Jumat, 01 November 2013

37 Tank Pesanan TNI Datang Akhir Tahun 2013

http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/600876_335949973175128_584488226_n.jpg
BMP3F Marinir
Modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) terus dilakukan TNI. Akhir 2013, TNI akan kedatangan puluhan tank dari Rusia.

"Peningkatan dari waktu ke waktu akan berjalan terus. Sebentar lagi akan hadir 37 unit tank dari Rusia akhir tahun ini, kemudian dari korea menyusul pada 2014. Dan semuanya baru," kata Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko di lapangan tembak Marinir FX Supramono, Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Jumat (1/11/2013).

Bahkan kata dia, anggaran belanja alutsista 2014 dipastikan akan naik, tapi tidak signifikan meski tahun ini hanya terserap 42 persen.

"Anggaran alutsista, ada peningkatan tahun depan. Harusnya target. Sekarang (2013) hanya terserap 42 persen, tetapi pada 2014 bisa terlampaui 53 persen tidak ada akselerasi yang signifikan dan belanja untuk semua kesatuan," ungkap dia.

  detik 

[Foto] Puncak Latihan Angkasa Yudha 2013

Puncak latihan Angkasa Yudha 2013 digelar di Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (31/10/2013). Latihan ini dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur personel TNI AU.

Para prajurit TNI AU mengikuti latihan Angkasa Yudha 2013.
Para prajurit TNI AU berlatih melumpuhkan musuh.
Para prajurit TNI AU berlatih menyergap musuh.
Para prajurit TNI AU berlatih mengepung musuh.
Aksi prajurit TNI AU saat turun dari helikopter.

  detik  

[Foto] Puluhan Pesawat Tempur TNI Unjuk Gigi di Natuna

Puncak latihan Angkasa Yudha 2013 TNI AU digelar di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (31/10/2013). Dalam latihan ini TNI AU mengerahkan puluhan pesawat tempur mereka.

Salah satu pesawat TNI AU bermanuver di atas perairan Natuna.
Salah satu pesawat tempur TNI AU melakukan atraksi.
Latihan Angkasa Yudha 2013 melibatkan 21 pesawat tempur TNI AU.
TNI AU berlatih menaklukkan musuh.
Latihan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur TNI AU.

  detik  

Udara Natuna Kini Milik Singapura

Natuna - Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia mengatakan bahwa Pulau Natuna merupakan salah satu dari 12 pulau terluar milik Indonesia. Natuna memang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam.

Karena berada di Laut Cina Selatan, posisi Natuna juga terbilang strategis. "Untuk menjaga Natuna, TNI AU punya Landasan Udara Rinai dan juga radar pengawas," kata Putu Dunia kepada wartawan di Lanud Rinai, Natuna, Rabu, 30 Oktober 2013.

Meski begitu, Putu Dunia menyebut ada fakta unik dari Natuna. Berdasarkan wilayah darat, Natuna memang milik Indonesia. Namun, wilayah udara Natuna masuk dalam kontrol Singapura.

Bahkan, ketika TNI AU mengadakan latihan tempur bertajuk Angkasa Yuda 2013, mereka harus melaporkan kegiatan udara ke Singapura. Tujuannya agar lalu lintas pesawat-pesawat tempur Indonesia tidak bersinggungan dengan pesawat komersil yang diatur oleh Singapura.

Putu Dunia sendiri optimistis hal ini bukanlah gangguan latihan TNI AU. Sebab, koordinasi antara Indonesia dan Singapura cukup lancar.

Meski begitu, dia tetap punya harapan suatu saat nanti pengaturan wilayah udara di Natuna dan sekitanya berada di bawah Indonesia. "Sebab, dari sisi pertahanan juga lebih aman untuk kita," kata dia.

  Tempo  

Sejumlah Gedung di Jakarta akan Dipasangi Senjata Penangkis Serangan Udara

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengatakan pihaknya akan memasang sejumlah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) atau Senjata Penangkis Serangan Udara di atas sejumlah gedung tinggi di Jakarta.

"Pada gedung tinggi bisa digunakan.gedung yang ditentukan tempatnya bisa buat rata, sehingga bisa ditempatkan senjata penangkis udara," ujar Budiman dalam acara operasi katarak dan bibir sumbing gratis memperingati hari Juang Kartika di Silang Monas, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Tidak hanya Senjata Penangkis Serangan Udara, diharapkan di gedung-gedung tertentu dapat juga digunakan sebagai zona pendaratan helikopter logistik yang membawa alat berat seperti radar dan sebagainya.

"Sehingga gedung tinggi ini harus dibuat kokoh, bisa dilandasi helikopter radar dan penembakan penangkis serangan udara," tutur Budiman.

Rencana membangun sistem pertahanan di tempat-tempat strategis di Ibukota lantaran DKI Jakarta sebagai pusat dari perekonomian, pemerintahan, perindustrian dan keuangan.

"Jadi perang masa depan tidak seperti dulu, di hutan atau ditentukan di suatu daerah. Oleh sebab itu, Jakarta sebagai pusat pemerintahan perlu dijaga," ucap Budiman.

Dalam rangka mewujudkannya, Budiman mengaku telah melakukan kerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait tata ruang wilayah pertahanan di Jakarta. Tidak hanya di Jakarta, Budiman menjelaskan penempatan alat pertahanan juga dilakukan di beberapa daerah lain dengan menyesuaikan kontur wilayah.

  Tribunnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...