Minggu, 17 Desember 2017

Tiga BUMNIS Akan Direlokasi ke Lampung

Pembangunan KCR 60 keempat di Surabaya [def.pk]

Pemerintah tengah mengkaji pemindahan tiga industri pertahanan (Inhan) nasional, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan PT PAL, ke Kabupaten Tanggamus, Lampung. Bahkan, mereka telah merumuskan rencana pembangunan Kawasan Industri Pertahanan itu di kementerian terkait.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pemerintah akan menyiapkan lahan 10.000 hektare (ha) bagi ketiga BUMN tersebut untuk meningkatkan produksi dalam rangka pengembangan industri pertahanan nasional. “Bahkan, kalau bisa lebih dari itu lebih bagus. Sekarang saja luas Pindad cuma 26-40 ha. Tapi nanti kami akan kasih sekitar 3.000 hektare. Lebih besar kan,” jelas Ryamizard seusai memimpin pertemuan mengenai rencana itu dengan seluruh pejabat eselon I dan II Kemhan di Gedung Balai Sudirman, Kemhan.

Sementara mengenai target, Ryamizard mengungkapkan akan segera merealisasikannya dan relokasi ini akan dibiayai dari anggaran negara. “Ini masih proses, butuh waktu 2-3 tahun. Tapi kami harap bisa secepatnya. Untuk anggaran belum tahu, yang pasti dari negara. Karena kalau lima tahun lagi realisasi pemindahan, tidak akan ada lagi tanahnya, jadi harus cepat,” tegas Ryamizard.

Kepala Bappeda Tanggamus Hendra Wijaya Mega yang hadir dalam pertemuan mengatakan, pihak Kemhan telah menyampaikan dua alternatif pembangunan industri pertahanan di wilayahnya. Yang pertama akan menempatkan lokasi di kawasan Register 28 Kabupaten Tanggamus berdampingan dengan Kawasan Industri Maritim. Sementara alternatif kedua mengarah ke Register 27, yakni ke arah utara hutan dan pegunungan.

Hendra menambahkan, dalam forum tersebut, Kemhan meminta Pemkab mencari solusi terbaik terkait untuk mengatasi banyaknya penduduk di kawasan itu. Dia juga menegaskan perlunya penekanan melakukan survei secara cepat dan komprehensif. “Perlu kajian komprehensif data-data pendukung dalam menentukan luasan yang dibutuhkan tiga perusahaan industri pertahanan, mengingat lahan di Pulau Jawa makin sempit,” jelas Hendra.

Selain itu, Hendra juga mengingatkan perlunya koordinasi dengan PT Pertamina dan Refindo agar pengembangan Kawasan Industri Maritim dapat berjalan secara bersama. Apalagi, Pemkab sedang menyiapkan RDTL untuk tiga kecamatan, yaitu Kotaagung Timur, Limau, dan Cukuh Balak. Berdasarkan data BPN, 800 ha lahan Pertamina di sana dalam proses sertifikat oleh BPN Pusat.

Pemkab Tanggamus seperti disampaikan Sekkab Andi Wijaya dan Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol Anang Prihantono menyambut baik rencana pemerintah pusat,” ujar Hendra.

Sekretaris PT Pindad Bayu Arif Fiantoro menambahkan, pemindahan perusahaan BUMN seperti Pindad ini membutuhkan waktu sekitar lima tahun. Pasalnya, pemindahan tiga BUMN ini memerlukan biaya sangat besar dan tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat.

Kami rasa tidak serta-merta proses pemindahannya, tapi secara bertahap. Jadi di sana produksi, di Bandung juga produksi. Pemerintah juga harus memikirkan nasib lebih dari 3.000 karyawan. Jadi, rencana pindah itu kami pikir baru akan terealisasi lima tahun ke depan, tidak dalam jangka pendek ini karena pasti butuh waktu dan dana tidak sedikit,” jelasnya.

Menurutnya, alasan pemindahan pabrik tersebut lebih karena ingin menyatukan industri pertahanan nasional, seperti PAL Indonesia, PT DI, dan Pindad dalam satu lokasi. Jadi, nantinya seperti kawasan industri yang di dalamnya ada tiga pabrik BUMN tersebut. Saat ini markas Pindad dan PT DI berada di Bandung, sedangkan PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Jadi, rencana pemindahan itu lebih karena ingin menyatukan darat, laut, udara di satu lokasi. Kami kan industri strategis, tidak boleh bersentuhan dengan aktivitas masyarakat. Nanti kayak kawasan industri, jadi satu,” katanya.

  ✈️ sindonews  

Sabtu, 16 Desember 2017

TNI AU Uji Coba Bom P250

✈️ Pesawat Sukhoi TS-3010 membawa bom P250 [NET]
Pesawat Tempur Sukhoi Su-30 melakukan uji coba bom P250 buatan anak bangsa di Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dari Senin-Kamis (11-14 Desember 2017).

Bom seberat seperempat ton itu diledakkan di area latihan Pandanwangi, Jawa Timur, dari ketinggian 2.000 kaki.

"Saat ini ada uji coba bom buatan Dislitbang TNI AU jenis P250 di Pandanwangi. Ini buatan anak bangsa," ujar Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Samsul Rizal, Kamis (14/12/2017).

Samsul mengatakan, kemampuan bom P250 sama dengan bom MK82 berberat 250 kilogram.

Kepala Depohar 60 Lanud Iswahjudi Kolonel (Pnb) Wahyu Laksito menyatakan, bom P250 dirakit untuk menunjang persenjataan pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30. Sebelumnya, TNI AU sudah membuat bom seberat 100 kilogram.

"Ini buatan yang kedua khusus untuk pesawat Sukhoi. Sebelumnya, 100 kilogram sudah digunakan," kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, bom P250 dirancang dan dibuat Dislitbang TNI AU bekerja sama dengan pihak ketiga. Sebelum diproduksi massal, bom P250 diuji coba terlebih dahulu.

Daya ledak bom P250 diperkirakan mencapai 1,2 kilometer. Satu pesawat tempur jenis Sukhoi Su-30 bisa mengangkut 3 ton bom.

  ✈️ Kompas  

Dua Unit Pesawat Tempur TNI Tertahan di Hawaii

Pesawat tempur F16 hibah dari Amerika Serikat yang sudah tiba di duluan Lanud Iswahyudi, Madiun, kemarin. [Jawa Pos]

TNI Angkatan Udara (AU) harus bersabar lagi untuk bisa menggenapi 24 unit pesawat tempur F-16 Fighting Falcon C/D program hibah Amerika Serikat (AS). Sebab, baru empat unit yang tiba di Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan, Jawa Timur.

Jumlah itu baru dari total di antara enam pesawat yang sedianya dikirim pada tahap akhir. Dua unit pesawat itu masih tertahan di Utah-Hickam Air Force Base (AFB), Hawaii.

''Sebenarnya ada enam pesawat yang dijadwalkan tiba hari ini (kemarin, Red). Tetapi, dua unit lainnya belum bisa diikutkan,'' kata Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Samsul Rizal.

Samsul mengungkapkan, dua pesawat F-16 itu belum bisa tiba di tanah air lantaran mesinnya bermasalah. Namun, dia menyatakan tidak mengetahui detailnya.

Saat ini dua unit pesawat tempur itu diperbaiki. ''Kami juga sedang menunggu konfirmasi dan hasil evaluasi dari pihak di Hawaii terkait berapa lama perbaikannya,'' ujarnya.

Dia menuturkan, sebetulnya jadwal kedatangan terakhir pesawat F-16 itu Senin lalu (11/12).

Namun, jadwal itu molor hingga kemarin. Samsul menjelaskan, keterlambatan kedatangan empat pesawat F-16 yang diawaki penerbang AS tersebut terjadi bukan karena permasalahan engine seperti dua pesawat lainnya, melainkan faktor cuaca buruk.

''Mereka menempuh perjalanan selama dua hari, berangkat pada Minggu (10/12) dari AS,'' jelasnya.

   JPNN  

Jumat, 15 Desember 2017

[Dunia] Wagner, Tentara Swasta Rusia

Digunakan dalam Perang SuriahIlustrasi pasukan Rusia di Suriah [medium]

Sebelum dia dibunuh oleh seorang penembak jitu di Suriah, Ivan Slyshkin menulis pesan yang penuh kasih kepada tunangannya di media sosial; “Kami akan segera bertemu satu sama lain dan saya akan memegangmu sekuat mungkin.

Namun pria 23 tahun itu tidak akan ditemukan dalam korban resmi di Kementerian Pertahanan Rusia dalam perang melawan Islamic State atau ISIS.

Itu karena pemuda yang meninggalkan kampung halamannya di Ozyorsk di Pegunungan Ural adalah satu dari ribuan orang Rusia yang dikerahkan ke Suriah oleh kontraktor militer swasta yang dikenal sebagai Wagner, yang tidak akan dibicarakan oleh pemerintah Presiden Vladimir Putin.

Batu nisan Slyshkin menunjukkan gambar dia memegang senapan mesin, dan dipenuhi bunga. Teman-temannya mengatakan kepada media setempat bahwa dia bergabung dengan Wagner untuk membiayai pernikahannya.

Dia berada di kelompok Wagner,” kata temannya Andrei Zotov kepada The Associated Press, dalam laporan investigasi yang dilansir Kamis (14/12/2017). Slyshkin terbunuh di ladang minyak Al-Shayer di utara Palmyra, Suriah.

Ada banyak orang baik di sana. Dia mengajukan diri untuk bergabung dengan perusahaan tersebut,” ujar Zotov. ”Seperti banyak petempur Rusia, dia ingin memecahkan masalah keuangnnya.

Pemerintah Rusia telah menolak keberadaan kelompok Wagner, namun para analis mengklaim bahwa tentara bayaran itu beroperasi di “dunia gelap” yang memungkinkan Putin mengklaim kemenangan politik dengan menyembunyikan jumlah korban tewas yang sebenarnya.

Kematian Slyshkin menambah sorotan yang semakin meningkat pada kekuatan tentara bayaran rahasia. Kematian Slyshkin menjadi celah investigasi yang dilakukan oleh The Conflict Intelligence Team (CIT) yang berbasis di Saint Petersburg dan Associated Press.

Untuk sementara pemerintah Rusia telah menolak keberadaan tentara swasta, di mana teman dan keluarga dari mereka yang terbunuh mulai berbicara. Perkiraan kekuatam pasukan Wagner berkisar antara 3.000 sampai 25.000. Pasukan swasta ini dibayar untuk dijadikan “pasukan kejut” di Suriah.

Kekasih dari salah satu tentara Wagner yang terbunuh baru-baru ini mengklaim bahwa petempur diberi tahu bahwa mereka akan dibayar sekitar USD 4.000 per bulan. Dia mengatakan bahwa kondisi di lapangan jarang bertemu dengan apa yang dijanjikan dan keluarga korban dibayar antara USD 22.000 hingga USD 52.000 untuk kematian, tergantung pada peringkatnya.

Penggunaan kontraktor militer swasta oleh negara-negara besar bukan hal baru. Amerika Serikat (AS) juga pernah menggunakan tentara swasta saat operasi militer di Irak dan Afghanistan selama bertahun-tahun.

Namun, di Rusia ada undang-undang yang melarang perekrutan tentara bayaran. Operasi Wagner diyakini meniru model serupa dari ”tambal sulam” kekuatan yang digunakan di Ukraina timur pada tahun 2014.

Para petempur telah memainkan peran penting dalam membantu mengubah gelombang perang saudara Suriah untuk mendukung sekutu Rusia, yakni Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Penyebarannya yang secara rahasia juga membantu menutupi jumlah korban tewas secara resmi demi citra Putin yang kembali maju dalam pemilu presiden Rusia tahun depan.

Orang-orang Rusia tidak terlalu antusias dengan gagasan tentang sebuah dinasti yang melibatkan anak laki-laki mereka pulang ke rumah dengan kantong jenazah. Jelas kurangnya antusiasme untuk konflik ini,” kata Mark Galeotti, peneliti senior di Institute of International Relations di Praha.

Dengan memiliki perusahaan militer Wagner ini, mereka dapat memiliki kekuatan yang benar-benar dapat mereka gunakan, tapi ketika orang meninggal, itu tidak harus diumumkan,” kata Galeotti.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 41 tentaranya tewas di Suriah. Namun menurut laporan Fontanka News, 73 kontraktor swasta lainnya telah terbunuh di sana.

Kantor berita tersebut telah memperoleh apa yang digambarkannya sebagai spreadsheet Wagner dan formulir rekrutmen yang mengindikasikan ribuan orang Rusia telah bertempur di Suriah.

Menurut jurnalis Fontaka, Denis Korotkov, dari sekitar 3.000 karyawan Wagner yang dikerahkan ke Suriah selama bertahun-tahun, kontingen terbesar pada waktu tertentu adalah sekitar 1.500 personel. Sejak 2015, setidaknya 73 di antaranya telah tewas. (mas)

   sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...