Senin, 26 Maret 2018

Pentingnya Kemitraan Amerika-Indonesia

http://images1.rri.co.id/thumbs/berita_496805_800x600_IMG-20180301-WA0009.jpgDuta Besar Amerika, Jason Donovan Jr, menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan dan staf Honeywell dan Universitas Indonesia atas kerja keras semua pihak dalam mempersiapkan laboratorium kampus terhubung (Honeywell-UI Smart Connected).

Ini contoh nyata lain dari kemitraan kuat antara Amerika Serikat dan Indonesia serta manfaat yang bisa diraih oleh kedua belah pihak dengan memperkuat kerja sama.

"Menristekdikti Bapak Mohamad Nasir, Rektor UI Bapak Muhammad Anis, Presiden Honeywell ASEAN dan Indonesia Bapak Briand Greer dan Bapak Roy Kosasih, senang sekali saya dapat bertemu dengan Anda semua dalam kesempatan ini," kata Jason Donovan Jr, dalam sambutannya pada acara peresmian Laboratorium Kendali Canggih Terhubung Pertama di Indonesia, di Ruang K301, Engineering Centre FTUI, Kampus Depok, Kamis (1/3/2018).

Perusahaan seperti Honeywell memiliki sejarah yang terbentang selama puluhan tahun dalam berinvestasi di Indonesia. Ini merupakan warisan para pemimpin di kedua belahan Pasifik yang bekerja keras untuk membangun dan mengembangkan kerja sama ilmiah serta perdagangan.

Laboratorium ini merupakan satu dari sederet mitra Universitas Indonesia dari AS, yang mencakup sejumlah universitas berbasis riset terkemuka di Amerika, yang membantu mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.

"Bahkan, perusahaan, universitas, serta pemerintahan kami sudah menjadi mitra yang baik bagi Indonesia sejak lama. Sebagai negara demokrasi yang beragam, AS dan Indonesia memiliki banyak kesamaan kepentingan dan nilai, dan ini tercermin dalam Kemitraan Strategis serta beragam kerja sama saling menguntungukan yang mendukung Kemitraan tersebut," katanya.

Donovan menyampaikan, dalam kata sambutannya di KTT AS-ASEAN, Presiden Donald Trump memaparkan kepentingan AS di ASEAN. Beliau secara jelas mengatakan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama dengan Mitra-mitra Strategis seperti Indonesia.

"Guna memajukan kerangka ekonomi dan perdagangan yang membuka pasar, mempromosikan standar tinggi, dan mencapai perdagangan yang bebas, adil, serta saling menguntungkan," paparnya.

Begitu pula saat Wapres Mike Pence berkunjung ke Indonesia pada April silam. Wapre Mike Pance melihat peluang kemitraan AS-Indonesia yang lebih erat dalam bidang ekonomi, saat beliau mendampingi Wapres Jusuf Kalla bersama-sama menyaksikan penandatanganan perjanjian perdagangan dan investasi dengan nilai lebih dari 10 miliar dolar AS.

Perjanjian ini mencakup kesepakatan dengan Honeywell untuk pengadaan 34 mesin untuk pesawat NC212i generasi baru produksi PT. Dirgantara Indonesia, yang sekaligus akan membantu Indonesia mewujudkan keinginannya untuk memproduksi pesawat terbang sendiri.

"Perjanjian seperti ini memperlihatkan manfaat nyata dari terbukanya Indonesia terhadap investasi AS," pungkasnya.

Kemudian sambung, Donovan saat dirinya melihat ke sekeliling dan melihat banyak mahasiswa-mahasiswi jurusan teknik di Indonesia yang akan mendapatkan manfaat dari contoh kerjasama yang saling menguntungkan antara AS dan Indonesia. Dia diingatkan tidak hanya seberapa jauh kedua negara telah capai selama ini.

STEM-atau bidang sains, teknologi, teknik dan matematika, adalah bidang-bidang yang diminati oleh para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat, terutama program pascasarjana. Sekarang ini sekitar 9.000 pelajar Indonesia menempuh studi di Amerika Serikat, dan pihaknya ingin meningkatkan angka ini.

Kenyataannya, universitas-universitas AS memimpin penelitian-penelitian di dunia, sepertiga dari penelitian dan pengembangan dibiayai secara global. Kita tahu betul bahwa investasi untuk penelitian di universitas-universitas mendorong kreativitas dan inovasi yang kita saksikan bersama saat ini.

Lebih jauh, melalui Education USA, konsultasi pendidikan di AS secara gratis bagi para pelajar di seluruh Indonesia. Pihaknya membantu pelajar Indonesia yang sedang mencari universitas di AS ataupun kampus yang cocok dengan pilihan bidang yang diinginkan sehingga bisa membangun keahlian yang diperlukan dan jaringan international untuk memasuki dunia kerja global saat ini.

"Saya harap anda bisa menemui konsultan EducationUSA, Iqbal, yang hadir bersama saya hari ini, atau mengunjungi @america di Mal Pacific Place setiap hari untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," tutupnya. (RL/WDA)

  RRI  

Minggu, 25 Maret 2018

Ketika Hercules TNI AU Angkut F5 Tiger

Merupakan yang pertama kali di dunia.Ilustrasi Hercules TNI AU ✈️

Pada 1986 di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanudin, Makassar, pernah terjadi accident yang cukup serius.

Salah satu jet tempur F-5E Tiger TNI AU yang sedang melakukan pendaratan terjerembab lantaran roda pendarat (landing gear) tak mau keluar.

Akibat kecelakaan itu, F-5 keluar landasan dan bagian bawah pesawat (fuselage) serta bagian sayap mengalami kerusakan yang cukup parah.

Untuk bisa terbang lagi F-5 yang rusak harus diperbaiki dan dibawa ke Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur yang merupakan home base-nya F-5.

Tapi untuk membawa F-5 dari Makassar ke Madiun tidak mudah.

Sebab, jika menggunakan kapal laut membutuhkan waktu lama serta memunculkan persoalan ketika dibawa lewat jalan darat menuju pelabuhan.

Depo Pemeliharaan (Depohar) 30 yang berada di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, kemudian ditugaskan untuk melakukan operasi penyelamatan (salvage) menggunakan satu unit pesawat angkut berat C-130 Hercules.

Membawa F-5 menggunakan Hercules sebenarnya bisa memunculkan masalah baru.

Pasalnya belum pernah ada negara manapun termasuk AS, mengangkut F-5 menggunakan Hercules.

Apalagi untuk mengangkut F-5 lewat udara sudah ada pesawat angkutnya tersendiri, yakni C-5 Galaxy.

Tapi para personel Depohar 30 tetap yakin bisa membawa F-5 menggunakan Hercules dengan cara ‘diakali’.

Berbagai cara teknis pun ditempuh oleh para teknisi Depohar 30 seperti membuat cradle penyangga guna menyangga fuselage dan sayap F-5.

Latihan simulasi untuk memasukkan dan mengeluarkan F-5 dari perut Hercules pun dilakukan beberapa kali sampai matang.

Setelah semua persiapan dilakukan secara maksimal dan tidak ada lagi kemungkinan yang menimbulkan masalah teknis, tim penyelamatan Depohar 30 yang dipimpin Mayor Teknisi Soebagio Sutomo pun diberangkatan menuju Lanud Hassanudin.

Tiba di Makassar, proses pengangkutan F-5 ke perut Hercules pun dilaksanakan dengan sangat hati-hati.

Mula-mula F-5 dilepas sejumlah komponennya (disassembled) sehingga fuselage dan sayap pesawat bisa ditaruh di atas cradle secara presisi.

Ketika F-5 sudah berada di dalam perut Hercules ternyata jarak bebas dan aman (clearance) dengan pintu belakang Hercules (ramp door) hanya tersisa 15 cm sehingga rawan terbentur.

Tapi meski dalam kondisi serba darurat itu, penerbangan mengangkut F-5 dari Makassar hingga Lanud Iswahyudi, Madiun berjalan lancar.

Sejumlah perwakilan dari Northrop AS, yang merupakan produsen F-5 yang telah berada di Lanud Iswahyudi tampak tercengang ketika menyaksikan F-5 keluar dari perut Hercules.

Pasalnya peristiwa salvage F-5 menggunakan Hercules saat itu merupakan yang pertama kali di dunia.

Atas keberhasilan itu, Northrop kemudian menganugerahkan piagam Certificate of Recognation kepada Depohar 30.
 

  Intisari  

Sabtu, 24 Maret 2018

Pemenuhan Kebutuhan Berdasarkan Prioritas

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. melaksanakan kunjungan kerja (kuker) ke Satuan Pemeliharaan (Sathar) 32 dan Sathar 31, Depohar 30 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.(23/3/2018).

Dalam kuker tersebut, Kasau beserta rombongan didampingi Dankoharmatau Marsma TNI Dento Priyono dan Kadiseroau Marsma TNI Kukuh S. menerima penjelasan dari Dandepohar 30 Kolonel Tek Isdwiyanto serta Dansathar 31 & 32 tentang permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pemeliharaan engine dan structure pesawat.

Kasau pun memerintahkan kepada para pejabat Mabesau yang menjadi kewenangannya untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan peralatan Depohar 30 berdasarkan asas prioritas.

Kasau menyampaikan apresiasi yang besar kepada Depohar 30 karena meskipun dengan keterbatasan yang ada, kedua Sathar yang berada di bawah jajarannya dapat melakukan modifikasi secara mandiri, sehingga dapat mendukung kesiapan operasi.

Rombongan Kasau yang mengikuti kuker tersebut adalah para Asisten Kasau, Pangkohanudnas, Dankodiklatau, Pangkoopsau ll, Dankoharmataau, Wagub AAU, serta para Kepala Dinas dan Sesdis di jajaran Mabesau. (Ertin Primawati)

  ★ cahayabaru  

KN Tanjung Datu Pelayaran Perdana

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. melepas pelayaran perdana KN Tanjung Datu 1101 di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal 2 Tanjung Priok, Jumat (23/3/2018).

Kepala Bakamla RI dalam sambutannya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta mengatakan, KN Tanjung Datu 1101 merupakan kapal baru dan kapal patroli terbesar yang akan beroperasi perdana dalam rangka bantuan sosial ke Asmat.

Kapal mengangkut logistik berupa kebutuhan bahan pokok dan pakaian. Adapun material merupakan dukungan dan kerja sama dari Artha Graha Peduli, berupa 4.000 kg beras, 6.000 bks indomie, 2.000 liter minyak goreng, 2.000 kg gula, 2.000 lembar kantong AGP, 500 buah training serta 500 buah kaos.

Laksdya Ari berpesan kepada seluruh personel KN Tanjung Datu 1101 untuk menjaga kesehatan dan jalin kekompakan. Pelayaran perdana ini harus dengan kehati-hatian dan perlu dicatat setiap masalah yang timbul dikapal baik dari segi badan kapal, mesin kapal maupun peralatan navigasi. Hal ini perlu dilakukan agar dapat segera dilakukan perbaikan dan penyempurnaan KN Tanjung Datu 1101.

"Dalam rencana operasi KN Tanjung Datu 1101 ini, pelayaran dimulai dari Jakarta menuju Ambon kemudian ke Asmat untuk menyerahkan bantuan logistik. Usai kegiatan Bakti Sosial, KN Tanjung Datu 1101 akan melanjutkan aksinya dengan kegiatan latihan bersama Komodo di Surabaya," jelasnya. (*)

 Pasukan Intai Amfibi Marinir Perkuat KN Tanjung Datu-1101 
Komandan Tim Letnan Satu Marinir Kukuh Hadi Wiratama berserta empat orang anak buahnya dengan senjata lengkap.

Pasukan Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL perkuat pengamanan KN Tanjung Datu-1101, yang bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JITC) Tanjung Priok, Jakarta Utara Jum'at (23/03/2018).

Keberadaan pasukan elit Korps Marinir di kapal patroli terbesar Bakamla tersebut, dalam rangka mendukung Satuan Tugas Operasi Dalam Negeri Nusantara-1 Khusus Bantuan Sosial Bakamla ke Asmat, Papua Bawah Kendali Operasi (BKO) Bakamla RI.

Tim pasukan khusus ini berasal dari Batalyon Intai Amfibi-2 Korps Marinir Cilandak, di bawah pimpinan Komandan Tim Letnan Satu Marinir Kukuh Hadi Wiratama berserta empat orang anak buahnya dengan senjata lengkap.

  ★ KRI jogja | Utamanews  

Skadron Udara 1 Latihan Terbang Malam

Untuk meningkatkan profesonalisme dan kemampuan para penerbang serta teknisi, Skadron Udara 1 Lanud Supadio menggelar Latihan Terbang Malam, pada Selasa 20 Maret 2018. Latihan terbang malam ini direncanakan selama 1 Minggu ini.

Komandan Skadron Udara 1, Letkol Pnb Agung Indrajaya mengatakan bahwa latihan terbang malam ini berguna untuk meningkatkan profesionalisme dan terus terpeliharanya keahlian para penerbang tempur, baik pada saat siang hari maupun malam hari.

Seorang penerbang membutuhkan latihan yang terus menerus dengan situasi dan kondisi yang ada dilapangan, baik diwaktu siang maupun malam hari. Terbang siang hari sudah terbiasa bagi seorang penerbang namun untuk terbang malam hari tentunya harus dilatihkan sehingga terbiasa dengan situasi seperti itu”, ujar Komandan Skadron Udara 1.

Komandan Skadron Udara 1, Letkol Pnb Agung Indrajaya menambahkan terbang diwaktu malam hari tentunya mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda apabila dibandingkan dengan terbang di siang hari. Dalam terbang malam, seorang penerbang dalam mengoperasikan pesawat lebih mengandalkan instrument-instrument yang ada di Cokpit pesawat.

Di sisi lain, keterbatasan jarak pandang juga merupakan kesulitan tersendiri, sehingga penglihatan secara visual sangat terbatas. Hal inilah yang harus dikuasai oleh setiap penerbang tempur.

Latihan terbang malam ini didukung oleh satuan-satuan kerja di jajaran Lanud Supadio dan insub serta pihak PT. Angkasa Pura (Persero) Bandara Internasional Supadio dan Airnav. Mudah-mudahan latihan yang berlangsung selama 4 hari kedepan dapat berjalan dengan aman dan lancar”, jelas Komandan Skadron Udara 1, Letkol Pnb Agung Indrajaya.

   TNI AU  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...