Jumat, 31 Oktober 2014

Pramugari Cantik TNI-AU bikin Heboh Medsos

Theresia Mariana Susanti

Presiden Joko Widodo menggunakan pesawat kepresidenan untuk pertama kalinya saat kunjungan ke pengungsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara. Namun selain kunjungan itu yang bikin heboh, foto-foto para pramugarinya pun mengguncang dunia maya.

Entah siapa yang memulai, namun saat ini beredar luas foto-foto Theresia Mariana Susanti, salah seorang pramugari TNI AU yang bertugas di pesawat kepresidenan. Foto-foto wajahnya yang ayu begitu cepat menyebar. Gambar itu berasal dari akun facebook Theresia yang memang bisa diakses terbuka.

Di akun tersebut, Theresia mencantumkan profil bekerja di TNI AU. Dia juga diketahui berasal dari Denpasar, Bali. Ada sejumlah pose yang memperkuat bahwa Theresia adalah seorang pramugari di pesawat kepresidenan.

Pertama, fotonya saat bersalaman dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim. Di bagian belakang foto itu, tampak pesawat kepresidenan berwarna biru produksi Boeing tersebut.

Selain itu, ada foto-foto lain milik Theresia berseragam TNI AU dengan label skadron 17, divisi khusus yang menangani pesawat kepresidenan. Senyumnya merekah di setiap pose foto. Ada juga foto-foto lainnya saat wanita muda itu berjalan-jalan di mal dengan seragam bebas. Komentar pun bermunculan.

"Ijin mbak, cantik banget sih," tutur salah seorang rekan Theresia di facebooknya.

Selain Theresia, ada juga nama-nama pramugari TNI AU lainnya, seperti Rara dan Feby. Saat reporter detikcom ikut terbang bersama Jokowi di pesawat kepresidenan, salah satu pramugari yang bertugas adalah Feby. Dengan ramahnya, dia melayani para penumpang.

"Silakan mau minum apa mas?" tutur Feby.

Sedikitnya ada 5-10 pramugari yang bertugas kala Jokowi terbang ke Sumut Rabu (29/10) lalu. Mereka berjaga di ruang VVIP hingga area staf di bagian belakang pesawat.

  ★
detik  

Tempatkan Pasukan di Tanjung Datu, TNI Siapkan Rp 850 Miliar

Rencana TNI untuk pembangunan pangkalan dan pembangunan pasukan di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Tanjung Datu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah. Dana yang dikucurkan untuk membangun kekuatan militer darat, laut dan Udara diperkirakan mencapai 850 miliar rupiah.

Kepastian ini disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko usai membuka dan mengikuti ceramah umum pakar ekonomi, Prof Gustav Papanek, di Markas Besar TNI. ''Ini (pembangunan dan deploy pasukan) sudah disetujui. Nanti anggarannya yang akan keluar kurang lebih 850 miliar untuk membangun kekuatan laut, darat, dan udara,'' kata Moeldoko kepada wartawan, Kamis (30/10).

Moeldoko menambahkan, telah bekoordinasi dengan Kementerian Pertahanan terkait penggunaan anggaran tersebut. Sebelumnya, permasalahan perbatasan di tanjung datu sempat menjadi sorotan lantaran upaya Malaysia untuk membangung mercusuar di kawasan perairan tanjung datu, yang sebenarnya masih masuk ke dalam wilayah Indonesia.

Terkait koordinasi kerja dengan Menhan yang baru, Moeldoko optimis tidak akan menemui banyak kendala dengan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. Terlebih, Ryamizard merupakan purnawirawan TNI dan mantan KSAD.

"Saya kira, Menhan sebagai mantan KSAD akan lebih bisa dan cepat memahami bagaimana kebutuhan TNI ke depan," kata Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, tidak ada perbedaan dan perubahan yang signifikan terkait rencana pembanguan kekuatan TNI, yang dibahas bersama dengan Kemenhan. Namun, untuk saat ini, lanjut Moeldoko, pihaknya tengah menyiapkan dan menyusun Rencana Strategis peningkatan kesejahteraan prajurit. "Saya harap ini bisa segera terealisasi," tutur Moeldoko.

  ★
republika  

Sukhoi Latihan Hancurkan Pesawat Tempur Musuh

Hanudanas Tutuka XXXVIII Hari terakhir latihan Pertahanan Udara Nasional, empat pesawat sukhoi melakukan latihan yang berbeda dari dua hari sebelumnya, Kamis (30/10).

Latihan yang dilakukan adalah untuk melakukan pertempuran udara dan penghancuran. ”Ini skenario latihannya agak berbeda dari hari sebelumnya. Dimana latihan fokus pada latihan untuk penghancuran,” kata Komandan Skuadron Sukhoi 11 Lanud Hasanuddin, Letkol Davit Y Tamboto, Kamis (30/10).

Ia mengungkapkan, selain latihan penghancuran, juga dilakukan latihan tempur satu lawan satu. Dimana satu pesawat sukhoi menghadapi pesawat tempur lainnya. Latihan tersebut dipusatkan di perairan Dumai, melibatkan pesawat tempur dari skuadron yang ada Pekanbaru yakni F-16.

”Skenario latihannya battle, dan penghancuran pesawat tempur,” ungkap Davit. Penguatan latihan ini adalah untuk melatih penerbang supaya siaga menghadapi sergapan pesawat tempur asing memasuki wilayah udara Indonesia. Dalam latihan ini melibatkan beberapa pihak, dan juga sukhoi melakukan beberapa manuver-manuver.

Ia menjelaskan, dua hari lalu pelatihan dipusatkan pada scramble, yakni latihan penyergapan wahana asing yang memasuki wilayah udara Indonesia. Scramble ini hanya menerbangkan dua pesawat, dan dua pesawat lainnya siaga untuk sebagai back up.

Setelah istirahat selama satu jam, Dua pesawat sukhoi jenis Su 30 kembali berangkat. Melakukan latihan patroli udara dan scramble. Latihan ini merupakan menu terakhir dari latihan hanudanas Tutuka XXXVIII. Karena setelah ini skuadron 11 sukhoi beserta semua teknisinya akan berangkat pulang ke Lanud Hasanuddin.

 Pelajar Antusias Melihat Sukhoi 

Sementara itu, ratusan pelajar memadati landasan VIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pada Kamis (30/10) lalu. Siswa SMA, SMP, SD dan hingga Taman Kanak-Kanak (TK) melihat secara langsung pesawat Sukhoi Su 30 dan Su 27.

Ada beberapa sekolah hadir saat menghadiri tour sukhoi ini seperti TK Cendana, SD Cendana, SMP Sultan Agung.

”Pada hari ketiga latihan Hanudnas ini, kami memang membuka untuk umum bagi siswa-siswi yang ingin melihat secara langsung pesawat Sukhoi,” kata salah satu personel dari Skuadron 11 Sukhoi Lanud Hasanuddin yang enggan menyebutkan, Kamis (30/10).

Terlihat para siswa-siswi ini sangat antusias mengikuti tour yang telah di rancang oleh panitia TNI AU. Siswa siswi ini dengan seksama dan serius mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari salah satu teknisi Skuadron 11 yakni Letnan Satu Syamsul Huda.

Syamsul menjelaskan, setiap detail mengenai kehebatan dan kecanggihan pesawat Sukhoi tersebut. Ia mengatakan kalau pesawat tersebut, bisa terbang dua kali kecepatan udara. Lebih lanjut ia mengatakan kepada para siswa-siswi yang hadir, kalau saat ini pesawat sedang melakukan post flight. Dimana sedang dilakukan pengecekan dan pemeriksaan pesawat.

“Hayo siapa yang mau jadi pilot,” ujar Syamsul.

“Saya,” kata anak-anak itu dengan serempak.

Ia mengatakan, kalau ingin jadi pilot, harus rajin belajar. Siapa saja bisa jadi pilot. ”Rajin belajar, patuh sama orang tua itu kuncinya,” jelasnya.

Setelah mendengarkan keterangan dari Syamsul, siswa- siwsi tersebut berfoto-foto di dekat sukhoi. Tidak hanya para pelajar saja yang ikut berfoto, guru-guru mereka juga tidak ingin melewatkan momen ini. ”Untuk masuk ke facebook,” ungkap salah satu guru sambil tersenyum.

Melihat pelajar yang ikut berfoto-foto, salah satu tentara dari TNI AU mengajak anak SD Cendana untuk foto bersama. Namun anak tersebut menolak, karena menurutnya wajah tentara tersebut seram.

”Wajah om aja yang seram, tapi hati om baik kok,” ujar tentara tersebut sambil tersenyum.

Setelah melihat senyum dari wajah tentara tersebut, akhirnya anak itu mau berfoto bersama. Tidak ada lagi terlihat ketakutan lagi dari wajahnya.

  ★
batampos  

Mampu Ngerem Mendadak

KMC Komando

Kodam II/Sriwijaya mendapatkan tambahan alat utama sistem pertahanan (alutsista) jenis Kapal Motor Cepat (KMC) Komando. Kapal buatan anak bangsa ini memiliki kemampuan bermanuver yang hebat. Bisa berputar 360 derajat dan ngerem secara mendadak.

Kapal canggih tersebut diserahkan Direktur Pembekalan Angkutan TNI AD, Brigjen TNI Pasenga Talilah, kepada Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo, di dermaga Bekangdam II/Sriwijaya, kemarin (29/10).

“Kapal ini memiliki kecepatan 25 knots dan mampu berputar 360 derajat secara cepat serta mampu ngerem mendadak,” ujar Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo.

Dijelaskan Pangdam, KMC Komando itu merupakan buatan anak bangsa melalui PT Tesco Indomaritim. Punya panjang LOA 17,60 meter, lebar 4,20 meter, tinggi 2,15 meter (lihat grafis). “Kapal ini sangat sesuai dengan geografis wilayah Kodam II/Sriwijaya yang dikelilingi perairan,” bebernya.

KMC Komando itu bisa digunakan untuk menangkap penyelundupan melalui jalur air, termasuk mengungkap penyelundupan minyak ilegal karena laju kapal ini sangat cepat. “Personel kita juga sudah dibekali dengan kemampuan mengendalikan kapal ini. Tadi sudah didemonstrasikan ke Pulau Kemaro, uji coba kehebatan kapal ini,” tutur Bambang.

Selain cepat, KMC Komando juga memiliki senjata pendukung berkaliber 17 milimeter. “Kalau jarak tembaknya, bisa diatur. Namun untuk di wilayah sungai, semakin dekat malah makin bagus,” ulas jenderal bintang dua itu.

Ke depan, lima Korem yang di wilayah Kodam II/Sriwijaya akan mendapatkan masing-masing satu unit kapal jenis ini. “Untuk sementara, KMC Komando ini ditempatkan di Bekangdam II/Sriwijaya. Perlu perawatan yang baik. Harganya saja Rp12 miliar. Kalau sampai rusak, sangat disayangkan,” cetusnya.

Dengan dukungan KMC Komando, Kodam II/Sriwijaya siap untuk mengamankan wilayah perairan Sumbagsel yang luas dari beragam kejahatan. Akan dijalin kerja sama yang baik dengan TNI AL dan Ditpolair Polda Sumsel. “Bagi yang membutuhkan bantuan kapal ini, silakan kontak kami. Kami 24 jam siap membantu,” tukasnya.

  ★
sumeks  

Soal Penyelesaian Konflik, Indonesia Bisa Belajar dari Rwanda

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia bisa belajar dari pengalaman Rwanda sebagai negeri yang pernah konflik. Sebagai negara yang terkenal karena konfliknya, Rwanda bisa menyelesaikan konflik dengan baik.

"Rwanda itu terkenal karena konflik tapi dia bisa selesaikan dengan baik," kata Jusuf Kalla setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Indonesia, menurut dia, juga bisa belajar dari Rwanda, bagaimana menyelesaikan sebuah konflik dan membuat kemajuan setelah konflik itu.

"Makanya kita buat hubungan tetangga lebih baik dari Afrika Timur," tutur Jusuf Kalla.

Namun JK tak menjelaskan lebih lanjut apakah pernyataannya merupakan sindiran terhadap konflik yang saat ini terjadi di parlemen.

Kemarin, JK sempat mengomentari konflik di parlemen yang berujung pembentukan DPR tandingan oleh Koalisi Indonesia Hebat. Menurutnya, konflik di parlemen harusnya diselesaikan dengan cara musyawarah.

"Saya kira itu hanya bersifat situasional. Ya tentu harus dimusyawarahkan penyelesaiannya," ungkapnya.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu yakin pihak DPR bisa menyelesaikan persoalan tersebut. "Kita minta diselesaikan lah secara musyawarah, pasti bisa," katanya.

  ★
sindo  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...