Berperang untuk Pasukan Kurdi
AS mengirimkan 200 pasukan operasi khusus untuk memerangi kelompok ISIS. (Istimewa) ☆
Tiga warga Amerika Serikat (AS) tewas di Suriah saat berperang bersama pasukan Kurdi di dekat kota Manbij. Ketiganya tewas pekan lalu dan jenazahnya telah dipindahkan ke Konsulat AS di kota Erbil, Irak.
Sumber pasukan keamanan Kurdi mengatakan ketiganya telah membantu pasukan Kurdi sekitar satu tahun di Suriah utara. "Pihak berwenang di Faysh Khabur, perbatasan antara Suriah dan Irak, menerima tiga jenazah di bawah pengawasan anggota staf dari Kosulat AS di Erbil," kata seorang perwira Peshmerga, yang berbicara pada kondisi anonimitas.
"Pejuang Kurdi Suriah memberikan jasad mereka setelah dibawa ke sebuah rumah sakit lapangan ketika mereka tewas dalam pertempuran," jelasnya seperti dikutip dari Al Araby, Kamis (1/9/2016).
Direktur perbatasan Faysh Khabur, Shaukat Barbharri, menegaskan laporan itu dengan menambahkan bahwa warga AS tersebut tewas saat berperang dengan pasukan Unit Perlindungan Kurdi (YPG).
AS mengandalkan milisi YPG Kurdi yang didukung oleh dukungan dari koalisi pimpinan AS dan 200 pasukan operasi khusus AS untuk memerangi kelompok ISIS. YPG juga merupakan komponen kunci dari Pasukan Demokratik Suriah [SDF], yang terdiri dari beragam kelompok faksi berjuang jihadis yang didominasi Kurdi. (ian)
Hasil kerjasama Deftech dan Chaiseri Thailand
Ranpur Lipan Bara 4x4 (Utusan) ☆
Lipan Bara, kereta perisai milik Angkatan Tentera Malaysia (ATM) diperlihatkan kepada orang ramai buat kali pertama dalam perbarisan dan perarakan Hari Kebangsaan ke-59 di Dataran Merdeka, di sini hari ini.
Kereta perisai bermobiliti tinggi (HMAV) itu mampu mengangkut muatan seberat sehingga dua tan serta mempunyai tahap perlindungan dan kekebalan yang menepati piawaian protokol STANAG 4569 Pertubuhan Perjanjian Atlantik Utara (NATO).
Aset terbaharu ATM dengan keupayaan pacuan empat roda tersebut dilengkapi sistem persenjataan M134D-H Gatling Gun 7.62mm, pelancar grenad 76mm dan alat amaran laser.
Lipan Bara yang dikeluarkan DRB-HICOM Defence Technologies Sdn. Bhd. (Deftech) itu dilancarkan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak pada Pameran dan Persidangan Perkhidmatan Pertahanan Asia (DSA) 2016, di sini April lalu.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Multimedia, Datuk Seri Dr. Salleh Said Keruak berkata, rakyat seharusnya menghargai jasa pasukan keselamatan yang bekerja keras memastikan negara sentiasa berada dalam keadaan aman.
“Adalah penting bagi kita bersatu untuk mempertahankan negara ini, tanpa mengira apa pun bangsa atau agama kita,” katanya kepada pemberita selepas menyaksikan acara perbarisan dan perarakan tersebut.
Menurut beliau, sambutan Hari Kebangsaan Ke-59 yang berjalan lancar dan meriah tahun ini membuktikan rakyat memilih untuk bersatu demi memastikan negara kekal merdeka.
Salah satu kapal Bakamla [detik] ☆
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah tengah meningkatkan upaya pengamanan di wilayah perairan Indonesia untuk menghindari peristiwa pembajakan kapal kembali terulang.
Namun dia mengakui saat ini Badan Keamanan Laut RI (Bakamla), salah satu institusi yang bertugas melakukan patroli, masih memiliki keterbatasan dari sisi kemampuan dan perlengkapan.
Menurut Wiranto keterbatasan itu memengaruhi Bakamla dalam menjalankan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia.
"Saat ini Bakamla memang kemampuannya masih terbatas dalam arti perlengkapan yang dia miliki terbatas," ujar Wiranto usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016).
Wiranto menuturkan, saat ini Bakamla hanya memiliki enam kapal laut. Itu tak sebanding dengan fungsi Bakamla yang bertanggungjawab menjaga keamanan seluruh wilayah perairan Indonesia.
Apalagi belakangan, tanggungjawab itu kian besar karena banyak terjadi terjadi tindak kejahatan seperti penangkapan ikan secara ilegal, keamanan transportasi laut dan pembajakan kapal.
"Masalah-masalah seperti itu semua kan berkaitan dengan tugas Bakamla," ungkapnya.
Wiranto pun berharap keterbatasan yang ada tidak mengurangi kinerja Bakamla dalam menjaga keamanan laut Indonesia.
Dia berharap Bakamla bisa menjalin kerja sama dan meningkatkan koordinasi dengan TNI Angkatan Laut yang memiliki armada patroli laut yang lebih banyak.
Hal tersebut juga harus dilakukan supaya tidak terjadi tumpang tindih tugas dan kewenangan antara Bakamla dan TNI AL.
"Tadi saya sampaikan, sementara ini harus rajin untuk koordinasi dengan lembaga lain terutama Angkatan Laut yang memiliki begitu banyak armada. Paling tidak mereka bisa koordinasikan kekuatan di laut dalam melakukan pengamanan," pungkasnya.
Merupakan Mitra Strategis
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemhan RI, mengatakan negara Korea Selatan merupakan mitra strategis Indonesia dalam hal upaya peningkatan teknologi pertahanan dan pendukung kesiapan operasional satuan TNI. Oleh sebab itu Korea Selatan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan kemampuan industri sehingga dapat bersaing dan berkiprah di dunia internasional.
Hal itu diungkapkan Irjen Kemhan, Marsdya TNI Ismono Wijayanto saat sambutan pada forum pertemuan ke 5 Komite Kerjasama Industri Pertahanan (Defence Industries Coorporation Committee / DICC) Republik Indonesia – Republik Korea, Kamis (9/1) di Kantor Ditjen Pothan Kemhan RI, Jakarta.
Irjen Kemhan RI, menekankan tentang nilai strategis kerjasama teknologi dan industri pertahanan kedua negara yang ditunjukan melalui program pembangunan kapal selam dan pengembangan pesawat tempur KFX/IFX. Menurut Irjen, Pemerintah RI menaruh harapan besar bagi keberhasilan kedua program strategis tersebut karena akan menjadi pilar bagi hubungan dan kerjasama yang luas dimasa datang.
Sehubungan dengan forum pertemuan DICC, dijelaskan Irjen Kemhan merupakan implementasi dan tindak lanjut dari MoU antara pemerintah RI dan Republik Korea tentang pembentukan komite bersama kerjasama Industri pertahanan dengan tugas untuk membahas kemajuan kerjasama serta permasalahan di bidang industri pertahanan.
Terkait hasil pertemuan ini, Irjen mengharapkan nantinya akan mempererat hubungan antara industri pertahanan kedua negara dan berkontribusi pada peningkatan baik antara Indonesia dan Korea dimasa yang akan datang.
“Melalui kerjasama industri pertahanan diharapkan tidak hanya terjadi pada pengadaan alutsista produk korea selatan oleh TNI, akan tetapi dapat dikembangkan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan dalam upaya pengembangan industri pertahanan di Indonesia baik dari sisi SDM, fasilitas maupun teknologi,“ Ungkap Irjen Kemhan.
Sementara itu Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Republik Korea, yang sekaligus Ketua Delegasi, Chang Myoung Jin saat pertemuan tersebut mengatakan Indonesia adalah negara satu-satunya dimana Pemerintah Korea telah meluaskan kerjasama industri pertahanan seperti program pesawat T-50, pembangunan kapal selam dan pengembangan pesawat tempur KFX/IFX guna mempererat hubungan kerjasama kedua negara yang terjalin dengan sangat baik.
“Diharapkan melalui program kerjasama-kerjasama ini Indonesia dan Korea dapat berkembang menjadi negara pemimpin dan sahabat kerjasama di bidang industri pertahanan dikancah internasional,” jelas Menteri DAPA Korea Selatan.
Pada kesempatan pertemuan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan protokol hasil pertemuan DICC ke-5, oleh Irjen Kemhan, Marsdya TNI Ismono Wijayanto dengan Menteri DAPA Republik Korea, Chang Myoung Jin. Turut menyaksikan penandatanganan, Dirjen Potensi Pertahanan RI, (Pothan), Timbul Siahaan, dan para Direktur dan pimpinan Industri pertahanan kedua negara. (MAW/JLY).
Pesawat pembom strategis Rusia, Tu-22M3 menjatuhkan bom di Aleppo, Suriah, 16 Agustus 2016. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut bahwa pesawat pembom tersebut lepas landas dari pangkalan udara militer di Iran untuk menyerang ISIS di suriah. [Russian Defence Ministry Press Service/AP]
Seorang pensiunan jenderal Iran, Ahmad Gholami, dikabarkan tewas oleh media Iran, Rabu, 31 Agustus 2016. "Dia terlibat dalam pertempuran melawan kaum ekstrimis di sebelah utara Suriah," media Iran melaporkan.
Gholami yang pernah menjadi anggota militer sebagai komandan senior Pengawal Revolusi dalam perang Irak-Iran 1980-an tewas pada Selasa, 30 Agustus 2016. "Beliau tewas ketika berperang melawan kaum takfiri teroris di Aleppo, Suriah," tulis kantor berita Fars.
Iran selama ini menggunakan istilah "takfiri" untuk kelompok militan yang dianggap sebagai kaum ekstrimis. "Gholami pergi ke Irak dan Suriah sebagai relawan untuk memerangi ISIS," jelas Fars.
Iran merupakan negara di Timur Tengah yang memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun Iran menolak tudingan bahwa negeri itu mengirimkan sejumlah tentara profesional aktif perang di Suriah.
Menurut Iran, negaranya hanya mengirimkan para komandan dan jenderal ke Suriah sebagai penasihat, namun mereka juga memimpin para relawan perang dalam jumlah besar terdiri dari milisi dari Iran dan Afganistan.
Selama ini Iran tidak pernah menyebutkan jumlah mereka yang tewas dalam pertempuran di Suriah dan Irak, tetapi media Iran sebelumnya pernah melaporkann ratusan penasihat militer dan relawan tewas dalam beberapa tahun terakhir ini.