Minggu, 17 November 2019

Menhan RI Tawarkan Medium Tank Buatan PT Pindad Ke Filipina

Ketika Bertemu Menhan FilipinaMedium Tank Harimau [Pindad] ★

T
awaran Menhan RI ini didasari atas ketertarikan Filipina untuk membeli produk – produk Alutsista buatan industri pertahanan Indonesia yang disampaikan langsung oleh Menhan Filipina Delfin Negrillo Lorenzana pada saat pertemuan bilateral dengan Menhan RI di sela – sela pertemuan ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) Retreat and 6th ADMM Plus 2019, Sabtu (16/11) di Bangkok, Thailand.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan Filipina menyampaikan apresiasi dan merasa puas dengan pembelian produk kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) yang dibuat oleh industri galangan kapal nasional Indonesia PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya.

Selain terkait dengan industri pertahanan, pada pertemuan bilateral Menhan RI dan Menhan Filipina juga membahas beberapa hal lainnya terkait kerjasama pertahanan kedua negara antara lain kerjasama pertukaran informasi intelijen, kerjasama pratoli bersama, hingga kerjasama peningkatan kemampuan personel militer kedua negara.

Menhan RI menyampaikan mendukung semua upaya kerjasama dalam mengatasi ancaman bersama di kawasan yang dapat dilakukan oleh kedua negara baik melalui patroli laut, patroli udara, latihan bersama atau apapun bentuknya.

Sementara itu, Menhan Filipina mengharapkan adanya kerjasama pertukaran informasi terkait dengan perkembangan radikalisme maupun pergerakan terrorisme yang berdapak terhadap keamanan.

  Kemhan  

Sabtu, 16 November 2019

[Dunia] Kini Roket Iron Dome Ditemukan dalam Kondisi Utuh

Setelah Rudal David Sling Bagian penting roket Tamir dari sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel jatuh di Jalur Gaza dalam kondisi utuh. Foto/Ilustrasi/Istimewa/Ian 

Bagian penting dari pencegat rudal Tamir Israel, yang digunakan dalam sistem pertahanan udara Iron Dome jarak menengah, tampaknya telah jatuh dalam kondisi utuh di Jalur Gaza. Hal ini berpotensi membocorkan rahasia besar teknologi roket penghalau itu.

Seperti banyak sistem pencegat lainnya, rudal Tamir menghancurkan proyektil musuh dengan mendekatinya di tengah jalan dan meledakkan hulu ledaknya untuk mengirimkan pecahan peluru yang semakin meluas. Bagian yang sulit adalah mengidentifikasi dengan tepat waktu peledekan dan mengeksekusi ledakan defensif yang tepat ketika dibutuhkan.

Waktunya harus sempurna, mengingat kecepatan yang mencengangkan di mana proyektil yang ditargetkan dan perjalanan roket pencegat. Jadi, tidak mengherankan bahwa komponen yang bertanggung jawab untuk itu, pencari radar aktif dan bagian sekering, sangat diklasifikasikan atau dirahasiakan. Komponen ini pun paling dicari oleh siapa pun yang ingin merekayasa balik teknologi Israel. Biasanya pencegat yang gagal mengenai target akan menghancurkan diri sendiri untuk melindungi rahasianya.

Tetapi satu rudal Tamir tampaknya telah ditemukan oleh seseorang di Jalur Gaza dengan bagian yang sangat sensitif ini masih utuh. Begitu laporan situs berita pertahanan The Drive. Bukti kemungkinan hilangnya teknologi dipublikasikan di Twitter oleh Joe Truzman, seorang pakar pertahanan Israel dan penulis buletin GroundBrief seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (16/11/2019).

Rudal Tamir diproduksi oleh Rafael, kontraktor pertahanan utama milik Israel yang juga terlibat dalam produksi sistem pertahanan udara David's Sling yang jaraknya lebih jauh. Rudal pencegat itu diperkirakan menelan biaya antara USD 40.000 dan USD 100.000 per potong dan biasanya ditembakkan dari peluncur yang masing-masing membawa 20 rudal. Dua pencegat diluncurkan terhadap proyektil musuh yang dianggap sebagai ancaman, untuk memastikan target hancur.

Sistem Iron Dome telah digunakan secara luas minggu ini di tengah peperangan antara kelompok militan Palestina Jihad Islam dan Israel setelah negara Zionis itu membunuh Bahaa Abu al-Atta, seorang komandan militan senior, dan dilaporkan mencoba membunuh operasi politik Jijad Islam di Suriah.

Sebelumnya, Israel juga dilanda kekhawatiran sistem pertahannya terbongkar setelah rudal David's Sling dilaporkan jatuh ketangan Rusia. (ian)

  sindonews  

Jumat, 15 November 2019

PT Len Industri Nyatakan Siap Dukung Alutsista TNI

Ilustrasi radar produksi PT LEN 

Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin menyatakan, pihaknya siap mendukung kemandirian alutsista TNI.

Hingga kini produk pertahanan Len sudah running well dan telah diaplikasikan ke berbagai alat pertahanan yang digunakan oleh TNI,” kata Zakky, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Untuk diketahui, PT Len Industri (Persero) merupakan salah satu industri yang menjadi komponen utama dalam memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI.

Zakky menyampaikan kesiapan tersebut kepada Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I Utut Adianto, ketika peninjauan langsung PT Len Industri, Kamis (14/11/2019).

Selain ingin memastikan kesiapan PT Len Industri dalam memenuhi kebutuhan alutsista TNI, dalam kunjungan tersebut Utut beserta jajarannya juga ingin mengetahui peralatan alutsista apa saja yang sudah dikembangkan PT Len Industri.

Pertemuan ini membahas rekam jejak PT Len Industri dalam bisnis pertahanan, juga kesiapannya dalam memenuhi kebutuhan peralatan elektronika pertahanan dan peralatan radar untuk TNI,” kata Utut.

Pada kunjungan tersebut, Utut mendorong pula PT Len Industri melakukan pengembangan atas teknologi pertahanan nasional.

Ke depannya akan banyak program pemerintah untuk alutsista yang perlu mendapat dukungan dari BUMN yang bergerak di bidang pengembangan alutsista, salah satunya adalah pengembangan sistem radar yang dibuat PT Len Industri,” kata Utut.

Zakky berharap, pemerintah dapat memberikan dukungannya terhadap pengembangan industri pertahanan nasional serta terus mengaplikasikan produk unggulan PT Len Industri dalam sistem pertahanan Republik Indonesia.

Setelah membahas kesiapan PT Len Industri, kunjungan dilanjutkan peninjauan Ruang Display Product, Ruang Pengembangan Simulator Pesawat, dan Ruang Fasilitas Produksi Elektronika.

  Kompas  

[Video] Uji Dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Rhan 122B

Tahap II-IIPuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan melaksanakan uji dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II, TA. 2019 Uji dinamis Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B tahap II-II disaksikan oleh Staf Ahli bidang Politik Kemhan Laksda TNI Ir. A. Budiharja Raden, Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, M.Si (Han), M.Sc., Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, S.E.,S.T.,M.Si.(Han), Kabag Datin Set Balitbang Kemhan Kolonel Inf Fatih El Amin, S.IP., M.Si., Kabid Matra Darat Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Kolonel Kav R. Herdianto Nuringtyas, S.Sos., para pejabat di lingkungan Kemhan, PT. Dahana (Persero), PT. Pindad, LAPAN , PT.DI serta tim uji dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II.

Uji coba diawali sambutan dari Kepala Energetic Material Center PT. Dahana (Persero) Bapak Ir. Benny Gunawan, sambutan kedua oleh Kabalitbang Kemhan yang diwakili oleh Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, selanjutnya sambutan oleh Staf ahli bidang politik Kemhan Laksda TNI Ir. A. Budiharja Raden, kemudian dilanjutkan pembacaan doa dan pelaksanaan uji coba. Litbang Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122 B Tahap II-I TA. 2019 merupakan program litbang yang bekerjasama dengan LAPAN, PT. Dahana (Persero) dan PT. Pindad.

Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B adalah Kendaraan peluncur roket laras banyak (multiple rocket launcher system – MRLS) buatan dalam negeri karya anak bangsa. Diharapkan proses peluncuran roket secara otomatis mampu dieksekusi lebih cepat. Mekanisme pengisian roket ke peluncur didesain sedemikian rupa supaya dicapai waktu operasi yang lebih singkat. Sistem peluncur menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) WAGO 750-8206/040-000 XTR sebagai pengontrol utama yang dapat diprogram untuk menyimpan rangkaian instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika.

Pengembangan Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B ini adalah untuk menghasilkan kendaraan peluncur yang dapat berfungsi dengan baik dan stabil sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan. Disamping itu diharapkan sistem otomatisasi dan manual dapat dioperasikan oleh operator sesuai prosedur dan operasi penembakan yang dikehendaki. Prototipe peluncur roket ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan akan kendaraan peluncur roket R-Han 122B sebagai dukungan dalam program pengembangan Roket Nasional.
 


  Kemhan  

Kamis, 14 November 2019

Indonesia eyes US and Russian fighters

 F16V with camouflage TNI AU [Lockheed Martin] ✈️

The Indonesian Air Force is ogling new Lockheed Martin F-16V Block 72 fighters from the US to boost its aerial capability as part of the nation’s 2020-24 strategic plan.

ACM Yuyu Sutisna, Chief of Staff of the service, stated when visiting Roesmin Nurjadin Air Base in Pekanbaru on 28 October that the country’s MoD was planning to lodge a request with Washington before 1 January 2020 for two squadrons’ worth of aircraft.

No specific number was mentioned, but two squadrons could represent around 32 F-16Vs.

We will buy two squadrons in the next strategic plan 2020-24. We will purchase the newest type of Block 72 Viper,’ reported the state-run Antara news agency. Sutisna added, ‘[They] will increase our strength. If we have them, we will be among those having sophisticated F-16s.

The proposed acquisition comes under the third and final phase of Indonesia’s Minimum Essential Force strategic plan, with new aircraft needed to replace the Hawk 109/209 trainer/light attack fleet.

Indonesia’s air force already possesses up to nine F-16A/B Block 15, 18 single-seat F-16C and five twin-seat F-16D fighters. The former are the oldest, having been obtained in the 1980s, while the latter two Block 25 types were ex-US aircraft acquired as Excess Defense Articles from the US after they were offered in 2011.

A total of 24 TNI-AU F-16C/Ds were upgraded with Link 16, self-protection suites and modular mission computers under a FMS package laid out by the USAF and amounting to $750 million. This work was completed in late 2017, and the aircraft are flown by Aviation Squadrons 16 and 3 in Pekanbaru and Iswahyudi respectively.

https://1.bp.blogspot.com/-RMwaJCoxt7w/Ve7jAB2LC1I/AAAAAAAAHnI/jPBJB7EiUBIAPZADzckKqB34nCvwdALDACPcBGAYYCw/s1600/0_de547_627c9429_origphotographers%2Bof%2BRussia%2B-%2BMarina.jpgIn a separate fighter acquisition, it was reported in February 2018 that Jakarta had ordered 11 Sukhoi Su-35S fighters in a $ 1.1 billion deal, but a contract is still yet to be signed with Russia.

The Su-35s are supposed to replace now retired F-5E/F Tiger II interceptors, and the Russian platform was competing against the likes of the Eurofighter Typhoon, F-16 and Saab Gripen.

One issue delaying the project is the threat of Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) penalties by the US if Indonesia goes ahead with the acquisition from Moscow.

Jakarta would prefer to pay for these aircraft by bartering local commodities (e.g palm oil, rubber, coffee and tea) as well as by cash. The government also stipulates an offset package worth 35% of the contract value.

The Indonesian Air Force already flies five Su-27SK and 11 Su-30MK2 fighters obtained from Russia, with the last handed over in 2013. Some of these have recently been upgraded in Belarus.

Indonesia also has a financial interest in South Korea’s KF-X fighter programme, of which a mock-up was unveiled last month at the Seoul ADEX exhibition. Jakarta has been attempting to offer PT Dirgantara Indonesia-built CN-235 transport aircraft to Seoul to help defray expenses there, of which its payments are running behind schedule.

In October 2018, Jakarta stated that it would renegotiate its stake in the KF-X programme with South Korea because of ‘national economic conditions’. No new arrangements have been agreed upon yet, as far as Shephard understands.
 

  Shephard Media  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...