✈ Untuk kondisi darurat
Pesawat F16 mendarat di jalan tol trans Sumatera (Dispenau)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membeberkan daftar jalan tol yang bakal menjadi landasan darurat bagi pesawat tempur. Adapun lokasi lintasan tersebut, mayoritas berada di Barat Indonesia.
"Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan bisa dipakai penerbangan pesawat jet tempur manakala dalam kondisi darurat. Ini dalam kondisi darurat ya, jadi ada disclaimer dulu," ujar Dody di Kantor Kementerian PU Jakarta, Rabu (22/7).
Saat ini pemerintah tengah menyiapkan sejumlah ruas jalan tol yang bisa dimanfaatkan sebagai landasan pesawat tempur. Meskipun begitu, Dody menegaskan bahwa penggunaan jalan tol tersebut hanya dilakukan dalam kondisi darurat.
Dody mengungkapkan salah satu jalan tol yang telah diuji coba untuk pendaratan pesawat tempur adalah Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).
Ke depan, Dody mengatakan jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi), serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan bisa digunakan untuk pendaratan pesawat tempur.
Sejumlah jalan tol di Sumatera juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pendaratan darurat untuk pesawat tempur, salah satunya tol yang berada di Lampung yakni Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka).
Selanjutnya, di ujung Sumatera ada Tol Sigli-Banda Aceh yang diperkirakan bisa dimanfaatkan menjadi landasan darurat pesawat tempur.
"Kemarin yang sudah kita coba kan di Lampung ya. Kemudian Pak Menhan, minta lagi yang di ujung Sumatera, mungkin nanti Aceh Sigli yang kita akan coba di situ. Terus kemudian, Situbondo, di Prosiwangi itu kita siapkan," tandas Dody. (ldy/ins)
⚓️ Sembari Mengurangi Partisipasi dalam 'RIMPAC' di AS
KRI GNR 332 menembakkan rudal Exocet B3 dalam Latopslagab 2026 menghancurkan target (eks KRI Teluk Hading) (Kodiklat)
TNI Angkatan Laut (TNI AL) telah mengerahkan frigat KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Vladivostok untuk Latihan 'Orruda' 2026; ini merupakan pengerahan kapal perang Indonesia yang pertama kalinya ke Rusia untuk latihan bilateral tersebut.
Pengerahan ini dilakukan di saat Indonesia berpartisipasi dalam Latihan 'Rim of the Pacific' (RIMPAC) 2026 tanpa menyertakan kapal perang angkatan laut, sebagaimana tercantum dalam daftar peserta yang dirilis oleh Armada Pasifik AS.
Ini adalah kali pertama Indonesia tidak mengirimkan kapal ke RIMPAC sejak tahun 2014, tidak termasuk edisi tahun 2020 yang terdampak oleh pandemi Covid-19.
Partisipasi Indonesia dalam 'Orruda' 2026 dikonfirmasi melalui pernyataan TNI Angkatan Laut kepada Janes pada tanggal 21 Juli.
Selain KRI I Gusti Ngurah Rai-332, TNI Angkatan Laut juga telah mengirimkan personel pasukan khusus, penyelam, dan tim medis ke Vladivostok untuk latihan tersebut.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pengiriman delegasi Indonesia ini merupakan kelanjutan dari kerja sama pertahanan yang dimulai melalui latihan perdana 'Orruda', yang diselenggarakan oleh Indonesia pada bulan November 2024.
Meskipun Indonesia masih tercantum sebagai salah satu dari 31 negara peserta 'RIMPAC' 2026, kontribusinya terbatas pada kontingen personel Korps Marinir Indonesia, menurut informasi yang dirilis oleh Armada Pasifik AS.
Kontingen tersebut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk latihan penembakan dengan peluru tajam, latihan infiltrasi fast-rope, latihan pertempuran jarak dekat, dan kegiatan latihan amfibi multinasional di Hawaii.
Berkurangnya kontribusi unsur angkatan laut ini berbeda dengan penyelenggaraan 'RIMPAC' sebelumnya.
Indonesia mengerahkan frigat KRI Raden Eddy Martadinata-331 ke 'RIMPAC' 2024, sementara latihan-latihan sebelumnya melibatkan kapal kombatan permukaan utama TNI Angkatan Laut, termasuk KRI I Gusti Ngurah Rai.
🚀 Jane’s
Italia Incar Proyek Pertahanan Rp 25 Triliun
infografic Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan hadir bulan September (CNBC)
Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) berupa satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia kepada Kementerian Pertahanan RI, Selasa (21/7/2026).
Persetujuan tersebut disahkan setelah lebih dulu mendapat lampu hijau dari Komisi I DPR RI. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono menegaskan seluruh fraksi menyepakati usulan tersebut. "Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah Alpalhankam dari luar negeri," ujar Budi.
Persetujuan hibah mengacu pada surat Menteri Pertahanan Nomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026 yang mengusulkan penerimaan satu unit kapal induk dari Italia.
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan Hendrikus Haris Haryanto menjelaskan, proses hibah bermula dari surat Representative of The Italian Coordination Committee Ministry of Defense pada 8 Mei 2026 yang kemudian ditindaklanjuti melalui kajian teknis TNI AL.
Menurut Haris, hibah tersebut dinilai mampu mempercepat pengadaan alutsista tanpa membebani APBN sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia.
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, bobot sesaran 13.800 ton, dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot. Kapal itu dapat mengoperasikan helikopter maupun pesawat Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) dengan kapasitas sekitar 550 personel.
"Penerimaan hibah ini memberikan efisiensi besar bagi negara karena mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN, serta siap memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan," kata Haris.
Di balik hibah tersebut, media Italia Infodifesa.it mengungkap alasan yang lebih jauh dibanding sekadar kerja sama pertahanan Italia-Indonesia.
Dalam laporannya pada 11 Maret 2026, kapal yang sebelumnya sempat ditawarkan sekitar 450 juta dolar AS itu disebut menjadi bagian dari paket kerja sama industri pertahanan senilai 1,53 miliar euro atau lebih dari Rp 25 triliun.
Paket tersebut mencakup penjualan enam kapal selam produksi Drass, 24 pesawat latih M-346 buatan Leonardo, hingga pesawat patroli maritim, sementara Fincantieri (perusahaan pembuat kapal asal Italia) juga telah lebih dulu mengamankan kontrak kapal perang dari Indonesia.
Media tersebut juga menyebut nilai sisa Giuseppe Garibaldi diperkirakan hanya sekitar 54 juta euro, jauh lebih kecil dibanding potensi keuntungan industri yang akan diperoleh Italia.
Selain itu, Italia harus mengeluarkan sekitar 5 juta euro per tahun untuk merawat kapal yang sudah tidak dioperasikan, sementara biaya pembongkarannya diperkirakan mencapai 18,7 juta euro.
Kondisi itu membuat opsi hibah dinilai lebih menguntungkan dibanding mempertahankan kapal tersebut di negaranya. Giuseppe Garibaldi sendiri diluncurkan pada 1985 dan pernah menjadi kapal andalan Angkatan Laut Italia dalam berbagai operasi internasional, mulai dari Somalia hingga Libya.
Kapal itu dipensiunkan pada 2024 setelah digantikan kapal generasi baru yang lebih modern. Di Italia, keputusan menghibahkan kapal ini sempat menuai kritik karena sebagian kalangan mengusulkan agar Garibaldi dijadikan museum terapung untuk kepentingan pariwisata.
Di Indonesia, rencana pengoperasian kapal induk bekas berusia sekitar 40 tahun itu juga memunculkan sorotan di DPR.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengingatkan usia kapal yang sudah mendekati batas normal masa pakai berpotensi membebani anggaran operasional TNI AL, mengingat biaya operasional diperkirakan mencapai 5 juta euro per bulan atau sekitar Rp 101 miliar, belum termasuk kebutuhan retrofit yang ditaksir berkisar Rp 7,2 triliun hingga Rp 16,8 triliun.
"Apakah ini tidak membebani anggaran TNI, khususnya TNI AL?" tanya Hasanuddin dalam rapat kerja Komisi I DPR RI.
✈ Di Australia
Pesawat T50i Golden Eagle T-5020 TNI AU di Australia (Dispenau/DoD Aus)
Penerbang pesawat tempur T-50i Golden Eagle TNI Angkatan Udara mengikuti latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) dalam rangkaian latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di wilayah udara Darwin, Australia, Senin (20/7/2026).
Latihan ini menjadi bagian dari Air Maneuver Exercise (AMX) untuk meningkatkan pemahaman taktis, kemampuan tempur udara, serta interoperabilitas dengan angkatan udara negara sahabat sebelum memasuki skenario latihan yang lebih kompleks.
Pada sesi DBFM, para penerbang TNI AU mempelajari karakteristik dan performa berbagai jenis pesawat tempur, prosedur penerbangan, komunikasi, serta tata cara operasi di wilayah udara Darwin. Sebagai bagian dari Force Integration Training (FIT), penerbang T-50i melaksanakan latihan bersama penerbang pesawat F-16D milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) dan F-35A Japan Air Self-Defense Force (JASDF).
Keikutsertaan TNI AU dalam Pitch Black 2026 mencerminkan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapan operasional, serta memperkuat kerja sama dan interoperabilitas dengan angkatan udara negara-negara sahabat.
Untuk TNI AL
(Leonardo)
Leonardo, PT ESystem Solutions, dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kementerian Pertahanan) hari ini mengumumkan penandatanganan Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent/LOI) untuk pasokan dan dukungan helikopter angkatan laut bagi Angkatan Laut Indonesia.
Perjanjian tersebut juga mencakup rencana untuk mengembangkan kemampuan bantuan teknis, pemeliharaan, penyelesaian, dan pelatihan lokal.
Jika diikuti dengan kontrak, ini dapat mengarah pada pasokan helikopter AW149 untuk pencarian dan penyelamatan serta penanggulangan bencana, baik untuk operasi berbasis darat maupun di atas kapal.
Helikopter AW 149 Multi mission (Leonardo)
Program ini mendukung program modernisasi angkatan laut Indonesia, memperkuat kemampuan tanggap daruratnya. Ini juga akan semakin memperluas kehadiran Leonardo di pasar helikopter Indonesia, khususnya dalam kebutuhan penyelamatan, penegakan hukum, dan transportasi penumpang.
LOI tersebut menyoroti kemitraan yang berkembang antara Leonardo dan PT ESystem Solutions, menyusul peluncuran program pesawat tempur ringan M-346 F Block 20 Indonesia.
Ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan dari Kementerian Pertahanan Indonesia terhadap produk dan teknologi Leonardo serta komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan industri kedirgantaraan dan pertahanan nasional negara tersebut.
AW149 adalah helikopter militer kelas menengah multiperan generasi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata yang paling menuntut dan telah digunakan secara internasional untuk melakukan berbagai misi termasuk transportasi taktis, utilitas, dukungan jarak dekat, MEDEVAC/CASEVAC, SAR, dan Pencarian dan Penyelamatan Tempur. Pemilihannya di Indonesia akan semakin memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara.