Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Jepang Mr. Ro Manabe. Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara yang sudah terjalin baik selama ini.
Wamenhan Jepang menyampaikan keinginan Pemerintah Jepang untuk meningkatkan kerjasama pertahanan antara Jepang dan Indonesia khususnya melalui kerjasama di bidang keamanan cyber dan pengadaan pesawat Amfibi.
“Kami ingin kerjasama secara aktif dalam bidang keamanan cyber dan pesawat Amfibi. Kami senang dan ingin kerjasama untuk Amfibi US-2”, ungkap Wamenhan Jepang saat diterima Menhan RI , Kamis (4/3) di kantor Kemhan, Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Menhan RI menyampaikan bahwa memang Indonesia ada ketertarikan untuk mengadakan pembelian pesawat Amfibi US-2. Karena selain untuk operasi, yang terpenting adalah pesawat tersebut dapat dipergunakan untuk membantu dalam penanggulangan bencana.
Namun kepastian terkait pengadaan pesawat tersebut masih perlu dibicarakan dan dikomunikasikan dengan pihak TNI selaku pengguna. Pihak Kemhan RI sendiri berharap kerjasama pengadaan pesawat Amfibi US-2 dapat terlaksana.
Sementara itu terkait hubungan kerjasama pertahanan kedua negara, Menhan RI dalam kesempatan yang baik tersebut menyampaikan pesan salamnya untuk Menhan Jepang yang baru. Meskipun ada pergantian, diharapkan hubungan baik kedua negara dapat terus berlanjut dan ditingkatkan.
“Saya juga dengan Menhan Jepang yang baru akan melanjutkan kerjasama yang baik yang sudah dijalin dengan Menhan Jepang yang lama. Hubungan sudah sangat baik, mudah – mudahan berlanjut dengan Menhan Jepang yang baru”, harap Menhan. (BDI/JUL)
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu putusan dari parlemen Filipina terkait operasi militer gabungan di darat.
"Tunggu persetujuan parlemen Filipina dulu. Kalau mereka tidak setuju, ya kita juga tidak bisa masuk. Undang-undang di sana kan tidak memperbolehkan pertahanan negara lain masuk," jelasnya saat ditemui di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Dirinya menambahkan selain persetujuan parlemen, TNI juga masih menunggu standar operasional prosedur antar Indonesia dan Filipina jika dapat diperbolehkan masuk ke wilayah mereka.
"Kita juga harus menunggu SOP-nya dulu seperti apa, bagaimana kita kerjasama dengan angkatan bersenjata Filipina. Itu kan juga harus ditegaskan. Kalau sekarang, kita masih mengandalkan operasi intelejen," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, pertemuan menteri pertahanan tiga negara di Bali pada Senin dua hari lalu tengah membahas mengenai pengamanan kawasan di darat.
"Nah di darat ini baru kita buat perencanaan mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai, baru kita lakukan latihan-latihan di darat maupun operasional di darat," ujar Ryamizard di Kompleks Istana kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Ryamizard mengatakan, dalam pertemuan tersebut baru diselesaikan mengenai pengamanan kawasan di perairan yang belakangan rawan terjadi perompakan.
"Pengamanan kawasan, kawasan di Indonesia, Filipina, Malaysia dan sekitarnya. Pengamanan itu kan ada di laut ada di darat, yang di laut sudah mulai, baik operasional maupun latihan-latihan," ucap Ryamizard.
Kepala Bakamla inspeksi alutsista di Manembo NemboIlustrasi Kapal Bakamla [detik]
Kepala Badan Keamanan Laut, Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, melakukan inspeksi ke Zona Maritim Wilayah Tengah, untuk memastikan kesiapan sumber daya yang dimiliki lembaga itu, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.
Pada kesempatan ini, inspeksi dilakukan ke Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut di Manembo Nembo dan Stasiun Bumi di Bitung.
Dalam arahannya di Kantor Zona Maritim Wilayah Tengah, Ari menekankan agar seluruh personel menerapkan disiplin kerja yang tinggi, dan dapat berkontribusi dengan maksimal. “Kita harus dapat mengubah pola pikir dari membenarkan yang biasa menjadi membiasakan yang benar,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Kamis, 2 Agustus 2016.
Kinerja tinggi itu diharapkan dapat diberikan untuk melayani masyarakat dengan menciptakan keadaan aman di laut. Kepala Bakamla RI juga mengajak seluruh personel menjalin komunikasi dan hubungan baik, dengan berbagai instansi pemerintah untuk memudahkan koordinasi.
Hal yang tak luput dari pemantauan adalah alutsista yang terdapat di Zona Maritim Wilayah Tengah. Peralatan tersebut berupa radar, long range camera, automatic identification system (AIS), global maritime distress safety system (GMDSS), serta kapal berukuran 48 meter yang berada di Pelabuhan Lantamal VIII. Semuanya dipastikan dalam keadaan optimal.
Dalam melakukan inspeksi ini, Kabakamla RI didampingi Plt. Sestama Bakamla RI yang juga menjabat sebagai Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama, Eko Susilo Hadi. Kemudian, Kepala Biro Umum Bakamla RI Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, yang diterima oleh Kepala Zona Maritim Tengah Brigjen Pol. Anang Syarif Hidayat beserta para pejabat di lingkungan Zona Maritim Wilayah Tengah.
Berjanji mengirimkan pesawat perdananya 1,5 tahun sampai 2 tahun sejak penandatanganan kontrakA400M airlifter (Airbus)
Airbus Group menawari militer Indonesia pesawat angkut militer. Airbus melalui Airbus Defence and Space mendekati pemerintah Indonesia untuk menjual pesawat angkut 'jumbo' A400M yang bisa membawa tank dan helikopter tersebut.
Untuk jumlah, Airbus mengaku siap memenuhi kebutuhan TNI.
"Itu (kebutuhan pesawat) bisa ditanyakan ke TNI," kata Head of Military Aircraft, Airbus Defence and Space, Fernando Alonso di Bebek Bengil Restaurant, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016).
Bila Airbus berhasil menandatangani kontrak dengan Militer Indonesia, Alonso mengaku pihaknya berjanji mengirimkan pesawat perdananya 1,5 tahun sampai 2 tahun sejak penandatanganan kontrak.
"Karena pesawat kita sudah terjual sampai 2020. Tapi, kita dapat temukan jalan keluar (memenuhi pesanan Indonesia). Kita sendiri telah jual 170 aircraft," sebutnya.
Terkait harga per unit, Airbus belum mamu membuka. Alasannya, harga tergantung pesanan dan spesikasi pesawat yang diperlukan. Namun, dihimpun dari berbagai sumber, 1 unit A400M dipatok pada kisaran 152,4 juta euro.
"Kita tidak bicara harga," sebutnya.
Di kawasan Asia Tenggara sendiri, Alsonso menyebut Malaysia telah memesan sebanyak 4 unit. Proses pengiriman telah berlangsung.
"Malaysia sudah pesan 4. Kita bicara (penawaran) ke negara lain, termasuk Indonesia. Kita sekarang akan mulai aktif jualan ke Timur Tengah, Afrika Utara,' sebutnya.
Terkait kritikan terhadap mundurnya waktu pengiriman hingga masalah teknis, Alonso mengaku pihaknya terus melakukan perbaikan.
"Kita saat ini sudah menunjukkan tren perbaikan dalam lini produksi contohnya, 2014 kita mengirimkan A400M sebanyak 8, 2015 11 unit, sampai akhir Juli sudah kirim 9 pesawat," sebutnya.
Perusahaan yang bermarkas di Eropa ini juga membuka pintu menggandeng industri lokal Indonesia seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) namun Airbus harus mempelajari kapasitasnya terlebih dahulu.
"Saya mau lihat industri di Indonesia yakni PTDI," sebutnya.
Sebagai informasi tambahan, A400M telah tersertifikasi untuk mendukung penerjunan pasukan, membawa cargo, mampu take off dan landing pada landasan darurat.
Pesawat ini juga memiliki kemampuan terbang dalam jangkauan 8.900 km dengan ketinggian terbang 37.000 kaki, bahkan bisa ditingkatkan dalam misi khusus mencapai 40.000 kaki.
Amunisi roket Multiple Launch Rocket System [MLRS] Astros TM, FOG-MPM, SS-150, SS-80, SS-60, SS-40, SS-30 dan Skyfire-70 roket [Deagel]
TNI AD, kemaren telah mengujicoba 4 jenis amunisi roket buatan Brasil, diantaranya roket SS30, SS40,SS 60 dan SS80 yang dapat menjangkau 80 km di Kebumen, Jawa Tengah.
Berikut dibawah video penembakan MLRS Astros TNI AD diambil dari Youtube persembahan NeT TV dan Metro TV.