Jumat, 25 April 2014

[World News] Two Taiwan pilots injured as Apache chopper crashes into building

Tersangka Pembunuh 2 TNI AL di Thailand Berkurang  An AH-64E Apache attack helicopter purchased from the U.S. is seen crashed on top of an apartment in Taoyuan County, northern Taiwan, April 25, 2014. Photo: Reuters

Taiwan 
Two Taiwanese pilots were injured on Friday when their Apache AH-64E attack helicopter crash landed on a building in northern Taiwan during a routine training mission, the military said.

The pilots were sent to a military hospital for treatment to slight injuries after crashing on top of the three-storey building in Taoyuan county but no civilians were hurt, a military official said.

Television footage showed uniformed men inspecting the wreckage of the chopper on top of the building, which was also partly damaged by the impact.

“The incident happened during basic flight training for unknown reasons and a special team is investigating the cause,” an official told reporters.

Taiwan in November took delivery of its first six AH-64E Apache attack helicopters bought from the United States as it modernises its military despite warming ties with China.

It temporarily grounded the choppers from December to February for checks after Washington warned the model could malfunction.

The Taiwanese army is the first force outside the US to use the Apache AH-64E, the latest variant of what is described as the world’s most powerful attack helicopter.

Taiwan ordered 30 Apache helicopters, the remainder of which will be delivered by the end of 2014. The order was part of a US$ 6.5 billion arms deal unveiled in 2008 that irked Beijing.

  scmp  

Pesawat Virginblue diduga dibajak dan mendarat di Bali

Tersangka Pembunuh 2 TNI AL di Thailand Berkurang  Jakarta Pesawat maskapai Australia, Virgin diduga dibajak dan dipaksa mendarat di sekitar Bandara Ngurah Rai, Bali. Pesawat itu sedang melakukan perjalanan dari Brisbane, Australia menuju Bali.

Namun belum diketahui pihak yang membajak pesawat tersebut. Kadispen TNI AU Hary Tjahjanto membenarkan pembajakan tersebut.

"Benar, ada pesawat yang dibajak," kata Harry saat dikonfirmasi, Jumat (25/4).

Harry menjelaskan pihaknya masih mengumpulkan informasi. Mereka berkoordinasi dengan kepolisian.(mdk/ian)

Penumpang mabuk Virgin Australia bernama Matt Christoper

Pihak maskapai memastikan pesawat Virgin Australia VA41 rute Brisbane-Denpasar tidak dibajak. Sinyal pembajakan yang dikirim pilot ternyata karena ada seorang penumpang mabuk yang mencoba masuk ke ruang cockpit.

Kabareskrim Polri Komjen Suhardi Alius, Jumat (25/4), mengatakan penumpang mabuk tersebut bernama Matt Christoper (28), Warga Negara Australia. Matt kini sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Pihak maskapai juga menyatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka terkait ulah penumpang mabuk tersebut.

Seperti diberitakan, pesawat Virgin Australia VA41 diduga dibajak dan dipaksa mendarat di sekitar Bandara Ngurah Rai, Bali. Awalnya kesimpulan pembajakan berdasarkan komunikasi pilot kepada Air Traffic Control (ATC).

"Komunikasinya jelas dibajak," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti seperti dikutip dari wawancara MetroTV, Jumat (25/4).

Tidak hanya komunikasi, Herry menjelaskan, kapten pesawat juga mengirim sinyal pembajakan. "Komunikasi dan sinyal itu diterima pukul 13.05 Wib," kata Herry.

Herry mengatakan pihaknya mendapat informasi ada penumpang masuk ruang cockpit. "Sedang diselidiki kenapa ada penumpang yang bisa masuk cockpit," ujar dia.

Dia menambahkan pesawat sudah mendarat di Bandara Ngurah Rai. "Sudah di apron selatan," ujarnya.(mdk/ren)

  Merdeka  

Abbott didesak perbaiki hubungan sebelum SBY pensiun

Abbott didesak perbaiki hubungan sebelum SBY pensiunJakarta Kubu oposisi Australia (Partai Buruh) mendesak Perdana Menteri Australia, Tony Abbott bertindak cepat untuk memperbaiki hubungan dengan Indonesia, sebelum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pensiun sebagai Presiden Indonesia.

Hubungan Indonesia dan Australia retak karena dua masalah. Yakni, soal penyadapan yang dilakukan intelijen Australia terhadap para pejabat Indonesia dan soal pelanggaran kedaulatan Indonesia yang dilakukan kapal-kapal Australia ketika mengusir para pencaria suaka.

Juru bicara kubu oposisi Australia untuk urusan luar negeri, Tanya Plibersek, mengatakan perbaikan hubungan kedua negara sudah mendesak. ”Sangat diinginkan untuk melihat hubungan dikembalikan ke pijakan normal sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan kantornya (pensiun) pada bulan Juli,” katanya.

Plibersek, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (24/4/2014), khawatir jika hubungan tidak cepat dinormalkan, akan ada banyak masalah ke depan. ”Saya pikir dalam pemerintahan (Indonesia) mendatang, setiap presiden baru, tentu saja akan memprioritaskan apa yang harus mereka lakukan di dalam negeri sebelum bekerja untuk memperbaiki hubungan (dengan) Australia,” katanya kepada radio ABC.

”Saya khawatir bahwa hubungan dengan Australia mungkin tergelincir ke bawah,” lanjut dia. Sudah enam bulan sejak Indonesia menarik duta besarnya di Australia dan menangguhkan kerjasama, hubungan kedua negara belum dipulihkan.

Puncak kemarahan Indonesia terjadi, ketika muncul bocoran laporan dari bekas kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Joseph Snowden, bahwa intelijen Australia pernah menyadap ponsel Presiden SBY, istri dan pera pejabat tinggi Indonesia.

Indonesia menuntut Australia menandatangani kode etik spionase sebelum kedua negara mulai bekerja sama dalam penanganan penyelundupan manusia, pertahanan dan kerjasama intelijen. Plibersek mengaku menggunakan momen kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia untuk membantu mengakhiri gesekan antara kedua belah pihak yang sudah beralurut-larut.(mas)

  Sindo  

TNI AL menunggu laporan dari Malaysia

TNI AL Koordinasi dengan Otoritas Malaysia Jakarta Kapal tanker Jepang Naninwa Maru 1 dirompak di Selat Malaka, selat yang terletak antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia. Diduga, 3 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia diculik saat kerjadian tersebut.

Menanggapi informasi penculikan tersebut, pihak TNI Angkatan Laut pun langsung berkoordinasi dengan International Maritime Bureau (IMB) yang bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun sampai saat ini pihak TNI AL belum bertindak karena kejadiannya berada di wilayah yuridiksi Malaysia.

"Kalau dari TNI AL nunggu laporan dari sana. Karena TNI AL punya Atase Pertahanan di sana karena bukan wilayah yuridiksi kita. Jadi kita nggak bisa berbuat, kita cuma koordinasi," ucap Kasubdis Penerangan Umum Dispen AL Kolonel Laut Suradi Agung Slamet kepada Liputan6.com, Jakarta Rabu (23/01/2014).

"Kita dapat informasi bahwa ada warga Indonesia yang disandera, sekarang otoritas Malaysia yang melakukan pelacakan itu," imbuhnya.

Menurut sumber Liputan6.com di Badan Keamanan Laut, kejadian itu berlangsung di sekitar 30 mil laut sebelah barat Port Klang Malaysia. Para perompak ini melakukan pencurian bahan bakar minyak (BBM) yang dibawa kapal berbendera St. Kitts dan Nevis ini.

"Para perompak mengambil BBM sebanyak 3 juta liter MDO (diesel). Lalu 3 ABK dibawa perompak. Bukan hanya membawa ketiga kru, tapi juga membawa barang pribadinya dan paspor ketiga ABK. Para perompak menggunakan 2 kapal dan memindahkan pencurian mereka ke kapal mereka," imbuhnya.

Naninwa Maru 1 mulai berlayar dari Pulau Ketam, Selangor, Malaysia, Selasa 22 April silam sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Kapal tersebut dirompak dalam perjalanan menuju Myanmar.

Komandan polisi Port Klang, Norzaid Muhammad Said, menjelaskan awalnya seorang awak kapal melihat kawanan perompak datang. Para pelaku membawa pistol dan parang. Para awak kapal diserang dan diikat.

Saat perampokan terjadi, 2 kapal tanker lain datang mencoba menolong. Hingga pada akhirnya salah satu awak berhasil melepaskan ikatan dan membebaskan diri.

Para awak kapal yang dibantu awak kapal tanker lain mulai bangkit dan menyerang perompak. Para pembajak laut itu kemudian kabur, namun ada 3 WNI menghilang. Mereka diduga diculik perompak tersebut.(Anri Syaiful)
Malaysia Curigai Kru WNI Sekongkol dengan Pembajak Kapal Jepang Polisi Malaysia mencurigai keterlibatan tiga ABK asal Indonesia dalam pembajakan kapal tanker Jepang, Naniwa Maru 1. Sebab, saat diculik, dokumen pribadi ketiga WNI seperti paspor, barang-barang pribadi serta pakaian turut lenyap.

Dilansir laman Malaysia, The Star, Kamis 24 April 2014, ketiga ABK itu diketahui bernama Kapten Farizal, kepala mesin, Mohammad Alfan dan kepala pegawai, Ariyandri Alhasyah. Hingga saat ini, belum ada tuntutan apa pun yang mereka buat.

Menurut Wakil Komandan Polisi Federal Kelautan, Abdul Rahim Abdullah, mengaku terkejut dan curiga apabila petugas kunci di kapal menghilang dengan delapan pembajak.

"Kapal itu tengah dalam perjalanan menuju Myanmar dari sebuah pelabuhan di Singapura ketika kapal dibajak menggunakan parang dan pistol," kata Abdul Rahim.

Komposisi kru, lanjut Abdul Rahim terdiri dari 10 WNI, tujuh Thailand dan satu orang India. Selain dicuri minyak tiga juta liter, para pembajak juga mengambil ponsel dan uang senilai US$ 17 ribu atau Rp 197 juta.

Sementara saat dibajak, kapal Naniwa Maru I kehilangan tiga juta liter dari 5,3 juta liter minyak yang harus didistribusikan ke tepat waktu ke Myanmar.

"Total kehilangan dari pencurian minyak diesel itu sebesar RM8 juta atau Rp 28 miliar," jelas dia.

Selain itu, Abdul Rahim mengatakan perusahaan asal Singapura yang memiliki kapal itu diinformasikan bahwa anggota kru diculik baru pukul 10.00 waktu setempat.

Sementara para kru juga dicurigai terlibat, karena kecurigaan mereka saat memberikan laporan. "Bahkan hal yang lebih mencurigakan yakni tidak ada tanda bahaya yang diaktifkan kapal tersebut," kata dia.

Padahal butuh waktu delapan jam bagi kedua kapal tanker lainnya untuk bisa leluasa menyedot bahan bakar diesel.(ren)

  Liputan 6 | Vivanews 

Analisa Maksud Singapura Mengutik Perihal Jam Mewah

Singapura jelas merasa ngeri-ngeri sedap dengan beberapa sikap Moeldoko moeldokoMenarik berita yang dirilis oleh situs berita Singapura mothership.sg yang dimuat pada 22 April 2014 yang menayangkan artikel dengan judul “Indonesia’s General Moeldoko Has Got an Exquisite Taste for Watches.” Selain itu harian terkenal di Singapura, Straits Times pada 25 Maret 2014 merilis foto Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang terlihat mengenakan jam tangan mewah bermerek Richard Mille RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph "Black Kite ".

Jam tangan yang dipakai Moeldoko itu kata motherships.sg sangat terkenal di dunia, dimana jam tersebut dibuat dalam edisi terbatas, dan hanya dibuat sebanyak 30 unit di Amerika Utara dan Selatan. Harga jam tangan itu berkisar Rp 1,1 miliar.

Selain itu mothership.sg juga memberitakan juga beberapa jam tangan lain koleksinya, seperti, IWC Pilot’s Watch Chronograph Top Gun Miramar yang seharga USD$ 12,700. Audemars Piguet Royal Oak Offshore Jarno Trulli Chronograph seharga USD$38,300, dan juga Audemars Piguet Millenary seharga USD$ 43.000.

Berita dari situs berita Singapura tersebut yang diperkuat oleh Straits Times kemudian menimbulkan kehebohan dikalangan media, khususnya di jejaring sosial media. Bermacam tanggapan, ada yang diantaranya mengaitkan, Singapura tidak suka dengan Jenderal Moeldoko karena persoalan penamaan Usman-Harun bagi kapal perang Indonesia yang sedang dalam proses pembuatan di Belanda.

Tetapi apakah sentimen media Singapura hanya sebatas persoalan itu saja? Rasanya bukan juga. Mari kita bahas soal yang nampaknya menggelikan tetapi sebenarnya bisa sangat merugikan citra Panglima TNi yang gagah itu.

Bagi kalangan high society di Indonesia, ada dua hal yang mendudukkan diri seseorang menjadi terpandang saat bertemu. Status seorang pria akan dilirik pertama dari jam tangannya, kemudian yang kedua sepatunya. Baju dan yang lainnya adalah urusan ketiga. Demikian juga dengan mobil, rumah, dan lebih tinggi lagi kepemilikan pesawat jet pribadi.

Jadi jam tangan itu sangat penting. Jam tangan limited edition yang diproduksi pabriknya hanya berjumlah terbatas sangat disukai dan si pemakai akan bangga memakainya. Demikian juga dengan sepatunya, kalau sepatunya mengkilat dari merek mahal yang berharga puluhan juta, tanpa dia bicara, kalangan sosialita akan faham ini orang berkelas.

Nah, jam tangan yang dipakai oleh Panglima TNI itu dan khusus di foto oleh kuli tinta Singapura dan kemudian di ekspose memang apabila asli harganya selangit. Terlebih dengan anjlognya nilai rupiah dari dolar AS, makin mahal harga barang kecil tapi penting itu. Kalangan anggota DPR juga termasuk yang menyukai mengoleksi jam mahal serupa.

Persoalannya, mengapa fotografer harian Straits Time Singapura Kevin Lim tertarik dan menyempatkan diri memotret tangan sang Panglima, kemudian menayangkan ke media arus utama disana. Apakah hanya karena sentimen soal Usman Harun belaka? Menurut penulis masalah penamaan kapal perang nilainya hanya sesaat, karena hanya mengganggu perasaan para pejabat di Singapura sesaat.

Masalah yang lebih besar nampaknya terkait dengan pilpres yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2014. Singapura jelas sangat berkepentingan dengan siapa pemimpin nasional Indonesia masa mendatang, baik presiden maupun wakil presiden. Badan intelijen Singapura SIS (Secret Intelligence Service) seperti badan intelijen lainnya (Australia, Malaysia, bahkan AS) jelas melakukan spotting, memonitor perkembangan politik serta para calon pasangan capres-cawapres di Indonesia demi untuk kepentingan nasionalnya masing-masing.

Suport informasi intelijen SIS misalnya sangat diperlukan pemerintahnya. Jaringan agen maupun informannya sangat luas, tersebar dan tertata demikian rapihnya, mereka merekrut mulai dari sopir taksi, pedagang, wartawan, ilmuwan dan seterusnya. Secara berjenjang informasi terus mengalir tahap-demi tahap hingga ke analis dan terakhir pada end user. SIS ini sangat canggih, dan diberitakan melakukan kerjasama dengan badan intelijen Amerika Serikat untuk memata-matai Malaysia sebagai tetangga dekatnya. Jelas Indonesia juga menjadi target yang realistis penting.

Nah terkait dengan pemberitaan Jenderal Moeldoko, beberapa waktu terakhir diberitakan media bahwa capres PDIP Jokowi kini sedang menggodok beberapa kandidat cawapresnya. Selain sipil, ada juga calon dari militer. Nama yang santer diberitakan adalah Jenderal TNI (Purn) Riyamizard Ryacudu, mantan Kepala Staf TNI AD dan calon kedua adalah Jenderal TNI Moeldoko yang kini masih menjabat sebagai Panglima TNI. Nampaknya disinilah inti persoalan berita jam tangan tersebut.

Berita media Singapura itu bukan hanya berita iseng kurang kerjaan belaka, tetapi ini sebuah serangan yang sangat serius apabila dikaitkan dengan pilpres. Menurut penulis inilah serangan strategis cerdik, karena apabila Moeldoko masuk radar PDIP sebagai cawapres Jokowi, kepemilikan jam mewah yang harganya aduhai itu merupakan serangan mematikan baginya. Publik menyukai Jokowi karena diberitakan media sebagai sosok yang jujur dan sederhana.

Nah dengan pemberitaan gaya kepemilikan Jam merek Richard Mille seharga Rp 1,1 miliar, maka Moeldoko mereka perkirakan akan habis. Sederhana memang serangan itu tetapi menusuk ke sesuatu yang sangat prinsip. Jelas Ibu Mega beserta elit PDIP akan berfikir ulang apabila akan menduetkan Moeldoko dengan Jokowi. Jokowi dikenal sebagai perwakilan rakyat yang sederhana, apabila disandingkan dengan Moeldoko yang berkelas high society dengan jam tangannya itu akan menjadi tidak matching dan bahkan akan merugikan elektabilitas Jokowi. Itulah sasaran tembak psikologisnya sebagai latar belakangnya.

Singapura jelas sudah merasa ngeri-ngeri sedap dengan beberapa sikap Moeldoko dalam kemelut pemberitaan Usman-Harun dan tidak pernah meminta maaf kepada Singapura seperti yang diberitakan. Ada yang mereka takutkan, karena Moeldoko mereka nilai keras, berani dan tetap memegang prinsip sebagai prajurit TNI, Saat acara Air Show di Singapura tanggal 11-16 Februari 2014, Moeldoko membatalkan kunjungannya bersama-sama para Kepala Staf Angkatan, karena Singapura membatalan undangan para perwira TNI lainnya. Sikap yang diacungi jempol bagi bangsa Indonesia, tetapi jelas sangat tidak disukai oleh Singapura.

Apa tanggapan Mabes TNI soal berita tersebut? Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan bahwa Panglima TNI sudah mengetahui pemberitaan tersebut dan dari hasil konfirmasinya, dijelaskan, "Wah, saya dan panglima sudah lihat beritanya. Itu memang benar jam tangannya bermerek, tapi jam China semua," kata Fuad. Apakah jawaban seperti ini dapat menyelesaikan masalah sehinga ada cap Panglima mengoleksi jam tangan palsu, Kw-1, 2 atau 3. Yang penulis tahu di Blok M, harga jam tangan Rolex kronograph asli berlapis emas seharga Rp 300 juta, kw-1 nya hanya dijual Rp1,5 juta. Ini yang perlu dipikirkan dalam melakukan counter berita.

Pertanyaannya, mengapa Ryamizard tidak diserang? Karena Jenderal yang satu ini sudah cukup lama tidak terlibat dalam urusan baik politik maupun hubungan internasional, atau mungkin ketegasan Ryamizard mereka nilai masih dalam koridor toleransi dalam ukuran mereka.

Jadi itulah kondisi menjelang pilpres 2014. Pesan moralnya, pilpres Indonesia nanti bukan hanya menjadi kepentingan bangsa besar ini, tetapi negara-negara lain akan turut campur didalamnya, karena pengaruh globalisasi yang kian menggigit. Sebagai penutup, para elit parpol masa kini sebaiknya waspada dengan politik adu domba.

Kita lihat beberapa parpol setelah berjuang lama dengan sukses, kini terancam pecah, seperti PPP dan Golkar hanya karena soal kepentingan. Prabowo kembali mengalami kesulitan mendapat boarding pass dengan mundurnya PPP akibat ada kemelut internal. Ada apa ini, kan itu pertanyaannya. Semoga perpecahan hanya disebabkan soal kepentingan di internal saja dan tidak ada intelijen negara lain yang ikut campur. Begitulah membaca situasi dan kondisi menjelang pilpres apabila diukur dengan sense of intelligence.

Oleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Pengamat Intelijen

  Ramalan Intelijen  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...