Selasa, 17 Juli 2012

Batalyon Kavaleri-2/Tank Ambarawa Gelar Latihan Tempur

http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/402868_248400011930125_20809044_n.jpgAmbarawa - Enam peleton pasukan atau setingkat 180 prajurit dari Batalyon Kavaleri-2/tank Ambarawa, sibuk mempersiapkan kendaraan tank bermeriam sebagai alat tempurnya dan angkut personil yang akan diberangkatkan ke medan pertempuran atau perang di kawasan Tambakboyo, Ambarawa.

Beberapa kendaraan tank tempur dengan ditutupi dedaunan sebagai kamuflase agar tidak terlihat oleh kawanan musuh dan Prajurit yang bersenjata lengkap dengan wajah yang penuh dengan coretan khas TNI, langsung mengambil senjata dan perangkat tempur militer yang langsung menuju ke dalam tank, dengan dikawal prajurit Yonkav (Batalyon Kavaleri-2/tank) yang biasa di sebut Turangga seta, Prajurit itu siap merangsek masuk-masuk untuk menyergap musuhnya yang hendak melakukan penyerbuan terhadap markas Batalyon Kavaleri.

Rangkaian pertempuran diatas hanyalah simulasi perang saja, dan dibuat hampir mirip dengan pertempuran dimedan yang sebenarnya, hal ini sengaja dibuat untuk menguji kemampuan teknik pertempuran masing -masing pleton, yang dilakukan dilapangan Markas Batalyon Kavaleri-2/tank Ambarawa yang dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Batalyon Kavaleri-2 tank Mayor Kav Adrian.

Menurut Andrian, simulasi perang yang diberi label Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Peleton Tahun Anggaran 2012 tersebut adalah tindak lanjut dari pelatihan tempur sebelumnya. Hasil latihan para prajurit yang sudah dilatih dalam kegiatan sebelumnya diuji untuk mengetahui kesiapan prajurit dalam satuan peleton menghadapi peperangan.

“Rencananya dalam UST Peleton ini akan diselenggarakan selama 4 hari dan melibatkan 6 peleton serta 24 kendaraan tempur. Tujuannya untuk menguji kesiapan masing-masing peleton. Materinya teknis dan taktis peperangan mulai dari wilayah kumpul (markas) sampai sasaran. Jadi kita gunakan simulasi peperangan sebenarnya, namun hanya menggunakan amunisi hampa. Ada reward bagi pleton yang juara,” ungkap Andrian usai upacara pembukaan UST Tingkat Peleton TA. 2012.

Meskipun pertempuran ini bukan pertempuran yang sesungguhnya, para prajurit tampak serius dalam melakukannya, pasalnya bagi tim yang yang memenangkan pertempuran ini akan mendapatkan penghargaan dari Wakil Komandan Batalyon Kavaleri-2 tank, hal ini dilakukan untuk melatih secara fisik, teknik dan kerjasama antar prajurit dimedan pertempuran. (wbs/bye)
Sumber : Kabar 17

650 Satgas Perbatasan Dikirim ke Papua

MAKASSAR – Sebanyak 650 anggota TNI dari Batalyon 721/- Makkasau diberangkatkan dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar menuju Papua untuk menjaga perbatasan dengan Papua Nugini.

Pelepasan dilakukan oleh Ketua DPRD Sulsel Moh Roem digelar di Terminal Peti Kemas Soekarno-Hatta, kemarin. Di atas KRI sepanjang 123 meter ini, anggota Batalyon Makkasau bergabung dengan Batalyon 121/Macan Kumbang Kodam I/Bukit Barisan.Kedua batalyon ini akan ditempatkan di sepanjang perbatasan di Kabupaten Merauke.

Disaat bersamaan di Pelabuhan Soekarno-Hatta, juga sandar KRI Tanjung Kambani (971) yang mengangkut pasukan TNI dari Batalyon 144/Jaya Yuda Bengkulu dan Batalyon 408/Subhrasta Sragen,Jawa Tengah. Kedua batalyon ini akan ditempatkan di bagian utara perbatasan RI-Papua Nugini sekitar Jayapura. Kedua kapal perang ini diperkirakan baru sampai di perbatasan dalam satu bulan kedepan. Mereka cukup lama baru sampai di Papua karena dalam pelayaran, juga berpatroli menjaga pulau-pulau terluar Indonesia.

Panglima Kodam VII Mayjen TNI M Nizam mengemukakan para prajurit akan berada di perbatasan selama enam bulan menggantikan pasukan TNI yang sebelumnya berjaga di sana. Khusus untuk anggota Batalyon Makkassau akan beroperasi di perbatasan selatan yakni Kabupaten Merauke. “Untuk pengamanan perbatasan, namun tidak hanya menjaga patok-patok perbatasan tetapi berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ucapnya.

Sementara, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem dalam sambutannya mengingatkan kepada anggota TNI dalam penugasannya selalu dekat masyarat. Roem juga menyampaikan rasa bangga ada tugas mulia TNI dalam pengamanan perbatasan, menjaga pelintas batas,serta membantu masyarakat dan meningkatkan wawasan kebangsaan.

Selama bertugas di perbatasan, lima kompi anggota Batalyon Makkasau akan dipimpin Letkol Inf Eron FS yang bertindak sebagai komandan upacara saat pelepasan. Ini adalah pengalaman ketiga Eron setelah dua kali berpartisipasi dalam operasi TNI di Timor-Timor yang sekarang jadi Timor Leste. “Disana kami melakukan patrol pengaman perbatasan, melaksana pembinaan territorial, bakti sosial,kesehatan pada masyarat,beternak dan bertani,” ujar Eron. ? supyan umar
Sumber : Seputar Indonesia

Menhan Menerima Kunjungan Commander of US Pacific Fleet

http://www.dmc.kemhan.go.id/images/stories/160712%20menhan%20terima%20commander%20us%20pacific%20fleet.jpgJakarta: Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Senin (16/7) menerima kunjungan Commander of US Pacific Fleet, Admiral Cecil Haney, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, di bicarakan beberapa isu-isu yang berkembang seputar keamanan maritim di wilayah regional Asean dan Asia Pasifik, seperti Selat Malaka dan wilayah Laut Cina Selatan. Menhan menyampaikan TNI AL beserta lembaga terkait yang ada di pemerintahan Indonesia lainnya sangatlah berperan penting untuk mengamankan teritorial wilayah Indonesia yang sebagian besar terdiri dari lautan.

Ditambahkan Menhan fungsi pengamanan maritim ini juga sangat penting diwilayah-wilayah perairan yang menjadi jalur ekonomi dan perdagangan laut internasional seperti di Selat Malaka.

Menurut Menhan terkait pengamanan maritim yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia bersama negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand di wilayah Selat Malaka sangatlah efektif dan optimal. Selain itu pengamanan maritim yang dilakukan ini juga tidak terlepas dari adanya kontribusi dari pihak Amerika dengan pemberian bantuan berupa alat radar pengawasan laut atau Integrated Maritime Surveillance System.

Hal ini ditandai dengan menurunnya tindakan kejahatan seperti perompakan laut baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

Menhan juga pada kesempatan pertemuan tersebut menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan kepada Pemerintah Amerika atas kerjasama dan dukungan kontribusi yang telah dijalin selama ini.

Sementara itu Admiral Cecil Haney juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada beberapa kapal perang Amerika yang berkunjung ke Indonesia untuk menjalin kerjasama ataupun latihan bersama dengan TNI Angkatan Laut.

Pada kesempatan tersebut Menhan didampingi Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Puguh Santoso, Dirjen Kuathan Kemhan Laksda TNI Bambang Suwarto dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin.
Sumber: DMC

DPR: Latihan Militer Australia-AS Jangan Ganggu Stabilitas di Papua

http://img.okeinfo.net/content/2012/07/16/337/664016/wmDFEdUrt4.jpg
Ilustrasi (Foto: daylife)
JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Sidiq hari ini bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr. Mahfud menjelaskan bahwa salah satu materi pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah tentang kondisi terkini terkait keamanan di Papua.

"Dia sudah bicara ke publik dan parlemen Australia, karena ada Partai Hijau yang masih nyaring soal Papua, bahwa Australia commetted terhadap Lombok treaty yaitu menghormati kedaulatan Indonesia termasuk terhadap persoalan Papua, tidak akan intervensi dan tidak akan menjadikan isu Papua menjadi isu yang transaksional," jelasnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Senin (16/7/2012).

Dalam pertemuan tersebut, Mahfudz juga menegaskan bahwa masih berkembang pandangan yang mengkhawatirkan terkait peningkatan kerjasama Australia dengan Amerika Serikat di bidang militer dengan penempatan pasukan Marinir Amerika di Australia.

"Kita menegaskan bahwa kita menghormati hak Australia dan Amerika yang memang beraliansi untuk melakukan peningkatan kerjasama militer, tetapi itu sudah cukup menganggu stabilitas di kawasan," imbuhnya.

Namun Australia beralasan bahwa peningkatan kerjasama antara Australia dengan Amerika hanya akan lebih fokus pada latihan bersama dan juga untuk penanggulangan bencana. Kendati demikian, kerjasama tersebut hendaknya juga lebih mengutamakan kepentingan kawasan (Papua) ketimbang kepentingan Amerika.

Untuk itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap agar kerjasama yang dilakukan oleh Australia dan Amerika tersebut tidak berdampak pada masuknya intervensi asing di bumi Cenderawasih tersebut.

"Tadi kita juga menanyakan apakah mungkin pangkalan Marinir Amerika suatu waktu bisa digunakan untuk mengamankan kepentingan Amerika di Papua. Secara diplomasi dikatakan itu tidak, karena itu hanya dalam konteks kerjasama militer Amerika dan Australia. Tetapi pesan ini sudah kita sampaikan," paparnya.(lam)
Sumber : Okezone

Kapolri: Perampok BRI Yogya tak Bawa Bom

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/tim-gegana-mengamankan-paket-yang-diduga-bom-di-bri-_120717105222-658.jpgREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Polisi RI Jenderal Timur Pradopo menegaskan bungkusan plastik hitam yang diduga bom dalam perampokan di Yogya Senin (16/7) kemarin bukanlah bom. Timur mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Memang ditemukan mirip dengan bom, tapi hasil sementara itu bukan bom," ujarnya kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Persiapan Operasi Ketupat 2012 di Mabes Polri, Selasa (17/7).

Saat disinggung apakah peristiwa tersebut terkait dengan aksi terorisme, ia menolak berkomentar lebih jauh. Lebih lanjut ia berharap agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh.

Diwawancarai secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar mengatakan bungkusan plastik yang dilempar perampok itu tidak berisi unsur bahan peledak.

"Motif perampokan murni untuk menakut-nakuti korbannya agar terlihat seolah-olah ia membawa bom," katanya.

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta hingga kini terus memburu pelaku. Boy mengatakan pelaku memiliki ciri-ciri rambut ikal, kulit putih, mengenakan jaket dan masker hitam dan mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm.

Sebelumnya, seorang pria berhasil menggondol uang sebesar Rp155 juta dari Bank BRI Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Yogyakarta sekitar pukul 07.50, Senin (16/7). Pelaku meninggalkan bungkusan yang dia sebut bom untuk menakuti pegawai dan pengunjung bank.

Sumber : Republika
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...