Kamis, 30 Agustus 2012

Panser Uzur Kikavser Wori Akan Diganti

MANADO — Sejumlah persenjataan milik TNI Angkatan Darat (AD) di Sulut mendapat perhatian khusus dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. Terbukti saat melakukan kunjungan ke daerah ini kemarin, Kasad mengungkapkan akan mengganti sejumlah kendaraan perang, yang sudah uzur di jajaran korps TNI AD di Sulut.

Menurutnya, penggantian panser, jenis Saladin dan Ferret buatan Inggris yang sudah berumur milik Kikavser BS di Wori sudah direncanakan. “Akan diganti dengan Panser Anoa buatan Pindad. Dan itu (Anoa) sudah memenuhi standar mutu internasional dan bisa digunakan sebagai kendaraan tempur perdamaian PBB,” ungkapnya.

Kedatangan orang nomor satu TNI-AD ini juga untuk mengecek kesiapan prajurit jajaran Korem 131/Santiago. Terutama dalam menjaga kedaulatan NKRI serta membina ketahanan wilayah dalam kerangka sistem pertahanan semesta.

Pada tatap muka dengan prajurit Korem 131/Santiago di Markas Batalyon 712/Wiratama di Kelurahan Teling Atas itu, Kasad menegaskan bahwa Pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), merupakan prioritas utama TNI-AD. “Saya tetap berupaya keras untuk memperbaharui Alutsista parjurit TNI-AD dengan peralatan terbaik agar prajurit dapat mengeluarkan kemampuan optimal sebagai prajurit profesional,” tegas lulusan Akabri 1980.

Ia mengatakan, tidak akan mundur jika menghadapi pihak-pihak yang tidak inginkan TNI-AD kuat dan disegani. “Saya juga tak ragu-ragu menolak Alutsista yang ditawarkan berbagai rekan serta broker yang mengutamakan keuntungan semata,” tekannya.

Lanjut jenderal bintang empat ini, ia pernah menolak Alutsista seperti rudal anti pesawat dan meriam, karena saat diuji tidak efektif dan tidak sesuai dengan karateristik pola tempur. “Saya lebih menyukai Alutsista dalam negeri buatan PT Pindad, sebab sudah teruji keandalannya. Seperti senapan serbu SS-1 dan 2 (buatan Pindad) yang terbukti sering menjuarai lomba menembak antar tentara dunia,” beber Kasad, yang pernah bertugas di Kopassus sejak pangkat Letnan Dua sampai Kolonel.

Terkait dengan upaya TNI-AD dalam membeli 100 tank Leopard dalam memenuhi kebutuhan dua batalyon tank tempur yang dihalangi-halangi berbagai pihak, Wibowo menuturkan pengadaan ini sangat dibutuhkan dalam memodernisasi Alutsista dan meningkatkan daya tempur prajurit.

“Kebutuhan 100 (tank) Leopard sudah melalui kajian penelitan mendalam Dislitbangad (Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI-AD),” tutup Wibowo yang pernah menjadi ajudan eks Presiden Megawati Soekarnoputri. Informasi didapat, Wibowo sangat berpeluang sebagai calon Panglima TNI karena sikap profesionalitasnya.(tr-06/ras)
(Manado Post)

Menhan Kunjungi Pabrik Parasut di Katapang

GPS-Guided Parachutes
Ilustrasi Parasut GPS (Armedforces)
SOREANG, - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro, mengunjungi pabrik parasut yang dibuat oleh PT Langit Biru Parasut di Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/8/12).

Menurut dia, di Indonesia hanya ada dua pabrik yang khusus memproduksi parasut. Pertama di Katapang Kabupaten Bandung dan satu lagi di Tulungagung, Jawa Timur. Dari kualitas dan kapasitas kekuatan produksinya, Menhan merasa optimistis.

"Indonesia bisa menjadi salah satu produsen alat-alat militer. Apalagi kebutuhan parasut untuk militer dalam negeri bisa dipenuhi oleh kedua produsen tersebut," ujarnya.

"Kami berniat mempromosikan peralatan militer yang diproduksi di Indonesia. Seperti parasut ini, paling tidak bisa dipromosikan kepada negara-negara di Asia," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, yang datang bersama rombongan Komite Kebijakan Industri Pertahan (KKIP) usai menghadiri hari kebangkitan teknologi di Gedung Merdeka Bandung pada Kamis (30/8) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan sangat tertarik melihat para karyawan yang rata-rata tenaga ahli dibidangnya itu bekerja di pabrik parasut tersebut.

Terlebih, di pabrik tersebut, kini tengah mengembangkan parasut tanpa awak yang hanya dikendalikan menggunakan GPS. Parasut tanpa awak ini, diperuntukan sebagai alat angkut amunisi, cadangan makanan. Parasut tanpa awak ini memikiki kapasitas angkut hingga 250 kilogram.

"Dalam kebangkitan teknologi Nasional ini, saya berharap dan memiliki keyakinan, bahwa industri pertahanan Indonesia juga bisa lebih maju dan berkembang. Sehingga, selain bisa di ekspor juga dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap produk alat pertahanan dari luar negeri,"katanya. (CA-08/A-88)***(Pikiran Rakyat)

 Parasut Katapang Bakal Melanglang Buana

Parasut Katapang Bakal Melanglang Buana
SECARA saksama dan perlahan, seorang perempuan memegang kain panjang berwarna kehijauan di atas meja. Kain itu dihunjami jarum mesin jahit, yang gerakannya diatur dua kaki perempuan berambut panjang tersebut. Ia mengaku, dalam satu hari, ia bisa menyelesaikan jahitan tiga sampai lima kain panjang yang terbuat dari parasut itu.

Bukan sembarang kain parasut. Namun, parasut ini merupakan parasut yang biasa digunakan para penerjun, khususnya kalangan tentara nasional Indonesia, baik angkatan darat, angkatan udara, maupun angkatan laut. Hanya ada dua pabrik parasut di Indonesia, yaitu di Kabupaten Bandung dan Tulungagung.

Kamis (30/8/2012) siang, Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, meninjau pabrik parasut PT Langit Biru Parasut di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Pabrik ini baru beroperasi sekitar dua tahun. Tidak seperti pabrik-pabrik kain lainnya, pabrik parasut ini tampak bersih baik di luar maupun di dalam ruangan. Bahkan di dalam, hamparan karpet biru melindungi kaki dari debu lantai.

Purnomo mengatakan, dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, pihaknya juga menyerahkan cetak biru industri pertahanan Indonesia. Tidak hanya peralatan utama sistem pertahanan (alutsista), tetapi juga alat-alat di luar alutsista.

"Saya juga ingin langsung melihat industri pertahanan, di antaranya PT Langit Biru. Ini termasuk industri pertahanan dan saya juga mengajak Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)," katanya seusai keliling melihat produk PT Langit Biru Parasut.

Menurut dia, perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ini begitu tepat dilakukan di Bandung. Di kota ini banyak industri alutsista dan nonalutsista, seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (DI), dan PT Langit Biru Parasut.

Selain melakukan perayaan, Menhan juga ingin melihat standar kualitas produk industri tersebut. "Nanti kalau sudah mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah akan mendukung dan mendorong dilakukannya ekspor produk-produk ini. Sekarang untuk alutsista kan sudah ada yang diekspor, seperti ke Timor Leste dan Filipina. Kami dorong ekspor industri pertahanan," ujarnya.

Untuk produk parasut sendiri saat ini sudah dilakukan penjajakan ekspor, terutama di Asia Tenggara. Setelah mencakup Asia, pasar baru akan diperluas dengan ekspansi ke seluruh dunia. Ekspor ini rencananya baru akan dilakukan setelah peluncuran dan sertifikasi pameran-pameran produk industri pertahanan di dunia.

"Pada November nanti ada Indonesia Defense. Ini ajang untuk memperkenalkan produk industri pertahanan Indonesia, baik itu yang alutsista maupun yang nonalutsista. Ini juga sekaligus wadah untuk promosi. Untuk parasut, kualitasnya sudah bagus. Pada tahap pertama anggaran tahun ini sudah digunakan 216 unit," kata Purnomo.

Industri pertahanan bukan sekadar pemikiran untuk menciptakan senjata atau peralatan militer mutakhir. Namun pada prinsipnya, industri pertahanan mendukung perekonomian nasional karena membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan produk yang bisa bersaing dengan negara lain.

Asisten Perencanaan Kasad, Mayor Jendral TNI Dicky W Usman, mengatakan, pihaknya sedang melakukan riset untuk mencari bahan parasut antiinframerah. Bahan itu diperlukan agar tidak bisa dimonitor dari luar atau radar musuh dan ditembus cahaya inframerah. "Mudah-mudahan litbang kami punya yang terbaik," katanya.(*)(Tribunnews)

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

 Densus 88 Ringkus Terduga Teroris di Arcamanik

Mawan Diduga Terkait Pendanaan TerorismePetugas menjaga kediaman Mawan Kurniawan yang diamankan oleh Densus 88 terduga teroris di Cluster Pawenang Jl. Pawenang 2 No. A3, kelurahan Cisaranten Bina Harapan Kecamatan Arcamanik, Bandung, sekitar pukul 09.00, Kamis (30/8/2012)

BANDUNG - Densus 88 menangkap terduga teroris Mawan Kurniawan (31) di Cluster Pawenang Jalan Pawenang 2 No. A3, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Bandung. sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (30/8/2012). 

"Dia (Mawan) sudah diamankan sekitar pukul 9 tadi di jalan saat hendak ke tempat kerja di Jalan Golf. Densus ke rumahnya, sekitar pukul 2 untuk mengamankan beberapa barang bukti," ujar Kapolsek Arcamanik, Kompol Adi Purnama di lokasi kejadian, Kamis (30/8/2012). (dic)

 Warga Kaget Mawan Diciduk Densus 88

Warga di kawasan Cluster Pawenang, Arcamanik, Bandung geger saat Densus 88 Anti Teror menggerebek kediaman Mawan Kurniawan, terduga teroris, Kamis (30/8/2012).

Tiga orang warga sempat diikutsertakan dalam penggeledahan dan pengambilan sejumlah barang milik Mawan. Di rumah minimalis Cluster Pawenang Jalan Pawenang 2 No A3, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Bandung tersebut Densus 88 Anti Teror membawa beberapa barang bukti milik Mawan.

"Saya, sama Pak Fajar, dan Pak Cepi tadi yang ikut melihat pengambilan beberapa barang milik Mawan. Sempat diperlihatkan surat perintah penangkapan Mawan. Ada kop surat Detasemen Khusus Anti Teror 88 di kiri atasnya. Ditandatangani. Kita kaget aja. Ada apa ini," ujar Ade Jauhari (37), Sekretaris Forum Warga Cluster Pawenang di lokasi kejadian.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris Mawan Kurniawan (31) sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (30/8/2012). Mawan diketahui sebagai salah seorang yang piawai dalam bidang IT. Belum diketahui terkait teroris Depok, Yogya, atau jaringan mana. (dic)

 Mawan Terduga Teroris Dikenal Sebagai Programer Andal

Marwan Terduga Teroris Dikenal Sebagai Programer Andal
Mawan Kurniawan, terduga teroris kerap bekerja di pojok kanan (dekat pintu). Densus 88 mengambil CPU dan sejumlah kertas serta brosur dari meja kerja Mawan.

Pimpinan perusahaan tempat Mawan Kurniawan (31) bekerja CV Jaga Data Informatika mengungkapkan, terduga teroris adalah seorang programer server windows andal. Karyawan perusahaan khusus software yang berada di kawasan Jalan Golf, Bandung tersebut kaget saat Densus 88 datang dan mengambil beberapa barang milik Mawan.

"Kalau dia tidak terbukti bersalah. Tetap bekerja di sini, tenaga masih dibutuhkan. Mawan programer yang andal. Kalau misalnya terbukti, apa yang bisa kita lakukan. Mengikuti proses hukum saja. Mau enggak mau kita harus siap," ujar Priyatna (35), Pimpinan sekaligus Pemilik CV Jaga Data Informatika di ruang kerjanya, Kamis (30/8/2012).

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris Mawan Kurniawan (31) sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (30/8/2012). Mawan diketahui sebagai salah seorang yang piawai dalam bidang IT. Belum diketahui terkait jaringan teroris Depok, Yogya, atau jaringan mana. (dic)

 Mawan Diduga Terkait Pendanaan Terorisme

Mawan Kurniawan terduga teroris yang bekerja di CV Jaga Data Informatika yang berhasil dibekuk Densus 88 Anti-Teror Polri, Kamis (30/8/2012) di Arcamanik, Bandung sudah dibawa ke Jakarta sekitar pukul 14.45 WIB.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Anang Iskandar membenarkan adanya penangkapan dan penggeledahan disejumlah tempat yang diduga menjadi tempat Mawan untuk menghimpun dana bagi aksi teror.

"Kamis 30 Agustus 2012 sekitar pukul 08.30 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap MK oleh Densus 88 Anti Teror Polri," kata Anang kepada wartawan, Kamis (30/8/2012).

Kemudian pada pukul 12.30 WIB  dilakukan penggeledahan di perusahaan software yang terletak di JaIa Golf 3 B4-26 Komplek PU Binamarga blok 4, Cisaranten, Bina Harapan RT 3/10 kecamatan Arcamanik Badung.

"Tersangka langsung dibawa ke Jakarta untuk disidik lebih lanjut oleh Mabes Polri," ucapnya.

Pada saat penangkapan dan penggeledahan tim Densus 88 Anti Teror Polri dibantu Polda Jabar dalam pengamanan wilayah dengan berkoordinasi dengan RT setempat pada saat penangkapan dan penggeledahan.

Sementara Kepala Bagian Penerangan Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan bahwa Mawan ditangkap setelah ditangkapnya terduga teroris di Medan beberapa waktu lalu. "Ia diduga terkait dengan kegiatan pendanaan jaringan teroris," ujar Agus.

Dari hasil penggeledahan tersebut, Densus 88 Anti Teror Polri mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu buah CPU, dua buah laptop, satu STNK, BPKB mobil sedan Nissan D 1288 PE, dua buah handphone,  tiga rekening Mandiri, satu buah flashdisk, dan 60 keping CD.

Sebelumnya polisi menangkap Rizki Gunawan alias Rizki alias Roni alias Umar alias Udin alias Roni Setiawan dan kawan-kawannya pada Mei 2012. Setelah dikembangkan ternyata Rizki yang merupakan seorang hacker dan ahli IT mempunyai sejumlah aset di Medan bernilai miliaran rupiah.

Dari tangan Rizki saat itu, Densus 88 Anti Teror Polri menyita ruko tiga lantai yang terletak di Azam Square, satu unit bangunan rumah tinggal beralamat di Jalan Karya Kasih, satu unit bangunan rumah tinggal di Jalan Ekawarni No 4 Medan, satu ruko di Jalan Jenderal Sudirman, satu mobil Daihatsu, satu mobil Toyota Avanza, satu mobil pickup Mitsubishi, satu unit motor Kawasaki Ninja, dua unit sepeda motor Yamaha Jupiter, satu unit sepeda motor Yamaha Vega, satu unit sepeda motor Honda Supra, dua Unit sepeda motor Honda Vario, kemudian berupa peralatan elektronik lainnya yang estimasinya Rp 36 juta.

 Tiga Rekening Mandiri Disita dari Terduga Teroris Mawan

Densus 88 Anti-Teror Polri menyita tiga buah rekening Bank Mandiri dari tangan terduga teroris Mawan Kurniawan terduga teroris yang ditangkap di Arcamanik, Bandung (30/8/2012).

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan bahwa Mawan diduga kuat menjadi penyandang dana untuk aksi teror di Indonesia.

"Dari hasi penggeledahan Densus 88 Anti Teror Ppolri membawa sejumlah barang bukti diantaranya satu buah CPU, dua buah laptop, satu STNK dan BPKB mobil sedan Nissan D 1288 PE, dua buah handphone, tiga rekning Mandiri, satu buah falshdisk, dan 60 keping CD," ungkap Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/8/2012).

Agus mengungkapkan bahwa Mawan merupakan seorang programer di sebuah perusahaan di Bandung. Polri berharap dengan tertangkapnya Mawan bisa mengungkap jaringan teroris yang lainnya.

"Harapan kita masyarakat memberikan informasi sekecil apapun pada Polri terkait gerak-gerik yang mencurigakan di wilayah masing-masing sehingga situasi masyarakat kondusif," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris Mawan Kurniawan (31) sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (30/8/2012). Mawan diketahui sebagai salah seorang yang piawai dalam bidang IT.

 Mawan Terkait Jaringan Teroris Medan

Ditangkapnya Mawan Kurniawan oleh Densus 88 Anti-Teror Polri merupakan pengembangan dari penangkapan teroris sebelumnya berinisial U dan C di Medan beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto menjelaskan bahwa diduga kuat Mawan terlibat dalam pendanaan jaringan teroris.

"Tertangkapnya MK (Mawan) berdasarkan pengembangan dari penangkapan para pelaku sebelumnya di Medan beberapa waktu lalu atas nama U dan kawan-kawan. Diharapkan dengan penangkapan satu tersangka ini, peristiwa teror bisa berhasil diungkap secepatnya," ungkap Agus.

Mawan Kurniawan terduga teroris yang bekerja di CV Jaga Data Informatika berhasil dibekuk Densus 88 Anti Teror Polri, Kamis (30/8/2012) di Arcamanik, Bandung sekitar pukul 08.30 WIB.

Kemudian pada pukul 12.30 WIB dilakukan penggeledahan di perusahaan software yang terletak di JaIa Golf 3 B4-26 Komplek PU Binamarga blok 4, Cisaranten, Bina Harapan RT 3/10 kecamatan Arcamanik Badung.

Lalu tersangka terorisme tersebut Kemudian dibawa ke Jakarta sekitar pukul 14.45 WIB.
untuk disidik lebih lanjut oleh Mabes Polri.

 Mawan Itu Orangnya Humoris Kok Dibilang Teroris?

Orang-orang terdekat yang mengenal MK alias Mawan Kurniawan, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror sebagai sosok yang humoris. Tak ada yang menyangka atas dugaan keterlibatan MK dalam jaringan teroris.

Di kediamannya, di kawasan Cluster Pawenang, Arcamanik, MK dikenal sebagai pribadi yang ramah dan pandai bergaul. Bahkan, kerap memberi oleh-oleh, kue atau makanan ringan untuk penjaga keamanan yang lokasi posnya hanya berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.

"Ya, ketimbang penghuni lain. Dia (MK) paling baik lah. Ramah. Suka ngasih kue kalau kita lagi jaga. Enggak kelihatan macam-macam, apalagi dibilang teroris. Dia humoris," kata Aceng, salah seorang penjaga dari 3 penjaga di cluster berharga ratusan juta itu.

Keterangan Aceng diperkuat oleh Ade Jauhari (37), Sekretaris Forum Warga Cluster Pawenang.

Terakhir, warga termasuk Ade bertemu MK pada acara halal bihalal, Minggu (26/8/2012) lalu. MK sebagai warga baru berkesempatan memperkenalkan diri, istri, dan anaknya.

Warga tak ada yang menyangka sedikit pun kalau MK didapuk sebagai terduga teroris. MK menempati rumah Type 45 seharga sekitar Rp 300 juta lebih. Di lokasi tersebut, terdiri sekitar 92 unit dan hanya 3 type, yaitu type 27, 36 dan 45. Di garasi rumah MK terparkir mobil Nissan March hitam bernopol D 1288 PE, terlihat masih baru dan ditutup kain.

Warga tak melihat hal-hal yang mencurigakan atau aneh dari perilaku MK. Kesehariannya sederhana dan gaya berpakaiannya pun layaknya orang kantoran biasa.

"Dia (MK) baru tiga bulan di komplek ini, tapi sudah sering terlibat dalam kegiatan di lingkungan kita ini. Kalau kita lagi ngumpul, dia suka ikutan. Berbaur. Meskipun baru pulang kantor. Humoris orangnya," kata Ade.

Ifan, salah seorang rekan kerja MK mengaku tak habis pikir kalau temannya menjadi terduga teroris. Selain ceplas-ceplos, spontan, kritis, MK dianggapnya tak pernah membicarakan sesuatu yang sensitif, semisal teroris dan hal yang berhubungan dengan teroris.

Bahkan, diakui Ifan, diantara rekan-rekan kerjanya, hanya MK yang selalu bareng-bareng shalat Ashar di masjid yang lokasinya tak jauh dari kantor. Sehari-hari, ke kantor menggunakan motor matik, Mio.

"Ya, kaget. Enggak nyangka aja. Diantara teman-teman di kantor, saya berdua dia suka shalat Ashar bareng di masjid. Orangnya, biasa. Enggak kelihatan ya gimana gitu," kata Ifan.

Tak jauh berbeda dengan Ifan, Priyatna selaku pimpinan perusahaan CV Jaga Data Informatika menyebutkan, MK seorang yang tidak banyak tingkah. Artinya, tak pernah macam-macam. Bekerja sesuai jam kantor, jam 8 hingga pukul 17.00 WIB.

Tak dimungkiri memang kerap sifatnya yang spontan, suatu waktu kadang memberikan pandangan-pandangan atas sebuah peristiwa agak sedikit nyeleneh.

"Tapi, enggak selalu. Saya pikir, pandangan spontan saja. Ya, mengomentari situasi negara. Selintas saja, kalau kebetulan pas lagi nonton teve. Termasuk rumah itu, dia orangnya terbuka. Bilang, kalau rumahnya pemberian dari kakaknya. Ya, enggak tahu, benar atau tidaknya," kata Priyatna.

Meski berat, pria berperawakan kurus ini mengungkapkan kalau penghasilan MK lebih dari Rp 3 juta tapi di bawah Rp 5 juta. Kalaupun melihat kediamannya yang mewah dan memiliki kendaraan mewah pula, Priyatna tak mau berkomentar banyak.

Termasuk kegiatan di luar jam kantor. Priyatna menyebut, selama ini di perusahaan yang dipimpinnya sejak 2009, tak ada lembur. Kalaupun MK memiliki pekerjaan sampingan, di luar sepengetahuannya. Begitupun, selama 2,5 tahun bekerja di perusahaannya, jarang ada tamu kepadanya.(dic)
(Tribunnews)

Latancab 2012: Yonif Linud 501/Kostrad Berhasil Rebut Sasaran

Bandara TNI AD Gatot Subroto dan Jembatan Kota Baru di wilayah Martapura yang menghubungkan Propinsi Lampung dan Sumatera Selatan dikuasai oleh kekuatan Insurjensi berkekuatan satu Kompi. Panglima Komando Tugas Gabungan (Pangkogasgab) memerintahkan Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 501/Kostrad Letnan Kolonel Inf Bambang Sujarwo untuk merebut kembali wilayah yang telah dikuasai musuh.

Danyonif Linud 501/Kostrad segera menyiapkan pasukan dan melaporkan kesiapan tersebut kepada Pangkogasgab. Kronologis tersebut diasumsikan sebagai peristiwa nyata yang dituangkan pada Latihan Antar Kecabangan TNI AD tahun 2012, yang dilaksanakan sejak tanggal 24 Agustus sampai dengan tanggal 7 September 2012.  Langkah Lebih lanjut dalam skenario tersebut adalah memberikan informasi akurat tentang daerah yang dikuasai musuh dengan cara menyusupkan operasi Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) yang telah diterjunkan 2 hari yg lalu (27/8) untuk menentukan panel buka dan panel tutup, kedudukan Tim Pengendali Tempur, kedudukan Tim Keamanan, dan kedudukan Tim Sandha dan Satgas Intel.

Setelah semua data berhasil dihimpun dan dinyatakan siap oleh tim KDOL, akhirnya diputuskan pada tanggal 29 Agustus 2012 tepat pada jam 06.00 Pasukan Linud (Lintas Udara) tempur diterjunkan di daerah yang telah dipersiapkan. Setelah pasukan mendarat secara taktis bergerak menuju sasaran dengan dipandu oleh tim KDOL yang telah paham dengan situasi medan.

Setibanya di sasaran pasukan Linud 501/Kostrad sebanyak 2 Kompi, yakni Kompi-A dan Kompi-B menyergap kekuatan insurjensi yang menguasai Bandara Gatot Subroto dan berhasil melumpuhkannya. Sedangkan Kompi-C berhasil menghancurkan satu peleton musuh yang menguasai Jembatan Sungai Komering, Kota Baru.

Sekitar pukul 13.30 wib kedua obyek yang dikuasai musuh tersebut berhasil dikuasai kembali dan pasukan insurjensi berhasil dilumpuhkan.(Dispenad)

Australia Terlibat Aksi Densus 88 di Papua?

Australia Terlibat Aksi Densus 88 di Papua?Densus 88 menerima pelatihan, dukungan perbekalan dan operasional yang luas dari Kepolisian Federal Australia. Namun muncul bukti yang semakin besar bahwa satuan anti teroris itu terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan sewenang-wenang dalam upaya menumpas gerakan separatis di Papua.

Jurnalis ABC, Hayden Cooper dan Lisa Main, pergi ke Papua secara undercover dan bertemu dengan banyak orang yang mengatakan, Densus 88 yang dibiayai Australia melancarkan kampanye berdarah terhadap para aktivis.

Pada tanggal 14 Juni, pemimpin kemerdekaan Mako Tabuni ditembak ketika lari dari polisi di sebuah jalan sepi di ibukota Papua. Orang-orang yang menewaskan Tabuni diduga adalah bagian dari Densus 88, yang dibentuk menyusul peristiwa Bom Bali.

Dengan pelatihan forensik, pengumpulan intelijen, pengintaian dan penegakan hukum oleh pejabat-pejabat dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia, Densus 88 memainkan peranan utama dalam upaya kontra terorisme di Indonesia.

Mandat anti terorisme mereka kini meluas ke bidang-bidang lain seperti penumpasan separatis Papua. Pada bulan Desember 2010, Densus 88 membunuh Kelly Kwalik, seorang pemimpin OPM.

Densus 88 secara terbuka menyatakan bertanggung jawab.

 Cara yang lunak

Pemimpin Komisi Nasional Papua Barat, KNPB, yang sekarang, Victor Yeimo, mengatakan, tidak seperti OPM, KNPB menggunakan cara non-kekerasan dan mengusahakan solusi politik. Menurut saksi mata, setelah didekati oleh polisi tak berseragam dalam mobil, Mato Tabuni berusaha untuk lari.

Polisi disebutkan melepaskan tembakan terhadap aktivis tersebut ketika ia lari di jalan.

Berlumuran darah, Tabuni bukannya dibawa ke rumah sakit Katolik yang dekat, tapi ke rumah sakit polisi yang letaknya paling tidak 20 kilometer jauhnya, dimana seorang saksi mata lain melihat pihak berwenang membawanya masuk.

Saksi tersebut mengatakan, mereka dari Densus 88 yang dikenali dari masker yang sering mereka kenakan dalam operasi. Gustaf Kawer, pengacara Kabuni, juga menduga, Densus 88 terlibat.

Laporan pihak kepolisian mengatakan, Tabuni memegang sebuah senjata api ketika ditembak, dan bahwa ia merebut senjata lainnya dari seorang anggota polisi. Juga disebutkan, Tabuni terlibat dalam beberapa insiden kekerasan sebelumnya.

Tapi Gustaf Kawer, yang diakui secara internasional, mengatakan, tidak ada bukti atas laporan tersebut. Menurutnya, semuanya adalah skenario oleh aparat keamanan supaya mereka dapat menembaknya.

Kematian Tabuni hanya satu dari banyak contoh Densus 88 beroperasi dengan impuniti. Sebuah bocoran video yang muncul tahun lalu menunjukkan polisi setelah mereka merebut kembali sebuah landasan udara yang terpencil dari tangan separatis.

Video yang diambil dengan HP oleh polisi itu mengidentifikasi Densus 88 dan sejumlah mayat orang Papua tergeletak di tanah, termasuk gambar beberapa remaja yang diikat dengan tali.

Dan menurut saksi mata, Densus 88 termasuk diantara aparat yang melepaskan tembakan terhadap warga sipil pada Kongres Nasional Papua Oktober lalu.

 Respon Australia

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, mengatakan telah meminta kepada Indonesia untuk melakukan pengusutan atas pembunuhan Tabuni.

Ia mengatakan, Kepolisian Federal Australia melatih satuan Densus 88 karena ingin Indonesia mempunyai kapasitas anti terorisme yang kuat, tapi bukan untuk menumpas pemberontakan.

Namun aktifis kemerdekaan, Victor Yeimo, mengatakan dalam Program 7:30 Report di saluran televisi ABC bahwa Australia dan Amerika Serikat ikut bersalah atas kematian banyak orang, karena mendanai dan melatih para aktor kekerasan di Papua.

Sementara itu, Partai Hijau Australia mengatakan, Kepolisian Federal sebaiknya berhenti melatih satuan-satuan anti terorisme Indonesia sampai investigasi dilakukan atas pelanggaran HAM di Papua.

Jurubicara Partai Hijau mengatakan, tidak ada 'checks and balances' yang memadai tentang bagaimana pelatihan dan peralatan Kepolisian Australia digunakan.

 Respon dari pihak Indonesia

Kedutaan besar Indonesia di Canberra memberikan tanggapan yang menguraikan bagaimana tindakan kekerasan di provinsi Papua dan Papua Barat merupakan sesuatu yang patut disesalkan, dan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga keamanan di kedua provinsi tersebut.

Mengirimkan pasukan keamanan ke 'seluruh bagian Republik Indonesia', dalam pernyataan tersebut dikatakan sebagai hak pemerintah Indonesia, selama masih mengikuti prinsip dasar Hak Asasi Manusia.

Kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh pasukan keamanan, menurut pernyataan Kedubes Republik Indonesia di Canberra, akan ditangani secara hukum. Selain itu, pihak pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya untuk menjaga kedaulatan Indonesia di dalam 'langkah-langkah menuju perdamaian' di provinsi-provinsi di Papua, dan mengundang pihak media Australia untuk melakukan reportase yang 'lebih mendalam dan seimbang'.

Sementara itu, melalui SMS, juru bicara Kepolisian, Inspektur Jenderal Anang Iskandar, membalas pertanyaan wartawan Radio Australia mengenai keterlibatan Detasemen Khusus 88 di Papua dengan mengatakan bahwa Densus 88 tidak terlibat dalam penangkapan Mako Tabuni.  

Menurutnya, "Tim yang dilibatkan adalah tim penyidik dari polres Jayapura dan polda papua serta tim penyidik dari bareskrim (Badan Reserse Kriminal)."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...