Jumat, 23 Mei 2014

[World News] Korea Utara menembak ke wilayah sengketa

Pyongyang menembak ke wilayah laut sengketa di dekat sebuah kapal perang Korea Selatan, menurut pejabat militer Seoul yeonpyeongTahun 2010, Korea Utara menembak ke Yeonpyeong, empat orang tewas.

Peristiwa ini terjadi di dekat pulau Yeonpyeong di perbatasan laut barat yang dipertikaikan kedua negara, kata kantor berita Yonhap.

Korea Selatan mengeluarkan tembakan peringatan ke arah tiga kapal Korea Selatan Selasa (20/05) yang melewati batas maritim. Pyongyang mengatakan akan membalas.

Tahun 2010, penembakan yang dilakukan Korea Utara ke Yeonpyeong menewaskan empat orang.

Aksi terbaru terjadi pukul 18:00 waktu setempat hari Kamis (22/05), kata sejumlah laporan yang mengutip para pejabat Korsel.

"Tembakan jatuh di dekat kapal kami yang sedang melakukan patroli rutin di wilayah kami, tetapi kapal kami tidak rusak," kata jurubicara kementerian Korea Selatan kepada kantor berita AFP.

Menurut beberapa laporan berita setempat, pasukan Korea Selatan balas menembak ke wilayah utara.

Jaringan televisi lokal YTN melaporkan penduduk Yeonpyeong diungsikan ke tempat perlindungan bom.

Ketegangan meningkat diantara kedua negara tetangga akhir-akhir ini.

Korea Utara dan Selatan secara teratur melakukan latihan di dekat perbatasan laut barat.

  BBC  

Kamis, 22 Mei 2014

Peretas Situs Pemerintah Australia dan Indonesia Ditahan

Dua anggota yang diduga dari kelompok hacker internasional Anonymous ditahan pihak berwenang Australia. Peretas itu dituding melakukan serangan pada situs pemerintah lokal Australia dan Indonesia. Symbolbild Anonymous HackerPolisi menahan pria berusia 40 tahun yang berasal Perth, Australia Barat. Ia dituduh menyerang suatu jaringan komputer di Brisbane serta menyerang server website milik pemerintah Indonesia.

Laki-laki lainnya berusia 18 tahun asal Penrith, New South Wales, ditahan dengan tuduhan menyerang internet service provider NetSpeed dan Dewan Layanan Cuti di Canberra.

Serangan-serangan ini diduga mereka lakukan pada tahun 2012, dengan berujung pada perubahan tampilan website, penutupan sejumlah website lainnya serta pencurian data. Dalam penangkapan ini polisi menyita hard drives komputer serta peralatan lainnya.

 Tindak kriminal 

Polisi Federal Australia mengatakan, kedua pria itu saling kenal satu sama lain. Manajer nasional untuk operasi kejahatan berteknologi tinggi kepolisian federal Australia, Tim Morris, mengatakan, "Penurunan atau gangguan komunikasi ke atau dari jaringan komputer adalah tindakan kriminal dan dapat memiliki konsekuensi serius."

Kelompok aktivis Anonymous diyakini bergerak meretas secara kolektif dan berafiliasi dalam melakukan serangan online internasional.

Pada tahun 2012, Anonymous mengaku bertanggung jawab atas insiden sesaat lumpuhnya server komputer milik agen mata-mata domestik Australia ASIO.ap/yf(afp)

  dw.de  

Anggaran Empat Kementerian Polhukam Meningkat Pada 2015

Pemerintah berharap output lainnya yakni tercapainya jumlah alutista TNI dalam negeri dan industri pertahanan Beban kerja sejumlah kementerian pada periode mendatang kian berat. Hal ini mesti didukung dengan anggaran kementerian dan kelembagaan yang memadai. Di bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), misalnya. Dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Tahun 2015, anggaran kementerian mengalami peningkatan.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, dokumen KEM dan PPKF tahun anggaran 2015 disusun sebagai landasan awal bagi pemerintah. Penyusunan itu dilakukan sebagai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) tahun 2015. Menurutnya, dokumen KEM dan PPKF merupakan penjabaran arah dan strategi yang akan ditempuh pemerintah untuk merespon dinamika perekonomian.

Dalam KEM dan PPKF, anggaran empat kementerian dalam bidang Polhukam cukup meningkat dibanding periode sebelumnya. Misalnya, pagu indikatif Kementerian Pertahanan dalam tahun 2015 sebesar Rp 93.358,7 miliar. Jumlah itu lebih tinggi Rp 12.860,7 miliar atau 16,0 persen bila dibandingkan dengan Pagu indikatif periode 2014. Periode 2014, Pagu indikatif hanya Rp 80,498 miliar.

Dengan meningkatnya anggaran, output yang diharapkan pemerintah antara lain meningkatnya Minimum Essential Force (MEF) matra darat, udara dan integratif. Kemudian, tercapainya kesiapan dan penambahan peralatan surta hidros secara akuntabel. Selain itu, pemerintah berharap output lainnya yakni tercapainya jumlah alutista TNI dalam negeri dan pihak industri pertahanan.

Kemudian Pagu indikatif Polri, pada tahun 2015 sebesar Rp 47,566,7 miliar. Anggaran Polri meningkat Rp 7.924,9 miliar atau 20 persen. Sedangkan Pagu 2014 hanya Rp 39.614 miliar. Pagu indikatif tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penanggulangan keamanan dalam negeri, program penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, pengembangan strategi keamanan dan ketertiban, hingga pemberdayaan potensi keamanan.

Output yang diharapkan pemerintah, tercapainya penurunan gangguan keamanan pada jalur aktivitas masyarakat di darat, laut dan pelabuhan nasional. Kemudian, tercapainya jumlah kegiatan pelatihan personel Brimob dalam penanggulangan keamanan dalam negeri. Tidak hanya itu, tercapai pula clerance rate rata-rata seluruh tindak pidana 59 persen. Tercapainya, program 33 quick wins, dan tercapainya 54.560 komunitas forum kemitraan polisi dan masyarakat du 50 Polres yang berpartisipasi aktif.

Sementara Pagu indikatif Kejaksaan Republik Indonesia pada 2015 sebesar Rp 4.154,9 miliar. Jumlah ini meningkat Rp 344,5 miliar atau setidaknya 9 persen dari periode 2014 yakni sebesar Rp 3.810,4 miliar. Pagu indikatif tersebut diperuntukkan pelaksanaan program penanganan perkara tindak pidana umum.

Kemudian penanganan dan penyelesaian perkara pidana khusus, pelanggaran HAM berat dan perkara tindak pidana korupsi. Selain itu juga digunakan untuk program penyelidikan, pengamanan dan penggalangan intelijen khusus. Tak kalah penting, juga diperuntukan program pendidikan dan latihan aparatur kejaksaan serta penanganan perkata perdata dan tata usaha negara.

  Hukumonline  

TNI AL Siaga di Wilayah Tanjung Datu

TNI AL Siagakan 2 KRI di Wilayah Tanjung Datu TNI Angkatan Laut (AL) terus meningkatkan pengamanannya di seluruh pulau terluar menyusul memanasnya kembali hubungan Indonesia dan Malaysia terkait pembangunan tiang pancang mercusuar di wilayah perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat.

TNI AL juga menyiagakan dua kapal Republik Indonesia (KRI) di wilayah Tanjung Datu.

Hal tersebut ditegaskan Panglima Armada Barat Marsekal Muda TNI Arief Rudianto di Markas Lantamal Belawan, Medan, Kamis (22/5/2014). Ia mengatakan pihak Malaysia sudah mundur dari wilayah tersebut.

"Malaysia sudah mundur, mereka sudah meninggalkan daerah itu karena kita sudah menjaga oleh KRI dan pos kita tempatkan personel disana. Jadi, situasinya sudah tenang, tinggal nanti pemerintah yang menyelesaikan," ujarnya.

Dua KRI yang dikerahkan mengamankan wilayah Tanjung Datu yaitu KRI Krait dan KRI Baracuda yang disiagakan untuk mengantisipasi pihak Malaysia masuk kembali ke wilayah tersebut meski kini proses pembangunan sudah dihentikan.

Selain itu, pasca peristiwa tersebut Komando Armada Barat juga meningkatkan pengamanan di seluruh pulau-pulau terluar yang ada di kawasan barat hingga timur Indonesia.

Namun, Arief menyatakan sejauh ini TNI AL belum mengeluarkan ultimatum kepada Malaysia agar tidak terus mencoba memasuki wilayah NKRI. Pasalnya, sejauh ini penyelesaian tersebut masih bisa dilakukan lewat jalur diplomatik kedua negara yang kerap bertikai terkait sengketa pulau yang ada di perbatasan.
Selidiki Mercusuar Malaysia, TNI Menyamar jadi Wartawan Anggota TNI sempat melakukan penyelidikan soal pembangunan Mercusuar di Tanjung Datuk, Kecamatan Paloh, perbatasan Kalimantan Barat. Salah satunya adalah dengan cara menyamar sebagai wartawan.

Hal ini disampaikan Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Andi Ibrahim Saleh, Rabu, 21 Mei 2014. Dia mengatakan mengirim TNI yang menyamar setelah kasus ini mencuat awal pekan ini. Tujuannya adalah mencari tahu siapa yang memerintahkan pembangunan mercusuar.

"Anggota kami masuk di sana menyamar jadi wartawan. Ditanya siapa yang perintahkan ini (membangun mercusuar), kata mereka perintah dari Kerajaan Malaysia,” kata Andi.

Namun ketika dikonfirmasi ke konsulat jenderal Malaysia Pontianak, mereka mengaku tidak tahu. Pengakuan yang sama disampaikan oleh Panglima Divisi Satu yang merangkap Panglima Divisi dua di Sawarak, Malaysia.

"Apakah ini memang ada pembusukan atau ada satu trik-trik untuk mengambil kesempatan dalam pemilu kita. Mudah-mudahan tidak seperti itu, tapi karena ada kepentingan lain. Karena mereka bangun di patok paling ujung, kurang lebih 115 meter dan dibangun di laut," kata Andi.

Andi mengatakan sebelumnya Malaysia mengirimkan delapan kapal untuk membangun mercusuar di wilayah Indonesia itu. Kapal TNI berhasil mengusir kapal-kapal yang telah mengganggu warga mencari ikan tersebut.

“Kapal Malaysia terdiri dari satu yang mengawal empat tongkang dan tiga Tugboat. Sudah ada tiga pancang," kata Andi.

TNI memutuskan untuk mengirim KRI mengusir kapal-kapal itu. "Saya tak sempat bawa senjata. Kalau saya bawa senjata, saya tembak untuk mengusir saja. Tapi mutar-mutar mereka juga sudah takut,” kata Andi.


  Metro | Vivanews 

Vietnam and Indonesia beefs up air force-air defence cooperation

Focusing on the closer cooperation in the time to come Senior Lieutenant General Do Ba Ty (R) presenting a souvenir to Indonesian Air Chief Marshal Inda Bagus Putu Dunia

Pano
The effective implementation of agreed measures would contribute to boosting the air force-air defence cooperation between Vietnam and Indonesia.

It was stated by Senior Lieutenant General Do Ba Ty, Deputy Minister of National Defence at the reception to Air Chief Marshal Inda Bagus Putu Dunia, Chief of Staff of the Indonesian Air Force who is leading a delegation to visit Vietnam.

At the meeting on May 20th at the Vietnamese Defence Ministry’s Headquarters, the visiting Air Chief Marshal informed the host of the outcome of the talk with Vietnamese Air Defence-Air Force Service, focusing on the closer cooperation in the time to come.

Appreciating highly the results of the talk, General Ty suggested tightening the cooperation through exchanging delegations at all levels, sharing information, experience on safe flights, equipment repair, and coordinating in search and rescue at sea and professional training.

General Ty also confirmed that leaders from the Ministry of National Defence, the General Staff of the Vietnam People’s Army would create favourable conditions for the two air forces to boost their cooperative ties.

  qdnd  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...