Kamis, 18 April 2024

[Global] Iran Pamer Rudal untuk Ladeni Serangan Israel

 Kami 100 Persen Siap! 
https://akcdn.detik.net.id/visual/2024/02/19/ran-meluncurkan-dua-sistem-pertahanan-udara-terbarunya-yaitu-sistem-rudal-anti-balistik-arman-dan-sistem-pertahanan-udara-keti-3_169.jpeg?w=1300&q=80Iran pamerkan dua sistem pertahanan udara terbarunya yaitu sistem rudal anti-balistik Arman dan sistem pertahanan udara ketinggian rendah Azarakhsh. (WANA via Reuters) 🚀

I
ran menggelar parade drone, rudal, dan tentara pada hari Rabu untuk menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi serangan dari Israel setelah Teheran melancarkan serangan besar-besaran untuk pertama kalinya terhadap musuh bebuyutannya tersebut akhir pekan lalu.

Serangan Teheran pada Sabtu malam atau Minggu dini hari lalu itu sebagai respons atas serangan udara pada 1 April terhadap konsulatnya di Damaskus, Suriah.

Operasi Janji Sejati telah mejatuhkan kejayaan rezim Zionis (Israel),” kata Presiden Ebrahim Raisi di pangkalan militer di pinggiran Teheran.

Operasi ini menunjukkan bahwa angkatan bersenjata kami siap,” lanjut dia dalam pidato yang ditujukan kepada tentara reguler dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Parade hari Rabu menyaksikan angkatan bersenjata Iran memamerkan berbagai peralatan militer termasuk drone dan rudal balistik jarak jauh. Di antaranya adalah beberapa versi drone Ababil, Arash dan Mohajer serta rudal balistik jarak menengah Dezful dan sistem rudal pertahanan udara S-300.

Raisi menegaskan kembali peringatan terhadap tindakan agresi sekecil apa pun yang dilakukan Israel, dengan mengatakan hal itu akan mengarah pada respons yang sengit dan parah.

Israel telah berjanji untuk menanggapi serangan Iran akhir pekan lalu, dan juru bicara militer Zionis Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan Teheran tidak akan bebas dari hukuman.

Militer Israel mengatakan sebagian besar proyektil yang ditembakkan oleh Iran ditembak jatuh—dengan bantuan Amerika Serikat dan sekutu lainnya—dan serangan itu hanya menyebabkan kerusakan minimal.

Sedangkan Iran memuji serangan itu sebagai serangan sukses dan mengatakan pihaknya mencapai semua tujuannya termasuk menimbulkan kerusakan pada pangkalan udara dan pusat intelijen yang dikatakan digunakan oleh Israel untuk menyerang konsulat Iran di Damaskus.

Pada hari Rabu, komandan Angkatan Udara Iran Hamid Vahedi memperingatkan musuh-musuh Iran agar tidak melakukan kesalahan strategis.

Kami 100 persen siap di semua lini udara,” katanya seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Kamis (18/4/2024).

Iran menegaskan serangannya terhadap Israel terbatas dan dilakukan untuk membela diri setelah serangan terhadap konsulatnya di Ibu Kota Suriah.

Dikatakan bahwa pihaknya telah memberi tahu Amerika Serikat (AS) dan memberikan peringatan 72 jam kepada negara-negara tetangga sebelum serangan itu terjadi.

Pada Selasa malam, AS mengatakan akan segera menjatuhkan sanksi baru terhadap program rudal dan drone Iran dan mengharapkan sekutu dan mitranya untuk mengikuti langkah serupa.

Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron pada Rabu mendesak G7 untuk mengadopsi sanksi terkoordinasi baru terhadap Iran.

Ketika ditanya tentang ketakutan akan konflik regional yang lebih luas, Cameron menyebut situasi tersebut sangat memprihatinkan.

 AS dan Eropa Sanksi Teheran, tapi Zionis Dibiarkan 

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) sepakat untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap produsen drone dan rudal Iran atas serangan Teheran terhadap Israel untuk pertamanya kalinya pada akhir pekan lalu.

Ironisnya, blok Barat tersebut tidak melakukan hukuman yang sama terhadap Israel setelah militer Zionis mengebom konsulat Iran di Damaskus pada 1 April 2024.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengaku telah mempersiapkan sanksi baru terhadap Iran.

Departemen Keuangan tidak akan ragu bekerja sama dengan sekutu kami dalam menggunakan otoritas sanksi kami untuk terus mengganggu aktivitas rezim Iran yang memfitnah dan mengganggu stabilitas,” ujar Yellen, menurut laporan Axios.

Serangan yang dilakukan Iran dan proksinya menggarisbawahi pentingnya kerja Departemen Keuangan dalam menggunakan alat ekonomi kami untuk melawan aktivitas jahat Iran,” ujarnya.

Teheran menegaskan serangan ratusan drone dan rudal terhadap Israel akhir pekan lalu merupakan respons sah atas serangan militer Zionis terhadap konsulat Iran di Damaskus—yang menewaskan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk dua jenderal senior.

Persiapan penjatuhan sanksi Uni Eropa terhadap Iran disampaikan presiden Dewan Eropa Charles Michel pada pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels pada Rabu.

Kami telah memutuskan untuk menerapkan sanksi terhadap Iran, ini adalah sinyal jelas yang ingin kami kirimkan,” kata Michel.

Idenya adalah menargetkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan drone dan rudal,” lanjut dia seperti dikutip AFP, Kamis (18/4/2024).

Para pemimpin Uni Eropa dalam pernyataan mereka pada pertemuan tersebut mendesak semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya dan menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan.

Uni Eropa sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap Iran atas pasokan drone ke Rusia untuk perang di Ukraina, namun sanksi tersebut tidak banyak berpengaruh pada pemutusan hubungan antara Teheran dan Moskow.

Ketika Israel menyerang Konsulat Iran di Damaskus, negara-negara Barat juga enggan mengecam. Kecaman muncul dari Indonesia, Rusia, China, Turki, dan beberapa negara lainnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya akan memutuskan bagaimana menanggapi serangan Iran ketika kekuatan global menyerukan pengendalian diri untuk menghindari eskalasi. (mas)

  Hukum Agresor  

Presiden Rusia Vladimir Putin memuji serangan balasan Iran ke Israel yang berlangsung pada Sabtu (13/4) lalu.

Pujian Putin terlontar saat berbicara via telepon dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Selasa (16/4).

"Presiden Rusia Vladimir Putin mengapresiasi respons Iran terhadap serangan Zionis ke gedung konsulat di Damaskus [Suriah]," demikian laporan media pemerintah Iran, IRNA.

Putin, dalam laporan itu, juga menggambarkan tindakan tersebut sebagai langkah terbaik "untuk menghukum agresor dan menunjukkan kebijaksanaan dan rasionalitas pemimpin Iran."

Lebih lanjut, dia menyebut Iran adalah salah satu pilar utama stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Tak hanya itu, Putin juga mengkritik negara Barat dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Putin menekankan operasi Iran melawan negara Zionis terjadi karena tak ada tindakan tegas Dewan Keamanan PBB terhadap Israel.

Presiden Rusia itu juga menyebut perilaku Amerika Serikat dan beberapa negara Barat memicu eskalasi regional.

Raisi dalam kesempatan tersebut mengapresiasi sikap Rusia yang memandang pertahanan diri Iran sebagai tindakan sah.

Serangan pasukan Israel ke konsulat jenderal Iran di Damaskus, lanjut dia, melanggar hukum internasional termasuk Konvensi Wina.

"Itu ancaman serius terhadap perdamaian dunia," ungkap Raisi.

Dia juga mengatakan serangan balik Iran sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB sebagai tindakan pertahanan diri.

Raisi lantas menekankan setiap tindakan lebih lanjut yang bertentangan dengan kepentingan Iran akan direspons lebih kuat dan dalam skala yang lebih besar.

Iran melancarkan serangan langsung ke Israel pada Sabtu malam. Mereka disebut meluncurkan ratusan drone dan rudal.

Israel sementara itu, mengklaim berhasil menghalau rudal Iran.

Hingga kini, pemerintahan Benjamin Netanyahu belum memutuskan waktu pasti serangan balasan ke Iran.

Namun, Israel disebut telah memutuskan rencana balasan. Sejumlah pihak berspekulasi rencana Tel Aviv mencakup serangan ke fasilitas nuklir atau rudal balistik, membunuh individu tertentu atau menghukum pejabat militer Iran di luar negeri, atau gabungan dari semuanya. (isa/dna/bac)

  🚀 sindonews | CNN  

Prajurit Marinir di Perbatasan Dibekali Drone Baru

(Dissenlekal)

Dinas Material Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Dissenlekal) menggelar uji coba dua unit sistem pesawat tanpa awak (drone) yang nantinya digunakan untuk tugas operasi Korps Marinir, Jakarta, Selasa (16/4).

Dua unit drone yang terdiri dari DJI Enterprise Matrice 350 RTK, DJI Enterprise Matrice 30 Series ini akan mendukung penugasan para prajurit Satgas Pengamanan dan Perbatasan (Pamtas) Mobile Indonesia-Papua Nugini 2024.

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi mengatakan pengadaan sistem pesawat tanpa awak oleh Dissenlekal tersebut merupakan upaya TNI AL dalam mengintegrasikan teknologi drone ke operasional Korps Marinir.

Artinya, kita didukung penuh sarana dan prasarana terbaik untuk ke daerah operasi. Ini tugas mulia yang harus kita kerjakan untuk membawa keberhasilan di daerah operasi,” kata Endi, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (17/4).

Adapun uji coba drone ini dilakukan untuk mengetahui spesifikasi atau kelebihan mengidentifikasi musuh yang bergerak, berupa kendaraan maupun personel secara menerus dari sudut arah dan lokasi yang telah ditentukan.

Sehingga drone ini nantinya dapat mendeteksi pergerakan musuh pada suatu wilayah atau medan tugas tertentu,” jelas Endi.

 Spesifikasi dua seri drone DJI 
Mengutip laman resmi DJI, Matrice 350 RTK adalah platform drone komersial DJI terbaru. Melalui performa di segala aspek, Matrice 350 RTK diyakini mampu menjadi penggerak kekuatan dan inovasi untuk berbagai operasi udara.

Drone generasi terbaru ini menawarkan sistem transmisi video dan kendali yang inovatif, baterai lebih efisien, fitur keamanan lebih lengkap serta kemampuan membawa berbagai macam muatan dan peralatan tambahan.

Sedangkan seri M30 mengintegrasikan kamera wide, zoom, dan thermal (hanya pada M30T) dengan laser rangefinder. Kombinasi ini mampu menangkap data udara yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat. (at)

 
IDM  

Rabu, 17 April 2024

Kemhan Pastikan Satu Kapal OPV Tiba Bulan Oktober 2024

⚓ PPA (Pattugliatore Polivalente D'Altura)OPV Thaon di Revel class (Media X Kemhan RIl)

Diberitakan satu unit kapal OPV PPA pesanan kemhan akan tiba bulan Oktober tahun ini.

Diketahui Kemhan memesan sebanyak 2 unit kapal baru OPV PPA (Pattuglatore Polvalente D'Altura) yang tadinya merupakan pesanan Angkatan Laut Italia, namun di tawarkan ke Indonesia.

Selain itu, kapal OPV kedua di rencanakan akan tiba tahun depan.

  Berikut media X Kemhan RI : 


 
Garuda Militer  

Selasa, 16 April 2024

[Video] 44 Tahun PT PAL Indonesia

 Lintasi Cakrawala Banggakan Bangsa 

44 Tahun hadir menghasilkan karya, Meniti asa, mewujudkan kebanggaan dan melintas cakrawala.

44 Tahun PT PAL Indonesia, Hadir sebagai lokomotif kemandirian pertahanan matra laut Bangsa.

Bersama, kita wujudkan PT PAL Indonesia melintasi cakrawala menjadi global player terkemuka, Bersama, Indonesia mendunia.

 Berikut video dari Youtube : 


  ★ Youtube  

[Global] 9 Rudal Iran Tembus Sistem Pertahanan Udara Israel

 Mayoritas Mengenai Pangkalan Udara 
https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/webp/photo/p1/27/2024/04/14/GLHkYPLWQAAD4Ih-2141738398.jpgSistem pertahanan udara Israel ditembus rudal Iran. (Foto/AP) 🚀

S
etidaknya sembilan rudal balistik Iran berhasil menghindari sistem pertahanan udara Israel yang rumit dan tembakan dari militer sekutu di wilayah tersebut. Itu menjadi bukti bahwa Iran memenangkan peperangan melawan Israel.

Akibat ditembusnya sistem pertahanan udara Israel, negara Zionis pun berpikir berulang kali untuk melakukan serangan balasan ke Iran. Israel dipastikan akan takut jika akan dihantam ratusan rudal dan drone dari Iran.

Lima proyektil menghantam pangkalan udara Nevatim, merusak pesawat angkut C-130, landasan pacu dan fasilitas penyimpanan yang kosong. Empat rudal balistik tambahan menghantam pangkalan udara lain, namun tidak ada laporan mengenai kerusakan signifikan.

Aero-3 adalah sistem yang sangat baru bagi Israel. Ini adalah pertama kalinya dikerahkan. Ini dirancang untuk menjatuhkan rudal balistik. Fakta bahwa sembilan rudal berhasil lolos akan menimbulkan kekhawatiran bagi Israel.

Al Jazeera melaporkan bahwa mereka mendengar ada pemeriksaan mengenai efektivitas sistem pertahanan Arrow-3 tersebut. Namun Israel secara terbuka berbicara tentang fakta bahwa semua sistem tersebut berhasil.

Apalagi, ada dua perpecahan penting yang terjadi dalam kabinet perang Israel. Yang pertama datang dari koalisi pemerintah sayap kanan. Mereka ingin melihat serangan balasan.

Namun ada orang-orang yang melihat ini sebagai peluang untuk membangun koalisi melawan Iran. Israel tidak memiliki dukungan yang dibutuhkan secara internasional untuk dapat melakukan serangan balasan. (ahm)

 Rudal dan Drone Iran Lebih Hebat dari Sebelumnya 

Beberapa senjata yang digunakan Iran untuk memulai serangan drone dan rudal ke Israel lebih canggih dibandingkan yang pernah dihadapi Israel sebelumnya.

The New York Times melaporkan hal tersebut. Israel sebelumnya menghadapi serangan udara dari Gerakan Perlawanan Palestina Hamas dan Jihad Islam Palestina, yang menggunakan roket dengan jangkauan dan akurasi terbatas.

Ini termasuk roket jarak pendek dari keluarga Grad, serta roket M-302 buatan Suriah.

Selain itu, Hamas memiliki roket Fajr-5 dari Iran dan varian yang diproduksi secara lokal, masing-masing memiliki jangkauan sekitar 50 mil, menurut laporan tersebut.

Senjata yang digunakan Iran pada hari Sabtu dapat melakukan perjalanan lebih jauh, dan beberapa di antaranya dapat melakukan perjalanan lebih cepat,” ungkap laporan The New York Times.

Sumber-sumber militer Israel yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan serangan tersebut terdiri dari 185 drone, 36 rudal jelajah, dan 110 rudal permukaan-ke-permukaan, yang sebagian besar diluncurkan dari Iran, dengan porsi lebih kecil berasal dari Irak dan Yaman.

Laporan tersebut juga mengutip postingan X oleh Fabian Hinz, pakar militer Iran, yang menyatakan Iran kemungkinan besar mengerahkan rudal jelajah Paveh 351, yang dikembangkan Korps Garda Revolusi Islam, yang memiliki jangkauan melebihi 1.200 mil, cukup untuk mencapai Israel dari Iran.

Rudal tersebut (dalam versi berbeda) juga telah diberikan kepada Houthi Yaman dan PMF Irak,” papar Hinz.

Postingan lainnya, oleh anggota Dewan Penasihat Keamanan Internasional di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Jeffrey Lewis dilaporkan mengidentifikasi penggunaan rudal jelajah serangan darat oleh Iran, yang mampu membawa sekitar satu ton bahan peledak.

 Berikut video dari Youtube : 


  🚀 sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...