Sabtu, 18 November 2017

TNI AL Berhasil Uji Coba Senjata Strategis Rudal C-705 dan Torpedo SUT

Penembakan rudal C-705 dari kapal cepat rudal kelas terkecil milik TNI AL (KCR-40) KRI Kujang 642 berhasil mengenai sasaran dengan sukses [TNI AL]

TNI Angkatan Laut berhasil melaksanakan uji coba penembakan senjata-senjata strategis yaitu penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Perairan Laut Bali, Jumat, (17/11/2017)

Penembakan Rudal C-705 berhasil diluncurkan dari KRI Kujang-642 Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar) dengan berhasil mengenai tepat pada sasaran Ex KRI Karimata-960. Dilanjutkan dengan penembakan Torpedo SUT dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim, dimana tembakan kedua tersebut berhasil menenggelamkan sasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali.

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P) I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.

Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P., dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar, Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520.

Selanjutnya Kasal Laksmana Ade Supandi, S. E., M. A. P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dal Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Ujicoba tersebut. "Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT, agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas" ujar Kasal dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut.

Selain dalam rangka menguji kehandalan dan daya hancur kedua senjata tersebut juga menguji kemampuan integrasi peralatan sensor dan sistem kendali senjata yang baru CMS MSI-90U MK Kongsberg. selain itu, tujuan dari uji coba ini adalah terpeliharanya kemampuan tempur prajurit TNI AL serta meningkatkan profesionalisme prajurit KRI dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak alutsista TNI Angkatan Laut.

Sebelum penembakan, Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control sistem yang terdapat di KRI Nanggala-402, KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705 serta Torpedo SUT merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan dan sasaran di daratan. Sementara Torpedo SUT punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran kapal permukaan maupun sasaran Kapal Selam.

Hadir dalam ujicoba penembakan tersebut, para Pejabat TNI Angkatan Laut diantaranya Kadislaikmatal, Kadisadal, Kadissenlekal, Irops Itjenal, Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

   RRI  

Jumat, 17 November 2017

TNI AL Akan Bangun Pangkalan di Manokwari Selatan

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) akan membangun pangkalan di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Wakil Bupati Manokwari Selatan Wempi Rengkung di Ransiki Manokwari Selatan, Selasa, mengatakan, sejak sah terbentuk menjadi daerah otonomi baru, pembangunan perangkat daerah dan vertikal gencar dilakukan di Manokwari Selatan.

Menurutnya, kahadiran TNI, Polri dan perangkat dari berbagai instansi pemerintahan yang lain diharapkan untuk mendukung keamanan dan upaya percepatan pembangunan daerah.

Terkait pembangunan pangkalan TNI-AL, lanjut Wempi, bulan lalu pihaknya telah menerima Liaison Officer (LO) atau perwira penghubung dari Lantamal XIV Sorong.

Kita sudah bertemu dan berbicara panjang lebar. Rencananya, pangkalan akan dibangun di Momiwaren,” kata Rengkung.

Perairan Manokwari Selatan, kata dia, akan menjadi salah satu wilayah pertahanan laut di Indonesia bagian timur. Pemerintah daerah siap mendukung rencana tersebut.

Mengawali program rencana tersebut, pemerintah daerah menfasilitasi gedung sebagai kantor LO di Oransbari. Dalam waktu dekat Komandan Lantamal XIV akan berkunjung ke daerah ini.

Pada tahap awal ini, akan ada beberapa kapal pengintai yang ditempatkan di wilayah perairan kita. Juga ada 200 personil yang akan ditempatkan di sini,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan, selain menyiapkan lahan, pemerintah daerah juga siap mendukung dana operasional bagi.

Rindam Kasuari sementara dibangun, SPN (Sekolah Polisi Negara) pun sedikit lagi dan sekarang angkatan laut masuk. Lengkap sudah, Manokwari Selatan siap berkembang,” katanya lagi.

   Antara  

TNI Raih Juara Umum Lomba Menembak AARM ke-27

Di SingapuraIndonesia kembali merebut Juara Umum lomba menembak militer ASEAN (ASEAN Armies Rifle Meet/AARM) ke-27 yang berlangsung di Singapura. Gelar juara umum sudah bisa dipastikan, meski proses perlombaan masih berlangsung.

Kita Juara Umum AARM sementara mendapat 8 trofi dan sudah pasti Juara. Saat ini perlombaan masih berlansung,” kata Kapen Kopassus Letkol (Inf) Joko Tri Hadimantoyo kepada Kumparan, Jumat (17/11).

Joko menjelaskan, dalam perlombaan ini, setiap negara memperebutkan total 15 trofi utama. Saat ini, Indonesia sudah meraih 8 trofi dari berbagai kategori lomba.

8 Trofi dari 15 trofi yang diperebutkan. Sehingga dari jumlah tropi kita sudah pasti Juara Umum AARM,” imbuh Joko.

Kontingen Indonesia tahun ini mengirim 62 personel, terdiri atas 37 petembak, 21 official, 2 observer, dan 2 asisten teknik dari PT Pindad. Selain trofi utama, Indonesia juga berhasil meraup banyak medali.

Medali yang diperoleh sementara ini 29 emas, 9 perak, dan 9 perunggu,” ucap dia.

   Kumparan  

13 Anggota Kopassus TNI Berhasil Bebaskan Sandera Serta Kuasai Kimberly dan Bunti

Sebanyak 13 orang dari Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) dibantu pasukan Raider 751/30 bergerak cepat menguasai Kimberley. Sedangkan dua Tim dari Ton Taipur Kostrad bertugas menguasai Bunti.

Pada waktu yang di koordinasi pada Jam “J” pada jam 07.00 waktu setempat setelah Kimberley berhasil dikuasai. Pangdam Cendrawasih Mayjend George Elnadus Supit, Jumat (17/11/2017) memerintahkan untuk bergerak menguasai pos-pos pengamanan separatis TPN/OPN .

Kurang dari dua jam seluruh medan berhasil dikuasai para separatis yang melarikan diri ke Hutan dan gunung.

Belum bisa dipastikan apakah kelompok separatis OPM ada yang korban karena cuaca berkabut sanggar tebal.

Setelah seluruh wilayah di kuasai dan situasi dinyatakan aman.

13 Anggota Kopassus TNI Berhasil Bebaskan Sandera Serta Kuasai Kimberly dan BuntiPangdam XVII/Cenderawasih berkoordinasi dengan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, agar segera mengirimkan Tim Evakuasi.

Tidak lama kemudian Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan evakuasi. Sekitar pukul 14.00 waktu setempat proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban sandera sebanyak 347 orang yang terdiri dari warga pendatang dan pribumi.

Sementara penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik. Saat ini, Jum'at, (17/11/2017), pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi mengamankan korban dan kampung. (Rell/SAS/HF)

   RRI  

TNI AU Bangun Satuan Radar Baru di Sumba

Satuan radar baru akan dibangun di Kahale, Sumba Barat Daya [ThalesRaytheon]

Komandan Pangkalan Udara TNI AU El Tari, Kolonel Penerbang Ronny I Moningka, mengatakan, TNI AU akan membangun satuan radar baru di Kahale, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, untuk mendukung pengamanan wilayah udara di NTT.

NTT merupakan provinsi paling selatan di Indonesia, yang berbatasan dengan Laut Timor, Samudera Hindia, dan Australia.

"Di Kahale sedang dibangun satuan radar baru, sudah ada lahan yang disiapkan pemerintah daerah setempat dan sudah dilakukan pemagaran," kata Moningka, di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan, untuk saat ini satu-satunya satuan radar yang aktif beroperasi memantau wilayah udara di provinsi setempat yakni Satuan Radar 226 yang beroperasi Buraen, Kabupaten Kupang, Pulau Timor.

Namun, kata dia, satuan radar tersebut baru mengcover sebagian wilayah udara provinsi yang berbatasan langsung laut dan darat dengan negara Timor Timur dan batas laut dengan Australia itu.

"Radar di Buraen ini untuk menjaga ancaman yang masuk dari wilayah selatan, dan sudah diintegrasikan dengan radar Bandara El Tari dan bandara lainnya di NTT," katanya.

Sementara itu, lanjut, radar baru yang ditempatkan di Sumba Barat Daya akan mampu meliputi semua wilayah udara NTT.

Moningka mengapesiasi dukungan pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk penyelesaian masalah lahan pembangunan radar baru dan sekarang sudah dilakukan pemagaran untuk mengamankan aset tersebut.

"Kemungkinan dua tahun ke depan radar sudah ditempatkaan di daerah itu sehingga seluruh wilayah udara NTT nantinya akan terpantau semuanya oleh radar pertahanan udara TNI AU," katanya.

Ia menambahkan, kehadiran radar baru tersebut nantinya membuat pengawasan wilayah udara termasuk pemantauan aktivitas penerbangan yang menghubungkan 14 bandara aktif di NTT lebih maksimal.

"Sehingga peran TNI-AU untuk operasi militer perang maupun operasi militer selain perang juga akan lebih maksimal dalam menjaga keamanan udara," katanya.

   Antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...