Rabu, 17 Agustus 2022

[Global] Jerman Kirim Jet Tempur Dalam Misi Pelatihan ke Australia

✈️ Pertama kali ikut Pitch Black 2022✈️ Ilustrasi Eurofighter Typhoon [ist]

Jerman telah mengirim 13 pesawat militernya ke Australia untuk mengikuti latihan bersama, dalam salah satu pengerahan perdamaian angkatan udara Jerman, di tengah meningkatnya ketegangan dengan China di Indo-Pasifik. Pesawat tempur itu rencananya akan berpartisipasi dalam pelatihan "Pitch Black", bersama dengan pasukan dari Jepang, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

"Tentu saja, fokus kami saat ini jelas diarahkan ke timur," kata Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht, merujuk pada invasi Rusia ke Ukraina. "Namun, kita juga harus mengarahkan perhatian kita ke daerah lain," tambahnya.

Enam jet Eurofighter berhasil lepas landas pada Senin (15/08) dari sebuah pangkalan di Neuberg an der Donau, Bayern, Jerman Tenggara. Tiga kapal tanker A330 dan empat pengangkut A400M juga berhasil lepas landas dari Kln sekitar 30 menit sebelumnya.

Selama tiga hari perjalanan, para pilot akan melakukan setidaknya 200 manuver pengisian bahan bakar di udara, kata Kepala Angkatan Udara Jerman Ingo Gerhartz. Pengerahan itu juga mencakup rute memutar melalui Jepang dan Korea Selatan.

Setidaknya sejak 2018, Berlin telah berkomitmen untuk memainkan peran keamanannya di Indo-Pasifik, seperti halnya yang dilakukan oleh hampir kebanyakan negara Barat lainnya. Pada bulan September 2020, Berlin juga telah menerbitkan makalah pedoman "Indo-Pasifik", yang menguraikan langkah-langkah strategi Berlin dalam memenuhi perannya.

"Jerman dan Uni Eropa (UE) ingin memperdalam keterlibatan keamanan mereka di kawasan [Indo-Pasifik] untuk membantu memperkuat tatanan internasional berbasis aturan," ungkap Kementerian Luar Negeri Jerman dalam pernyataannya di Forum Menteri Indo-Pasifik pertama di Eropa pada 22 Februari lalu. Kegiatan yang kemudian teralihkan akibat adanya invasi Rusia ke Ukraina dalam dua hari setelahnya.

Pada Agustus tahun lalu, sebuah kapal fregat milik Jerman di Bayern, berhasil berlayar ke Indo-Pasifik untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir, yang kemudian berlabuh di 11 negara selama tujuh bulan pelayarannya, termasuk Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Singapura. Sayangnya, kunjungan Jerman itu ditolak oleh China.

  Latihan ini bukan 'ancaman' bagi China 

Gerhartz mengatakan kepada wartawan bahwa rute yang diambil oleh jet-jet ini akan "hampir tidak menyentuh" Laut China Selatan dan tidak akan melewati Selat Taiwan. Kedua wilayah tersebut merupakan sumber ketegangan dengan Beijing.

"Laut China Selatan dan Selat Taiwan jelas merupakan titik-titik penting di kawasan itu," tegas Gerhartz. "Kami akan terbang di ketinggian lebih dari 10 kilometer dan hampir tidak menyentuh Laut China Selatan, dan kami akan bergerak di rute internasional."

Gerhartz menambahkan bahwa menurutnya, Jerman tidak "mengirim pesan ancaman ke China dengan terbang mengikuti latihan gabungan di Australia."

Duta Besar Australia untuk Jerman, Philip Green, mengatakan bahwa tidak ada alasan mengapa China harus melihat latihan ini sebagai destabilisasi.

"Kami mencari kawasan yang stabil, damai dan sejahtera, keseimbangan strategis di mana setiap negara dapat mengambil pilihan berdaulat mereka sendiri," kata Green.

Ketegangan antara China dan negara-negara Barat lainnya juga telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai bagian dari wilayah China. kp/ha (Reuters, dpa) (nvc/nvc)

  ✈️
detik  

Selasa, 16 Agustus 2022

Puluhan Pesawat Tempur Demo Udara Formasi 77 dan Kibarkan Bendera Raksasa

✈️ Akan meriahkan HUT RI ke 77✈️ Elephant Walk Garuda Flight F-16 TNI AU [Dispenau]

Puluhan pesawat tempur TNI AU akan menampilkan show udara pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu (17/8/2022). Ada pesawat tempur akan membentuk formasi 77 serta mengibarkan bendera merah putih raksasa.

Rencananya, pada pelaksanaan demo udara HUT ke-77 Kemerdekaan RI pada Rabu 17 Agustus 2022, Garuda Flight akan tampil melintas di atas Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta membentuk angka 77 dengan kecepatan 300 kta pada ketinggian 2000 ft. Sementara Nusantara Flight, terbang pada ketinggian 200 ft membawa bendera merah putih ukuran raksasa seberat 1,3 ton.

Saat ini, puluhan pesawat itu telah melakukan geladi kotor demo udara Garuda Flight dan Nusantara Flight di apron selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Puluhan pesawat, terdiri dari F-16 TNI AU dan Helikopter TNI - Polri, nampak berderet rapi membentuk formasi Elephant Walk, di landasan pacu Halim Perdanakusuma.

Nusantara Flight

Elephant Walk, istilah yang dipopulerkan USAF untuk menggambarkan iringan pesawat berbaris rapat menuju landasan pacu sesaat sebelum take off. Elephant Walk pesawat tempur F-16 TNI AU dan Helikopter TNI - Polri di Halim Perdanakusuma, bukan sekadar show of force, tapi dimaksudkan untuk menggambarkan kesiapan armada udara dalam pelaksanaan demo udara peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Sebanyak 18 pesawat tempur F-16 dari skadron udara 3 Lanud Iswahjudi dan Skadron udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru ambil bagian dalam Garuda Flight yang dipimpin Mayor Pnb Bambang Aulia Yudhistira. Sementara 12 Helikopter dengan komposisi 2 EC-725 Caracal Skd 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor, 2 NAS-332 Superpuma Skd 6 Lanud Atang Sendjaja Bogor, 2 AH Apache TNI AD, 2 Panther TNI AL, dan 2 AW-169 Polri di bawah pimpinan Ltk Pnb Emanuel Simarmata ambil bagian dalam Nusantara Flight Giant Flag under Slung. (rca)

  ✈️
Sindonews  

[Foto] Nusantara Flight

Persiapan HUT RI ke 77 Dari website TNI AU ditampilkan berbagai macam helikopter yang akan memeriahkan HUT RI ke 77 di Ibukota Jakarta.

Flypast Helikopter ini dinamakan Nusantara Flight.

Nusantara Flight yang terdiri dari 2 NAS-332 Skadud 6, 2 EC-725 Caracal Skadud 8, 2 AH-64 Apache TNI AD, 2 AS-565 Mbe Panther TNI AL dan 2 AW-169 Polri mematangkan presisi waktu dan formasi Giant Flag.

Pada Hari-H, Nusantara Flight akan membawa Bendera Merah Putih Raksasa.


  ⍟ Garuda Militer  

[Foto] Elephant Walk F16 TNI AU

✈️ Persiapan Flypast Hari KemerdekaanPenampakan Elephant Walk Garuda Flight pesawat F16 TNI AU dari Andy twitter

 
 





  ✈️ Garuda Militer  

[Global] UCAV Siluman Kizilelma Turki Bakal Diproduksi di Ukraina

[Baykar Technologies]

Bukan hanya drone intai serang Bayraktar TB2 dan Bayraktar Akinсi, Baykar Technologies dari Turki juga berencana memproduksi drone jet Bayraktar Kizilelma di Ukraina.

Baru-baru ini perusahaan Baykar Technologies mendirikan sebuah perusahaan di Ukraina untuk memproduksi drone serang Bayraktar TB2 dengan mesin dan suku cadang Ukraina.

Pemimpin perusahaan Haluk Bayraktar dalam sebuah wawancara dengan Taras Chmut, Direktur Come Back Alive Foundation mengatakan bahwa perusahaannya juga akan memproduksi Bayraktar Akinci dan Kizilelma, seperti diwartakan oleh situs gagadget (12/8).

Mengenai Kizilelma (Apel Merah) adalah wahana tempur udara tanpa awak (UCAV) siluman (stealth) bermesin jet pertama yang dirancang dan dikembangkan oleh Baykar Technologies.

UCAV dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 6.000 kg ini akan mendapatkan mesin turbofan AI-322F buatan Ukraina, yang dapat melarikannya hingga kecepatan maksimum 800-900 km/jam.

Ketinggian terbangnya digadang hingga 12.000 m, dengan jangkauan tempurnya hingga 930 km atau endurance sekitar 5 jam.

Kapasitas muatan senjatanya mencapai 1.500 kg, beragam senjata seperti bom pintar dan rudal udara ke permukaan dapat disimpan dalam perutnya.

Selain beroperasi dari landas pacu darat, akan tersedia Kizilelma versi berbasis kapal perang yakni kapal pendarat utama Turki TCG Anadolu (masih dalam pembangunan).

Penerbangan pertama Kizilelma sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 2023 mendatang.

  CEO Baykar ingin memproduksi model Bayraktar Akinci di Ukraina 
Baykar Turki berencana untuk membangun pabrik di Ukraina untuk memproduksi tidak hanya drone Bayraktar TB2, tetapi juga model-model baru seperti Bayraktar Akıncı dan Bayraktar Kizilelma.

Pernyataan ini disampaikan oleh CEO Baykar Haluk Bayraktar dalam sebuah wawancara dengan Come Back Alive Foundation, yang disiarkan oleh situs Ukrinform (12/8).

Menurut Bayraktar, perusahaannya melihat Ukraina sebagai mitra strategis, ingin menjadikannya sebagai basis manufaktur dan memiliki rencana jangka panjang terkait proyek bersama dengan Ukraina.

Secara khusus, Baykar mulai membangun pabrik di Ukraina, pusat penelitian dan manufaktur, untuk memproduksi semua sistem, tidak hanya badan pesawat tetapi elektronik, perangkat lunak, dan lainnya.

Bayraktar mencatat bahwa perusahaan sudah memiliki struktur di Ukraina, tim teknis dan rekayasa memberikan dukungan untuk Ukraina.

Mengenai Bayraktar Akinci merupakan drone baru yang mulai berdinas untuk AL Turki, yang kemampuan dan spesifikasinya jauh diatas drone intai serang TB2. -RBS-

  Airspace Review  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...