Rabu, 28 Oktober 2020

Dahana Kembangkan Propelan untuk Pendorong Roket

Usai propelan untuk munisi Rhan 122B Kemhan

PT Dahana (Persero) terus mengupayakan penyelesaikan proyek pembangunan pabrik propelan. Bahan kimia ini sangat diperlukan untuk menunjang industri pertahanan.

Propelan adalah bahan pendorong peluru atau roket, yang menjadi komponen utama munisi bagi kebutuhan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dan Munisi Kaliber Besar (MKB), maupun bahan bakar roket.

Kebutuhannya di dalam negeri selama ini diimpor dari luar negeri, sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo. Untuk itu pembangunan Industri propelan menjadi salah satu program prioritas guna mewujudkan kemandirian industri pertahanan.

Direktur Utama PT Dahana (Persero) Budi Antono mengatakan, selama ini Kemhan RI telah sangat mendorong kemajuan industri pertahanan dalam negeri.

Di masa mendatang diharapkan dukungan ini dapat terus dilanjutkan karena industri propelan diharapkan dapat terus dikerjakan oleh industri pertahanan dalam negeri.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertahanan yang telah memberikan kesempatan kepada Dahana untuk turut serta mewujudkan kemandirian industri pertahanan,” ujar Budi Antono dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2020).

Sementara itu Sekjen Kemhan Donny Ermawan Taufanto, menekankan bahwa kemandirian industri pertahanan merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, maju dan mandiri.

Kata dia, industri yang kuat diharapkan mampu memberikan multiplier effect baik terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi bagi bangsa Indonesia.

Kemandirian industri pertahanan juga diharapkan dapat mewujudkan pergeseran pemahaman dari belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan seperti arahan Presiden RI pada HUT TNI yang ditujukan kepada Kemhan dan industri pertahanan.

Ia melanjutkan, Dahana merupakan salah satu industri strategis Indonesia, khususnya dalam memproduksi propelan dalam menunjang kemandirian industri pertahanan.

Peningkatan kemampuan industri pertahanan nasional sangatlah diperlukan guna memenuhi dan mendukung kebutuhan serta menunjang kemandirian alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI," kata dia.

"Semakin pesat kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh langsung terhadap peningkatan kemampuan Industri pertahanan yang dibutuhkan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan," tambah dia.

Sebagai informasi, pembangunan industri propelan dibagi dalam dua fase yaitu fase 1 propelan munisi dan fase 2 propelan roket. Untuk fase 1 telah diinisiasi oleh KemHan dengan membangun Pabrik Nitrogliserin, Pabrik Acid Plant serta fasilitas pendukung Industri Propelan seperti Gardu Trafo Listrik, Water Treatment Plant, Laboratorium dan Fasilitas Uji Balistik.

Dukungan Pemerintah diperlukan untuk melanjutkan kemandirian industri propelan dengan membangun Pabrik Spherical Powder sehingga Indonesia dapat mandiri serta menimbulkan efek penggetar di Kawasan regional.

Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Dahana terkait propelan ini diantaranya penandatanganan head of agreement dengan PT Pindad untuk offtake propelan dan fasilitas pendukung di Dahana yang telah dibangun oleh Kemhan RI.

Selain itu, hal ini juga didukung oleh posisi geografis Dahana yang memiliki lahan luas, dekat dengan akses tol, bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban serta sumber bahan baku pendukung.

  Kompas  

Kopaska Uji Fungsi Amunisi 5,56mm Senjata Bawah Air

Disaksikan komandan pukopaskahttps://1.bp.blogspot.com/-5xLG-Un8j8o/X5f0MP8vZoI/AAAAAAABQGI/_PmXfFuBC8kzpJwvrtirJ4oAvbHjxsKAgCLcBGAsYHQ/w400-h225/IMG-20201027-144234.jpgUji fungsi amunisi 5,56mm untuk senapan bawah air Ukrop UX-15 buatan Ukraina [TNI AL]

Komandan Puskopaska Laksma TNI Yudhi Bramantyo N.S menyaksikan uji fungsi penembakan amunisi 5,56mm dan senjata bawah air jenis Ukrop UX-15 buatan Ukraina di Kolam renang Satkopaska Koarmada II Ujung Surabaya, Selasa (27/10/2020).

Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan amunisi 5,56mm senjata bawah air guna meningkatkan kekuatan tempur serta meningkatkan kemampuan perorangan dalam melaksanakan peperangan laut khusus.

Sesuai hasil dari uji coba, kemampuan amunisi 5,56mm dari senjata Ukrop UX-15 buatan Ukraina sangat mendukung pergerakan prajurit dalam memasuki daerah musuh dengan mengunakan teknik bawah permukaan atau bawah air guna menghadapi peperangan laut khusus.

Pasukan katak sebagai pasukan khusus TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan tugas-tugas khusus, salah satu teknik yang digunakan adalah infiltrasi untuk masuk ke wilayah musuh atau yang dikuasai musuh melalui bawah permukaan dengan selam tempur malam hari. Hal ini merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh prajurit Kopaska. Diharapkan dengan adanya amunisi 5,56mm senjata bawah air ini dapat semakin meningkatkan kekuatan sehingga siap menjawab tantangan tugas dimasa yang akan datang” Ujar Laksamana Bramantyo.

Senjata Ukrop UX-15 buatan Ukraina mampu digunakan baik diatas air/permukaan dengan menggunakan amonisi jenis cal. 5,56 mm x 45 mm / 5 TJ, sedangkan dibawah permukaan menggunakan amonisi type SPA dan SPA-NB Cal 5,56 mm x 45 mm, yang membedakan amunisi bawah air dengan amonisi permukaan/atas air adalah bahwa amunisi bawah air bentuk proyektilnya lebih panjang, ujungnya tajam dan lebih berat sedangkan amonisi permukaan/atas air proyektil lebih pendek seperti amunisi cal 5,56 mm atas air lainnya. Adapun rangkaian uji fungsi diawali penyelaman dan dilakukan penembakan bawah air pada jarak 10 meter, 15 meter dan 20 meter.

Turut hadir dalam uji fungsi penembakan senjata dan amunisi bawah air tersebut, Kadisenlekal Laksma TNI Indarto Pantja, Kalabinsen Kolonel Laut (E) Cholik Kurniawan ST, Paban III / Alpal Slog Mabes TNI Kolonel Tek V. Andi PS, Wadandenjaka Letkol Mar Rino Rianto, Wadan Satkopaska Koarmada II Letkol Laut (P) M. Macri Makoagow.

 ♖ TNI AL  

Selasa, 27 Oktober 2020

[Dunia] AS Setuju Jual 400 Rudal Harpoon ke Taiwan

China bersumpah akan balas AS setelah menjual rudal Harpoon ke Taiwan. [Foto/The Drive] ★

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengizinkan penjualan 400 rudal jelajah anti-kapal Harpoon, bersama dengan peluncur mobile, radar, dan dukungan teknis terkait, ke Taiwan. Langkah Amerika ini mengabaikan kemarahan China yang sejak awal sangat menentang penjualan senjata ke pulau yang telah memerintah sendiri tersebut.

Nilai kesepkatan penjualan rudal Harpoon dan perangkat pendukungnya mencapai USD 2,37 miliar.

Rudal Boeing Harpoon Block II akan melengkapi 100 Unit Transporter Peluncur Sistem Pertahanan Pantai Harpoon, 25 truk radar, empat rudal latihan, suku cadang, dan dukungan sebagai bagian dari kesepakatan.

Departemen Luar Negeri Amerika harus menyetujui penjualan senjata asing (FMS) sebelum kesepakatan dapat dicapai. Taiwan bermaksud menggunakan dananya sendiri untuk memperoleh rudal tersebut.

Penjualan rudal jelajah anti-kapal terjadi ketika ketegangan antara China dan Amerika Serikat meningkat terkait pandemi Covid-19, yang disalahkan oleh Presiden Trump pada China. Langkah Washington itu juga sebagai respons atas pengumuman hari ini bahwa China menjatuhkan sanksi kepada Boeing, Lockheed Martin dan Raytheon atas penjualan senjata Amerika ke Taiwan.

Pengumuman sanksi tersebut mendapat tanggapan yang tidak menyenangkan dari juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, yang mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui email bahwa sangat keterlaluan menargetkan perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan kontrak dengan pemerintah Amerika Serikat.

Upaya Beijing untuk membalas terhadap perusahaan AS dan asing atas penjualan mereka yang mendukung persyaratan pertahanan diri Taiwan yang sah tidak produktif,” kata Ortagus.

"Lebih buruk lagi, dalam kasus ini, Republik Rakyat China (RRC) memberikan sanksi kepada perusahaan karena melakukan bisnis dengan Pemerintah AS," ujarnya.

Ortagus mengindikasikan bahwa sanksi oleh China itu sebagai tanggapan atas penjualan dua sistem rudal yang tertunda dan sistem pengintaian udara kepada Taiwan yang diumumkan minggu lalu.

"Pada tanggal 21 Oktober, pemerintah memberi tahu Kongres tentang beberapa kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Taiwan untuk rudal SLAM-ER, sistem roket HIMARS, dan pod pengintai MS-110," bunyi pernyataan Ortagus.

"Ini adalah penjualan FMS di mana Basis Industri Pertahanan AS melakukan kontrak dengan Pemerintah AS," lanjut dia.

Karena itu, RRC tampaknya menerapkan sanksi terhadap perusahaan AS karena melakukan kontrak dengan Pemerintah AS. Ini sepenuhnya tidak dapat diterima dan mencerminkan kurangnya pemahaman tentang sifat banyak kerja sama keamanan Amerika," imbuh dia seperti dikutip Defense News, Selasa (27/10/2020).

Taiwan telah memerintah sendiri setelah perang saudara China puluhan tahun silam. Namun, Beijing tidak mengakui pulau itu sebagai negara dan menganggapnya sebagai provinsinya yang membangkang. Beijing telah bersumpah menundukkan Taipei, bahkan dengan kekerasan militer jika perlu.

 China Bersumpah Balas AS 
Rudal jelajah anti-kapal Harpoon Amerika Serikat. [Foto/US Navy] ★

China tidak bisa menyembunyikan ketidaksukaannya atas keputusan Amerika Serikat (AS) menjual senjata ke Taiwan. China bersumpah akan memberikan tindakan yang tepat dan perlu atas keputusan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan kepada wartawan bahwa penjualan senjata ke Taiwan melanggar prinsip 'Satu-China' dan sangat merusak hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

"China akan mengambil tindakan yang tepat dan perlu untuk dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan kepentingan keamanannya," kata Wenbin seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (27/10/2020).

Departemen Luar Negeri AS mengesahkan potensi penjualan hingga 400 rudal jelajah anti-kapal Harpoon, bersama dengan peluncur mobile, radar, dan dukungan teknis terkait, ke Taiwan senilai sekitar USD 2,4 miliar ke Taipei. AS mengatakan bahwa mereka menganggap keamanan Taiwan "pusat" bagi keamanan kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyambut baik berita tersebut, yang menyatakan bahwa AS secara aktif membantu dalam memperkuat pertahanan negara pulau itu.

Persetujuan kesepakatan senjata lain datang setelah pemerintah AS secara terpisah mengesahkan penjualan senjata senilai USD 1,8 miliar ke Taiwan, termasuk 135 rudal jelajah berpemandu presisi.

Beijing menanggapi dengan memasukkan produsen senjata utama Amerika seperti Boeing, Lockheed Martin, dan Raytheon ke dalam daftar hitam, bersama dengan beberapa individu dan entitas AS lainnya yang terkait dengan perdagangan senjata dengan Taiwan.

  sindonews  

TNI-Polri Gerebek Markas KKB di Distrik Sugapa

1 Tewas dan 2 Diamankan https://asset.kompas.com/crops/bC0DTnVe_VxV29jo-BagT5amo14=/0x0:0x0/750x500/data/photo/2020/10/26/5f96ef6c17091.jpgPrajurit TNI tengah berkonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. (Achmad Nasrudin Yahya)

Seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rubinus Tigau tewas dalam penggerebakan Tim Gabungab TNI - Polri di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, Senin (26/10/2020) pada pukul 05.30 WIT.

Penindakan ini merupakan respons TNI-Polri setelah KBB menghadang Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pada 9 Oktober 2020.

"Tim Gabungan TNI-Polri dan berhasil menewaskan satu orang KKSB, Rubinus Tigau dan mengamankan dua orang lainnya yang salah satunya mengaku adik dari Rubinus Tigau. Darinya diperoleh keterangan bahwa Rubinus Tigau aktif dalam aksi KKSB selama kurang lebih satu tahun terakhir," ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2020).

Suriastawa mengatakan, tim sebelumnya lebih dulu melakukan pengintaian lokasi sejak Rabu (21/10/2020).

Dari pengintaian tersebut, petugas kemudian mengidentifikasi salah satu honai yang diduga kuat sebagai salah satu pos KKSB.

Hal itu juga diperkuat dengan adanya informasi masyarakat jika KKB kerap meminta jatah dana satu desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum desa.

Penggerebekan pun dilakukan.

Selain mengamankan dua orang dan menewaskan satu orang, akibat penindakan ini, seorang anak bernama Meinus (6 th) mengalami luka di bagian pinggang kiri akibat rekoset.

Meinus kemudian dievakuasi ke Bandara Bilorai, Intan Jaya, selanjutnya ke Timika untuk perawatan medis lebih lanjut, didampingi dua orang keluarganya.

Suriastawa menyatakan, setelah penindakan tersebut, petugas memakamkan jenazah Rubinus di lokasi.

"Atas permintaan pihak keluarga, korban tewas Pok KKSB dikubur di tempat. Tim Gabungan TNI- Polri membantu menggali kubur. Saat pemakaman, pihak keluarga mengakui bahwa korban selama ini aktif dalam aksi KKSB," ucap dia.

Dalam penindakan ini, petugas berhasil mengamankan beberapa panah dan anak panah, senjata tajam parang, satu pucuk senjata rakitan, dokumen struktur organisasi KKB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya, uang tunai Rp. 69.000.000, dan dua unit handphone.

 ♖ Kompas  

Senin, 26 Oktober 2020

[Dunia] Cepat atau Lambat Qatar Akan Peroleh Jet Tempur F-35

✈️ Pesawat jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin Amerika Serikat. [Foto/REUTERS]

Seorang menteri kabinet Israel mengatakan penjualan pesawat jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS) ke Qatar dapat dilakukan, meskipun Israel keberatan atas kesepakatan semacam itu. Negara Yahudi keberatan Doha memperoleh pesawat tempur canggih tersebut karena memiliki hubungan erat dengan Iran dan kelompok Hamas Palestina.

"Saya yakin jika mereka (Qatar) menginginkannya dan bersedia membayar, cepat atau lambat mereka akan mendapatkannya," kata Menteri Energi Yuval Steinitz, anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kepada Ynet TV,yang dikutip Middle East Eye, Senin (26/10/2020).

"Ini adalah anggapan yang harus kita perhitungkan," katanya lagi. "Pemerintah AS pada akhirnya memperhatikan kepentingan Amerika, terutama dalam menghadapi jet tempur siluman saingan yang ditawarkan dari Rusia dan China."

Reuters melaporkan pada 7 Oktober lalu bahwa Qatar telah mengajukan permintaan resmi untuk membeli F-35, pesawat yang dibangun oleh perusahaan kedirgantaraan AS; Lockheed Martin. Sejauh ini, satu-satunya negara Timur Tengah yang telah dipasok F-35 adalah Israel

Israel, yang berkonsultasi dengan Washington tentang penjualan jet tempur F-35 ke negara-negara Teluk, mengatakan hal seperti itu akan ditentang.

Juru bicara Steinitz mengatakan dalam pernyataan bahwa sikap Israel tentang potensi penjualan jet tempur F-35 AS ke negara-negara Teluk tidak berubah. Jika penjualan seperti itu terjadi, Israel akan menuntut "kompensasi yang sesuai", yakni bantuan pertahanan AS.

Pejabat AS telah terbuka untuk menjual F-35 ke Uni Emirat Arab, setelah negara itu dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel pada 15 September sebagai bagian dari perjanjian yang ditengahi AS yang dikenal sebagai Abraham Accords. Tapi Washington bungkam tentang tawaran Qatar untuk membeli jet tempur tersebut.

AS dan Qatar memiliki hubungan yang erat. Pada bulan September, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bertemu dengan mitranya dari Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al Thani di Washington, yang menunjukkan bahwa AS mungkin bergerak maju dengan menyebut Qatar sebagai sekutu utama non-NATO.

AS telah membantu mempersenjatai sekutu regional, termasuk Qatar, yang menjadi tuan rumah fasilitas militer Amerika terbesar di Timur Tengah, dengan harapan dapat melawan pengaruh Iran.

Arab Saudi, mitra Washington yang paling kuat dan paling dekat di antara negara-negara Teluk Arab, juga kemungkinan akan menentang AS yang memasok F-35 ke Qatar. Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir tetap terkunci dalam blokade tiga tahun terhadap Qatar yang coba diakhiri oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump, namun tidak berhasil. (min)

  ✈️ sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...