Rabu, 08 Juli 2026

Indonesia Sepakat Akuisisi Rudal Astra dari India

 Untuk mempersenjatai SU 30 TNI AUPesawat SU30 TNI AU dengan rudal Rusia (Dispenau)

Indonesia resmi menyepakati membeli rudal Astra dan rudal supersonik BrahMos dari India sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis dan pertahanan antara kedua negara.

Kesepakatan ini dicapai dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 7 Juli 2026.

Total nilai paket kerja sama pertahanan yang mencakup pengadaan sistem rudal canggih ini, dilaporkan mencapai 630 juta USD (sekitar Rp 10,2 triliun).

 Rudal Udara ke Udara Jarak Jauh

Khusus untuk Astra, merupakan rudal udara ke udara jarak jauh melampaui cakrawala BVRAAM (Beyond-Visual-Range Air-to-Air Missile) pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh India.

Rudal Astra dirancang oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation) dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Bharat Dynamics Limited (BDL).

Rudal canggih ini dirancang khusus untuk melacak dan menghancurkan pesawat musuh yang memiliki kelincahan tinggi dari jarak jauh dengan tingkat akurasi presisi tinggi.

 Untuk Mempersenjatai Su-30

Saat ini tersedia dua varian utama, pertama Astra Mk-1, dengan jangkauan tembak efektif antara 80 hingga 110 km.

Rudal ini melaju dengan kecepatan maksimum 4,5 Mach dan dilengkapi pemandu Terminal Active Radar Homing.

Varian kedua Astra Mk-2, merupakan generasi terbaru yang sedang dipercepat proses pengembangannya oleh DRDO.

Astra Mk-2 memiliki jangkauan serang yang ditingkatkan, mampu memburu pesawat musuh hingga jarak 160–240 km.

Sejak awal rudal Astra dirancang agar kompatibel dengan berbagai jet tempur mutakhir milik Angkatan Udara India dan Angkatan Laut India, termasuk Sukhoi Su-30MKI, HAL Tejas, dan MiG-29K.

Di Indonesia, rudal ini rencananya akan diintegrasikan pada jet tempur Sukhoi Su-30 TNI Angkatan Udara yang dioperasikan oleh Skadron Udara 11. (RBS)

  ✈️
Airspace Review   

Pelepasan Satgas Orruda 2026

  Perkuat Diplomasi Maritim TNI AL Bersama Russian Navy (Dispenal)

TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II secara resmi melepas Satuan Tugas (Satgas) Latihan Bersama ORRUDA 2026 yang akan mengikuti pelayaran dan latihan bilateral bersama Russian Navy di Vladivostok, Rusia. Pelepasan dipimpin Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., di Markas Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026).

Satgas ORRUDA 2026 akan melaksanakan pelayaran selama 42 hari, mulai 7 Juli hingga 18 Agustus 2026, dengan menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 serta diperkuat 145 personel yang terdiri dari prajurit KRI, personel Kopaska, penyelam, kru heli, dokter, safety officer, dan penerangan. Latihan ini merupakan implementasi kerja sama Navy to Navy Talks (NTNT) antara TNI AL dan Russian Navy serta menjadi penyelenggaraan ORRUDA kedua setelah kembali diaktifkan pada tahun 2024.

Dalam amanatnya, Pangkoarmada II menegaskan bahwa para prajurit yang tergabung dalam Satgas ORRUDA bukan sekadar melaksanakan latihan militer, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta bangsa yang membawa nama baik TNI Angkatan Laut dan Indonesia di forum internasional. Melalui latihan ini, diharapkan terjalin hubungan kerja sama yang semakin erat sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika operasi maritim.

Pangkoarmada II juga menekankan agar seluruh personel memanfaatkan latihan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan Maritime Interdiction Operation (MIO), penanganan ancaman Unmanned Surface Vessel (USV), Search and Rescue (SAR), serta Medical Evacuation (MEDEVAC). Selain itu, para prajurit diminta mengoptimalkan kegiatan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) sebagai sarana bertukar pengetahuan, pengalaman, dan memperkuat interoperabilitas kedua angkatan laut.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangkoarmada II memberikan penekanan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, mengutamakan zero accident melalui penerapan prinsip safety first, menjaga nama baik TNI Angkatan Laut, bangsa dan negara, serta menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya selama pelaksanaan latihan sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme prajurit.

Keikutsertaan Satgas ORRUDA 2026 sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam memperkuat diplomasi pertahanan, meningkatkan interoperabilitas dengan angkatan laut negara sahabat, serta memperkokoh kesiapan operasional prajurit guna mendukung stabilitas dan keamanan maritim di kawasan maupun tingkat global.

 ⚓️  TNI AL  

Selasa, 07 Juli 2026

Prabowo dan PM Modi Saksikan Kontrak Pembelian Rudal Brahmos

 Juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal AAM antara Bharat Dynamics dan Republikorp Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026) (antara)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyaksikan kontrak penandantangan pembelian rudal Brahmos di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Kontrak itu diteken antara Brahmos Aerospace dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI.

Selain itu, juga diteken kerja sama pertahanan produksi rudal udara ke udara antara Bharat Dynamics Limited dan Republikorp.

Presiden RI Prabowo menjelaskan, kedua pihak sepakat semakin memperkuat kemitraan melalui peningkatan intenstitas kunjungan tingkat tinggi.

"Koordinasi lebih erat melalui konsultasi bilateral dan penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship group yang baru dibentuk," kata Prabowo.

Sementara PM Modi menjelaskan, kerja sama angkasa antara India dan Indonesia akan membawa manfaat besar bagi kedua negara. "Kita juga akan kerja sama meningkatkan teknologi dan kapasitas," kata Modi.

Dia juga menyampaikan, India dan Indonesia menjalin kemitraan baru terkait baja dan tanah jarang. "Kami juga sangat senang sistem pembayaran di India akan diimplementasikan di Indonesia. Ini akan semakin memudahkan pembayaran," ujar Modi.

Sebelumnya, iring-iringan kendaraan PM Modi memasuki halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.23 WIB. Dia dikawal 17 motoris dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan 120 pasukan berkuda.

Presiden Prabowo yang telah berada di Serambi Barat Istana Merdeka lalu menyambut langsung ketibaan PM Modi setelah turun dari kendaraan yang ditumpanginya. Kedua pemimpin negara saling bersalaman dan berpelukan lalu menuju beranda Istana Merdeka.

Upacara penyambutan diawali dengan dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara, yaitu lagu kebangsaan India dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya". Setelah itu, Prabowo memperkenalkan delegasi dari Indonesia yang turut mendampinginya.

Di antaranya, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo kemudian mempersilakan PM Modi memasuki Ruang Kredensial untuk melakukan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Selanjutnya, keduanya melangsungkan pertemuan empat mata di ruang kerja RI 1, dilanjutkan pertemuan bilateral, jamuan kenegaraan di Istana Negara, serta ditutup dengan pernyataan bersama.

  🚀 
Republika  

Kemhan Buka Workshop Submarine Phase 2 TA. 2026

  👷 🤝 Mengembangkan desain kapal selam (Ditjen Pothan)

Mewakili Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Direktur Teknologi Potensi Pertahanan (Dir Tekpothan) Marsma TNI Dedy Laksmono, S.E., S.T., M.M. membuka Workshop Submarine Phase 2 TA. 2026 bertema Submarine Design & Technical Drawing Analysis di Hotel Oakwood Taman Mini, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari implementasi program ofset pengadaan Rudal Jarak Sedang (Dual Mission Missile) AS-400 dari Excalibur International a.s. sebagai upaya memperkuat penguasaan teknologi pertahanan nasional.

Dalam sambutan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan yang dibacakan, Dir Tekpothan menyampaikan bahwa penyelenggaraan workshop ini merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta penguasaan teknologi kapal selam melalui pemanfaatan program ofset.

Workshop diharapkan menjadi sarana berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, perguruan tinggi, industri pertahanan nasional, dan mitra internasional dalam mendukung pembangunan kemampuan pertahanan negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kebijakan ofset dalam pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan dari luar negeri merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Implementasi kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong alih teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri sebagai fondasi terwujudnya kemandirian teknologi pertahanan nasional.

Workshop yang diikuti peserta dari Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Laut, Universitas Pertahanan RI, dan industri pertahanan nasional ini akan membahas berbagai aspek desain kapal selam dan analisis technical drawing sebagai bekal peningkatan kompetensi teknis peserta.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat dalam pengembangan teknologi kapal selam guna mendukung terwujudnya industri pertahanan nasional yang mandiri, maju, dan berdaya saing.


   👷  Ditjen Pothan   

Senin, 06 Juli 2026

Pindad Jalin Kenitraan Mengembangkan Night Vision Googles

  Meliputi produksi lokal dan alih teknologi (Pindad)

PT Pindad (Persero), manufaktur pertahanan terkemuka di Indonesia menjalin kemitraan dengan Nightvisions Lasers Spain (NVLS), produsen sistem penglihatan malam terkemuka dari Eropa untuk produksi lokal dan pengembangan Night Vision Googles (NVG) monokular dan binokular.

Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Technical Assistance and Commercial Collaboration Contract oleh Direktur Teknologi, Pengembangan dan Manajemen Risiko (Dirtekbang & MR), Prima Kharisma yang mewakili Direktur Utama Pindad dan CEO NVLS, Jorge de la Torre pada Eurosatory, 15 Juni 2026 di Paris, Perancis.

Kerja sama antara Pindad dan NVLS meliputi produksi lokal dan alih teknologi dalam manufaktur NVG, serta dukungan teknis NVLS.

Kemitraan ini akan memperkuat kapabilitas nasional Indonesia di bidang penglihatan malam serta meningkatkan kapasitas Pindad dalam memenuhi kebutuhan operasional TNI yang terus berkembang.

Dirtekbang & MR, Prima Kharisma menegaskan komitmen Pindad untuk terus berinovasi dan memperkuat kerja sama strategis untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

"Sebagai industri pertahanan dalam negeri, Pindad berkomitmen untuk dapat mendukung kebutuhan alpalhankam TNI di berbagai operasi, melalui inovasi dan kerja sama strategis. Kerja sama ini juga akan meningkatkan kompetensi kita sebagian bagian dari upaya mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional," ujar Prima.

Produk NVG ini dapat meningkatkan fleksibilitas operasi dengan menyediakan kemampuan penglihatan malam hari dan deteksi cahaya rendah yang canggih bagi operasi yang dilaksanakan di lingkungan dengan kondisi visual yang terbatas atau terdegradasi.

Sebagai produsen alpalhankam nasional, Pindad akan dapat menawarkan kepada TNI platform persenjataannya yang telah dilengkapi dengan kemampuan penglihatan malam modern sesuai kebutuhan operasi pada malam hari maupun dalam kondisi minim cahaya.

NVLS merupakan produsen NVG dan malam terkemuka di dunia dengan sistem penglihatan malam canggih yang diakui secara global, dengan produk yang sudah digunakan oleh berbagai institusi pertahanan dan keamanan di Eropa serta pasar internasional lainnya.

Produk NVLS menawarkan bidang pandang (field of view) yang lebih luas, yaitu 52°, dibandingkan dengan 40° yang umumnya terdapat pada NVG konvensional, sehingga memberikan kesadaran situasional yang lebih baik bagi personel yang beroperasi di lapangan.

Melalui kerja sama ini Pindad diharapkan dapat mendukung operasional TNI dalam berbagai kondisi serta meningkatkan kapabilitas produksi alpalhankam nasional dalam bidang sistem penglihatan malam dan deteksi cahaya rendah yang canggih.

  🤝 
Pindad  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...