Dua kapal jenis destroyer milik Angkatan Laut Amerika berlabuh di lepas pantai Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (1/4/2015)
Dua Kapal Perang USS jenis perusak (Destroyer) yakni USS Sterett dan Deweey berlabuh di lepas Pantai Pelabuhan Benoa, Bali, Jumat (1/5/2015) sekitar pukul 09.00 Wita.
Kedua kapal ini mengangkut sekitar 760 personil.
Menurut Penerangan TNI AL Serma Ari, kedatangan kapal tersebut merupakan bagian dari program mereka yaitu port visit.
"Mereka akan berekreasi di sini. Kemungkinan berada di Bali hingga tanggal 4 Mei ini," kata dia.
Untuk menjaga keamanan selama port visit tersebut, pihak TNI AL mengirimkan KRI Tongkol dan KRI Weling. (*)
♘ Tribunnews
Ilustrasi baku tembak
Aparat gabungan Polres Nabire dan Polda Papua terlibat baku tembak dengan 5 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Jalan Raya Kampung Sanoba, Nabire, Papua. 1 Anggota OPM tewas, 2 terluka, dan 2 lainnya melarikan diri ke dalam hutan.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Kamis (30/4/2015), Leo Magai Yogi yang merupakan Panglima OPM wilayah Kabupaten Paniai tewas setelah sempat dirawat di RSUD Nabire akibat luka tembak yang dideritanya.
Sementara 2 anggota OPM lainnya, yakni Yulian Nawipa dan Marchel Muyapa ditahan di Mapolres Nabire setelah mendapat perawatan akibat luka tembak.
Baku tembak berawal saat polisi mencurigai sebuah minibus yang ditumpangi 5 anggota OPM. Ketika mobil dihentikan, salah seorang penumpang melepas tembakan ke arah polisi. Baku tembak antara polisi dan OPM pun tak terhindarkan.
Warga yang berada di sekitar lokasi panik dan berlarian saat baku tembak berlangsung. Namun peristiwa tersebut hanya berlangsung sesaat. 3 Anggota OPM berhasil dilumpuhkan. Sementara 2 lainnya meloloskan diri.
Kapolda Papua Irjen Yotje Mende menyatakan, polisi tetap konsisten bertindak tegas jika ada pihak-pihak yang berusaha mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Pihak manapun yang mau berpisah dengan NKRI (makar), itu akan kita berantas. Akan kita basmi sampai kapan pun dan tidak akan berhenti," tegas Yotje. (Nfs/Ado)
♘ Liputan 6
Pesawat Tempur TNI AU
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengharapkan Wanita TNI ke depan, khususnya para Taruni,akan mampu mencari peran-peran baru seperti menjadi penerbang pesawat tempur, penerbang helikopter, komandan peleton atau kepala unit 'cyber war' atau unit intelijen.
"Peran baru yang kita pikirkan agar positioning Wanita TNI menjadi lebih maksimal," kata Panglima TNI saat menghadiri acara Pembinaan Wanita TNI di Aula A.H Nasution Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (30/4).
Peran Wanita TNI ke depan hendaknya melakukan perubahan, inovasi,jangan menjadi organisasi yang stagnan, tidak sensitif terhadap lingkungan.
"Wanita TNI harus membangun sebuah soliditas dan solidaritas karena soliditas dan solidaritas adalah kondisi yang semestinya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Bentuk seperti ini yang seharusnya menjadi bagian dari organisasi. Menjadikan organisasi Wanita TNI yang berprestasi yang memiliki dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi serta bisa menjalankan tugas secara profesional," ucap Moeldoko.
Meskipun Wanita TNI merupakan sebuah organisasi nonstruktural yang dipimpin secara "ad hoc" oleh yang dituakan, namun di dalamnya perlu ada upaya yang kuat karena disini tempatnya wadah berkumpul para Korps Wanita TNI.
"Wanita TNI harus menjadi organisasi yang maju, dinamis, dan kuat menghadapi kondisi lingkungan.Memposisikan organisasi yang sensitif adaptif terhadap lingkungan, bila organisasi yang kebal maka akan sulit organisasi berkembang,oleh karenanya sensitifitas sangat diperlukan," katanya.
Di akhir sambutannya, Panglima TNI berpesan agar Wanita TNI pandai menjaga fisik, kesehatan dan penampilan yang baik dan menarik, karena Wanita TNI adalah sosok prajurit yang perlu menjaga penampilan dan menjaga kondisi dengan baik.
Acara yang dihadiri oleh lebih kurang 613 Wanita TNI di jajaran Garnisun-I Jakarta mengambil tema "Dengan Semangat RA Kartini, Wanita TNI Siap Meningkatkan Profesionalisme, Soliditas dan Solariditas Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Pokok".
Rangkaian acara yang sebelumnya telah dilaksanakan antara lain donor darah, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Bhakti Sosial kepada 256 Pejuang Veteran Seroja di perumahan Komplek Seroja Bekasi Utara dengan pemberian sembako dan tali kasih.
Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Raksa Tri Anggana Tantri Koes Moeldoko sebagai Ibu Asuh Wanita TNI dengan didampingi oleh Panglima TNI yang diberikan kepada atlet Wanita TNI berprestasi.
Prestasi itu diukir oleh antara lain Sertu (K) Wulandari (juara IIWord Yongmodo championship kelas 52 kg di Korea Selatan), Kapten Laut Retna Ayu Dwi (Atleit Taewondo medali Emas Indonesia Open), sedangkan potongan tumpeng terakhir kepada Serda Wara Anggraena juara - II atletik ASEAN Junior di Colombo Srilanka.
♘ Republika
US Army Presentation
Hari kedua Armoured Vehicles Asia 2015 Conference diawali dengan pidato dari Kasum TNI Marsekal Udara Dede Rusamsi mengenai persyaratan ToT serta ketahanan industri dengan partner global, dilanjutkan dengan paparan Serdar Gorguc dari Otokar mengenai teknologi kritis dalam desain kendaraan lapis baja. Menyusul Bob Shaw dari PBB membicarakan mengenai masa depan pelatihan C-IED untuk operator kendaraan. David Kieman dari GSS mempresentasikan mengenai teknologi kursi ranpur untuk peningkatan keselamatan prajurit.
Diskusi panel hari kedua ini membicarakan mengenai sistem senjata, dengan peserta panel dari Otokar, CMI, FN, dan Aselsan. Perwakilan Aselsan, Hikmet Balci, menyatakan bahwa pengembangan sistem senjata akan didorong oleh end user. Dalam pengembangan tersebut, customer tentu menginginkan semua target direalisasikan tepat waktu, vis a vis dengan insinyur yang jika tidak ditempatkan dalam konteks perencanaan yang baik, akan merealisasikannya dalam waktu tidak terbatas. Arah dari pengembangan ranpur adalah pengurangan berat untuk meningkatkan kelincahan, dan integrated weapon system adalah suatu kewajiban.
Pembicara dari CMI melihat Asia sebagai pasar yang berkembang, dan menyatakan bahwa kerjasama dengan indhan lokal tidak terbatas pada ToT saja, namun pada operasi bersama, dengan program pengembangan bersama, untuk menjadi manufacturer dan supplier yang baik. Menanggapi isu konflik kepentingan komersil bila suatu partner sudah menguasai alih teknologi dari partner "mentor", perwakilan FN memberikan solusi berupa kesepakatan pembatasan kemungkinan penjualan pada region atau negara tertentu.
Dr Yazid Ahmad mewakili STRIDE yang merupakan badan di bawah kementrian pertahanan Malaysia. Dia menjelaskan fungsi dari STRIDE dalam proses akuisisi ranpur Angkatan Tentera Malaysia, terutama pendefinisian perspektif user untuk membantu proses desain, pengembangan serta pengujian. Tim STRIDE hadir dalam setiap fase akuisisi senjata Malaysia, bekerja sama dengan tim dari ATM sendiri.
Aselsan melalui Erdinç Mert memaparkan produk-produk RCWS kebanggaan Aselsan. Aselsan mengatakan bahwa sifat struktur modular yang dimiliki oleh sistem RCWS mereka berarti subsistem serupa di nyaris semua lini produk RCWS mereka, sehingga memberikan keuntungan dalam hal ongkos produksi secara keseluruhan.
Paul R Villare dari HQDA US Army memaparkan modernisasi ranpur AD Amerika Serikat, dimana dia menjelaskan bahwa saat ini adanya pengurangan ukuran ketentaraan Amerika Serikat dan pemotongan anggaran (sequestration) memaksa AD AS untuk lebih bijak dalam mengembangkan ranpur generasi terbaru mereka. Salah satu metodenya adalah dengan identifikasi ancaman, dimana dilakukan "bracketing" (pengkategorian) dalam hal penggunaan anggaran. Bracket tersebut didasarkan pada dua jenis ancaman: ancaman yang paling mungkin, dan ancaman yang paling berbahaya. Proporsi penggunaan anggaran untuk mengatasi kedua jenis ancaman tersebut didasari pada survey dan cost equation. Belajar dari kegagalan program-program pengembangan ranpur generasi terbaru seperti program FCV dan GCV, Amerika membuat sebuah capability portfolio review, dimana panelis dari dari Army Requirements Oversight Committee akan memutuskan trade off dalam hal pengembangan spesifikasi ranpur.
Alan Bolster dari AVA menjelaskan mengenai program litbang AFV Kanada. Pasukan Darat Kanada sebagai AD berbasis light armor, menginginkan supaya tahun 2020 dapat menggantikan jajaran M-113 dan kendaraan berbasis LAV-2 dengan yang lebih baru, melalui program Land Operational Vehicles, yang merupakan suatu program dengan sasaran hasil menengah untuk sistem tempur dalam kurun 5 tahun.
Kolonel (Kav) Nugroho Tjendakiarto selaku Wadanpussenkav mewakili Danpussenkav, menutup seminar AVA 2015 dengan pidato terkait pengembangan ranpur yang diinginkan oleh Korps Kavaleri. Adanya ancaman "hybrid war" membuat perlunya pengembangan teknologi, informasi dan komunikasi guna meningkatkan kemampuan tempur. "Kemandirian cara ideal untuk modernisasi pertahanan", merupakan salah satu pernyataan yang diberikan, dimana rencana pengadaan militer sampai dengan 2024 secara strategis dapat ditempuh dengan ToT antara indhan lokal dengan indhan regional dan global, serta sinergi BUMNIS dan swasta. Industri hulu yang kuat akan mampu mendukung industri hilir.
♘ ARC
Sebagai salah satu bentuk profesionalisme dan komitmen terhadap pelaksanaan tugas, Maritime Task Force (MTF) UNIFIL secara rutin melaksanakan kegiatan latihan dengan melibatkan unsur-unsur yang berada dibawahnya. Mengacu kepada hal tersebut, pada hari Rabu tanggal 29 April 2015 dari pagi hingga petang hari, dilaksanakan beberapa bentuk latihan sesuai yang telah direncanakan dalam Training Schedule yaitu Naval Parade dan Photoex.
Parade diikuti oleh 7 kapal perang dari 6 negara yang tergabung dengan MTF. Kapal-kapal tersebut yaitu BRS Constituicao F-42 (Brasil), BNS Ali Haider F-17 (Bangladesh), KRI SIM-367 (Indonesia), FGS Erfurt F-262 (Jerman), TCG Bora P-338 (Turki), BNS Nirmul P-813 (Bangladesh) dan HS Xenos P-27 (Yunani), ditambah dengan 2 kapal perang Lebanese Armed Forces (LAF) Navy yaitu Trablous dan Tabarja. Kegiatan latihan mengambil lokasi di perairan Mediterania di sepanjang wilayah teritorial Lebanon.
Latihan pertama yang dilaksanakan yaitu Naval Parade, sebuah bentuk latihan yang melibatkan pergerakan beberapa kapal perang dengan formasi, track dan kecepatan yang telah ditentukan. Rute lintasan parade yang dilaksanakan pada pagi hari sampai menjelang tengah hari tersebut dimulai dari perairan barat Jounieh dan berakhir di perairan barat La Raouche, Beirut. Formasi yang dilaksanakan selama Naval Parade adalah formasi garis tunggal dimana KRI Sultan Iskandar Muda-367 menempati urutan kapal ke 4.
Pada siang harinya, dilaksanakan sequence kegiatan latihan kedua yaitu Tactical Manuevering Exercise yaitu latihan pembentukan-pembentukan formasi dengan manuver kapal-kapal. Sedangkan serial latihan ketiga yaitu Photo Exercise atau Photoex berupa pengambilan dokumentasi seluruh unsur yang melaksanakan formasi latihan yang telah ditentukan. Pengambilan gambar dilaksanakan dengan menerbangkan heli Linx dari kapal perang Brasil BRS Constituicao F-42.
Seluruh kegiatan latihan dipantau dan diawasi langsung oleh MTF Commander RADM Flavio Macedo Brasil yang berada di BRS Constituicao F-42. Selesai pelaksanaan seluruh kegiatan, MTF Commander melalui jaring komunikasi latihan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada seluruh unsur yang terlibat. Setelah latihan ditutup, seluruh unsur kembali menempati zona patrolinya masing-masing.
(Pen Satgas MTF KongaXXVIII-G)
♘ TNI AL