Rabu, 10 Juni 2026

Korea Selatan Siap Kirim Prototipe Jet KF-21 ke Indonesia

  ★ 
Pesawat tempur KF-21 Boramae (Jetphotos)

Indonesia telah menyelesaikan kontribusi keuangannya untuk proyek prototipe jet tempur buatan Korea Selatan, KF-21 Boramae, dan siap untuk penyerahan.

"Salah satu dari enam prototipe KF-21 telah disepakati untuk dikirim ke Indonesia. Semoga ini dapat terwujud dalam waktu dekat," kata Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Cecep Herawan pada acara "Jaringan Jurnalis Generasi Berikutnya Indonesia", yang diselenggarakan oleh Korea Foundation dan Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Selasa (9 Juni).

Herawan mengatakan pengembangan bersama KF-21 telah selesai pada Juni 2026 setelah lebih dari satu dekade. Ke depannya, Kedutaan Besar Indonesia akan membahas proses tindak lanjut untuk program KF-21, khususnya mengenai penggunaan hasil produksi.

Duta Besar mencatat bahwa Indonesia adalah salah satu mitra terpenting Korea Selatan di industri pertahanan. Indonesia telah menjadi salah satu pelanggan pertama produk pertahanan Korea Selatan sejak tahun 1979.

Transfer pengetahuan, kata Herawan, memainkan peran penting dalam memajukan pengembangan sumber daya manusia di industri pertahanan.Ia mengatakan bahwa Korea Selatan telah memperoleh pengalaman berharga dari kerja sama pertahanannya dengan Amerika Serikat, dan menambahkan bahwa Indonesia kini mendapat manfaat dari keahlian dan wawasan Korea Selatan tentang akuisisi teknologi.

Secara terpisah, Ketua Asosiasi Persahabatan Parlemen Korea Selatan-Indonesia, Kim Gi-hyeon, menyatakan bahwa industri pertahanan Korea Selatan memproduksi beberapa senjata paling canggih di dunia sambil mempertahankan biaya yang kompetitif.

Ia menambahkan bahwa peralatan pertahanan Korea Selatan telah menunjukkan kinerja yang kuat dalam berbagai situasi konflik, termasuk konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah.

"Saya percaya akan sangat bermanfaat bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Korea. Korea Selatan tidak hanya menyediakan transfer teknologi, tetapi juga membantu mengembangkan dan melatih sumber daya manusia untuk mengoperasikan dan mengelola sistem ini," katanya.

Indonesia dan Korea Selatan telah menyepakati penyerahan prototipe KF-21 satu tempat duduk untuk uji verifikasi, termasuk pengisian bahan bakar di udara. Paket transfer yang diperkirakan senilai 600 miliar won ini mencakup biaya jet tempur sebesar 350 miliar won serta berbagai biaya terkait pengembangan lainnya.

  ★  antara   

Yonarmed 22 Latihan Incountry Training Transfer of Knowledge Trak MLRS ITBM

 Tahun 2026 (Yonarmed 22)

DDanyonarmed 22/Kesumawira, Letkol Arm Novihardi, S.E., M.H.I., memimpin acara pembukaan latihan Incountry Training Transfer of Knowledge Trak MLRS ITBM (Indonesia Tactical Ballistic Missile) secara resmi dimulai.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kompetensi teknis, serta memperkuat pemahaman operasional dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem MLRS ITBM.

Melalui transfer ilmu dan pengalaman yang berkelanjutan, diharapkan seluruh peserta mampu menguasai teknologi yang ada secara optimal guna mendukung kesiapan satuan dalam menjalankan setiap tugas yang diemban.

  🚀 
 Yonarmed 22   

Selasa, 09 Juni 2026

Kemhan Bahas Kembangkan Mineral Strategis

  Untuk Mendukung Industri Pertahanan Nasional (Kemhan)
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan bersama Badan Industri Mineral (BIM) guna membahas perkembangan rencana eksplorasi dan hilirisasi Logam Tanah Jarang (LTJ) serta mineral strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung industri pertahanan nasional. Pertemuan berlangsung di Kantor BP BUMN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah pengembangan sumber daya mineral strategis nasional, termasuk potensi pemanfaatan Logam Tanah Jarang sebagai bahan baku penting bagi industri berteknologi tinggi dan sektor strategis.

Selain itu, dibahas pula upaya penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dalam negeri serta mendukung kemandirian industri nasional.

Pembahasan ini sejalan dengan pembentukan Badan Industri Mineral (BIM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2025 tentang Badan Industri Mineral. Berdasarkan Pasal 7 peraturan tersebut, BIM memiliki Dewan Pengarah yang terdiri atas Menteri Pertahanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara sebagai unsur pengarah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi badan.

Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pengembangan mineral strategis nasional diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri, mendukung kebutuhan sektor strategis, serta mendorong terwujudnya kemandirian bangsa dalam pengelolaan sumber daya mineral yang bernilai tinggi. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

  💥 
Kemhan  

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  💣 
Dislitbangau  

Senin, 08 Juni 2026

Indonesia Minati Rudal Pertahanan M-SAM II Korea

 Menerbitkan Letter of Intent (LOI) untuk Sistem Rudal MSAM-II Rudal M-SAM Korea (Defence)

Badan Logistik Pertahanan Indonesia telah menerbitkan surat pernyataan niat atau Letter of Intent (LOI) kepada LIG Defense & Aerospace untuk pengadaan sistem pertahanan udara MSAM-II (rudal permukaan-ke-udara jarak menengah).

LOI tertanggal 18 Mei 2026 tersebut diberikan kepada Janes oleh sumber industri. Surat tersebut menandakan niat Indonesia untuk melakukan pengadaan langsung MSAM-II guna memperkuat arsitektur pertahanan udara nasionalnya.

Surat tersebut menetapkan pengadaan dua baterai dalam konfigurasi operasional penuh, termasuk stasiun kontrol penembakan, radar multifungsi, sistem peluncuran vertikal, dan kendaraan pemuat rudal.

LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berdasarkan tonggak pencapaian, yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

MSAM-II, juga dikenal sebagai Cheongung II, adalah sistem rudal permukaan-ke-udara semi-mobile yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan dan diproduksi oleh LIG Defense & Aerospace.

Sistem ini berbasis pada platform KIA Military Vehicles KM1500 8×8 dan dilengkapi dengan rudal Cheongung.

Setiap baterai biasanya terdiri dari empat hingga enam kendaraan pengangkut-pemasang-peluncur, kendaraan radar multifungsi, pusat kendali tembakan, pengangkut ulang, dan kendaraan pembangkit listrik.

Rudal Cheongung memiliki panduan radar pelacak aktif, motor roket propelan padat satu tahap, dan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi yang dipicu oleh sumbu jarak dekat.

Jangkauan maksimum sistem diperkirakan mencapai 40 km, dengan ketinggian serangan hingga 20 km.

LOI juga menyerukan pelatihan, dukungan logistik terintegrasi, suku cadang, peralatan pendukung darat, dokumentasi teknis, dan paket offset dan transfer teknologi.

  🚀 
Jane’s  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...