Jumat, 05 Juni 2015

Dua Kapal Perang Perancis di Jakarta

Dua Kapal Perang Perancis di Jakarta [njc]

Wakil Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Wadan Lantamal) III Jakarta Kolonel Marinir Suhono menyambut kedatangan dua Kapal Perang Angkatan Laut Perancis BPC Dixmude (L9015) dan Aconit (F713) dalam rangka kunjungan persahabatan ke Indonesia merapat di Dermaga Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/0).

Kedua Kapal Perang Perancis tersebut, BPC Dixmude (L9015) dikomandani oleh Kolonel Pierre De Briancon dan Aconit (F713) dikomandani oleh Letnan Kolonel Jean Pierre Heluy. Selama berada di Indonesia Komandan BPC Dixmude (L9015) dan Komandan Aconit (F713) akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI A. Taufiq R.
Helikopter Super Puma dalam hanggar Kapal Mistral Class

Kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut Perancis ke Indonesia bertujuan untuk menjalin hubungan persahabatan yang lebih erat antara TNI Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Perancis yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

BPC Dixmude (L9015) merupakan kapal perang kelas/type Mistral class Amphibious Assault Ships, memiliki panjang 199 meter, lebar 32 meter dan draft 6,3 meter, sedangkan Aconit (F713) merupakan kapal perang kelas/type La Fayette class Frigate, memiliki panjang 125 meter, lebar 15,4 meter dan draft 4,8 meter, dijadwalkan berada di Jakarta hingga tanggal 07 Juni 2015. Selain itu, juga akan dilaksanakan kegiatan olahraga persahabatan (Friendly Game) dengan prajurit Lantamal III Jakarta, Pameran Persenjataan, Open Ship untuk umum dan Kunjungan Perwira Siswa (Pasis) Perancis ke Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

Turut serta mendampingi Wadan Lantamal III Jakarta menyambut kedatangan Kapal Perang Perancis tersebut Asisten Intelijen (Asintel) Danlantamal III Kolonel Laut (T) Wisnu Sumarto, S.T., Kepala Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Kafasharkan) Lantamal III Kolonel Laut (T) Suhariyanto, Kolonel Laut (P) R. Firman Nugraha dan Kepala Dinas Syabandar Angkatan Laut (Kadisyahal) Lantamal III Letkol Laut (P) Arief Sebastian.

  Koarmabar  

TNI Angkatan Udara 'Bombardir' Belitung

Hawk Indonesia dalam latihan Jalak Sakti 2015

Sebanyak 10 pesawat tempur TNI Angkatan Udara ikut serta dalam latihan tempur di hutan rawa Buding, Belitung, Bangka Belitung, Kamis, 4 Juni 2015. Dalam latihan bertajuk Jalak Sakti 2015 tersebut, kesepuluh pesawat menjajal kemampuan serangan ke darat dengan melepaskan dua jenis misil yakni bom MK 82 dan roket FFAR (fin folding aerial rocket).

Sepuluh pesawat tersebut terdiri dari tiga unit F-16 dari pangkalan udara Pekanbaru. Sisanya berupa tujuh unit Hawk 109-209 dari pangkalan udara Pekanbaru dan Pontianak.

Panglima Komando Operasi wilayah 1 TNI AU Marsekal Muda A. Dwi Putranto tampak senang usai menyaksikan rangkaian latihan Jalak Sakti 2015. Dwi mengaku bangga melihat penerbang tempurnya mampu menyelesaikan misi dengan tepat sasaran. "Ketiga sasaran hancur total, tidak ada yang tersisa," kata Dwi kepada wartawan dengan tersenyum.

Dia pun bangga dengan prajurit Paskhas yang berhasil menyelesaikan misi pembebasan bandara yang dikuasai musuh. Sebab pasukan dapat terjun dengan tepat sasaran, tepat waktu, dan tidak ada yang terluka. "Berbekal hasil latihan ini, Komando Operasi wilayah 1 TNI AU siap menjalankan misi apa pun dari pimpinan," kata Dwi.

Awalnya TNI AU sengaja memasang tiga buah gubuk non-permanen di tengah lahan seluas 200 hektar tersebut. Pada atap gubuk dicat dengan tiga warna yang berbeda yakni biru, merah, dan perak. Ketiga gubuk itu adalah sasaran tembak 10 jet tempur.

Mulanya tiga pesawat F-16 Fighting Falcon menjadi kloter pertama yang unjuk gigi. Secara bergantian pesawat F-16 itu melepaskan empat buah bom MK82 ke target gubuk berwarna biru. Awalnya, F-16 itu tampak terbang statis ketika masih jauh dari target. Begitu target sudah dekat, pesawat F-16 itu tampak menukik tajam sambil menambah kecepatannya.

Ketika sampai pada titik terendah saat menukik, pesawat berkelir biru langit itu melepas empat buah bom. Dari jarak sekitar dua kilometer, tampak keempat bom mengenai sasaran gubuk biru. Saat bom MK82 menyentuh tanah, tampak gelombang kejut hasil ledakan. Sepersekian detik, bola api pun terbentuk.

Lantas dua detik kemudian, suara menggelegar dan getaran bom terasa di podium yang berjarak sekitar dua kilometer. Suara ledakan yang keras pun sempat membuat sejumlah warga yang sengaja datang melihat latihan menjadi kaget.

Serangan serupa diperagakan oleh dua unit F-16 berikutnya. Meski awan gelap membumbung, pilot kedua pesawat tempur itu masih sanggup menjatuhkan delapan bom pada sasaran yang sama. Usai melepas bom, ketiga pesawat tampak tancap gas meninggalkan lokasi latihan.

Selanjutnya giliran empat pesawat Hawk 109-209 yang beraksi. Keempat pesawat buatan BAE System Inggris itu beraksi menembakkan roket FFAR dengan sasaran gubuk semi permanen yang diibaratkan markas musuh.

Berbeda ketika melepaskan bom, untuk menembakkan roket, pesawat Hawk harus terbang lebih rendah. Ketika pesawat sudah dalam posisi menukik, sejumlah rudal ditembakkan dari kedua sayap Hawk. Hasilnya, gubuk semi permanen itu pun meledak diterjang roket. Suara ledakan cukup kencang, namun getaran yang merembet ke tanah jauh lebih lemah ketimbang efek ledakan bom.

Pada atraksi terakhir, tiga unit pesawat Hawk menjatuhkan bom pada satu gubuk yang tersisa. Secara bergantian ketiga pesawat itu menjatuhkan masing-masing dua buah bom. Suara ledakan dan gelombang kejut malah bom-bom itu malah membuat masyarakat sekitar Buding, Belitung, berdatangan.

Setelah jet tempur, giliran enam unit pesawat angkut C-130 Hercules dan dua unit CN-295 yang beraksi. Keenam pesawat Hercules terbang dengan ketinggian sekitar 2 ribu kaki secara berurutan sambil menerjunkan ratusan personel Pasukan Khas TNI AU. Tampak ratusan parasut meluncur perlahan di atas hutan rawa Buding.

Begitu menjejakkan kaki di tanah, ratusan prajurit Paskhas langsung mendekati sejumlah lokasi yang menjadi titik sasaran. Salah satunya menara lima lantai yang disimulasikan menjadi pusat kontrol bandara. Suara rentetan tembakan senapan Paskhas terdengar bersahutan ketika mereka menembak sejumlah sasaran musuh yang diibaratkan sedang menguasai menara bandara.

  Tempo  

Dankormar Kunjungi Industri Strategis Pertahanan di Bandung

Korps Marinir Minati Ranpur Amfibi Pindad Promosi Anoa amfibi di Pindad. Setelah uji coba ini dinyatakan berhasil, Pindad akan merancang kendaraan amfibi yang sama sekali baru (pr1v4t33r)

Komandan Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana beserta rombongan mengunjungi Industri Strategis Pertahanan PT. Bhimasena dan PT. Pindad (Persero), Bandung, Kamis (28/05/2015).

Di PT. Bhimasena, Komandan Korps Marinir beserta rombongan disambut langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) PT. Bhimasena Ny. Evi Lusviana. Dalam kesempatan tersebut, PT. Bhimasena memperkenalkan beberapa produk militer terbarunya seperti botol air minum perorangan dilengkapi dengan penjernih air di dalamnya, ponco dan baju samaran pasukan anti deteksi teropong infra red, kendaraan Zeni, kendaraan dapur lapangan serta masih banyak lagi yang lainnya.

Sedangkan dalam kunjungan kerja di PT. Pindad, Dankormar beserta rombongan disambut langsung oleh Direktur Utama Bapak Silmy Karim S.E, Me. Dalam kesempatan tersebut para perwira Korps Marinir ini menyampaikan sejumlah saran dan masukan kepada PT. Pindad untuk perbaikan dalam pembuatan senjata yang digunakan prajurit Marinir agar lebih tahan terhadap korosi karena pada operasionalnya prajurit Marinir lebih banyak berada di laut atau pantai sehingga senjata yang digunakan rentan akan karat dibandingkan dengan senjata biasa.

Setelah semua saran dan masukkan disampaikan dan diterima dengan apresiasi baik oleh PT. Pindad, rombongan diajak berkeliling PT. Pindad untuk melihat proses pembuatan serta perakitan senjata yang diproduksi dan menyaksikan demo Ranpur Anoa versi Amphibi naik turun kolam uji coba serta mencoba senjata senapan maupun pistol terbaru yang telah diproduksi PT. Pindad.

Sebelum meninggalkan Kota Bandung, Komandan Korps Marinir saling tukar menukar cindera mata dengan PT. Bhimasena dan PT. Pindad (Persero) guna menjalin silaturahmi agar tercipta hubungan kerja yang semakin baik di masa mendatang.

  TNI AL  

Komando operasi khusus gabungan dikerahkan latihan gultor

Latihan penanggulangan teror Latihan Satgultor TNI Prajurit Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI dari (kiri-kanan) Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Detasemen Jala Mangkara TNI AL dan Satuan Bravo '90 Paskhas TNI AU pada foto tahun 2014. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

TNI akan mengerahkan Satuan Komando Pasukan Khusus Gabungan yang merupakan pasukan elite dari tiga matra, darat, laut, dan udara dalam Latihan Penanggulangan Teroris yang dilaksanakan di kawasan Lapangan Banteng Jakarta Pusat pada 9 Juni.

"Sebelum diresmikan, Satuan Komando Operasi Khusus Gabungan TNI akan diuji coba dalam latihan penanggulangan teroris," kata Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko usai Persiapan TGF Gultor, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.

Dalam latihan itu, kata Panglima TNI, Satuan Komando Operasi Khusus Gabungan TNI, yang terdiri atas Kopassus, Denjaka, dan Denbravo akan diskenariokan membebaskan sandera di sebuah gedung yang sedang dikuasai oleh teroris.

"Setelah latihan, mereka (pasukan) akan dievaluasi. Kesiapsiagaannya akan ditingkatkan lagi," tutur Panglima TNI.

Moeldoko menyebutkan, pihaknya sengaja melaksanakan latihan penanggulangan teroris yang disesuaikan dengan kondisi, tempat, dan waktu riil yang ada saat ini.

"Kita ingin melihat dengan kondisi yang sangat sibuk, hambatannya seperti apa. Ini pasti akan ganggu kepentingan publik, tapi saya mohon agar publik juga memahami karena suatu saat bila terjadi sesuatu kita bisa paham untuk mengatasi persoalan itu," katanya.

Menurut Moeldoko, operasi khusus gabungan ini bisa digerakkan secepat mungkin jika ada ancaman baik dari luar maupun dalam negeri, di samping untuk mengatasi situasi tanggap darurat.

Dia melanjutkan, komando operasi khusus gabungan ini akan disiagakan atau menjadi satuan yang siaga setiap saat atau standby forcedi Sentul, Bogor.

"Panglima tinggal menggunakan demi kepentingan negara," tegasnya.

Jumlah personel maksimum pasukan ini adalah 95 orang karena pasukan khusus tidak perlu memiliki banyak personel dan cukup dengan kemampuan yang mumpuni. Semua akan dikerahkan dalam latihan nanti.

Setelah latihan usai, Satuan Komando Operasi Khusus Gabungan TNI ini akan diresmikan di kawasan Monas, Jakarta, oleh Panglima TNI.

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat juga menghimpun satuan-satuan elite pasukan khususnya dalam Komando Operasi Khusus (USSOCOM) yang terdiri pasukan-pasukan khusus Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Marinir.

Di antara misi komando khusus AS ini adalah kontraterorisme, pengintaian khusus, perang psikologis, sampai operasi antinarkotika.

Komando Operasi Khusus AS ini bermarkas di Pangkalan Angkatan Udara MacDill, Tampa, Florida.

  antara  

KRI Usman Harun-KRI Hasanuddin tiba di Thailand

Latihan Bersama "Sea Garuda 18 AB-15" Dua KRI TNI AL

Dua kapal perang dari jajaran Satkoarmatim yakni KRI Usman Harun-359 dan KRI Sultan Hasanuddin-366 tiba di Pelabuhan Sattahip, Thailand, untuk melaksanakan latihan bersama "Sea Garuda 18 AB-15".

Kadispen Armatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan kepada Antara di Surabaya, Rabu, melaporkan kedua kapal perang jenis Multi Role Light Fregate (MLRF) dan Sigma itu tiba di "Negeri Gajah Putih" pada Senin (1/6), setelah menempuh perjalanan sejauh 1.699 NM selama 11 hari dengan melintasi Laut Jawa, Laut Natuna, dan Laut China Selatan.

"Kedua kapal terbaru yang dimiliki TNI Angkatan Laut itu sebelumnya sempat sandar di beberapa Pangkalan Aju untuk pengisian bahan bakar, air tawar, pengecekan dan pemantapan kondisi teknis," katanya.

Kedatangan KRI Usman Harun-359 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta ST MAP dan KRI Sultan Hasanuddin-366 yang dikomandani Letkol laut (P) Endra Hartono itu disambut oleh Capt Paisam Meesri, Chief of Staff Fregate Skuadron I Royal Thai Navy (RTN), mewakili Panglima Armada RTN.

Dalam acara penyambutan itu, hadir pula Kolonel Zeni Edy Lumintang dan Kolonel Laut (P) Adrian Syah Atase Pertahanan RI di Thailand.

Penyambutan kedatangan dua KRI itu ditandai dengan pengalungan bunga kepada kedua Komandan KRI oleh Capt Paisam Meesri diiringi dengan pementasan tarian tradisional Ramthai, yang merupakan tarian selamat datang.

"Dalam latihan bersama itu, TNI Angkatan Laut melibatkan KRI Usman Harun-359, KRI Sultan Hasanuddin-366, Pesawat Udara CN-235 dengan Lima orang observer dari Marinir dan satu Helly jenis BO-105, NV 412 Ron 400," kata Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta selaku Komandan Satgas Latma Sea Garuda 18 AB-15.

Puncak Latma Sea Garuda 18 AB-15 akan digelar di Perairan Teluk Thailand selama sembilan hari mulai 1 Juni 2015 untuk tahapan Sea phase, sedangkan Harbour Phase dilaksanakan di Chuk Samet Port Sattahip & U-Tapao Naval Air Base,Thailand.

  antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...