Kamis, 20 Agustus 2026

[Video] Membangun Air Power dari Balik Hanggar

  MRO Hercules dan Kemandirian Industri Dirgantara IndonesiaGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130H secara lokal. (GMF)

Kekuatan udara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak atau seberapa canggih pesawat yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan untuk menjaga setiap platform tetap siap terbang dan beroperasi.

Dalam episode Defense Talk kali ini, kami berbincang bersama Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), Andi Fahrurrozi, mengenai peran strategis Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dalam mendukung kesiapan TNI Angkatan Udara sekaligus membangun kemandirian industri dirgantara nasional.

Diskusi mengulas pelaksanaan MRO pesawat C-130 Hercules TNI AU di GMF, mulai dari tantangan teknis, kesiapan SDM dan fasilitas, standar kelaikudaraan, alih teknologi, hingga upaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Lebih jauh, pembahasan juga melihat bagaimana kolaborasi antara GMF, TNI AU, PT Dirgantara Indonesia, pemerintah, dan industri nasional dapat membangun ekosistem MRO pertahanan yang semakin kuat.

 Lalu, mampukah Indonesia melangkah lebih jauh?

Episode ini turut membahas peluang menjadikan Indonesia sebagai regional hub MRO Hercules, pengembangan fasilitas MRO di Kertajati, hingga bagaimana GMF mempersiapkan kemampuan untuk menangani berbagai platform militer baru yang akan memperkuat TNI AU dalam beberapa dekade mendatang.

Karena pada akhirnya, kekuatan udara tidak hanya dibangun di landasan pacu, tetapi juga dari balik hanggar.

 Berikut video liputan IDefense Magz ::
 


  ✈️   Youtube  

Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Tempur dan Angkut


  Indonesia Cetak Sejarah Baru, Mampu Modernisasi Hercules C-130 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vN_mEnblIc_ohmP_U8GGhtjqwuTbob5Q1uq3Bgn-c43QidTsH2bec9TbxF3BjIwsYDVtgDhtqKdYZ4LqxJCb15QY3JneZAPmqFOjK_9UXIp4HzEis28CPUSO1WIb2ooqk3RJ9k_E_AMr9mHcdTwi5Rll3aCV654bfyrMe9oToX4hQcbZK4K5h1Douy85/s800/QP8qMXf.jpgPesawat Il-78MK-90A diberitakan akan dibeli Indonesia (Aleksan  Guk)
M
enteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia akan kedatangan lebih banyak pesawat angkut dan pesawat tempur pada tahun-tahun mendatang.

Karena ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar,” kata Sjafrie, di Hangar 4 GMF, Kota Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie saat menyinggung wacana pemerintah menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Hercules C-130H se-Asia.

Dalam konteks ini, pengembangan Kertajati tidak hanya akan diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat angkut.

Pemerintah juga membuka peluang menjadikan bandara tersebut sebagai pusat perawatan pesawat tempur.

Jadi, ini adalah pekerjaan yang akan kita kerjakan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” ucap dia.

Sjafrie pun menyebut Indonesia mulai mampu melakukan modernisasi pesawat angkut C-130 Hercules secara mandiri melalui industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu ditandai dengan rampungnya modernisasi pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 oleh PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia dan telah diserahkan kepada Kementerian Pertahanan, pada Rabu (19/8/2026).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlPNqwcozPMgiPLgH-8kHlbjloARqKGi2d-MU4mZhX3cFDwBTuAKC-GOpTbku_Abc901igwlsK4lCvXl8IBc61MpwdYJTzW1YMVC4aMXItMgAnpQl88WLfjDb77_DP-3NJx4rJStdZ2xFWyGadpxPahyphenhyphenkH3-xdG161rS2Wio84Ut7kNKp25xgTeQAX-dYE/s1441/IMG_0720.jpeg"Hari ini dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita baru saja mencatat suatu sejarah baru yang kita lakukan di dalam pembangunan kekuatan pertahanan yang selaras dengan pembangunan industri pertahanan dan industri dirgantara,” kata Sjafrie.

Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi,” ucap Sjafrie.

Menurut dia, selama ini, Indonesia mendapat asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat (AS), dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat C-130 Hercules.

Sjafrie menambahkan, kemandirian tersebut tidak hanya ditujukan untuk C-130 Hercules. Pemerintah juga akan mendorong agar pemeliharaan pesawat transportasi lain milik TNI AU dapat dilakukan di dalam negeri.

Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan,” ujar dia.

Dalam pengembangan kemampuan industri dalam negeri, Sjafrie juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengambil peran dalam modernisasi pesawat TNI AU.

Ia mengatakan, hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.

Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI,” ujar Sjafrie.

  ✈   Kompas  

Rabu, 19 Agustus 2026

Hercules A-1319 Dimodernisasi

  Masa Operasional Diperpanjang hingga 20 TahunGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026). (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF AeroAsia) menyerahkan pesawat C-130 Hercules bernomor ekor A-1319 kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) setelah menjalani proses modernisasi di Hangar 4 GMF AeroAsia, Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

Pesawat tersebut diserahkan secara simbolis dari Direktur Utama GMF AeroAsia Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah itu, Sjafrie langsung menyerahkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Ini merupakan pesawat pertama yang melakukan proses modifikasi besar di GMF,” kata Andi dalam acara penyerahan pesawat angkut tersebut.

Menurut Andi, modifikasi yang dilakukan meliputi penggantian center wing box, peningkatan sistem avionik, dan pemeriksaan struktur pesawat untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta meningkatkan keandalannya.

Selain meningkatkan kemampuan avionik, pekerjaan itu ditujukan untuk memperpanjang usia operasional pesawat hingga 15 sampai 20 tahun.

Pesawat ini merupakan pesawat kedua yang telah diselesaikan oleh GMF setelah sebelumnya menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat A-1315.

Sebuah kebanggaan bagi GMF dapat menyelesaikan proyek modernisasi pesawat A-1319 ini.

Dengan demikian, C-130 Hercules nomor registrasi A-1319 ini diharapkan dapat kembali mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.

Andi mengatakan, proses modernisasi pesawat juga telah mengikuti standar dan regulasi yang ditetapkan Indonesia Defence Airworthiness Authority (IDAA) atau Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan.

Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, dan pesawat siap kembali mendukung operasional TNI AU,” ucap dia.

A-1319 merupakan pesawat kedua yang berhasil diselesaikan GMF dalam program tersebut. Sebelumnya, GMF menyelesaikan modernisasi center wing box pesawat C-130H bernomor ekor A-1315.

Menurut Andi, proyek A-1319 juga menjadi bagian dari program offset industri pertahanan yang diperoleh GMF sebagai industri binaan Kemhan.

Dalam program itu, GMF mendapat transfer teknologi dari Lockheed Martin, industri pertahanan Amerika Serikat (AS).

Pengerjaan A-1319 melibatkan sejumlah pihak, yakni Kementerian Pertahanan, TNI AU, GMF, Lockheed Martin, dan PT Dirgantara Indonesia.

Andi menilai penyelesaian proyek tersebut menunjukkan kemampuan industri dalam negeri untuk mengerjakan pekerjaan strategis di bidang pertahanan.

Di balik satu pesawat yang hari ini siap kembali mengemban tugas negara, terdapat ribuan jam kerja, ketelitian, kompetensi, dan semangat kolaborasi dari seluruh insan yang terlibat,” pungkas dia.
 

  ✈️
  Kompas  

Pemerintah Siapkan Rp 329,5 Triliun untuk Pertahanan

👷  🤝  Di RAPBN 2027MPCS BWJ 320, diberitakan Indonesia akan menambah alutsista dari Italia.  (Fincantieri)

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 329,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk fungsi Pertahanan RI.

"Dalam rangka mendukung arah kebijakan tersebut, anggaran Fungsi Pertahanan dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp 329.472,0 miliar (Rp 329,5 triliun)," tulis Buku Nota II Keuangan Hal. 4-42, dikutip Rabu (19/8).

Apabila dibandingkan dengan outlook pada Tahun Anggaran 2026, angka tersebut naik sekitar Rp 30 triliun. Pada tahun anggaran 2026, outlook Fungsi Pertahanan diperkirakan Rp 299,1 triliun.

Pemerintah menjelaskan anggaran itu nantinya akan digelontorkan dengan output strategis mulai dari; pengadaan dan pemeliharaan alutsista dan nonalutsista, pembangunan dan pengadaan sarana prasarana pertahanan.

Kemudian penelitian dan pengembangan industri pertahanan, penguatan komponen cadangan dan pendukung, serta penyelenggaraan operasi matra.

Pemerintah menyebut langkah ini juga sekaligus merespons dinamika geopolitik global serta mengantisipasi ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Pemerintah pun berkomitmen untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional.

"Langkah strategis ini diarahkan guna menjaga kedaulatan negara, melindungi keutuhan wilayah NKRI," tulisnya.

Nantinya, kebijakan Fungsi Pertahanan tahun anggaran 2027 diarahkan untuk melanjutkan pembangunan postur pertahanan melalui langkah antara lain: modernisasi/harwat alutsista, nonalutsista, dan sarana prasarana pertahanan; pembangunan dan pengembangan industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing.

Lalu, pelaksanaan operasi pertahanan dan keamanan; penguatan komponen cadangan dan komponen pendukung; penguatan kemampuan teritorial pertahanan negara; serta penguatan siber, sandi, dan sinyal dalam menjaga ketahanan negara di era digital.

Anggaran dalam Fungsi Pertahanan ini dilaksanakan Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional.

"Dalam kurun waktu tahun 2022-2025, realisasi anggaran Fungsi Pertahanan mengalami peningkatan dari Rp 150.276,9 miliar pada tahun anggaran 2022 menjadi Rp 348.580,9 miliar pada tahun anggaran 2025," ucapnya. (mnf/fra)


   👷  CNN   

Selasa, 18 Agustus 2026

Prabowo Ajukan KRI Ki Hajar Dewantara Dijual

 ⚓️ 🤝 Bersurat ke DPR ilustrasi KRI Ki Hajar Dewantara (Dispenal) 

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan ke DPR agar kapal perang latih milik TNI AL, KRI Ki Hajar Dewantara dijual.

Hal itu diketahui lewat pengajuan surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.

Surpres tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam forum Rapat Paripurna DPR ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027 yang digelar Selasa (18/8/2026).

"Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli, hal Permohonan Persetujuan DPR RI Terhadap Penjualan Barang Milik Negara berupa 1 unit Kapal Eks KRI Ki Hajar Dewantara," kata Dasco.

Selain itu, Prabowo turut mengirim Surpres mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), calon Deputi Gubernur Senior BI, dan calon Deputi Gubernur BI.

Selanjutnya, ada pula Supres mengenai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.

"Surat-surat tersebut telah dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib dan Mekanisme yang Berlaku," ujarnya. (cip)

 ⚓️  sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...