkannya kepada Menteri Pertahan RI Ryamizard Ryacudu dalam Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Gedung Kementerian Pertahan, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

 Penambahan Kapal-kapal LPD 

Dalam Renstra kedua ini akan ada penambahan kapal-kapal LPD untuk menambah kekuatan yang sekarang sudah ada,” kata Hadi Tjahjanto.

Menurut dia, saat ini sudah ada kapal rumah sakit, KRI Soeharso.

Penambahan kedua saat ini adalah kita memfungsikan satu LPD. Kita tempatkan beberapa kapsul atau kontainer yang bisa digunakan untuk korban bencana. Jadi praktis kita sudah memiliki dua kapal LPD, satu Sumarso satu lagi LPD yang difunsgsikan untuk rumah sakit,” kata Hadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kapal LPD adalah sebuah kapal perang amfibi yang meluncurkan, membawa, dan mendaratkan elemen kekuatan darat untuk misi-misi perang gerak cepat.

Kapal-kapal ini umumnya dirancang untuk membawa pasukan ke zona pertempuran lewat laut dan memiliki kemampuan membawa kekuatan udara terbatas (biasanya helikopter).

Selain itu, menurut Hadi, TNI sudah memetakan potensi wilayah yang akan terdampak tsunami dan wilayah prioritas penanganannya.

TNI dalam hal ini dibawah BNPB sehingga TNI membentuk dua kekuatan. Pertama adalah tim untuk kesehatan, kedua adalah tim evakuasi. Yang setiap saat bisa digerakkan di manapun berada,” kata Hadi.

Selain itu, ia juga telah menugaskan TNI AL untuk memeriksa peralatan pendeteksi tsunami yang berada di pesisir laut mulai dari Mentawai, Selat Sunda, sampai Nusa Tenggara Timur setelah berkoordinasi dengan para ilmuwan gempa dan tsunami.

  Tribunnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...