Minggu, 15 Februari 2026

Iran Tawarkan Teknologi Drone Mutakhir

🛩  Siap bangun pabrik di Indonesia Drone kamikaze Iran (Ist)

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan Teheran tengah mengupayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru. "Saat ini kami sedang mengupayakan kerja sama antara kedua pihak, perusahaan Iran dan Indonesia," kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus d, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Boroujerdi menyatakan, Iran merupakan salah satu negara yang sangat maju di dunia dalam bidang teknologi baru. Iran pun dinilai sangat unggul di bidang nanoteknologi, bioteknologi, nuklir, teknologi damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan kesehatan, teknologi pertanian, dan teknologi baru lainnya di bidang tersebut.

Indonesia dinilai tertarik untuk melakukan kerja sama di bidang tersebut. Boroujerdi menyatakan, saat ini Iran telah memiliki hubungan yang erat dengan beberapa lembaga dan badan pemerintah RI di bidang transfer teknologi, dan di bidang lain seperti drone.

"Ketika kita berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir bahwa penggunaannya hanya untuk satu hal, tetapi sebenarnya tidak. Anda tahu bahwa ada banyak sekali cara damai untuk menggunakan drone di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya," kata dia.

Dia mengatakan, Iran tengah mengupayakan kerja sama di antara perusahaan kedua negara, dan negosiasi akan dilakukan melalui webinar. Perwakilan Iran bahkan akan datang ke Indonesia atau pergi ke Iran untuk membicarakan hal tersebut. Jika perusahaan-perusahaan Indonesia berminat untuk bekerja sama di bidang tersebut, Kedutaan Besar Iran di Jakarta siap menjembatani hubungan antara kedua belah pihak agar hal tersebut dapat terwujud.

Dorongan kerja sama tersebut merupakan bagian dari peran Iran sebagai mitra strategis Indonesia dalam bidang terkait. Boroujerdi lebih lanjut menjelaskan, Iran merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang teknologinya dikembangkan secara mandiri di dalam negeri.

"Kami tidak mengimpor teknologi apa pun karena, seperti yang Anda ketahui, sudah hampir 47 tahun Iran berada di bawah sanksi yang sangat berat dari Amerika Serikat, dan kami tidak dapat mengimpor teknologi apa pun," kata dia.

"Jadi, rakyat Iran mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi baru dan teknologi canggih mereka sendiri, dan mereka memiliki pengetahuan itu sendiri," imbuhnya. Oleh karena itu, dia menyatakan kesiapan Iran untuk melakukan kerja sama di bidang sumber daya manusia, termasuk di bidang transfer teknologi dengan Indonesia.

"Kami siap membawa perusahaan-perusahaan kami untuk mendirikan pabrik di Indonesia, dan itu berarti kami siap untuk mentransfer teknologi ke Indonesia," kata dia.

Iran juga siap membawa orang-orang Indonesia untuk pergi ke Iran dan belajar di universitas Iran atau bahkan perusahaan atau pabrik Iran, dan mempelajari teknologi baru untuk diterapkan kembali di Indonesia.

Selain itu, Iran menawarkan beasiswa penuh kepada mahasiswa Indonesia yang berminat untuk belajar di Iran. Dubes Boroujerdi telah mengirimkan informasi tersebut kepada pemerintah Indonesia. "Di bidang teknologi dan sains apa pun yang diminati mahasiswa Indonesia untuk belajar di Iran, kami siap menawarkan beasiswa penuh di bidang tersebut. Jadi, itulah yang sedang kami coba lakukan dengan Indonesia," kata Boroujerdi.

"Situasinya agak sulit karena ancaman yang kami terima dari beberapa negara asing di kawasan ini, tetapi kami tetap melakukan negosiasi dengan Indonesia dan para mitra, dan kami siap bekerja sama di bidang tersebut," kata dia.

Boroujerdi menegaskan, hubungan bilateral dengan Iran tetap menguntungkan. Dia pun meminta Indonesia untuk tidak khawatir atas ancaman tarif dari Amerika Serikat. "Kami sampaikan kepada Indonesia untuk tidak takut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan mana pun dan negara mana pun yang memiliki hubungan reguler dengan Iran, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan," kata Boroujerdi.

Presiden Donald Trump sebelumnya pada Januari mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran. Boroujerdi pun menjelaskan bahwa saat ini ada lebih dari 100 negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Iran.

Menurut dubes, negara-negara tersebut tidak memiliki masalah dengan apa yang dikatakan AS. "Semua negara merdeka percaya bahwa Amerika Serikat bukanlah raja dunia. Mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada negara-negara merdeka seperti Indonesia," kata dia.

Boroujerdi mengaku pemberlakuan sanksi tarif tersebut memang menimbulkan beberapa masalah bagi Iran, tetapi itu bukanlah hal baru. Sudah lebih dari 47 tahun Iran dijatuhi sanksi yang sangat berat dari AS. Meski demikian, negara itu tetap memiliki ekonomi yang lebih baik, dan terus mengembangkan diri.

"Anda dapat membandingkan Iran saat ini dengan Iran 75 atau 76 tahun yang lalu. Anda dapat melihat bahwa segala hal di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, semuanya telah berkembang pesat," kata dia. "Jadi, seluruh dunia percaya bahwa apa pun yang didiktekan oleh kekuatan-kekuatan besar tidak wajib untuk dipatuhi begitu saja. Dan saat ini pun mereka mengancam negara-negara lain,"ujar dia.

Untuk itu, Boroujerdi mendorong negara-negara mana pun di dunia untuk terus meningkatkan kerja samanya dengan Iran. Dia mengakui bahwa selama satu atau dua tahun terakhir, perdagangan semacam itu telah memengaruhi perekonomian global. Menurut dia, banyak negara menderita akibat ancaman yang mereka terima akibat pemberlakuan tarif dan tantangan lainnya di dunia.

Dia pun percaya, negara-negara merdeka seperti Indonesia dan Iran harus melanjutkan kerja sama ekonomi mereka secara teratur agar situasinya tidak menjadi jauh lebih buruk.

"Jadi, jika mereka ingin melewati era sulit ini, mereka harus memperluas kerja sama antara kedua negara, baik secara bilateral dan multilateral, dan menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada seluruh dunia,"kata dia.

"Mereka adalah satu negara, mereka dapat bekerja sama dengan negara lain, dan tidak ada masalah dengan itu, tetapi mereka tidak dapat membuat peraturan untuk dunia modern saat ini,"ujar dubes.

  🛩
Republika  

Kemhan Pastikan TNI Telah Siapkan Personel Untuk Jadi Awak Kapal Induk

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2wGhZOIpEJeHnXx3-q99nqBh9gqWSp8S9bEmdUUuHYMMBGceA_gXE-GPlT_HJ-aV7GalvHAul36NQOHO0YyzB4k9VCZAZ3VAEIsf6ER8OCSDcoQ8gpk1SWCnn0Z6GFHsVmknKV6eNBAOJDMVqCXFb8u54OkyhKriojPtfN3-oSBkiHDe05T0pe64FhbPI/s1894/ITS%20C551-Garibaldi-07.jpgIndonesia minati kapal ITS Giuseppe Garibaldi, dapat hibah dan diharapkan tiba sebelum HUT TNI. (Marina militare)

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan sejauh ini TNI sudah mempersiapkan prajurit yang akan menjadi awak kapal induk Giuseppe Garibaldi.

"Kemhan bersama TNI juga sudah menyiapkan calon awak kapal untuk membawa dan mengawaki kapal tersebut, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan," kata Rico saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Namun demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah awak kapal yang telah di siapkan dan di mana program pelatihan tersebut berlangsung.

Dia hanya memastikan awak kapal induk yang telah dipersiapkan merupakan prajurit terlatih dan berpengalaman di bidang perkapalan.

Hingga saat ini, lanjut Rico, Kementerian Pertahanan masih membahas proses hibah kapal induk tersebut oleh pemerintah Italia.

Rico melanjutkan, penerimaan kapal secara hibah tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

Pemerintah tetap harus merogoh kocek untuk memodifikasi mesin dan teknologi kapal bekas angkatan laut Italia itu.

"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Namun demikian, Rico kembali tidak menjelaskan secara rinci berapa anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk penyesuaian teknologi kapal induk.

  KSAL harapkan kapal tiba sebelum HUT TNI  
https://asset.kompas.com/crops/pB5-AifO7eeaT3CPH77F_m8ndA4=/0x0:1024x683/1200x800/data/photo/2025/09/13/68c565b889e09.jpegKepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali diundang oleh Angkatan Laut Italia guna melaksanakan kunjungan di atas Kapal Induk Italia ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang melaksanakan latihan pada Mei 2024. (tnial.mil.id)

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI yakni 5 Oktober 2026.

"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Ali saat jumpa pers di Markas Puspom AL, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

Ali menjelaskan hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan negoisasi dengan galang kapal Italia Fincantieri selaku pihak yang memproduksi Garibaldi.

Dia melanjutkan, negoisasi antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Italia selaku pihak yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut hingga saat ini juga masih berlangsung.

Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide , Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.


   antara  

Sabtu, 14 Februari 2026

TNI AU Terima 2 Pesawat Latih Tempur T-50i dari Korsel

 👷 Akan dirakit di Madiun(Suara Surabaya)

TNI AU menerima dua unit pesawat latih tempur T-50i baru yang dikirim dari Korea Selatan. Pesawat tersebut tiba melalui kargo udara dan kini menjalani proses perakitan di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, mengatakan kedatangan dua pesawat itu merupakan bagian dari paket pengadaan enam unit T-50i yang dibeli Kementerian Pertahanan dari Korea Selatan. Ia menegaskan, tahapan logistik kedatangan alutsista dilakukan secara terukur hingga siap dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara.

Dalam kesempatan yang sama, Rico merespons perbincangan warganet setelah sejumlah video pengiriman komponen pesawat viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan beberapa truk membawa bagian pesawat secara terpisah menuju lanud, dengan sejumlah komponen tampak tertutup kain berwarna hitam.

Rico menilai, metode pengiriman seperti yang terlihat pada video merupakan bagian dari prosedur yang lazim dan sudah sesuai standar. Menurutnya, proses pemindahan komponen pesawat menggunakan moda darat dilakukan dengan perhitungan keamanan, perlindungan material, serta ketentuan logistik yang berlaku.

Menurut dia, metode tersebut tidak akan menurunkan kualitas maupun fungsi pesawat saat telah dirakit dan siap digunakan. Ia meminta publik tidak menarik kesimpulan keliru hanya berdasarkan potongan visual di media sosial tanpa memahami mekanisme pengiriman alutsista.

Kami tegaskan bahwa seluruh proses logistik dan pemindahan alutsista dilakukan melalui mekanisme resmi, aman, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Rico seperti dilaporkan Antara, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, kedatangan dua unit T-50i ini menjadi penguatan tambahan bagi armada TNI AU. Rico menilai, pengadaan pesawat latih tempur tersebut akan berkontribusi terhadap kesiapan pertahanan udara Indonesia, termasuk dalam mendukung kebutuhan latihan dan pembinaan kemampuan personel.

Dengan masuknya dua unit terbaru ini, Kemhan memastikan tahapan berikutnya berjalan sesuai rencana hingga seluruh pesawat dalam paket pengadaan dapat diterima dan digunakan. Rico juga menekankan bahwa proses perakitan di Lanud Iswahjudi menjadi bagian krusial sebelum pesawat dapat difungsikan secara penuh.

Ia menyampaikan, penguatan alutsista bukan semata soal kedatangan unit baru, tetapi juga soal kepastian prosedur, keselamatan, dan kepatuhan pada standar agar setiap platform yang diterima dapat bekerja optimal sesuai perannya. Rico menutup penjelasannya dengan menyatakan kehadiran dua unit T-50i diharapkan menambah daya dukung TNI AU dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara nasional. (ant/iss)

   ✈ 
Suara Surabaya  

KRI Canopus-936 Perkuat Alutsista TNI AL

  Bisa pantau dasar laut hingga 11 ribu meter  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggxf2LhuBD8z6zxc6fl9xwO8LPD1HRvKmNWGg6dJGKp1BO5QP65Y4Evvk1P4vOVnVvXSYUWW9nyZavc06-hB2tc6uXl7Ie9EWe7tCcGJ-yg7_SApT_sHIpWMeVK8kHQ4WLoKlGcUZPFjso2-UEn-3_j6wj_72MhqPpWKPVgPnyBv-24Y-c2eQAuUgP8WuI/s1280/KRI-Canopus-936-during-a-sea-trial.-Fassmer.jpg
KRI Canopus 936 hasil kolaborasi Indonesia Jerman. (Fasssmer)

Indonesia resmi menambah kekuatan maritimnya dengan kehadiran kapal riset canggih KRI Canopus-936, yang diluncurkan dan diserahterimakan di galangan Abeking dan Rasmussen, Bremen, Jerman, pada Kamis, 12 Februari 2026. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi ini menjadi simbol nyata modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus tonggak penting kolaborasi strategis Indonesia–Jerman.

KRI Canopus-936 menghadirkan kemampuan riset kelautan yang belum dimiliki Indonesia. Dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter, menembus palung terdalam samudera. Kapal ini juga dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk misi pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

Selain kemampuan riset, kapal sepanjang 105 meter ini dirancang untuk operasi jarak jauh dan mampu berlayar hingga 60 hari nonstop, menjadikannya aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, hingga mendukung strategi pertahanan di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal riset, tetapi pusat integrasi data kelautan nasional yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar.

KRI Canopus-936 adalah lompatan besar bagi Indonesia. Kapal ini bukan hanya memperkuat kapasitas TNI AL, tetapi juga membuka era baru kemandirian data kelautan Indonesia. Kolaborasi Indonesia–Jerman dalam proyek ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat menghasilkan inovasi nyata bagi keamanan dan masa depan bangsa,” ujar Abdul Kadir, dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.

Pembangunan kapal ini berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama erat antara PT Palindo Marine (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen (Jerman). Proyek ini tidak hanya menghasilkan kapal berteknologi tinggi, tetapi memastikan terjadinya transfer teknologi yang memperkuat kemandirian industri perkapalan nasional.

KRI Canopus-936 memiliki nilai strategis berupa penguatan kapasitas dan kesiapan pertahanan TNI AL, peningkatan kemandirian industri pertahanan melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM, serta pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Jerman di bidang maritim dan teknologi.

Tingginya nilai strategis kapal ini tercermin dari kehadiran Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI dalam upacara serah terima, yang didampingi jajaran Kementerian Pertahanan RI, serta perwakilan tinggi Angkatan Laut dan Badan Hidrografi Jerman.

KRI Canopus-936 kini siap memperkuat kemampuan Indonesia dalam memahami, menjaga, dan mengelola ruang lautnya secara mandiri. Ini sebuah langkah penting menuju masa depan maritim yang lebih kuat dan berdaulat.

   Metro News  

Defend ID Bakal Serap Rp 30 Triliun

  Untuk modernisasi alutsista di 2026 (Defend.id)

PT Len Industri (Persero)/ Defend ID, holding BUMN industri pertahanan memproyeksikan menyerap Rp 30 triliun di tahun 2026 untuk pengembangan alat utama sistem senjata (Alutista).

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan sekitar Rp 337 triliun, salah satu yang terbesar dalam sejarah postur fiskal Indonesia.

Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan mengatakan sebagian dari anggaran tersebut akan digunakan untuk modernisasi alutsista, peningkatan kapasitas fasilitas pendukung produksi, research & inovation, dan skema spend to invest untuk kemandirian industri pertahanan.

Dia menyebut bahwa anggaran modernisasi alutsista 2026 berada dalam kerangka Kementerian Pertahanan yang telah disetujui Rp 187,1 triliun dengan arahan pemanfaatan untuk modernisasi alutsista, penguatan organisasi, personel, serta dukungan industri nasional.

"Dalam konteks modernisasi alutsista Defend ID menargetkan kurang lebih Rp30 triliun di tahun 2026," katanya kepada Bisnis, Rabu (11/2/2026).

Di sisi lain, dalam rapat bersama Komisi VI, Joga membahas mengenai kinerja operasional dan keuangan BUMN industri pertahanan, rencana kerja dan roadmap industri pertahanan, riset dan pengembangan, serta kolaborasi antar ekosistem industri pertahanan.

Joga menjelaskan bahwa Defend ID akan memanfaatkan 30% dari anggaran tersebut yang digunakan untuk pengembangan peralatan dan investasi.

"Mungkin Defend ID di 30-an persen gitu. Tapi itu bukan untuk peralatan semuanya, ya. Itu termasuk untuk investasi," tuturnya.

Joga menegaskan akan menggunakan komponen dalam negeri agar menekan ketergantungan produk luar negeri atau impor. Nantinya Defend ID menunjang sekitar 60%-70% kebutuhan Kementerian Pertahanan.

"Jadi memang kita harus buat sendiri. Jadi tadi didukung kita memang harus buat sendiri. Misalnya untuk amunisi, propelannya harus kita buat sendiri," terangnya.

Joga menyampaikan guna memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri, Defend ID merencanakan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara intens.

Sebab, kata Joga, BRIN juga fokus melakukan riset di sektor pertahanan, tidak hanya di bidang energi hingga kesehatan.

"Strategi ke depannya kita harus lebih komprehensif pengembangan sumber daya manusia dan lebih banyak kolaborasi dengan BRIN. Karena BRIN sekarang mendukung kuat untuk preset-presetnya untuk pengembangan industri pertahanan," tandasnya..

  👷 
Bisnis  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...