Jumat, 04 November 2016

[Foto] ILSV

Kendaraan militer produk lokalPT Jala Berikat Nusantara Perkasa menampilkan kendaraan serbu lapis baja ringan (Indonesia Light Strike Vehicle/ILSV) pada pameran Indo Defence 2016.

TNI AD diketahui telah memesan sekitar 20 unit yang akan dikirimkan pada tahun 2017. Kendaraan yang mampu di bawa pesawat Hercules ini juga diminati oleh Polri.

Berikut penampakan foto ILSV diposkan pr1v4t33r@defence.pk. Bila disimak detail gambar terlihat ada perubahan pada bagian kendaraan ILSV.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv-EcPD6-k15RGojmpZIO06z2A0KsM5bj_D8mki7CXLrEkY3_EKYUML2wUP3TgV9E9b4XsCTmWCVCSNgKdlUYId4IVA2SIisS2RoYZtYDHizf7TC9FyEDawAa4ofKeuK4ERyk26r68MSA5/s1600/ILSV+PT+Jala+Indonesia.jpg
https://www.shephardmedia.com/media/images/article/a1476723.jpg[​IMG]

  Garuda Militer  

Menhan RI dan Fiji Bahas Pertahanan dan Terorisme

Delegasi dari Fiji kunjungi BNPT

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu bertemu Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Republik Kepulauan Fiji Ratu Inoke Kubuabola untuk membahas penguatan kerja sama bidang pertahanan dan memerangi terorisme.

"Saya sudah bicara dengan Menteri Pertahanan Fiji, yang penting ada satu, meningkatkan pertahanan kedua negara dengan memulai MoU, mudah-mudahan Maret tahun depan, dengan demikian kita bisa melaksanakan yang konkret tentang latihan," kata Ryamizard di Kantor Kementerian Pertahanan Jakarta usai pertemuan bilateral dengan perwakilan Fiji.

Ryamizard mengatakan pembahasan selanjutnya mengenai terorisme, di mana kedua negara sepakat bekerja sama mengantisipasi teroris ISIS.

"Kita sudah sampaikan ya, kita semua saudara, diharapkan tidak ada lagi perang antara negara yang bersaudara dan negara tetangga. Musuh kita bersama adalah ISIS, itu yang menjadi musuh bersama, itu yang kita perangi bersama," tuturnya.

Selain ancaman terorisme, Ryamizard mengatakan, setiap negara juga menghadapi ancaman bencana alam, pencurian sumber daya alam, wabah penyakit, masalah siber dan narkoba.

Indonesia dan Fiji juga membahas upaya mendorong terciptanya perdamaian di dalam wilayah, kawasan bahkan dunia.

"Fiji sudah pernah ke Sentul, melihat baik sekali, dia juga akan membangun juga hal yang sama di Fiji dan kita diminta bantuan untuk masalah perdamaian ini," katanya tentang pusat latihan pasukan perdamaian Peace and Security Center di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Republik Kepulauan Fiji Ratu Inoke Kubuabola mengatakan kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama pertahanan.

"Hari ini kami telah sepakat dengan Menteri (Menhan RI) untuk menindaklanjuti kerja sama pertahanan. Dan memiliki nota kesepahaman terkait kerjasama pertahanan antara Fiji dan Indonesia yang rencananya akan ditandatangani pada triwulan pertama 2017," kata dia.

Penandatanganan nota kesepahaman itu akan membawa kerja sama kedua negara naik ke level yang lebih tinggi.

"Kami berterima kasih kepada Indonesia untuk kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menyelenggarakan pelatihan intensif bagi petugas polisi dan tentara," ujarnya.

Dia juga menyebut penguatan kerja sama pendidikan yang memungkinkan siswa Fiji belajar di Indonesia.

 Bahas pertukaran intelijen

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Republik Kepulauan Fiji Ratu Inoke Kubuabola membahas kerja sama pertukaran intelijen.

"(Kami bahas) masalah pertukaran intelijen dan masalah pendidikan," kata Menhan Ryamizard, Jakarta, Jumat.

Dalam pertemuan bilateral itu,kedua pihak juga membahas tentang kerja sama pertahanan seperti pelatihan.

Menhan RI menawarkan alat utama sistem persenjataan (alusista) buatan Indoesia kepada Menhan Fiji.

"Kemudian alutsista tadi saya tawarkan kalau dia berkenan banyak negara lain sudah beli silahkan saja, jadi berkenaan dengan latihan-latihan itu kerja sama," tuturnya.

Menhan mengatakan alusista yang ditawarkan seperti senjata dan kapal.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Republik Kepulauan Fiji Ratu Inoke Kubuabola mengatakan kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama pertahanan.

"Hari ini kami telah sepakat dengan Menteri (Menhan RI) untuk menindaklanjuti kerja sama pertahanan. Dan memiliki nota kesepahaman terkait kerja sama pertahanan antara Fiji dan Indonesia yang rencananya akan ditandatangani pada triwulan pertama 2017," tuturnya.

 Kunjungi BNPT bicarakan penanggulangan terorisme

Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional Fiji Ratu Inoke Kabuabola beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di kompleks Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis.

"Mereka datang ke BNPT untuk mendapatkan gambaran bagaimana kita selama ini melakukan pencegahan dan penanggulangan terorisme. Pemerintah Fiji ingin belajar kepada kita mengenai counter terrorism," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius seperti dikutip dalam siaran pers.

Menurut dia, pemerintah Fiji juga ingin mengetahui fasilitas dan langkah-langkah yang sudah dikerjakan BNPT dalam rangka penanggulangan terorisme selama ini.

"Respons Menhan Fiji terhadap BNPT sangat luar biasa. Karena masalah terorisme ini sudah menjadi masalah global sehingga mereka merasa perlu untuk belajar ke kita," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Menurut Kepala BNPT, pemerintah Fiji selanjutnya akan menjalin kerja sama dengan BNPT dalam bidang pelatihan penanggulangan terorisme.

Dalam pertemuan tersebut Deputi III Bidang Kerjasama Internasional BNPT Irjen Pol Petrus R Golose menjelaskan bahwa aksi pencegahan terorisme harus berjalan beriringan dengan hak asasi manusia.

"Sampai saat ini, aksi yang kita jalankan tidak pernah melanggar hak asasi manusia. Isu-isu berkaitan hal ini memang menjadi perhatian masyarakat dan sebisa mungkin kita memperhatikan poin-poin hak asasi manusia dalam melakukan aksi penanggulangan," katanya.

Mantan Wakadensus 88/Antiteror Polda Metro Jaya dan Wakil Direktur II/Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ini menjelaskan bahwa BNPT selalu mendukung program-program terkait hak asasi manusia dan sudah meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding - MoU) dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Selain itu, dalam penangkapan teroris selama ini kami juga selalu mengacu kepada criminal justice system. Setelah proses penangkapan, dilanjutkan dengan proses pelaporan kemudian interogasi dan sebagainya," ujarnya.

Dalam kujungannya ke BNPT tersebut, Menhankam Fiji didampingi Dubes Fiji untuk Indonesia Ratu Seremaia Tuinausori Cavulati, Dubes RI untuk Fiji Gary Rachman Maksmun Jusuf, Atase Pertahanan RI untuk Fiji & PNG Kolonel Inf Anggara Sitompul, dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Fiji Kolonel Litea Seruiratu.

Sementara Kepala BNPT dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Utama (Sestama) Mayjen TNI R Gautama Wiranegara, Deputi II Bidang Penindakan, Penegakan Hukum, dan Pembinaan Kemampuan Irjen Pol Arief Dharmawan, Deputi III Bidang Kerjasama Internasional Petrus R Golose.
 

  Antara  

[Foto] Sanca MRAP

Kendaraan serbaguna lapis baja anti ranjauPenampakan kendaraan militer bernama 'Sanca' yang akan diproduksi PT Pindad. Menurut berita sebelumnya Indonesia melalui Kementrian pertahanan akan memesan sebanyak 50 unit rantis desain Thales Australia yang telah teruji di medan tempur di Irak dan Afganistan.

Melalui kesepakatan yang telah ditanda tangani, PT Pindad mendapat kesempatan untuk memproduksi rantis ini sesuai kebutuhan TNI. Nantinya rantis ini merupakan kendaraan anti ranjau pertama produksi PT Pindad dan akan digunakan pasukan perdamaian Kontingen Garuda dan Kopassus.

Berikut foto rantis Sanca diposkan supermarine@kaskus formil.


  Garuda Militer  

Foreign Defense Firms Ready To Work With Local Companies

Indo Defence 2016

Foreign defense suppliers expressed readiness on Thursday to transfer technologies to Indonesia in cooperation with local companies to meet the country’s need for major weapons systems.

The Defense Ministry has identified several acquisition programs in its second Strategic Plan (Renstra), which spans 2014 to 2019, such as the replacement of the US-made F-5 E/F Tiger II light jet fighter and more transportation aircraft to supplement the current fleet of US-made C-130 H Hercules heavy transportation aircraft.

Swedish defense company Saab said it was ready to transfer knowledge and technology should Indonesia decide to buy its light jet fighter,the Gripen C/D.

We are ready to deliver the aircraft in 18 months after the contract is signed,” head of the Gripen program Jerker Ahlqvist told reporters at the 2016 Indo Defense Expo and Forum held at JIExpo in Kemayoran, Central Jakarta.

Not only that, we will also be fully compliant with Law No. 16/2012 [on the defense industry] as required by the government.

The law requires that all major weapons systems be procured domestically. If domestic companies cannot fulfill the demand, foreign suppliers have to meet a certain local content level in cooperation with local defense companies. This can be done through industrial cooperation or an offset program.

Ahlqvist pointed to an industrial cooperation with Brazil, which has ordered a total of 36 Gripens,that sees up to 350 Brazilian engineers participating in training sessions at the Saab factory in Linkoping, Sweden, to prepare for a domestic Brazilian production line.

Another competitor to replace the F-5 E/F, US defense giant Lockheed Martin, boasts a successful industrial cooperation record with state-owned aircraft maker PT Dirgantara Indonesia (DI), when Indonesia purchased the 12 F-16 A/B Block 15 OCU light jet fighter in 1989.

Indonesia received an offset scheme of 35 percent of the total purchase value with PT DI sending a number of F-16 parts to the US.

We were satisfied with PT DI’s performance back then and we are sure PT DI will be able to do it this time around,” said Randall L. Howard, integrated fighter group director at Lockheed Martin.

Howard was referring to the US defense firm’s offer of a F-16 Viper, also known as the Block 70/72, the latest iteration of the venerable F-16, which has clocked some 17 million flight hours in more than 25 countries worldwide.

He said Lockheed Martin was involved in industrial cooperation worth US$ 45 billion for various F-16 customers.

Meanwhile, Italian defense giant Leonardo-Finmeccanica revealed that it was in talks with various parties in Indonesia on its own plan of setting up a training academy; a maintenance, repair and overhaul (MRO) unit;and the possibility of having an Indonesian assembly line, mostly for its AgustaWestland helicopter models.

We are in talks in various companies, both private and state-owned, for the training and MRO capabilities,” said Lorenzo Pariani, head of the Southeast-Asia region of Leonardo’s helicopter division.

Leonardo’s Southeast-Asia regionhead, Bruno Bertella, said the company had been in Indonesia, in various entities, since the 1980s.

We have identified Indonesia as one of 12 strategic markets which are important for us.We are here to stay with a long-term investment.
 

  Jakpost  

PT SSE Tampilkan Kendaraan Khusus Militer

Kendaraan serbu segala medan yang diberinama P6-ATAV (All Terain Attack Vehicle) muncul pada pameran Indo Defence 2016.P6 ATAV produk PT SSE dipamerkan

PT SSE telah mendesain kendaraan 4x4 untuk pasukan khusus, sebagai kendaraan pengintai dan serbu.

Sumber dari PT SSE mengatakan bahwa pasukan khusus Indonesia telah memesan 18 unit P6 ATAV, dimana 5 unit pertama telah dikirimkan, sedangkan sisanya akan dikirim sebelum akhir tahun.

P6 ATAV dilengkapi tempat senjata mesin diatas dan disamping kendaraan. Menggunakan suspensi yang lebih baik dan mesin 4 silinder turbo diesel berkapasitas 2500cc dan 142HP terletak dibagian belakang.

[​IMG]Kendaraan lain yang dipamerkan produk PT SSE, diantaranya P2 Komando dan P2 APC juga telah dipesan oleh TNI AD. Sumber mengatakan pesanan terdiri dari 5 unit tiap jenis kendaraan dan akan dikirimkan pada akhir tahun ini.

P2 Komando merupakan kendaraan taktis (rantis) lapis baja 4x4 dan dapat ditambahkan RCWS (Remote Controlled Weapon System). Menggunakan mesin turbo diesel 4 silinder dengan kapasitas 4800cc dan 190HP.

Sedangkan P2 APC merupakan kendaraan lapis baja pengangkut pasukan 4x4, juga tersedia varian lain seperti ambulance dan VIP. Kendaraan ini menggunakan mesin turbo diesel 6 silinder dengan kapasitas 7200cc dan 280HP.

PT SSE membutuhkan waktu 5 tahun untuk membangun 2 unit terakhir yang juga telah dipamerkan pada Indo Defence 2012 dan 2014. [sherpardmedia]
 

  Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...