⚓️ Dibawah program MILGEM
Korvet ketiga AL Turki [upi]
Turki telah meluncurkan sebuah korvet diproduksi di dalam negeri yang ketiga di bawah program MILGEM nya.
Kapal Ada-class, TCG Burgazada, meluncur ke laut akhir pekan lalu dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pejabat pemerintah lain yang mengambil kesempatan untuk menegaskan kembali tujuan pemerintah dari industri pertahanan Turki untuk menjadi mandiri pada tahun 2023.
Erdogan mengatakan Turki akan segera membuat kapal induk sendiri dan memajukan industri pertahanan, dimana berada pada posisi geografis yang strategis.
TCG Burgazada adalah kapal perang anti kapal selam Ada-class yang memiliki panjang sekitar 326 kaki. Korvet Ada class memiliki kecepatan maksimum 29 knot dan berat 3.500 mil laut. Dipersenjatai dengan meriam utama kaliber 76-milimeter, rudal dan torpedo.
Korvet Ada class pertama, Heybeliada, telah diluncurkan pada tahun 2008. [UPI]
Berikut video korvet ADA class dari Youtube :
✈ Pesawat IL-76 Rusia [real hokum] ☆
Menurut direktur pembuat pesawat Aviastar-SP, negara-negara Afrika dan Asia mengungkapkan minatnya untuk mendapatkan pesawat transport militer berat Rusia, Ilyushin IL-76-MD-90A.
"Kami menerima panggilan dan banding atas pesawat ini. Ini menunjukkan geografi macam kepentingan antara pelanggan. anggota Commonwealth of Independent States (CIS), Asia Tenggara dan negara-negara Afrika menyatakan minat mereka. Itulah mengapa pesawat ini memiliki prospek [ekspor] sangat baik," kata Andrey Kapustin dalam sebuah wawancara kepada RIA Novosti.
Perusahaan Aviastar-SP merupakan bagian dari United Aircraft Corporation (UAC), yang bergerak dalam isu-isu ekspor, menurut Kapustin.
Perusahaan telah mulai membangun lima pesawat Il-76-MD-90A pada tahun 2016 dan pengiriman tiga pesawat ke Kementerian Pertahanan Rusia dijadwalkan pada tahun 2017, Kapustin menambahkan. Produksi massal pesawat akan dimulai setelah program modernisasi teknis selesai di pabrik Aviastar-SP.
Il-76MD-90A adalah pesawat angkut Rusia versi modern dari Il-76 yang sudah terkenal di dunia, menampilkan sistem kontrol digital, avionik baru dan mesin PS-90A-76 yang meningkatkan sistem efisiensi bahan bakar. Pesawat ini dirancang untuk transportasi pasukan, angkutan berat dan kargo, serta untuk pendaratan personil militer, perangkat keras dan kargo dengan parasut. [Russian Aviation]
✈ Garuda Militer
Kapal patroli China melintas di dekat KRI Imam Bonjol milik TNI Angkatan Laut yang hendak menangkap kapal nelayan berbendera China, Han Tan Cou, yang memasuki perairan Natuna dan terdeteksi menebar jaring. (Antara/HO/Dispen Koarmabar) ☆
Komisi Uni Eropa menegaskan keharusan adanya kebebasan melintas di Laut China Selatan di tengah meningkatnya ketegangan di perairan tersebut.
"UE ingin melihat kebebasan berlayar dan penerbangan di Laut China Selatan dan Timur," demikian bunyi pernyataan Komisi Uni Eropa seperti tercantum dalam dokumen yang dirilis pada Rabu (22/6).
Komisi Uni Eropa menekankan bahwa mereka menentang "aksi unilateral yang dapat mengubah status quo dan meningkatkan ketegangan."
Belakangan ini, ketegangan di LCS kian tinggi setelah otoritas Indonesia menembak kapal China yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna.
Dua kali sudah insiden serupa terjadi di perairan Natuna. Diberitakan Reuters, China menegaskan bahwa pihaknya tidak membantah kedaulatan Indonesia atas Kepulauan Natuna. Namun, pernyataan Kemlu China atas insiden itu menyatakan bahwa insiden itu terjadi di daerah yang memiliki klaim tumpang tindih.
Berang, Presiden Joko Widodo pun mengadakan rapat di Pulau Natuna guna menegaskan kepemilikan Indonesia atas wilayah tersebut pada Kamis (23/6).
Tak hanya melibatkan negara ASEAN, Amerika Serikat sebagai negara sekutu Filipina pun melakukan patroli gabungan di LCS. Selain itu, AS juga mengirimkan kapal perang dan jet tempurnya ke wilayah sekitar LCS atas dasar kebebasan melintasi wilayah perairan internasional.
Kemelut LCS mulai menyeruak setelah China mengklaim 90 persen perairan LCS tumpang tindih dengan beberapa negara anggota ASEAN lainnya, seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
LCS merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk dunia dengan nilai perdagangan mencapai US$ 5 triliun per tahun.
"Volume besar perdagangan maritim melewati daerah itu, berati kebebasan berlayar dan penerbangan merupakan kepentingan utama bagi UE. UE harus mendesak China untuk berkontribusi pada stabilitas kawasan dan mendukung hukum internasional," tulis UE. (stu/stu)
AS Peringatkan China Jelang Keputusan Pengadilan Arbitrase
Berebut Klaim di Perairan Sengketa [infografis/CNN] ☆
Amerika Serikat memperingatkan China agar tidak mengambil tindakan provokatif tambahan menjelang keputusan pengadilan internasional soal klaim Laut China Selatan yang akan segera diumumkan. Keputusan itu diperkirakan akan menolak sebagian besar klaim teritorial Beijing di perairan yang diyakini kaya minyak itu.
Filipina mengajukan tuntutan hukum ke Pengadilan Arbitrase Tetap untuk melemahkan klaim China di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut, UNCLOS. China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan dengan sembilan garis putus-putus, atau 'nine-dashed line', meluputi ratusan pulau, terumbu karang dan wilayah perairan yang tumpang tindih dengan sejumlah klaim negara lainnya, termasuk dengan Indonesia di Natuna.
Menteri Luar Negeri China Hua Chunying pada Selasa (21/6) menyatakan bahwa puluhan negara mendukung klaimnya di Laut China Selatan, termasuk sejumlah negara barat. Namun, dalam laporan kantor berita Xinhua, Chunying hanya merinci dukungan dari Zambia, Kamerun, Ethiopia dan Malawi.
Wakil asisten menteri luar negeri AS untuk Asia Timur Colin Willett pada Rabu (22/6) menanggapi skeptis atas pernyataan Chunying tersebut dan berjanji bahwa Washington akan menegakkan komitmen pertahanan AS di kawasan itu.
Willet mengungkapkan bahwa Washington memiliki "banyak pilihan" untuk menanggapi setiap langkah yang dilakukan China di wilayah itu yang menimbulkan risiko terhadap kepentingan AS.
Menjelang keputusan pengadilan yang diperkirakan akan diumumkan beberapa pekan mendatang, Willet menyatakan bahwa AS akan menggalang dukungan sekutu dan mitranya di wilayah tersebut untuk memastikan persatuan menentang klaim China.
"Kami, Amerika Serikat, memiliki kepentingan nasional yang sangat jelas di kawasan," kata Willett kepada Reuters.
"Kami memiliki kepentingan dalam menegakkan komitmen pertahanan kami dan kemitraan keamanan kami," ujarnya.
Para pejabat AS sebelumnya telah memperingatkan China untuk tidak mendeklarasikan zona pertahanan udara di Laut China Selatan, seperti yang dilakukannya di Laut Cina Timur pada 2013 lalu. AS juga mendesak China untuk tidak meningkatkan pembangunan dan perluasan pulau buatan.
Selain tekanan diplomatik, para pejabat AS berjanji untuk terus meluncurkan patroli kebebasan navigasi oleh kapal perang AS dan pesawat AS serta meningkatkan bantuan pertahanan ke negara-negara Asia Tenggara.
Meski keputusan pengadilan belum diumumkan, Willett mengatakan bahwa apapun keputusan yang ditetapkan Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag harus diberlakukan. "Tak sepatutnya China melakukan tindakan provokatif setelah keputusan itu ditetapkan," ujarnya.
AS, lanjut Willet, menilai keputusan pengadilan itu haruslah mengikat. Namun, dia tidak merinci langkah AS selanjutnya jika Beijing tidak mengindahkan keputusan itu.
"Saya pikir ini merupakan titik perubahan penting, bukan hanya untuk Amerika Serikat, tapi untuk seluruh wilayah," ujarnya.
Willett mengatakan bahwa Washington berharap China akan menanggapi keputusan itu sebagai sebuah "kesempatan untuk memulai kembali pembicaraan serius dengan sejumlah negara tetangganya."
Sebaliknya, China selama ini menuduh bahwa AS meluncurkan militerisasi di kawasan itu, dengan melakukan patroli bersama sejumlah negara sekutunya. AS mengelak dengan menyatakan bahwa mereka berlayar di perariran internasional. Pekan lalu, sebuah kapal pengintai China membayangi kapal induk Amerika Serikat, John C. Stennis, di perairan Pasifik Barat, yang tengah meluncurkan latihan militer dengan kapal perang Jepang dan India. (ama/stu)
Pasukan Khusus Polisi setelah menembak mati di Jerman [reuters] ☆
Pria bersenjata mengeluarkan tembakan di kompleks bioskop di wilayah Viernheim, Jerman Barat, Kamis (23/6), siang waktu setempat atau malam waktu Indonesia. Hal itu dilaporkan koran Jerman, Bild.
Polisi setempat menduga ada sandera di dalam boiskop. Dari foto-foto yang diunggah, terlihat polisi dengan senjata dan pakaian tempur lengkap mengepung area tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka.
Tewas di Tangan Polisi Khusus Jerman
Pria bersenjata dengan balaclava dilaporkan tewas di tangan pasukan khusus kepolisian Jerman setelah baku tembak di kompleks bioskop di Viernheim, region Hesse, Jerman.
Berdasarkan laporan koran Frankfurter Allgemeine Zeitung, pria bersenjata itu masuk dalam komplek bioskop Kinopolis sekitar pukul 3 sore, menggunakan masker dan membawa senjata berat juga sabuk munisi terisi penuh. Pria tersebut dilaporkan mengelurkan tembakan ke udara saat memasuki bioskop.
Pihak berwenang di wilayah Hesse mengatakan sekitar pukul 5 sore pria tersebut tewas dalam sebuah serbuan.
Media-media lokal mengatakan, polisi khusus melakukan karantina dan sterilisasi area itu.
Motif pria tersebut sejauh ini belum jelas. Bebeapa skenario yang diprediksi media dan pihak berwenang lokal adalah terkait perampokan atau soal politis dan faktor ideologi. (pit)
KRI Todak berada di sebelah kapal patroli China. KRI Todak juga mencoba menangkap kapal nelayan berbendera China, Han Tan Cou, yang sempat kabur begitu melihat armada perang RI mendekat. (Antara/HO/Dispen Kormabar) ☆
Pemerintah Kabupaten Natuna menyebutkan jumlah cadangan migas di ladang gas Blok D-Alpha merupakan kekayaan paling fenomenal dengan mencapai 222 triliun kaki kubik.
Hal itu dipaparkan dalam Rencana Strategis Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Natuna 2012-2016, yang menjelaskan bahwa wilayah tersebut kaya dengan sumber daya alam, terutama bahan galian, macam minyak dan gas bumi. Luas kabupaten itu adalah 264.198 kilometer persegi dengan 154 pulau.
"Potensi kekayaan Natuna yang paling fenomenal adalah cadangan migas di ladang gas Blok D-Alpha," demikian keterangan dokumen tersebut yang dikutip Kamis, (23/6). "Dengan taksiran total cadangan 222 triliun kaki kubik, dan gas hidrokarbon 56 triliun kaki kubik, merupakan salah satu sumber terbesar Asia."
Dinas itu menyatakan potensi migas di Kabupaten Natuna terletak di lepas pantai Laut Natuna dengan 11 kontraktor, sementara jumlah wilayah kerja perminyakan berjumlah 13 lokasi. Sumur minyak yang ada di wilayah Natuna adalah 227 sumur dengan 153 sumur eksplorasi, 34 sumur dalam tahap kajian, dan 40 sumur dalam tahap pembangunan.
Cadangan minyak bumi di Kabupaten Natuna mencapai 298,81 juta barel minyak, sedangkan cadangan gas bumi mencapai 55,3 triliun kaki kubik. Laporan itu menyatakan dengan estimasi produksi maksimum 1 triliun kaki kubik per tahun, diperkirakan umur cadangan mencapai 50-100 tahun.
Terdapat 13 perusahaan minyak yang beroperasi di kabupaten tersebut. Mereka adalah Conoco Philips Indonesia; Genting Oil Natuna; Indoreach Exploration; Lunding Oil & Gas BV; Peal Oil; Premier Oil Natua Sea BV; Sayen Oil and Gas PTE LTD; Star Energy LTD; Titian Resources Indonesia LTD; West Natuna Exploration LTD; dan Pertamina EP. Wilayah kerjanya pun pelbagai macam di antaranya adalah South Natuna Sea Block B; Cakalang Blok; Kerapu Block dan Natuna Sea Block A.
Laporan itu juga menyebutkan Blok D Alpha merupakan salah satu isu strategis yang harus diselesaikan di sektor energi dan sumber daya alam. "Belum optimalnya pengembangan Blok D Alpha untuk eksploitasi migas," demikian Dinas Pertambangan dan Energi. (asa) Alam Natuna Berlimpah, Jokowi Prioritaskan Ikan dan Migas
Jokowi dan para menteri bicarakan pengembangan ekonomi, terutama sektor perikanan, dan migas di Kapal Perang Imam Bonjol-383 saat mengarungi perairan Natuna. (ANTARA FOTO/Setpres-Krishadiyanto) ☆
Pasca penangkapan Kapal China, Han Tan Cou oleh TNI Angkatan Laut, Presiden Indonesia Joko Widodo bersama menteri-menterinya melakukan rapat terbatas di Kapal Perang Indonesia Imam Bonjol-383 saat berlayar mengarungi perairan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Secara kebetulan atau disengaja, di atas kapal yang menembak kapal nelayan China tersebut, Jokowi dan para pembantunya membicarakan pengembangan ekonomi Kepulauan Natuna, dan sekitarnya, terutama sektor perikanan, minyak dan gas.
"Perkembangan wilayah terluar harus diperhatikan dan menjadikan prioritas," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di KRI Imam Bonjol saat berlayar di Laut China Selatan, seperti dilansir Antara, Kamis (23/6).
Menurut Retno, Indonesia merupakan negara yang besar dan luas, baik wilayah darat maupun laut. Untuk itu, Retno menegaskan, Indonesia harus memelihara kedaulatan dan hak berdaulat, khususnya di wilayah terluar. Indonesia juga akan mengembangkan perekonomian wilayah terluar.
"Sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi fokus pada perkembangan wilayah terluar, dan kali ini perhatian presiden ada di pulau Natuna sebagai salah satu wilayah atau pulau terluar di Indonesia," kata Retno.
Menlu mengungkapkan, dalam ratas yang diadakan di tengah laut, Presiden sudah mendengarkan paparan dari semua menteri dan menyampaikan beberapa pesan atau arahan, yakni pengembangan perikanan dan migas di Natuna.
"Dari Pak Menteri ESDM (Sudirman Said) diperoleh informasi bahwa di perairan sekitar Natuna terdapat sekitar 16 blok untuk migas, 5 blok sudah berproduksi dan 11 sedang bereksploitasi," katanya.
Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiati, ungkap Retno, menyampaikan mengenai pengembangan sektor perikanan terutama pembangunan sentra kelautan dan perikanan secara terpadu.
Sedangkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, lanjut Retno, menyampaikan mengenai rencana pengembangan pertahanan di wilayah Natuna dan sekitarnya.
"Jadi itulah yang dibahas dalam ratas tadi dan arahan-arahan presiden mengenai pengembangan ekonomi di wilayah Natuna dan sekitarnya," katanya.
Rapat terbatas ini diikuti oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Natuna Butuh Pengalengan Ikan
Di tempat berbeda, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Natuna akan berdampak positif dalam pengembangan sektor kemaritiman di daerah itu.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, kehadiran Presiden Joko Widodo menunjukkan komitmen pemerintah pusat membangun kawasan perbatasan, terutama di daerah Natuna.
"Saya bangga, senang dapat bertemu dan berdialog dengan Presiden Jokowi di Natuna. Kami merasa optimistis Natuna akan berkembang pesat, dan semakin diperhatikan pusat," katanya.
Nurdin mengatakan, Natuna memiliki potensi kemaritiman yang besar, yang berpotensi menguntungkan negara jika dikelola secara maksimal. Perairan Natuna memiliki banyak ikan, yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
Keinginan Pemerintah Kepri yang sampai hari ini belum terealisasi yakni investasi di bidang pengalengan ikan di Natuna. Usaha ini diharapkan dilakukan oleh perusahaan dalam negeri, baik milik negara atau pun swasta.
"Ikan sangat dibutuhkan masyarakat Kepri, Indonesia dan negara lain. Ini pasar yang besar," ujarnya.
Hal senada dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri Heri Mokhrizal. Dia menambahkan Natuna merupakan salah satu wajah Indonesia, yang berbatasan dengan beberapa negara.
Natuna memiliki banyak pulau yang indah, dengan pasir pasir putih dan pantai yang bersih, yang selama ini sektor pariwisatanya belum dikelola secara maksimal.
"Untuk meningkatkan berbagai sektor kehidupan di Natuna dibutuhkan sarana transportasi laut dan udara yang memadai," ujarnya.
Dia mengatakan Pemerintah Kepri selama ini cukup memperhatikan Natuna dan daerah pesisir lainnya. Bahkan Pemerintah Kepri telah merencanakan pembangunan Natuna, Anambas dan Lingga, yang dikenal dengan nama NAL. Namun Pemerintah Kepri memiliki keterbatasan dan kendala dalam membangun NAL, karena terkait kewenangan dan anggaran.
"Kami berharap pemerintah pusat dan Kepri dapat bersinergi dalam memajukan daerah tersebut," katanya. (rel)Tak Ada Tawar Menawar Soal Laut China Selatan
Kapal patroli China melintas di dekat KRI Imam Bonjol milik TNI Angkatan Laut yang hendak menangkap kapal nelayan berbendera China, Han Tan Cou, yang memasuki perairan Natuna dan terdeteksi menebar jaring. (Antara/HO/Dispen Koarmabar) ☆
Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan, kedaulatan negara adalah harga mati. Hal tersebut terkait dengan isu Laut China Selatan yang kini menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.
"Soal kedaulatan harga mati. Jadi soal Laut China Selatan jangan coba-coba mengggangu kedaulatan," ujar Zulkifli saat hadir dalam acara buka puasa bersama di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (23/6).
Menurut Zulkifli, agenda rapat Presiden Joko Widodo di KRI Imam Bonjon di kawasan Natuna juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam hal kedaulatan negara. Presiden Joko Widodo disebut telah mengisyaratkan tak ada tawar menawar soal keadulatan.
"Bapak Presiden berangkat ke sana (Natuna) itu menunjukkan kedaulatan tidak ada tawar menawar," ujanya.
Oleh karena itu, Zulkifli meminta masyarakat untuk mendukung penuh langkah pemerintah dalam mempertahankan wilayah Indonesia.
Sebelumnya, China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan dengan sembilan garis putus-putus, atau 'nine-dashed line', meluputi ratusan pulau, terumbu karang, dan wilayah perairan yang tumpang tindih dengan sejumlah klaim negara lainnya, termasuk dengan Indonesia di Natuna.
Sengketa Laut China Selatan juga mengemuka usai insiden Natuna yang melibatkan kapal nelayan China Han Tan Cou dengan kapal perang RI Imam Bonjol. (rdk)