Sabtu, 21 Februari 2026

Perjanjian Dagang: RI Wajib Ikut jika AS Boikot Negara Lain

  Dalam 45 lembar dokumen Agreement of Reciprocal Trade (ART), termuat antara lain kewajiban Indonesia terhadap Amerika Serikat (AS). (setneg)

DALAM 45 lembar dokumen Agreement of Reciprocal Trade (ART), termuat antara lain kewajiban Indonesia terhadap Amerika Serikat (AS) sebagai hasil kesepakatan perjanjian resiprokal yang ditandatangani kedua negara pada Jumat, 20 Februari 2026.

Dalam dokumen kesepakatan itu, Amerika Serikat menuntut Indonesia untuk memenuhi setidaknya 217 kewajiban. Sementara itu, Amerika Serikat memiliki sekitar enam kewajiban terhadap Indonesia dari perjanjian itu. Adapun total kewajiban antara kedua negara mencakup tiga poin.

Salah satu tuntutan Amerika Serikat terhadap Indonesia adalah membatasi ekspor dan investasi dari negara lain yang masuk ke dalam daftar boikot pemerintah Amerika Serikat. Tuntutan itu termaktub dalam Pasal 5.2 tentang Export Controls, Sanctions, Investment Security, and Related Matters.

Dalam pasal yang sama, Amerika Serikat mewajibkan Indonesia menetapkan dan menerapkan mekanisme untuk meninjau investasi asing yang masuk terkait dengan risiko keamanan nasional, serta bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam hal yang berkaitan dengan keamanan investasi.

Jika Amerika Serikat menilai Indonesia kooperatif dalam menangani isu keamanan nasional dan ekonomi yang dihadapi bersama, Amerika Serikat dapat mempertimbangkan kerja sama tersebut dalam membentuk undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan kontrol ekspor, peninjauan investasi, dan langkah-langkah lainnya.

Dalam pasal yang sama, Indonesia dituntut bekerja sama dengan Amerika Serikat melalui regulasi untuk mengatur perdagangan teknologi dan barang yang sensitif terhadap keamanan nasional melalui kerangka kerja kontrol ekspor multilateral yang sudah ada, menyelaraskan dengan kontrol ekspor Amerika Serikat, dan memastikan perusahaannya tidak melanggar atau melemahkan kontrol tersebut.

Kewajiban tersebut menjadi sorotan Center of Economic Law and Studies (Celios). Analisis Celios menyatakan kewajiban itu membuat posisi politik luar negeri Indonesia berubah, tidak lagi bebas aktif. Selain itu, kewajiban ini akan mempersulit hubungan Indonesia dengan negara selatan dan BRICS yang dianggap musuh Amerika Serikat.

Poin-poin kesepakatan ini akan berlaku setelah 90 hari atau sekitar 20 Mei 2026 dan masih ada waktu selama 60 hari untuk negosiasi setelah ada pemberitahuan dari kedua belah pihak.

Celios mewanti-wanti, jika perjanjian dagang ini diratifikasi dan menjadi peraturan teknis bakal menimbulkan gugatan di WTO dan retaliasi. “Konsekuensi ini nampaknya belum ada mitigasinya,” mengutip analisis tertulis Celios. Celios menilai Indonesia berpotensi dianggap diskriminatif terhadap mitra, seperti Cina, jika hanya memberikan preferensi untuk AS.

  👹 
Tempo  

Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil J-Forces Pandu

Uji terima kendaraan tempur angkut personil J-Forces Pandu yang dilengkapi RCWS asal Turkiye (J-Forces)
Uji Terima Kendaraan Tempur Angkut Personil di Batujajar dan Subang telah sukses dilaksanakan.

Rangkaian pengujian komprehensif ini dilakukan untuk memvalidasi performa unit sebelum resmi bertugas mendukung tugas pokok TNI.

  Beberapa tahap pengujian krusial meliputi : 
Mobilitas: Uji Rem (Basah/Kering), Zig-Zag, Radius Putar, dan Off-Road.

Daya Gempur: Uji Tembak RCWS (300m & 500m) serta Gun Shoot.

Teknologi & Fitur: Uji Thermal, Kamera, dan Uji Statis.

Komitmen kami adalah menghadirkan alutsista dengan standar tertinggi guna mendukung kedaulatan NKRI di berbagai medan penugasan.

  Berikut video dari Youtube : 


  J-Forces  

Jumat, 20 Februari 2026

Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza

BoP:ISF, Konga direncanakan akan ditempatkan di Rafah (BoP:ISF) 🛡

INDONESIA telah menerima tawaran Amerika Serikat untuk duduk di posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Informasi itu disampaikan Mayor Jenderal AS Jasper Jeffers—yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump sebagai Komandan ISF—dalam rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Jeffers menerangkan, personel ISF bertugas memastikan stabilisasi di Gaza. Adapun pasukan tersebut rencananya akan ditempatkan di lima sektor berbeda di Jalur Gaza, yaitu Rafah, Khan Yunis, Deir el-Balah, Kota Gaza, hingga Gaza Utara. Masing-masing sektor, kata Jeffers, menerima satu brigade ISF.

Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan pasukan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi,” ucap Jeffers, dikutip dari siaran langsung Gedung Putih.

Sementara rencana jangka menengah adalah memperluas pengerahan pasukan sektor demi sektor, dengan target jangka panjang penempatan 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF.

Jeffers pun mengumumkan lima negara pertama telah berkomitmen mengirim personel tentara untuk bertugas di ISF. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sementara dua negara lain, Mesir dan Yordania, berkomitmen melatih polisi.

Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan ISF,” kata Jeffers. “Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu mewujudkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan yang sejahtera dan perdamaian abadi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya mengapresiasi kehadiran para perwakilan negara yang hadir, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. Trump berujar, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tak hanya menyumbangkan uang. Tetapi juga bersedia mengirimkan personel untuk mempertahankan gencatan senjata dan memastikan perdamaian di Gaza, Palestina.

Trump kemudian menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara yang bakal mengirimkan pasukan ke Gaza. “Indonesia, terima kasih banyak, Indonesia. Ini negara yang hebat,” ucap Trump.

Adapun Indonesia tengah menyiapkan sekitar 8 ribu prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI untuk diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina, melalui ISF. ISF sendiri direncanakan beroperasi di bawah arahan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan telah disetujui Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2803 pada 17 November 2025.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan rencana keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional itu sudah mendapat persetujuan dari otoritas Palestina. Juru bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pihak Palestina telah mengetahui rencana tersebut dan menyetujuinya karena sejalan dengan misi kemanusiaan yang dibawa Indonesia.

lni dilakukan dengan konsen dari pihak Palestina. Sehingga hal ini menjadi suatu kesatuan keterlibatan Indonesia dalam ISF,” kata Nabyl dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Februari 2026.

Meski begitu, hingga kini pemerintah Indonesia belum mengumumkan jadwal keberangkatan maupun rincian teknis, termasuk mandat operasional, lama penugasan, titik penempatan, dan mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Adapun keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian menuai kritik. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, misalnya, menilai keanggotaan dalam badan internasional besutan AS ini mengkhianati semangat dan nilai-nilai rakyat Indonesia yang selama ini memihak Palestina.

YLBHI menyoroti rencana pengiriman ribuan tentara Indonesia untuk ‘membantu’ AS dan Israel dalam melakukan demiliterisasi kepada Hamas di Palestina. YLBHI menegaskan ini preseden buruk terhadap hak Palestina sebagai sebuah negara.

  🛡
Tempo  

Kamis, 19 Februari 2026

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters

MD Helikopter (PT ESS)

PT E-System Solutions Indonesia Memilih MD Helicopters untuk Program Penelitian dan Pengembangannya, yang menggabungkan helikopter berawak dengan sistem tanpa awak untuk mengembangkan solusi spesifik untuk Manned Unmanned Teaming (MUM-T).

PT E System Solutions akan membeli armada hingga 14 helikopter MD-530F, di mana dua helikopter dialokasikan untuk pengujian penerbangan dan pengembangan, dan 12 unit lainnya akan digunakan untuk menyediakan Ekosistem Pelatihan Lanjutan yang menggabungkan drone dan platform tanpa awak.

  ESS  

Rabu, 18 Februari 2026

[Global] Amerika Serikat Tekan Arab Saudi Untuk Meninggalkan Jet Tempur JF-17 Buatan Pakistan dan KAAN Buatan Turki

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvY2VQJdvTEFOvacbp_xftc_jl4HEnVfng-RC4gpdHPsUPB7q2DyOCmiojUT0NvPwl1vXdkuPDqWG2tGtYRND7lY5PKkHm6yuHB9mY0_HtBal1hrg8cVasdGkBDuzwgJttEgYLErKjMJdf_ipAVv5wqYUcnHiLTefcMJ7Bt3IRCKQ8OcPV670YODptF7Bw/w1200-h630-p-k-no-nu/316167.jpgPesawat generasi kelima KAAN Turkiye (TAI)

Amerika Serikat tidak senang dengan upaya Arab Saudi untuk mendatangkan mitra baru guna membangun kemampuan militernya. Menurut Middle East Eye, pihak Amerika khawatir bahwa kontrak dengan negara lain, terutama Turki, akan merugikan ekspor senjata AS.

Washington telah berhasil memperoleh jaminan dari pihak Arab Saudi bahwa mereka tidak akan membeli pesawat tempur JF-17 buatan Pakistan. Sebelumnya, kemungkinan penghapusan utang Islamabad sebagai imbalan atas pasokan jet tempur ini sempat dibahas, tetapi di bawah tekanan dari AS, proses ini dihentikan.

Saat ini, Amerika Serikat paling khawatir tentang potensi partisipasi Arab Saudi dalam program pesawat tempur Turki untuk menciptakan jet tempur generasi kelima KAAN. Riyadh belum memberikan jaminan kepada mitra Amerikanya bahwa mereka akan menolak untuk bekerja sama dalam proyek ini.

Keluhan utama Gedung Putih adalah bahwa dana yang seharusnya diinvestasikan di pesawat tempur KAAN Turki justru diambil dari anggaran pembelian produk AS. Sementara Pemerintahan Trump berupaya mengamankan status AS sebagai pemasok senjata tunggal bagi kerajaan Arab Saudi.

  Militarnyi 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...