Jumat, 30 Oktober 2026

TNI AU Terima Pesawat Hercules A1317

  Usai modernisasi di GMFGMF AeroAsia menyerahkan satu unit C-130 Hercules bernomor ekor A-1317 hasil modernisasi (Dispenau)

TNI Angkatan Udara melalui Grup 1 Angkut menerima kembali pesawat C-130H Hercules A-1317 usai menjalani modernisasi di PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia. Penyerahan dilaksanakan di Hanggar Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Kamis (29/10/2026).

Secara simbolis, VP SBU Defence PT GMF Aero Asia Rajesh Ferdinand Kusuma menyerahkan pesawat kepada Pusalpalhan Kemhan, untuk selanjutnya diserahkan kepada TNI AU yang diwakili Dangrup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, S.T., M.M., M.Han.

A-1317 menjadi pesawat kedua yang kembali setelah menjalani Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionics Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP).

Dalam sambutannya, Dangrup 1 Angkut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan atas program modernisasi C-130 Hercules serta PT GMF Aero Asia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Kerja sama ini menunjukkan pentingnya peran industri nasional dalam mendukung modernisasi alpalhankam di dalam negeri.

Dangrup juga menekankan bahwa modernisasi harus diikuti kemampuan satuan dalam menjaga dan memanfaatkan pesawat secara optimal. Untuk itu, Dangrup berpesan kepada jajaran Skadron Udara 32 agar mengemban tanggung jawab tersebut dengan profesionalisme, disiplin, serta mengutamakan keselamatan terbang dan kerja.

Selanjutnya, dalam sambutan tertulis Kapusalpalhan Baloghan Kemhan Marsma TNI Jon Keneddy Ginting, MMsgSud, QTC, yang dibacakan Kapuslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng., disampaikan bahwa modernisasi diperlukan karena C-130 Hercules telah mencapai usia operasional tinggi dalam menjadi tulang punggung mobilitas udara TNI. Program ini juga merupakan investasi strategis dalam pembangunan pertahanan negara.

Sementara itu, VP SBU Defence PT GMF Aero Asia menyampaikan bahwa modernisasi tersebut diproyeksikan memperpanjang usia struktur pesawat hingga 15–20 tahun, sekaligus meningkatkan keandalan dan kesiapan operasionalnya. Kepercayaan Kementerian Pertahanan menjadi motivasi bagi GMF untuk terus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri.
 

  ✈️  Koopsau  

Kamis, 29 Oktober 2026

Menhan Tinjau Pembuatan Kapal Perang Fregat, KSOT hingga Kapal Selam Scorpene

  👷 Di PT PAL, Surabaya KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL bersama LPD pesanan Filipina (Ist)

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau sejumlah proyek pembangunan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Kunjungan tersebut mencakup proyek kapal perang, kapal selam, hingga kendaraan nirawak untuk mendukung kebutuhan pertahanan maritim Indonesia.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, sejumlah proyek yang ditinjau Menhan antara lain pembangunan fregat Merah Putih, kapal selam Scorpene, kapal selam tanpa awak atau Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT), serta Unmanned Surface Vehicle (USV) atau kendaraan permukaan tanpa awak.

"Ada beberapa yang dilihat seperti pembangunan kapal Fregat Merah Putih, kemudian kapal selam Scorpene, kemudian ada lagi kapal selam tanpa awak atau KSOT, ada lagi pembangunan kapal USV dan lain-lain," katanya saat ditemui di KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/10/2026).

Ali menjelaskan, kunjungan Menhan tidak hanya dilakukan ke PT PAL Indonesia, tetapi juga ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan sejumlah industri pertahanan dalam negeri lainnya.

Menurut Ali, kunjungan tersebut dapat mendorong kinerja industri pertahanan nasional dalam mendukung modernisasi alutsista TNI.

Selain memantau proyek pembangunan kapal, Ali berharap kunjungan Sjafrie turut memperkuat komitmen PT PAL dalam mengerjakan retrofit atau peningkatan dan pembaruan sistem pada KRI Sriwijaya-100.

"Sekarang kegiatannya cukup padat PT PAL. Makanya kita menunggu kesiapan PT PAL untuk me-retrofit KRI Sriwijaya ini," ujar Ali.

Ali menilai kesiapan industri pertahanan dalam negeri menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista TNI AL. Karena itu, koordinasi antara TNI dan industri pertahanan diperlukan agar program pembangunan maupun peningkatan kemampuan kapal perang dapat berjalan sesuai kebutuhan. (cip)

  👷  Sindonews  

PT PAL dan Naval Group Jajaki Kerja Sama MRO Kapal Selam

   Retrofit kapal selam Nagapasa class Penjajakan kerjasama retrofit kapal selam Nagapasa class. (PAL)

PT PAL Indonesia (Persero) dan Naval Group menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki kerja sama Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) kapal selam. Penandatanganan berlangsung pada acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/10).

Penjajakan ini membuka peluang pengembangan kemampuan teknis PT PAL dalam menangani perbaikan dan pemeliharaan kapal selam, mulai dari penguasaan teknologi hingga peningkatan kompetensi insinyur dan teknisi. Lingkup kolaborasi selanjutnya akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pengguna dan kesepakatan kedua pihak.

PT PAL memiliki pengalaman dalam pekerjaan overhaul kapal selam, salah satunya pada KRI Cakra-401. Pekerjaan tersebut mencakup penanganan badan tekan, sistem mekanik dan elektrik, sensor, navigasi, hingga sistem persenjataan. Pengalaman ini menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan keahlian rekayasa dan kapasitas fasilitas dalam menangani kompleksitas pemeliharaan kapal selam.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia (Persero), Diana Rosa, mengatakan penguasaan kemampuan MRO kapal selam merupakan bagian penting dari upaya membangun kemandirian industri pertahanan nasional.

“Melalui kolaborasi dengan Naval Group, kami berharap dapat memperkuat keahlian teknis dan kompetensi SDM Indonesia, sehingga PT PAL semakin mampu mendukung kesiapan operasional TNI AL sekaligus membangun kemampuan pemeliharaan kapal selam di dalam negeri,” ujar Rosa.

Pengembangan kapabilitas MRO kapal selam membutuhkan kesinambungan dalam penguasaan teknologi, kesiapan fasilitas, dan peningkatan kompetensi tenaga ahli. Melalui kerja sama ini, PT PAL mendorong penguatan kapasitas industri nasional agar semakin mampu menangani kebutuhan pemeliharaan kapal selam di dalam negeri dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap dukungan luar negeri.

 Retrofit kapal selam Nagapasa class

PT PAL Indonesia (Persero) dan Naval Group menjajaki kerjasama retrofit kapal selam Nagapasa. Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya PT PAL Indonesia (Persero) mendukung kesiapan armada TNI Angkatan Laut melalui penguatan kolaborasi dengan mitra strategis.

   👷  PAL Indonesia  

Rabu, 28 Oktober 2026

Menhan Kunjungi PTDI

 🛩  Tinjau Progres Produksi dan Modernisasi Alutsista Kunjungan kerja Menhan RI ke PT DI di Bandung (PT DI)

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan & Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Letjen TNI Gabriel Lema, serta Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI, Laksda TNI Sri Yanto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI). Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan beserta jajaran Direksi, Wakil Komisaris Utama PTDI, Marsdya TNI (Purn.) Bagus Puruhito, Komisaris PTDI, Yusron Ihza, serta jajaran manajemen PTDI di Hanggar Final Assembly Line (FAL) Fixed Wing PTDI, Bandung.

Pada kesempatan ini, Menhan RI meninjau langsung perkembangan sejumlah program Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang tengah dikerjakan PTDI, meliputi program produksi, peningkatan sistem misi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat. Menhan RI dan rombongan mengawali kunjungannya dengan peninjauan pekerjaan upgrade mission system terhadap pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) milik TNI AL. Selanjutnya, Menhan RI juga meninjau proses produksi pesawat CN235-220 Military Transport (serial number N71) untuk end user TNI AL yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2027.

Agenda peninjauan berlanjut ke program modernisasi pesawat C-130 TNI Angkatan Udara (AU), serta pekerjaan rekondisi struktur dan pemeliharaan & perawatan (Harwat) 2 unit pesawat NC212-200 milik TNI AL. Dalam kesempatan yang sama, Menhan RI juga meninjau pekerjaan Service Life Extension Program (SLEP) dan avionics upgrade terhadap 3 unit pesawat CN235-100 milik Uni Emirat Arab (UAE Air Force) yang ditargetkan seluruhnya selesai pada akhir tahun 2027. Pekerjaan ini mencerminkan kapabilitas PTDI dalam memperpanjang usia pakai pesawat sekaligus meningkatkan kemampuan sistem avioniknya melalui program peningkatan dan modernisasi pesawat. Rangkaian peninjauan diakhiri di Hanggar FAL N219.

Kunjungan ini menegaskan peran strategis PTDI dalam mendukung pelaksanaan program Kemhan RI melalui pengembangan kapabilitas produksi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat militer. Berbagai program yang tengah berjalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri kedirgantaraan nasional dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista Indonesia, sekaligus mewujudkan kemandirian pertahanan nasional.

  🛩 PTDI  

Selasa, 27 Oktober 2026

Yonbekang 5/ARY Melaksanakan Latihan Muatan Gantung Helikopter

  Menggunakan helikopter Kamov  Penampakan helikopter Kamov yang digunakan penerbad (Skadron 31/AYC)

Yonbekang 5/ARY melaksanakan kegiatan latihan Mutunghel sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas pokok satuan.

Latihan tersebut dilaksanakan bersama dengan Skadron 31/AYC menggunakan Helikopter Kamov.

Melalui latihan yang terencana dan terukur, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin solid serta terwujud prajurit yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas.

  ✪ Yonbekang 5/ARY   
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...