Sabtu, 17 Oktober 2026

Helikopter VVIP/VIP TNI AU Touch and Go di Kapal Induk KRI Sriwijaya-100

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDGRcRnq36cYTg2ZW1rjm_ERrtVS6DhgWMttJy8eGl821jgVUycW2CJ4o0oinN2LfnKLoVvU8-qALJfsfjP5ONxd708l3NI-XwXC6MnKYcaSxw4j1UJ0VfH0i0lT6X7LIQ4KA6guOk-t2scjEdT0xe157NuzsM0Bgznb8PjPa6sfI9MLvcGzsbUDFSXTy4/s1200/IMG_0783.jpegHelikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026)(dok. Dispenal)

Helikopter VVIP/VIP TNI Angkatan Udara (AU) menjalani latihan take off landing di atas kapal induk TNI Angkatan Laut (AL), KRI Sriwijaya-100, di perairan Teluk Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Latihan tersebut merupakan bagian dari pelatihan penerbangan helikopter TNI AD dan TNI AU di atas platform KRI Sriwijaya-100. Memasuki hari keempat, seluruh rangkaian latihan berjalan aman dan lancar.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas antarmatra TNI.

 1. Tingkatkan interoperabilitas TNI

Yayan menjelaskan, pelatihan take off landing helikopter di atas platform kapal telah dilakukan jauh sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan jajaran TNI AL.

Menurut dia, latihan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan penerbang TNI dalam melaksanakan operasi menggunakan platform kapal.

"Pelatihan ini sebagai bentuk interoperabilitas TNI," ujar Yayan.

Berbagai materi diberikan dalam pelatihan tersebut untuk meningkatkan kesiapan penerbang dalam menghadapi situasi operasi di atas kapal.

 2. Ada latihan touch and go hingga full stop

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOkMKj4QkTRC8EW7coYnMEc3Tqiih6eTxTOp0tosfC6SigZC4M48yAlJibjx8Z2JRDAibAnhpAz9Xfw6Ky9p0vDBTXJHt6gB5IsRbtsNZ6I5a7I-ROW1F56xPEgXpR_UJPK6XgpxYvtYNdhyphenhyphenOs-SqQfeHmNtLc4rdemYnRTsXwh2YhelqW4jeQQtrenbEE/s1044/IMG_0784.webp
Sejumlah materi yang dilatihkan meliputi high recce, low recce, dummy approach, touch and go, hingga full stop.

High recce dan low recce merupakan tahapan pengenalan serta pendekatan terhadap area pendaratan dari ketinggian berbeda. Sementara dummy approach melatih penerbang melakukan pendekatan terhadap kapal tanpa melakukan pendaratan penuh.

Adapun touch and go dilakukan dengan menyentuhkan helikopter ke permukaan dek kapal sebelum kembali lepas landas. Sedangkan full stop merupakan latihan pendaratan penuh di atas platform kapal.

"Adapun pelatihan yang dilaksanakan antara lain, high recce, low recce, dummy approach, touch and go, full stop," kata Yayan.

 3. Sesuai arahan KSAL

Pelaksanaan latihan tersebut sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar interoperabilitas TNI terus ditingkatkan.

Peningkatan kemampuan interoperabilitas dinilai penting untuk menghadapi perkembangan karakter peperangan modern yang menuntut kemampuan antarmatra untuk beroperasi secara terpadu.

Latihan take off landing helikopter di KRI Sriwijaya-100 pun menjadi salah satu bentuk implementasi peningkatan kemampuan tersebut, khususnya dalam mengintegrasikan kemampuan penerbang dengan kapal perang sebagai platform operasi.

  ⍟   IDN Times    

Indonesia Pilih Diversifikasi Alutsista

  Mengurangi ketergantungan pada satu negara Penampakan helikopter Mi35M penerbad, Indonesia memilih berbagai alutsista dari berbagai negara (KERIS reborn)

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Jauhari mengatakan diversifikasi menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan pertahanan Indonesia pada satu negara.

Menurut Yusuf, langkah itu juga diarahkan untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.

“Diversifikasi saya kira menjadi suatu opsi buat kita sekarang ini. Karena dengan begitu kita juga berusaha mandiri dan tidak tergantung dengan satu negara,” kata Yusuf usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Oktober.

Ia mengakui diversifikasi membuat pengelolaan logistik menjadi lebih kompleks. Karena itu, industri pertahanan dalam negeri didorong ikut menopang pembangunan kekuatan TNI.

“Memang kompleksitas manajemen logistik menjadi ada. Tetapi kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud,” ujarnya.

Yusuf mengatakan penguatan industri pertahanan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan militer. Pemerintah juga ingin aktivitas industri ikut menggerakkan ekonomi serta memperluas pemanfaatan teknologi.

Menurut Yusuf, transfer dan penggunaan teknologi pertahanan dapat dikembangkan bersama kementerian lain untuk kebutuhan nonpertahanan, termasuk pemadam kebakaran.

Ia juga menyinggung perubahan karakter peperangan yang semakin dipengaruhi teknologi.

“Saya kira sekarang di era drone, AI. Kemudian perang dengan cara lebih murah,” katanya.

Menurut Yusuf, perkembangan tersebut perlu diperhitungkan agar kemampuan pertahanan dapat bertahan lebih lama dalam menjaga kedaulatan.

Ia mengatakan pemerintah akan mendorong seluruh industri pertahanan berkontribusi memperkuat TNI sekaligus menopang kebutuhan bangsa yang lebih luas.

  ✪ VOI  

Jumat, 16 Oktober 2026

PT PAL Perkuat Kemandirian Pertahanan Maritim

  Lewat kapal perang dan kapal selam modern
KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL bersama KSOT. (PAL)

PT PAL Indonesia (Persero) terus bergerak menuju kemandirian industri pertahanan melalui peningkatan kemampuan manufaktur, engineering, dan penguasaan teknologi.

Langkah tersebut tercermin dalam pembangunan Frigate Merah Putih KRI Balaputradewa-322 dan program kapal selam Scorpène bersama Naval Group.

Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia (Persero), Wiyono Komodjojo, mengatakan kedua program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses memperkuat kemampuan industri pertahanan maritim Indonesia.

Melalui program tersebut, PT PAL memperluas pengalaman dan kapasitas dalam manufaktur, rekayasa, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari produk yang dihasilkan. Kita juga perlu melihat peningkatan produktivitas, kapasitas industri, dan kemampuan nasional yang dapat digunakan untuk program berikutnya,” ujar Wiyono dalam forum persiapan rapat pleno Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di Jakarta, Selasa (6/10).

KRI BPD 322 kapal fregat pertama produksi PAL bersama LPD pesanan Filipina (Ist)

Menurut Wiyono, pembangunan alutsista perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses membangun kemampuan industri nasional. Setiap program pertahanan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan teknologi, kapasitas manufaktur, kemampuan engineering, dan kompetensi sumber daya manusia.

Dengan pendekatan tersebut, sambung dia, kemampuan yang dibangun melalui satu program dapat menjadi modal untuk mengerjakan program berikutnya. Proses ini secara bertahap membentuk kapasitas industri yang semakin kuat sekaligus memperdalam penguasaan teknologi di dalam negeri.

“Industri pertahanan perlu terus meningkatkan kapasitas produksi, kualitas sumber daya manusia, riset, dan penguasaan teknologi. Upaya itu membutuhkan ekosistem yang saling terhubung,” tambah Wiyono.

Karena itu, kemandirian industri pertahanan membutuhkan kebijakan yang konsisten dan investasi jangka panjang. Pengembangan riset, tenaga ahli, teknologi, dan industri pendukung juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap program memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan industri nasional.

Dalam forum tersebut, PT PAL hadir sebagai perwakilan industri pertahanan maritim dan memaparkan pengembangan teknologi serta kemampuan industri dalam negeri. Forum persiapan rapat pleno KKIP tersebut menjadi ruang untuk membahas penguatan ekosistem industri pertahanan nasional guna mendukung transformasi pertahanan berbasis teknologi.

  👷  Info Ekonomi  

Kamis, 15 Oktober 2026

Kemhan Dorong Penguatan Kerja Sama Teknik Militer dan Industri Pertahanan

  🤝 Pada ICoMTC 17 di Jakarta Penampakan helikopter Mi35M penerbad (KERIS reborn)

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Dirjen Pothan Kemhan RI), Laksamana Muda TNI Sri Yanto, mewakili Sekretaris Jenderal Kemhan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, secara resmi membuka Pertemuan Ke-17 Komisi Antarpemerintah Indonesia–Rusia Bidang Kerja Sama Teknik Militer (Intergovernmental Commission on Military-Technical Cooperation/MTC) di Kemhan RI, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Pertemuan ini merupakan forum bilateral strategis untuk mengevaluasi perkembangan kerja sama teknik militer kedua negara sekaligus membahas peluang penguatan kemitraan di bidang pertahanan dan industri pertahanan yang saling menguntungkan.

Dalam amanat Sekjen Kemhan yang dibacakan oleh Dirjen Pothan, ditegaskan bahwa Indonesia memberikan perhatian khusus pada pengembangan industri pertahanan nasional melalui peningkatan kemampuan teknologi, penguatan kapasitas industri, serta kemitraan internasional yang berkelanjutan.

“Indonesia memberikan perhatian khusus pada kerja sama industri yang berkontribusi terhadap pengembangan industri pertahanan nasional dan peningkatan kemampuan teknologi,” demikian disampaikan dalam amanat Sekjen Kemhan.

Lebih lanjut, Sekjen Kemhan menekankan pentingnya pengembangan kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga mencakup alih teknologi, produksi berlisensi, serta penguatan kemampuan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO). Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian industri pertahanan nasional dan keberlanjutan kesiapan operasional alutsista TNI.

Sementara itu, Deputy Director Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSMTC) Federasi Rusia, Mikhail Vladimirovich Petukhov, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Indonesia serta menegaskan komitmen Rusia untuk terus mengembangkan hubungan kerja sama teknik militer yang memiliki akar sejarah panjang.

“Saya yakin pertemuan hari ini akan berlangsung produktif dan memberikan dorongan bagi penguatan lebih lanjut kerja sama teknik militer yang saling menguntungkan antara kedua negara,” ungkap Mikhail.

Pertemuan MTC Ke-17 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 ini mengagendakan pembahasan antarlembaga pemerintah dan jajaran TNI, pemaparan perkembangan kerja sama teknik militer, serta pertemuan bisnis antarpelaku industri pertahanan Indonesia dan Rusia.

Rangkaian kegiatan dihari pertama kemudian dilanjutkan dengan acara jamuan makan malam (dinner). Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pothan menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh delegasi Rusia dan mengharapkan pertemuan ini dapat semakin mempererat ikatan persahabatan kedua negara. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

  ✪ Kemhan   

Rabu, 14 Oktober 2026

TNI AL Uji Meriam KRI Raja Haji Fisabilillah di Teluk Semangka 14-15 Oktober

💥  Nelayan Diimbau MenjauhOPV 98 KRI RHF 391 (Ist)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) akan menggelar latihan penembakan meriam kaliber 76 mm dan 40 mm menggunakan KRI Raja Haji Fisabilillah-391 di perairan Teluk Semangka, Lampung, pada 14-15 Oktober 2026.

Latihan live firing test tersebut dilakukan untuk menguji sistem persenjataan kapal perang jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) berukuran 90 meter tersebut.

Komandan Satgas FFBNW OPV, Teguh Rumiyarto, mengimbau nelayan dan masyarakat maritim agar tidak mendekati lokasi latihan selama kegiatan berlangsung.

“Imbauan untuk nelayan bahwa besok dan Kamis ada pelatihan TNI di tengah laut. Jadi, diimbau untuk nelayan jangan mendekati lokasi tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan surat pemberitahuan Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan melalui Satgas FFBNW OPV, latihan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 14-15 Oktober 2026.

Masyarakat dan pengguna laut di sekitar perairan Teluk Semangka, termasuk kawasan Teluk Kiluan, diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area latihan demi keselamatan pelayaran.

Mereka juga diimbau mematuhi pemberitahuan serta arahan dari pihak berwenang.

Pemberitahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat nelayan setempat agar mereka dapat menghindari lokasi latihan selama kegiatan berlangsung.
 

  ⚓
Lampung Geh News  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...