Kamis, 11 Juli 2013

Helikopter Kepresidenan RI ke Lokasi Gempa Aceh

LANUD HALIM PERDANAKUSUMA (11/7),- Tepat pukul 09:30 WIB hari Selasa 9 Juli 2013, 3 (tiga) helikopter Kepresidenan RI dengan Flight Leader Komandan Skadron Udara 45 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma, Letkol Pnb JH. Ginting membawa Presiden RI dan Ibu Hj. Any Bambang Yudhoyono beserta rombongan Menteri, Panglima TNI, Kapolri, Ka BNPB serta Pejabat Negara lainnya melakukan kunjungan ke lokasi gempa bumi di desa Rejewali Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Desa ini sangat berdekatan dengan desa yang longsor akibat gempa di Kabupaten Bener Meriah yakni Desa Bah dan Desa Serempah, selain itu di desa ini merupakan tempat penampungan pengungsi terbesar di 2 (dua) kabupaten yang terkena dampak bencana.

Dalam kunjungan Presiden RI ini, Lanud Halim Perdanakusuma memberangkatkan sekaligus 3 (tiga) helikopter VVIP Super Puma pada hari Sabtu lalu, selanjutnya pada hari Minggu melaksanakan penerbangan check spot untuk meyakinkan kondisi helipad tempat pendaratan yang akan digunakan. Selesai melakukan kunjungan di Aceh Tengah maka siang harinya "Air Force One" mengantarkan RI-1 beserta rombongan menuju Helipad di PT. Arun LNG Lhokseumawe dengan aman dan lancar.

  TNI 

Tim Arhanud TNI-AD memanfaatkan sepenuhnya Pelatihan Simulator Arhanud di Australia

WOODSIDE - Kedatangan lima anggota Korps Arhanud ke 16 Air Land Regiment (ALR) di Woodside, Australia Selatan, pada 9 Juni 2013 telah membuka babak baru yang menarik dalam hubungan bilateral TNI-AD/Angkatan Darat Australia.

Kominalitas dalam alutsista arhanud antara TNI-AD dan Angkatan Darat Australia merupakan kesempatan emas untuk memperluas hubungan bilateral.

Kelima personil TNI-AD tersebut, yang terdiri dari anggota Pussenarhanud, Pusdikarhanud dan Divsi 2 Kostrad, dipimpin oleh KAPT Naharuddin, menghabiskan minggu tersebut di 16 ALR dengan mengikuti berbagai macam kegiatan pelatihan.

Setelah sambutan dan arahan mengenai peran, misi dan struktur 16 ALR oleh Wadan 16 ALR, Mayor Marc Plummer, kontinjen TNI-AD diberi pengarahan orientasi dan demonstrasi tentang penggunaan Advanced Air Defence Simulator (AADS) yang terletak di pangkalan 16 ALR.



Selama satu minggu di barak Woodside, tim Arhanud TNI-AD mendapat pelatihan selama dua hari penuh menggunakan AADS, melaksanakan berbagai skenario realistik dalam sebuah lingkungan yang dirancang untuk menguji kemampuan setiap anggota detasemen RBS-70 mulai dari penembak, komandan hingga operator.

Menggunakan AADS tersebut, kontingen TNI-AD berpartisipasi dalam skenario tempur arhanud udara yang sangat realistik. Pelaksanaan setiap skenario direkam, dan hasil kinerja seluruh anggota satbak dianalisa agar kinerja etus naik dengan setiap skenario.

Tim Arhanud TNI-AD juga juga ditunjukkan cara untuk memproduksi dan merancang skenario mereka sendiri dengan menggunakan AADS, agar pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifikasi mereka.

Tingkat keahlian ketepatan, kecepatan bidik dan kerjasama antar kelompok meningkat secara dramtis selama dua hari tersebut. Mereka mampu meningkatkan efisiensi sebagai komandan dan anggota satbak RBS-70 secara signifikan.


Kelompok TNI-AD tersebut sangat terkesan dengan bagaimana AADS memungkinkan mereka meningkatkan keahlian mengoperasikan satbak arhanud buatan Swedia tersebut, sebagaimana juga keahlian dalam kesiagaan prioritisasi target dan situasi. “Sistem ini telah mengijinkan kami untuk melatih segala segi satbak rudal arhanud” kata KAPT Nahruddin, “karena sangat realistik dan sangat berharga dibandingkan dengan pelatihan simulator standar” tambahnya. Tim Arhanud juga ambil kesempatan untuk melakukan pembahasan profesional terkait dengan penggunaan sistem rudal arhanud RBS-70 pada khususnya, dan hal-hal arhanud pada ummumnya dengan perwira dan bintara arhanud Angkatan Darat Australia. Selama satu minggu kontingen TNI-AD tinggal di mess perwira 16 ALR, dengnan pertukaran keahlian arhanud yang lumayan banyak atara pakar arhanud TNI-AD dan Angkatan Darat Australia.

Disamping AADS, kontingen TNI-AD juga diberi kesempatan untuk menggunakan Sistem Simulasi Pelatihan Senjata Weapons Training Simulation System (WTSS). Sistem simulasi persenjataan ringan tersebut digunakan untuk melatih personil Angkatam Darat Australia dalam cara menembak dan pemakaian senjata senapan dan senapan mesin.

Kontigen TNI-AD melakukan beberapa latihan tembak dengan menggunakan F-88 Austeyr dan senapan mesin MAG 58. Latihan tersebut dilengkapi dengan pelaksanaan latihan skenario dimana petembak-petembak harus menampik serangan infantri terhadap sebuah posisi defensif. Mereka juga ikut olahraga militer dengan prajurit 16 ALR, termasuk menjalani halang rintang di atas kolam renang.

Namun kunjungan mereka tidak selalu diisi dengan pelatihan. Mereka juga menjalani beberapa kegiatan kultural, termasuk tamasya ke sebuah desa bersejarah bernama Hahndorf yang tidak jauh dari pangkalan 16 ALR di Woodside.

Mereka juga mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat cagar alam Australia dengan kunjungan ke Cleland natural wildlife park. Kelompok tersebut sangat menikmati waktu berinteraksi dengan binatang-binatang khas Australia seperti kangguru, koala, emu dan wombat.

Pada hari Jumat, Kontingen TNI-AD melaksanakan Sholat Jumat di mesjid tertua di Australia yaitu Central Adelaide Mosque, yang dibangun pada tahun 1888. Mereka juga diberi kesempatan menikmati budaya lokal Australia yaitu makan malam barbeque di sebuah pertanian khas Australia di Adelaide Hills. Mereka memasak barbeque dimana setelah itu mereka duduk mengelilingi api unggun dan menikmati roti dampa.

  Ikahan  

Satkat Koarmabar terima paparan Tim Inspektor Pelatihan Combat System dan Fire Control System Rudal C-705

Jakarta - Komandan Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkatarmabar) Kolonel Laut (P) Dafit Santoso beserta Para Komandan Unsur serta Perwira KRI yang sandar di dermaga Tanjung Uban

menerima paparan dari Tim Inspektor Pelatihan Combat System dan pelatihan Fire Control System Rudal C-705 di ruang rapat Satkat Koarmabar, baru-baru ini.

Tim inspektor dan peserta pelatihan Combat System dan Fire Control System Rudal C-705 berjumlah 26 personel yang diambil dari personel KRI Jajaran Satkat Koarmabar yaitu KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642.

Dalam kesempatan tersebut Tim Inspektor menyampaikan tentang hasil pelatihan yang diperoleh selama di Cina kepada seluruh peserta paparan.

  Koarmabar  

KRI Pati Unus–384 Naik Dock di Belawan

Kapal Perang milik TNI Angkatan Laut berjenis Korvet kelas Parchim yang namanya diambil dari nama Raja ke-2 Demak yaitu Pangeran Patiunus ini untuk pertama kali sejak dibeli dari Jerman Timur pada tahun 1993 naik Docking di Belawan guna pemeliharaan dan perawatan bawah air sekaligus pengecatan Kapal.

Sebelumnya, Kapal Perang yang didesain untuk perang anti Kapal Selam di perairan Dangkal/Pantai ini pernah juga naik Docking untuk pemeliharaan perawatan pada tahun 2011 di PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari Jakarta Utara.

Pada kesempatan ini, Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Didik Wahyudi, SE, yang di dampingi oleh Aslog Danlantamal I serta Palaksa KRI Pati Unus-384 Mayor Laut (P) Ropitno yang mewakili Komandan Pati Unus Letkol Laut (P) Tubagus Budi Wahyudi turut mendampingi Danlantamal I dalam meninjau pemeliharaan kapal di Docking Penggalangan Kapal, dalam hal ini pemeliharaan dan perawatannya dipercayakan oleh PT. Bina Adidaya, Selasa (09/07).

Pemeliharaan Kapal Perang yang baru pertama kali naik Docking di Belawan ini, direncanakan selesai dalam waktu 10 hari dan pekerjaan pemeliharaan kapal meliputi pengangkatan serta pembersihan tritip yang menempel di dasar bodi kapal sekaligus pengecetan kapal.

  TNI  

Danbrigif-1 Marinir Sambut Satgas Ekspedisi Koridor Sulawesi

Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir Markos menyambut kedatangan prajurit Brigif-1 Marinir yang tergabung dalam Satgas Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi di Loby Brigif-1 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Senin, (8/7/2013).

Penyambutan 20 prajurit Brigif-1 Marinir yang tergabung dalam Satgas Ekspedisi NKRI Koridor Sulawasi tersebut, juga dihadiri oleh Wadan Brigif-1 Mar Letkol Marinir Suliono, Pasops Brigif-1 Mar Letkol Marinir Gatot Mardiyono, Pasintel Brigif-1 Mar Mayor Marinir Azrin, Danyonif-1 Mar Letkol Mar Teddy Yulianda Bakri, Danyonif-3 Mar Letkol Mar Dede Harsana, Danyonif-5 Mar Letkol Mar Joni Sulistyawan, Dankima Brigif-1 Mar Mayor Marinir Irwanto dan seluruh Perwira dijajaran Brigif-1 Marinir.

Dalam amanatnya Komandan Brigif-1 Marinir menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat kembali bergabung dengan induk pasukan serta selamat bertemu dengan keluarga setelah kurang lebih empat bulan memenuhi tugas mulia di pulau Sulawesi.

Tugas negara yang telah kalian emban, lanjutnya, bukanlah tugas yang ringan, karena selain dituntut untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik, juga dituntut untuk mempertangungjawabkan semua yang telah dilaksanakan.

“Hal-hal positif telah kalian tunjukkan kepada masyarakat, ini dapat dibuktikan dengan tidak adanya hujatan maupun laporan-laporan negatif yang sampai ke pimpinan di satuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu dijajaran Brigif-1 Marinir tersebut mengatakan bahwa penugasan bagi prajurit Korps Marinir merupakan suatu kepercayaan dari pemimpin, sedangkan kepercayaan itu merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan, sehingga tugas yang diemban harus dilaksanakan dengan sunguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Komandan Brigif-1 Marinir menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas keberhasilannya dalam melaksanakan tugas, dengan harapan semoga dapat menambah pengalaman dan wawasan tentang tugas-tugas yang akan datang.

  Marinir  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...