Jumat, 26 September 2014

Jepang Promosikan Peralatan Pertahanan ke ASEAN

Angkatan darat Jepang saat mengeluarkan kendaraan tempur amfibi dari helikopter CH47J dalam sesi latihan di Higashi-Fuji, Gotemba, Kaki Gunung Fuji.Angkatan darat Jepang saat mengeluarkan kendaraan tempur amfibi dari helikopter CH47J dalam sesi latihan di Higashi-Fuji, Gotemba, Kaki Gunung Fuji. (sumber: AFP/Toshifumi Kitamura)

Para pejabat pemerintahan dari negara-negara ASEAN meninjau peralatan pertahanan yang dibuat oleh pabrikan Jepang.

Sekitar 20 pejabat dari negara-negara ASEAN, Kamis (25/9) mengunjungi Kementerian Pertahanan di Tokyo, di mana peralatan yang dipasok kepada Pasukan Bela Diri (SDF) Jepang dipajang.

Kunjungan tersebut menyusul disetujuinya pedoman baru terkait ekspor senjata pada April lalu di Jepang yang membolehkan ekspor senjata dan teknologi senjata dengan persyaratan ketat.

Pajangan oleh tujuh pabrikan Jepang tersebut meliputi replika kendaraan lapis baja dan kendaraan penyapu ranjau darat, serta motor dan parasut yang digunakan oleh SDF.

Wakil Menteri Pertahanan Jepang Akira Sato memberikan penjelasan kepada para pejabat dari ASEAN. Ia mengatakan semakin banyak kesempatan bagi Jepang dan negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama keamanan di bawah pedoman baru tersebut.

  Berita Satu  

Danlanud Roesmin Nurjadin Sambut Kedatangan Pesawat Super Tucano

Super Tucano Batch II Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb M. Khairil Lubis menyambut kedatangan 4 pesawat tempur EMB-314 Super Tucano buatan dari Embraer Defense System Brasil di Shelter Charlie, Lanud Rsn, Kamis (25/9). Kedatangan 4 pesawat ini dalam rangka Transit sebelum melanjutkan penerbangannya dari pusat produksi pesawat Super Tucano di Brasil ke Lanud Abd Saleh, Malang. Direncanakan hari ini, Jumat (26/9) keempat pesawat tempur taktis tersebut akan melanjutkan penerbangannya ke Lanud Abd Saleh.

Pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano adalah hasil pengembangan pesawat latih EMB-312 Tucano, dimana pesawat ini memiliki beberapa keunggulan seperti mampu terbang rendah dalam waktu yang lama, sehingga cocok untuk anti-gerilya. Biaya operasional dan perawatan pesawat ini tidak tinggi, serta mampu mendarat di landasan pacu yang sederhana. Dilengkapi mesin tunggal turboprop, Super Tucano memiliki kemampuan mengenai target dengan sempurna. Dua senapan mesin dipasangkan pabrikan Embraer Brasil, pada sayap serta 5 hardpoint di sayap dan fuselage untuk mengangkut rudal, roket atau bom seberat 1,5 ton. Pesawat ini pun didesain untuk melakukan serangan anti-gerilya, pengintaian, dan patroli.

Empat pesawat ini merupakan pengiriman kedua, dari total 16 unit pesawat yang dipesan oleh TNI AU untuk menggantikan pesawat OV 10 Bronco di Skuadron Udara 21 Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.



  TNI AU  

Peleton Jihandak Yonzipur 10/2 Kostrad dalam Latihan Garuda Shield - 8/2014

PELETON JIHANDAK YONZIPUR 10/2 KOSTRAD DALAM RANGKA LATIHAN GARUDA SHIELD- 8 TA. 2014Dalam mendukung latihan gabungan Garuda Shield -8 TA. 2014 yang di laksanakan di PUSLATMAR Karangtekok Asembagus Situbondo. Yonzipur 10/2 Kostrad mengirimkan satu Peleton Jihandak. Dalam kegiatan tersebut Peleton Jihandak berfungsi sebagai Pengamanan Alutsista Pasukan US Army.

Dalam kegiatan tersebut Peleton jihandak yang di pimpin oleh Sersan Satu Lalu Muhamad Taufik melaksanakan fungsi Jihandak yaitu pendeteksian dan pengamanan yang terdiri dari deteksi kendaraan dan deteksi perorangan para tamu yang akan berkunjung atau melihat pameran alutsista US Army.

Dalam kegiatan pendeteksian Peleton Jihandak dibantu oleh satu ekor anjing dari satuan Raider 500 Kodam V Brawijaya yang berfungsi sebagai pendeteksi bahan peledak dan benda yang mencurigakan.

Peleton Jihandak sangat bersyukur kepada tuhan yang maha esa karena pada pelaksanaan latihan gabungan Garuda Shield -8 TA. 2014 tersebut berjalan dengan aman, sukses dan lancar, serta tidak ada kendala atau kerugian personil maupun materil sekecil apapun di lapangan.

  TNI AD  

Antisipasi Aliran Sesat Malaysia

Kemhan Akui Indonesia Tersusupi Aliran Sesat Malaysia http://ropeg.kemhan.go.id/udin_pi_2013/logo.pngKementerian Pertahanan (Kemhan) mengidentifikasi gerakan penganut aliran sesat dari Malaysia sudah menyusup ke wilayah Indonesia. Namun, seperti apa gerakan dan afiliasi kelompok aliran sesat itu masih dirahasiakan Kemhan.

"Memang ada data intelijen soal itu. Tapi ini masih informasi awal," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, dalam acara penutupan bela negara bagi pegawai negeri sipil Kemhan di Jakarta, Kamis (25/9).

Menyusupnya aliran sesat dari Malaysia ke wilayah RI ujar Menhan, pertama kali diidentifikasi Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan. "Kemhan sendiri telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Lembaga Sandi Negara dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris untuk memantau pergerakan militan tersebut," ungkapnya.

Menhan yakin, kelompok aliran sesat ini bisa ditangkal dan tidak berkembang. Cegah tangkal ini sekaligus meminimalisir masuknya organisasi monster Islam State (dulu ISIS-red) ke Indonesia. "Kami sudah meminta khusus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk melihat perkembangan apa yang terjadi," kata Purnomo.

Purnomo belum mau mengungkapkan secara detail aliran sesat yang datang dari Malaysia itu. Dia hanya mengungkap bahwa aparat gabungan akan memantau semua gerakan kelompok militan dan sesat yang masuk Indonesia.

"Kemhan sudah tahu jalur masuknya kelompok ini. Tetapi, tidak bisa diungkap ke publik. Semua bekerja untuk itu, ini adalah info awal intelejen," imbuhnya.(fas/jpnn)
Pengamanan Perbatasan Kalimantan-Malaysia Diperketat Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan pengamanan perbatasan Kalimantan-Malaysia akan diperketat untuk mengantisipasi masuknya aliran sesat dari Malaysia.

"Kemhan dan pemangku kepentingan yang lain, seperti BNPT, Badan Intelejen Strategis, Mabes TNI dan Polri akan melakukan pemantauan terhadap dugaan masuknya aliran sesat dari Malaysia," kata Menhan usai menutup Pendidikan Pendahuluan Bela Negara sekaligus pembaretan dan penyematan Brevet Bela Negara, di Silang Monas, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, sejumlah jalur khususnya di perbatasan akan diperketat melalui patroli udara, laut dan darat.

"Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan sudah kita minta khusus untuk melakukan pemantauan dengan pihak terkait seperti BNPT, BAIS dan lainnya untuk melihat perkembangan ISIS ataupun dugaan aliran keras lainnya yang masuk ke Indonesia," jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengetahui jalur yang kemungkinan dilalui oleh kelompok tersebut. Namun hal itu belum dapat diungkap ke publik.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Fuad M Basya mengatakan, TNI siap mengantisipasi kemungkinan masuknya kelompok aliran sesat yang melarikan diri ke Indonesia dari Malaysia.

Pemantauan akan dilakukan oleh seluruh jaringan badan intelejen strategis yang tersebar di Indonesia.

"Kita menerima informasi itu dan melakukan pemantauan. BAIS TNI tersebar di seluruh Indonesia untuk melakukan pemantauan dan pengintaian khususnya masalah radikal," ujarnya.

  JPNN | Republika  

[Video] Skyshield 35 Mk II

Penampakan Alutsista terbaru TNI AU berupa video liputan Lensa Indonesia Alutsista Ini dibeli dari Swiss dan akan di tempatkan di Jakarta, Makassar dan Pontianak. Rencananya alutsista ini akan dilengkapi rudal pertahanan dari Korea, Chiron.


  Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...