Selasa, 09 Juni 2026

Kemhan Bahas Kembangkan Mineral Strategis

  Untuk Mendukung Industri Pertahanan Nasional (Kemhan)
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan bersama Badan Industri Mineral (BIM) guna membahas perkembangan rencana eksplorasi dan hilirisasi Logam Tanah Jarang (LTJ) serta mineral strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung industri pertahanan nasional. Pertemuan berlangsung di Kantor BP BUMN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai langkah pengembangan sumber daya mineral strategis nasional, termasuk potensi pemanfaatan Logam Tanah Jarang sebagai bahan baku penting bagi industri berteknologi tinggi dan sektor strategis.

Selain itu, dibahas pula upaya penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dalam negeri serta mendukung kemandirian industri nasional.

Pembahasan ini sejalan dengan pembentukan Badan Industri Mineral (BIM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2025 tentang Badan Industri Mineral. Berdasarkan Pasal 7 peraturan tersebut, BIM memiliki Dewan Pengarah yang terdiri atas Menteri Pertahanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara sebagai unsur pengarah dalam pelaksanaan tugas dan fungsi badan.

Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pengembangan mineral strategis nasional diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri, mendukung kebutuhan sektor strategis, serta mendorong terwujudnya kemandirian bangsa dalam pengelolaan sumber daya mineral yang bernilai tinggi. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

  💥 
Kemhan  

Dislitbangau Akan Kembangkan Bom BNL-1000

  Setelah Sukses Kembangkan Bom BNT-250 Ilustrasi BNT-250, Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (Sari Bahari)

PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yang terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yang selanjutnya.

  💣 
Dislitbangau  

Senin, 08 Juni 2026

Indonesia Minati Rudal Pertahanan M-SAM II Korea

 Menerbitkan Letter of Intent (LOI) untuk Sistem Rudal MSAM-II Rudal M-SAM Korea (Defence)

Badan Logistik Pertahanan Indonesia telah menerbitkan surat pernyataan niat atau Letter of Intent (LOI) kepada LIG Defense & Aerospace untuk pengadaan sistem pertahanan udara MSAM-II (rudal permukaan-ke-udara jarak menengah).

LOI tertanggal 18 Mei 2026 tersebut diberikan kepada Janes oleh sumber industri. Surat tersebut menandakan niat Indonesia untuk melakukan pengadaan langsung MSAM-II guna memperkuat arsitektur pertahanan udara nasionalnya.

Surat tersebut menetapkan pengadaan dua baterai dalam konfigurasi operasional penuh, termasuk stasiun kontrol penembakan, radar multifungsi, sistem peluncuran vertikal, dan kendaraan pemuat rudal.

LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berdasarkan tonggak pencapaian, yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

MSAM-II, juga dikenal sebagai Cheongung II, adalah sistem rudal permukaan-ke-udara semi-mobile yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan dan diproduksi oleh LIG Defense & Aerospace.

Sistem ini berbasis pada platform KIA Military Vehicles KM1500 8×8 dan dilengkapi dengan rudal Cheongung.

Setiap baterai biasanya terdiri dari empat hingga enam kendaraan pengangkut-pemasang-peluncur, kendaraan radar multifungsi, pusat kendali tembakan, pengangkut ulang, dan kendaraan pembangkit listrik.

Rudal Cheongung memiliki panduan radar pelacak aktif, motor roket propelan padat satu tahap, dan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi yang dipicu oleh sumbu jarak dekat.

Jangkauan maksimum sistem diperkirakan mencapai 40 km, dengan ketinggian serangan hingga 20 km.

LOI juga menyerukan pelatihan, dukungan logistik terintegrasi, suku cadang, peralatan pendukung darat, dokumentasi teknis, dan paket offset dan transfer teknologi.

  🚀 
Jane’s  

Batam Sambut Delegasi Militer 19 Negara

 Intip Industri Galangan Kapal Nasional https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1UCNN7HPJU9LXLNSAWdqzQXtFQUZDwRkrtJZPl3hPt-pXc9-TijEGg1vq5d2ebRyfeX7Up7-G7mjmx8oU_uIEVeCkMncUF_UFeVQNjEZJyQM9zIbe1V6uN2uIXPcjg5PkzEaaJaBo0DFPONnqFIJVzlW_mpZLtRYsPfkUFp2qr39p6ckSB2tbjEDaWsw/s1280/FB_IMG_1776743894473.jpgIlustrasi Galangan kapal di Batam (Aselsan)

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota (Walkot) Batam Li Claudia Chandra menerima kunjungan kehormatan 22 atase pertahanan yang berasal dari 19 negara sahabat dalam rangkaian Defence Attache Tour 2026 di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan itu menjadi momentum untuk mengenalkan posisi strategis Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, pusat investasi, serta wilayah perbatasan yang berperan penting dalam mendukung stabilitas dan kerja sama.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu juga merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan perkembangan industri pertahanan nasional, khususnya sektor galangan kapal.

Adapun negara yang berpartisipasi adalah Rusia, Brunei Darussalam, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Kenya, Laos, Pakistan, Jepang, Myanmar, Jerman, Polandia, Uni Emirat Arab, Serbia, China, Yordania, Australia, dan Maroko. Li Claudia Chandra pun mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai salah satu tujuan kunjungan para atase pertahanan negara sahabat.

Li Claudia menjelaskan, Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Kondisi tersebut menjadikan aspek keamanan sebagai faktor penting dalam mendukung pertumbuhan investasi dan pembangunan daerah.

 Stabilitas dan keamanan kawasan

Kepala Delegasi Kemenhan Troy Hutagalung mengatakan, pihaknya mendampingi 22 atase pertahanan dari 19 negara sahabat yang mengikuti program tersebut.

Troy menjelaskan, para atase pertahanan memiliki peran penting sebagai mitra bilateral dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Oleh karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara. (ADV)

   Kompas  

Minggu, 07 Juni 2026

Delegasi Dewan Pertahanan Nasional Kunjungi Airbase AFB 123 Di Orléans Bricy Prancis

  Pelajari Sistem MRO Terintegrasi A (DPN)
Sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan dan kerja sama di bidang pertahanan, Delegasi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) mengunjungi Airbase AFB 123 Orléans–Bricy, Prancis, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi tim DPN untuk melihat angsung bagaimana Angkatan Udara Prancis mengelola sistem Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terintegrasi untuk armada pesawat angkut A400M, yang dikenal dengan kemampuan misi jarak jauh dan mobilitas tinggi.

Dalam sesi kunjungan, delegasi yang dipimpin oleh Deputi Geoekonomi DPN, Dr. Yayat Ruyat, M.Eng., disambut hangat oleh jajaran Airbase dan mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sistem pemeliharaan berbasis teknologi serta kemitraan antara militer Prancis dan Airbus Defence & Space.

Melalui kunjungan ini, DPN berharap dapat mengambil pembelajaran penting dari praktik terbaik yang diterapkan Prancis dalam memastikan kesiapan operasional armadanya.

Pendekatan MRO yang terpusat dan kolaboratif dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia sebagai langkah meningkatkan efisiensi dan kemandirian dalam pemeliharaan alutsista.

Selain memperkuat hubungan diplomatik di sektor pertahanan, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama baru, terutama dalam aspek pengembangan industri dan transfer teknologi antara kedua negara.

  🤝 
DPN  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...