KRI BPD 322 frigate pertama PAL dalam penyelesaian di Surabaya (PAL)
PT PAL memperkirakan kontrak pengadaan fregat Red White ketiga dan keempat Indonesia akan ditandatangani pada tahun 2026, demikian disampaikan CEO perusahaan, Kaharuddin Djenod, kepada Janes dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Kapal-kapal lanjutan ini akan mempertahankan bentuk fregat Red White pertama, tetapi dirancang untuk mengakomodasi kemampuan tempur yang lebih baik, kata Djenod.
“Kapal ini tidak akan memiliki lebih dari 64 sel VLS [sistem peluncuran vertikal] karena itu adalah jumlah maksimum untuk desain ini,” katanya. “Tetapi setiap sel dan sistem ventilasi di VLS berpotensi mengakomodasi jenis rudal yang lebih besar.”
Pendekatan ini akan memungkinkan Angkatan Laut Indonesia untuk meningkatkan efek tempur keseluruhan kelas ini tanpa meningkatkan jumlah sel peluncuran.
Program FMP Indonesia didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock, meskipun PT PAL telah memodifikasi konfigurasi dasar untuk memenuhi persyaratan Angkatan Laut Indonesia.
Di antara perubahan tersebut adalah integrasi susunan rudal yang lebih padat daripada yang dibawa oleh fregat Tipe 31 Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang juga berbasis pada desain Arrowhead 140.
Modifikasi ini dilakukan oleh PT PAL, dengan kapal-kapal tersebut dibangun sesuai standar klasifikasi Lloyd's Register.
Selain bentuk lambung secara keseluruhan, kapal ketiga dan keempat diharapkan mempertahankan dimensi, susunan propulsi, dan arsitektur sistem tempur umum dari dua fregat pertama, kata Djenod.
Indonesia meluncurkan FMP pertama, KRI Balaputradewa di galangan kapal PT PAL di Surabaya pada 18 Desember 2025. Kelas ini memiliki bobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan panjang 140 m..
📝 Jane,s
Ilustrasi kapal perusak Asagiri class (wikipedia)
Pemerintah Indonesia dan Jepang mulai membahas transfer kapal perusak (destroyer) Asagiri milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) untuk TNI.
Pembahasan dimulai dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Pertahanan Jepang H.E Shinjiro Koizumi di kediaman Presiden Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (12/6).
Dalam courtesy call tersebut, Menhan Koizumi menyatakan dimulainya pembahasan transfer peralatan pertahanan di bawah kerangka kerja baru oleh otoritas pertahanan kedua negara.
“Termasuk (transfer) kapal perusak kelas Asagiri akan berkontribusi untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan maritim,” tulis siaran pers Kementerian Pertahanan Jepang, dikutip Senin (15/6).
Kemhan Jepang menyatakan, Presiden Prabowo berharap mendapat kemajuan yang nyata terkait peralatan dan teknologi pertahan lewat kerja sama tersebut.
Kemudian, Menhan Sjafrie dan Menhan Koizumi sepakat membentuk kelompok kerja untuk membahas transfer kapal Asagiri, termasuk soal pendidikan dan pelatihan, pemeliharaan dan keberlanjutan, serta aspek operasional.
“Untuk melaporkan kembali kepada Presiden Prabowo tentang kemajuannya,” tulis siaran pers tersebut.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pembahasan Indonesia-Jepang berfokus di bidang maritim dan peralatan pertahanan.
“Yang dibahas adalah berbagai peluang kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang, termasuk di bidang maritim dan peralatan pertahanan, yang masih memerlukan kajian dan pembahasan lebih lanjut oleh kedua pihak,” kata Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM))
📝 IDM
✈ Akan dikirimkan tahun 2028
M-346F block 20 (Leonardo)
Sebagaimana di laporkan EDR Magazine 14 Juni lalu, bahwa Indonesia memilih M-346F untuk pertempuran ringan dan pelatihan pilot pada akhir tahun lalu dan menandatangani surat niat (Lettter of Intent) di Singapore Air Show pada Februari 2026 dengan Leonardo, dengan niatan untuk mengakuisisi 18 unit (kemudian ditingkatkan menjadi 36 unit) pesawat M346F.
Jet bermesin ganda Italia ini mengalahkan persaingan dari TAI Hurjet dan Korean Aerospace Industries FA-50.
Modernisasi sedang berlangsung di Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) saat ini, sebagian besar melalui perusahaan kedirgantaraan pertahanan PT E-Systems, yang telah ditugaskan untuk mengakuisisi pesawat latih generasi baru dalam perannya sebagai kontraktor pertahanan resmi Indonesia.
PT-E Systems Solutions akan mendukung pemeliharaan, logistik, dan penerbangan taktis, sebagai bagian dari Pusat Perang Udara TNI-AU yang baru yang sedang dibentuk.
Menurut sumber manajemen senior PT E-Systems, 'perusahaan juga akan mengintegrasikan perangkat pengacau sinyal perlindungan diri (Self Protection Jammer) rancangan Indonesia sendiri, mengintegrasikan dan memenuhi syarat rudal udara-ke-udara jarak pendek Diehl IRIS-T, mengintegrasikan tautan data buatan dalam negeri untuk penargetan dan distribusi isyarat, serta rudal jelajah ringan MK-V Delta buatan dalam negeri.'
Sumber tersebut melanjutkan, 'PT E-Systems Solutions juga akan berpartisipasi dalam uji terbang dan kualifikasi Airborne Electronically Scanned Array (AESA) Grifo E600 bebas ITAR milik Leonardo, menggunakan landasan uji terbang milik perusahaan sendiri.'
Hal ini akan membuat M-346F lebih mumpuni daripada 23 unit F-16C/D Block 52 TNI-AU yang masih beroperasi dan dilengkapi dengan radar APG-68 (V) yang lebih tua, yang diperoleh antara tahun 2012-18.
Rencana pengadaan M-346 tentu merupakan program yang ambisius, yang akan membuat Block 20 digunakan dalam peran operasional yang lebih mumpuni daripada di Kanada dan Austria.
Kontrak akan ditandatangani oleh Leonardo dan PT E-Systems Solutions atas nama Kementerian Pertahanan Indonesia di Jakarta pada awal Juli, untuk pengadaan 12 unit M-346F yang akan dikirimkan pada awal tahun 2028 untuk menggantikan BAE Systems Hawk Mk 109/209 yang masih beroperasi yang dikirimkan pada tahun 1990-an. Tahap kedua sebanyak 24 unit akan dikontrak pada Februari 2027.
🤝 ✈ 🚁
Acara Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 di BRI Tower Bandung, Selasa (9/6/2026) (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Kerja sama antara Indonesia dan Turkish Aerospace diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri dirgantara nasional melalui rencana pembangunan fasilitas perakitan pesawat serta manufaktur komponen penerbangan. Rencana strategis ini mengemuka dalam acara Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 yang diselenggarakan di Bandung pada Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah ini diambil guna mendorong investasi baru di sektor penerbangan, penyediaan bahan baku, hingga manufaktur komponen. Pihak Turkish Aerospace menilai Indonesia memiliki landasan sejarah dan potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan industri penerbangan di kawasan Asia Tenggara.
Managing Director Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro menyatakan bahwa sektor dirgantara nasional sempat mengalami kelesuan setelah sebelumnya memiliki dasar industri yang kuat. Kehadiran investasi baru ini diharapkan mampu memberikan suntikan modal bagi kebangkitan aviasi domestik.
"Indonesia ini secara sejarah memang background industrinya sudah diarahkan ke arah industri aerospace. Kemudian ada jeda masa waktu ketika industri aerospace itu lesu. Mulai tahun 2022, setelah Turkish Aerospace Indonesia berinvestasi di Indonesia, kami harapkan industri aerospace dan pendukungnya mulai berkembang, terutama di industri manufaktur," kata Adi saat ditemui di sela acara.
Menurut Adi, basis industri yang kuat di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, menjadi daya tarik utama bagi pihak Turki untuk menanamkan modalnya.
"Turki melihat Indonesia sudah mempunyai potensi ke arah industri aerospace. Oleh karenanya memang Turki berinvestasi di Indonesia untuk industri pesawat terbang yang sudah ada basisnya di Indonesia, terutama di Bandung," ujarnya.
Saat ini, pengembangan fundamental berfokus pada penguatan manufaktur komponen sebelum kapasitas produksi pesawat terbang ditingkatkan secara massal guna mendukung industri di Turki.
"Sekarang ini yang harus kita perkuat secara fundamental adalah mengembangkan industri part manufacturing yang kemudian akan berkembang ke arah pesawat terbang yang akan mendukung industri pesawat terbang di Turki. Tapi kita di Indonesia sekarang ini lebih fokus kepada industri part manufacturing," katanya.
Meskipun pendirian fasilitas perakitan pesawat sudah masuk dalam rencana jangka panjang, besaran nilai investasi keseluruhan saat ini masih berada dalam tahap pengkajian mendalam.
"Selain membuat perusahaan Turkish Aerospace Indonesia, Turki juga berinvestasi untuk ke depannya membuat fasilitas assembly pesawat terbang. Sampai saat ini kita masih dalam studi untuk menyimpulkan besaran nilai investasi," ujar Adi.
Kawasan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka menjadi salah satu kandidat kuat lokasi fasilitas perakitan tersebut, menyusul pemberian fasilitas serupa kepada GMF.
"Saat ini kita ada beberapa pilihan yang belum diputuskan. Kemarin sudah didengar mengenai GMF yang diberikan fasilitas di Kertajati. Mungkin arahan ke depannya juga arahnya akan ke Kertajati," katanya.
Adi menambahkan bahwa Bandung memiliki kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni berkat keberadaan universitas dengan jurusan penerbangan.
"Bandung harusnya paling siap karena didukung dari universitas yang jurusannya penerbangan yang ada di Bandung. Kemudian ada industrinya, industri penerbangan memang pusatnya dari dulu ada di Bandung," ujarnya.
Pada tahap awal operasional, perusahaan akan memprioritaskan pengembangan helikopter komersial, meskipun Turkish Aerospace juga memproduksi pesawat sayap tetap serta helikopter militer.
"Sementara ini kita masih fokus untuk helikopter yang komersial. Produk Turkish Aerospace ada yang fixed wing and rotary wing. Yang rotary wing itu ada yang militer dan ada yang komersial, sekarang ini kita fokus untuk yang komersial," kata Adi.
Kendala utama yang saat ini dihadapi oleh industri penerbangan domestik adalah ketergantungan pada impor bahan baku, yang diharapkan dapat diatasi melalui dukungan finansial yang kuat.
"Saat ini memang kesulitan yang paling utama adalah raw material. Tapi dengan adanya dukungan finansial, maka mudah-mudahan kendala ini bisa diatasi. Kemudian raw material bisa kita sediakan untuk para supplier di Indonesia. Akhirnya secara financing sudah tidak ada masalah untuk pengadaan material," ujarnya.
Di sisi lain, Chairman Indonesian Aircraft Components Manufacturers Organization (INACOM), J. Adi Sasongko menilai kehadiran perusahaan asal Turki ini mampu menggerakkan ekosistem industri komponen lokal yang tersebar di wilayah Indonesia.
"Kita beruntung sekarang ini kita ketemu Turkish Aerospace Indonesia yang mencoba membangun ekosistem. Harapannya kita bisa didukung oleh industri yang banyak tersebar di seluruh Indonesia untuk mensupport Turkish Aerospace Indonesia," katanya.
Ia mencontohkan Amerika Serikat yang berhasil mengembangkan industri penerbangannya melalui peningkatan kapabilitas dari industri komponen otomotif.
"Saya rasa industri aviasi ini sangat besar peluangnya. Seperti di Amerika, industri aviasi dibuat pertama kali dengan mengonversi industri komponen otomotif untuk di-upgrade menjadi industri komponen pesawat. Harapannya kita bisa mengikuti seperti Amerika," ujarnya.
Meskipun mengidentifikasi adanya hambatan pada sistem regulasi dan birokrasi domestik, Adi Sasongko menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menghentikan langkah pengembangan.
"Birokrasi dan regulasi itu tetanggaan, sama-sama ruwet. Kita tidak akan menunggu birokrasi maupun regulasi sampai benar-benar ideal. Karena kalau kita menunggu ideal mungkin tidak akan pernah datang," katanya.
Sektor transportasi udara dinilai memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
"Sebenarnya kita merupakan pasar yang sangat besar. Mulai Sabang sampai Merauke membutuhkan transportasi udara yang begitu banyak. Dengan 17.000 pulau, harusnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sekarang yang beterbangan di atas kita ini kebanyakan pesawat impor semua," tutupnya.
Shinjirō Koizumi memberikan miniatur kapal perang Mikasa ke Presiden Prabowo Subianto (dok. Instagram)
Kementerian Pertahanan RI membeberkan obrolan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Pertahanan Shinjirō Koizumi saat bertemu beberapa hari kemarin.
Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo, mengatakan kunjungan Shinjirō merupakan balasan dari pertemuan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya ke Jepang.
"Pertemuan tersebut pada dasarnya merupakan kunjungan balasan dari Menteri Pertahanan Jepang atas kunjungan Menteri Pertahanan RI ke Jepang beberapa waktu lalu," kata Rico kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).
Rico mengatakan, pertemuan di Kertanegara membahas tindak lanjut kerja sama pertahanan usai penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA). Kedua tokoh juga menyinggung sejumlah peluang kerja sama di bidang pendidikan hingga industri pertahanan.
"Pertemuan dimanfaatkan untuk membahas tindak lanjut kerja sama pertahanan kedua negara pasca-penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA), termasuk berbagai peluang kerja sama di bidang pendidikan, pertukaran personel, keamanan maritim, teknologi, dan industri pertahanan. Kertanegara (pertemuan berlangsung)," katanya.
Kemhan menyebut belum ada keputusan dalam konteks pengadaan alutsista tertentu. Ia mengatakan semua opsi masih perlu pembahasan lebih lanjut.
Indonesia diberitakan media jepang, melirik kapal destroyer Murasame class (seaforces)
"Terkait kerja sama alutsista, yang dibahas dalam konteks peluang kerja sama dan penjajakan lebih lanjut. Belum ada keputusan terkait pengadaan tertentu karena seluruh opsi masih memerlukan pembahasan lanjutan oleh kedua pihak," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang Shinjirō Koizumi mengungkapkan hasil kunjungan singkatnya selama satu hari ke Indonesia. Dia mengatakan bertemu Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya.
Dalam unggahan di akun Instagramya, Shinjirō Koizumi mengatakan dirinya menyerahkan sebuah model kapal perang legendaris Jepang, 'Mikasa', sebagai hadiah kepada Presiden Prabowo. Dia menyebut Prabowo senang atas pemberiannya itu.
"Saya baru saja kembali dari perjalanan satu hari ke Indonesia. Semalam, dalam pertemuan di kediaman pribadi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, saya memberikan beliau sebuah model kapal perang 'Mikasa', yang berbasis di kota kelahiran saya, Yokosuka, sebagai hadiah. Presiden Prabowo, mantan perwira militer dan Menteri Pertahanan, sangat senang," tulis Shinjirō Koizumi seperti dilihat Minggu (14/6/2026).
Dia juga mengapresiasi perhatian Prabowo terhadap kerja sama pendidikan pertahanan kedua negara. Menurutnya, Prabowo memiliki peran besar dalam mendorong pengiriman mahasiswa Indonesia ke Akademi Pertahanan Nasional Jepang di Yokosuka.
Shinjirō Koizumi juga melakukan pembahasan lanjutan bersama Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin terkait sejumlah isu strategis yang sebelumnya dibahas dengan Prabowo. Dia yakin kunjungannya ke Indonesia dapat memperkuat hubungan kedua negara. (dwr/gbr)