Kamis, 15 November 2018

Pindad’s Komodo 4×4 Outfitted with 120 mm Mortar

Ares 120 mm Recoil Mortar System made in Brazil A Komodo with an Ares 120 mm Recoil Mortar System mounted on a flatbed [Jane's]

T
he Indonesian Pindad Komodo 4×4 light armoured vehicle has been fitted with a 120 mm smoothbore version of the Brazilian Ares Recoil Mortar System (RMS) for trials purposes.

The four-door protected cab positioned in the middle of the Komodo is retained, and the 120 mm RMS is mounted on a power-operated turntable on the flatbed. It can also be fitted with an 81 mm mortar barrel, which could be used for training purposes as it has a shorter range and fires lower-cost ammunition than its 120 mm counterpart.

The 120 mm RMS has a fully automatic powered operating laying system with manual back up, and is integrated with a mortar fire control system (MFCS) that is embedded with an inertial navigation system (INS) and an onboard ballistic computer. This is meant to enable the system to come into action quicker, carry out a fire mission, and then redeploy.

Ares 120 mm Recoil Mortar System [BMPD]

If required, it can be integrated with a higher echelon command-and-control system and be linked to mortar fire controllers/forward observation officers (MFC/FOO) or a fire direction centre (FDC).

The 120 mm mortar’s range depends on the projectile/charge combination, but firing an unassisted high-explosive (HE) mortar bomb it is typically 7,000 m.

The number of mortar bombs carried depends on the size of the platform, but could be up to 70. Its maximum rate of fire is up to 16 rds/min, and it is designed to come into action and fire its first round within about 60 seconds and then rapidly move to another firing position.

The 120 mm RMS weighs 1,200 kg and can also be installed on larger 6×6 or 8×8 armoured fighting vehicles (AFVs) and tracked AFVs, in which case it would be typically mounted in the rear of the platform and fired through open roof hatches.

  Jane's  

Perusahaan Ceko Investasi 100 juta Dolar Bangun Industri Pertahanan

CSG

P
erusahaan konglomerasi di bidang pertahanan dari Republik Ceko, Czechoslovak Group AS (CSG Ceko) menanamkan investasi sebesar 100 juta dolar AS setara Rp 1,49 triliun untuk membangun industri pertahanan di Indonesia.

CEO Czechoslovak Indonesia Norman Joesoef, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan investasi senilai 100 juta dolar tersebut merupakan tahap pertama dari total investasi senilai 1 miliar dolar sepanjang lima tahun kedepan.

"Pada kuartal pertama tahun 2019, antarbisnis atau B to B di industri pertahanan Indonesia ini dapat dimulai," katanya.

Sebelumnya, CEO Czechoslovak Group Indonesia Norman Joesoef dengan CEO Czechoslovak Group AS Michal Strnad telah melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) untuk pembangunan Private Defence Industry Park (PDIP) senilai 100 juta dolar AS, di bidang industri pertahanan swasta di Indonesia di Pameran Indodefence 2018 PRJ Kemayoran, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kami selalu membuka peluang kemitraan dengan negara sahabat yang tulus dan terbuka dalam pelaksanaan alih produksi dan teknologi. Kami sangat berharapfinancial pledge ini dapat meningkatkan kerja sama kemitraan dalam Level industri dan baik untuk kedua belah negara,” kata Michal Strnad.

CZECHOSLOVAK GROUP, TATRA TRUCKS at IDET 2017Czechoslovak Group (CSG) sebagai konglomerasi perusahaan bidang pertahanan yang berbasis di Republik Ceko dan negara eropa tengah, lanjutnya, melakukan investasi yang bisa di bilang sebagai investasi pioneer atau investasi pertama di Indonesia.

Investasi dengan skala besar di bidang pertahanan untuk pembangunan kawasan terpadu industri pertahanan di wilayah Jawa Barat tepatnya di Batujajar dengan lahan seluas 22 hektar yang akan segera dibangun setelah mendapatkan izin dari Kementerian Pertahanan, Kementerian BKPM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.

"Penandatanganan HoA senilai 100 juta dolar AS untuk pembangunan Private Defence Industry Park (PDIP) di bidang industri pertahanan itu untuk mendukung regulasi pemerintah UU No.12 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan," lanjut Norman Joesoef.

CSG Ceko merupakan perusahaan holding dari Eropa Tengah, asal Republik Ceko, meliputi Slovakia, Slovenia, Rumania, dan Hungary, dengan lebih dari 100 perusahaan dan 10.000 karyawan yang bergerak di bidang manufaktur kendaraan baja, senjata roket, misil, dan radar.

Peruahaan tersebut berminat untuk melaksanakan alih produksi dan teknologinya di Indonesia, selain itu juga ingin memperluas basis industri pertahanannya di Asia Tenggara.

"Kami melihat pertumbuhan pemenuhan kebutuhan alat pertahanan di Asia Tenggara pada tingkat yang cukup tinggi setiap tahunnya. Kami rasa dengan basis industri yang kuat dan relatif stabil di Indonesia, CSG Ceko mantap melanjutkan ekspansi bisnis pertahanan mereka ke Malaysia, Filipina, Timor Leste, Myanmar, dan Kamboja," ujar Norman.

  antara  

[Dunia] Soal Tentara Eropa, Jerman Dukung Prancis

Trump KesalIlustrasi [istimewa] ★

K
anselir Jerman Angela Merkel menyerukan pembentukan tentara Eropa di masa depan. Merkel juga menyerukan Dewan Keamanan Eropa untuk memusatkan kebijakan pertahanan dan keamanan di benua itu.

Seruan ini merupakan teguran yang jelas kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut proposal yang didengungkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sangat menghina. Washington khawatir keberadaan tentara Eropa akan membayangi aliansi NATO.

"Apa yang benar-benar penting, jika kita melihat perkembangan tahun lalu, adalah bahwa kita harus bekerja pada visi satu hari menciptakan tentara Eropa yang nyata dan benar," kata Merkel pada sesi Parlemen Eropa, memicu tepuk tangan dan beberapa olok-olok.

Merkel menambahkan bahwa proposal itu dapat dijalankan secara paralel dengan kerja sama trans-Atlantik dalam aliansi militer NATO. Namun Merkel menggarisbawahi bahwa hanya Eropa yang lebih kuat yang akan membela Eropa.

"Eropa harus mengambil nasib kami ke tangan kami sendiri jika kami ingin melindungi komunitas kami,"ujarnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (14/11/2018).>

Merkel juga mengatakan: "Saya akan mengusulkan pembentukan Dewan Keamanan Eropa dengan kepresidenan bergilir," proposal yang dia buat pertama kali musim panas lalu tetapi gagal mendapatkan dukungan.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan pada hari Minggu bahwa setiap pasukan Eropa "akan harus sejajar dengan pasukan NATO" dan tidak akan menentang atau bersaing dengan pasukan AS.

Pekan lalu, Trump mengecam ide tentara Eropa yang dilontarkan Presiden Emmanuel Macron. "Sangat menghina, tapi mungkin Eropa pertama-tama harus membayar bagian yang adil dari NATO, yang sangat disubsidi AS!" kata Trump dalam tweetnya. (ian)

  SINDOnews  

Rabu, 14 November 2018

[Dunia] Rudal Rusia Digunakan Hamas Ledakkan Bus Militer Israel

Bus militer Israel hancur dihantam rudal Kornet buatan Rusia yang digunakan kelompok Hamas di Jalur Gaza. [Foto/Haaretz] ★

H
amas, untuk pertama kalinya sejak perang 2014, meledakkan bus militer Israel dengan rudal anti-tank Kornet buatan Rusia. Kelompok yang berkuasa di Jalur Gaza, Palestina, itu merilis video dahsyatnya ledakan misil tersebut.

Serangan misil itu terjadi hari Senin ketika sebuah bus militer Israel melintas di dekat perbatasan Gaza. Dalam video itu, sejumlah tentara Tel Aviv berdiri di dekat bus saat serangan terjadi.

"Para pejuang faksi berhasil menyerang sebuah bus yang penuh dengan tentara dengan rudal Kornet," bunyi pernyataan Hamas, yang dilansir Haaretz, Selasa (13/11/2018) malam.

Pernyataan itu juga mengklaim bahwa serangan rudal Kornet itu mengakibatkan kematian dan cedera para prajurit Tel Aviv di bus. Namun, pihak militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa hanya satu tentaranya yang terluka.

Menurut militer Tel Aviv, tentara yang terluka itu telah dilarikan ke Pusat Medis Soroka di Be'er Sheva. Bus itu sedang melakukan perjalanan di wilayah Sha'ar Hanegev pada saat itu. Sopir bus yang berusia 25 tahun itu menderita shock.

Misil Kornet dianggap sebagai rudal anti-tank canggih yang dapat menembus tank Merkava Mark 4 Israel. Kelompok Hizbullah di Lebanon juga menggunakan rudal Kornet.

Pada Perang Labanon II, Hizbollah menghantam 52 tank Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, stok misil anti-tank Hezbollah telah meningkat secara signifikan.

Serangan rudal terhadap bus militer Israel adalah salah satu salvo pembuka yang cepat meningkat pada Senin sore. Pada Senin malam, militan Gaza meluncurkan lebih dari 300 roket ke Israel. Sedangkan tentara Israel menyerang lebih dari 70 sasaran di sepanjang Jalur Gaza, termasuk markas intelijen dan stasiun televisi Al-Aqsa milik Hamas.

Tiga orang Palestina dilaporkan tewas. Sedangkan di pihak Israel, satu warga dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka.

Aksi saling serang ini imbas dari bentrokan pada Minggu malam ketika pasukan khusus Israel melakukan operasi rahasia yang menewaskan seorang komandan Hamas. Dalam operasi itu, seorang perwira Israel juga dilaporkan tewas. (mas)


  SINDOnews  

[Dunia] Malaysia Cari Bantuan Rusia untuk Pemeliharaan Jet Tempur

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela forum ASEAN di Singapura, Selasa (13/11/2018). [Foto/Bernama] ★

M
alaysia sedang mencari bantuan Rusia untuk pemeliharaan pesawat-pesawat jet tempur yang dibeli dari Moskow. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Seperti yang Anda ketahui, kami telah membeli sejumlah pesawat Rusia dan saya pikir kami perlu belajar lebih banyak tentang cara memelihara dan memperbaiki pesawat," katanya saat pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa, di sela-sela pertemuan puncak ke-33 ASEAN.

Kementerian Pertahanan Malaysia telah mengoperasikan jet tempur Sukhoi Su-30MKM dan MiG-29. Militer negara tersebut sebelumnya mengalami masalah terkait pemeliharaan dan layanan jet-jet tempurnya.

Menteri Pertahanan Mohamad Sabu sebelumnya mengatakan bahwa hanya empat dari 18 jet tempur Sukhoi yang dapat terbang dengan baik. Sedangkan sisanya sedang diperbaiki.

Malaysia dan Rusia berharap dapat meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

"Hubungan antara Rusia dan Malaysia telah berkembang dan kami telah melakukan dengan cukup baik," kata Putin.

Pemimpin Kremlin itu menambahkan bahwa kedua negara telah melihat peningkatan yang signifikan dalam perdagangan dalam delapan bulan pertama, yakni lebih dari 60 persen.

Masih banyak yang bisa dilakukan dan saya pikir lebih banyak lagi yang bisa dilakukan selama tahun-tahun sebelumnya. Saya sangat senang bertemu dengan Anda dan memiliki kesempatan untuk berbicara, untuk memiliki kesempatan dengan Anda," kata Putin kepada Mahathir melalui seorang penerjemah.

Sementara itu, Mahathir mengatakan pertemuan akan menjadi platform untuk melihat hubungan dengan Rusia dan berharap untuk meningkatkan perdagangan antarnegara.

"Perdagangan kami cukup bagus tetapi kami bisa berbuat lebih baik," katanya, seperti dikutip dari Bernama, Rabu (14/11/2018). (mas)

  Sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...