Jumat, 03 Juli 2026

Konstruksi Lokal Pertama Scorpène Evolved Akan Dimulai Bulan Ini di Indonesia

  👷 🤝 Dengan menggandeng perusahaan lokal PT PAL kerjasama dengan perusahaan lokal dalam membangun kapal selam di Surabaya ( Naval News)

P ada tanggal 2 Juli, PT PAL Indonesia dan Naval Group menyelenggarakan tur pers ke fasilitas konstruksi dan pemeliharaan kapal selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, untuk memamerkan persiapan dimulainya pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved untuk Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) di bawah program Scorpène Republik Indonesia (SRI).

Kunjungan tersebut menyoroti kemajuan yang telah dicapai kedua perusahaan dalam hal infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, dan kesiapan produksi seiring Indonesia semakin mendekati pembangunan kapal selam rancangan Prancis tersebut di dalam negeri.

Direktur Program Naval Group SRI, Vincent Vimont, mengungkapkan bahwa pemotongan baja pertama untuk kapal selam Scorpène utama akan dilakukan bulan ini, dengan pengujian dan uji coba laut dijadwalkan antara tahun 2030 dan 2032 sebelum pengiriman pada tahun 2032.

Pembangunan kapal selam kedua dijadwalkan dimulai pada tahun 2027, diikuti oleh pengujian dan uji coba laut antara tahun 2031 dan 2033, dengan pengiriman direncanakan pada tahun 2033.

Seperti yang dilaporkan Naval News sebelumnya pada tahun 2024, PT PAL akan membangun kedua kapal selam tersebut secara paralel, dengan jeda satu tahun di antaranya. PT PAL juga menyatakan bahwa jadwal tersebut dapat dipercepat jika pembangunan berjalan lancar.

Kedua perusahaan tersebut mengatakan proyek ini akan menciptakan sekitar 2.250 lapangan kerja, termasuk peran dalam layanan pendukung dan pemeliharaan pasca-pengiriman. Mereka menambahkan bahwa pesanan lebih lanjut untuk kapal selam Scorpène akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi.

Selain itu, Naval Group mengatakan timnya dalam program di Indonesia mencakup personel yang sebelumnya mendukung produksi lokal Scorpène di India dan Brasil, sehingga Indonesia dapat mengambil manfaat dari pelajaran yang diperoleh dari kedua negara tersebut.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL, Agus Rifai, ruang produksi yang dimiliki perusahaan saat ini dapat mendukung pembangunan atau pemeliharaan (MRO) hingga empat kapal selam Scorpène secara bersamaan.

Ia menambahkan bahwa PT PAL juga akan menggunakan peralatan, fasilitas, dan pengalaman dari program kapal selam Tipe-209 sebelumnya untuk proyek Scorpène.

 Teknologi, Sensor dan Senjata

Naval Group mengatakan kapal selam tersebut akan dilengkapi teknologi peredaman akustik yang serupa dengan yang digunakan pada kapal selam rudal balistik nuklir (SSBN) Prancis.

Desainnya juga akan mencakup sistem tempur SUBTICS, sensor akustik dan non-akustik yang terintegrasi penuh, rangkaian sonar yang disempurnakan dengan susunan planar, dan pemrosesan sinyal tingkat lanjut.

Dengan konfigurasi baterai lithium-ion penuh, kapal selam ini akan memiliki daya tahan misi hingga 80 hari.

Kapal selam tersebut akan mampu membawa muatan campuran hingga 18 torpedo kelas berat dan rudal SM39 Exocet. Menanggapi pertanyaan dari Naval News, Naval Group mengkonfirmasi bahwa Scorpène Evolved akan mampu menembakkan rudal Exocet generasi berikutnya yang diluncurkan dari kapal selam, yaitu SM40, yang saat ini sedang dikembangkan oleh MBDA.

Selain itu, selama tur pers, terungkap bahwa Angkatan Laut Indonesia bergabung dengan Scorpène Club pada tahun 2025, menjadi anggota terbaru bersama Brasil, Chili, India, dan Malaysia.

 Potensi Ekspor dan Kerjasama

Direktur Program PT PAL RDI, Laksamana Madya (Purn.) Wiranto, yang pernah bertugas di kapal selam kelas Whiskey dan Tipe-209 Angkatan Laut Indonesia, mengatakan bahwa proyek Scorpène Evolved merupakan bagian dari Fase II Program Penguasaan Teknologi Kapal Selam Nasional Indonesia, yang bertujuan untuk memungkinkan negara ini merancang, membangun, dan akhirnya mengekspor kapal selam buatan dalam negerinya sendiri antara tahun 2042 dan 2050.

PT PAL dan Naval Group mengungkapkan bahwa mereka telah membahas kemungkinan menggunakan Indonesia sebagai lokasi produksi bersama untuk kapal selam Scorpène yang dipesan oleh negara lain, serta sebagai pusat pekerjaan MRO (
Maintenance, Repair, and Overhaul) pada armada Scorpène angkatan laut negara lain.

Namun, menanggapi pertanyaan Naval News , Naval Group mengatakan bahwa kerja sama tersebut memerlukan perjanjian formal baru, karena kontrak saat ini tidak memberikan hak kepada Indonesia untuk memasarkan atau menjual Scorpène ke negara ketiga.

Perwakilan PT PAL dan Naval Group mengatakan bahwa mereka sedang menjajaki kerja sama yang lebih luas di luar program Scorpène, karena Naval Group juga telah menawarkan produk lain, termasuk transfer teknologi terkait sistem senjata seperti rudal dan torpedo.

Mengenai kemungkinan Indonesia memesan kapal selam Scorpène Evolved tambahan, kedua perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa negosiasi masih berlangsung. (*)


   👷  Naval News   

Kamis, 02 Juli 2026

PT PAL Segera Bangun Kapal Selam Kelas Scorpene

  👷 🤝 Pemotongan Baja Pertama di Akhir Juli  Ilustrasi kapal selam Scorpene (Naval Group)

PT PAL Indonesia bersiap membangun dua kapal selam serbu kelas Scorpene untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia.

Proyek Kapal Selam Scorpene merupakan kerja sama antara PT PAL dengan perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group. Proses konstruksi kapal selam serang itu akan dimulai akhir bulan ini, yang ditandai dengan proses pemotongan baja pertama (first steel cutting) yang dilakukan di bengkel PHPL PT PAL Indonesia di Surabaya.

Berbeda dengan kapal selam yang dimiliki Indonesia sebelumnya, kapal selam Scorpene memiliki keunggulan di bidang operasi. Kapal tersebut dilengkapi teknologi baterai Lithium-Ion (LiB) penuh.

Baterai jenis baru ini memungkinkan Scorpene memiliki jarak dan ketahanan menyelam yang lebih lama, yakni hingga 80 hari. Scorpene juga mampu menyelam hingga kedalaman 400 meter.

Dalam misinya, kapal selam Scorpene membawa total 18 persenjataan, meliputi kombinasi torpedo kelas berat dan rudal anti-kapal SM39.

Project Director kapal selam kelas Scorpene Laksda TNI (Purn) Wiranto mengatakan, proyek ini akan menjadi penanda kemajuan kemandirian industri pertahanan dalam negeri, khususnya dalam kemampuan SDM dan infrastruktur pendukung dalam membangun kapal selam sendiri.

PT PAL juga telah membangun kapal selam KRI Alugoro-405 pada 2019 lalu, yang bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan.

Pembangunan kapal selam sebelumnya kami masih tahap joint section. Tapi untuk kapal Scorpene ini, PT PAL sudah masuk tahap joint production,” kata Wiranto. Artinya proses pembuatan kapal selam dilakukan mulai dari awal hingga akhir di dalam negeri.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa menjabarkan proyek dua kapal selam ini menjadi pembuktian kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Sebelum memulai proyek di Surabaya, PT PAL telah mengirimkan sebanyak 42 teknisi terbaiknya ke Naval Group di Prancis untuk pelatihan. Dari sana tim teknisi Indonesia mendapat pujian karena berhasil meraih predikat zero weld defect atau hasil pengelasan sempurna tanpa cacat.

Prestasi ini sangat krusial mengingat kerumitan sistem pipa dan keterbatasan ruang pada kapal selam modern. Selain itu, puluhan teknisi asal Prancis akan didatangkan ke Surabaya untuk mendampingi proses manufaktur guna memastikan transfer teknologi berjalan.

Proyek ini bukan sekadar hubungan kerja sama bisnis antara PT PAL dan Naval Group. Tapi juga langkah untuk meningkatkan hubungan kedua negara antara Indonesia dan Prancis,” papar Diana.

Diana menambahkan, proyek pembangunan dua kapal selam Scorpene ini akan dilakukan secara paralel. Unit pertama akan rampung pada 2032, sementara unit kedua akan selesai pada 2033.(*)


   👷  Harian Disway   

[Teror] KKB Bakar Pesawat dan Bunuh Pilot di Yakuhimo

Pilot berasal dari ASPesawat AMA diduga dibakar KKB di Yahukimo. (dok. Istimewa)

Pesawat milik PT AMA dengan nomor register PK-RCY yang diduga dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan membawa 7 penumpang. Seorang pilot bernama Nicholas F. Goselin dikabarkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Laporan awal dari Kepala UPBU Kelas I Wamena yang menyebutkan bahwa pilot pesawat atas nama Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemehub, Lukman F. Laisa dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Kamis (2/7/2026).

Lukman belum merinci kronologi kejadian tersebut. Pesawat awalnya berangkat dari Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

"Pesawat berangkat dari Bandar Udara Wamena pada pukul 06.30 WIT dengan membawa 1 orang pilot dan 7 penumpang," ujarnya.

Lukman juga belum memastikan penyebab pilot tersebut meninggal dunia. Pihaknya masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari aparat berwenang.

"Saat ini, PT AMA bersama UPBU Kelas I Wamena dan instansi terkait masih melakukan pendalaman serta verifikasi kronologi kejadian untuk memastikan seluruh fakta di lapangan," imbuhnya. (yld/idh)

  💂 detik  

Rabu, 01 Juli 2026

PT PAL Buka Peluang Kerjasama Maritim Dengan AS

PT PAL Indonesia menerima kunjungan resmi Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green beserta delegasi di Surabaya, Senin (29/6/2026). (ANTARA/HO-PT PAL.)

PT PAL Indonesia membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di sektor maritim dan industri pertahanan dengan menerima kunjungan resmi Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Christopher Green.

"Kunjungan perdana ini membuka ruang dialog strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat khususnya di sektor maritim dan industri pertahanan," kata Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba di Surabaya, Senin.

Briljan mengatakan PT PAL sebagai National Consolidator industri pertahanan nasional membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global yang memiliki visi serupa dalam membangun rantai pasok pertahanan yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.

Terlebih, transformasi yang dijalankan PT PAL menjadi fondasi untuk membangun ekosistem industri maritim dan pertahanan nasional.

Selain itu, kata dia, PT PAL telah mendapatkan tugas dari pemerintah untuk mengonsolidasikan seluruh industri maritim dalam negeri.

Briljan menuturkan pertemuan ini juga membahas tentang penguatan kolaborasi industri pertahanan Indonesia dan AS termasuk peran trusted industrial partnership dalam membangun rantai pasok pertahanan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Bagi PT PAL, kunjungan Konsul Jenderal Amerika Serikat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang teknologi maritim, penguatan rantai pasok industri pertahanan, pengembangan kapabilitas MRO, serta berbagai inisiatif strategis lainnya yang mendukung keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

"Kami percaya kemitraan yang dilandasi kepercayaan dan transfer kapabilitas akan memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.

Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Christopher Green menilai transformasi PT PAL melalui implementasi Industry Maritime 4.0 (IM4) telah berhasil meningkatkan efisiensi proses produksi.

Kami memandang PT PAL sebagai mitra industri penting yang dapat berkontribusi pada tujuan bersama kami dalam mempromosikan keamanan regional, ketahanan ekonomi, dan kolaborasi industri yang terpercaya." kata Green.

Menurutnya, digitalisasi yang diterapkan perusahaan mampu memangkas waktu pembangunan kapal maupun proses docking secara signifikan, sehingga menjadikan PT PAL memiliki daya saing industri di tingkat global.

Prestasi ini tidak hanya meningkatkan keunggulan operasional PT PAL tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di industri pembuatan kapal global bersama negara produsen kapal yang sudah mapan. Kami berharap dapat menjajaki peluang untuk kerja sama yang lebih dalam di tahun-tahun mendatang" ujarnya.

  📝  Antara   

PT PAL-Denmark Perkuat Bilateral Lewat Kolaborasi Teknologi Maritim

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Sten Fridmodt Nielsen mengunjungi PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur. A(NTARA/HO-PT PAL)

PT PAL Indonesia bersama Denmark memperkuat hubungan bilateral melalui kolaborasi pengembangan dan implementasi teknologi dalam industri maritim.

"Kerja sama PT PAL dan Denmark memiliki fondasi historis yang kuat," kata Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba di Surabaya, Selasa.

Briljan mengatakan hubungan bilateral antara Indonesia dan Denmark di sektor maritim sangat kuat seperti pemanfaatan desain frigat kelas Iver Huitfeldt yang dikembangkan OMT Denmark sebagai basis proyek Arrowhead 140.

Melalui penguasaan teknologi dan proses rekayasa lanjutan, kata dia, desain tersebut kemudian dikembangkan oleh PT PAL menjadi Frigat Merah Putih yang disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan nasional.

Dalam hal itu, Briljan menuturkan hubungan kerja sama bilateral ini tidak hanya desain kapal melainkan juga komponen-komponen penting pada produk kapal PT PAL yang menggunakan teknologi asal Denmark.

"Kami berharap kunjungan hari ini dapat memperkuat persahabatan serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi inovasi ke depan." ujarnya.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Sten Fridmodt Nielsen pun sempat berkunjung ke PT PAL Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim, perkapalan, dan pengembangan teknologi.

Nielsen mengapresiasi kemajuan kapabilitas PT PAL Indonesia yang dinilainya telah menjadi simbol teknologi terdepan di Indonesia.

"Denmark merasa sangat bangga jika keahlian dan teknologi maritim kami nantinya dapat diberikan kesempatan untuk mendukung serta menjadi bagian dari produk-produk luar biasa di sini," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Denmark beserta delegasi juga meninjau secara langsung fasilitas produksi dan perkembangan sejumlah proyek strategis yang sedang dikerjakan PT PAL Indonesia.

Salah satu yang ditinjau adalah pembangunan kapal perang Landing Dock (LD) Philippines #1 pesanan Angkatan Laut Filipina yang dijadwalkan melaksanakan peluncuran pada akhir Juni 2026.

Kunjungan ini menjadi cerminan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Denmark di sektor maritim sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan teknologi, peningkatan kapabilitas industri, dan penguatan ekosistem maritim kedua negara.

  📝  Antara   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...