Jumat, 05 Desember 2014

Pangkalan TNI AL Palembang Direlokasi ke Sungai Lais

Kunjungan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang, guna menandatangani rencana relokasi Lanal Palembang ke kawasan Sungai Lais, Rabu (3/12/2014).

"Penandatangan dengan Dirut Plindo II sudah dilakukan. Jadi Lanal Palembang ini yang luasnya sekitar enam ribu meter akan direlokasi di kawasan Sungai Lais yang luasnya 15 hektar," ujar Laksamana TNI Dr Marsetio.

Dikatakannya, relokasi dilakukan karena lokasi Lanal Palembang saat ini tidak efektif lagi. Terlebih lagi sudah banyak peti kemas atau kontainer milik Pelindo yang berada di lahan Lanal Palembang.

"Lahan ini tidak ideal yang sudah dikelilingi kontainer. Insyah Allah tahun depan sudah terealisasi. Relokasi di tempat yang baru yakni di kawasan Sungai Lais, dinilai lebih efektif dan semuanya akan dibangun perkantoran dan ruang rekreasi bagi prajurit.

Intinya lebih baik dari yang sekarang saat ini," ujar Laksamana TNI Dr Marsetio yang didampingi Dirut Pelindo II R J Lino.

  ★
Tribunnews  

Operasi Berlanjut

Jokowi Akan Saksikan Penenggelaman 5 Kapal Thailand Via Teleconference TNI AL Ledakkan Kapal Vietnam Pencuri Ikan

Nasib kelima kapal nelayan asing asal Thailand yang ditangkap karena mencuri ikan di Laut Indonesia bakal ditenggelamkan dalam waktu dekat di Perairan Pontianak, Kalimantan Barat. Penenggelaman kapal rencananya akan dilakukan pada tanggal 14 Desember 2014 atau bertepatan dengan hari Nusantara oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan hanya memantau proses penenggelaman kapal melalui video teleconference.

"Nanti resmi tanggal 14, presiden akan menyaksikan penenggelaman kapal. Kapal itu ada di Pontianak tapi beliau berada di Tarakan (Kalimantan Timur) menyaksikan melalui teleconference," ungkap Dirjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gellwyn Yusuf saat temu media di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Menurut Gellwyn seluruh barang bukti kelima kapal asal Thailand mencuri ikan di laut Indonesia sudah cukup. Kelima kapal tersebut melanggar zona tangkap ikan (fishing ground), penggunaan 100% anak buah kapal asing dan izin tangkap bodong.

"Ada juga yang ditangkap tapi dia tidak artinya bodong izinnya. Itu ada cuma mereka melanggar. Misal yang harus perairannya di sini mereka tangkap di sana izin wilayah," imbuhnya.

Hal ini menjadi pelajaran kepada kapal asing yang berniat menangkap ikan di laut Indonesia secara ilegal. Ke depan begitu kapal ditengarai dan terbukti melakukan illegal fishing di tengah laut maka KKP segera akan melakukan penenggelaman.

"Ini sebagai suatu peringatan kalau nanti ada lagi dari kapal-kapal yang mirip-mirip demikian itu sudah menjadi suatu SOP. Jadi harus ditenggelamkan," tegasnya.
Operasi Berlanjut, Kapal Perang TNI AL Tangkap 2 Kapal Ikan Filipina di Tahuna KRI Yos Sudarso-353

KRI Yos Sudarso-353 menangkap dua kapal ikan dengan ABK warga negara Filipina di Perairan Tahuna, Sulawesi Utara, Jumat (5/11/2014). Kedua kapal yang diamankan kapal perang jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim yakni KIA/KM Gherry dan KII/KM Princes Joy 02.

Saat diperiksa, KIA/KM Gherry diawaki oleh 12 orang ABK. 9 Orang di antaranya warga negara Filipina dan tidak bisa menunjukan satu pun dokumen kapal maupun dokumen ABK alias kapal tersebut bodong.

Sedangkan KII/KM Joy 02 diawaki oleh 10 orang ABK termasuk 4 orang ABK warga negara Filipina. Saat diperiksa, dokumen kapal tersebut tidak sesuai ketentuan, di antaranya jumlah ABK tidak sesuai dengan Crew List, demikian juga dengan surat keterangan tenaga kerja asing yang ditunjukan, masa berlakunya sudah kadaluarsa.

Dari rilis yang diterima detikcom, kedua kapal tersebut oleh KRI Yos Sudarso yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Sigit Santoso diserahkan ke Lanal Tahuna untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu, KRI Sorong-911 yang berada di jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmatim menangkap kapal ikan berbendera Indonesia KM Aroma Uli-09, di sekitar Laut Aru, Selasa (2/12).

Pada saat itu KRI Sorong yang sedang melaksanakan tugas Operasi Keamanan Laut di Bawah Kendali Operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmatim, memergoki KM Aroma Uli-09 tengah mengangkut 50 ton ikan campuran.

KM Aroma Uli adalah jenis kapal penangkap ikan milik PT Kristalin Dwilestari, dengan tanda selar GT.231 No.905/MMA dengan bobot 231 GT. Kapal ikan tersebut dinahkodai Chilffandry W. Layan, serta diawaki 27 Anak Buah Kapal Warga Negara Indonesia dan tiga ABK Warga Negara Asing berkewarganegaraan Korea.

Dari hasil pemeriksaan awal diduga melakukan beberapa pelanggaran antara lain alat tangkap ikan yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam SIPI (panjang total pukat ikan 37 meter riil 40,25 meter, panjang bagian kantong 8.50 meter riil 18 meter).

Pelanggaran lainnya yaitu masa berlaku Buku Pelaut untuk tiga orang WNI telah kadaluarsa dan kapal tidak dilengkapi dengan peralatan meteorologi. Selanjutnya KRI Sorong membawa KM Aroma Uli-09, nahkoda dan ABK dikawal menuju Lanal Tual, Maluku Tenggara guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Sebelumnya, dua hari yang lalu, Rabu (3/12) jajaran Kapal Koarmatim juga berhasil menangkap 9 kapal ikan yang melakukan tindak pelanggaran pidana di Laut Aru, Arafuru dan Laut Sulawesi," jelas Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Abdul Kadir.(bdh/mad)
Foto lain dari TNI AL Ledakkan Kapal Vietnam Pencuri Ikan
TNI AL meledakkan kapal ikan milik Vietnam yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia.
Kapal tersebut diledakkan dengan senjata dari Kapal Navigasi Bintang Laut 4801 oleh Satuan Kopaska Koarmabar.
Helikopter berputar-putar di sekitar lokasi untuk memantau peledakan kapal.
KRI Sultan Hasanuddin 366 mengawal proses peledakan kapal. 
Satu persatu kapal nelayan itu tenggelam ke dasar laut.

  ★
detik  

Peledakkan 3 Kapal Ikan Vietnam

Kapal Patroli Barakuda-633 KRI Barakuda-633

KRI Barakuda-633 merupakan salah satu kapal patroli milik TNI AL. Kapal ini siap menembak dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Seperti apa?

Detikcom bersama sejumah wartawan naik ke KRI Barakuda-633 dari pelabuhan Batam, Kamis (4/12/2014). Kapal itu kemudian bertolak untuk patroli di Kepulauan Riau, tepatnya ke daerah Pulau Tarempa. Dari Batam menuju ke lokasi ini diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam.

KRI Barakudda-633 yang dikomandani Mayor Laut (P) Saryanto itu berukuran besar, dengan panjang 58,10 meter, lebar 7,62 meter, dan tinggi 23,10 meter. Jenis kapal cepat ini bisa melaju di kecepatan maksimal 28 knot.

Kata Saryanto, Kapal yang dilengkapi alat pengintai target ini punya 3 persenjataan. Yakni 1 buah meriam kaliber 40 mm, dan 2 buah meriam kaliber 20 mm. Di kapal wana abu-abu ini juga terdapat helipad atau landasan helikopter di bagian atasnya.

"Kemampuan Barakuda ini pertahanan anti udara, mampu membawa heli yang fungsinya buat SAR. Senjata kita ada meriam 40 mm dan 20 mm. Nanti akan direvitalisasi, diupgrade di 2015. Salah satunya ditambahi rudal," imbuh Saryanto.

KRI Barakuda-633 awalnya bernomor lambung 814 dan dibuat di galangan kapal PT PAL Indonesia dengan lisensi galangan kapal Luerrsen Jerman. Tahun pembuatannya Juli 1994, kemudian diluncurkan setahun setelahnya.

Barakuda merupakan nama salah satu jenis ikan laut berbahaya yang terdapat di perairan tropis seluruh dunia. Ikan ganas ini memiliki ciri-ciri warna kulit keabu-abuan dengan rahang panjang dan gigi runcing dan tajam. Sifat Barakuda selalu waspada, tak gentar terhadap semua yang bergerak di dalam air dan dapat berenang cepat.

Atas berbagai alasan itulah kapal TNI AL di bawah naungan Komando Armada RI Kawasan Barat ini kemudian diberikan nama Barakuda. Harapannya agar dapat meningkatkan semangat semua personel dalam mengamankan perairan Indonesia.
Tiba di Anambas, KRI Barakuda dan Todak akan Ledakkan 3 Kapal Ikan Vietnam KRI Barakuda dan Todak

Kapal patroli TNI AL KRI Barakuda-633 dan KRI Todak-631 tiba di Pulau Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) pagi. Mereka akan meledakkan dan menenggelamkan 3 kapal ikan milik Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

"Kita nanti akan tenggelamkan. Itu 3 kapal ikan milik Vietnam," kata Komandan KRI Barakuda-633 Mayor Laut (P) Saryanto.

Saryanto kemudian menunjukkan 3 kapal milik Vietnam yang berjarak 1.000 yard atau kurang lebih 800 meter dari KRI Barakuda-633. Kapal-kapal itu katanya kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia.

Kata Saryanto, nantinya KRI Barakuda-633 akan merapat ke 3 kapal Vietnam itu dengan sekoci, untuk mengamankan nahkoda dan para ABK-nya. Setelah itu kemudian meledakkannya.

Di lokasi juga tampak KRI Hassanudin merapat. Kabarnya di dalam kapal itu ada para petinggi TNI. Di antaranya Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kapuspen TNI Mayjen M Fuad Basya, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Kepala Laksamada Muda (Laksda) TNI Widodo.
3 Kapal Ikan Pencuri Milik Vietnam yang Akan Diledakkan TNI AL Tiga kapal ikan milik Vietnam tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia. 3 kapal itu pun akan diledakkan oleh TNI AL di KRI Barakuda-633 dan KRI Todak-631 yang tengah berpatroli.

Ketiga kapal tersebut tampak berada di wilayah Pulau Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) pagi. KRI Barakuda-633 yang dikomandani Mayor Laut (P) Saryanto pun mendekat ke ketiga kapal nelayan tersebut.

Ketiga kapal tersebut tampak berukuran sedang dan berwarna seragam, yakni hijau, putih dan oranye. Mereka semua kedapatan mencuri ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

Saat ini Komandan Saryanto tengah memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan sekoci dari KRI Barakuda-633. Para prajurit TNI AL akan merapat ke ketiga kapal itu untuk mengevakuasi nahkoda dan para ABK kapal.

"Nanti setelah itu, ketiga kapal tersebut akan kita ledakkan," ucap Saryanto.

Ketiga kapal milik Vietnam itu adalah:

1. KG 90433. ATS 005 dengan Nahkoda Van Thanh Son. ABK 2 orang dan bermuatan ikan.

2. KG 94366 TS. ATS 006 dengan Nahkoda Nguyen Duy, ABK 23 orang seluruhnya WNA.

3. KG 94266 TS. ATS 012 dengan Nahkoda Nguyen Duc Van, dengan ABK 20 orang WNA, dan bermuatan ikan.
Boom! 3 Kapal Nelayan Vietnam Pencuri Ikan Diledakkan Herianto/detikcom

Boom! Tiga kapal nelayan Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia akhirnya diledakkan. Aksi peledakan tersebut dikawal KRI Sultan Hasanuddin, KRI Barakuda-633 dan KRI Todak-631.

Kapal itu diledakkan satu persatu. Api dan asap besar membumbung tinggi ke langit setiap kali kapal meledak. Kapal-kapal itu kemudian tenggelam ke dasar laut. Sementara puingnya berserakan di atas laut.

Peledakan dilakukan di perairan wilayah Pulau Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) pagi. Ada 3 kapal Vietnam yang diledakkan, yakni KG 90433 TS. ATS 005, KG 94366 TS. ATS 006, dan KG 94266 TS. ATS 012.

Ketiga kapal tersebut diledakkan dengan senjata dari Kapal Navigasi Bintang Laut 4801 oleh Satuan Kopaska Koarmabar. Para nahkoda dan ABK kapal tersebut sudah lebih dulu dievakuasi ke KRI Barakuda-633.

Sebelum kapal diledakkan, tampak beberapa anggota Satuan Kopaska Koarmabar bergerak mendekati 3 kapal itu dengan sekoci. Mereka sepertinya memasangi bahan peledak di kapal-kapal tesebut.

Aksi peledakan tersebut dikawal oleh KRI Sultan Hasanuddin, KRI Barakuda-633 dan KRI Todak-631. Ada juga helikopter yang berputar-putar di sekitar lokasi untuk memantau. Beberapa anggota TNI AU dari KRI Barakuda-633 memantau di 2 sekoci.

Di KRI Barakuda-633 sendiri ada 8 ABK kapal Vietnam yang dievakuasi. Mereka turut menyaksikan peledakan ketiga kapal mereka dari geladak helikopter.(bar/vid)
8 ABK Vietnam Pencuri Ikan Meratapi Kapalnya yang Diledakkan Salah satu ABK Kapal Vietnam

Delapan ABK kapal Vietnam pencuri ikan menyaksikan 3 kapalnya diledakkan. Wajah mereka semua, yang diamankan Personel TNI AL di KRI Barakuda-633, terlihat sedih.

Ketiga kapal ikan Vietnam itu diledakkan di perairan wilayah Pulau Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) pagi. Ada 3 kapal Vietnam yang diledakkan, yakni KG 90433 TS. ATS 005, KG 94366 TS. ATS 006, dan KG 94266 TS. ATS 012.

Ketiga kapal tersebut diledakkan dengan senjata dari Kapal Navigasi Bintang Laut 4801 oleh Satuan Kopaska Koarmabar. Para nahkoda dan ABK kapal tersebut sudah lebih dulu dievakuasi ke KRI Barakuda-633.

Sebelum kapal diledakkan, tampak beberapa anggota Satuan Kopaska Koarmabar bergerak mendekati 3 kapal itu dengan sekoci. Mereka sepertinya memasangi bahan peledak di kapal-kapal tesebut.

Aksi peledakan tersebut dikawal oleh KRI Sultan Hasanuddin, KRI Barakuda-633 dan KRI Todak-631. Ada juga helikopter yang berputar-putar di sekitar lokasi untuk memantau. Beberapa anggota TNI AU dari KRI Barakuda-633 memantau di 2 sekoci.

Api besar kemudian diikuti asap tebal membumbung tinggi sesaat setelah kapal diledakkan. Dua kapal perlahan tenggelam ke dasar laut, satu lainnya masih terbakar. Puing-puing kapal itu berserakan di atas air di sekitar lokasi.

Delapan ABK kapal tersebut melihat peledakan itu dari geladak helikopter KRI Barakuda-633 dengan penjagaan dari personel TNI AL. Wajah para pria yang didominasi usia sekitar 35-40 tahun itu terlihat sedih.

Para ABK kapal Vietnam ini tampak bercakap-cakap. Entah apa yang dibicarakan. Mereka semua berbincang dengan bahasa Vietnam. Salah seorang dari mereka tampak menyeka matanya dengan tangan.

Para ABK kapal Vietnam itu menatap kobaran api yang melumat kapalnya. Jarak pandang mereka semua dari KRI Barakuda-633 ke ketiga kapal tersebut sekitar 800 meter.

Ketiga kapal tersebut diledakkan karena mencuri ikan di perairan Indonesia. Sebelumnya presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memang menginstruksikan aparat agar menembak dan meledakkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan di Tanah Air.



  ★ detik  

Efek Itu Nyata Jendral ...

Takut kapal ditenggelamkan, negara lain larang masuk wilayah RI Ilustrasi Kapal Terbakar

Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti gencar mengirim pesan ancaman menenggelamkan kapal asing yang beroperasi secara ilegal di perairan Indonesia. Menurut Susi, ada sekitar 5.400 kapal asing bodong yang berkeliaran di laut Indonesia.

Susi menegaskan, pemerintah sudah berkomunikasi dengan sejumlah duta besar negara sahabat terkait kebijakan menenggelamkan kapal asing yang bakal mulai dilakukan terhitung sejak 14 desember 2014.

"Sudah panggil dubes-dubes yang kaitan dengan pencuri-pencuri ikan ini," ujar Susi di Jakarta, Kamis (4/12).

Di hadapan para dubes, Susi berulang kali sikap pemerintah terhadap kapal asing yang kedapatan mencuri ikan maupun hasil laut di perairan Indonesia. Dia mengklaim mendapat reaksi positif dari para dubes.

"Mereka respek kita punya keinginan tata laut dengan manajemen yang benar. Mereka setuju," tambah Susi.

Pemilik maskapai penerbangan Susi Air ini mengatakan, dubes asing yang ada di Indonesia juga telah melakukan sosialisasi tentang regulasi kelautan Indonesia.

"Mereka sendiri bikin pengumuman untuk tidak masuk (wilayah laut) Indonesia lagi. Sudah bahaya, karena Indonesia akan tegas," tandasnya.[noe]
Lewat satelit Menteri Susi lihat kapal asing mulai tinggalkan RI Fasilitas KKP

Kurang dari satu bulan memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sudah mengeluarkan beberapa kebijakan. Utamanya yang berkaitan dengan aksi kapal asing ilegal di perairan Indonesia.

Indonesia harus menanggung kerugian besar dari aksi pencurian biota laut yang dilakukan kapal asing di wilayah perairan Indonesia. Susi mengeluarkan kebijakan penghentian sementara izin kapal tangkap ikan dan larangan bongkar muatan kapal di tengah laut atau yang istilahnya transhipment.

Kebijakan itu dipertegas dengan rencana pemerintah menenggelamkan kapal asing yang nekat beraksi di perairan Indonesia mulai 14 Desember 2014. Hasilnya, kata Susi, kapal-kapal asing mulai meninggalkan Indonesia.

Itu diketahui dari satelit INDESCO (Infrastructure Development for space Oceanography). Disebut-sebut, sekitar 3.000 kapal asing berbondong-bondong kabur dari wilayah hukum laut Indonesia.

"Gambar di satelit INDESO juga memperlihatkan gambar segitiga dan titik-titik (kapal asing) itu hilang dan bersih," ujar Susi di Jakarta, Kamis (4/12).

Satelit INDESCO merupakan pemodelan oseanografi yang tidak hanya menggunakan pendekatan secara fisika melainkan juga bilogi. Satelit ini mampu memantau perpindahan ikan, terutama ikan pelagis.

Terdapat tujuh aplikasi yang dikembangkan pada satelit tersebut, yakni penghitungan stok ikan, satelit radar yang digunakan pemantauan pencurian ikan, kemudian pemantauan tumpahan minyak, pemantauan budidaya udang (tambak), inventarisasi rumput laut serta budidayanya, menunjang program perlindungan karang dan bakau melalui coral sensing serta tata kelola kawasan pesisir yang terintegrasi dengan INDESCO.

Menteri Susi mengaku lega kebijakan yang dikeluarkannya berdampak signifikan. "Hari Senin kemarin saya dapat artikel BPS karena aksi anti-illegal fishing menyumbang deflasi. Jadi ini semua sangat luar biasa," tegasnya.[noe]
Dampak Kebijakan Menteri Susi: Pasokan Ikan Cukup dan Harga Turun Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait moratorium atau penghentian izin sementara untuk kapal tangkap ikan berukuran besar berdampak positif.

Kebijakan yang berlaku awal November lalu ini telah membuat pasokan ikan di dalam negeri berlimpah sehingga harga turun. Kapal-kapal besar terutama milik asing selama ini diduga aktif melakukan 'pencurian' ikan dengan berbagai modus termasuk dengan cara transhipment atau bongkar muat di tengah laut.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ikan segar menyumbang deflasi untuk November 2014. Andilnya mencapai 0,02% dengan penurunan harga sebesar 3,7 %.

"Ikan segar andil deflasi 0,02% dengan penurunan harga 3,7%. Kita menduga ini karena aktifnya pemerintah melakukan pelarangan illegal fishing (pencurian ikan)," ungkap Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (1/12/2014).

Kebijakan tersebut, menurut Suryamin efektif dapat mencegah pencurian ikan. Ikan yang ditangkap di laut Indonesia harus masuk ke pelabuhan perikanan di dalam negeri, namun biasanya langsung diekspor secara ilegal.

"Jadi kalau biasanya langsung diekspor sekarang sudah banyak ditahan. Jadi dijual di dalam negeri. Kebijakan ini sangat berdampak," terangnya.

Seperti diketahui mulai awal November 2014, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara (moratorium) izin kapal baru dan mengkaji ulang seluruh izin tangkap kapal ikan di atas 30 Gross Ton (GT) selama 6 bulan ke depan.

Aturan ini berlaku bagi izin kapal baru, izin kapal yang telah habis dan review atas semua izin kapal yang telah diberikan. Aturan ini sudah ditandatangani Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia itu melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan beberapa instansi lain.(mkl/hen)
Menko Indroyono Puji Gebrakan Menteri Susi yang Bikin Harga Ikan Turun Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendapatkan apresiasi dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim Indroyono Soesilo. Kebijakan Menteri Susi soal moratorium atau penghentian sementara izin kapal besar penangkap ikan dan larangan transhipment berdampak pada pasokan ikan di dalam negeri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ikan segar menyumbang deflasi untuk November 2014. Andilnya mencapai 0,02% dengan penurunan harga sebesar 3,7 %. Hal ini karena pasokan ikan di dalam negeri makin banyak pasca kebijakan tersebut.

"Itu bagus," kata Indroyono di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/12/2014).

Indroyono mengatakan tidak hanya dua kebijakan tersebut yang membuat pasokan ikan bertambah dan harga turun tetapi ada 4 kebijakan Susi lainnya. Antara lain membuka data kapal-kapal ikan di internet sehingga semua orang tahu kapal bodong atau resmi, penanganan illegal fishing, kewajiban pemasangan VMS (Vessel Monitoring System) 24 jam. Terakhir yang paling ditakuti rencana penenggalaman kapal.

"Nggak 2 dong, ada 6 kebijakan," imbuhnya.

Terkait penenggelaman, Indroyono mengatakan kebijakan itu sudah diatur di dalam Undang-undang No.45 tahun 2009 tentang perikanan ayat 69 yang mengacu pada FAO code of conduct for responsible and sustainable fisheries. Ia menilai semua kebijakan yang Susi lakukan sudah benar demi memakmurkan rakyat.

"Jadi ini universal. Jadi langkah ini benar. Masyarakat sekarang bisa membeli ikan-ikan bagus dengan harga murah," jelas Indroyono.

Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait moratorium atau penghentian izin sementara untuk kapal tangkap ikan berukuran besar berdampak positif.

Kebijakan yang berlaku awal November lalu ini telah membuat pasokan ikan di dalam negeri berlimpah sehingga harga turun. Kapal-kapal besar terutama milik asing selama ini diduga aktif melakukan 'pencurian' ikan dengan berbagai modus termasuk dengan cara transhipment atau bongkar muat di tengah laut.

"Ikan segar andil deflasi 0,02% dengan penurunan harga 3,7%. Kita menduga ini karena aktifnya pemerintah melakukan pelarangan illegal fishing (pencurian ikan)," ungkap Kepala BPS Suryamin, kemarin.(wij/hen)

  ★
Merdeka | detik  

[World] Koalitsiya-SV, Raja Meriam Rusia Abad Ke-21

Meriam tipe howitzer Koalitsiya-SV yang dipasang di atas kendaraan roda berantai dengan kaliber 152 mm saat ini sedang menjalani tahap uji coba di Rusia. Meriam dengan sistem penggerak mandiri baru itu akan bergabung dengan meriam-meriam yang belum lama ini masuk dalam perbendaharaan senjata Rusia, seperti Msta-S, Akatsiya, dan meriam kaliber 152 mm lain. Para pakar menilai, spesifikasi teknis Koalitsiya-SV dapat membuatnya menjadi salah satu pemimpin di pasar persenjataan dunia dan memenangkan persaingan dari segi harga dan kualitas dengan howitzer buatan AS M-109. Meski senjata ini merupakan salah satu teknologi muktahir modern, tetapi prinsip dan ide dasar senjata tersebut telah dikembangkan pada era 1970-an. Foto: bastion-karpenko.ru

K
oalitsiya-SV dikategorikan sebagai senjata hasil pengembangan zaman Soviet yang diwujudkan oleh para tenaga ahli sesuai dengan kondisi saat ini. Meski senjata ini merupakan salah satu teknologi muktahir modern, tetapi prinsip dan ide dasar senjata tersebut telah dikembangkan pada era 1970-an. Pada era tersebut, ide tidak diimbangi dengan kemampuan teknis yang dimiliki negara, sehingga realisasi Koalitsiya-SV baru bisa dilakukan sekarang.

Pakar militer independen Oleg Zheltonozhko menceritakan, pekerjaan pembuatan artileri bergerak mandiri dilakukan dengan penamaan “Iset”, namun saat ini proyek tersebut telah berganti nama menjadi Koalitsiya-SV. SV adalah singkatan untuk sukhoputniye voyska (pasukan angkatan darat). Zheltonozhko menambahkan, proyek tersebut juga kini tengah mengembangkan satuan tempur tipe baru yang dapat digunakan dalam sistem persenjataan lain seperti pada sistem persenjataan angkatan laut.

 Koalitsiya-SV Versus PzH2000 dan M-109 

“Ketiadaan personel ahli dalam modul senjata menjadi ciri khas penting dalam konstruksi senjata Koalitsiya-SV,” terang pakar militer independen untuk kendaraan lapis baja Aleksey Khlopotov kepada RBTH. “Jika howitzer Rusia Msta-S tertinggal dalam spesifikasi teknis dari howitzer masa kini lainnya terutama dalam hal otomatisasi, maka Koalitsiya-SV telah menutup kesenjangan tersebut dan terus melaju ke depan, terutama dari segi keamanan personelnya yang berada di bagian hidung kendaraan tempur tersebut”.

Dalam mengoperasikan meriam PzH 2000 buatan Jerman, para tentara berisiko mengalami cedera, sebab meriam tersebut tidak dilindungi oleh mekanisme hentakan tembak yang keras. “Spesifikasi teknis seperti mekanisme pengisian ulang pneumatik pada tank tersebut memberi keandalan dan kecepatan tembak yang tinggi. Mekanisme gelombang mikro pengapian propelling charge (pendorong proyektil) meningkatkan kekuatan balistik dari senjata tersebut,” terang Aleksey Khlopotov.

Koalitsiya-SV memiliki massa yang lebih ringan (48 ton) dan dimensi yang lebih kecil dibanding meriam analognya, howitzer PzH2000. Jalur kereta api secara tradisional telah menjadi jalur transportasi utama persenjataan Rusia dengan kemampuan menahan beban hingga 50 ton. Faktor ini juga meringankan tugas pengangkutan melalui jalur udara.

Sebelum kehadiran Koalitsiya-SV, pemimpin di pasar senjata dunia dalam kategori artileri bergerak mandiri adalah howitzer AS M-109. Posisi tersebut diraih senjata itu berkat kemudahan dalam pengoperasian dan harga yang terjangkau. Namun, para pakar menjelaskan bahwa produk keluaran Rusia terbaru yang diperuntukan bagi diekspor kelak akan dibanderol lebih murah dibanding howitzer serupa buatan AS.

 Senjata Generasi Baru: Spesifikasi Taktis-Teknis 

Koalitsiya-SV bisa digolongkan sebagai senjata generasi terbaru. Artileri bergerak mandiri ini mampu mengenai objek darat yang berjarak hingga 70 kilometer dalam moda penembakan berat (heavy fire). Teknologi baru pengisian ulang mampu mempercepat fase persiapan untuk penembakan proyektil dan dalam hitungan satu menit sudah dapat mengubah posisinya.

Senjata ini dioperasikan oleh awak yang berjumlah dua hingga tiga orang, yang ditempatkan di bagian hidung sasis dengan menggunakan sistem kendali yang terkomputerisasi.

Howitzer baru ini akan menggantikan Msta-S yang akan menjadi uzur di tahun 2020 nanti. “Peralihan ke penggunaan sistem baru, modular dan fleksibel dalam pembentukan propelling charge dan perawatan terhadap sistem separate loading merupakan perubahan baru yang dimiliki oleh Koalitsiya-SV. Itu adalah tendensi yang ada dalam persenjataan artileri saat ini. Bagi sistem artileri Rusia, hal tersebut merupakan terobosan menuju era yang baru,” terang Oleg Zheltonozhko.

  RBTH  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...