Polisi Prancis membuat parimeter di sekitar lokasi penyanderaan (Twitters)□
Belum hilang dalam ingatan aksi penyanderaan yang memakan empat korban jiwa di sebuah supermarket di Paris, Prancis, kini aksi serupa terjadi lagi di kota mode tersebut. Pihak kepolisian menyatakan, seorang pria menyandera beberapa orang di sebuah kantor pos di pinggiran kota Paris.
"Aksi penyaderaan yang dilakukan oleh seorang pria terjadi di kantor pos di Collombes, sebuah wilayah di pinggiran Paris," ucap pihak kepolisian Prancis, seperti dilansir Sputnik, Jumat (16/1/2015).
"Bila melihat dari situasi yang ada saat ini, kami tidak melihat adanya indikasi sang penyandera bagian dari sebuah kelompok teror," tambahnya.
Namun, berdasarkan laporan dari media setempat, pihak kepolisian belum bisa memastikan berapa banyak jumlah sandera yang dimiliki oleh pria misterius tersebut. Polisi juga belum mengetahui, apakah ini merupakan aksi tunggal, atau dilakukan secara berkelompok.
Teror demi teror terus melanda Prancis dalam dua pekan terakhir. Dalam aksi teror terakhir yang melanda Prancis, setidaknya 17 orang tewas, yang mayoritas jatuh saat Kouachi bersaudara melakukan serangan terhadap kantor surat Kabar Charlie Hebdo pada 7 Januari lalu.Pelaku Penyanderaan Paris Menyerahkan Diri
Pelaku penyanderaan di sebuah kantor pos di di Collombes menyerahkan diri (Reuters)□
Aksi penyanderaan yang dilakukan oleh seorang pria di sebuah kantor pos di di Collombes, sebuah wilayah di pinggiran kota Paris, Prancis, dikabarkan telah berakhir. Pelaku dilaporkan langsung menyerahkan diri kepada polisi, tidak lama setelah polisi mulai mengepung wilayah tersebut.
Beberapa media setempat melaporkan, seperti dilansir Russia Today, Jumat (16/1/2015), paska polisi membuka jalur negoisasi, pelaku langsung menyerah dan mulai membebaskan para sandera.
"Tidak ada satupun orang yang menjadi korban dalam insiden terbaru ini," ucap BFM TV dalam laporannya.
Beberapa saksi mata menyatakan, pelaku penyerangan sepeti orang yang tidak waras, karena kerap berbicara sendiri. "Pelaku kerap berbicara sendiri, dan kami tidak mengerti apa yang dia bicarakan," ucap salah seorang sandera.
Belum diketahui motif di balik aksi penyanderaan ini. Pihak kepolisian Prancis sendiri belum memberikan komentar apapun terkait insiden terbaru yang melanda kota mode tersebut.(esn)
⚓️ Sindonews
facebook/TNIAU□
Skyshield Gun System, sebuah sistem pelindung udara milik TNI AU. Merupakan jenis sistem pertahanan udara titik (Short Range Air Defence/ SHORAD), sista ini dikembangkan oleh Swiss Oerlikon Contraves sebuah perusahaan milik Rheinmetall Jerman. Sistem artileri udara tersebut menggunakan istilah baterai dalam pengelompokannya.
Istilah Baterai dalam dunia artileri sudah sangat lama dipakai, bahkan ketika dunia militer mengenal istilah artileri itu sendiri. Baterai merupakan istilah satuan unit setingkat kompi, satu baterai terdiri dari 2 sampai 6 kompi yang dipimpin seorang kapten. Baterai dapat merupakan bagian dari detasemen, batalion ataupun terpisah.
Sistem senjata Skyshield terdiri dari, dua unit meriam revolver kaliber 35 mm (1,38 inci), satu sistem sensor pengendali/radar dan pos komando. Beberapa Lapangan udara di Indonesia sudah dilengkapi dengan sistem ini diantaranya, Denhanud Paskhas Lanud Supadio Pontianak, Denhanud Paskhas Lanud Halim Perdanakusuma dan Denhanud Paskhas Lanud Sultan Hasanuddin sudah dilengkapi dengan sistem yang biasa disebut, Penangkis Serangan Udara (PSU/Firing Unit).
Pemerintah melalui kementrian pertahanan membeli sistem udara Skyshield, pada pertengahan 2013 dengan nilai kontrak 113 juta Euro. Lalu dilanjutkan dengan pengadaan sistem kendali penembakan SkyMaster, kehadiran sista ini jelas sangat dibutuhkan mengingat Indonesia masih mengoperasikan sistem pertahanan udara yang tidak terintegrasi. Skyshield dioperasikan dengan sistem komputer, dan dilengkapi dengan radar.
Sistem udara skyshield ini mampu menembakan 1000 peluru dalam satu menit, dengan menggunakan sistem revolver. Dilengkapi radar dan SFCU (Skyshield Fire Control Unit) menjadikan unit artileri ini mematikan, dan mampu ditempatkan dimana saja. Jika sistem SFCU ini di jamming, maka kendali optik akan menjadi backupnya dengan jangkauan deteksi radar hingga 25 kilometer. Sky shield juga dapat ditempatkan di atas kapal laut.
AHEAD (Advanced Hit Energy & Destruction) adalah amunisi standart milik Skyshield, merupakan jenis amunisi pecah di udara. Peluru tersebut dilengkapi dengan besi baja atau biasa disebut pellet, 152 pellet (sub proyektil) berbahan tungsten. Jika ditembakan ratusan besi kecil tersebut akan pecah membentuk perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles), akan menembus bagian pesawat ataupun rudal, kemungkinan target lolos dari tembakan skyshield hanya sebesar 10 persen.
⚓️ Tempo
Kapal Republik Indonesia (KRI) Yos Sudarso-353 membawa personel Tim Penyelam TNI AL bergerak ke lokasi titik koordinat badan pesawat AirAsia QZ-8501 dalam rangka pemasangan Mooring Bouy (tanda lokasi) guna menyiapkan evakuasi korban maupun badan pesawat di perairan Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis pagi (15/1/2015).
Tim penyelam TNI dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah penumpang yang masih ada di sekitarnya atau diperkirakan masih terjebak di dalam badan pesawat yang berhasil ditemukan oleh salah satu kapal pencari milik Angkatan Laut RSS Swift Rescue Singapura, di perairan Laut Jawa. Penemuan badan pesawat ini telah diperkuat dengan foto bagian sayap bertuliskan Nomor registrasi pesawat PK-AXC, bagian tagline AirAsia “Now Everyone Can Fly” di Main Body pesawat.
Adapun dimensi dari badan pesawat tersebut berukuran 30 x 10 x 3 meter dideteksi oleh alat ROV (Remotly Operated Vehicle) salah satu Kapal Angkatan Laut RSS Swift milik Singapura. Dengan keberhasilan penemuan badan pesawat ini, diharapkan para korban yang hingga saat ini belum ditemukan dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
Tim penyelam TNI akan berusaha keras untuk sesegera mungkin dapat mengevakuasi para korban dan juga Main Body pesawat AirAsia tersebut. Untuk itu, seluruh Tim penyelam TNI telah menyusun strategi pengangkatannya dan penunjukan personel penyelam yang terlibat dalam proses evakuasi berikut langkah-langkah yang perlu ditempuh.
Langkah pertama adalah tim penyelam mengkalkulasi luas dan berat badan pesawat yang telah tertimbun lumpur. Selanjutnya, sebelum pengangkatan, tim penyelam mengikat sekeliling badan pesawat dengan menggunakan tali sling. Sedangkan jenazah di badan pesawat direncanakan akan dievakuasi satu per satu untuk mengantisipasi agar tidak terbawa oleh arus.
Tim evakuasi TNI berusahan keras dan penuh dengan kehati-hatian mengingat cuaca di sekitar perairan Selat Karimata kurang bersahabat dan hujan sangat potensial di beberapa wilayah di sektor pencarian. Bahkan dari laporan BMKG, kondisi gelombang laut diramalkan berkisar dari 1,5 sampai 2,5 meter, dengan kecepatan arus 10 sampai 40 sentimeter per detik. Angin dari arah barat berhembus dengan kecepatan permukaan 10 sampai 20 knot. Di beberapa tempat pun ada pembentukan awan kumulonimbus.
⚓️ TNI
Terjadi Baku Tembak Diduga Densus 88 dan Terduga Teroris di Kediri
Densus 88□
Terjadi baku tembak di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, pukul 09.00 WIB, Jumat (16/1/2015). Baku tembak itu diduga dilakukan Tim Densus 88 Anti Teror dengan terduga teroris.
Dalam baku tembak tersebut, Densus 88 berhasil melumpuhkan seorang terduga teroris.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal penggerebekan yang dilakukan Tim Densus 88. Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang Widjanarko saat ditemui di RS Bhayangkara tidak bisa menjelaskan seputar baku tembak yang dilakukan tim anti teror.
"Saat ini tugas kami hanya mengamankan lokasi instalasi forensik RS Bhayangkara Kediri," ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang Widjanarko.Densus 88 Baku Tembak di Kediri, Seorang Terduga Teroris Tewas
Suasana di kamar jenazah RS Bhayangkara/Andhika D□
Tim Densus 88 menggerebek terduga teroris di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Dalam penggerebekan yang disertai baku tembak, seorang terduga teroris tewas.
Dari informasi yang diterima detikcom, Jumat (16/1/2015), terduga teroris yang tewas bernama Roni alias Jaka alias Fuad adalah jaringan Santoso (DPO Teroris Poso). Roni diduga sebagai pelaku penembakan Kapolsek Bima NTB serta Kanit Reskrim Polsek Bima NTB.
Saat ini jenazah Roni sudah dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara Kota Kediri, dengan pengamanan ketat sejumlah polisi berseragam lengkap dengan senjata laras panjang.(bdh/bdh)
⚓️ detik
Aksi terorisme terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. Pelaku menyekap petani setempat dan menembak mati salah seorang warga.
Peristiwa tersebut terjadi di desa Tangkura, Poso Pesisir Selatan, Kamis (15/7), pagi hari. Kelompok teroris ini beraksi menyekap lebih dari satu orang.
"Pak Kapolres menyatakan satu orang tewas menjadi korban," kata staf sipil Polda Sulawasi Tengah, Jendro, kepada detikcom, Jumat (16/1/2015).
Jendro mengatakan peristiwa penyekapan ini dilakukan terhadap warga setempat. "Ada penyekapan terhadap petani," katanya.
Kelompok ini diduga berasal dari jaringan teroris Santoso. "Diperkirakan adalah anggota grup Santoso," katanya.
⚓️ detik