Minggu, 24 September 2017

[Video] Dukung PT Pindad, Menhan Tinjau Produksi Medium Tank

Liputan AntaraTVPT Pindad kini tengah meproduksi turret medium tank, yang dikerjasamakan Pindad dengan Turki. untuk melihat progresnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun meninjau progres pembuatannya kemarin. Sebagai bentuk dukungan pemerintah atas hasil karya anak bangsa di bidang Alutsista.


Kedatangan Hull Kaplan Medium Tank di Jakarta

  Youtube  

[Video] Senjata Buatan Anak Bangsa, Tidak kalah Dengan Produk Asing

Liputan CNN Di bidang persenjataan, ada fenomena menarik yang tumbuh sejak 10 tahun terakhir, yaitu bermunculan perusahaan swasta yang memproduksi senjata, seperti bom, panser hingga senapan serbu.

Bahkan kualitas produk mereka pun tidak kalah dengan produksi asing, atau BUMN Industri Pertahanan.


  Youtube  

Anoa Amphibious Didesain untuk Melintasi Wilayah Pedalaman

Panser Anoa Amphibious (Pindad)

Panser Anoa Amphibious merupakan kendaraan tempur 6×6 produksi PT Pindad. Amphibious didesain untuk bisa melintasi wilayah NKRI khususnya di pedalaman.

Panser Anoa Amphibious merupakan pengembangan lebih lanjut dari kendaraan tempur 6×6 produksi PT Pindad (Persero).

Panser Amphibious adalah produk hasil penelitian dan pengembangan anak bangsa yang dibuat dengan memperhatikan kondisi geografis serta kontur bumi Indonesia yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan seperti sungai dan danau.

Panser Amphibious didesain untuk bisa melintasi wilayah NKRI khususnya di daerah pedalaman yang medannya sangat berat dan yang belum di tunjang oleh infrastruktur yang memadai seperti jalan dan jembatan, sehingga kendaraan harus bisa melintasi sungai dan danau.

Panser Amphibious dilengkapi propulsi dengan sistem hidrolik yang mampu bermanuver secara maksimal di air, dengan kecepatan 10 km per jam dan mampu membawa 10 orang personil.

   detik  

Sabtu, 23 September 2017

Ungkapan Panglima TNI Terkait Adanya Institusi Akan Beli 5000 Senjata

Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melontarkan pernyataan yang menggemparkan. Di hadapan para purnawirawan jenderal menyatakan, ada ada institusi non militer yang berupaya mendatangkan 5000 pucuk senjata secara ilegal, dan itu mencatut nama Presiden Jokowi.

Hal itu diungkapkan Gatot saat acara silaturahim dengan para purnawirawan jenderal TNI di aula Gatot Subroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017). Rekaman suara pernyataan ini pun beredar di media sosial. “Ada kelompok institusi yang akan beli 5000 pucuk senjata, bukan militer,” kata Panglima.

Dalam pertemuan dihadiri para senior jenderal (purn) TNI, seperti Menko Polhukam Wiranto yang juga mantan Panglima TNI, mantan Wapres RI Tri Sutrisno, Laksamana (purn) TNI Purn Widodo AS, Laksamana (purn) TNI Agus Suhartono. Selain itu hadir juga Prabowo Subianto, Sutiyoso, Agung Gumelar, hingga mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy.

Menurut Panglima, isntitusi tersebut mencatut nama Presiden Jokowi. “Memakai nama Presiden. Seolah-olah dari Presiden yang berbuat, padahal saya yakin itu bukan presiden. Informasi yang saya dapat kalau tidak A1 tidak akan saya sampaikan di sini,” ungkapnya.

Jenderal Gatot juga menegaskan, tidak boleh ada institusi di Indonesia yang memiliki senjata selain TNI dan Polri. “Dan polisi pun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank dan bisa menembak pesawat dan bisa menembak kapal, saya serbu kalau ada. Ini ketentuan,” ungkap Panglima.

   Poskota  

Wiranto Ingin Barter Sukhoi Selesai Desember

SU 35 Rusia [precise3Dmodeling]

Indonesia akan melakukan pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia dengan mekanisme imbal dagang. Setengah harganya bakal dibarter dengan hasil kebun Indonesia. Wiranto ingin agar proses perjanjian jual-beli selesai pada Desember 2017 nanti.

Masih dalam proses ini, mudah-mudahan Desember, ini kita juga bisa tandatangani untuk menambah armada Sukhoi Su-35 itu,” tutur Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan ini, di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Untuk langkah awal, nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Rusia sudah ada. Harga 11 pesawat tempur itu adalah US$ 1,14 miliar atau setara Rp 15,16 triliun dengan kurs Rp 13.300/US$.

Dalam Undang-undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan dan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2014 tentang Mekanisme Imbal Dagang, dalam kondisi seperti ini diatur, pihak penjual yakni Rusia harus setuju dengan skema imbal beli sebanyak 50 persen dari nilai kontrak. Artinya, 50 persen itu dibarter dengan hasil bumi Indonesia.

Tadi saya juga lapor Presiden (Joko Widodo) soal pembelian pesawat Sukhoi Su-35. Kita kan sudah berencana melengkapi alutsista kita, walaupun kemungkinan perang itu tipis, tetapi untuk menjaga wilayah kedaulatan maka kita perlu penguatan-penguatan alutsista,” kata Wiranto.

Syarat alih teknologi juga harus disetujui oleh Rusia. Indonesia harus diberi kesempatan membangun pabrik suku cadang Sukhoi, sehingga Indonesia bisa menjadi pusat pemasaran Sukhoi di wilayah Asia.

Kandungan lokal dalam Sukhoi juga diharuskan mencapai 85 persen dan bisa dicapai berangsur-angsur 10 persen selama lima tahun. Dan tentu saja, Rusia harus sepakat membarter Sukhoi dengan hasil bumi.

Jadi itu ya, banyak hal lagi yang kita persyaratkan untuk kita membeli. Dan mereka setuju ternyata. Kan mereka butuh,” kata Wiranto.

   detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...