Dan 6 Kapal PC-60
KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861, PC40 TNI AL [RRI] ☆
TNI Angkatan Laut (AL) menargetkan memiliki 42 kapal Patroli Cepat (PC)-40 untuk memperkuat pertahanan wilayah perairan Indonesia. Perairan itu di wilayah Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) maupun Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Sopandi mengungkapkan, dari 42 KRI kelas PC-40 yang ditargetkan TNI AL, 16 kapal telah rampung pengerjaannya di awal 2017.
"Anggaran pembuatan seluruh kapal PC-40 ini berasal dari APBN 2015-2016. Diharapkan, pengerjaan seluruh kapal dapat rampung 2017 hingga 2018 sehingga dapat dioperasikan untuk memperkuat pertahanan wilayah perairan Indonesia," kata Ade usai meresmikan KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861 di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kamis 30 Maret 2017.
Ia menjelaskan, ke 42 kapal PC-40 tersebut nantinya disebar di Koarmatim dan Koarmabar. Khusus untuk wilayah Koarmabar, kapal-kapal PC-40 akan disebar di beberapa Markas Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal), seperti Lantamal di Pontianak (Kalbar), Tanjungpinang (Kepri), Medan (Sumut), dan Aceh.
"Selain itu, ke depan, setiap Lanal (Pangkalan TNI AL) di kota/kabupaten akan disiagakan satu kapal PC-40 yang dapat mobile (beroperasi) secara rutin di wilayahnya," jelas Ade.
Kapal-kapal patroli cepat tersebut, ungkap Ade, diproyeksikan memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) di wilayah masing-masing. Sebagai wilayah kepulauan, sambung Ade, keberadaan kapal PC-40 di Kepri sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah dari ancaman maupun tindak kejahatan.
"Saya mendapatkan laporan bahwa tindak kejahatan di Selat Malaka menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian pengamanan wilayah perairan tetap menjadi prioritas," tegasnya.
Tampak KRI Lepu-861 yang diresmikan pengoperasiannya oleh Kasal Laksamana TNI Ade Sopandi di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kamis (30/3/2017).
Ade tak memungkiri bahwa wilayah perairan Kepri hingga Selat Malaka cukup rawan perompakan, namun berkat kesigapan TNI AL dan Tim WFQR, kejahatan itu dapat diatasi. "Jika tahun-tahun sebelumnya ada 10 kali perompakan, tahun lalu hanya ada dua kali perompakan dan berhasil kita ungkap," ujarnya.
KRI Halasan, KCR60 TNI AL [screenshoot NR]
Selain PC-40, sambung Ade, ke depan guna memperkuat pertahanan wilayah dan industri alutsista TNI, TNI AL memproyeksikan membuat kapal PC-60. Kapal ini ditargetkan memiliki kecepatan lebih tinggi dan daya jelajah lebih luas dibandingkan PC-40.
"Bahkan target kami bisa membuat 6 kapal PC-60 tahun ini. Kita berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih baik lagi agar pembangunan KRI ini dapat terealisasi," pungkasnya.
Sekadar diketahui, pemberian nama kapal Torani dan Lepu diambil dari nama-nama ikan yang ada di Indonesia. Torani diambil dari nama ikan terbang, sedangkan Lepu diambil dari spesies ikan laut yang dikenal beracun.
Panther, AS565 MBe pesanan TNI AL [Airbus Helicopters] ☆
Presiden Prancis Francois Hollande kemarin baru saja melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, Indonesia. Sejumlah kerja sama diteken antara Indonesia dan Prancis. Salah satunya, terkait kerja sama pembelian alutsista dan pengembangan industri maritim.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan akan dibentuk kelompok kerja untuk menindaklanjuti penandatanganan kerja sama tersebut.
"Industri pertahanan ada, teroris ada, masalah maritim ada. Itu garis besarnya," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/3).
"Untuk pelaksanaannya, kami bikin kelompok kerja dengan sana. Apa yang dirumuskan, nanti dibahas," lanjut dia.
Dijelaskan Ryamizard, untuk alutsista, Indonesia membeli beberapa peralatan tempur dari Perancis. "Banyak, ada meriam, roket, helikopter serbu, helikopter Euro," ucap Ryamizard.
Ryamizard mengatakan pembelian alutsista tentunya harus menenuhi syarat transfer teknologi yang diamanatkan oleh undang-undang. Ia menegaskan syarat ini mutlak harus dipenuhi oleh Prancis.
"Kalau beli, kita harus transfer teknologi atau 35 persen dibayar pakai apa. Bukan barter juga tapi ya 35 persen nanti diganti apa," imbuhnya.
Maka dari itu, Ryamizard akan berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan Emggartiasto Lukito mengenai pembelian alutsista itu.
Sekadar diketahui, Presiden Prancis memboyong sekitar 40 pengusaha dalam lawatannya ke Indonesia dengan komitmen investasi sebesar 2,6 miliar dolar Amerika.
Dalam kunjungannya ke Jakarta, Hollande menyebut ada beberapa kerja sama atau penandatanganan nota kesepahaman. MoU yaitu di bidang riset dan teknologi, transportasi, kebudayaan, alat pertahanan dan energi terbarukan.
Tukar Karet
Pemerintah membeli beberapa alat utama sistem persenjataan ke Prancis. Kesepakatan pembelian tersebut dicapai dalam kunjungan Presiden Prancis, Francais Hollande ke Indonesia, Rabu (29/3) kemarin.
Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan mengatakan, ada beberapa jenis alutsista yang dibeli Indonesia. "Ada meriam, roket, helikopter serbu dan helikopter euro," katanya di Komplek Istana Negara, Kamis (30/3).
Pak Menteri tidak mau merinci berapa banyak unit alutsista yang dibeli berikut harganya. Dia hanya mengatakan, tidak semua dibayar dengan uang. "35% dibayar dengan komoditas, apa itu karet atau apalah, saya harus koordinasi dengan Menteri Perdagangan dulu," katanya.
KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861 TNI AL [defence.pk] ☆
Kekuatan armada tempur TNI Angkatan Laut semakin kuat dengan diresmikannya dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP. pada suatu upacara militer yang dilaksanakan di dermaga pelabuhan Batu Ampar Batam Kepulauan Riau, Kamis (30/03/2017).
Dua KRI yang diproyeksikan untuk memperkuat Satuan Patroli (Satrol) Koarmabar adalah KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861. Keduanya merupakan alutsista karya cipta anak bangsa yang di produksi oleh PT. Karimun Anugerah Sejati Batam.
Hal ini membuktikan bahwa industri pertahanan dalam negeri telah memiliki kemampuan dalam hal kemandirian teknologi alat utama sistem pertahanan sekaligus wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah mengenai kemandirian pengadaan alutsista TNI.
KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861 memiliki kemampuan untuk melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara dan pertempuran kepulauan serta melaksanakan tugas tambahan yakni melaksanakan patrol laut dalam rangka menegakkan hukum laut dan melaksanakan fungsi Search and Rescue (SAR).
Dipersenjatai dengan meriam kaliber 30 mm otomelara pada haluan dan dua pucuk Senapan Mesin Berat (SMB) kaliber 12,7 mm pada buritan. Masuk dalam kelas kapal patroli cepat atau PC-40, panjang keseluruhan 45,5 meter dan lebar 7,9 meter dengan kecepatan maksimal 24 knot serta kecepatan jelajah 15 knot. Kapasitas bahan bakar dalam sekali jalan adalah 70.000 liter dan memiliki endurance berlayar selama 6 hari. Dapur pacunya didukung dengan 2 buah mesin diesel MTU yang masing-masing berkekuatan 2480 HP.
Rangkaian upacara peresmian diawali dengan sambutan Direktur Utama PT. Karimun Anugerah Sejati dilanjutkan dengan penandatanganan Protocol of Delivery oleh Dirut PT. Karimun Anugerah Sejati dan pihak TNI Angkatan Laut dilanjutkan dengan penyerahan maket kapal dari Dirut kepada Kasal.
Uapacara peresmian ditandai dengan pernyataan Irup yang disertai dengan penekanan sirine, penaikan ular-ular perang, gauk kapal bunyi dan terbukanya selubung nama KRI. Rangkaian acara diakhiri dengan peninjauan ke KRI Layaran-854, penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.
Pada kesempatan tersebut, Kasal melantik Mayor Laut (P) Taufiq Pamungkas sebagai komandan KRI Torani-860 dan Kapten Laut (P) Rakhmad Widiyanto sebagai komandan KRI Lepu-861.
Filosofi ikan Torani yang hidup di seluruh samudera serta memiliki kelincahan dalam menghindar dan menyelamatkan diri dari setiap ancaman dengan cara meloncat hingga terbang diatas permukaan air, menjadi salah satu pertimbangan untuk dijadikan nama KRI.
Adapun Lepu dikenal sebagai ikan predator, ketika berburu mereka akan menyudutkan buruannya dengan sirip besarnya dan dengan reflex cepatnya mereka mampu melumpuhkan musuhnya. Lepu juga dikenal karena durinya yang panjang dan berwarna-warni yang selalu waspada melindungi dirinya dari predator lain.
Acara peresmian KRI dan pelantikan komandan KRI selain dihadiri oleh gubernur Kepulauan Riau DR. Nurdin Basirun juga dihadiri oleh pejabat teras dari Kemhan RI, Mabes TNI dan Mabesal diantaranya Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo, Kabaranahan Kemhan, Kasum TNI, Asrenum Panglima TNI, Irjenal, Asrena Kasal, Asops Kasal, Aspers Kasal, Aslog Kasal, Pangarmatim, Pangarmabar, Danlantamal IV dan Kepala Kantor Zona Maritim Barat. (Dispen Lantamal IV/RB/DS)
Ini 7 Poinnya
[Cici/detikcom] ☆
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu meneken nota kesepahaman atau MoU dengan Menteri Pertahanan Republik Federasi Brasil Raul Belens Jungmann Pinto. Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan hubungan kedua negara di bidang pertahanan.
Penandatanganan ini dilakukan secara terpisah karena Menhan Brasil tidak dapat hadir. Namun Dubes Brasil untuk Indonesia Ruben Antonio Correa Barbosa hadir dan menyaksikan kesepakatan ini di aula Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jalan Merdeka Barat Nomor 13-14, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017). Nantinya naskah persetujuan ini akan ditindaklanjuti dan ditandatangani oleh Menhan Brasil.
"Kita baru saja menyaksikan tanda tangan untuk MoU kerja sama kita dengan Brasil, ini masih tingkat teknis saja, yang dilakukan selama ini kita tingkatkan hubungan dalam pertahanan," kata Ryamizard saat jumpa pers.
Ryamizard mengatakan tujuan dari MoU ini adalah meningkatkan hubungan antara Brasil dan Indonesia terutama dalam bidang pertahanan, kegiatan militer, serta kerja sama dalam bidang industri.
"Itu yang paling penting intuisi pertahanan, kerja sama segala macem, tentunya untuk merangkum semua, sebelum melaksanakan apa yang kita maksudkan tadi, kita membuat dari Indonesia Brazil, sesuai dengan MoU-kan sekarang," ujarnya.
"Pelaksanaan yang lebih penting, para direktur seperti PT DI, PT Pindad, nanti kunjungan kedua pihak kami dapat apa, belajar juga, yang kami harapkan bisa lebih baik," imbuhnya.
Kerjasama tersebut meliputi :
1. Pertukaran kunjungan pada tingkat Kebijakan.
2. Pertemuan antar institusi pertahanan dan militer.
3. Meningkatkan pengembangan SDM pada institusi pertahanan melalui pendidikan dan pelatihan.
4. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam bidang operasi militer dan intelijen militer.
5. Bebagai pengalaman ilmiah dan teknologi di bidang pertahanan.
6. Meningkatkan kerja sama industri terutama di bidang peralatan dan jasa.
7. Bekerja sama dalam bidang pertahanan dan militer lainnya untuk kepentingan kedua negara.
(tor/tor)
Airbus Defence & Space has signed a letter of intent with an Indonesian company related to Jakarta’s possible purchase of the A400M transport aircraft
A400M transport aircraft [airbus] ☆
The LOI was signed with Pelita Air Services, which represents a consortium of state-owned companies involved in aerospace, says Airbus in an email to FlightGlobal.
“We believe that the A400M will be an outstanding asset to support Indonesia´s vision of creating an air bridge to help redistribute wealth and resources across the archipelago as well as providing the basis for the expansion of our long-standing industrial cooperation,” says Fernando Alonso, head of military aircraft at the airframer.
“The A400M´s advanced design and exceptional performance make it extremely well qualified to play a key role in creating a safe and robust air transport network for Indonesia. And in the future it could also be the basis for the transformation of the Indonesian Air Force’s air mobility operation.”
The LOI sets the stage for discussions about topics such as the number of aircraft Jakarta could acquire and local industrial participation.
Airbus has long been interested in selling the A400M to Indonesia. In 2012, the company said it was collaborating with Indonesian state airframer Indonesian Aerospace (IAe, also known as Dirgantara Indonesia) about possible workshare on the A400M.
Airbus has extensive relationships with Indonesian industry, with IAe now the world’s sole producer of the C212, which it produces in an upgraded form designated NC212i. The Indonesian company also produces the CN235 and C295, and has extensive workshare with Airbus Helicopters platforms.
Pelita Air provides worldwide air charter services, oil and gas support operations and general aviation services, operating a mixed fleet of fixed wing aircraft and helicopters from its main base at Jakarta Halim Perdanakusuma airport, primarily in support of Indonesia's state oil company, Pertamina. Commercial air services were introduced in 1981, when the company became a stand-alone subsidiary.