Jumat, 06 Februari 2015

Menlu dan pengusaha Prancis akan sambangi Indonesia

http://img.antaranews.com/new/2014/12/ori/201412311135.jpgMenlu Retno Lestari Priansari Marsudi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)⚓️

Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Prancis Laurent Fabius beserta belasan pengusaha akan menyambangi Indonesia dalam kunjungan resmi sekaligus menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU).

"Kunjungan tersebut diadakan atas undangan Menlu Indonesai Retno Marsudi dan diadakan pada tanggal 10-11 Februari 2015," tulis siaran pers Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Di Indonesia, Menlu Fabius akan melakukan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) bilateral di bidang energi, pendidikan dan pertahanan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, Fabius akan melakukan peresmian gedung baru Kedutaan Besar Prancis yang di dalamnya juga meliputi gedung kerja sama kebudayaan, linguistik dan perguruan tinggi Institut Francais d'Indonesie (IFI).

Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia mengatakan peresmian yang akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakara Basuki Tjahaja Purnama ini mencerminkan pentingnya keberadaan Indonesia untuk Prancis.

Kedatangan Laurent Fabius nantinya juga membahas masalah perubahan iklim dalam rangka persiapan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Iklim Paris 2015 dan diplomasi ekonomi.

Terkait dengan perubahan iklim, Menlu Prancis akan menyampaikan pidato di IFI sebagai bentuk kampanye awal KTT Iklim 2015 tersebut di Indonesia. Selain itu juga akan diadakan penandatanganan MoU antara Pertamina dan perusahaan Prancis Akuo Energy.

Sementara di bidang ekonomi, pihak Prancis akan menyelenggarakan rapat kerja antara masyarakat bisnis Prancis di Indonesia dan rombongan dari Paris.

Setelahnya akan diadakan peresmian kerja sama antara beberapa agen pariwisata Indonesia dan Kedutaan Besar Prancis yang dihadiri oleh Laurent Fabius.

Mantan perdana menteri Prancis periode 1984-1986 ini ingin memperdalam kemitraan strategis Indonesia-Prancis yang sudah ditandatangani pada bulan Juli 2011.

Adapun lawatan Menlu Prancis ini berlangsung kurang dari sebulan setelah kedatangan Menteri Keuangan Prancis, Michel Sapin.

  ⚓️ Antara  

Air Force to beef up presence, at air bases near borders

http://www.thejakartapost.com/files/images2/Marshal.img_assist_custom-511x264.jpgMarshal Agus Supriatna/Antara⚓️

The Indonesian Air Force plans to increase operations at bases near its borders in an effort to deter threats of incursion.

“We must pay attention to several air bases and put more forces in those areas so that other countries will not infringe upon our territorial integrity,” newly installed Air Force chief of staff Chief Marshal Agus Supriatna announced after a leadership meeting in Cilangkap, East Jakarta, on Wednesday.

Agus said the Air Force would focus on five military air bases; the Soewondo military air base in Medan, North Sumatra; the Ranai military air base in Natuna, Riau Islands; the Tarakan military air base in Tarakan, East Kalimantan; the El Tari military air base in Kupang, East Nusa Tenggara; and the Jayapura military air base in Papua.

Agus said that the five air bases were strategic given their locations near territorial outposts.

“At Natuna, for instance, we know that the area is part of the South China Sea, thus it is very strategic for Indonesia.”

Earlier, Indonesian Military (TNI) commander Gen. Moeldoko said he expected the Air Force to play a bigger role in safeguarding the country’s territorial integrity in the South China Sea.

The South China Sea is a semi-enclosed sea bordering China, Vietnam, Malaysia, Singapore, Indonesia, Brunei, the Philippines and Taiwan. Due to its proximity to so many nations, complicated, often sensitive questions over jurisdiction are common. In recent years, a series of disputes over islands have rocked relations between China and other countries.

The Air Force chief of staff said some of the programs would include joint military exercises with other branches of the armed forces.

In addition, he said efforts would be made to improve radar systems to better detect movements in the country’s airspace.

At present, Indonesia lacks 12 of the 32 radar systems it needs to police its borders.

Last year, the Air Force reported several illegal flights over Indonesian territory, particularly in the eastern part of the country.

“We need more radar systems to reduce the number of blind spots, which I hope we will get soon,” Agus said.

On Wednesday, the Air Force held a two-day leadership meeting to draw up working plans for 2015. More than 300 high-ranking officers attended the meeting.

Besides discussing the plan to strengthen the five air bases, participants also deliberated matters related to the maritime axis doctrine championed by President Joko “Jokowi” Widodo.

The Air Force, Agus said, would play a key role in realizing that doctrine.

“The maritime defense system needs both a strong Navy and a capable Air Force to secure the country’s airspace,” Agus said.

  ⚓️ thejakartapost  

Menteri Tedjo, Wakapolri, Panglima TNI, dan BNPT Bahas Operasi Camar di Poso

http://images.detik.com/customthumb/2015/02/06/10/173541_tedjo2.jpg?w=460Polri akan memimpin operasi pemberantasan teroris di Poso, Sulawesi Tengah. Operasi tersebut melibatkan TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

"Sumber kekuatan di bawah kendali Kapolri nanti. Unsur pasukan akan saya berikan ke Kapolri untuk operasi Poso," ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Kantor Kemenkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2015).

Menkopolhukam Tedjo Edhi Purdijanto memimpin rapat kordinasi tertutup di kantornya. Rapat berlangsung selama 45 menit yang dihadiri pula oleh Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Kepala BNPT Saud Usman.

Wakapolri kemudian menyatakan bahwa operasi tersebut telah diberi nama dan sudah disiapkan strategi. Nantinya koordinasi mengenai jumlah pasukan akan dibicarakan pada Senin (9/2) mendatang.

"Di Poso sudah ada operasi Camar 2015. Akan diperkuat TNI dan BNPT untuk represif ke teroris. Sudah ada enam kecamatan yang jadi lokasi. Ada Sausu, Pesisir Utara, Pesisir Selatan. Ini kan merupakan satu kekuatan kalau tak ditanggulangi segera akan besar," papar Badrodin.(bpn/ndr)

  ⚓️ detik  

Prajurit Denzipur-3 Kodam Jaya Latihan Lumpuhkan Bahan Peledak

http://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2015/02/denzipur-sub.jpgAnggota Denzipur-3 mengenakan body armour. (pendam jaya)⚓️

Prajurit Kodam Jaya selalu terpacu dan dipacu untuk meningkatkan kemampuan dengan menggali potensi yang ada dengan penuh rasa tanggung jawab demi menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks, tak terkecuali Prajurit Detasemen Zeni Tempur-3 Kodam Jaya.

Kemampuan menjinakkan atau melumpuhkan bahan peledak salah satu kemampuan khusus yang dimiliki oleh Denzipur-3 Kodam Jaya terus dilatihkan kepada anggota dalam rangka meningkatkan Pengamanan VVIP RI 1, RI II dan tamu negara.

Para pelaku latihan bekerjasama dengan anjing yang telah dilatih dengan kemampuan khusus untuk melaksanakan sterilisasi guna mencari bahan peledak yang diletakan teroris di Anjungan Bali Jaktim.

Dalam kegiatan ini prajurit Denzipur-3 berlatih dengan menggunakan body armour sebagai standar operasi guna mencegah kecelakaan fatal.

Setelah prajurit menemukan Handak (bahan peledak) dilanjutkan dengan pengecekan, meminimalisir dan melumpuhkan ancaman bom untuk menghindari jatuhnya korban.

Kapendam Jaya
Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo

  ⚓️ Poskota  

Sukhoi SU-35 Gantikan F-5 untuk Amankan NKRI

http://images1-imgapps.okezone.com/content/2015/02/06/337/1102355/sukhoi-su-35-gantikan-f-5-untuk-amankan-nkri-QbUDJXecHO.jpgManuver pesawat⚓️

Pesawat jet tempur F-5 Tiger milik TNI AU dianggap sudah tidak layak. Korps militer udara menginginkan peremajaan guna mengamankan wilayah udara NKRI.

Dari sekian tawaran, pesawat jet super sonic buatan Rusia, Sukhoi SU-35 menjadi kandidat kuat untuk mengganti pesawat produksi Northhrop, Amerika Serikat tersebut.

"Dari hasil kajian, penggantinya ada SU-35 yang kini menempati urutan pertama," jelas Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (6/2/2015).

Meski demikian, pesawat lain yang juga menjadi pertimbangan ialah dari F-16 buatan Amerika Serikat. Penggantian jet tempur F-5 Tiger sendiri, lanjut mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu, masih berupa rencana strategis TNI AU. Saat ini, lanjut Moeldoko, TNI dan Kementerian Pertahanan belum pada proses pemesan Sukhoi SU-35.

"Tawaran lain kita pakai F-16, tapi anggaran belum (dibahas) karena nilai tukar rupiah juga masih fluktuatif terhadap dolar," jelas Moeldoko.

Sebelumnya, usai memimpin rapat pimpinan TNI AU, beberapa waktu lalu, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal Agus Supriatna sempat mengungkapkan bahwa Sukhoi SU-35 memenuhi spesifikasi untuk melengkapi kekuatan alutsista prajuritnya. Alasannya, kata dia, karena pesawat produksi negeri beruang madu itu termasuk jenis pesawat tempur generasi IV.(sus)

  ⚓️ Okezone  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...